Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore Modul 6 Qualitative Research

Modul 6 Qualitative Research

Published by sikikomunikasi, 2022-07-22 01:02:03

Description: Modul 6 Qualitative Research

Search

Read the Text Version

Metode Penelitian Kualitatif Sampling,Interview,FGD, dan Qualitative Content Analysis Oleh Dian Nurdiansyah, M.I.Kom

Sampling Purposive Sampling (Non Probability Sampling) Pemilihan sampel yang berdasarkan pada suatu karakteristik tertentu dalam suatu populasi yang memiliki hubungan dominan sehingga dapat digunakan untuk menca pai tujuan penelitian.



Purposive Sampling Beberapa Pendekatan Bagian dari Purposive Sampling  Extreme or deviant case sampling, ketika seseorang ingin meneliti outlier yang menyimpang dari suatu fenomena, isu atau tren tertentu. Dengan mempelajari kasus-kasus yang menyimpang, peneliti seringkali memperoleh pemahaman yang lebih baik.  Typical case sampling, jenis metode purposive sampling yang dilakukan ketika peneliti ingin mempelajari suatu fenomena atau tren terhadap anggota populasi yang dipertimbangkan sebagai “tipikal” atau “rata-rata”.

Purposive Sampling Beberapa Pendekatan Bagian dari Purposive Sampling  Critical case sampling, jenis metode purposive sampling dimana hanya sejumla h kasus penting atau kritis dipilih dan kemudian diperiksa.  Maximum variation sampling, subjek penelitian dilihat melalui berbagai sudut pandang yang ada. Tujuan dari metode ini adalah untuk memberikan informasi sebanyak mungkin tentang peristiwa atau fenomena yang diteliti.  Criterion sampling, Pengambilan sampel semua unit (kasus atau individu) yang memenuhi kriteria tertentu.

Purposive Sampling Beberapa Pendekatan Bagian dari Purposive Sampling  Opportunistic sampling, pengambilan sampel didasarkan pada ketersediaan elemen dan kemudahan untuk mendapatkannya.  Stratified purposive sampling, populasi dibagi dalam berbagai kelompok, lalu sampel tersebut diambil dari masing-masing kelompok tersebut atau perwakilan dari setiap kelompok.

Sampling Theoritical Sampling Sebuah proses dalam pengumpulan data, dimana peneliti mengumpulkan, mengodekan, dan menganalisis, serta menentukan data apa yang perlu untuk dikumpulkan selanjutnya dan dimana data tersebut bisa didapatkan, untuk mengembangkan teori yang perlahan-lahan mulai Nampak.

Sampling Snowball Sampling Teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian membesar.



Interview (Wawancara) Wawancara Terstruktur Artinya pertanyaan yang diajukan peneliti disampaikan sesuai dengan daftar pertanyaan yang disiapkan sebelumnya. Peneliti sudah menyiapkan pertanyaan nya secara matang sebelum wawancara dengan informan. Wawancara Tidak Terstruktur Teknik wawancara ini biasanya dilakukan secara spontan. Peneliti tidak menyia pkan daftar urutan pertanyaan yang akan ditanyakan. Namun demikian, topik yang dibahas dalam wawancara berhubungan dengan pertanyaan penelitian yang diajukan peneliti.

Some basic elements in the preparation of your interview guide will be:  create a certain amount of order on the topic areas,  formulate interview questions or topics in a way that will help you to answer your research questions,  try to use a language that is comprehensible and relevant to the people you are interview,  just as in interviewing in quantitative research, do not ask leading questions,  remember to ensure that you ask or record ‘facesheet’ information of a general kind (name, age, gender, etc.) and a specific kind (position in company, number of years employed, number of years involved in a group, etc.), because such information is useful for contextualizing people’s answers.

Criteria of a successful interviewer Kvale (1996) has proposed a very useful list of ten criteria of a successful interviewer.  Knowledgeable: is thoroughly familiar with the focus of the interview; pilot interviews of the kind used in survey interviewing can be useful here.  Structuring: gives purpose for interview; rounds it off; asks whether interviewee has questions.  Clear: asks simple, easy, short questions; no jargon.  Gentle: lets people fi nish; gives them time to think; tolerates pauses.  Sensitive: listens attentively to what is said and how it is said; is empathetic in dealing with the interview.  Open: responds to what is important to interviewee and is flexible.  Steering: knows what he or she wants to find out.  Critical: is prepared to challenge what is said—for example, dealing wit h inconsistencies in interviewees’ replies.  Remembering: relates what is said to what has previously been said.  Interpreting: clarifi es and extends meanings of interviewees’ statements, but without imposing meaning on them.

Formulating questions for an interview

FGD (Focus Group Discussion) Teknik pengumpulan data dengan memilih wawancara bersama satu kelompok tertentu. Dimana disitu ada partisipan/peserta,mod erator/fasilitator. Membahas satu topic permasalahan, dalam suasana informal dan santai The focus group is a group interview that is concerned with exploring a certain topic, (Bryman:2012)

FGD (Focus Group Discussion) 2 Tahapan Utama dalam FGD menurut Burhan Bungin: 1. Tahap Diskusi , melibatkan berbagai anggota yg didasarkan pada kema mpuan dan kompetensi formal serta penguasaan focus masalah fgd 2. Tahap Analisis Hasil FGD, dibagi jadi 2 tahap • Tahap Analisis Mikro, melakukan coding data berdasarkan pada sikap, pendapat, peserta yang memiliki kesamaan • Tahap Analisis Makro, mengabstraksikan hubungan – hubungan menjadi tingkat yang lebih substansial antara fenomena budaya atau sosial, sesuai topik penelitian.

Key of Concept FGD o The moderator generally tries to provide a relatively free rein to the discussion. However, there may be contexts in which it is necessary to ask fairly specific questions, especially when cross-group comparability is an issue. o Focus group discussions need to be recorded and transcribed. o Group interaction is an important component of discussions.

Observation Observasi adalah pengamatan yang dilakukan oleh peneliti dengan cara mendengar dan melihat perilaku atau fenomena sosial yang menjadi fokus penelitiannya dalam rangka memperoleh data penelitian. Pada umumnya, data observasi digunakan sebagai pelengkap data wawancara.

Observation Observasi Partispatori Peneliti memposisikan diri sebagai partisipan sebagaimana masyarakat atau komunitas yang diteliti. Teknik ini sering digunakan karena memudahkan peneliti berinteraksi dan menyerap langsung pengalaman kultural yang dialami oleh partisipan. Observasi Non Partispatori Peneliti berperan sebagai orang luar komunitas yang diamati.

Qualitative Content Analysis Content Analysis (Analisis Isi) Metode yang meliputi semua analisis menganai isi teks, tetapi di sisi lain analisis isi juga digunakan untuk mendeskripsikan pendekatan analisis yang khusus. Dalam metodologi kualitatif, analisis isi berdekatan dengan metode analisis data dan metode tafsir teks.

Tahapan Content Analysis 1. merumuskan pertanyaan penelitian, 2. melakukan sampling terhadap sumber-sumber data yang telah dipilih, 3. pembuatan kategori yang dipergunakan dalam analisis, 4. pendataan suatu sampel dokumen yang telah dipilih dan melakukan pengkodean, 5. pembuatan skala dan item berdasarkan kriteria tertentu untuk pengumpulan data, 6. interpretasi/ penafsiran data yang diperoleh.

Qualitative Content Analysis Analisis Semiotika Semiotika adalah ilmu tentang tanda. Semiotika di bidang komunikasi tidak terbatas, misalnya saja bisa mengambil objek penelitian, seperti pemberitaan di media massa, komunikasi periklanan, tanda-tanda nonverbal, film, komik kartun, dan sastra sampai kepada music.

Qualitative Content Analysis Analisis Wacana (Discourse Analysis)  Metode untuk mengkaji wacana (discourse) yang terdapat atau terkandung dalam pesan-pesan komunikasi baik secara tekstual maupun kontekstual.  DA, subjek memiliki peran yang penting karena ia dapat melakukan kendali-kendali atas apa yang diungkapkannya, atas apa yang ia maksud atas bagaimana maksud itu dikemukakan, apakah secara terselubung atau eksplisit.

Qualitative Content Analysis Analisis Hermeneutika  Memiliki arti menafsirkan, menginterpretasikan atau menterjemahkan  Satu metode penafsiran yang berangkat dari analisa bahasa dan kemudian melangkah kepada analisa konteks,untuk selanjutnya \"menarik\" makna yang didapat kedalam ruang dan waktu saat pemaha man dan penafsiran tersebut dilakukan.

Terimakasih, yuk Lanjut Diskusi!


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook