TIPE KEPRIBADIAN Oleh : Hamidah Nurrochmah
PENGERTIAN KEPRIBADIAN Kepribadian atau personality berasal dari kata persona. Kata tersebut merujuk pada kedok atau topeng, yaitu sebuah penutup muka yang kerap digunakan oleh pemain drama panggung. Dimana hal tersebut menggambarkan sebuah perilaku, kepribadian, dan watak seseorang. GORDON ALLPORT merumuskan kepribadian sebagai : “sesuatu” yang terdapat dalam diri individu yang membimbing dan memberi arah kepada seluruh tingkah laku individu yang bersangkutan atau suatu organisasi yang dinamis dari sistem psikofisik individu yang menentukan tingkah laku dan pikiran individu secara khas. Ia menggunakan istilah sistem psikofisik dengan maksud menunjukkan bahwa jiwa dan raga manusia adalah suatu sistem yang terpadu dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain, serta di antara keduanya selalu terjadi interaksi dalam mengarahkan tingkah laku. SIGMUND FREUD memandang kepribadian sebagai suatu struktur yang terdiri dari tiga sistem yaitu Id, Ego dan Superego. Tingkah laku tidak lain merupakan hasil dari konflik dan rekonsiliasi ketiga sistem kepribadian tersebut.
FAKTOR YANG MEMBENTUK KEPRIBADIAN Kepribadian terbentuk karena proses keterlibatan subjek atau individu atas pengaruh- pengaruh internal dan eksternal yang mencakup faktor-faktor genetis atau biologis, pengalaman-pengalaman sosial, dan perubahan lingkungan. Dengan kata lain corak dan keunikan kepribadian individu itu dipengaruhi oleh faktor-faktor bawaan dan lingkungan. Kepribadian terbentuk oleh faktor-faktor : INTERNAL EKSTERNAL Lebih menunjuk kepada faktor bawaan Meliputi pengaruh lingkungan baik atau genetika. sosial maupun non-sosial.
TIPE - TIPE KEPRIBADIAN
HIPPOCRATES Membagi kepribadian menjadi 4 kelompok besar dengan focus pada cairan tubuh yang mendominasi dan memberikan pengaruh kepada individu tersebut. 4 jenis cairan tubuh), pembagiannya meliputi: empedu kuning (choleris), empedu hitam (melankolis), cairan lendir (flegmatis) dan darah (sanguinis).
KEPRIBADIAN SANGUINIS => disebabkan oleh pengaruh proses darah yang berciri: ekstrovert, optimis, periang dan penuh semangat, penuh rasa ingin tahu, rasa humor yang tinggi, antusiasme dan ekspresif. Tipe ini memiliki kebutuhan mendasar akan pengakuan dan penghargaan. KEPRIBADIAN MELANKOLIS => disebabkan oleh pengaruh proses empedu hitam yang berciri: introvert, pemikir, pesimis mendalam dan penuh pikiran yang analitis, serius dan tekun, cenderung jenius, berbakat dan kreatif, tipe ini sangat teliti, hati-hati dan suka curiga, taat aturan, sangat konsisten dengan perasaan yang halus. Tipe ini memiliki kebutuhan mendasar berupa jawaban yang bermutu dan didukung data yang lengkap dan akurat. KEPRIBADIAN KOLERIS => disebabkan oleh pengaruh proses empedu kuning yang berciri: ekstrovert, keras, tegas, tidak emosional bertindak, tidak mudah patah semangat, bebas dan mandiri, memancarkan keyakinan dan bisa menjalankan apa saja, berbakat menjadi pemimpin, dinamis, aktif, dan membutuhkan perubahan. Tipe ini memiliki kebutuhan mendasar berupa tantangan, pilihan, dan pengendalian. KEPRIBADIAN PHLEGMATIS => disebabkan oleh pengaruh proses lendir yang berciri: introvert, mudah bergaul dan santai, diam tenang, sabar, pemalu, hidup konsisten, tenang tapi cerdas, simpatik dan rendah hati, menyembunyikan emosi, bahagia menerima kehidupan, tidak suka konflik dan pertentangan, sulit mengatakan “tidak”, sangat sentimental dan suka hal yang sama “status quo”. Tipe ini memiliki kebutuhan mendasar berupa penghargaan dan penerimaan.
CARL GUSTAV JUNG Tipe manusia sangat beragam berdasarkan pendekatan- pendekatan yang dipakai. Berdasarkan arah perhatiannya, C.G. Jung membedakan manusia menjadi tipe manusia extraverse (extrovert), tipe manusia introverse (introvert), dan tipe ambiverse (ambivert).
KEPRIBADIAN EKSTROVERT Tipe kepribadian yang satu ini biasanya dimiliki oleh orang yang perhatiannya diarahkan ke luar dirinya sendiri. Ciri atau sifat yang dimiliki oleh seseorang yang ekstrovert adalah mereka lancar dalam bergaul, berbicara di depan orang banyak, ramah, suka berteman, dan mudah menyesuaikan diri di dalam lingkungan baru. KEPRIBADIAN INTROVERT Seseorang yang mempunyai kepribadian introvert adalah orang yang berkebalikan dengan kepribadian ekstrovert. Dimana perhatian seorang introvert lebih fokus ke dalam dirinya sendiri. Sifat yang dimiliki oleh orang introvert lebih cenderung diliputi dengan kecemasan, kekhawatiran, malu, canggung, dan lebih suka melakukan apapun sendiri. Mereka lebih sulit menyesuaikan diri dan jiwanya cukup tertutup. KEPRIBADIAN AMBIVERT Merupakan perpaduan dari introvert dan ekstrovert yang mana orang-orang ambivert ini memiliki keahlian khusus untuk beradaptasi. Orang dengan tipe ambivert juga dapat membagi suasana hati serta pikirannya, tergantung tempat dan kondisi yang sedang dihadapinya. Ambivert memiliki sisi kepribadian introvert dan extrovert yang seimbang. Dengan demikian seseorang yang ambivert cenderung merasa nyaman dengan kondisi yang penuh dengan interaksi social. Mereka juga dapat menikmati kondisi saat mereka sendirian atau jauh dari keramaian.
GERARD HEYMANS Tipe kepribadian manusia terbagi mejadi gapasioneerden, choleric, sentimentil, nerveuzen, flegmaticiti, sanguinis, dan amorfem. Penjabarannya adalah sebagai berikut :
KEPRIBADIAN GAPASIONEERDEN => ciri-cirinya mulai dari selalu bersikap keras, egois, ambisius, dan juga emosional. Namun disisi lain mempunyai rasa kekeluargaan yang cukup baik, tapi cenderung lemah dalam hal tolong menolong. KEPRIBADIAN CHOLERIC => memiliki sifat yang agresif, pemberani, giat dalam bekerja, optimis, suka dengan hal-hal yang nyata, cenderung boros dan sering bertindak ceroboh. KEPRIBADIAN SENTIMENTIL => mereka akan cenderung bersikap emosional, pintar dalam berbicara, senang dengan kehidupan alam, dan tidak terlalu suka dengan keramaian. KEPRIBADIAN NERVEUZEN => orang yang memiliki kepribadian ini akan cenderung mudah naik darah atau marah, suka memprotes sesuatu, dan tidak mau berpikir terlalu lama. Namun mereka bukanlah tipe pendendam. KEPRIBADIAN FLEGMATICITI => ciri-cirinya yaitu memiliki sifat yang lebih sabar dan tenang, tekun dalam bekerja, mempunyai pemikiran yang luas, cekatan, dan rajin. KEPRIBADIAN SANGUINIS => memiliki sifat seperti anak-anak, cenderung bersikap plin plan dalam mengambil sebuah keputusan, ragu-ragu dalam melakukan sebuah tindakan, dan lebih suka menyendiri. KEPRIBADIAN AMORFEM => ciri-cirinya yaitu biasanya bersifat picik, intelektualnya kurang, tidak memiliki jati diri, tidak praktis, dan mudah terombang ambing.
ERNST KRETSCHMER Membagi kepribadian menjadi 4 kelompok besar dengan fokus pada struktur fisik dengan watak atau tingkah-laku. Adapun tipe-tipe manusia, yaitu tipe pignis (pyknoid), tipe atletis, tipe astenis, dan tipe displastis (hypoplastic).
TIPE PIGNIS (PYKNOID) Yaitu orang dengan perawakan gemuk (bunder), mempunyai sifat humor, gembira, optimistis. TIPE ATLETIS Yaitu orang yang bertubuh atlit, mempunyai sifat realistis, punya watak ingin berkuasa, ektrovert, supel dalam pergaulan. TIPE ASTENIS Yaitu orang yang bertubuh kurus (tipis), biasanya punya watak pemurung, kaku dalam pergaulan dan mudah tersingung (sensitive). TIPE DISPLASTIS (HYPOPLASTIC) Yaitu orang yang perkembangannya tidak normal, atau under developed (kerdil), selamanya mempunyai perasaan inferioritas.
EDWARD SPRANGER Tipe kepribadian berdasarkan nilai-nilai dan bidang pengetahuan, Spranger membagi kepribadian menjadi 6 kelompok. Adapun tipe-tipe manusia, yaitu tipe teoritis, tipe ekonomis, tipe estetis, tipe sosial, tipe politik, dan tipe religies.
TIPE TEORITIS => minat yang paling dominan seorang theoriticalmen ini ialah mencari dan ingin menemukan kebenaran (the truth). Untuk mencapai tujuan itu ia berwatak dan mengambil sikap “kognitive”, mengamati dengan mendalam lalu melihat identitas dan kekhususan tiap-tiap sesuatu. TIPE EKONOMIS => seorang tipe ekonomis ini digambarkan sebagai seorang yang minatnya terpusat pada nilai guna sesuatu, apa yang berguna baginya. Dan biasanya dasar utama terletak pada kepuasan kebutuhan-kebutuhan badaniyahnya (self preservation). TIPE ESTETIS => orang estetis ini melihat nilai yang tertinggi baginya ialah di dalam bentuk dan harmoni dari pada segala sesuatu. Tiap-tiap pengalaman yang ia alami selalu ditinjau dari titik-tolak dan nilai grace (keindahan, kesempurnaan), keharmonisan dan kecocokan. TIPE SOSIAL => nilai yang tertinggi bagi orang tipe sosial ialah cinta kepada sesama manusia. Bagi orang tipe sosial ini “memberi” adalah tujuan dalam hidupnya karena itu ia selalu bersimpati dan tiada rasa egoisme sama sekali. TIPE POLITIK => pusat minat manusia tipe politik ini ialah power (kekuasaan). Kegiatannya meskipun tidak selamanya didalam bidang politik dalam pengertian kenegaraan, namun dimana dan apa saja pekerjaannya ia memperlihatkan sikapnya sebagai machtemench (manusia kuasa). TIPE RELIGIUS => nilai dan norma tertinggi bagi manusia religies ini ialah apa yang disebut unity (kesatuan). Ia bersikap mistik dan mencari serta mencoba memahami alam kosmos sebagai satu keseluruhan, dan dia menyatukan dirinya dalam pelukan totalitas semesta itu.
KEMPRAITBAANDGIAN
Kematangan kepribadian menggambarkan kedewasaan seseorang. Kematangan pribadi, ditunjukkan dengan ciri- ciri sebagai berikut : Mampu menerima diri sendiri apa adanya Mampu menerima kekurangan dan kelebihan diri secara positif. Memiliki pegangan hidup yang kuat Agama merupakan pegangan hidup kita, bagi orang yang memiliki kematangan pribadi, maka ia akan memiliki kehidupan agama yang kuat. Mampu menjalin hubungan dengan orang lain dengan rasa aman Dalam berkehidupan sosial, pribadi yang matang dapat diterima dan menerima orang lain tanpahambatan yang berarti. Dia dapat segera menyesuaikan diri tanpa ikut arus. Mempunyai perencanaan masa depan Mempunyai perencanaan akan masa yang akan datang dalam kehidupannya, tidak berpikiran sempit.
KECPSIRREIIBH-AACDTIRIAI N Kepribadian sehat, yakni kemampuan sesorang untuk memperoleh reaksi-reaksi orang dalam berbagai keadaan sehat dan baik.
Mampu menilai diri sendiri secara realisitik; mampu menilai diri apa adanya tentang kelebihan dan kekurangannya, secara fisik, pengetahuan, keterampilan dan sebagainya. Mampu menilai situasi secara realistik; dapat menghadapi situasi atau kondisi kehidupan yang dialaminya secara realistik dan mau menerima secara wajar, tidak mengharapkan kondisi kehidupan itu sebagai sesuatu yang sempurna. Mampu menilai prestasi yang diperoleh secara realistik; dapat menilai keberhasilan yang diperolehnya dan meraksinya secara rasional, tidak menjadi sombong, angkuh atau mengalami superiority complex, apabila memperoleh prestasi yang tinggi atau kesuksesan hidup. Jika mengalami kegagalan, dia tidak mereaksinya dengan frustrasi, tetapi dengan sikap optimistik. Menerima tanggung jawab; dia mempunyai keyakinan terhadap kemampuannya untuk mengatasi masalah-masalah kehidupan yang dihadapinya. Kemandirian; memiliki sifat mandiri dalam cara berpikir, dan bertindak, mampu mengambil keputusan, mengarahkan dan mengembangkan diri serta menyesuaikan diri dengan norma yang berlaku di lingkungannya. Dapat mengontrol emosi; merasa nyaman dengan emosinya, dapat menghadapi situasi frustrasi, depresi, atau stress secara positif atau konstruktif, tidak destruktif (merusak).
Berorientasi tujuan; dapat merumuskan tujuan-tujuan dalam setiap aktivitas dan kehidupannya berdasarkan pertimbangan secara matang (rasional), tidak atas dasar paksaan dari luar, dan berupaya mencapai tujuan dengan cara mengembangkan kepribadian (wawasan), pengetahuan dan keterampilan. Berorientasi keluar (ekstrovert); bersifat respek, empati terhadap orang lain, memiliki kepedulian terhadap situasi atau masalah-masalah lingkungannya dan bersifat fleksibel dalam berpikir, menghargai dan menilai orang lain seperti dirinya, merasa nyaman dan terbuka terhadap orang lain, tidak membiarkan dirinya dimanfaatkan untuk menjadi korban orang lain dan mengorbankan orang lain, karena kekecewaan dirinya. Penerimaan sosial; mau berpartsipasi aktif dalam kegiatan sosial dan memiliki sikap bersahabat dalam berhubungan dengan orang lain. Memiliki filsafat hidup; mengarahkan hidupnya berdasarkan filsafat hidup yang berakar dari keyakinan agama yang dianutnya. Berbahagia; situasi kehidupannya diwarnai kebahagiaan, yang didukung oleh faktorfaktor achievement (prestasi), acceptance (penerimaan), dan affection (kasih sayang).
TKEIDPCARIRKIBI-SACEDIRHIIAANT Kepribadian tidak sehat, merupakan kemampuan sesorang untuk memperoleh reaksi-reaksi orang dalam berbagai keadaan dengan kurang baik.
Mudah marah (tersinggung). Menunjukkan kekhawatiran dan kecemasan. Sering merasa tertekan (stress atau depresi). Bersikap kejam atau senang mengganggu orang lain yang usianya lebih muda atau terhadap binatang. Ketidakmampuan untuk menghindar dari perilaku menyimpang meskipun sudah diperingati atau dihukum. Kebiasaan berbohong. Hiperaktif. Bersikap memusuhi semua bentuk otoritas. Senang mengkritik/mencemooh orang lain. Sulit tidur. Kurang memiliki rasa tanggung jawab. Sering mengalami pusing kepala (meskipun penyebabnya bukan faktor yang bersifat organis). Kurang memiliki kesadaran untuk menaati ajaran agama. Pesimis dalam menghadapi kehidupan. Kurang bergairah (bermuram durja) dalam menjalani kehidupan.
https://www.qualitiva.id/post/mengenal-tipe-kepribadian-apakah-anda-seorang-extrovert- introvert-atau-ambivert https://www.zenius.net/blog/introvert-ekstrovert-carl-gustav-jung https://glints.com/id/lowongan/introvert-ekstrovert-ambivert/#.Ylb48uhBzIU http://etheses.uin-malang.ac.id/2260/6/08410139_Bab_2.pdf https://www.gramedia.com/best-seller/tipe-kepribadian-manusia/ https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-kepribadian/ https://files1.simpkb.id/guruberbagi/rpp/151938-1600864393.pdf https://sites.google.com/view/bahan-ajar-digital-bimbingan-d/materi/kelas-9/kepribadian- manusia DAFTAR REFERENSI
TERIMA KASIH SUDAH MENONTON! KLIK SUKA DAN BERLANGGANAN
Search
Read the Text Version
- 1 - 23
Pages: