sakti KORAN ELEKTRONIK # SAJIAN KARYA LITERASI SMPN 3 CIREBON EDISI 20 _ FEBRUARI 2021 Sampai Februari 2021, belum ada kepastian ka- pan pembelajaran tatap muka dilaksanakan. Padahal guru dan siswa sebagai aktor utama pen- didikan ingin segera beradu akting di pang- gung nyata, bukan pang- gung virtual yang meskipun berhadapan mata, tak mudah me- nyatukan pikir dan rasa. Namun, apa pun yang terjadi kita harus pandai- .pandai beradaptasi. Memang banyak yang tumbang karena pandemi. Namun, tidak sedikit pula yang tetap tegak berdiri, bahkan makin berkibar di puncak prestasi. Selamat membaca korel Sakti edisi 20 ini. Teknologi dalam Kiri: Kepala SMPN 3 Cirebon, Hj. Ade Rukmini memberikan cenderamata kepada Raya Sihombing, guru yang me- Pembelajaran ……….. masuki masa purnatugas. Kanan: Ucapan terima kasih dari Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan Sekretaris Daerah Kota Cirebon atas pengabdian Raya Sihombing sebagai ASN di Kota Cirebon. Suatu Hari di Kelas Literasi………………….. 3 JUMAT pagi, 29 Januari 2021, suasana Dalam sambutan di acara pelepasan 4 ceria campur haru menyelimuti Ruang tersebut, Kepala SMPN 3 Cirebon, Hj. Ade Multimedia SMPN 3 Cirebon. Pagi itu Rukmini, menyampaikan terima kasih Sampah versus warga Spenta melepas salah satu guru dan penghargaan yang tinggi atas peng- Hati Nurani……………. 6 terbaiknya, Raya Sihombing, yang pada 1 abdian luar biasa yang telah ditunjukkan Februari 2021 resmi memasuki masa Bunda Raya selama lebih kurang 22 ta- Jangan Pernah purnatugas sebagai Aparatur Sipil Ne- hun di Spenta. Meskipun belum me- Remehkan Tempe..... 8 gara (ASN). Guru Bahasa Indonesia yang ngenal lama Bunda Raya, ia memuji lahir di Tapanuli Utara, Sumatera Utara, sosok ini sebagai pekerja keras yang Orang Asing 1 Januari 1961 itu telah menjadi guru di perlu diteladani oleh warga Spenta lain- dalam Minoritas…….. 10 Spenta sejak 1998. Dengan kata lain, nya. “Buktinya, beliau dipanggil Bunda Bunda Raya, begitu ia disapa rekan kerja, oleh semua guru dan staf tata usaha. Ini Puisi……………………….. 12 guru dan staf tata usaha, telah mengabdi menunjukkan bahwa beliau memiliki Galeri Surya……………. 17 di SMPN 3 Cirebon sejak tahun-tahun sifat keibuan yang penuh kasih dan per- awal berdirinya sekolah hijau di Jalan hatian kepada rekan-rekan kerja,” ung- Cerbung: Firly-Fiora.. 18 Pronggol No. 52 ini. kap Hj. Ade Rukmini penuh bangga. Jurus Bakar Kapal….. 22
2 Korel Sakti Edisi 20 _ Februari 2021 Foto bersama guru dan staf tata usaha Spenta sebagai kenang-kenangan sebelum “berpisah” dengan Bunda Raya Sihombing. Hal senada disampaikan wakil Bunda Raya sesama Guru Bahasa Sementara itu, Bunda Raya dalam kepala sekolah, H. Abdul Rojak. Indonesia, Hadiyati, menyampaikan kata perpisahannya menyampaikan Mengawali sambutannya mewakili pengalaman dan kesan persahabatan terima kasih kepada kepala sekolah, guru dan staf tata usaha, guru senior kolegialnya dengan membacakan semua guru, dan staf tata usaha dengan pangkat/golongan tertinggi sebuah puisi yang menyentuh hati. Spenta atas kerja sama yang terjalin di Kota Cirebon ini melontarkan se- baik dan mesra selama ia mengabdi buah pertanyaan retoris, “Maukah Begitu pula sejawat Bunda Raya di Spenta. Ia juga menyampaikan Bapak dan Ibu bekerja tanpa digaji lainnya, Edi Khoiri. Guru IPS yang permohonan maaf apabila ada tutur selama setahun?” Meskipun tak ha- lebih dulu menjadi warga Spenta ini kata serta sikap dan tindak yang ti- rus menjawab, beberapa yang hadir membuka riwayat perjumpaan dan dak berkenan di hati warga Spenta riuh juga, “Tidak mauuu...”. kesan pertemanannya dengan Bunda semuanya. “Kalau suatu saat nanti Raya lewat bait-bait puisi. Dengan aku main ke sini (Spenta), tolong “Nah,” lanjut Pak Haji, “Bunda gaya dan suaranya yang khas, kakek jangan diusir ya,” pintanya. Tentu Raya adalah orang yang tidak pernah satu cucu ini membacakan puisi dari saja dengan nada penuh canda. berhenti atau malas bekerja walau- layar ponselnya. Puisi khusus yang pun tidak digaji hampir setahun la- ditulisnya dalam tempo sesingkat- Keharuan makin terasa ketika manya.” Kemudian, guru IPS yang singkatnya. para guru dan staf tata usaha Spenta produktif menulis ini berkisah ten- mendatangi Bunda Raya untuk ber- tang riwayat kedatangan Bunda Raya Ketika perkenalan dulu salaman dan saling mendoakan. Sete- ke Spenta yang sebelumnya menga- lah itu, mereka berfoto bersama un- jar di provinsi paling timur Indone- Aku masih ingat selalu tuk mengabadikan kenangan. Acara sia, Papua, mengikuti tugas negara pada Jumat pagi itu diakhiri dengan sang suami, H.T. Sibagariang. Horas bah... bagaimana dengan papua menikmati paket nasi liwet lengkap dengan penuh keakraban. Selain H. Abdul Rojak, dua guru Apakah bunda bawa koteka? lain tak mau ketinggalan memberi- Selamat menikmati masa pur- kan kesan pertemanan. Sejawat Walah.. janganlah kau tanya itu! natugas, sang pekerja keras.***(CA) Aku jadi malu Tanyalah yang lain aja Jangan tanya-tanya koteka hahaha Kru Korel Sakti Pelindung: Hj. Ade Rukmini; Pengarah: H. Abdul Rojak, Edi Khoiri, Elva Virdianastuty, Juwariyah; Pemimpin Redaksi: Cecep Ahyani; Anggota Redaksi: Sriyanti, Hadiyati, Lusti Damayanti, Agus Suryana, Ali Tisna Mulyana, Tazqiyah Rimba Mazid Nugraha, Dhealda Hanum Ayuningtyas; Publikasi: Ahmad Yani Ibnu Shidiq, Ria Maria Dj., Fachirwan; Alamat Redaksi: SMPN 3 Cirebon, Jalan Pronggol No. 52 Kota Cirebon.
Korel Sakti 3 Edisi 20 _ Februari 2021 INDONESIA merupakan salah Lusti Damayanti didik merasa jenuh dalam mengikuti satu negara yang dilanda wa- pembelajaran jarak jauh. Sementara bah Covid-19. Pemerintah terus Takdapat dimungkiri, peran tek- itu, bagi pendidik berdasarkan hasil berupaya memutus mata rantai nologi sangat penting dalam pendi- survei SMERU Research Institute penyebaran virus corona. Kebijakan- dikan, terutama dalam proses pembe- bahwa sekitar 28,2% tenaga pendidik kebijakan yang ditempuh menimbul- lajaran daring. Teknologi dapat di- belum optimal dalam memanfaatkan kan banyak perubahan di berbagai manfaatkan sebagai alat pendukung teknologi untuk pembelajaran daring. bidang kehidupan, salah satunya desain pendidikan, sebagai sarana bidang pendidikan. Sistem pendidi- informasi untuk mencari beragam Kunci keberhasilan pembelajaran kan yang semula dilaksanakan secara pengetahuan, sebagai media untuk daring, salah satunya terletak pada konvensional (tatap muka), kini men- meningkatkan efektivitas dan kreativitas pendidik dalam menyaji- jadi pembelajaran jarak jauh (PJJ), efisiensi proses pembelajaran, serta kan pembelajaran dengan meman- baik secara daring maupun lu- sebagai alat bantu untuk mencapai faatkan teknologi dan platform- ring. Pelaksanaan PJJ tidak da- tujuan pembelajaran. pat dilepaskan dari peman- platform yang tersedia di faatan teknologi informasi. Pemanfaatan teknologi informasi dalamnya. Penyelenggaraan dalam pembelajaran daring meng- literasi dan pelatihan berkai- Dalam pemanfaatan tekno- hadirkan tantangan tersendiri bagi tan dengan pemanfaatan logi informasi untuk pembela- pendidik, peserta didik, institusi pen- teknologi atau belajar ber- jaran, terutama PJJ, banyak plat- didikan, bahkan bagi masyarakat ter- sama dengan teman sejawat form yang dapat digunakan, di utama orang tua peserta didik. Tan- adalah salah satu upaya antaranya e-Learning, Google tangan itu berkaitan dengan sikap, dalam menguasai teknologi. nilai, budaya akademik, pengetahuan, Classroom, Edmodo, Moodle, keterampilan, serta kesiapan sarana Kunci keberhasilan lainnya, dan prasarana teknologinya. yang tidak kalah penting, Rumah Belajar, serta platform adalah menciptakan kedekat- dalam bentuk video conference Dalam survei yang dilakukan UNI- an batin antara pendidik dan seperti Google Meet, Zoom, dan CEF melalui kanal U.Report dilapor- peserta didik. Hal ini dapat Cisco Webex. Selain itu, WhatsApp kan bahwa sekitar 69% peserta dilakukan, di antaranya melalui Group pun dapat digunakan pula se- pesan moral agar peserta didik dapat bagai salah satu alternatif. menjadi pribadi yang tangguh di masa pandemi seperti sekarang ini. Untuk penilaian pembelajaran, tersedia platform yang dapat diguna- Oleh karena itu, pendidik, orang kan, seperti Google Dokumen, Google tua peserta didik, dan sekolah harus Form, serta website dan aplikasi un- dapat berkolaborasi untuk ikut aktif tuk penayangan kuis. Sementara itu, memantau dan menyediakan sarana situs-situs di media sosial, seperti dan prasarana yang dibutuhkan da- YouTube, Facebook, dan Instagram lam pembelajaran daring. Hendaknya dapat dimanfaatkan peserta didik orang tua peserta didik dapat men- untuk mengakses beragam materi jadi teman dan motivator bagi putra- pembelajaran. putrinya dalam pembelajaran ini.
4 Korel Sakti Edisi 20 _ Februari 2021 Sementara itu, usaha peme- ayo kawan kita bersama rintah dalam rangka memfasili- membaca buku dan alam raya tasi pembelajaran jarak jauh di ambil bukumu buka matamu antaranya memberikan bantuan kita membaca tak jemu-jemu kuota belajar bagi pendidik dan peserta didik, menfasilitasi PJJ baca baca ayo membaca muncul ke muka, apa saja yang mesti bekerja sama dengan stasiun tele- dibaca? Jawabannya ada pada larik visi dan radio, serta memberikan dengan membaca buka dunia kedua, yang mesti dibaca adalah buku bantuan alat pembelajaran. dan alam raya. baca baca ayo membaca Meskipun banyak kelebihan Lalu, Pak Guru mengeluarkan per- dari pemanfaatan teknologi un- Ldengan membaca kita berkarya bendaharaan ilmu. Dalam terminolo- tuk PJJ, kekurangannya selalu saja AGU bernada ceria itu ber- gi agama (Islam), buku bisa dikate- ada. Kekurangan tersebut di anta- gema dari halaman satu se- gorikan ke dalam ayat qauliyah (ayat ranya keterbatasan jaringan, kolah. Dinyanyikan riuh ra- yang tertulis atau tersurat) dengan keterbatasan pemenuhan kuota, tusan siswa dengan riang Alquran sebagai sumber dari segala keterbatasan bantuan alat pem- gembira sambil bertepuk tangan rit- sumbernya. Sementara itu, alam raya belajaran, dan penyalahgunaan mis membentuk irama. Mereka du- atau alam semesta dikategorikan se- alat belajar (terutama HP) oleh duk lesehan di lapangan. Menghadap bagai ayat kauniyah (ayat yang ter- peserta didik. kepada bapak ibu guru yang berdiri di hampar, terbentang, tersirat). depan. Suasana sangat semarak. Di Oleh karena itu, keberhasilan ranting-ranting pepohonan burung- Terhadap ayat qauliyah (Alquran, pembelajaran jarak jauh tidak burung kecil ikut bernyanyi riang. Di buku-buku, serta bacaan lain yang hanya ditentukan oleh peman- kanvas langit yang berpulas kapas dan beragam jenisnya), kita diharuskan faatan teknologi saja, tetapi juga lazuardi, matahari pagi tersenyum melakukan tadabbur, yaitu membaca- didukung oleh mental dan kuali- menghangatkan badan. nya dengan sungguh-sungguh, lalu tas sumber daya manusianya. berusaha memahami, memaknai, dan Untuk itu belajar di mana saja, Lagu berjudul “Ayo Membaca” itu mengambil hikmah atau pelajaran dengan siapa saja, dan kapan saja merupakan hasil modifikasi lirik dari darinya. Oleh sebab itu, pertanyaan dapat kita lakukan sebagai pen- lagu kanak-kanak yang cukup populer literat dalam jagat literasi, tidak hanya didik untuk dapat menguasai “Menanam Jagung” karya Saridjah teknologi yang mendukung pem- Niung atau yang masyhur dengan Sudah baca buku, belum? Buku apa belajaran ini. nama Ibu Sud. Dengan nada dan irama yang sudah familiar di telinga siswa yang Anda baca? Berapa buku yang Pada hakikatnya, teknologi sejak TK dan SD itu, lirik lagu “Ayo tidak saja dibutuhkan dalam Membaca” dengan mudah mereka sudah Anda baca?, tetapi yang utama pembelajaran daring. Laju hapal dan tarik suarakan. adalah Apa pelajaran atau hikmah teknologi tidak akan terhenti dan dari buku yang Anda baca? Alangkah kita tidak akan merugi bila dapat Pak Guru yang berdiri di depan indahnya bila jumlah bacaan dan memanfaatkannya dengan baik. mengajak siswa untuk mendedah mutu hasil baca bersanding bersama. Memanusiakan peserta didik makna lirik lagu tersebut. Kata Pak dalam masa pandemi adalah hal Guru, lagu “Ayo Membaca” itu berisi terpenting agar mereka dapat ajakan kepada semua orang agar berdampingan dengan teknologi mampu dan mau, serta bisa dan biasa secara baik dan dapat menjadi membaca. Lalu, sebuah pertanyaan insan yang tangguh untuk menghadapi dan mengakhiri pan- demi ini.*** Lusti Damayanti, S.Pd. Guru IPS SMPN 3 Cirebon, Penggerak Gerakan Literasi Spenta
Korel Sakti 5 Edisi 20 _ Februari 2021 Sementara itu, lanjut Pak Guru, Selain itu, kita juga disuguhi gam- Kali ini gayung langsung ber- terhadap ayat kauniyah (alam baran panorama alam yang eksotik sambut. Seorang siswi berle- raya dengan segala fenomena dan dan budaya Melayu yang menjadi sung pipi mengacungkan tan- noumena di dalamnya), kita diha- latar ceritanya. Jadi, meskipun secara gannya. Dengan setengah ber- ruskan melakukan tafakur, yaitu fisik kita belum pernah berkunjung lari meredam debar hati ia ham- memerhatikan dengan saksama, ke pulau penghasil timah itu, secara piri pelantang suara. Katanya, mengamati, mengkaji, meneliti imajinatif, hati dan pikiran kita sudah kalimat ini mengajak kita semua fenomena dan noumena yang jalan-jalan ke sana. Dengan kata lain, untuk mengaplikasikan hasil ada; mengkaji hubungan sebab kita bisa travelling menikmati pano- baca ke dalam kehidupan nyata. akibat dari beragam peristiwa rama negeri-negeri yang jauh hanya Kata Pak Guru mah, ilmu harus yang tergelar di alam ini. dengan duduk manis sore hari, mem- berbuah amal; ilmu tanpa amal baca buku, ditemani secangkir teh ibarat pohon yang tak berbuah. Kalau tadi pagi kalian melihat panas dan sepiring pisang goreng tayangan berita di televisi, kata tanduk. Ah.. alangkah nikmatnya, Seorang pembaca yang baik, Pak Guru lagi, kalian pasti tahu ada tutup sang siswa dengan gestur ke lanjut si lesung pipi, ia akan menemu- banyak peristiwa yang terjadi, seperti dua tangan merentang ke samping. kan hikmah atau inspirasi atau pen- bencana alam (banjir, longsor, gempa cerahan dalam hidupnya, dan itu bumi), bencana kemanusiaan (perang Takpelak, jawaban cerdas remaja akan menggerakkan mesin kreatifnya saudara, kelaparan), peristiwa hu- berkacamata itu diganjar tepuk jem- untuk berkarya. Karyanya bisa apa kum, kriminal, dan lain-lain. pol membahana dari seluruh siswa. saja sesuai dengan bakat, minat, dan Tepuk jempol adalah salah satu jenis bidang keahliannya. Untuk yang Terhadap peristiwa-peristiwa se- tepuk apresiasi yang cukup populer senang menulis, karyanya ya tulisan, macam itu kita harus mengkaji apa di sekolah itu. Tepuk ini umumnya bisa puisi, prosa, artikel, dan lain-lain, penyebab dan akibatnya, serta men- dihadiahkan oleh peserta atau audi- yang bermanfaat untuk dirinya dan cari solusi untuk mengatasinya, se- ens suatu kegiatan kepada temannya untuk orang lain yang membacanya. suai dengan kemampuan, keahlian, yang telah berani unjuk kabisa. Wu- Dalam hal ini, masih kata si lesung dan kapasitas kita masing-masing. judnya berupa koneksitas suara de- pipi, ada ungkapan bijak yang sering ngan gestur jempol kanan dan kiri dijadikan slogan di ruang publik, Sepuluh menit berlalu. Giliran sesi ditunjukkan di antara tepukan secara yaitu “dengan membaca kita menge- Bu Guru. Bu Guru yang ayu meng- bergantian, lalu keduanya disanding- nal dunia, dengan menulis kita dike- ubah suasana dengan melempar kan bersama pekik heroik “Hebat!”. nal dunia”. Begitu kira-kira. tanya, “Siapa di antara kalian yang bisa menjelaskan makna lirik lagu Dalam kelas literasi di sekolah Untuk kedua kalinya, tepuk jempol dengan membaca buka dunia?” tersebut, selain tepuk jempol dan bergema. Sang siswi berlesung pipi tepuk lain semacamnya, siswa yang tersipu malu, namun plong hatinya. Sejenak tak ada suara. Para siswa berani tampil juga mendapat hadiah- Tak sia-sia rasanya ia membaca buku saling melempar pandang dengan hadiah kecil, seperti pin atau pulpen. tentang keteramplan berbicara di temannya. Lalu, dari belahan putra, depan publik. Hasil bacanya mengha- seorang siswa berkacamata menyem- Berikutnya, lanjut Bu Guru yang silkan sebuah karya, baru saja. bul dan mengacungkan tangannya. tampak makin ayu, kita maknai lirik Kata sang siswa setelah berdiri di dengan membaca kita berkarya. Ayo, — hadapan teman-temannya, dengan siapa lagi yang berani tampil di sini? membaca, seseorang akan mengeta- Hampir setahun semarak literasi hui banyak hal yang ada di dunia ini. itu belum terdengar lagi. Badai pan- Ada ungkapan yang sudah sangat po- demi membuat banyak kegiatan me- puler di mata dan telinga kita , yaitu nepi, atau mencoba survival dengan Buku adalah Jendela Dunia. Artinya, ganti strategi. Platform digital men- dengan membaca buku, kita akan jadi salah satu pilihan. Apa boleh mengetahui banyak hal tentang dunia buat, manusia sudah kadung dicap dengan segala isinya yang beraneka makhluk paling adaptip terhadap warna. perubahan. Jadi, untuk menjaga mar- wah gerakan literasi di sekolah, Sekadar contoh, lanjut sang siswa, lengan baju model apa yang harus dengan membaca novel Laskar Pe- kita singsingkan?*** langi karya Andrea Hirata misalnya, kita bisa menikmati petualangan Cecep Ahyani anak-anak ajaib dari Pulau Belitung.
6 Korel Sakti Edisi 20 _ Februari 2021 SAMPAH tidak pernah jauh Hermin Baunya? Jangan tanya. Orang dari kehidupan kita. Tubuh yang berlalu-lalang baik berjalan kita pun menghasilkan sam- memiliki lahan membuat lubang kaki maupun berkendara roda dua pah. Urine dan tinja adalah khusus. Sampah dibuang ke dalam terpaksa harus menahan napas atau hasil metabolisme tubuh yang harus lubang tersebut. Jika telah menum- menutup hidung agar bau tak sedap dikeluarkan. Bila tidak, itu sama hal- puk, sampah dapat dibakar. Dapat sedikit berkurang. Ya, hanya berku- nya tubuh kita menyimpan sampah. juga dengan cara menimbun lubang rang karena buktinya tetap saja ada sampah yang telah penuh lalu mem- bau yang menyerobot masuk hidung. Aktivitas kita sehari-hari di buat lubang baru di tempat lain. rumah, di sekolah, di jalan, di mana Hal semacam itu menimbulkan pun memunculkan suatu hal yang Sekarang, hampir setiap rumah pertanyaan dalam hati ini. Ke mana- tak terelakkan. Membuang sampah. memiliki bak sampah. Secara ber- kah hati nurani insan yang berbuat kala, sampah akan diambil oleh tu- sesuka hati membuang sampah Sampah identik dengan kotor, kang sampah RT/RW yang kemudian sembarangan itu? Apakah ia nyaman bau tak sedap, penyakit, dan perasa- akan membawa dan membuangnya melihat lingkungan perumahan an tidak menyenangkan. Oleh karena ke tempat pembuangan. Akan tetapi menjadi kotor dan bau. Apakah tidak itu, manakala kita tidak mengelola- ada saja orang yang entah karena ada rasa bersalah dalam dirinya? nya dengan baik, sampah kerap tidak memiliki bak sampah di menjadi persoalan. Selain dapat rumahnya atau suatu alasan maka ia Kerja bakti RW di sepanjang tepi mengganggu kesehatan, sampah pun lebih memilih membuang buntalan jalan hanya sementara saja membu- dapat merusak lingkungan. kresek sampahnya begitu saja di tepi atnya menjadi sedikit bersih dan jalan perumahan yang masih rapi. Keesokan harinya, buntalan- Seingat saya, saat kecil dulu, bertanah tegalan. Kapan mereka buntalan kresek penuh sampah yang jarang orang di kampung saya memi- membuangnya? Saya pribadi tidak dilempar begitu saja sudah kembali liki bak sampah. Orang-orang mem- pernah memergoki orangnya. Tiba- menghiasi tepian jalan. buang sampah di sudut halamannya tiba saja sudah ada. Tampaknya ia masing-masing kemudian memba- menunggu saat tidak ada orang Belum lagi bila musim angin karnya. Atau ada juga bagi yang mengetahui perbuatannya. datang. Sampah-sampah yang me- nyembul dari kresek yang terkoyak Tindakan seper- begitu mudahnya diterbangkan ti itu menular angin. Apalagi yang ringan seperti rupanya. Memi- sampah kertas dan plastik. Mereka liki pengikut dan beterbangan dan hinggap sekenanya menjadi sebuah di rerumputan, di badan jalan. kebiasaan. Ter- Sungguh sebuah pemandangan yang bukti dengan tak nyaman dilihat. sampah yang dari hari ke hari Sekarang, mari kita bertanya semakin pada diri kita. Bagaimana jika kita menumpuk, melihat lingkungan yang bersih, berserakan tak hijau, dan asri? Senang. Pastilah karuan. itulah jawabannya.
Korel Sakti 7 Edisi 20 _ Februari 2021 Sebaliknya, bagaimana jika kita melihat pemandangan berupa tumpukan sampah yang kotor dan bau serta lingkungan yang jorok dan tidak tertata? Pasti jijik dan tidak nyaman. Mari kita tengok keadaan di sekitar kita. Yang terdekat dulu saja. Meja belajar atau meja kerja kita. Ruangan atau kamar kita. Kemudian rumah kita. Agak lebih jauh lagi, lingkungan di sekitar rumah kita atau sekolah kita. Sudahkan terjaga kebersihannya? Boleh jadi ada asisten rumah tangga yang bekerja untuk kita. Ada penjaga sekolah yang bertugas membersihkan sekolah kita. Ia yang setiap hari membersihkan dan merapikan segala sesuatunya di rumah atau di sekolah kita. Walaupun demikian adanya, alangkah lebih baik bila kita ikut menciptakan dan memelihara kebersihan, kerapian, dan keindahan di rumah dan sekolah kita. Bila kita nyaman-nyaman saja dengan hal yang kurang bersih ataupun kurang teratur, mungkin ada konsep atau pemahaman dalam diri kita yang perlu kita perbaiki. Marilah mulai dari sekarang, dari diri kita: menjaga kebersihan diri dan lingkungan kita.*** Hermin, M.Pd. Guru Bahasa Indonesia SMAN 7 Cirebon
8 Korel Sakti Edisi 20 _ Februari 2021 H. Abdul Rojak SEKITAR tahun 1950-an, tempe memang kerap diidentikkan kedelai. Tempe berperan penting rakyat kecil yang sering dengan hal-hal negatif, seperti dalam mengurangi laju kematian mengonsumsi tempe diberi cengeng, mudah menyerah, atau lem- para tawanan perang karena ke- julukan “manusia tempe” bek. Mungkin karena tekstur tempe kurangan protein. Seorang tawanan oleh kalangan kelas menengah Jawa yang memang lembek, rapuh, dan lainnya, Van Veen, juga merasa ber- (priayi). Sebuah julukan yang ber- mudah patah, maka sindiran seperti utang budi terhadap tempe karena nada peyoratif untuk menyindir atau mental tempe, pasukan tempe, atau telah membantu para tawanan per- mengejek mereka yang mengon- pemuda kelas tempe, dipakai untuk ang untuk bertahan hidup. sumsi tempe, makanan produk lokal meledek orang yang dianggap lemah. yang dianggap rendah, murahan, Sejarah Tempe kampungan, dan menjijikkan. Tempe seringkali diremehkan sebagai makanan rendahan atau mu- Tempe merupakan makanan asli Stigma serupa disampaikan pula rahan oleh sebagian kalangan di In- rakyat Indonesia. Tempe sudah dike- oleh Presiden RI pertama, Ir. donesia. Dengan kata lain, banyak nal sejak abad ke-16, terutama dalam Soekarno. Dalam sebuah pidatonya, orang yang tahu apa itu tempe, akan tatanan budaya masyarakat Jawa, sang proklamator mengatakan, tetapi banyak yang tidak tahu sisi khususnya di wilayah Mataram “Kemerdekaan adalah jembatan positif dan manfaat tempe sebagai (Yogyakarta dan Surakarta). Tempe emas untuk mencapai kemakmuran makanan asli Indonesia. Padahal, di juga banyak dibicarakan pada manu- seluruh rakyat Indonesia. Indonesia balik tampilan fisik yang lembek, skrip Serat Centhini (Jilid 3 , 4, 5, 6, bukan bangsa kuli, bukan bangsa tempe memiliki banyak khasiat un- 10, 11 dan 12) dengan seting Jawa tempe, bukan bangsa yang lembek. tuk kesehatan karena mengandung abad ke-16. Pada manuskrip itu dite- Kami menggoyangkan langit, meng- Isoflavon yang merupakan senyawa mukan kata tempe, misalnya dengan gemparkan daratan, dan meng- fitokimia yang ditemukan dalam penyebutan nama hidangan jae san- gelorakan samudra agar tidak men- tumbuhan. Isoflavon sendiri dapat ten tempe (sejenis masakan tempe jadi bangsa yang hidup hanya 2,5 sen berfungsi untuk menurunkan koles- dengan santan) dan kadhele tempe sehari. Bangsa yang kerja keras, bu- terol jahat, mengurangi risiko kan- kan bangsa tempe, bukan bangsa ker, menurunkan tekanan darah, dll. srundengan. kuli. Bangsa yang rela menderita demi pembelian cita-cita.” Dalam Warta Biogen (Vol. 3, No. Berbagai catatan sejarah menun- 3, Desember 2007), dilaporkan jukkan bahwa tempe pada mulanya Dalam pidato tersebut, frasa bahwa pada masa perang dunia diproduksi dari kedelai hitam yang “bangsa tempe” disebutkan dalam kedua (masa pendudukan tentara berasal dari masyarakat perdesaan konotasi yang juga peyoratif. Alih- Jepang), tempe menjadi makanan tradisional Jawa. Kedelai tersebut alih sebagai bangsa tempe, sang yang dapat menyelamatkan tentara dikembangkan di wilayah Kerajaan pemimpin revolusi ini mengingatkan Belanda yang ditawan tentara Jepang Mataram, Jawa Tengah, sejak sebe- bahwa kita adalah bangsa pekerja dari siksaan kelaparan. Pada saat itu, lum abad ke-16. Tempe bukan meru- keras yang mampu untuk berdiri di Roelofsen, salah seorang tawanan, pakan makanan biasa karena memi- atas kaki sendiri (berdikari). berhasil meniru cara kerja seorang liki nilai budaya yang tinggi bagi pribumi dalam membuat tempe dari bangsa Indonesia. Dengan demikian, Pada masa revolusi dahulu, kata tempe sejatinya merupakan
Korel Sakti 9 Edisi 20 _ Februari 2021 makanan yang memiliki nilai historis UNESCO adalah manuskrip Serat Jadi, jangan pernah remehkan yang harus dilestarikan. Centhini yang tersebut di muka. tempe karena tekstur fisiknya yang lemah. Julukan “manusia tempe”, Pembuatan tempe cukup menarik Penetapan tempe sebagai waris- “bangsa tempe“, “mental tempe” karena makanan ini dapat dibuat de- an budaya takbenda oleh UNESCO yang bernada merendahkan harus ngan cara tradisional maupun mo- diyakini dapat menggairahkan dikubur dalam-dalam. Karena di dern. Dari segi nilai gizinya, tempe masyarakat Indonesia, terutama balik bentuknya yang terkesan le- mengandung nilai protein tinggi, se- kaum muda yang kreatif dan inovatif, mah dan rapuh, ia menyimpan kan- tara dengan daging dan telur, dengan untuk mengembangkan produk dungan kemanfaatan yang luar biasa. harga yang jauh lebih murah. tempe. Hal ini telah terjadi pada ba- Jangan lupa sebentar lagi tempe akan tik. Setelah ditetapkan sebagai waris- disajikan dalam menu santap siang Sebagai makanan khas bangsa an budaya takbenda oleh UNESCO para pemimpin negara di forum Indonesia, tempe telah dikonsumsi pada 2009, batik makin populer di Perserikatan Bangsa-Bangsa.*** secara turun-temurun. Tempe sudah mana-mana. Bahkan, anak-anak diproduksi di dalam dan di luar muda Indonesia sangat senang dan H. Abdul Rojak, M.Pd. negeri. Di dalam negeri, tempe dipro- bangga ketika berbusana batik. duksi oleh sekitar 150.000 unit pro- Guru IPS, dusen yang tersebar di seluruh Menu Hidangan Internasional provinsi di Indonesia. Bagi masyara- Wakil Kepala SMPN 3 Cirebon kat Indonesia, tempe sudah menjadi Untuk mengusung tempe ke fo- salah satu lauk favorit, dari kalangan rum dunia, masyarakat Indonesia bawah hingga atas. Saat ini. tempe harus berusaha memproduksi dan menyumbang 10% dari total asupan menyajikan tempe dengan cara protein masyarakat Indonesia dan higienis agar mampu memenuhi sudah dikenal dan diproduksi di le- standar internasional sehingga bih dari 20 negara. berterima di pasar dunia. Tempe bisa dihidangkan di tempat-tempat elite Pengakuan dari UNESCO seperti hotel dan restoran, bahkan menjadi menu sajian dalam layanan Semakin populernya tempe di penerbangan. dunia, mendorong Indonesia menga- jukan tempe ke UNESCO agar diakui Pengenalan tempe secara eduka- sebagai Intangible Cultural Heritage tif dan informatif sebagai salah satu of Humanity (warisan budaya tak- makanan khas masyarakat Indonesia benda). Hal ini dilakukan sebagai penting dilakukan untuk membuka upaya untuk menjaga dan menjamin kesadaran masyarakat akan tempe. penghormatan terhadap warisan bu- Sungguh ironis apabila di luar negeri daya takbenda, serta meningkatkan tempe menjadi makanan mewah kesadaran pada tingkat lokal, nasio- yang diolah dan dikreasi menjadi nal, regional, dan internasional men- menu hidangan kelas atas, di negara genai pentingnya keberadaan tempe leluhurnya hanya menjadi makanan dan manfaatnya bagi kesehatan. yang sederhana dan diremehkan. Sebelum ajuan sampai ke meja UNESCO, pada Oktober 2017, Peme- rintah melalui Ditjen Kebudayaan Kemendikbud telah menetapkan tempe sebagai warisan budaya na- sional. Dengan penetapan resmi dari Pemerintah ini, tempe siap go inter- national untuk mendapat pengakuan dari UNESCO pada 2021. Salah satu bukti dokumen yang memperkuat usulan penetapan wa- risan budaya takbenda (Intangible Cultural Heritage of Humanity) ke
10 Korel Sakti Edisi 20 _ Februari 2021 Nurul Tifani SEORANG pria dikutuk men- kematian ibunya, \"Ibu meninggal hukuman matinya dengan melontar- jadi orang aneh dan terasing hari ini, atau mungkin kemarin, aku kan cercaan-cercaan terhadapnya. seumur hidupnya. Kutukan tidak tahu\". Dia tidak bersedih atas itu datang bukan sebab kematian ibunya, barangkali \"Tapi, kucoba menghibur diriku. murkanya Tuhan. Datangnya pula kesedihan sudah jauh ditiup angin, bukan sebab kutukan Dewa Dewi entah tenggelam di dasar laut atau Walau bagaimanapun, sudah menjadi mitologi. Kesalahannya bukan men- tersesat di gunung-gunung. Baginya, jadi orang yang tidak saleh, atau pun dengan ada dan tidak ada ibunya, rahasia umum bahwa kehidupan ini sebab mencuri api sebagaimana kehidupan akan terus berlanjut. Prometheus yang dikutuk Zeus. Yang bukanlah kehidupan yang pantas jelas, pria itu dikutuk oleh lingkung- Dalam Orang Asing, ada kesan an dengan satu-satunya dosa, yakni seperti pertunjukan sandiwara ter- untuk dijalani. Dalam arti yang luas menjadi berbeda. besar. Meursault banyak menghabis- kan waktunya untuk mengamati dapat kupahami hanya terdapat Ia tidak mengerti mengapa ber- lingkungan sekitarnya; tentang Pak beda menjadi seperti dosa yang tidak Tua Salamano yang selalu mengutuk perbedaan kecil apakah seseorang terampuni. Jika menjadi berbeda anjing kurap kesayangannya, tentang adalah suatu pemberontakan, maka orang-orang yang hilir mudik di kaki akan mati pada umur tiga puluh, kebebasan adalah tujuannya. Bebas lima, ataupun orang-orang yang dan menjadi diri sendiri, artinya keluar masuk bioskop. Baginya, itu enam puluh, atau seratus tahun, keluar dari realitas dan ikatan sosial, semua bagaikan panggung sandi- dan ketika melawan realitas serta wara, dan dunia adalah panggung karena ada orang-orang lain; ikatan tersebut, maka kita akan terbesarnya. dianggap sebagai orang aneh yang perempuan dan laki-laki akan terus terasing di masyarakat. Hingga Hingga akhirnya di suatu hari penebusan dosa yang paling tepat yang cerah sekaligus kelabu, di hidup dan dunia akan berputar pula adalah menjadi sama dan bergabung pantai yang jelita sekaligus petaka, dengan mayoritas. sebuah peluru dari pistol yang ada di seperti semula, dan mati tak dapat genggamannya menembak mati Tetapi, Comrades, Albert Camus seorang Arab. Dia tidak menyesal dipungkiri akan terjadi juga. Terserah dalam karyanya memberontak hal dengan hukuman yang dijatuhkan itu. Menjadi sama, itu artinya miskin kepadanya. Baginya, meskipun dia apakah aku akan mati sekarang atau dialektika. Dalam Orang Asing atau hidup di penjara, tetapi semuanya The Stranger atau L'Etranger, Albert terasa sama. Di penjara atau tidak, 40 tahun yang akan datang.\" Camus, mencoba membuka wacana kehidupan akan terus berlanjut. tentang Absurditas Eksistensi. Hingga kisah ditutup dengan mung- Dalam novel Orang Asing, orang- kin harapan satu-satunya dalam orang menganggap Meursault adalah Novel Orang Asing bercerita seumur hidupnya, yakni pada suatu orang aneh; dia tidak berkabung tentang Meursault, seorang pria yang hari saat dia dihukum mati, orang- ketika ibunya meninggal, dia tidak tidak mempunyai mimpi, ambisi, orang datang untuk melihat mempunyai harapan serta ambisi, harapan. Kisah dibuka dengan dan tidak pula menyesali hukuman yang dijatuhkan terhadapnya. Bagi Meursault sendiri, peristiwa kecil maupun besar akan terlewati dan terlupakan begitu mudah seiring berjalannya waktu. Betapa banyak orang yang mati dan lahir, hingga duka sangat mudah berubah menjadi suka di kemudian hari. Manusia mudah membangun sekaligus meruntuhkan. Betapa tipisnya garis antara cinta dan benci, sehingga kehidupan itu menjadi absurd; sulit dipahami dan irrasional. Meursault adalah salah satu manusia yang
Korel Sakti 11 Edisi 20 _ Februari 2021 sadar bahwa dirinya terdampar Kisah lain datang dari Prome- beban cita-cita dan harapan tentang dalam kehidupan yang absurd. Dan theus yang dikutuk Zeus karena masa depan. Dia hanya hidup untuk ketika dia memberontak terhadap mencuri api. Prometheus diikat pada hari ini. Manusia tentu boleh rasionalitas serta ikatan sosial, dia suatu gunung dan burung-burung berharap dan memiliki tujuan, menjadi orang aneh yang terasing pemakan daging berpesta mengoyak- namun jangan sampai harapan dan dalam masyarakat. ngoyak perutnya. Hingga perut tujuan justru mengemasi jati diri, menyedihkan dari jiwa yang malang hingga kita hidup tanpa identitas. Albert Camus melalui tulisan dan itu akan utuh kembali dan burung- filosofinya tentang absurdime, ber- burung memakannya kembali. Kisah mitologi Sisyphus dan anggapan bahwa dunia telah kehi- Hingga baginya kematian adalah Prometheus adalah gambaran langan makna dan nilainya. Banyak lebih baik bahkan dari bumi dengan tentang manusia dalam menghadapi orang yang hidup bahkan tanpa tahu seluruh isinya. absurditas eksistensi. Ada jutaan maknanya. Baginya, kehidupan orang yang memilih menjadi bukan suatu yang istimewa. Feno- Hingga pada suatu kesimpulan Sisyphus dengan sekuat tenaga mena kecil bahkan besar akan terlu- mengatakan bahwa absurditas membangun harapan dan mimpi- pakan seiring berjalannya waktu. Apa manusia memiliki dua bentuk, yakni; mimpi, seperti Sisyphus yang yang diharapkan hari ini, mungkin absurditas manusia dan dunia, dan mendorong batu ke puncak bukit besok akan memiliki harapan yang absurditas manusia yang ada karena walaupun tidak mengerti apa berbeda lagi, atau mungkin harapan kematian. Bentuk pertama seperti maknanya namun tetap menjalaninya hari esok akan berbeda dengan Sisyphus dengan kutukannya, dengan suka cita. Begitu banyak pula harapan lusa nanti. Hidup sedemi- sebagaimana manusia yang tertekan manusia yang memilih bergabung kian absurd, kita tidak bisa menebak akan mimpi dan harapan untuk selalu dengan Prometheus. Mengalah akan apakah harapan akan menemui mencari dunia secara objektif yang kehidupan dan menunggu kematian. keberhasilan atau kegagalan yang jelas dan absolut. Dan yang kedua membuat gila. Namun satu yang jelas, bagaikan Prometheus dengan Nurul Tifani berharap akan selalu membuat kutukannya. Seperti manusia- cemas. Sehingga orang-orang seperti manusia yang menginginkan Alumnus Spenta 2006, Mersault, hidup hanya untuk hari ini, kebebasan lewat kematian. bukan untuk hari esok yang penuh Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati, ketidakpastian atau pun hari kemarin Bagi Camus, sikap manusia untuk yang hanya penuh sesak kenangan. menghadapi absurdnya kehidupan Penulis puisi, fiksi, esai, artikel, ada tiga bentuk. Pertama, putus asa Dunia tidak pernah menawarkan yang sering menimbulkan hasrat Pegiat literasi di Tjirebon Book Club penjelasan. Berharap-harap akan hari untuk bunuh diri. Kedua, bunuh diri esok hanya menyuburkan kecemas- filosofi atau orang-orang yang hidup an. Dengan itu, harapan adalah benih tanpa rasa kritis, hidup seperti air dari absurdnya kehidupan. yang mengalir. Namun jenis ini pula tidak pernah disarankan, karena Begini mudahnya, sebuah kisah tidak selamanya air akan mengalir di datang dari Sisyphus yang dikutuk tempat-tempat indah, terkadang air oleh Zeus. Sisyphus dikutuk selama mengalir pada tempat-tempat hidupnya untuk mendorong batu ke pembuangan, selokan, dan tempat- puncak bukit. Ketika batu sudah sam- tempat menyedihkan lainnya. Dan pai pada puncaknya, batu tersebut yang ketiga, adalah melawan tergelinding kembali, sehingga Sisy- absurditas itu sendiri. phus harus mendorongnya kembali sampai ke puncak. Begitu seterusnya. Sebuah pertanyaan muncul entah Batu digambarkan sebagai harapan, dari mana datangnya, entah dari dan Sisyphus adalah manusia yang langit atau hati orang aneh yang berjuang untuk harapannya. Sisyphus terasing \"Seberapa pentingkah tidak pernah tahu apa tujuannya harapan itu? Apakah kebebasan mendorong batu sampai ke puncak. hanya dapat dibeli dengan Sama halnya manusia yang terus keterasingan?\" berharap tanpa tahu apa maknanya kehidupan bahkan harapan. Hidup yang absurd mengantarkan manusia absurd terbebas dari segala
12 Korel Sakti Edisi 20 _ Februari 2021 Edi Khoiri Agus Suryana Bunda Raya Saat Kakimu Bertambah Dua Bahkan Empat Bunda, rasanya baru kemarin berjumpa Kala itu kita masih muda belia Kini langkahmu semakin jauh Namun kini kita sudah sama-sama tua Bahkan tak terbatas lagi Tak terasa telah berakhir masa tugasnya Seakan tujuanmu semakin banyak Ketika perkenalan dulu Seakan bebanmu semakin berat Aku masih ingat selalu Namun bersyukurlah saat itu Horas bah! bagaimana dengan papua Karena kakimu semakin kokoh Apakah bunda bawa koteka? Karena langkahmu semakin ringan Walah janganlah kau tanya itu! Karena jauhmu menjadi dekat Aku jadi malu Saat itu... Tanyalah yang lain aja Tetaplah membumi Jangan tanya-tanya koteka hahaha Berbaur dengan tanah, air dan udara Pengalaman bunda di papua Karena semua itu hanya titipan Selalu membawa cerita menarik Untuk mencari berbagai keberkahan Dari murid yang pakai koteka Saat kakimu bertambah dua bahkan empat Sampai perilaku orang papua yang unik-unik Janganlah langkahmu kau jauhkan Kira-kira tahun dua ribuan Janganlah langkahmu kau sempitkan Bunda pindah tugas ke caruban Untuk semakin dekat dengan-Nya dalam syukur Walau dengan perjuangan Yang penuh dengan rintangan Mila Karmila Selama kurang lebih dua puluh tahun Bunda mengabdi di smpn 3 cirebon Sahabat Tentunya banyak prestasi yang diukir Dan banyak karya hasil buah pikir Masih teringat di masa itu Mulailah bunda membimbing lagu Kala indah bersama dirimu Dengan suaranya yang merdu Cerita dan memori selalu tumbuh Tindakannya penuh disiplin Kenangan bersamamu tak akan luntur Tidak pernah main-main Senang sedih canda tawa kita arungi bersama Bunda... Kau temani aku dalam kesedihan Kini kau akan meninggalkan kami semua Bahkan kau selalu membawa keceriaan Bunda... Bersamamu kita lalui kebahagiaan Kami akan merasa kehilangan tentunya Seiring waktu aku kehilangan dirimu Bundaku tersayang Apakah persahabatan ini masih ada Ke mana pun bunda terbang Tak pernah kutemui jawaban itu Dirimu takkan pernah hilang Semua berubah tanpa jejak Dari pikiran dan bayang bayang Mungkin kau tak pernah tahu Wahai bunda Aku selalu peduli dan memikirkanmu Kau telah sampai pada masa purna Selalu dalam hati sebagai sahabat sejatiku Berbahagialah dengan keluarga Walau kenyataannya kau telah pergi dan berlalu Menikmati masa-masa tua Jangan pernah lupakan kami Edi Khoiri, S.Pd. Yang pernah hidup bersama Kita sama-sama berbakti Guru IPS, Wakabid Sarpras SMPN 3 Cirebon Untuk negeri tercinta Agus Suryana, S.Pd. Guru Seni Budaya SMPN 3 Cirebon Mila Karmila, S.Pd. Guru Matematika SMPN 3 Cirebon
Korel Sakti 13 Edisi 20 _ Februari 2021 Curahan Hati Mayasari Rahayu Coretan ini bukan puisi Semangat Baru Hanya sekedar curahan hati Yang selalu menggelitiki Sapa hangat mentari Dasar hati setiap hari Menelisik kisi jendela Mungkin ini saatnya berbagi Belaian lembut di kesunyian Semua rasa yang dimiliki Mengajak berpacu waktu Kala bersua sahabat sejati Hari yang baru siap sedia Walau hidup tak seindah mimpi Menunggu waktu ‘tuk dilalui Atau seterang purnama di malam hari Walau ‘tak selalu bahagia Setiap cobaan yang dilalui Canda dan tangis jadi penjeda Hadapi dengan berani Semangat dan semangat Supaya kuat menjalani Senyum menyambut sapaan hangat Setiap ujian yang dihadapi Siap sedia meniti hari Yakinlah suatu hari nanti Senyuman cerah kan menghampiri Hujan Ini Mayasari Rahayu, S.Pd. Rintik demi rintik mulai membasahi Dedaunan dan tanah menguarkan kekhasan Guru Bahasa Indonesia SMPN 3 Cirebon Saat tetes hujan perlahan menggenangi Rintik demi rintik mulai membasahi Tazqiyah Rimba Mazid Nugraha Makhluk di luar berhamburan Mencari keteduhan dan perlindungan Senja Menjawab Saat tetes hujan perlahan mengeroyok Rintik demi rintik mulai membasahi Hai senja Ladang dan hutan di ketinggian Bolehkah aku bertanya? Menghanyutkan segala yang tak bertuan Adakah manusia yang lemah? Menggerus tanah dan bebatuan Manusia yang bodoh? Dikala lahan menjadi kosong Yang takut untuk membuka mata Banjir dan longsor menghampiri Yang takut untuk mencoba padahal belum bergerak Saat tetesan hujan perlahan membanjiri mulai Bukan salah Tuhan yang memberi peringatan Yang bersembunyi di balik pintu kebohongan Bukan salah alam yang tak bersahabat Dan yang terdiam menutup mulut Bukan salah hujan yang membasahi Pada kebenaran di dalam kenyataan Salah kita yang tak melindungi Senja menjawab Hmmm Tidak Ada Malam Sunyi Sebenarnya tidak ada manusia yang lemah Tidak ada manusia yang bodoh Di kesunyian malam Hanya mereka yang memilih pasrah Senandung detik menemani Yang mengeluh karena lelah Mencoba menyadarkan Tuhan memberi kita nyawa Buaian dari alam mimpi Yang menyala sebelum redup Di kesunyian malam Kita semua mempunyai beban yang berbeda Derik jangkrik menemani Dengan berat yang sama Mencoba membangunkan Istirahatlah Jiwa yang lelap di keheningan Tapi jangan menyerah Di kesunyian malam Tersenyumlah Lagu rindu menemani Karena kita memiliki tubuh yang tabah Tangan sedia menengadah Yakinlah akan janji Tuhan Bercerita dan berbagi dengan-Nya Tentang beribu nikmat buah dari kesabaran Yang bisa jadi tak pernah kita bayangkan
14 Korel Sakti Edisi 20 _ Februari 2021 Tazqiyah Rimba Mazid Nugraha Itu Urusan Nanti Catatan Sepertiga Malam Ke sana Kita berlari mencari ke sana Dingin Karena di sana ada hal yang kita inginkan Waktu yang paling kutunggu itu datang Tapi nyatanya tidak sesuai dengan yang kita harapkan Setelah terlelap memejamkan mata Ke situ Lalu terdengar panggilan-panggilan indah Kita berlari mencari ke situ Yang membangunkanku sampai alam bawah sadar Karena di situ ada hal yang kita impikan Sunyi Tapi nyatanya tidak sesuai dengan yang kita Di waktu inilah aku mengadu Pada Sang Kuasa yang tidak tidur ekspektasikan Setiap tangis tawa galau atau bimbang Keluar Kuadukan pada-Nya Kita berlari mencari keluar Sepi Karena di luar ada hal yang kita nantikan Di waktu inilah aku berpikir jernih Tapi nyatanya hanya indah sementara Menciptakan karya yang akan mengukir abadi namaku Ke dalam Atau berpikir bekal apa yang akan ku tanam hari ini Kita berlari mencari ke dalam Untuk kupetik Suatu Hari Nanti Karena di dalam ada hal yang melengkapi semuanya Tapi nyatanya kau pun tahu hasilnya Semudah Itu Apa yang kurang? Sungguh apa yang kurang? Simpel saja Usahamu memang tak ada yang kurang Ketika ada makanan di meja Bukan main Lalu kita tidak menyukai salah satunya Berikhtiar ke sana ke sini Maka jauhkan saja makanan itu dari pandangan mata Menjemput kesempatan Bukan mengeluhkan makanan itu di belakang Bukan mencari kesempatan Simpel saja Karena kau tahu ada kesempatan yang sedang Ketika ada banyak teman yang datang menghampiri kita menunggumu Lalu salah satunya hanya mau memanfaatkan saja Jika disuruh ke langit ke-8 sekalipun Maka jauhilah orang itu dengan sopan Kau pasti akan ke langit ke-8 Bukan menggosipnya di belakang Oy jauh sekali Tapi usaha kerasmu tidak lengkap Ikuti Katanya Ibarat kata seperti masakan yang kau masak susah payah lalu tak kau hidangkan Pepatah mengatakan Kalau begitu untuk apa kau masak? Seseorang baru akan sadar Maka hidangkan masakan itu Betapa pentingnya bintang Lalu kau tata rapi di meja makan Setelah malam gelap gulita menerpa Biarkan orang-orang mencicipinya Seseorang baru akan sadar Enak atau tidak Betapa pentingnya kesehatan Itu urusan nanti Setelah sakit datang mehampirinya Sama halnya dengan usaha keras mu itu Maka Kurang lengkap jika tidak kau pasrahkan pada-Nya Sepenting apakah dirimu Maka Angkatlah tanganmu Jika masih abai mematuhi protokol kesehatan Berdoa lah meminta izin dan menumpahkan segala Padahal covid 19 belum menghilang Dikabulkan atau tidak Dan sekarang sudah tembus 1 juta lebih Oy pasti dikabulkan Tapi itu urusan nanti Tazqiyah Rimba Mazid Nugraha Siswi kelas IX-G SMPN 3 Cirebon, Pegiat Gerakan Literasi Spenta, Penulis puisi dan fiksi
Korel Sakti 15 Edisi 20 _ Februari 2021 Oktaviani Romadona (9E) Dheaifina Anggrayani (9C) Simpati dan Empati Puisi Ibu AKU TAHU Lengan yang rapuh Negara kita sedang tidak baik-baik Masih saja gigih menepis gerimis Bencana sudah menerjang ke berbagai daerah Yang menyapu wajah kelabumu Bencana sudah ada di mana-mana Sedang aku cuma bisa Dan bencana pun memenuhi berita tv rumahku Terpaku menggigil AKU TIDAK MENDUGA Menyaksikan dan mencoba meraba Tahun ini memiliki banyak bencana Perih yang kau derita Kukira tahun ini akan lebih baik dari sebelumnya Tetapi tahun ini lebih buruk dari sebelumnya Pagi Sayang Dan bisa merugikan saudara-saudara kita di sana SEBAIKNYA... Bulan hilang dalam terang Kita sebagai bangsa Indonesia harus tanggap Bintang hilang saat siang Kita harus simpati pada saudara-saudara kita Pagi ini aku senang Bantulah saudara-saudara kita menghadapi semuanya Aku hangat dalam dekap kasih sayang Sebagai negara kesatuan tidak boleh mengabaikan KITA HARUS.. Alika Ami (8D) Peduli dan merasakan penderitaan saudara-saudara kita Kita harus membantu Guruku Tersayang Kita harus mendukung Kita harus tanggap pada saudara-saudara kita Guru.. Karena mereka membutuhkan kita Itulah julukanmu AKU HARAP Kau pembimbingku Negara ini akan segera pulih Kaulah pengajarku Cobaan ini akan berakhir Hatimu sungguh mulia Bencana ini akan segera lenyap Kaulah orang tua kedua dalam hidupku Dan saudara-saudara kita yang terkena bencana Setiap waktu dan setiap saat Bisa cepat mendapatkan kebahagiaannya kembali Engkau selalu menjadi insan yang berharga Bekalku adalah ilmu yang kau ajarkan Buku Terima kasih guruku tersayang Karena engkaulah aku menjadi pintar Buku... Engkaulah pahlawan pendidikan Indonesia 4 huruf namun berjuta makna Salah satu patriot bangsa 4 huruf yang selalu dibutuhkan 1 kata yang mampu menempuh diriku Bella Angie Parahita (7H) Menuju kesuksesan Buku... Hujan Sebuah benda yang membuat diriku pandai Sebuah benda yang selalu meluaskan pengetahuanku Hujan... Sebuah benda yang membuat diriku bisa berpikir bijak Langit tampak hitam Saat diriku membacanya Berbalut mendung Tiada henti ilmu selalu memasuki rangsangku Aku tatap langit Tiada henti ilmu selalu aku dapatkan Tak terlihat matahari Tiada henti ilmu memberikan jalan terbaik untukku Angin berhembus semilir Maka jadikanlah buku menjadi Terasa dingin mencengkeram badan Hal terpenting dari kesuksesanmu Titik-titik air jatuh Hal terpenting yang harus dikuasai Hujan deras membasahi bumi Hal terpenting yang tidak boleh terlupakan Dan Jadikanlah buku hal utama dalam kesuksesanmu
16 Korel Sakti Edisi 20 _ Februari 2021 Salsabila (9B) Putra Pratama Ramadhan Peduli Sosial Pandanganku dan Kamu Saling peduli saling membutuhkan Lihatlah renjana ini Saling menolong untuk kebersamaan Betapa besarnya ia hingga tak tertandingi Menyatukan tangan untuk membantu Terus mengaliri perasaan jiwa ini Bergotong-royong bersama Bagaikan sungai yang berarus maju sampai sulit untuk berhenti Benang-benang kebersamaan Lihatlah diriku Peduli sosial bersama Betapa beruntungnya kamu dicintai olehku Kami membantumu tanpa harap Karena ketika aku mencintaimu Tidak peduli orang memandang Rasa cintaku ini sulit untuk berhenti Membawa suapan nasi untukmu Walau badai besar menerjang tinggi Kita bersatu untuk bersama Diriku terus maju menghadapi dengan percaya diri Terjadi masalah bersatu menyelesaikan Meski itu semua adalah sudut pandang dari diriku sendiri Kita bersaudara harus membantu Tapi aku benar-benar berkata apa yang kini sedang terjadi Bencana apapun kita bersama Dan kini mari kita bicara tentang pandanganmu Peduli untuk bersama yang masih diiringi kata mungkin Kamu melihat bahwa aku sedang main-main Salsabili (9D) Memainkan perasaanmu dengan kata-kata bucin Yang terdengar seperti rayuan-rayuan licin Peduli Sosial Kamu berpendapat bahwa aku masih mengingat dia yang di masa Kami bergabung lalu Kami bersatu Itu memang benar, bahwa aku masih mengingatnya sewaktu-waktu Kami bergotong royong Tetapi perasaanku kepadamu ini bukan lemparan batu Untuk menyelamatkan yang untuk menghancuri hatimu Nyawa saudara kami Tidak apa-apa jika kamu masih meragukanku Yang kena musibah Karena perasaan dan pikiranmu itu bukanlah atas kendaliku Kita yang jauh dari sana Hanya bisa bantu dengan doa Ironinya Hidupku Tidak lebih dari itu . Ayo masyarakat Indonesia Hati ini sakit Mari kita bersatu Sakit secara tak kasat mata Untuk membantu Dan menangis dengan cara tak kasat mata juga Saudara kita di sana Pikiran ini lelah Lelah dengan kenyataan yang ada Bella Angie Parahita (7H) Dimana sebuah kesalahan selalu tertuju kepadaku saja Mental ini melemah Bencana Alam Melemah karena terus ditikam dengan cara yang berbeda Dengan omongan-omongan yang bagiku adalah tembakan senjata Alam ini sedang menangis yang tertuju kepadaku saja Bencana alam di mana-mana Tapi aku tidak boleh menyerah Banjir melanda Karena menyerah adalah tindakan yang salah Tanah longsor membahana Meskipun rasa ingin mati selalu datang dari segala arah Marilah kita jaga Aku tak tahu, apakah diriku ini benar-benar salah? Agar bencana tidak melanda Ataukah mereka yang salah melampiaskan amarah? Alam pun kembali ceria Bagi kamu yang merasa bisa membantu Kita senang bersama Tolonglah bantu aku Bantu aku hingga menemukan kehidupan yang baru Putra Pratama Ramadhan, siswa kelas 9.4 SMPN 3 Bandung
Korel Sakti 17 Edisi 20 _ Februari 2021
18 Korel Sakti Edisi 20 _ Februari 2021 Dhealda Hanum Ayuningtyas Ringkas Kisah Bagian 1 Di koridor, Firly dipanggil seseo- jadi lo sendiri gapapa kan,\" ujar Ta- rang, \"Fir!!\" Firly membalikkan sya yang memang sudah memakai Si kembar, Firly dan Fiora bertemu badannya. kaus basketnya. Gibran, siswa ganteng pindahan dari Jakarta. Ternyata Gibran dan \"Lo mau ngebasket, kan?\" tanya Firly hanya menggangguk me- Firly punya hobi yang sama, yaitu orang itu yang tidak lain adalah ngerti lalu meninggalkan Tasya. sama-sama hobi bermain basket. Tasya, anggota tim basket Firly. Firly berjalan menyusuri koridor \"Kak, lo mau balik gak?\" tanya \"Iya,\" ujar Firly lalu melanjutkan yang sudah lumayan sepi. Hanya ada Fio pada Firly ketika bel pulang su- jalannya. anak paskibra yang sedang berlatih dah berbunyi dua menit yang lalu. di lapangan belakang dan anak bas- \"Bareng yah, gue juga mau latih- ket yang berada di lapangan basket \"Gue mau latihan basket,\" jawab an,\" ujar Tasya menjajarkan jalannya depan. Firly bangkit dari kursi sembari me- dengan Firly. masang tasnya di pundak. Firly masuk ke kamar mandi, \"Hm,\" sahut Firly. kamar mandi cewek tentunya, segera \"Jadi, gue balik sendiri nih?\" tanya mengganti pakaiannya dengan Fio lagi, berjalan menyusul Firly. Firly meletakkan tasnya di tem- pakaian basket lalu berjalan keluar. pat duduk pinggir lapangan, kemu- \"Hm,\" ujar Firly. dian membuka tasnya, lalu mengam- Firly terlihat sederhana tapi me- \"Ya udah, lo ati-ati, jangan ngayap bil kaus basket yang ia bawa. narik. Tubuhnya bisa dibilang pro- nanti gue bilangin Kak Nata,\" ujar Fio porsional sebagai atlet basket. Wa- menatap tajam Firly. \"Lo mau ganti baju?\" tanya Tasya. jahnya cantik sama dengan Fiora, \"Iya,\" jawab Firly singkat. \"Iya,\" jawab Firly. bedanya Firly tanpa make up. Ia \"Ya udah gue balik, ya,\" Fio men- \"Ohh, okelah, gue kan udah ganti, menguncir-kuda rambutnya yang cium pipi Firly. tidak terlalu panjang itu. Firly bergidik, \"Jyjyk,\" ketus Firly mengelap bekas ciuman Fio dengan Firly memakai kaus basket ber- punggung tangannya. angka punggung 01 sebagai kapten \"Yaelah, sama adek sendiri juga,\" tim basket cewek. Fio berdecak mempautkan bibir pinknya. Karena anak-anak belum terlalu \"Lebay, udah sana balik!\" ketus banyak yang datang dan pelatih juga Firly lagi membuat Fio sedikit cenge- belum datang, Firly memutuskan ngesan lalu berlari meninggalkan untuk duduk di pinggir lapangan Firly yang sedang berjalan ke arah sambil memandangi pepohonan di lapangan. sekeliling. Sebenarnya ia bisa saja memain- kan ponsel, tapi Firly tidak terlalu suka bermain ponsel. Ia hanya meng- gunakannya untuk keperluan dan komunikasi, tidak lebih.
Korel Sakti 19 Edisi 20 _ Februari 2021 \"Prok prok prok!\" tepukan tangan Firly. Tidak terjadi obrolan lagi setelah pelatih mengisyaratkan agar semua Firly mengalihkan pandangannya itu. Firly seperti biasa hanya diam, anak basket berkumpul di tengah dan Gibran sangat canggung memulai lapangan. dari Gibran. Ia tidak menerima mi- obrolannya. Mereka hanya melihat numan dari Gibran ataupun mem- anak-anak yang sedang berlatih di Semuanya duduk di tengah la- balas ucapan Gibran. pinggir lapangan. pangan menunggu beberapa saat sampai pelatih memulai ucapannya. Gibran tidak menyerah, ia malah Setelah sekitar dua jam mereka duduk di sebelah Firly. mengikuti ekskul akhirnya selesai. \"Oke guys, hari ini kita gak perlu Semua anak bisa pulang ke rumah latihan keras, cukup latihan ringan \"Ini, gue tau lo haus, terima aja, ga masing-masing. aja, dan khusus untuk anggota basket ada racunnya ko,\" ujar Gibran menyo- cowok, kalian bakal kedatangan dorkan lagi minuman itu pada Firly. Firly bergegas mengganti pakaian- warga baru,\" jelas pelatih, singkat, nya dengan baju seragam dia sebe- padat, dan jelas. \"Ga usah,\" tolak Firly masih lumnya, lalu berjalan keluar. mengelapi lehernya dengan handuk. \"Sorry, Pak, saya telat,\" ujar seseo- Firly melihat jam sudah pukul rang yang lari terengah-engah. Orang \"Gratis ko, ini buat lo, gue tau lo 17.12. Sudah sore. Ia memutuskan itu adalah Gibran. cape kan?\" ujar Gibran lagi. untuk menelepon Kak Nata. \"Dont worry, tapi next kamu harus Firly menerima minuman itu de- \"Halo Fir, kenapa?\" on time,\" ujar pelatih menepuk pelan ngan terpaksa, ralat, bukan terpaksa pundak Gibran. tapi Firly memang haus karena ber- \"Jemput, Kak!\" main selama dua puluh empat menit Firly melihat Gibran sekilas. Ter- tadi. \"Ga bisa, Fir, gue masih di kampus, nyata anak ini benar-benar anak bas- lo pake ojol aja, ya.\" ket, tubuhnya juga lumayan propor- \"Thanks,\" ujar Firly menerima mi- sional, pikir Firly. numan itu, membuka tutupnya lalu \"Hm,\" ujar Firly lalu mematikan meminumnya. sambungan teleponnya. \"Oke guys, ayo mulai latihannya!\" ujar pelatih. \"Lo udah lama main basket?\" tanya Firly memutuskan untuk memesan Gibran. ojol, tapi sudah tiga kali pesanannya Para anggota bergegas mengambil di-cancel sama bang ojolnya, mungkin bola dan membagi tim untuk latihan \"Lumayan,\" jawab Firly sebelum karena sudah sore. adu oleh dua tim. Tim satu ada Firly, meminum minumannya. Nara, Oca, dan Agnes. Tim dua ada \"Ayo naik!\" ajak Gibran, berhenti Tasya, Aya, Lala, dan Cika. Ya itu un- \"Lo hebat sih, cewek, dan kapten tepat di depan Firly yang sedang tuk tim cewek karena tim cowok ti- pula,\" ujar Gibran menatap Firly me- menunggu ojol pesanannya. dak akan latihan tanding. muji. \"Gak,\" tolak Firly. Firly memulai permainannya. \"Biasa aja,\" ujar Firly, mencoba Tubuhnya sangat lincah, tangannya terlihat biasa saja padahal entah ke- \"Lo mau sampe kapan di sini? Ini cekatan menggiring dan menangkap napa pipinya seperti mau meledak udah sore, ayo naik!\" ajak Gibran lagi. bola. Dengan sekali tembak, bola ma- panas. suk jaring lawan. Hitungannya selalu \"Gue pake ojol,\" tolak Firly lagi. tepat. Itu alasannya kenapa Firly dipilih sebagai kapten tim basket ce- \"Udah, ayo naik!\" Tanpa aba-aba wek SMA Alamanda 01. Gibran menarik tangan Firly, men- dekatkan Firly pada motornya. Gibran Setelah bermain selama dua ba- langsung memakaikan helm ke kepala bak, 2×12 menit, permainan berakhir Firly, cukup membuat Firly kaget dengan tim Firly sebagai pemenang. sampai cengo. Firly mengelapi wajah dan leher- \"Apa-apaan sih!\" decak Firly me- nya yang berkeringat dengan handuk lepas lagi helm yang tadi dipakaikan biru muda miliknya. Gibran. \"Aww!\" Firly merasakan dingin di \"Sorry kalo gue lancang tadi, tapi pipi sebelah kirinya. Ia menengok, ini udah sore Fir, ga baik cewek sen- ternyata Gibran yang menempelkan dirian jam segini,\" ujar Gibran memo- minuman dingin di pipi Firly. hon agar Firly menerima ajakannya. \"Ambil ini,\" Gibran tersenyum Sebenarnya Firly malas nebeng memberikan minuman itu kepada dengan Gibran. Tapi karena Gibran maksa dan Firly juga tak ada pilihan lain, ya Firly nebeng ke Gibran.
20 Korel Sakti Edisi 20 _ Februari 2021 Firly mengangguk lalu menerima Bukannya marah atau malas, Gib- Temen helm dari Gibran. ran malah tersenyum melihat sikap Firly. Sangat jarang ia menemukan Cewek? Cowok? \"Nah, ayo naik,\" ujar Gibran sete- karakter cewek seperti Firly. lah Firly memakai helm-nya. Bukan urusan lo! Firly masih menggosok-gosokkan \"Udah?\" tanya Gibran sebelum sambil meniupi telapak tangannya, Firly lalu mematikan sambungan melajukan motornya. berharap sedikit hangat karena cua- teleponnya. Ia mendengus kesal pada canya sangat dingin. Kak Nata. \"Hm,\" jawab Firly. \"Ga usah sok kuat! Gue tau lo ke- \"Siapa?\" tanya Gibran yang meli- Gibran segera melajukan motor- dinginan kan, pake ini atau lo gue hat Firly kesal setelah menerima nya dengan kecepatan lumayan bisa cium!\" Gibran memakaikan jaketnya panggilan itu. dibilang ngebut, sampai saat Gibran pada Firly. tiba-tiba ngebut tanpa aba-aba, Firly \"Kakak gue,\"jawab Firly malas. refleks memeluk Gibran karena kaget. Firly cengo melihat wajah Gibran yang sangat dekat dengan wajahnya \"Ohh..\" Gibran hanya ber-ohhh. Gibran yang merasakan pelukan saat ini. Firly segera memalingkan Firly tersenyum senang karena gadis wajahnya ke arah lain. Ia sedikit kesal \"Kita balik, udah reda hujannya,\" dingin di belakangnya itu baru saja mempautkan wajahnya. ajak Firly melihat ke langit, memasti- memeluknya. kan kalau hujannya sudah benar- \"Hahaha gue bercanda tenang aja, benar reda. Firly yang sadar sedang memeluk mana mungkin asal nyium anak Gibran segera melepas pelukannya. orang!\" ujar Gibran terbahak melihat \"Gue si ayo aja, tapi kalo lo masih ekspresi Firly tadi. mau di sini gapapa ko,\" ujar Gibran \"Sorry,\" tukas Firly pada Gibran. yang membuat Firly berdecak kesal. Firly yang melihat Gibran tadi \"Kalo mau peluk lagi juga gapapa, hanya berdecak lalu memalingkan \"Gue bercanda kali, nyantei aja,\" Fir,\" ujar Gibran sedikit berteriak kembali wajahnya. ujar Gibran, lalu tertawa garing ber- pada Firly yang ada di boncengannya. jalan ke arah motor lalu segera naik. Setelah itu hening. \"Ck\" Firly berdecak kesal dengan Sampai kemudian ponsel Firly Firly naik ke motor Gibran dengan apa yang dikatakan Gibran. Gibran berdering. Ada panggilan masuk, mudah, karena Firly cukup tinggi. tertawa mendengar decakan Firly. Firly segera mengangkatnya. Beda dengan Fiora, tubuh Firly lebih Halo Fir, kamu di mana? tinggi, mungkin karena Firly atlet Cuaca Kota Bandung sore hari itu Halte, lagi neduh soalnya hujan. basket dan suka olahraga, Beda de- memang indah. Tapi sayang, cuaca Sama siapa? Mau kakak jemput? ngan Fiora yang lebih suka make up. sore ini sangat mendung. Mungkin Ga usah, lo telat! sebentar lagi akan turun hujan. Sorry Fir soalnya tadi kakak masih Gibran menyalakan mesin motor- di kampus, kamu sama siapa? nya dan segera melaju. Hujan yang awalnya rintik-rintik semakin deras, membuat Gibran me- Lima belas menit kira-kira per- mutuskan menepi ke pinggir jalan. jalanan mereka dari halte sampai ke Mereka menepi di depan halte. rumah Firly. \"Kita neduh,\" Gibran menarik ta- Firly segera turun dari motor ngan Firly yang baru saja turun dari Gibran. \"Makasih,\" ujar Firly lalu ber- motor untuk berada di bawah halte. lari masuk tanpa berkata apa-apa lagi. Firly berdiri di ujung kanan halte sembari menggosok-gosokkan tela- \"Sama-sama,\" teriak Gibran pak tangannya karena dingin, sedang- karena Firly sudah masuk mening- kan Gibran berada di ujung kirinya. galkannya. Mereka berada berjauh-jauhan. Se- benarnya Gibran sudah mengajak \"Heuhh,\" Gibran tersenyum meng- Firly untuk duduk, tapi Firly enggan. hela napasnya, lalu segera melajukan motornya menuju ke rumahnya. \"Apa udah anget?\" ujar Gibran menangkupkan kedua tangannya di \"Gibran is kaming semuanyaaa,\" kedua pipi Firly. teriak Gibran yang sok inggris ketika memasuki rumahnya yang super Firly kaget dengan apa yang dila- megah itu. kukan Gibran. Ia segera mengibaskan tangan Gibran. “Berisik bego, dateng-dateng te- riak!!\" cetus lelaki tampan dengan \"Ga usah!\" tukas Firly memung- tubuh tinggi dan kulit putih mirip gungi Gibran. Gibran. Dia Elbanio, kakak Gibran.
Korel Sakti 21 Edisi 20 _ Februari 2021 \"Eh elo, Bang,\" ujar Gibran lalu yang terbaik buat mamah sama pa- hal jelas-jelas Fiora tahu kalau Firly tertawa garing kegirangan. pah,\" ujar Gibran dengan nada dra- sedang membaca novel. matis ala-ala pejuang. \"Napa sih lo? Balik-balik kayak \"Baca,\" jawab Firly tanpa menga- orang dapet lotre gitu, ada apa?! \" \"Halah, ngasih apaan lo?\" celetuk lihkan fokusnya. tanya Elbanio heran melihat tingkah El di tengah-tengah kunyahannya. adik satu-satunya itu. \"Kak, gue boring nih, jalan-jalan \"Ngasih menantu yang baik, cucu kuy!\" ajak Fiora sedikit merengek. \"Gue,,,, \" ujar Gibran tak lanjut. yang lucu,\"ujar Gibran cengengesan. \"Males, lo aja!\"tolak Firly. \"Apa?\" tanya El. \"Palalu! Sekolah aja belom lulus \"Sekali aja yah yah yah, gue mau udah mikirin cinta-cintaan, Gue aja makan kebab nih Kak, mau yahh,\" ujar \"Gue,,,,\"ujar Gibran lagi. belom punya cewek!\" cetus El Fiora memohon. menoyor lagi kepala Gibran. \"Heuh iya, sebentar aja,\" ujar Firly \"Iya gue???\" El mengikuti kata-kata bangkit lalu meninggalkan Fiora di- Gibran. Gibran meringis mengelus-ngelus kamarnya. bagian kepalanya yang tadi ditoyor \"Kebiasaan, kan gue yang ngajak, \"Gue kebelet mau pipis,\" ujar Gi- El. \"Lo nya aja yang kagak laku, tapi napa dia yang duluan,\" gerutu bran lalu berlari ke kamarnya sambil Bang!\" tukas Gibran lalu terkekeh. Fiora lalu berlari menyusul Firly. tertawa meninggalkan El yang masih Fiora dan Firly keluar rumah. bingung di ruang tamu. \"Gue bukan ga laku, cuma belum Mereka berjalan kaki karena biasanya dapet yang pas aja,\" bela El. ada penjual kebab di depan supermar- \"Lah kesambet apaan tuh bocah?\" ket pertigaan. Tinggal keluar kom- gumam El mematung melihat adik- \"Halah ga laku mah ga laku aja!\" pleks, jalan dikit nyampe deh. nya berlari sambil tertawa itu. ledek Gibran pada El yang dibalas \"Mas, kebabnya dua ya,\" Fiora jitakan tepat di kening Gibran. pesan kepada mas penjual kebab. Sekitar sepuluh menit Gibran su- \"Iya, Neng, ditunggu ya,\" ujar mas dah keluar dari kamarnya dengan Gibran meringis lagi memegangi penjual itu. rambut yang masih basah dan han- bagian kepalanya yang dijitak El. Fiora mengangguk lalu duduk di duk di lehernya. Memang ya kalau sebelah Firly yang sedang menatap ke cowok tuh gak perlu lama-lama \"Udah-udah kalian ini, mau sampe jalanan. mandi, beda banget sama cewek yang kapan berantemnya? Ga selesai- \"Kak, lo,,, aduhh,\" teriak Fiora kalo mandi bisa sampe sejam. selesai deh makannya,\" ujar mamah ketika motor yang lewat di depannya lalu terkekeh. mencipratkan air yang becek itu ke \"Senyumanmu yang indah bagai- tubuh dan mukanya. Firly yang meli- kan canduuu,\"Gibran bernyanyi Papah ikut terkekeh melihat ting- hatnya hanya tertawa ketika menuruni anak tangga. kah dua putra kesayangannya itu. Pengendara motor itu turun menghampiri Fiora,\"Sorry, sorry saya Semua yang ada di ruang makan ——— ga sengaja,\" ujar pengendara motor itu menatap Gibran heran. \"Kesurupan Tok tok tok. mengelapi lengan Fiora dengan lengan apaan lo?\" tanya El menatap heran. Fiora mengetuk pintu kamar Firly. baju yang ia kenakan. \"Kak, gue masuk ya?\" teriak Fio \"Ahahhhah, nggak kesurupan, dari luar. Bersambung... udah ayo makan,\" ujar Gibran enteng \"Iya,\" sahut Firly. langsung duduk di bangku kosong \"Lagi ngapain, Kak?\" basa-basi Dhealda Hanum Ayuningtyas yang ada di sebelah El. Fiora ketika masuk kamar Firly, pada- Siswi kelas IX-B SMPN 3 Cirebon, Gibran mencomot ayam goreng langsung memakannya dengan lahap. Pegiat Gerakan Literasi Spenta, \"Gimana sekolah-nya sayang?\" Penulis puisi dan fiksi tanya mamahnya pada Gibran yang sedang mengunyah ayam gorengnya. \"Aku tsuka nmaman,\" ujar Gibran sambil mengunyah ayamnya. El menoyor kepala Gibran, \"Lo telen dulu tuh ayam, baru ngomong, ngomong kagak jelas!\" ujar El. \"Iya, makannya pelan-pelan dong, kayak anak kecil!\" ujar mamah meli- hat tingkah Gibran. Papahnya hanya terkekeh, sesekali menggelengkan kepalanya. \"Nih mah, aku janji bakalan ngasih
22 Korel Sakti Edisi 20 _ Februari 2021 Cecep Ahyani Walid bin Abdul Malik); dan yang PERNAHKAH Anda mende- menggelisahkan hati, legenda bakar ngar jurus maut berjuluk Kembali ke jurus bakar kapal. kapal itu sedikit banyak mengecilkan bakar kapal? Mungkin fra- Frasa ini kembali saya dengar dari dorongan intrinsik keimanan dan sa horor ini tidak begitu salah satu khotbah Jumat inspiratif mental tempur prajurit muslim. di satu masjid desa di Kabupaten Ci- Dalam sejumlah riwayat perang, familiar di telinga kita. Yang pernah rebon. Kata sang khatib, jurus maut jarang diterima laporan tentang pasukan muslim yang mundur dari nyaring terdengar, terutama pada ini pernah diperagakan panglima gelanggang tempur, meski jumlah personel dan “alutsista” tidak seim- kurun 2014-2019 adalah perintah perang era Dinasti Umayyah, Thariq bang. (Walaupun secara hukum yang tak kalah menggetarkan, bin Ziyad, dalam misi pembebasan diperbolehkan mundur untuk siasat “Tenggelamkan kapal!” Vonis maut Andalusia (Spanyol, Portugal, dan tempur atau bergabung dengan pasu- kan yang lebih besar). Bagi pejuang dari Susi Pudjiastuti, Menteri Kelaut- sekitarnya) dari cengkeraman muslim, menang di medan perang atau gugur di padang tempur sama- an dan Perikanan di era Kabinet Romawi pada 92 H (711 M). sama beroleh keutamaan. Prinsip yang dipegang para mujahid dari Kerja itu, dijatuhkan untuk kapal- Konon, setelah menyeberangi zaman ke zaman adalah “Isy kariman kapal asing yang tanpa kulonuwun Selat Gibraltar, Thariq melihat seenak perutnya mencuri ikan gelagat kurang sedap, syaraf tempur au mut syahidan” (hidup mulia atau (illegal fishing) di perairan Nusan- pasukannya agak mengendur. tara yang luas dan kaya. Karena itu, ia mengeluarkan jurus mati syahid). Sampai habis masa jabatan Susi sakti untuk membangkitkan kembali Sepandangan dengan api hero- isme pejuang muslim yang takper- di Kabinet Kerja, tidak kurang dari mental tempur dengan perintah nah padam ini, sang legenda sastra Indonesia, Chairil Anwar, meng- 490 kapal pencuri ikan berbendera bakar kapal dan orasi membara, abadikan kekagumannya pada sosok pahlawan legendaris, Pangeran Di- Vietnam, Filipina, Thailand, Malaysia, “Lautan terbentang di belakang, ponegoro dengan larik-larik yang menggetarkan jiwa: Papua Nugini, dan Tiongkok, telah musuh-musuh berada di hadapan, ... Di depan sekali tuan menanti/ dihempaskan ke dasar segara. Bang- tidak ada jalan selamat bagi kalian Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kai-bangkai kapal malang itu kemu- kecuali dengan pedang!” kali/ Pedang di kanan, keris di kiri/ dian difungsikan sebagai “pesang- Ya, tidak ada jalan lain bagi grahan” bagi koloni ikan dan salah 12.000 pasukan Thariq selain Berselempang semangat yang tak satu destinasi wisata laut dalam. bertempur habis-habisan melawan bisa mati/ MAJU/… Sayang, kontrak politik Presiden 100.000 serdadu Raja Roderick. Ternyata jurus bakar kapal ini Jokowi dengan penerima anugerah Sejarah berkata, pasukan Thariq dikisahkan sang khatib untuk me- latari pesan dari mimbar tentang Doktor Honoris Causa dari Univer- digdaya, sedangkan Roderick tewas pentingnya motivasi diri untuk me- raih prestasi tinggi. Motivasi yang sitas Diponegoro dan Institut Tekno- dan balatentaranya porak-poranda. berasal dari bahasa Latin movere, memiliki makna ‘menggerakkan’. Mo- logi Surabaya ini tidak diperpanjang. Ada-tidaknya adegan heroik tivasi adalah hal penting dan krusial Seandainya Srikandi dari Panganda- bakar kapal dalam episode pembe- dalam tekad dan tindak perjuangan. ran ini dipertahankan Jokowi dalam basan Andalusia ini masih diperde- skuad Kabinet Indonesia Maju, batkan kalangan sejarawan. Sebagian Dari beberapa literatur psikologi mungkin konflik Indonesia versus menyangsikan dengan beberapa ala- dijelaskan bahwa motivasi ini berupa China di perairan Natuna pada tahun san, di antaranya: pertama, kelang- dorongan internal dan eksternal lalu akan berbeda alur ceritanya. kaan riwayat sahih dari khasanah dalam diri seseorang dengan indikasi Sangat mungkin pula, tidak ada pustaka Islam; kedua, kapal-kapal adanya hasrat dan minat, dorongan menteri yang kena OTT KPK gara- yang ditumpangi prajurit muslim dan kebutuhan, harapan dan cita-cita, gara kongkalikong dan patgulipat pun sebagian merupakan pinjaman serta penghargaan dan penghormat- soal ekspor benur bin lobster. dari Raja Julian (rekanan Khalifah an. Ada juga pakar yang memaknai
Korel Sakti 23 Edisi 20 _ Februari 2021 motivasi sebagai dorongan atau pen- ujaran semacam “Mau tidak mau, ha- dalam dada. Akhirnya, perjuangan galasan untuk melakukan suatu ak- rus mau!; “Siap tidak siap, harus fisik yang sangat melelahkan sejak tivitas hingga mencapai tujuan. siap!”, atau dalam sebuah komunitas Proklamasi 1945 dibarengi perjuang- teater di Kuningan, terpatri dalam an diplomasi terus-menerus, ber- Asal muasal hadirnya motivasi sebuah kredo sakti “Erek erek moal muara pada pengakuan kedaulatan dalam diri seseorang juga beragam moal”, sebuah mantra bertuah dari Indonesia oleh Belanda pada 27 De- sumbernya. Mengikuti Daniel Pink, sang dramawan, Aan Sugianto Mas. sember 1949 di Amsterdam. paling tidak ada tiga strata, yaitu mo- tivasi 1.0, 2.0, dan 3.0. Motivasi 1.0 Pada banyak kasus dan peristiwa, Selanjutnya, dalam serangkaian berbasis pada insting (hajat biologis) motivasi model ketiga ini telah ter- demonstrasi pelajar dan mahasiswa untuk survive. Muncul dorongan kuat bukti keampuhannya. Sekadar contoh di awal tahun 1966 yang mengusung untuk makan ketika perut keron- misalnya, pada masa kontestasi Pil- isu Tritura (Tiga Tuntutan Rakyat, congan, ingin minum ketika kering tenggorokan, pengen gub Jabar 2012, kandidat petahana, yaitu bubarkan PKI, bersihkan menyentuh pasangan ketika Ahmad Heryawan, membangkitkan Kabinet Dwikora, dan turunkan hasrat memuncak dan libido motivasi intrinsik simpatisan dan harga), sejumlah kesatuan aksi ingin segera tersalurkan. pendukungnya dengan tagline “sabisa pemuda, pelajar, dan maha- -bisa, kudu bisa, pasti bisa” yang di- siswa berhadapan dengan bari- Motivasi 2.0, sering juga pungut dari khasanah kearifan urang kade dan moncong senjata ten- disebut motivasi carrots and Sunda. Kita tahu, pada tahun itu, Aher tara. Tujuh anak muda gugur sticks (wortel dan pecut). yang berpasangan dengan Deddy bersimbah darah di beberapa Dalam menjalani hidup Mizwar, kembali bersumpah di kota, Arief Rachman Hakim, bersama di sebuah institusi bawah kitab suci untuk mengemban mahasiswa FK-UI salah satu- atau organisasi, motivasi amanah sebagai gubernur Jabar un- nya. Entah, terjangan peluru strata kedua ini diterjemahkan dalam tuk periode keduanya. siapa yang menghentikan detak jan- bentuk pemberian reward and tung anak muda aset bangsa tersebut. punishment (penghargaan dan Ketika perang kemerdekaan Sumbangsih sastra untuk mem- hukuman). Yang mendapat rapor biru berkecamuk di kota-kota besar di bangkitkan motivasi sekaligus du- alias berkinerja baik dapat Jawa dan Sumatera pada masa kungan untuk saling menguatkan di penghargaan; yang mendapat rapor revolusi fisik 1945—1949, jargon masa gonjang-ganjing penuh prahara merah atau berkinerja buruk jelas yang populer di kalangan tentara dan itu datang dari berbagai suara. Salah dapat sanksi atau hukuman. pejuang adalah “Merdeka atau Mati”. satunya dari penyair Taufiq Ismail. Frasa ini bergema di mana-mana. Lewat sajak “Kita adalah Pemilik Sah Berikutnya, Motivasi 3.0, yaitu Menjadi kredo perjuangan yang Republik Ini”, mantan Ketua Senat motivasi intrinsik yang berangkat dimuralkan di banyak tembok kota. Mahasiswa FKHP-UI ini berseru: dari keinginan, kegemaran, dan Menjadi pekik pengobar semangat kecintaan seseorang pada suatu tempur yang diteriakkan orator Tidak ada pilihan lain. Kita harus/ aktivitas bermakna. Kalau sudah ulung di corong-corong radio dan toa. cinta sepenuh hati sepenuh jiwa, Berjalan terus/ Karena berhenti atau maka, meminjam diksi Rhoma Irama, Perang 10 November di Surabaya “gunung ‘kan kudaki, lautan kuse- dan Serangan Umum 1 Maret ke mundur/ Berarti hancur/... berangi”. Inilah motivasi yang diideal- Yogyakarta, yang pernah saya lihat kan (mungkin) oleh semua orang. film layar lebarnya, menggambarkan Akhirnya, meminjam diksi Arifin betapa kata-kata bertuah mampu C. Noer, .../Segala raja di dunia akan Terkait jurus bakar kapal ala mendongkrak semangat dan motivasi Thariq bin Ziyad (kalau memang ade- turun takhta/ Tanpa kecuali; apa pula gan ini historis), ini merupakan ijti- had politik sang panglima untuk yang bernama tirani/... membangkitkan dorongan intrinsik dalam diri prajuritnya melalui Setelah memaparkan kisah le- “tekanan” ekstrinsik. Dengan kata gendaris Thariq bin Ziyad dan ragam lain, ini sebentuk ikhtiar untuk mem- motivasi yang melatarinya, sang bangkitkan Motivasi 3.0 melalui pe- khatib menyampaikan konklusi ngondisian atau “pemaksaan” untuk berupa quotes dalam tiga bahasa: menjalankan sebuah praktik baik. Dalam keseharian, terwujud dalam Lamun keyeng tangtu pareng; Where there’s a will there’s a way; Man jadda wajada. Wallahu a’lam.*** * Edisi awal artikel ini telah di- tayangkan di blog Gurusiana pada 1 Februari 2020.
Search
Read the Text Version
- 1 - 24
Pages: