Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore Exposure 201412

Exposure 201412

Published by carinaelven, 2015-07-27 21:58:35

Description: [SHIYUE.ME] Exposure 201412

Search

Read the Text Version

2014-77 101

my project 102 2014-77

2014-77 103

my project 104 2014-77

The main function of industrial photography is todocument client’s activities in his/her work location/site/situation and involving dangerous activities. Itwill be too risky for a company to hire inexperiencedphotographer having little knowledge on worksafety. It can directly affect the company’s operationperformance.Industrial photographer should not only understandhow to use work safety gears, but also understandsafe work condition and procedure.Recently, I and my team carried out a photo shoot atan oil and gas industry conducted on the land andair. It will be an advantage for a photographer if he/she does not just understand photography techniqueand aesthetic, but also has an understanding andknowledge about his/her client’s industrial activity.Fungsi utama dari fotografi industri adalahmendokumentasikan kegiatan klien yang beradapada lokasi/lingkungan/situasi kerja dan melibatkanaktivitas yang berbahaya. Adalah sebuah risiko besarbagi sebuah perusahaan, apabila mereka memutuskanmenggunakan fotografer yang belum terbiasa danbelum memiliki pemahaman yang baik mengenaikeselamatan kerja. Hal tersebut dapat berakibatlangsung terhadap kelangsungan kegiatan operasikerja sebuah perusahaan.Industrial photographer tidak hanya harus pahamdalam menggunakan perlengkapan keselamatan kerja,melainkan juga pemahaman akan kondisi serta carakerja yang aman.Belum lama ini saya dan tim melakukan pemotretandi sebuah industri hulu migas yang dilakukan didarat dan dari udara. Akan menjadi sebuah nilaitambah jika fotografer tidak hanya memahami sisiteknis dan estetika fotografi, melainkan juga memilikipemahaman serta pengetahuan mengenai kegiatanindustri calon kliennya.2014-77 105

my project 106 2014-77

2014-77 107

my project In the oil and gas industry, for example, before doing activities on offshore drilling platform, photographer and his/her team must have specific training and obtain certification. It is very important to minimalize risk and anticipate working accident which may jeopardize the client’s operation performance. The capability of industrial photographer in processing information related to the industry could help him/her in convincing clients to use his/her service. Hence, on many occasions, I always try to be more proactive in pitching process.108 2014-77

Pada industri minyak dan gas, misalnya, sebelummelakukan aktivitas di atas anjungan pengeboranlepas pantai, fotografer bersama tim yangmenyertainya harus menempuh pelatihan tertentudan memiliki sertifikasinya. Ini sangat penting untukmeminimalisasi risiko dan mengantisipasi terjadinyakecelakaan kerja yang dapat merugikan kegiatanoperasi klien.Kemampuan fotografer industri dalam mengolahinformasi yang terkait dengan industri tersebutdapat membantu menyakinkan calon klien untukmenggunakan jasa kita. Makanya, pada banyakkesempatan, saya selalu berusaha proaktif dalamproses pitching. 2014-77 109

my project 110 2014-77

2014-77 111

my project 112 2014-77

2014-77 113

my project 114 2014-77

2014-77 115

my project I always try to give inputs to our clients regarding creative process and other things related to photo shoot planning like considering weather, temperature, elevation, wave, safety on site, supporting facilities to be used in shooting session, and others.116 2014-77

Saya selalu berusaha memberikan masukan kepadacalon klien mengenai proses kreatif dan hal-hal berkaitperencanaan pemotretan seperti pertimbanganmengenai cuaca, suhu, ketinggian, ombak, situasikeamanan lokasi pemotretan, fasilitas-fasilitaspenunjang yang akan digunakan ketika pemotretan,dan sebagainya. 2014-77 117

my project Special Attention Required For safety, special attention mu things/conditions in doing indu activities, namely: • Extreme temperature (hot/c • Photo shoot location which explosion • Slippery floor that might ca • Covering activities at a loca toxic gas discharge • Covering activities that invo underwater photography118 2014-77

ust be payed on some Perlu Perhatian Khususustrial photography Demi keselamatan semua pihak, ada beberapa hal/cold) kondisi yang perlu mendapat perhatian khusus dalamh is susceptible to melakukan kegiatan fotografi industri, yakni:ause accident or fall • Kondisi panas/dingin yang ekstremation which is close to • Lokasi peliputan yang rentan terhadap ledakanolves aerial or • Kondisi lantai yang licin dan berpotensi mengakibatkan orang terpleset atau jatuh • Kegiatan peliputan pada lokasi yang dekat dengan pelepasan gas beracun • Kegiatan peliputan yang melibatkan ketinggian (aerial photography) atau kedalaman (underwater photography) Yulianus Firmansyah Ladung www.yulianusladung.com Jakarta-based industrial photographer; owner and administrator of Ideam Aeternam that provides industrial and corporate documentation services for energy industry (oil and gas, mineral resources, mining), transportation and manufacturing facilities. 2014-77 119

traveling 120 2014-77

Photos & Text: Gathot Subroto2014-77 121

traveling Language usually becomes a main problem when we are traveling to a place, especially when we want to take pictures of some people we meet. Due to the problem, we are not confident enough to communicate or personally approach them. Do you know that language is not merely verbal but also non- verbal? As a matter of fact, the success of a communication is dominantly determined by non-verbal language. A survey shows that approximately 60% of the success is obtained from non-verbal language, 30% from intonation, and 10% from verbal language. To be concluded, we do not need to feel doubtful or diffident to build a communication with anyone during our visit to any place. At least, that is what I do when traveling to various places, weather in Indonesia or abroad.122 2014-77

Masalah bahasa biasanya menjadi persoalan utama ketika kitamelancong atau traveling ke suatu wilayah, terutama saat hendakmemotret orang-orang yang kita temui. Gara-gara itu, tak jarangkita pun menjadi tidak pede untuk berkomunikasi atau melakukanpendekatan personal dengan mereka.Namun, tahukah Anda bahwa bahasa itu tidak verbal saja, melainkanjuga non-verbal? Yang lebih mencengangkan, ternyata keberhasilankomunikasi justru didominasi oleh bahasa non-verbal. Dari sebuahpenelitian diperoleh hasil bahwa hampir 60% keberhasilan ituditentukan oleh bahasa non-verbal, 30 % oleh intonasi suara atauvokal, dan 10% oleh bahasa verbal.Kesimpulannya, kita tidak perlu merasa ragu atau tidak percaya diriuntuk membangun komunikasi dengan siapapun di tempat-tempatyang kita kunjungi. Setidaknya itulah yang saya lakukan ketika travelingke berbagai daerah baik di dalam maupun luar negeri. 2014-77 123

traveling 124 2014-77

Magic WordsThere are three important words to use in buildingcommunication, namely “thanks/thank you,” “sorry,”and “please.” For photo trip, those three words can bemodified into such other expressions as “Hello, howare you?,” “sorry,” and “thank you.”Everyone will feel an intimacy when we talk to themusing their native language. Eventhough you donot talk fluently or you make mistakes when sayingsomething, they will still appreciate you more.Try to comprehend at least three kinds of localgreetings. Feel the magic inside you as you feel moreconfident in approaching them, and as they will easilyget closer to you. By doing so, you will find it easier toshoot them without making them upset or suspicious.Why should we fuss over building communicationwhen you just want to take a photo? In photographingpeople, the main thing to consider is personality; thatis what makes it different from other subjects. You donot only capture their faces or the bodies, but alsotheir soul, emotion and character.Kata-kata AjaibAda tiga kata penting yang biasanya digunakan untukmembangun komunikasi, yaitu terima kasih (thanks/thank you), maaf (sorry) dan tolong (please). Untukkeperluan photo trip, tiga kata ajaib tersebut bisa sajadimodifikasi seperti ini: “halo, apa kabar?,” “maaf” dan“terima kasih.”Setiap orang akan lebih merasa dekat ketika kitaajak bertegur sapa dengan bahasa (daerah) mereka.Meskipun kita mengucapkannya dengan terbata-bataatau sedikit salah, mereka akan lebih menghargai kita.Cobalah untuk menguasai minimal tiga sapaantersebut dalam bahasa daerah yang kita kunjungi.Rasakan keajaiban dalam diri kita bahwa kita akanlebih percaya diri dalam mendekati mereka, danmereka pun akan lebih mudah akrab dengan kita.Dengan begitu, kita akan lebih mudah untuk memotrettanpa membuat mereka marah atau curiga terhadapkita.Mengapa kita harus repot-repot menyiapkankomunikasi sedemikian rupa, padahal kita hanyabermaksud memotretnya? Dalam memotret orang, halutama yang harus kita perhatikan adalah personality;itulah yang membedakan dari subyek-subyek lainnya.Kita tidak hanya memotret wajah dan tubuhnya saja,tetapi juga jiwa, emosi dan karakternya.2014-77 125

traveling 126 2014-77

2014-77 127

traveling Body Language Beside thse magic words, body language also plays an important role to establish communication. We need to accustom ourselves to use face expressions (including smile), hand or body movements (gesture) as we talk or communicate with other people. This obviously will build a warm atmosphere; imagine how awkward it is when you talk without moving parts of your body. Listening to someone’s explanation, we should show that we carefully pay attention to him/her using body language, for instance, by attaching our hands to our body, while our face expresses that we focus on him/ her. Bahasa Tubuh Selain kata-kata ajaib tadi, bahasa tubuh juga punya peran penting dalam membangun komunikasi. Kita perlu membiasakan diri menggunakan gerakan- gerakan di wajah (termasuk senyum), tangan atau badan ketika berbicara atau berkomunikasi dengan orang lain. Ini akan menjadikan suasana lebih hangat/ akrab; bayangkan betapa kakunya bila kita hanya bicara tanpa disertai gerakan-gerakan tersebut. Ketika kita mendengarkan penjelasan dari lawan bicara, kita harus menunjukkan bahwa kita memperhatikan secara seksama dengan menggunakan bahasa tubuh, misalnya dengan memosisikan tangan lebih menyatu ke badan, serta wajah yang konsentrasi memperhatikannya. 128 2014-77

2014-77 129

traveling 130 2014-77

2014-77 131

traveling Selanjutnya, kita juga perlu belajar memahami bahasa tubuh yang menjadi ciri khas daerah yang kita tuju. Di Jepang, misalnya, saat mengucapkan terima kasih atau selamat tinggal, kita perlu membungkuk agak dalam beberapa kali. Di India, kita perlu menggelengkan kepala untuk mengiyakan; atau, di Thailand, kita sebaiknya menangkupkan telapak tangan saat bertemu atau mengucapkan terima kasih. Hampir semua foto yang tersuguh di sini tercipta berkat bantuan bahasa tubuh saya saat berkomunikasi dengan mereka yang saya potret. Jadi, tiga kata ajaib dan bahasa tubuh mampu membuat kita akrab, dan juga membuat saya bisa memotret mereka dengan baik.132 2014-77

The next thing is to learn to understand characteristicbody language in a place we are visiting. In Japan,for instance, when you say thanks or goodbye, youhave to bow a little deeper for several times. In India,bobbling head implies an agreement. Meanwhilein Thailand, we are supposed to press our palmstogether as in prayer-like style when we meetsomeone or say thanks.Almost all the photographs displayed here werecreated with the help of my body language when Itried to communicate with the one I photographed.Thus, the three magic words and the body languageare able to make us feel warm, as well as to help metake their pictures well. 2014-77 133

traveling 134 2014-77

Making FriendsMaking friends with people we meet is also a greatway to make our communication go smoothly, as wellas in photographing.When we want to photograph a souvenir seller, forexample, we might need to buy their goods whileestablishing the communication until we can getcloser to him/her just like friends do. Afterwards, wecan ask his/her permission to take his/her pictures.Another example, as you become a customer to arestaurant, including traditional one, take your timeto know the waiter/waitress or even the manager.When you get closer to him/her, you can ask his/herpermission to photograph some subjects like food,people, and even kitchen.Show them some of our interesting shots. If they wantthe pictures, just ask their email address to send thephotos they want in the following days.Jadikan TemanMenjadikan orang yang kita temui sebagai teman jugabisa memperlancar jalinan komunikasi kita, termasukdalam urusan potret-memotret.Ketika kita ingin memotret seorang penjual cenderamata, misalnya, mungkin kita perlu membelidagangannya terlebih dulu sambil menjalin komunikasisampai terjalin keakraban layaknya teman. Barulahsetelah itu kita meminta izin untuk memotretnya.Contoh lainnya, selagi kita menjadi pelanggan disebuah restoran atau rumah makan tradisional,manfaatkan waktu untuk berkenalan dengan pelayanatau pengelolanya. Di saat sudah akrab, kita barumeminta izin untuk memotret subyek-subyek yangada di situ, seperti makanan, orang-orangnya sampaidapurnya.Perlihatkan beberapa jepretan kita yang menarikkepada mereka. Kalau mereka menginginkangambarnya, kita cukup meminta e-mail mereka untukmengirim foto-foto yang diinginkan di kemudian hari.2014-77 135

traveling 136 2014-77

Semi-automaticFrom my various traveling experiences, non-technicalskills, like building communication, undoubtedlydetermine the success of getting great pictures. Theintimacy we establish will make us feel free to shoot,including to choose an angle or to position ourselvesto get the best shooting point. Even what is called asa decisive moment could possibly be obtained in ourphotos.In photographing, I often select a semi-automaticmode like “A” (Aperture Priority) mode and safe ISOvalue, so I just determine the aperture value andthe camera will automatically set the shutter speed.Therefore, I can concentrate more on finding the bestangle that will determine creative composition, andprepare to capture moments that might appear, andmight only happen in a split second.Semi OtomatisDari berbagai pengalaman traveling, kemampuan non-teknis, seperti membangun komunikasi, memang lebihmenentukan keberhasilan kita dalam mendapatkangambar-gambar terbaik. Keakraban yang terbangunakan membuat kita lebih leluasa dalam melakukanpemotretan, termasuk dalam memilih angle ataumemposisikan diri kita untuk mendapatkan titikpemotretan terbaik. Bahkan apa yang disebut decisivemoment pun mungkin bisa kita dapatkan gambarnya.Dalam memotret, seringkali saya memilih mode semiotomatis seperti mode “A” (Aperture Priority) dan ISOyang paling aman, sehingga saya tinggal menentukanaperture-nya dan kamera yang akan menentukankecepatan rananya. Dengan demikian, saya bisa lebihbanyak berkonsentrasi untuk mencari angle yangakan membangun komposisi-komposisi kreatif, sertasiap menangkap momen yang mungkin terjadi, danmungkin hanya berlangsung sepersekian detik.Gathot Subroto [email protected] in photography since 1990 when he wasinvolved in publishing his campus magazine, he haslearned photography autodidactically. He works nowas a civil servant at the Indonesia Ministry of Finance.He is one of Indonesian X-photographers – officialphotographers of Fujifilm Corp. 2014-77








Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook