PENGALAMAN MENGAJAR AUD SECARA DARING DAN PERMASAHAN YANG TIMBUL SELAMA DARING (PJJ) SRI LESTARI, 05119031 PJJ ( Pembelajaran Jarak Jauh ) atau BDR ( belajar dari rumah ) merupakan metode belajar yang dilakukan selama pandemi Covid-19 melanda Indonesia dan dunia. Kita diwajibkan berdiam diri dirumah, tidak boleh keluar rumah dan mengharusakn anak- anak belajar dirumah. Pada awalnya saya sangat merasa senang karena tidak harus datang ke sekolah, sehingga saya punya banyak waktu dirumah Bersama anak-anak saya. Tetapi dengan berjalannya waktu, semakin saya sadari ternyata lebih enak dan mudah mengajar secara langsung. Banyak kendala yang saya hadapi selama PPJ/BDR. Awalnya saya membuat grup kelas di WA untuk mempermudah menyampaikan materi kepada anak didik. Alhamdulillah hampir semua walimurid mempunyai WA, hanya ada beberapa saja yang tidak memiliki WA. Meskipun hampir semua memiliki WA, tetapi yang mengerjakan tugas dan mengirim Kembali hasil tugas anak didik hanya beberapa saja. Padahal saya sudah mencoba berbagai macam cara dalam menyampaikan materi. Terkadang saya mengirim video yang berupa tutorial maupun cara bagaimana mengerjakan tugas agar anak mudah memahami dan tahu cara mengerjakan tugasnya. Tetapi masih tetap saja banyak yang tidak mengerjakan. Saya juga pernah mencoba untuk melakukan Vicon menggunakan Goegle Meet agar dapat mengajar anak secara langsung, sehingga anak-anak dapat dengan mudah menerima pembelajaran. Tapi tetap saja yang ikut Vicon tidak banyak, hanya anak-anak tertentu saja. Dari berbagai kendala diatas saya komunikasikan dengan teman guru lainnya dan juga kepala sekolah. Bagaiman caranya agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan efektif dan semua murid dapat mengikuti pembelajaran. Sehingga kita memutuskan agar semua walimurid harus download Aplikasi “Teams” untuk mempermudah saat melskuksn Vicon. Tetapi tetap saja yang mengikuti vicon hanya anak-anak tertentu. Ternyata banyak sekali kendala saat PJJ/BDR salah satunya adalah orangtua yang bekerja sehingga tidak dapat mendampingi anak saat vicon dan HP dibawa kerja oleh orang tua. Ada juga orang tua dirumah tetapi HP tidak bisa digunakan untuk download aplikasi karena memori penuh. Dan ada juga yang terkendala oleh jaringan internet ( tidak memiliki kuota untuk online ). Ternyata PJJ tidak semudah yang saya pikirkan, banyak hal yang harus saya pikirkan agar pembelajaran bisa berjalan lancar. Dan masalah yang sangat mendasar dari 50
segala kendala dalam PJJ adalah peran orang tua. Banyak orang tua yang masih menganggap enteng tentang Pendidikan anak-anaknya yang masih duduk dibangku TK. Banyak orang tua yang mengabaikan tugas-tugas anak mereka, karena tidak ada waktu untuk mendampingi anak mereka untuk belajar. Padahal dalam PJJ yang sangat berperan penting dalam pembelajaran adalah orang tua. Tanpa pendampingan dan bimbingan orang tua, anak pasti akan kesulitan dalam mengerjakan tugas-tugas mereka dan akan cenderung malas mengerjakan tugas. Jadi peran orang tua dalam PJJ sangat penting, tanpa orangtua PJj tidak akan terlaksana dengan baik. Oleh sebab itu, kami selaku guru harus menjalin Kerjasama dengan orang tua dalam mendampingi anak-anak belajar dirumah. Kita juga harus sering mengadakan parenting kepada orang tua tentang “Pentingnya Orang Tua dalam Perkembangan Anak”. Agar orang tua lebih sadar akan peran mereka dalam mendidik dan perkembangan anak mereka. Dengan berjalannya waktu kita sudah mulai terbiasa dengan PJJ. Kendala- kendala yang dihadapi pun masih sama, orang tua yang tidak ada waktu untuk menemani anaknya untuk belajar sama sekali juga masih ada. Bahkan ada satu anak yang tidak pernah mengikuti PJJ sama sekali karena alasan orang tua yang sibuk kerja dan pola tidur anak yang berubah. Pada pagi hari anak tidur dan malam hari anak terjaga sampai pagi karena main gadget. Dan saya sering kali berkomunikasi dengan orang tua anak tersebut, tetapi tetap masih sama. Salah satu hal paling mengkhawatirkan saat PJJ adalah anak menjadi sangat dekat dengan yang Namanya gadget atau HP. Padahal seharusnya diusia TK seharusnya anak tidak boleh memegang atau mengenal gadget. Karena itu tidak baik untuk perkembangan anak. tapi harus bagaimana lagi. Selama PJJ anak dituntut untuk selalu berhubungan dengan gadget. Kita sebagai orang tua harus selalu mendampingi anak saat menggunakan gadget dan membatasi penggunaan gadget. Di masa pandemi saat ini yang mengharuskan anak berdiam diri dirumah dan belajar dari rumah, sehingga menjadikan anak sangat dekat gadget. Tidak sedikit anak yang sudah sangat tergantung gadget. Tanpa gadget anak-anak tidak bisa tenang. Setiap saat anak harus memegang dan bermain gadget. Sehingga dapat menurunkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Orang disampingpun terkadang menjadi asing. Hal itu lah yang menjadi perhatian saya. Sungguh sangat miris sekali. Anak-anak saat mengikuti daring terkadang kurang fokus dan hanya bisa bertahan sebentar saja. Tetapi saat bermain gadget atau melihat youtube seharian pun anak akan betah. Banyak orang tua yang mengeluh karena anaknya kalau disuruh belajar sulit sekali, dirumah hanya main gadget saja. Dari hal tersebut kita sebagai orang tua harus bisa bersikap tegas kepada anak. kita harus bisa membatasi anak dalam bermain 51
gadget. Kita bisa membuat kesepakatan kepada anak, misalnya anak boleh bermain gadget dalam waktu tertentu jika sudah selesai belajar atau mengerjakan tugas. Apabila anak tidak mau belajar dan mengerjakan tugas, maka tidak diperbolehkan pegang gadget. Selain cara diatas ada beberapa cara agar anak tidak kecanduan bermain gadget, yaitu : 1. Orang Tua Membuat Aturan. Hal pertama yang harus dilakukan orang tua adalah mengetahui bahaya penggunaan gadget pada anak. selain gangguan motoric, gangguan sosial, dan yang paling pasti adalah gangguan Kesehatan pada mata yang dapat mengalami kerusakan yang sangat fatal. Jadi, orang tua harus membuat aturan sedini mungkin. Kita harus membuat kesepakatan dengan anak berapa lama dapat bermain gadget dan kapan waktunya. Perjanjian ini harus disiplin di kontroldan ditegakkan orang tua agar anak-anak ikut disiplin. Orang tua harus kosisten dengan aturannya. 2. Mengalihkan Perhatian Anak. Mungkin orang tua sedikit sedih melihat anak yang sehari-hari sibuk dengan gadgetnya sehingga malas bermain dengan teman-temannya. Dari sinilah kita sebagai orang tua harus mengsmbil peran dengan membuat kegiatan yang dapat menarik perhatian anak dari gadget. Misalnya dengan membuat kegiatan yang menarik di luar rumah, bermain, berkebun, berolahraga dan kegiatan lainnya. aktivitas Bersama keluarga di luar ruangan dapat membuat anak melupakan sebentar tentang gadgetnya. Ajak anak beraktivitas yang menyenangkan, berhenti sejenak dari gadgetnya. 3. Batasi Akses Penggunaan. Jangan biarkan anak bisa mengakses semua fitur dan menu yang ada di gadget. Missal untuk media sosial, batasi penggunaannya yang menurut orang tua paling aman untuk anak. jika ingin bermain game, pilihkan game yang aman dan edukatif. Batasi akses play store yang memungkinkan anak mengunduh aplikasi apa saja, sepakati dengan anak. Tujuan pembatasan ini agar anak tidak larut dalam dunia mayanya. Semakin menemukan hal baru, anak akan semakin asik dengan gadgetnya. Selain itu, cara ini juga untuk mencegah dampak negatif pornografi dari gadget. 4. Sediakan Permainan Alternatif. Saat ini banyak orang tua yang memberikan gadget sebagai mainan, padahal masih banyak permainan edukatif yang lebih bermanfaat dan sesuai dengan perkembangan usia anak. saat ini banyak sekali mainan edukatif di pasaran. 52
Pilih jenis mainan yang bisa membuat anak fokus pada mainan tersebut, membuat anak berkreasi membuat sesuatu yang sehingga ia tidak cepat bosan saat memainkannya. 5. Contoh Yang Baik dari Orang Tua. Tahukah orang tua bahwa anak akan mudah meniru apa saja yang dilihat dari pada yang di dengar. Inilah mengapa contoh orang tua dalam penggunaan gadget sanagt penting. Anda mengatakan jamgan main gadget, stop dan matikan gadget, tetapi orang tua sendiri masih terus menggunakannya. Buatlah waktu satu jam tanpa gadget untuk seluruh keluarga. Temukan lagi kebersamaan yang hilang antara anak dengan orang tua. Cara ini akan membuat anak merasa senang dan merasa diperlakukan dengan adil. 6. Disiplin, Konsisten, dan Tegas. Tips agar anak tidak kecanduan gadget yang juga penting dilakukan oleh orang tua semua adalah bagaimana bisa disiplin, tegas dan konsisten dalam membuat aturan, membatasi penggunaan dan mengajak bermain. Jangan sampai ada perbedaan pendapat antara ibu dan yang ayah yang pada akhirnya akan membuat anak melanggar aturan yang sudah dibuat. Sebelum aturan disampaikan kepada anak, orang tua harus membuat kesepakatan dulu dan berjanji untuk komitmen dengan aturan yang ada. Tegas juga dibutuhkan agar anak tidak menganggap orang tuanya plin-plan, bisa dinego aturan yang berlaku. 7. Perbanyak waktu Bersama Anak. Terkadang yang membuat anak siduk dengan gadget adalah karena orang tua tidak ada Bersama mereka. Sibuk kerja, sibuk bisnis, dan sibuk beraktifitas lainnya. apalagi jika anak tinggal Bersama pengasuh, maka gadget akan jadi mainannya. Tingkatkan intensitas Bersama anak agar anak merasa diperhatikan. Arahkan penggunaan gadget pada anak untuk kebutuhan Pendidikan yang lebih efektif. Dukung anak untuk sukses sekolah dengan memanfaatkan teknologi yang ada di perangkat gadget. Dari berbagai cara mengatasi kecanduan gadget pada anak diatas, semoga para orang tua dapat mempelajarinya dan menerapkannya pada anaknya yang mengalami kecanduan gadget. Agar anak-anak mereka dapat berkembang dengan baik sesuai usianya dan mengikuti pembelajaran dengan baik. Banyak hikmah yang dapat diambil selama pandemi ini yang mengharuskan pembelajaran dilakukan secara daring/PJJ, salah satunya adalah anak semakin dekat dengan orangtuanya. Sehingga orang tua dapat semakin memahami anaknya dan mengetahui perkembangan anaknya. 53
Dengan adanya instruksi dari Dinas Pendidikan yang memperbolehkan untuk PTM ( Pembelajaran Tatap muka ) merupakan kabar yang menggembirakan untuk saya sebagai guru, orang tua dan murid. Karena dengan adanya PTM ini saya bisa melepas rindu dengan anak-anak dan dapat mengajar anak secara langsung. Anak-anak juga dapat bertemu dengan temannya. Selama PTM berlangsung kita harus selalu menjaga Protokol Kesehatan agar virus Covid-19 tidak semakin berkembang dan kita tetap bisa Melaksanakan PTM. Terimakasih kepada orang tua yang sudah dengan sabar dan telaten dalam mendampingi anak-anak belajar dirumah. Semoga kita semua selalu sehat dan dijauhkan dari virus Covid-19 dan anak-anak kit adapt tumbuh dan berkembang dengan baik. 54
PENGALAMAN DAN PERMASALAHAN MENGAJAR AUD SECARA DARING PPT DAHLIA I PUJIATI, 05119018 / PG PAUD C Tanggal 16 maret 2020 adalah awal anak anak dikota Surabaya diliburkan dari pembelajaran tatap muka, bagaimana tidak untuk menghambat penyebaran Virus Corona ke berbagai lapisan masyarakat. Pemerintah mengambil langkah yang mungkin tepat,.Pada masa Pandemi Covid – 19 ini pembelajaran di Lembaga kami atau bahkan hampir diseluruh Indonesia atau mungkin di semua penjuru dunia, pasti mengalami gangguan. Mulai dari gangguan teknis pembelajaran sampai gangguan pada psikologis guru dan peserta didik. Gangguan-gangguan ini tentu saja menimbulkan permasalahan baru dalam kehidupan Tak terkecuali dengan dunia pembelajaran di sekolah, semua kalang kabut sehingga terkesan tak siap menerima perubahan mendadak ini. Virus corona datang dengan tiba-tiba saja tak diundang menyeruak menjangkiti manusia. Termasuk menjangkiti dunia pendidikan di Indonesia. Selama wabah corona menjangkit hampir di seluruh dunia pembelajaran secara dalam jaringan (daring) dianggap menjadi solusi kegiatan belajar mengajar. Meski berbagai instansi pendidikan telah sepakat , cara ini menuai banyak kontroversi di masyarakat. Bagi tenaga pendidik , sistem pembelajaran daring hanya efektif untuk penugasan. Mereka menganggap untuk membuat siswa memahami materi, cara daring dinilai sulit. Selain itu, kemampuan teknologi dan ekonomi setiap siswa berbeda-beda. Tidak semua siswa memiliki fasilitas yang menunjang kegiatan belajar jarak jauh ini. Koneksi lemah, alat penunjang yang tidak memenuhi syarat dan kuota internet yang mahal menjadi hambatan nyata. Ini juga berlaku bagi para pendidik atau guru yang mengemban tugas mendidik anak anak bangsa. 55
Meskipun begitu, pembelajaran harus terus berlanjut. Setiap sekolah termasuk para stafnya tak kehilangan akal untuk mencari solusi segala kekurangan di tengah mewabahnya pandemi. Para guru memiliki cara masing-masing dalam menyikapi kekurangan ini. Contohnya lembaga kami saat ini, PPT DAHLIA I Kelurahan Manyar Sabrangan Kecamatan Mulyorejo.Disini saya mengabdikan diri,Sebuah lembaga Pendidikan di tingkat RW. Pos Paud Terpadu yang terintegrasi dengan Posyandu . Untuk memujudkan pembelajaran tetap berlanjut maka kami mengakali pembelajaran di tengah pandemi ini kebijakan merombak jadwal mata pelajaran diberlakukan demi menunjang kenyamanan dan kemampuan para siswa setiap harinya. Mata pelajaran yang diberikan dalam satu hari hanya ada beberapa jenis saja. Adapun pembelajaran awal yang dilakukan oleh pemerintah kota dengan melalui PPK di tingkat keluarga.Yang mana kegiatan pembelajaran ini dengan mendokumentasikan bentuk pembelajaran anak anak dirumah melalui kegiatan sehari hari. Orangtua yang dulu nya masa bodoh dengan kegiatan Pendidikan disekolah akhirnya tahu bagaimana sulit nya mendidik putra putri mereka.Berbagai cara dilakukan orang tua untuk memenuhi tugas pembelajaran.Para orang tua binggung kelabakan karena putra putri mereka mengeluhkan, bahwa ibunya kalua ngajari tidak seperti bu guru,Koordinasi kegiatan dan berbagai cara dilakukan orangtua dan guru dalam kegiatan PPK .Melalui lembar aktivitas PPK di keluarga para orangtua mendokumentasikan kegiatan putra putrinya di rumah.Kegiatan sehari hari tidak lepas dari pantauan orangtua agar hasil kegiatan bisa dilaporkan ke sekolah. Adapun Aspek perkembangan dalam PPK yaitu Religius ,Gotong Royong,Nasionalis,Mandiri Integritas serta Olah Raga.Karakter yang dikuatkan meliputi Olah rasa,olah hati,olah pikir,serta kinestetik Kegiatan PPK dalam keluarga berlangsung sampai akhir bulan maret.Selanjutnya di bulan April mulai ada Aplikasi SIMPAUD .Kegiatan pembelajaran didokumentasikan melaui foto dokumentasi dan diupload ke dalam aplikasi tersebut.Kegiatan guru dalam memberikan pembelajaran pun harus 56
didokumentasikan. Sehingga pelaporan kegiatan pembelajaran lengkap. Melalui tugas PPK yang diupload dengan pengambilan tugas seminggu sekali ini membuat kami para pendidik kesulitan dalam penilaian perkembangan anak, bagaimana tidak?.Karena hasil yang ditampilkan adalah hasil karya orangtua.Orangtua tidak sadar yang orangtua lakukan tidak pernah memunculkan kemandirian si anak.Berbagai perubahan dalam pembelajaran melalui daring dilakukan bagaimana caranya agar pembelajaran itu berhasil, Dengan melalui virtual zoom,google meet,whattsap group pembelajaran itu dilakukan semata mata dilakukan demi mengetahui perkembangan anak didik kita semua. Karena dengan berinteraksi langsung, kita sebagai orangtua dan juga para pendidik mungkin akan lebih jelas dalam menilai perkembangan anak anak. Sehingga untuk memunculkan kemandirian anak akan lebih optimal. Tapi bagaimana pun juga pembelajaran daring yang dilakukan tidak bisa mengalahkan interaksi langsung antara guru dan murid. Ini semua tidak lepas dari peran serta orang tua?Bagaimana tidak dimasa pandemi covid 19ini juga banyak kepala keluarga yang di rumahkan. WFH work from home menjadi solusi dimasa pandemic.Tidak terkecuali juga kegiatan pembelajaran di PPT Dahlia I. Dari beberapa kasus yang saya sampaikan diatas mungkin bapak ibu juga mengalaminya, tetapi ada juga kelebihan dari model daring yang kita lakukan sekarang ini contohnya, Pembelajaran Secara Daring tidak ada kebutuhan fisik seperti ruang kelas. Guru dan murid dipermudah karena bisa belajar dan mengajar di mana saja dan kapan saja meskipun dalam jarak yang jauh. Bagi murid lebih luwes dan dinamis mengatur waktu. Murid dapat belajar kapan saja. Tentu saja hal tersebut bisa menguntungkan bagi murid yang tidak memungkinkan dan tidak punya banyak waktu untuk datang ke kelas secara fisik.Selain itu, Pembelajaran daring atau sistem online internet membuat para murid untuk belajar mandiri. Murid dapat mengatur sendiri dalam melaksanakan tugas pembelajaran.Sebenarnya masih banyak kelebihan dam kekurangan diantara pembelajaran daring, online dan pembelajaran tradisional, tatap muka. Hal yang paling 57
penting adalah kesadaran bersama mulai dari guru, peserta didik, orang tua dan masyarakat untuk terus semangat belajar dan memotivasi diri untuk berubah menjadi lebih baik.dan untuk pemerintah pusat, Provinsi dan kabupaten terima kasih atas semua yang diberikan kepada kita semua.sebagai masukan untuk semuanya kita harus bersinergi, menghadapi pandemi ini bersama – sama. Beberapa bulan kegiatan pembelajaran banyak sekali orang tua yang mengeluh bagaimana tidak, penghasil an sangat turun drastis atau mungkin sampai tidak ada penghasilan. Sedangkan pembelajaran daring harus pakai pulsa..Kalau seandainya dapat bantuan pulsa pembelajaran itu pun orang tua walimurid kadangkala tidak bisa mengakses.Pembelajaran melalui zoom,google meet serta whattsap yang dilakukan memang menjadi solusi saat pandemi covid 19. Laporan SFH di aplikasi SIMPAUD adalah cara pelaporan kita sebagai pendidik ke dinas pendidik.Apapun itu dilakukan semata mata mencari solusi bagaimana cara terbaik agar anak anak tetap bisa bermain dan belajar walaupaun dengan pembelajaran jarak jauh. Dimasa pandemi covid 19 ini juga sangat terasa sekali atau berdampak pada Pendidikan .Bagaimana tidak. Perolehan peserta didik disetiap tahun ajaran pun menurun drastic,bagaimana tidalk? Orang tua murid juga takut sekali dengan pandemi covid ini.Mereka belum mau mendaftar kan putra putrinya ke lembaga Pendidikan dengan alasan karena mereka tidak mau bila putra putrnya tertular virus covid 19.Sosialisasi penerimaan murid baru pun kami lakukan dengan daring.Melalui group whattsap PKK RW,PKK RT kami promosikan lembaga kami bahwa lembaga kami menerima pendaftaran murid baru.Tapi setiap kali ada yang daftar selalu bertanya tatap muka atau daring bunda pembelajarannya. Karena masih pandemi pembelajaran kami lakukan dengan daring. Banyak orang tua yang mendaftar .Tapi mengundurkan diri dengan alasan beok aja daftar sekolah nya kalua sudah tatap muka aja. 58
Ini tidak terjadi di lembaga kita saja , hampir semua lembaga Pendidikan mengalami ini,perolehan jumlah peserta didik tiap tahun ajaran menurun drastis.Selama kurun waktu masa pandemic covid 19, jumlah peserta didik di tiap lembaga tidak maksimal perolehannya .Atau juga siswa yang mendaftar hanya Lima puluh persen saja yang mengikuti pembelajaran Daring. Kemudian untuk pembayaran infaq atau uang sekolah pun pihak lembaga tidak pernah menuntut untuk di bayar, Yang penting putra putri kita mau tetap mengikuti pembelajaran.Pembelajaran Daring yang dilakukan sangat melelahkan kita semua.Bagaimana tidak kalua dengan tatap muka kitab isa langsung tahu perkembangan anak didik kita dalam tiap pembelajaran, tapi dengan daring melalui zoom,meet atau pun whaatsap kita tidaak bisa langsung tahu,tahu harus menunggu bebrapa hari setelah mengirim tugas pembelajaran. Interaksi percakapan yang dilakukan melalui daring juga kurang maksimal.Adanya pembetasan durasi waktu yang dilakukan pada waktu zoom menjadi hambatan juga.Videocall yang dilakukan harus pandai pandai kita atur. Baik jadwal pembelajaran dan jam vidcall dengan orang tua. Bila orangtua masih repot maka yang hadir di videocall juga sedikit sehingga tidak maksimal dalam pembelajaran . Kalau dibilang pembelajaran melalui daring sangat tidak menguntungkan, bagaimana tidak alat bermain yang dipergunakan juga tidak semua memilkinya, memang Rumah adalah tempat pembelajaran anak tapi anak juga mengalami kebosanan bila harus bermain di dalam rumah saja,,anak perlu belajar di lingkungan luar rumah . Dimasa pandemi anak anak tidak pernah menghiraukan bila dilarang keluar rumah oleh orang tua nya. yang ada dibenak anak anak hanya bermain dan bermain .Bila yang melarang tadi gurunya anak anak lebih memperhati kan. Permainan melalui daring mungkin bagi anak anak kurang menarik.Sehingga apabila daring guru dalam menyampaikan pembelajaran hanya [nti prmainan saja, agar anak tidak cepat bosan, yang terpenting pendampingan orang tua serta bimbingan di rumah itu yang terpenting. Karena selama pandemi covid anak anak full dalam pantauan orang tua, sehingga pembelajaran daring yang dilakukan guru hanya mengandalkan keaktipan orang tua dalam mengupload tugas anak anak ke dalam group klas.Komunikasi antar guru dengan pengelola juga melalui daring.semua koordinasi tentang pembelajaran lewat daring semua, Sebenar nya 59
pembelajaran daring sangat menguntungkan juga karena bisa kita ikuti dimana pun kita berada,Tanpa harus hadir kesekolah. Hampir 2 tahun pandemi covid 19 ini kita lalui .Berbagai kegiatan melalui daring kita lakukan, tapi kesemuanya membutuhkan kajian dan evaluasi,Semuanya ada kekurangan dan kelebihannya.Demi mencapai aspek perkembangan anak didik kita semua nya perlu dicoba dan dilakukan walaupun kadang kala hasilnya kurang memuaskan. Pihak pemerintahan juga tidak tinggal diam, bagaimana caranya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidik dalam pembelajaran daring. Pelatihan keahlian pendidik melalui daring juga dilakukan itu semata mata demi kemajuan perkembangan anak anak. Melalui pelatihan penggunaan aplikasi sway atau Microsoft team itu semua di luncurkan dan diikuti oleh pendidik untuk kesempurnaan pembelajaran melalui daring. Pandemi Covid 19 telah membawa kita ke dalam perubahan yang sangat besar sekali. Melalui kecanggihan tehnologi inshaallah bisa kita lalui masa pandemi covid ini. Dokumentasi PPK DI KELUARGA AWAL PANDEMI COVID 19 DI PPT DAHLIA. 60
61
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DARING DI MASA PANDEMI COVID- 19 SERTA TANTANGAN DALAM PEMBELAJARAN PAUD PADA MASA PANDEMI Oleh rita tatik widyaningsih, 05119028 Sebagai upaya untuk mencegah pandemi Covid-19, pemerintah mengeluarkan kebijakan agar sekolah-sekolah meminta siswanya untuk belajar di rumah. Mulai 16 Maret 2020 sekolah menerapkan metode pembelajaran siswa secara daring. Lalu, efektifkah pembelajaran daring ini? Saat ini Corona menjadi pembicaraan yang hangat. Di belahan bumi manapun, corona masih mendominasi ruang publik. Dalam waktu singkat saja, namanya menjadi trending topik, dibicarakan di sana-sini, dan diberitakan secara masif di media cetak maupun elektronik. Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menyebabkan penyakit menular ke manusia. Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru ditemukan. Walaupun lebih banyak menyerang ke lansia, virus ini sebenarnya bisa juga menyerang siapa saja, mulai dari bayi, anak-anak, hingga orang dewasa. Virus corona ini bisa menyebabkan ganguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian. Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular sangat cepat dan telah 62
menyebar hampir ke semua negara, termasuk Indonesia, hanya dalam waktu beberapa bulan saja. Sehingga WHO pada tanggal 11 Maret 2020 menetapkan wabah ini sebagai pandemi global. Hal tersebut membuat beberapa negara menetapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown dalam rangka mencegah penyebaran virus corona. Di Indonesia sendiri, diberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus ini.Karena Indonesia sedang melakukan PSBB, maka semua kegiatan yang dilakukan di luar rumah harus dihentikan sampai pandemi ini mereda. Beberapa pemerintah daerah memutuskan menerapkan kebijakan untuk meliburkan siswa dan mulai menerapkan metode belajar dengan sistem daring (dalam jaringan) atau online. Kebijakan pemerintah ini mulai efektif diberlakukan di beberapa wilayah provinsi di Indonesia pada hari Senin, 16 Maret 2020 yang juga diikuti oleh wilayah-wilayah provinsi lainnya. Tetapi hal tersebut tidak berlaku bagi beberapa sekolah di tiap-tiap daerah. Sekolah-sekolah tersebut tidak siap dengan sistem pembelajaran daring, dimana membutuhkan media pembelajaran seperti handphone, laptop, atau komputer. Tantangan pembelajaran. Persebaran virus Corona yang masisif di berbagai negara memaksa kita untuk melihat kenyataan bahwa dunia sedang berubah. Kita bisa melihat bagaimana perubahan-perubahan di bidang tehnologi ekonomi ,politik hingga bidang pendidikanditengah krisis akibat Covid 19 , Perubahan itu mengharuskan kita untuk bersiap diri , merespom dengan sikap tindakan sekaligus belajar hal-hal baru. Indonesia tidak sendiri dalam mencari solusi bagi peserta didik agar tetap bisa belajar. Semua negara terdamapak telah berupaya membuat kebijakan terbaiknya dalam menjaga kelangengan layanan pendidikan . Indonrsia juga menghadapi beberapa tantangan nyata yang harus segera dicarikan solusinya (1) ketimpangan teknologi antara 63
sekolah di kota besar dan di daerah , ( 2 ) keterbatasan kompetensi guru dalam pemanfaatan aplikasi pembelajaran, ( 3 ) keterbatasan sunberdaya untuk pemanfaatan teknologi pendidikan seperti internet dan kuota ( 4 ) relasi guru - murid- orang tuadalam pembelajaran daring yang belum integral.. Pemberlakuan kebijakan physical distancing yang kemudian menjadi dasar pelaksanaan belajar dari rumah , dengan pemanfaatan tehnologi informasi yang brlaku secara tiba-tiba , tidak jarang membuat pendidik dan siswa kaget termasuk orang tua bahkan semua orang yang berada dalam rumah. Pembelajaran teknologi iinformasi memang suadah di berlakukan dalam beberapa tahun terahir dalam sistem pendidikan di indonesia , Namun pembelajaran daring yang berlangsung sebagai kejutan dari Pandemi Covid 19 , membuat kaget hampir disemua lini , dari Kabupaten / kota, Propinsi ,pusat bahkan dunia internasional. Sebagai ujungtombak di level paling bawah suatu lembaga pendidikan , kepa[a sekolahdituntut untuk membuat keputusan cepat dalam merespon surat edaran Mentri Pendidikandan Kebudayaan yang mengharuskan sekolah untuk memberlakukan pembelajaran dari rumah . Pendidikan merasa langsung kaget karena harus mengubah sistem ,selabus dan proses belajar secara cepat . Siswa terbata- bata karena mendapat tumpukan tugas selam belajar dari rumah. SEmentara orang tua murid merasa stress ketika mendampingi proses pembelajaran dengan tugas tugas , disampng harus memikirkan keberlangsungan hidup dan pekerjaan masing-masing ditengah krisis. Sistem pembelajaran daring (dalam jaringan) merupakan sistem pembelajaran tanpa tatap muka secara langsung antara guru dan siswa tetapi dilakukan melalui online yang menggunakan jaringan internet. Guru harus memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, meskipun siswa berada di rumah. Solusinya, guru dituntut dapat mendesain media pembelajaran sebagai inovasi dengan memanfaatkan media daring (online). 64
Hal ini sesuai dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia terkait Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19). Dimasa pandemi juga sabgat di rasakan bagi guru = guru Pendidikan Anak Usia Dini, Sebab Kementrian Pendidikan meminta selama Pandemi Covid 19 guru dilarang memberikan tugas macam - macam kepada muridnya . Selama pandemi murid di beri kemerg]dekaan belajar , bermain sepuasnya dirumah. Menanggapi himbauan tersebut , tidak sedikit guru Paud yang kemudian menerapkan pembelajaran dengan metode yang berbeda , salah satunya seorang guru memberikan materi pembelajaran sesuai rencana pelaksanaan pembelajaran semacam acuan untuk mengelola kegiatana bermain dalam upaya mencapai kompetensi dasar, maka dia lebih banyak memberikan tugas dengan materi pembelajaran yang sifatnya pembiasaan . Sistem pembelajaran dilaksanakan melalui perangkat personal computer (PC) atau laptop yang terhubung dengan koneksi jaringan internet. Guru dapat melakukan pembelajaran bersama diwaktu yang sama menggunakan grup di media sosial seperti WhatsApp (WA), telegram, instagram, aplikasi zoom ataupun media lainnya sebagai media pembelajaran. Dengan demikian, guru dapat memastikan siswa mengikuti pembelajaran dalam waktu yang bersamaan, meskipun di tempat yang berbeda. Semua sektor merasakan dampak corona. Dunia pendidikan salah satunya. Dilihat dari kejadian sekitar yang sedang terjadi, baik siswa maupun orangtua siswa yang tidak memiliki handphone untuk menunjang kegiatan pembelajaran daring ini merasa kebingungan, sehingga pihak sekolah ikut mencari solusi untuk mengantisipasi hal tersebut. Beberapa siswa yang tidak memiliki handphone melakukan pembelajaran secara berkelompok, sehingga mereka melakukan aktivitas pembelajaran pun bersama. Mulai belajar melalui videocall yang dihubungkan dengan guru yang bersangkutan, 65
diberi pertanyaan satu persatu, hingga mengapsen melalui VoiceNote yang tersedia di WhatsApp. Materi-materinya pun diberikan dalam bentuk video yang berdurasi kurang dari 2 menit. Permasalahan yang terjadi bukan hanya terdapat pada sistem media pembelajaran akan tetapi ketersediaan kuota yang membutuhkan biaya cukup tinggi harganya bagi siswa dan guru guna memfasilitasi kebutuhan pembelajaran daring. Kuota yang dibeli untuk kebutuhan internet menjadi melonjak dan banyak diantara orangtua siswa yang tidak siap untuk menambah anggaran dalam menyediakan jaringan internet. Hal ini pun menjadi permasalahan yang sangat penting bagi siswa, jam berapa mereka harus belajar dan bagaimana data (kuota) yang mereka miliki, sedangkan orangtua mereka yang berpenghasilan rendah atau dari kalangan menengah kebawah (kurang mampu). Hingga akhirnya hal seperti ini dibebankan kepada orangtua siswa yang ingin anaknya tetap mengikuti pembelajaran daring. Pembelajaran daring tidak bisa lepas dari jaringan internet. Koneksi jaringan internet menjadi salah satu kendala yang dihadapi siswa yang tempat tinggalnya sulit untuk mengakses internet, apalagi siswa tersebut tempat tinggalnya di daerah pedesaan, terpencil dan tertinggal. Kalaupun ada yang menggunakan jaringan seluler terkadang jaringan yang tidak stabil, karena letak geografis yang masih jauh dari jangkauan sinyal seluler. Hal ini juga menjadi permasalahan yang banyak terjadi pada siswa yang mengikuti pembelajaran daring sehingga kurang optimal pelaksanaannya. Ramai diberbagai media sosial yang menceritakan pengalaman orangtua siswa selama mendampingi anak-anaknya belajar baik positif maupun negatif. Seperti misalnya ternyata ada orangtua yang sering marah-marah karena mendapatkan anaknya yang sulit diatur sehingga mereka tidak tahan dan menginginkan anak mereka belajar kembali di sekolah. 66
Kejadian ini memberikan kesadaran kepada orangtua bahwa mendidik anak itu ternyata tidak mudah, diperlukan ilmu dan kesabaran yang sangat besar. Sehingga dengan kejadian ini orangtua harus menyadari dan mengetahui bagaimana cara membimbing anak-anak mereka dalam belajar. Setelah mendapat pengalaman ini diharapkan para orangtua mau belajar bagaimana cara mendidik anak-anak mereka di rumah. Perlu disadari bahwa ketidaksiapan guru dan siswa terhadap pembelajaran daring juga menjadi masalah. Perpindahan sistem belajar konvensional ke sistem daring amat mendadak, tanpa persiapan yang matang. Tetapi semua ini harus tetap dilaksanakan agar proses pembelajaran dapat berjalan lancar dan siswa aktif mengikuti walaupun dalam kondisi pandemi Covid-19. Jadi kendala kendala itu menjadi ctatan penting dari dunia pendidikan kita yang harus mengejar pembelajarandaring secara cepat. Pada hal secara teknis pembelajaran daring di TK belum siap . Anak masih kesulitan untuk belajar sendiri tanpa pendampingan orang tua.. SElam ini pembelajaran omline s\\ hanya sebagai kosep, sebagai perangkat teknis , belum sebagai cara berfikir , sebagai paradikma pembelajaran Pada hal pembelajaran omline bukan metode untuk mengubah belajar tatap muka dengan aplikasi digital, bukan pula membebani siswa menjadi kreatif mengakses sebanyak mungkin sumber pemgetahuan, menghasilkan karya mengasah wawasan danujungnya membentuk siswa menjadi pembelajar sepanjang hayat; Dari tantangan tantangan itu kita harus berani melangkah, apalagi dalam tarap pemeblajaran anak usia dini yng perlu ekstra pendampingan belajar online. Sebagai kesempatan mentranformasi pendidikan kita . Ada beberapa langkah yang dapat menjadi renungan bersama dalam perbaikan sistem pendidikan terkait pendidikan daring . Pertama Semua guru harus bisa mengajar jarak jauh yang notabene harus bisa menggunakan tehnologi Peningkatan kompetensi semua pendidik di semua jenjang untuk 67
menggunakan aplikasi pembelajaran jarak jauh murtlak dilakukan . Memang jumlahnya sanagat banyak untuk memastikansekitar 3 jutaan guru di Induonesia memiliki kompetensi yangnmemadahi dalam memanfaatkan teknologi tentu bukanperkaa mudah,kometensi minimalTIK guru level 2 harus segerara duwujudkan termasuk kemampuan melakukan vicondan membuat bahan ajar online Level 2 tu merupakan pengelompokan kompetensiTIK guru yang ideal berdasarkan Taecher ICT Competencies framework ole UNESCO , Level tertinggi adalah level ke 4 dimana guru sudah mampu menjadi trainer bagi guru yang lain .Jika kompetensi gru sudah level 2, maka guru sudah mampu menyiapkan sistem belajar , silabus dan metode pembelajarandengan pola belajar digital atau online. Pemerintah tidak harus sendiri, upaya menggandeng banyak pihak penyedia portal daring sangat tepat dilakukan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan . Namun leandingsektor urusan kbijakan pembelajaran daring harusdikendalikan di bawah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan; Kedua, Pemakaian teknologipun juga tidak asal-asalan ada ilmu khusus agar pemanfaatan tehnologi dapat menjadi alat mewujudkan tujuan pendidiyakni teknologi Pendidikan ( TP ) . Pembelajaran online tidak hanya memindah proses tatap muka menggunakan aplikasi digital , dengan disertai tugas tugas yang menumpuk . Ilmu teknologi pendidikanmendesain sistem agar pembelajaran online menjadi efektif dengan mempertimbangkan tujuan pendidikan pendidikan secara khusus. Prinsip-prinsip pemanfaatan teknologi yang menjadi acuan guru dalam memanfaatkan teknologi yaitu mampu menghadirkan fakta yang sulit dan langkah kedalam kelas , memberikan ilustrasi fenomena alam dan ilmu pengetahuan , memberikan ruang gerak siswa untuk berekplorasi , memudahkan interaksi dan kolaborasi antara siswa dan guru , siwa dan siswa , serta menyediakan layanan secara individu tanpa henti , Namun sangat sedikit guru yang memahami prinsip prisipdiatas. 68
Hl ini menuntut stakeholder terkait utamannya para pengembang teknologi Pembelajaran harus lebih banyak berinovasi dan mencari terobosan pembelajaran di masa darurat seperti Covit 19 saat ini. Ketiga, Pola pembelajaran darimg harus menjadi bagaian dari semua pembelajaran meskipun hanya sebagai komplemen . INtinya supaya guru membiasakan mengajar online.Pemberlakuan sistem belajar online yang mendadak membuat sebagaian besar para pendidik kaget . Kedepan harus ada kebijakan perubahan sistem untuk pemberlakuan pembelajaran berbasis teknologi sesuai kapasitas dan ketersediaan teknologi. Inisiatif kementrian menyiapkan portal pembelajaran daring Rumah Belajar patut didukung meskipun urusan daring saat kovid 19 yang memaksa siswa dan guru menjalankan aktifitas dirumah tetapperlu dukungan penyedia layanan daring yang ada di Indonesia. Empat, Guru harus punya perlengkapan pembelajaran online Peralatan TIK minimal yang harus dimiliki guru adalah Laptop dan alat pendukung vidio comperence . Keberadaan perangkat minimal yah harus dimiliki oleh guru sangat perlu dipikirkan bersama baik pemerintah Kab / kota , propinsi dan pusat termasuk orang tua untuk sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat . Sudah banyak fintech yang bergerak dibidang pemberian bantuan pengadaan teknologi baik untuk siswa , guru maupun sekolah. Lima, ketimpangan infrastruktur digital antara kota besar dan daerah harus dijembatani dengan kebijakan teknologi afirmasi untuk daerah yang kekurangan akses internet harus diperluas dan kapasitas bandwithnya juga harus ditingkatkan . Pemerintah di indonesia sudah berhasil membangun infastruktur komunikasi Palapa Ring yang di resmikan Bapak Joko Widodo di akhir tahun 2019 menjadi tulang punggung infrastruktur digital dari Aceh hingga Papua . Tapi jangkauan akses harus di perluas agar sebanyak mungkin sekolah , pendidik dan siswa merasakan manfaatnya. 69
Kegagapan pembelajaran daring memang nampak terlihat di hadapan kita, tidak satu atau dua sekolah saja melainkan menyeluruh dibeberapa daerah di Indonesia. Komponen-komponen yang sangat penting dari proses pembelajaran daring (online) perlu ditingkatkan dan diperbaiki. Pertama dan terpenting adalah jaringan internet yang stabil, kemudian gawai atau komputer yang mumpuni,aplikasi dengan platform yang user friendly, san sosialisasi daring yang bersifat efisien, efektif, kontinyu, dan integratif kepada seluruh stekholder pendidikan. Solusi atas permasalahan ini adalah pemerintah harus memberikan kebijakan dengan membuka gratis layanan aplikasi daring bekerjasama dengan provider internet dan aplikasi untuk membantu proses pembelajaran daring ini. Pemerintah juga harus mempersiapkan kurikulum dan silabus permbelajaran berbasis daring. Bagi sekolah- sekolah perlu untuk melakukan bimbingan teknik (bimtek) online proses pelaksanaan daring dan melakukan sosialisasi kepada orangtua dan siswa melalui media cetak dan media sosial tentang tata cara pelaksanaan pembelajaran daring, kaitannya dengan peran dan tugasnya. Dalam proses pembelajaran daring, penting untuk ditambahkan pesan-pesan edukatif kepada orangtua dan peserta didik, tentang wabah pandemi Covid-19. Dengan demikian kita dapati pembelajaran yang sama dengan tatap muka tetapi berbasis online. Efeknya sangat bagus, programnya tepat sasaran, dan capaian pembelajarannya tercapai. Ada sebuah pelajaran yang dipetik dari dunia pendidikan di tengah pandemi Covid-19, yakni kegiatan belajar tatap muka dengan guru terbukti lebih efektif ketimbang secara daring (online). Hal tersebut dipaparkan oleh pakar pendidikan Universitas Brawijaya (UB) Aulia Luqman Aziz bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional 2020. “Selamanya profesi guru tidak akan tergantikan oleh teknologi” papar Luqman dalam keterangannya di laman resmi UB, Sabtu (2/5/2020). Menurutnya pembelajaran penuh 70
secara daring, akhir-akhir ini banyak menimbulkan keluhan dari peserta didik maupun orangtua. Beberapa guru di sekolah mengaku, jika pembelajaran daring ini tidak seefektif kegiatan pembelajaran konvensional (tatap muka langsung), karena beberapa materi harus dijelaskan secara langsung dan lebih lengkap. Selain itu materi yang disampaikan secara daring belum tentu bisa dipahami semua siswa. Berdasarkan pengalaman mengajar secara daring, sistem ini hanya efektif untuk memberi penugasan, dan kemungkinan hasil pengerjaan tugas-tugas ini diberikan ketika siswa akan masuk, sehingga kemungkinan akan menumpuk. Mengamati pengalaman dari beberapa guru tersebut, maka guru juga harus siap menggunakan teknologi sesuai dengan perkembangan zaman. Guru harus mampu membuat model dan strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakter siswa di sekolahnya. Penggunaan beberapa aplikasi pada pembelajaran daring sangat membantu guru dalam proses pembelajaran ini. Guru harus terbiasa mengajar dengan memanfaatkan media daring kompleks yang harus dikemas dengan efektif, mudah diakses, dan dipahami oleh siswa. Dengan demikian guru dituntut mampu merancang dan mendesain pembelajaran daring yang ringan dan efektif, dengan memanfaatkan perangkat atau media daring yang tepat dan sesuai dengan materi yang diajarkan. Walaupun dengan pembelajaran daring akan memberikan kesempatan lebih luas dalam mengeksplorasi materi yang akan diajarkan, namun guru harus mampu memilih dan membatasi sejauh mana cakupan materinya dan aplikasi yang cocok pada materi dan metode belajar yang digunakan. Hal yang paling sederhana dapat dilakukan oleh guru bisa dengan memanfaatkan WhatsApp Group. Aplikasi WhatsApp cocok digunakan bagi pelajar daring pemula, karena pengoperasiannya sangat simpel dan mudah diakses siswa. 71
Sedangkan bagi pengajar online yang mempunyai semangat yang lebih, bisa menngkatkan kemampuannya dengan menggunakan berbagai aplikasi pembelajaran daring. Namun sekali lagi, pilihlah aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan guru dansiswa itu sendiri. Tidak semua aplikasi pembelajaran daring bisa dipakai begitu saja. Namun harus dipertimbangkan sesuai kebutuhan guru dan siswa, kesesuaian terhadap materi, keterbatasan infrastrukur perangkat seperti jaringan. Sangat tidak efektif jika guru mengajar dengan menggunakan aplikasi zoom metting namun jaringan atau signal di wilayah siswa tersebut tinggal tidaklah bagus. Keberhasilan guru dalam melakukan pembelajaran daring pada situasi pandemi Covid-19 ini adalah kemampuan guru dalam berinovasi merancang, dan meramu materi, metode pembelajaran, dan aplikasi apa yang sesuai dengan materi dan metode. Kreatifitas merupakan kunci sukses dari seorang guru untuk dapat memotivasi siswanya tetap semangat dalam belajar secara daring (online) dan tidak menjadi beban ps Di samping itu, kesuksesan pembelajaran daring selama masa Covid-19 ini tergantung pada kedisiplinan semua pihak. Oleh karena itu, pihak sekolah/madrasah di sini perlu membuat skema dengan menyusun manajemen yang baik dalam mengatur sistem pembelajaran daring. Hal ini dilakukan dengan membuat jadwal yang sistematis, terstruktur dan simpel untuk memudahkan komunikasi orangtua dengan sekolah agar putra-putrinya yang belajar di rumah dapat terpantau secara efektif. Pembelajaran daring juga sangat dirasakan dampaknya pada pembelajara di tingkat PAUD. Menanggapi himbuan Mentri Pendidikan selama musim Pandemi anak di bebaskan untuk belajar di rumah dan bermain sepuas puasntya di rumah. Menanggapi himbauan ini akhirnya kita sebagai guru memberikan pembelajaran melalui pembiasaan Sebab materi materi pembiasaan yang di berikan selama pembelajaran dirumah tidak jauh berbeda dengan selam ini diterapkan di sekolah . 72
Di PAUD ada ti ga tema yang di berikan diantaranya yaitu PHBS, pendidikan karakter, dan ke agamaan. Materi PHBS misalnya praktek cuci tangan , mandi, gosok gigi membersihkan perlengkapan makan sendiri . Materi Pendidikan karakter misalnya membant orang tua, berbicara sopan, mengucapkan terimakasih , minta tolong. Sedangkan materi keagamaan contohnya wudhu, sholat,membaca iqro, hafalan surat pendek , berdoa sebelum beraktifitas ,dan lain sebagainya . Materi materi tersenut sesuai dengan kurikulum yang saat ini digunakan yaitu kurikulum 2013. Tugas tugas pembiasaan tersebut diberikan setiap hari melalui wa group dalam bentuk teks intruksi , audio instruksi dan juga vidio . contoh selanjutnya orang tua akan mendampingi serta mendokumentasi kegiatan tersebut dalam bentuk vidio atau foto dan kemudian dikirimkan k guru sebagai bahan pemantauan dan penilaian. Tidak semudah yang di bayangkan Dalam pelaksanaan pembelajaran dirumah dengan metode pembiasaan tidaklah semudah yabg di bayangkan . Faktor kurangnya semangat anak dan kurangnya kemampuan orang tua dalam mendampingi anak menjadi tantangan dalam penerapan metode pembiasaan . Banyak orang tua yang tidk telaten , anak biasannya malah di bentak bentak yang juga efeknya kurang begus. Mungkin karena keadaan situasi dan kondisi anak kurang semangat belajar di rumah karena mengalami lejenuhan.tidak ada teman dan tidak ada yang memotifasi belajar. Karena biasannya di sekolah guru mrnyampikan pembelajaran diselingi dengan seni , ada tepuk tepuk, bernyanyi dan selingan berbagai kreatifitas lainnya. Sedangkan dirumah dia hanya monoton. Tidak bisa dipungkiri , salah satu sifat anak anak ada;ah mereka sangat mudah berubah suasana hatinya . Hal tersebut dikarenakan anak usia dini belum bisa mengontrol dori dengan baik, kebanyakan dari nereka belum bisa berkomunikasi dengan lancar dan menyampaikan apa yang dirasakan . Hal ini masih ditambah Faktor atmofir belajar 73
anak yang tiba - tiba berubah , dan yang biasannya dilakukan bersama tenan dengan penuh warna dan kreativitas sekarang harus dilakukan kurang menarik. Suasana hati dan emosi anak yang sering kali berubah secara tiba -tiba membuat orang tua merasa bingung dan kewalahan Tidak semua ornag tua paham bagaimana menghadapi anak yang berperilaku yang tidak sesuai harapan.. Dalam situasi ini tidak jarang orang tua gagal dalam membentuk komunikasi dengan anak.justru orang tua sering marahdan membebtak, Hal itu akan kontradiksi dengan proses pembelajaran yang sedang dilakukan. Tantanagn lain dalam penerapan pembelajaran pembiasaan dirumah adalah pola pikir dan motivasi orang tua . Salah satu contoh orang tua murid yang diwawancarai motivasi menyekolahkan anak di PAUDselama ini lebih sekedar menitipkan anak ketika ditinnggal bekerja . Sehingga saat anak tidak bersekolah dan hanya bermain dirumah , ini adalah seharusnya bagi anak ketika dirumah .Pola pikir seperti itu menyebabkan kemalasan orang tua untuk mendampingi anaknnya mengerjakan tugas dirumah yang di berikan guru. Permasalahn lain yang dialami guru adalah terkait pengamatan dan penilaian / Selama pandemi Covid 19 , pengamatan hanya bisa dilakukan dengan melihat vidio , fotoyang dikirimkan oleh orang tua murid. Hal ini menybabkan aktivitas pengamatan yang dilakukan oleh guru sangat terbatas Berbeda saat di saat di sekolah adripagi sampai siang bisa memantau anak-nak, terutama pembiasaan nya semisal hafalan hafalan . Sekarang dengan situsi seperti ini guru tidak bisa mengulang ngulang lagi hafalannya , sehingga itu menyulitkan. Dan vidio yang dikirimkan guru kelas juga tidak bisa melihat secara langsung anak ikut menghafalkan atau tidak. Sementara penilaian pada metode pembiasaan adalah dengan teknik penilaian catatan anekdot , yaitu melakukan pengamatan secara penuh kemudidian mencatat seluruh fakta, menceritakan situasi yang terjadi, menuliskan apa yang dilakukan anak 74
dan apa yang dikatakan anak anak, Catatan anekdot ,ini berfungsi sebagai jurnal kegiatan harian yang memungkinkan untuk mengetahui perkembangan anak, Alhasil dengan adannya keterbatasan pengamatan, bisa dipastikanpencatatan anekdot tidak akan berjalan maksimal; Hal ini tentunya akan berpengaruh pada validitas penilaian yang dilakukan oleh guru. Sinergi dan dukungan Dari beberapa permasalahan yang diungkapkan oleh guru dan kondisi orang tua murid diatas dapat disimpilkan bahwa pelaksanaan pembelajaran dengan metode pembiasaan tidak tidak bisa berjaan dengan mudah. Peran vital orang tua dalam penerapan metode pembiasaan dirumah belum diikuti dengan pemahaman yang cukup tentang bagaimana mendampngidan membimbing anak sesuai kaidah- kaidah PAUD. Kebingungan orang tua dapat brakibat pada anak mengalami hal hal yang seharusnya tidak dialami seusiannya/ Kesiapan orang tua untuk menciptakan lingkungan belajar menjadi kritis. Sementara pengamatan terbatas menyebabkan validitas penilaian berkurang menjadi masalah yang krusial dialami guru. Kondisi pandemi memang berat untuk semua orang , terlebih bagi orang tua karena beban pikiran dan tanggung jawab bertambah dengan intensitas mendampngi anak dalam pembelajaran di rumah. Namun demikian penting bagi orang tua untuk membuka diri , membuka wawasan dan semangat untuk belajar bagaimana mendampingi anak dalam proses pembelajaran , Saatnya orang tua menyadari bahwa pembelajaran anak ssat ini kembali menjadi tanggung jawab orang tua sepenuhnya, kembali ke kodratnya bahwa orang tua adalah guru pertama dan utama bagi anak. Di sisi lain guru di harapkan mampu menjaga komunikasi dua arah antara orang ua dan dan anak didik ecara reguler. Dawali dengan memastikan kebutuhan dasar anak terpenuhi , kemudian dilanjutkan dengan berbagai ilmu . kiat kiat mendidik anak secara 75
metode pembiasaan di PAUD . Guru harus membuka pintu labar-lebar menjadi kunsultasi dari orang tua dan memupuk kepercayaan diri orang tua. Dinas Pendidikan harusberperan aktif memberikan dukungan kepada guru dan oran tua ,mengambil langkah langkah yang inovatif memberikan solusi atas permasalahan yang terjadi sert mempertimbangkan cara -cara yang lebih baik lagi untuk memberikan pendidikan selama masa pandemi ini belum berakhir. Dengan demikian, pembelajaran daring sebagai solusi yang efektif dalam pembelajaran di rumah guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19, physical distancing (menjaga jarak aman) juga menjadi pertimbangan dipilihnya pembelajaran tersebut. Kerjasama yang baik antara guru, siswa, orangtua siswa dan pihak sekolah menjadi faktor penentu agar pembelajaran daring lebih efektif. 76
“PENGALAMAN MENGAJAR AUD SECARA DARING” HENNY WIDIANTI, 05119017 Mahasiswa Semester 5, Prodi Pendidikan Guru PAUD Universitas Narotama Surabaya, PG PAUD – C Pandemi Covid-19 mengharuskan para pelajar untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran secara jarak jauh. Orang tua pelajar pun turut merasakan dampaknya, mereka mengeluh karena tidak mampu mendukung kegiatan pembelajaran anaknya dari rumah. Berbagai kendala dihadapi oleh para orang tua, mulai dari tidak memiliki pengalaman mengajar, sistem pembelajaran daring yang kurang interaktif, hingga kurangnya motivasi belajar dari sang anak. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran permasalahan orang tua dalam memandu anak mereka belajar pada masa School From Home (SFH). Kali ini saya akan berbagi cerita pengalaman saya dalam kegiatan belajar mengajar Anak Usia Dini. Sebelumnya, perkenalkan nama saya Henny Widianti, bulan Juni besok usiaku 34 tahun dan saat ini aku bekerja di bidang pendidikan anak usia dini biasa disebut dengan PAUD. Lembaga tempatku bekerja tidak jauh dari rumah, dan dapat ditempuh dengan cukup berjalan kaki saja. Mungkin terdengar asyik dan menyenangkan ya, bekerja dengan anak-anak lucu yang menggemaskan yang ditemui setiap hari dengan cerita yang ada-ada saja, seperti pikiranku dulu dan kebanyakan orang. Akan tetapi setelah masuk dan terjun langsung, tidak seindah itu bayanganku. Padahal sama saja dengan pekerjaan lainnya, kegemasan tersebut juga datang satu paket lengkap dengan hal-hal yang menyebalkan. Kadang hanya bisa tarik napas sambil bilang “Sabar, sabar, sayang” 77
Bagiku, semua anak PAUD adalah mahluk lucu. Tidak peduli sepesek apapun hidungnya, sedower apapun bibirnya atau sehitam apapun kulit mereka. Profesiku sebagai guru TK mengharuskan aku banyak bergaul dengan mereka. Bergaul dan memasuki dunia yang “asing“ bagi orang dewasa. Ya, dunia asing! Karena “bahasa”ku tidak cukup mampu untuk digunakan sebagai media buat berkomunikasi dengan mereka. Pekerjaan ini bukalah menjadi pekerjaan pertamaku. Walau ini bukan cita-citaku, tapi seiring berjalannya waktu niatku makin bulat ke dunia ini karena usia anak-anak yang masuk PAUD adalah masa keemasan mereka yang butuh pendampingan orang dewasa. Selama ini bekerja di pendidikan tingkat PAUD mungkin sering dipandang sebelah mata karena dianggap jenjang ini tidak penting padahal justru ini masa emas. Anak-anak ibarat kertas putih, tergantung dengan orang-orang disekitarnya yang memberikan warna-warni pada kertas tersebut sehingga menjadi gambar yang bagus. Pekerjaan tak melulu tentang uang dan bonus, ada banyak benefit lain yang aku dapatkan seperti saat masuk ke dunia anak-anak yang penuh imajinasi. Gaji yang saya terima tidaklah setiap bulan, akan tetapi 3 (tiga) bulan sekali, dan itu sangat jauh nominalnya dari UMR. Jika berspektif kita hanya uang, uang, dan uang, tentulah hal tersebut sangat tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup kita. Namun, bagi saya gaji bukanlah tujuan utama saya untuk menjadi seorang guru PAUD. 78
Benefit yang saya dapatkan sangat banyak, bahkan setiap hari ketika masuk ke ceria akan ada benefit asyiknya berkomunikasi dengan anak, uniknya masuk ke dunia anak yang imajinatif dan pemikirannya masih abstrak melampaui batas, bertemu dengan teman-teman yang asyik bernyanyi dan sharing bersama, serta bertemu dengan wali murid yang macam-macam sifatnya. Selain itu, benefit lain yang didapatkan adalah saat minitrip atau fieldtrip ke tempat wisata, meskipun agak repot karena memegang beberapa anak dan kebutuhan mereka macam-macam tapi sangat senang bisa menikmati tempat wisata dan berbagi bersama mereka. Seperti ku katakan di awal, jadi guru PAUD nggak selamanya nyanyi-nyanyi melulu ada juga momen-momen yang kadang menguji kesabaran. Enaknya bekerja di bidang ini adalah seperti kembali ke masa kecil dahulu, senang dengan mengamati perkembangan anak yang tadinya belum bisa bicara kemudian bisa panjang lebar bercerita, yang tadinya masih malu-malu tidak mau bergabung dengan temannya kemudian mau untuk berkomunikasi dan bermain bersama sambil tertawa. Melihat perkembangan anak yang drastis tersebut terasa sangat menyenangkan menjalani pekerjaan ini. Tidak enaknya adalah ketika mood anak tidak membaik saat berangkat ke sekolah, karena mood anak yang buruk bisa menyebabkan berbagai hal yang mengganggu teman lainnya untuk belajar, sehingga kemampuan komunikasi disini sangat diperlukan serta harus sabar karena butuh waktu untuk mengembalikan mood anak agar menjadi bagus lagi. Saat ini kegiatan belajar mengajar di Indonesia sedang dibatasi, dikarenakan adanya Pandemi Covid-19. Wabah COVID-19 membuat banyak kegiatan publik beralih dengan pusat aktivitas utamanya berada di rumah. Situasi ini merupakan realitas baru yang juga dialami dunia pendidikan utamanya terjadi pada pengajaran pendidikan anak usia dini (PAUD). Terhitung sejak Maret 2020, wabah COVID-19 telah dinyatakan sebagai kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang meresahkan dunia. Bagaimana tidak, dalam waktu yang relatif singkat virus ini telah menyebar ke banyak negara dan wilayah di seluruh penjuru dunia tidak terkecuali Indonesia. Selama COVID-19 masih terus 79
menyebar, masyarakat perlu mengambil tindakan untuk mencegah penularan lebih lanjut, mengurangi dampak wabah dan mendukung langkah-langkah pengendalian. Mau tidak mau, suka atau tidak, semua pihak mulai guru, orangtua, dan murid harus siap menjalani kehidupan baru (new normal) lewat pendekatan belajar menggunakan teknologi informasi dan media elektronik agar proses pengajaran dapat berlangsung dengan baik. Pada konteks yang lain, semua pihak diharapkan tetap bisa optimal menjalankan peran barunya dalam proses belajar-mengajar di masa pandemi ini. Banyak sekali tantangan yang harus dihadapi oleh kami para guru, terutama guru PAUD. Pembelajaran harus dilakukan secara daring atau disebut juga pembelajaran jarak jauh (PJJ). Melaksanakan PJJ ini memiliki tantangan tersendiri untuk guru diberbagai jenjang. Mengajar siswa pendidikan anak usia dini atau PAUD tentunya memiliki keunikan tersendiri. Karena mengajar untuk jenjang PAUD sangat kental dengan intensitas interaksi yang tinggi dan tentunya bermain akan terasa sulit jika dilakukan secara daring. Hal ini terjadi karena beragam alasan mulai dari anak yang mudah bosan, anak ingin bermain langsung, atau orangtua yang merasa kesulitan membagi waktu karena harus bekerja. Untuk mengatasi permasalahan mengajar ini, kami untuk ikut berbagai pelatihan yang dilakukan secara daring. Seperti pelatihan memanfaatkan beragam media pembelajaran, lalu pelatihan Belajar Dari Rumah (BDR) yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan. Saya sangat menyadari bahwa perlu dikuatkan dulu kemampuan guru- guru, diperluas wawasannya, dan menentukan prinsip sederhana yang dapat kita gunakan untuk mengajar siswa. Selain mengikuti pelatihan, saya dan rekan guru-guru lainnya melakukan diskusi untuk menentukan media pembelajaran yang akan dipakai dengan memanfaatkan media yang sudah tersedia dan mudah dijangkau oleh orangtua siswa seperti melalui WhatsApp dan media sosial lainnya. Ketika metode pembelajaran daring mulai terlaksana, kendala lain yang muncul adalah orangtua yang tidak setuju dengan metode ini. Ya, keputusan orangtua sangat penting dalam pembelajaran ini karena orangtua memiliki peran besar 80
dalam mendampingi siswanya belajar dari rumah. Hal ini mengakibatkan Lembaga kami mulai kehilangan banyak siswa di sekolah. Permasalahan ini membuat kami sempat putus asa, dan kebingungan. Banyak orangtua yang tidak setuju dengan metode yang kami berikan. Namun disisi lain, kami mendapatkan juga dukungan dari beberapa orangtua siswa yang senang dengan metode ini, karena orangtua ikut belajar cara bermain sambil belajar untuk anak, dan mendapatkan lebih banyak bounding bersama anak. Akhirnya saya bersama rekan-rekan guru kembali bangkit, mencari cara lain untuk tetap melakukan metode pembelajaran yang lebih menyenangkan untuk siswa. Pada akhirnya semua ini tergantung bagaimana kami melihat dari sisi kacamata sebelah mana, yang orangtua tidak setuju, atau orangtua yang mendukung. Tentu kami melihat yang orangtua mendukung. Meskipun begitu, kritik dari orangtua yang tidak setuju kami tampung agar kami dapat mengajar lebih baik lagi. Perlahan kepercayaan orangtua mulai terbentuk lagi, orangtua kini justru memberikan semangat dan senang dengan metode pembelajaran yang dilakukan. Bahkan tak jarang orang tua yang memberikan usul media pembelajaran. Belajar dari rumah secara online dan belajar di sekolah memiliki suasana dan kegiatan yang berbeda. Biasanya guru memberikan tugas secara langsung didepan kelas, kini guru hanya memberikan tugas melalui handphone (seperti classroom, whatapps ataupun email). Kadang merasa bosan mendapat tugas yang harus diselesaikan pada waktu yang telah ditentukan, tertinggal pelajaran/materi karena jaringan yang tidak stabil saat belajar dan tidak bisa bertemu langsung dengan guru-guru dan teman-teman. Ada hal menarik dari petikan ungkapan hati dan pengalaman peserta didik tersebut, Sebaik-baiknya belajar online akan lebih baik belajar face to face atau tatap muka, ini menggambarkan bahwa suasana belajar di kelas memiliki banyak hal yang tidak ada pada proses belajar online. Interaksi sosial dengan sesama peserta didik, kolaborasi langsung saat di kelas dalam menyelesaikan tugas-tugas sekolah, dan tatap muka langsung saat belajar dengan guru-guru, menjadi beberapa hal yang sangat dirindukan peserta didik selama belajar dari rumah. 81
Ketika situasi pandemi sudah mulai melonggar, saya dan rekan-rekan mengadakan aktivitas tatap muka secara bergilir dengan waktu yang sangat terbatas. Tentu semua ini dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Sebelum datang, kami pasti akan menanyakan keadaan siswa dan orangtuanya, jika ada yang sakit maka tidak diperkenankan hadir dan kegiatan pun ditunda. Saya sadar akan kebutuhannya untuk terus mengembangkan kompetensi diri sebagai guru PAUD. Saya ingin lebih berinovasi dan kreatif dalam membuat pembelajaran dengan siswa. Banyak hikmah yang dapat diambil dri keadaan saat ini, karena melihat meningkatnya antusias orangtua siswa dalam berbagi peran bersama guru untuk terus mendampingi anaknya. Karena dari saya yang terpenting adalah melihat anak senang, sehat, dan bahagia. Dengan adanya wabah ini kita lebih sadar akan menjaga kesehatan dan hidup bersih dan selalu berpikir positif. 82
Menutup tulisan ini, terselip do’a dan harapan semoga wabah COVID-19 di bumi kita Indonesia dan dunia segera berakhir. Kerinduan belajar di kelas semoga segera terobati dengan berjalannya kembali kegiatan belajar mengajar seperti biasa. Dan Untukmu teman-teman yang ingin terjun ke dunia anak-anak dengan menjadi pengajar di PAUD, menyukai anak-anak adalah wajib hukumnya. Tenang saja, di dunia PAUD ini jenjang kariernya bagus kok apalagi kini jumlahnya naik drastis dan jenjang ini jadi batas pendidikan paling awal. Kuncinya adalah memang harus menyukai anak, hal tersebut sangat penting dan mendasar. Karena kalau nggak suka sama anak, nantinya juga akan kerepotan dalam mengurusnya terutama saat toliet training atau menemani anak makan. Dua aktivitas tersebut membutuhkan kesabaran yang penuh. Kalau nggak suka sama anak, nanti bisa gak sabar dan malah ditinggal. 83
Pengalaman Mengajar Anak Usia Dini Secara Daring Selama Masa Pandemi di KB TK Islam Terpadu Wildani Oleh: Nur Zunita_ 05119014 Mahasiswa Semester V, Universitas Narotama Surabaya Assalamualaikum wr wb. Pada Ujian Akhir Semester mata kuliah Media Pembelajaran berbasis ICT saya ingin berbagi pengalaman dalam mengajar Anak Usia Dini secara daring/ online. Para siswa di Indonesia menjalani sistem belajar di rumah sejak 19 Maret 2020. Kebijakan ini ditetapkan pemerintah sebagai langkah mengurangi penyebaran virus korona Covid-19. Selama kurang lebih dua tahun pandemi COVID-19 menyerang sampai saat ini pun sekolah-sekolah yang ada di Indonesia masih tetap melakukan pembelajaran secara daring. Hingga saat ini pandemi COVID-19 masih menyerang dunia tak terkecuali Indonesia, namun sekolah-sekolah tetap melakukan pembelajaran daring. Mulai dari Taman Kanak-Kanak hingga Perguruan Tinggi pemerintah rata menerapkan sistem pembelajaran belajar dari rumah atau daring. Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan virus COVID-19. Lantaran baru pertama kali diterapkan secara serentak, sistem belajar di rumah menjadi pengalaman baru bagi guru dan murid, termasuk wali murid. Banyak suka dan duka dialami. Salah satunya, kendala jaringan internet. Seperti diketahui, sistem belajar di rumah menggunakan perantara gawai dan koneksi internet untuk mempertemukan guru dan murid secara online. Acap kali, jaringan internet yang tidak stabil menghambat kemampuan performa siswa dalam menyelesaikan tugas. Tugas terlambat dikumpulkan karena masalah jaringan. Kami berusaha bekerjasama dengan orang tua agar jam belajar dan jam istirahat anak -anak juga diterapkan di rumah layaknya ketika sedang di sekolah. Kami bekerjasama dengan orang tua dalammemberikan pengertian kepada anak – anak bahwa 84
jam belajar di rumah hari Senin – hari Jumat, sedangkan pada hari Sabtu dan hari Minggu tidak ada jam belajar / libur. Kami berusaha konsisten dalam melakukan pembiasaan hal tersebut supaya anak – anak belajar disiplin dengan mampu membedakan jam belajar dan jam libur / istirahat meskipun pembelajaran dari rumah. Saya sebagai salah satu guru Pendidikan Anak Usia Dini di Surabaya mengalami banyak kendala yang di harus di hadapi saat mengajar murid PAUD, terlebih karena usia mereka belum matang maka butuh tanggung jawab yang besar. Sebenarnya banyak sekali kendala yang dialami dalam pembelajaran daring selama masa pandemic ini, karena orang tua dan anak dituntut untuk bereperan aktif agar materi yang disampaikan dapat dimengerti dan di pahami oleh anak. Contohnya seperti menggunakan tutorial video atau merekam kegiatan anak saat belajar. Berikut adalah beberapa penuturan dari sejumlah orang tua, murid, dan guru tentang suaka dan duka dalam pembelajaran daring. 1. Mengandalkan Aplikasi Sejauh ini, para murid menikmati sistem belajar dari rumah. Dalam proses keseharian, mereka masih bisa berkomunikasi dengan teman-temannya melalui aplikasi chatting di grup whatsapp. Absensi dilakukan oleh orang tua setiap hari Senin – Jumat pukul 07.30 dengan mengisi form di Google yang telah dibagikan oleh guru. Batas mengisi absensi hingga pukul 09.00. Orang tua wajib mengisi nama lengkap dan kelas. Kelas selalu dimulai setiap pukul 08.00 pagi. Setelah itu, kita akan melakukan virtual conference menggunakan aplikasi Google Meet atau Zoom. Pembelajaran daring kami awali dengan salam, menyapa anak – anak, ice breaking dengan menyanyi bersama, berdoa sebelum belajar, guru menyampaikan tema dan materi pembelajaran, guru mengajak anak – anak tanya jawab mengenai materi pembelajaran, guru menyampaikan tugas yang akan dikerjakan anak – anak, bernyanyi bersama / berhitung bersama, berdoa setelah belajar, salam. 85
Begitu juga ketika mengumpulkan tugas yang dikirimkan di aplikasi Google Classroom yang dikirimkan oleh orang tua. Kami memberikan pengarahan bahwa maksimal tugas dikumpulkan pada malam hari. Akan tetapi pada kenyataannya banyak orang tua yang mengumpulkan pada keesokan harinya, karena ada orang tua yang bekerja hingga pulang malam, ada juga karena kondisi anak yang tidak mau mengerjakan tugas setelah virtual conference, sehingga menunggu hingga anak tersebut mau mengerjakan tugas. Yang berimbas penilaian anak. Kami juga membuat grup chat dalam memantau proses belajar anak -anak bersama orang tua di rumah. Semua kendala dan saran dibeberkan dalam grup tersebut. Guru akan menyampaikan kendala dan saran tersebut kepada kepala sekolah sehingga dapat melakukan evaluasi dalam pembelajaran. 2. Tantangan Menjaga Murid Tetap Fokus Dengan belajar di rumah, tentunya fungsi pengawasan dari guru berkurang. Beberapa anak mungkin kerap mencuri waktu melakukan kegiatan lain, seperti bermain, melamun, bahkan ada murid yang mengantuk dan tertidur ketika virtual conference,sehingga tidak fokus mengerjakan tugas. Maka kami meminta bantuan kepada orang tua untuk mengawasi dan mengingatkan anak agar kembali fokus dan mengerjakan tugas. Kami juga memberikan reward kepada anak ketika diakhir sesi virtual conference dengan mengucapkan terimakasih kepada anak yang dapat fokus, dan memberikan stiker bintang setiap hari Sabtu ketika orang tua mengambil dan mengumpulkan lembar tugas kegiatan anak di sekolah. 3. Pendekatan Orang Tua Kunci Utama Hal yang lumrah ketika anak bosan dan tergoda bermain ketimbang mengerjakan tugas sekolah. Kehadiran orang tua penting dalam mengawasi dan menasehati. 86
Salah satu orang tua mengatakan bahwa beliau memberikan nasehat kepada anaknya. Semakin cepat anak tersebut menyelesaikan tugas, maka semakin cepat anak bisa melakukan aktivitas lain yang disuka. Dan ada juga orang tua yang mengajarkan arti bertanggung jawab kepada anaknya agar mempunyai kesadaran untuk menyelesaikan semua tugas sekolah dengan memberikan pengertian kepada anak tentang arti tanggung jawab, sehingga setiap pilihan sikap punya konsekuensi. Kemudian, memberikan pengertian soal pembagian waktu. Adapula orang tua yang punya cara tersendiri agar anaknya tidak bosan. Salah satunya dengan bermain tebak gambar dan mengajak anak memperbaiki mainan kesukaan saat jam istirahat. Itu semua dilakukan oleh orang tua agar anak -anak tidak merasa jenuh. 4. Anak Bangun Kesiangan Hakikatnya suasana belajar di rumah lebih fleksibel daripada di sekolah. Anak – anak tidak perlu bangun lebih pagi untuk sarapan dan persiapan berangkat ke sekolah. Namun, beberapa anak kerap terlambat mengikuti kelas online. Ada beberapa siswa yang bangunnya kesiangan. Sedangkan proses belajar onlinenya sudah dimulai, sehingga terlambat mengumpulkan tugas. Guru yang harus mengabsen satu per satu siswanya untuk memulai kegiatan home learning, dan proses absen yang harus direkap setiap harinya dilaporkan kepada kepala sekolah, Maka kami juga memberikan reward kepada anak -anak yang mengikuti kelas online tepat waktu dengan mengucapkan takbir dan terimakasih. Serta memberikan motivasi agar anak- anak yang lain juga mengikuti kelas online tepat waktu. 5. Keterbatasan Alat Penunjang Di sekolah kami ada beberapa anak yang tidak memiliki laptop maupun gawai lainnya. Keterbatasan ini membuat anak tidak maksimal dalam mengikuti virtual conference dan tidak bisa mengumpulkan tugas tepat waktu. Maka dari itu kami memberikan toleransi dengan kepada beberapa orang tua dengan mengirimkan tugas melalui aplikasi whatsapp, sehingga tidak membebani orang tua dalam mengirimkan 87
tugas kegiatan anak. Kerjasama dan perhatian dari orang tua juga kami berikan nilai tambahan. 6. Menguras Tenaga Proses belajar online menguras tenaga para guru. Para guru harus menyiapkan banyak energi, karena harus belajar berbagai program belajar online, menyiapkan kuota, serta kesulitan mengoreksi hasil tugas yang terkadang hasilnya tidak maksimal. Contoh, tugas yang difoto dan dikirimkan melalui Google Classroom kurang jelas. Begitu juga dari segi anak - anak yang mengeluh karena banyak tugas. Kemudian kami melakukan evaluasi, sehingga kami memberikan tugas sesuai dengan tahap perkembangan anak dengan menggunakan alat dan bahan dari rumah juga yang tersedia di rumah. Itu semua kami lakukan untuk meringankan beban orang tua terutama beban pada anak. 7. Guru Rutin Memotivasi Murid Dalam proses belajar di rumah, kami punya cara tersendiri dalam meningkatkan semangat belajar murid. Salah satunya dengan memberikan kalimat-kalimat motivasi yang membangun semangat anak untuk selalu siap memulai proses belajar di rumah setiap harinya. Dengan begitu, mereka setiap hari sebelum proses belajar dimulai, mereka sudah menunggu materi atau tugas pelajaran pada hari itu. Artinya, anak -anak sudah siap untuk melaksanakan sistem belajar dari rumah. Menurut saya dengan memberikan kalimat motivasi maka semangat anak -anak dalam mengikuti pembelajarn berjalan efektif. Sala satu contoh kalimat motivasi yang biasanya saya berikan “Semangat untuk hari ini, yang kemarin gagal tidak apa-apa. Hari ini belajar berproses lebih baik lagi.” 8. Anak Rindu Sekolah Belajar di rumah yang sudah berjalan hampir dua tahun rupanya memberikan kesan tersendiri bagi anak -anak. Anak -anak mengatakan mereka lebih suka belajar di sekolah karena bisa bertemu teman dan guru, mereka juga bisa bermain bersama, makan 88
bekal bersama. Sedangkan di rumah mereka hanya bisa bertemu dengan teman ketika virtual conference dan tidak bisa bermain bersama. 9. Anak Menikmati Proses belajar di rumah dinilai menyenangkan bagi beberpa anak. Sebab, selain waktunya fleksibel, anakjuga tidak perlu bangun pagi, dan pergi ke sekolah. Begitu pula dengan orang tua yang tidak perlu membangunkan anak pagi sebelum pukul 07.00. Kami juga berusaha memberikan respons yang baik selama sistem belajar jarak jauh dengan bersedia menjelaskan dan bekerja sama dengan baik dengan orang tua. Beberapa orang tua mengatakan, selama jaringan internet tidak ada gangguan, proses belajar akan berlangsung dengan baik. Orang tua juga tidak lupa menyediakan camilan buat anak. Ini adalah bebrapa pengalaman pembelajaran daring yang dialami oleh guru, orang tua dan anak didik. Pembelajaran yang dilakukan secara daring memang berat bagi semua pihak, namun seberat apapun kendala yang di hadapi saat mengajar tidak seberapa dengan amanah yang telah diemban. Menurut saya menjadi guru PAUD merupakan kebanggan tersendiri karena pada masa inilah karakter anak mulai dibangun dan ditanamkan. Pada masa inilah otak anak berada pada puncak keemasannya. Maka karakter baik perlu ditanamkan dan dibiasakkan pada anak yang mana berguna pada kehidupan anak nantinya. Kami selaku guru, orang tua dan juga anak didik sangat berharap semoga pandemic ini segera berakhir sehingga pembelajaran offline dapat dilakukan secara utuh. 89
Penutup Menulis bukanlah suatu hal yang mudah. Menulis adalah pengungkapan ide dan gagasan yang ingin dituangkan dalam bentuk tulisan. Dan perlu dilakukan secara teliti dengan ketekunan dan disiplin. Berdasarkan karya tulis yang telah kami buat maka yang dapat kami simpulkan adalah Membaca adalah jendela ilmu, dimana di dalamnya ada pendidikan yang mempunyai tujuan mulia yaitu mencerdaskan generasi bangsa. Maka kita semua sebagai orang dewasa yang ingin memberikan yang terbaik bagi generasi penerus bangsa seharusnya mampu memberikan yang terbaik bagi mereka terutama anak usia dini. 90
91
Search