MODUL AJAR. 8.2.1 MEYAKINI KITAB-KITAB ALLAH: MENJADI GENERASI PECINTA AL-QUR’AN YANG TOLERAN Capaian Pembelajaran Peserta didik dapat Menjelaskan pengertian iman kepada Kitab-Kitab Allah berdasarkan dalil naqli terkait, membedakan nama-nama Kitab Allah dan Rasul penerimanya, merumuskan konsekuensi iman kepada Al-Qur'an, menujukkan sikap iman kepada Al-Qur'an sebagai Kitab Allah, menemukan buah keimanan kepada kitab Allah, menciptakan peta konsep sebagai bentuk mengimani kitab Allah A. Identitas Modul Penyusun : MUHAMMAD AWALUL HUSNA Institusi : SMP MIFTAHUL HUDA tahun : 2023 Jenjang sekolah : SMP Kelas : VIII Alokasi waktu : 2 JP x 30 Menit = 60 Menit B. Kompetensi Awal Peserta didik memahami dan Meyakini Kitab-Kitab Allah: Menjadi Generasi Pecinta Al- Qur’an yang Toleran . C. Profil Pelajar Pancasila 1. Beriman dan bertakwa kepada tuhan yang Maha Esa dan Beraklak Mulia 2. Berfikir kritis 3. Mandiri D. Sarana dan Prasarana Laptop,HP, Papan tulis,Spidol,LCD proyector,kertas karton dan atau media sesuai dengan kondisi sekolah. E. Target Peserta Didik Peserta didik yang tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar F. Model pembelajaran Pembelajaran tatap muka dengan model teknik Jigsaw KOMPETENSI INTI A. Tujuan Pembelajaran 1. Melalui model pembelajaran discovery learning, kalian mampu menjelaskan makna iman kepada kitab-kitab Allah dengan benar serta memiliki rasa ingin tahu terhadap sejarah kitab-kitab Allah dan terbiasa membaca al-Qur’an setiap hari. 2. Melalui teknik Jigsaw kalian dapat menjelaskan cara mencintai alQur’an dan cara membangun hubungan dengan orang yang beriman kepada kitab terdahulu dengan benar serta memiliki perilaku terpuji dan bersikap toleran terhadap perbedaan dan memiliki adab terhadap al-Qur’an. 3. Melalui model pembelajaran berbasis produk, kalian dapat membuat infografis time line diturunkannya kitab-kitab Allah kepada para nabi dan rasul dengan benar serta tumbuh sikap mencintai al-Qur’an dan memiliki sikap menghargai kitab suci agama lain B. Pemahaman Bermakna
1. Iman Kepada kitab Allah adalah membenarkan bahwa Allah Swt mempunyai kitab-kitab yang diturunkan kepada para rasul-Nya. 2. Akhlak mulia dan memahami perbedaan dengan umat yang menyakini kitab suci yang berbeda 3. Dalam usaha untuk senantiasa bersikaf dan bertingkahlaku serta bertutur kata yang baik maka kita perlu memahami makna iman kepada kitab-kitab Allah dengan benar. C. Pertanyaan Pemantik 1. Mengapa kita harus memahami makna iman kepada kitab-kitab Allah dengan benar ? 2. Mengapa kita harus mengamalkan isi dari kitab-kitab Allah ? 3. Mengapa kita harus berpedoman Alqur’an kitab suci.? D. Persiapan pembelajar: 1. Mengidentifkasi dan memahami nama-nama kitab Allah, cara mencintai al-Qur’an, serta cara membangun hubungan dengan orangorang yang beriman kepada kitab terdahulu. 2. memahami konsep iman kepada kitab secara lengkap sehingga mampu membimbing kalian menuju akhlak yang mulia dalam kehidupan sehari-hari. E. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan ke -2 Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Pendahuluan waktu 1. Mempersiapkan media/alat peraga/bahan berupa LCD projector, 10 menit Inti speaker aktif,laptop,CD pembelajaran interaktif. 60 menit 2. Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam, membaca doa yang dipimpin salah seorang peserta didik,tadarus ayat-ayat pilihan, memperhatikan kesiapan peserta didik, memeriksa kehadiran, posisi , dan tempat peserta didik. 3. Guru memberikan motivasi dan mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan materi pembelajaran, menyampaikan cakupan materi, tujuan dan kegiatan yang akan dilakukan,lingkup dan teknik penilaian. 4. Guru mengkondisikan peserta didik untuk duduk berkelompok Pada pertemuan pertama metode yang digunakan adalah pembelajaran discovery learning dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1. Menyajikan stimulus dengan berupa bahan kajian awal 2. Mengidentifikasi permasalahan yang relevan dengan materi nama-nama kitab Allah dan cara mencintai al-Qur’an 3. Mencari dan mengumpulkan data tentang materi tentang kitab Allah dan cara mencintai al-Qur’an 4. Membagi peserta didik ke dalam kelompok asal dan membagi peserta didik ke kelompok ahli 5. Dari masing-masing kelompok dikumpulkan peserta didik dengan materi yang sama untuk mendiskusikan ke dalam tim ahli
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi waktu 6. Laporan tim: para ahli kembali kepada kelompok mereka masing-masing untuk menyampaikan topic keahlian mereka kepada satu tim 7. Menyimpulkan hasil diskusi dan temuan Penutup 1. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi semua peserta 10 menit didik. 2. Peserta didik melakukan refleksi terhadap proses kegiatan pembelajaran hari ini dengan arahan guru 3. Guru memberikan quiz tentang materi nama-nama kitab Allah, cara mencintai al-Qur’an 4. Guru mengingatkan siswa untuk membaca materi berikutnya 5. Guru menutup pembelajaran dengan memberikan salam F. Asesmen Asesmen sebelum pembelajaran (diagnostic non kognitif ) siswa mengisikan perasaannya sebelum dan setelah pembelajaran hari ini dengan memberikan titik dibawah gambar emosi. Kecewa Biasa Senang 1. Asesmen selama proses pembelajaran Jurnal Sikap Profil Pelajar Pancasila No. Teknik Bentuk Waktu Instrumen Pelaksanaan 1. Observasi Lembar Observasi (Catatan Saat pembelajaran berlangsung Jurnal) No Tanggal Nama Catatan perilaku Tindak 1. Siswa saat pembelajaran Butir Sikap Lanjut
2. Penilaian Pengetahuan. Ditulis dalam rubrik Rajin Berlatih yang berisi 10 soal pilihan ganda dengan empat pilihan jawaban dan 5 soal uraian. Soal tersedia di buku peserta didik. 3. Penilaian ketrampilan Dimuat dalam rubrik siap berkreasi untuk menilai kompetensi peserta didik dalam kompetensi ketrampilan G. Pengayaan dan Remedial 1. Peserta didik yang sudah mencapai ketuntasan belajar selanjutnya dapat mengikuti kegiatan pendalaman materi berupa dengan membaca rubrik Selangkah Lebih Maju. 2. Peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar berdasarkan kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan diharuskan mengikuti kegiatan remedial, langkahnya guru menjelaskan kembali materi tentang meneladani nama dan sifat Allah untuk kebaikan hidup. Remedial dilaksanakan pada waktu tertentu sesuai perencanaan penilaian H. Refleksi Peserta Didik dan Guru 1. Guru meminta peserta didik membaca kisah insfiratif dalam rubrik Insfirasiku. 2. Guru membimbing peserta didik untuk mengklarifikasi dan menyebutkan nilai penting yang terkandung dalam Insfirasiku. 3. Guru meminta peserta didik menyimpulkan hikmah dari kisah insfiratif sebagai bentuk refleksi diri. 4. Selanjutnya guru meminta peserta didik untuk membaca rubrik Aku Pelajar Pancasil dan melakukan refleksi diri terkait dengan profil tersebut. No. Karakter yang Diharapkan Mampu Belum Mampu 1. Rajin membaca buku untuk menambah pengetahuan 2. Bersungguh-sungguh mengerjakan tugas dari bapak dan ibu guru 3. Selalu mentaati nasehat orang tua 4. Selalu mentaati perintah dan nasehat guru 5. Selalu teliti saat mengerjakan ulangan 6. Berempati kepada orang lain yang sedang membutuhkan pertolongan 7. Slalu menjaga penglihatan mata dari hal-hal yang dilarang
LAMPIRAN A. Lembar Kerja A. Lembar Kerja Siswa Berilah tanda contreng (√) pada pernyataan yang sesuai dengan keadaan kalian yang sebenarnya! No Pernyataan 12 3 4 1 Saya membaca al-Qur’an setiap hari 2 Saya membaca al-Qur’an dengan tartil sesuai kaidah ilmu tajwid 3 Saya mengikuti majelis taklim agar memahami kandungan al-Qur’an 4 Saya mengamalkan al-Qur’an dalam akhlak mulia (berkata jujur, tidak menyebarkan berita bohong, tidak menyebarkan ujaran kebencian) 5 Saya bermain dan belajar bersama dengan teman pemeluk agama lain Keterangan: : 1. Selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan : 2. Sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan : 3. Kadang-kadang, apabila sering tidak melakukan sesuai pernyataan : 4. Tidak pernah: apabila tidak pernah melakukan sesuai pernyataan Pilih satu pernyataan untuk diberi penjelasan sesuai dengan pilihan sikap yang kalian contreng Bacalah al-Qur’an setiap hari, kemudian catat dalam buku. Laporkan setiap seminggu sekali kepada orang tua dan guru Contoh Buku Catatan: No Hari/Tanggal Nama surat dan ayat Tanda tangan Orang Tua/Wali Guru PAI BP 1 2 3 4 5 dst B. Bahan Bacaan Guru dan Peserta Didik 1. Pengertian Iman Kepada Kitab Allah Iman secara bahasa berarti pengakuan (al-iqrār) yang melahirkan sikap menerima (al-qabūl) dan tunduk (al-iżżi’ān). Sedangkan secara istilah iman berarti membenarkan dengan hati, mengikrarkan dengan lisan, dan
membuktikan dengan perbuatan. Seseorang dikatakan beriman apabila hatinya menerima dan meyakini keberadaan Allah Swt, mengikrarkannya dengan membaca dua kalimah syahadat, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Adapun yang dimaksud dengan iman kepada kitab Allah Swt adalah membenarkan bahwa Allah Swt mempunyai kitab-kitab yang diturunkan kepada para rasul-Nya. Kitab-kitab itu merupakan kalam AllahSwt yang berfungsi sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia. Semua kandungannya merupakan kebenaran yang wajib diikuti dan dilaksanakan. Beriman kepada kitab al-Qur’an berarti meyakini bahwa al-Qur’an adalah kalam Allah Swt yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw melalui perantara Malaikat Jibril yang disampaikan secara mutawatir (bersambung) dan berpahala bagi orang yang membacanya. Sedangkan beriman kepada kitab terdahulu berarti meyakini kebenaran semua kitab yang telah diwahyukan oleh Allah Swt kepada para rasul terdahulu. Iman kepada kitab terdahulu bukan berarti meyakini semua isi kandungan yang terdapat di dalamnya. Akan tetapi yang dimaksud dengan beriman kepada kitab terdahulu adalah hanya meyakini isi kandungan yang sesuai dengan al-Qur’an saja. Meskipun demikian kandungan yang tidak sesuai dengan al-Qur’an tidak berarti salah. Kandungan itu tetap benar, tapi hanya berlaku pada zamannya saja dan sudah dihapus dengan diturunkannya al-Qur’an. 2. Nama Kitab-Kitab Allah Ada sejumlah kitab Alla Swt yang disebutkan di dalam al- Qur’an dan hadis nabi. Sebagian disebut dengan kitab, sebagian lainnya disebut suhuf. Kitab adalah wahyu Allah yang disampaikan kepada para rasul yang dibukukan dalam satu kumpulan utuh menjadi kumpulan wahyu. Sementara suhuf adalah wahyu Allah yang disampaikan kepada para rasul tapi masih berbentuk lembaran-lembaran yang terpisah. Kitab Allah yang disebutkan dalam al-Qur’an dan hadis adalah Taurat, Zabur, Injil, dan al-Qur’an. Sementara suhuf yang disebutkan adalah suhuf Ibrahim dan Musa. a. Kitab Taurat Kitab Taurat adalah kitab yang diturunkan oleh Allah Swt. kepada Nabi Musa a.s. Allah Swt. berfirman di dalam Q.S. al-Maidah/5: 44 bahwa kitab Taurat merupakan petunjuk bagi Nabi Musa a.s. dan nabi-nabi dari Bani Israil sesudahnya, sampai kepada Nabi Isa a.s. Mereka disebut sebagai nabi-nabi yang telah menyerahkan diri kepada Allah dengan penuh keikhlasan. Kitab Taurat diturunkan sebagai pedoman bagi Bani Israil, yang kemudian disebut sebagai bangsa Yahudi. Kitab Taurat hanya digunakan untuk memutuskan perkara orang- orang dari Bani Israil saja, karena kitab ini memang hanya diturunkan bagi mereka. Sepeninggal para nabi dari Bani Israil, kitab Taurat digunakan oleh tokoh-tokoh dan pendeta Yahudi sebagai undang-undang untuk memutuskan berbagai perkara orang-orang Yahudi. b. Kitab Zabur Kitab Zabur adalah kitab yang diturunkan oleh Allah Swt. Kepada Nabi Daud a.s. Nabi Daud a.s. merupakan salah satu nabi dari Bani Israil. Sebagai nabi dari Bani Israil, Nabi Daud menggunakan kitab Taurat untuk memutus berbagai perkara orang-orang Yahudi. Namun kepada Nabi Daud a.s., Allah Swt. juga menurunkan kitab Zabur. Menurut Imam Qurtubi, sebagaimana dikutip dalam Tafsir Quran Kemenag, kitab Zabur tidak berisi hukum-hukum perkara seperti Taurat. Namun kitab Zabur terdiri dari 150 surah yang berisi nasihat-nasihat, hikmah, pujian dan sanjungan kepada Allah Swt c. Kitab Injil Kitab inijl adalah kitab yang diturunkan oleh Allah Swt. kepada Nabi Isa a.s. Seperti halnya Nabi Musa a.s. dan Nabi Daud a.s., Nabi Isa juga merupakan nabi dari Bani Israil (Yahudi). Menurut Q.S. al-maidah/5: 46, Allah Swt. menurunkan Injil kepada Nabi Isa untuk menyempurnakan isi Taurat yang telah
berakhir masa berlakunya. Dalam hal ini kitab Injil berfungsi untuk membenarkan kitab Taurat yang mengandung nilai-nilai yang dapat menyelamatkan umatnya dari kesesatan dalam akidah dan amal perbuatan, seperti tauhid, yakni memberantas syirik dan berhala yang menjadi sumber khurafat dan kebatilan d. Suhuf Musa dan Ibrahim Suhuf Musa dan Ibrahim adalah lembaran-lembaran yang diturunkan oleh Allah Swt kepada Nabi Musa dan Ibrahim. Lembaran-lembaran ini sudah hilang dan tidak diketahui isinya. Namun sebagian isi suhuf-suhuf itu ada yang diberitakan di dalam al-Qur’an dan hadis. Misalnya ajaran suhuf Nabi Musa a.s. dan Ibrahim a.s. yang terdapat di dalam Q.S. an-Najm/53: 36 – 41 berikut ini. 1) Seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain 2) Manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya 3) Perbuatan manusia kelak akan diperlihatkan kepadanya 4) Perbuatan manusia akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna e. Al-Qur’an Kitab al-Qur’an merupakan wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Al-Qur’an merupakan wahyu Allah terakhir yang membawa kebenaran, mencakup isi dan membenarkan kitab sebelumnya, Yakni Taurat, Zabur, dan Injil. Meskipun demikian al-Qur’an memiliki syariat tersendiri yang berbeda dengan kitab-kitab sebelumnya. Syariat yang terdapat di dalam al-Qur’an berfungsi menggantikan syariat yang terdapat dalam kitab-kitab sebelumnya. Namun walaupun masing-masing kitab Allah memiliki syariat yang berbeda, tetapi dasar dan landasan dasarnya sama, yaitu ajaran tentang tauhid atau mengesakan Allah Swt. 3. Menjadi Generasi Pecinta Al-Qur’an Siswa yang budiman, sebagai seorang muslim, kalian pasti yakin terhadap al-Qur’an. Namun, yakin saja tidak cukup. Sebagaimana pengertian iman yang telah dijelaskan sebelumnya, seseorang yang beriman harus meyakini dalam hati, mengikrarkan dengan lisan, dan membuktikan dengan perbuatan. Keyakinan di dalam hati tentu saja hanya kalian dan Allah Swt yang mengetahui. Sementara ikrar sebagai seorang yang beriman tentu sudah kalian praktikkan, baik dalam bentuk status kependudukan sebagai warga negara yang beragama Islam maupun dalam bacaan syahadat yang kalian baca pada waktu salat. Setelah mampu membaca, tangga berikutnya adalah memahami arti al-Qur’an. Memahami arti dapat dilakukan dengan cara membaca terjemah al-Qur’an serta mengikuti majelis-majelis kajian al-Qur’an. Seperti yang kalian pelajari pada bab I, untuk mampu memahami al-Qur’an dengan baik, membaca terjemah al-Qur’an saja belum cukup. Pemahaman terhadap al-Qur’an harus dihubungkan dengan tantangan perkembangan zaman yang terus berubah sehingga al-Qur’an mampu memberi solusi terhadap persoalan yang sedang terjadi 4. Hubungan dengan Umat yang Beriman kepada Kitab Terdahulu Di dalam al-Qur’an, umat yang beriman kepada kitab terdahulu, disebut dengan ahli kitab. Mereka disebut seperti itu dikarenakan keyakinannya terhadap kitab-kitab yang diturunkan kepada para rasul terdahulu. Mereka adalah umat Yahudi yang beriman kepada kitab Taurat dan umat Nasrani yang beriman kepada kitab Injil. Hubungan yang harmonis ini dibangun atas dasar kesadaran untuk saling menghargai dan menghormati. Meskipun kitab sucinya berbeda-beda, Islam, Yahudi, dan Nasrani memiliki hubungan sejarah yang sama, yakni nabi-nabi yang sama dengan kitab-kitab suci yang sama. Namun perjalanan sejarah menyebabkan pemahaman dan praktik keagamaan yang berbeda sehingga menghasilkan agama yang berbeda-beda. Masing-
masing agama memiliki ajaran, lembaga, pemimpin, umat, hari besarnya, tempat- tempat yang disucikan, serta banyak hal yang berbeda. Karenanya tidak ada agama yang sama, semua agama berbeda. C. Glosarium Ijmali : global Tafsili : terperinci. Al-iqrār : Pengakuan Al-qabūl : menerima Al-iżżi’ān: tunduk Daftar Pustaka Tatik Pudjiani dan Bagus Mustakim.2021 PAI dan BP kelas 8 Kemendikbud Ristek RI Kemenag RI 2021 Shalih Al Sindi, 2012 Meyakini Kitab-Kitab Allah: Menjadi Generasi Pecinta Al- Qur’an yang Toleran (e-book dalam www. portal Islam-net ) Abu Zaid Al-Ajami2012 Akidah Islam Menurut Empat Madzhab. Jakarta: Pustaka Al Kautsar MODUL AJAR. 8.2.2 MEYAKINI KITAB-KITAB ALLAH: MENJADI GENERASI PECINTA AL-QUR’AN YANG TOLERAN Capaian Pembelajaran Peserta didik dapat Menjelaskan pengertian iman kepada Kitab-Kitab Allah berdasarkan dalil naqli terkait, membedakan nama-nama Kitab Allah dan Rasul penerimanya, merumuskan konsekuensi iman kepada Al-Qur'an, menujukkan sikap iman kepada Al-Qur'an sebagai Kitab Allah, menemukan buah keimanan kepada kitab Allah, menciptakan peta konsep sebagai bentuk mengimani kitab Allah G. Identitas Modul Penyusun : MUHAMMAD AWALUL HUSNA Institusi : SMP MIFTAHUL HUDA tahun : 2023 Jenjang sekolah : SMP Kelas : VIII Alokasi waktu : 2 JP x 30 Menit = 60 Menit H. Kompetensi Awal Peserta didik memahami dan Meyakini Kitab-Kitab Allah: Menjadi Generasi Pecinta Al- Qur’an yang Toleran . I. Profil Pelajar Pancasila 4. Beriman dan bertakwa kepada tuhan yang Maha Esa dan Beraklak Mulia
5. Berfikir kritis 6. Mandiri J. Sarana dan Prasarana Laptop,HP, Papan tulis,Spidol,LCD proyector,kertas karton dan atau media sesuai dengan kondisi sekolah. K. Target Peserta Didik Peserta didik yang tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar L. Model pembelajaran Pembelajaran tatap muka dengan model berbasis produk KOMPETENSI INTI I. Tujuan Pembelajaran 1. Melalui model pembelajaran discovery learning, kalian mampu menjelaskan makna iman kepada kitab-kitab Allah dengan benar serta memiliki rasa ingin tahu terhadap sejarah kitab-kitab Allah dan terbiasa membaca al-Qur’an setiap hari. 2. Melalui teknik Jigsaw kalian dapat menjelaskan cara mencintai alQur’an dan cara membangun hubungan dengan orang yang beriman kepada kitab terdahulu dengan benar serta memiliki perilaku terpuji dan bersikap toleran terhadap perbedaan dan memiliki adab terhadap al-Qur’an. 3. Melalui model pembelajaran berbasis produk, kalian dapat membuat infografis time line diturunkannya kitab-kitab Allah kepada para nabi dan rasul dengan benar serta tumbuh sikap mencintai al-Qur’an dan memiliki sikap menghargai kitab suci agama lain J. Pemahaman Bermakna 1. Iman Kepada kitab Allah adalah membenarkan bahwa Allah Swt mempunyai kitab-kitab yang diturunkan kepada para rasul-Nya. 2. Akhlak mulia dan memahami perbedaan dengan umat yang menyakini kitab suci yang berbeda 3. Dalam usaha untuk senantiasa bersikaf dan bertingkahlaku serta bertutur kata yang baik maka kita perlu memahami makna iman kepada kitab-kitab Allah dengan benar. K. Pertanyaan Pemantik 1. Mengapa kita harus memahami makna iman kepada kitab-kitab Allah dengan benar ? 2. Mengapa kita harus mengamalkan isi dari kitab-kitab Allah ? 3. Mengapa kita harus berpedoman Alqur’an kitab suci ? L. Persiapan pembelajar: 1. Mengidentifkasi dan memahami nama-nama kitab Allah, cara mencintai al-Qur’an, serta cara membangun hubungan dengan orangorang yang beriman kepada kitab terdahulu. 2. memahami konsep iman kepada kitab secara lengkap sehingga mampu membimbing kalian menuju akhlak yang mulia dalam kehidupan sehari-hari. M. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan ke -3 Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Pendahuluan waktu 5. Mempersiapkan media/alat peraga/bahan berupa LCD projector, 10 menit speaker aktif,laptop,CD pembelajaran interaktif.
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Inti waktu 6. Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam, membaca doa yang dipimpin salah seorang peserta didik,tadarus 60 menit ayat-ayat pilihan, memperhatikan kesiapan peserta didik, memeriksa kehadiran, posisi , dan tempat peserta didik. 7. Guru memberikan motivasi dan mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan materi pembelajaran, menyampaikan cakupan materi, tujuan dan kegiatan yang akan dilakukan,lingkup dan teknik penilaian. 8. Guru mengkondisikan peserta didik untuk duduk berkelompok Pada pertemuan pertama metode yang digunakan adalah pembelajaran discovery learning dengan langkah-langkah sebagai berikut : 8. Menyajikan stimulus dengan berupa bahan kajian awal 9. Mengidentifikasi permasalahan yang relevan dengan materi nama-nama kitab Allah dan cara mencintai al-Qur’an 10. Mencari dan mengumpulkan data tentang materi tentang kitab Allah dan cara mencintai al-Qur’an 11. Membuat infografis time line diturunkannya kitab-kitab Allah kepada para nabi dan rasul. 12. Mempresentasikan hasil produk antar kelompok 13. Menyimpulkan hasil diskusi dan temuan Penutup 6. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi semua peserta 10 menit didik. 7. Peserta didik melakukan refleksi terhadap proses kegiatan pembelajaran hari ini dengan arahan guru 8. Guru memberikan quiz tentang materi nama-nama kitab Allah, cara mencintai al-Qur’an 9. Guru mengingatkan siswa untuk membaca materi berikutnya 10. Guru menutup pembelajaran dengan memberikan salam N. Asesmen Asesmen sebelum pembelajaran (diagnostic non kognitif ) siswa mengisikan perasaannya sebelum dan setelah pembelajaran hari ini dengan memberikan titik dibawah gambar emosi.
Kecewa Biasa Senang 4. Asesmen selama proses pembelajaran Jurnal Sikap Profil Pelajar Pancasila No. Teknik Bentuk Waktu Instrumen Pelaksanaan 1. Observasi Lembar Observasi (Catatan Saat pembelajaran berlangsung Jurnal) No Tanggal Nama Catatan perilaku Tindak 1. Siswa saat pembelajaran Butir Sikap Lanjut 5. Penilaian Pengetahuan. Ditulis dalam rubrik Rajin Berlatih yang berisi 10 soal pilihan ganda dengan empat pilihan jawaban dan 5 soal uraian. Soal tersedia di buku peserta didik. 6. Penilaian ketrampilan Dimuat dalam rubrik siap berkreasi untuk menilai kompetensi peserta didik dalam kompetensi ketrampilan Membuat infografis time line diturunkannya kitab-kitab Allah kepada para nabi dan rasul. Contoh Rubrik Penilaian Produk Nama Kelompok : Anggota : Kelas : Nama Produk : No Aspek Skor (1-5 ) 12345 1 Perencanaan Persiapan Jenis Produk 2 Tahapan proses pembuatan Persiapan alat dan bahan Teknik pengolahan Kerja Kelompok 3 Tahap akhir Bentuk penanyangan Inovasi Kreatifitas Total skor Keterangan penilaian ;
Perencanaan : 1 = Sangat tidak baik, tidak ada musyawarah dan penentuan produk sesuai topik 2 = Tidak baik,ada musyawarah dan tapi tidak ada penentuan produk sesuai topik 3 = cukup baik, ada musyawarah tapi tidak diikuti semua anggota kelompok da nada penentuan produk tapi tidak sesuai topik 4 = Baik, ada musyawarah tapi tidak diikuti sewmua anggota kelompok da nada penentuan produk sesuai topik 5 = Sangat baik, ada musyawarah diikuti semua anggota kelompok da nada penentuan produk sesuai topik Tahapan proses Pembuatan 1 = Sangat tidak baik, tidak ada alat dan bahan, tidak mampu menguasai teknik pengolahan dan tidak ada kerja sama kelompok 2 = Tidak baik, ada alat dan bahan, tidak mampu menguasai teknik pengolahan dan ada kerja sama kelompok 3 = cukup baik, ada alat dan bahan, dan mampu menguasai teknik pengolahan dan ada kerja sama kelompok 4 = Baik, ada alat dan bahan, dan mampu menguasai teknik pengolahan dan ada kerja sama beberapa anggota kelompok 5 = Sangat baik, ada alat dan bahan, dan mampu menguasai teknik pengolahan dan ada kerja sama kelompok Tahap Akhir 1 = Sangat tidak baik, tidak ada produk 2 = Tidak baik, ada produk tapi belum selesai 3 = Cukup baik, ada produk bentuk penanyangan proporsional sesuai topik tapi belum ada inovasi dan kreatifitas 4 = Baik, ada produk bentuk penanyangan proporsional sesuai topic ada kreatifitas tapi belum ada inovasi 5 = Sangat baik, ada produk bentuk penanyangan proporsional sesuai topic ada kreatifitas dan inovasi Petunjuk penskoran : Perhitungan skor akhir menggunakan rumus : Skor yang diperoleh x 100 % Skor maksimal O. Pengayaan dan Remedial 1. Peserta didik yang sudah mencapai ketuntasan belajar selanjutnya dapat mengikuti kegiatan pendalaman materi berupa dengan membaca rubrik Selangkah Lebih Maju. 2. Peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar berdasarkan kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan diharuskan mengikuti kegiatan remedial, langkahnya guru menjelaskan kembali materi tentang meneladani nama dan sifat Allah untuk kebaikan hidup. Remedial dilaksanakan pada waktu tertentu sesuai perencanaan penilaian P. Refleksi Peserta Didik dan Guru 1. Guru meminta peserta didik membaca kisah insfiratif dalam rubrik Inspirasiku. 2. Guru membimbing peserta didik untuk mengklarifikasi dan menyebutkan nilai penting yang terkandung dalam Inspirasiku.
3. Guru meminta peserta didik menyimpulkan hikmah dari kisah insfiratif sebagai bentuk refleksi diri. 4. Selanjutnya guru meminta peserta didik untuk membaca rubrik Aku Pelajar Pancasil dan melakukan refleksi diri terkait dengan profil tersebut. No. Karakter yang Diharapkan Mampu Belum Mampu 1. Rajin membaca buku untuk menambah pengetahuan 2. Bersungguh-sungguh mengerjakan tugas dari bapak dan ibu guru 3. Selalu mentaati nasehat orang tua 4. Selalu mentaati perintah dan nasehat guru 5. Selalu teliti saat mengerjakan ulangan 6. Berempati kepada orang lain yang sedang membutuhkan pertolongan 7. Slalu menjaga penglihatan mata dari hal-hal yang dilarang LAMPIRAN B. Lembar Kerja D. Lembar Kerja Berilah tanda contreng (√) pada pernyataan yang sesuai dengan keadaan kalian yang sebenarnya! No Pernyataan 12 3 4 1 Saya membaca al-Qur’an setiap hari 2 Saya membaca al-Qur’an dengan tartil sesuai kaidah ilmu tajwid 3 Saya mengikuti majelis taklim agar memahami kandungan al-Qur’an 4 Saya mengamalkan al-Qur’an dalam akhlak mulia (berkata jujur, tidak menyebarkan berita bohong, tidak menyebarkan ujaran kebencian) 5 Saya bermain dan belajar bersama dengan teman pemeluk agama lain Keterangan: : 1. Selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan : 2. Sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan : 3. Kadang-kadang, apabila sering tidak melakukan sesuai pernyataan : 4. Tidak pernah: apabila tidak pernah melakukan sesuai pernyataan Pilih satu pernyataan untuk diberi penjelasan sesuai dengan pilihan sikap yang kalian contreng
Bacalah al-Qur’an setiap hari, kemudian catat dalam buku. Laporkan setiap seminggu sekali kepada orang tua dan guru Contoh Buku Catatan: No Hari/Tanggal Nama surat dan ayat Tanda tangan Orang Tua/Wali Guru PAI BP 1 2 3 4 5 dst E. Bahan Bacaan Guru dan Peserta Didik 5. Pengertian Iman Kepada Kitab Allah Iman secara bahasa berarti pengakuan (al-iqrār) yang melahirkan sikap menerima (al-qabūl) dan tunduk (al-iżżi’ān). Sedangkan secara istilah iman berarti membenarkan dengan hati, mengikrarkan dengan lisan, dan membuktikan dengan perbuatan. Seseorang dikatakan beriman apabila hatinya menerima dan meyakini keberadaan Allah Swt, mengikrarkannya dengan membaca dua kalimah syahadat, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Adapun yang dimaksud dengan iman kepada kitab Allah Swt adalah membenarkan bahwa Allah Swt mempunyai kitab-kitab yang diturunkan kepada para rasul-Nya. Kitab-kitab itu merupakan kalam AllahSwt yang berfungsi sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia. Semua kandungannya merupakan kebenaran yang wajib diikuti dan dilaksanakan. Beriman kepada kitab al-Qur’an berarti meyakini bahwa al-Qur’an adalah kalam Allah Swt yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw melalui perantara Malaikat Jibril yang disampaikan secara mutawatir (bersambung) dan berpahala bagi orang yang membacanya. Sedangkan beriman kepada kitab terdahulu berarti meyakini kebenaran semua kitab yang telah diwahyukan oleh Allah Swt kepada para rasul terdahulu. Iman kepada kitab terdahulu bukan berarti meyakini semua isi kandungan yang terdapat di dalamnya. Akan tetapi yang dimaksud dengan beriman kepada kitab terdahulu adalah hanya meyakini isi kandungan yang sesuai dengan al-Qur’an saja. Meskipun demikian kandungan yang tidak sesuai dengan al-Qur’an tidak berarti salah. Kandungan itu tetap benar, tapi hanya berlaku pada zamannya saja dan sudah dihapus dengan diturunkannya al-Qur’an. 6. Nama Kitab-Kitab Allah Ada sejumlah kitab Alla Swt yang disebutkan di dalam al-Qur’an dan hadis nabi. Sebagian disebut dengan kitab, sebagian lainnya disebut suhuf. Kitab adalah wahyu Allah yang disampaikan kepada para rasul yang dibukukan dalam satu kumpulan utuh menjadi kumpulan wahyu. Sementara suhuf adalah wahyu Allah yang disampaikan kepada para rasul tapi masih berbentuk lembaran-lembaran yang terpisah. Kitab Allah yang disebutkan dalam al-Qur’an dan hadis adalah Taurat, Zabur, Injil, dan al- Qur’an. Sementara suhuf yang disebutkan adalah suhuf Ibrahim dan Musa. f. Kitab Taurat Kitab Taurat adalah kitab yang diturunkan oleh Allah Swt. kepada Nabi Musa a.s. Allah Swt. berfirman di dalam Q.S. al-Maidah/5: 44 bahwa kitab Taurat merupakan petunjuk bagi Nabi Musa a.s. dan nabi-nabi dari Bani Israil sesudahnya, sampai kepada Nabi Isa a.s. Mereka disebut sebagai nabi-nabi yang telah menyerahkan diri kepada Allah dengan penuh keikhlasan. Kitab Taurat diturunkan sebagai pedoman bagi Bani Israil, yang kemudian disebut sebagai bangsa Yahudi. Kitab Taurat hanya digunakan untuk memutuskan perkara orang-orang dari Bani Israil saja, karena kitab
ini memang hanya diturunkan bagi mereka. Sepeninggal para nabi dari Bani Israil, kitab Taurat digunakan oleh tokoh-tokoh dan pendeta Yahudi sebagai undang-undang untuk memutuskan berbagai perkara orang-orang Yahudi. g. Kitab Zabur Kitab Zabur adalah kitab yang diturunkan oleh Allah Swt. Kepada Nabi Daud a.s. Nabi Daud a.s. merupakan salah satu nabi dari Bani Israil. Sebagai nabi dari Bani Israil, Nabi Daud menggunakan kitab Taurat untuk memutus berbagai perkara orang-orang Yahudi. Namun kepada Nabi Daud a.s., Allah Swt. juga menurunkan kitab Zabur. Menurut Imam Qurtubi, sebagaimana dikutip dalam Tafsir Quran Kemenag, kitab Zabur tidak berisi hukum-hukum perkara seperti Taurat. Namun kitab Zabur terdiri dari 150 surah yang berisi nasihat-nasihat, hikmah, pujian dan sanjungan kepada Allah Swt h. Kitab Injil Kitab inijl adalah kitab yang diturunkan oleh Allah Swt. kepada Nabi Isa a.s. Seperti halnya Nabi Musa a.s. dan Nabi Daud a.s., Nabi Isa juga merupakan nabi dari Bani Israil (Yahudi). Menurut Q.S. al-maidah/5: 46, Allah Swt. menurunkan Injil kepada Nabi Isa untuk menyempurnakan isi Taurat yang telah berakhir masa berlakunya. Dalam hal ini kitab Injil berfungsi untuk membenarkan kitab Taurat yang mengandung nilai-nilai yang dapat menyelamatkan umatnya dari kesesatan dalam akidah dan amal perbuatan, seperti tauhid, yakni memberantas syirik dan berhala yang menjadi sumber khurafat dan kebatilan i. Suhuf Musa dan Ibrahim Suhuf Musa dan Ibrahim adalah lembaran-lembaran yang diturunkan oleh Allah Swt kepada Nabi Musa dan Ibrahim. Lembaran-lembaran ini sudah hilang dan tidak diketahui isinya. Namun sebagian isi suhuf-suhuf itu ada yang diberitakan di dalam al-Qur’an dan hadis. Misalnya ajaran suhuf Nabi Musa a.s. dan Ibrahim a.s. yang terdapat di dalam Q.S. an-Najm/53: 36 – 41 berikut ini. 1) Seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain 1) Manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya 2) Perbuatan manusia kelak akan diperlihatkan kepadanya 3) Perbuatan manusia akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna j. Al-Qur’an Kitab al-Qur’an merupakan wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Al-Qur’an merupakan wahyu Allah terakhir yang membawa kebenaran, mencakup isi dan membenarkan kitab sebelumnya, Yakni Taurat, Zabur, dan Injil. Meskipun demikian al-Qur’an memiliki syariat tersendiri yang berbeda dengan kitab-kitab sebelumnya. Syariat yang terdapat di dalam al-Qur’an berfungsi menggantikan syariat yang terdapat dalam kitab-kitab sebelumnya. Namun walaupun masing-masing kitab Allah memiliki syariat yang berbeda, tetapi dasar dan landasan dasarnya sama, yaitu ajaran tentang tauhid atau mengesakan Allah Swt. 7. Menjadi Generasi Pecinta Al-Qur’an Siswa yang budiman, sebagai seorang muslim, kalian pasti yakin terhadap al-Qur’an. Namun, yakin saja tidak cukup. Sebagaimana pengertian iman yang telah dijelaskan sebelumnya, seseorang yang beriman harus meyakini dalam hati, mengikrarkan dengan lisan, dan membuktikan dengan perbuatan. Keyakinan di dalam hati tentu saja hanya kalian dan Allah Swt yang mengetahui. Sementara ikrar sebagai seorang yang beriman tentu sudah kalian praktikkan, baik dalam bentuk status kependudukan sebagai warga negara yang beragama Islam maupun dalam bacaan syahadat yang kalian baca pada waktu salat. Setelah mampu membaca, tangga berikutnya adalah memahami arti al-Qur’an. Memahami arti dapat dilakukan dengan cara membaca terjemah al-Qur’an serta mengikuti majelis- majelis kajian al-Qur’an. Seperti yang kalian pelajari pada bab I, untuk mampu memahami al-Qur’an dengan baik, membaca terjemah al-Qur’an saja belum cukup. Pemahaman
terhadap al-Qur’an harus dihubungkan dengan tantangan perkembangan zaman yang terus berubah sehingga al-Qur’an mampu memberi solusi terhadap persoalan yang sedang terjadi 8. Hubungan dengan Umat yang Beriman kepada Kitab Terdahulu Di dalam al-Qur’an, umat yang beriman kepada kitab terdahulu, disebut dengan ahli kitab. Mereka disebut seperti itu dikarenakan keyakinannya terhadap kitab-kitab yang diturunkan kepada para rasul terdahulu. Mereka adalah umat Yahudi yang beriman kepada kitab Taurat dan umat Nasrani yang beriman kepada kitab Injil. Hubungan yang harmonis ini dibangun atas dasar kesadaran untuk saling menghargai dan menghormati. Meskipun kitab sucinya berbeda-beda, Islam, Yahudi, dan Nasrani memiliki hubungan sejarah yang sama, yakni nabi-nabi yang sama dengan kitab-kitab suci yang sama. Namun perjalanan sejarah menyebabkan pemahaman dan praktik keagamaan yang berbeda sehingga menghasilkan agama yang berbeda-beda. Masing-masing agama memiliki ajaran, lembaga, pemimpin, umat, hari besarnya, tempat-tempat yang disucikan, serta banyak hal yang berbeda. Karenanya tidak ada agama yang sama, semua agama berbeda. F. Glosarium Ijmali : global Tafsili : terperinci. Al-iqrār : Pengakuan Al-qabūl : menerima Al-iżżi’ān: tunduk Daftar Pustaka Tatik Pudjiani dan Bagus Mustakim.2021 PAI dan BP kelas 8 Kemendikbud Ristek RI, Kemenag RI 2021 Shalih Al Sindi, 2012 Meyakini Kitab-Kitab Allah: Menjadi Generasi Pecinta Al- Qur’an yang Toleran (e-book dalam www. portal Islam-net ) Abu Zaid Al-Ajami2012 Akidah Islam Menurut Empat Madzhab. Jakarta: Pustaka Al Kautsar
MODUL AJAR. 8.2.3 MEYAKINI KITAB-KITAB ALLAH: MENJADI GENERASI PECINTA AL-QUR’AN YANG TOLERAN Capaian Pembelajaran Peserta didik dapat Menjelaskan pengertian iman kepada Kitab-Kitab Allah berdasarkan dalil naqli terkait, membedakan nama-nama Kitab Allah dan Rasul penerimanya, merumuskan konsekuensi iman kepada Al-Qur'an, menujukkan sikap iman kepada Al-Qur'an sebagai Kitab Allah, menemukan buah keimanan kepada kitab Allah, menciptakan peta konsep sebagai bentuk mengimani kitab Allah M. Identitas Modul Penyusun : MUHAMMAD AWALUL HUSNA Institusi : SMP MIFTAHUL HUDA tahun : 2023 Jenjang sekolah : SMP Kelas : VIII Alokasi waktu : 2 JP x 30 Menit = 60 Menit N. Kompetensi Awal Peserta didik memahami dan Meyakini Kitab-Kitab Allah: Menjadi Generasi Pecinta Al- Qur’an yang Toleran . O. Profil Pelajar Pancasila 7. Beriman dan bertakwa kepada tuhan yang Maha Esa dan Beraklak Mulia 8. Berfikir kritis 9. Mandiri P. Sarana dan Prasarana Laptop,HP, Papan tulis,Spidol,LCD proyector,kertas karton dan atau media sesuai dengan kondisi sekolah. Q. Target Peserta Didik Peserta didik yang tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar R. Model pembelajaran Pembelajaran tatap muka dengan model teknik Jigsaw KOMPETENSI INTI Q. Tujuan Pembelajaran 4. Melalui model pembelajaran discovery learning, kalian mampu menjelaskan makna iman kepada kitab-kitab Allah dengan benar serta memiliki rasa ingin tahu terhadap sejarah kitab-kitab Allah dan terbiasa membaca al-Qur’an setiap hari. 5. Melalui teknik Jigsaw kalian dapat menjelaskan cara mencintai alQur’an dan cara membangun hubungan dengan orang yang beriman kepada kitab terdahulu dengan benar serta memiliki perilaku terpuji dan bersikap toleran terhadap perbedaan dan memiliki adab terhadap al-Qur’an. 6. Melalui model pembelajaran berbasis produk, kalian dapat membuat infografis time line diturunkannya kitab-kitab Allah kepada para nabi dan rasul dengan benar serta tumbuh sikap mencintai al-Qur’an dan memiliki sikap menghargai kitab suci agama lain R. Pemahaman Bermakna
4. Iman Kepada kitab Allah adalah membenarkan bahwa Allah Swt mempunyai kitab-kitab yang diturunkan kepada para rasul-Nya. 5. Akhlak mulia dan memahami perbedaan dengan umat yang menyakini kitab suci yang berbeda 6. Dalam usaha untuk senantiasa bersikaf dan bertingkahlaku serta bertutur kata yang baik maka kita perlu memahami makna iman kepada kitab-kitab Allah dengan benar. S. Pertanyaan Pemantik 4. Mengapa kita harus memahami makna iman kepada kitab-kitab Allah dengan benar ? 5. Mengapa kita harus mengamalkan isi dari kitab-kitab Allah ? 6. Mengapa kita harus berpedoman Alqur’an kitab suci.? T. Persiapan pembelajar: 3. Mengidentifkasi dan memahami nama-nama kitab Allah, cara mencintai al-Qur’an, serta cara membangun hubungan dengan orangorang yang beriman kepada kitab terdahulu. 4. memahami konsep iman kepada kitab secara lengkap sehingga mampu membimbing kalian menuju akhlak yang mulia dalam kehidupan sehari-hari. U. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan ke -2 Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Pendahuluan waktu 9. Mempersiapkan media/alat peraga/bahan berupa LCD projector, 10 menit Inti speaker aktif,laptop,CD pembelajaran interaktif. 60 menit 10. Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam, membaca doa yang dipimpin salah seorang peserta didik,tadarus ayat-ayat pilihan, memperhatikan kesiapan peserta didik, memeriksa kehadiran, posisi , dan tempat peserta didik. 11. Guru memberikan motivasi dan mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan materi pembelajaran, menyampaikan cakupan materi, tujuan dan kegiatan yang akan dilakukan,lingkup dan teknik penilaian. 12. Guru mengkondisikan peserta didik untuk duduk berkelompok Pada pertemuan pertama metode yang digunakan adalah pembelajaran discovery learning dengan langkah-langkah sebagai berikut : 14. Menyajikan stimulus dengan berupa bahan kajian awal 15. Mengidentifikasi permasalahan yang relevan dengan materi nama-nama kitab Allah dan cara mencintai al-Qur’an 16. Mencari dan mengumpulkan data tentang materi tentang kitab Allah dan cara mencintai al-Qur’an 17. Membagi peserta didik ke dalam kelompok asal dan membagi peserta didik ke kelompok ahli 18. Dari masing-masing kelompok dikumpulkan peserta didik dengan materi yang sama untuk mendiskusikan ke dalam tim ahli
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi waktu 19. Laporan tim: para ahli kembali kepada kelompok mereka masing-masing untuk menyampaikan topic keahlian mereka kepada satu tim 20. Menyimpulkan hasil diskusi dan temuan Penutup 11. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi semua peserta 10 menit didik. 12. Peserta didik melakukan refleksi terhadap proses kegiatan pembelajaran hari ini dengan arahan guru 13. Guru memberikan quiz tentang materi nama-nama kitab Allah, cara mencintai al-Qur’an 14. Guru mengingatkan siswa untuk membaca materi berikutnya 15. Guru menutup pembelajaran dengan memberikan salam V. Asesmen Asesmen sebelum pembelajaran (diagnostic non kognitif ) siswa mengisikan perasaannya sebelum dan setelah pembelajaran hari ini dengan memberikan titik dibawah gambar emosi. Kecewa Biasa Senang 7. Asesmen selama proses pembelajaran Jurnal Sikap Profil Pelajar Pancasila No. Teknik Bentuk Waktu Instrumen Pelaksanaan 1. Observasi Lembar Observasi (Catatan Saat pembelajaran berlangsung Jurnal) No Tanggal Nama Catatan perilaku Tindak 1. Siswa saat pembelajaran Butir Sikap Lanjut
8. Penilaian Pengetahuan. Ditulis dalam rubrik Rajin Berlatih yang berisi 10 soal pilihan ganda dengan empat pilihan jawaban dan 5 soal uraian. Soal tersedia di buku peserta didik. 9. Penilaian ketrampilan Dimuat dalam rubrik siap berkreasi untuk menilai kompetensi peserta didik dalam kompetensi ketrampilan W. Pengayaan dan Remedial 3. Peserta didik yang sudah mencapai ketuntasan belajar selanjutnya dapat mengikuti kegiatan pendalaman materi berupa dengan membaca rubrik Selangkah Lebih Maju. 4. Peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar berdasarkan kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan diharuskan mengikuti kegiatan remedial, langkahnya guru menjelaskan kembali materi tentang meneladani nama dan sifat Allah untuk kebaikan hidup. Remedial dilaksanakan pada waktu tertentu sesuai perencanaan penilaian X. Refleksi Peserta Didik dan Guru 5. Guru meminta peserta didik membaca kisah insfiratif dalam rubrik Insfirasiku. 6. Guru membimbing peserta didik untuk mengklarifikasi dan menyebutkan nilai penting yang terkandung dalam Insfirasiku. 7. Guru meminta peserta didik menyimpulkan hikmah dari kisah insfiratif sebagai bentuk refleksi diri. 8. Selanjutnya guru meminta peserta didik untuk membaca rubrik Aku Pelajar Pancasil dan melakukan refleksi diri terkait dengan profil tersebut. No. Karakter yang Diharapkan Mampu Belum Mampu 1. Rajin membaca buku untuk menambah pengetahuan 2. Bersungguh-sungguh mengerjakan tugas dari bapak dan ibu guru 3. Selalu mentaati nasehat orang tua 4. Selalu mentaati perintah dan nasehat guru 5. Selalu teliti saat mengerjakan ulangan 6. Berempati kepada orang lain yang sedang membutuhkan pertolongan 7. Slalu menjaga penglihatan mata dari hal-hal yang dilarang
LAMPIRAN C. Lembar Kerja G. Lembar Kerja Siswa Berilah tanda contreng (√) pada pernyataan yang sesuai dengan keadaan kalian yang sebenarnya! No Pernyataan 12 3 4 1 Saya membaca al-Qur’an setiap hari 2 Saya membaca al-Qur’an dengan tartil sesuai kaidah ilmu tajwid 3 Saya mengikuti majelis taklim agar memahami kandungan al-Qur’an 4 Saya mengamalkan al-Qur’an dalam akhlak mulia (berkata jujur, tidak menyebarkan berita bohong, tidak menyebarkan ujaran kebencian) 5 Saya bermain dan belajar bersama dengan teman pemeluk agama lain Keterangan: : 1. Selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan : 2. Sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan : 3. Kadang-kadang, apabila sering tidak melakukan sesuai pernyataan : 4. Tidak pernah: apabila tidak pernah melakukan sesuai pernyataan Pilih satu pernyataan untuk diberi penjelasan sesuai dengan pilihan sikap yang kalian contreng Bacalah al-Qur’an setiap hari, kemudian catat dalam buku. Laporkan setiap seminggu sekali kepada orang tua dan guru Contoh Buku Catatan: No Hari/Tanggal Nama surat dan ayat Tanda tangan Orang Tua/Wali Guru PAI BP 1 2 3 4 5 dst H. Bahan Bacaan Guru dan Peserta Didik 9. Pengertian Iman Kepada Kitab Allah Iman secara bahasa berarti pengakuan (al-iqrār) yang melahirkan sikap menerima (al-qabūl) dan tunduk (al-iżżi’ān). Sedangkan secara istilah iman berarti membenarkan dengan hati, mengikrarkan dengan lisan, dan
membuktikan dengan perbuatan. Seseorang dikatakan beriman apabila hatinya menerima dan meyakini keberadaan Allah Swt, mengikrarkannya dengan membaca dua kalimah syahadat, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Adapun yang dimaksud dengan iman kepada kitab Allah Swt adalah membenarkan bahwa Allah Swt mempunyai kitab-kitab yang diturunkan kepada para rasul-Nya. Kitab-kitab itu merupakan kalam AllahSwt yang berfungsi sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia. Semua kandungannya merupakan kebenaran yang wajib diikuti dan dilaksanakan. Beriman kepada kitab al-Qur’an berarti meyakini bahwa al-Qur’an adalah kalam Allah Swt yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw melalui perantara Malaikat Jibril yang disampaikan secara mutawatir (bersambung) dan berpahala bagi orang yang membacanya. Sedangkan beriman kepada kitab terdahulu berarti meyakini kebenaran semua kitab yang telah diwahyukan oleh Allah Swt kepada para rasul terdahulu. Iman kepada kitab terdahulu bukan berarti meyakini semua isi kandungan yang terdapat di dalamnya. Akan tetapi yang dimaksud dengan beriman kepada kitab terdahulu adalah hanya meyakini isi kandungan yang sesuai dengan al-Qur’an saja. Meskipun demikian kandungan yang tidak sesuai dengan al-Qur’an tidak berarti salah. Kandungan itu tetap benar, tapi hanya berlaku pada zamannya saja dan sudah dihapus dengan diturunkannya al-Qur’an. 10. Nama Kitab-Kitab Allah Ada sejumlah kitab Alla Swt yang disebutkan di dalam al- Qur’an dan hadis nabi. Sebagian disebut dengan kitab, sebagian lainnya disebut suhuf. Kitab adalah wahyu Allah yang disampaikan kepada para rasul yang dibukukan dalam satu kumpulan utuh menjadi kumpulan wahyu. Sementara suhuf adalah wahyu Allah yang disampaikan kepada para rasul tapi masih berbentuk lembaran-lembaran yang terpisah. Kitab Allah yang disebutkan dalam al-Qur’an dan hadis adalah Taurat, Zabur, Injil, dan al-Qur’an. Sementara suhuf yang disebutkan adalah suhuf Ibrahim dan Musa. k. Kitab Taurat Kitab Taurat adalah kitab yang diturunkan oleh Allah Swt. kepada Nabi Musa a.s. Allah Swt. berfirman di dalam Q.S. al-Maidah/5: 44 bahwa kitab Taurat merupakan petunjuk bagi Nabi Musa a.s. dan nabi-nabi dari Bani Israil sesudahnya, sampai kepada Nabi Isa a.s. Mereka disebut sebagai nabi-nabi yang telah menyerahkan diri kepada Allah dengan penuh keikhlasan. Kitab Taurat diturunkan sebagai pedoman bagi Bani Israil, yang kemudian disebut sebagai bangsa Yahudi. Kitab Taurat hanya digunakan untuk memutuskan perkara orang- orang dari Bani Israil saja, karena kitab ini memang hanya diturunkan bagi mereka. Sepeninggal para nabi dari Bani Israil, kitab Taurat digunakan oleh tokoh-tokoh dan pendeta Yahudi sebagai undang-undang untuk memutuskan berbagai perkara orang-orang Yahudi. l. Kitab Zabur Kitab Zabur adalah kitab yang diturunkan oleh Allah Swt. Kepada Nabi Daud a.s. Nabi Daud a.s. merupakan salah satu nabi dari Bani Israil. Sebagai nabi dari Bani Israil, Nabi Daud menggunakan kitab Taurat untuk memutus berbagai perkara orang-orang Yahudi. Namun kepada Nabi Daud a.s., Allah Swt. juga menurunkan kitab Zabur. Menurut Imam Qurtubi, sebagaimana dikutip dalam Tafsir Quran Kemenag, kitab Zabur tidak berisi hukum-hukum perkara seperti Taurat. Namun kitab Zabur terdiri dari 150 surah yang berisi nasihat-nasihat, hikmah, pujian dan sanjungan kepada Allah Swt m. Kitab Injil Kitab inijl adalah kitab yang diturunkan oleh Allah Swt. kepada Nabi Isa a.s. Seperti halnya Nabi Musa a.s. dan Nabi Daud a.s., Nabi Isa juga merupakan nabi dari Bani Israil (Yahudi). Menurut Q.S. al-maidah/5: 46, Allah Swt. menurunkan Injil kepada Nabi Isa untuk menyempurnakan isi Taurat yang telah
berakhir masa berlakunya. Dalam hal ini kitab Injil berfungsi untuk membenarkan kitab Taurat yang mengandung nilai-nilai yang dapat menyelamatkan umatnya dari kesesatan dalam akidah dan amal perbuatan, seperti tauhid, yakni memberantas syirik dan berhala yang menjadi sumber khurafat dan kebatilan n. Suhuf Musa dan Ibrahim Suhuf Musa dan Ibrahim adalah lembaran-lembaran yang diturunkan oleh Allah Swt kepada Nabi Musa dan Ibrahim. Lembaran-lembaran ini sudah hilang dan tidak diketahui isinya. Namun sebagian isi suhuf-suhuf itu ada yang diberitakan di dalam al-Qur’an dan hadis. Misalnya ajaran suhuf Nabi Musa a.s. dan Ibrahim a.s. yang terdapat di dalam Q.S. an-Najm/53: 36 – 41 berikut ini. 1) Seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain 2) Manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya 3) Perbuatan manusia kelak akan diperlihatkan kepadanya 4) Perbuatan manusia akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna o. Al-Qur’an Kitab al-Qur’an merupakan wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Al-Qur’an merupakan wahyu Allah terakhir yang membawa kebenaran, mencakup isi dan membenarkan kitab sebelumnya, Yakni Taurat, Zabur, dan Injil. Meskipun demikian al-Qur’an memiliki syariat tersendiri yang berbeda dengan kitab-kitab sebelumnya. Syariat yang terdapat di dalam al-Qur’an berfungsi menggantikan syariat yang terdapat dalam kitab-kitab sebelumnya. Namun walaupun masing-masing kitab Allah memiliki syariat yang berbeda, tetapi dasar dan landasan dasarnya sama, yaitu ajaran tentang tauhid atau mengesakan Allah Swt. 11. Menjadi Generasi Pecinta Al-Qur’an Siswa yang budiman, sebagai seorang muslim, kalian pasti yakin terhadap al-Qur’an. Namun, yakin saja tidak cukup. Sebagaimana pengertian iman yang telah dijelaskan sebelumnya, seseorang yang beriman harus meyakini dalam hati, mengikrarkan dengan lisan, dan membuktikan dengan perbuatan. Keyakinan di dalam hati tentu saja hanya kalian dan Allah Swt yang mengetahui. Sementara ikrar sebagai seorang yang beriman tentu sudah kalian praktikkan, baik dalam bentuk status kependudukan sebagai warga negara yang beragama Islam maupun dalam bacaan syahadat yang kalian baca pada waktu salat. Setelah mampu membaca, tangga berikutnya adalah memahami arti al-Qur’an. Memahami arti dapat dilakukan dengan cara membaca terjemah al-Qur’an serta mengikuti majelis-majelis kajian al-Qur’an. Seperti yang kalian pelajari pada bab I, untuk mampu memahami al-Qur’an dengan baik, membaca terjemah al-Qur’an saja belum cukup. Pemahaman terhadap al-Qur’an harus dihubungkan dengan tantangan perkembangan zaman yang terus berubah sehingga al-Qur’an mampu memberi solusi terhadap persoalan yang sedang terjadi 12. Hubungan dengan Umat yang Beriman kepada Kitab Terdahulu Di dalam al-Qur’an, umat yang beriman kepada kitab terdahulu, disebut dengan ahli kitab. Mereka disebut seperti itu dikarenakan keyakinannya terhadap kitab-kitab yang diturunkan kepada para rasul terdahulu. Mereka adalah umat Yahudi yang beriman kepada kitab Taurat dan umat Nasrani yang beriman kepada kitab Injil. Hubungan yang harmonis ini dibangun atas dasar kesadaran untuk saling menghargai dan menghormati. Meskipun kitab sucinya berbeda-beda, Islam, Yahudi, dan Nasrani memiliki hubungan sejarah yang sama, yakni nabi-nabi yang sama dengan kitab-kitab suci yang sama. Namun perjalanan sejarah menyebabkan pemahaman dan praktik keagamaan yang berbeda sehingga menghasilkan agama yang berbeda-beda. Masing-
masing agama memiliki ajaran, lembaga, pemimpin, umat, hari besarnya, tempat- tempat yang disucikan, serta banyak hal yang berbeda. Karenanya tidak ada agama yang sama, semua agama berbeda. I. Glosarium Ijmali : global Tafsili : terperinci. Al-iqrār : Pengakuan Al-qabūl : menerima Al-iżżi’ān: tunduk Daftar Pustaka Tatik Pudjiani dan Bagus Mustakim.2021 PAI dan BP kelas 8 Kemendikbud Ristek RI Kemenag RI 2021 Shalih Al Sindi, 2012 Meyakini Kitab-Kitab Allah: Menjadi Generasi Pecinta Al- Qur’an yang Toleran (e-book dalam www. portal Islam-net ) Abu Zaid Al-Ajami2012 Akidah Islam Menurut Empat Madzhab. Jakarta: Pustaka Al Kautsar
Search
Read the Text Version
- 1 - 24
Pages: