Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore #29_Irina_BIOTEKNOLOGI RUMAHAN

#29_Irina_BIOTEKNOLOGI RUMAHAN

Published by Atik Rahmawati, 2021-11-08 04:19:07

Description: #29_Irina_BIOTEKNOLOGI RUMAHAN

Keywords: IPA

Search

Read the Text Version

BELAJAR BIOTEKNOLOGI RUMAHAN Irina Kurniati Lubis Fasilitator Program Pintar Tanoto Foundation Guru SMP N 2 Kendal, Kab. Kendal Pandemi Covid-19 membuat semua pihak berlomba untuk menemukan vaksin dan salah satu disipilin ilmu yang memainkan peran penting ialah bioteknologi. Pengembangan vaksin sangat erat hubungannya dengan bioteknologi. Ihsan Tria Pramanda, Pengajar Fakultas Biotechnology, Indonesia International Institute for Life Science (i3L), menjelaskan Bioteknologi merupakan cabang ilmu biologi yang mempelajari teknologi pemanfaatan makhluk hidup dalam skala besar untuk menghasilkan produk yang berguna bagi manusia. Belajar dari pandemi dan melihat tantangan ke depan, siswa perlu disiapkan untuk memahami pentingnya cabang ilmu ini. Baik pengembangannya secara konvensional maupun pengembangannya dalam dunia modern. Siswa perlu belajar tentang bioteknologi agar mereka mengetahui manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari, misalnya menciptakan makanan baru (merubah air kelapa menjadi nata de coco, singkong menjadi tapai), membuat makanan lebih tahan lama (asinan), dan biayanya lebih murah ( https://www.quipper.com/id/blog/mapel/biologi/pengertian-bioteknologi/#Manfaat_Bioteknologi ) Belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) khususnya bioteknologi perlu juga dikuatkan tentang keterampilan proses. Praktik membuat salah satu produk dengan pola MIKIR (mengalami, interaksi, komunikasi, refleksi) siswa akan melakukan kegiatan menyediakan bahan baku sesuai yang direncanakan, berinteraksi dengan anggota keluarga, berkomunikasi/mengkomunikasikan dan terakhir akan merefleksi hasilnya. Contohnya pada pembuatan tapai singkong/ketan mereka akan melakukan kegiatan membeli bahan baku

(singkong/beras ketan, ragi tapai) memproses singkongb/beras ketan (dikukus/ditanak), didingingkan, diberi ragi (Saccharomices cerevieae), diperam 3 hari, dan menikmati hasilnya . Dengan praktik siswa akan memahami bagaimana proses fermentasi yang melibatkan mikroorganisme (Saccharomyces cereviceae/ragi) hingga dapat menghasilkan jenis makanan baru. Dari kegiatan ini diharapkan siswa dapat mengeksplor sehingga bisa menghasilkan jenis makanan baru lainnya. Salah satu cara untuk mengasah keterampilan proses IPA dan belajar tentang bioteknologi sederhana di rumah, siswa dapat melakukan aktivitas seperti yang telah dilakukan oleh siswa kelas IX SMPN 2 Kendal. Tujuan pembelajaran yang ingin dicapai yaitu mengetahui peranan suatu makhluk hidup dalam membantu kehidupan manusia di kehidupan modern. Hal ini juga akan mengasah keterampilan mereka dan belajar penerapan bioteknologi dalam kehidupan sehari-hari. Cara ini akan merangsang kreasi mereka dari kejenuhan. Ada dua jenis bioteknologi yang akan dipelajari yaitu Bioteknologi Konvensional dan Modern. Untuk mendukung pembelajaran jarak jauh Bioteknologi Konvensional menjadi pilihan awal untuk membantu pemahaman siswa terkait materi tersebut. Sehari sebelum jadwal pembelajaran IPA siswa terlebih dahulu diinformasikan agar membaca materi tersebut pada buku paket IPA Kelas IX dari Kemdikbud RI, atau sumber lain yang relevan ( https://www.youtube.com/watch?v=S9QnaR5j8Yk ) agar esoknya pembelajaran dapat lebih interaktif dengan platform Office 365 (Teams). Kajian ini tentu saja dengan pertanyaan besar mengarahkan siswa untuk berpikir tingkat tinggi yaitu bagaimana cara pemenuhan bahan pangan dengan jumlah penduduk yang semakin meningkat pesat. Sesuai jadwal pembelajaran yang dimulai pukul 08.00-09.20, siswa lebih antusias untuk selalu merespon stimulus yang penulis lontarkan melalui chat pada Teams dan untuk siswa yang tidak aktif sesuai kesepakatan dianggap tidak hadir. Saat berlangsungnya pembelajaran siswa aktif dalam berinteraksi merespon permasalahan yang sudah diinformasikan sehari sebelumnya. Mereka menjelaskan apa tujuan mempelajari bioteknologi, contoh-contoh produk bioteknologi konvensional dan modern. Siswa menjawab melalui chat pada teams dan ada kalanya kita gunakan vidio sebentar untuk bertatap muka maya.

Dari hasil interaksi melalui teams keingintahuan siswa semakin bertambah, penulis meresponnya dengan memberikan kegiatan berupa ketrampilan proses terkait bioteknologi konvensional. Langkah selanjutnya sebelum pembelajaran berakhir penulis memberikan Lembar kerja lanjutan berisi kegiatan agar siswa dapat menerapkan salah satu jenis bioteknologi konvensional. Aktivitas di rumah tersebut yaitu penerapan bioteknologi sederhana di rumah berbahan dapur yang dapat dilakukan dengan anggota keluarganya. Siswa dapat memilih membuat salah satu produk yang dianggap paling mudah dalam mendapatkan bahan-bahan yang diperlukan. Penulis memberikan waktu satu minggu untuk melaporkan kegiatan tersebut beserta foto langkah-langkah pembuatannya Berbekal materi yang telah mereka dapatkan, saat itu juga, mereka segera mengusulkan berbagai aktivitas yang akan mereka lakukan. Misalnya. Aura mengusulkan membuat Bakpau, Tsara Azzahra ingin membuat tapai berbahan singkong. Adapula Aleksa akan membuat yoghurt dan Faradina Utami membuat keju. Semua jenis olahan tersebut merupakan penerapan dari proses fermentasi. Waktu pembuatan yang disertai penulisan langkah-langkah kerja, bahan-bahan yang diperlukan dan produk akhir difoto kemudian diupload ke WAG kelas sehari sebelum pertemuan berikutnya. Pada H-1 pertemuan, seperti biasa guru memberikan stimulus terkait produk yang sudah siswa buat dan akan didiskusikan pada pembelajaran esok harinya sehingga pembelajaran berjalan dengan aktif. Mereka memaparkan apa yang sudah mereka buat dari awal penyediaan bahan sampai hasil akhirnya. Contoh dalam pembuatan tapai berbahan singkong mereka menceritakan dari awal membeli dan memilih singkong, mengupas kulitnya, mencuci, mengukus, mendinginkan, memberikan ragi dan memeramnya selama tiga hari. Singkong yang telah diberi ragi ditutup/dibungkus rapat dengan daun pisang agar tidak ada udara yang masuk dalam proses fermentasi tersebut. Terkait cita rasa mereka utarakan juga dan langsung memberikan alasan mengapa rasanya menjadi manis dan teksturnya jadi lembek berbeda dari bahan awal. Dengan demikian mereka akan lebih faham dengan proses fermentasi yang dapat mengubah makanan satu menjadi jenis makanan lain (misalnya singkong menjadi tapai)

Dalam proses ini kegiatan Mengalami tampak pada memilih dan mengupas singkong, mengukus, mendinginkan, memberi ragi, memeram. Interaksi tampak saat bekerja sama dengan anggota keluarga di rumah, Komunikasi saat kegiatan merasakan hasil akhir dan Refleksi saat menilai hasil akhirnya terkait rasa tapai yang sudah jadi. Dari hasil yang ada timbul keinginan siswa untuk mencobanya lagi demi hasil yang lebih maksimal. Keaktifan tampak sekali karena berbeda-beda dalam membuat produknya. Mereka dengan bangga menceritakan proses membuat sampai dengan produk akhirnya. Daalam refleksi siswa menceritakan pemahaman mereka tentang bagaimana peran bakteri dalam proses fermentasi pada bioteknologi konvensional. Siswa bangga bisa membuat produk sendiri yang dalam segi kesehatan lebih higienis, lebih ekonomis karena biasa menambah pendapatan keluarga di masa pandemi. Lengkapi berikut ini: Nama lengkap : Dra. Irina Kurniati Lubis, M.Pd Instansi : SMP Negeri 2 Kendal Email : [email protected] Nomor telp : 081325740681

Muhammad Nur Khoirul Latief Kelas 9D Membuat Tapai berbahan Singkong



Membuat Tapai Singkong Membuat Yoghurt


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook