PESAN TUHAN YESUS KEPADA 7 JEMAAT di ASIA KECIL Wahyu 2, 3 Rasul Yohanes diasingkan di Pulau Patmos, dan dia melihat Tuhan Yesus yang telah bangkit dan dimuliakan sebagai Raja atas dunia. Tuhan Yesus berdiri di atas 7 nyala api. Rasul Yohanes melihat 7 nyala api adalah jemaat di Asia Kecil yang diadaptasinya dari Zakharia 4, yaitu: Jemaat Efesus, Smirna, Pergamus, Tiatira, Sardis, Filadelfia, dan Laodikia. Tuhan Yesus membahas secara khusus masalah-masalah yang dihadapi oleh masing-masing jemaat tersebut. Ada yang menjadi apatis karena sudah kaya dan makmur, ada yang kompromi secara moral dengan berzinah kepada berhala- berhala dan di antara yang lain, ada juga jemaat-jemaat yang tetap setia kepada Yesus walaupun menghadapi penganiayaan yang berat. Perinciannya sebagai berikut: I. JEMAAT EFESUS (Wah. 2:1-7) Efesus artinya ‘yang dikasihi’. Jemaat Efesus adalah jemaat yang pertama didirikan oleh Rasul Paulus, sehingga Paulus disebutkan sebagai bapa rohani jemaat Efesus. Sejarah perintisan jemaat Efesus pada tahun 52-54M ditulis dalam KPR 18:18-19 dan 19:8-10. Jemaat Efesus pada awalnya adalah jemaat yang hebat, bisa ditelusuri sifat jemaat tersebut dalam surat yang ditulis oleh Rasul Paulus kepada jemaat Efesus. Tetapi 44 tahun kemudian pada zaman Rasul Yohanes menulis Kitab Wahyu, keadaan jemaat Efesus berubah. Kepada jemaat Efesus, Tuhan Yesus diperkenalkan sebagai Dia yang memegang ketujuh bintang dan berjalan di antara ketujuh kaki dian. Tuhan berjalan untuk meneliti, menyelidiki keadaan setiap kaki dian. Perkenalan ini menunjukkan bahwa DIA adalah 2
Tuhan yang menyelidiki seluruh jemaat sejak berdiri sampai hari ini. DIA mengenal setiap kehidupan kita dan tidak ada perkara yang tersembunyi di hadapan-Nya. Perkenalan Tuhan: 1 \"Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Efesus: Inilah firman dari Dia, yang memegang ketujuh bintang itu di tangan kanan-Nya dan berjalan di antara ketujuh kaki dian emas itu. Pujian kepada Jemaat Efesus: 2 Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta. 3 Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah. 6 Tetapi ini yang ada padamu, yaitu engkau membenci segala perbuatan pengikut-pengikut Nikolaus, yang juga Kubenci. Teguran: 4 Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Peringatan: 5 Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat. Janji: 7 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah.\" 3
II. JEMAAT SMIRNA (Wah. 2:8-11) Smirna berarti: • Yang dikasihi • Perhiasan ASIA • Penderitaan, kepahitan Dalam kitab Keluaran 30:23 dikatakan bahwa Mur (=pahit) adalah gambaran penderitaan. Smirna adalah kota yang indah sehingga mendapatkan julukan ‘yang dikasihi’, ‘perhiasan Asia’ meskipun ia mengalami kepahitan dan penderitaan. Kita melihat adanya keindahan dalam penderitaan = kemuliaan dalam penderitaan. Kepada jemaat Smirna, Tuhan memperkenalkan Diri sebagai ‘Yang Awal dan Yang Akhir’ yang artinya ‘Yang telah mati dan hidup kembali’. Karena Tuhan sudah pernah mati dan hidup kembali, maka DIA bisa menjanjikan kepada jemaat Smirna bahwa kalau mereka hidup sampai mati di dalam Tuhan, mereka akan mendapatkan mahkota kehidupan. Perkenalan Tuhan: 8 \"Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Smirna: Inilah firman dari Yang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati dan hidup kembali: Pujian : 9 Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu -- namun engkau kaya – dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis. Peringatan: 10 Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai 4
dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Janji: Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan. 11 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, ia tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua.\" III. JEMAAT PERGAMUS (Wah. 2:12-17) Pergamus adalah sebuah kota di Asia Kecil. Di Pergamus orang pertama kali menggunakan kulit domba dan kulit kambing yang dikeringkan sebagai alat tulis. Sehingga dari kota Pergamus inilah kita mengenal kata ‘Perkamen’, yaitu kulit yang digunakan untuk menulis. Arti Pergamus adalah • Perkawinan • Suatu benteng yang tinggi Sebelum kekristenan masuk ke kota Pergamus, ada 2 macam penyembahan di dalam kota tersebut. Penyembahan pertama adalah kepada dewa-dewa Babel, karena Pergamus adalah tempat pembuangan imam-imam Babel pada zaman Kerajaan Babilonia. Penyembahan kedua adalah kepada allah atau dewa obat- obatan yang memiliki lambang ular. Perkenalan Tuhan: 12 \"Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Pergamus: Inilah firman Dia, yang memakai pedang yang tajam dan bermata dua: 5
Peringatan dan Pujian: 13 Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam. Teguran: 14 Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah. 15 Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus. Peringatan: 16 Sebab itu bertobatlah! Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepadamu dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulut- Ku ini. Janji: 17 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapapun, selain oleh yang menerimanya.\" IV. JEMAAT TIATIRA (Wah. 2:18-29) Tiatira berarti anak perempuan atau wanita penindas. Jemaat Tiatira memiliki keterkaitan dengan dua wanita, yaitu: Lidia (KPR 16:13-15) Lidia adalah wanita yang berasal dari Tiatira. Dia adalah seorang penjual kain ungu, yaitu kain yang dipakai kaum ningrat. Pertobatan Lidia adalah awal dari berdirinya jemaat di Tiatira. Izebel (1 Raj. 16:29-32) Izebel adalah permaisuri Raja Ahab, raja Israel yang mendorong 6
suaminya untuk jatuh dalam penyembahan berhala. Kejahatan Izebel sangat keji sehingga menyeret bangsa Israel kepada penyembahan berhala. Sikap dan perbuatan Izebel inilah yang mempengaruhi jemaat Tiatira. Perkenalan Tuhan: 18 \"Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Tiatira: Inilah firman Anak Allah, yang mata-Nya bagaikan nyala api dan kaki-Nya bagaikan tembaga: Pujian: 19 Aku tahu segala pekerjaanmu: baik kasihmu maupun imanmu, baik pelayananmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa pekerjaanmu yang terakhir lebih banyak dari pada yang pertama. Teguran: 20 Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala. 21 Dan Aku telah memberikan dia waktu untuk bertobat, tetapi ia tidak mau bertobat dari zinahnya. Peringatan: Kepada Jemaat Buruk: 22 Lihatlah, Aku akan melemparkan dia ke atas ranjang orang sakit dan mereka yang berbuat zinah dengan dia akan Kulemparkan ke dalam kesukaran besar, jika mereka tidak bertobat dari perbuatan-perbuatan perempuan itu. 23 Dan anak-anaknya akan Kumatikan dan semua jemaat akan mengetahui, bahwa Akulah yang menguji batin dan hati orang, dan 7
bahwa Aku akan membalaskan kepada kamu setiap orang menurut perbuatannya. Kepada Jemaat Baik: 24 Tetapi kepada kamu, yaitu orang-orang lain di Tiatira, yang tidak mengikuti ajaran itu dan yang tidak menyelidiki apa yang mereka sebut seluk-beluk Iblis, kepada kamu Aku berkata: Aku tidak mau menanggungkan beban lain kepadamu. 25 Tetapi apa yang ada padamu, peganglah itu sampai Aku datang. Janji: (kriteria penerima janji, harus menang dan menyelesaikan pekerjaan Tuhan ) 26 Dan barangsiapa menang dan melakukan pekerjaan-Ku sampai kesudahannya, kepadanya akan Kukaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa; 27 dan ia akan memerintah mereka dengan tongkat besi; mereka akan diremukkan seperti tembikar tukang periuk -- sama seperti yang Kuterima dari Bapa-Ku -- 28 dan kepadanya akan Kukaruniakan bintang timur. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.\" V. JEMAAT SARDIS (Wah. 3:1-6) Sardis dikenal karena batu permata merah bening yang terdapat di sekitar kota Sardis. Kata ‘Sardis’ berarti sisa atau kelompok kecil yang meluputkan diri. Perkenalan Tuhan: 1 \"Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia, yang memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh bintang itu: 8
Teguran: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati! Peringatan: Jemaat yang Buruk: 2 Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satupun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku. 3 Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu. Janji: Jemaat yang Baik: 4 Tetapi di Sardis ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya; mereka akan berjalan dengan Aku dalam pakaian putih, karena mereka adalah layak untuk itu. 5 Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.\" VI. JEMAAT FILADELFIA (Wah. 3:7-13) Jemaat Filadelfia adalah jemaat yang setia dan mengasihi. Nada surat bagi jemaat Filadelfia hampir sama dengan nada surat bagi jemaat Smirna, yaitu tanpa teguran. Masalah yang dihadapi kedua jemaat inipun sama, yaitu jemaah iblis. Bedanya, dalam jemaat Smirna, jemaat iblis adalah lawan 9
mereka. Jemaah iblis yang dimaksud sama sekali kafir, tidak mengenal kebenaran. Jemaat Smirna melawan jemaah iblis itu secara fisik. Sedangkan jemaat Filadelfia mendapatkan tantangan dari dalam diri mereka sendiri, yaitu orang-orang Yahudi yang tidak percaya kepada Tuhan. Jemaat Filadelfia mendapatkan tantangan dari orang-orang yang berdusta, yang menyebut diri orang Yahudi tetapi melawan Tuhan. Mereka tidak melawan secara fisik, tetapi mereka melawan secara pengajaran. Pada akhir zaman, Allah akan melakukan kebangunan rohani besar-besaran. Tetapi yang menjadi lawan dalam kebangunan rohani itu, bukan dari pihak luar tetapi dari dalam. Mereka mengaku orang Yahudi, tetapi sesungguhnya bukan. Mereka mengaku Kristen, tetapi sesungguhnya bukan. Kata Filadelfia berarti: saling mengasihi sebagai saudara atau kasih persaudaraan. Kota ini dibangun oleh seorang raja dari kota Pergamus bernama Atalus Filadelfus. Dalam bahasa Yunani, Filos berarti kawan. Delphus berarti saudara. Perkenalan Tuhan: 7 \"Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, 10
yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka. Pujian: 8 Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku. Peringatan: 9 Lihatlah, beberapa orang dari jemaah Iblis, yaitu mereka yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, melainkan berdusta, akan Kuserahkan kepadamu. Sesungguhnya Aku akan menyuruh mereka datang dan tersungkur di depan kakimu dan mengaku, Pujian: bahwa Aku mengasihi engkau. 10 Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, Janji: maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi. Peringatan: 11 Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorangpun mengambil mahkotamu. Janji: 12 Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru. 11
Peringatan: Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.\" VII. JEMAAT LAODIKIA (Wah. 3:14-22) Kata Laodikia berasal dari kata ‘Laos’ yang berarti rakyat atau orang banyak, dan ‘Dike’ yang berarti hak. Jadi Laodikia berarti hak orang banyak. Jemaat Laodikia digambarkan sebagai jemaat yang dimana hak orang banyak berlaku. Jemaat Laodikia disebutkan suam-suam kuku, tidak panas dan tidak dingin. Kota Laodikia terletak di Asia Kecil bagian barat, tidak jauh dari kota Kolose. Karena letaknya berdekatan, kedua jemaat Kolose dan Laodikia mempunyai persamaan, sehingga Surat Paulus kepada jemaat Kolose yang ditulis sekitar tahun 60M, juga dibacakan di Laodikia (Kol. 4:15). Tetapi sekitar 30 tahun kemudian, ketika Rasul Yohanes menulis Surat Wahyu, keadaan jemaat Laodikia berubah menjadi suam- suam kuku. Kota Laodikia memiliki fakta menarik: Merupakan pusat perdagangan dan perbankan. Pusat pembuatan dan penjualan pakaian jadi. Pusat medis khususnya pusat penelitian obat-obatan mata. Bercampurnya air panas dari kota Yeropolis dengan air sungai di Laodikia sehingga airnya menjadi suam. Tidak panas, tidak dingin, tetapi bau belerangnya tetap ada. Apabila orang meminum airnya, akan muntah karena bau. Perkenalan Tuhan: 14 \"Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah: 12
Peringatan: 15 Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! 16 Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku. 17 Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang, 18 maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat. Teguran: 19 Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah! Peringatan: 20 Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Janji: Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku. 21 Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta- Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama- 13
sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya. 22 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.\" Secara umum, apapun keadaan jemaat tersebut, mereka berhadapan dengan kesengsaraan (Wah. 2:9-10), dan dihadapkan kepada pilihan apakah KOMPROMI atau TETAP SETIA. Pada masa Yohanes menerima penglihatan di pulau Patmos ini, pemerintahan kaisar Nero sudah berkahir. Tetapi muncullah kaisar yang tidak kalah kejamnya, yaitu kaisar Domitianus. Pilihannya adalah, setia kepada Kristus berarti mati, atau setia kepada Kaisar berarti hidup. Dalam penganiayaan itu, Tuhan Yesus selalu mengingatkan umat-Nya untuk tetap setia kepada DIA. Bagi jemaat yang sanggup bertahan untuk tetap setia kepada Yesus, dijanjikan upah menjadi Ciptaan yang baru (Wah. 21-22). 14
KESIMPULAN Jadi, alamat Kitab Wahyu dan pembahasannya tentang kondisi 7 jemaat tersebut yang membangun plot utama dari keseluruhan cerita di dalam Kitab Wahyu yang akan membawa pembaca memahami janji Tuhan pada akhir dari kitab Wahyu, yaitu Ciptaan Baru dalam Wahyu 21-22. Konsepnya adalah: APAKAH PENGIKUT YESUS KRISTUS AKAN BERTAHAN DALAM PENGANIAYAAN? Jika BERTAHAN, mereka akan mewarisi Langit dan Bumi Baru. Jika GAGAL, mereka akan binasa selamanya. Dan mengapa kesetiaan kepada Yesus Kristus menjadi kekuatan utama untuk bertahan? Jawaban atas pertanyaan mengapa itu, dijabarkan oleh Rasul Yohanes dalam pasal 4 dan 5. 15
16
Search
Read the Text Version
- 1 - 16
Pages: