Jurnal Komunikasi Pendidikan, Vol.2 No.2, Juli 2018 P-ISSN 2549-1725 E-ISSN 2549-4163 STUDI TENTANG PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM BERBAGAI ASPEK DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI Ahmad Syafi’i1 Tri Marfiyanto2 Siti Kholidatur Rodiyah3 Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Sunan Giri Surabaya1,3 Pasca Sarjana Universitas Sunan Giri Surabaya2 Email: [email protected] Abstrak Artikel ini adalah hasil kajian pustaka melalui metode diskriftif kualitatif yang mengkaji tentang gambaran umum prestasi belajar siswa dari berbagai aspek dan faktor-faktor yang mempengaruhi sehingga dihasilkan sebuah kesimpulan bahwa terdapat tiga aspek prestasi dalam belajar siswa yaitu aspek kognitif dan aspek afektif serta aspek psikomotorik dengan dua faktor yang mempengaruhi sebuah hasil dari prestasi tersebut diantaranya adalah faktor internal seperti pertama faktor fisiologi kedua faktor psikologi ketiga faktor kematangan fisik maupun psikis sedangkan faktor eksternal diantaranya adalah pertama faktor sosial kedua faktor budaya dan ketiga faktor lingkungan. Kata Kunci: prestasi belajar siswa, faktor-faktor yang mempengaruhi STUDY ABOUT STUDENT LEARNING ACHIEVEMENT ASPECT AND FACTORS AFFECTING Ahmad Syafi’i1 Tri Marfiyanto2 Siti Kholidatur Rodiyah3 Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Sunan Giri Surabaya1,3 Pasca Sarjana Universitas Sunan Giri Surabaya2 Email: [email protected] Abstract The manuscripts we compiled are the results of literature review through qualitative discriminative methods that examine the general description of student achievement of various aspects and factors that influence the resulting conclusion that there are three aspects of achievement in student learning are aspects of cognitive and affective aspects and psychomotor aspects with two factors influencing an outcome of that achievement among them are internal factors such as first factor physiology both psychological factors of the three factors of physical and psychological maturity while external factors are the first social factors of both cultural factors and the three environmental factors Key Words: learning achievement, various aspects and factors 115
Jurnal Komunikasi Pendidikan, Vol.2 No.2, Juli 2018 P-ISSN 2549-1725 E-ISSN 2549-4163 PENDAHULUAN keberhasilan pembelajaran adalah keberadaan guru. Mengingat keberadaan guru dalam Di dalam Undang-Undang No. 20 proses kegiatan belajar mengajar sangat berpengaruh, maka sudah semestinya kualitas tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan guru harus diperhatikan (Mulyasa, 2005). Nasional, bab 1 pasal 1 dikemukakan Hasil Belajar merupakan penilaian “Pendidikan adalah upaya sadar dan pendidikan tentang perkembangan dan kemajuan murid berkenaan dengan terencana untuk mewujudkan suasana belajar penguasaan bahan pengajaran yang disajikan kepada mereka serta nilai-nilai yang terdapat dan proses pembelajaran agar peserta didik dalam kurikulum. secara aktif mengembangkan potensi dirinya Sumarni dan Bimo Budi Santoso serta Achmad Rantes Suparman dalam untuk memiliki kekuatan spiritual penelitiannya tentang hasil belajar dalam aspek kognisi menyimpulkan “Hasil keagamaan, pengendalian dirinya, penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan hasil belajar kognitif, model kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta pembelajaran inkuiri terbimbing lebih baik dari model pembelajaran konvensional keterampilan yang diperlukan dirinya, dengan persen pengaruh 29,49% (Achmad masyarakat, bangsa dan negara.” (Undang Rantes, 2017). Undang Sistem Pendidikan Nasional, 2009). Dalam hal ini lembaga pendidikan, merupakan wadah bagi masyarakat sebagai Dewi Salma (Prawiradilaga, 2007). sarana untuk melatih dan mendidik seseorang mengatakan tentang belajar “proses berfikir, agar mampu berkembang secara efektif, terutama pada kehidupan yang modern seperti terjadi secara internal didalam diri seorang sekarang. Tuntutan akan menjadi manusia yang progresif (berkembang), menjadikan untuk memahami dan mendalami suatu orang tua mempercayakan lembaga pendidikan sebagai wadah untuk bisa kemampuan atau kompetensi atau keahlian mengembangkan potensi putra putrinyanya. Dalam hal ini, adanya suatu perhatian lebih tertentu baik yang kasat mata maupun yang tentang pendidikan, bisa dikatakan juga abstrak”. Prestasi belajar merupakan hasil belajar yang dicapai setelah melalui proses kegiatan belajar mengajar. Prestasi belajar dapat ditunjukkan melalui nilai yang diberikan oleh seorang guru dari jumlah bidang studi yang telah dipelajari oleh peserta didik. Setiap kegiatan pembelajaran tentunya selalu mengharapkan akan menghasilkan pembelajaran yang maksimal. Dalam proses pencapaiannya, prestasi belajar sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satu faktor utama yang sangat berpengaruh dalam 116
Jurnal Komunikasi Pendidikan, Vol.2 No.2, Juli 2018 P-ISSN 2549-1725 E-ISSN 2549-4163 adanya sebuah prioritas bagi lembaga dikerjakan, diciptakan baik secara individual pendidikan untuk mengembangkan potensi maupun kelompok”. masyarakat melalui lembaga pendidikan tersebut (Djamaroh, 2002). Sementara itu, Muhibbin Syah sebagaimana yang diungkap Rohmalina Lebih lanjut naskah ini merupakan Wahab, Psikologi Belajar, mengutip pendapat kajian literasi sebagai metode untuk dari beberapa pakar psikologi tentang definisi mendapatkan data dari para ahli tentang belajar, di anataranya adalah: a) Skinner, prestasi belajar serta aspek yang seperti yang dikutip Barlow dalam bukunya mempengaruhi yang selanjutnya dianalisis Educational psychology: The Teaching dimana simpulannya agar dapat dijadikan Learning Process, berpendapat bahwa belajar rujukan oleh para praktisi pendidikan dalam adalah suatu proses adaptasi atau penyesuaian mengembangkan peningkatan hasil belajar tingkah laku yang berlangsung secara siswa. progresif ( a process of progressive behavior adaptation); b) Hintzman dalam bukunya The KAJIAN TEORITIS Psychology of Learning and Memory Prestasi Belajar berpendapat Learning is change in organism due to experience which can affect the Istilah prestasi belajar terdiri dari dua organism’s behavior. Artinya, belajar adalah kata, yaitu prestasi dan belajar. Istilah prestasi suatu perubahan yang terjadi dalam diri di dalam Kamus Ilmiah Populer didefinisikan organisme (manusia dan hewan) disebakan sebagai hasil yang telah dicapai. Menurut oleh pengalaman yang dapat mempengaruhi Noehi Nasution, menyimpulkan bahwa tingkah laku organisme tersebut; c) Witting “belajar dalam arti luas dapat diartikan dalam bukunya, Psychology of Learning, sebagai suatu proses yang memungkinkan mendefinisikan belajar sebagai: any relatively timbulnya atau berubahnya suatu tingkah laku permanent change in an organisme’s sebagai hasil dari terbentuknya respons behavioral repertoire that occurs as a result utama, dengan syarat bahwa perubahan atau of experience. Belajar ialah perubahan yang munculnya tingkah baru itu bukan disebabkan relatif menetap terjadi dalam segala oleh adanya perubahan sementara karena macam/keseluruhan tingkah laku suatu sesuatu hal” (Wahab, 2015). organisme sebagai hasil pengalaman; d) Biggs, dalam pendahuluan buku Teaching of Prestasi merupakan kumpulan hasil Learning, mendefinisikan belajar dalam tiga akhir dari suatu pekerjaan yang telah rumusan, yaitu rumusan kuantitatif, rumusan dilakukan. Menurut Djamarah (2002: 19), “Prestasi adalah suatu kegiatan yang telah 117
Jurnal Komunikasi Pendidikan, Vol.2 No.2, Juli 2018 P-ISSN 2549-1725 E-ISSN 2549-4163 institusional, dan rumusan kualitatif (Wahab, suatu proses perubahan untuk memperoleh 2015). kecakapan dan ketrampilan” (Purwanto, 1997). Secara Kuantitatif (ditinjau dari sudut jumlah), belajar berarti kegiatan pengisian Menurut (Djamaroh, 2002, hal. 231), atau pengembanagan kemampuan kognitif “prestasi adalah hasil kegiatan usaha belajar dengan fakta sebanyak-banyaknya. Jadi, yang dinyatakan dalam bentuk, angka, huruf, belajar dapat dipandang sebagai sudut dari maupun kalimat yang dapat mencerminkan berapa banyak materi yang telah dikuasai hasil yang telah dicapai oleh setiap siswa”. oleh siswa. Secara Institusional (tinjauan Sementara Siti Pratini berpendapat pestasi kelembagaan), belajar dipandang sebagai “adalah suatu hasil yang dicapai seseorang proses “Validasi” atau pengabsahan terhadap dalam melakukan kegiatan belajar” (Pratini, penguasaan siswa atas materi-materi yang 2005). telah ia pelajari. Bukti institusional yang menunjukkan siswa telah belajar dapat Berdasarkan beberapa pendapat di atas, diketahui sesuai dengan proses mengajar. dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar Ukurannya semakin baik mutu guru mengajar adalah serangkaian dari kegiatan jiwa raga akan semakin baik pula mutu perolehan yang telah dilakukan oleh seseorang dari pelaku belajar yang kemudian dinyatakan suatu hasil yang telah dicapai sebagai dalam skor. Adapun pengertian belajar secara perubahan dari tingkah laku yang dilalui Kualitatif (tinjauan mutu), ialah proses dengan pengalaman serta wawasan untuk bisa memperoleh arti-arti dan pemahaman- berinteraksi dengan lingkungan yang pemahaman serta cara-cara menafsirkan menyangkut ranah kognitif, afektif dan dunia di sekeliling pelaku belajar. Belajar psikomotorik yang telah dinyatakan dalam dalam pengertian ini difokuskan pada hasil akhir/raport. tercapainya daya pikir dan tindakan yang berkualitas untuk memecahkan masalah- Aspek-aspek Prestasi Belajar Siswa masalah yang kini dan nanti akan dihadapi Hasil sebuah prestasi dari belajar oleh pelaku belajar (Wahab, 2015, hal. 243). tentunya memiliki aspek yang bisa menjadi Ngalim Purwanto berpendapat bahwa indikator terhadap pencapaian dalam belajar. prestasi belajar adalah kemampuan maksimal Aspek-aspek tersebut setidaknya ada tiga (3) dan tertinggi pada saat tertentu oleh seorang aspek prestasi belajara yang ketiganya dapat anak dalam rangka mengadakan hubungan dikaji dalam berbagai literasi. rangsang dan reaksi yang akhirnya terjadi Pertama adalah aspek kognitif. Aspek kognitif sebagai indikator dalam pencapaian 118
Jurnal Komunikasi Pendidikan, Vol.2 No.2, Juli 2018 P-ISSN 2549-1725 E-ISSN 2549-4163 sebuah prestasi hal ini seperti yang dalam kehidupan sehari-hari; (4) Tingkat Analisis (analysis), Analisis merupakan disampaikan oleh Muhibbin Syah bahwa kemampuan untuk mengidentifikasi, “untuk mengukur prestasi siswa bidang memisahkan dan membiarkan komponen- pomponen atau elemen-elemen suatu fakta, kognitif ini dapat dilakukan dengan berbagai konsep, pendapat, asumsi, hipotesa atau cara, baik dengan tes tulis maupun tes lisan”. kesimpulan dan memeriksa komponen- komponen tersebut untuk melihat atau (Syah, 2001). tidaknya kontradiksi. Dalam hal ini siswa “Hasil belajar dalam tingkatan ini diharapkan dapat menunjukkan hubungan diantara berbagai gagasan dengan cara merupakan hasil belajar yang tertinggi dalam membandingkan gagasan tersebut standart prinsip atau prosedur yang telah dipelajari; ranah (domain) kognitif, sehingga (5) Tingkat sintesis (syinthesis), Sisntesis diartikan sebagai kemampuan seseorang memerlukan tipe hasil belajar yang lebih dalam mengaitkan dan menyatukan berbagai elemen dan unsur pengetahuan yang ada tinggi dari tingkatan sebelumnya sehingga terbentuk pola baru yang menyeluruh; (6) tingkat evaluasi (evaluation), (pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, Evaluasi merupakan level tertinggi yang sentesis)” (Syaodih, 1996). mengharapkan siswa mampu membuat penilaian dan keputusan tentang nilai gagasan Aspek kognitif dapat dikelompokkan metode produk atau benda dengan menggunakan kriteria tertentu. Jadi evaluasi menjadi (enam) tingkatan yaitu; (1) Tingkat disini lebih condong berbentuk penilaian biasa dari pada penilaian evaluasi (Sujana, pengetahuan (knowledge), Tujuan 2005). instruksional pada level ini menuntut siswa Kedua adalah aspek afektif. Aspek afektif ialah ranah berfikir yang meliputi untuk mengingat (recall) informasi yang teah watak perilaku seperti perasaan, minat, sikap, emosi, atau nilai. Menurut Harun Rasyid dan diterima sebelumnya, misalnya fakta, Mansur “ranah afektif menentukan keberhasilan belajar seseorang. Orang yang terminologi pemecahan masalah dan sebagainya; (2) Tingkat pemahaman (komprehensip), Kategori pemahaman dihubungkan dengan kemampuan- kemampuan untuk menjelaskan pengetahuan, informasi yang telah diketahui dengan kata- kata sendiri. Dalam hal ini siswa diharapkan menerjemahkan atau menyebeutkan kembali apa yang telah didengar dengan kata-kata; (3) Tingkat Penerapan (aplicatioan), Penerapan merupakan kemampuan untuk menggunakan atau menerapkan informasi yang telah dipelajari ke dalam situasi yang baru, serta memecahkan berbagai masalah yang timbul 119
Jurnal Komunikasi Pendidikan, Vol.2 No.2, Juli 2018 P-ISSN 2549-1725 E-ISSN 2549-4163 tidak memiliki minat pada pelajaran tertentu beberapa aspek seperti; aspek kognitif, aspek sulit untuk mencapai keberhasilan studi afektif dan aspek psikomotorik. secara optimal. Seseorang yang berminat dalam suatu mata pelajaran diharapkan akan Dengan kata lain bahwa ketiga aspek mencapai hasil pembelajaran yang optimal prestasi belajar tersebut yaitu: yang meliputi (Rasyid & Mansur, 2007). aspek afektif, aspek kognitif dan aspek psikomotorik akan lebih sempurna jikalau Muhibbin Syah mengatakan “Prestasi ketiga aspek tersebut di miliki oleh setiap yang bersifat afektif yaitu meliputi siswa. Sehingga siswa tidak hanya cerdas penerimaan sambutan, apresiasi (sikap dalam mata pelajaran namun juga cerdas menghargai), internalisasi (pendalaman), dalam menerapkan pada kehidupan sehari- karakterisasi (penghayatan). Misal seorang hari. Capaian prestasi belajar tidak bisa siswa dapat menunjukkan sikap menerima berdiri sendiri, akan tetapi selalu atau menolak terhadap suatu pernyataan dari berhubungan satu sama lain. permasalahan atau mungkin siswa menunjukkan sikap berpartisipasi dalam hal Faktor-Faktor yang Mempengaruhi yang dianggap baik (Syah, 2004). Prestasi Belajar Ketiga adalah Aspek psikomotorik. Suatu prestasi hasil dalam belajar di Psikomotorik merupakan aspek yang sekolah merupakan hasil upaya belajar yang berhubungan dengan olah gerak seperti yang sangat banyak dipengaruhi dengan berhubungan dengan otot-otot syaraf kemampuan secara umum yang dapat kita misalnya lari, melangkah, menggambar, diukur. Pengukuran kemampuan secara berbicara, membongkar peralatan atau umum tersebut salah satunya dapat melalui memasang peralatan dan lain sebagainya. Intellegence Quotient (IQ). Karena dengan IQ yang relatif tinggi akan mampu meramalkan Harun Rasyid dan Mansur mengatakan suatu kesuksesan prestasi dalam belajar. “Gerakan dasar adalah gerakan yang Tetapi meskipun demikian pada beberapa hal mengarah pada keterampilan komplek yang kasus IQ yang tinggi ternyata tidak menjamin khusus. Siswa yang telah mencapai kesuksesan seseorang dalam belajar dan kompetensi dasar pada ranah ini mampu hidup tengah-tengah bermasyarakat. melakukan tugas dalam bentuk keterampilan sesuai dengan standar atau kriteria” (Rasyid Rohmalia Wahab mengemukakan & Mansur, 2007). bahwa IQ bukanlah satu-satunya faktor penentu kesuksesan prestasi belajar Pencapaian prestasi belajar atau hasil seseorang. Ada “faktor-faktor yang belajar siswa dapat digolongkan menjadi 120
Jurnal Komunikasi Pendidikan, Vol.2 No.2, Juli 2018 P-ISSN 2549-1725 E-ISSN 2549-4163 mempengaruhi prestasi belajar anak dan penglihatan, pendengaran, struktur tubuh dan kurikulum berbasis kompetensi di Sekolah sebagainnya; (2). Faktor psikologi, antara Dasar” faktor-faktor lain yang turut andil lain; (a). Faktor intelektif yang meliputi: mempengaruhi perkembangan prestasi faktor potensial yaitu kecerdasan, bakat dan belajar. Faktor-faktor yang mempengaruhi faktor kecakapan nyata yaitu prestasi yang pretasi belajar adalah antara lain sebagai telah dimiliki, (b). Faktor non intelektif, yaitu berikut : (1) Pengaruh pendidikan dan unsur-unsur kepribadian tertentu seperti pembelajaran unggul; (2) Perkembangan dan sikap, kebiasaan, minat, kebutuhan, motivasi, pengukuran otak, dan (3) Kecerdasan emosi; (3). Faktor kematangan fisik maupun (intelegensi) emosional (Wahab, 2015, hal. psikis (Ahmadi & Supriyono, 2011). 247-248). Kedua Faktor Eksternal ; (1). Faktor Prestasi belajar yang telah dicapai oleh sosial yang terdiri atas; (a). Lingkungan seseorang merupakan hasil interaksi sebagai keluarga, (b). Lingkungan sekolah, (c). faktor yang mempengaruhinya baik dari Lingkungan masyarakat, (d). Lingkungan dalam diri (faktor internal) maupun dari luar kelompok; (2). Faktor budaya seperti adat diri (faktor eksternal) individu. Pengenalan istiadat, ilmu pengetahuan, teknologi, terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kesenian; (3). Faktor lingkungan fisik seperti prestasi belajar sangat penting sekali. Artinya fasilitas rumah, fasilitas belajar, iklim supaya bisa membantu murid dalam (Ahmadi & Supriyono, 2011). mencapai prestasi belajar yang sebaik- baiknya. Menurut Slameto dalam bukunya berpendapat bahwa faktor yang Terkait faktor intern Sumadi Surya mempengaruhi belajar siswa terdapat Brata, mengatakan bahwasannya “faktor beberapa jenis, tetapi hanya digolongkan intern terdiri dari fisiologis yang merupakan menjadi dua jenis saja, yaitu faktor intern dan keadaan jasmani terutama panca indera faktor ekstern. Faktor intern adalah faktor sebagai pintu gerbang masuknya pengaruh yang ada dalam diri individu yang sedang dari luar dan psikologis” (Brata, 1998). belajar, sedangkan faktor ekstern adalah faktor yang ada diluar individu. Faktor-faktor Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono intern meliputi : (1). Faktor Jasmaniah; (a). merinci faktor yang mempengaruhi prestasi Faktor kesehatan, (b). Cacat tubuh; (2). dalam belajar digolongkan secara rinci Faktor psikologis; (a). Intelegensi, (b), menjadi dua faktor yaitu internal dan Perhatian, (c). Minat, (d), Bakat, (e). Motif, eksternal. Pertama “Faktor internal ; (1). (f). Kematangan, (g). Kesiapan; (3). Faktor Faktor jasmani (fisiologi). Misalnya 121
Jurnal Komunikasi Pendidikan, Vol.2 No.2, Juli 2018 P-ISSN 2549-1725 E-ISSN 2549-4163 kelelahan. Faktor-faktor ekstern meliputi : karena ke dua faktor tersebut saling (1). Keadaan keluarga; Keluarga merupakan berinteraksi secara langsung maupun tidak lingkungan utama dalam proses belajar. langsung dalam proses belajar untuk Keadaan yangada dalam keluarga mempunyai mencapai prestasi belajar siswa denan tidak pengaruh yang besar dalam pencapaian menafikan keterlibatan kesungguhan seorang prestasi belajar misalnya cara orang tua guru. mendidik, relasi anggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, SIMPULAN DAN SARAN pengertian orang tua, (2). Keadaan sekolah; Kesimpulan dari studi analisis ini Lingkungan sekolah adalah lingkungan di mana siswa belajar secara sistematis. Kondisi adalah bahwa prestasi belajar dapat ini meliputi metode mengajar, kurikulum, dikelompokkan kedalam tiga aspek prestasi relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan yaitu aspek kognitif, aspek afektif dan aspek siswa, disiplin sekolah, alat pelajaran, metode psikomotorik. Aspek kognitif ini belajar danfasilitas yang mendukung lainnya, berhubungan dengan proses berpikir pada (3). Keadaan masyarakat; Siswa akan mudah mata pelajaran yang diperoleh melalui hasil kena pengaruh lingkungan masyarakat karena evaluasi dalam bentuk nilai baik harian, keberadaannya dalam lingkungan tersebut. tugas-tugas rumah, dan bentuk ulangngan- Kegiatan dalam masyarakat, mass media, ulangan lainnya dalam semester. Maka teman bergaul, lingkungan tetangga prestasi bidang kognitif ini menekankan pada merupakan hal-hal yang dapat mempengaruhi bidang intelektual, sehingga kemampuan akal siswa sehingga perlu diusahakan lingkungan selalu mendapatkan perhatian yakni kerja yang positif untuk mendukung belajar siswa otak dapat menguasai berbagai pengetahuan (Slameto, 2010). “Perlu kesungguhan guru yang diterimanya Prestasi belajar aspek pula dalam menggunakan teknik afektif berkaiatan erat dengan nilai atau sikap pembelajaran dan media pembelajaran yang yang diperoleh dari sikap siswa selama proses inovatif sehingga dapat terlaksana proses belajar mengajar terhadap permasalahan yang belajar mengajar yang baik dan berhasil” berkaitan dengan mata pelajaran. Aspek (Widyahening, 2018). afektif ini sudah barang tentu mempunyai nilai yang tinggi karena didalamnya Jadi, guru kedua faktor yang menyangkut kepribadian siswa. Prestasi mepengaruhi prestasi belajar siswa yang belajar aspek psikomotorik berakaitan erat meliputi faktor intern dan ekstern yang ada perbuatan yang diperoleh dengan cara dalam diri individu tidak dapat dipisahkan, bagaimana siswa dalam mempraktekkan 122
Jurnal Komunikasi Pendidikan, Vol.2 No.2, Juli 2018 P-ISSN 2549-1725 E-ISSN 2549-4163 materi mata pelajaran dalam kehidupan Pendidikan: sehari-hari, baik di rumah, di sekolah mapun http://journal.univetbantara.ac.id/index.php/k di lingkungan masyarakat. omdik/article/view/17 Ahmadi, A., & Supriyono, W. (2011). Psikologi Adapun suatu prestasi belajar siswa Belajar. Jakarta: Rineka Cipta. dapat dipengaruhi oleh berbagai hal tetapi Brata, S. S. (1998). Psikologi Pendidikan. Jakarta: dapat digolongkan menjadi dua faktor utama PT. Raja Grafindo Persada. yaitu pertama faktor intern dan kedua faktor Djamaroh, S. B. (2002). Strategi Belajar ekstern. Faktor intern ini berasal dari dalam Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta. diri siswa itu sendiri seperti Faktor jasmani Mulyasa, E. (2005). Menjadi Guru Profesional. (fisiologi), Faktor psikologi, dan Faktor Bandung: Remaja Rosda Karya. kematangan fisik maupun psikis kematangan Pratini, S. (2005). Psikologi Pendidikan. atau pertumbuhan. Sedangkan faktor Yogyakarta: Studing. ekstern ini faktor yang brasal dari luar diri Prawiradilaga, D. S. (2007). Prinsip Desain siswa misalnya kondisi/keadaan keluarga, Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada keadaan/kondisi sekolah, keadaan/kondisi Media Group. lingkungan masyarakatnya. Purwanto, N. (1997). Psikologi Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya. Saran penulis bagi praktisi pendidikan Rasyid, H., & Mansur. (2007). Penilaian Hasil bahwa tiga aspek prestasi yang terdiri dari Belajar. Bandung: Wacana Prima. kognitif, afektif dan psikomotorik serta dua Slameto. (2010). Belajar dan Faktor-Faktor Yang faktor yang mempengaruhi prestasi belajar Mempengaruhinya. Jakarta: PT. Rineka siswa tersebut yakni faktor intern dan faktor Cipta. ekstern selayaknya diperhatikan oleh seorang Sujana, N. (2005). Penilaian Hasil Proses pendidik untuk menentukan langkah Belajara Mengajar. Bandung: Remaja Rosda mengambil tindakan dalam proses Karya. pembelajaran. Syah, M. (2001). Psikologi Belajara. Jakarta: Raja Grafindo. DAFTAR PUSTAKA Syah, M. (2004). Psikologi Belajar. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada. Achmad Rantes, S. B. (2017). Pengaruh Model Syaodih, R. N. (1996). Perencanaan Pengajaran. Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Jakarta: Renika Cipta. Hasil Belajar Kognitif Peserta Didik. Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional. Diambil kembali dari Journal Komunikasi (2009). Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Bandung: Rhusty Publisher. Wahab, R. (2015). Psikologi Belajar. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Widyahening, C. E. (2018). PENGGUNAAN TEKNIK PEMBELAJARAN FISHBONE DIAGRAM DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA SISWA. Dipetik 06 26, 2018, dari Jurnal Komunikasi Pendidikan: http://journal.univetbantara.ac.id/index.php/k omdik/article/view/59 123
Search
Read the Text Version
- 1 - 9
Pages: