Selamat Memasuki Tahun Pelajaran Baru 2023 / 2024 “Ayo kgaiakmtaliratyhuanmmgeugn”uulis Email [email protected] Instagram smaniblangkejeren Youtube LisanTVc Facebook Smansa Blangkejeren
Bismillah, Assalamualaikummmmm Alhamdulillah dan salam semangat untuk kita semua Tanpa terasa sudah memasuki tahun pelajaran baru Ada banyak hal yang baru, kelas baru siswa baru dan pastinya semangat kita harus terbarukan juga, Karena bukankah sudah seharusnya hari ini harus lebih baik dari hari kemaren ?? Dan semoga dengan semua kegiatan dan hal lainnya yang tercover dalam edisi kali ini bisa menjadi rekam jejak yang mengawal semangat baru itu, Untuk kembali mulai semangat belajar, berkarya, Berprestasi dan menginspirasi dalam kebaikan. Dan semoga kita tetap saling mendukung dan mengingatkan yaa untuk menjadi lebih baik ke depannya. Semangat membaca dengan bahagiaaaaaaaaaa.
RAPAT PERDANA AWAL TAHUN PELAJARAN BARU Sabtu, 15 Juli 2023, seluruh dewan guru dan staff karyawan SMA Negeri 1 Blangkejeren, mengadakan rapat penyambutan tahun pelajaran baru 2023/2024 yang di pimpin langsung oleh kepala sekolah. Dalam kesempatan tersebut, di bicarakan mengenai pogram- program yang akan di laksanakan pada semester ini. Kegiatan-kegiatan yang akan di jalankan mulai dari pem- binaan di bidang akademik maupun di bidang non akademik (Ekstrakulikuler) baik dalam bidang seni maupun di bidang olah raga.
RAPAT PERDANA AWAL TAHUN PELAJARAN BARU Dalam rapat tersebut juga di bagi SK pembagian tugas tamba- han bagi guru sebagai Wali kelas maupun sebagai Pembina dalam beberapa kegiatan yang di adakan di sekolah. Dalam kesempatan tersebut juga di rencanakan akan melaksanakan program sekolah sehat kelas parenting dan pro- gram kewirausahaan untuk membantu perekonomian siswa dan juga sebagai wadah untuk mengembangkan diri siswa
HARI PERTAMA SEKOLAH TAHUN PELAJARAN 2023/2024 Senin 17 Juli 2023 Mengawali hari pertama masuk sekolah di tahun pelajaran 2023/204. Siswa baru, suasana baru. Di tahun ini terdapat beberapa hal yang baru, salah satunya bagi kelas XI dan XII sekarang ini, mengalami perubahan dalam penempatan kelas. Hal ini di lakukan untuk upaya memberikan suasana baru bagi siswa, agar ruang lingkup in- teraksi social mereka bisa lebih meluas. Dan pastinya ini bisa menjadi salah satu solusi un- tuk menurunkan angka bullying dikalangan siswa. Untuk kurikulum sendiri, saat ini di SMA Negeri 1 Blangkejeren memakai 2 kurikulum : 1.Kurikulum K13 2.Kurikulum meredeka
KURIKULUM K13 KURIKULUM MERDEKA Untuk kelas XI dan XII masih mengunakan kurikulum K13. sedangkan untuk siswa kelas X tahun ini awal ditetapkannya kurikulum merdeka. Rombongan Belajar di tahun ajaran baru ini juga di tambah menjadi 22 Rombel setelah sebelumnya hanya 21 Rombel. Hal ini dilakukan mengingat banyaknya siswa baru juga yang pindah sekolah dari sekolah lain yang me- nyebabkan ruang kelas lama dengan kapasitas siswa yang banyak. 7 Rombel 7 Rombel 8 Rombel Kelas X Kelas XI Kelas XII 7 KM 4 kelas jurusan 4 kelas jurusan 7 KM MIPA MIPA 3 kelas jurusan 4 kelas jurusan ISOS ISOS
17 Juli 2023 awal tahun pembelajaran baru serentak semua sekolah di Indonesia. Salah satu cirikhasnya menyambut warga sekolah yang baru (siswa baru) . Bagi kelas X ini merupakan moment pertama mereka bergabung dalam seragam putih abu-abu dalam istilah Bahasa SMA. Pastinya oleh pihak sekolah telah menyusun serangkaian kegiatan yang di khususkan bagi kelas X. kegiatan tersebut di monitoring oleh Kesiswaaan Kerjasama Guru dan anggota OSIS dalam paket kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah)
Kegiatan berlangsung mulai dari tanggal 17 sampai tanggal 20 Juli 2023. Kegiatan MPLS tahun ini mengusung tema Merdeka Belajar, dengan mengundang beberapa narasumber dari instasi mitra luar sekolah seperti BNN. TNI (Babinsa) dan Polri (Bhabinkamtibmas) dan juga Guru di sekolah. MPLS sendiri merupakan kegiatan wajib yang harus di ikuti oleh siswa kelas X, dengan tujuan agar mereka mudah beradaptasi dan me- nyesuaikan diri dengan lingkungan dan keluarga besar SMAN 1 Blangkejeren di sekolah untuk mereka bisa menjalani proses pembela- jaran yang optimal nantinya.
Setelah selesai kegiatan MPLS salah sa- tu program wajib dan rutin sekloah untuk siswa kelas X adalah Serah Terima siswa ba- ru dari orang tua (komite) kepada pihak sekolah yang di lak- sanakan pada kamis 22 juli 2023 bertempat di Musalla sekolah. Dalam kegiatan ter- sebut para orang tua siswa baru hadir ke sekolah bersama anak- nya. Dalam kesempatan ter- sebut Kepala Sekolah menyampaikan program-program sekolah juga seluruh kegiatan-kegiatan yang ada di sekolah. Kegiatan ini di selenggarakan dengan melestarikan adat tradisi daerah Gayo Lues, yaituketika ketika orang tua ingin menyerahkan anaknya kepada Guru untuk di didik menuntut ilmu maka orang tua melakukan seremonial dengan membawa pulut/ketan yang di sulangkan kepada anaknya di hadapan Gurunya sambil mengucapkan kalimat-kalimat do’a dan serah terima kepada guru di sekolah.
Dalam kesem- patan tersebut Kepala Sekolah berharap kepada orang tua agar terus mendukung dan mengawai anak -anaknya, beliau juga berpesan agar jorang tua jangan lengah mengawasi anak yang mengunakan media social. Karena media social selain mempunyai pengaruh positif juga memiliki pengaruh yang negative bila di salah gunakan. Acara serah terima ini di harapkan bisa menjadi awal kerjasama yang baik antara orang tua dan pihak sekolah, demi kelancaran pendidikan siswa ke depannya.
SMAN 1 BLANGKEJEREN JUARA CABANG O2SN Dalam pertandingan O2SN tingkat kabupaten siswa SMAN 1 Blangkejeren berhasil meraih juara : 1.Cabang Lomba Atletik Juara 1 Putri Juara 3 Putra 2. Cabang Lomba Silat Juara 1 Putra Juara 1 Putri 3. Cabang Lomba Bulu Tangkis Juara 1 Putri Untuk berikutnya mereka akan kembali bertarung di O2SN Tingkat Provinsi yang akan di adakan pada bulan Agustus.
Siswa Kelas XI MIPA 2 melakukan Sarapan Sehat Bersama di Kelas. Sarapan Sehat Bersama merupakan salah satu program yang terus di giatkan pelaksanaanya, hal ini bertujuan untuk membentuk kebiasaan siswa sarapan dulu sebelum berangkat ke sekolah. Karena Saat sarapan, otak kembali mendapat asupan nutrisi. Ketika menerima asupan ma- kanan dan nutrisi, otak mendapat sinyal bahwa tubuh sudah siap memulai aktivitas hari ini. Otak pun akan membangunkan sistem di tubuh dan memulai proses metabolismenya untuk menjalan- kan berbagai aktivitas seharian.
RUBRIK
BIMBINGAN LINTAS KELAS Mengawali tahun pelajaran 2023/2024 guru bimbingan konseling kelas XII melakukan pertemuan dan bimbingan lintas kelas. Bimbingan Lintas Besar merupakan layanan bimbingan klasikal yang melibatkan peserta didik/konseli dari sejumlah kelas pada tingkatan kelas yang sama dan atau berbeda sesuai dengan tujuan layanan. Kegiatan tersebut juga sebagi silaturahmi seluruh siswa kelas XII MIPA dan XII ISOS dengan Guru BK. Selain memberikan sambutan selamat datang di kelas XII, Guru BK juga menyampaikan mengenai beberapa program yang nantinya akan dilaksanakan bagi siswa jenjang kelas XII. Menjabarkan tentang pentingya menerima diri dengan menduduki ting- kat kelas yang sekarang dan mengajak kerjasama siswa untuk sama- sama berupaya memberikan yang terbaik bagi siswa kelas XII sendiri
P R O S E S P E N G I S I A N AKPD Dalam Bimbingan dan Konseling, AKPD merupakan singkatan dari Angket Kebutuhan Peserta Didik. AKPD merupakan salah satu angket yang digunakan oleh guru bimbingan konseling sebagai metode atau system untuk melakukan identifikasi terhadap permasalahan yang dialami oleh siswa. Berisi beberapa pertanyaan yang di isi oleh siswa. Isian tersebut selanjutnya di rekap dan di olah oleh guru BK, sebagai salah satu landasan dalam menyusun program BK. Program BK harus di sesuaikan dengan kebutuhan siswa. Untuk pengisian AKPD guru BK membagikan dalam bentuk link google formulir, yang memudahkan siswa untuk bisa langsung mengisi, baik dengan mengunakan pc maupun hp android secara online. Sekolah juga memfasilitasi siswa untuk mengisi AKPD tersebut di ruang TIK.
BIMBINGAN KELOMPOK Bimbingan Kelompok dalam BK merupakan layanan bimbingan yang dilaksanakan dalam suatu kelompok dengan memanfaatkan dinamika kelompok sehingga anggota dapat mengembangkan potensi diri sekaligus memperoleh manfaat dari pembahasan topik masalah. Dalam kegiatan Bimbingan Kelompok yang pertama, seluruh perangkat kelas XII baik dari juran MIPA dan XII ISOS di kumpulkan dalam ruangan BK. Topik yang di Bahas dalam pertemuan tersebut mengenai keadaan siswa di kelas yang berkaitan dengan ketertiban dan kedisiplinan dalam proses pembelajaran. Di sepakati bahwa perangkat kelas dengan BK kelas XII menjalin kerjasama untuk mengatasi maupun meminimalisir permasalahan siswa dalam kelas. Dan siswa yang mendapat tugas tambahan sebagai perangkat kesal, di sarankan untuk bisa menjadi Tutor Sebaya antar mereka. Tentunya hal ini bertujuan untuk menjadi kerjsama yang efektif antara bk dengan siswa dalam upaya memberikan atau melakukan penangan segera bilamana terjadi persoalan di lapangan. Hal ini juga menjadi sebuah sarana untuk melatih siswa dalam berinteraksi peduli sesame dan peka dengan lingkungan.keadaan sekitar.
BIMBINGAN BELAJAR Layanan bimbingan belajar adalah layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan peserta didik (klien) untuk mengembangkan diri dengan sikap dan kebiasaan belajar yang baik, materi belajar dengan kecepatan dan kesulitan belajar, serta berbagai aspek tujuan dan kegiatan belajar lainnya. Sama dengan tahun sebelumnya untuk tahun ini kembali di lakukan kelompok belajar tutor sebaya yang akan focus dalam mempelajari mengenai soal-soal SNBT sedini mungkin. Kelompok belajar ini di gabung antara jurusan MIPA dan ISOS, dan pemateri (Tutornya) dari kalangan mereka sendiri. Di awal, kegiatan direncanakan antara 2 atau 3 kali dalam sebulan di hari jum’at. Di pertama kegiatan mereka akan lebih di tekankan untuk mengenal jenis-jenis test yang di lakukan dalam seleksi SNBT.
BIMBINGAN BAKATMINAT Bakat dianggap sebagai sesuatu yang sifatnya gifted atau bawaan lahir. Oleh karenanya, setiap orang memiliki bakatnya masing-masing. Mengembangkan bakat dan minat anak bertujuan agar anak belajar atau di kemudian hari bisa bekerja di bidang yang diminatinya dan sesuai dengan kemampuan, bakat dan minat yang dimilikinya. Sehingga kelak anak bisa mengembangkan kapabilitas untuk belajar serta bekerja secara optimal dengan penuh antusias. Di tingkat sekolah menengah atas beberapa anak mulai banyak terlihat bakatnya, ada yang berbakat di bidang musik., olah raga, mengambar dan lainnya. Tentunya hal itu harus diberikan binaan dalam upaya mendorong siswa mengembangkan bakat yang di milikinya. Untuk siswa yang saat ini di tingkatan kelas XII SMAN 1 Blangkejeren, ada beberapa siswa yang memiliki bakat tertentu, dan dalam pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling di berikan bimbingan kepada siswa tersebut yang tergabung dalam sebuah kelompok yang nantinya akan menciptakan sebuah karya yang di harapkan bisa memacu mereka dan yang lainnya untuk berkreasi dalam karya.
Ada seekor burung yang gampang hidup di padang pasir, sedang sangat sakit, tidak ada bulu, tidak ada makan dan minum, tidak ada tempat tinggal. Suatu hari seekor burung merpati lewat, jadi burung yang tidak bahagia itu menghentikan burung merpati dan bertanya ” Mau pergi kemana ? “ Merpati itu menjawab “Aku akan pergi ke sur- ga”. Maka burung yang sakit itu berkata, “Tolong cari tahu, kapan penderitaanku akan be- rakhir?” Burung merpati itu berkata, “Tentu, aku akan melakukannya.” Dengan mengucapkan selamat tinggal kepada burung yang sakit. Burung merpati melanjut- kan perjalanannya mencapai surga dan mem- bagikan pesan burung yang sakit itu kepada malaikat di pintu surga. Malaikat itu berkata, “Selama tujuh tahun ke depan hidup burung tersebut harus menderita seperti itu, tidak ada kebahagiaan sampai saat itu.”
Burung merpati berkata, “Ketika burung yang sakit mendengar ini, dia pasti berkecil hati. Bisakah Anda menyarankan solusi apa pun untuk ini.” Sang Malaikat menjawab, “Katakan padanya untuk selalu mendoakan ini, : “TERIMA KASIH YA ALLAH UNTUK SEMUANYA” Burung merpati itu bertemu dengan burung yang lagi sakit dan menyampaikan pesan malaikat itu kepadanya. Saat tujuh hari merpati itu lewat lagi, dia melihat burung yang sakit itu sangat senang, bulunya tumbuh di tubuhnya, tanaman kecil tumbuh di daerah gurun, kolam kecil air juga ada di sana, burung itu bernyanyi dan menari riang. Merpati itu tercengang. Malaikat telah mengatakan bahwa tidak akan ada kebahagiaan bagi burung itu selama tujuh tahun ke depan. Dengan keadaan ini, burung merpati pergi mengunjungi malaikat di gerbang surga. Burung merpati itu mengajukan pertanyaannya kepada Malaikat. Sang Malaikat menjawab, “Ya memang benar tidak ada kebahagiaan untuk burung itu selama tujuh tahun, tetapi karena burung itu selalu mengucapkan, “TERIMA KASIH YA ALLAH UNTUK SEMUANYA” dalam setiap situasi, hidupnya berubah. Ketika burung jatuh di atas pasir panas dia berkata, “TERIMA KASIH YA ALLAH UNTUK SEMUANYA” Ketika tidak bisa terbang dia berkata, “TERIMA KASIH YA ALLAH UNTUK SEMUANYA” Ketika haus dan tidak ada air di sekitar, dia berkata, “TERIMA KASIH YA ALLAH UNTUK SEMUANYA” Apapun situasinya, burung itu terus mengulang, “TERIMA KASIH YA ALLAH UNTUK SEMUANYA” dan karena itu tujuh tahun dibubarkan dalam tujuh hari.
Selamat Memasuki Tahun Baru Islam 1445 H Semoga menjadi awal permulaan yang luar biasa dalam kehidupan kita untuk menata kehidupan yang lebih baik, kita sambut dengan menikatkan Ibadah dan kedekatan dengan Allah SWT. dan semoga Allah senantiasa mencurahkan kenikmatan dan keberkahan dalam hidup kita.
TAHUN BARU ISLAM 1445 HIJRIYAH SEJARAH TAHUN BARU ISLAM 1 Muharram merupakan tanda peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah pada tahun 622 masehi. Kata Muharram memiliki arti 'dilarang'. maknanya sebelum ajaran Islam datang, bulan Muharram telah dikenal sebagai bulan yang dimuliakan oleh masyarakat Arab Jahiliyah KEISTIMEWAAN TAHUN BARU ISLAM Tahun Baru Islam memberikan kesempatan bagi umat Muslim untuk me- renungkan perjalanan hidup mereka, mengintrospeksi diri, dan melakukan tin- dakan taubat. Di momen ini membangkitkan kesadaran akan kehidupan yang singkat di dunia dan betapa pentingnya memperbaiki diri serta mendekatkan diri kepada Allah SWT . MAKNA TAHUN BARU ISLAM Muharram adalah bulan pertama dalam kalender hijriyah yang mempunyai keutamaan dan makna penting bagi umat Islam. Pada bulan inilah Nabi Mu- hammad SAW hijrah dari Mekah ke Madinah. Tak hanya itu saja, di bulan Muharram juga terdapat hari yang istimewa, yaitu hari Asyura yang jatuh pa- da tanggal 10 Muharram.
Banyak yang mengira, bahwa capaian tertinggi dari menghafal Al-Qur’an adalah hafal 30 juz. Sahabat, ketahuilah, hadiah terbesar dari menghafal bukanlah 30 juz. Dan, bahkan, jika engkau adalah seorang musyrif tahfizh, katakanlah kepada murid-muridmu, jangan menjadikan 30 juz menjadi tujuan utama dalam menghafal. Begini, sahabat, jika tujuanmu adalah 30 juz, pertanyaanya, setelah selesai 30 juz nanti, apa? Apakah engkau akan berhenti dari pejuangan ini? Apakah engkau sudah merasa selesai dan berencana mengakhiri perjuangan? Ah, ternyata bukan itu finishnya, sahabat. Bukan itu hadiah terbesarnya. Maka, sejak awal jangan pernah meletakkan 30 juz pada puncak target- mu. Demi Allah, jangan! R﴾ e١nu َۚ َقnَلg َخilaْيh ِذaَّلyاaَكt b َر ِبer ِمikْسutا:ِ﴿ اِ ْق َر ْأ ب Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan!. [QS. Al-‘Alaq [96]: 1-2] Ayat di atas, merupakan salah satu dalil perintah membaca dan menghafalkan Al-Quran. Dahulu, saat pertama kali turun, ayat ini ditujukkan kepada Nabi Muhammad yang merupakan ummi (tidak bisa baca-tulis). Maka perintah ‘bacalah’ dalam ayat tersebut juga berarti hafalkan, sebab Rasululloh tidak mungkin bisa membacanya kecuali dengan menghafalkannya terlebih dahulu. Maka, menghafal yang benar adalah menghafal yang menyertakan nama Allah, yaitu menghafal atas nama Allah : Ikhlas. Dan, engkau tahu, sahabat, ending dari surah ini adalah firman Allah: ﴾ ١١ࣖ ۩ َكّ ََّ ۗل ََل ُت ِط ْع ُه َوا ْس ُج ْد َوا ْق َتر ْب Sekali-kali tidak! Janganlah patuh kepadanya, (tetapi) sujud dan mendekatlah (kepada Allah). [QS. Al-‘Alaq]96 :]69[ ﴿ِِ Iya, sahabat, ayatnya berbicara tentang ketundukan dan kedekatan kepada Allah. Itulah tujuan besarnya! Sungguh, Allah memerintahkan kita membaca dan menghafal Al-Quran, semua itu haruslah karena Allah semata, dan mengfahal yang benar tersebut ternyata ujungnya bukanlah selesai 30 juz, tapi ujungnya adalah semakin dekat serta sujud merendah kepada-Nya.
Tips-Tips Bagi Yang Ingin Serius Menghafal Aqur’an Ujungnya, adalah kita tidak patuh kepada siapapun, kecuali Allah. Sekali-kali tidak! Janganlah patuh kepadanya, (tetapi) sujud dan men- dekatlah (kepada Allah). Maka, sahabat, jika ditanya apa hadiah terbesar dari menghafal Al-Quran? Hadiah terbesar itu adalah ketundukan hati yang semakin bertambah kepada sang pencipta, seiring bertambahnya ayat-ayat yang dihafal. Karena, bukankah ada orang-orang yang selesai 30 juz, tapi menerbitkan kesombongan dalam hatinya? Iya, ada yang selesai 30 juz, tapi menjadikannya semakin jauh dari Allah. Mengapa hal itu terjadi? Barangkali, selama ini dia menghafal bukan untuk Allah, melainkan menuruti syahwat dunianya. Sebaliknya, sahabat, bukankah ada juga yang melewati masa yang teramat panjang menghafal Al-Quran, lalu tak juga ia dapatkan 30 juz itu. Tapi, hatinya senantiasa bersorak bahagia setiap kali duduk berduaan dengan Al-Quran. Duhai, beruntungnya Penghafal Quran yang memiliki rasa itu. Bahagianya tak lagi dibatasi oleh angka-angka dunia. Bahagianya seseder- hana ungkapan ‹Asalkan bisa terus bersama Al-Quran›. Maka, sambutlah hadiah terbesar itu, sahabat. Bukan 30 juz. Bukan juga seberapa banyak hafalan. Hadiah besar itu, berupa ketundukan hati yang semakin bertambah, seiring bertambahnya ayat-ayat yang dihafal. Tak mengapa belum kunjung selesai. Tak mengapa lebih lambat dari yang lain. Bahkan, tak mengapa masih terbata-bata. Jika dengan itu, bertambah ke- mesraan kepada Allah. Jadi, mengapa perlu kecewa? Itulah hadiah terbesarnya! Demi Allah, jagalah hadiah besar itu! Mulai hari ini, jangan pedulikan apa-apa lagi, selain ridho Allah. Bahwa, tak peduli apapun hasilnya, asalkan Allah ridho, maka nikmatilah perjuangannya. Sahabat, kesadaran ini begitu penting. Sebab, banyak kutemui para penghafal Al-Quran yang mengeluh dengan hafalannya yang lambat, stres karena hafalannya yang tak lancar-lancar, putus asa karena perjuangan tak kunjung membuahkan hasil. Demi Allah, mereka lupa dengan hadiah terbesarnya. Seolah 30 juz adalah segalanya dan kebahagiaan hanya ada pada saat kita mendapatkannya. Padahal, sahabat, penghafal Al-Quran itu harus bahagia saat bersama Al-Quran, bukan malah stres penuh beban. Sebab yang nikmat itu kebersamaannya, bukan selesainya. Ingatlah! Yang terpenting, bukan selesai, tapi semakin tunduknya diri ini kepada Allah! Ketundukan hati kepada Allah adalah hadiah terbesarnya, sedangkan selesai hanyalah bonusnya. Maka Ubahlah mindset Target terbesar dari menghafal Al-Qur’an adalah 30 juz. Menjadi Target terbesar dari menghafal Al-Qur’an adalah ketundukan hati yang semakin bertambah kepada Allah seiring bertambahnya hafalan. TERAKHIR Untuk Diingat. Percayalah, sahabat, jika murojaah hari ini berat, maka menundanya jauh lebih berat. Jika murojaah hari ini berat, maka menundanya akan menjadikan beratnya bertambah. Saat rasa beratnya telah melebihi kemampuan kita, bukan tidak mungkin, kita tak akan sanggup lagi bangkit. Itulah mengapa banyak yang menyerah dalam menghafal. Semua berawal dari ‘menunda murojaah’ Sangat disayangkan, saat Allah berjanji tidak akan membebani kita melebihi kemampuan, kita justru membebani diri sendiri dengan beban yang tak sanggup kita pikul. Menunda murojaah = Menumpuk beban. Semoga Allah memudahkan kita untuk menjadi hamba-hamba Nya yang hafal dan memahami Al-Qur'an serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. ,َنا َوانَ ْل ِو َْرج َّنأَ ْبَة َدبانَ َن َاش َبفِاُن َْوع ِر ِةا ْلا ْل ُق ُقْر ْآرآ ِن ِن, ا ْلَوأَُق ْدْرآ ِخ ِْنل, َنَو َبا ِيل َّنا ْ ِرض بِ ُو َك ُجَراْو َم َه ِةَناا ْلبِ ُبَق َْررآ َك ِنِة, َو َح ِس ْن أَ ْع َمالَ َنا بِ ِذ ْك ِر َوانَْل ُقِج َْنرآا ِن ِم, َو َز ِي ْن أَ ْخَّلَ َق َنا بِ َجا ِه ا ْل ُق ْرآ ِن,اللَّ ُه َّم نَ ِو ْر ُقلُ ْو َب َنا بِ ِتَّلَ َو ِة ا ْل ِْ ُق ْرآ ِن Aamiin... Ditulis oleh : Indah Nurvita (XII MIPA 1)
KELAS INSPIRASI, sebuah kegiatan yang sangat penting untuk memberikan inspirasi dan moti- vasi bagi para siswa dari mereka yang di anggap sudah berhasil dalam bidang-bidang tertentu. Mereka yang mengisi kelas inspirasi membagikan kisah perjalanan mereka dalam melewati pros- es-proses yang pastinya tidaklah mudah, butuh usaha kerja keras,kerja cerdas, tekun, focus dan disiplin. Dalam kesempatan awal tahun pelajaran baru ini, perwakilan kelas XII mengikuti kegiatan kelas inspirasi dari Naza, salah satu siswa asal sekolah di Surabaya yang tahun ini berhasil lulus di Fakultas Universitas Syiahkuala Banda Aceh melalui jalur SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes) Dalam kesempatan tersebut Naza banyak berbagi pengalaman tentang bagaimana memantap- kan diri dalam mengikuti seleksi tes SNBT, mulai dari cara belajarnya dan hal-hal lain yang men- dukung untuk berhasil dalam jalur test. Dan tak lupa juga naza menjelaskan dan mengenalkan tentang proses-proses masuk ke perguruan tinggi dengan beberapa jalur, jenis test soal-soal dan tips-tips dalam mempersiapkan diri. Kegiatan ini membuat siswa menjadi lebih terbuka dan mendapat pemahaman tentang seleski masuk ke Perguruan Tinggi
Di SMAN 1 Blangkejeren, salah satu program yang sudah dijalankan adalah Program Kegiatan Kelas Parenting atau kelas orang tua. Manfaat kegiatan ini agar dapat menciptakan serta menjalin komunikasi yang baik antara sekolah dengan orang tua. Sehingga dalam proses mendidik siswa yang dijalankan oleh sekolah dapat seimbang dengan di rumah yang dilakukan oleh orang tua itu sendiri. Pelaksanaanya sendiri dilakukan oleh masing-masing kelas dengan jadwal masing-masing, dengan di damping oleh Wakil Kesiswaan dan Guru Bimbingan Konseling. Di bulan ini ini Kelas XII ISOS 2 Perdana melakukan kegiatan kelas Parenting. Dalam kesempatan tersebut Ibu Mardiah, S.Pd selaku wali kelas mengajak ker- jasa orang tua dalam melakukan pengawasan dan kontrol terhadap pelsaksa- naan ibadah siswa di rumah, dan Ibu Darmawati,S.Pd menyampaikan mengenai pentingnya orang tua membiasakan anak agar sarapan sebelum berangkat ke sekolah, sementara dari BK melaporkan mengenai arah pilihan karir siswa kelas XII.
Farida,S.Pd Akrab di panggil buk Farida oleh para siswa. Beliau merupakan salah satu Guru Mapel Matematika Dan juga merupakan salah satu Pembina Rohis Putri di SMA Negeri 1 Blangkejeren. Di samping itu beliau juga kerap membantu proses kegiatan pelaksanaan Ujian di sekolah sebagai Teknisi dan Proktor. Alhamdulillah pada edisi kali ini tim majalah lisan berkesempatan meliput profil perjalanan beliau dalam menempuh pendidikan, yang pastinya bisa memberikan motivasi dan inspirasi bagi kita, Cerita masa dari SD,SMP,SMA Beliau menempuh pendidikan sekolah dasar (SD) di SDN Kuta Panjang. awal pertama sekolah tepat saat masih duduk di bangku kelas 1 sampai kelas 4 termasuk siswa kesulitan dalam berinteraksi dengan sekitar, cenderung tertup dan kurang percaya diri. Dikelas 5 beiau menjadi sangat termotivasi untuk belajar dan akhirnya berhasil mendapat juara 1 sampai di kelas 6. Lulus SD beliau melanjutkan pendidikan di SMPS Shalahudin Namun hanya bertahan sampai di kelas 1 kemudian melanjutkan kelas 2 di SLTP Negeri Kuta Panjang (Sekarang SMPN 1 Blangjerango). Alhamdulillah selama menmpuh pendidikan di SMP selalu mendapat prestasi sebagai juara umum.
Pengalaman Masa SMA dan saat kuliah Lulus SMP, sempat mendapat kesempatan untuk menempuh pendidikan di SMA Modal Bangsa Banda Aceh namun beliau lebih memilih melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 1 Kuta Panjang. Di Masa SMA beliau tetap menjunjukan prestasi akademik yang bagus dan ter- pilih sebagai peserta Olimpiade bidang Biologi yang mewakili Gayo Lues ke ting- kat Provinsi. Lulus SMA stelah melewati beberapa proses akhirnya memutuskan untuk melanjutkan pendidikan S1 Jurusan Matematika di IAIN Takengon. Ada banyak kenangan dan pengalaman berharga yang beliau dapatkan semasa menempuh pendidikan di bangku kuliah, mulai dari bekerja sambal kuliah di be- berapa tempat, pernah kerja mencuci-menyeterika, di rental computer, jual pulsa elektrik dan juga mengajar privat untuk anak tingkat SD dan SMA. Namun meski demikian beliau masih menyempatkan diri untuk ktif dalam organ- isasi LDK (Lembag Dakwah Kampus) dan juga organisasi Forum Mahasiswa Gayo Lues (Formagalus) di Takengon sebagi sekretaris umum. Menjelang lulus kuliah sempat bekerja sebagai Guru di TK IT Al-Hikmah taken- gon hingga akhirnya memilih kembali ke kampung halaman dan mengajar di SMA Negeri 1 Kutapanjang, MTSS Darul Makmur Blangpgayon, Pesantren Raudhatul Jihad hingga akhirnya memilih focus mengabdikan diri sebagai Guru Matematika di SMA Negeri 1 Blangkejren sampai sekarang dan Alhamdulillah sudah lulus sebagai Guru P3K. Pesan untuk kita semua dari beliau sebagai generasi penerus bangsa “ Berusaha maksimal agar mendapat hasil yang maskimal, karena apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Dan jadilah manusia yang bermanfaat untuk lingkungan sekitar “
Anakku… Kucakmu ini ngekul Konotmu ini ngenaru Ini ngesawah waktu ketike e Ruesmu ngemusirang ari ine urum ama Mulangkahan kidding kubelang kampong ni pake Munerah ilmu ken bekalmu puren Anakku buah hatiku… Kutangakan luhku siremenang Kutungkukken lauhku sirembebe Beluhmu kunampin ulak Buge kase puren munemah uah silungi Ken kami urang tuemu simunanti #Nursita S.Pd
Meski aku terlihat kaprah Namun kalbu ku terasa lara Atma ku yang terluka Karena memikirkan cita-cita Dikala ku berada dalam lakuna Disitulah daksa ku terasa lunglai Atmaku semakin terasa mala Hingga membuat asa ku menjadi sirna Menikmati nisha yang terasa gulita Ditemani sinar purnacandra Ingin ku gapai bulan yang terlihat indah itu Namun itu hanyalah lengkara Dikala surya menyinari bumantara Di iringi serayu yang menyejukkan kalbu Membuat abhinaya dalam diriku semakin menggebu ... Ku gapai hari terangku Untuk merajut mimpi yang dulu telah sirna Tak peduli betapa kejam buana padaku Tak peduli lirik manusia yang menyakitiku Walau atma ku terluka Hatiku terasa gundah Namun tekatku tuk jerembah mimpi akan terus membara… #Ribi Anti
Murid Baru Pagi ini dingin sekali, kabut tebal menyelimuti Gayo Lues. Dinginnya kabut ini benar-benar menyiksa tubuhku. Rasa dingin seolah menusuk sampai ke tu- lang rawanku. Dengan malas, kuterobos kabut yang menghalangi pemandanganku itu. Mungkin karena sudah terbiasa, tubuhku cukup kuat menahannya. Dengan berat hati, aku berjalan menuju sekolah dengan berjalan kaki. Seperti biasa, aku selalu datang paling awal walaupun selalu mendapat peringkat terakhir. Aku sekolah di SMP Negeri 1 Blangkejeren, salah satu sekolah favorit di daerahku. Sekolahnya nyaman dengan berbagai fasilitas yang lengkap. Kebanyakan muridnya berangkat ke sekolah dengan mengendarai sepeda motor atau diantar oleh orang tuanya. Jarang sekali ada murid yang berjalan kaki, kecuali jarak rumahnya dekat. Sesampainya di kelas, aku akan melamun dan melihat ke arah gerbang, menunggu teman-teman datang. Tak lama kemudian, terdengar suara sepeda motor beberapa orang dan semakin lama suara itu terdengar semakin ramai. Kabut pun mulai menghilang dan udara pun mulai normal kembali. Matahari akan bersinar dengan teriknya menyinari daerahku. Bagiku, semua pelajaran memang sangat membosankan , kecuali olahraga. Namun, hari ini adalah yang paling membosankan. Dimulai dengan pelajaran matematika oleh Pak Ade. Beliau adalah guru yang paling ditakuti murid-murid di sini. Badannya tinggi besar dengan gumis tebal di wajahnya. Wajah Pak Ade selalu terlihat serius dan menyeramkan. Dia terkenal dengan kekejamannya dalam mengajar di dalam kelas. Jika beliau memasuki kelas, semua mata hanya akan tertuju padanya. Tak akan ada yang bicara sepatah ka- ta pun selain dirinya, apalagi bercerita. Dan satu hal yang paling diingat adalah tak ada kata permisi di kamusnya. Jadi, tak akan ada satu alasan pun yang dapat meyelamatkan kami dari pelajaran matematika.
Kemudian, akan di lanjutkan oleh seorang guru setengah baya yang cerewet bukan main. Sejak pertama masuk kelas dan pelajaran dimulai, mulut- nya tak akan pernah berhenti bicara. Dan satu hal yang perlu diingat adalah ji- ka dia menanyakan sesuatu dan tak terjawab, maka bersiaplah menerima amukan yang memekakan telinga. Bu Fatimah, itulah namanya. Beliau merupa- kan seorang guru senior yang mengajar bidang studi PPKN. Pelajaran terakhir adalah dengan seorang guru muda yang cantik dan ber- suara lembut, namanya Bu Melati, guru IPS. Sayangnya di balik kelembutann- ya, beliau suka sekali menyindir. Dan sindirannya benar-benar terasa serta menyakiti jiwa. Seluruh kelas akan diiringi oleh tawa. Sindirannya benar-benar tajam dan memang benar adanya. Dan malangnya, akulah yang selalu menjadi sasaran sindirannya itu. Krriiiinngg! Krriiiinngg! Bel pun berbunyi. Semua siswa dan siswi masuk ke kelas seperti biasa. Suasana kelas sangat ribut dan bising sekali. Di mulai dari sekelompok anak perempuan yang tertawa cekikikan. Sementara sekelompok lagi, menyanyikan lagu-lagu pop yang sedang popular saat ini. Mereka bern- yanyi dengan begitu percaya diri, tanpa mempedulikan penderitaan kami yang mendengarnya. Lain lagi anak laki-lakinya, ada yang saling bermain lempar- lemparan, berlari-larian tanpa tujuan yang jelas, dan ada juga yang berteriak- teriak tak karuan. Bahkan ada yang bermain sepak bola di kelas. Suasana kelas saat itu seperti di pajak ikan. Namun, semua itu terhenti saat Arif, sang ketua kelas masuk ke kelas dengan berlari dan begitu terburu-buru. Dengan nafas yang terengah-engah ia berteriak dengan kerasnya. “Pak gumis tebal datang!”, ujarnya seraya duduk di bangkunya. Dengan tergesa-gesa, nafasnya sampai ngos-ngosan karena demikian takutnya. Semua murid langsung duduk di bangkunya masing-masing. Puluhan suara langkah kaki dan suara geseran meja serta kursi akan terdengar jelas.
Namun, dalam beberapa detik suara itu akan hilang. Dalam sekejap, sua- sana berubah menjadi hening, sunyi dan senyap. Tak lama kemudian, terdengar suara langkah kaki di lorong-lorong. Bapak kejam bergumis tebal masuk ke kelas. Pak Ade memang sudah terkenal dengan kekejamannya. Tak ada satu pun murid yang berani macam-macam dengannya karena terlalu segan, atau bisa di bilang terlalu takut. Dengan bertopang dagu, aku melirik ke arahnya, semua mata tertuju pada pintu kelas. Aku menatapnya dengan kesal. Tak bisakah sehari saja guru kejam yang menyebalkan ini tak da- tang? Kenapa dia tidak sakit atau apalah! Kualihkan pandanganku ke arah buku tulis didepanku. Ku coret-coret ker- tas demi kertas itu untuk meluapkan rasa kesalku. Tapi sepertinya ada yang aneh, hampir semua siswa di kelasku kecuali aku, berbisik-bisik tak karuan. Ini tak seperti biasanya. Biasanya, jika bapak bergumis tebal ini masuk, tak ada yang berani mengalihkan pandangannya kesamping, tapi hari ini mereka semua wes wos membicarakan sesuatu. Apakah yang begitu menarik per- hatian mereka? Hal apa yang membuat mereka tidak melakukan kebiasaannya ya? Aku pun mengalihkan pandanganku kedepan kelas. Mataku terbelalak dan tubuhku langsung kaku, betapa terkejutnya aku saat melihat seorang pemuda berdiri di samping Pak Ade. Ia seumuran denganku, tubuhnya tinggi, badannya ramping, dan rambutnya hitam lebat. Kulitnya tampak putih bersinar dengan bola mata hitam besar yang sangat menawan. Pemuda tampan itu seolah seperti orang Eropa dengan kemasan In- donesia. Tatapannya sangat memukau, ia terlihat akrab dengan senyum kecil di wajahnya. Gayanya penuh rasa percaya diri, ia tampan sekali dan ia menatap kami semua dengan ramah. Pantas saja seluruh murid di kelasku tak dapat mengendalikan diri, mereka terpukau oleh aura si tampan. Apalagi para murid perempuan, mereka berbisik -bisik sambil tersenyum geregetan menatap pria tinggi di samping Pak Ade. “Diiaaaaamm!”, bentak Pak Ade dengan keras. Matanya melotot tajam ke arah kami. Semua murid langsung terdiam. Kedua bola matanya seolah akan keluar menerkam kami semua.
Dengan takut, penasaran dan rasa tak sabar, kami kembali memperhatikan Pak Ade. “Hari ini ada murid baru!”, ujarnya menurunkan volume suaranya. Ia men- galihkan pandangan ke arah pemuda menawan tadi. “Perkenalkan dirimu!”, sambung Pak Ade. Si rupawan pun mengangguk pasti dengan senyum ramah dan mata berbinar-binar, ia menatap teman- teman arunya. “Perkenalkan, namaku Raditya Prasetyo! Kalian bisa memanggil saya Raditya. Aku pindahan dari Jakarta. Ku harap teman-teman bisa menerimaku di sini!”, ujarnya dengan suara lantang dan penuh rasa percaya diri. Pak Ade mengangguk perlahan, terlihat senang. Namun bagiku tetap ter- lihat seram. Beliau pun mempersilahkan Raditya untuk duduk di bangku paling depan bersama Arif. Letaknya persis di sampingku, hanya saja deretan kami berbeda. Bagiku, itu sangat tidak adil! Raditya kan cukup tinggi, bagaimana jika orang yang duduk di belakangnya tidak kelihatan? Tubuhnya kan berbeda denganku. Aku cukup pendek, jadi tak kan mengganggu siswa yang duduk di belakang.. Huh! Bapak bergumis tebal yang kejam itu pilih kasih! Namun tampaknya, hanya aku yang berpendapat demikian. Siswa-siswa yang duduk di belakangnya tidak kesal sama sekali. Mereka malah tersenyum senang tak alang kepalang saat Raditya duduk di kursi depan. Apalagi Arif? Ia gembira bukan main mendapati teman baru yang sangat tampan itu. Dia lang- sung menyalaminya dengan ramah dan senyum lebar di wajahnya. Melihat pemandangan itu aku sangat muak. Bagaimana bisa seseorang yang baru mereka kenal mendapatkan tempat selayak itu? Bagaimana bisa orang yang baru di lihat pertama kali langsung bisa menjadi teman mereka? Sedangkan aku siswa yang sudah lama bersama mereka, tapi aku tak pernah mendapat senyuman dan bersalamn seperti itu. Hidup memang tak adil. Apa- pun yang ada di dunia ini benar-benar tidak adil. Pelajaran pun dimulai, Pak Ade menjelaskan dengan penuh wibawa. Hari ini kami mempelajari tentang theorema Phytagoras.
Berbagai hal di jelaskan Pak Ade kepada kami dan berbagai jenis contoh pula yang diberikan. Namun tak ada satu kalimat pun yang terserap kedalam otakku. Aku tak mengerti dengan apa yang beliau jelaskan dan apa yang ia ka- takan. Aku hanya diam sambil bertopang tangan melihat ke arah papan tulis dengan muka masam. Tanganku terus mencoret-coret lembaran buku tak ka- ruan. Pak Ade terus menjelaskan hingga sampailah pada contoh soal yang per- tama. “ BC kuadrat sama dengan 15 kuadrat di tambah 20 kuadrat sama dengan….”, ujar Pak Ade dengan suara lantang. “225 ditambah 400 sama dengan 625….”, ujar Raditya dengan suara lan- tang dan semangat yang berkobar-kobar. Suaranya serta merta memecah kesunyian kelas dan membuat kami ter kejut bukan main. Kami melihatnya dengan heran. Belum ada siswa yang pernah berbicara seperti itu di depan kelas, apalagi sampai memotong kata-kata Pak Ade. Raditya benar-benar berani dan sangat percaya diri. Dari matanya terpancar rasa haus ilmu yang tak terbendung. Kami semua terperangah dan melihat ke arah Pak Ade. Ia terlihat senang, wajahnya yang selulu serius berubah menjadi cerah dan berseri-seri. Ia sama sekali tak keberatan kuliahnya di potong. Dan satu hal yang paling tidak bisa ku percayai adalah untuk pertama kalinya, aku dan semua murid di kelasku melihat Pak Ade tersenyum senang dan matanya berbinar-binar menatap keberanian di dalam diri Raditya. “Akar dari 625 adalah…”, sambung Pak Ade kembali menantang Raditya. “25!”, ujar Raditya penuh minat. Dengan cepat, semangat dan rasa percaya diri, ia berteriak lantang menjawab pertanyaan itu. Semua menatap ke arah Raditya dengan kagum, selama beberapa saat ka- mi hanya memperhatikan semangatnya yang berkobar dan tak terbendung. Suara Raditya dan Pak Ade bergema di kelas kami. Namun tampaknya, seman- gat Raditya telah menjalar dan membakar semua semangat orang-orang di ke- las ini kecuali aku. BERSAMBUNG
Pada zaman dahulu, hiduplah seekor keledai bernama Donki yang hidup di hutan belantara. Ia tinggal bersama hewan-hewan lainnya. Teman-temannya menganggapnya bodoh karena kerap berkhayal hal-hal yang tak masuk akal. Kepada Zeze si zebra ia berkata, “Ze, suatu hari nanti aku ingin tinggal di bulan. Tinggal di sana sepertinya seru.” “Kenapa kau tak tinggal di matahari saja? Biar terbakar!” ucap Zeze. “Kamu kenapa berkata seperti itu? Memangnya salah bila aku punya mimpi tinggal di bulan?” tanya Donki. “Jelas salah! Mana bisa kita hidup di bulan. Kamu terlalu sering berkhayal!” bentak Zeze kesal. Mendengar temannya marah, Donki pun pergi berjalan-jalan. “Aku heran, kenapa semua temanku selalu memarahi mimpi- mimpiku. Emang apa salahnya bermimpi?” tanyanya dalam hati. Meski demikian, ia tak pernah menyerah untuk bermimpi. Namun, mimpinya selalu aneh dan berubah-ubah. Saat sedang berjalan-jalan, ia bertemu dengan seekor katak bernama Tata. Lagi-lagi, ia menceritakan keinginannya yang tak masuk akal. “Hai, Tata. Kau sedang apa?” tanyanya basa-basi. “Tak bisakah kau melihat aku sedang minum?” ucap Tata kesal. Sepertinya Tata sudah tahu bila Donki akan mengatakan sesuatu yang tak masuk akal. “Kau tahu tidak, kelak aku akan terbang bebas seperti burung,” ucapnya. “Hmm,” jawab Tata singkat. “Lalu, aku akan membawamu di pundakku agar kita bisa terbang bersama. Lalu…” belum selesai Donki berbicara, Tata pun me- nyela. “Hentikan, Don! Tidak ingatkah kau beberapa hari yang lalu bermimpi jadi seekor ikan? Mendengarmu membuatku pusing,” ucap Tata yang kemudian melompat meninggalkan Donki. Di sisi lain, tinggallah seekor harimau bernama Gega yang berambisi menjadi pemimpin hutan. Hanya saja, ia selalu kalah dengan seekor singa bernama Leo. Meski demikian, ia memiliki pengikut seekor rubah bernama Rubi. Setiap hari, Rubi selalu mengikuti Gega. Ia juga kerap menjadi mata-mata yang mengawasi gerak-gerik Leo. Suatu hari, Donki tak sengaja mendengar ucapan kedua hewan itu. “Tuanku, Gega, beberapa hari ini aku tak melihat kehadiran Leo. Tampaknya pemburu berhasil menangkapnya,” ujar Rubi. “Apa kau yakin?” tanya Gega tegas. “A…aku pikir benar begitu Tuan,” ucap Rubi sedikit meragu. “Kau pikir? Itu berarti kau belum tahu kepastiannya! Aku tak bisa menjadi raja hutan bila singa itu masih hidup. Cepat cari bukti kalau ia sudah mati! Kalau tidak aku akan memakanmu!” ucap Gega. “Ba..baiklah, Tuan,” ucap Rubi yang bergegas mencari bukti.
Donki yang sedari tadi menguping pun bertanya-tanya tentang apa yang sedang mereka rencanakan. Lalu, tiba-tiba sebuah apel jatuh tepat mengenai kepalanya. “Aduh!” teriaknya. Sontak hal itu membuat Gega terkejut. Ia pun menghampiri Dongki dengan tatapan penuh kemurkaan. “Apa yang kau lakukan di sini keledai bodoh!” teriaknya. “Jangan-jangan kau menguping pembicaraanku dengan si rubah itu?” tan- yanya lagi dengan tatapan penuh ancaman. “A…aku tidak mengupingmu, Tuan. A..aku hanya sedang berjalan-jalan sambil memikirkan keinginanku menikahi seorang putri,” ucap Donki gugup. Saking gugupnya, ia malah menceritakan hal aneh pada Gega. Mendengar itu, Gega tertawa terbahak-bahak. “Hahaha! Dasar kau binatang bodoh! Pergi kau dari hadapanku atau aku akan menyantapmu,” ucapnya. Mendengar ancaman Gega, Donki pun langsung lari terbirit-birit. Ia merasa takut dengan ancaman binatang mengerikan itu. Pelarian Donki terhenti ketika melihat segerombolan hewan sedang berdiskusi. Ia pun bersembunyai di balik semak-semak dan menguping. “Sudah beberapa hari aku tak melihat tuang Leo. Jangan-jangan ia telah mati dibunuh pemburu,” ucap Zeze. “Jangan berkata demikian! Aku yakin ia masih hidup,” ucap Tori si kura-kura. “Tapi, bagaimana jika ia benar-benar sudah mati? Bukankah nyawa kita terancam oleh Gega jika tuan Leo meninggal,” tanya si ru- sa bernama Deri dengan cemas. “Benar katamu. Lantas apa yang harus kita lakukan sekarang?” ujar Zeze khawatir. Lalu, tiba-tiba saja Donki muncul dan menawarkan diri menjadi seorang pemimpin. “Teman-teman, aku pernah bermimpi menjadi seorang pemimpin. Bagaimana kalau saat ini aku yang menggantikan Leo sembari kita menunggu kabar darinya?” ucapnya yakin. Hewan-hewan yang lain pun hanya bisa tertawa. “Kau jadi pemimpin? Hahaha. Melawanku saja kujamin pasti kau kalah. Apalagi bila harus mlawan harimau?” ucap Zeze. “Kali ini saja, Don, tak bisakah kau mengatakan hal yang masuk akal? Kami lelah mendengar ucapanmu,” ucap Tori yang kemudian meninggalkan rombongan. Diikuti oleh hewan-hewan lainnya. Melihat teman-temannya pergi begitu saja, membuat hati Donki terluka. Ia tak menyangka teman-temannya sangat menyepele- kan dirinya. Dengan hati yang sedikit terluka, Donki pun berjalan-jalan untuk menenangkan diri. “Inilah aku berjalan sendirian dengan perasaan terluka. langkahnya terhenti ketika ia melihat sesuatu yang sangat aneh di bawah pohon. “Apa itu? Tampak seperti kulit singa?” ucapnya terkejut. Ia lalu mendekati benda aneh itu. Benar saja, benda itu rupanya kulit Leo si singa. “Ah, rupanya pemburu benar-benar membunuh Leo. Mereka pasti cuma mengambil daging dan tulangnya saja. Malang sekali nasibmu,” ucap Donki. Tanpa pikir panjang, Donki pun memakai kulit singa itu untuk menghibur dirinya sendiri. Ia lalu memandangi wajahnya dari pantulan air. “Oh, jadi begini rasanya jadi Raja Hutan. Tampak gagah dan tangguh,” ucapnya pada diri sendiri. Donki merasa terhibur memakai kulit Leo. Ia pun berjalan sambil bernyanyi-nyanyi. “Hahaha, ak Raja Hutan, lihatlah aku!” ucap- nya. Saat keledai berkulit singa itu berjalan-jalan, ada seekor kelinci bernama Keke yang melihatnya. Ia pun kegirangan dan meminta seluruh hewan tuk berkumpul. “Tadi aku melihat tuan kita telah kembali. Tuan Leo telah tak mati,” ucap Keke senang.
“Benarkah itu? Apa kau tak salah lihat?” tanya Tori memastikan. “Kenapa kau tak percaya padaku? Aku benar-benar melihatnya dengan mata kepalaku sendiri,” ujar Keke. “Bukannya aku tak percaya, Ke. Tapi, tuan Leo lama tak terlihat. Dari mana saja dia kalau tak mati diserang pemburu?” ucap Tori. “Benar kata Tori, Ke. Kalau pun ia benar-benar masih hidup, seharusnya ia langsung datang menemui kita,” jawab Zeze. “Karena kalian tak percaya padaku, aku akan datang menemui tuan Leo dan membawanya kepada kalian!” kata Keke. Ia pun melompat ke sana ke mari untuk mencari Leo yang sebenarnya adalah si Donki. Keledai itu memang tampak sama per- sis dengan si singa Tak lama kemudian, Keke berhasil menemukan Donki yang sedang asyik bernyanyi. “Tuanku, tuanku! Tuan Leo,” teriak Keke. Karena tak merasa dipanggil, Donki pun tak berhenti atau pun menoleh. Lalu, Keke berhenti tepat di depan Donki yang berkulit singa itu. “Tuan! Aku sedari tadi memanggilmu,” ucap Keke dengan napas terengal-engal. “Apa? Kau memanggilku?” tanya Donki. “Iya benar, Tuan. Para hewan telah menunggumu. Mereka tak percaya kalau kau telah kembali,” ucap Keke. Donki hanya bisa melongo mendengar perkataan Keke. Ia pun pergi mengikuti Keke untuk menemui para hewan. Kemuidan, ia berdiri di sebuah batu besar, tempat di mana Leo selalu menjaga mereka. Para hewan merasa sangat gembira. Ia tak menyangkan bila sang Raja benar-benar kembali. “Tuan, maafkan aku yang berangga- pan bila dirimu telah tiada,” ucap Zeze. Para hewan merasa sangat gembira. Ia tak menyangkan bila sang Raja benar-benar kembali. “Tuan, maafkan aku yang berangga- pan bila dirimu telah tiada,” ucap Zeze. “Maafkan aku juga, Tuan, karena telah menganggap dirimu dibunuh oleh pemburu,” ucap Tori. Donki terkejut melihat para hewan hormat kepadanya. “Apa? Bagaimana mungkin mereka tunduk kepadaku?” ucapnya dalam hati. “Jadi, ke mana perginya Tuan selama ini? Kami sangat mengkhawatirkanmu, Tuan,” tanya Keke penasaran. “Se..sebenarnya aku memutuskan tuk berisitirahat sejenak. Karena energiku sudah terkumpul, aku pun kembali untuk menjaga kalian,” ucap Donki berbohong. “Karena aku telah kembali, kini tugas utamaku adalah mengusir harimau dari hutan ini,” ucap Donki dengan santainya. “Hore! Hore! Tuan kita akan mengusir harimau. Hore,” teriak para hewan gembira. “Aku akan mendatangimu harimau!” ucap Donki pura-pura berani. Di satu sisi, Rubi yang tahu rencana singa pun segera melapor pada Gega. “Tuan! Tuan! Kabar buruk, Tuan,” teriaknya sambil berlari menghampiri tuannya. “Ada apa? Apa yang membuatmu berlari?” tanya Gega penasaran.
“Leo, si Raja Hutan telah kembali, Tuan. Ia akan menyerangmu besok,” kata Rubi panik. “Apa kau bilang? Katamu dia sudah mati! Kau membohongiku!” ucap Gega. “Aku juga tidak tahu, Tuan. Dia tiba-tiba kembali dan tampak sangat bersemangat untuk menyerangmu,” ucap Rubi. “Apa? Bagaimana ini!” ucap Gega panik. “Bagaimana kalau kita pergi saja dari sini, Tuan? Aku takut Leo akan membunuhmu,” bujuk Rubi. Karena terlalu takut pada Leo, akhirnya Gega pun memutuskan tuk pergi meninggalkan hutan. Ia lari dengan sangat cepat diikuti dengan Rubi. Para hewan mengira jika Leo telah berhasil menyerang harimau. Mereka pun bersorak sorai pada singa gadungan itu. “Hore! Hore! Raja kami memang hebat. Ia berhasil mengusir harimau,” ucap para hewan itu. Donki merasa bangga dan senang karena hewan-hewan mengira dirinyalah yang mengusir si harimau. Saking senangnya, ia tak sengaja berteriak konyol seperti dirinya yang biasa. “Yiha! Yiha!” teriaknya. Ia pun kehilangan wibawanya. Para hewan pun tercengang melihatnya. “Tunggu, kau bukan raja kami si Leo? Harusnya kau mengaung, bukannya berteriak konyol seperti keledai!” ucap Zeze. “Wah, sepertinya kau penipu!” teriak Tori. “Ma…maafkan aku,” ucap Donki dan kulit singa pun terjatuh dari tubuhnya. “Benar, kan! Kau ternyata keledai bodoh yang menyamar!” ucap Zeze geram. Takut akan serangan para hewan, Donki pun berlari sekencang mungkin untuk menghindari mereka. Ia berlari hingga ke ujung hu- tan dan para hewan sudah tak mengejarnya. “Wah! Padahal aku telah menyelamatkan hidup mereka dengan mengusir harimau. Tapi, inikah cara mereka membayarnya?” ucap Donki sedih sambil na- pasnya terengal-engal. Saat meratapi kesedihannya, seekor monyet bijak datang menghampirinya. Ia datang seakan-akan tahu kejadian yang baru diala- mi si Donki. “Kau bisa saja menjadi Raja lebih lama jika kau tutup mulut. Tapi kau justru membuka kedokmu dengan suara bodohmu itu,” ucap si monyet. “Lantas, apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku harus ke mana?” tanya Donki bingung. “Pertama-tama, hentikan mimpi-mimpimu yang tak masuk akal! Lalu, mulailah jadi dirimu sendiri. Terakhir, penampilan mungkin bisa membuatmu tampak berwibawa, tapi cara bicara dan cara berpikirmulah yang menentukan siapa dirimu,” ucap monyet itu. Donki mengerti apa yang monyet itu katakan. Selama ini, para hewan menganggapnya bodoh karena perkataannya yang tak masuk akal. Sejak saat itu, ia melupakan segala mimpi-mimpi khayalnya dan mulai bekerja keras. Ia menjadi keledai milik seorang petani yang setiap hari membantu mengangkut barang berat. Sumber : https://www.poskata.com
Jika ditanya kenapa Indonesia bisa merdeka ? jawabannya udah pasti karna adanya pengorbanan seorang pahlawan, jika ditanya lagi kenapa ilam bisa berkembang ? pasti jawabannya juga karna adanya pengorbanan seorang pahlawan. Dan ditanya lagi kenapa seorang anak itu bisa berhasil? Jawabannya ada dikamu!!! Suatu kalimat yang menarik bagiku pagi ini,… kulihat jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi, akupun langsung bergegas siap-siap untuk sekolah . akupun siap engan seragam sekolah ku, hari ini aalah hari pertamaku masuk kesekolah baru setelah lulus dari SMP akupun melanjutkan ketinkat yang lebih tinggi yaitu SMA. Akhirnya akupun sampai juga disekolah dengan perasaan yang campur aduk. Disatu sisi aku sangat senang karna aku akan mempunyai wawasan yang lebih lagi, an isisi lain aku sangat takut melahat kakak-kakak kelasku karna yang aku dengar ari orang-orang katanya kakak kelas isini itu kejam-kejam apalagi sama anak baru seperti aku. Tak lama itu akupun ikagetkan dengan kedatangan sahabatku. “ Basyrah … “ sapanya Ya namaku Basyrah, aku anak bungsu dikeluargaku , aku mempunyai 2 orang kakak laki-laki yang pertama bernama raihan an yang kedua bernama saifullah. Aku terlahir dari keluarga yang tergolong sederhana. Ayah ku seorang PNS pensiunan an ibuku hanyalah ibu rumah tangga. “ ah kamu Nis ngagetin aku aja” jawabku “ habis kamu sih melamun aja entar kesambet lagi, kata orang disini tu angker loch…” “ ah kamu selalu ngomongnya kata orang..” “hahaha… kamu takut ya , emang mikirin apaan sih,.. mikirin aku ya?” godanya “ah g raja kamu. Ayo masuk…” jawabku sambil terenyum an menarik tangan nisa untuk masuk. Ini Anisa sahabatku ari SMP, dia orangnya cantik, baik, dan suka sekali ngejahilin orang terutama aku. Dia itu ank satu-satunya dikeluarganya. Dan keluarganya cukup mapan , tapi sayang ayah dan ibunya jarang sekali dirumah karna sibuk dengan pekerjaan mereka. Tapi yang jelas walau bagaimanapun aku saying sama dia… Teng… Teng… Teng…. Bel pulang pun berbunyi semua siswapun mengemasi buku-bukunya dan bersiap-siap untuk pulan termasuk aku an nisa. Kebetulan aku dan nisa satu kelas dan kamipun duuk bersama di tempat yang paling depan. Kamipun pulang bersama , sesampainya iparkiran… “ basy kamu pulang bareng aku aja ya?” “ enggak ngerepotin nis!” “apaan sih kamu,..” “ya udah ech kalau kamu maksa…” “hahaha…” kami pun tertawa bersama-sama. Waktupun telah menjukkan setengah 3 siang, kamipun sampai idepan rumahku. Nisa pun langsung turun ari motornya dan langsung nyelonong masuk kerumah. Sebenarnya aku enggak heran lagi dengan sikap nisa karna dari SMP dia suah dekat dengan keluargaku dan keluargakupun sudah menganggapnya seperti anaknya sendiri. “assalamu’alaikum, ibu?” “ wa’alaikum salam, anisa kamu apa kabar nak?” sapa ibuku yang langsung memeluk anisa. “hmhm.. karna ada anisa aku enggak dipeluk ni, Cuma anisa aja ya, sebenarnya yang mana sih anak ibu” candaku Merekapun melihat, dan kulihat mereka berdua menitikkan airmata kebahagiaan aku pun lngsung mendekap mereka dan ikut menangis siang itu. Aku, anisa, ayah, dan ibu siang itu sholat dzuhur berjama’ah dan makan siang bersama sambil bercanda tawa bersama. Nisa pun pulang pukul setengah 5 selesai ashar. Tak terasa hari pun berganti menjadi minggu, minggu pun menjadi bulan, dan bulan pun menjadi tahun. Aku dan anisa naik ke kelas 2 SMA dengan peringkat yang memuaskan aku peringkat 1 umum dan anisa peringkat 2 dikelas. Sebenarnya aku kurang bahagia karna aku dan nisa tidak satu kelas lagi walaupun kami mengambil jurusan yang sama,.. aku dikelas XIIPA 1 sedangkan anisa berada dikelas XIIPA 3. Tapi itu enggak akan menjadi penghalang persahabatan kami. Suatu ketika disekolah saat istirahat tiba, akupun bergegas kekelas anisa karna dari tadi pagi aku tidak melihatnya aku takut terjadi sesuatu padanya. Karna dari kemarin mukanya terlihat murung sekali, ternyata benar dia hari tidak hadir ke sekolah sesuai perkiraan ku. Sepulang sekolah aku putuskan untuk mampir kerumahnya , sebelum itu aku sholat dzuhur dulu disekolah. sesampai dirumah nisa. “Assalamua’alaikum,.. nisa..???” ucaplu sambil menekan bel, setelah 3 kali aku mengucap salam, akhirnya datanglah seorang ibu yang tua renta yaitu bi inah pembantu keluarganya nisa. Dia seorang ibu yang sudah tidak mempunyai keluarga, suaminya telah meninggal sebelum dia dengan keluarga nisa, ia juga tidak mempunyai anak,.. oleh sebab itu dia sangat saying pada nisa begitu juga sebaliknya nisa juga sangat menyayanginya. “Wa’alaikumussalam,.. eh nak basyirah , mau cari nisa ya?” sapanya dengan senyumman “ia bi nisa nya ada…?” “ia, nisa ada diatas (kamar) ayo masuk nak!” ucapnya sambil mempersilahkan nya untuk masuk
Sesampainya didepan kamar nisa… aku pun mengetuk pintunya sambil mengucapkan salam. Tok… tok… tok… “assalamu’alaikum,.. nisa,.. nisa,.. nisa,..” “wa’alaikumussalam basyrah !!!” jawabnya smbil membuka pintu.. iapun langsung jatuh kedalam pelukkan ku. “nis, kamu kenapa?” tanyaku yang kaget meliahat nisa yang langsung menangis. “aku,.. aku,.”. kata-katanya terputus karna isak tangisnya. “kamu kenapa nis?” tanyaku lagi “basyrah, aku takut!!!” “takut kenapa ?” “aku takut, ayah sama ibuku bertengkar?” dalam tangisnya “memangnya kenapa?” “ dari kemarin mereka terus bertengkar, dan aku,..?” Diapun berhenti dan terus menangis dalam pelukkanku “ya udah, kamu tenangin diri kamu dulu ?” Jam telah menunjukkan setengah 4 akupun melihat nisa telah tertidur didalam pelukkanku dengan perlahan-lahan kuletakkan kepalanya diatas bantal dan meluruskan letak tidurnya akupun menyelimutinya. Sebelum aku pergi aku pun mengusap kepalanya,.. kemudian aku pun bergegas pulang. Sebelum aku pulang aku menemui bi inah “bi basyrah pamit pulang dulu ya !” “oh ia nak?” “ oh ia bi, tolong titip nisanya ya!!!” “ia nak..” “kalau gitu saya pamit bu, assalamu’alaikum..” “wa’alaikumussalam” Paginya disekolah “ basyrah, kamu dipanggil kepala sekolah tu keruangannya?” kata salah seorang temanku “ oh ia, makasih ya ?” Akupun langsung bergegas keruangan kepala sekolah . Tok… tok… tok… “assalamu’alaikum?” “wa’alaikumussalam, ayo silahkan masuk” “ pak, apa bapak memanggil saya?” “ia basyrah silahkan duduk, begini kamu saya pilih menjadi salah satu peserta olimpiade, dan hari ini kamu harus segera berangkat ke Lombok untuk mengikuti olimpiade selama 3 hari dan selama itu ponsel kamu dipegang oleh guru yang membimbing kamu?” jelas kepala sekolah “ia pak ?” “ya udah kalau begitu kamu sekarang pulang dan sioap-siap untuk pergi?” “ya pak, terima kasih, kalau begitu saya pamit pak, assalamu’alaikum?” pamitku “wa’alaikumussalam.” Akupun bergegas pulang dan menyiapkan segala yang kubutuhkan nantinya, akupun pamit kepada ayah dan ibu,..ku… Tepat pukul setengah 8 pagi aku pun sampai dilombok,.. aku telah berjanji sama ayah dan ibu,.. aku akan menggunakan waktu yang 3 hari ini dengan sebaik mungkin,.. ya Allah do’akan hamba agar hamba dapat membanggakan ke-2 orang tua hamba,.. aamiin… Aku pun sampai disalah satu penginapan termewah disana ,.. yang aku dengar sama orang satu harinya kita nginap bayar 1 juta,.. kalau aku piker-pikir,.. dari pada nginap dihotel ini lebih baik dipenginapan yang biasa-biasa aja,.. toh kan sama aja ,.. sama-sama tempat buat tidur aja,.. toh uang 1 juta itu kan enggak sedikit ,.. apalagi bagi keluargaku bisa makan sampai seminggu,.. “hai mbak,.. apa mbak salah satu peserta olimpiade ?” Tanya salah satu pegawai disana,.. “ya mbak,.. saya mewakili dari SMA N 1 Blangkejeren” “o… oya mbak yang lain mana ,… dan guru pembimbingnya mana?” “o… yang lain masih dilobi mbak,.. kalau guru pembimbingnya lagi ke toilet…” “o,.. ya sudah, kalau begitu nanti kalau yang lainnya sudah datang … tolong ke ruangan manager hotel,.. untuk didata dulu,..” “ya baik mbak?” Ia pun pergi meninggalkanku, tak lama itu teman-teman ku yang lain pun datang menghampiriku,.. bersamaan juga guru pembimbingku pun ibu karmila keluar dari toilet. Aku pun menyampaikan kepada bu karmila bahwa kita disuruh untuk keruangan manager hotel untuk mendata,.. “bu,.. tadi kata salah satu pegawai disini kita harus pergi ke ruangan manager hotel ini untuk didata,..”
Search