Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore Proposal

Proposal

Published by arditaaulia15, 2022-12-01 02:02:45

Description: menjelaskan tentang apa itu propsal,fungsi proposal, jenis proposal dan sistematikanya

Keywords: proposal

Search

Read the Text Version

PROPOSAL ANGGOTA: Ardita Aulia p - 22110180 Leiziany.F – 22110190 Salsabila Maharani H – 22110201 Shafa Nabilah T - 22110202

Pengertian proposal: ❑ Proposal adalah rencana kegiatan yang dituliskan dalam bentuk rancangan kerja yang akan dilaksanakan. Rencana kegiatan tersebut tentu saja harus dituliskan secara baik dan benar supaya pihak yang berkepentingan dapat memahaminya dengan baik. ❑ Proposal bersifat hanya sebagai usulan tertulis yang ditujukan kepada pihak- pihak yang berhubungan dalam suatu kegiatan. Kegiatan tersebut dapat berupa kegiatan bisnis, pengajuan, dana, proyek, hingga penelitian.

tujuan proposal: ❑ Untuk mendapatkan persetujuan dari pihak yang bersangkutan supaya dapat melaksanakan sebuah kegiatan. ❑ Apabila terkait dengan proposal pengajuan dana, maka proposal bertujuan untuk mendapatkan bantuan dana dari pihak sponsor. ❑ Untuk mendapatkan dukungan dari pihak yang berkaitan dengan kegiatan tersebut. ❑ Apabila berkaitan dengan proposal proyek pemerintah, maka proposal bertujuan untuk melakukan tender atau lelang pada proyek-proyek tersebut. ❑ Untuk mendapatkan penawaran kerja sama bisnis, apabila berkaitan dengan proposal bisnis.

FUNGSI PROPOSal: ❑ Dapat digunakan untuk pengajuan kerja sama bisnis kepada perusahaan sasaran. ❑ Dapat digunakan untuk mengadakan acara tertentu, misalnya pelatihan, seminar, perlombaan dan lain-lain. ❑ Dapat digunakan untuk melaksanakan penelitian ilmiah. ❑ Dapat digunakan untuk pengajuan mendirikan suatu usaha. ❑ Dapat digunakan untuk pelelangan sebuah proyek atau barang.

Jenis-jenis propsal: ❑ Jenis proposal berdasarkan tujuannya 1. Propsal penelitian 2. proposal proyek Biasanya digunakan untuk Biasa dipakai dalam kegiatan mereka yang berada bisnis, berisi tentang dilingkungan pendidikan. serangkaian rencana Terdiri dari proposal kegiatan pembangunan yang penelitian untuk disertasi, akan dilakukan. tesis, skripsi atau yang lainnya.

3. Proposal kegiatan 4. Proposal bisnis Proposal yang dibuat untuk Biasa diapakai dalam sebuah kegiatan tertentu kegiatan bisnis pribadi yang akan dilakukan oleh maupun kelompok. Dengan seseorang atau kelompok. mengajukan perencenaan Kegiatannya seperti pameran, pengajuan dana, agar pentas seni, classmeeting dan keuangan lebih efektif untuk sebagainya. disetujui.

❑ Jenis proposal berdasarkan formatnya 1. Proposal Formal Merupakan jenis proposal resmi atau baku dan memiliki struktur yang baku disetiap proposal. 2. Proposal Semi Formal Yaitu proposal yang stukturnya tidak terlalu lengkap atau tidak selengkap proposal formal, namun masih menggunkan Bahasa yang baku. 3. Proposal Non-Formal Yaitu proposal yang lebih fleksibel dari kedua jenis sebelumnya. Sering dibuat dalam bentuk memorandum atau surat.

Sistematika proposal: ❑ Proposal kegiatan biasanya terdapat latar belakang, masalah dan tujuan, ruang lingkup kegiatan, teoritis dan hipotesis, metode pelakasanaan kegiatan, fasilitas, keuntungan dan kerugian dari pelaksanaan kegiatan, periode waktu, anggaran dana dan lampiran. ❑ Proposal penelitian akan terdapat latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, landasan teori, metode penelitian dan kerangka penulisan laporan.

1. Latar belakang 2. Masalah dan tujuan Dalam bagian latar belakang yang terdapat pada sebuah proposal ini Dalam proposal kegiatan maupun berisikan mengenai kejadian, keadaan, proposal penelitian, perlu menyebutkan atau hal yang melatarbelakangi permasalahan dan tujuannya secara pelaksanaan kegiatan atau penelitian spesifik. Yakni dengan merumuskan tersebut. Misalnya pada proposal tujuan-tujuan tersebut secara rasional kegiatan yang berkaitan dengan dan menggunakan bahasa yang persuasif kesehatan masyarakat desa, maka dalam supaya pihak yang membaca proposal latar belakang harus membahas mengenai tersebut tertarik dengan tujuan dari terjadinya penyakit menular. kegiatan tersebut.

3. Ruang lingkup 4. Kerangka teoritis kegiatan dan hipotesis Ruang lingkup dalam proposal yaitu Dalam sebuah proposal kegiatan maupun proposal penelitian, harus terdapat teori batasan penelitian/kegiatan agar atau hasil penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan masalah dalam proposal pembahasan lebih rinci dan jelas. Ruang tersebut. Dapat berupa perbandingan dari penelitian sebelumnya atau teori-teori lingkup kegiatan harus jelas, yaitu yang selaras dengan masalah yang akan diteliti. penyusun proposal harus menentukan batas-batas pokok permasalahan seperti sasaran peserta yang memperoleh manfaat, wilayah, dan aspek lain yang memerlukan penentuan. Dalam merumuskan proposal kegiatan, harus jelas mengenai batasannya.

5. metode 6. Pelaksanaan kegiatan Termasuk dengan teknik pengumpulan Dalam bagian ini, perlu ditulis daftar data, analisis data, validasi data, dan personalia atau pelaksana kegiatan lain-lain. Metode yang digunakan juga dengan dilengkapi pendidikan dan beragam, misalnya metode historis, keahlian mereka. Misalnya, pada metode deskriptif, maupun metode proposal kegiatan pengecatan jalan eksperimental. Sementara itu, dalam desa, maka dalam bagian ini dapat teknik pengumpulan data dapat ditulis susunan panitia termasuk dilakukan dengan teknik angket pihak-pihak yang bertanggung jawab (menggunakan kuisioner), wawancara, terhadap kegiatan tersebut. observasi, studi pustaka, dan lainnya.

7. Fasilitas 8. Keuntungan dan kerugian Dalam bagian ini, perlu ditulis daftar personalia atau pelaksana kegiatan Keberadaan bagian keuntungan dan dengan dilengkapi pendidikan dan kerugian dalam sebuah proposal keahlian mereka. Misalnya, pada kegiatan maupun penelitian dapat proposal kegiatan pengecatan jalan berguna untuk meyakinkan penerima desa, maka dalam bagian ini dapat usul mengenai dana yang dikeluarkan ditulis susunan panitia termasuk nanti tidak akan sia-sia dengan yang pihak-pihak yang bertanggung jawab akan diperoleh. terhadap kegiatan tersebut.

9. Lama waktu 10. Jadwal kegiatan kegiatan Jadwal kegiatan ini biasanya berada dalam Dalam proposal kegiatan maupun proposal kegiatan. Jadwal kegiatan ini penelitian, perlu adanya penjelasan mengatur mengenai pembagian waktu mengenai lama waktu kegiatan tersebut berdasarkan rencana kegiatan yang tengah dapat terselesaikan. Apabila kegiatan berlangsung. Jadwal kegiatan ini disusun tersebut terdiri atas beberapa tahap, supaya antara satu kegiatan dengan maka tahap-tahap itu perlu diberikan kegiatan yang lain tidak bertubrukan perincian waktu penyelesaian masing- atau ngaret. masingnya.

11. Anggaran dana 12. Daftar pustaka Keberadaan dana atau biaya menjadi salah Bagian daftar pustaka dalam sebuah satu hal yang harus diperhatikan dalam proposal ini tergolong opsional. Sehingga sebuah proposal kegiatan maupun proposal tidak semua proposal harus terdapat penelitian. Perincian anggaran dana harus daftar pustaka. benar-benar disusun secara baik dan benar supaya penerima usul dapat yakin untuk menyetujui proposal tersebut. Rincian anggaran dana biasanya berupa upah, alat perlengkapan, biaya umum, dan lain-lain.

Contoh proposal penelitian

Contoh proposal kegiatan

kaidah kebahasaan proposal 1. Pernyataan 2. Pernyataan argumentasi persuasif Dengan adanya penggunaan Hal ini digunakan untuk mengajak konjungsi kausalitas, penerima usulan supaya bersedia seperti sebab, karena, oleh untuk menerima usulan tersebut. karena itu, dan lainnya. Misalnya penggunaan kalimat “Untuk itu, supaya upaya pembekalan terhadap para pengajar mengenai pengembangan kurikulum dan materi pengajaran membaca serta menulis sangat mendesak untuk dilakukan, maka….”

kaidah kebahasaan proposal 3. Kata kata teknis 4. Kata kata tindakan Penggunaan kata-kata teknis . Penggunaan kata kerja tindakan adalah atau istilah ilmiah, berkenaan untuk menyatakan langkah-langkah dengan bidang kegiatan kegiatan (metode penelitian). Misalnya tersebut. kata berlatih, mendokumentasikan, mengamati, dan lain-lain.

kaidah kebahasaan proposal 5. Kata 6. Kata perincian pendefinisian Penggunaan kata-kata yang bermakna Penggunaan kata-kata yang perincian, misalnya selain itu, pertama, menyatakan pendefinisian, kedua, ketiga, dan lain-lain. misalnya merupakan, adalah, yaitu, dan yakni.

kaidah kebahasaan proposal 7. Kata ke-anekaan 8. Kata donotatif Penggunaan kata-kata yang berkaitan . Penggunaan kata-kata bermakna lugas dengan waktu atau peristiwa yang akan atau denotatif. Hal tersebut penting datang. Misalnya kata akan, diharapkan, karena untuk menghindari direncanakan, dan lain-lain. Hal kesalahpahaman antara pihak pengusul tersebut karena sifat proposal yang proposal dengan pihak penerima usulan. menjadi sebuah bentuk usulan, rencana, atau rancangan dari sebuah program kegiatan.

syarat penyusunan proposal 1. lengkap 2. jelas 3. menarik Dalam penyusunan Dalam penyusunan Dalam penyusunan sebuah peoposal harus sebuah proposal, harus proposal harus memperhatikan memperhatikan kaidah memperhatikan teknik kelengkapan bagian kebahasaan dan penyajian seperti tata nya, mulai dari latar pemilihan kosakatanya letak, ilustrasi, belakang hingga daftar supaya mudah pemilihan jenis huruf, pustaka. dipahami oleh ukuran huruf dan lain penerima usul. lain. Agar penerima dapat tertarik dengan proposal yang diajukan.

Any question?

Thank you…

Icons

alternative resources Here’s an assortment of alternative resources whose style fits the one of this template: ✸ Naive emoticons stickers illustration


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook