["\u2022 Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada September 2019 sebesar 6,56 persen, naik menjadi 7,38 persen pada Maret 2020. Sementara persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada September 2019 sebesar 12,60 persen, naik menjadi 12,82 persen pada Maret 2020. 132","\u2022 Dibanding September 2019, jumlah penduduk miskin Maret 2020 di daerah perkotaan naik sebanyak 1,3 juta orang (dari 9,86 juta orang pada September 2019 menjadi 11,16 juta orang pada Maret 2020). Sementara itu, daerah perdesaan naik sebanyak 333,9 ribu orang (dari 14,93 juta orang pada September 2019 menjadi 15,26 juta orang pada Maret 2020). \u2022 Garis Kemiskinan pada Maret 2020 tercatat sebesar Rp454.652\/ kapita\/bulan dengan komposisi Garis Kemiskinan Makanan sebesar Rp335.793 (73,86 %) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar Rp118.859 (26,14 %). \u2022 Pada Maret 2020, secara rata-rata rumah tangga miskin di Indonesia memiliki 4,66 orang anggota rumah tangga. Dengan demikian, besarnya Garis Kemiskinan per rumah tangga miskin secara rata- rata adalah sebesar Rp2.118.678\/rumah tangga miskin\/bulan. Sumber: Berita Resmi Statistik, BPS 15 Juli 2020, diunduh melalui https:\/\/www.bps.go.id\/pressrelease Pertanyaan reflektif: Berdasarkan data di atas kalian dapat temukan bahwa terdapat indikasi kenaikan angka kemiskinan, jumlah penduduk miskin semakin naik sehingga indikasi ketimpangan sosial semakin lebar antara kelas bawah dan kelas atas.","1. Menurut kalian mengapa terdapat kemiskinan? 2. Berdasarkan berbagai sumber, kalian dapat mencari tentang bagaimana standar mengukur kemiskinan? 3. Dengan angka kemiskinan yang semakin tinggi, menurut kalian, bagaimana cara mengatasi kemiskinan yang merupakan bagian dari masalah ketimpangan sosial? Berikan pendapat kalian tentang solusi mengatasi masalah ini, setidaknya empat solusi. Petunjuk kerja: \u2022 Tugas dikerjakan secara individu. \u2022 Laporan tugas ditulis atau diketik. Selain lapisan sosial secara vertikal, di masyarakat juga terdapat pembedaan individu dan masyarakat secara horizontal atau sejajar. Apabila kalian amati lagi, masyarakat kita berbeda-beda tetapi posisinya tetap sejajar atau setara. Apakah pembeda yang membentuk dari diferensiasi atau pembedaan sosial? b. Diferensiasi sosial Diferensiasi sosial adalah pembedaan individu secara horizontal atau sejajar. Dasar dari diferensiasi sosial adalah suku, ras, jenis kelamin, agama dan profesi. Mengacu pada diferensiasi sosial, individu-individu yang berada di masyarakat sangat beragam. Keberagaman individu berdasarkan suku, agama, jenis kelamin dan profesi. Profesi dalam hal ini mengacu pada keahlian yang dimiliki oleh individu, bukan pada jumlah kekayaan yang dimilikinya. Berdasarkan portal resmi Indonesia.go.id, data dari sensus BPS tahun 2010, Indonesia memiliki lebih dari 300 kelompok etnik atau suku bangsa. Bahkan terdapat 1.340 suku bangsa di tanah air. Menurut kalian, dengan keragaman suku yang menunjukkan diferensiasi sosial masyarakat Indonesia, potensi masalah apa yang kemungkinan muncul? Selain itu","juga dapat mengidentifikasi berbagai kelebihan yang dimiliki berdasarkan keragaman suku yang ada. Beberapa hal yang terkait dengan stereotip dan prasangka merupakan tantangan dari heterogenitas masyarakat. Pelapisan sosial dan diferensiasi sosial selain memberikan kesempatan bagi individu untuk saling belajar, termotivasi dan mengembangkan toleransi. Tetapi, sebaliknya apabila stereotip dan prasangka antar berbagai kelompok dan kelas sosial yang berbeda, disintegrasi sosial, konflik sosial adalah salah satu tantangan dari heterogenitas masyarakat. Secara lebih lanjut, kalian dapat belajar tentang stereotip dan prasangka secara khusus pada kajian tentang hubungan antar kelompok sosial yang juga menjadi studi sosiologi. Tentu sebagai pelajar kalian dapat bersikap dan menilai, perilaku positif apa yang mesti dikembangkan? Kebebasan individu dalam hidup bersama dibatasi oleh norma dan kebebasan individu lainnya, oleh karena itu sebagai manusia kita memiliki hak asasi yang sama. Selain individu dan kelompok di masyarakat berbeda, di dalam heterogenitas (keragaman) juga terdapat homogenitas, misalnya per- samaan yang dibangun berdasarkan suku yang sama, misalnya sesama Suku Sunda, sesama Suku Melayu. Ikatan ini berdasarkan pada persamaan nenek moyang, asal daerah, dan budaya. Sedangkan persamaan juga dibangun dari kondisi yang sama, hal ini berdasarkan pada posisi dan peran sosial, misalnya sebagai siswa. Saat hidup bersama terdapat keragaman (heterogenitas) dan kesamaan (homogenitas). Penting bagi kita untuk menyikapi kondisi tersebut secara arif dan bijaksana.","","LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK NAMA :................... KELAS : ................. Rekomendasi Proyek Praktik Penelitian Sosiologi Jenis tugas: Kelompok Tugas: Kalian diminta untuk melakukan riset sederhana terkait dengan fokus kajian sosiologi yang sudah kalian pelajari di bagian ini. Adapun penjelasan tugas adalah sebagai berikut: \u2022 Buatlah riset sederhana dengan menggunakan langkah-langkah penelitian yang sudah kalian pelajari dengan menggunakan metode penelitian sosial. Kalian dapat memilih dari ketiga metode di atas. Selain itu kalian dapat berkonsultasi dan diskusi dengan guru kalian. \u2022 Hal yang harus kalian lakukan adalah menentukan topik yang hendak diteliti. Sebaiknya topik yang sangat ingin kalian ketahui. \u2022 Setelah itu, cari dan baca dari berbagai sumber baik itu buku, majalah dan lain-lain mengenai topik yang hendak diteliti. \u2022 Buatlah rumusan masalah dalam bentuk pertanyaan, pertanyaan sebaiknya fokus dan membatasi masalah. \u2022 Tentukan desain penelitian, buat rencana penelitian secara tertulis: Siapa respondennya? Bagaimana teknik pengumpulan datanya?. \u2022 Lakukan penelitian dengan gembira, karena di sana kalian akan belajar menjadi sosiolog yang akan menemukan banyak data. Tetap menggunakan etika penelitian selama berhubungan dengan subyek penelitian. \u2022 Setelah penelitian selesai dilakukan, lakukan pengolahan data dan analisis kalian. \u2022 Tulis laporan penelitian kalian, gunakan teori yang relevan dan mendukung untuk menjelaskan temuan dan data kalian. \u2022 Buat kesimpulan dan rekomendasi dari penelitian kalian.","Penelitian kalian akan dinilai berdasarkan beberapa kriteria: 1. Proses penelitian (investigasi). 2. Penggunaan konsep atau teori sosiologi dalam laporan penelitian (aspek pengetahuan). 3. Penyajian laporan dan komunikasi. 4. Sikap, yaitu bagaimana kalian mampu bekerjasama dan berkolaborasi dalam mengerjakan tugas. Kesimpulan Visual Sejarah Sosiologi Perubahan sosial akibat Revolusi Perancis dan Revolusi Industri. Timbul berbagai masalah sosial yang terjadi di masyarakat yang menarik per- hatian para filsuf dan ilmuwan sosial. Melalui berbagai riset yang dilakukan oleh para filsuf dan ilmuwan sosial seperti Auguste Comte, Karl Marx, Emile Durkheim, Max Weber, G.H. Mead, Talcott Parson, dll. lahirlah Sosiologi. Sosiologi selalu dinamis dan berkembang seiring dinamika manusia dan masyarakat melalui berbagai teori yang digunakan untuk menjelaskan berbagai gejala dan masalah sosial.","Metode Penelitian Sosial Fokus Kajian Sosiologi","Lembaga Sosial Pelapisan dan Diferensiasi Sosial","Evaluasi Jawablah beberapa pertanyaan di bawah ini sebagai evaluasi untuk mengetahui pemahaman kalian dari bagian ini. Soal Pilihan Ganda Pilihlah jawaban yang paling benar pada soal di bawah ini! 1. Perhatikan ilustrasi bacaan di bawah ini! Anita gemar mengoleksi jam bermerek. Dia seringkali me- nunjukkan koleksi jam miliknya di akun sosial media. Berdasarkan cerita Anita, perilakunya memiliki motif agar dia diakui sebagai sebagai anak gaul yang selalu mengikuti mode. Berdasarkan bacaan di atas, analisislah perilaku Anita termasuk paradigma sosiologi yang mana? a. Paradigma fakta sosial b. Paradigma definisi sosial c. Paradigma perilaku sosial d. Paradigma konflik sosial 2. Bacalah artikel di bawah ini dengan cermat! Ani hendak berbelanja alat tulis. Sebelum dia memutuskan di mana akan membeli alat tulis, dia memilih toko mana yang menawarkan harga paling murah dengan kualitas barang yang setara. Dia mengecek harga alat tulis yang hendak dibeli melalui katalog daring sehingga dapat membantu dia untuk memutuskan pilihannya. Akhirnya dia memilih untuk membeli alat tulis di toko C, dengan pertimbangan toko tersebut telah menawarkan harga terendah dengan kualitas barang yang baik.","Berdasarkan artikel tersebut, tipe tindakan sosial yang dilakukan Ani sesuai dengan teori Max Weber yaitu a. Tindakan Rasionalitas Instrumental b. Tindakan Rasional Nilai c. Tindakan Afektif d. Tindakan Tradisional 3. Perhatikan tabel berikut ini! \u2022 Bank \u2022 Universitas Indonesia \u2022 Lembaga keuangan mikro \u2022 Undang-undang Sistem \u2022 Undang-undang Nomor 23 Pendidikan Nasional Nomor Tahun 1999 Tentang Bank 20tahun 2003 Indonesia \u2022 Sekolah Tinggi Ilmu \u2022 Undang-undang Nomor Statistik(STIS) 3 Tahun 2011 Tentang \u2022 Peraturan Menteri Transfer Dana Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2017 Lembaga sosial yang ada pada tabel terseTbeunt taernmgaHsuakrijSeneiks.o..lah a. Lembaga keluarga dan Lembaga agama b. Lembaga politik dan Lembaga pendidikan c. Lembaga ekonomi dan Lembaga pendidikan d. Lembaga keluarga dan Lembaga politik 4. Bacalah artikel di bawah ini dengan cermat! Seorang sosiolog bernama Made hendak melakukan penelitian sosial dengan topik penelitian pengaruh iklan sabun di televisi bagi konsumen. Dia menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan survei. Pengumpulan data melalui survei dilakukan secara daring.","Berdasarkan artikel tersebut, jenis penelitian sosial yang dilakukan Made adalah a. Metode kualitatif b. Metode kuantitatif c. Metode studi kasus d. Metode campuran 5. Perhatikan ilustrasi data berikut ini! Komposisi Penduduk di Kota A \u2022 Suku Batak: 20%; Suku Jawa: 30%, Suku Betawi: 20%, Suku Bugis: 20%, Suku Minangkabau: 10%. \u2022 Jumlah penduduk laki-laki: 15.000 jiwa & Jumlah penduduk perempuan: 20.000 jiwa. \u2022 Penduduk beragama Islam: 50%, Katolik: 15%, Protestan: 15%, Buddha: 10%, Hindu: 5%, Aliran kepercayaan: 5% \u2022 Berdasarkan mata pencaharian, Pegawai negeri: 5%, Pegawai swasta: 10%, Pedagang: 30%, Petani: 30%, Buruh: 10%, Peternak:15% Data di atas menginformasikan kondisi sosial masyarakat berdasarkan\u2026 a. Pelapisan sosial b. Mobilitas sosial c. Diferensiasi sosial d. Kompetisi sosial","Soal Esai Jawablah pertanyaan dengan baik dan benar! 1. Bagaimana perubahan sosial pasca-Revolusi Perancis dan Revolusi Industri dapat melahirkan sosiologi? 2. Mengapa sosiolog perlu melakukan penelitian sosial? 3. Mengapa lembaga sosial dapat berfungsi dan mengapa tidak dapat berfungsi, berikan contoh untuk menjelaskan pendapat kalian? 4. Mengapa terdapat heterogenitas sosial? 5. Refleksikan dengan bahasa dan pendapat kalian tentang manfaat belajar sosiologi? Serta berikan satu contoh gejala sosial yang terdapat di sekitar kehidupan kalian yang dapat menjadi obyek kajian sosiologi!","Penilaian Diri Isilah penilaian mandiri mengenai tujuan pembelajaran di tema ini dengan memberikan tanda centang (\uf0fc) pada tabel berikut. Tujuan pembelajaran Ya Belum Tidak Yakin Saya mampu menyebutkan beberapa konsep tentang sosiologi dan manfaat belajar sosiologi Saya mampu menjelaskan beberapa paradigma dalam sosiologi dan cara belajar sosiologi. Saya mampu menggunakan teori yang dipelajari guna melakukan pengamatan berbagai gejala sosial sehari-hari. Saya mampu mengidentifikasikan berbagai gejala sosial dalam kehidupan sehari-hari dari konsep\/teori yang telah dipelajari. Saya mampu menyimpulkan beberapa materi yang telah dipelajari, Saya mampu membuat dan mempresentasikan laporan penelitian sosial secara sederhana dalam berbagai bentuk laporan tugas. Saya mampu berperilaku sesuai dengan nilai- nilai Pancasila dalam menyikapi keberagaman masyarakat Indonesia. Saya mampu membuat laporan tugas. Saya mampu menunjukkan sikap dan pandangan yang mencintai bangsa Indonesia, sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Pertemuan Keenam Belas Alokasi waktu 2 JP (45 x2) 16 Materi: Proses Terbentukny-a1, P- eran, dan Fungsi LembagSaMSAoPsGiaRl I| 2 BANJARMASIN Lembar Aktivitas 5","Rekomendasi kegiatan pembelajaran yang dapat dilakukan oleh guru danpeserta didik: Pada pertemuan ini guru meninjau materi dari kegiatan sebelumnya serta memandu peserta didik memahami dan memiliki keterampilan analisis materi lembaga sosial. Tujuannya memberikan pijakan kepada peserta didik bagaimana proses terbentuknya, peran, dan fungsi lembaga sosial. Pendahuluan ( 5 menit ) \u2022 Guru dan peserta didik mengucapkan salam dan doa. \u2022 Guru dan peserta didik mempersiapkan pembelajaran. \u2022 Guru melakukan apersepsi mengenai nilai sosial sebagai pengantar untuk materi norma sosial sebagai basis dari lembaga sosial. Guru memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari yang mudah dipahami oleh peserta didik mengenai norma sosial. Kegiatan Inti (25 menit ) \u2022 Guru menjelaskan tentang proses terbentuknya lembaga sosial secara singkat dengan memberi contoh yang sangat dekat dengan peserta didik yaitu norma sosial. Materi ini pernah dipelajari di jenjangsebelumnya. \u2022 Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengajukan pendapat atau pertanyaan. \u2022 Guru menjelaskan tentang tugas yang akan dikerjakan. sesuai denganpetunjuk di Lembar Aktivitas 5. \u2022 Guru memastikan peserta didik memahami tugas yang akan dikerjakan. Contoh penugasan yang diberikan kepada peserta didik: \u2022 Berdasarkan Lembar Aktivitas 5 yaitu macam norma besertatingkatannya dan contoh pelanggaran dari norma sosial. \u2022 Tugas dikerjakan secara berkelompok. Bertanya dan Mengidentifikasi Masalah \u2022 Peserta didik mengidentifikasi masalah yang terkait dengan norma dan pelanggarannya. - 2 - SMA PGRI 2 BANJARMASIN","Mengumpulkan Informasi \u2022 Peserta didik mencari informasi tentang contoh norma sesuai dengantingkatannya dan pelanggaran norma serta penyebabnya dengan menggunakan berbagai sumber belajar yang relevan. Mengelola Informasi \u2022 Peserta didik memilih dan mengorganisasikan informasi yang diperoleh. \u2022 Guru membimbing dan mengarahkan proses belajar peserta didik \u2022 Guru memastikan peserta didik mengerjakan tugas dengan baik. Merencanakan dan Mengembangkan Ide \u2022 Peserta didik menyusun laporan temuan mereka dengan menggunakan berbagai media, dapat berupa film, slide PowerPoint, tulisan, newsletter, poster dan lain-lain sesuai dengan tugas pada Lembar Aktivitas 5. Refleksi Diri dan Aksi \u2022 Peserta didik mempresentasikan laporan dengan menggunakan berbagai media tentang contoh-contoh norma dan pelanggaran serta solusi bagaimana mengatasi berbagai pelanggaran. \u2022 Peserta didik menuliskan refleksi pembelajaran mengenai: \u25a0 Hal baru yang telah mereka pelajari. \u25a0 Hal menarik yang telah dipelajari selama proses kegiatan baik materi maupun proses investigasi mereka. \u2022 Guru memandu diskusi kelas dan menjelaskan tentang norma sebagaiawal dan basis dari terbentuknya lembaga sosial. \u2022 Guru menjelaskan tentang lembaga sosial \u2022 Guru menjelaskan dan memberikan tanggapan (feedback) dari kegiatan diskusi terutama yang terkait dengan mengapa terdapat lembaga sosial. \u2022 Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengajukan pendapat atau pertanyaan. \u2022 Guru memberikan kuis secara singkat sebagai evaluasi pembelajaran. Penutup ( 10 menit ) \u2022 Guru memberikan penguatan belajar kepada peserta didik agar membaca materi yang hendak dipelajari di pertemuan selanjutnya. \u2022 Doa. \u2022 Penutup pembelajaran. SMA PGRI 2 BANJARMASIN -3-","Media dan Sumber Belajar \u2022 LCD proyektor, komputer, tayangan slide PowerPoint (ppt) yang telahdisiapkan, dan media lain. Sumber Belajar \u2022 Buku siswa IPS kelas X, buku sosiologi lain yang relevan, hasil penelitian sosial mutakhir, video, internet, dan lain-lain. Mengetahui, Banjarmasin, Januari 2023 Kepala SMA PGRI 2 Banjarmasin Guru Mata Pelajaran Drs. Edi Kisworo, M.Pd Lam\u2019ah, S.Pd NIP. 19630429 199303 1 006 NIY. 009 004 MODUL AJAR BAB 4 SOSIOLOGI LEMBAGA SOSIAL SMA PGRI 2 BANJARMASIN SMA PGRI 2 BANJARMASIN -4-","INFORMASI UMUM IDENTITAS MATA PELAJARAN : SOSIOLOGI PENYUSUN : LAM\u2019AH, S.Pd SEKOLAH : SMA PGRI 2 BANJARMASIN TAHUN PENYUSUNAN : 2023 JENJANG \/ KELAS : SMA \/ X ALOKASI WAKTU : 45 MENIT X 2 JP X 4 PERTEMUAN (360 MENIT) FASE CP :E DIMENSI CP : 1. Menyimak Penjelasan Guru 2.Membaca materi yang sudah diberikan dengan memberikan tanggapan 3.Mempresentasikan mengenai metode studi kasus dan metode campuran KOMPETENSI AWAL - Siswa telah memahami tentang adanya lembaga sosial. - Siswa telah memahami cara menemukan ide dari teori ilmu sosiologi yang dikemukakan oleh para ahli PROFIL PELAJAR PANCASILA MODEL PEMBELAJARAN - Beriman, Bertaqwa kepada Tuhan Menggunakan pendekatan berbasis Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia text Model Pembelajaran: - Berkebhinekaan Global - Tatap Muka - Gotong Royong - Mandiri - Bernalar Kritis - Kreatif SARANA DAN PRASARANA ASESMEN Pembelajaran menggunakan media\/Alat: Individu & Kelompok Laptop\/komputer, LCD, Video, Audio, Jenis: Unjuk Kerja & Tertulis HP, Jaringan Internet, Speaker TARGET PESERTA DIDIK Peserta didik reguler\/tipikal\/umum - 5 - SMA PGRI 2 BANJARMASIN","","Pertemuan Ketujuh Belas Alokasi waktu 2 JP (45 x2) 17 Materi: Lembaga Sosial, Penyimpangan sosial dan Tertib sosial | Lembar Aktivitas 6 Rekomendasi kegiatan pembelajaran yang dapat dilakukan oleh guru danpeserta didik: Pada pertemuan ini guru melakukan review materi dari kegiatan sebelumnya serta memandu peserta didik memahami dan memiliki keterampilan analisis materi lembaga sosial. Tujuannya memberikan pijakan kepada peserta didik bagaimana peran, fungsi lembaga sosial sertaadanya penyimpangan sosial dan tertib sosial. Pendahuluan ( 10 menit ) \u2022 Guru dan peserta didik mengucapkan salam dan doa. \u2022 Guru dan peserta didik mempersiapkan pembelajaran. \u2022 Guru melakukan apersepsi mengenai lembaga sosial, manfaat dan contoh konkritnya. Kegiatan Inti ( 25 menit ) \u2022 Guru menjelaskan tentang lembaga sosial secara singkat dengan memberi contoh yang sangat dekat dengan peserta didik yaitu keluarga, sekolah, pemerintah dan lain-lain. Selain itu, guru juga menjelaskan fungsi manifest dan laten dari lembaga sosial. Materi ini pernah dipelajari di jenjang sebelumnya. \u2022 Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengajukan pendapat atau pertanyaan. \u2022 Guru menjelaskan tentang tugas yang akan dikerjakan. sesuai dengan petunjuk di Lembar Aktivitas 6 yang terkait dengan penyimpangan sosial dan tertib sosial. \u2022 Guru memastikan peserta didik memahami tugas yang akan dikerjakan. \u2022 Contoh penugasan yang diberikan kepada peserta didik: \u2022 Berdasarkan Lembar Aktivitas 6 yaitu bentuk tertib sosial, penyimpangan sosial berikut contohnya. \u2022 Tugas dikerjakan secara berkelompok","Mengidentifikasi Masalah \u2022 Peserta didik mengidentifikasi masalah yang terkait dengan tertib sosial dan penyimpangan sosial yang terdapat di lingkungan sekitar. Mengumpulkan Informasi \u2022 Peserta didik mencari informasi tentang contoh tertib sosial, penyimpangan sosial dengan menggunakan berbagai sumber belajar yang relevan. Peserta didik mengerjakan tugas sesuai dengan petunjuk di Lembar Aktivitas 6. Mengelola Informasi \u2022 Peserta didik memilih dan mengorganisasikan informasi yang diperoleh. terkait dengan tertib sosial, penyimpangan sosial, dan mengaitkan dengan fungsi dari pengendalian sosial dari lembaga sosial. \u2022 Guru membimbing dan mengarahkan proses belajar peserta didik agar menyelesaikan sesuai dengan waktu yang telah disepakati. Guru memastikan peserta didik mengerjakan tugas dengan baik. Merencanakan dan Mengembangkan Ide \u2022 Peserta didik menyusun laporan temuan mereka dengan menggunakan berbagai media, dapat berupa film, slide PowerPoint, tulisan, newsletter, poster dan lain-lain sesuai dengan tugas pada Lembar Aktivitas 6. Refleksi Diri dan Aksi \u2022 Peserta didik mempresentasikan laporan dengan menggunakan berbagai media tentang contoh-contoh tertib sosial dan penyimpangan sosial serta solusi bagaimana mengatasi berbagai pelanggaran. \u2022 Guru memandu diskusi kelas dan menjelaskan tentang fungsi lembaga sosial baik manifest maupun laten serta pengendalian sosial. \u2022 Guru menjelaskan dan memberikan tanggapan (feedback) dari kegiatan diskusi terutama yang terkait dengan mengapa terdapat tertib sosial dan penyimpangan sosial. \u2022 Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengajukan pendapat atau pertanyaan. Penutup ( 10 menit ) \u2022 Guru memberikan penguatan belajar kepada peserta didik agar membaca materi yang hendak dipelajari di pertemuan selanjutnya. \u2022 Doa. \u2022 Penutup pembelajaran.","Media dan Sumber Belajar \u2022 LCD proyektor, komputer, tayangan slide PowerPoint (ppt) yang telah disiapkan, dan media lain. Sumber Belajar \u2022 Buku siswa IPS kelas X, buku sosiologi lain yang relevan, hasil penelitian sosial mutakhir, video, internet, dan lain-lain. Mengetahui, Banjarmasin, Januari 2023 Kepala SMA PGRI 2 Banjarmasin Guru Mata Pelajaran Drs. Edi Kisworo, M.Pd Lam\u2019ah, S.Pd NIP. 19630429 199303 1 006 NIY. 009 004","MODUL AJAR BAB 4 SOSIOLOGI LEMBAGA SOSIAL SMA PGRI 2 BANJARMASIN INFORMASI UMUM IDENTITAS MATA PELAJARAN : SOSIOLOGI PENYUSUN : LAM\u2019AH, S.Pd SEKOLAH : SMA PGRI 2 BANJARMASIN TAHUN PENYUSUNAN : 2023 JENJANG \/ KELAS : SMA \/ X ALOKASI WAKTU : 45 MENIT X 2 JP X 4 PERTEMUAN (360 MENIT) FASE CP :E DIMENSI CP : 1. Menyimak Penjelasan Guru 2.Membaca materi yang sudah diberikan dengan memberikan tanggapan 3.Memaham mengenai kelas sosial dengan deferensiasi sosial KOMPETENSI AWAL - Siswa telah memahami tentang adanya lembaga sosial. - Siswa telah memahami deferensiasi sosial dimasyarakat PROFIL PELAJAR PANCASILA MODEL PEMBELAJARAN - Beriman, Bertaqwa kepada Tuhan Menggunakan pendekatan berbasis Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia text Model Pembelajaran: - Berkebhinekaan Global - Tatap Muka - Gotong Royong - Mandiri - Bernalar Kritis - Kreatif SARANA DAN PRASARANA ASESMEN Pembelajaran menggunakan media\/Alat: Individu & Kelompok Laptop\/komputer, LCD, Video, Audio, Jenis: Unjuk Kerja & Tertulis HP, Jaringan Internet, Speaker TARGET PESERTA DIDIK Peserta didik reguler\/tipikal\/umum - 1 - SMA PGRI 2 BANJARMASIN","18 Pertemuan Kedelapan Alokasi waktu 2 JPx2 (45 x4) Belasdan KesembilanBls MBealtaesrBi:eHlaesterogenitas Sosial: Pelapisan Sosial dan Diferensiasi 19 Sosial Studi kasus: Profil Kemiskinan di Indonesia Maret 2020 Rekomendasi kegiatan pembelajaran yang dapat dilakukan oleh guru danpeserta didik: Pada pertemuan ini guru meninjau materi dari kegiatan sebelumnya serta memandu peserta didik memahami dan memiliki keterampilan analisis materi keragaman sosial. Tujuannya memberikan pijakan kepada peserta didik bagaimana menyikapi keragaman sosial baik dari aspek pelapisan sosial (stratifikasi sosial) dan pembedaan sosial (diferensiasi sosial). Pendahuluan ( 10 menit ) \u2022 Guru dan peserta didik mengucapkan salam dan doa. \u2022 Guru dan peserta didik mempersiapkan pembelajaran. \u2022 Guru melakukan apersepsi melihat keragaman sosial (struktur sosial) suatu masyarakat, mengapa terdapat orang kaya (konglomerat yang termasuk lapisan atas), kelompok kelas menengah dan orang miskin sebagai kelompok lapisan bawah. Kegiatan Inti ( 25 menit ) \u2022 Guru menjelaskan tentang pelapisan sosial dan diferensiasi sosial secara singkat dengan memberi contoh yang sangat dekat dengan peserta didik yaitu mengapa terjadi pelapisan sosial berdasarkan berbagai macam kriteria dan mengapa terjadi pembedaan sosial secara horisontal. Materi ini pernah dipelajari di jenjang sebelumnya. \u2022 Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengajukan pendapat atau pertanyaan. \u2022 Guru menjelaskan tentang tugas yang akan dikerjakan. yang terkait dengan stratifikasi dan diferensiasi sosial dan studi kasus kemiskinan. \u2022 Guru memastikan peserta didik memahami tugas yang akan dikerjakan. Contoh penugasan yang diberikan kepada peserta didik: \u2022 Tentang pelapisan sosial, diferensiasi sosial, dan studi kasuskemiskinan. - 1 - SMA PGRI 2 BANJARMASIN","\u2022 Tugas dikerjakan secara berkelompok. Mengidentifikasi Masalah \u2022 Peserta didik mengidentifikasi berbagai masalah tentang pelapisan sosial dan diferensiasi sosial. Mengumpulkan Informasi \u2022 Peserta didik mencari dan mengumpulkan informasi sesuai dengan pertanyaan mereka dengan menggunakan berbagai sumber belajar yang relevan. Mengelola Informasi \u2022 Peserta didik memilih dan mengorganisasikan informasi yang diperoleh. \u2022 Guru membimbing dan mengarahkan proses belajar peserta didik apabila memiliki kesulitan yang terkait dengan sistem pelapisan sosialdan cara mengukur kemiskinan di Indonesia. \u2022 Guru memastikan peserta didik mengerjakan tugas dengan baik. Merencanakan dan Mengembangkan Ide \u2022 Peserta didik menyusun laporan temuan mereka dengan menggunakan berbagai media, dapat berupa film, slide PowerPoint, tulisan, newsletter, poster dan lain-lain terkait dengan tugas pelapisan sosial, diferensiasisosial dan studi kasus kemiskinan. Refleksi Diri dan Aksi \u2022 Peserta didik mempresentasikan laporan dengan menggunakan berbagai media tentang pelapisan sosial, diferensiasi sosial dan studi kasus kemiskinan. \u2022 Peserta didik menuliskan refleksi pembelajaran, \u2022 Guru memandu diskusi kelas dan menjelaskan tentang pentingnya memikirkan\/mencari solusi akan tantangan dan dampak dari ketimpangan sosial apabila tidak teratasi. Persoalan kemiskinan seperti yang menjadi tujuan SDGs untuk mengakhiri kemiskinan dalam segalabentuk di mana pun. \u2022 Guru menjelaskan dan memberikan tanggapan (feedback) dari kegiatan diskusi \u2022 Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengajukan pendapat atau pertanyaan. Penutup ( 10 menit ) \u2022 Guru memberikan penguatan belajar kepada peserta didik agar membaca materi yang hendak dipelajari di pertemuan selanjutnya. - 2 - SMA PGRI 2 BANJARMASIN","\u2022 Doa. \u2022 Penutup pembelajaran. Media dan Sumber Belajar \u2022 LCD proyektor, komputer, tayangan slide PowerPoint (ppt) yang telahdisiapkan, dan media lain. Sumber Belajar \u2022 Buku siswa IPS kelas X, buku sosiologi lain yang relevan, hasil penelitian sosial mutakhir, video, internet, dan lain-lain. Informasi tentang Kemiskinan terkait Studi Kasus Terdapat berbagai ukuran dan indikator untuk mengukur ten- tang kemiskinan, termasuk definisi konseptual dan operasional ten- tang kemiskinan juga beragam. Mengacu dari Bank Dunia (World Bank), mereka yang disebut sebagai orang miskin apabila pengeluaran mereka kurang dari 1,9 USD per hari (kurs per 25 September 2020, 1 IUSD=14.925) setara Rp28.000. Jadi menurut Bank Dunia, mereka yang disebut miskin bila pengeluaran mereka sehari kurang dari Rp28.000. Berdasarkan laporan dari CIFOR, \u201cBagaimana kemiskinan diukur? Beberapa model penghitungan kemiskinan di Indonesia\u201d, (2004:2), menjelaskan bahwa menurut BPS kemiskinan adalah ketidakmam- puan untuk memenuhi standar minimum kebutuhan dasar yang meliputi kebutuhan makanan maupun non- makanan. Sedangkan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN, dengan pendekatan kesejahteraan memiliki standar peng- hitungan yang berbeda, misalnya - 3 - SMA PGRI 2 BANJARMASIN","definisi dan kategori dari Keluar-ga Prasejahtera (sangat miskin) diartikan sebagai ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasarnya secara minimal, seperti kebutuhan akan pengajaran agama, pangan, sandang, papan dan kesehatan. In-dikator yang diukur adalah: \u2022 Indikator Ekonomi: Makan dua kali atau lebih sehari; Memiliki pakaianyang berbeda untuk aktivitas (misalnya di rumah, bekerja\/ sekolah dan bepergian); Bagian terluas lantai rumah bukan dari tanah. \u2022 Indikator Non-Ekonomi: Melaksanakan ibadah dan Bila anak sakit dibawa ke sarana kesehatan Sumber: Bagaimana kemiskinan diukur? Beberapa model penghitungan kemiskinan di Indonesia, CIFOR, 2004 Referensi lebih lanjut: \u2022 bps.go.id\/subject\/23\/kemiskinan-dan-ketimpangan.html \u2022 Rahman, P. A., Firman, F., & Rusdinal, R. (2019). Kemiskinan Dalam Perspektif Ilmu Sosiologi. Jurnal Pendidikan Tambusai, 3(3), 1542-1548. Mengetahui, Banjarmasin, Januari 2023 Kepala SMA PGRI 2 Banjarmasin Guru Mata Pelajaran Drs. Edi Kisworo, M.Pd Lam\u2019ah, S.Pd NIP. 19630429 199303 1 006 NIY. 009 004 - 4 - SMA PGRI 2 BANJARMASIN","MODUL AJAR BAB 3 SOSIOLOGI PENELITIAN SOSIAL SMA PGRI 2 BANJARMASIN INFORMASI UMUM IDENTITAS MATA PELAJARAN : SOSIOLOGI PENYUSUN : LAM\u2019AH, S.Pd SEKOLAH : SMA PGRI 2 BANJARMASIN TAHUN PENYUSUNAN : 2023 JENJANG \/ KELAS : SMA \/ X ALOKASI WAKTU : 45 MENIT X 2 JP X 4 PERTEMUAN (360 MENIT) FASE CP :E DIMENSI CP : 1. Menyimak Penjelasan Guru 2.Membaca materi yang sudah diberikan dengan memberikan tanggapan 3.Mempresentasikan mengenai metode penelitian inkuiri dengan campuran KOMPETENSI AWAL - Siswa telah memahami tentang adanya metode penelitian. - Siswa telah memahami metode penelitian inkuiri PROFIL PELAJAR PANCASILA MODEL PEMBELAJARAN - Beriman, Bertaqwa kepada Tuhan Menggunakan pendekatan berbasis Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia text Model Pembelajaran: - Berkebhinekaan Global - Tatap Muka - Gotong Royong - Mandiri - Bernalar Kritis - Kreatif SARANA DAN PRASARANA ASESMEN Pembelajaran menggunakan media\/Alat: Individu & Kelompok Laptop\/komputer, LCD, Video, Audio, Jenis: Unjuk Kerja & Tertulis HP, Jaringan Internet, Speaker TARGET PESERTA DIDIK Peserta didik reguler\/tipikal\/umum - 5 - SMA PGRI 2 BANJARMASIN","Pertemuan Kedua Belas Alokasi waktu 2 JP (45 x2) 12 Materi: Evaluasi Rekomendasi kegiatan pembelajaran yang dapat dilakukan oleh guru danpeserta didik: Evaluasi dalam konteks ini bertujuan untuk mengukur ketercapaian pemahaman berdasarkan aspek pengetahuan mengenai materi yang telah dipelajari. Evaluasi sebaiknya diberikan dengan memberikan soal-soal esai dan merangsang peserta didik untuk berpikir tingkat tinggi. Selain itu, peserta didik juga dapat diberikan suatu kasus dan diminta menganalisis berdasarkan materi yang telah diajarkan. Kemampuan peserta didik untuk menggunakan teori sebagai pisau analisis untuk menjelaskan suatu kasus mengindikasikan level pemahaman peserta didik. Kriteria penilaian pada kegiatan evaluasi: \u2022 Aspek Pengetahuan \u2022 Sikap (Kejujuran) Pendahuluan (10 menit) \u2022 Guru dan peserta didik mengucapkan salam dan doa. \u2022 Guru dan peserta didik mempersiapkan pembelajaran. \u2022 Guru melakukan apersepsi agar peserta didik melakukan usaha terbaik dengan jujur. Kegiatan Inti ( 25 menit ) \u2022 Guru menjelaskan tentang evaluasi yang hendak dilakukan \u2022 Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengajukan pendapat atau pertanyaan. \u2022 Guru memberikan soal evaluasi. \u2022 Guru memastikan peserta didik mengerjakan dengan baik. \u2022 Peserta didik mengerjakan soal-soal evaluasi. - 1 - SMA PGRI 2 BANJARMASIN","Penutup ( 10 menit ) \u2022 Peserta didik mengumpulkan lembar jawab evaluasi. \u2022 Guru memberikan penguatan dan motivasi belajar kepada peserta didik agar membaca materi yang hendak dipelajari di pertemuan selanjutnya. \u2022 Doa. \u2022 Penutup pembelajaran. Media dan Sumber Belajar Lembar evaluasi, aplikasi kuis online, dan media lain. Sumber Belajar: Buku siswa IPS kelas X, Buku sosiologi lain yang relevan. Mengetahui, Banjarmasin, Januari 2023 Kepala SMA PGRI 2 Banjarmasin Guru Mata Pelajaran Drs. Edi Kisworo, M.Pd Lam\u2019ah, S.Pd NIP. 19630429 199303 1 006 NIY. 009 004 - 2 - SMA PGRI 2 BANJARMASIN","MODUL AJAR BAB 3 SOSIOLOGI PENELITIAN SOSIAL SMA PGRI 2 BANJARMASIN INFORMASI UMUM IDENTITAS MATA PELAJARAN : SOSIOLOGI PENYUSUN : LAM\u2019AH, S.Pd SEKOLAH : SMA PGRI 2 BANJARMASIN TAHUN PENYUSUNAN : 2023 JENJANG \/ KELAS : SMA \/ X ALOKASI WAKTU : 45 MENIT X 2 JP X 4 PERTEMUAN (360 MENIT) FASE CP :E DIMENSI CP : 1. Menyimak Penjelasan Guru 2.Membaca materi yang sudah diberikan dengan memberikan tanggapan 3.Mempresentasikan mengenai KOMPETENSI AWAL - Siswa telah memahami tentang adanya ilmu sosiologi. - Siswa telah memahami cara menemukan ide dari teori ilmu sosiologi yang dikemukakan oleh para ahli PROFIL PELAJAR PANCASILA MODEL PEMBELAJARAN - Beriman, Bertaqwa kepada Tuhan Menggunakan pendekatan berbasis Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia text Model Pembelajaran: - Berkebhinekaan Global - Tatap Muka - Gotong Royong - Mandiri - Bernalar Kritis - Kreatif SARANA DAN PRASARANA ASESMEN Pembelajaran menggunakan media\/Alat: Individu & Kelompok Laptop\/komputer, LCD, Video, Audio, Jenis: Unjuk Kerja & Tertulis HP, Jaringan Internet, Speaker TARGET PESERTA DIDIK Peserta didik reguler\/tipikal\/umum - 3 - SMA PGRI 2 BANJARMASIN","13 Pertemuan Ketiga Belas, Alokasi waktu 2 JPx3 (45 x6) 14 Keempat Belas, dan 15 Kelima Belas Materi: Penelitian sosial sederhana, Praktik Penelitian Sosiologi Rekomendasi kegiatan pembelajaran yang dapat dilakukan oleh guru danpeserta didik: Tugas penelitian sederhana bertujuan untuk mengukur ketercapaian pembelajaran dan kompetensi dari aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap. Tugas dilakukan secara berkelompok dengan alokasi waktu yang terbatas dan dapat dikerjakan di luar jam sekolah. Pada pertemuan ini guru meninjau materi dari kegiatan sebelumnya serta memandu peserta didik memahami dan memiliki keterampilan penelitian sosial. Tujuannya memberikan pijakan kepada peserta didik bagaimana menjadi pelajar yang beragumen berdasarkan data dengan prosedur ilmiah. Pendahuluan ( 10 menit ) \u2022 Guru dan peserta didik mengucapkan salam dan doa. \u2022 Guru dan peserta didik mempersiapkan pembelajaran. \u2022 Guru melakukan apersepsi manfaat melakukan penelitian sosial. Kegiatan Inti ( 25 menit ) \u2022 Guru menjelaskan tentang rencana melakukan tugas penelitian sosial. \u2022 Guru menjelaskan bahwa peserta didik hendaknya mencari topik penelitian yang dekat dengan lingkungan mereka dan tertarik untuk dikaji lebih lanjut. \u2022 Guru menjelaskan kepada peserta didik agar merancang penelitian yang bisa dilakukan dalam waktu yang terbatas. \u2022 Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengajukan pendapat atau pertanyaan. - 1 - SMA PGRI 2 BANJARMASIN","\u2022 Guru menjelaskan tentang tugas yang akan dikerjakan. sesuai denganpetunjuk pada praktik penelitian sosiologi \u2022 Guru memastikan peserta didik memahami tugas yang akan dikerjakan. Contoh penugasan yang diberikan kepada peserta didik: \u2022 Sesuai dengan rekomendasi proyek penelitian sosiologi \u2022 Tugas dikerjakan secara berkelompok Bertanya dan Mengidentifikasi Masalah \u2022 Peserta didik mengamati dan menentukan topik yang hendak diteliti. \u2022 Peserta didik menyusun pertanyaan tentang topik yang hendak diteliti. Mengumpulkan Informasi \u2022 Peserta didik mencari dan mengumpulkan informasi sesuai dengan pertanyaan mereka dengan menggunakan berbagai sumber belajar yang relevan. \u2022 Peserta didik mencari dan membaca dari berbagai sumber baik itu buku, majalah, dan lain-lain mengenai topik yang hendak diteliti. \u2022 Peserta didik menentukan desain penelitian. \u2022 Peserta didik menyusun rencana penelitian secara tertulis yang menjelaskan siapa respondennya, bagaimana teknik pengumpulan datanya. Mengelola Informasi \u2022 Peserta didik memilih dan mengorganisasikan informasi yang diperoleh. \u2022 Peserta didik mengumpulkan data penelitian. \u2022 Peserta didik memahami dan menerapkan etika penelitian selamaberhubungan dengan responden. \u2022 Guru membimbing dan mengarahkan proses belajar peserta didikuntuk bekerja sama dengan baik dalam waktu terbatas. \u2022 Guru mengomunikasikan kegiatan ini ke orang tua\/wali terkait denganpenugasan yang dilakukan di luar jam sekolah. \u2022 Guru memastikan peserta didik mengerjakan tugas dengan baik. Merencanakan dan Mengembangkan Ide \u2022 Peserta didik menyusun laporan temuan mereka dengan meng- gunakan berbagai media, dapat berupa film, slide PowerPoint, - 2 - SMA PGRI 2 BANJARMASIN","tulisan,newsletter, poster, dan lain-lain. \u2022 Peserta didik mengolah data. \u2022 Peserta didik menganalisis data hasil penelitian. \u2022 Peserta didik menyusun laporan penelitian. Refleksi Diri dan Aksi \u2022 Peserta didik mempresentasikan laporan dengan menggunakan berbagai media tentang riset mereka. \u2022 Peserta didik menuliskan refleksi pembelajaran mengenai: \u25a0 Hal baru yang telah mereka pelajari. \u25a0 Hal menarik yang telah dipelajari selama proses kegiatan baikmateri maupun proses investigasi mereka. \u2022 Peserta didik menyusun rekomendasi dari hasil penelitian. \u2022 Peserta didik mempresentasikan hasil penelitian. \u2022 Guru membimbing kegiatan penelitian peserta didik. \u2022 Guru memfasilitasi kegiatan presentasi hasil penelitian, dapat melalui forum diskusi kelas, galeri berjalan melalui laporan poster, infografis, majalah dinding, menonton video hasil dari laporan penelitian, dll. \u2022 Guru memberikan tanggapan dan masukan terkait dengan hasil penelitian. Penutup ( 10 menit ) \u2022 Guru mendorong peserta didik agar senang belajar dan melatih kepekaan untuk mengamati dan menanyakan berbagai gejala sosial yang dialami. \u2022 Doa. \u2022 Penutup pembelajaran. Media dan Sumber Belajar \u2022 LCD proyektor, komputer, tayangan slide PowerPoint (ppt) yang telahdisiapkan, dan media lain. Sumber Belajar \u2022 Buku siswa IPS kelas X, buku sosiologi lain yang relevan, hasil penelitian sosial mutakhir, video, internet, dan lain-lain. SMA PGRI 2 BANJARMASIN -3-","MODUL AJAR BAB 4 SOSIOLOGI LEMBAGA SOSIAL SMA PGRI 2 BANJARMASIN INFORMASI UMUM IDENTITAS MATA PELAJARAN : SOSIOLOGI PENYUSUN : LAM\u2019AH, S.Pd SEKOLAH : SMA PGRI 2 BANJARMASIN TAHUN PENYUSUNAN : 2023 JENJANG \/ KELAS : SMA \/ X ALOKASI WAKTU : 45 MENIT X 2 JP X 4 PERTEMUAN (360 MENIT) FASE CP :E DIMENSI CP : 1. Menyimak Penjelasan Guru 2.Membaca materi yang sudah diberikan dengan memberikan tanggapan 3.Memahami mengenai Evaluasi pembelajaran sosiologi KOMPETENSI AWAL - Siswa telah memahami tentang adanya Evaluasi pembelajaran sosiologi. - Siswa telah mampu mengevaluasi mengenai pembelajaran sosiologi PROFIL PELAJAR PANCASILA MODEL PEMBELAJARAN - Beriman, Bertaqwa kepada Tuhan Menggunakan pendekatan berbasis Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia text Model Pembelajaran: - Berkebhinekaan Global - Tatap Muka - Gotong Royong - Mandiri - Bernalar Kritis - Kreatif SARANA DAN PRASARANA ASESMEN Pembelajaran menggunakan media\/Alat: Individu & Kelompok Laptop\/komputer, LCD, Video, Audio, Jenis: Unjuk Kerja & Tertulis HP, Jaringan Internet, Speaker TARGET PESERTA DIDIK Peserta didik reguler\/tipikal\/umum - 4 - SMA PGRI 2 BANJARMASIN","20 Pertemuan Kedua Puluh Alokasi waktu 2 JPx2 (45 x4) Materi: Evaluasi Pembelajaran Mata Pelajaran Sosiologi Rekomendasi kegiatan pembelajaran yang dapat dilakukan oleh guru danpeserta didik: Materi ini adalah materi penutup dan menjembatani keberlanjutan pembelajaran sosiologi (apabila peserta didik berminat) pada jenjang selanjutnya. Pada sesi ini sebaiknya guru mengajak peserta didik melakukan evaluasi dan refleksi dengan melihat CP Sosiologi kelas X kembali, dan meminta peserta didik untuk melakukan evaluasi mandiri tentang ketercapaian pembelajaran. Guru menampilkan CP kelas X kepada peserta didik. Di akhir kelas X, pelajar memahami dan mempraktikkan pengetahuan Sosiologi untuk mengenali identitas diri dan lingkungan sosial sekitarnya yang beragam\/berkebhinekaan beserta permasalahannya dari mulai lingkungan terdekat (keluarga, kelompok teman sebaya, dan kelompok masyarakat sekitar). Dalam fase ini, pelajar memahami langkah-langkah penelitian sosial. Ia mulai melakukan penelitian dasar untuk mengkaji realitas sosial dan gejala sosial di lingkungan sekitarnya dengan mengidentifikasi masalah sosial tertentu, mempraktikkan strategi mengumpulkan informasi, serta mengomunikasikan hasil penelitiannya secara sederhana.","Pendahuluan (10 menit ) \u2022 Guru dan peserta didik mengucapkan salam dan doa. \u2022 Guru dan peserta didik mempersiapkan pembelajaran. \u2022 Guru melakukan apersepsi manfaat evaluasi ketercapaian pembelajaran Kegiatan Inti 25 menit ) \u2022 Guru menjelaskan tentang evaluasi yang hendak dilakukan. \u2022 Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengajukan pendapat atau pertanyaan. \u2022 Guru memberikan evaluasi mandiri tentang ketercapaian CP kepadapeserta didik. \u2022 Guru memastikan peserta didik mengerjakan dengan baik. \u2022 Peserta didik melakukan evaluasi mandiri. Penutup ( 10 menit ) \u2022 Peserta didik mengumpulkan lembar jawab evaluasi, \u2022 Guru memberikan motivasi agar peserta didik selalu senang belajardan menjadi pembelajar sepanjang hayat. \u2022 Doa. \u2022 Penutup pembelajaran. Media dan Sumber Belajar \u2022 LCD proyektor, komputer, tayangan slide PowerPoint (ppt) yang telahdisiapkan, dan media lain. Sumber Belajar \u2022 Buku siswa IPS kelas X, buku sosiologi lain yang relevan, hasil penelitian sosial mutakhir, video, internet, dan lain-lain.","Catatan: \u2022 Evaluasi dapat dilakukan secara mandiri dengan cara guru merumuskanCP dalam lembar evaluasi mandiri. \u2022 Evaluasi dilakukan melalui diskusi terfokus dengan peserta didik, dengan menanyakan kepada peserta didik satu per satu ketercapaianmereka dengan CP sosiologi. \u2022 Guru menggali, apa saja yang telah dipahami oleh peserta didik, hal apa yang belum dipahami, kendala apa yang dihadapi selama ini, dan hal baik apa yang seharusnya ditingkatkan. \u2022 Guru dapat menggunakan model SWOT, Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats(masalah) untuk melakukan evaluasi. D. Kunci Jawaban Evaluasi Bagian Sosiologi Jawablah beberapa pertanyaan di bawah ini sebagai evaluasi untukmengetahui pemahaman kalian dari bagian ini. A. Soal Pilihan Ganda 1. B 2. A 3. C 4. D 5. C","B. Soal Esai 1. Bagaimana perubahan sosial pasca-Revolusi Prancis dan RevolusiIndustri dapat melahirkan sosiologi? Revolusi Perancis dan Revolusi Industri yang terjadi pada akhir abad ke-17 hingga abad ke-18, telah mengubah banyak tatanan dalam masyarakat Eropa. Hal ini juga berdampak di berbagai wilayah di belahan dunia, termasuk Nusantara (Indonesia pada masa prakemerdekaan). Dari masyarakat agraris menjadi masyarakat industri. Pergantiaan tenaga manusia tergantikan oleh mesin menyebabkan pengangguran, ketimpangan sosial dan kemiskinan. Berbagai masalah-masalah sosial menyebabkan para filsuf maupun sejarawan melakukan penelitian, sehingga lahirlah sosiologi. Salah satu pelopor sosiologi saat itu adalah Auguste Comte yang melakukan pendekatan positivisme. Pada intinya adalah perubahan sosial yang begitu cepat mengubah banyak hal dan terdapat banyaknya masalah sosial adalah konteks kelahiran sosiologi. 2. Mengapa sosiolog perlu melakukan penelitian sosial? Sosiolog perlu melakukan penelitian untuk mengembangkan teori, menguji teori dalam konteks yang berbeda, mendapatkan temuan\/ data baru dari data empiris, dan memberikan kontribusi dari hasil penelitiannya demi kebaikkan masyarakat. Misalnya melakukan penelitian atas suatu masalah lalu menghasilkan temuan dan memberikan solusi dan rekomendasi kebijakan yang dapat dilakukan oleh pemerintah. Pada intinya penelitian sosial dilakukan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan demi dan untuk kebaikan manusia dan masyarakat.","3. Mengapa lembaga sosial dapat berfungsi dan mengapa tidak dapatberfungsi, berikan contoh untuk menjelaskan pendapat kalian? Lembaga sosial dapat berfungsi dengan baik jika terpenuhi pada level prasyarat yaitu: diketahui, diinginkan, dipahami dan dihargai. Teori fungsionalisme struktural menekankan pengendalian sosial untuk memastikan terdapat tertib sosial. Pengendalian sosial dapat berfungsi jika pengendalian sosial itu terlembagakan. Jika terlembagakan dengan baik, maka dapat berfungsi tetapi jika tidak terlembagakan akan terjadi disfungsi. Namun, teori konflik punya penjelaskan dan perspektif berbeda. Selama distribusi belum merata, konflik\/pertentangan akan terus terjadi yang berdampak pada berfungsi atau disfungsi suatu lembaga sosial. Contoh: siswa membolos. Disfungsi lembaga sekolah ini bisa terjadi karena kontrol sosial lembaga sekolah lemah (teori fungsionalisme struktural) atau siswa enggan belajar di sekolah (teori konflik). 4. Mengapa terdapat heterogenitas sosial? Secara sosiologis, heterogenitas sosial terjadi karena keragaman identitas individu, identitas sosial, terdapatnya pelapisan sosial, sistem lapisan sosial dan diferensiasi sosial. 5. Tulislah dengan bahasa dan pendapat kalian tentang manfaat belajar sosiologi? Serta berikan satu contoh gejala sosial yang terdapat di sekitar kehidupan kalian yang dapat menjadi objek kajian sosiologi! Peserta didik diberi kesempatan untuk mendefinisikan pemahaman mereka tentang sosiologi sesuai proses pembelajaran yang telah dialami. Pemahaman siswa akan sosiologi bisa dilihat dari kemampuan dalam memberikan contoh berbagai gelaja sosial di sekitar mereka yang menjadi objek kajian sosiologi.","E. Penilaian Penilaian dilakukan untuk mengevaluasi ketercapaian belajar peserta didik selama proses pembelajaran. Selain itu, penilaian merupakan pengukuran ketercapaian kompetensi peserta didik sesuai dengan CP. Aspek yang dinilai adalah aspek pengetahuan (konten), keterampilan (inkuiri, penelitian, memecahkan masalah) dan sikap berdasarkan enam Profil Pelajar Pancasila. \u2022 Aspek pengetahuan yang dinilai misalnya pemahaman mengenai materi dan kemampuan mengasosiasikan materi dengan berbagai kasus. \u2022 Aspek keterampilan yang dinilai misalnya keterampilan menerapkan langkah-langkah inkuiri selama proses pembelajaran dan keterampilan melakukan penelitian secara sederhana untuk menjelaskan berbagai fenomena sosial yang terjadi di masyarakat. \u2022 Aspek sikap yang dinilai misalnya, meliputi, kejujuran, daya juang (ketahanan, ketekunan), integritas dan kerjasama selama proses pembelajaran.","Aspek-aspek inilah yang hendak dinilai dan diwujudkan dalam lembarpenilaian dalam tabel di bawah ini. Aspek Keterangan Skor Sikap Sejauh mana peserta didik telah melaku- 0-10 kan dan menunjukkan sikap-sikap yang diharapkan mulai dari tidak\/belum me- nunjukkan, kurang menunjukkan, cukup menunjukkan, selalu menunjukkan, se- ring menunjukkan. Pengetahuan Sejauh mana peserta didik telah mema- 0-10 hami tentang konsep yang dipelajari. Intervalnya mulai kurang memahami, cukup memahami, peserta didik mema- hami. Peserta didik sangat memahami\/ sangat mampu menjelaskan. Keterampilan Sejauh mana peserta didik telah mene- 0-10 rapkan langkah-langkah keterampil- an inkuiri selama proses pembelajaran. Mulai belum menerapkan, kurang me- nerapkan, cukup menerapkan\/meng- aplikasikan, dengan baik menerapkan, dengan amat baik dan selalu menerap- kan tahapan inkuiri. Guru hendaknya mengembangkan interval yang menjadi pembeda\/ gradasi dari berbagai aspek yang hendak dinilai berdasarkan konteks keragaman peserta didik. Penilaian dilakukan berdasarkan: pengamatan, dokumentasi, portofolio dan hasil evaluasi.","F. Remedial Prinsip dari remedial adalah memberikan kesempatan peserta didik memperbaiki proses belajar yang belum tercapai. Mengacu dari Mukhtar dan Rusmini (2005) pembelajaran remedial adalah proses pembelajaran dalam bentuk kegiatan perbaikan yang terencana, sehingga diharapkan dapat membantu ketuntasan belajar peserta didik. Remedial terjadi dikarenakan beberapa faktor yaitu; faktor peserta didik yang terkait dengan kompleksitas masalah maupun kebutuhan peserta didik (terutamauntuk peserta didik berkebutuhan khusus), faktor penyampaian materi yang belum optimal maupun faktor daya dukung dari sekolah dan orang tua. Beberapa pendekatan yang dapat dilakukan guru dalam remedial adalah: 1\ufffdAdaptif: menyesuaikan dengan kebutuhan peserta didik, misalnya guru menggunakan berbagai media untuk menfasilitasi kebutuhan peserta didik. 2\ufffdInteraktif: guru melibatkan teman sebaya, orang tua, konselor sekolah untuk mendukung peserta didik agar mencapai ketercapaian belajar secara optimal. 3\ufffd Fleksibel: guru meluangkan waktu secara fleksibel untuk mendukung ketercapaian peserta didik. G. Pengayaan Pengayaan adalah memberikan kesempatan bagi peserta didik yang membutuhkan untuk menguatkan proses belajar baik dari aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikap. Mengacu dari Mukhtar dan Rusmini (2005), program pengayaan adalah kegiatan yang bertujuan untuk memperdalam, memperluas, dan","mendukung proses penguatan ketercapaian belajar peserta didik. Beberapa hal yang dapat dilakukan dalam kegiatan pengayaan yaitu: \u2022 Guru memberikan waktu tambahan untuk menyampaikan materi yang dibutuhkan dari materi yang dirasa sulit oleh peserta didik. \u2022 Guru memberikan dukungan melalui akses terhadap buku, atau pun sumber belajar lain. Guru dapat bekerja sama dengan multi pihak seperti orang tua\/wali, pustakawan, dan teman sebaya untuk melakukanpengayaan. \u2022 Guru memotivasi peserta didik untuk mengembangkan pengetahuan melalui berbagai sumber dan media belajar. H. Interaksi dengan Orang Tua\/Wali Interaksi dengan orang tua\/wali sangat penting dilakukan oleh guru dan peserta didik. Hal ini bertujuan agar orang tua dapat memberikan dukungan terbaiknya pada anak mereka. Dukungan orang tua dapat mejadi faktor penentu keberhasilan siswa dalam mencapai ketercapaian pembelajaran. Apabila guru memiliki kesulitan yang terkait dengan peserta didik dan dukungan tertentu, sebaiknya mengomunikasikan ke orang tua\/wali. Sehingga orang tua\/wali dapat terlibat secara aktif dan positif untuk mendukung pembelajaran. Selain itu, beberapa tugas yang tidak cukup dikerjakan pada waktu belajar di sekolah dapat dikerjakan di rumah. Dalam hal ini dukungan orang tua\/wali sangat diharapkan. Misalnya ketika peserta didik mengerjakan proyek penelitian sosiologi di lingkungan sekitar sangat membutuhkan dukungan dan partisipasi orang tua\/wali.","Interaksi dengan orang tua\/wali yang dapat dilakukan oleh guru: \u2022 Melakukan komunikasi terkait dengan penugasan yang dilakukan olehpeserta didik. \u2022 Partisipasi dan dukungan apabila penugasan dikerjakan di rumah ataudi luar rumah. \u2022 Partisipasi dan dukungan apabila orang tua\/wali memiliki kapasitas untuk menjadi bagian dari resource person (pembicara) yang dapat diundang untuk berbagi ilmu dan pengalaman dengan peserta didik. I. Kesalahan Umum yang Terjadi Saat Mempelajari MateriSosiologi Belajar sosiologi selama ini diidentikkan dengan menghafal teori. Hal ini adalah kesalahan umum sehingga sosiologi terkesan sulit dan jauh dari kehidupan sehari-hari. Penting untuk dijelaskan kepada peserta didik bahwa teori sosiologi lahir dari penelitian yang dilakukan di masyarakat. Teori bukan untuk dihafal melainkan dipahami sebagai alat untuk menganalisis berbagai fenomena sosial yang terjadi di masyarakat dan keseharian peserta didik. Selain itu, banyaknya teori yang terdapat di sosiologi justru semakin memperkaya analisis tentang beragam dan kompleksnya gejala sosial yang terdapat di masyarakat. J. Tips Pembelajaran Sosiologi melalui Kegiatan KunjunganBelajar Masyarakat dan kehidupan sehari-hari adalah sumber belajar sosiologi sehingga kegiatan pembelajaran hendaknya mendorong peserta didik untuk belajar \u201cmelihat\u201d masyarakat. Pembelajaran di luar kelas hendaknya dilakukan agar kegiatan pembelajaran dekat dengan kajian sosiologi. Beberapa kegiatan kunjungan","belajar ke komunitas masyarakat dapat dilakukan. Misalnya kunjungan ke komunitas pengusaha, buruh, aktivis lingkungan, kelompok perempuan maupun kunjungan ke instansi pemerintah. Instansi maupun komunitas yang hendak dikunjungi hendaknya menyesuaikan dengan tema dan tujuan pembelajaran. Adapun keunggulan dari kegiatan kunjungan adalah: \u2022 Mendorong kepekaan sosial peserta didik akan keragaman masyarakat. \u2022 Mendekatkan peserta didik akan fenomena sosial di masyarakat. \u2022 Menumbuhkan semangat belajar. Beberapa hal yang disiapkan oleh guru sebelum kegiatan kunjungansebagai berikut: \u2022 Mengorganisasi kegiatan \u2022 Menyiapkan tugas melalui lembar kerja\/aktivitas, brosur sebagai panduan bagi peserta didik untuk melaksanakan kegiatan belajarselama kunjungan dan pascakunjungan. \u2022 Memberikan pijakan dan panduan bagi peserta didik bagaimana bersikap dan mendapatkan data selama kegiatan kunjungan. Pascakunjungan peserta didik melaporkan tugas dalam berbagai bentuk serta melakukan diseminasi melalui diskusi kelas, pameran, dan lain-lain. Mengetahui, Banjarmasin, Januari 2023 Kepala SMA PGRI 2 Banjarmasin Guru Mata Pelajaran Drs. Edi Kisworo, M.Pd Lam\u2019ah, S.Pd NIP. 19630429 199303 1 006 NIY. 009 004",""]
Search
Read the Text Version
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
- 6
- 7
- 8
- 9
- 10
- 11
- 12
- 13
- 14
- 15
- 16
- 17
- 18
- 19
- 20
- 21
- 22
- 23
- 24
- 25
- 26
- 27
- 28
- 29
- 30
- 31
- 32
- 33
- 34
- 35
- 36
- 37
- 38
- 39
- 40
- 41
- 42
- 43
- 44
- 45
- 46
- 47
- 48
- 49
- 50
- 51
- 52
- 53
- 54
- 55
- 56
- 57
- 58
- 59
- 60
- 61
- 62
- 63
- 64
- 65
- 66
- 67
- 68
- 69
- 70
- 71
- 72
- 73
- 74
- 75
- 76
- 77
- 78
- 79
- 80
- 81
- 82
- 83
- 84
- 85
- 86
- 87
- 88
- 89
- 90
- 91
- 92
- 93
- 94
- 95
- 96
- 97
- 98
- 99
- 100
- 101
- 102
- 103
- 104
- 105
- 106
- 107
- 108
- 109
- 110
- 111
- 112
- 113
- 114
- 115
- 116
- 117
- 118
- 119
- 120
- 121
- 122
- 123
- 124
- 125
- 126
- 127
- 128
- 129
- 130
- 131
- 132
- 133
- 134
- 135
- 136
- 137
- 138
- 139
- 140
- 141
- 142
- 143
- 144
- 145
- 146
- 147