Belajar dan Pembelajaran Anisa Riswana (210410109)
Belajar dan pembelajaran di sd Dosen Pengampu : Juliati, SP.d.,MPd PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA 2022
Peta Konsep Hakikat Belajar Prinsip dan Faktor Yang Mempengaruhi Belajar Motivasi Belajar Teori Belajar BELAJAR Teori Belajar Behaviorisme DAN Kognitif Teori Belajar PEMBELAJA Humanistik RAN Teori Konstruktivisme
Hakikat Belajar Konsep Belajar Sebuah proses yang mengubah perilaku manusia. Dimana jika pembelajar tidak berubah setelah menyelesaikan pembelajaran, maka tidak dapat dikatakan orang tersebut mengalami proses belajar.
Ciri ciri Belajar Menurut Slameto terdapat enam ciri ciri Perubahan yang terjadi secara sadar Belajar Perubahan dalam belajar bersifat fungsional Perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif Perubahan dalam belajar bukan bersifat sementara Perubahan dalam belajar bertujuan dan tearah Perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku
Tujuan Belajar Banyak hasil belajar yang menunjukan bahwa seorang siswa melaksanakan tugas belajar yang biasanya melibatkan pengetahuan , Keterampilan dan sikap yang baru yang sangat di harapkan dari seorang siswa tersebut Tujuan belajar terdiri 3 komponen yaitu: 1.Tingkah Laku Terminal adalah komponen tujuan belajar yang mnentukan tingkah laku siswa setelah belajar 2.Kondisi kondisi tes adalah di mana situasi siswa di tuntut untuk mempertunjukan tingkah laku terminal. 3. Ukuran Ukuran Perilaku adalahkomponen ini merupakan suatu pernyataan tentang ukuran yang di gunakan untuk membuat pertimbanganmengenai perilaku siswa
Unsur Unsu Belajar A. Perserta Didik B.Rangsangan Stimulus Perserta didik ialah Rangsangan siswa , jadi warga belajar dan perserta Stimulus adalah pelatihan yang sedang peristiwa melakukan kegiatan yang merangsang belajar penginderaan perserta didik C.Memori D.Respon Memori adalah Respon ialah tindakan kemampuan yang berupa pengetahuan, yang di keterampilan dan hasilkan dari sikap yang dihasilkan suatu memori dari kegiatanbelajar yang sebelumnya
Jenis Jenis Belajar 1.Belajar Abstrak 2.Belajar belajar dengan Keterampilan menggunakan Suatu prose belajar yang bertujuan untuk suatu cara berpikir memperoleh sebuah yaitu abstrak keterampilan dengan menggunakan gerakan motorik 3.Belajar Sosial 4. Belajar pemecahan Belajar yang masalah bertujuan belajar untuk memperoleh yang memperoleh sebuah keterampilan sebuah keterampilan atau dan pemahaman kemampuan untuk terhadap masalah memcahkan masalah sosial
5. Belajar Rasionala 6. Belajar Kebiasaan Belajar menggunakan Proses pembentukan kebiasaan baru untuk suatu kemampuan perbaikan kebiasaan berpikir secara logis yang telah ada . atau sesuai dengan akal sehat 7.Belajar Apresiasi 8. Belajar Pengetahuan Belajar untuk Belajar untuk mempertimbangkan mendapatkan sejumla nilai dari suatu objek pemahaman dan wawasan
PRINSIP PRINSIP DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BELAJAR 1.Proses Kesiapan (Readiness) Proses Belajar dipengaruhi oleh 1 kemauan siswa, kemauan siswa berarti ruang yang memungkinkan dia untuk belajar. Persiapan ini meliputi pematangan dan pertumbuhan fisik, latar belakang pengalaman yangterstandarisasi, motivasi, persepsi dan faktor-faktor lain yang memungkinkan terjadinya pembelajaran. 2.Prinsip Motivasi Sebuah proses yang berorientasi pada 2 pada tujuan membutuhkan tujuan pembelajaran .Motivasi merupakan prasyarat bagi siswa untuk memulai kegiatan , dan menjaga integrasi 3.Prinsip Persepsi dan Keaktifan Persepsi adalah interprestai situasi 3 dalam kehidupan , di mana seseorang lebih mudah percaya menurut pemahaman mereka mengenai situasi tersebut
4 4.Prinsip Tujuan dan 5 Kertelibatan Langsung Prinsip partisipasi langsung meliputi partisipasi 6 fisik dan partisipasi tidak langsung struktur tubuh Prinsip ini bertujuan agar siswa merasa penting dan berharga di kelas agar mereka senang belajar. 5.Prinsip Perbedaan Individual Pelajaran yang menargetkan hanya satu tingkat target yang mungkin tidak cocok untuk semua siswa, sehingga guru harus mempertimbangkan latar belakang, emosi, dukungan, dan kemampuan individu dan menyesuaikan materi dan tugas belajar yang diperlukan. 6.Prinsip Transfer, Retensi dan tantangan Proses Transfer adalah belajar dianggap jika seorang peserta didik dapat menyimpan dan menerapkan hasil belajar dalam situasi baru dan dapat digunakan pada situasi lain. Retensi adalah kemampuan sesorang yang dapat menggunakan lagi hasil belajar.
7. Prinsip Belajar Kognitif 7 Pembelajaran yang melibatkan proses pengenalan dan penemuan. Pembelajaran kognitif melibatkan asosiasi antara elemen, pembentukan konsep, penemuan masalah, dan keterampilan pemecahan masalah yang membentuk perilaku baru.Berpikir, menalar, menilai, dan berimajinasi merupakan aktivitas mental yang berhubungan dengan proses belajar 8. Prinsip Belajar Afektif Proses pembelajaran emosional 8 seseorang menentukan bagaimana mereka merespons pengalaman baru. Pembelajaran emosional mencakup nilai-nilai emosi, motivasi, minat, dan sikap 9. Proses Belajar Psikomotor Proses pembelajaran psikomotor 9 pada manusia menentukan bagaimana kita dapat mengontrol aktivitas fisik.Pembelajaran psikomotor mencakup aspek mental dan fisik.
Faktor-Faktor yang mempengaruhi belajar A. Faktor Internal B. Faktor Eksternal 1. Kesehatan fisik 1.Lingkungan fisik sekolah 2.Psikologis 2.Lingkungan sosial kelas 3.Motivasi 3.Lingkungan sosial 4.Kondisi keluarga Psikoemosional
Motivasi Belajar Pengertian Motivasi Belajar Motivasi adalah gejala psikologis yang memanifestasikan dirinya dalam bentuk motivasi Reaksi orang untuk melakukan tindakan sadar atau tidak sadar dengan tujuan tertentu. Menurut Mahfudh Salahuddin, motivasi adalah kekuatan internal yang digambarkan sebagai harapan, keinginan, dll. yang memotivasi orang untuk bertindak atau berperilaku untuk memenuhi kebutuhan. Dari sini dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar sangat erat kaitannya dengan motif, yaitu dorongan seseorang, muncul secara internal dan eksternal, mempengaruhi keinginan Belajar dan upaya sadar untuk bergerak, memimpin danuntuk mempertahankan perilaku seseorang sehingga ia terpaksa bertindak untuk melakukan sesuatuuntuk mencapai hasil atau tujuan tertentu. Fungsi Motivasi 1. Mendorong manusia untuk berbuat, yaitu sebagai penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan 2.Menentukan arah perbuatan, yaitu ke arah tujuan yang ingin dicapai. 3.Menyeleksi atau menentukan perbuatan-perbuatan yang harus dikerjakan guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatan yang tidak bermafaat bagi tujuan.
Macam-Macam Motivasi 1.Motivasi intrinsik suatu objek yang muncul karena adanya sitiuasu dalam diri siswa itu dapat memotivasi siswa untuk melakukan tindakan belajar Yang termasuk dalam dari motivasi intrinsik adalah rasa menyukai materi dan kebutuhan mereka terhadap materi misalnya yang berkaita dengan cita-citamasa depan siswa 2. Motivasi Ekstrinsik Suatu Objek yang ada karna dari luar diri siswa tersebut mendorong untuk terlibat dalamm suatu kegiatan belajar. Motivasi ektrinsik ini meliputi : pujian dan hadiah, peraturan disiplin sekolah, keteladanan orang tua ,guru.
Bentuk-Bentuk Motivasi di Sekolah 1.Memberi Angka 2.Hadiah 3.Saingan/Kompetisi 4. Ego-involvement 5. Memberi ulangan 6. Mengetahui hasil 7. Pujian 8. Hukuman 9.Hasrat untuk belajar
TEORI BELAJAR BEHAVIORISME A. Teori Belajar Behaviorisme Belajar adalah suatu bentuk perubahan yang dialami oleh peserta didik yang mempengaruhi kemampuannya untuk berperilaku dengan cara yang baru melalui interaksi stimulus dan respon. Seseorang dianggap belajar sesuatu ketika mereka dapat menunjukkan perubahan perilaku. Misalnya, anak belum tahu cara menghitung perkalian. Kalaupun dia mencoba dan gurunya mengajarinya dengan rajin, jika anak itu tidak bisa berlatih aritmatika, dia tidak dianggap sebagai murid. Karena dia tidak bisa menunjukkan perubahan perilaku sebagai hasil belajar. B. Konsep Dasar Teori Behaviorisme mencoba memberikan stimulus atau rangsangan pada sebuah pembelajaran baru dan mengamati responnya. Ia melakukan eksperimen terhadap anjing dengan memberikan dua stimulus yang bebeda dan mengamati respon yang terjadi.
C. Karakteristik Teori Behaviorisme 1. Mementingkan pengaruh lingkungan (environmentalistis) 2. Mementingkan bagian – bagian (elentaristis) 3. Mementingkan peranan reaksi (respon)
4. Mementingkan mekanisme terbentuknya hasil belajar 5. Mementingkan hubungan sebab akibat pada waktu yang lalu 6. Mementingkan pembentukan kebiasaan 7. Ciri khusus dalam pemecahan masalah dengan “mencoba dan gagal” atau trial and error.
D. Asumsi Teori Behaviorisme terhadap Pembelajaran Perilaku yang diinginkan mendapat penguatan positif dan perilaku yang kurang sesuai mendapat penghargaan negatif. Evaluasi atau penilaian didasari atas perilaku yang tampak. Dalam teori belajar ini guru tidak banyak memberikan ceramah, tetapi instruksi singkat yang diikuti contoh baik dilakukan sendiri maupun melalui simulasi. E. Implikasi Teori Behaviorisme terhadap Pembelajaran Guru dipengaruhi oleh fakta bahwa mengajar adalah kegiatan di mana pengetahuan ditransfer dari pikiran guru ke otak siswa. Oleh karena itu, peran guru sebagai pendidik adalah mengembangkan kurikulum yang mengikuti standar pembelajaran tertentu yang harus dicapai siswa. Karena teori perilaku melihat informasi sebagai terstruktur dan teratur dengan rapi, siswa harus bergulat dengan aturan yang ditentukan secara jelas dan kaku.
Teori Belajar Kognitif Apa itu Teori Belajar Kognitif ? Menurut teori kognitif, belajar itu sendiri adalah perubahan persepsi dan pemahaman yang tidak selalu dapat dihitung sebagai perilaku. Teori ini juga menekankan gagasan bahwa bagian-bagian dari suatu situasi berhubungan dengan konteks dari keseluruhan situasi. Memecah seluruh situasi menjadi bagian-bagian kecil dan memeriksanya satu per satu sama saja dengan melewatkan hal-hal yang hakiki.
Konsep Dasar Karakteristik Teori Belajar Kognitif Untuk belajar sesuatu, Bruner berpendapat tidak perlu menunggu sampai anak mencapai suatu tahap perkembangan tertentu. Apabila bahan yang diberikan sudah diatur dengan baik, maka individu dapat belajar meskipun umurnya belum memadai. Dengan kata lain, perkembangan kognitif seseorang dapat ditingkatkan dengan cara mengatur bahan yang akan dipelajari dan menyajikannya sesuai dengan tingkat perkembangannya Menurut Piaget proses belajar seseorang akan mengikuti pola dan tahap tahap perkembangan tertentu sesuai dengan umurnya. Penjenjangan ini bersifat hirarkis artinya harus dilalui berdasarkan urutan tertentu dan orang tidak dapat belajar sesuatu yang berada di luar tahap kognitifnya.
Asumsi Teori Belajar Kognitif setiap orang telah mempunyai pengalaman dan pengetahuan dalam dirinya. Pengalaman dan pengetahuan ini tertata dalam bentuk struktur kognitif. Menurut teori ini proses belajar akan berjalan baik bila materi pelajaran yang baru beradaptasi secara sempurna denganAda empat faktor yang diperlukan untuk transformasikan perkembangan dari suatu bentuk penalaran ke bentuk yang lain Faktor itu adalah lingkungan fisik,kematangan,penagruh sosial, dan proses yang disebut sebagai equilibrium(penyeimbangan).
Implikasi Teori Pembelajaran Kognitif Dalam Proses Pengajaran dan Pembelajaran teori ini juga menekankan faktor pengalaman yang ada memikirkan cara mengatasi masalah tersebut. Teori pembelajaran kognitif ini mengklaim bahwa pengalaman siswa yang ada banyak membantu mereka dalam memecahkan masalah. Dengan adanya teori belajar kognitif ini, maka mempengaruhi belajar mengajar anak- anak secara bersamaan. atau bahkan mahasiswa.
Teori Belajar Konstruktivisme Konsep Teori Belajar Konstruktivisme Proses pembelajaran yang menjelaskan pengetahuan yang di susun dari dalam diri manusia Teori Belajar Konstruktif Menurut Piaget yang menjelaskan bagaimana pengetahuan seseorang dari teori perkem bangan intelektual. Piaget juga mengatakan bahwa teori pengetahuan itu pada dasarnya adalah teori adaptasi pemikiran kedalam suatu realitas sep erti organisme beradaptasi kepada lingkungannya Konsep Pembelajaran Konstruktivisme Revolusi Industri 4.0 Sejatinya seorang guru 4.0 saat ini harus beradaptasi dengan perubahan teknologi, perkembangan anak dan mulai mencari model pembelajaran yang lebih menarik pengalaman berati bagi dunia anak.
Karakteristik Teori Kontruktivisme Orientasi yaitu siswa diberi Restrukturasi ide, yaitu kesempatan untuk klarifikasi ide dengan ide orang mengembangkan motivasi dalam lain,membangun ide baru, mempelajari suatu topik dengan mengevaluasi ide baru. memberi kesempatanmelakukan observasi. Elisitasi, yaitu siswa Penggunaan ide baru dalam mengungkapkan idenya berbagai situasi, yaitu ide atau dengan jalan herindruksi pengetahuan yang telah menulis, membuat terbentuk perlu di aplikasikan poster dan lain-lain. bermacam-macam situasi. Rivew, yaitu dalam mengaplikasikan pengetahuan, gagasan yang ada perlu direvisi dengan menambahkan atau mengubah.
Asumsi- Asumsi Teori Kontruktivisme manusia merupakan siswa yang aktif dimana manusia itu sendiri mengembangkan pengetahuan bagi diri mereka sendiri. Di mana siswa diberikan keluasan untuk mengembangkan ilmu yang sudah didapatkan tersebut, baik dengan melakukan latihan, melakukan eksperimen maupun berdiskusi sesama siswa. Dengan hal seperti itu maka ilmu-ilmunya tersebut akan berkembang dan bertambah.
Implikasi Teori Konstruktivisme Apa yang dimaksud dengan implikasi teori Konstruktivisme a) Tujuan pendidikan menurut teori belajar konstruktivisme adalah menghasilkan individu atau anak yang memiliki kemampuan berfikir untuk menyelesaikan setiap persoalan yang dihadapi; b) Kurikulum dirancang sedemikian rupa sehingga terjadi situasi yang memungkinkan pengetahuan dan keterampilan dapat dikonstruksi oleh peserta didik. Selain itu, latihan memcahkan masalah seringkali dilakukan melalui belajar kelompok dengan menganalisis masalah dalam kehidupan sehari-hari; dan c) Peserta didik diharapkan selalu aktif dan dapat menemukan cara belajar yang sesuai bagi dirinya. Guru hanyalah berfungsi sebagai mediator, fasilitor, dan teman yang membuat situasi yang kondusif untuk terjadinya konstruksi pengetahuan pada diri peserta didik.
Teori Humanistikk dalam pembelajaran Teori ini menekankan pentingnya aktualisasi diri, atau mencapai potensi maksimal seseorang. Maslow percaya bahwa untuk mencapai pemenuhan diri, manusia harus memahami dan menerima dirinya sebanyak mungkin. Teori ini menekankan pentingnya aktualisasi diri, atau mencapai potensi maksimal seseorang. Maslow percaya bahwa untuk mencapai pemenuhan diri, manusia harus memahami dan menerima dirinya sebanyak mungkin.
Karakteristik Teori Humanistik Siswa harus dapat memilih apa yang ingin mereka pelajari. Guru humanis percaya bahwa siswa termotivasi untuk mempelajari materi ketika kebutuhan dan keinginan mereka terpenuhi. Tujuan pendidikan harus merangsang keinginan siswa untuk belajar dan mengajari mereka cara belajar Pendidik humanis percaya bahwa nilai- nilai itu berwarna-warni dan hanya evaluasi diri yang bermakna.
Pendidik Humanistik memfokuskan perlunya anak didik khali terbit logat lingkungan, sehingga berjuang akan mengaku milik kesepakatan menjelang meneladan Pendidik Humanistik yakin bahwa, dedikasi citra maupun pengetahuan, sangat penting bagian dalam alat meneladan dan tidak mengisolasi ranah kognitif dan afektif.
Asumsi dan Implikasi Teori Humanistik dalam pembelajaran Kecenderungan kreatif Segala sesuatu di dunia, baik organik maupun anorganik, terdiri dari hal-hal yang lebih kecil Arah pelaksanaan. tujuan pembelajaran adalah Kecenderungan setiap untuk memanusiakan orang. makhluk hidup untuk Pembelajaran dikatakan bergerak menuju berhasil apabila siswa telah kesempurnaan atau memahami lingkungan dan pemenuhan potensinya dirinya sendiri.
Implikasi Teori Humanistik dalam pembelajaran Guru harus cermat menciptakan suasana awal, situasi kelompok atau pengalaman kelas Guru membantu mencapai dan menjelaskan tujuan individu dalam belajar, kelas serta tujuan umum kelompok. Dia memposisikan dirinya sebagai sumber yang fleksibel untuk kelompok Sebagai supervisor, pemimpin harus berusaha menganalisis dan menerima keterbatasannya sendiri.
Saat belajar, ia harus waspada terhadap ekspresi yang menunjukkan perasaan yang dalam dan kuat Menanggapi ekspresi dalam kelompok kelas dan menerima isi mental dan sikap emosional dan mencoba untuk merespon dengan cara yang sesuai untuk individu dan kelompok. Menanggapi ekspresi dalam kelompok kelas dan menerima isi mental dan sikap emosional dan mencoba untuk merespon dengan cara yang sesuai untuk individu dan kelompok. Guru berusaha untuk mengatur dan menyediakan siswa dengan bahan belajar yang paling komprehensif dan mudah digunakan untuk membantu mereka mencapai tujuan mereka.
Kelebihan dan Kekurangan Teori Humanistik KELEBIHAN Teori ini cocok digunakan dalam bahan ajar seperti pengembangan kepribadian, hati nurani, perubahan sikap dan analisis fenomena sosial. Bukti keberhasilan aplikasi ini adalah siswa merasa senang, bersemangat, berinisiatif dalam belajar dan mengubah cara berpikir, perilaku dan sikap atas inisiatif sendiri. Siswa diharapkan menjadi manusia bebas yang tidak terikat dengan pendapat orang lain dan mengelola kepribadiannya secara bertanggung jawab, tanpa merugikan hak orang lain atau melanggar aturan, standar, disiplin, atau etika yang berlaku.
KEKURANGAN Siswa yang tidak mau memahami potensi dirinya akan ketinggalan dalam proses belajar. Siswa yang tidak aktif dan malas belajar akan merugikan diri sendiri dalam proses belajar.
Awan Tinggi Berwarna Putih Bentuknya Seperti Kepala Tupai Setelah Mengrti Coba Berlatih Supaya Kamu Bertambah Pandai
Search
Read the Text Version
- 1 - 37
Pages: