Indonesia dari Masa Kemerdekaan Hingga Reformasi Materi IPS Kelas IX Semester 2
Timeline Masa 1950 Masa 1966 Masa Kemerdekaan Demokrasi Reformasi Terpimpin 1945 Masa 1959 Masa Orde Baru 1998 Demokrasi Parlementer
MASA KEMERDEKAAN
Indonesia Pada Masa Awal Kemerdekaan Perang Dunia II yang tengah terjadi saat itu ternyata juga membawa dampak buruk bagi Jepang. Salah satunya adalah peristiwa pengeboman kota Hiroshima dan Nagasaki di tanggal 6 dan 9 Agustus 1945. Peristiwa tersebut mendorong Jepang untuk menyerah tanpa syarat kepada sekutu pada 15 Agustus 1945. Berita tentang kekalahan Jepang menyebar dengan cepat lewat radio dan didengar oleh tokoh-tokoh muda Indonesia. Bersama dengan Moh. Hatta, golongan muda ini mengadakan rapat di Pegangsaan Timur.
Golongan Tua Soekarno Mohammad Hatta Radjiman Widyoniningrat Ahmad Soebardjo • Anggota BPUPKI Pidato 1 • Anggota BPUPKI • Ketua BPUPKI • Membebaskan Soekarno dan Juni 1945 mengenai usulan • Anggota Panitia 9 Wakil ketua • Bersama Soekarno PPKI dan Hatta pergi ke Hatta dari Rengasdengklok Dasar Negara (Pancasila) • Penyusun teks proklamasi Dalat, Vietnam untuk • Penyusunan teks proklamasi • Pemberi ide kalimat teks menemui Marsekal • Pemberi idel kalimat pada • Ketua Panitia 9, proklamasi \"hal-hal tentang Terauchi membahas kemerdekaan yang teks proklamasi \"kami merumuskan Piagam dijanjikan Jepang bangsa Indonesia dengan ini Jakarta 22 Juni 1945 pemindahan kekuasaan dan lain- menyatakan kemerdekaan • Penyusun teks proklamasi lain dilaksanakan dengan cara Indonesia\". • Penulis teks proklamasi seksama dan dalam tempo yang • Menteri Luar Negeri pertama dengan tangan sesingkat-singkatnya\". Republik Indonesia • Pembaca teks proklamasi • Menandatangi teks proklamasi • Presiden pertama Republik bersama Soekarno atas nama Indonesia bangsa Indonesia • Wakil presiden Republik Indonesia
Golongan Muda • Menemui Sukarno di lapangan terbang Kemayoran setelah kembali dari Vietnam 14 Agustus 1945 • Mendesak Sukarno agar segera memproklamasikan Indonesia • Mengadakan rapat di Gedung Bakteriologi, pada 15 Agustus 1945 pukul 20.00 WIB. Rapat membawa agenda agar Soekarno dan Hatta segera memproklamasikan Indonesia • Menjemput Soekarno dan Hatta di kediamannya untuk dibawa ke Rengasdengklok tanggal 16 Agustus 1945 pukul 06.00 WIB • Mengadakan rapat mendadak pada 16 Agustus 1945 dan membagi tugas persiapan proklamasi
Peristiwa Rengasdengklok Kalau kamu pergi ke daerah Kuningan di Jawa Barat, kamu pasti akan melihat papan nama Rengasdengklok. Bung Karno dan Bung Hatta diungsikan ke Rengasdengklok, Jawa Barat oleh para pemuda. Mereka dijemput pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 4.30 WIB oleh rombongan golongan muda. Mereka diasingkan karena meminta para pemuda untuk sabar dalam mengumumkan proklamasi. Sementara itu, di Jakarta akan dilaksanakan rapat anggota PPKI di gedung Pejambon 2. Ahmad Soebardjo yang saat itu mencari keberadaan Bung Karno Rumah milik Djiauw Kie Song yang dijadikan dan Bung Hatta-pun diberangkatkan ke Rengasdengklok untuk sebagai tempat pengasingan Bung Karno bertemu dan berunding dengan mereka. Akhirnya Soebardjo dan Bung Hatta berjanji jaminan nyawa kepada golongan muda bahwa Proklamasi Kemerdekaan akan diumumkan pada keesokan harinya selambat- lambatnya pukul 12.00 WIB. Dengan jaminan itu, akhirnya Ir. Soekarno dan Moh. Hatta dilepaskan.
Perumusan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Dari Rengasdengklok, rombongan tiba kembali di Jakarta pukul 23.30 WIB. Mereka memutuskan untuk istirahat sebentar di rumah masing-masing. Setelah itu, Soekarno-Hatta pergi ke rumah Laksamana Tadashi Maeda sesuai dengan usulan Ahmad Soebardjo. Walaupun orang Jepang, laksamana ini memiliki kedekatan dengan tokoh-tokoh Indonesia dan beliau memberi jaminan keselamatan. Sebelum merumuskan naskah proklamasi, Soekarno-Hatta menemui Mayor Jendral Nishimura untuk menanyakan sikapnya mengenai Proklamasi Kemerdekaan. Sayangnya, tidak ada kesepakatan dalam pertemuan tersebut karena Jepang yang sudah menyerah kepada sekutu, sehingga mereka tidak dibolehkan untuk mengubah keadaan politik di Indonesia sampai kedatangan sekutu. Akhirnya Soekarno-Hatta memutuskan untuk melanjutkan pembuatan naskah proklamasi. Kata “Proklamasi” adalah sumbangan pemikiran Soekarno, kalimat pertama adalah sumbangan pemikiran Ahmad Soebarjo, dan kalimat terakhir merupakan sumbangan pemikiran Hatta. Teks itu kemudian diberi saran dan sedikit perubahan oleh Sukarni, lalu diketik oleh Sayuti Melik. Terakhir, Sukarni memberi usulan bahwa naskah ini sebaiknya ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia. Pada pukul 04.30 WIB konsep naskah proklamasi selesai disusun.
Proklamasi Detik-detik menuju proklamasi kemerdekaan RI semakin dekat. Kemerdekaan Setelah disepakati, Proklamasi akan dibacakan pada pukul 10.00 RI WIB di rumah Ir. Soekarno. Moh. Hatta berpesan kepada para pemuda yang bekerja di kantor pers, B.M. Diah untuk memperbanyak naskah teks proklamasi dan menyiarkan ke seluruh dunia. Pagi harinya rumah Soekarno sudah dipadati oleh banyak orang. Shudanco Latief Hendraningrat menugaskan anak buahnya untuk berjaga-jaga di sekitar rumah Ir. Soekarno. Bung Karno menunggu kedatangan Bung Hatta untuk membacakan naskah tersebut. Setelah Bung Hatta datang, upacara dimulai. Pengibaran bendera dilakukan oleh S. Suhud dengan bantuan Shudanco Latief Hendraningrat. Bendera merah putih yang dikibarkan dijahit oleh Fatmawati, istri Bung Karno. Upacara berlangsung syahdu karena tanpa dikomando para hadirin spontan menyanyikan Indonesia Raya ketika bendera dikibarkan.
Peristiwa Heroik Sekitar Proklamasi 1. Kedatangan AFNEI dan NICA 2. Adanya Konflik di Berbagai Daerah 3. Proses Pengakuan Kedaulatan
MASA DEMOKRASI PARLEMENTER
DEMOKRASI PARLEMENTER (LIBERAL) Diberlakukannya UUD 1945 pada periode pertama yaitu tahun 1945-1949, adalah awal mula dipraktikannya demokrasi ini. Namun, demokrasi parlementer ini tidak berjalan dengan baik. Kehidupan politik dan pemerintahan pada masa itu tidak stabil, akibatnya program-program yang dibuat pemerintah tidak bisa dijalankan dengan baik dan berkesinambungan. Akhirnya demokrasi ini berakhir secara yuridis pada 5 Juli 1959, bersamaan dengan pemberlakuan kembali UUD 1945.
Kehidupan Bangsa Indonesia pada Masa Demokrasi Parlementer (1950-1959) 01. Perkembangan Politik Indonesia pada Masa Demokrasi Parlementer (1950-1959) 02. Keadaan Ekonomi Indonesia Masa Parlementer 03. Kebijakan Pemerintah untuk Mengatasi Masalah Ekonomi Masa Parlementer 04. Keadaan Sosial Budaya pada Masa Demokrasi Parlementer
MASA DEMOKRASI TERPIMPIN
Demokrasi Terpimpin Pada tanggal 22 April 1959, Presiden Soekarno memberikan amanat kepada konstituante tentang pokok-pokok demokrasi terpimpin. Ada 5 pokok demokrasi terpimpin, di antaranya: 1. Demokrasi terpimpin bukanlah diktator. 2. Demokrasi terpimpin cocok dengan kepribadian dan dasar hidup bangsa Indonesia. 3. Demokrasi terpimpin berarti demokrasi di segala persoalan kenegaraan dan kemasyarakatan, meliputi politik, sosial, dan ekonomi. 4. Inti daripada pimpinan dalam demokrasi terpimpin adalah permusyawaratan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan. 5. Pada demokrasi terpimpin, oposisi diharuskan dapat melahirkan pendapat yang sehat dan membangun.
MASA ORDE BARU
Lahirnya Orde Baru Setelah peristiwa G30S 1965, keadaan politik Indonesia menjadi kacau. Rakyat Indonesia sempat memprotes tindakan PKI yang mengakibatkan munculnya demonstrasi besar-besaran oleh kelompok mahasiswa. Pada tanggal 10 Januari 1966, demontrasi yang dipimpin oleh Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) di Universitas Indonesia menyampaikan Tiga Tuntutan Rakyat (Tritura). Karena keadaan yang semakin tidak terkendali, Presiden Soekarno memberi mandat kepada Letjen Soeharto untuk mengamankan situasi negara dengan mengeluarkan Surat Perintah 11 Maret 1966 (Supersemar). Kemudian Letjen Soeharto mengambil dua angkah penting pasca dikeluarkannya Supersemar. Kedua langkah tersebut merupakan upaya memenuhi Tritura dan sebagai tanda lahirnya Orde Baru.
KEHIDUPAN EKONOMI Pemerintahan orde baru memiliki slogan yang menunjukkan fokus utama mereka dalam memberlakukan kebijakan ekonomi, yaitu Trilogi Pembangunan.
MASA REFORMASI
—Someone Famous
Thanks CREDITS: This presentation template was created by Slidesgo, including icons by Flaticon, infographics & images by Freepik
Search
Read the Text Version
- 1 - 26
Pages: