Setelah kuterima Terasa bahagia Terbangun rasa Terobati kecewa Kunobatkan jiwa Di kesempatan berikutnya Untuk tetap menjadi juara Tidak juara dua Tapi satu angka di atasnya Terinspirasi mendapat berita juara dua guru berprestasi, Kemenag Kota, 23 Desember 2018 Untaian Kata di Akhir Tahun | 43
Bumi dalam Perjalanan Usiaku Bumi… Ketika raga lahir merasakanmu Ketika mata melihatmu Ketika suara menggema di wajahmu Tak tahu bahwa engkaulah bumi Tempatku dan sahabat‐sahabat masa kecilku yang tak tahu betapa pentingnya dirimu… Menikmati masa kanak‐kanak di pijakan tapakmu Berlari mengalun langkah yang tak berirama dengan nyanyian alunan hatimu Dalam keceriaan masa kanak‐kanak kunikmati tanpa tahu Bumi… Ketika mulai lepas masa kanak‐kanakku Mulai peka dari ilmu yang diberikan cikgu mulia Yang mengajarkan bahwa kau adalah bumi Bumi … Yang menjadi tempat kami kini Yang memberi tumpangan Bagi bangunan rumah kami, sekolah ini, 44 | Safridah
dan bangunan di sana‐sini Yang mengeluarkan air yang kami minum setiap hari Yang menumbuhkan aneka tanaman yang kami makan untuk kesehatan kami Yang memberi penghidupan untuk semua makhluk ciptaan penciptamu Yang memberi penghasilan kepada setiap orang yang memijakmu Yang menyembuhkan tubuh tak berdaya dari tanaman yang menitipkan akar di tubuhmu… Segelintir itu yang kutahu tentangmu, bumi Di usia kanak‐kanakku... Bumi … Seiring waktu dan usiaku Mulai kutahu dari cikgu mulia yang mencurahkan ilmu tentang mu Bahwa kau adalah lingkaran yang selalu berputar sertiap detiknya Berputar dalam poros yang dikendalikan oleh Sang Penciptamu Rupanya kau ditemani oleh beberapa planet Di angkasa sana Dalam ilmu dari cikgu mulia Ada nama‐nama indah yang menjadi teman‐teman bermainmu Bermain seperti mimpi masa kanak‐kanak dulu Untaian Kata di Akhir Tahun | 45
Bumi… Masih ilmu tentangmu dari cikgu muliaku Bahwa kau akan tetap terjaga Bila manusia yang memijakmu mensyukuri … menyadari… Kau telah membantunya Memberi penghidupan yang serba berkecukupan Mengolah tumbuhan dan hewan yang ikut menjadi tumpanganmu Memelihara yang sudah kau hasilkan Dari lapisan perutmu Mengeluarkan benda‐benda yang kau simpan untuk penumpangmu Jauuuh… di lantai dasar lapisan perutmu Olahan benda‐benda yang akan menjadikan manusia‐manusia tumpanganmu Menjadi kaya dalam topanganmu Bumi … Ketika tumbuhku seiring usiamu Kucoba menggali tentang dirimu Berkat bimbingan cikgu muliaku Kupelajari tentang sosokmu Seberapa besar ukuranmu Apa yang ada dalam kulitmu Ada apa di wajahmu 46 | Safridah
Kupelajari tentang hatimu, rasa, dan sensitivasmu Kupelajari betapa bergunanya dirimu Terutama bagiu.. Akulah pensyukur penciptamu Bumi… Dalam hayalku Tak pernah sejauh ini memikirkan dirimu Di masa dewasaku Pernah kupaparkan tentang dirimu .. Di depan teman‐teman perkuliahanku Di hadapan cikgu muliaku… Membahas sekelumit tentang rasa dan sensitivitasmu Kupaparkan bahwa hatimu Seperti teman‐teman yang ada di hadapanku Yang bersahabat bila tak saling mengganggu Yang saling menjaga bila tak tersinggung oleh kata‐kata tak pantas Yang saling membantu bila dirasa perlu dibantu Yang saling memberi bila yang lain butuh Hatimu seperti cikgu muliaku… Tetap mencurahkan ilmu bagi yang mau Tetap menyayangi bila pencari ilmu menghormati dan menghargai Untaian Kata di Akhir Tahun | 47
Tetap memberi nilai tak terhingga Bila menyempurnakan tugas‐tugas berat darinya Akan selalu tersenyum dan ramah Bila bertutur kata yang sopan dan lembut Tak ada yang menyela semua paparanku waktu itu Semua setuju Bahwa kau punya sensitivitas dan rasa Namun... Di usia menjelang kepala empatku Kulihat kau, Bumi Mengeluarkan amarah dan emosi Kepada tumpangan‐tumpanganmu Seakan‐akan tidak rela Berada dalam belaian dan kasihmu Wajahmu yang dulu lembut dan ramah Di masa usia kanak‐kanakku Berubah ibarat monster dalam film horor yang ada dalam film televisi di rumah ayah ibuku Kau muntahkan apa saja yang ada dalam lapisan perutmu Seakan‐akan mual berkecamuk di sana seperti yang kurasa ketika hati dan pikiran tak menentu Tak ingin lama dalam perutmu… Hingga akhirnya 48 | Safridah
Kau semburkan panas yang membara… Kau goncangkan tubuhmu … kau semburkan kembali air yang dulu kau alirkan kepada orang‐orang di kampungku Hingga goncangan tersebut meluap … Mengombang‐ambingkan rumah ini… sekolah ini… musala ini… tanaman ini, hewan kesayangan ini… dan entah apa lagi yang ingin kau lenyapkan rata… Seperti dirimu dulu sebelum memberi tumpangan kepada siapapun. Bumiku… Kutahu kau marah Karena orang yang kau beri tumpangan dulu Tidak menjagamu… Kutahu kau kecewa Terhadap mereka yang sudah mengkhianatimu… Menyayat‐nyayat dadamu … Menorehkan luka pahit di hatimu… menusukkan panah di jantung kehidupanmu… Bumiku … Kutahu kau berkecamuk Untaian Kata di Akhir Tahun | 49
Melihat sikap dan sifat para tumpanganmu Yang tak punya rasa dan jiwa sepertimu Yang tidak menghormati keberadaanmu Yang sudah keluar dari norma Ketika berada dalam pangkuanmu… memperkosamu… Hingga kau depresi dan menangis sepanjang hidupmu Yang mencaci maki keberadaanmu Yang mencabik‐cabik kulitmu yang dulu indah dan halus Yang mengambil ususmu untuk kepentingan mereka di sana Ya… di sana… Yang membuang dan membedah bagian tubuhmu Hingga kau luka Dan perlu waktu untuk menyembuhkannya Mereka tidak mengenang jasamu… Mereka tumbuhkan kesombongan karena sudah menaklukkanmu, memperbudakmu Kau sudah berada dalam genggaman mereka akan tunduk kepada meraka yang sombong dan serakah Bumiku … Maafkan diriku atas nama mereka yang telah menyakitimu 50 | Safridah
Kutahu sabarmu masih dalam ragamu Masih ada aku… keluargaku … Anak‐anak dari kesayanganku… anak‐nak didikku Akulah satu dari tumpanganmu Yang masih sayang kepadamu Yang akan membawa beberapa tumpangan baru untukmu Perlahan … memang … Akan kulakukan untukmu Tak bisa kukembalikan ramahmu ibarat kilat Tak bisa kugapai ketenangan jiwamu ibarat angin berhembus cepat Tak bisa kusembukan lukamu dengan sulap Perlahan … memang… Aku akan menaikkan Tumpangan‐tumpangan baru kembali … Yang akan mengendalikanmu Dengan hati yang bersatu denganmu Menjadi cikgu mulia seperti cikgu yang kumiliki dulu… Yang memaparkan ilmu Tentang dahsyatnya fungsi dan gunamu Kugenggam pikiran mereka untukmu Dengan ilmu yang kupunya Kubawa mereka untukmu … Untaian Kata di Akhir Tahun | 51
mengobati lukamu Kubawa mereka bertutur kata lembut dan sopan kepadamu Kubawa mereka untuk memelihara dan mendekapmu kembali seperti kau menerima kami dalam pangkuanmu dulu Bumiku … Kulihat goncangan jiwamu semakin hebat Rupanya keinginan dan niatku tak berdaya bagiku Di atas umur kepala empatku kini … Kau semakin hebat dalam amarah dan amukanmu Di beberapa tempat di bumi ini Kulihat luapan muntahmu menghukum kembali penumpang‐penumpangmu Bukit yang tinggi kau sulap rata Hangus menghitam lebam Pohon yang tertanam tajam di lapisanmu Tak kau biarkan merayapkan akarnya lagi di lapisan perutmu Rumah dan bangunan menjulang tinggi Berderai ibarat pecahan kaca dan hujan batu Menghimpit para penumpangmu… Melukai dan melumpuhkan mereka Yang sebagian yang tidak berdosa Berguling dan berteriak meminta tolong …. 52 | Safridah
Oohh bumi… Goncangan tubuhmu yang kini Menumpahkan air laut ke permukaan daratan… Mengalir dengan arus yang tinggi menjulang Tak ada yang bisa menahan… Menyapu bersih rerumahan Dan segala yang ada di permukaan. menggulung semua tumpangan‐tumpanganmu ... akibat goncangan dahsyatmu Bumi… Kukatakan sekali lagi kepadamu… Masih ada yang peduli kepadamu Kembalilah bersahabat denganku dan semua tumpanganmu Yang sudah kau hilangkan dari permukaan Akan menjadi pelajaran bagi kami yang terselamatkan Yang sudah kau hanyutkan biarlah hanyut tak kembali Yang sudah kau hanguskan Akan kutata kembali bersama tumpangan barumu Bumi … kendalikanlah dirimu Dalam belaian orang‐orang yang masih peduli kepadamu. Untaian Kata di Akhir Tahun | 53
Perlahan … memang … Akan kulakukan… untukmu… Bumiku, sayang. Terinspirasi ketika Tour Travel MTSN 3 menunda liburan disebabkan alam tak bersahabat di akhir tahun 24 Desember 2018 jam 4.00 subuh 54 | Safridah
Hampir Berhasil Sempurna Januari to Desember 2018 Tahun yang penuh kejutan Yang berujung hampir sempurna Dalam mengelola pikiran dan rasa Ibarat sebuah aplikasi Yang memerlukan sebuah penyempurnaan Oleh sang sang pembuatnya Mulanya sulit… Mengalami proses runtut dalam pengisiannya Sedikit lama… Ketika digunakan mendapat kritik dan saran Seumpama rasa cabe atau garam Terasa pedas untuk sebuah masukan Kadang dikatakan asin oleh si penderita alergi garam Dan akhirnya … Penyempurnaan terus dilakukan Sosialisasi diteruskan Hingga diterima seluruh penggunanya Itulah beriak penolakan dan penerimaan Sebuah hati milik diriku sebagai cikgu mulia Kusebut mata pencarianku dengan kata mulia Agar aku menjadi mulia menyandangnya Untaian Kata di Akhir Tahun | 55
Sejak Januari sampai penghujung tahun ini Kucoba mengelola pikiran dan rasa aplikasi diri Ternyata … mengelola pikiran dan rasa Lebih sulit daripada mengelola puluhan kelas yang pernah kumasuki Bahkan… mengelola rasa di hati juga lebih dahsyat sulitnya Dibanding menghadapi ratusan siswa Yang hadir dalam keseharian di madrasah Kejutan‐kejutan buruk yang datang silih berganti Sangat buruk ketika itu terjadi Tak bisa kuprediksi mulanya terjadi Dilalui dengan pikiran dan rasa tak tertata mulanya Mengapa harus terjadi Mengapa mereka bersikap begini dan begitu Mengapa harus mengalah Mengapa harus marah Mengapa harus berubah Namun inilah rupanya Jalan baik dari Sang Pencipta untuk cikgu mulia ini Dari gelombang tsunami yang dihadapi 56 | Safridah
Kumulai mengelola pikiran dan rasa Rasa agar tidak marah dan bahagia … Walau menghadapi kejengkelan Rasa untuk tetap berguna … walau tidak diperlukan lagi Rasa agar tidak dengki … Melihat kawan maju selangkah Rasa tetap menghargai… Walau yang dilakukan orang lain tidak lebih baik Dari apa yang pernah kulakukan Rasa untuk tetap menjadikan teman … Mereka yang menusuk dari belakang Rasa untuk tetap menjadikan bagian dari kehidupan sosial… Untuk mereka yang tidak kusukai Awal yang mulanya sulit Mengalirkan pikiran Dan rasa dengan kecenderungan rasa positif Di penghujung tahun berhasil Dengan aplikasi pengelolaan pikiran dan rasa Yang hampir sempurna Safira Hospital, 24 Desember 2018 jam 11 siang Terinspirasi saat melakukan terapi pemanasan telinga Untaian Kata di Akhir Tahun | 57
Target Hari ini kurangkai kembali Memori yang pernah terjadi Melalui bait kata perkata Menjadi untaian sajak yang indah Di setiap momen yang pernah ada Kucoba meramunya dengan indah Hanya ditemani sang mutiara Yang sibuk dengan HP‐nya Namun tak mengapa Semuanya terurai dengan mudah Entah apa yang mendorong jari‐jemari ini Dapat mencipta Hal yang tak pernah singgah Sedikitpun dalam rencana Kukumpulkan data yang kusimpan Kuselami kembali ketika aku berada di sana… di sini… Dan di setiap tempat yang ada Dalam imajinasi nyataku Aku seperti pemeran Dalam setiap cerita puisi yang kutulis ini 58 | Safridah
Ternyata aku bisa mencapai target di luar ambang kemampuanku sendiri Yang seharusnya Sudah selesai pada musim hujan lalu Namun tak mengapa Terus kucoba Menambah dan menambah Memori yang ada Agar target sempurna Dan inilah bait terakhir Dengan harapan sempurna Di mata peminat sajak nan indah Tercipta sebuah tulisan dalam untaian kata di akhir tahun Kamar yang sedikit berantakan, 25 Desember 2018 Untaian Kata di Akhir Tahun | 59
Profil Pengarang Perempuan kelahiran 16 Februari 1977 di Kuok, Kabupaten Kampar, Riau ini, bernama Safridah, M.Pd. Ia bekerja sebagai guru Bahasa Inggris di MTSN 3 Pekanbaru sejak tahun 2015 sampai sekarang. Sebelumnya penah mengajar sebagai guru honor di SMA PGRI Pekanbaru pada tahun 1999 s.d. 2000 kemudian sebagai guru kontrak di SMP 1 Minas pada tahun 2003 s.d. 2004. Ia alumnus Universitas Negeri Padang jurusan Pendidikan Bahasa Inggris pada tahun 2013. Jenjang pendidikan yang dilalui pengarang sebelum di universitas, pernah mengenyam pendidikan dasar di SDN 037 Rengat dari tahun 1983 – 1989 kemudian melanjutnya di MTSN YPAIR (Yayasan Pendidikan Agama Islam Rengat) dari tahun 1989 – 1992 dan sekolah menengah atas di MAN 1 Pekanbaru dari tahun 1992 – 1995. Pengarang merupakan anak kedua 2 (dua) dari 7 (tujuh) bersaudara dari pasangan Bapak H. A. Muaz Syarif B.A. dan Ibu Yusraini Ibrahim, A.Md. Dalam kesehariannya ia mempunyai hobi menanam bunga dan refreshing keluar kota khususnya daerah Sumatra Barat. Pengarang pernah menjadi waka kesiswaan selama 4 tahun madrasah tempat pengarang bertugas sekarang. Di 60 | Safridah
samping berprofesi sebagai guru, pengarang bergabung dengan organisasi wanita PERTI – PERWANI wilayah Pekanbaru dan saat ini merupakan fasilitator mata pelajaran B. Inggris sekolah mitra Program Pintar Riau Tanoto Foundation untuk wilayah Kota Pekanbaru di tahun 2018. Buku ini merupakan karya perdananya. Penulis dapat dihubungi melalui email [email protected] dan WA: 081371172262 Untaian Kata di Akhir Tahun | 61
62 | Safridah
Search