Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore 6347-17560-1-SM

6347-17560-1-SM

Published by rindaaul utamii, 2023-05-01 01:14:13

Description: 6347-17560-1-SM

Search

Read the Text Version

PARADIGMA VOL. XV. NO 2 SEPTEMBER 2013 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penggunaan QR Code pada Era Digitalisasi dengan Metode Usability Rachmat Suryadithia Manajemen Informatika Akademi Manajemen Informatika dan Kompter Bina Sarana Informatika Bogor (AMIK BSI Bogor) Jl. Merdeka No. 168, Bogor [email protected] ABSTRACT QR Code is a\"bridge\" connecting quickly between content offline and online content. QuickResponseCodeisabarcodeexpress the conceptofdevelopment, whichfocuses onreadingspeed incharacters. The purposeofthis study wasto measurethe extent to whichthe general public, especially in Indonesia, knows andto implement the2Dcodetechnologyin the era ofdigitalization, viewed fromfour perspectives:usefulness(utility), ease of use(ease of use), easeoflearning(ease in thestudy) andsatisfaction(satisfaction). Measurement methodsused inthis studyusing aquestionnairetypeUSEusability. The results showthat theQRCodeinIndonesiais veryuseful, butstill constrainedin howto useQRCode, due tothe small numberpeopleinIndonesiaknowQRCodeitself, from how to maketheQRCodeGeneratortohow to readQRCode. Expectedmorefor the futureof mediasocializationin the use ofQRCodetechnology utilizationinIndonesiansociety. Keywords: QR Code, the era of digitalization, Usability. 1. Pendahuluan tulisan ini, kami coba memperkenalkan secara Dalam era Digitalisasi sekarang ini, umum pembuatan dan pembacaanQR Code, serta faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi banyak kamera telepon seluler (Ponsel) telah dalam penggunaan QR Code dengan metode dilengkapi dengan fitur scan barcode 2D (QR Usability. Code), QR Code berfungsi untuk mengidentifikasi sebuah produk dan 2. Kajian Literatur iklan(Rivers, 2009). Era Digitalisasi merupakan proses peralihan data dan informasi A. Pengertian Quick Respon Code yang pada awalnya lebih banyak kita (QR Code) mengetahui adanya media cetak dan elektronik. Namun belakangan ini dalam bidang media Pada Tahun 1994 Perusahaan DENSO elektronik mempunyai perkembangan yang WAVE merilis QR Code, singkatan dari Quick sangat cepat dengan adanya bantuan internet Respon Code yang mengekspresikan konsep dan model ponsel yang dapat terhubung pengembangan dari barcode, yang berfokus langsung dengan media internet, yang kita pada kecepatan dalam membaca karakter. Pada kenal dengan istilah smartphone, Quick Respon saat diumumkan, bahkan Masahiro Hara, Code (QR Code) merupakan “jembatan” pengembang atau penemu dari QR Code, tidak penghubung secara cepat antara konten offline yakin betul ini dapat diterima dan dapat dan konten online(Mihardja, 2009). menggantikan barcode. Namun Dia yakin Kemudahan dalam memperoleh informasi bahwa Code yang dikembangkan ini dimanapun dan kapanpun kita berada sangat mempunyai kinerja lebih baik dan harapannya dimungkinkan dengan adanya teknologi QR bahwa QR Code nantinya dapat lebih dikenal Code. Teknologi QR Code ditemukan oleh dan digunakan oleh banyak orang. Masahiro Hara pada Tahun 1994, merupakan pengembangan dari code satu dimensi atau Sebagai hasil usahanya, QR Code yang lebih kita kenal dengan barcode menjadi diadopsi oleh industri otomotif untuk code2D, kelebihan dari QR Code yaitu dapat digunakan pada Electronic Kanban (sebuah alat menampung lebih banyak data dibandingkan komunikasi dalam sistem manajemen produksi) dengan barcode(Denso Wave, 2010). Dalam dan QR Code ternyata mempunyai kontribusi yang sangat besar untuk membuat pekerjaan manajemen lebih efisien dalam berbagai tugas 170

PARADIGMA VOL. XV. NO 2 SEPTEMBER 2013 dari mulai proses produksi, pengiriman sampai mendapatkan kupon dari sebuah produk hanya dengan proses pengeluaran slip transaksi. Juga dengan cara memindai pola aneh. Dengan dalam menanggapi trend sosial dimana orang adanya fitur tersebut diponselsetidaknya menuntut adanya transparasi dalam proses membantu produksi industri, terutama perusahaan untukcepatmeningkatkanpopularitasQR Codedi produksi makanan, farmasi dan kontak lens kalangan masyarakat umum. Dan pada saat telah menggunakan Code tersebutuntuk dapat sekarang ini, QR Code sangat diperlukan dalam menjamin produk mereka aman digunakan. QR Dunia Bisnis dan kehidupan sehari-hari Codemenjadimediayang sangat diperlukanyang masyarakat, yang digunakan dalam segala dapat menyimpanbanyakinformasi macam cara dan bentuk, dari mulai penggunaan tentangproses-proses ini.Masih adafaktor kartu nama virtual, tiket elektronik dan dalam lainyangmemberikan kontribusi besar tiket penerbangan yang telah diterapkan di terhadappenyebaranpenggunaanQR Code, dan sistem tiketing Bandara Udara. itukeputusan dari Sejak diumumkannya bahwa QR Code PerusahaanDENSOWAVEuntuk merupakan sebuah code yang dapat digunakan membuatspesifikasiQR Codetersedia untuk oleh siapa saja, dan tidak hanya digunakan di publik,sehingga siapa punbisamenggunakannya Jepang namun diseluruh Dunia. Sebagai aturan secara bebas. untuk penggunaan code tersebut telah Meskipun Perusahaan DENSO WAVE distandarisasi. Pada Tahun 1997, telah disetujui memegang Hak Paten untuk QR Code, namun oleh AIM (Automatic Identification kebijakan dari pengembang sejak awal mula Manufacturer) yang digunakan dalam Dunia menyatakan bahwa QR Codedapat Industri sebagai identifikasi otomatis. Pada digunakanolehorang Tahun 1999, telah disetujui oleh JIS (Japan sebanyakmungkin.JadiQRCode dapat Industrial Standard) dan membuat simbol 2D digunakantanpa biayadantanpa khawatir standart, JAMA(Japan Automobile tentangpotensi masalah, tumbuh Manufacturers Association's) serta EDI menjadi\"kodepublik\"yang digunakanoleh standard transaction forms. Dan pada Tahun orang di seluruhdunia. 2000 disetujui oleh ISO (An international Pada Tahun 2002 penggunaan QR Code organization established to institute regulations semakin meluas digunakan pada kalangan and standards) untuk Dunia Industri umum di Jepang. Salah satu faktornya adalah Internasional. Jadi dapat dikatakan QR Code adanya pemasaran Ponsel dengan fitur scan QR telah digunakan diseluruh Dunia untuk Code, sehingga Ponsel memungkinkan orang sekarang ini. untuk dapat meng-akses situs web atau Sumber : Hasil Pembuatan QR Code Generator http://www.bsi.ac.id Gambar 1. Bentuk QR Code Sementara penggunaan QR Code Code diciptakan untuk memenuhi kebutuhan menyebar secara global, jenis baru QR Code untuk code yang lebih kecil, sangat kecil untuk memenuhi kebutuhan yang lebih canggih sehingga dapat dicetak dalam ruang kecil dan diciptakan satu demi satu. Sebuah mikro QR itu dibuat standar JIS pada Tahun 2004. Pada 171

PARADIGMA VOL. XV. NO 2 SEPTEMBER 2013 Tahun 2008, Code IQR, yang memiliki 2. Dapat dicetak dalam ukuran kecil, lebih footprint kecil meskipun kapasitasnya besar kecil dibandingkan barcode pada dan yang memungkinkan penggunaan code umumnya. modul persegi panjang, dirilis. QR Code 3. QR Code mampu menyimpan 20 % Lebih berkembang menjadi beberapa varietas dengan data simbol huruf Kanji dibandingkan fitur desain tingkat tinggi dan user-friendly code 2D lainnya. ditingkatkan. Contoh kasus adalah LogoQ, QR 4. QR Code memiliki kemampuankoreksi Code yang menggunakan warna, bukan lagi kesalahan. Data dapatdipulihkanbahkan warna standart yang terdiri dari warna hitam jikasebagian simbol QR Codekotor atau dan putih, sehingga memungkinkan gambar rusak. Maksimal30% dapat dipulihkan. yang akan tertanam di dalamnya. Juga, jenis 5. Dapat dibaca dari berbagai macam sudut QR Code yang menerapkan pembatasan 360˚, melalui pola deteksi dari tiga sudut membaca dikembangkan untuk memenuhi yang berbeda untuk menjamin kecepatan tuntutan pengguna untuk tingkat peningkatan tinggi dalam membaca simbol QR Code. privasi dan sejenisnya berdasarkan perubahan 6. Informasi yang tersimpan dalam beberapa kebutuhan waktu terhadap QR Code. simbol QR Code dapat direkonstruksi Berikut ini adalah kelebihan dari QR Code sebagai simbol data tunggal QR Code. dibandingkan Barcode : Satu simbol data dapat menampung 1. Dapat menampung banyak data, seperti sampai dengan 16 simbol QR Code, yang alpha numeric 4296 karakter, huruf Kanji, memungkinkan pencetakan di tempat Kana, Hiragana sebanyak 1817 karakter. yang terbatas. Symbol biner 2953 karakter dan kontrol code sebanyak lebih dari 7.089 karakter. 1. Dapat menampung lebih dari 7.089 karakter. 2. Dapat dicetak dalam ukuran kecil. 3. Dapat menyimpan kode simbol, bahkan huruf 4. Resisten terhadap Kotoran atau Rusak. Kanji (Jepang). 5. Dapat dibaca dari berbagai arah (360O) 6. Dalam satu simbol QR Code, dapat menampung max. 16 simbol QR Code. Gambar 2. Enam kelebihan QR Code dibandingkan Barcode. Sumber : http://www.qrcode.com/en/about/ Dalam kurun waktu belakangan ini, banyak ketika QR Code tersebut di scan apakah sekali penelitian tentang QR Code serta terdapat perubahan. berbagai ragam implementasi dalam kehidupan 2. Pemanfaatan QR Code dilingkungan sehari-hari. Beberapa penelitian yang pernah Japan EFL.(Rivers, 2009) dilakukan diantaranya adalah : Dalam penelitian tersebut diterangkan 1. Pengembangan Aplikasi QR Code bagaimana cara pemanfaatan QR Code Generator dan QR Code Reader dari Data dalam sebuah lembaga kursus Bahasa Berbentuk Image.(Nugraha, 2011) Asing (EFL) di Jepang dengan tehnik Dalam penelitian tersebut dibuat aplikasi penggunaan QR Code sebagai simbol generator dan reader sehingga yang digunakan untuk menyimpan memungkinkan memindai sebuah gambar beberapa pertanyaan yang disebarkan menjadi QR Code serta hasil dan kualitas kepada peserta didik. 172

PARADIGMA VOL. XV. NO 2 SEPTEMBER 2013 3. QR Code Dalam Dunia Pendidikan. (Law, Aplikasi Sistem Pengamanan Ijasah 2010) berbasis QR Code dan Algoritma Base64. Peneliti dari Negara HongKong ini, coba 5. Analisa dan Perancangan Aplikasi Wisata menerapkan QR Code pada informasi dengan Menggunakan Teknologi QR Katalog Buku di perpustakaan pada The Code pada Platform Android (Studi kasus University Of Bath. Dengan : Kebun Binatang Ragunan).(Wahyu, menggunakan QR Code, informasi yang 2012) menerangkan tentang sebuah Buku dapat Penelitian dalam bentuk Implementasi dilihat dengan cara scan simbol code. aplikasi TourBuddy dengan menggunakan 4. Sistem Pengamanan Keaslian Ijasah QR Code yang ditempatkan pada setiap Menggunakan QR Code dan Algoritma kandang di Kebun Binatang Ragunan, Base64.(Rahmawati & Rahman, 2011) sehingga pengunjung dapat mengetahui Penelitian yang membahas tentang lebih banyak informasi terhadap satwa pemeriksaan keaslian ijasah pada LPK yang ada di Kebun Binatang tersebut AKSMI GajahMada yang menggunakan dengan cara scan simbol. Gambar 3. Implementasi QR Code dalam berbagai media. Sumber : Berbagai sumber. B. Pengertian Usability 5. Satisfaction : Mengukur tingkat kepuasan pengguna terhadap suatu produk. Secara umum, usability mengacu pada sejauh mana user dapat belajar dan Masih banyak lagi atribut kualitas yang sangat menggunakan suatu produk untuk mencapai penting. Inti dari usability adalah Apakah tujuannya dan sejauh mana kepuasan user produk yang dihasilkan berguna dan sesuai apa dalam menggunakan produk tersebut. yang dibutuhkan oleh pengguna?. Usability didefinisikan dalam 5 komponen Mengukur usability adalah mengukur kualitas, yaitu (Nielsen, 2012): efektifitas, efisiensi dan kepuasan pengguna 1. Learnability : Mengukur semudah apa produk. Untuk mengukur hal tersebut, dapat dilakukan melalui dua cara yaitu; penggunaan suatu produk bagi user yang a. Mengandalkan pendapat sendiri / pembuat menggunakannya pertama kali?. 2. Efficiency : Mengukur secepat apa program. pengguna dapat menyelesaikan tugasnya?. b. Menggunakan usability metric. 3. Memorability : Sejauh mana pengguna Hasil pengukuran usability dapat dimanfaatkan dapat mengingat langkah-langkah dalam penyelesaian tugas, ketika sudah lama untuk beberapa hal berikut ini (Tullis, tidak menggunakan produk tersebut. 2004): 4. Errors : Berapa banyak pengguna a. Mendapat masukan data, lebih obyektif melakukan kesalahan, sampai sejauh dibandingkan dengan pendapat sendiri. mana melakukan kesalahan dan seberapa b. Dapat digunakan untuk membandingkan cepat pengguna dapat memperbaiki usability terhadap dua produk. kesalahannya?. c. Dapat mengklasifikasikan masalah. 173

PARADIGMA VOL. XV. NO 2 SEPTEMBER 2013 d. Membuat prediksi penggunaan produk kelompok seperti umur, jenis kelamin, dan yang sebenarnya. lainnya. 3. Menentukan ukuran sampel : menentukan e. Memberikan gambaran/ilustrasi kepada ukuran partisipan yang representatif untuk manajemen berdasarkan fakta. dijadikan obyek pengumpulan data. 4. Mengolah dan interpretasi data sesuai Pada saat ini, terdapat beberapa jenis metrik dengan karakteristik penelitian. atau teknik pengukuran usability, secara umum Data yang diperoleh dari hasil pengukuran dapat dibagi menjadi dua (2) kategori yaitu : usability dapat dibagi menjadi empat (4) jenis a. Desired Quality : Adalah pengamatan yaitu(Jogiyanto, 2008) : a. Nominal, yaitu bernilai klasifikasi. berupa ukuran selesai/tidaknya suatu tugas (Yes/No), atau tercapai/tidaknya Misalnya : laki/perempuan, untuk gender. suatu hasil, atau diterima/tidaknya suatu b. Ordinal, yaitu bernilai klasifikasi dan pernyataan (agree/disagree). b. Pengukuran kuantitatif : pengukuran order (ada urutannya). Misal: penilaian dengan cara skala angka tertentu, (kurang, baik dan sangat baik). misalnya X% pengguna dapat c. Interval, yaitu bernilai klasifikasi, order menyelesaikan tugasnya kurang dari satu (ada urutannya), dan berjarak (perbedaan (1) menit. dua nilai berarti). Misalnya skala likert Pengukuran usability dapat dilakukan dengan satu (1) sampai dengan lima (5), dengan melakukan langkah-langkah sebagaimana jarak satu (1) sampai dengan dua (2) penelitian lainnya yaitu : mempunyai jarak yang sama dengan dua 1. Pemilihan kuesioner : memilih paket (2) sampai dengan tiga (3) dan seterusnya. kuesioner yang akan digunakan. Setiap d. Rasio, yaitu bernilai klasifikasi, order, paket kuesioner memiliki asumsi dasar distance (berjarak) dan mempunyai nilai tertentu, kerangka pemikiran dan awal (origin). Misalnya unit waktu pendekatan yang berbeda. sebesar 20 menit yang mempunyai nilai 2. Memilih partisipan : menentukan partisipan awal null (0). Rasio dalam hal ini tidak yang representatif, membagi berdasarkan harus dalam pembagian. Sumber : http://hcibib.org/perlman/question.cgi?form=use Gambar 4. Contoh Kuesioner USE 174

PARADIGMA VOL. XV. NO 2 SEPTEMBER 2013 Pada umumnya, pengukuran usability dilakukan pertama kali oleh Amy dilakukan menggunakan serangkaian Schwartz, dan kolaborasi dari faktor pertanyaan, dalam tesis ini penulis manusia, penelitian marketing pada menggunakan item-item kuesioner dari organisasi marketing terbesar University penelitian-penelitian sebelumnya. Saat ini, of Michigan business school menujukan bentuk dan jenis pertanyaan yang dapat bahwa terdapat tiga (3) aspek pengukuran digunakan untuk mengukur usability sangat paling penting yaitu, Usefulness beragam contohnya : (kegunaan produk itu sendiri), a. System Usability Scale (SUS), telah Satisfaction (kepuasan dalam penggunaan produk) dan Ease of Use (kemudahan dibuat dan diperkenalkan oleh Jhon dalam menggunakan produk tersebut). Brooke pada tahun 1986. Merupakan (Lund, 2001). teknologi independen dan telah melakukan serangkaian test pada 3. Metode Penelitian hardware, konsumen, software, websites, cell-phones, IVRs dan bahkan yellow Metode penelitian kuantitatif yang pages. (Sauro, 2011). b. WAMMI (Website Analysis and kami gunakan adalahUsability MeasureMent Inventory), ditemukan oleh adanya pengembangan dan hasil evaluasi tipeUseQuestionnaire, sederet pertanyaan software usability Internasional yang ada. Digunakan dalam sektor bisnis seperti, tersebut dibuat dalam bentuk skor tujuh point perbankan, keuangan, perjalanan, komunikasi dan teknologi informasi, serta dengan model skala Likertyang digunakan dalam bentuk website penjualan (e- commerce). Bahkan telah digunakan oleh untuk mengukur tingkat persetujuan user beberapa perusahaan yang menggunakan intranet sebagai solusinya. (Claridge & terhadap pernyataan-pernyataan dalam Kirakowski, 2011). c. SUMI (The Software Usability kuesioner. Measurement Inventory), merupakan metode untuk pengukuran kualitas sebuah Sistem penyebaran kuesioner dilakukan produk software atau prototipe sehingga dapat mendeteksi keunggulan produk menggunakan perangkat sistem Google Drive tersebut sebelum dipasarkan. Banyak direkomendasikan oleh beberapa berbentuk Form Pertanyaan yang dikirimkan perusahaan, yang mana untuk mengetahui kualitas tentang produk software, bahkan melalui surat elektronik (surel) kepada 10 sebagian pengembang produk software, konsumen produk software, ataupun responden di lingkungan Kampus Bina Sarana konsultan produk software.(Kirakowski, 1995). Informatika.Analisis data yang dilakukan d. QUIS (The Questionnaire for User Interaction Satisfaction), penilaian secara adalah Statistik Deskriptif yaitu analisis dengan subyektif adalah komponen yang sangat penting dalam proses evaluasi pada cara mengubah data mentah menjadi bentuk usability. Lisensi QUIS ini tersedia untuk apapun yang berhubungan dengan yang lebih mudah dipahami dan teknologi. Dapat berupa lembaran kertas, kumpulan pertanyaan secara online diinterpretasikan. berbentuk HTML yang dapat berjalan melalui sistem operasi Windows dan 4. Pembahasan Machintosh. Pada saat ini telah terlisensi dan digunakan di pusat penelitian dan Dalam Era Digitalisasi yang tumbuh pengembangan usability diseluruh dunia.(Norman, 1995) semakin cepat dengan adanya teknologi yang e. USE Questionnaire, faktor analisis dari masing-masing produk pengukuran mutakhir dan Internet serta didukung oleh usability dalam riset Ameritech yang penelitian yang bertujuan menemukan kemudahan “cara” dalam kehidupan sehari-hari bagi masyarakat. Sudah sepatutnya kita dapat memanfaatkan teknologi tersebut secara maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah mengukur sejauh mana masyarakat umum khususnya di Indonesia, mengenal serta meng- implementasikan teknologi Code 2D, serta faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi penggunaanQR Code, dilihat dari empat perspektif yaitu usefulness (kegunaan), ease of use (kemudahan dalam penggunaannya), ease of learning (kemudahan dalam mempelajarinya)dan satisfaction (tingkat kepuasan). Aplikasi pembuatan QR Code Generator saat ini telah banyak kita temukan dengan mudah antara lain di : http://qrcode.kaywa.com/ , http://invx.com , http://www.qurify.com , http://zxing.appspot.com/generator/ , 175

PARADIGMA VOL. XV. NO 2 SEPTEMBER 2013 http://goqr.me dan http://qrstuff.com/ . Serta dimiliki oleh pupulasi tersebut. (Sugiono, 2012) untuk mendapatkan aplikasi pembacaan QR Dalam penelitian ini kami ambil salah Code diantaranya : http://reader.kaywa.com, satu situs QR Code Generatorhttp://qrstuff.com/ , kemudian kami http://itunes.apple.com/us/app/qr-code-reader- mencoba memperkenalkan cara pembuatan serta pemanfaat dari QR Code terhadap and-scanner/id388175979?mt=8 dan Responden sebanyak 10 orang. Fitur-fitur yang terdapat didalam laman situs tersebut cukup http://www.mobile-barcodes.com/qr-code- lengkap diantaranya : Tipe Data karakter berupa text yang akan di generalisasi, Isi dari software/ (Fauzi,2012). tipe data yang kita pilih, pilihan warna tampilan QR Code dan pilihan unggahan yang Penelitian usability aplikasi pembuatan dapat kita simpan dari hasil data yang telah kita isikan tersebut. QR Code Generator dimulai dengan menentukan Populasi dan sampel. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas : obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya, sedangkan sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang Gambar 5. Salah satu situs QR Code Generator http://qrstuff.com Setiap responden kemudian diminta mengisikan pada saat itu juga dan hasilnya untuk mengisi serangkaian pertanyaan yang dapat diketahui secara langsung dengan dibangun berdasarkan paket kuesioner menggunakan perangkat sistem Google Drive USE,yang dikirmkan melalui surel ke 10 seperti contoh pada Gambar 6 berikut ini responden, sehingga responden dapat : 176

PARADIGMA VOL. XV. NO 2 SEPTEMBER 2013 Sumber : sistem pembuatan form Google Drive Gambar 6. Form isian kuesioner USE “Usability Quesioner tentang Penerapan QR Code” Kemudian, setiap pernyataan tersebut menghitung rata-rata skor untuk setiap dibagi menjadi 4 kategori yaitu : usefulness pernyataan dan menjumlahkan skor (US), ease of use (EU), ease of learning (EL) berdasarkan kategori. Gambar 7 Menunjukkan dan satisfaction (SC). Nilai untuk masing- rata-rata nilai untuk setiap elemen secara masing kategori didapat dengan cara keseluruhan. Rata-rata Nilai Parameter 8 6 4 Rata-rata Nilai Parameter 2 0 1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 27 29 Sumber : Hasil pengolahan data Gambar 7. Grafik rata-rata nilai parameter keseluruhan. Dari hasil pengolahan data, ditemukan Hasil penelitan tersebut dapat ada dua elemen dengan penilaian terendah disebabkan beberapa faktor. Diantaranya pada yaitu elemen pertanyaan nomor 8 dan 16, yang saat ini penggunaan QR Code di Indonesia masing-masing mengacu pada : termasuk baru, sehingga dianggap belum perlu Elemen Parameter Usefulness (US) diharapkan untuk dibuat (No. 08 dari parameter 08. QR Code melakukan segala sesuatuyang US). Sedangkan dari contoh aplikasi QR Code saya harapkanuntuk dilakukan. Generator www.qrstuff.com , langkah-langkah Elemen Parameter Ease Of Use (EU) yang dilakukan oleh pengguna cukup mudah, 16. saya tidak melihat adanya inkonsistensi sehingga pembuatan QR Code cukup konsisten karena saya menggunakan QRKode. (No. 16 dari parameter EU). 177

PARADIGMA VOL. XV. NO 2 SEPTEMBER 2013 Tabel 1, Menunjukan rata-rata nilai setiap ratakan nilai untuk setiap elemen pada masing- parameter yang diperoleh dengan merata- masing parameter. Tabel 1. Nilai rata-rata untuk setiap parameter Parameter US EU EL SC 6 5,6 5,8 5,7 Rata-rata Nilai Setiap Parameter Sumber : Hasil pengolahan data. Rata-rata Nilai Setiap Parameter 6.1 6 5.9 5.8 Rata-rata Nilai Setiap 5.7 Parameter 5.6 5.5 5.4 US EU EL SC Sumber : Hasil pengolahan data. Gambar 8. Grafik nilai rata-rata untuk setiap parameter. Apabila kita perhatikan, nilai rata-rata 3. menggunakan paket kuesioner USE, untuk setiap parameter, maka nilai parameter menunjukkan bahwa QR Code akan terendah diperoleh parameter ease of use (EU), berguna dimasa yang akan datang, sedangkan nilai tertinggi diperoleh parameter namun informasi cara penggunaannya usefulness (US). Sehingga dapat kita kita ambil pada saat ini masih terbatas sehingga kesimpulan QR Code di Indonesia sangat terkesan sulit untuk digunakan. berguna, namun masih terkendala dalam cara Diharapkan untuk kedepannya lebih menggunakan QR Code, disebabkan masih banyak sosialisasi media dalam sedikitnya masyarakat di Indonesia mengenal penggunaan pemanfaatan teknologi QR QR Code itu sendiri, dari mulai cara Code di masyarakat Indonesia, seperti pembuatannya dengan QR Code Generator yang telah diperkenalkan pertama kali di hingga cara membaca QR Code. Indonesia oleh media cetak publik “Koran Kompas” dan Games 5. Kesimpulan dan Saran 4. “ionopolis” Pocari. Berdasarkan hasil penelitian faktor- Hasil pengolahan data dalam penulisan ini masih terbatas di lingkungan kampus faktor yang mempengaruhi penggunaan QR dan hanya berupa pengolahan data Code dengan pengukuran usability sistem sederhana. Agar lebih meningkatkan model kuesioner USE dapat disimpulkan kualitas intepretasi data, sebaiknya beberapa hal sebagai berikut: diterapkan beberapa metode pengolahan 1. Hasil kuesioner cukup diolah dengan data statistik deskriptif yang lebih rinci sehingga dapat dilakukan analisa menggunakan statistik deskriptif karakteristik data yang lebih mendalam. sederhana, dengan menghitung nilai rata-rata dari setiap parameter. 2. Hasil pengukuranusability terhadap pembuatan QR Code menggunakan salah satu QR Code Generator 178

PARADIGMA VOL. XV. NO 2 SEPTEMBER 2013 Daftar Pustaka 19 Agustus 2013 Claridge, Nigel., & Kirakowski, Jurek. (2011). dihttp://www.nngroup.com/articles/usabili WAMMI is the best assessment tool for ty-101-introduction-to-usability/ User Experience that relates to the actual Norman, K., Shneiderman, B., Harper, B. experience visitors have of your website. (1995). QUIS: The Questionnaire for Diakses pada 19 Agustus 2013 di User Interaction Satisfaction.Diakses pada 19 Agustus 2013 di http://wammi.com/whatis.html http://www.cs.umd.edu/hcil/quis/ Denso Wave.(2010). History Of QR Code. Nugraha, M. P. (2011). Pengembangan Aplikasi QR Code Generator dan QR Diakses pada 03 Agustus 2013 di Code Reader dari Data Berbentuk Image. http://www.qrcode.com/en/history/ Fauzi, Ahmad. (2012). QR Code : Sembunyikan Pesan Sebagai Teknik Rahmawati, A., & Rahman, A. (2011). Sistem Steganografi. Diakses pada 23 Agustus Pengamanan Keaslian Ijasah 2013 di Menggunakan Q R - Code dan Algoritma, http://blog.ahmadfauzi.web.id/2012/04/12 1(2), 105–112. Rivers, D. J. (2009). Utilizing the quick /qr-code-sembunyikan-pesan-sebagai- teknik-steganografi/ response ( QR ) code within a Japanese Jogiyanto, HM.(2008). Metodologi Penelitian EFL environment, 5(2), 15–28. Sistem Informasi.(Edisi Pertama). Sauro, Jeff. (2011). Measuring Usability with Yogyakarta : Andi. the System Usability Scale (SUS).Diakses Kirakowski, Jurek.(1994). What is SUMI?. pada 19 Agustus 2013 di Diakses pada 19 Agustus 2013 di http://www.measuringusability.com/sus.p http://sumi.ucc.ie/whatis.html hp Law, C. (2010). QR Codes in Education, 3, 85– Sugiono. (2012). METODE PENELITIAN 100. BISNIS (Pendekatan Kuantitatif, Lewis, J. R.(1995) IBM Computer Usability Kualitatif dan R&D). Cetakan ke-16. Bandung : Alfabeta. Satisfaction Questionnaires: Psychometric Evaluation and Instructions Tullis, Thomas, S., Stetson, Jacqueline, N., for Use. Diakses pada 19 Agustus 2013 di http://hcibib.org/perlman/question.cgi (2004). A Comparison of Questionnaires for Assessing Website Usability. Diakses Lund, Arnold M.(2001).Measuring Usability pada 19 Agustus 2013 di : with the USE Questionnaire. Diakses http://www.usabilityprofessionals.org/usa pada 19 Agustus 2013 di bility_resources/conference/2004/UPA- http://www.stcsig.org/usability/newsletter 2004-TullisStetson.pdf /0110_measuring_with_use.html Wahyu, Jayadi, Dody., & Rusgiarto (2012). Mihardja, Taufik H.(2009). QR Code Kompas Analisa dan Perancangan Aplikasi Wisata Perkaya Konten bagi Pembaca. Diakses pada 03 Agustus 2013 di dengan Menggunakan Teknologi QR http://tekno.kompas.com/read/2009/06/15 Code Pada Platform Android (Studi Kasus : Kebun Binatang Ragunan). Bina /0850503/QR.Cod. Nusantara University Jakarta. DKI Jakarta Nielsen, Jakob.(2012).Usability 101: Introduction to Usability. Diakses pada 179


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook