SPeenkdsidiukaan l bagi Anak Usia Dini Reza Rossytawati, S.Pd. Prof. Dr. C.Asri Budiningsih
SPeenkdsidiukaan l bagi Anak Usia Dini Reza Rossytawati, S.Pd. Prof. Dr. C.Asri Budiningsih
Redaksional Bahan ajar ini merupakan produk dari tesis yang berjudul : Pengembangan E-modul Pembelajaran “Pendidikan Sexsual Anak Usia Dini” untuk Meningkatkan Pemahaman Orang Dewasa Dalam MelindungiAnak dari Kejahatan Seksual Disusun oleh : Reza Rossytawati, S.Pd. Dosen Pembimbing : Prof. Dr. C.Asri Budiningsih Program Studi Teknologi Pembelajaran Fakultas Ilmu Pendidikan Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta 1
Kata Pengantar Rasa syukur kami panjatkan kepada tuhan yang maha esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya sehingga pengembangan e-modul pendidikan seksual bagi anak usia dini ini dapat terselesaikan. E-modul ini dikembangkan untuk meningkatkan pemahaman orang dewasa dalam mengenalkan pendidikan seksual bagi anak usia dini. Sehingga diharapkan orang dewasa mampu memberikan pendidikan seksual kepada anak sedini mungkin sehingga anak bisa terhindar dari kejahatan seksual. Dalam pengembangan modul pembelajaran “Pendidikan Seksual anak usia dini” bagi orang dewasa, peneliti menjadikan teori belajar andragogi sebagai dasar dalam pengembangan penelitian ini. Teori belajar andragogi adalah teori yang membantu orang dewasa untuk belajar, dengan cara membantu, mempermudah, atau memfasilitasi orang dewasa untuk belajar. Dalam mengembangkan e-modul pendidikan seksual untuk anak usia dini, pengembangan e-modul ini menggunakan kawasan teknologi pembelajaran memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja. 1I
Teknologi pendidikan sendiri merupakan studi dan etika praktek untuk memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja dengan menciptakan, menggunakan, serta mengelola proses teknologi yang sesuai dan sumber daya. Pengembangan e-modul pendidikan seksual bagi anak usia dini disesuaikan dengan karakteristik pengguna, sehingga e-modul ini mudah dimengerti dan dipahami. E-modul ini menyajikan materi dasar pendidikan seksual,kemudian tahapan yang jelas dan beberapa contoh cara penyampaiannya. Beberapa materi yang dituangkan didalam e- modul ini diantaranya mengenai pengertian pendidikan seksual, pengenalan mengenai anatomi tubuh anak, pengenalan area pribadi pada tubuh anak, serta bentuk sentuhan yang baik dan sentuhan yang tidak baik. Ucapan terimakasih diucapkan sedalam-dalamnya kepada pembimbing, ahli media dan materi sehingga e-modul ini dapat digunakan oleh banyak orang sebagai referensi untuk meningkatkan pemahaman mengenai pendidikan seksual anak usia dini. III
Tujuan E-Modul E-modul ini membahas mengenai pendidikan seksual dasar bagi anak usia dini.didalmnya terdiri dari empat sub bab pembahasan pendidikan seksual diantaranya 1. Penjelasan mengenai pendidikan seksual 2. Pengenalan anatomi tubuh anak 3. Pengenalan area pribadi pada tubuh anak 4. Bentuk sentuhan baik dan sentuhan tidak baik. Tujuan Umum Tujuan umum pembelajaran ini adalah setelah mempelajari e-modul ini, orang dewasa dapat meningkatkan pemahamannya mengenai pendidikan seksual untuk melindungi anak dari kejahatan seksual. Tujuan Khusus Tujuan khusus dari e-modul pembelajaran ini adalah setelah mempelajari e-modul ini,orang dewasa mampu: 1. memahami pentingnya pendidikan seksual bagi anak usia dini 2. memahami tentang anatomi tubuh anak 3. memahami cara mengenalkan area pribadi pada tubuh anak 4. memahami bentuk sentuhan baik dan sentuhan tidak baik. 1V
Da ar Isi Redaksional - 1 Kata Pengantar - 11 Tujuan E-modul - 1V Daftar Isi -V Pengantar kisah - VI Apa itu pendidikan seksual? -1 Pengenalan anatomi tubuh anak - 9 Pengenalan area pribadi pada tubuh anak - 21 Sentuhan baik dan tidak baik- 28 Glosarium - 33 Daftar Pustaka - 34 V
PENGANTAR KISAH Faktor utama dikembangkannya e-modul ini karena tingginya kasus kekerasan seksual pada anak diindonesia. Data terbaru yang diambil dari kompas tv, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat sepanjang januari hingga juli 2022 terdapat 12 kasus kekerasan seksual terhadap anak yang terjadi di lembaga pendidikan. Data yang diambil dari kompas tv menyebutkan korban kekerasan seksual pada 12 kasus tersebut berjumlah 52 anak, di mana 31% terjadi pada anak laki-laki dan 69% terjadi pada anak perempuan dengan rentang usia anak berumur 5-17 tahun. Banyak faktor yang menjadi penyebab terjadinya kekerasan seksual pada anak-anak, antara lain kurangnya pemahaman orang dewasa, termasuk orang tua dan guru mengenai pendidikan seksual. Orang dewasa masih menganggap bahwa membicarakan pendidikan seksual adalah hal yang tabu serta tidak tepat jika dibahas bersama anak-anak. Kurangnya perhatian orang tua atau guru pada anak menjadi faktor terbesar akan terjadinya kekerasan seksual. V1
Apa itu Pendidikan Seksual?
Mendengar tentang pendidikan seksual mungkin membuat sebagian orang bertanya-tanya, mengapa mengajarkan kepada anak mengenai hal-hal yang berkaitan dengan hal yang belum seharusnya mereka tau, apa gunanya memberikan pendidikan seksual nanti juga anak akan paham sendiri ketika mereka dewasa. Mau tidak mau kita harus akui bahwa stigma tersebut adalah stigma yang berkem-bang disebagian masyarakat indonesia. Hal ini dibuktikan dengan adanya penolakan pendi-dikan seksual yang bisa kita ketahui melalui laporan dari media cetak ataupun media elektronik. 1
Mengutip pernyataan dari Irwan M. Hidayana, MA dari pusat kajian gender dan seksualitas FISIP UI \"Kebisuan tentang seks dalam keluarga sangat mungkin karena banyak orangtua juga tidak memiliki pengetahuan yang memadai tentang seksualitas manusia. Kalaupun mereka cukup memadai pengetahuan seksualitasnya, namun seringkali orang tua tidak tahu bagaimana menyampaikan secara tepat kepada anak-anaknya,\". Pernyataan yang disampaiakn oleh Irwan M. Hidayat, MA menggambarkan secara jelas keadaan sebagaian masyarakat indonesia tentang pendidikan seksual. 2
Pendidikan seksual bukanlah sebuah cara untuk memperkenalkan anak-anak kepada seks yang berarti hubungan seksual antara suami dan istri. Menurut Nawita (2013) pendidikan seksual adalah sebuah upaya pengenalan nama dan fungsi anggota tubuh, pemahaman mengenai perbedaan jenis kelamin serta pemahaman mengenai norma dan nilai-nilai yang ada di masyarakat. Sedangkan menurut Miqdad (1997), dengan mengajarkan,menjelaskan,dan memberi pengertian mengenai hal- hal yang berkaitan dengan seks,maka itu berarti kita memberikan pemahaman lebih detail mengenai organ seksual,anatomi dan psikologi seksual,sehingga anak memahami arti,fungsi dan tujuan seks. Pendidikan seksual adalah sebuah upaya memperkenalkan anak kepada anggota tubuh dan fungsinya, menjelakan sebab dan akibat dari berhubungan seksual, serta menjelaskan cara-cara yang memungkinkan untuk mencegah anak dari maraknya kekerasan seksual. Tujuan dari pendidikan seksual itu sendiri bukanlah untuk menimbulkan rasa ingin tahu dan ingin mencoba hubungan seks, melainkan bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan memberikan pendidikan agar anak bertindak sesuai dengan norma agama,sosial dan kesusilaan. 3
Pemahaman dan pengetahuan yang tepat mengenai seks akan membantu anak untuk memiliki rasa tanggung jawab terhadap dirinya sendiri.Anak akan lebih memahami apa yang ada dalam dirinya dan juga mencintai apa yang telah mereka miliki. Orang dewasa ,yaitu orang tua dan guru atau orang yang berada dalam lingkungan anak memiliki tanggung jawab yang besar terkait moral yang dipegang oleh anak. Seorang anak secara tidak langsung akan memperhatiakan dan memiliki kecenderungan untuk meniru segala gerak serta tingkah laku orang dewasa disekitarnya. Pendidikan seksual dibagi menjadi dua yaitu Instruksi Seks Pendidikan Seksual 4
Instruksi seks membahas tentang anatomi tubuh seperti pertumbuhan bulu-bulu pada manusia dan proses manusia dalam berkembang biak. Pendidikan seksual sendiri lebih membahas ke arah etika,moral,dan hal-hal yang berkaitan dengan segala pemahaman yang dibutuhkan manusia mengenai dirinya sendiri sebagai individu.instruksi seksual yang didapatkan oleh manusia tanpa diiringi pendidikan seksual akan mengakibatkan hal-hal yang menyimpang dari nilai-nilai yang dipegang dalam masyarakat. Pendidikan seksual akan lebih baik diberikan kepada anak sedini mungkin. Kemungkinan anak belum mengerti apa yang kita katakan, namun pengertian dan obrolan yang terjadi antara anak dan orang tua akan melekat di alam bawah sadar anak. 5
Keuntungan anak yang sudah mendapatkan pendidikan seksual sejak usia dini: 1. membantu anak-anak mengerti mengenai topic biologis seperti pertumbuhan pada manusia, pubertas dan kehamilan. 2. mencegah anak-anak dari kekerasan seksual. 3. mengurangi rasa bersalah, malu dan gelisah karena adanya aksi seksual. 4. mencegah terjadinya kehamilan dibawah umur. 5. mencegah remaja muda melakukan hubungan seksual. 6. mengurangi atau mencegah adanya kasus infeksi atau penyakit karena hubungan seks. 7. membantu kaum muda bertanya mengenai peran wanita dan pria dalam masyarakat. 6
Strategi Penyampaian Pendidikan Seksual Strategi penyampaian pendidikan seks pada anak harus berbanding lurus dengan tujuan, tingkat kedalaman materi, usia anak, tingkat pengetahuan dan juga media pengantar pendidikan tersebut. Menurut dokter Boike, anak sudah bisa dikenalkan dengan pendidikan seksual mulai sedini mungkin. Mulai dari bayi anak harusnya sudah diperkenalkan dan dibiasakan untuk mengatahui bahwa tubuh mereka berharga. Di bawah ini akan dijabarkan beberapa strategi pengenalan pendidikan 1. Bantu anak agar ia merasa nyaman dengan tubuhnya. 2. Memberikan sentuhan kasih sayang orangtua, agar anak mengetahui bentuk konkrit dari kasih sayang yang tulus. 3. Memperkenalkan kepada anak bagian tubuh mana saja yang boleh di sentuh dan tidak boleh di sentuh. 4. Memperkenalkan anak perbedaan anatomi tubuh antara perempuan dan laki-laki. 5. Memperkenalkan pemahaman singkat tentang fungsi anggota tubuh dan menyebutkannya menggunakan istilah medis tanpa menggunakan kata ganti. 7
Mengutip dari International Society for Traumatic Stress Studies, orang- orang yang mengalami pelecehan di masa kanak- kanak, akan seringkali mengalami perasaan cemas, khawatir, malu, bersalah, tidak berdaya, putus asa, sedih, dan marah. 8
PENGENALAN ANATOMI TUBUH ANAK
Penting loh untuk orang tua dan guru memperkenalkan anak mengenai anggota tubuh mereka tanpa menyamarkan nama alat kelamin. Biasanya orang dewasa cenderung memperkenalkan nama alat kelamin dengan menyamarkannya dengan sebutan lain karena merasa lebih “aman” dan terkesan tidak tabu. Pada kenyataannya nama alat kelamin vagina dan penis sama vitalnya dengan penyebutan anggota tubuh lainnya seperti mata, hidung, bibir dan telinga. 9
Mengajarkan nama alat vital anak dengan menyebut vagina dan penis akan membuat anak familiar dengan kata-kata tersebut, hal ini akan mempermudah anak ketika mempelajari pendidikan seksual dari usia dini sampai dewasa.Anak yang kurang familiar dengan kata-kata ini akan membuat mereka kesulitan dalam mempelajari pendidikan seksual maupun pelajaran yang bersangkutan dengan anatomi tubuh, anak akan cenderung malu, tabu dan merasa bersalah hanya dengan menyebutkan kata-kata tersebut. Ketika anak merasa malu, hal ini akan membuat anak menutup diri dari pendidikan seksual dan menganggap hal ini salah. Mengutip pernyataan Emily Power Smith seorang seksolog dan psikoterapis, penggunaan istiah anggota tubuh yang tidak tepat justru akan membuat seseorang merasa malu dan tidak nyaman dengan dirinya sendiri. 10
Untuk membuat anak nyaman dalam menerima pendidikan seksual, salah satu langkah yang perlu orang dewasa ketahui adalah untuk tidak mengganti penyebutan nama alat vital. Menurut Kenny dan Wurtele dari Universitas Florida dan Colorado, dengan hanya menyebut nama alat vital anak dengan vagina dan penis akan membuat peluang anak mendapatkan kekerasan seksual semakin mengecil. Bayangkan ketika anak mendapatkan kekerasan seksual, tapi anak enggan menceritakannya kepada ayah,ibu atau guru karena malu.Bukan kah hal seperti ini akan menyakitkan dan membuat orang dewasa disekitar anak merasa bersalah?. 11
Jadi, yuk mulai sekarang jangan segan mengajari anak anggota tubuh dengan nama sebenarnya, termasuk ketika mempelajari tentang penis dan vagina. Jangan segan mengajari anak anggota tubuh dengan nama sebenarnya,termasuk ketika mempelajari tentang penis dan vagina. 12
Pada usia berapa si anak harus dikenalkan dengan konsep anggota tubuh? Mengenalkan konsep anggota tubuh seharusnya dilakukan sedini mungkin, umumnya anak sudah bisa memahami anggota tubuhnya mulai usia 12-13 bulan. Diusia ini anak sudah bisa mengikuti instruksi sederhana dengan menunjukan anggota tubuh tertentu yang ditanyakan ayah atau ibunya,misalnya saat ibu bertanya “matanya cantiknya mana sayang?”. Diawal ibu bisa mengajarkan anak anggota tubuh yang nampak dari luar, seperti tangan, kaki, kepala, mata, hidung dan lainnya. Setelah berjalannya waktu ketika anak sudah siap dan mengerti, ibu bisa meningkatkan dengan memberi tau anggota dalam tubuh anak beserta fungsinya.Ibu bisa mengajak anak mengobrol, sayang tau ga yang deg- an disini? Ini namanya jantung. Fungsinya untuk memompa darah ke seluruh tubuh ade. 13
Ketika kita sudah mengajarkan anak anggota tubuh maka jangan lupa juga mengajarkan kepada anak cara-cara menjaga anggota tubuh. Supaya anggota tubuh tetep sehat kita bisa memberikan anak beberapa cara menjaga anggota tubuh agar tetap sehat: 1 2 Makan makanan sehat Olahraga dan bergizi 4 5 Istirahat yang cukup Menyikat gigi 2x sehari 14
5 6 Membatasi bermain gedget Banyak minum air putih 7 Banyak makan sayur dan buah 15
Cara Memperkenalkan Anggota Tubuh pada Anak Memperkenalkan anggota tubuh pada anak bukan hal yang sulit loh, cara memperkenalkan anggota tubuh ini bisa dilakukan atau di sisipkan pada aktivitas sehari-hari. Dibawah ini ada beberapa cara menyenangkan yang bisa dicoba untuk mengajarkan konsep anatomi kepada anak. 1.Menyanyi Anak kecil bisa banyak mengingat dan belajar dengan cara bernyanyi. Jadi, sebaik- nya jangan di sia-siakan cara ini ya ayah dan ibu untuk mengenalkan anggota tubuh pada anak. sekarang ini sudah banyak lagu-lagu tentang anatomi tubuh yang bagus untuk anak, ayah, ibu dan guru bisa memilih lagu yang paling disukai anak.nyanyikan bersama anak sambil menunjuk setiap anggota tubuh anak ya, dengan cara ini anak akan lebih mudah hafal dan paham. 16
2.Membaca Buku Mengenalkan nama-nama anggota tubuh pada anak juga bisa dengan cara membe- rikan buku bacaan. Pilihlah buku yang banyak gambar dan full colour untuk meningkatkan ketertarikan anak dalam belajar. Setelah membacakan buku bacaan kepada anak,berilah pertanyaan-pertanyaan sederhana untuk memancing pemahaman anak tentang apa yang sudah dipelajari. 3.MainTunjuk Aktivitas ini adalah aktivitas sederhana yang bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja loh. Ayah, ibu atau guru hanya perlu meminta anak untuk menunjuk anggota tubuh yang sudah disebutkan lalu diikuti dengan fungsinya. Misalnya, sayang kaki mana kaki? Kaki buat apa ? Buat jalan, buat main bola. 17
4.Menempel jari dengan cat air Mencelupkan tangan kedalam cat air lalu menempelkanya diatas kertas atau kardus bisa jadi pembelajaran yang seru bagi anak. Kegiatan ini bisa dijadikan cara untuk memperkenalkan nama-nama jari. 5.Mewarnai Mewarnai bisa dijadikan sebagai kegiatan yang sangat menyenagkan bagi anak. siapkan gambar yang berisikan anggota tubuh manusia, beri tau anak untuk mewarnai setiap anggota tubuh dengan berbeda warna. Selama anak fokus mewarnai gambar,beritau anak nama anggota tubuh yang diwarnai beserta fungsinya. Contoh: ini namanya hidung, hidung itu gunanya untuk bernafas. 18
Apa Manfaat Memperkenalkan Anggota Tubuh pada Anak? Kita sudah membahas bagaimana cara untuk mengenalkan anggota tubuh pada anak,tentu saja hal tersebut memiliki manfaat yang baik bagi anak.apa saja si manfaat yang bisa anak dapatkan: 1 Mengetahui nama-nama anggota tubuh manusia beserta fungsinya. 2 Lebih bisa memahami identitas dirinya. 3 Membuat anak lebih bertanggung jawab untuk menjaga tubuhnya. 4 Mengetahui bagian-bagian tubuh anak yang privasi dan tidakboleh disentuh oleh orang lain. Saat anak mengetahui nama-nama aggota tubuh beserta fungsinya,hal ini membuat anak lebih megerti ketika tubuhnya sakit ada kemungkinan anak kurang menjaga kesehatan anggota tubuhnya. Contohnya: ketika anak mengeluh kalau matanya sakit, ibu bisa menjelaskan sebab mata anak sakit mungkin karena terlalu lama 19
Menurut Jatmiko, Angin dan Ernawati, mengenalkan pendidikan seksual pada anak dapat dimulai dengan cara memperkenalkan anatomi tubuh terlebih dahulu. Orang tua yang sudah mulai mengajarkan pengenalan anatomi tubuh kepada anaknya sejak dini maka dapat dikatakan bahwa orang tua tersebut sudah memberikan tahap awal pendidikan seksual pada anak 20
Pengenalan Area Pribadi pada Tubuh Anak
Apa Manfaat Memperkenalkan Area Pribadi Tubuh Anak? Setelah mengajarkan anggota tubuh beserta fungsinya kepada anak, kita bisa mulai memperkenalkan anak bahwa di tubuh mereka ada loh beberapa bagian yang tidak boleh dilihat bahkan disentuh oleh orang lain.Area tubuh anak yang tidak boleh dilihat bahkan disentuh oleh orang lain disebut area pribadi atau privat, anak berhak dimintai izin dan memberi izin yang bersangkutan dengan tubuh mereka. 21
Bagian tubuh pribadi pada anak hanya boleh disentuh oleh dirinya sendiri, orang tua dan dokter ketika akan melakukan pemeriksaan. Bahkan orang tua dan dokter harus meminta izin kepada anak ketika akan menyentuh bagian tubuh pribadi anak dan menghargai keputusan anak ketika ada penolakan darinya. Contohnya sederhananya ketika anak menangis atau sedih orang tua bisa menawarkan kepada anak,apa ade mau dipeluk. Bagian-bagian tubuh pribadi pada tubuh anak adalah, bibir, dada, vagina, penis, dan juga pantat. Ajarkan kepada anak apabila ada orang terdekat atau bahkan orang asing yang menyentuh bagian-bagian pribadi pada tubuh anak untuk berteriak atau mengadukannya pada orang tua dan guru. 22
Ketika Kejadian buruk ini terjadi pada anak usahakan untuk berusaha tenang selama mendengarkan mereka bercerita. Jangan bereaksi marah atau kaget, karena ada kemungkinan anak akan menganggap reaksi yang kita berikan adalah kemarahan kita untuk anak. Akibat yang paling menyedihkan adalah akan membuat anak enggan untuk menceritakan apapun kepada orangtua atau guru. Mungkin ini adalah hal yang sulit ya untuk orang tua atau guru, tapi ini merupakan kesempatan yang baik untuk mengolah emosi para orang dewasa 23
Bagaimana Cara Mengajarkan Anak untuk Menjaga Area Pribadi pada Tubuhnya? 1.Terapkan meminta izin atau persetujuan untuk sentuhan fisik Persetujuan untuk sentuhan fisik ini penting diajarkan sejak dini untuk menanamkan pada diri anak, orang tuaku saja meminta izin sebelum menyentuh tubuhku apalagi orang lain yang menyentuh.Cara sederhana yang bisa orang tua biasakan untuk meminta izin sebelum menyentuh tubuh anak adalah ketika membuka baju anak sebelum memandikannya atau ketika menggantikan popok anak. 2.Beritahu anak siapa saja yang boleh menyentuhnya Orang tua dan dokter adalah orang-orang yang diperbolehkan untuk menyentuh tubuh anak.Beri tahu anak bahwa orang tua boleh menyentuh tubuh anak hanya pada saat-saat tertentu, contohnya saat memandikan anak dan membersihkan area pribadi anak setelah buang air. Dokter diperbolehkan menyentuh tubuh anak hanya ketika melakukan pemeriksaan, itupun harus dengan pendampingan orang tua. 24
3.Ajarkan anak untuk berkata “tidak” Ajarkan kepada anak untuk berani berkata “tidak” ketika mereka merasa tidak nyaman dengan perlakuan orang lain.Untuk mengajarkan hal tersebut,anak bisa diajak berkomunikasi ketika ada anak lain yang tidak mau meminjamkan mainannya. Beritau anak bahwa anak tersebut merasa tidak nyaman untuk berbagi mainan dengan sang anak, jadi anak kita harus bisa dan mau menghargai perasaan anak lain. Ketika anak bertanya kepada ayah, ibu atau guru mengenai kenapa area-area pribadi pada tubuh anak tidak boleh dipegang oleh orang lain? Usahakan untuk tetap tenang dan jangan lupa untuk berterimakasih karena anak sudah bersedia bertanya. Karena akan lebih berbahaya ketika anak mencari tau jawaban sendiri atau mendapat jawaban dari orang dan sumber yang salah. 25
Oh, Kakak mau tahu soal itu? Jadi memang mulut, pipi, dada, vagina, penis dan pantat tidak boleh sembarang disentuh orang lain. Ibu dan Ayah saja harus minta izin kakak dulu sebelum pegang. Cuma kakak yang boleh pegang bagian itu ya.” “Makasih ya Kak, sudah tanya Ibu tentang ini. Nanti kalau ada lagi yang mau ditanyakan, tanya lagi sama Ibu ya 26
Ajari ini Ketika Anak Mendapatkan Sentuhan pada Area Pribadi Mereka 12 Menolak dengan tegas, Berteriak dan dengan berkata tidak mencari atau jangan pertolongan 3 4 Mengingat Menceritakannya wajah pelaku kepada orang tua atau guru 27
Sentuhan Baik dan Tidak Baik
Bentuk Sentuhan Baik dan Tidak Baik Setelah anak sudah memahami bahwa ada area pribadi pada tubuh anak yang harus mereka jaga,kita lanjutkan untuk mengajarkan kepada anak ada loh bentuk sentuhan yang baik dan tidak baik.Apa sih bentuk sentuhan baik dan tidak baik yang mungkin bisa anak dapatkan?. Bentuk sentuhan ini biasanya usapan pada kepala anak ataupun gandengan tangan antara orang dewasa dan anak. 28
Sentuhan baik itu adalah bentuk sentuhan kasih sayang, yang mungkin anak biasa dapatkan di bagian kepala, tangan atupun khaki. Bentuk sentuhan tidak baik meliputi bagian tubuh yang tertutup oleh baju,diantaranya bibir,dada,vagina,penis,dan pantat anak. Ajarkan kepada anak untuk menghindar atau berteriak ketika mendapat sentuhan pada bagian tersebut lalu melaporkannya kepada orang tua, guru atau orang yang dapat dipercaya lainnya. 29
Sentuhan Baik 1. Melakukan tos 2. berjabat tangan 3. kepala diusap tanda kasih sayang 4. mengandeng tangan untuk menyebrang Sentuhan Tidak Baik 1. Menyentuh vagina, penis atau payudara anak 2. Mencium pipi atau bibir anak dengan memaksa 3. Menyentuh area paha 4. Menyentuh area punggung kebawah 30
Yang perlu diingat, mengajarkan pendidikan seksual pada anak bukanlah hal yang instan yang langsung bisa terlihat hasilnya pada 1-2 bulan pembelajaran. pendidikan seksual adalah bentuk infestasi jangka panjang pada anak untuk menjaga mereka dari kekerasan seksual.Tentu kita tidak menginginkan anak kita mendapatkan perlakuan yang sangat buruk, maka dari itu penting untuk kita sebagai orang dewasa yang berada di sekitar anak untuk memberikan mereka bekal untuk membekali pertumbuhan mereka. 31
Saling bertukar pengalaman yuk! 1. Sejauh mana sih ayah, ibu dan guru sudah memperkenalkan pedidikan seksual pada anak? 2. Setelah mencoba memberikan pendidikan seksual pada anak, apa yang ayah, ibu dan guru rasakan? 32
Glosarium Tabu : Pantangan atau larangan, suatu pelarangan social yang kuat terhadap kata, benda, tindakan atau orang yang tidak diinginkan oleh suatu kelompok,busaya atau masyarakat Kekerasan Seksual: Tindakan yang mengarah pada ajakan seksual tanpa persetujuan. Norma : Ketentuan yang mengatur tingkah laku manusia. 33
Daftar Pustaka Anggraini & Sofia.Pendidikan SeksualAnak Usia Dini:Aku dan Diriku.2017 Aprilia.“Perilaku Ibu dalam Memberikan Pendidikan Seksual Usia Dini”. Jurnal Kesehatan Masyarakat.2015 Asmin.“Konsep dan Metode Pembelajaran untuk Orang Dewasa”.2020 Fadli,Rizal.“Trauma padaAnak bisa Ganggu Karakternya Saat Dewasa?”. www.Halodoc.com.2019 Jatmikowati. “Model dan Materi Pendidikan Seks Anak Usia Dini Perspektif Gender untuk Menghindarkan SexualAbuse”.2015 Kementrian Kesehatan RI.Seks,Seksualitas dan Gender.Jakarta.2009 Lukman.“Kelemahan dan KeunggulanTeori BelajarAndragogi” 2013 Mahrus.Pendidikan Seks padaAnak Usia Dini.Madura.2018 Moerti.“Data KPAI,selama 2019 ada 123Anak Korban Kekerasan di Institusi Pendidikan”.www.Merdeka.com.2019 Oktaviani,Fadhilah dan Purwanti,“Peranan Guru dalam Mengenalkan Pendidikan Seks pada Anak di Taman Kanak-Kanak Pertiwi Mira”.2022 Setyawan,“Pemenuhan Hak PendidikanAnak Sejak Usia Dini”.KPAI.Go.id.2014 34
Pendidikan Seksual bagi Anak Usia Dini
Search
Read the Text Version
- 1 - 47
Pages: