10. Faktor lingkungan apa saja yang dapat memainkan peran penting terhadap kekebalan atau kerentanan terhadap infeksi, kecuali... A. Kesehatan B. Tekanan fisik C. Cuaca D. Usia inang E. Perlakuan terhadap sampah yang berbahaya 11. Dalam sekresi senyawa kimia, enzim lisozime dapat ditemukan pada... A. Kelenjar sebasea B. Sekresi kelenjar saliva C. Kelenjar timus D. Sekresi air mata E. Kelenjar tiroid 12. Contoh Antibiotika yang dapat bekerja terhadap bakateri Gram positif dan Gram negatif, yaitu : A. Aminoglikosida. B.. Metilisin C. Polimiksin D. Nistatin E. Ampisilin 51 Mikrobiologi Kesehatan
1. Infeksi bakteri patogen terjadi ketika bakteri jahat menginfeksi tubuh manusia dan menyebabkan penyakit. Salah satu mekanisme yang digunakan oleh bakteri patogen untuk menyebar dan menginfeksi inang adalah melalui: A. Metabolisme aerobik B. Sporulasi C. Pembelahan biner D. Pembentukan biofilm E. Pengambilan nutrisi 2. Dalam infeksi bakteri patogen, virulensi merujuk pada..... A. Kepekaan inang terhadap infeksi B. Kemampuan bakteri untuk membentuk biofilm C. Ukuran bakteri yang sangat kecil D. Daya tahan inang terhadap infeksi E. Kemampuan bakteri untuk menginfeksi inang dan menyebabkan penyakit 3. Saat patogen pertama kali mencapai jaringan inang, yang harus dilakukan pertama kali yaitu .... A. Menembus membran pelindung B. Merusak jaringan pelindung C. Memindahkan plasmid ke jaringan inang D. Memperbanyak diri E. Mengeluarkan toxin untuk mengurai mukus 52 Mikrobiologi Kesehatan
4. Di antara kelima leukosit yang ada, yang paling dominan melakukan fagositosis yaitu .... A. Basofil dan Eosinofil B. Limfosit dan Neutrofil C. Neutrofil dan Monosit D. Monosit dan Limfosit E. Basofil dan Eosinofil 5. Penyebaran penyakit melalui udara atau percikan air disebut... A. Penularan kontak langsung B. Penularan air C. Penularan droplet D. Penularan makanan E. Penularan kontak tidak langsung 6. Yang termasuk komponen sel dalam faktor virulensi yang merusak inang, yaitu... A. Asam Teikoat B. Asam Folat C. Asam Lipoteikoat D. Protein A E. Ampisilin 53 Mikrobiologi Kesehatan
7. bakteri Eksotoksin yang berpengaruh terhadap saraf dinamakan ? A. Enterotoksin B.. Neurotoksin C. Bakterisida D. Hemolisin E. Bakte riostatik 8. Pernyataan yang benar mengenai mikroorganisme patogen: A. Semua mikroorganisme patogen berasal dari luar tubuh manusia B. Mikroorganisme patogen dapat menginfeksi dan menyebabkan penyakit pada inangnya C. Mikroorganisme patogen tidak dapat hidup di luar tubuh inang D. Mikroorganisme patogen tidak dapat beradaptasi dengan lingkungan yang berubah E. Mikroorganisme patogen merupakan mikroorganisme yang baik bagi tubuh inang 9. Dibawah ini yang bukan termasuk manfaat demam bagi inang yaitu... A. Meningkatkan aktivitas sel fagositik B. Meningkatkan peradangan C. Meningkatkan respon imun D. Menurunkan nafsu makan E. Memiliki sifat antibakteri 54 Mikrobiologi Kesehatan
10. Faktor lingkungan apa saja yang dapat memainkan peran penting terhadap kekebalan atau kerentanan terhadap infeksi, kecuali... A. Kesehatan B. Tekanan fisik C. Cuaca D. Usia inang E. Perlakuan terhadap sampah yang berbahaya 11. Dalam sekresi senyawa kimia, enzim lisozime dapat ditemukan pada... A. Kelenjar sebasea B. Sekresi kelenjar saliva C. Kelenjar timus D. Sekresi air mata E. Kelenjar tiroid 12. Contoh Antibiotika yang dapat bekerja terhadap bakateri Gram positif dan Gram negatif, yaitu : A. Aminoglikosida. B.. Metilisin C. Polimiksin D. Nistatin E. Ampisilin 55 Mikrobiologi Kesehatan
Antibiotik: Obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri. Antibiotik bekerja dengan menghambat pertumbuhan atau membunuh bakteri. Antibodi : molekul immunoglobin yaitu protein peptide yang dihasilkan oleh sel plasma akibat adanya rangsangan suatu antigen asing yang masuk ke dalam tubuh. Gejala infeksi: Tanda-tanda dan gejala yang muncul akibat infeksi, seperti demam, nyeri, bengkak, ruam kulit, batuk, diare, dan kelemahan. Imunitas: Kekebalan tubuh terhadap infeksi. Sistem kekebalan tubuh dapat mengenali dan melawan mikroorganisme yang menyebabkan infeksi. Infeksi : Infeksi adalah kondisi ketika mikroorganisme seperti bakteri, virus, jamur, atau parasit masuk ke dalam tubuh manusia atau organisme lainnya dan menyebabkan respons imun serta gejala yang tidak diinginkan. Infeksi lokal: Infeksi yang terbatas pada daerah tertentu di dalam tubuh, misalnya infeksi kulit atau infeksi saluran kemih. Infeksi sistemik: Infeksi yang menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah atau sistem limfatik, dapat mempengaruhi organ-organ vital seperti jantung, paru-paru, atau otak. 56
Kolonisasi : proses di mana organisme hidup menetap dan berkembang biak di suatu area atau lingkungan tertentu. Istilah ini dapat merujuk pada organisme mikroba, tumbuhan, atau hewan yang menetap da Patogen : parasit yang mampu menimbulkan penyakit pada inangnya; bahan yang menimbulkan penyakit Penetrasi : proses masuknya patogen atau bagian dari patogen ke dalam sel, jaringan atau tubuh tanaman inang. Pyrogen : salah satu senyawa yang menyebabkan demam Virulensi : takaran kemampuan suatu mikroorganisme (virus) untuk menimbulkan penyakit Plague: penyakit yang dapat mematikan akibat adanya transmisi dari tikus melalui kutu ke manusia Mukosa: lapisan basah yang kontak dengan lingkungan eksternal 57
Alderson, J., Quastel, M., Wilson, E., & Bellamy, D. (2020). Factors influencing the re- emergence of plague in Madagascar. Emerging Topics in Life Sciences, 4(4), 423- 433.Aliviameita, A., & Puspitasari. (2020). Buku Ajar Mata Kuliah. Baehaki, A., Nurhayati, T., & Suhartono, M. T. (2005). Karakteristik protease dari bakteri patogen staphylococcus epidermidis. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 8(2). Costerton, J. W., Stewart, P. S., & Greenberg, E. P. (1999). Bacterial biofilms: a common cause of persistent infections. science, 284(5418), 1318-1322. Davies, H. E., Davies, R. J., & Davies, C. W. (2010). Management of pleural infection in adults: British Thoracic Society pleural disease guideline 2010. Thorax, 65(Suppl 2), ii41-ii53. Frank, R. D., & Quinn, M. T. (2019). Encyclopedia of Microbiology. Amsterdam: Elsevier. Jones, J. (2011). Pneumococcal pneumonia. Case study, Radiopaedia.org (Accessed on 06 Jun 2023) https://doi.org/10.53347/rID-13553 Kadriah, I. A. K., Susianingsih, E., Sukenda, S., Yuhana, M., & Harris, E. (2011). DETEKSI GEN-GEN PENYANDI FAKTOR VIRULENSI PADA BAKTERI VIBRIO. Jurnal Riset Akuakultur, 6(1), 119-130. Kusnadi, dkk. 2003. Common Text Book MIKROBIOLOGI. JICA. Bandung. Kline, K. A., Fälker, S., Dahlberg, S., Normark, S., & Henriques-Normark, B. (2009). Bacterial adhesins in host-microbe interactions. Cell host & microbe, 5(6), 580-592. Lyczak, J. B., Cannon, C. L., & Pier, G. B. (2000). Establishment of Pseudomonas aeruginosa infection: lessons from a versatile opportunist. Microbes and infection, 2(9), 1051-1060. Palese, P., & Compans, R. W. (1976). Inhibition of influenza virus replication in tissue culture by 2-deoxy-2, 3-dehydro-N-trifluoroacetylneuraminic acid (FANA): mechanism of action. Journal of general virology, 33(1), 159-163. Rahadianti, D., & Herlinawati, H. (2022). SISTEM IMUNITAS ALAMIAH DAN SISTEM IMUNITAS ADAPTIF. Nusantara Hasana Journal, 2(3), 98-106. Riera Romo, M., Pérez-Martínez, D., & Castillo Ferrer, C. (2016). Innate immunity in vertebrates: an overview. Immunology, 148(2), 125–139. Salyers AA, Whitt DD. 1994.Bacterial Pathogenesis, A Molecular Approach.Department of Microbiology University of Illinois. Washington DC: ASM Press. Scire, C. A., Montecucco, C., Codullo, V., Epis, O., Todoerti, M., & Caporali, R. (2009). Ultrasonographic evaluation of joint involvement in early rheumatoid arthritis in clinical remission: power Doppler signal predicts short-term relapse. Rheumatology, 48(9), 1092-1097. Singh, N., Anjum, N., & Chandra, R. (2019). Combating influenza: natural products as neuraminidase inhibitors. Phytochemistry Reviews, 18, 69-107. Suwito, W. (2010). Bakteri yang sering mencemari susu: deteksi, patogenesis, epidemiologi, dan cara pengendaliannya. Jurnal Litbang Pertanian, 29(3), 96-100. 58
Vance, R. E., Isberg, R. R., & Portnoy, D. A. (2009). Patterns of pathogenesis: discrimination of pathogenic and nonpathogenic microbes by the innate immune system. Cell host & microbe, 6(1), 10-21. VOA. (2020). WHO Peringatkan Lonjakan Malaria di Afrika. [Online]. Diakses dari: https://www.voaindonesia.com/a/who-peringatkan-lonjakan-malaria-di afrika/5398022.html von Itzstein, M. (2007). The war against influenza: discovery and development of sialidase inhibitors. Nature Reviews Drug Discovery, 6(12), 967-974. Webster, R. G., & Laver, W. G. (1980). Preparation and properties of antibody directed specifically against the neuraminidase of influenza virus. Journal of virology, 33(1), 306-313. Zachary J. F. (2017). Mechanisms of Microbial Infections. Pathologic Basis of Veterinary Disease, 132–241. https://doi.org/10.1016/B978-0-323-35775-3.00004-7 59
OUR TEAM Anisa Maharani Bara Adrian Hartanto F. NIM 2106464 NIM 2106914 Fitriana Rahmawati 02 NIM 2108049 Nabila Khairunnisa NIM 2100860 Rena Adelia Suryani 210 Shinta Sartika Riz2k1i0 NIM 2108021 NIM 2102311
LECTURER'S Dr. Kusnadi, M.Si Dr. Yanti Hamdiyati, M.Si Dosen Mikrobiologi Dosen Mikrobiologi Laboratory Assistant Renardi Erwinsyah P., M.Pd. PLP Lab. Mikrobiologi
Mikrobiologi Terapan:
Search