Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore Majalah-Kesehatan-Muslim-edisi-3-tahun-I

Majalah-Kesehatan-Muslim-edisi-3-tahun-I

Published by Norfitriah Norfitriah, 2023-06-20 00:45:58

Description: Majalah-Kesehatan-Muslim-edisi-3-tahun-I

Search

Read the Text Version

Pimpinan Umum : dr. Adika M. edisi 3, tahun I Pembina : Dr. Arifin Badri, MA Abdulloh Taslim, Lc, MA Ust. Aris Munandar, M.PI dr. Pernodjo Dahlan, Sp.S (K) dr. Muhammad Ariffudin, Sp.OT Pimpinan Redaksi : dr. Raehanul Bahren Editor : dr. Hafid Redaksi : dr. Hafid dr. M. Saifuddin Hakim dr. Avie Andriyani dr. Kartika Muhammad Ronal Febriano, S.Farm, Apt Arif Rahman Mansur, S.Kep,Ns Yuli Mardianti, S.Gz Ustadz M. Abduh Tuasikal, M.Sc Ustadz Ammi Nur Baits, S.T. Humas, Publikasi dan Promosi Wiwid Hardi Priyanto IT Support Habieb Design Qonita Graph., Penerbit : Pustaka Muslim Wisma Misfallah Tholabul ‘Ilmi, Pogung Kidul SIA XVI/8c, Sinduadi, Mlati, Sleman, DI. Yogyakarta. HP : 085747837290 Email : [email protected] Website : kesehatanmuslim.com

Surat dari Redaksi Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh Pembaca Majalah Kesehatan Muslim yang semoga selalu dirahmati Allah, Segala puji Bagi Allah, Rabb semesta Alam. Shalawat dan salam senantiasa kita haturkan kepada baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kepada keluarga, sahabat dan yang mengikuti beliau hingga akhir zaman. Alhamdulillah, Majalah Kesehatan Muslim bisa menerbitkan edisi ketiga dengan tema “pro-kontra imunisasi”. Tema ini memang hangat untuk dibicarakan,karena perdebatan baik di dunia nyata maupun di dunia maya cukup kencang. Tentunya kita perlu tahu bagaimana menyikapinya sesuai dengan petunjuk Al-Quran dan As-Sunnah. Kita juga perlu tahu bagaimana pendapat ahli medis yang benar-benar berkompeten tentang masalah ini. Masih dengan konsep awal, Majalah Kesehatan Muslim masih kami terbitkan dalam bentuk e-magazine dengan beberapa pertimbangan. Misalnya, masyarakat mulai banyak memanfaatkan informasi melalui media online, e-magazine Lebih murah dan praktis dibawa dan cibaca, biaya produksi lebih murah serta jangkaunnya lebih luas. Selain itu artikel-artikel pilihan, pembahasan masalah kesehatan terkini serta rubrik konsultasi kami tampilkan di website kami yaitu www.kesehatanmuslim.com sehingga dapat diakses secara gratis dan dibaca oleh seluruh kaum muslimin. Perlu pembaca ketahu, bahwa mulai bulan ini dan seterusnya majalah kesehatan muslim dapat di didownload secara gratis di web kami. Semua majalah kesehatan muslim dari edisi perdana bisa di peroleh secara gratis dan kami mempersilahkan kepada semua pembaca agar menyebarkan file majalah ini. Memberikan kepada keluarga, kerabat dan teman. Semoga ini menjadi kemudahan bagi kita bersama untuk memperoleh ilmu dan mengamalkan ilmu kita. Semoga Majalah ini tetap eksis dan kami selalu berharap agar majalah ini mendapat keberkahan dari Allah ‘Azza wa Jalla, bisa bermanfaat bagi kaum muslimin dan tetap langgeng. Akhirnya kami ucapkan selamat membaca.

Daftar Isi 1Antara Tawakal dan Pengobatan 40Mengobati dengan Surat Al fatihah Berobat minta di Ruqyah 5 Immunisasi dalam tinjauan Medis 10 Immunisasi dalam pandangan syariat 15 Hukum berobat dengan yang Haram 22 Jadwal Imunisasi anak 25 ASI Imunisasi Alami 27 Tanya Jawab 31 Tahnik Bukan Imunisasi 35 Merawat anak dengan KIPI 43 Teliti Menggunakan Herbal 46 Agar Buah Hati Menjadi 51Penyejuk Hati Edisi 2, Tahun I 2013

Tiada keraguan bahwa sakit dan kesembuhan adalah kodrat ilahi, sehingga bila telah tiba waktunya, maka sakit tidak dapat dihindarkan. Demikian pula sebaliknya bila telah tiba waktunya, maka kesembuhan akan datang. Karena itu, berserah diri dan menerima setiap kodrat ilahi dengan lapang dada adalah satu kewajiban yang wajib ditetapi oleh setiap insan muslim. Antara Tawakkal dan Pengobatan Oleh: Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, MA. Majalah Kesehatan Muslim 1

Berdasarkan keyakinan ini, sebagian Azza wa Jalla. Bagaikan makan dan kaum muslimin bersikap hati-hati minum untuk menghilangkan rasa lapar bahkan menjauhi berbagai praktek dan dahaga tidaklah menodai keutuhan pengobatan, karena diyakini dapat tawakkal Anda kepada Allah, demikian menodai kemurnian tawakkal diri pula dengan pengobatan. kepada Allah.Sikap semacam ini tentu mengundang kontroversi bagi Bahkan pada kesempatan lain kebanyakan ummat Islam, terlebih Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di tengah kemajuan pesat ilmu dan dengan tegas menganjurkan kita untuk tekhnologi pengobatan medis. mengupayakan pengobatan yang tepat bagi penyakit yang kita derita. Hukum Berobat. ‫تدا َو ْوا؛ َفإِ َّن ال َّل َه َع َّز َو َج َّل لَ ْم َي َض ْع َدا ًء إِ اَّل َو َض َع لَ ُه‬ Berobat sejatinya hanyalah suatu ‫ِش َفا ًء؛‬ upaya untuk menghilangkan penyakit yang mengganggu kesehatan, \"Berobatlah, karena sejatinya Allah sebagaimana makan dan minum Azza wa Jalla tiada pernah menurunkan adalah upaya untuk menghilangkan suatu penyakit melankan telah rasa haus dan lapar. Sebagaimana menurunkan pula penawarnya.\" (HR. halnya makan dan minum adalah Ahmad dan lainnya) upaya yang dibenarkan secara syari'at, maka demikian pula halnya dengan Namun demikian, perlu Anda pengobatan, karena itu Rasulullah ketahui bahwa penjelasan ini berlaku shallallahu alaihi wa sallam bersabda: selama anda tetap meyakini bahwa keterkaitan antara keduanya tersebut ‫ َفإِ َذا ُأ ِصي َب َد َوا ُء ال َّدا ِء َب َرأَ ِبإِ ْذ ِن الل ِه‬،‫لِ ُك ِّل َدا ٍء َد َوا ٌء‬ terjadi atas izin dan takdir Allah Azza ‫َع َّز َو َج َّل‬ wa Jalla. Keduanya saling bertautan atas kehendak Allah Ta'ala, bukan karena \"Setiap penyakit pastilah ada yang lain-Nya. Karena itu pada hadist penawarnya, karenanya bila obat suatu Jabir radhiallahu anhu di atas dijelaskan penyakit telah didapatkan dengan tepat, bahwa efek sembuh dari suatu obat maka -dengan izin Allah Azza wa Jalla- dapat diperoleh bila Allah mengizinkan. penyakitpun menjadi sembuh\". (HR. Bahkan bila Allah menghendaki, bisa Muslim) saja suatu obat berubah menjadi biang penyakit, demikian dijelaskan oleh Pada hadits ini dan juga lainnya Ibnu Hajar dalam kitabnya Fathul Bari terdapat penjelasan tentang kaitan 10/135. antara sebab dan akibat. Sebagaimana terdapat penjelasan bahwa mengikuti Pengobatan Yang Menodai hubungan antara sebab dan akibatnya tidaklah bertentangan dengan Tawakkal. kewajiban bertawakkal kepda Allah Ketika mengobati suatu penyakit, 2 Majalah Kesehatan Muslim seorang tenaga medis biasanya

menjelaskan kiat-kiat penggunaan obat anda menggantungkan harapannya yang ia berikan. Namun sayangnya hanya kepada Allah Azza wa Jalla. sering kali berbagai kiat tersebut Dengan demikian batin dan lisan belum mencukupi untuk mendapatkan pasien anda akan terus memanjatkan kesembuhan yang diinginkan, terlebih doa kepada-Nya. bila ditinjau dari aspek syari'atnya. Karena bisa jadi kiat tersebut mungkin Dahulu Rasulullah shallallahu saja berguna bagi kesembuhan fisik alaihi wa sallam bila mendatangi pasien, namun ternyata menodai orang yang sedang sakit, beliau keutuhan imannya. Karena itu, berikut mendoakannya dengan berkata: saya sebutkan beberapa kiat umum dalam pengobatan yang dapat menjaga ‫ ل َا‬،‫ ا ْش ِف َوأَ ْن َت ال َّشا يِف‬،‫أَ ْذ ِه ِب ال َبا َس َر َّب ال َّنا ِس‬ keutuhan iman pasien Anda: »‫ ِش َفا ًء لاَ ُي َغا ِد ُر َس َق اًم‬،‫ِش َفا َء إِ َاّل ِش َفا ُؤ َك‬ Kiat Pertama: kesembuhan “Hilangkanlah derita, wahai Tuhan manusia. Sembuhkanlah karena hanya hanyalah kuasa Allah. Engkau Pemberi kesembuhan, tiada kesembuhan selain kesembuhan-Mu, Diantara tugas utama seorang tenaga kesembuhan yang tiada menyisakan rasa medis ketika mengobati ialah menjaga sakit\" (Muttafaqun alaih) keutuhan iman pasiennya. Apalah artinya kesehatan bahkan kehidupan Kiat kedua: Berbaik Sangka dunia bagi seorang muslim bila harus mengorbankan iman? Karena itu seorang Dengan Derita Yang tenaga medis muslim bertanggung jawab menanamkan dan mengokohkan Menimpa. kesadaran pasiennya bahwa kesembuhan dirinya hanyalah ada di Tangan Allah Keluh dan kesah apalagi su'uzhon Azza wa Jalla. Pengobatan yang ia seringkali menjadi benang kusut lakukan hanya sebatas upaya, sedangkan yang susah untuk diurai, sehingga hasilnya hanya Allah yang kuasa dengannya urusan Anda bertambah memberikannya. Simaklah ucapan nabi runyam dan kelam. Sebaliknya, Ibrahim ‘alaihissalam berikut : berpikir positif adalah awal dari setiap sukses dalam kehidupan dan urusan ‫َوإِ َذا َم ِر ْض ُت َف ُه َو َي ْش ِفي ِن‬ Anda. Berdasarkan itu, tumbuhkanlah pola pikir positif pada pasien Anda, \"Bila aku menderita sakit, maka hanya agar ia optimis bahwa penyakit Allah yang kuasa menyembuhkanku.\" (As yang sedang ia derita pastilah Syu'ara': 80) mendatangkan kebaikan baginya, baik untuk urusan dunia atau akhiratnya. Apapun upaya pengobatan yang anda Dengan cara ini, pasien anda dapat berikan, maka sepatutnya anda terus tenang dan lapang dada menahan menumbuhkan kesadaran agar pasien rasa sakitnya dan sabar pula menjalani Majalah Kesehatan Muslim 3

pengobatannya. pada hadits di atas, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: َ‫ َول َا َه ٍّم َولا‬،‫ ِم ْن َن َص ٍب َول َا َو َص ٍب‬،‫َما ُي ِصي ُب ال ُم ْس ِل َم‬ ‫ إِ ّاَل َك َّف َر ال َّل ُه‬،‫ َح َّتى ال َّش ْو َك ِة ُي َشا ُك َها‬،‫ُح ْز ٍن َول َا أَ ًذى َولاَ َغ ٍّم‬ ‫ َفإِ َذا ُأ ِصي َب َد َوا ُء ال َّدا ِء َب َرأَ ِبإِ ْذ ِن الل ِه‬،‫لِ ُك ِّل َدا ٍء َد َوا ٌء‬ ‫َع َّز َو َج َّل‬ ‫ِب َها ِم ْن َخ َطا َيا ُه‬ \"Setiap penyakit pastilah ada \"Tiada apapun yang menimpa penawarnya, karenanya bila obat suatu seorang muslim, baik berupa rasa letih, penyakit telah didapatkan dengan tepat, sakit, gundah, penyesalan, gangguan, maka -dengan izin Allah Azza wa dan galau sampaipun duri yang Jalla- penyakitpun menjadi sembuh\". menusuknya, melainkan dengannya (HR. Muslim) Allah menghapuskan dosa-dosanya.\" (Muttafaqun alaih) Kiat keempat: Legalitas Dengan kiat ini, derita pasien anda Pengobatan Secara Syari'at. pastilah berbuah manis. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Diantara hal penting yang wajib Anda indahkan sebagai tenaga medis ‫ َولَ ْي َس َذا َك‬،‫ إِ َّن أَ ْم َر ُه ُك َّل ُه َخ ْر ٌي‬،‫َع َج ًبا ِأ َل ْم ِر ا ْل ُم ْؤ ِم ِن‬ muslim ialah dengan senantiasa ،‫ َف َكا َن َخ ْر ًيا لَ ُه‬،‫ إِ ْن أَ َصا َب ْت ُه َر َّسا ُء َش َك َر‬،‫ِألَ َح ٍد إِ َاّل لِ ْل ُم ْؤ ِم ِن‬ menjaga aspek legalitas syari'at ( kehalalan) setiap pengobatan yang ‫ َص َر َب َف َكا َن َخ رْ ًيا لَ ُه‬،‫َوإِ ْن أَ َصا َب ْت ُه َر َّضا ُء‬ Anda berikan. Ingatlah selalu bahwa kesehatan adalah karunia Allah, \"Sungguh menakjubkan urusan orang sehingga satu perbuatan nista bila yang beriman, sesungguhnya semua Anda mengupayakannya dengan urusannya baik baginya, dan yang sesuatu yang Allah haramkan dan demikian itu tidaklah mungkin dimiliki murkai. Simaklah petuah sahabat selain oleh orang yang beriman. Bila ia Abdullah bin Mas'ud berikut: ditimpa kesenangan ia bersyukur, maka kesenangan itu baik baginya. Bila ia ‫«إِ َّن ال َّل َه لَ ْم َي ْج َع ْل ِش َفا َء ُك ْم ِفي اَم َح َّر َم َع َل ْي ُك ْم‬ ditimpa kesusahan, ia bersabar, maka kesusahan itu baik baginya.” (HR. \"Sejatinya Allah tiada pernah Muslim) meletakkan kesembuhan kalian pada hal-hal yang Allah haramkan atas Kiat Ketiga: Ketepatan kalian.\" (HR. Bukhari dan lainnya ) Pengobatan. Semoga Allah Azza wa Jalla menjadikan Anda sebagai tenaga Diantara hal penting dalam medis muslim yang sejati, sehingga pengobatan yang harus anda perhatikan dapat mengobati raga masyarakat ialah aspek ketepatan dalam berbagai Anda dan menjaga keutuhan iman hal. Tepat diagnosa penyakitnya, tepat mereka. Amiin. obatnya, tepat waktu dan kadarnya dan tepat cara pengibatannya. Karena itu 4 Majalah Kesehatan Muslim

‫‪Berobat Minta Diruqyah‬‬ ‫‪Menafikkan Tawakkal‬‬ ‫?‪Dan Tercela‬‬ ‫‪Oleh: Ustadz Aris Munandar, SS. M.PI‬‬ ‫‪Dari‬‬ ‫‪Hushain bin Abdurrahman radhiyallahu ‘anhu, dia berkata,‬‬ ‫َع ْن ُح َصينْ ْب ِن َع ْب ِد ال َّر ْحـ َم ٍن َقا َل ُك ْن ُت ِع ْن َد َس ِعي ِد ْب ِن ُج َب رْ ٍي َف َقا َل أَ ُّي ُك ْم‬ ‫َرأَى ا ْل َك ْو َك َب ا َّل ِذي ا ْن َق َّض ا ْل َبا ِر َح َة ُق ْل ُت أَ َنا ُثـ َّم ُقل ُت أَ َما إِ ِّنـي لَـ ْم أَ ُك ْن ِفـي َصل َا ٍة‬ ‫َولَ ِك ِّنـي ُل ِد ْغ ُت َقا َل َف اَم َذا َص َن ْع َت ُق ْل ُت ا ْسـ َر ْت َق ْيـ ُت َقا َل َف اَم َح َم َل َك َع َىل َذلِ َك ُق ْل ُت‬ ‫َح ِدي ٌث َح َّد َث َنا ُه ال َّش ْع ِبـ ُّي َف َقا َل َو َما َح َّد َث ُك ُم ال َّش ْع ِبـ ُّي ُق ْل ُت َح َّد َث َنا َع ْن ُب َر ْي َد َة ْب ِن‬ ‫ُح َص ْي ٍب اْلأَ ْس َل ِمـ ِّي أَ َّن ُه َقا َل ل َا ُر ْق َي َة إِالَّ ِم ْن َع ْيـ ٍن أَ ْو ُحـ َم ٍة َف َقا َل َق ْد أَ ْح َسـ َن َم ِن ا ْن َت َهى‬ ‫إِلَـى َما َسـ ِمـ َع َولَ ِك ْن َح َّد َث َنا ا ْب ُن َع َّبا ٍس َع ِن ال َّن ِبـ ِّي َص ّىَل الل ُه َع َل ْي ِه َو َس َّل َم َقا َل ُع ِر َض ْت‬ ‫َع َلـ َّي اْل ُأ َمـ ُم َف َرأَ ْي ُت ال َّن ِبـ َّي َو َم َع ُه ال َّر َه ْي ُط َو ال َّن ِبـ َّي َو َم َع ُه ال َّر ُج ُل َو ال َّر ُجل َا ِن َو ال َّن ِبـ َّي‬ ‫لَ ْي َس َم َع ُه أَ َح ٌد إِ ْذ ُر ِف َع لِـي َس َوا ٌد َع ِظي ٌم َف َظ َن ْن ُت أَ َّن ُه ْم ُأ َّم ِتـي َف ِقي َل لِـي َه َذا ُمو َسـى َع َل ْي ِه‬ ‫ال َّسل َا َم َو َق ْو ُم ُه َو لَ ِك ِن ا ْن ُظ ْر إِلَـى اْل ُأ ُف ِق َف َن َظ ْر ُت َفإِ َذا َس َوا ٌد َع ِظي ٌم َف ِقي َل لِـي ا ْن ُظ ْر إِلَـى اْل ُأ ُف ِق‬ ‫‪Majalah Kesehatan Muslim 5‬‬

‫اْلآ َخ ِر فإِ َذا َسـ َوا ٌد َع ِظي ٌم َف ِقي َل لِـي َه ِذ ِه ُأ َّم ُت َك َو َم َع ُه ْم َس ْب ُعو َن أَ ْل ًفا َي ْد ُخ ُلو َن ا ْلـ َج َّن َة ِب َغ ْر ِي‬ ‫ِح َسا ٍب َولاَ َع َذا ٍب ُثـ َّم َن َه َض َف َد َخ َل َم ْن ِزلَ ُه َف َخا َض ال َّنا ُس ِفـي ُأولَ ِئ َك ا َّل ِذي َن َي ْد ُخ ُلو َن ا ْلـ َج َّن َة‬ ‫ِب َغ ْر ِي ِح َسا ٍب َول َا َع َذا ٍب َف َقا َل َب ْع ُض ُه ْم َف َل َع َّل ُه ُم ا َّل ِذي َن َص ِح ُبوا َر ُسو َل الل ِه َص َّىل الل ُه َع َل ْي ِه َو َس َّل َم‬ ‫َف َقا َل َب ْع ُض ُه ْم َف َل َع َّل ُه ُم ا َّل ِذي َن ُولِ ُدوا ِفـي اْلإِ ْسل َا ِم َو لَـ ْم ُي رْ ِش ُكوا ِبالل ِه َو َذ َك ُروا أَ ْش َيا َء َفـ َخ َر َخ‬ ‫َع َل ْي ِه ْم َر ُسو َل الل ِه َص َىّل الل ُه َع َل ْي ِه َو َس َّل َم َف َقا َل َما ا َّل ِذي َتـ ُخو ُضو َن ِفـي ِه َفأَ ْخ َر ُبو ُه َف َقا َل ُه ُم‬ ‫ا َّل ِذي َن لاَ َي ْر ُقو َن َول َا َي ْس رَ ْت ُقو َن َو ل َا َي َت َط َّر ُيو َن َو َع َىل َر ِّبـ ِه ْم َي َت َو َّك ُلو َن َف َقا َم ُع َّكا َش ُة ْب ُن ِمـ ْح َص ٍن‬ ‫َف َقا َل ا ْد ُع الل َه أَ ْن َيـ ْج َع َل ِني ِم ْن ُه ْم َف َقا َل أَ ْن َت ِم ْن ُه ْم ُثـ َّم َقا َم َر ُج ٌل آ َج ُر َف َقا َل ا ْد ُع الل َه أَ ْن‬ ‫َيـ ْج َع َل ِني ِم ْن ُه ْم َف َقا َل َس َب َق َك ِبـ َها ُع َّكا َش ُة‬ \"Ketika saya berada di dekat Sa'id bin Jubair, dia berkata: \"Siapakah diantara 'Mereka itu adalah orang kalian yang melihat bintang jatuh semalam?\" yang tidak pernah minta Saya menjawab: \"Saya.” Kemudian saya diruqyah, tidak meminta berkata: \"Adapun saya ketika itu tidak dalam di kay dan tidak pernah keadaan sholat, tetapi terkena sengatan melakukan tathayyur serta kalajengking.\" Lalu ia bertanya: \"Lalu apa mereka bertawakkal kepada yang anda kerjakan?\" Saya menjawab: \"Saya minta diruqyah. Ia bertanya lagi: Rabb mereka. \"Apa yang mendorong anda melakukan hal tersebut?\"Jawabku: \"Sebuah hadits yang dituturkan Asy-Sya'bi kepada kami.\" Ia bertanya lagi: \"Apakah hadits yang dituturkan oleh Asy-Sya'bi kepada anda?\" Saya katakan: \"Dia menuturkan hadits dari Buraidah bin Hushaib: 'Tidak ada ruqyah kecuali karena 'ain atau terkena sengatan.'\" \"Sa'id pun berkata: \"Alangkah baiknya orang yang beramal sesuai dengan nash yang telah didengarnya, akan tetapi Ibnu Abbas radhiyallâhu'anhu menuturkan kepada kami hadits dari Nabi Shallallâhu 'Alaihi Wasallam, Beliau bersabda: 'Saya telah diperlihatkan beberapa umat oleh Allâh, lalu saya melihat seorang Nabi bersama beberapa orang, seorang Nabi bersama seorang dan dua orang dan seorang Nabi sendiri, tidak seorangpun menyertainya. Tiba-tiba ditampakkan kepada saya sekelompok orang yang sangat banyak. Lalu saya mengira mereka itu umatku, tetapi disampaikan kepada saya: \"Itu adalah Musa dan kaumnya\". Lalu tiba-tiba saya melihat lagi sejumlah besar 6 Majalah Kesehatan Muslim

orang, dan disampaikan kepada saya: \"Ini surga tanpa hisab adalah orang yang adalah umatmu, bersama mereka ada tujuh tidak minta diruqyah, pent) puluh ribu orang, mereka akan masuk surga Sebagian ulama berpendapat tanpa hisab dan adzab.\".'Kemudian Beliau sebagaimana dalam berbagai buku bangkit dan masuk rumah. Orang-orang syarah atau penjelasan hadits, bahwa pun saling berbicara satu dengan yang makna hadits tersebut sebagaimana lainnya, 'Siapakah gerangan mereka itu?' makna zhahirnya. Sehingga seorang Ada diantara mereka yang mengatakan: itu meminta orang lain untuk 'Mungkin saja mereka itu sahabat meruqyahnya maka dia tidak akan Rasulullâh Shallallâhu 'Alaihi Wasallam.' termasuk ke dalam hadits di atas. Ada lagi yang mengatakan: 'Mungkin Sedangkan sebagian ulama yang saja mereka orang-orang yang dilahirkan lain dan mereka adalah a-immah dalam lingkungan Islam dan tidak pernah muhaqqiqun (para ulama yang teliti dan jeli) berpendapat bahwa maksud berbuat syirik terhadap Allâh.' pokok hadits hadits adalah bagian dan menyebutkan yang lainnya. akhirnya yaitu mereka adalah orang Ketika Rasulullâh Shallallâhu orang yang hanya bertawakkal kepada 'Alaihi Wasallam keluar, mereka Allah. memberitahukan hal tersebut kepada beliau. Beliau bersabda: Sehingga seorang itu benar benar 'Mereka itu adalah orang yang bertawakkal alias menggantungkan tidak pernah minta diruqyah, hatinya kepada Allah maka tidaklah tidak meminta di kay dan tidak masalah berbagai usaha yang dia pernah melakukan tathayyur lakukan asalkan dia tidak bertawakal serta mereka bertawakkal (menggantungkan hatinya) dengan kepada Rabb mereka.'Lalu usaha yang dia lakukan. Ukasyah bin Mihshon berdiri dan berkata: \"Mohonkanlah Oleh karena itu jika seorang yang sakit kepada Allâh, mudah-mudahan saya itu meminta kepada orang lain untuk termasuk golongan mereka!' Beliau meruqyah dirinya dan dia sendiri menjawab: 'Engkau termasuk mereka', benar benar tawakkal kepada Allah Kemudian berdirilah seorang yang lain dan maka itu tidak mengapa. berkata:'Mohonlah kepada Allâh, mudah- mudahan saya termasuk golongan mereka!' Ciri orang yang masuk surga Beliau menjawab:'Kamu sudah didahului tanpa hisab dalam hadits di atas Ukasyah.'.\" (HR. Bukhari dan Muslim.) bisa kita kategorikan menjadi dua bagian: Para ulama berselisih pendapat tentang hadits ini (yaitu hadits yang mengatakan Pertama, perkara yang terlarang dalam bahwa salah satu ciri orang yang masuk syariat. Itulah perasaan perasaan sial. Orang yang memiliki perasaan sial itu telah menjadikan sebagian sebab seakan akan sarana tercegahnya Majalah Kesehatan Muslim 7

marabahaya. Namun jika dia jumpai burung terbang ke arah barat maka yang \"muncul adalah perasaan yang lain. Allah ingin menjelaskan bahwa sebab nikmat atau terjadinya marabahaya. Oleh karena orang jahiliah manakala Tidaklah diragukan bahwa melihat burung terbang ke arah timur meminta diruqyah atau diobati maka dia berprasangka akan timbulnya dengan cara kay atau semisalnya menyebabkan melemahnya tawakal seseorang kecuali jika tawakalnya benar benar terjaga. yang diyakini oleh sebagian orang sebagai sebab padahal syariat atau hukum kausalitas tidak menetapkannya tersebut adalah tidak mengapa. sebagai sebab maka menggantungkan Para ulama mengatakan bahwa diantara hati padanya atau melakukannya adalah bukti yang menunjukkan benarnya syirik besar jika dia menyakini bahwa pendapat yang kedua adalah seorang itu secara umum diperintahkan untuk \"sebab tersebut memberi manfaat atau berobat. Kita semua tahu bahwa boleh jadi bahaya dengan sendirinya. Jika tanpa kesembuhan si sakit sebabnya adalah keyakinan tersebut sehingga yang terjadidokter namun pada kenyataannya hal ini hanyalah menyakini sebab yang bukan tidaklah terlarang. Tidaklah menutup sebab secara syariat atau pun hukum kemungkinan, pengobatan dokter kausalitas yang ada di alam semesta -dikarenakan lemahnya tawakkal- itu maka itu terhitung syirik kecil yang lebih berkesan dalam hati dari pada disebut oleh para ulama dengan sebutankesan yang timbul karena ruqyah. kufrun duna kufrin atau kekafiran yangPenjelasan di atas menunjukkan bahwa kecil. Kedua, perkara yang mengurangi kadar yang jadi pokok masalah adalah tawakal tawakkal seseorang. Itulah minta diobati kepada Allah dengan sebenar benarnya. dengan cara kay dan minta untuk Namun tidaklah diragukan bahwa diruqyah. meminta diruqyah atau diobati dengan Berdasarkan uraian di atas maka orang cara kay atau semisalnya menyebabkan yang memang perlu diruqyah lantas melemahnya tawakal seseorang kecuali dia meminta kepada orang lain untuk jika tawakalnya benar benar terjaga. meruqyah dirinya dalam keadaan dia Jika tawakkal benar benar terjaga maka yakin bahwa yang menyembuhkan meminta ruqyah itu tidaklah mengapa. adalah Allah sedangkan ruqyah Demikian penjelasan Syaikh Dr hanyalah usaha atau lantaran sehingga Abdullah bin Nashir al Sulmi mengenai tentu saja dia tidak berkeyakinan permasalahan ini. bahwasanya kesembuhan itu di tangan fulan si peruqyah maka hukum hal 8 Majalah Kesehatan Muslim

Majalah Kesehatan Muslim 9

Imunisasi Imunisasi Dalam adalah investasi Pandangan kesehatan Medis masa depan karena pencegahan penyakit Penyusun : dr. Adika Mianoki melalui imunisasi merupakan cara perlindungan paling efektif terhadap penyakit infeksi dan jauh lebih murah dibanding mengobati seseorang apabila telah jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit. 10 Majalah Kesehatan Muslim

Dengan imunisasi, anak dapat mengendalikan diri, beradaptasi akan terhindar dari dengan lingkungan, mengerti baik- penyakit infeksi berbahaya buruk, benar-salah, boleh-tidak boleh. sehingga mereka memiliki kesempatan beraktifitas, bermain, belajar tanpa Anak yang sehat merupakan terganggu masalah kesehatan. Namun dambaan setiap manusia. Timbul demikian, sampai saat ini masih pertanyaan, mengapa anak bisa sakit? terdapat masalah-masalah dalam Anak sakit karena kekebalan(imunitas) pemberian imunisasi, antara lain tubuh alamiah tidak cukup mampu pemahaman orang tua yang masih melindungi tubuh. Ketika penyebab kurang pada sebagian masyarakat sakit tidak bisa ditolerir oleh tubuh, tentang manfaat imunisasi, mitos maka anak akan sakit. Penyebab sakit salah tentang imunisasi, sampai jadwal antara lain: infeksi, kelainan bawaan, imunisasi yang terlambat. gangguan metabolisme, kekurangan gizi, cedera, kecelakaan, keracunan, Kesehatan adalah Dambaan penyakit imunologi, dan degeneratif. Setiap Insan Sebaliknya, seseorang akan menjadi Merupakan keinginan semua orang kebal (imun) terhadap suatu penyakit tua untuk mempunyai anak yang karena adanya sistem imunitas. sehat, tidak sakit, dan tidak cacat, Imunitas terbagi menjadi 2 yaitu serta memiliki pertumbuhan dan imunitas alami dan imunitas didapat. perkembangannya optimal. Paradigma Imunitas alami bersifat aktif dan pasif. anak sehat meliputi sehat fisik, sehat Imunitas alami aktif merupakan reaksi kognitif dan sehat emosi-sosial-moral. tubuh terhadap suatu infeksi, misalnya bila seseorang menderita cacar air, Sehat fisik, artinya pertumbuhan maka dalam tubuhnya akan terbentuk dan perkembangan fisik optimal, sistem imunitas yang menjaga ditunjukkan dengan perubahan terulangnya infeksi cacar air. Imunitas tinggi badan, berat badan, lingkar alami pasif didapatkan bayi dari ibunya kepala, pematangan fungsi organ- melalui jalur plasenta. Disini sistem organ tubuh sesuai dengan umur. kekebalan ibu “menular” ke janin Sehat kognitif, artinya anak melalui plasenta. mempunyai kemampuan untuk mengenali, mengerti, mengingat, Imunitas didapat mengandung arti membandingkan, mencocokkan, bahwa tubuh mendapatkan kekebalan menggabungkan, merangkai, dari rangsangan luar tubuh. Tubuh mengekspresikan, menghasilkan ide, disuplai sistem kekebalan dari luar. pengetahuan, dan ketrampilan baru. Suplai disini bisa berupa sel-sel Sehat emosi-sosial-moral, artinya anak kekebalan yang sudah jadi (injeksi gembira, berani, optimis, percaya diri, antibodi, disebut imunitas didapat dapat mengeksplorasi lingkungan, pasif ) maupun perangsang kekebalan pada tubuh pasien (vaksinasi, disebut Majalah Kesehatan Muslim 11

imunitas didapat aktif ). Dengan dilakukan secara bertahap dan lengkap sistem imun yang baik, seorang anak terhadap berbagai penyakit yang tidak mudah terjangkit penyakit. sangat membahayakan kesehatan dan Salah satu yang penting untuk hidup anak. meningkatkan imunitas adalah dengan pemberian imunisasi. Manfaat Imunisasi Pengertian Imunisasi Tujuan dari diberikannya suatu imunitas dari imunisasi bagi anak Imunisasi adalah pemberian adalah untuk mengurangi angka kekebalan tubuh terhadap suatu penderita suatu penyakit yang sangat penyakit dengan memasukkan membahayakan kesehatan bahkan sesuatu ke dalam tubuh agar tubuh bisa menyebabkan kematian pada tahan terhadap penyakit yang sedang penderitanya. Beberapa penyakit yang mewabah atau berbahaya bagi dapat dihindari dengan imunisasi seseorang. Imunisasi berasal dari kata yaitu seperti hepatitis B, campak, imun yang berarti kebal atau resisten. polio, difteri, tetanus, batuk rejan, Imunisasi terhadap suatu penyakit gondongan, cacar air, TBC, dan lain hanya akan memberikan kekebalan sebagainya. atau resistensi pada penyakit itu Imunisasi tidak hanya bermanfaat Imunisasi adalah pemberian untuk individu anak yang diimunisasi kekebalan tubuh terhadap suatu saja, namun juga memiliki manfaat penyakit dengan memasukkan yang lebih luas. Berikut diantara manfaat imunisasi : \" \"sesuatu ke dalam tubuh agar tubuh tahan terhadap penyakit yang * Manfaat untuk anak sedang mewabah atau berbahaya Tujuan pemberian imunisasi pada bagi seseorang. anak diharapkan akan memberikan fungsi serta manfaatnya dalam hal saja, sehingga untuk terhindar dari untuk melindungi bayi yang kadar penyakit lain diperlukan imunisasi imunitas tubuhnya masih sangat lainnya. Imunisasi sering diebut juga rentan dari penyakit yang bisa dan dengan vaksinasi. dapat untuk menyebabkan kesakitan, kecacatan, ataupun bahkan kematian Imunisasi biasanya lebih fokus bayi. diberikan kepada anak-anak karena sistem kekebalan tubuh mereka masih Di dalam vaksin sendiri sebenarnya belum sebaik orang dewasa, sehingga terdapat bakteri bibit penyakit. Tentu rentan terhadap serangan penyakit saja bukan bakteri yang berbahaya, berbahaya. Imunisasi tidak cukup namun bakteri yang lemah atau yang hanya dilakukan satu kali, tetapi harus sudah mati. Dengan memiliki bakteri dalam tubuh, secara alami tubuh 12 Majalah Kesehatan Muslim

akan membentuk pertahanan diri komunitas yang bisa mencegah yang disebut antibodi. Antibodi ini masyarakat terjangkit penyakit infeksi akan melumpuhkan bakteri serupa tertentu. Selain itu bagi negara juga yang akan menimbulkan penyakit. bermanfaat untuk memperbaiki Antibodi akan mengingat bagaimana tingkat kesehatan, menciptakan cara memerangi bakteri seperti bangsa yang kuat dan berakal sehat bakteri yang telah dilumpuhkannya. untuk melanjutkan pembangunan Bakteri akan tinggal lama di dalam negara. tubuh, sehingga ketika bakteri jahat pada suatu hari nanti masuk ke Macam dan Cara Pemberian dalam tubuh, antibodi akan tahu cara Imunisasi mengatasinya. Dengan demikian, anak bisa terhindar dari penyakit. Ada dua macam imunisasi, yaitu imunisasi pasif yang merupakan kekebalan bawaan dari ibu terhadap penyakit dan imunisasi aktif di mana \"* Manfaat untuk keluarga Imunisasi juga memeiliki bermanfaat bagi keluarga. Dengan \"pemberian imunisasi yang tepat, dapat Imunisasi juga memeiliki bermanfaat bagi keluarga. Dengan pemberian imunisasi yang tepat, dapat membantu menghilangkan kecemasan orangtua dari risiko sakit yang akan diderita oleh anaknya. kekebalannya harus didapat dari pemberian bibit penyakit lemah yang mudah dikalahkan oleh kekebalan membantu menghilangkan kecemasan tubuh biasa guna membentuk antibodi orangtua dari risiko sakit yang akan terhadap penyakit yang sama baik diderita oleh anaknya. Selain itu juga yang lemah maupun yang kuat. menghemat biaya pengobatan bila Adapun cara pemberiannya, anak sakit. imunisasi dapat dilakukan dengan *Manfaat untuk komunitas beberapa cara. Ada yang diberikan secara suntikan ke otot, kulit atau Manfaat imunisasi tidak terbatas lapisan bawah kulit, maupun ada yang bagi individu, naum juga bagi diberikan melalui tetesan cairan ke komunitas masyarakat secara umum. mulut. Jika cakupan imunisasi cukup luas, Teknik atau cara pemberian dapat meningkatkan kekebalam imunisasi umumnya dilakukan dengan Majalah Kesehatan Muslim 13

melemahkan virus atau bakteri penyebab penyakit lalu diberikan kepada seseorang dengan cara suntik atau minum / telan. Setelah bibit penyakit masuk ke dalam tubuh kita maka tubuh akan terangsang untuk melawan penyakit tersebut dengan membantuk antibodi. Antibodi itu uumnya bisa terus ada di dalam tubuh orang yang telah diimunisasi untuk melawan penyakit yang mencoba menyerang. Apakah Imunisasi Aman? Sering timbul keraguan di masyarakat, apakah pemberian imunasai aman bagi anak? Perlu diketahui, tidak ada satu pun tindakan medis yang 100% aman. Semua tindakan memiliki risiko. Namun dengan prosedur pemberian yang tepat dan dilakukan oleh orang yang ahli dan kompeten di bidangnya, insyaAllah pemberian imunisasi aman dilakukan. Faktor keamanan merupakan aspek paling penting dalam pembuatan vaksin. Penelitian dan uji coba sebelum vaksin diedarkan memakan waktu puluhan tahun. Namun, seperti halnya obat-obatan yang sudah terbukti aman dikonsumsi, pemberian imunisasi terkandang menimbulkan efek samping bagi sebagaian anak yang disebut dengan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). Umumnya KIPI hanya berupa reaksi ringan di area penyuntikan seperti nyeri, bengkak, dan kemerahan. Terkadang reaksi disertai demam ringan 1-2 hari setelah imunisasi. Gejala tersebut umumnya tidak berbahaya dan akan hilang dengan cepat. Demikian pembahasan ringkas tentang imunisasi. Pada artikel-artikel selanjutnya akan dibahas lebih detail tentang imunisasi dari berbagai aspek. Semoga bermanfaat, 14 Majalah Kesehatan Muslim

Imunisasi Dalam Pandangan Syariat Penyusun : dr. Raehanul Bahraen Status halal-haram imunisasi dan vaksinasi menjadi perdebatan yang sengit dan bahkan “panas”. Bak di luar negeri maupun di Indonesia, terlebih lagi negara kita mayoritas muslim. Berikut sedikit pembahasan mengenai hal ini. Setelah berkonsultasi dan berdiskusi dengan beberapa ustadz dan melihat beberapa fatwa ulama, hati kami merasa lebih tentram dengan condong bahwa imunisasi insyaAllah halal. Wallahu ‘alam, kami memang punya dasar pendidikan kedokteran, mungkin ada yang mengira kami terpengaruh oleh ilmu kami sehingga mendukung imunisasi dan vaksinasi. Akan tetapi, justru karena kami punya dasar ilmu tersebut, kami bisa menelaah lebih dalam lagi dan mencari fakta-fakta yang kami rasa lebih Majalah Kesehatan Muslim 15

menentramkan hati kami. Berikut kami berusaha menjabarkannya dan menjawab apa yang menjadi alasan mereka menolak imunisasi. Vaksin haram? Ini yang cukup meresahkan karena Indonesia sebagian besar muslim. Namun mari kita kaji, kita ambil contoh vaksin polio atau vaksin meningitis dengan produksinya menggunakan enzim tripsin dari serum babi. Belakangan ini menjadi buah bibir karena cukup meresahkan jama’ah haji yang diwajibkan pemerintah Arab Saudi vaksin, karena mereka tidak ingin terkena atau ada yang membawa penyakit tersebut ke jama’ah haji di Mekkah. Banyak penjelasan berbagai pihak, salah satunya dari Direktur Perencanaan danPengembangan PT. Bio Farma, Drs. Iskandar, Apt., M., mengatakan bahwa enzim tripsin babi masih digunakan dalam pembuatan vaksin, khususnya vaksin polio (IPV). “Air PAM dibuat dari air sungai yang mengandung berbagai macam kotoran dan najis, namun menjadi bersih dan halal setelah diproses. Iskandar melanjutkan, dalam proses pembuatan vaksin, tripsin babi hanya dipakai sebagai enzim proteolitik (enzim yang digunakan sebagai katalisator pemisahsel/protein) .Pada hasil akhirnya (vaksin), enzim tripsin yang merupakan unsur turunan dari pankreas babi ini tidak terdeteksi lagi. Enzim ini akan mengalami proses pencucian, pemurnian, dan penyaringan.” (sumber: http:// www.scribd.com/doc/62963410/WHO-Batasi-Penggunaan-Babi- Untuk-Pembuatan-Vaksin) Jika ini benar, maka tidak bisa kita katakan vaksin ini haram, karena minimal bisa kita kiaskan dengan binatang jallalah, yaitu binatang yang biasa memakan barang-barang najis. Binatang ini bercampur dengan najis yang haram dimakan, sehingga perlu dikarantina kemudian diberi makanan yang suci dalam beberapa hari agar halal dikonsumsi. Sebagian ulama berpendapat minimal tiga hari dan ada juga yang berpendapat sampai aroma, rasa dan warna najisnya hilang. Imam Abdurrazaq As-Shan’ani rahimahullah meriwayatkan, 16 Majalah Kesehatan Muslim

‫َع ِن ا ْب ِن ُع َم َر أَ َّن ُه َكا َن َي ْح ِب ُس ال َّد َجا َج َة َ�ثلاَ َث ًة إِ َذا أَ َرا َد أَ ْن َي ْأ ُك َل َب ْي َض َها‬ “Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma bahwasanya beliau mengurung (mengkarantina) ayam yang biasa makan barang najis selama tiga hari jika beliau ingin memakan telurnya.” (Mushannaf Abdurrazaq no. 8717) Kalau saja binatang yang jelas-jelas bersatu langsung dengan najis karena makanannya kelak akan menjadi darah daging bisa di makan, maka jika hanya sebagai katalisator sebagaimana penjelasan diatas serta tidak dimakan lebih layak lagi untuk dipergunakan atau minimal sama. Perubahan Benda Najis atau Haram Menjadi Suci Kemudian ada istilah (‫“ )استحالة‬istihalah” yaitu perubahan benda najis atau haram menjadi benda yang suci yang telah berubah sifat dan namanya. Contohnya adalah kulit bangkai yang najis dan haram jika disamak menjadi suci atau ataupun khamr jika menjadi cuka maka menjadi suci misalnya dengan penyulingan. Pada enzim babi vaksin tersebut telah berubah nama dan sifatnya atau bahkan hanya sebagai katalisator pemisah, maka yang menjadi patokan adalah sifat benda tersebut sekarang. Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah rahimahullah menjelaskan masalah istihalah, ‫ َب ْل ِب َو ْص ِف ال َيّ ْش ِء ِيف‬،‫ َو اَل ِع ْر َب َة ِبا ْأ َل ْص ِل‬،‫ ُي ْخ ِر ُج ال َّط ِّي َب ِم ْن ا ْل َخ ِبي ِث َوا ْل َخ ِبي َث ِم ْن ال َّط ِّي ِب‬- ‫ َت َعا ىَل‬- ‫َواَل َّل ُه‬ ،‫ َو ِم ْن ا ْل ُم ْم َت ِن ِع َب َقا ُء ُح ْك ِم ا ْل ُخ ْب ِث َو َق ْد َزا َل ا ْس ُم ُه َو َو ْص ُف ُه‬،‫َن ْف ِس ِه‬ “dan Allah Ta’ala mengeluarkan benda yang suci dari benda yang najis dan mengeluarkan benda yang najis dari benda yang suci. Patokan bukan pada benda asalnya, tetapi pada sifatnya yang terkandung pada benda tersebut (saat Barangsiapa mendatangi itu). Dan tidak boleh menetapkan hukum najis jika ‘Arraaf (tukang ramal) telah hilang sifat dan berganti namanya.” (I’lamul muwaqqin ‘an rabbil ‘alamin) dan menanyakan sesuatu Percampuran benda najis atau kepadanya, tidak akan haram dengan benda suci diterima sholatnya selama Kemudian juga ada istilah (‫“ )استحلاك‬istihlak” empat puluh hari yaitu bercampurnya benda najis atau haram pada benda yang suci sehingga mengalahkannya sifat najis baik rasa, warna dan baunya. Misalnya hanya beberapa tetes khamr pada air yang sangat banyak. Maka tidak membuat haram air tersebut. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‫إِ َّن اَ ْل اَم َء َط ُهو ٌر َال ُي َن ِّج ُس ُه َي ْش ٌء‬ “Air itu suci, tidak ada yang menajiskannya sesuatu pun.” (Bulughul Maram, Majalah Kesehatan Muslim 17

Bab miyah no.2) ‫ لَ ْم َي ْن ُج ْس‬- :‫ َو يِف لَ ْف ٍظ‬- ‫َكا َن اَ ْل َام َء ُق َّل َتينْ ِ لَ ْم َي ْح ِم ْل اَ ْل َخ َب َث‬ “jika air mencapai dua qullah tidak mengandung najis –diriwayat yang lain- tidak najis” (Bulughul Maram, Bab miyah no.5) Maka enzim babi vaksin yang hanya sekedar katalisator yang sudah hilang melalui proses pencucian, pemurnian dan penyulingan sudah minimal terkalahkan sifatnya. Jika Kita Berpendapat Vaksin Adalah Haram Berdasarkan fatwa MUI bahwa vaksin haram tetapi boleh digunakan jika darurat. Bisa dilihat diberbagai sumber salah satunya cuplikan wawancara antara Hidayatullah dan KH. Ma’ruf Amin selaku Ketua Komisi Fatwa MUI halaman 23. Berobat dengan yang Haram Jika kita masih berkeyakinan bahwa vaksin haram, mari kita kaji lebih lanjut. Bahwa ada kaidah fiqhiyah, ‫الضرورة تبيح المحظورات‬ “Darurat itu membolehkan suatu yang dilarang” Kaidah ini dengan syarat: 1. Tidak ada pengganti lainnya yang mubah 2. Digunakan sekadar mancukupi saja untuk memenuhi kebutuhan Inilah landasan yang digunakan MUI, jika kita kaji sesuai dengan syarat: 1. Saat itu belum ada pengganti vaksin lainnya Adapun yang berdalil dengan daya tahan tubuh bisa dengan jamu, habbatussauda, madu (bukan berarti kami merendahkan pengobatan nabi dan tradisional), maka kita jawab itu adalah pengobatan yang bersifat umum tidak spesifik, sebagaimana jika kita mengobati virus tertentu, maka secara teori bisa sembuh dengan meningkatkan daya tahan tubuh, akan tetapi bisa sangat lama dan banyak faktor. Bisa saja ia mati sebelum daya tahan tubuh meningkat. Apalagi untuk jamaah haji syarat satu-satunya adalah vaksin. 2. Enzim babi pada vaksin hanya sebagai katalisator, sekedar penggunaannya saja. Jika ada yang berdalil dengan, 18 Majalah Kesehatan Muslim

‫إن الله خلق الداء‬ ‫ ولا تتداووا بحرام‬،‫ فتداووا‬،‫والدواء‬ ”Sesungguhnya Allah menciptakan penyakit dan obatnya. Maka berobatlah, dan jangan berobat dengan sesuatu yang haram” (HR. Thabrani, hasan) Maka, pendapat terkuat bahwa pada pada asalnya tidak boleh berobat dengan benda-benda haram kecuali dalam kondisi darurat, dengan syarat: 1. Penyakit tersebut penyakit yang harus diobati 2. Benar-benar yakin bahwa obat ini sangat bermanfaat pada penyakit tersebut. 3. Tidak ada pengganti lainnya yang mubah Hal ini berlandaskan pada kaidah fiqhiyah, .‫إذا تعارض ضرران دفع أخفهما‬ ” Jika ada dua mudharat (bahaya) saling berhadapan maka di ambil yang 19 paling ringan “ Dan Maha Benar Allah yang memang menciptakan penyakit pasti ada obatnya, tidak ada obatnya sekarang karena manusia belum menemukannya. Terbukti baru-baru ini telah ditemukan vaksin meningitis yang halal, dan MUI mengakuinya. Bisa dilihat pernyataan berikut, “Majelis Ulama Indonesia menerbitkan sertifikat halal untuk vaksin meningitis produksi Novartis Vaccines and Diagnostics Srl dari Italia dan Zhejiang Tianyuan Bio-Pharmaceutical asal China. Dengan terbitnya sertifikat halal, fatwa yang membolehkan penggunaan vaksin meningitis terpapar zat mengandung unsur babi karena belum ada vaksin yang halal menjadi tak berlaku lagi.” ”Titik kritis keharaman vaksin ini terletak pada media pertumbuhannya yang kemungkinan bersentuhan dengan bahan yang berasal dari babi atau yang terkontaminasi dengan produk yang tercemar dengan najis babi,” kata Ketua MUI KH Ma’ruf Amin di Jakarta, Selasa (20/7). (Sumber:http:// kesehatan.kompas.com) Semoga kelak akan ditemukan vaksin lain yang halal misalnya vaksin polio, sebagimana usaha WHO juga mengupayakan hal tersebut. WHO yang dituduh sebagai antek-antek negara barat dan Yahudi, padahal tuduhan ini tanpa bukti dan hanya berdasar paranoid terhadap dunia barat. Berikut penyataannya, “Menurut Neni (peneliti senior PT. Bio Farma), risiko penggunaan Majalah Kesehatan Muslim

unsur binatang dalam pembuatan vaksin sebenarnya tidak hanyamenyangut halal atau haram. Bagi negara non muslim sekalipun, penggunaan unsur binatang mulai dibatasi karena berisiko memicu transmisi penyakit dari binatang ke manusia. \"WHO mulai membatasi, karena ada risiko transmisi dan itu sangat berbahaya. Misalnya penggunaan serumsapi bisa menularkan madcow (sapi gila),\" ungkap Neni dalam jumpa pers Forum Riset Vaksin Nasional2011 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (26/7/2011 (Sumber: http://www.scribd.com/doc/62963410/WHO-Batasi- Penggunaan-Babi-Untuk-Pembuatan-Vaksin) Fatwa MUI pun tidak selamat, tetap saja dituduh ada konspirasi dibalik itu. Maka kami tanyakan kepada mereka, “Apakah mereka bisa memberikan solusi, bagaimana supaya jama’ah haji Indonesia bisa naik haji, karena pemerintah Saudi mempersyaratkan harus vaksin meningitis saja jika ingin haji, hendaklah kita berjiwa besar, jangan hanya bisa mengomentari dan mengkritik tetapi tidak bisa memberikan jalan keluar.” Agama islam adalah agama yang mudah dan tidak kaku, Allah tidak menghendaki kesulitan kepada hambanya. Allah Ta’ala berfirman, ‫َو َما َج َع َل َع َل ْي ُك ْم يِف ال ِّدي ِن ِم ْن َح َر ٍج‬ “Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan.” (Al-Hajj:78) Fatwa Ulama Mengenai Kehalalan Vaksinasi-Imunisasi Berikut fatwa- fatwa ulama: 1.Fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah (Mufti Besar Kerajaan Arab Saudi ketua Lajnah Daimah dan Mantan Rektor Universitas Islam Madinah) Ketika beliau ditanya ditanya tentang hal ini, “Apakah hukum berobat dengan imunisasi sebelum tertimpa musibah?” Beliau menjawab, “La ba’sa (tidak masalah) berobat dengan cara seperti itu jika dikhawatirkan tertimpa penyakit karena adanya wabah atau sebab- sebab lainnya. Dan tidak masalah menggunakan obat untuk menolak atau menghindari wabah yang dikhawatirkan. Hal ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits shahih (yang artinya),“Barangsiapa makan tujuh butir kurma Madinah pada pagi hari, ia tidak akan terkena pengaruh buruk sihir atau racun” Ini termasuk tindakan menghindari penyakit sebelum terjadi. Demikian juga jika dikhawatirkan timbulnya suatu penyakit dan dilakukan immunisasi 20 Majalah Kesehatan Muslim

untuk melawan penyakit yang muncul manfaatnya dari segi medis. Obat di suatu tempat atau di mana saja, semacam itu dapat melindungi anak maka hal itu tidak masalah, karena hal dan mencegah mereka dari kelumpuhan itu termasuk tindakan pencegahan. dengan izin Allah. Dan obat semacam Sebagaimana penyakit yang datang ini (dari enzim babi) belum ada diobati, demikian juga penyakit yang gantinya hingga saat ini. Dengan dikhawatirkan kemunculannya. menimbang hal ini, maka penggunaan [sumber: www.binbaz.org] obat semacam itu dalam rangka berobat 2. Fatwa Syaikh Muhammad Shalih dan pencegahan dibolehkan. Hal ini Al-Munajjid hafidzahullah (Imam dengan alasan karena mencegah bahaya masjid dan khatib di Masjid Umar bin (penyakit) yang lebih parah jika tidak Abdul Aziz di kota al Khabar KSA dan mengkonsumsinya. Dalam bab fikih, dosen ilmu-ilmu keagamaan, pengasuh masalah ini ada sisi kelonggaran yaitu situs www.islam-qa.com) tidak mengapa menggunakan yang Dalam fatwa beliau mengenai najis (jika memang cairan tersebut imunisasi dan vaksin beliau menjawab. dinilai najis). Namun sebenarnya cairan Rincian bagian ketiga yang sesuai najis tersebut telah mengalami istihlak dengan pembahasan imunisasi dengan (melebur) karena bercampur dengan zat bahan yang haram tetapi memberi suci yang berjumlah banyak. Begitu pula manfaat yang lebih besar. Syaikh berkata, masalah ini masuk dalam hal darurat “Rincian ketiga: vaksin yang terdapat dan begitu primer yang dibutuhkan didalamnya bahan yang haram atau najis untuk menghilangkan bahaya. Dan pada asalnya. Akan tetapi dalam proses di antara tujuan syari’at adalah kimia atau ketika ditambahkan bahan menggapai maslahat dan manfaat serta yang lain yang mengubah nama dan menghilangkan mafsadat dan bahaya. sifatnya menjadi bahan yang mubah. Kedua: Proses ini dinamakan “istihalah”. Dan Majelis merekomendasikan pada bahan [mubah ini] mempunyai efek para imam dan pejabat yang berwenang yang bermanfaat.Vaksin jenis ini bisa hendaklah posisi mereka tidak bersikap digunakan karena “istihalah” mengubah keras dalam perkara ijtihadiyah ini nama bahan dan sifatnya. Dan yang nampak ada maslahat bagi anak- mengubah hukumnya menjadi mubah/ anak kaum muslimin selama tidak boleh digunakan.” [Dirangkum dari bertentangan dengan dalil yang definitif sumber: http://www.islam-qa.com ] (qath’i). 3. Fatwa Majelis Majelis Ulama Eropa untuk Fatwa dan Penelitian. [Sumber: http://www.islamfeqh.com] Dalam suatau fatwa disebutkan, Pertama: Penggunaan obat semacam itu ada Majalah Kesehatan Muslim 21

Bolehkah berobat dari yang haram? Sebagian orang ada yang berobat dari yang haram seperti air kencing yang najis dengan cara diminum. Ada juga yang berobat dengan arak atau khomr. Ada pula yang berobat dengan bahan yang mengandung unsur babi. Bagaimana hukum dalam masalah ini? Ibnu Taimiyah pernah ditanya, \"Apakah boleh berobat dengan khomr?\"Beliau rahimahullah menjawab, \"Tidak boleh berobat dengan khomr karena mengingat adanya hadits dalam hal ini dan inilah yang menjadi pendapat mayoritas ulama. Dalam kitab Shahih, di mana Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya mengenai khomr yang digunakan sebagai obat. Beliau pun bersabda, \"Khomr hanyalah penyakit, ia bukanlah obat.\" YHaunkgumHaBrearmobat Dengan Oleh: Ustadz M. Abduh Tuasikal, S.T. MSc. 22 Majalah Kesehatan Muslim

Thoriq bin Suwaid Al Ju’fiy pernah kwshahodabsaali\"attlRrsalailul(aaolymbsakauahonlmttuougyerl'aal)lhaan.la\"arhgraiahnmig menanyakan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai khomr. Kemudian beliau melarang atau tidak suka untuk diolah. Kemudian Thoriq mengatakan bahwa khomr itu akan digunakan sebagai obat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas mengatakan, » ‫« إِ َّن ُه لَ ْي َس ِب َد َوا ٍء َولَ ِك َّن ُه َدا ٌء‬ \"Khomr itu bukanlah obat, namun dan Ibnu Majah no. 3459. Al Hafizh ia adalah penyakit.\" (HR. Muslim no. Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini 1984). Imam Nawawi rahimahullah shahih). berkata bahwa ini adalah dalil tegas yang menunjukkan bahwa khomr bukanlah obat Dari Abud Darda', ia berkata bahwa dan diharamkan berobat dengan khomr. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, Dalam kitab sunan disebutkan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ‫إِ َّن ال َّل َه أَ ْن َز َل ال َّدا َء َوال َّد َوا َء َو َج َع َل لِ ُك ِّل َدا ٍء َد َوا ًء‬ melarang berobat dari yang khobits ‫َف َت َدا َو ْوا َول َا َت َدا َو ْوا ِب َح َرا ٍم‬ (sesuatu yang menjijikkan). Ibnu Mas'ud berkata, \"Allah tidak mungkin \"Allah telah menurunkan penyakit dan menjadikan kesembuhan bagi kalian dari juga obatnya. Allah menjadikan setiap sesuatu yang haram.\" penyakit ada obatnya. Maka berobatlah, Dari Abu Hurairah, ia berkata, namun jangan berobat dengan yang ‫ َع ِن ال َّد َوا ِء‬-‫صلى الله عليه وسلم‬- ‫َن َهى َر ُسو ُل ال َّل ِه‬ haram.\" (HR. Abu Daud no. 3874. Sanad ‫ا ْل َخ ِبي ِث‬ hadits ini dho'if kata Al Hafizh Abu Thohir). \"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa Beliau melanjutkan lagi di halaman lainnya, \"Bagi sebagian sallam melarang dari obat yang khobits yang membolehkan khomr untuk obat menyamakannya dengan (yang haram atau kotor).\" (HR. Abu Daud dibolehkannya mengonsumsi yang haram seperti bangkai dalam kondisi no. 3870, Tirmidzi darurat. Pendapat ini adalah lemah dari beberapa sisi: no. 2045 (1) Orang yang dalam kondisi \"Allah darurat dengan memakan yang haram, telah menurunkan maka tujuannya untuk mempertahankan penyakit dan juga hidup bisa tercapai dan hilanglah obatnya. Allah menjadikan setiap penyakit ada obatnya. Majalah Kesehatan Muslim 23 Maka berobatlah, namun jangan berobat dengan yang haram.\"

bahaya yang menimpa dirinya. Sedangkan yang mengonsumsi yang khobits untuk berobat tidaklah bisa diyakini sembuhnya. Bahkan betapa banyak yang menempuh jalan berobat tidaklah meraih kesembuhan. (2) Orang yang dalam kondisi darurat bisa menghilangkan bahaya yang menimpa dirinya hanya dari benda yang haram tersebut, tidak yang lainnya. Namun orang yang berobat dengan yang haram, bisa jadi disembuhkan dengan yang lainnya. Bahkan dengan do'a dan ruqyah bisa mendatangkan kesembuhan. Bahkan yang terakhir inilah yang paling ampuh sebagai obat. (3) Memakan bangkai dalam kondisi genting (darurat) dihukumi wajib menurut kebanyakan ulama. Adapun berobat itu tidaklah wajib menurut mayoritas ulama, yang mewajibkannya hanya segelintir ulama (jumlahnya sedikit). Di halaman selanjutnya, Ibnu Taimiyah berkata mengenai lemak babi, \"Adapun berobat dengan mengonsumsi lemak babi, itu tidak dibolehkan” Hanya Allah yang memberi taufik. 24 Majalah Kesehatan Muslim

Jadwal Imunisasi Anak Penyusun : dr. Adika Mianoki Jadwal imunisasi bayi sebaiknya diketahui oleh para orang tua. Dengan mengetahui jadwal imunisasi ini, bayi di harapkan mendapatkan imunisasi yang tepat sehingga memiliki kekebalan tubuh dan terhindar dari berbagai penyakit. Pada saat awal kelahiran, bayi memang akan mendapat kekebalan atau perlindungan alami dari ibunya. Kekebalan alami bayi ini bisa didapatkan melalui ASI yang diberikan oleh ibu. Namun, kekebalan atau perlindungan alami ini hanya bersifat sementara dan hanya berlaku terhadap suatu jenis penyakit tertentu yang memang ibu bayi memiliki kekebalan terhadap penyakit tersebut. Antibodi ini tidak akan bertahan lama. Oleh karen itu bayi tetap rentan terkena berbagai penyakit. Di sinilah fungsi imunisasi untuk meneruskan kekebalan alami kepada bayi yang telah di berikan oleh ibunya. Adapaun cara kerja imunisasi ini biasanya dengan cara menyuntikkan atau meneteskan vaksin ke dalam tubuh bayi. Vaksin yang di berikan ini sebetulnya adalah sejenis kuman atau bakteri yang telah di lemahkan. Ketika kuman tersebut masuk ke dalam tubuh bayi, maka bayi akan bereaksi dengan membentuk antibodi sendiri untuk melawan kuman tersebut. Jadi dengan diberi imunisasi, sebetulnya akan memacu sistem tubuh bayi untuk memproduksi kekebalan tubuhnya, sehingga, ketika suatu saat nanti jika bayi benar-benar terserang oleh kuman yang sebenarnya, tubuh bayi telah memiliki antibodi untuk melawannya. Untuk jadwal imunisasi lengkap yang dianjurkan oleh IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) dapat dilihat di tabel berikut: Majalah Kesehatan Muslim 25

26 Majalah Kesehatan Muslim

A“ISmIunSiseabsaig” aAi lami Penulis : dr. Avie Andriyani ASI Merupakan Makanan Terbaik Bagi Bayi Tidak diragukan lagi mengenai keunggulan ASI (Air Susu Ibu) yang merupakan makanan terbaik bagi bayi. Hampir semua kalangan, termasuk dunia kedokteran ikut menganjurkan supaya ibu lebih memilih ASI dibandingkan susu sapi atau susu formula. Allah berfirman dalam Al-Qur’an : ‫َوا ْل َوالِ َدا ُت ُي ْر ِض ْع َن أَ ْول َا َد ُه َّن َح ْولَينْ ِ َكا ِم َلينْ ِ لِ َم ْن أَ َرا َد أَن ُي ِت َّم ال َّر َضا َع َة‬ “ Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan… “ (Al-Baqarah 233) Sungguh disayangkan masih banyak ibu yang enggan menyusui bayinya, hanya karena alasan sibuk bekerja, untuk menjaga penampilan, dan alasan-alasan lain. Padahal, berbagai penelitian telah membuktikan ada banyak sekali manfaat ASI dan menyusui, baik bagi bayi maupun bagi sang ibu. Selain aman, higienis, bergizi, dan ekonomis, ASI juga mengandung Majalah Kesehatan Muslim 27

zat-zat kekebalan tubuh yang tidak dimiliki suatu jenis kuman yang paling oleh susu formula yang termahal sekalipun. sering menyebabkan diare pada Bahkan ketika produsen susu berlomba-lomba bayi. Oleh karena itu, kuman meniru komposisi ASI, maka tidak akan bisa komensal terbanyak dalam menirunya dengan tepat. usus bayi-bayi yang mendapat ASI sejak lahir adalah bakteri Terbukti bahwa bayi yang mendapat ASI bifidus. Sebaliknya, flora usus kurang berisiko mengalami berbagai infeksi, dari bayi yang mendapat susu seperti infeksi saluran nafas bagian bawah, sapi adalah kuman-kuman gram infeksi saluran kemih, infeksi telinga, dan negatif (terutama bakteroides septisemia (infeksi darah) di tahun pertama dan koliform). Maka tidak heran kehidupannya. Sebagian perlindungannya ini jika bayi yang tidak mendapat karena proses pemindahan faktor-faktor imun ASI lebih peka terhadap infeksi (kekebalan tubuh) di dalam ASI dan bahan kuman patogen karena tidak pra-susu atau kolostrum. adanya perlindungan seperti Faktor-faktor Kekebalan dalam ASI Secara garis besar terdapat 2 macam kekebalan di dalam ASI, yaitu faktor kekebalan non spesifik (seperti bifidus factor, laktoferin, lisozim) dan faktor kekebalan spesifik (seperti imunoglobulin). Penjelasan singkatnya sebagai berikut : Bifidus factor. Di dalam ASI, kadar bifidus factor 40 kali lipat lebih banyak dibanding susu sapi. Bifidus factor dalam suasana asam di dalam usus bayi akan mendorong pertumbuhan lactobasilus bifidus. Lactobasilus bifidus ini di dalam usus bayi akan mengubah laktosa yang banyak terkandung di dalam ASI menjadi asam laktat dan asam asetat, sehingga suasana usus bayi akan semakin asam. Suasana asam ini akan menghambat pertumbuhan kuman enterobacteriaceae dan Eschericia coli (E.coli) patogen, yaitu 28 Majalah Kesehatan Muslim

halnya pada bayi yang mendapat ASI. Imunoglobulin. Semua macam imunoglobulin ditemukan di dalam Laktoferin. ASI mengandung ASI. Dengan tehnik yang baru, laktoferin dalam kadar yang bervariasi seperti imuno-electrophoresi, radio di antara 6 mg/mL kolostrum dan immune assay, elisa, dan sebagainya tidak lebih dari 1 mg/mL di dalam dapat diidentifikasi lebih dari 30 ASI matur. Meskipun kadar laktoferin macam imunoglogulin. Delapan belas pada kolostrum susu sapi juga tinggi, di antaranya berasal dari serum si yaitu 5mg/mL, tetapi kadar ini ibu dan sisanya hanya ditemukan di cepat menurun. Di dalam ASI yang dalam ASI atau kolostrum. Selain itu, matur, laktoferin selain menghambat imunoglobulin G dapat menembus pertumbuhan Candida albicans, juga plasenta dan berada pada konsentrasi bersama-sama (sinergistik) dengan yang cukup tinggi di dalam darah SIgA menghambat pertumbuhan E-coli patogen. Lisozim. Sudah lama diketahui bahwa \" \"lisozim adalah suatu substrat anti- Secara garis besar terdapat 2 macam kekebalan di dalam ASI, yaitu faktor kekebalan non spesifik (seperti bifidus factor, laktoferin, lisozim) dan faktor kekebalan spesifik (seperti imunoglobulin). janin/ bayi sejak lahir sampai umur beberapa bulan, sehingga dapat memberikan perlindungan terhadap infeksi yang sangat berguna di dalam air beberapa macam penyakit. mata. Akhir-akhir ini terbukti bahwa Imunoglobulin terpenting dan di dalam ASI juga terdapat lisozim terbanyak dalam darah manusia dalam kadar yang cukup tinggi (sampai adalah IgG. Sebaliknya, di dalam 2mg/100mL), yaitu 5000 kali lebih ASI yang terpenting adalah IgA. IgA banyak daripada susu sapi. Lisozim pada dianggap penting tidak hanya karena ASI ini tidak dihancurkan di dalam usus konsentrasinya yang tinggi, namun sehingga kadarnya dalam tinja masih juga karena aktivitas biologiknya. Dari ditemukan dalam konsentrasi yang kelas IgA ini, yang paling dominan cukup tinggi. Khasiat lisozim, bersama- adah SIgA, yang kadarnya 90% dari sama dengan sistem komplemen dan seluruh kadar imunoglobulin di SIgA dapat memecahkan dinding sel dalam kolostrum maupun ASI matur. bakteri (bakteriolitik) dari kuman- Diduga fungsi utama dari SIgA kuman enterobacteriaceae dan kuman- adalah mencegah melekatnya kuman- kuman gram positif. Selain itu, lisozim kuman patogen pada dinding mukosa diduga juga melindungi tubuh bayi dari usus halus. Selain itu, SIgA juga berbagai infeksi virus antara lain virus diduga dapat menghambat proliferasi herpes hominis. kuman-kuman tersebut di dalam usus, Majalah Kesehatan Muslim 29

meskipun tidak sampai membunuhnya. Kadar imunoglobulin di dalam payudara kiri dan kanan adalah sama dan kadar ini juga konstan di dalam ASI. Kadar ini selalu sama baik pada permulaan ASI eksklusif (ASI saja tanpa makanan laktasi (menyusui) maupun pada akhir tambahan lainnya) selama 6 bulan laktasi dan juga konstan tiap 24 jamnya. pertama kehidupan bayi. Setelah itu boleh diberikan makanan tambahan dan Bukan Jaminan Bebas dari dianjurkan untuk tidak menyapihnya Segala Penyakit sebelum genap 2 tahun penyusuan. Bagi Anda yang baru saja melahirkan Begitu banyak manfaat ASI dan dan tidak ada alasan medis yang salah satunya adalah dapat mencegah menyebabkan tidak bisa atau tidak infeksi. Namun demikian, bukan berarti boleh menyusui, maka tunggu apa lagi? bayi yang mendapat ASI berarti bebas Berikan hanya yang terbaik untuk buah dari segala macam penyakit. Tetap hati Anda. diperlukan berbagai upaya mencegah penyakit untuk meminimalisir risikonya pada bayi. Sebagian ibu berpendapat bahwa ASI merupakan “obat” ketika bayi sakit sehingga mencukupkan diri dengan pemberian ASI. Hal ini tentu tidak dapat dibenarkan. Ketika bayi menunjukkan gejala penyakit, hendaknya segera ditangani dan jika perlu diperiksakan ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat. Beriksa ASI Eksklusif Setelah membaca penjelasan di atas, diharapkan tidak ada lagi keragu- raguan bagi ibu untuk memberikan ASI. Dianjurkan untuk memberikan 30 Majalah Kesehatan Muslim

Tanya ahli Jawaban Pertanyaan Anda Konsultasi Kesehatan QAssalamualaikum . Saya punya seorang istri yg saat ini berusia 31 tahun, kurang lebih sekitar 1 tahun yang lalu mengidap hypertiroid, dari hasil pemeriksaan laboratorim, TSH-nya rendah (0.008mg) dan T3, T4-nya sangat tinggi, sudah berobat rutin ke dokter sekarang 6 bulan, dengan diberi obat berupa tyroksol, propanolol, karena tidak ada perubahan, dokter memberinya PTU, sebagai ganti tryroksol dan hasil laboratoriumnya menunjukan TSH-nya masih saja rendah. Mohon informasinya, bagaimana pengobatan hipertiroid yang tepat agar penyembuhanya membuahkan hasil, karena saat ini pada leher istri saya sudah ada nodul yang terlihat, apakah penyakit ini bisa disembuhkan tanpa operasi? atas segala jawabnya saya ucapkan terima kasih. Wassalammualikum. AWa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh. Agar pengobatan hipertiroid efektif, maka pemilihan terapinya harus disesuaikan dengan penyebabnya. Oleh karena itu, dokter akan melakukan berbagai pemeriksaan penunjang sebelum menentukan terapi yang tepat. Anda tidak perlu khawatir karena pengobatan hipertiroid dengan pembedahan sangat jarang dilakukan. Indikasi utama untuk melakukan tindakan pembedahan adalah mereka yang berusia muda dan gagal atau alergi terhadap obat-obat antitiroid. Tindakan pembedahan berupa tiroidektomi subtotal juga dianjurkan pada penderita dengan keadaaan yang tidak mungkin diberi pengobatan dengan yodium radioaktif I131 (wanita hamil atau yang merencanakan kehamilan dalam waktu dekat). Indikasi lain adalah mereka yang sulit dievaluasi pengobatannya, penderita yang keteraturannya minum obat Majalah Kesehatan Muslim 31

tidak terjamin atau mereka dengan struma yang sangat besar dan mereka yang ingin cepat eutiroid atau bila strumanya diduga mengalami keganasan, dan alasan kosmetik (penampilan). Hendaknya anda dan istri bersabar dan terus melakukan pengobatan karena pada beberapa kasus hipertiroid, baru membaik setelah dilakukan terapi yang cukup lama hingga 12 sampai 24 bulan. Kemunculan nodul harus selalu dilaporkan ke dokter untuk dilakukan observasi dan pemeriksaan lebih lanjut jika diperlukan. Kalaupun kondisinya sudah membaik tetap disarankan untuk kontrol berkala karena bisa terjadi rekurensi Hipertiroid (kekambuhan). Selain pengobatan utama dari dokter, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh penderita hipertiroid yaitu : • Harus selalu cukup istirahat. Hal ini diperlukan agar hipermetabolisme pada penderita tidak makin meningkat. Penderita dianjurkan tidak melakukan pekerjaan yang melelahkan atau mengganggu pikiran balk di rumah atau di tempat bekerja. • Memperhatikan pola makan, yaitu harus tinggi kalori, protein, multivitamin serta mineral. Hal ini untuk mengatasi kondisi terjadinya peningkatan metabolisme pada penderita hipertiroid, adanya keseimbangan nitrogen yang negatif dan keseimbangan kalsium yang negatif. • Diperlukan manajemen emosi dan psikologis yang baik karena biasanya penderita hipertiroid juga mengalami kecemasan. • Pada kondisi eksoftalmus (bola mata menonjol keluar) dianjurkan untuk istirahat berbaring terlentang dengan kepala lebih tinggi. Selain itu, untuk mencegah mata tidak kering bisa dengan penggunaan salep mata atau larutan metil selulose 5% dan dianjurkan untuk menghindari iritasi mata dengan kacamata. 32 Majalah Kesehatan Muslim

QMungkin tidak setelah hendaknya Anda senantiasa operasi sectio dua kali bersyukur karena telah dikaruniai bisa persalinan normal? 2 orang anak. Niat Anda untuk Pertama dulu kasusnya sungsang dan memperbanyak keturunan tentu lilitan tali pusat. Kasus kedua ketuban sangatlah bagus, namun harus diingat pecah dini. Saya berharap sekali bisa bahwa berapapun jumlah anak yang lahir normal, masih ingin punya anak dikaruniakan Allah pada kita harus lagi. Terima kasih selalu kita syukuri dan kita didik dengan sebaik-baiknya. Tidak perlu ASaat ini, persalinan berkecil hati karena belum pernah pervaginam (normal) melahirkan secara normal, karena sangat mungkin semua itu sudah takdir dari Allah. dilakukan meskipun sebelumnya Semoga jawaban ini bermanfaat bagi adalah persalinan dengan operasi Anda. Caesar, tentunya dengan beberapa pertimbangan dan disesuaikan dengan QAssalamualaikum. kondisi ibu dan janinnya. Mengingat Mohon penyebabnya bukan karena disproporsi pencerahannya saya kepala panggul, ini menunjukkan sudah seminggu pada asalnya ukuran panggul batuk-batuk tetapi kalau Anda sebenarnya memungkinkan siang hari tidak terlalu akan untuk persalinan pervaginam. Jika tetapi kalau udaranya dingin kehamilan ketiga Anda berjalan suka kambuh, obat apa atau normal (tidak ada penyulit) maka bagaimana yang harus saya Anda bisa melahirkan secara normal. Disarankan untuk kontrol secara Majalah Kesehatan Muslim 33 teratur untuk memantau kehamilan. Anda juga perlu sering berkonsultasi dengan dokter yang akan menangani persalinan, karena beberapa dokter kandungan tidak menganjurkan persalinan pervaginam setelah 2 kali operasi Caesar. Salah satu alasannya adalah kekhawatiran akan terjadinya ruptur uteri (sobekan rahim) ketika mengejan, mengingat ada luka sayatan operasi sebelumnya. Terlepas dari berbagai kemungkinan dalam persalinan,

perbuat saya takut kalau gejala Tuberculosis.Salam Ardy. AWa’alaikumussalam warahmatullahi wa barakatuh. Batuk bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Jika melihat dari gejala yang Anda rasakan, batuk Anda justru lebih mengarah pada batuk alergi (bisa merupakan gejala asma) karena munculnya hanya ketika udara dingin. Yang harus Anda lakukan adalah dengan menghindari pencetus (udara dingin) yaitu dengan menggunakan pakaian hangat, menggunakan selimut, minum minuman hangat, dan lain-lain. Sedangkan untuk mengurangi gejalanya, Anda bisa ke dokter untuk mendapatkan pengobatan bagi gejala yang muncul. Batuk pada malam hari memang bisa juga mengarah pada TB tapi biasanya disertai dengan penurunan berat badan dan biasanya ada kontak dengan penderita TB. Untuk lebih memastikan, kami sarankan untuk memeriksakan diri ke dokter supaya mendapatkan pengobatan sesuai dengan penyakitnya. Semoga jawaban ini cukup memberikan pencerahan bagi Anda. 34 Majalah Kesehatan Muslim

Sekelompok orang mengklaim bahwa tahnik adalah imunisasi dalam ajaran Islam atau diklaim sebagai imunisasi yang Islami. Pendapat ini umumnya diusung oleh kelompok antivaksin untuk menolak vaksinasi. Dalam tulisan ini, kami akan membawakan beberapa penjelasan ulama mengenai hikmah tahnik. Dari beberapa penjelasan ulama disimpulkan bahwa ternyata pernyataan “tahnik adalah imunisasi dalam islam” tidak tepat. Berikut pembahasannya Definisi Tahnik dan Hadits-hadits Tentang Tahnik Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah menjelaskan pengertian tahnik,“Tahnik ialah mengunyah sesuatu kemudian meletakkan/ memasukkannya ke mulut bayi lalu menggosok- gosokkan ke langit-langit (mulut)nya. Dilakukan demikian kepada bayi agar supaya ia terlatih terhadap makanan dan untuk menguatkannya. Dan yang patut ImTuanhisnBaikseiAnIsdadlaraaklmalaamh?h Penyusun: dr. Raehanul Bahraen Majalah Kesehatan Muslim 35

dilakukan ketika mentahnik hendaklah mencampurinya. Setelah selesai, Ummu mulut (bayi tersebut) dibuka sehingga Sulaim berkata, ‘Tutupilah anak ini.’ (sesuatu yang telah dikunyah) masuk Dan pada pagi harinya, Abu Thalhah ke dalam perutnya. Dan yang lebih mendatangi Rasulullah Shallallahu utama (ketika) mentahnik ialah dengan ‘alaihi wa sallam seraya memberitahu kurma kering (tamr). Jika tidak mudah beliau, maka beliau bertanya, “Apakah mendapatkan kurma kering (tamr) kalian bercampur tadi malam?’ ‘ Ya,’ maka dengan kurma basah (ruthab) jawabnya. Beliau pun bersabda, ‘ Ya . Dan kalau tidak ada kurma dengan Allah, berikanlah keberkahan kepada sesuatu yang manis dan tentunya madu keduanya’. Maka Ummu Sulaim pun lebih utama dari yang lainnya (kecuali melahirkan seorang anak laki-laki. Lalu kurma)\". (Fathul Baari 9/558) Abu Thalhah berkata kepadaku (Anas bin Malik), ‘Bawalah anak ini sehingga Hadits-hadist mengenai engkau mendatangi Nabi Shallallahu tahnik di antaranya : ‘alaihi wa sallam.’ Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, ‘Apakah Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan bersamanya ada sesuatu (ketika di bawa Muslim dari hadits Abu Burdah dari kesini?’ Mereka menjawab, ‘ Ya. Terdapat Abu Musa, dia berkata, beberapa buah kurma.’Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengambil -‫صلى الله عليه وسلم‬- ‫ُولِ َد ِىل ُغل َا ٌم َفأَ َت ْي ُت ِب ِه ال َّن ِب َّى‬ buah kurma itu lantas mengunyahnya, lalu ‫َف َس َاّم ُه إِ ْب َرا ِهي َم َو َح َّن َك ُه ِب َت ْم َر ٍة‬ mengambilnya kembali dari mulut beliau dan meletakkannya di mulut anak tersebut “Pernah dikaruniakan kepadaku kemudian mentahniknya dan memberinya seorang anak laki-laki, lalu aku nama ‘Abdullah.”( Muttafaq ‘alaih) membawanya ke hadapan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka Hadits yang lain dari ‘Aisyah beliau memberinya nama Ibrahim dan radhiyallahu ‘anha, dia berkata mentahniknya dengan sebuah kurma.” (HR. Bukhari dan Muslim) ‫أتى النبى صلى الله عليه و سلم بصبى يحنكه فبا ل‬ ‫عليه فأ تبعه الماء‬ Dari Anas radhiallahu ‘anhu, dia berkata: “Seorang anak Abu Thalhah Dari Aisyah, ia berkata, \"Didatangkan merasa sakit. Lalu Abu Thalhah keluar kepada Nabi Shallallahu 'alaihi rumah sehingga anaknya itu pun wa sallam seorang bayi laki-laki meninggal dunia. Setelah pulang, beliau mentahniknya, lalu bayi itu Abu Thalhah berkata, ‘Apa yang mengecinginya, kemudian beliau dilakukan oleh anak itu?’ Ummu memercikkannya dengan air\" (HR. Sulaim menjawab, ‘Dia lebih tenang Bukhari dan Muslim) dari sebelumnya.’ Kemudian Ummu Sulaim menghidangkan makan malam Dan dalam lafadz Muslim sebagai kepadanya. Selanjutnya Abu Thalhah 36 Majalah Kesehatan Muslim

berikut. ‫أن رسو ل الله صلى الله عليه و سلم يؤ تى با لصبيا ن فيبرك عليهم ويحنكهم فأ تى بصبى فبال عليه قد‬ ‫عا بماء فأ تبعه بو له ولم يغسله‬ \"Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam di datangkan kepada beliau beberapa bayi kemudian beliau mendo'akan keberkahan atas mereka dan mentahnik mereka. Lalu dibawa kepada beliau seorang bayi laki- laki, lalu bayi itu kencing dipangkuan beliau, kemudian beliau meminta air dan memercikkannya ke kencing bayi tersebut dan beliau tidak mencucinya\" Hikmah Tahnik Himahnya adalah agar yang paling pertama masuk di perut bayi adalah sesuatu yang manis dan ketika itu berdoa mengharapkan keberkahan. Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid hafidzahullah menjelaskan, “Adapun hikmah dari tahnik menggunakan kurma maka para ulama terdahulu berpendapat bahwa ini adalah sunnah yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam agar yang paling pertama masuk ke perut bayi adalah sesuatu yang manis, oleh karena itu dianjurkan mentahnik dengan sesuatu yang manis jika tidak mendapatkan kurma.” (Al-Islam Su’al wal Jawab) Al-Mawardi rahimahullah berkata, “Menurut ulama yang membolehkan tahnik (bukan perbuatan khusus bagi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saja), maka yang paling utama menurut mereka menggunakan kurma, jika tidak ada maka dengan sesuatu yang manis sebagaimana pendapat Syafi’iyyah dan Hanabilah.” (Al-Inshaf lil Mawardi 4/104) Imam An-Nawawi rahimahullah berkata, “Tahnik dilakukan dengan kurma dan ini mustahab, namun andai ada yang mentahnik dengan selain kurma maka telah terjadi perbuatan tahnik, akan tetapi tahnik dengan kurma lebih utama.” (Syarhu Muslim lin Nawawi 14/124) Demikian juga penjelasan Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah,beliau berkata, “Dan yang lebih utama (ketika) mentahnik ialah dengan kurma kering (tamr). Jika tidak mudah mendapatkan kurma kering (tamr) maka dengan kurma basah (ruthab) . Dan kalau tidak Majalah Kesehatan Muslim 37

ada kurma dengan sesuatu yang manis Tujuan Rasulullah shallallahu ‘alaihi dan tentunya madu lebih utama dari wa sallam Adalah Imunisasi? yang lainnya (kecuali kurma)\". (Fathul Baari 9/558) Setelah mengetahui hikmah tahnik melalui penjelasan ulama maka kita Dan hikmah mengapa harus dapati tidak ada yang menyatakan bahwa yang manis telah terungkap dalam hikmahnya adalah imunisasi alami, atau ilmu kedokteran, berikut penelitian semisal meningkatkan kemampuan tubuh penelitian dokter spesialis yaitu dr. untuk untuk melawan penyakit. Apalagi Muhammad Ali Al-Baar. Beliau menyatakan bahwa tujuan Rasulullah menjelaskan bahwa sesungguhnya shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah kandungan zat gula “glukosa” dalam imunisasi, maka ini perlu dalil dan kita darah bayi yang baru lahir adalah tidak mendapati dalil tersebut. Maka sangat kecil, dan jika bayi yang harus berhati-hati karena berkata-kata lahir beratnya lebih kecil maka dusta atas nama Nabi shallallahu ‘alaihi semakinkecil pula kandungan zat gula wa sallam ancamannya keras. dalam darahnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Oleh karena itu, bayi prematur bersabda, (lahir sebelum dewasa), beratnya kurang dari 2,5 kg, maka kandungan ‫من كذب علي متعمدا فليتبوأ مقعده من النار‬ zat gulanya sangat kecil sekali, dimana pada sebagian kasus malah kurang “Barang siapa berdusta atas namaku dari 20 mg/100ml darah. Adapun maka bersiap-siaplah menempati tempat anak yang lahir dengan berat badan duduknya di neraka’” (HR. Bukhari dan di atas 2,5 kg maka kadar gula dalam Muslim) darahnya biasanya di atas 30 mg/100 ml. Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, Kadar semacam ini berarti (20 atau 30 mg/100 ml darah) merupakan َّ َ‫إِ َّن َك ِذ ًبا َعليَ َّ لَ ْي َس َك َك ِذ ٍب َع َىل أَ َح ٍد َف َم ْن َك َذ َب َعلي‬ keadaan bahaya dalam ukuran ‫ُم َت َع ِّم ًدا َف ْل َي َت َب َّو ْأ َم ْق َع َد ُه ِم ْن ال َّنا ِر‬ kadar gula dalam darah. Hal ini bisa menyebabkan terjadinya berbagai “Sesungguhnya berdusta atas namaku penyakit: tidaklah sama dengan berdusta atas nama orang lain. Karena barangsiapa yang 1.Bayi menolak untuk menyusui; berdusta atas namaku dengan sengaja maka 2.Otot-otot melemas; hendaklah dia mempersiapkan tempat 3.Berhenti secara terus-menerus duduknya dari neraka.” (HR.Bukhari) aktivitas pernafasan dan kulit bayi menjadi kebiruan; Tidak Hanya Tahnik Saja, Namun 4.Kontraksi atau kejang-kejang Juga Diiringi dengan Doa (Al-Islam su’al wal jawab) Ada ulama juga yang berpendapat 38 Majalah Kesehatan Muslim bahwa tahnik sebenarnya adalah

mendoakan dan mengharap berkah. Jadi tidak hanya tahnik saja tetapi harus disertai dengan mendoakan bayi tersebut. Syaikh Ihsan bin Muhammad Al-‘Utaibi berkata, “Yang shahih, bahwasanya orang yang melakukan tahnik mendoakan keberkahan bagi bayi, sebagaimana dalam hadits di shahih Bukhari (10/707) pada hadits Abu Musa Al-Asy’ari dan di Shahih Muslim (3/193) dari hadits Aisyah radhiallahu ‘anha, ‘beliau mendoakan keberkahan bagi mereka’.” (Sumber: www.said.net) Ibnu hajar Al-Asqalani rahimahullah menjelaskan doa yang dibaca, “Maksud mentahnik adalah meletakkan dalam mulut bayi kurma, kemudian menggosoknya, kemudian mendoakannya yaitu berdoa, ‫( با ر ك ا لله فيه‬Baarakallahu fihi). Artinya : \"Berkah Allah kepadanya\". Atau ‫( ا للهم با ر ك فيه‬Allahumma baarik fihi). Artinya : \"Ya Allah berkahilah dia\" (Fathul Baari 7/248) Bakteri dalam Mulut Merangsang Imunitas Alami? Salah satu teori yang diusung oleh mereka yang menyatakan bahwa tahnik adalah imunisasi alami yaitu bakteri dari mulut orang yang mentahnik akan berpindah ke perut bayi kemudian merangsang imunitas alami, sebagaimana teori imunisasi yaitu memaparkan antigen seperti bakteri yang dilemahkan atau yang dimatikan. Maka, ini perlu penelitian dan pembuktian ilmiah. Dan jika benar maka bayi tersebut hanya kebal terhadap bakteri di mulut bukan dengan bakteri penyakit yang lain. Wallahu ‘alam. Demikian pembahasan dari kami. Jika ada saran, masukan dan kritik yang bersifat membangun harap disampaikan kepada kami. Mungkin masih ada ilmu yang belum sampai kepada kami. Semoga bermanfaat. Majalah Kesehatan Muslim 39

Abu Sa’id Al-Khudri MAle-nFgaotbihaatihMenggunakan Oleh: dr. Raehanul Bahraen Terdapat satu kisah sahabat Abu Sa’id Al-Khudri yang mengobati dengan membaca bacaan ruqyah kepada orang yang terkena gigitan racun kalajengking. Beliau menggunakan A-Fatihah sebagai bacaan ruqyah dan berhasil. Yang sebelumnya hampir lumpuh tidak bisa berjalan, tiba-tiba sembuh seakan- akan tidak terjadi apa-apa. Berikut kisahnya dalam hadits, 40 Majalah Kesehatan Muslim

‫ َكا ُنوا‬-‫صلى الله عليه وسلم‬- ‫َنا ًسا ِم ْن أَ ْص َحا ِب َر ُسو ِل ال َّل ِه‬ ‫أََف ىِ َمب ُّر َوسا ِعِبي ٍَحد ٍّاىْل ُِمخ ْْدن ِرأَ ِّ ْىح َيأَا َّ ِنء‬ ‫َع ْن‬ ‫فى‬ ‫ َف َقا ُلوا لَ ُه ْم َه ْل ِفي ُك ْم‬.‫ا ْل َع َر ِب َفا ْس َت َضا ُفو ُه ْم َف َل ْم ُي ِضي ُفو ُه ْم‬ ‫َس َف ٍر‬ َ‫ َف َقا َل َر ُج ٌل ِم ْن ُه ْم َن َع ْم َفأَ َتا ُه َف َر َقا ُه ِب َفا ِت َح ِة ا ْل ِك َتا ِب َف رَ َبأ‬.‫َرا ٍق َفإِ َّن َس ِّي َد ا ْل َح ِّى لَ ِدي ٌغ أَ ْو ُم َصا ٌب‬ ‫صلى الله‬- ‫َذلِ َك لِل َّن ِب ِّى‬ ‫أَ ْذ ُك َر‬ ‫ َو َقا َل َح َّتى‬.‫أَ ْن َي ْق َب َل َها‬ ‫ًعاص ِلمىْنال َغل َنه ٍمع َفلأَي َىهب‬-‫ َف ُأَف ْأَعتىَ ِط اَىل َّن َِبق َِّطىي‬.-‫الو َّرس ُلج ُمل‬ ‫عليه‬ ‫َيا َر ُسو َل ال َّل ِه َوال َّل ِه َما‬ ‫َف َقا َل‬ .‫ َف َذ َك َر َذلِ َك لَ ُه‬-‫وسلم‬ ‫َر َق ْي ُت‬ ‫ ُث َّم َقا َل « ُخ ُذوا ِم ْن ُه ْم َوا رْ ِض ُبوا ىِل‬.» ‫ َف َت َب َّس َم َو َقا َل « َو َما أَ ْد َرا َك أَ َّن َها ُر ْق َي ٌة‬.‫إِالَّ ِب َفا ِت َح ِة ا ْل ِك َتا ِب‬ » ‫ِب َس ْه ٍم َم َع ُك ْم‬ “Dari Abu Sa’id Al-Khudri, bahwa ada sekelompok sahabat Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- dahulu berada dalam perjalanan safar, lalu melewati suatu kampung Arab. Kala itu, mereka meminta untuk dijamu, namun penduduk kampung tersebut enggan untuk menjamu. Penduduk kampung tersebut lantas berkata pada para sahabat yang mampir, “Apakah di antara kalian ada yang bisa meruqyahkarena pembesar kampung tersebut tersengat binatang atau terserang demam.” Di antara para sahabat lantas berkata, “Iya ada.” Lalu ia pun mendatangi pembesar tersebut dan ia meruqyahnya dengan membaca surat Al Fatihah. pembesar tersebutpun sembuh. Lalu yang membacakan ruqyah tadi diberikan seekor kambing, namun ia enggan menerimanya -dan disebutkan-, ia mau menerima sampai kisah tadi diceritakan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu ia mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menceritakan kisahnya tadi pada beliau. Ia berkata, “Wahai Rasulullah, aku tidaklah meruqyah kecuali dengan membaca surat Al Fatihah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas tersenyum dan berkata, “Bagaimana engkau bisa tahu Al Fatihah adalah ruqyah?” Beliau pun bersabda, “Ambil kambing tersebut dari mereka dan potongkan untukku sebagiannya bersama kalian.” (HR. Bukhari dan Muslim) Perlu diperhatikan, tawakkal dan keimanan sangat berpengaruh dalam hal ini. Jika ada orang yang terkena penyakit yang sama disengat kalajengking atau yang lebih ringan misalnya disengat tawon, kemudian ada yang membacakan Al-fatihah ternyata tidak sembuh. Maka jangan salahkan Al-Fatihah jika tidak sembuh tetapi salahkan tangan yang tidak mahir serta kuat memegang pedang yang tajam. Jika iman, amal dan tawakkal sebaik Abu Sa’id Al-Khudri maka kita bisa berharap penyakit tersebut sembuh. Majalah Kesehatan Muslim 41

Kemudian secara umum Al-Quran seluruhnya adalah penyembuh. Sebagaimana firman Allah Ta’ala, ً‫َو ُن َن ّز ُل ِم َن ا ْل ُق ْرآ ِن َما ُه َو ِش َفآ ٌء َو َر ْح َم ٌة �ّل ْل ُم ْؤ ِم ِني َن َول َا َي ِزي ُد ال ّظالِ ِمي َن إَل ّا َخ َسارا‬ “Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian” (QS. Al- Israa’ : 82) Dan beberapa ayat yang lainnya bisa sebagai penyembuh dari penyakit lahir dan penyakit batin. Misalnya menyembuhkan dari sihir. Yaitu surat Al-Muwadzatain, Al-falaq dan An-Naas dan ayat kursi. Kemudian membaca ta’awwudz , ‫أَ ُع ْو ُذ ِب َك ِل اَم ِت الل ِه ال َتا َّم ِة ِم ْن َر ِش َما َخ َلق‬ “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan apa yang diciptakan-Nya.” Demikian juga beberapa ayat dalam Al-Quran bisa dijadikan pelindung diri untuk mendapatkan afiyah (keselamatan dan kesehatan). Yaitu ayat. ‫َح ْس ِب َي الل ُه ل َآإِلَ َه إِالَّ ُه َو َع َل ْي ِه َت َو َّك ْل ُت َو ُه َو َر ُّب ا ْل َع ْر ِش ا ْل َع ِظي ِم‬ “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Ilah selain Dia. Hanya kepada- Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Rabb yang memiiki ‘Arsy yang agung.” (At-Taubah: 129) Demikianlah Al-Quran yang sangat agung. Jika kita terbiasa membacanya dan tidak pernah terlepas membacanya dalam keseharian, isnyaAllah hidup kita berkah dan mudah serta selalu mendapatkan Afiyah. 42 Majalah Kesehatan Muslim

Merawat Anak yang Terkena KIPI Oleh: Arif Rohman Mansur, S.Kep.Ns Definisi KIPI Pembaca majalah kesehatan muslim yang semoga dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta’ala, pada kesempatan yang berbahagia ini kita akan bersama- sama membahas tentang cara merawat anak yang mengalami kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) atau dalam istilah bahasa inggris dikenal sbagai adverse event following Immunization (AEFI). Dalam ilmu kedokteran setiap jenis terapi biasanya memiliki risiko relatif (Relatif Risk) atau risiko yang mungkin timbul karena suatu terapi yang diberikan guna mencegah atau mengatasi suatu penyakit. KIPI menurut KEPMENKES 1626 Tahun 2005 yaitu kejadian medik yang berhubungan dengan imunisasi, baik berupa efek vaksin ataupun efek samping, keracunan, reaksi sensitivitas, efek farmakologis, kesalahan program, koinsidensi (faktor kebetulan), reaksi suntikan, atau hubungan sebab akibat tidak dapat ditentukan yang dapat terjadi setelah pemberian vaksin atau imunisasi pada anak. KIPI dapat terjadi dalam kurun waktu 24 jam sampai 12 bulan atau lebih selama diyakini oleh tenaga kesehatan dan masyarakat hal itu terjadi setelah pemberian imunisasi. Yang perlu kita cermati bersama bahwa timbulnya risiko pada suatu pengobatan tidak selalu disebabkan oleh obat atau vaksin yang diberikan. Hal ini dapat terjadi karena kesalahan teknik pembuatan, pengadaan dan distribusi serta penyimpanan Majalah Kesehatan Muslim 43

vaksin, kesalahan prosedur dan teknik suntikan, dan jaringan parut. pelaksanaan imunisasi, penyakit yang sebelumnya telah diderita atau 2. Reaksi Sistemik : demam, ruam semata-mata kejadian yang timbul kemerahan, konjungtivitis (radang secara kebetulan yaitu ditandai dengan pada selaput mata), pembengkakan ditemukannya kejadian yang sama di kelenjar parotis (kelenjar ludah di saat bersamaan pada kelompok populasi daerah rahang bawah), gelisah, lemas. setempat dengan karakteristik serupa tetapi tidak mendapat imunisasi. Hal ini 3. Reaksi Vaksin Berat sesuai telaah laporan KIPI oleh Vaccine : Kejang, trombositopenia Safety Committee, Institute of Medicine (penurunan trombosit), Hypotonis (IOM) USA menyatakan bahwa sebagian hyporensponsive episode (HHE), besar KIPI terjadi karena kebetulan saja. reaksi anafilaksis (shock karena alergi), Kejadian yang memang akibat imunisasi ensefalopati (peradangan pada otak) tersering adalah akibat kesalahan prosedur dan teknik pelaksanaan Untuk mengurangi risiko dan (programmatic errors). Tidak semua memperkecil timbulnya KIPI harus kejadian KIPI disebabkan oleh imunisasi selalu diupayakan peningkatan karena sebagian besar ternyata tidak ada ketelitian pemberian imunisasi selama hubungannya dengan imunisasi. program imunisasi dilaksanakan dan memperhatikan kontra indikasi Anak-anak sangat rentan terkena atau anak yang tidak boleh diberikan penyakit karena virus atau yang dapat imunisasi pada kondisi mengalami menyebabkan tanda dan gejala serupa demam > 40,5 0 C, kolaps dan keadaan dengan yang mungkin terjadi pada seperti syok, kejang, menangis terus imunisasi. Gejala-gejala yang timbul lebih dari 3 jam dalam 48 jam pasca setelah imunisasi, seperti demam, pemberian imunisasi DPT, infeksi memang dapat terjadi atau tidak. Hal ini HIV atau kontak HIV serumah, berhubungan dengan daya tahan tubuh penurunan kekebalan tubuh (kanker anak. Untuk itu kita tidak perlu terlalu darah, tumor padat, keturunan, khawatir karena KIPI tidak selalu muncul atau mendapatkan terapi yang pada setiap imunisasi. Gejala KIPI yang menyebabkan penurunan kekebalan disebabkan induksi vaksin umumnya tubuh (immunodefisiensi) dalam ringan, yang serius sangat jarang terjadi. jangka panjang, serta immunodefisiensi Manfaat imunisasi untuk mencegah penghuni serumah. penyakit jauh lebih besar daripada Cara Menanggulangi dan risikonya, adapun jenis KIPI dapat Merawat KIPI terbagi atas : Sebagai orang tua tentu kita 1. Reaksi Lokal : nyeri di tempat semua tidak ada yang menginginkan suntikan, bengkak-kemerahan di tempat anak kita terkena KIPI. Oleh karena itu penting bagi orang tua untuk 44 Majalah Kesehatan Muslim

mengetahui tentang tanda dan gejala adalah anak anda akan mengeleh KIPI serta cara perawatannya. Respon lesu, nyeri otot, nyeri kepala, dan peradangan jaringan merupakan reaksi menggigil. Cara perawatan kondisi yang timbul karena proses penyuntikan seperti ini maka berikan minum vaksin dan iritasi pada jaringan tubuh, hangat dan selimut. Reaksi alergi gejala yang muncul diantaranya adalah yang memerlukan rujukan ke nyeri, kemerahan, dan bengkak, kondisi puskesmas atau rumah sakit seperti ini biasanya terjadi pada kurun waktu 48 pembengkakan bibir dan tenggorokan, jam setelah imunisasi. Cara perawatannya sesak nafas, penurunan tekanan darah adalah dengan memberikan kompres menurun bawalah segera anak anda dingin dan hindari penekanan di daerah ke puskesmas atau rumah sakit untuk bekas penyuntikan, berikan parasetamol segera mendapat pertolongan lebih 10 mg/kg BB/ kali pemberian apabila lanjut. suhu tubuh anak melebihi 38,5 0 C. Bila pembengkakan terjadi sangat Gejala KIPI lainnya yang mungkin besar, disertai dengan nyeri, kemerahan timbul adalah terkait dengan kondisi pada daerah disekitar persendian psikologis seperti anak merasa maka tindakan yang perlu dilakukan ketakutan, berteriak maupun pingsan sama seperti diatas ditambah dengan juga dapat timbul karena pemberian mengangkat bagian tubuh yang bengkak imunisasi, maka cara perawatannya pada posisi yang lebih tinggi, gejala adalah dengan menenangkan anak seperti ini akan membaik setelah satu dengan membacakan doa, dzikir, minggu. membacakan ayat-ayat alqur’an, beri wewangian/alkohol, apabila pingsan Pada daerah tempat suntikan dapat maka setelah sadar berikan minum teh mengalami abses (bengkak bernanah) manis hangat. biasanya terjadi tujuh hari setelah pemberian vaksin, tetapi hal ini sangat Demikianlah pembahasan singkat jarang terjadi. Abses dapat disertai mengenai KIPI, cara pencegahnnya demam maupun tidak. Abses terjadi dan perawatannya, semoga dapat karena penyuntikan vaksin yang menjadi ilmu yang bermanfaat untuk terkontaminasi, pembersihan atau kita semua. Kalau ada yang benar penyimpanan yang tidak tepat. Perawatan datangnya semata-mata dari Allah abses dilakukan dengan pemberian subhanahu wa’taala dan apabila ada analgesik (asetaminofen, kompres es pada kesalahan adalah dari syaitan dan tempat penyuntikan) bila perlu dilakukan kekhilafan penulis. pembedahan sederhana oleh tenaga kesehatan untuk mengeluarkan cairan Majalah Kesehatan Muslim 45 atau nanah yang ada pada abses tersebut. Gejala lain yang mungkin timbul

Teliti Obat Herbal, Antara Pro dan Memilih Kontra Herbal Tidak dapat dipungkiri Penulis : bahwa penggunaan herbal dr. Avie Andriyani dalam praktek pengobatan selalu menarik perhatian banyak pihak. Di satu sisi, kalangan yang pro selalu mendengungkan bahwa obat herbal aman dikonsumsi karena telah digunakan selama berabad-abad lamanya oleh nenek moyang kita. Di sisi lain, kalangan akademisi senantiasa menekankan pada aspek bukti ilmiah yang harus menyertai bahan yang digunakan untuk proses pengobatan. Terlepas dari perbedaan pandangan tersebut, kenyataan menunjukkan bahwa praktek penggunaan obat herbal telah menjadi bagian dari kehidupan manusia sejak dahulu. 46 Majalah Kesehatan Muslim


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook