Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore 50 Tahun RSKO Berkarya

50 Tahun RSKO Berkarya

Published by RSKO JAKARTA, 2022-07-07 12:03:19

Description: 50 Tahun RSKO Berkarya

Keywords: RSKO JAKARTA,Rehab Napza,Adiksi Napza,Adiksi Prilaku,Adiksi

Search

Read the Text Version

50 TAHUN RSKO 1 Berkarya Mengenal Lebih Jauh Tentang Adiksi - Adiksi Napza - Adiksi Perilaku 50 TAHUN RSKO Berkarya

SEKAPUR SIRIH Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Salam Sejahtera, Dengan memanjatkan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, kami menyambut gembira dan bangga atas diterbitkannya Booklet “50 Tahun RSKO Berkarya dan Mengenal Lebih Jauh Tentang Adiksi (Edukasi Awam).” Booklet ini memberi informasi tentang sejarah berdirinya RSKO dan perjuangan yang dialami dalam kurun waktu 50 tahun. Siapapun penerus kepemimpinan RSKO di masa mendatang akan memiliki acuan yang dapat dipergunakan sebagai salah satu pedoman dalam mencapai visi dan misi. Selain itu, tulisan ini juga memberikan pengetahuan tentang Adiksi kepada masyarakat. “Usia emas… RSKO tetap berkarya layaknya emas yang tak lekang oleh waktu.” Semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca. Jakarta, Juli 2022 Plt. Direktur Utama dr. R. Soeko W Nindito D, MARS 50 TAHUN RSKO Berkarya 1

“Tahun emas dimaknai sebagai momentum penting untuk semakin menata diri dan masa depan dengan membangun generasi unggul yang hidup sehat tanpa Napza.” (drg. Rita Monzona, MARS) “Berkarya hingga akhir batas, optimalkan seluruh kemampuan demi masa depan gemilang. Keren itu tanpa Napza.” (Deni Tetteng, SE, MM.) 2 50 TAHUN RSKO Berkarya

Sejarah Mencatat 3 Sejarah mencatat Mengabdi kepada bangsa dan negara Memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Menyelamatkan anak anak negeri Sejarah mencatat RSKO adalah guru Adalah sumber ilmu Terciptanya tenaga tenaga terampil penuh karya Harum di mata dunia Sejarah mencatat Mereka yang datang dan pergi Silih berganti mengabdi memperoleh pondasi Demi suatu eksistensi RSKO…sejarah mencatat Agus Darmawan, S.Sos. 50 TAHUN RSKO Berkarya

RSKO BERKARYA Tahun 1972 – 2002  Gagasan pendirian pada 1971 oleh Bpk. Ali Sadikin (Gubernur DKI Jakarta), Dr. Herman Susilo MPH (Kepala Dinas Kesehatan DKI), Prof. Dr. Kusumanto Setyonegoro (Kepala Ditkeswa Depkes) dan Bagian Psikiatri FKUI  Tanggal 6 November 1971 terbentuk Drug Dependence Unit (DDU) yang terletak di kompleks RS Fatmawati dan diresmikan pada 12 April 1972 oleh Bpk. Ali Sadikin. DDU dikepalai oleh dr Erwin Widjono, Sp.KJ. Pada awalnya DDU hanya menitikberatkan pada perawatan untuk pelepasan racun saja, yang saat Letkol (CKM) dr.Erwin Widjono, Sp.KJ itu disebut sebagai ruang perawatan Direktur RSKO 1972-1987 isolasi. Kemudian sejak DDU ditingkatkan menjadi Lembaga Ketergantungan Obat (LKO). Program pelayanan yang diberikan menjadi lebih bervariatif, selain detoksifikasi, disediakan pula pelayanan rawat jalan, rehabilitasi (resosialisasi), epidemiologi (research) dan laboratorium.  Pasien pertama, perempuan, dengan ketergantungan morfin dirawat pada tanggal 3 Juli 1972 dan untuk selanjutnya ditetapkan sebagai tanggal berdirinya (beroperasinya) RSKO  Pada 1974 DDU berubah menjadi LKO (Lembaga Ketergantungan Obat) dengan tujuan utamanya adalah usaha penanganan NAPZA yang bersifat komprehensif dan jangka panjang, meliputi: bidang preventif, kuratif dan rehabilitatif Selain melayani pasien, pada kurun waktu ini LKO telah menjadi tempat latihan khusus untuk praktek Pendidikan keahlian psikiatri, psikologi, sosial dan profesi lainnya, juga tempat latihan bagi masyarakat secara umum. Menerima kunjungan tamu-tamu, dari DPR, DPRD, Pemerintah Daerah, Organisasi Wanita, Organisasi Gereja. Menteri Kesehatan 4 50 TAHUN RSKO Berkarya

Selandia Baru, Duta Besar AS, PBB, WHO, UNESCO, negara-negara ASEAN, dan lain-lain. Upaya untuk mengembangkan kemampuan dan kapasitas para karyawannya dilakukan dengan dana bantuan dari beberapa donor asing misalnya USAID, WHO dan lembaga-lembaga lainnya. Upaya tersebut antara lain dengan pengiriman beberapa staf DDU/LKO untuk belajar mengenai penanganan penyalahgunaan Napza di beberapa negara asing, antara lain Amerika Serikat, Hongkong, negara ASEAN dan beberapa negara Eropa.  Pada 1978 status LKO ditingkatkan menjadi rumah sakit tipe C dengan nama Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) di bawah Depkes RI dengan Keputusan Menkes RI No 138/Menkes/SK/IV/78  Pada tahun 1979, dibentuk unit day care dengan subsidi dari Pemda DKI Jaya. Kegiatan di unit ini meliputi, seni lukis, membatik, kerajinan tangan lainnya. Sekalipun ditujukan khususnya untuk pasien rawat jalan, namun saat itu unit ini juga merupakan bagian kegiatan pasien yang telah berada pada ruang bebas (program Rehabilitasi).  Pada tahun 1987 terjadi pergantian direktur, dari dr Erwin Widjono kepada dr Al Bachri Husin, psikiater. Selain itu telah terjadi peningkatan jumlah tempat tidur perawatan. Terdapat perubahan nama ruangan yaitu ruangan isolasi diubah menjadi ruang NPE (Neuro Psychiatric Evaluation) dan ruang bebas menjadi ruang MRU (Mental Rehabilitation Unit)  Tahun 1989, dibentuk layanan dr. Al Bachri Husin, SpKJ, FISAM penerimaan pasien 24 jam (yang dikenal Direktur RSKO 1987-1997 sebagai cikal bakal terbentuknya Unit Gawat Darurat), untuk melayani pasien yang mengalami keadaan darurat medik fisik dan gangguan tingkah laku akibat penyalahgunaan zat. Selain itu pada tahun 1990, telah disediakan layanan penunjang pemeriksaan gigi dan mulut. 50 TAHUN RSKO Berkarya 5

 Pada tahun 1990 RSKO mendapat bantuan dari Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE) berupa seperangkat alat unit laboratorium urinalisis untuk keperluan skrining dan konfirmasi. Pada saat itu, RSKO di anggap sebagai satu-satunya pusat rujukan nasional untuk urinalisis Napza. RSKO pada saat itu cukup banyak mendirikan kegiatan-kegiatan baru, diantaranya Infoline Service Bersama (pelayanan hotline service 24 jam), membuat dan mendistribusikan bulletin yang berisi naskah- naskah ilmiah dan profil kegiatan RSKO. Kegiatan preventif dilakukan dengan mendirikan forum diskusi remaja (FDR) dan Info 2 Jam (pemberian informasi bagi keluarga pasien). Pengembangan SDM juga dilakukan pengiriman staf keluar negeri, antara lain Amerika Serikat, beberapa negara Asia dan Eropa,  Perubahan kelembagaan dari tipe C menjadi tipe B Non Pendidikan diperoleh pada tanggal 14 Juni 2002 melalui SK Menkes RI No.732/ Menkes/SK/VI/2002 Gedung di Cibubur Tanah seluas 15.000 m2 diperoleh berdasarkan ijin prinsip Gubernur DKI Jakarta No. 3797/1.771.5 tgl 11 Nov 1999  Beberapa perintis RSKO yang bekerja pada awal pendirian dan seringkali menanggalkan latar belakang keahlian untuk bahu membahu “menata” RSKO antara lain adalah Prof. Dr. Kusumanto Setyonegoro, dr Erwin Widjono, Dr. Nyoman, Dr LS Chandra, Dr. Lies Kandou, Dr. Myrni W. Dunda, Dr. Wartomo, Dr. Sasanto, Budi Santoso, Bsc, Dra. Mari Juniati, Dr. Satya Joewana, Br. Djuhakim, Abdul Hadi, Br Maman, Br Warta, Sr. Sri Suparmi, Soekirno, Sukardi, Soegiyono 6 50 TAHUN RSKO Berkarya

Beberapa kegiatan RSKO tahun 1972-2002 50 TAHUN RSKO Berkarya 7

Beberapa kegiatan RSKO tahun 1972-2002 8 50 TAHUN RSKO Berkarya

Tahun 2002 – 2022  Upaya merealisasikan gedung RSKO Cibubur diperoleh dari JBIC perwakilan Jakarta dan pembuatan Master Plan berdasarkan surat DitjenYanmedik No. PR.02.01.6.1.6620 Pada tanggal 15 Oktober 2002 dilakukan Soft Opening dan membangun Rehabilitasi Napza dr. Sudirman MA, SpKJ RSKO di Cibubur; yang menandai dimulainya Direktur RSKO 1997-2005 operasional RSKO di Jl. Lapangan Tembak No. 75, Cibubur, Jakarta Timur.  Sejak tanggal 1 Februari 2007, seluruh dr. Ratna Mardiati S., SpKJ(K) kegiatan RSKO berada pada satu lokasi Direktur RSKO 2005-2008 yakni di Jl. Lapangan Tembak No. 75, Cibubur, Jakarta Timur. Tanggal 21 Februari 2007 dilakukan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Tanah dan Bangunan RSKO di Jl. RS. Fatmawati kepada RSUP Fatmawati. RSKO mulai melayani masalah napza beserta komorbiditasnya dan berhasil mengembangkan layanan rehabilitasi napza yang pada saat itu bernama “Halmahera House”, serta mengagendakan Program Rumatan Methadone (PTRM) setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meninjau Halmahera House. 50 TAHUN RSKO Berkarya 9

Tahun 2002 – 2022  Keputusan Menteri Keuangan No. 281/ KMK.05/2007 tanggal 21 Juni 2007 dan Kepeutusan Menteri Kesehatan No. 756/MENKES/ SK/VI/2007 tanggal 26 Juni 2007 tentang penetapan 15 (lima belas) Rumah Sakit Unit Pelaksana Teknis (UPT) Departemen Kesehatan dengan menerapkan Pola Pengelolaan Dr. dr. Fidiansjah, SpKJ Keuangan Badan Layanan Umum (PPK-BLU) Direktur RSKO 2009-2010 secara bertahap dimana RSKO termasuk diantaranya  RSKO lulus Akreditasi KARS 12 Pelayanan.  RSKO menjadi bagian dari jejaring dunia melalui kolaborasi dengan badan dunia (WHO, UNODS, UNAIDS) menyusun pedoman terapi dan pelatihan serta modulnya untuk kepentingan internasional, regional, dan nasional.  RSKO membangun satelit-satelit Program Dr. dr. Diah Setia Utami, SpKJ, MARS Rumatan Methadone (PTRM) di jejaring Direktur RSKO 2010-2012 puskesmas Jabodetabek.  RSKO mempersiapkan diri menghadapi survei akreditasi KARS versi 2012 dan menerima bimbingan akreditasi KARS Versi 2012 tahap I.  Peningkatan SDM menjadi prioritas utama yang dilakukan RSKO untuk memberikan pelayanan yang berkualitas. dr. Laurentius Panggabean, SpKJ, MKK Direktur RSKO 2012-2015 10 50 TAHUN RSKO Berkarya

Tahun 2002 – 2022  Pengembangan layanan dual diagnosis psikiatri napza di RSKO  Meresmikan ruang rawat inap psikiatri khusus pasien dengan gangguan jiwa yang bertujuan agar pasien dengan gangguan jiwa dapat ditangani di RSKO Dr. Erie Dharma Irawan, SpKJ, MARS  Penilaian Akreditasi KARS 2012, dinyatakan Direktur RSKO 2015-2017 lulus paripurna  Pengembangan layanan external medical check up, membangun jejaring rujukan rehabilitasi pasien putusan pengadilan, pengembangan rehabilitasi VIP.  RSKO lulus paripurna pada akreditasi SNARS Edisi 1.0  RSKO menjadi Zona Integritas, WBK dan WBBM Dr. Azhar Jaya, SKM, MARS Direktur RSKO 2017-2020  Pengembangan layanan perawatan Covid-19, serta vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat umum. dr. Ermawati, M.Kes 11 Direktur RSKO 2020-2021 50 TAHUN RSKO Berkarya

Sejak didirikan hingga saat ini, RSKO terlibat aktif dalam berbagai kegiatan di bidang adiksi napza termasuk sebagai narasumber/fasilitator dalam berbagai pelatihan adiksi napza, pembuatan berbagai Modul Adiksi di Indonesia, dan terlibat dalam berbagai penelitian serta sebagai pembicara dalam kegiatan ilmiah baik di dalam maupun di luar negeri serta sebagai pembimbing siswa/mahasiswa yang melakukan kerja dalam berbagai penelitian praktik di RSKO. Pelayanan Poliklinik RSKO 2002 – 2012 2012 - 2022 Klinik Jiwa Klinik Adiksi Klinik Napza Klinik Jiwa Klinik PTRM Klinik PTRB Klinik Umum Klinik PTRM Klinik Kebidanan Klinik Umum Klinik Kulit Kelamin Klinik Saraf Klinik Saraf Klinik Paru Klinik Paru Klinik Penyakit Dalam Klinik Penyakit Dalam Klinik Anak Klinik Anak Klinik Gigi Klinik Gigi Klinik Psikologi Klinik Psikologi Klinik Rehabilitasi Medik Klinik MCU 12 50 TAHUN RSKO Berkarya

Beberapa jenis-jenis layanan yang tersedia di RSKO (2022) 4 Layanan Gawat Darurat 4 Layanan Rawat Jalan (Poliklinik) 4 Layanan Rawat Inap (Fisik, Jiwa, HCU) 4 Layanan Rehabilitasi (MPE dan Rehabilitasi Napza Residensial) 4 Layanan Psikososial 4 Layanan Radiologi 4 Layanan Laboratorium (umum dan napza) 4 Layanan Farmasi 4 Layanan Gizi 4 Layanan Vaksinasi dan Perawatan COVID-19 4 Layanan Pemulasaran Jenazah 4 dan lainnya Beberapa alat kesehatan yang ada di RSKO Rontgen Panoramic Alat USG 50 TAHUN RSKO Berkarya 13

Beberapa alat kesehatan yang ada di RSKO Alat GCMS ( Gas Chromathography and Mass Spectroscopy ) Alat Sling Exercise Alat TMS ( Transcranial 14 Magnetic Stimulation ) 50 TAHUN RSKO Berkarya

Kegiatan RSKO Kegiatan Rawat Jalan 50 TAHUN RSKO Berkarya 15

Kegiatan RSKO Kegiatan Rehabilitasi Napza - Residensial 16 50 TAHUN RSKO Berkarya

Kegiatan RSKO Kegiatan Pendidikan, Pelatihan, Dan Penyuluhan 50 TAHUN RSKO Berkarya 17

Kegiatan RSKO Kegiatan Studi Banding Dan Kunjungan Dari UNODC-WHO Kunjungan dari Bangladesh Kunjungan dari Myanmar 18 50 TAHUN RSKO Berkarya

Kegiatan RSKO Kegiatan Akreditasi RSKO Akreditasi 2019 19 50 TAHUN RSKO Berkarya

Kegiatan RSKO Kegiatan Partisipasi Dalam Acara HANI, HKN, HKSJ Partisipasi HKN (2015) Seminar Virtual, 2020 Seminar Awam, HANI 2021 Talkshow, HKJS 2021 Parsipasi HKN 2018 20 50 TAHUN RSKO Berkarya

Kegiatan RSKO RSKO di Masa Pandemi Covid (2020-2022) Vaksinasi COVID 19 Ruang Isolasi COVID 19 IRJ masa pandemi covid-19 21 50 TAHUN RSKO Berkarya

Mengenal Lebih Jauh Tentang Adiksi - Adiksi Napza - Adiksi Perilaku 22 50 TAHUN RSKO Berkarya

nAadpikzsai 50 TAHUN RSKO Berkarya 23

MENGENAL LEBIH JAUH TENTANG ADIKSI Adiksi atau ketergantungan adalah penyakit medis kronis yang dapat diobati yang melibatkan interaksi kompleks di antara sirkuit otak, genetika, lingkungan, dan pengalaman hidup individu. Orang dengan ketergantungan menggunakan zat atau terlibat dalam perilaku yang menjadi kompulsif dan sering berlanjut meskipun konsekuensi berbahaya (ASAM, 2019). Adiksi atau ketergantungan dapat diartikan tidak memiliki kendali untuk melakukan, mengambil, atau menggunakan sesuatu sampai pada titik di mana hal itu dapat membahayakan Anda. Terdapat 2 jenis adiksi, yaitu adiksi napza dan adiksi perilaku. Napza (Narkoba) adalah singkatan dari Narkotika, Psikotropika, Zat Adiktif lain. Yang termasuk napza misalnya heroin, kokain, meth/shabu, mdma/ekstasi, alkohol, golongan benzodiazepin, rokok dan lainnya. Yang termasuk adiksi perilaku misalnya Gaming disorder (adiksi gim) dan Gambling disorder. ADIKSI NAPZA • Adiksi Napza merupakan penyakit otak kronis yang bersifat kambuhan dan ditandai dengan perilaku mencari dan menggunakan zat secara kompulsif (terus menerus) meskipun memiliki konsekuensi yang merugikan. • Adiksi mempengaruhi berbagai sirkuit di otak seperti sistem reward, motivasi, belajar dan memori, penilaian, pengambilan keputusan, serta kontrol perilaku. Terjadi perubahan struktur dan fungsi otak yang diakibatkan oleh efek zat yang disalahgunakan • Adiksi dapat dipulihkan. Pemulihan adiksi dapat berlangsung seumur hidup dan rehabilitasi merupakan salah satu proses mencapai pemulihan Mengapa Seseorang Mengalami Adiksi? Beberapa hal yang meningkatkan risiko terjadinya adiksi napza yaitu a. Faktor Biologi b. Faktor Lingkungan (rumah dan keluarga; teman sebaya dan sekolah) c. Penggunaan di usia dini dan cara penggunaan 24 50 TAHUN RSKO Berkarya | ADIKSI NAPZA

Faktor risiko dan faktor protektif yang dapat memprediksi terjadinya penyalahgunaan napza FAKTOR RISIKO DOMAIN FAKTOR PROTEKTIF Pengendalian Dorongan Perilaku Agresif Awal Individual Pengawasan Orangtua Kurangnya Pengawasan Keluarga Orangtua Kompetensi Akademik Peraturan Anti Pengunaan Penyalahgunaan Napza Teman sebaya Napza Ketersediaan Napza Sekolah Ikatan Tetangga yang Kuat Kemiskinan Masyarakat/ Komunitas Dalam Keluarga Interaksi awal dalam keluarga dapat positif atau negatif. Anak-anak lebih mungkin mengalami risiko saat: • Kurangnya kelekatan dan pengasuhan yang tidak efektif • Lingkungan rumah yang berantakan/ kacau balau • Adanya pengasuh yang menyalahgunakan napza, menderita masalah mental, atau terlibat dalam perilaku kriminal. Keluarga dapat menjadi faktor protektif bila terdapat: • Ikatan yang kuat antara anak dan keluarga; • Keterlibatan orangtua dalam kehidupan anak; • Orangtua yang suportif yang dapat memenuhi kebutuhan keuangan, emosi, kognitif, dan sosial • Disiplin yang konsisten dan batasan yang jelas Di Luar Keluarga perilaku perilaku Beberapa faktor risiko yaitu: • Perilaku agresif dan impulsif • Kegagalan akademik • Keterampilan koping sosial yang buruk • Berhubungan dengan teman sebaya yang memiliki bermasalah, termasuk penyalahgunaan napza • Persepsi yang salah tentang penerimaan terhadap penyalahgunaan napza 50 TAHUN RSKO Berkarya | ADIKSI NAPZA 25

• Ketersediaan napza dan pola peredaran napza Beberapa faktor protektif yaitu: • Pengawasan orangtua yang sesuai dengan usia anak/remaja terhadap perilaku sosial, termasuk penetapan jam malam, memastikan pengawasan terhadap kegiatan di luar rumah, mengetahui teman anak, dan mendorong aturan-aturan dalam rumah • Keberhasilan di bidang akademik dan keterlibatan dalam kegiatan ekstrakurikuler • Ikatan yang kuat dengan lembaga prososial, seperti institusi agama dan sekolah • Penerimaan terhadap norma yang menentang penyalahgunaan napza Beberapa Alasan Mengapa Remaja Menggunakan Napza Dan Bagaimana Memulai Percakapan Dengan Remaja Terkait Hal Tersebut Remaja: “Seseorang memilikinya dan saya berpikir untuk mencobanya” • Tanyakan apakah mereka mengetahui apa yang digunakan dan diskusikan dampak dari napza tersebut. • Tanyakan apakah efek yang dirasakan sesuai dengan harapan mereka dan bicarakan risikonya jika tetap terus digunakan. • Coba untuk mencari tahu apakah mereka merasa mendapat tekanan, jika ya diskusikan cara untuk mengatasi situasi yang sama nantinya Remaja: “Saya selalu ingin mencoba napza itu” • Tanyakan apa yang membuat napza tersebut menarik dan apa yang diharapkan dari napza tersebut. • Jika mereka senang membicarakannya, anda dapat mendiskusikan apakah mereka sudah menggunakan napza dan jika ya tanyakan alasannya. Remaja: “Semua teman saya menggunakannya, jadi saya pikir kenapa tidak?” • Upayakan mereka mengetahui bahwa sebagian besar remaja tidak menggunakan napza termasuk alkohol. • Tanyakan mengapa menurutnya, teman-temannya menggunakan napza. • Adalah penting untuk membicarakan pentingnya membuat pilihan sendiri, walaupun pilihannya berbeda dengan teman-temannya. 26 50 TAHUN RSKO Berkarya | ADIKSI NAPZA

Remaja: “Ini membuat saya merasa nyaman” • Cari tahu bagaimana perasaan mereka secara umum, yang mungkin saja waktu yang tepat untuk menawarkan bantuan dan mencari tahu hal-hal lain yang mungkin terjadi atau membicarakan topik yang lain. • Bicarakan cara yang lebih sehat dan kurang berisiko untuk merasa nyaman Remaja: “Semua masalah saya dari sekolah, di rumah, dan kehidupan saya terasa hilang” • Biarkan mereka tahu bahwa anda selalu ada untuk membicarakan masalah-masalah mereka. • Tegaskan bahwa anda ingin mendampingi mereka dan memberikan dukungan yang dibutuhkan. Remaja: “Napza membuat saya lebih percaya diri” • Cari tahu apakah ada cara lain yang kurang berisiko untuk memperbaiki kepercayaan diri dan harga diri. • Berbagi pengalaman yang mirip dimana anda menghadapi kesulitan dalam situasi sosial dan jelaskan hal-hal yang anda lakukan agar lebih percaya diri. Remaja: “Saya tidak ingin membicarakannya” • Jika mereka menolak untuk membicarakan penggunaan napza dengan anda, tawarkan untuk mencarikan orang lain yang dapat diajak bicara oleh mereka • Yakinkan mereka bahwa membantu mereka tetap aman dan sehat adalah prioritas anda Mengapa Orang Dengan Adiksi Tetap Menggunakan NAPZA? Hampir semua orang dengan adiksi meyakini bahwa mereka dapat berhenti sendiri dengan caranya dan kebanyakan mencoba berhenti tanpa terapi. Walau beberapa dapat berhasil, banyak yang gagal mencapai kondisi abstinen jangka panjang. Penelitian menunjukkan penyalahgunaan napza jangka panjang menyebabkan perubahan di otak yang menetap lama setelah seseorang berhenti menggunakan napza. Perubahan otak tersebut merubah fungsi otak yang berdampak pada perubahan perilaku, termasuk ketidakmampuan mengontrol impuls (dorongan dalam diri) walau sudah tahu dampak buruknya. 50 TAHUN RSKO Berkarya | ADIKSI NAPZA 27

Stres psikologis dari pekerjaan, masalah keluarga, penyakit psikiatrik, masalah medis yang berkaitan dengan nyeri, bertemu dengan orang- orang di masa aktif menggunakan napza, berhadapan dengan jalan, obyek atau bahkan mencium hal-hal yang berhubungan dengan napza, dapat mencetuskan keinginan pakai napza tanpa disadari. Hal ini dapat menimbulkan terjadinya relaps (kekambuhan). Kontinum Penggunaan Napza Coba-coba Reguler Ketergantaungan (ADIKSI) Tidak pernah pakai Bersenang- senang Kebiasaan Sumber: Burrows D, Bijl M, Trautmann F and Sarankov Y. 1999 Training Manual on HIV/AIDS prevention among injecting drug users in the Russian Federation. Medecins Sans Frontieres – Holland, Russian Federation. Moscow Jenis-Jenis NAPZA Dan Efek Penggunaannya Depressants Stimulants Hallucinogens Alcohol (high doses) Alcohol (low doses) LSD, DMT Benzodiazepines Amphetamines Mescaline Methamphetamine PCP Opiods Ketamine Solvents Cocaine Barbiturates Nicotine Cannabis (high doses) Cannabis (low doses) Magic mushrooms Khat MDMA MDMA 28 50 TAHUN RSKO Berkarya | ADIKSI NAPZA

Beberapa contoh NAPZA : KANABIS - Ganja atau marijuana, hashish - Efek segera/jangka pendek: hilangnya inhibisi, peningkatan persepsi sensorik dan euforia diikuti dengan kantuk/relaksasi, reaksi melambat, mata merah, masalah dengan keseimbangan dan koordinasi, paranoia, psikosis, serangan panik. - Efek jangka panjang: masalah kesehatan mental, ketergantungan, masalah memori dan belajar, batuk kronis, infeksi pernafasan kronis, motivasi dan konsentrasi menurun, paranoia dan psikosis. OPIOID - Heroin, morfin, petidin, kodein, metadon - Efek segera/jangka pendek: euforia “high”, mulut kering, mual, muntah, mengantuk, pernafasan dan denyut jantung lambat, overdosis, koma - Efek jangka panjang: adiksi/ketergantungan, pembuluh vena kolaps, risiko HIV dan Hepatitis C, infertilitas, masalah gigi, jantung, penyakit hati dan ginjal, pneumonia. METAMFETAMIN - Sebutan lain: shabu, meth, glass - Efek segera/jangka pendek: meningkatkan kewaspadaan dan aktivitas fisik, menurunkan nafsu makan, pernafsan meningkat, denyut jantung, tekanan darah, suhu, denyut jantung irregular. 50 TAHUN RSKO Berkarya | ADIKSI NAPZA 29

- Efek jangka panjang: ansietas, kebingungan, insomnia, masalah mood, perilaku kekerasan, paranoia, halusinasi, delusi, berat badan menurun. KOKAIN - Sebutan lain: coke, snow, blow, dust - Efek segera/jangka pendek: pembuluh darah menyempit, pupil membesar: suhu tubuh, denyut jantung, dan tekanan darah meningkat; sakit kepala, sakit perut, mual, euforia; ansietas dan serangan panik; perilaku agresif, tremor, insomnia. - Efek jangka panjang: ketergantungan; kehilangan indra penciuman, mimisan, kerusakan hidung dan kesulitan menelan; gangguan mental (depresi, ansietas); kerusakan jantung, masalah paru, ginjal, usus; risiko stroke dan kejang. MDMA/ECSTASY - Sebutan lain: XTC, pills, molly, love drug - Efek segera/jangka pendek: peningkatan denyut jantung dan tekanan darah, euforia “high”, ansietas dan serangan panik, energi meningkat, mual muntah, overheating dan dehidrasi, distorsi visual, paranoia dan psikosis, stroke. - Efek jangka panjang: ketergantungan, masalah kesehatan mental (depresi, ansietas), gangguan memori dan atensi, gangguan hati. 30 50 TAHUN RSKO Berkarya | ADIKSI NAPZA

BENZODIAZEPIN - Alprazolam, diazepam, klonazapam, nitazepam, dan lain-lain - Efek segera/jangka pendek: mengantuk dan sedasi, penurunan denyut jantung, nafas dangkal, konfusi, hilangnya keseimbangan dan koordinasi, bicara cadel, penglihatan kabur, blackout, overdosis - Efek jangka panjang: ketergantungan, kejang NEW PSYCHOACTIVE SUBSTANCES (NPS) - Kanabinoid sintetik, Katinon sintetik, Kratom, Khat, dan lain-lain. - Efek segera/jangka pendek: denyut jantung dan suhu tubuh meningkat, dilatasi pupil, perilaku agresif, kecemasan, sakit kepala, mual muntah, halusinasi, konfusi, agitasi, paranoia dan psikosis, kejang, overdosis - Efek jangka panjang: ketergantungan, gangguan memori, paranoia, psikosis ALKOHOL - Bir, wiski, vodka, tuak, ciu, arak, sake, soju, dan lainya. - Efek segera/jangka pendek: hambatan berkurang, bicara cadel, gangguan motorik, kebingungan, masalah memori, masalah konsentrasi. - Efek jangka panjang: ketergantungan, masalah kesehatan mental (depresi, ansietas), meningkatkan risiko kanker, malnutrisi, masalah jantung dan hati, kerusakan otak, risiko diabetes. 50 TAHUN RSKO Berkarya | ADIKSI NAPZA 31

NIKOTIN - Rokok, E-Cigarrettes, water pipe tobacco, cerutu - Efek segera/jangka pendek: denyut jantung dan tekanan darah meningkat, gigi dan jari bernoda, nafas pendek, pembuluh darah menyempit, mual, pusing, oksigen ke otak dan paru berkurang. - Efek jangka panjang: ketergantungan, masalah gigi, penuaan dini, mengurangi kesuburan, masalah pernafasan, risiko penyakit jantung meningkat, penyakit paru, diabetes, kanker. Konsekuensi Jangka Panjang Adiksi Napza 32 50 TAHUN RSKO Berkarya | ADIKSI NAPZA

Bagaimana Penatalaksanaan Adiksi Napza? ▪ Bertujuan membantu individu yang mengalami adiksi menghentikan perilaku kompulsi mencari dan menggunakan napza. ▪ Penatalaksanaan dapat dilakukan di beberapa setting layanan, menggunakan bentuk yang berbeda-beda dan durasi waktu yang berbeda. Karena adiksi napza adalah suatu gangguan kronis yang ditandai dengan adanya kekambuhan, maka terapi jangka pendek atau sesaat biasanya tidak cukup. Bagi kebanyakan, terapi merupakan suatu proses yang panjang dan melibatkan berbagai macam intervensi dan pengawasan yang teratur/ regular. ▪ Penatalaksanaan dapat berupa medikasi (pemberian obat- obatan), terapi perilaku atau kombinasi keduanya. Terapi perilaku membantu memotivasi orang untuk berpartisipasi dalam pengobatan, menawarkan strategi coping terhadap craving zat, mengajar cara- cara untuk menghindari napza dan mencegah kekambuhan/ relaps, dan membantu individu mengatasi relaps/ kekambuhan jika hal tersebut muncul. Berbagai terapi perilaku dapat membantu orang meningkatkan cara berkomunikasi, menjalin relasi dan parenting skills. Kombinasi medikasi dan terapi perilaku merupakan pendekatan yang paling efektif. ▪ Selain terapi individu, terdapat Terapi Kelompok yang bermanfaat untuk mendorong individu pada suatu gaya hidup tanpa napza dan mendorong terjadinya abstinen. 50 TAHUN RSKO Berkarya | ADIKSI NAPZA 33

▪ Orang dengan adiksi napza sering mengalami masalah kesehatan lain (misalnya depresi, HIV-AIDS), masalah pekerjaan, hukum, keluarga, dan sosial yang harus ditangani secara bersamaan. Program terbaik menyediakan kombinasi terapi dan layanan lain untuk memenuhi kebutuhan individual pasien. ▪ Partisipasi yang aktif dalam terapi merupakan komponen yang penting untuk hasil yang baik bahkan bagi individu dengan ketergantungan berat. Hal yang sering jadi masalah utama adalah keluar dari program (drop-out) sebelum selesai. Progres atau kemajuan setiap individu dalam terapi bervariasi, Secara umum, untuk pengobatan residensial atau rawat jalan kurang dari 90 hari, efektivitasnya terbatas dan direkomendasikan pengobatan yang lebih lama untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal. 34 50 TAHUN RSKO Berkarya | ADIKSI NAPZA

Bagaimana Orangtua Dapat Memberikan Perlindungan Dari Penggunaan Napza? 1. Menjadi panutan yang baik ▪ Anak/Remaja seringkali mencontoh perilaku orangtua yang menggunakan alkohol, rokok dan zat-zat lainnya. ▪ Menghindari kontradiksi antara apa yang orangtua katakan dengan apa yang dilakukan, dan coba untuk menunjukkan cara untuk bersenang- senang dan menyelesaikan masalah tanpa menggunakan napza. 2. Terlibat dalam kehidupan anak/ remaja ▪ Luangkan waktu secara teratur dengan anak/remaja dimana orang tua dapat memberikan perhatian penuh. ▪ Mengatur waktu makan bersama yang rutin atau membantu remaja mengerjakan PRnya. ▪ Terlibat dan menunjukkan minat pada hobi dan aktivitas remaja. ▪ Jika remaja keluar rumah, tanyakan tujuan dan siapa yang bersamanya. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko. Buatlah diskusi ini sebagai bagian dari percakapan. ▪ Pengaruh teman sebaya dapat mempengaruhi perilaku remaja, sehingga adalah wajar membantu remaja memilih teman yang tepat dan mengenalnya lebih jauh. Mereka dapat di undang untuk datang ke rumah, atau berbincang-bincang dengan mereka saat anda menjemput remaja dari sekolah atau setelah aktivitas sekolah. ▪ Cobalah untuk mengenal orangtua dari teman remaja sebagai bentuk jaringan yang mendukung untuk menjaga dan keselamatan remaja. 50 TAHUN RSKO Berkarya | ADIKSI NAPZA 35

3. Tetapkan aturan dan harapan ▪ Mendiskusikan bersama tentang aturan penggunaan napza, termasuk konsekuensi jika melanggarnya. ▪ Tidak memberikan alkohol pada remaja. Persepsi umum yang tepat adalah memberikan alkohol pada remaja dapat membantu mengembangkan kebiasaan minum alkhol yang sehat. Penelitian menunjukkan bahwa memberikan alkohol pada remaja di bawah usia 18 tahun dapat meningkatkan risiko minum lebih awal, dapat membuat remaja lebih banyak minum saat mereka minum alkohol dan mengalami masalah akibat alkohol. 4. Sediakan waktu dengan anak/remaja ▪ Biarkan anak/remaja mengetahui bahwa orangtua selalu siap dan bersedia untuk mendengar dan diajak bicara. ▪ Saat berbicara dengan remaja, usahakan untuk tidak menceramahinya. Penting untuk mendengarkan pikiran dan kekuatiran remaja dan menawarkan bantuan dan dukungan. ▪ Mencoba untuk menyiapkan diri selalu siap bagi mereka, misalnya memastikan bahwa mereka dapat mudah menghubungi anda saat berada di sebuah pesta. 36 50 TAHUN RSKO Berkarya | ADIKSI NAPZA

peArdiilkaski u 50 TAHUN RSKO Berkarya | ADIKSI PERILAKU 37

Gangguan akibat adiksi perilaku menurut klasifikasi penyakit internasional (ICD-11) terdiri dari Gaming disorder dan Gambling disorder. GAMING DISORDER Gaming Disorder didefinisikan sebagai pola perilaku bermain gim (“digital- gaming” atau “video-gim”) yang ditandai dengan gangguan kontrol atas gim, peningkatan prioritas yang diberikan pada gim atas kegiatan/ kepentingan lain dan kegaitan sehari-hari, dan terus bermain gim meskipun kelanjutan atau eskalasi gim meskipun terjadi konsekuensi negatif. Pola perilaku tersebut mengakibatkan gangguan signifikan dalam fungsi individu, keluarga, sosial, pendidikan, pekerjaan, atau fungsi penting lainnya. Tanda dan gejala dari Internet Gaming Disorder (DSM-5) yaitu: - Preokupasi dengan gim - Terdapat gejala withdrawal saat gim dihentikan (kesedihan, kecemasan, lekas marah) - Toleransi (kebutuhan untuk menghabiskan lebih banyak waktu bermain gim untuk memuaskan keinginan) - Tidak mampu untuk mengurangi bermain, gagal untuk berhenti bermain gim - Meninggalkan aktivitas lain, kehilangan minat pada aktivitas yang sebelumnya dinikmati akibat bermain gim - Melanjutkan bermain gim meskipun ada masalah - Menipu anggota keluarga/orang lain tentang jumlah waktu yang dihabiskan untuk bermain gim - Penggunaan gim untuk meredakan suasana hati negatif, seperti rasa bersalah atau putus asa - Risiko membahayakan atau kehilangan pekerjaan atau relasi karena bermain gim 38 50 TAHUN RSKO Berkarya | ADIKSI PERILAKU

Haruskah semua orang yang terlibat dalam gim khawatir akan mengalami gaming disorder? Studi menunjukkan bahwa Gaming disorder hanya mempengaruhi sebagian orang yang terlibat dalam aktivitas gim digital atau video. Namun, tetap harus waspada terhadap jumlah waktu yang dihabiskan untuk kegiatan tersebut, terutama jika itu mengesampingkan kegiatan sehari-hari lainnya, serta terhadap setiap perubahan dalam kesehatan fisik, psikologis dan fungsi sosial yang dapat dikaitkan dengan pola perilaku permainan mereka. Cyberbullying dapat terjadi di berbagai platform digital (ponsel, aplikasi, sosial media, permainan interaktif online). Waspada tentang tanda-tanda peringatan cyberbullying di anak-anak Anda (misalnya menggunakan perangkat lebih sering atau kurang dari sebelumnya, jadi menarik diri, cemas atau depresi). Screen time adalah waktu yang digunakan untuk menggunakan komputer, menonton televisi, ataupun bermain video games. Penggunaan layar dan bermain gim yang berlebihan mempengaruhi suasana perasaan (mood) seseorang, kemampuan untuk fokus, menyelesaikan tugas sekolah dan kontrol amarah. Hal Ini berdampak negatif terhadap hubungan mereka dengan anggota keluarga dan teman sebaya, dan mengganggu prioritas atas fungsi dasar (misalnya makan, tidur, kebersihan pribadi, olahraga). Risiko kesehatan dari screen time atau bermain gim yang berlebihan yaitu: • Gaya hidup yang tidak sehat seperti kurang tidur atau day-night reversal, malnutrisi, sakit kepala, sakit leher, dan lainnya. • Paparan konten berbahaya (kekerasan atau seksual), cyberbullying • Dapat berkembang menjadi Gaming Disorder. • Dapat mendorong migrasi ke perjudian karena beberapa gim memiliki elemen seperti perjudian. Semakin banyak, gim daring menyertakan elemen seperti perjudian (misalnya kotak jarahan, transaksi mikro) dan sebaliknya. Gim dengan elemen seperti perjudian mungkin memiliki implikasi finansial dan meningkatkan risiko migrasi ke perjudian. 50 TAHUN RSKO Berkarya | ADIKSI PERILAKU 39

Beberapa tanda paling umum dari screen time atau bermain gim yang berlebihan yaitu: • Mempengaruhi kemampuan seseorang untuk fokus dan menyelesaikan tugas sekolah. • Berdampak negatif pada hubungan seseorang dengan anggota keluarga dan teman sebayanya. • Bermain gim lebih diprioritaskan dibanding fungsi dasar seperti makan, tidur, kebersihan pribadi dan olahraga. • Terjadi perubahan signifikan dalam mood seseorang atau kemampuan untuk mengendalikan amarah ketika diminta untuk berhenti. Bagaimana Penatalaksaan Pada Gaming Disorder? Kebutuhan pengobatan sangat beragam dan termasuk: 1. Kebutuhan yang berfokus pada gim (membatasi atau mengurangi gim dengan meningkatkan efikasi diri, kompetensi dan pengembangan keterampilan) 2. Pengobatan penyakit penyerta (misalnya gangguan penggunaan zat) 3. Perawatan untuk komorbiditas kesehatan mental (misalnya depresi dan kecemasan) 4. Manajemen stres 5. Manajemen gangguan tidur 6. Pengembangan keterampilan sosial Beberapa jenis terapi yang direkomendasikan antara lain yaitu terapi kognitif perilaku, mindfulness, terapi keluarga dan residensial serta terapi farmakologi (bila dibutuhkan). 40 50 TAHUN RSKO Berkarya | ADIKSI PERILAKU

Hal-hal yang dapat dilakukan Orangtua dan wali: • Mendidik anak-anak tentang cara menggunakan internet dengan aman dan waspada • Komunikasikan dan tetapkan aturan yang jelas tentang penggunaan waktu layar dan internet • Aktifkan fitur kontrol orang tua, instal pembaruan perangkat lunak dan program antivirus terbaru pada perangkat yang digunakan oleh anak-anak, atur pengaturan privasi ke \"tinggi\" • Tekankan pilihan lain untuk bersenang- senang (misal memasak bersama, membaca, kegiatan seni, kerajinan, menari, berolahraga) • Pertahankan rutinitas tidur yang teratur untuk anak-anak • Dorong makan sehat • Ciptakan keseimbangan antara aktivitas daring dan luring Penggunaan layar termasuk bermain video gim tidak disarankan untuk bayi berusia 1 tahun; harus dibatasi tidak lebih dari 1 jam per hari untuk anak-anak berusia 2-4 tahun, dan pada kelompok usia yang lebih tua tetap harus dikelola dengan baik. 50 TAHUN RSKO Berkarya | ADIKSI PERILAKU 41

Hal-hal yang dapat dilakukan oleh Otoritas Sekolah: • Kembangkan atau perbarui pedoman keselamatan online dan kode etik, termasuk kebijakan dan aturan tentang cyberbullying dan mengkomunikasikannya dengan siswa, orang tua/pengasuh • Memelihara dan mempromosikan layanan konseling daring untuk siswa • Memberikan pelatihan kepada guru tentang konseling daring dan cara mendeteksi tanda-tanda paparan ancaman daring dan pengalaman kekerasan (abuse) atau terabaikan di rumah GAMBLING DISORDER Gambling Disorder ditandai dengan pola perjudian yang terus-menerus atau perilaku berulang, yang mungkin daring (melalui internet) atau luring, dimanifestasikan oleh: o Gangguan kontrol atas perilaku berjudi o Kegiatan berjudi lebih diutamakan daripada kepentingan hidup dan aktivitas sehari-hari lainnya; o Perilaku berjudi tetap berlanjut meskipun mengalami konsekuensi negatif. o Pola perilaku memiliki tingkat keparahan yang cukup untuk menyebabkan gangguan pada individu, keluarga, sosial, pendidikan, pekerjaan atau hal penting lainnya. Pola perilaku berjudi dapat berlangsung terus menerus atau episodik dan berulang. 42 50 TAHUN RSKO Berkarya | ADIKSI PERILAKU

Apakah Anda Mengalami Adiksi Berjudi Biasanya hal-hal berikut yang dapat muncul: o Menghabiskan lebih banyak waktu dan uang untuk berjudi daripada yang diinginkan o Perilaku berjudi terjadi ketika merasa cemas, sedih, atau tertekan o Kebutuhan untuk berjudi dengan lebih banyak uang untuk mencapai perasaan gembira o Pikiran terus-menerus tentang perjudian o Upaya berulang yang gagal untuk menghentikan atau mengendalikan perjudian o Lekas marah atau gelisah jika mencoba berhenti berjudi o Menggunakan perjudian sebagai cara untuk mengatasi kecemasan atau depresi, atau perasaan tidak berdaya atau bersalah o 'Mengejar' kerugian: berjudi untuk memenangkan kembali apa yang telah hilang, terutama setelah kerugian besar o Berbohong untuk menutupi tingkat keparahan perjudiannya o Kehilangan hubungan atau pekerjaan karena berjudi o Mengandalkan orang lain untuk dukungan keuangan setelah kerugian besar Apakah seseorang yang saya kenal mengalami Gambling Addiction (Adiksi Berjudi)? Orang dengan Gambling disorder sering menyembunyikan perilaku mereka, tetapi ada tanda-tanda peringatan bahwa perjudian telah menjadi masalah bagi seseorang yang Anda kenal. Ini mungkin termasuk: - kehilangan uang atau barang rumah tangga yang berharga - meminjam uang secara teratur - memiliki banyak pinjaman - tagihan yang belum dibayar - kekurangan makanan dan kebutuhan rumah tangga - menarik diri dari keluarga atau di tempat kerja - perubahan suasana hati - konflik dengan orang lain - perasaan tidak berdaya, depresi, atau merasa ingin bunuh diri - ketidakhadiran yang tidak dapat dijelaskan dari peristiwa atau komitmen penting. - kinerja di tempat kerja terpengaruh, mengambil lebih banyak hari sakit 50 TAHUN RSKO Berkarya | ADIKSI PERILAKU 43

Mengapa Orang Terus Berjudi? Banyak faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengembangkan masalah dengan perjudian. Kadang orang menemukan bahwa masalah lain yang mereka alami adalah titik kritis dan beralih ke perjudian untuk melarikan diri dari masalah. Masyarakat memaklumi perjudian, dan melihatnya sebagai bagian dari kehidupan normal. Hal itu membuat sangat sulit bagi orang-orang dengan masalah judi untuk menjauh darinya. Faktor lain adalah mungkin ada perubahan di otak, menyerupai dengan yang terlihat pada orang dengan adiksi alkohol atau napza lainnya. Bagaimana Penatalaksanaan Pada Gambling Disorder? Beberapa pendekatan psikoterapi seperti terapi perilaku kognitif dapat membantu mengatasi gangguan ini. Terapi ini bertujuan untuk melihat hal- hal yang mendasari perilaku berjudi, seperti peluang menang, keyakinan tentang keberuntungan dan keterampilan dalam permainan berbasis non-keterampilan, dan kemungkinan ‘mengejar’ kembali kondisi finansial yang aman. Psikoterapi juga dapat mengatasi masalah mendasar seperti kecemasan, depresi atau isolasi sosial. Konseling keuangan juga bermanfaat dalam menawarkan alternatif lain dari berjudi sebagai cara untuk pemulihan keuangan. 44 50 TAHUN RSKO Berkarya | ADIKSI PERILAKU

MENDUKUNG ORANG-ORANG TERKASIH MENGHADAPI GANGGUAN MENTAL DAN/ATAU GANGGUAN PENGGUNAAN NAPZA Ketika seorang anggota keluarga menggunakan napza atau berjuang dengan gangguan mental, dukungan keluarga dapat menjadi kunci (berperan penting) untuk mendapatkan perawatan yang dibutuhkan. Memulai percakapan adalah langkah pertama untuk mendapatkan bantuan. Bagaimana Anda Dapat Membantu? a. Tentukan waktu dan tempat yang tepat Pertimbangkan privasi waktu dan tempat dengan gangguan minimal, seperti di rumah atau saat berjalan-jalan. b. Ekspresikan perhatian dan utarakan secara langsung Tanyakan bagaimana perasaan mereka dan jelaskan alasan kekhawatiran anda. c. Memahami perasaan mereka dan dengarkan Dengarkan secara terbuka, aktif, dan tanpa menghakimi d. Tawarkan bantuan Memberikan kepastian bahwa gangguan mental dan/atau gangguan penggunaan napza dapat diobati. Membantu mereka mencari dan terhubung ke layanan pengobatan. e. Bersabar Ketahuilah bahwa membantu orang yang anda kasihi tidak terjadi dalam semalam. Lanjutkan menjangkau dengan menawarkan untuk mendengarkan dan membantu. 50 TAHUN RSKO Berkarya | ADIKSI PERILAKU 45

REFERENSI Drugs, Brains, and Behavior: The Science of Addiction. National Institute on Drug Abuse. USA. June 2020. DSM-5TM. 5thedition. American Psychiatric Association. USA. 2013. Excessive Screen Use and Gaming During Covid 19. WHO. USA. 2020. Indonesia Drugs Report 2020. Puslitdatin BNN. Jakarta. April 2020 Kilas Balik 30 Tahun Rumah Sakit Ketergantungan Obat. Jakarta. 2002. Newton, N., Chapman, C., et.al. Drugs & Alcohol: What You Need To Know (Parent booklet, 2nd edition). The University of Sidney. 2019. Preventing Drug Use Among Children and Adolescents; A Research-Based Guide for Parents, Educators, and Community Leaders. 2nd edition. National Institute on Drug Abuse. USA. October 2003. Principles of Drug Addiction Treatment: A Research-Based Guide (3rd edition). National Institute on Drug Abuse. USA. January 2018. Public Policy Statement: Definition of Addiction. American Society of Addiction Medicine. USA. 2019 Supporting A Loved One Dealing With Mental and/or Substance Use Disorders: Starting The Conversation. Substance Abuse and Mental Health Services Administration. USA. https://www.healthdirect.gov.au/gambling addiction. Diunduh 10 Juni 2022. Baigent M., Recent Findings on Specific Behavioral Addiction Treatment Programs, The Service Delivery, and Gaps to Fill. The Addiction Master Class Series-Stage 1. FKUI-RSCM. Juli 2021. 46 50 TAHUN RSKO Berkarya | ADIKSI PERILAKU

Tim Penyusun dr. Imelda Indriyani, SpKJ (K) Ira Oktora, M.Psi., Psikolog drg. Imelda Kusumaningrum Elly Hotnida Gultom, S.Kep., Ners Anung Widi A., S.Kep., Ners dr. Ary Faddila, MARS Gigih Eka Setiagung, S.Psi 50 TAHUN RSKO Berkarya | ADIKSI PERILAKU 47

Tulisan ini merupakan suatu upaya mengingat kembali peran serta RSKO dalam bidang Adiksi di Indonesia. Saran dan kritik yang membangun sangat berarti bagi kami. (Tim Penyusun) 48 50 TAHUN RSKO Berkarya | ADIKSI PERILAKU

Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Jakarta 51 Jl. Lapangan Tembak No. 75 Cibubur Jakarta Timur 13720 Telp: (021) 87711968 – 87711969 Fax : (021) 87711970 50 TAHUN RSKO Berkarya