Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore THE OLIVECEER Chapter 1

THE OLIVECEER Chapter 1

Published by Benedict Ran, 2023-07-24 00:29:38

Description: THE OLIVECEER Chapter 1

Search

Read the Text Version

THE OLIVECEER Chapter 1: Anak Yang Terbuang Pada suatu ketika ada seorang perempuan yang bernama “Lylia”, Lylia sudah menikah bersama pria yang selalu menemani nya semasa kecil yaitu “Ruma”. Mereka sudah menikah selama 2 tahun, namun belum memiliki anak. Meskipun belum memiliki anak namun mereka yakin kalau suatu saat sang dewa akan mengaruniakan mereka anak. Selang 5 tahun mereka tak kunjung memiliki anak, kepercayaan mereka akan sang dewa yang segera mengaruniakan mereka anak mulai sirna. Mereka merasa sang dewa mentakdirkan mereka tidak memiliki anak. Perasaan kecewa, sedih, dan kesal menyelimuti isi pikiran Lylia, namun Ruma menenangkan Lylia dan memintanya untuk bersabar tapi perkataan Ruma sepertinya di hiraukan oleh Lylia. Semakin hari rasa kecewa terus menyelimuti Lylia bahkan membuat dirinya gila, merasa ada yang tak beres dengan mental istrinya Ruma segera meminta pertolongan kepada warga desa membantu mengantarkan Lylia ke dokter yang menangani masalah kejiwaan.

Selang beberapa hari Lylia hanya diberi obat oleh dokter, dan dokter memberi saran untuk Lylia untuk melakukan pengecekan seminggu sekali, serta obat yang diberikan bisa di minum 2 kali sehari siang & malam. Hari pun kembali berlalu, Ruma harus berangkat kerja meninggalkan istri nya sendirian di rumah, sebenarnya Ruma khawatir namun dia pikir istrinya akan baik – baik saja dan akhirnya dia berangkat dan melakukan pekerjaan nya sebagai seorang pekerja di sebuah restoran kecil di desa. Sementara itu, Lylia terbangun dari tidurnya, dia merasa lebih baik namun justru dia tidak ingin minum obat, dia melihat celah supaya dirinya bisa pergi dan bunuh diri di saat suami nya bekerja, Lylia sudah merasa lelah akan segala hal dan memilih bunuh diri dan dia pergi ke tepi sungai dengan menggenggam pisau di tangannya. Saat dia ingin menusukan pisau itu ke bagiaan jantung, dia melihat seorang bayi menangis, bayi itu terlihat terdampar di pinggir sungai seperti ada yang membuang bayi tersebut tapi tidak ada orang. “Siapa bayi ini? Mengapa seorang bayi ada di tempat seperti ini? Apakah dia di buang oleh seseorang? Namun siapa yang membuangnya?” Benak Lylia. Tanpa pikir panjang Lylia memilih untuk membawa pulang bayi itu, dia berfikir bahwa bayi itu adalah karunia dari seorang dewa yang memberinya anak angkat. TO BE CONTINUE


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook