SISTEM EKSKRESI MANUSIA
HATI Hati merupakan sistem ekskresi yang menjadi pusat sortasi zat-zat yang ada di dalam tubuh kamu. Zat yang akan disaring berasal dari sistem pencernaan. Saat menemukan zat beracun, hati akan mengubahnya menjadi zat yang lebih aman. Contohnya, saat mengkonsumsi makanan berprotein, zat protein bakal dicerna menjadi asam amino. Asam amino dibutuhkan untuk memperbaiki sel pada tubuh.
kelanjutan... jadi ketika asam amino sudah terserap tubuh, nitrogen yang terkandung bakal terlepas. Sistem ekskresi hati memisahkan nitrogen dari asam amino yang kemudian bergabung dengan zat lain. Nitrogen kemudian diubah menjadi NH3 bersama amonia yang diubah lagi menjadi urea. Zat urea ini kemudian masuk ke ginjal untuk kemudian dibuang bersama urin.
kelanjutan...
kelanjutan...
PARU-PARU Paru-paru sebagai organ ekskresi mengeluarkan karbon dioksida dan uap air saat kamu bernapas melalui hidung atau mulut. Alveolus pada paru- paru adalah pusatnya. Tubuh kamu memproduksi CO2 karena metabolisme respirasi sel dan nitrogen yang berasal dari hasil metabolisme protein.
kelanjutan... Kalau tubuh kamu kebanyakan karbon dioksida, zat tersebut bisa menurunkan PH darah kamu dan akhirnya darah kamu bakal jadi lebih asam. Jika sudah begini, kamu akan mengalami asidosis yang ditandai dengan rasa mual, pusing, sakit kepala, dan rasa tidak nyaman lainnya.
kelanjutan... CO atau Karbon Monoksida juga dapat memicu asidosis bahkan dapat berujung kematian akibat ikatannya yang jauh lebih kuat pada hemoglobin darah.
KULIT Kulit berfungsi sebagai sistem ekskresi karena mampu mengeluarkan cairan berupa keringat. Keringat ini dikeluarkan oleh kulit melalui kelenjar keringat (glandula sudorifera) yang terletak di lapisan dermis kulit.
kelanjutan... Kelenjar keringat akan mengeluarkan 5–10% cairan dari seluruh sisa metabolisme tubuh. Serabut saraf yang ada di pangkal kelenjar keringat berfungsi merangsang kelenjar keringat menyerap air (H20), mineral (Na+, Cl-), dan produk buangan metabolisme seperti urea, dan asam laktat dari kapiler darah.
kelanjutan... Karena sidik jari terbentuk secara genetik maka, bentuk sidik jari seseorang akan tetap sama meskipun orang tersebut bertambah usia. Jika ujung jari terluka maka guratan pada sidik jari tidak akan berubah, karena kulit yang terbentuk akan memiliki guratan yang sama. sindrom Naegeli-Franceschetti-Jadassohn (NFJS), Dermatophathia Pigmentosa Reticularis (DPR) dan Adermatoglyphia.
GINJAL Sistem ekskresi yang satu ini terletak di belakang rongga perut, tepatnya di kanan dan kiri tulang belakang kamu. Letak ginjal kanan lebih rendah dari ginjal kiri karena memberi ruang untuk hati. Bentuk ginjal sekilas mirip kacang merah, tapi dengan ukuran yang jauh lebih besar. Ukurannya hampir sama dengan kepalan tangan kamu (sekitar 10 centimeter) dan memiliki berat kurang lebih 100–175 gram, tergantung dari umur dan jenis kelamin.
kelanjutan... Dalam sistem ekskresi tubuh, ginjal berfungsi menyaring zat-zat sisa metabolisme dalam darah, terutama dari hati. Ginjal juga berfungsi mengolah zat-zat beracun tersebut menjadi cairan bernama urin. Urin ini kemudian akan disalurkan melalui ureter ke kandung kemih dan akan dikeluarkan melalui uretra.
kelanjutan... Selain itu, ginjal juga berfungsi untuk membuang gula darah yang melebihi kadar normal dan mengatur keseimbangan kadar garam, asam, dan basa dalam tubuh kamu.
Search
Read the Text Version
- 1 - 22
Pages: