Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore Prokrastinasi Akademik Mahasiswa Dalam Masa Covid 19

Prokrastinasi Akademik Mahasiswa Dalam Masa Covid 19

Published by divaasriagustin, 2022-04-16 06:58:39

Description: Prokrastinasi Akademik Mahasiswa Dalam Masa Covid 19

Search

Read the Text Version

40 Grafik 4.2 Menunda Memulai Maupun Menyelesaikan Tugas Selama Covid-19 Berlangsung. 40,00% Indikator1 35,00% 30,00% 35,93% 25,00% 20,00% 23,43% 15,00% 10,00% 17,90% 5,00% 11,53% 11,17% 0,00% Interpretasi : Pada indikator menunda memulai maupun menyelesaikan tugas selama covid-19 rata-rata mahasiswa memilih alternatif jawaban selalu sebanyak 11,53%, untuk alternatif jawaban sering rata-ratanya sebanyak 23,43%, selanjutnya rata-rata untuk alternatif jawaban kadang-kadang sebanyak 35,93%, untuk alternatif jawaban jarang rata-ratanya 17,90%, terakhir rata-rata untuk alternatif jawaban tidak pernah sebanyak 11,17%. Dari uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa mahasiswa IAIN Batusangkar pada indikator pertama memilih alternatif jawaban kadang-kadang. Hal tersebut dapat dilihat dari grafik sebanyak 35,93% mahasiswa memilih alternatif jawaban kadang-kadang menunda memulai maupun menyelesaikan tugas selama covid-19 berlangsung. 2. Kesenjangan Waktu Antara Rencana Dan Kinerja Aktual Selama Covid-19 Berlangsung. Kesenjangan waktu antara rencana dan kinerja aktual artinya seseorang yang sudah merencanakan untuk mengerjakan tugas, namun rencana tersebut tidak dikerjakan karena suatu alasan yang dibuat oleh seseorang tersebut. Berikut merupakan tabel dan juga grafik kesenjangan waktu antara rencana dan kinerja aktual selama covid-19 :

41 Tabel 4.3 Kesenjangan Waktu Antara Rencana Dan Kinerja Aktual Selama Covid-19 Berlangsung NO Alternatif Jawaban F Rata-rata % 1 Selalu 71 8,87 8,52% 2 Sering 201 25,12 24,15% 3 Kadang-kadang 311 38,87 37,37% 4 Jarang 158 19,75 18,99% 5 Tidak Pernah 91 11,37 10,93% Jumlah 883 104 100% Grafik 4.3 Kesenjangan Waktu Antara Rencana Dan Kinerja Aktual Selama Covid-19 Berlangsung 40,00% Indikator 2 35,00% 30,00% 37,37% 25,00% 20,00% 24,15% 15,00% 10,00% 18,99% 5,00% 8,52% 10,93% 0,00% Interpretasi : Pada indikator kesenjangan waktu antara rencana dan kinerja aktual selama covid-19, rata-rata mahasiswa memilih alternatif jawaban selalu sebanyak 8,52%, rata-rata yang memilih alternatif jawaban sering sebanyak 24,15%, selanjutnya untuk alternatif jawaban kadang-kadang rata-ratanya 37,37%, rata-rata untuk alternatif jawaban jarang sebanyak 18,99%, terakhir rata-rata untuk alternatif jawaban tidak pernah sebanyak 10,93%. Dari uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa mahasiswa IAIN Batusangkar pada indikator kedua banyak memilih alternatif

42 jawaban kadang-kadang. Hal tersebut dapat dilihat dari grafik sebanyak 37,37% mahasiswa memilih alternatif jawaban kadang-kadang memiliki kesenjangan waktu antara rencana dan kinerja aktual selama covid-19. 3. Melakukan Aktivitas Lain yang Lebih Menyenangkan dari Pada Melakukan Tugas yang Harus Dikerjakan Selama Covid-19 Berlangsung. Indikator ketiga dari prokrastinasi akademik mahasiswa yaitu melakukan aktifitas lain yang lebih menyenangkan dari pada melakukan tugas yang harus dikerjakan selama covid-19 berlangsung. hal ini menjelaskan bahwa seseorang menunda mengerjakan tugas karena lebih mementingkan hal lain yang mereka rasa lebih disukai dibandingkan dengan mengejakan tugas, meskipun mereka tahu tugas tersebut adalah suatu hal yang penting untuk dikerjakan. Namun demikian mereka tetap memilih untuk menunda mengerjakannya dan fokus kepada hal lainnya selain dari pada mengerjakan tugas. Berikut merupakan tabel dan grafik yang menjelaskan tentang persentase responden pada indikator ketiga : Tabel 4.4 Melakukan Aktivitas Lain Yang Lebih Menyenangkan Dari Pada Melakukan Tugas Yang Harus Dikerjakan Selama Covid-19 Berlangsung. NO Alternatif Jawaban F Rata-rata % 1 Selalu 71 8,87 8,52% 2 Sering 201 25,12 24,15% 3 Kadang-kadang 311 38,87 37,37% 4 Jarang 158 19,75 18,99% 5 Tidak Pernah 91 11,37 10,93% Jumlah 883 104 100%

43 Grafik 4.4 Melakukan Aktivitas Lain Yang Lebih Menyenangkan Dari Pada Melakukan Tugas Yang Harus Dikerjakan Selama Covid-19 Berlangsung. 40,00% Indikator 3 35,00% 30,00% 37,01% 25,00% 20,00% 24,03% 15,00% 10,00% 15,01% 14,66% 5,00% 9,13% 0,00% Interpretasi : Pada indikator melakukan aktifitas lain yang lebih menyenangkan dari pada melakukan tugas yang harus dikerjakan selama covid-19, rata- rata mahasiswa memilih alternatif jawaban selalu sebanyak 9,13%, untuk alternatif jawaban sering ratan-ratanya 24,03%, selanjutnya untuk alternatif jawaban kadang-kadang rata-ratanya 37,01%, untuk alternatif jawaban jarang rata-ratanya 15,01%, terakhir untuk alternatif jawaban tidak pernah rata-ratanya 14,66% responden. Dari uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa mahasiswa IAIN Batusangkar pada indikator ketiga memilih alternatif jawaban kadang-kadang. Hal tersebut dapat dilihat dari grafik sebanyak 37,01% mahasiswa memilih alternatif jawaban kadang-kadang melakukan aktifitas lain yang lebih menyenangkan dari pada melakukan tugas yang harus dikerjakan selama covid-19. Selanjutnya untuk memperjelas hasil penelitian tentang prokrastinasi akademik mahasiswa dalam masa covid-19, peneliti akan menjabarkan per item skala yang digunakan untuk penelitian dilihat dari

44 alternatif jawaban yaitu selalu (SL), Sering (SR), Kadang-kadang (KD), Jarang (JR), Tidak Pernah (TP) dan juga persentase yang diperoleh per item, yaitu sebagai berikut : Tabel 4.5 Alternatif Jawaban dan Persentase Prokrastinasi Akademik Mahasiswa Dalam Masa Covid-19 Per-Item No Alternatif Jawaban Dan Persentase Item Selalu (%) Sering (%) Kadang - Jarang (%) Tidak 1 19 Orang Pernah (18%) kadang (%) 2 20 Orang (%) 9 Orang (21%) (8,6%) 22 Orang 40 Orang 14 Orang 7 Orang 3 21 Orang (6,7%) (20%) (21%) (38%) (13%) 6 Orang (5,7%) 4 7 Orang 33 Orang 29 Orang 15 Orang 8 Orang (6,7%) (7,6%) (31%) (27,8%) (14%) 16 Orang 5 10 Orang (15%) (9,6%) 20 Orang 46 Orang 11 Orang 19 Orang (18%) 6 4 Orang (21%) (44%) (10,5%) 9 Orang (3,8%) (8,6%) 25 Orang 48 Orang 16 Orang 19 Orang 7 11 Orang (18%) (10,5%) (24%) (46%) (15%) 4 Orang (3,8%) 8 4 Orang 27 Orang 33 Orang 18 Orang 7 Orang (3,8%) (6,7%) (25,9%) (31%) (17%) 4 Orang 9 14 Orang (3,8%) (13%) 22 Orang 36 Orang 23 Orang 4 Orang (3,8%) 10 13 Orang (21%) (34,6%) (22%) 13 Orang (12,5%) (12,5%) 30 Orang 29 Orang 25 Orang 34 Orang 11 21 Orang (32,6%) (20%) (28,8%) (27,8%) (24%) 7 Orang (6,7%) 12 4 Orang 16 Orang 38 Orang 27 Orang 18 Orang (3,8%) (17%) (15%) (36,5%) (25,9%) 13 3 Orang (2,8%) 41 Orang 34 Orang 11 Orang 14 6 Orang (39%) (32,6%) (10,5%) (5,7%) 40 Orang 40 Orang 4 Orang 15 7 Orang (6,7%) (38%) (38%) (3,8%) 16 3 Orang 21 Orang 49 Orang 9 Orang (2,8%) (20%) (47%) (8,6%) 29 Orang 49 Orang 18 Orang (27,8%) (47%) (17%) 17 Orang 41 Orang 30 Orang (16%) (39%) (28,8%) 4 Orang 28 Orang 32 Orang (3,8%) (26,9%) (30,7%) 36 Orang 33 Orang 21 Orang (34,6%) (31%) (20%) 13 Orang 37 Orang 33 Orang (12,5%) (35,5%) (31,7%)

45 No Alternatif Jawaban Dan Persentase Item Selalu (%) Sering (%) Kadang - Jarang (%) Tidak Pernah kadang (%) (%) 4 Orang (3,8%) 17 23 Orang 46 Orang 27 Orang 4 Orang 2 Orang (1,9%) (22%) (44%) (25,9%) (3,8%) 8 Orang (7,6%) 18 18 Orang 38 Orang 39 Orang 7 Orang 2 Orang (1,9%) (16%) (36,5%) (37,5%) 96,7%) 10 Orang (9,6%) 19 8 Orang 18 Orang 56 Orang 13 Orang 52 Orang (50%) (7,6%) (17%) (53,8%) (12,5%) 28 Orang (26,9%) 20 10 Orang 31 Orang 51 Orang 10 Orang 16 Orang (15%) (9,6%) (29,8%) (49%) (9,6%) 21 7 Orang 16 Orang 46 Orang 25 Orang (6,7%) (15%) (44%) (24%) 22 3 Orang 9 Orang 23 Orang 17 Orang (2,8%) (8,6%) (22%) (16%) 23 3 Orang 13 Orang 30 Orang 30 Orang (2,8%) (12,5%) (28,8%) (28,8%) 24 4 Orang 29 Orang 36 Orang 19 Orang (3,8%) (27,8%) (34,6%) (18%) *bunyi butir per-item pada lampiran Interpretasi : Tabel 4.5 di atas merupakan data tentang alternatif jawaban responden dan juga persentase yang diperoleh per-itemnya. Alternatif jawaban terbagi atas 5 pilihan yaitu selalu, sering, kadang-kadang, jarang dan tidak pernah. Jumlah itemnya yaitu sebanyak 24 butir, yang mana dari jumlah tersebut terdapat item yang berupa pernyataan positif dan pernyataan negatif. Pernyataan positif terdapat pada item nomor (1, 2, 3, 4, 9, 10, 11, 12, 17, 18, 19, 20) sedangkan item negatif terletak pada nomor item (5, 6, 7, 8, 13, 14, 15, 16, 21, 22, 23, 24). Artinya jika pada item positif dijawab dengan positif juga maka skor yang diperoleh akan semakin tinggi, namun kebalikannya jika item positif dijawab dengan negatif, maka skor yang diperoleh akan semakin rendah juga. Berdasarkan data di atas, diketahui bahwa terdapat beberapa item yang menjadi permasalahan bagi responden. Pada indikator pertama yaitu nomor item 1-8, item bermasalah terdapat pada item nomor (5) yang berbunyi “Ketika kuliah dilakukan secara daring dan waktu pengumpulan tugas masih

46 lama, saya cenderung memilih santai” dan item nomor (7) berbunyi “Waktu untuk mengerjakan tugas saya gunakan untuk melakukan hobi seperti membaca novel, komik, mendonton”. Pada indikator kedua yaitu item nomor 9-16, item yang bermasalah yaitu pada item nomor (15) yang berbunyi “Pada saat mengerjaka tugas, saya tergoda untuk membalas chat dari teman selama beberapa waktu sehingga memperlambat penyelesaian tugas”. Selanjutnya untuk indikator ketiga yaitu item nomor 17-24, nomor item yang bermasalah terdapat pada item nomor (24) yang mana bunyinya “Ketika mencari referensi sudah tejadwal, saya sering tergoda untuk membuka sosial media, sehingga waktu untuk mmencari referensi menjadi tidak maksimal” C. Pembahasan Penelitian yang dilakukan di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar memiliki sampel sebanyak 104 orang responden yang tersebar dari berbagai jurusan dan fakultas, namun demikian belum semua jurusan yang ada di IAIN Batusangkar yang mengisi skala penelitian. Oleh karena itu sampel pada penelitian ini belum dapat digeneralisasikan pada mahasiswa IAIN Batusangkar. Berdasarkan hasil penelitian, secara umum dapat dilihat dari perolehan persentasenya mahasiswa kadang-kadang melakukan prokrastinasi akademik dalam masa covid-19. Hal ini dapat dilihat dari jabaran masing- masing indikator, yaitu : 1. Menunda memulai maupun menyelesaikan tugas selama covid-19 berlangsung 2. Kesenjangan waktu antara rencana dan kinerja aktual selama covid-19 berlangsung 3. Melakukan aktivitas lain yang lebih menyenangkan dari pada melakukan tugas yang harus dikerjakan selama covid-19 berlangsung. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan menggunakan tiga indikator di atas. Maka diketahui persentase yang diperoleh responden, dari perolehan tersebut, persentase yang memiliki angka tertinggi yaitu terdapat pada alternatif jawaban “kadang-kadang”. Mahasiswa yang memilih alternatif

47 jawaban kadang-kadang rata-ratanya 36,77%. Artinya responden yang berada pada alternatif jawaban kadang-kadang melakukan prokrastinasi akademik dalam masa covid-19 yaitu sebanyak 36,77%, selanjutnya untuk alternatif jawaban sering, rata-ratanya 23,87%, artinya mahasiswa sebanyak 23,87% memilih alternatif jawaban sering melakukan prokrastinasi akademik dalam masa covid-19. Untuk alternatif jawaban jarang rata-ratanya 17,30%, artinya sebanyak 17,30% mahasiswa memilih alternatif jawaban jarang melakukan prokrastinasi akademik dalam masa covid-19. Jarang melakukan prokrastinasi akademik merupakan suatu hal yang bagus, karena itu artinya responden tidak sering menunda mengerjakan tugas akademiknya, akan lebih baik lagi jika responden tidak pernah menunda mengerjakan tugas, dalam penelitian ini ada sekitar 12,25% responden yang memilih alternatif jawaban tidak pernah melakukan prokrastinasi akademik. Sedangkan untuk mahasiswa yang memilih alternatif jawaban selalu melakukan prokrastinasi akademik dalam masa covid-19 rata-ratanya 9,37%. Hal ini berarti mahasiswa masih ada yang selalu menunda mengerjakan tugas akademik atau selalu prokrastinasi dalam mengerjakan tugas akademik. Dari uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa mahasiswa IAIN Batusangkar pada umumnya memilih alternatif jawaban kadang-kadang melakukan prokrastinasi akademik dalam masa covid-19. Menurut Gufron (2010:151) Prokrastinasi yaitu : Seseorang yang mempunyai kecendrungan untuk menunda atau tidak segera memulai pekerjaan, ketika menghadapi suatu pekerjaan dan tugas disebut seseorang yang melakukan prokrastinasi. Tidak peduli apakah penundaan tersebut mempunyai alasan atau tidak. Setiap penundaan dalam menghadapi suatu tugas disebut prokrastinasi. Pada peneltian ini banyak mahaiswa yang memilih alternatif jawaban kadang-kadang namun tidak dapat dipungkiri bahwa masih ada mahasiswa yang selalu dan sering melakukan prokrastinasi akademik, hal ini berarti masih ada mahasiswa yang menunda-nunda mengerjakan tugas. Menurut (Ferrari, Johnson dan McCown, n.d) terdapat ciri-ciri dari prokrastinasi akademik, yaitu :

48 1) Penundaan dalam memulai maupun menyelesaikan tugas yang dihadapi. 2) Kelambanan dalam mengerjakan tugas. 3) Kesenjangan waktu antara rencana dengan kinerja aktual dalam mengerjakan tugas. 4) Kecenderungan untuk melakukan aktivitas lain yang dipandang lebih mendatangkan hiburan dan kesenangan. Berdasarkan ciri-ciri dari prokrastinasi akademik di atas, tiga di antaranya merupakan indikator yang digunakan untuk melihat prokrastinasi akademik mahasiswa. Jika dilihat dari ketiga indikator, yang pertama indikator menunda memulai maupun menyelesaikan tugas selama covid-19, rata-rata mahasiswa memilih alternatif jawaban selalu sebanyak 11,53%, untuk alternatif jawaban sering rata-ratanya 23,43%, selanjutnya untuk alternatif jawaban kadang-kadang rata-ratanya 35,93%, untuk alternatif jawaban jarang rata-ratanya 17,90%, terakhir untuk alternatif jawaban tidak pernah rata-ratanya 11,17%. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa pada indikator pertama mahasiswa banyak memilih alternatif jawaban kadang-kadang. Hal tersebut dapat dilihat dari 35,93% mahasiswa memilih alternatif jawaban kadang-kadang menunda memulai maupun menyelesaikan tugas selama covid-19 berlangsung. Indikator kedua yaitu kesenjangan waktu antara rencana dan kinerja aktual selama covid-19, rata-rata mahasiswa memilih alternatif jawaban selalu sebanyak 8,52%, untuk alternatif jawaban sering rata-ratanya 24,15%, selanjutnya untuk alternatif jawaban kadang-kadang rata-ratanya 37,37%, untuk alternatif jawaban jarang rata-ratanya 18,99%, terakhir untuk alternatif jawaban tidak pernah rata-ratanya 10,93%. Dari uraian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa mahasiswa pada indikator kedua banyak memilih alternatif jawaban kadang-kadang. Hal tersebut dapat dilihat dari sebanyak 37,37% mahasiswa memilih alternatif jawaban kadang-kadang memiliki kesenjangan waktu antara rencana dan kinerja aktual selama covid-19.

49 Indikator ketiga yaitu melakukan aktifitas lain yang lebih menyenangkan dari pada melakukan tugas yang harus dikerjakan selama covid-19, rata-rata mahasiswa memilih alternatif jawaban selalu sebanyak 9,13%, untuk alternatif jawaban sering rata-ratanya sebanyak 24,03%, selanjutnya untuk alternatif jawaban kadang-kadang rata-ratanya 37,01%, untuk alternatif jawaban jarang rata-ratanya 15,01%, terakhir untuk alternatif jawaban tidak pernah rata-ratanya 14,66% responden. Berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pada indikator ketiga banyak mahasiswa yang memilih alternatif jawaban kadang-kadang. Hal tersebut dilihat dari sebanyak 37,01% mahasiswa memilih alternatif jawaban kadang- kadang melakukan aktifitas lain yang lebih menyenangkan dari pada melakukan tugas yang harus dikerjakan selama covid-19 Sebagaimana yang sudah dijelaskan di atas bahwa prokrastinasi akademik mahasiswa rata-rata yang memilih alternatif jawaban kadang- kadang, yaitu sebanyak 36,77%, sedangkan untuk alternatif jawaban tidak pernah rata-ratanya hanya sebanyak 12,25%, artinya hanya 12,25% mahasiswa yang tidak pernah melakukan prokrastinasi akademik dalam masa covid-19. Idealnya seorang mahasiswa yang berkewajiban untuk belajar hendaknya tidak pernah melakukan prokrastinasi akademik, namun dalam penelitian ini mahasiswa paling banyak memilih alternatif jawaban kadang- kadang melakukan prokrastinasi akademik dalam masa covid-19. Jika dilihat per item skala penelitian dari alternatif jawaban (selalu, sering, kadang-kadang, jarang dan tidak pernah) sekaligus dengan persentasenya pada skala penelitian. Terdapat pernyataan positif dan juga pernyataan negatif dari jumlah keseluruhan butir item, yaitu sebanyak 24 butir. Dari hasil penelitian nomor item pertama sampai dengan nomor item ke 24, prokrastinasi akademik mahasiswa dalam masa covid-19 bersifat netral, karena pada setiap butir item, alternatif jawaban yang paling banyak dipilih yaitu kadang-kadang. Namun meskipun begitu masih terdapat mahasiswa yang memilih alternatif jawaban sering dan selalu pada pernyataan yang negatif, begitupun dengan pernyataan yang berbentuk positif, masih terdapat

50 mahasiswa yang memilih alternatif jawaban jarang dan tidak pernah. Dari skala yang diisi responden berdasarkan alternatif jawaban, terdapat beberapa nomor item yang persentase prokrastinasi akademiknya memiliki jumlah yang tinggi, yaitu item nomor 5, 7, 15, dan 24. Item nomor 5 dan 7 merupakan indikator pertama pada kisi-kisi skala yang mana bunyi dari item tersebut yaitu item nomor (5) berbunyi “Ketika kuliah dilakukan secara daring dan waktu pengumpulan tugas masih lama, saya cenderung memilih santai” dan item nomor (7) berbunyi “Waktu untuk mengerjakan tugas saya gunakan untuk melakukan hobi seperti membaca novel, komik, mendonton”. Pada indikator kedua yaitu item nomor (15) yang berbunyi “Pada saat mengerjaka tugas, saya tergoda untuk membalas chat dari teman selama beberapa waktu sehingga memperlambat penyelesaian tugas”. Selanjutnya untuk indikator ketiga yaitu item nomor (24) yang mana bunyinya “Ketika mencari referensi sudah terjadwal, saya sering tergoda untuk membuka sosial media, sehingga waktu untuk mmencari referensi menjadi tidak maksimal” Terjadinya prokrastinasi akademik pada mahasiswa disebabkan karena mahasiswa cenderung tidak mampu mengontrol dirinya untuk tidak melakukan aktifitas lain selama mengerjakan tugas akademik, mahasiswa cenderung memilih untuk mengerjakan kegiatan lain, padahal ia mengetahui bahwa tugas merupakan hal yang penting dan bisa berakibat buruk jika menunda mengerjakannya. Namun meskipun mahasiswa mengetahui hal itu, mereka tetap menunda pekerjaan tersebut. Hal ini sama dengan pendapat Fauziah (2015 : 125) bahwa “prokrastinasi merupakan perilaku yang tidak bisa di kontrol dalam hal pekerjaan maupun tugas-tugas kuliah sehingga menyebabkan tertundanya suatu pekerjaan”. Steel (dalam Ilyas dan Suryadi, 2017 : 74) juga berpendapat “prokrastinasi yaitu menunda dengan sengaja kegiatan yang diamanahkan walaupun individu mengetahui bahwa perilaku penundaannya tersebut dapat berpengaruh pada hal yang buruk pada hari ini bahkan juga masa depannya”. Dari kelima item di atas, dipengaruhi oleh hal yang dianggap responden lebih menyenangkan yaitu online di sosial media, menonton

51 televisi dan membalas chat teman, hal ini berarti prokrastinasi akademik juga dipengaruhi oleh lingkungan dan juga faktor sosial seperti teman yang mengajak chatingan atau sibuk bersosial media. Hal ini sesuai dengan pendapat Gufron (2010 : 163-166) terdapat faktor yang menyebabkan orang melakukan prokrastinasi akademik yaitu : a. Faktor Internal Faktor internal adalah faktor yang terdapat dalam diri individu yang mempengaruhi prokrastinasi, diantaranya yaitu : a) Kondisi fisik individu. b) Kondisi psikologis individu b. Faktor Eksternal Faktor eksternal adalah faktor-faktor yang terdapat di luar diri individu yang memepengaruhi prokrastinasi, faktor-faktor tersebut yaitu : a) Gaya pengasuhan orang tua b) Kondisi lingkungan Berdasarkan pendapat di atas dapat diketahui bahwa faktor lingkungan juga termasuk dapat mempengaruhi prokrastinasi akademik. Seperti yang dirasakan responden dalam penelitian ini, mereka paham bahwa masih ada tugas yang harus dikerjakan, namun mereka tetap memilih mengikuti ajakan teman untuk chatingan dan sibuk bersosial media. Pada penelitian yang dilakukan oleh Siti Muyana tahun 2017 dengan judul penelitiannya yaitu “Prokrastinasi Akademik Dikalangan Mahasiswa Program Studi Bimbingan Dan Konseling” mendapatkan hasil tingkat prokrastinasi akademik yang tinggi. Mahasiswa yang memiliki kecenderungan berperilaku prokrastinasi akademik diidentifikasi melalui berbagai indikator prokrastinasi akademik antara lain keyakinan akan kemampuan, gangguan perhatian, faktor sosial, manajemen waktu, inisiatif pribadi, dan kemalasan. Dari penelitian tersebut sama halnya dengan penelitian yang penulis lakukan bahwa mahasiswa kurang mampu melakukan managemen waktu untuk dirinya sendiri, sehingga mereka lebih mengutamakan hal yang dirasa lebih menarik dan menyenangkan salah satunya dengan aktif di sosial media dari pada mengerjakan tugas, sehingga tugas yang diberikan tidak terselesaikan tepat pada waktunya.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian mengenai prokrastinasi akademik mahasiswa ditinjau dari besarnya persentase yang diperoleh sesuai dengan alternatif jawaban, hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 104 orang mahasiswa, rata-rata yang memilih alternatif jawaban selalu ada 9,27%, rata- rata yang memilih alternatif jawaban sering ada 23,87%, selanjutnya rata-rata yang memilih alternatif jawaban kadang-kadang ada 36,77%, rata-rata yang memilih alternatif jawaban jarang ada 17,30%, terakhir rata-rata yang memilih alternatif jawaban tidak pernah sebanyak 12,25%. Dari uraian tersebut dapat di simpulkan bahwa mahasiswa IAIN Batusangkar pada umumnya memilih alternatif jawaban kadang-kadang melakukan prokrastinasi akademik dalam masa covid-19. B. Saran Setelah peneliti melakukan penelitian kepada mahasiswa di IAIN Batusangkar secara online, peneliti juga sudah mengetahui bagaimana prokrastinasi akademik mahasiswa dalam masa covid-19, maka peneliti menyarankan : 1. Bagi mahasiswa Mahasiswa yang memilih alternatif jawaban serlalu, sering dan kadang-kadang, agar dapat memperkecil peluang untuk tidak melakukan prokrastinasi akademik baik itu selama covid-19 berlangsung ataupun bukan dalam keadaan covid-19. Managemen waktu merupakan salah satu cara agar mahasiswa bisa mengatur waktu dengan memprioritaskan akademik dan menjadikannya tujuan utama, dan mencoba menghilangkan hal-hal yang dirasa akan mengganggu selama mengerjakan tugas, agar tetap fokus pada tujuan. 52

53 2. Bagi orang tua mahasiswa Agar lebih memberikan suport kepada anak agar bisa fokus dalam belajar dan mengerjakan tugas, dan tidak terlalu membebani dengan pekerjaan rumah saat anaknya kuliah atau mengerjakan tugas kuliah. 3. Bagi Dosen Agar lebih konsisten dalam perkuliahan maupun memberikan tugas. Misalnya selalu tepat waktu dalam pengumpulan tugas ataupun memulai perkuliahan. Sehingga mahasiswa tidak menunda-nunda dalam mengerjakan tugas kuliah.

KEPUSTAKAAN Ardina, P dan Wulan, D. K. 2016. Pengaru Regulasi Diri Terhadap Prokrastinasi Akademik pada Siswa SMA. Perspektif Ilmu Pendidikan. 30 (2): 67 Arikunto, S. 2005. Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta Basri, S. 2017. Prokrastinasi Mahasiswa Ditinjau dari Religiusitas. Jurnal Bimbingan dan Konseling Dakwah Islam. 14 (2): 59 Damri, Engkizar, dan Anwar, F. Hubungan Self–Efficacy dan Prokrastinasi Akademik Mahasiswa dalam Menyelesaikan Tugas Perkuliahan. Jurnal Edukasi Bimbingan dan Konseling. Endrianto Catriona. 2014. Hubungan Antara Self Kontrol dan Prokrastinasi Akademik Berdasarkan TMT. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya. 3 (1): 4 Fauziah, H. 2015. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prokrastinasi Akademik Mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Jurnal Ilmiah Psikologi. 2 (2): 125 Ferrari, J. R. Johnson, J. L. dan McCown, W. G. Prokrastination and Task Avoidance, Theory, Research, and Treatment. New York: Plenum Press Fitria dan Lukmawati. 2016. Hubungan Antara Regulasi Diri dengan Perilaku Prokrastinasi Akademik pada Mahasiwa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Mitra Adiguna Palembang. Jurnal Psikologi Islam. 2 (1): 64, 65 Ghufron, M. N. dan Risnawati, S. 2010. Teori-teori Psikologi. Jogjakarta : R-Ruzz Media Hanafi, A. H. 2011. Metodologi Penelitian Bahasa. Jakarta : Diadit Media. Hajar,K. (16 april 2019). Pengertian Mahasiswa, Tugas, Peran &dan Fungsinya https://kiajar.com/pengertian-mahasiswa/ diakses pada tanggal 10 juli 2020 Ilyas, M dan Suryadi. 2017. Perilaku Prokrastinasi Akademik Siswa di SMA Islam Terpadu (IT) Boarding School Abu Bakar Yogyakarta. Jurnal Pemikiran Islam. 41 (1): 74, 77

Isbaniah, F. 2020. Pedoman Kepersiagaan Menghadapi Corona Virus Disesase (Covid-19). Jakarta : Kementrian Kesehatan RI Direktorat Jenderal Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kurnia Heri. 2014. Pengaruh Keaktifan Berorganisasi Terhadap Indeks Prestasi Kumulatif Mahasiswa Universitas Cokroaminoto Yogyakarta. Academy Of Education Journal. Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan. 5 (2) : 100 Kurniawan, A. (3 Mei 2020). Pengertian Mahasiswa Menurut Para Ahli Beserta Peran Dan Fungsinya. https://www.gurupendidikan- .co.id/pengertian-mahasiswa/ diakses pada tanggal 10 juli 2020 Kurniawan, D. E. 2017. Pengaruh Intensitas Bermain Game Online Terhadap Perilaku Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa Bimbingan Dan Konseling Universitas PGRI Yogyakarta. Jurnal Konseling Gusjigang. 3 (1) Kusuma. L. W. A. 2010. Kecenderungan Perilaku Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Skripsi. Program Sarjana Psikologi Universitas Sanata Dharma. Yogyakarta Muslimin. 2018. Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa Skripsi di Universitas Muhammadiyah Malang Ditinjau dari Keaktifan Berorganisasi. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Malang. Mulyana Siti. 2018. Prokrastinasi Akademik Dikalangan Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling. Jurnal Bimbingan dan Konseling. 8 (1): 47 Noor, J. 2011. Metodologi Penelitian :Skripsi, Tesis, Disertasi, dan Karya Ilmiah. Jakarta : Kencana Prenada Media Group Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020. Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Siregar, S. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta. PT. Fajar Intrapratama Mandiri. Sudijono, A. 2005. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta.

Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 2 Tahun 2020 dan Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan dan Penanganan CoronaVirus Disease (Covid-19), tanggal 9 Maret 2020 Suryabrata, S. 2011. Metodologi Penelitian. Jakarta : PT Raja Grafindo Tas’adi, R. 2011. Instrumentasi dalam Konseling. Batusangkar: STAIN Batusangkar Press Tatan, Z. M. Analisis Prokrastinasi Tugas Akhir. Jurnal Formatif. 2 (1): 83


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook