Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore 4911-17616-1-PB

4911-17616-1-PB

Published by yuliyuliana77, 2023-08-12 07:15:35

Description: 4911-17616-1-PB

Search

Read the Text Version

Vol. 23 No. 2, Agustus 2022: 96-106 Membangun Nasionalisme dan Patriotisme Melalui Penciptaan Lagu Anak Ayub Prasetiyo1, Fahrizal Adi Nugraha Jurusan Pendidikan Musik, Fakultas Seni Pertujukan, Institut Seni Indonesia Yogyakarta ABSTRACT Building Nationalism and Patriotism Through the Creation of Children’s Songs. The tumult of political problems in the past few years has brought the issue of racial discrimination and the rise of horizontal conflicts in society. It can reflect how the state must reformulate policies fostering the four pillars of national life through more communicative media such as music. Music can give us deep experiences which cannot be expressed verbally. Songwriting plays an essential role in teaching and maintaining the values of nationalism and patriotism for children. The method used in this study is a qualitative research method through an experiment in creating songwriting works. In the description, it will use the point of view of autoethnography, which tries to describe the process of this research in narrating the creative efforts of making children's songs which are very subjective from the musical experience of researchers. The results of the study are expected to be able to provide awareness about music and defend the country through appreciation of song lyrics and music itself. Keywords: children's song; patriotism; nationalism ABSTRAK Riuh rendah masalah politik beberapa tahun ke belakang yang membawa isu sara, dan maraknya konflik horizontal di masyarakat dapat menjadi cermin bagaimana negara harus merumuskan ulang kebijakan terkait pembinaan empat pilar kehidupan berbangsa melalui media yang lebih komunikatif seperti musik. Lewat musik kita mendapat pengalaman yang begitu mendalam dan tak bisa diungkapkan secara verbal. Penciptaan lagu menjadi penting perannya guna mengajarkan dan memelihara nilai- nilai nasionalisme dan patriotisme bagi anak-anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif melalui sebuah eksprimentasi penciptaan karya cipta lagu. Dalam penjabarannya akan menggunakan sudut pandang autoethnography yang berusaha menguraikan proses penelitian ini dalam menarasikan upaya kreatif pembuatan lagu anak yang sangat subjektif dari musical experience peneliti. Hasil penelitian diharapkan mampu memberikan kesadaran tentang musik dan bela negara melalui penghayatan lirik lagu dan musik itu sendiri. Kata kunci: lagu anak; patriotisme; nasionalisme Pendahuluan musik dengan bidang kehidupan manusia. Selain Musik memiliki pengaruh kuat terhadap itu musik juga memberi dampak psikologi. Ini bisa dilihat dari ragam penelitian tentang ritme dan pembentukan karakter dan perilaku manusia. Ini melodi serta harmoni yang memberikan dampak bisa terjadi jika ada proses adaptasi yang dilakukan langsung terhadap perkembangan kecerdasan anak. secara berulang dan dalam kurun waktu yang lama. Proses tersebut bisa dilakukan dengan memprogram Pada penelitiannya (Andaryani, 2019; Rahar- kegiatan praksis musik. Sebuah kegiatan yang ja, 2021; Rosmiati, 2014; Constantin, 2015; Pra- memiliki tujuan dan fungsi yang mendekatkan setya et all, 2018) mengungkapkan bahwa musik memiliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia 1 Alamat korespondensi: Program Studi Pendidikan Musik, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Jalan Parangtritis Km. 6.5 Yogyakarta. E-mail: [email protected]; HP.: 0818274677. 96 Naskah diterima: 25 Mei 2022 | Revisi akhir: 29 Juli 2022

Vol. 23 No. 2, Agustus 2022 dan dapat memberikan kekuatan mentalitas yang banyak kegiatan seperti seminar, sosialisasi 4 pilar baik bagi pendengarnya. Orang yang mendengar- negara, upacara peringatan hari besar nasional, kan musik, akan memiliki mental yang kuat, emosi konten dalam kurikulum ataupun dalam ekspresi yang tenang, hidup lebih nyaman dan santai serta seni khususnya penciptaan lagu seperti yang dilaku- menjadikan hidup mereka lebih percaya diri den- kan dalam penelitian ini. Mengingat keterbatasan gan mengembangnya intelektual serta pengetahuan lagu-lagu yang berhubungan dengan nasionalisme, bagi mereka. masih jarang sekali disentuh para pencipta lagu sebagai materi inspirasi. Sifatnya hanya sporadis Dalam perspektif yang lebih luas efek positif dan terhubung dalam kegiatan hari-hari besar ke- musik atau lagu bisa juga berfungsi menjadi media bangsaan. guna meningkatkan rasa nasionalisme atau patriot- isme. Sesuai dengan pernyataan (Lestari, 2020) Lagu-lagu patriotik menjadi penting karena bahwa “.. Sebagai suatu negara multikultural, maka secara tidak langsung mengajarkan anak untuk negara Indonesia memang perlu mengelola keanek- memelihara rasa hormat, kesetiaan dan bagaimana aragaman budayanya secara baik sehingga dapat menjadi warga negara yang baik. Tetapi sejauh berkontribusi memperkuat ketahanan nasional”. mana pendidik musik secara kritis membayangkan Harus ada gagasan yang mulai serius mengkonsep manfaat dan potensi musik patriotisme, dan peran kemasan musik ini menjadi suatu program pendi- yang dimainkannya dalam indoktrinasi nasional dikan musik yang secara komprehensif mengatur dan agenda kebangsaan lainnya? pentingnya menumbuhkan bibit patriotisme sejak usia dini. Ini sejalan dengan pemikiran (Mintargo, Penting kiranya dalam konteks pendidikan Wisnu, RM. Soedarsono, 2014) bahwa saat ini musik mulai menyiapkan satu rencana panjang Indonesia mengalami tantangan duna menguatkan tentang bagaimana menjadikan musik atau lagu semangat kemerdekaan. Nilai-nilai nasionalisme sebagai media penanaman rasa patriotisme kalangan telah terdegradasi dan bisa mengancam persatuan anak-anak. Ini adalah doktrinitas sebenarnya yang dan kesatuan bangsa. Untuk itu perlu upaya agar bisa mengena langsung di hati mereka daripada para pelajar, mahasiswa, aparatur negara dan ma- sekedar jargon-jargon atau hapalan yang hanya syarakat memiliki kesadaran kebangsaan dan cinta terekam dalam ingatan tapi kering implementasi. tanah air dengan cara mengumandangkan kembali Kekuatan lirik mampu menggerakkan jiwa lagu-lagu perjuangan Indonesia. Kesadaran nasi- seseorang dalam kemasan lagu yang baik. Ritme onalisme atau patriotisme tidak muncul dengan berulang akan dikombinasi oleh pilihan kata tiba-tiba, tetapi perlu dibina dan dijadikan vitamin yang mudah diingat menjadi rangkaian kalimat yang selalu siap untuk dikonsumsi kapan saja. sederhana yang bisa dieksplorasi maknanya sesuai dengan umur anak. Menurut kamus besar bahasa Indonesia definisi nasionalisme adalah: a) Paham (ajaran) Penelitian ini menjadi penting mengingat untuk mencintai bangsa dan negara sendiri; sifat belum adanya penelitian yang secara spesifik kenasionalan, b) Kesadaran keanggotaan dalam mengangkat tema penciptaan lagu berkonten suatu bangsa yang secara potensial atau aktual nasionalisme dan patriotisme Pada umumnya bersama-sama mencapai, mempertahankan, dan penelitian terdahulu lebih mengangkat lagu anak mengabadikan identitas, integritas, kemakmuran, sebagai pembentuk budi pekerti atau karakter. dan kekuatan bangsa itu; semangat kebangsaan. Selanjutnya hasil penelitian ini diharapkan mampu Sedangkan patriotisme adalah sikap seseorang mengisi kekosongan khasanah lagu-lagu anak yang bersedia mengorbankan segala-galanya untuk berkonten nasionalisme dan patriotisme. kejayaan dan kemakmuran Tanah airnya, semangat Metode Penelitian cinta tanah air. Metode yang digunakan dalam penelitian ini Bagaimana merepresentasikan makna nasi- adalah metode penelitian kualitatif melalui sebuah onalisme dan patriotisme dalam kegiatan di ma- eksprimentasi penciptaan karya cipta lagu. Dalam syarakat? Tentunya hal ini bisa dilakukan dalam 97

Prasetiyo & Nugraha, Membangun Nasionalisme dan Patriotisme Melalui Penciptaan Lagu Anak penjabarannya akan menggunakan sudut pandang berempati, dan saling mencintai melalui pesan autoethnography yang berusaha menguraikan proses yang ingin disampaikan melampaui sekat generasi. penelitian ini untuk menarasikan upaya kreatif Musik adalah bahasa universal dimana semua orang pembuatan lagu anak yang sangat subjektif dari bisa menerima dan mengerti melalui kesadaran pengalaman musikal peneliti. logika dan tanpa paksaan. Untuk itulah penelitian penciptaan lagu Cinta Indonesiaku dilakukan guna Pengumpulan data diperoleh melalui studi menyampaikan pesan kepada generasi masa kini literatur, observasi, wawancara, dan dokumentasi akan kesadaran rasa nasionalisme dan patriotisme materi-materi audio ataupun visual terkait objek kebangsaan. penelitian. Studi literatur sebagai langkah awal Batasan Usia Anak pengumpulan data dilakukan guna memperoleh referensi dan pengetahuan yang seluas-luasnya ter- Sebelumnya perlu dibahas mengenai batasan kait pembuatan lagu anak berkonten nasionalisme anak dalam konteks penciptaan lagu yang dan patriotisme dilakukan dalam penelitian ini. Apabila mengacu pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor Observasi tentang musik anak yang 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, pasal berhubungan dengan semangat nasionalisme dan 1 Ayat 1, dikatakan anak adalah seseorang yang patriotisme sudah cukup lama dilakukan oleh belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk peneliti. Awalnya tidak dalam rencana membuat anak yang masih dalam kandungan. Sedangkan lagu namun lebih pada performance langsung menurut definisi WHO, batasan usia anak adalah dengan turun langsung berinteraksi dengan siswa sejak anak di dalam kandungan sampai usia 19 siswi Sekolah Dasar (SD) guna menggaungkan visi tahun. Berdasarkan Konvensi Hak-hak Anak musik dan bela negara. Harapannya ada interaksi yang disetujui oleh Majelis Umum Perserikatan langsung yang memberikan kesan mendalam Bangsa-Bangsa pada tanggal 20 Nopember 1989 atas pemaknaan lirik lagu yang membekas dalam dan diratifikasi Indonesia pada tahun 1990, Bagian alam bawah sadar. Hasil observasi mendapatkan 1 pasal 1, yang dimaksud anak adalah setiap orang kesimpulan bahwa belum adanya lagu anak-anak yang berusia di bawah 18 tahun. yang memang khusus dibuat untuk mendekatkan mereka pada konsep cinta tanah air dengan Sementara jika merujuk teba atau rentang usia semangat kekinian. Lagu-lagu yang ada adalah lagu anak dalam psikologi perkembangan pada ranah perjuangan yang dahulunya memang diciptakan ilmu psikologi antara Middle and Late Childhood untuk membakar semangat berjuang dalam dan Adolescence Middle and Late Childhood adalah merebut dan mempertahankan kemerdekaan. fase perkembangan yang berlangsung dari usia enam hingga sebelas tahun. Pada fase ini anak mulai Informasi tambahan dalam pengumpulan berinteraksi dengan lingkungan di luar dirinya. data dilakukan dengan mewawancarai guru formal Saat pengalaman interaksi telah terjadi, anak mulai ataupun pengajar informal yang terkait dan bergelut belajar untuk mengendalikan dirinya. Pada usia dalam dunia pendidikan. Hal ini dilakukan untuk ini mulai terjadi perkembangan dan kematangan mendapatkan informasi mengenai detil karakter, secara fisik serta meningkatnya dampak sosial saat kebiasaan, preferensi musik, dan hal-hal dasar anak berinteraksi di sekolah Anak mulai mencari lainnya yang terjadi pada teba atau rentang usia teman, memperoleh pengalaman logika saat anak. Hasil temuan pada penelitian ini nantinya mengerjakan tugas sekolah dan mulai berekspresi bisa digunakan sebagai pintu masuk untuk dapat untuk mengembangkan diri mereka. merancang bagaimana memilih kata, suku kata, ritme, tempo dan range nada yang sesuai bagi anak. Sementara adolescence adalah fase perkembang- Hasil dan Pembahasan an yang mulai memasuki masa transisi dari masa awal anak-anak sampai awal dewasa, yaitu Musik adalah bentuk ekspresi diri yang sekitar usia 10 hingga 12 tahun sampai usia 18 memungkinkan orang untuk saling terhubung, 98

Vol. 23 No. 2, Agustus 2022 hingga 22 tahun. Pada fase ini mulai masuk masa lebih mendekati gaya hymne yang lebih syahdu dan pubertas dengan gejala perubahan fisik yang khidmat. Dibawakan dengan gaya kekinian yang cepat, pertambahan berat badan, tinggi badan, lebih millineal dengan sedikit “baper” khas anak perubahan bentuk fisik lainnya. Intelektual anak sekarang. (Irawati, 2020; 2021) mengatakan bahwa menjadi berkembang dan mampu merangkai satu konteks historis dan kultural perlu dipertimbangkan kesimpulan saat berfikir sesuatu yang abstrak, karena karya seni memperoleh pengaruh dari muncul ego idealis dan mulai menjalin pergaulan sejarah saat seni itu diciptakan. Seni memiliki dengan orang-orang di luar keluarganya. Kemudian karakter sesuai sejarahnya dan bentuk-bentuk seni yang tidak kalah pentingnya adalah anak pada usia yang dipresentasikan akan berbeda-beda sesuai ini mulai mencari identitas diri dan berasosiasi dengan tingkatan di mana sebuah masyarakat dengan figur panutan di luar dirinya. pemilik kesenian tersebut terhubung dengan orang lain. Seni memiliki keterkaitan dengan kehidupan Penciptaan lagu anak dalam penelitian ini sosial. Dalam konteks ini, musik (baca lagu) sebagai lebih memilih fase adolescence yaitu transisi dari bagian dari seni tentunya bisa menjadi strategi masa awal anak sampai akhir usia anak atau awal akan selera musik jaman sekarang yang suka akan memasuki usia dewasa. Pada usia ini musik bisa lagu “mellow”. Lirik lagu sebagai potret teks sosial menjadi media yang menguatkan dan mengubah dan gaya hymne sebagai pembawaan ekspresi emosi (Leung & Cheung, 2020). Secara fakta lagu diharapkan dapat menjadi media “transmisi” dewasa ini kita ketahui bersama bahwa anak-anak yang menghubungkan lagu Cinta Indonesiaku ke jaman sekarang mulai meninggalkan lagu-lagu yang generasi muda saat ini. Jika menoleh ke sejarah dahulunya dibuat untuk usia mereka. Anak-anak musik, tidak semua lagu nasional atau perjuangan sekarang lebih memilih untuk menyanyikan lagu harus berkarakter mars, misalnya lagu Tanah Airku. usia dewasa. Tentunya menjadi fenomena menarik. Lagu Tanah Air berisi pesan akan kenangan dan kecintaan akan bangsa dan negara walaupun jauh Banyak faktor mengapa hal tersebut bisa ter- tinggal di seberang negeri. Di sini musik (baca lagu) jadi. Peneliti meyakini bahwa anak-anak meng- memiliki peran simbolik. Musik tidak lagi hanya alami perkembangan psikologi melewati batas sekedar hasil kesenian namun memiliki fungsi umur yang seharusnya. Banyak kita dapati anak ritual dan fungsi sosial (Gunawan, 2021). sekarang lebih dewasa dalam berfikir dan bertutur, sehingga pilihan jenis musik dan penggunaan lirik Cinta Indonesiaku adalah lagu bertempo largo lagu sudah mulai tidak menarik buat mereka. Di atau 76 beats per minute (bpm). Notasi lagu bisa sisi lain anak jaman sekarang memiliki kemampuan dilihat pada gambar 1. musikal yang baik, dimana ambitus suara bukan lagi penghalang saat mereka menyanyikan lagu Secara kompositoris lagu berbetuk 1 bagian yang memiliki rentang range yang lebar ataupun yaitu bentuk A. Jumlah birama sebanyak 39 saat menemui skala interval yang melangkah atau- birama. Lagu ini sebenarnya hanya terdiri dari pun melompat serta adanya fenomena preferensi satu period namun mengalami perulangan sebanyak omnivora musik (menyukai lebih dari satu genre 4 kali tanpa mengalami modifikasi not ataupun musik) yang mereka terima mengingat begitu mu- ritme. Lagu ini tidak menggunakan reffrain namun dahnya mengakses segala jenis musik dari platform menggunakan modulasi untuk mendapatkan efek digital ataupun akses hiburan musik dari televisi refrain. yang begitu beragam serta karena faktor sosial, ke- pribadian, dan sosiodemografi (Elvers et al., 2015) Sebelum masuk ke modulasi ada pengantar Proses Penciptaan Lagu Cinta Indonesia atau bridge sejumlah 5 birama yaitu di birama ke 17 – 21. Modulasi yang terjadi adalah dari tangga nada Lagu Cinta Indonesiaku adalah lagu yang C mayor menuju G mayor atau dengan kata lain sengaja tidak ditampilkan dengan gaya mars yang dari tangga nada natural berpindah ke tangga nada identik dengan gairah semangat berapi-api, namun 1 kres. Modulasi digunakan selain efek pengganti reffrain juga untuk mendapatkan efek megah dan ekspresif. 99

Prasetiyo & Nugraha, Membangun Nasionalisme dan Patriotisme Melalui Penciptaan Lagu Anak Gambar 1: Notasi Lagu Cinta Indonesia (Sumber: mengelaborasi atas situasi uji coba yang sedang Ayub Prasetiyo). dilakukan untuk mengarah pada capaian solusi. 4. Verification, terjadi ketika orang lain menilai hasil Proses penciptaan lagu Cinta Indonesiaku sebuah produk kreatif. Dalam musik, \"orang mengadaptasi dari proses kreatif yang ditawarkan lain\" ini sering kali menjadi penonton. Umpan oleh Wallas dalam bukunya The Art of Though dan balik dari verifikasi terkadang dapat mengarah diperjelas lagi oleh (Bauer, 2014) dalam buku Music kembali ke fase preparation dan incubation. learning today: digital pedagogy for creating, per- forming, and responding to music dimana dijelas- Empat tahapan ini dilakukan saat melakukan kan bahwa ada empat tahapan utama dalam proses proses kreatif penciptaan lagu Cinta Indonesiaku. kreatif yaitu: Pada tahap preparation langkah yang dilakukan 1. Preparation, meliputi pengumpulan informasi, adalah melihat fenomena dan peristiwa yang terjadi di Indonesia baik dari sisi sosial maupun politik. analisis situasi, dan pengembangan pengetahuan, Dari sisi sosial sering terjadi pertikaian antar keterampilan, dan sikap yang dibutuhkan selama kelompok masyarakat, agama dan ras yang berelasi masa persiapan. dengan peristiwa politik. Ada upaya memecah 2. Incubation, mendudukan masalah atau situasi belah persatuan bangsa dan upaya merongrong dengan pertimbangan yang matang. Sebagai empat pilar kebangsaan. Medianya bisa apa saja. upaya untuk memecahkan masalah yang belum Karena penelitian ini bicara tentang penciptaan terlihat jelas dengan pikiran yang jernih dimana lagu tentunya harus ada hasil berupa lagu yang solusi kadang muncul tanpa kita sadari. berisi pesan pesan tentang membangkitkan kembali 3. Illumination, terjadi ketika ide-ide untuk mena- rasa nasionalisme dan patriotisme. ngani masalah sering muncul secara mendadak. Dalam sifat psikologi mempercayai pada kilas- Pada tahap incubation, peneliti mulai memilih an inspirasi ketika bagian-bagian tertentu atas gaya atau style lagu yang akan dibuat nantinya. situasi atau problem tiba-tiba menjadi masuk Peneliti merasa penggunaan gaya mars sebagai akal secara keseluruhan. Tahap iluminasi juga media mengenalkan dan membangkitkan rasa nasionalisme dan patriotisme kurang pas jika ditawarkan pada saat ini. Mengingat kondisi sekarang dengan pengaruh teknologi yang memudahkan masyarakat untuk mengakses lagu melalui platform digital, selera musik yang disukai adalah lagu pop Jawa dengan balutan lirik berbahasa Jawa cenderung berkisah tentang percintaan dengan bingkai lokasi publik atau pilihan tempat yang memiliki kedekatan dan sering dikunjungi masyarakat. Inilah cara cerdas yang dilakukan Didi Kempot hingga lagu lagunya berhasil di terima oleh segala usia di masyarakat. Tahap ke tiga adalah illumination, tahap ini adalah pencarian ide untuk menemukan solusi atas permasalahan permasalahan yang terjadi. Fenomena dan peristiwa yang ditemukan di tahapan preparation menjadi ide dalam penciptaan lagu anak. Ide dalam pemilihan kata dan lirik agar pesannya sampai. Ide dalam pilihan ritme ritme lagu yang bisa memberi impresi dan menggugah pendengarnya. Ide dalam penempatan setiap nada agar mudah diingat dan dinyanyikan. Semua 100

Vol. 23 No. 2, Agustus 2022 dilakukan secara detil untuk mendapatkan hasil lagu tersebut adalah Garuda Pancasila, Halo-Halo karya yang diharapkan. Proses ini dilakukan secara Bandung, Bagimu Neg’ri, Satu Nusa Satu Bangsa, berulang ulang sampai mendapatkan formulasi yang Hari Merdeka, Berkibarlah Benderaku, Dari Sabang pas antara ritme, melodi, akord, tempo, dinamika Sampai Merauke, Indonesia Pusaka, Rayuan Pulau dan elemen musikal lainnya. Pada proses ini konon Kelapa, Gugur Bunga, Maju Tak Gentar, Syukur, orang Yunani kuno percaya kreativitas itu adalah Mengheningkan Cipta, Indonesia Bersatulah, hadiah dari Muses yang berbisik ke telinga para Tanah Airku, Bangun Pemudi Pemuda, Indonesia pencipta seolah-olah memberikan nafas pada kreasi Tumpah Darahku, Indonesia Tetap Merdeka, mereka. Meskipun gagasan tersebut masih ada di Bendera Merah Putih, Pada Pahlawan, Kebyar seputar tindakan penciptaan, namun sekarang ada Kebyar, Nyiur Hijau, Teguh Kukuh Berlapis Baja, lebih banyak kesepakatan bahwa logika, metode, Bhineka Tunggal ika, di timur matahari, Indonesia dan teknik telah mendasari proses kreatif dalam jaya, himne kemerdekaan, dirgahayu Indonesia, penciptaan. Indonesia subur, maju Indonesia, mars harapan bangsa, merah putih, pantang mundur, selamat Tahapan terakhir adalah verification dimana datang pahlawan muda, pahlawan merdeka, hasil dari buah kreasi dari penciptaan lagu anak bendera kita, dan api kemerdekaan. Cinta Indonesiaku nantinya dapat dievaluasi dan diverifiksasi oleh pendengar. Walaupun Berdasarkan perhitungan setiap kata yang penciptaan lagu ini bersifat musik programa yang sering digunakan sebagai lirik dari ke 38 lagu menggambarkan Indonesia perlu dicintai, dijaga tersebut, telah ditemukan kata-kata yang sering dan diperjuangkan terus kesatuan dan persatuannya, digunakan dengan urutan, kata Indonesia (51 bisa jadi pendengar memberi feedback atas upaya kali), Bangsa (28 kali), Tanah (26 kali), Kita (22 tersebut melalui saran dan kritikan pendekatan kali), Pahlawan (17 kali), Negara (14), Jaya (14) yang berbeda akan pandangan nilai yang dimiliki Merdeka (13), Kau (13), Airku (11), Nusa (9), Satu pencipta. Jika ini terjadi, sangat memungkinkan (8), Pusaka (6), Masa (6), Bersatu (5), Membela jika tahapan verifikasi berputar arah kembali ke (4), dan Ibu (4). Namun demikian tidak semua tahapan preparation dan incubation. kata berdasar hasil temuan yang digunakan dalam pembuatan lirik lagu Cinta Indonesiaku Selanjutnya setelah melalui empat tahapan tersebut perlu dipersiapkan pemilihan lirik dan Makna leksikal atau makna semantik yang pemilihan ritme yang simple, sederhana namun melekat pada objek kata dalam lirik lagu menjadi tidak mengurangi ekpresi lagu yang diharapkan. pijakan guna membangun kesadaran ‘baru’ bagi Lirik lagu Cinta Indonesiaku akan mengacu pada pendengar, mengingat makna semantik adalah lirik setiap kata yang bersumber pada lagu lagu merupakan cabang linguistik yang mempunyai perjuangan dan lagu nasional yang ada. Cara ini hubungan yang erat dengan ilmu sosial yang sejalan seperti yang dilakukan oleh (Tyasrinestu, lain seperti sosiologi, antropologi atau psikologi. 2021) dalam penelitiannya yang berjudul Pemakaian Misalnya sosiologi mempunyai kepentingan dengan Kosakata Tema Kesehatan Dalam Penciptaan Lirik semantik karena sering dijumpai bahwa kegunaan Lagu Anak di mana hasil temuannya menunjukkan kata kata tertentu untuk menyatakan suatu makna bahwa pada lagu anak, kosakata dengan tema dapat merujuk pada identitas kelompok dalam kesehatan menjadi tema yang sering dipakai oleh masyarakat. Seperti penggunaan kata uang dan pencipta lagu karena penanaman perilaku menjaga cuan meskipun memiliki makna yang sama namun kebersihan dan kesehatan diharapkan dimulai sejak menunjukan kelompok atau identitas sosial yang kecil. Artinya, ada kesamaan cara atau metode berbeda. Lebih jauh Ada hubungan antara konten pemilihan sumber kata-kata sesuai dengan misi lirik dan jenis kelamin penyanyi terhadap streotip yang disasar dari sebuah penciptaan lagu. budaya bagi tiap identitas individu pendengarnya (Krause & North, 2019). Selanjutnya setiap kata akan dirangkai menjadi kalimat dalam dua bait lagu. Lagu yang Begitu juga kaitannya dengan ilmu psikologi, sengaja dipilih sebanyak 38 lagu nasional. Lagu- bisa jadi telah terjadi pergesaran makna yang 101

Prasetiyo & Nugraha, Membangun Nasionalisme dan Patriotisme Melalui Penciptaan Lagu Anak tersurat dalam pilihan kata lirik lagu bagi usia dan hits di Inggris selama 50 tahun terakhir, adolescence di generasi milineal. Era sekarang menyimpulkan bahwa terkait dengan bentuk lagu, dimana pendidikan formal tidak memberikan makna lirik, tempo, tanda birama dan rentang akses langsung terkait materi pelajaran sejarah melodi hampir keseluruhan lagu tersebut memiliki perjuangan bangsa, pendidikan Pancasila dan kelaziman yang sama dengan karakteristik sebagai pendalamannya melalui penataran P4 tentunya berikut: berimplikasi terhadap pola pikir dan renungan 1. Berperan sebagai protagonis simpatik, yang di benak mereka terhadap pentingnya doktrin- doktrin kebangsaan melalui penempatan lirik yang digambarkan secara implisit oleh penyanyi sesuai dengan selera musik jaman sekarang. Ada 2. Chorus atau reffrain berulang, biasanya merupa- tujuh kata yang digunakan berdasarkan temuan dari 38 lirik lagu nasional/perjuangan. Ke tujuh kan puncak nada dari melodi lagu dan juga kata tersebut adalah Indonesia, Membela, Bangsa, biasanya berisi ringkasan dari keseluruhan arti Kita, Negeri, Bersatu, dan Untukmu atau Kau. lirik. 3. Memiliki rima yang berada di akhir lagu. Indonesia adalah sebuah konsep pemikiran 4. Membawa kesan kolektif (kita) yang biasanya tentang sebuah bangsa atau negara kepulauan terdiri dari satu, dua atau tiga karakter manusia. dimana kita bertempat tinggal, hidup dan 5. Introduksi instrumen musik sebelum masuk mencari nafkah. Membela adalah menjaga, lagu dengan durasi sekitar 20 detik. memelihara atau merawat dengan baik atau 6. Pencantuman judul lagu. sebuah sifat atau perilaku dalam mempertahankan 7. Dinyanyikan dalam rentang dua oktaf. atas sesuatu yang kita miliki dan cintai. Bangsa 8. Konten lirik bersifat tematik yang berkaitan adalah kelompok masyarakat yang bersamaan dengan hal romantis percintaan dan berhubung- asal keturunan, adat, bahasa, dan sejarahnya serta an dengan sesama manusia. memiliki pemerintahan sendiri. Kita adalah sifat 9. Penggunaan kalimat dari 4, 8 hingga 16 birama mementingkan kebersamaan dalam menanggung dengan sesekali mendapat variasi tambahan atau suka duka (saling membantu, saling menolong, pengurangan. dan sebagainya). Negeri adalah tanah tempat 10. Biasanya berbentuk AABA. tinggal suatu bangsa. Bersatu adalah berkumpul 11. Menggunakan sukat 4/4. atau bergabung menjadi satu. Kau atau engkau 12. Biasaanya menggunakan satu nada dasar dan (umumnya digunakan sebagai bentuk terikat di jarang terdapat modulasi. depan kata lain). 13. Durasi lagu antara 2 sampai 4 menit. Arti dari setiap tujuh kata di atas merupakan Terkait dengan 13 karakteristik lagu yang definisi dari Kamus Besar Bahasa Indonesia. popular atau hits temuan Bennett tersebut, peneliti Tentunya definisi tersebut bisa dipercaya kebenaran- nantinya akan menganalisis lagu Cinta Indonesiaku nya. Namun dalam konsep berpikir yang abstrak, sebagai komparasi elemen-elemen musikal yang definisi tersebut bisa menjadi bias tergantung pola digunakan. pikir dan spirit jaman masyarakatnya. Di sinilah peran lirik lagu bertugas mendekatkan generasi Karakter pertama adalah penyanyi ditempat- milineal terhadap doktrin semangat nasionalisme kan sebagai sosok sentral yang harus mampu dan patriotisme tanpa paksaan, diterima dengan memberikan empati dan simpati kepada sadar agar terekam dalam memori bawah sadar penikmatnya. Karakter protagonis tidak hanya melalui media lagu Cinta Indonesiaku. Peneliti bicara tentang karakter, mimik dan gesture saat meyakini bahwa makna semantik dalam lirik lagu bernyanyi. Lebih dari itu penyanyi harus mampu berpengaruh terhadap cara berpikir dan bertindak membawa pesan lagu melalui pemilihan fesyen, pendengarnya. atribut latar dan identitas lainnya agar dianggap mampu menjadi patron dan panutan bagi massa Selanjutnya (Bennett, 2011) dalam penelitian- pendengarnya. Hal tersebut senada dengan nya yang menganalisis lagu lagu yang popular tampilan penyanyi dalam video clip lagu Cinta Indonesiaku. Penyanyi dipilih berdasarkan rentang 102

Vol. 23 No. 2, Agustus 2022 usia adolescence, latar video dengan nuansa alam mengantarkan modulasi yang bertugas sebagai yang indah sebagai representasi keindahan alam pengantar menuju ulangan dari bentuk A. Indonesia. Penempatan simbol bendera dalam genggaman anak berkebutuhan khusus. Frame Karakter sebelas, duabelas dan tigabelas sudah upacara bendera di sekolah sebagai sentral rupa sesuai dengan lagu Cinta Indonesiaku yaitu dengan video. penggunaan sukat 4/4 dan durasi lagu sekitar tiga menit. Dalam simpulan 13 karakter lagu yang hit Karakter kedua tidak secara eksplisit dikatakan bahwa jarang sekali terdapat modulasi. dimainkan karena reffrain yang dimaksud dalam Jika ditafsirkan kembali berarti terdapat beberapa lagu pada umumnya tidak digunakan. Reffrain yang lagu yang menggunakan modulasi. Jika terdapat dimaksud dalam lagu Cinta Indonesiaku adalah modulasi sebenarnya bukanlah sebuah pantangan perulangan bait yang sama. Namun ulangan bait ataupun penyimpangan karena modulasi bisa jadi mengalami modulasi dari tangga nada C mayor digunakan untuk capaian artistik bunyi yang ingin menjadi G mayor. Penempatan modulasi ini dicapai. memang sengaja dilakukan untuk memberi kesan Penciptaan Lagu Anak dan Memori Persepsi reffrain. Sementara karakter ketiga mengenai penempatan rima, lirik lagu Cinta Indonesiaku Ekspresi pada lagu haruslah muncul secara tidak menggunakan rima seperti pakem yang biasa alami. Jika sebuah lagu ditulis dengan baik, digunakan. Pemilihan lirik murni pada pilihan kata seseorang akan merasa terhubung dan merasa ada untuk menguatkan impresi melodi dan nuansa kecocokan dengan lagu yang didengarnya. Secara lagu. naluriah pencipta tahu bahwa setiap lagu memiliki soul nya sendiri. Dengan kata lain lagu memiliki Karakter keempat kesan kolektif muncul pada cerita sendiri untuk diceritakan guna memengaruhi lirik “Bersatu Kita Serukan…” kesan kolektif kita emosi penikmatnya. Dalam penelitian Lagu hadir setelah personinifikasi individu dimunculkan Dolanan dalam Permainan Tradisional Sebagai secara berulang untuk menguatkan kesan individu Strategi Inovasi Pendidikan Sendratasik ditawarkan yang begitu mencintai bangsanya dan membagikan tiga strategi inovasi dalam pembelajarannya, yaitu: kecintaan tersebut agar bisa dirasakan secara a) Strategi revitalisasi permainan tradisional anak- bersama sama agar impresi kesatuan dan persatuan anak; b) Strategi apresiasi estetik permainan muncul. tradisional anak-anak; dan c) Strategi transmisi formal permainan tradisonal anak-anak. Strategi Karakter lima, enam dan tujuh sudah apresiasi estetik permainan tradisional anak-anak mengikuti aturan yang berlaku. Terbukti dengan yang menjelaskan tentang nilai-nilai “transubyektif, adanya intro, judul lagu dan rentang suara dua historikal serta kaya nilai”. Dicontohkan dalam oktaf. Untuk karakter nomor delapan sedikit konteks “kaya nilai” bahwa lirik lagu dolanan anak- berbeda. Jika umumnya konten lagu yang “ngehit” anak terhubung dengan gambaran keindahan alam, berkisah tentang percintaan dua anak manusia, kerukunan dan kegotong-royongan dalam interaksi dalam konteks lagu Cinta Indonesiaku konten bermasyarakat (Bramantyo, Triyono and Tjaroko, yang dihadirkan mengisahkan kecintaan seseorang 2021). terhadap bangsa dan negara. Ke duanya sama sama berkonten tentang cinta namun berbeda objek. Hal itu sejalan dengan pemikiran penulis bahwa daya tarik emosional dari sebuah lagu bisa Karakter sembilan dan sepuluh penjabarannya sesuai dengan makna tersurat dari sebuah lirik lagu dijadikan satu. Pada kasus lagu ini, kalimat musik atau sebaliknya di luar makna literal liriknya. Secara terdiri dari kelipatan delapan atau enambelas. Pada ringkas, faktor-faktor di balik preferensi terhadap lagu ini berbentuk ABA. Berasal dari bentukan suatu objek bersifat arbitrer, karena tiap orang frase tanya dan frase jawab yang menjadi period. yang memiliki preferensi terhadap suatu objek Dalam bentuk A terdapat dua period. Bentuk B memiliki alasan masing-masing mengapa mereka sedikit menyimpang dengan hanya 5 birama yaitu dari birama 17 hingga birama 21. Bentuk B bisa dianggap sebagai bridge dengan isian progresi yang 103

Prasetiyo & Nugraha, Membangun Nasionalisme dan Patriotisme Melalui Penciptaan Lagu Anak memiliki objek tersebut atau apakah preferensi seseorang sehari-hari. Elemen-elemen dalam terkait persoalan kenangan memori? (Lamont musik yang seseorang dengarkan itu terutama & Loveday, 2020). Kendati demikian, penilaian liriknya, selain juga pola-pola melodi, ritmis, terkait faktor-faktor di balik preferensi seseorang dan elemen-elemen musikal lain sejalan dengan terhadap suatu objek tidak boleh dilepaskan dari pengalaman pendengarnya, merepresentasikan nilai objektif yang dimiliki oleh objek tersebut. relitas yang seseorang alami, atau telah familiar dengan pendengar. Secara ringkas, persepsi Oleh karena itu, untuk menganalisis per- estetika korespondensi merujuk pada keadaan masalahan preferensi musik dalam studi ini, penulis dimana preferensi, dalam hal ini preferensi menggunakan konsep yang diajukan (Appen, musik, terbentuk karena adanya kesesuaian 2007) yakni bahwa persepsi estetika atau preferensi antara musik dalam hal ini konten musik dengan terhadap suatu objek dalam hal ini lagu Cinta kehidupan pendengarnya. Dalam konteks ini, Indonesiaku dapat dikategorikan menjadi tiga, musik merupakan tanda indeksikal. Kendatipun yakni: (1) Persepsi estetika kontemplasi (karena demikian, efek (yakni makna) dari tanda-tanda kebentukannya), (2) Persepsi estetika korespondensi indeksikal, termasuk yang musik, tidak dapat (karena kesesuaian musik yang didengar dengan diprediksi atau bersifat arbitrer, sebab sangat kehidupan sehari-hari si pendengar), serta (3) bergantung pada pengalaman masa lalu (past Persepsi estetika imajinatif (karena makna dari experiences) pendengarnya atau gagasan tentang musik itu). Jika dicermati, konsep von Appen ini 'suara alam bawah sadar' menempatkan pendengar mencakup penilaian terhadap musik itu sendiri pada area imajinasi artistik. Ini adalah wilayah dan juga terhadap pendengar musik. persepsi yang menyenangkan dan kenikmatan akan keindahan (Sabbadini, 2002). Membangun Persepsi estetika kontemplasi dapat dikatego- kesadaran nasionalisme dan patriotisme melalui rikan bukan sebagai bentuk penilaian subjektif, se- penciptaan lagu Cinta Indonesiaku bisa menjadi bab, nilai objektif dari musiklah yang membangun tantangan tersendiri mengingat realitas sekarang ketertarikan seseorang terhadap musik tersebut. berbeda dengan masa lalu ketika bangsa ini berjuang Pernahkah anda menyukai musik ketika pertama merebut dan mempertahankan kemerdekaannya. kali mendengarkannya, dan musik itu memiliki Namun penciptaan lagu ini adalah sebuah upaya gaya yang berbeda dengan musik yang anda de- menjembatani realitas masa lalu melalui standarisasi ngarkan sehari-hari? Apakah orang Indonesia yang lagu kekinian dengan balutan lirik, ritme dan menyukai sebuah lagu berbahasa asing benar-benar melodi jaman sekarang. mengerti apa isi lirik lagu tersebut? Singkatnya, apa yang membuat seseorang langsung tertarik ketika Persepsi ketiga, yakni persepsi estetika imaji- mendengarkan sebuah musik yang sama sekali ti- natif, dapat dikategorikan sebagai penilaian yang dak familiar, dan mengapa seseorang menyukai sifatnya subjektif. R. von Appen mengemukakan sebuah lagu tanpa memahami isi atau pesan yang bahwa jenis persepsi ini mengarah kepada pre- disampaikan oleh lagu tersebut? Hal ini antara lain ferensi yang ditimbulkan oleh makna dari musik. disebabkan karena elemen-elemen musikal yang Tidak semua bunyi dikategorikan sebagai ‘musik’, didengarkan memberikan rangsangan ‘positif ’ ter- dan hal ini terkait dengan konstruksi, terutama hadap persepsi pendengarnya. Peneliti bersumsi konstruksi dalam masyarakat, terkait apa yang dalam kasus Cinta Indonesiaku penggunaan ritme dikategorikan sebagai ‘musik’. Dengan demikian, yang simetris dan berepetisi secara natural diharap- preferensi terhadap musik bergantung pada kon- kan mampu menjadi triger dari penilaian objektif struksi tentang ‘apa yang disebut musik dan apa persepsi estetika kontemplasi. yang bukan musik’. Selain itu, apa yang dikate- gorikan sebagai ‘indah’ dan ‘tidak indah’ sebagian Jenis persepsi yang kedua, yakni persepsi juga merupakan hasil dari konstruksi, terutama estetika korespondensi, dapat dikategorikan konstruksi yang sifatnya sosial. Singkatnya, jenis sebagai bentuk penilaian yang sifatnya objektif- persepsi estetika ini berbentuk pemahaman terha- subjektif. Seseorang menyukai musik karena musik tersebut memiliki kesesuaian dengan kehidupan 104

Vol. 23 No. 2, Agustus 2022 dap musik yang didengarkan. Dalam kontek lagu Persepsi estetika korespondensi, dapat dikategorikan Cinta Indonesiaku, diharapkan makna semantik sebagai bentuk penilaian yang sifatnya objektif- yang hadir melalui lirik lagu mampu menggugah subjektif dan terakhir persepsi estetika imajinatif kontruksi berpikir imajinatif mereka akan situasi yang dapat dikategorikan sebagai penilaian yang bangsa Indonesia saat ini. sifatnya subjektif. Kesimpulan Musik sebagai media komunikasi yang lekat Penciptaan lagu anak dalam penelitian ini dengan dunia remaja diharapkan ke depan dapat lebih memilih teba atau rentang usia adolescence lebih intens digunakan sebagai sarana doktrinasi yaitu transisi dari masa awal anak sampai akhir usia nasionalisme dan patriotisme serta nilai-nilai ke- anak atau awal memasuki usia dewasa. Secara fakta bangsaan. dewasa ini kita ketahui bersama bahwa anak anak Kepustakaan jaman sekarang mulai meninggalkan lagu lagu yang Andaryani, E. T. (2019). Pengaruh Musik dalam dahulunya dibuat untuk usia mereka. Anak anak sekarang lebih memilih untuk menyanyikan lagu Meningkatkan Mood Booster Mahasiswa usia dewasa. Pada teba usia ini anak telah mampu (The Effects of Music in Improving Student’s berpikir dan mengungkap makna semantik yang Mood Booster). Musikolastika, 1(2), 109–115. tersurat dalam teks atau lirik lagu. http://musikolastika.ppj.unp.ac.id/index. php/musikolastika Ada empat proses tahapan kreatif dalam Appen, V. (2007). On The Aesthetics of Popular penulisan lagu Cinta Indonesiaku, yaitu: (1) Music. Music Therapy Today, 8(1), 5–25. Preparation, meliputi pengumpulan informasi, http://musictherapyworld.net analisis situasi, dan pengembangan pengetahuan, Bauer, W. I. (2014). Music Learning Today: Digital keterampilan, dan sikap yang dibutuhkan selama Pedagogy for Creating, Performing, and masa persiapan, (2) Incubation, mendudukan Responding to Music. Oxford university Press. masalah atau situasi dengan pertimbangan yang Bennett, J. (2011). Collaborative Songwriting – matang. Sebagai upaya untuk memecahkan The Ontology Of Negotiated Creativity In masalah yang belum terlihat jelas dengan pikiran Popular Music Studio Practice. Journal on the yang jernih dimana solusi kadang muncul tanpa Art of Record, 05. kita sadari, (3) Illumination, terjadi ketika ide-ide Bramantyo, Triyono and Tjaroko, W. S. (2021). untuk menangani masalah sering muncul secara Lagu Dolanan dalam Permainan Tradisional mendadak. Dalam sifat psikologi mempercayai sebagai Strategi Inovasi Pendidikan pada kilasan inspirasi ketika bagian-bagian tertentu Sendratasik. Resital, 22(3), 137–145. https:// atas situasi atau problem tiba-tiba menjadi masuk doi.org/https://doi.org/10.24821/resital. akal secara keseluruhan. Tahap iluminasi juga v22i3 mengelaborasi atas situasi uji coba yang sedang Constantin, F. A. (2015). Emotional Effects of dilakukan untuk mengarah pada capaian solusi, Music Therapy on Children with Special dan (4) Verification, terjadi ketika orang lain (baca Needs. Journal Plus Education, XII (Special penonton) menilai hasil sebuah produk kreatif. Issue), 178–183. Elvers, P., Omigie, D., Fuhrmann, W., & Fischinger, Selain tahapan proses kreatif dalam penciptaan T. (2015). Exploring The Musical Taste of lagu anak, penelitian ini membahas keterkaitan Expert Listeners: Musicology Students Reveal antara penciptaan lagu anak dam memori Tendency Toward Omnivorous Taste. Frontiers persepsi menggunakan teori von Appen yaitu, in Psychology, 6(August), 1–11. https://doi. Persepsi estetika kontemplasi dapat dikategorikan org/10.3389/fpsyg.2015.0125 bukan sebagai bentuk penilaian subjektif, sebab, Gunawan, A. (2021). Makna Simbolik Musik Daak nilai objektif dari musiklah yang membangun Maraaq dan Daak Hudoq dalam Upacara ketertarikan seseorang terhadap musik tersebut. 105

Prasetiyo & Nugraha, Membangun Nasionalisme dan Patriotisme Melalui Penciptaan Lagu Anak Hudoq Bahau di Samarinda Kalimantan Emotions, and Negative Emotions as Mediating Timur. Resital: Jurnal Seni Pertunjukan, 21(2), Processes. Psychology of Music, 48(1), 105–119. 113–126. https://doi.org/10.24821/resital. https://doi.org/10.1177/0305735618786421 v21i2.4462 Mintargo, Wisnu, RM. Soedarsono, V. G. (2014). Irawati, Eli. (2020). Transmisi, Musik Lokal- Fungsi Lagu Perjuangan Sebagai Pendidikan Tradisional, dan Musik Populer. Panggung, Karakter Bangsa. Jurnal Kawistara, 4(3), 30(3), 392–410. https://doi.org/10.26742/ 249–256. panggung.v30i3.893 Prasetya, H. B., Widodo, W., Seni, I., & Yogyakarta, Irawati, Eli. (2021). The Transmission of Resilience I. (2018). Musik Karawitan untuk Lagu Learning in the Context of Formal Education Dolanan Anak. Resital: Jurnal Seni Pertunjukan an Ethnomusicological Review. Linguistics and (Journal of Performing Arts), 19(2), 83–88. Culture Review, 5 (S3), 1040-1053. https:// DOI: https://doi.org/10.24821/resital.v19i2 doi.org/10.21744/lingcure.v5nS3.1664 Raharja, B. (2021). Pembelajaran Dolanan Jawa Krause, A. E., & North, A. C. (2019). Pop Music Berbasis Pilar-pilar Pendidikan bagi Anak Usia Lyrics are Related to The Proportion of Female Dini. Resital: Jurnal Seni Pertunjukan, 21(3), Recording Artists: Analysis of The United 150–162. https://doi.org/10.24821/resital. Kingdom Weekly Top Five Song Lyrics, 1960- v21i3.4611 2015. Psychology of Popular Media Culture, Rosmiati, A. (2014). Teknik Stimulasi dalam 8(3), 233–242. https://doi.org/10.1037/ppm Pendidikan Karakter Anak Usia Dini melalui 0000174 Lirik Lagu Dolanan. Resital: Jurnal Seni Lamont, A., & Loveday, C. (2020). A New Pertunjukan, 15(1), 71–82. https://doi.org/ Framework for Understanding Memories and 10.24821/resital.v15i1.801 Preference for Music. Music and Science, 3, 1–14. Sabbadini, A. (2002). Colour and Music: Voices https://doi.org/10.1177/2059204320948315 of The Unconcious. International Journal of Lestari, D. T. (2020). Membangun Harmoni Sosial Psychoanalysis, 83(1), 263–266. https://doi. Melalui Musik dalam Ekspresi Budaya Orang org/10.1516/8LXM-EF6L-Y0NN-M08K Basudara di Maluku. Panggung, 375–391. Tyasrinestu, F. (2021). Pemakaian Kosakata Tema Leung, M. C., & Cheung, R. Y. M. (2020). Music Kesehatan dalam Penciptaan Lirik Lagu Engagement and Well-Being in Chinese Anak. Resital, 22(3), 180–186. https://doi. Adolescents: Emotional Awareness, Positive org/10.24821/resital.v22i3 106


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook