Unit Pembelajaran Pengembangan Emosional Anak TK 70-79 : Masih ada yang belum dipahami dengan baik, di antara konten, cara membelajarkan, mengembangkan penilian dan melaksanakan penilaian. Saudara perlu mendiskusikan bagian yang belum dipahami dengan fasilitator atau teman lain di PKG. 80-89 : Memahami konten, cara membelajarkan, mengembangkan penilaian dan melaksanakan penilaian dengan baik. > 90 : Memahami konten, cara membelajarkan, mengembangkan penilaian dan melaksanakan penilaian dengan sangat baik. Saudara dapat menjadi fasilitator bagi teman-teman lain di PKG untuk membelajarkan unit ini. 45
PENUTUP Besar harapan kami, unit-unit pembelajaran yang telah dikembangka ini dapat menjadi acuan Saudara dalam mengembangkan desain pembelajaran dan penilaian yang berorientasi Higher Order Thinking Skills/HOTS yang terintegrasi dengan lima (lima) unsur utama Penguatan Pendidikan Kaakter (PPK) dan litersi dalam rangkamencapai kecakapan Abad ke -21. Selanjutnya, Saudara dapat menerapkan desain yang telah disusun dalam pembelajaran kepada peserta didik di kelas masing-masing. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, Saudara perlu memahami unit-unit ini dengan baik. Oleh karena itu, unit-unit perlu dipelajari dan dikaji lebih lanjut oleh Sudara bersama guru-guru lainnya dalam Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) di KKG wilayah masing-masing. Saudara bersama guru-guru lainnya perlu mengkaji dengan baik semua komponen unit pembelajaran yang disajikan sehingga dapat memudahkan Saudara mengimplementasikannya di kelas. Selain itu, saudara dapat mengantisipasi kesulitan-kesulitan yang mungkin dihadapi. Unit-unit pembelajaran dikembangkan agar memudahkan Saudara dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH). Hal ini karena aktivitas pembelajaran yang disajikan merupakan acuan umum langkah pembelajaran untuk masing-masing KD.. Dalam melaksanakan kegiatan Lembar Kerja Siswa, Saudara dapat memenuhi kebutuhan alat dan bahan yang digunaka dengan bahan-bahan yang terdapat dilingkungan masing-masing (konstektual). Selama mengimplementasikan unit-unit ini, Saudara perlu terus merefleksikan dan mengevaluasi keefektifan, keberhasilan serta permasalahannya. Permasalah-permasalahan yang ditemukan dapat langsung didiskusikan dengan guru lainnya, instruktur, kepala sekolah, serta pengawas agar dapat dengan segera menemukan solusinya. Setiap 46
Unit Pembelajaran Pengembangan Emosional Anak TK keberhasilan, permasalahan , dan solusi yang ditemukan selama pembelajaran perlu Saudara tuliskan dalam bentuk karya tulis best practice atau lainnya. Pada akhirnya, Saudara dapat melaksanakan pembelajaran dengan baik, peserta didik mencapai hasil belajar yang optimal, sekaligus Saudara menghasilkan karya tulis yang berguna bagi pengembangan keprofesian. Dalam rangka perbaikan dan pengembangan unit-unit lainnya, Kami mengaharapkan saran, masukan, dan usulan penyempurnaan yang dapat disampaikan kepada tim penulis melalui surat elektronik (e-mail). 47
DAFTAR PUSTAKA 48 Anggani. Sudono. 2003. Bermain Sebagai Sarana Utama Dalam Perkembangan dan Belajar AnakUsia Dini. Jakarta:Gramedia. Direktorat Pembinaan PAUD. Direktorat Jenderal PAUD Non Formal dan Informal. Kemendikbud RI. 2014 . Pedoman Penilaian Pembelajaran Program Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta. Fidesrinur. dkk. 2015. Pedoman Penanaman Sikap Pendidikan Usia . Jakarta: Direktorat PPPAUDNI. Direktorat Jenderal PAUD dan PENMAS. KEMENDIKBUD. Goleman. Daniel. 2016. Kecerdasa Emosional. Jakarta:PT Gramedia Hadis, F.A.1995.Psikologi Perkembangan Anak . Jakarta: Depdikbud Hakim.T.2002. Mengatasi Rasa Tidak Percaya Diri. Jakarta: Puspa Swara http://www.kompasiana.com/finazakiyah/perlunya- mengajarkankemandirian- https://www.kompasiana.com/ceritakaryacitra/588aab85b07e615c0faf415 b/pentingnya-mengenal-dan-mengelola-emosi-sejak-dini https://www.paud.id/2015/09/cara-penilaian-perkembangan-anak- paud.html https://www.paud.id/2015/11/contoh-laporan-contoh-raport-paud- terbaru-kurikulum-2013.html https://www.paud.id/2015/11/format-skala-capaian-perkembangan- paud.html Hurlock. 1991. Perkembangan Anak.Jilid 1. Edisi ke-6. Jakarta: Erlangga. Jannah dan Putra. 2013. Perkembangan Kemandirian Anak Usia Dini (4-6) tahun di Taman Kanak-kanak Assalam Surabaya. Jurnal. Perkembangan Kemandirian. Volume 1 Nomor 03. Lilis Suryani. Dr. 2015. Metode Pengembangan Moral-Agama, Sosial-Emosional, dan Sains –Teknologi. Bekasi: Bani Sales Press.
Unit Pembelajaran Pengembangan Emosional Anak TK Kanaya Larasati, 2018, Cerdas Emosi Meningkatkan EQ untuk usia 4 – 6 Tahun, Jakarta : PT Elex Media Komputindo M. Thobroni dan Fairuzul Mumtaz. 2011. Mendongkrak Kecerdasan Anak Melalui Bermain dan Permainan. Jogjakarta: Katahati Martuti. 2008. Psikologi Bermain Anak Usia Dini. Jakarta: Kencana Prenada Media Group Morison. Geoge. 2012. Dasar-Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakata: Indeks. Nugraha Ali. Yeni Rachmawati. 2008. Metode Pengembangan Sosial Emosional. Jakarta: Universitas Terbuka. Nurfalah, Y. 2010. Panduan Praktis Melatih Kemandirian Anak Usia Dini. Bandung: PNFI Jayagiri Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 137 Tahun 2014. Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 146 Tahun 2014. Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Suyadi dan Maulidya Ulfah. 2013. Konsep Dasar PAUD. Bandung: Remaja Rosda Karya. Syamsuddin.A.2000. Psikologi Pendidikan (Edisi Revisi). Bandung: Remaja Rosda Karya. Tadkiroatun Musfiroh.2008. Cerdas Melalui Bermain (Cara Mengasah Multiple Intelegence pada anak sejak usia dini). Jakarta: PT.Grasindo. Yamin Martinis dan Sanan Sabri Jamilah.Panduan PAUD. Jakarta: Gp Press. 49
Search