Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore P. 4. Apakah Allah itu?

P. 4. Apakah Allah itu?

Published by happy manurung, 2021-10-04 01:11:48

Description: #katekismus
#allahadalahroh
#allahtidakterbatas
#allahkekal
#alkitab

Keywords: Allah adalah Roh

Search

Read the Text Version

BELAJAR KATEKISMUS SINGKAT WESTMINSTER P. 4 Vik. Happy Manurung

Q. Apakah Allah itu? J. Allah adalah Roh, yang tidak terbatas, kekal, dan tidak berubah, keberadaan-Nya, hikmat-Nya, kuasa-Nya, kekudusan-Nya, keadilan-Nya, kebaikan-Nya, dan kebenaran-Nya. FT: Yoh. 4:24; Maz. 90:2; Mal. 3:6; Kel. 3:14; Maz. 147:5; Why. 4:8; Why. 15:4; Kel. 34:6-7

Iman dan Kewajiban 1. Pertanyaan 4 s/d 38: Apa yang harus kita yakini tentang Allah = IMAN 2. Pertanyaan 39 s/d 107: Kewajiban yang dituntut Allah dari manusia (10 Hukum, Sakramen, Doa Bapa Kami) = Kewajiban 1. Apa yang kita harus yakini adalah hal yang sangat penting ➢ Anggapan umum: “Apa yg dipercayai seseorang tidak penting.” ➢ Anggapan lain: “Setiap orang memiliki hak untuk memercayai apa saja yang diinginkannya.” ➢ Anggapan lain: “Apa pun yg dipercayai seseorang tdk jadi masalah, selama ia tulus serta sopan terhadap orang lain.”

Allah itu Roh • Invisibilitas = tidak dapat dilihat • Inkomprehensibilitas = tidak bisa dipahami, tidak dapat diukur • Infinitas = tidak terbatas/ tidak dibatasi oleh apa pun • Omnipresent >< Pantheisme • Being = keberadaan yang sempurna, Ia Obyek, bukan hasil imajinasi

• Hanya ada satu Allah yg hidup dan sejati • Yesus → Allah itu Roh (Yoh. 4:24) • Dia memiliki atribut2 sempurna tertentu yg bisa dikomunikasikan & yg tidak bisa dikomunikasikan. • Dia tidak bergantung pada ciptaan mana pun, Ia secara mutlak bebas dari segalanya dan berdaulat atas segalanya.

DEFINISI “ROH” • Kita harus mengakui bahwa kita tdk mampu memberikan jawaban yang tuntas. • Nonmateri: Tidak dapat dilihat/diraba/ditimbang/diukur, tidak dibatasi oleh apa pun (Maz. 139:7-8). • Tidak ada satu orang yang pernah melihat Allah dengan mata jasmani (Yoh. 1:18; 1 Yoh. 4:12a). • Usaha untuk menampakkan Allah melanggar HT ke-2 (Yes. 40:18, 26). • Ada unsur misteri di dalamnya yg tidak dapat kita telusuri.

“Melihat” Allah adalah secara tidak langsung ❑ Melihat Allah semata2 melalui “refleksi” dari keberadaan-Nya di dalam berbagai ciptaan. ❑ analogi yang tidak sempurna (Bagian 1) ❑ Kita dapat melihat 2 kebenaran: 1. Shorty dan bayangannya sama sekali beda 2. Keduanya sama persis, karena bayangan tersebut memang merupakan tiruan dalam setiap detailnya.

SUATU ANALOGI AAtr1tirb.ibuAutlltyagyhgdstikiadomamkaudnsikiekokamasilukinabnikea=rsbiSkehadonar=tdySemhnoegrmtaybntedmrkikamanneumkspibdaa.bgiakyaanntguabnunhya 2. Majandsuimscaieanrmindiyniacwiypgatrasnoamlirteakmneupbaruudtatygbasymaamnbaga,arsnednnayyanuymrguaypgdaasAadmlilacaeh,rd.mstin. .

Atribut-Atribut Allah Tidak dikomunikasikan: Manusia • Tidak terbatas • Terbatas • Kekal • Fana • Tidak berubah • Selalu berubah • Allah adalah Roh • Manusia fisik Dikomunikasikan: • Keadilan, kebaikan, Hikmat, bijaksana, kuasa, kebenaran, kekudusan, Atribut Allah berbeda kualitas dgn yg dibagikan kpd manusia = senyum yg riil dgn senyuman di dlm cermin/bayangan.

A N 1.Jika Allah adalah Roh, mengapa Alkitab membicarakan-Nya T R sedemikian rupa sehingga manimbulkan kesan seolah-olah O Ia memiliki berbagai bagian tubuh jasmani? “tangan Tuhan” P O (Yos. 4:24), “mata Tuhan” ( 1 Raj. 15:5) M O 2. Bila Allah tdk berubah, maka kadang dipertanyakan juga R F bagaimana Alkitab dapat berbicara tentang Dia I sedemikian rupa sehingga menimbulkan kesan seolah-olah S Ia dapat berubah. Cth. Kej.6:6 M E

Apakah Allah berubah/menyesal? • Tidak! • Segala sesuatu yang Allah lakukan adalah konsisten dgn siapa Dia. • Sebenarnya manusia yang berubah dlm sikap maupun hubungannya dengan Allah • 2 Tim. 2:13, Karena Allah tdk dpt menyangkal diri-Nya sendiri. • Ketika Alkitab berbicara ttg penyesalan-Nya, dll, utk mengajarkan kpd kita bahwa Dia bertindak terhadap kita sebagaimana manusia bertindak ketika mengalami perasaan2 itu (A.A. Hodge)

AMIN SOLI DEO GLORIA


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook