menolong, disiplin, berani mengambil resiko, mampu menjadi pemimpin, mudah bergaul,dsb. d. Unsur kewaspadaan Adalah paduan antara unsur pengetahuan dan unsur sikap mental dalam menghadapi sesuatu yang mungkin akan dialami, unsur ini lebih pada sikap hati – hati seseorang. Cara peningkatan kewaspadaan antara lain jangan mempunyai perasaan rendah diri, hilangkan perasaan ragu – ragu, bersemangat, bekerja dengan akal sehat, selalu berfikir positif, kreatif dan inovatif, dsb. C. Menerapkan perilaku tepat waktu Penerapan komitmen tinggi dapat dilaksanakan melalui menerapkan perilaku tepat waktu. Seorang wirausaha yang berhasil harus dapat memanfaatkan dan memandang waktu sebagai berikut : 1) Tepat waktu adalah organisasi Artinya keseluruhan dari aktifitas kegiatan untuk mencapai suatu tujuan. Perilaku tepat waktu merupakan landasan pokok untuk membuat konsep dan gagasan. 2) Tepat waktu adalah kekuasaan Artinya waktu yang kita hadapi sekarang akan menentukan kejadian – kejadian pada masa yang akan datang. Menguasai waktu yang sekarang akan menentukan waktu yang akan datang. 3) Tepat waktu adalah uang Artinya waktu yang diberikan seseorang untuk dapat menghasilkan sesuatu yang dapat dinilai dengan uang. 4) Tepat waktu adalah ukuran Artinya menentukan berapa lama harus bekerja untuk menghasilkan sesuatu dan berapa lama waktu yang kita abaikan sehingga dapat menimbulkan kerugian. Ada beberapa petunjuk untuk membagi dan menerapkan tepat waktu dilingkungan sekolah 1) Biasakanlah untuk membagi dan tepat waktu dalam kehadiran di sekolah
2) Biasakanlah belajar dan bekerja dengan konsentrasi penuh 3) Pemborosan waktu akan menghambat kemajuan belajar untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi 4) Renungkan hal – hal yang menjadi tujuan hidup,rumuskan tujuan hidup dalam rencana – rencana yang matang 5) Berlatih disiplin dalam setiap melaksanakan tugas 6) Memanfaatkan waktu senggang dengan kegiatan yang bermanfaat 7) Memanfaatkan budaya tepat waktu dalam berbagai kegiatan 8) Jangan suka menunda – nunda pekerjaan 9) Belajar dan bekerjalah sesuai dengan kemampuan 10) Hindari kesalahan dalam melaksanakan tugas D. Menerapkan perilaku tepat janji Perilaku tepat janji merupakan sifat yang perlu dimiliki oleh seorang wirausaha, karena sifat ini akan mendatangkan sebuah kepercayaan .Kepercayaan merupakan modal utama dalam berwirausaha. Beberapa cara / petunjuk untuk menerapkan perilaku tepat janji di sekolah : 1. Membiasakan menepati janji 2. Jangan suka berbohong 3. Memahami kelemahan – kelemahan diri sendiri sehingga mampu mengatasi 4. Merenungkan segala keberhasilan maupun kegagalan dalam belajar,berkarya dan berprestasi sehingga mampu mengoreksi diri sendiri. 5. Sadar akan pentingnya budaya tepat janji 6. Meningkatkan kedisiplinan diri sendiri E. Menerapkan kepedulian terhadap mutu hasil kerja Mutu / kualitas hasil kerja berkaitan erat dengan keputusan konsumen. Mutu hasil kerja harus menunjukan ukuran, tahan lamanya dan dapat dipercaya konsumen. Kualitas produk yang tinggi biasanya diikuti dengan harga yang relative tinggi pula, sehingga dapat meningkatkan keuntungan perusahaan. Setiap perusahaan harus selalu mengembangkan produksi. Dengan adanya
kepedulian terhadap mutu hasil kerja, maka produk yang baik dan dapat dipertanggungjawabkan akan membawa perusahaan ke arah kemajuan dan sangat menguntungkan. Untuk bisa menjamin kualitas / mutu hasil kerja perlu adanya pengawasan dan pengujian . Pengawasan dapat dilakukan dengan membandingkan kualitas dengan standart produk melalui pengetesan di laboratorium perusahaan. Kepedulian terhadap mutu hasil kerja harus tertanam pada semua warga perusahaan, sehingga setiap perilaku selalu didasari oleh profesionalisme. Kepedulian terhadap mutu hasil kerja memiliki elemen – elemen sebagai berikut : a) Informasi mutu / kualitas harus digunakan untuk perbaikan , bukan untuk mengawasi orang b) Imbal jasa harus sepadan dengan nilai pekerjaan c) Warga perusahaan harus memiliki perusahaan d) Kewenangan perusahaan harus sebatas tanggung jawab e) Kolaborasi, sinergi bukan kompetisi harus berbasis kerja sama f) Warga perusahaan harus merasa aman dan senang terhadap pekerjaannya g) Rasa keadilan harus ditanamkan Menerapkan kepedulian terhadap mutu dalam bentuk hasil kerja dan penampilannya dapat difokuskan kepada produk dan orangnya. Jika difokuskan kepada orangnya, sedapat mungkin seorang wirausaha didalam penampilannya harus dapat memberikan contoh /suri tauladan untuk masyarakat. Didalam penampilannya , seorang wirausaha diharapkan a. Bermoral atau berakhlak baik dan jujur b. Melaksanakan sopan santun c. Memberi contoh / suri tauladan yang baik d. Tolong menolong dengan sesama anggota masyarakat e. Tenggang rasa dengan sesama anggota masyarakat f. Melaksanakan norma – norma anggota masyarakat g. Hormat – menghormati sesame anggota masyarakat h. Berbusana yang sopan
i. Berbicara yang baik Penampilan seorang wirausaha yang dapat menciptakan suatu bisnis yang menyenangkan adalah : a. Ramah tamah dan sopan santun b. Mempunyai sikap perhatian dan bersahabat c. Cekatan, periang dan mudah bergaul Jika difokuskan pada mutu produk,seorang wirausaha harus dapat menampilkan hasilnya sesuai dengan keinginan konsumen. Desain produk merupakan penampilan yang tampak dalam bentuk garis ( line ) , bentuk ( form ) dan warna. Ketiga unsur penampilan produk tertentu perlu dibuat sedemikian rupa sehingga diperoleh keindahan, kesesuaian, serta keserasian pada penampilan produk diharapkan dan dihadapkan pada tiga pilihan, yaitu : 1. Produk dan pelayanannya dapat ditempatkan pada salah satu pasaran 2. Produk dan pelayanannya dapat ditampilkan lebih banyak jenisnya untuk merebut banyak pasaran 3. Produk dan pelayanannya dapat ditempatkan ditengah –tengah pasaran Tujuan perusahaan menampilkan produk yang baik : 1) Menciptakan produk yang sesuai dengan selera konsumen 2) Menciptakan hasil produksi yang berfaedah dan disenangi konsumen 3) Menciptakan produk yang mudah pemeliharaannya F. Menerapkan komitmen tinggi terhadap pengendalian diri. Seiring dengan pesatnya perkembangan informasi, saat ini banyak siswa yang menghadapi berbagai masalah, baik yang ditimbulkan oleh pengaruh pergaulan, bacaan – bacaan, TV dan internet. Oleh karena itu kita semua perlu waspada dan hati – hati. Latar belakang keluarga, pemahaman terhadap agama,serta lingkungan pergaulan sangat menentukan dalam menghadapi masalah kehidupan. Apalagi bagi wirausaha yang dalam perjalanannya akan mengalami kegagalan atau keberhasilan. Apabila berhasil, bagaimana cara memanfaatkan keberhasilan tersebut. Dan apabila mengalami kegagalan, bagaimana cara menghadapinya. Disinilah
peranan penerapan komitmen tinggi terhadap pengendalian diri diperlukan. Untuk dapat mengendalikan diri diperlukan suatu : a) Ketabahan Adalah tetap dan kuat hati dalam menghadapi cobaan dan kesulitan hidup. Semua kesulitan dan gangguan itu kita kembalikan kepada kekuasaan Tuhan, karena semuanya dianggap berasal dari Tuhan. Dalam perjalanan hidup, kita banyak cobaan, gangguan dan rintangan, baik dari dalam diri kita, dari orang lain maupun dari gangguan alam. Untuk mengatasi berbagai macam cobaan, kita harus melatih ketabahan antara lain dengan memelihara pendirian bahwa kita harus sukses, harus maju untuk mencapai tujuan b) Keuletan Artinya tangguh, kuat dan tidak mudah berputus asa. Keuletan merupakan sinar terang keberhasilan dalam menjalankan kehidupan didalam usaha diri, keluarga dan masyarakat. Banyak orang yang cepat putus asa, menyerah kalah dalam menghadapi tanda – tanda kegagalan.Mereka yang tidak putus asa adalah orang – orang ulet, tabah, tekun dan berkepribadian tinggi. Ketekunan dan keuletan adalah sumber keberhasilan dalam berwirausaha. c) Disiplin Mempunyai arti latihan dan ketaatan pada aturan. Dengan melaksanakan disiplin , berarti semua pihak dapat menjamin kelangsungan dan kelancaran dalam belajar, bekerja dan berusaha. G. Pentingnya komitmen tinggi bagi wirausaha Pentingnya komitmen tinggi bagi seorang wirausaha adalah setiap saat pikirannya tidak lepas dari perusahaan dan selalu berusaha untuk memajukannya. Seorang wirausaha yang memiliki komitmen tinggi didalam usahanya diharapkan : 1) Pantang menyerah terhadap keadaan dan situasi apapun 2) Memiliki semangat dan tahan uji terhadap setiap tantangan 3) Memiliki kesabaran dan ketabahan didalam berusaha
4) Selalu bekerja, berjuang dan rela berkorban Seorang wirausaha harus mempunyai kekuatan pribadi sebagai modal utama untuk belajar, bekerja dan berusaha sehingga memiliki kemerdekaan batin yaitu keselarasan antara keinginan dan pandangan. Seorang wirausaha setidak – tidaknya harus memiliki 7 kekuatan yang dapat membangun kepribadian yaitu : 1) Keyakinan yang kuat untuk maju 2) Kemauan keras untuk maju 3) Pemikiran yang konstruktif dan kreatif 4) Keuletan dan ketekunan 5) Kesabaran dan ketabahan 6) Ketahanan fisik dan mental 7) Kejujuran dan tanggung jawab Adapun komitmen tinggi yang harus dimiliki wirausaha diantaranya : 1) Mengerti akan tujuan berwirausaha 2) Memiliki motivasi yang tinggi 3) Berkemauan keras untuk menyelesaikan tugas 4) Bekerja dan berusaha dengan teliti dan cermat 5) Tidak suka menunda tugas dan pekerjaannya 6) Percaya pada diri sendiri dalam menghadapi tugas 7) Rajin, tekun , ulet dan tabah 8) Mampu mendayagunakan waktu Pentingnya komitmen tinggi bagi wirausaha adalah : 1) Bisa mendapatkan hasil maksimal dengan sumber daya minimal 2) Dapat menggunakan sumber daya secara efesien 3) Menerapkan dan meningkatkan serta memajukan perusahaan 4) Meningkatkan kesuksesan dalam berwirausaha 5) Meningkatkan rasa kepercayaan 6) Meningkatan etos semangat kerja bagi pribadi wirausaha dan karyawannya
EVALUASI KOMPETENSI A. Pilihan ganda 1. Fokus pikiran diarahkan pada tugas dan usahanya dengan selalu berupaya untuk memperoleh hasil yang maksimal , merupakan pengertian dari…… A. kreatif B. disiplin C. optimis D. komitmen tinggi E. inovatif 2. Berikut ini termasuk cara meningkatkan pengetahuan, kecuali … A. banyak membaca B. banyak bertanya C. mengikuti seminar D. bersekolah E. rajin berlatih 3. Kunci utama untuk memperoleh ketrampilan yang tinggi adalah…… A. banyak berlatih dan disiplin B. banyak membaca C. mengikuti seminar D. mendengarkan radio E. berfikir 4. Sikap menepati dan mentaati peraturan yang terkait dengan masalah waktu disebut A. pesimis B. disiplin C. komitmen D. kreatif E. posesif
5. Salah satu syarat yang mendorong tumbuhnya keyakinan dalam jiwa seseorang adalah A. cerdas B. egois C. percaya diri D. intuisi E. kreatif 6. Komitmen tinggi dapat diterapkan melalui kegiatan berikut ini , kecuali… A. berkemah B. olah raga C. lintas alam D. hiking E. bernyanyi 7. Untuk dapat menumbuhkan kejujuran dalam diri seseorang dapat dilakukan dengan cara A. mencampuri urusan orang lain B. mengutarakan keburukan sendiri C. melatih disiplin diri D. belajar ke luar negeri E. percaya kepada orang lain 8. Kesanggupan untuk selalu konsisten terhadap tujuan yang hendak dicapai disebut : A. tidak mudah putus asa B. komitmen C. percaya diri D. berani mengambil resiko E. mandiri 9. Janganlah kau sia – siakan masa mudamu. Hal tersebur merupakan penerapan dari keinginan atau prinsip wirausaha yang diambil dari istilah : A. waktu laksana pedang B. waktu adalah uang
C. masa depan adalah harapan D. d waktu tak pernah terulang E. harapan adalah angan – angan 10. Seorang wirausaha harus mau bekerja keras dan tidak mudah putus asa, hal tersebut merupakan sifat wirausaha yang memiliki……… a. keuletan dan ketekunan b. masa depan yang cerah c. kewaspadaan mental d. ketabahan e. kedisiplinan B. Essay 1. Jelaskan apa yang anda ketahui tentang komitmen tinggi ! 2. Jelaskan perbedaan antara unsur pengetahuan dan unsur ketrampilan ! 3. Bagaimana cara mengembangkan sikap mental yang baik ? 4. Apa manfaat dari wirausaha yang memiliki perilaku tepat janji ? 5. Jelaskan tentang waktu adalah uang dan waktu adalah ukuran ! 6. Sebutkan beberapa petunjuk ( cara ) untuk membagi dan menerapkan tepat waktu di lingkungan sekolah ! 7. Apa tujuan perusahaan menampilkan produk yang baik ? 8. Mengapa seorang wirausaha harus menerapkan kepedulian terhadap murtu hasil kerja ? 9. Apa yang anda ketahui tentang ketabahan, keuletan, dan disiplin ? 10. Sebutkan pentngnya komitmen tinggi bagi wirausaha !
BAB VI MENGAMBIL RESIKO USAHA Standar Kompetensi : Mengaktualisasikan Sikap dan Perilaku Wirausaha Kompetensi Dasar : 1.6 Mengambil Resiko Usaha Tujuan Pembelajaran : Setelah siswa mempelajari modul ini diharapkan : 1. Memahami resiko usaha 2. Mengidentifikasi macam-macam resiko usaha 3. Menjelaskan cara-cara menanggulangi resiko usaha 4. Mengidentifikasi pengambilan resiko pada tingkat manajemen 5. Menunjukkan cara mengevaluasi resiko usaha A. Pengertian Resiko Usaha 1. Menurut para ahli 1) Arthur Williams dan Richard, M H Resiko adalah suatu variasi dari hasil-hasil yang dapat terjadi selama periode terentu 2) Abas Salim Resiko adalah ketidaktentuan yang mungkin melahirkan peristiwa kerugian 3) Soekarto Resiko adalah ketidakpastian atas terjadinya suatu peristiwa 4) Herman Darmawi Resiko adalah penyebaran penyimpangan hasil aktual dari hasil yang diharapkan 2. Kesimpulannya: Resiko adalah sesuatu yang selalu dikaitkan dengan kemungkinan terjadinya keadaan yang merugikan dan tidak diduga sebelumnya bahkan bagi kebanyakan orang tidak menginginkannya. Ada 2 karakteristik resiko:
1. Ketidakpastian atas terjadinya suatu peristiwa 2. Ketidakpastian yang bila terjadi akan menimbulkan kerugian Ada beberapa penyebab kegagalan usaha : 1) Perencanaan yang kurang matang 2) Kurangnya modal 3) Bakat yang tidak cocok 4) Kurang pengalaman 5) Lemahnya pemasaran 6) Tidak mempunyai semangat berwirausaha 7) Tidak mempunyai etos kerja yang tinggi B. Macam-macam resiko: 1. Menurut sifat, dibedakan : 1) Resiko Murni Yaitu resiko yang terjadi pasti akan menimbulkan kerugian dan terjadinya tanpa sengaja. Misal: kebakaran. bencana alam, pencurian dan sebagainya 2) Resiko Spekulatif Yaitu resiko yang sengaja ditimbulkan oleh yang bersangkutan agar memberikan keuntungan bagi pihak tertentu. Misal: utang piutang, perdagangan berjangka, dan sebagainya 3) Resiko Fundamental Yaitu resiko yang penyebabnya tidak dapat dilimpahkan kepada seseorang dan yang menderita cukup banyak. Misal: banjir, angin topan, dan sebagainya. 2. Menurut sumber / penyebab timbulnya, dibedakan : 1) Resiko Intern / Internal Yaitu resiko yang berasal dari dalam perusahaan itu sendiri. Misal: a. Ketidaktahuan b. Kesalahan manuasiawi c. Kurang pengalaman
d. Kurang pelatihan e. Kegagalan tim untuk bekerjasama secara efektif f. Kekurangan sumber daya g. Teknologi tidak dikenal 2. Resiko Ekstern/ Eksternal Yaitu resiko yang berasal dari luar perusahaan. Misal : 1) Kegiatan pemasok yang berakibat kegagalan, perubahan spesifikasi produk 2) Kegiatan pesaing / adanya saingan usaha yang sama 3) Tingkah laku pelanggan [ perubahan permintaan, perubahan persepsi ] 4) Terjadi perubahan politik [ UU yang mempengaruhi produk/ pelanggan ] 5) Kekuatan alam 3. Menurut dapat tidaknya resiko dialihkan kepada pihak lain, dibedakan: 1) Resiko yang dapat dialihkan pada pihak lain, dengan mempertanggungkan suatu obyek yang akan terkena resiko pada perusahaan asuransi 2) Resiko yang tidak dialihkan pada pihak lain 4. Menurut kejadian ( yang mungkin terjadi ) dibedakan : 1) Perubahan permintaan Suatu keadaan yang bisa terjadi karena perubahan ekonomi,modal, selera konsumen yang mengakibatkan terjadinya penurunan permintaan. Contohnya : a. Perubahan ekonomi: utang piutang, perdagangan berjangka b. Perubahan model: pakaian, sepatu, alat komunikasi c. Perubahan selera konsumen: jasa salon,foto copy,catering 2) Perubahan konjungtur Perubahan kondisi ekonomi yang tidak menentu sehingga mempengaruhi keadaan usaha
Contoh : a. Pengaruh insflasi b. Pengaruh eksport / import c. Pengaruh bencana alam 5. Persaingan Situasi dimana antar wirausaha melakukan usaha yang sejenis/sama. Penggunaan alat modern yang mempengaruhi hasil produksi antara lain kualitas barang, harga jual produk, penghematan tenaga Contoh : a. Penemuan baru: tehnik produksi,variasi,peralatan produksi d. Kondisi perdagangan: sehat atau tidaknya mempengaruhi kelancaran keuangan , selera konsumen e. Pengaruh musim: musim dingin, musim kemarau, musim hujan 6. Perkembangan IPTEK Perubahan teknologi tepat guna Contoh : HP, Internet, Fax 7. Perubahan peraturan Contoh : aturan hukum, aturan pendidikan, aturan lalu lintas, aturan administrasi pemerintah 8. Bencana alam Contoh : banjir, gempa, angin topan C. Secara umum/ garis besarnya ada bermacam – macam resiko dalam usaha dan upaya untuk menghindari / memperkecil resiko adalah : 1) Resiko teknis Resiko ini terjadi akibat kekurangmampuan wirausaha / manajer dalam mengambil keputusan. Faktor penyebab : a. Biaya produksi yang tinggi ( inefisien ) b. Pemakaian SDM yang tidak seimbang ( tenaga kerja terlalu banyak ) c. Terjadi kebakaran akibat keteledoran dan kurang cermat d. Terjadi pencurian akibat pengawasan yang kurang baik
e. Terus menerus rugi karena biaya yang terus membengkak f. Penempatan tenaga kerja yang kurang tepat sehingga produktifitas kerja yang menurun g. Perencanaan dan desian yang salah sehingga sulit dioperasionalnya. Upaya untuk mengatasi/menghindari resiko tersebut di atas: 1) Manajer atau wirausaha menambah pengetahuan tentang: a. Ketrampilan teknis, terutama yang berkaitan dengan proses produksi yang dihasilkan. Misalkan yang semula dengan teknologi tradisional diganti dengan teknologi tepat guna/modern b. Ketrampilan mengorganisasi yaitu kemampuan meramu yang tepat dari faktor produksi dalam usaha mencakup SDM, SDA, modal . Ibarat membuat kue, bagaimana agar rasanya enak, murah dan disenangi pembeli. c. Ketrampilan memimpin yaitu kemampuan untuk mencapai tujuan usaha dikerjakan dengan baik dan serasi oleh semua orang yang ada pada organisasi. Untuk itu setiap pimpinan dituntut membuat konsep kerja yang baik. 2) Membuat strategi usaha yang terarah untuk masa depan, yang meliputi strategi produksi, strategi keuangan, strategi SDM, strategi operasional, strategi pemasaran, strategi penelitian dan pengembangan. 3) Mengalihkan kerugian pada perusahaan asuransi, dengan konsekuensi setiap saat harus membayar premi yang merupakan pengeluaran tetap 2. Resiko Pasar Resiko ini terjadi akibat produk yang dihasilkan kurang laku atau tidak laku di pasaran. Faktor penyebab : a. Kesalahan dalam mengidentifikasi pasar b. Kesalahan dalam mengetahui kebutuhan pelangan dalam pasar yang dipilih c. Kegagalan dalam memprediksi perubahan pasar d. Kesalahan dalam memperhitungkan secara makro e. Kegagalan dalam memprediksi siklus pasar
Upaya yang ditempuh: a. Mengadakan inovasi yaitu membuat desain baru dari produk yang disenangi calon pembeli. Misal budidaya lele dumbo b. Mengadakan penelitian pasar dan memperoleh informasi pasar secara berkesinambungan. 3. Resiko Kredit Resiko yang ditanggung kreditor akibat debitor tidak membayar pinjaman sesuai waktu yang telah disepakati. Faktor penyebab: a. Sering terjadi produsen menaruh produknya terlebih dahulu dan dibayar kemudian b. Deditor meminjam uang untuk usaha tetapi usahanya gagal akibatnya timbul kredit macet, Upaya yang ditempuh: 1) Berikan kredit pada seseorang yang minimal memenuhi syarat sebagai berikut: a. Dapat dipercaya yaitu watak dan reputasinya b. Kemampuan untuk membayar, hal ini dapat dilihat dari kemampuan/hasil yang diperoleh dari usahanya c. Kemampuan modal sendiri yang ditempatkan dalam usaha sehingga merupakan net personal assets d. Keadaan usahanya selama ini apakah menunjukkan trend naik atau turun. 2) Jangan memberikan pinjaman yang terlalu besar sambil mengevaluasi kredibilitas debitor 3) Memperlihatkan pengelolaan dana debitor bila yang bersangkutan memiliki perusahaan. 4. Resiko Alam Resiko ini di luar pengetahuan/ jangkauan manusia, misal gempa bumi, banjir, angin topan, kemarau panjang.
Kemungkinan – kemungkinan bertahannya seorang wirausahawan tetap hidup dalam menghadapi resiko terburuk antara lain : 1. Memperbaiki usaha : Memperbaiki tampilan, mengganti nama, mengganti personil, melengkapi alat –alat, mengganti strategi pemasaran, memperbaiki cara produksi/cara kerja, dsb 2. Melakukan alih usaha : Berpindah dari usaha satu ke usaha lainnya yang memungkinkan, misalnya dari bengkel umum ke bengkel khusus, pabrik bata ke pabrik genting, produksi tahu ke susu kedelai, warung bakso ke warung makan, penerbit ke percetakan, dsb. 3. Pindah alamat : Bisa jadi suatu usaha tidak / kurang berhasil karena faktor tempat yang kurang strategis, atau karena di dekatnya ada usaha sejenis yang lebih besar 4. Mencari investor untuk berinvestasi : Mencari orang yang memiliki dana untuk menginvestasika uangnya dengan kompensasi tertentu, misal dengan bagi hasil 5. Meminta pihak lain untuk mengakuisisi : Meminta pihak lain untuk membeli sebagian besar saham dengan konsekuensi otoritas pengendalian usaha akan beralih kepihak lain. D. Tipologi Pengambilan Resiko Pada Tingkat Manajemen 1. Pada tingkat bawah : Perusahaan membutuhkan pekerja-pekerja yang terampil dalam melaksanakan hal-hal yang rutin dan mempunyai sedikit resiko.Mereka akan membawa kestabilan perusahaan. 2. Pada tingkat menengah : Manajer harus dapat lebih banyak kebebasan untuk berinovasi dan membuat perubahan-perubahan kecil dalam prosedur dan fungsi. Orang-orang yang berada di sini dianggap sebagai pengambil resiko. 3. Pada tingkat atas : Mereka harus mempunyai kemampuan untuk merumuskan dan menerapkan ide-ide kreatif agar berhasil dalam bisnis dan mewujudkan ide-ide mereka menjadi kenyataan.
Manajemen. Pengertian manajemen menurut Prof. Die Liang Lee, adalah ilmu dan seni merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, mengkoordinasikan serta mengawasi tenaga manusia dengan bantuan alat-alat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Fungsi manajemen: 1) Perencanaan 2) Pengorganisasian 3) Penggerakan 4) Pengawasan Contingency planning [perencanaan peristiwa tak terduga] merupakan cara untuk mengatasi resiko tertinggal adalah membuat rencana untuk peristiwa tak terduga rencana yang belum terjadi selain itu dengan memikirkan kemungkinan pemecahan sebelum terjadi dengan menerapkan pendekatan rasional secara lebih baik pada rencana tersebut maupun akibat yang dihasilkan. Pengembangan produk sering kali dimulai dengan ‘ hanya sebuah gagasan’ yang dapat datang dari sejumlah sumber antara lain: 1) Permintaan pasar 2) Riset pasar 3) Kemampuan teknologi baru 4) Analisis terarah dari jajaran produk yang pernah dianalisis kesenjangannya Pengendalian resiko terkait. Setiap usaha harus memenuhi kebutuhan pelanggan dan memberikan keuntungan bagi perusahaan. Untuk menjalankan gagasan hingga produk siap dipasarkan memerlukan SDM dan uang. Bagaimana resiko terkait ini dapat dikendalikan? Yaitu dengan mengambil pendekatan berfase artinya membatasi komitmen pada waktu tertentu dan pengembangan hanya berlanjut bila resiko yang dinilai untuk fase berikut sebanding dengan jumlah yang akan terkena resiko. Fase tersebut dapat dipandang dari berbagai sudut yaitu: 1) Aktivitas para pengembang 2) Definisi konsep
3) Evaluasi 4) Spesifikasi 5) Desain dan pengembangan produk 6) Produksi 7) Peluncuran produk 8) Saat dipasarkan. Tahap perencanaan resiko Petunjuk mengenai tahap perencanaan resiko: 1. Kenali sumber resiko a. Mengidentifikasi sebanyak mungkin sumber resiko b. Membentuk tim kerja c. Adakan pembahasan dengan sumbang saran d. Pertimbangkan hati-hati susunan tim yang wajar agar pembahasan lebih efektif e. Sumber potensial dikelola f. Carilah seseorang yang trampil menemukan apa-apa 2. Hindari resiko Hal-hal yang dapat mencegah sunber resiko secara potensial adalah: a. Pertimbangkan bagaimana potensi resiko dapat dibicarakan b. Gunakan tenaga ahli untuk pembicaraan c. Carilah pengalaman baru dalam menangani masalah d. Pertimbangkan bagaimana resiko dapat dipindahkan e. Berilah imbalan kepada para ahli yang membantu memecahkan masalah 3. Kendalikan manajemen Pengendalian yang baik diperlukan dalam kasus apapun dan pimpinan bersama staf harus memonitor kemajuan teknik proyek setiap waktu untuk menemukan masalah sedini mungkin, sehingga dapat mengadakan perbaikan 4. Asuransikan beberapa resiko misalnya kegagalan pemasok dan kerusakan pada peralatan kritis. Kelayakan produk atau asuransi jaminan profesi atau
garansi pemerintah yang dapat dipakai untuk mengurangi finansialexposure akibat ulah pelanggan yang ada di Negara lain. 5. Resiko yang tertinggal. Kemungkinan resiko yang dulu terjadi lagi Tindakan ini berupa mengubah ruang lingkup proyek atau memodifikasi sasarannya. 6. Perencanaan scenario Teknik ini dilakukan dengan melihat bahaya yang mungkin terjadi atau scenario alternative dari faktor yang menyebabkan ketidakpastian. Setelah itu lalu merencanakan setiap scenario dilakukan secara mendetail. E. Evaluasi Resiko Beberapa upaya agar berhasil [efektif] dalam usaha mengurangi waktu meliputi hal-hal berikut: a. Kumpulkan sedini mungkin sebuah tim inti untuk memelihara visi sasaran yang konsisten b. Pastikan jenis aktivitas yang berlainan c. Tentukan informasi yang diambil dari aktivitas awal oleh tim atau bagian lain yang memerlukan informasi untuk aktivitas berikutnya d. Dukung penggunaan informasi parsial yaitu komunikasi yang efisien dan terbuka dengan kepercayaan yang tinggi dan memungkinkan orang untuk memulai aktifitas, sebelum tugas utama benar-benar selesai e. Pastikan bahwa prosedur persetujuan fase beroperasi dengan lancar dan cepat f. Perkuat tim pengembangan untuk sebanyak mungkin keputusan tidak harus keluar dari tim g. Terapkan pengembangan bertahap ( incremental development ) bila memungkinkan Ada beberapa pertanyaan sebelum mengambil keputusan yang mengandung resiko yaitu : a) Apakah resiko tersebut sepadan dengan hasil usaha ? b) Bagaimana resiko dapat dikurangi ?
c) Informasi apakah yang diperlukan sebelum resiko diambil ? d) Orang – orang dan sumber daya manakah yang dapat membantu mengurangi resiko? e) Mengapa resiko ini penting ? f) Apakah ketakutan anda dalam mengambil resiko ? g) Apakah yang akan dapat anda capai dengan mengambil resiko ? h) Persiapan – persiapan apa yang perlu anda buat sebelum mengambil resiko ? Daftar pertanyaan diatas merupakan contoh dari serangkaian pertanyaan yang harus dijawab sebelum memikul suatu resiko.
EVALUASI KOMPETENSI A. Pilihan Ganda 1. Yang dimaksud dengan resiko adalah…………………. a. Sebagian kondisi yang merugikan dan sulit memecahkannya b. Sesuatu yang dikaitkan dengan kerugian, tak terduga sebelumnya dan tidak diinginkan c. Faktor penting dan perlu diwaspadai setiap saat dan perlu diperhitungkan d. Keadaan yang tidak diinginkan orang dan tidak perlu dipikirkan e. Kebutuhan yang kurang dipikirkan sehingga menyebabkan kesalahpahaman 2. Salah satu karakteristik resiko adalah……………. a. Faktor yang tidak memberi peluang bisnis b. Keadaan seseorang yang memberi kepuasan ekonomi c. Ketidakpastian bila akan menimbulkan kerugian d. Kelemahan untuk menafsirkan keuntungan e. Gambaran yang melekat pada diri wirausaha dan sulit dihilangkan 3. Salah satu yang menjadi alasan kegagalan bisnis adalah………….. a. Buru-buru cari untung b. Mengerjakan pekerjaan yang kurang penting c. Kehabisan semangat d. Masuk ke dalam bisnis terlalu cepat e. Kegagalan memberi pengaruh orang 4. Resiko adalah ketidaktentuan yang mungkin memberikan peristiwa kerugian. Pengertian ini menurut pendapat a. Herman Darmawi b. Athur Williams dan Richard M.H. c. Soekarto d. Abas Salim e. Davis 5. Pengertian resiko menurut Soekarto adalah…………. a. Suatu variasi hasil yang terjadi pada waktu tertentu
b. Ketidaktentuan pendapat wirausaha c. Suatu penyebaran keuntungan yang layak d. Ketidakpastian atas terjadinya suatu peristiwa e. Suatu teori perbandingan keuntungan dan modal 6. Perubahan kondisi ekonomi yang tidak menentu dan dapat mempengaruhi usaha disebut…. a. Perubahan permintaan b. Persaingan c. Pengaruh teknologi d. Perubahan mode e. Perubahan konjungtur 7. Penemuan baru merupakan contoh macam resiko usaha yaitu………… a. Perubahan teknologi b. Persaingan c. Penurunan permintaan d. Kemajuan zaman e. Peningkatan pendidikan 8. Beberapa hal di bawah ini termasuk contoh-contoh dari perubahan peraturan, yang tidak ternasuk adalah………. a. Aturan permainan b. Aturan pendidikan c. Aturan lalu lintas d. Aturan hukum e. Aturan administrasi pemerintah 9. Resiko internal meliputi hal-hal berikut, dan yang tidak termasuk adalah… a. Kekurangan sumber daya b.Kesalahan manusiawi c. Kurang mendapat keuntungan d. Ketidaktahuan e. Teknologi yang tidak dikenal 10. Tahap-tahap perencanaan terhadap resiko tersebut di bawah ini dan yang tidak termasuk adalah…… a. Hindari resiko b. Resiko yang terbaru c. Asuransikan resiko d. Kenali resiko e. Kendalikan manajemen 11. Mempertimbangkan peranan tim yang wajar agar pembahasan lebih efektif merupakan suatu usaha……………… a. Menghindari resiko b.Mengendalikan manajemen c. Mengasumsikan resiko d. Mengenali resiko
e. Mencari resiko yang tertinggal 12. Gunakan tenaga ahli untuk mengadakan pembicaraan, merupakan salah satu usaha untuk………… A. Mengenali resiko B. Mengendalikan manajemen C. Menghindari resiko D. Mencari resiko yang tertinggal E. Mengasuransikan resiko 13. Manajemen adalah merupakan ilmu atau seni yang dilakukan oleh manusia dengan sarananya, merupakan pandangan dari….. A. Davis B. Prof. Weiliang Lee C. Arthur William D. Soekarto E. Richard 14. Suatu cara untuk mengatasi resiko tertinggal adalah membuat peristiwa untuk peristiwa tak terduga seandainya peristiwa itu belum terjadi. Ini merupakan pengertian dari……… A. Alternative ide B. Resiko pasar C. Distribusi produk D. Informasi parsial E. Contingency planning 15. Pembatasan komitmen dan pengembangan hanya berlanjut bila resiko yang dinilai untuk fase berikut sebanding dengan jumlah uang yang terkena resiko disebut…………… A. Pendekatan fase B. Koordinasi rutin C. Resiko terkait D. Permintaan pelanggan E. Studi kelayakan
B. Essay 1. Tuliskan pengertian resiko menurut: a. Arthur Williams dan Richard,M.H. b. Abas Salim c. Herman Darmawi 2. Sebutkan 5 penyebab kegagalan usaha? 3. Tuliskan macam-macam resiko menurut sumber/penyebab timbulnya? 4. Sebutkan 3 contoh perubahan permintaan? 5. Bagaimana upaya untuk menghindari resiko teknis? 6. Bagaimana cara untuk menanggulangi atau meminimumkan resiko berdasar pada sifat dan obyek yang terkena resiko? 7. Sebutkan 2 penyebab terjadinya resiko kredit? 8. Tuliskan tipologi pengambilan resiko pada tingkat manajemen? 9. Sebutkan beberapa petunjuk mengenai tahap perencanaan resiko? 10. Tuliskan 5 pertanyaan sebelum mengambil keputusan yang mengandung resiko?
BAB VII. MEMBUAT KEPUTUSAN Standart kompetensi : Mengaktualisasikan sikap dan perilaku wirausaha Kompetensi dasar : 1.7 Membuat keputusan Tujuan pembelajaran : Setelah siswa mempelajari modul ini diharapkan : 1. Menjelaskan pengertian keputusan 2. Mengidentifikasikan jenis – jenis keputusan 3. Menjelaskan proses pengambilan keputusan 4. Menjelaskan analisis Swot 5. Menjelaskan resiko pembuatan keputusan A. Pengertian keputusan Pengambilan keputusan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi individu maupun organisasi. Mengambil keputusan kadang – kadang mudah tetapi lebih sering sulit sekali. Kemudahan atau kesulitan mengambil keputusan tergantung pada banyaknya alternative yang tersedia. Seorang wirausaha harus membuat keputusan setiap hari dan keputusan yang diambil memiliki tingkat – tingkat yang berbeda – beda . Ada keputusan yang tidak berpengaruh bagi organisasi dan ada yang dapat menentukan kelangsungan hidup organisasi . Oleh karena nya wirausaha hendaknya dalam membuat keputusan harus hati – hati dan bijaksana. Keputusan adalah sesuatu pilihan yang diambil diantara satu atau lebih pilihan yang tersedia. B. Jenis – jenis keputusan 1. Keputusan dalam organisasi ada 2 yaitu : 1) Keputusan rutin Adalah keputusan yang sifatnya rutin dan berulang – ulang dan biasanya dikembangkan cara tertentu untuk mengendalikannya. 2) Keputusan tidak rutin
Adalah keputusan yang diambil pada saat – saat tertentu ( khusus ) dan tidak bersifat rutin ( tidak terprogram). 2. Metode dalam pengambilan keputusan 1. Metode tradisional Adalah cara pengambilan keputusan lebih berdasarkan intuisi dan kebiasaan 2. Metode modern Adalah cara pengambilan keputusan berdasarkan perhitungan matematis dan penggunaan instrument bersifat modern seperti computer dan perhitungan statistik. 3. Macam – macam keputusan dalam bisnis 1) Keputusan produksi berhubungan dengan : a. Luasnya permasalahan b. Susunan ( lay out ) perusahaan c. Metode – metode produksi d. Lokasi perusahaan e. Pembayaran gaji / upah f. Riset pemasaran dan teknik g. Praktek pembelian dan penjualan h. Inspeksi supervise i. Jumlah inventaris 2) Keputusan penjualan berhubungan dengan a. Riset pemasaran b. Lokasi kantor – kantor penjualan c. Saluran – saluran pemasaran d. Jenis dan luasnya reklame e. Penggunaan merk dagang f. Pengepakan produk g. Penetapan harga pokok h. Promosi dan distribusi
3. Keputusan permodalan berhubungan dengan : a. Struktur modal b. Usaha modal baru c. Syarat – syarat kredit d. Rencana permodalan kembali e. Likuidasi f. Pembayaran deviden g. Jumlah tenaga kerja dan jam kerja h. Penetapan biaya eksploitasi i. Prosedur kantor j. Peleburan usaha atau bisnis 4. Keputusan kepegawaian berhubungan dengan : a. Sumber – sumber tenaga kerja b. Teknik seleksi dan wawancara c. Analisis pekerjaan dan evaluasi d. Jenis latihan dan pendidikan e. Keselamatan kerja dan kesejahteraan f. Hubungan perusahaan dengan eksternal group g. Perundingan dengan karyawan h. Rencana mengenai pensiun i. Sugesti dan saran – saran j. Absensi para karyawan C. Proses pengambilan keputusan 1. Faktor – factor yang mempengaruhi pembuatan keputusan yaitu : 1) Orang Dalam membuat keputusan perlu dipertimbangkan orang – orang yang akan merasakan keputusan tersebut. 2) Psikologis Mengambil keputusan perlu memperhatikan masalah emosional, pikiran, perasaan, kekecewaan, maupun pengaruh kejiwaan lainnya. 3) Sasaran
Pengambilan keputusan harus dapat mendorong kearah tercapai 4) Fisik Pekerjaan mental maka harus ditransferkan kearah tindakan fisik 5) Waktu Memperhatikan penggunaan waktu yang efektif dan efisien untuk menganalisa data – data dan permasalahanya 6) Pelaksanaan Setiap keputusan akan menimbulkan suatu rangkaian tindakan 2. Proses pengambilan keputusan Adapun langkah – langkah umum yang harus diperhatikan : 1) Perumusan masalah Dalam memecahkan masalah yang timbul maka perlu dicari lebih dahulu sumber permasalahan yang ada 2) Pemilihan model pemecahan masalah Penggunaan model yang sesuai sangat diperlukan dalam pemecahan masalah karena pemecahan lebih terarah dan pasti sehingga masalah disini tidak lagi bersifat coba – coba. Yang harus diperhatikan adalah bagaimana memilih model yang tepat karena model yang tidak tepat akan mengakibatkan ketidaktepatan keputusan yang diambil. 3) Pengumpulan data Setelah permasalahan sudah cukup jelas maka perusahaan harus mengumpulkan data yang diperlukan. Sumber data ada 2 yaitu data primer dan data skunder Pengumpulan data dapat dilakukan dengan observasi dan wawancara. 4) Analisis Data Data yang diperlukan sudah dapat dikumpulkan maka akan dianalisis dengan mempergunakan berbagai model analisis maka akan terdapat berbagai macam alternative pemecahan masalah yang bisa digunakan sehingga masalah dapat diselesaikan dengan baik.
5) Rangking alternative Beberapa alternative yang dihasilkan dalam analisis akan mempunyai kelebihan dan kekurangan, untuk mengambil keputusan maka sebaiknya mengadakan pengujian terhadap masing – masing alternative sehingga dapat diketahui dampak dari alternative dengan begitu akan mempermudah bagi pembuat keputusan untuk menyusun rangking dari masing – masing alternative 6) Pengambil keputusan Berdasar dari rangking alternative yang telah didapat maka dicoba untuk dilihat kemungkinan penerapannya,dalam hal ini selayaknya diperhitungkan juga berbagai macam faktor yang ditimbulkan apabila alternative tersebut dipergunakan sebagai pemecahan masalah. Gambar pola pengambilan keputusan Masalah / problem Penentuan model pemecahan masalah Pengumpulan data Analisis data Rangking alternatif Keputusan
3. Tingkat pengambilan keputusan ada 2 faktor : 1) Sejauh mana keputusan yang diambil akan mempengaruhi pihak lain. Semakin besar pengaruh keputusan yan diambil terhadap organisasi atau peusahaan maka semakin tinggi pula urgensinya 2) Siapa yang mengambil keputusan / tingkat manajemen Semakin tinggi tingkat manajemen maka semakin tinggi urgensi keputusan tersebut. 4. Aspek – aspek pengambilan keputusan Yang harus diperhatikan dalam pengambilan keputusan yaitu : 1. Aspek lingkungan Lingkungan yang mempengaruhi baik internal dan eksternal bagi seorang wirausahawan. Contoh lingkungan internal : a. Lingkungan dalam organisasi 1) Latar belakang pendidikan dan teknologi wirausahawan 2) Ketrampilan manajerial wirausahawan 3) Keterlibatan dan komitmen anggota 4) Model komunikasi antar anggota b. Divisi organisasi 1) Jenis teknologi yang dimanfaatkan 2) Interdepensi antar bagian 3) Konflik antar bagian dalam organisasi c. Persaman visi dan misi anggota organisasi 1) Tujuan dan sasaran yan hendak dicapai 2) Proses peleburan individu kedalam kelompok Contoh lingkungan eksternal yaitu : a) Pihak lain yang memanfaatkan out put organisasi 1) Distributor produk atau jasa 2) Pemakai akhir produk dan jasa ( konsumen ) b) Hukum yang berlaku 1) Hukum konstitusi
2) Hukum adat c) Komponen teknologi 1) Perbaikan dan pengembangan produk 2) Memenuhi kebutuhan teknologi d) Pesaing bisnis e) Keadaan sosial politik 2. Aspek pebuat keputusan Yaitu orang atau kelompok orang yang akan mengambil keputusan 3. Apek orientasi dalam mengambil keputusan Dalam mengambil keputusan seorang wirausaha harus bersifat terbuka terhadap gagasan dan sasaran yang datang dari luar, ada 4 orientasi yaitu: a. Orientasi penerimaan b. Orientasi eksploitasi c. Orientasi penimbunan d. Orientasi pemasaran 4. Aspek tujuan yang harus dicapai Pemilihan alternative dalam pengambilan keputusan sangat mendukung pada tujuan yang hendak dicapai 5. Aspek alternative yang relevan Situasi dalam mengambil keputusan minimal terdiri dari dua alternative pilihan. Tetapi diantara pilihan – pilihan tersebut ada yang tidak relevan artinya pilihan tersebut tidak dapat dilaksanakan atau tidak dapat memecahkan masalah yang dihadapi. 6. Aspek peringkat alternative Alternatif – alternative yang tersedia untuk mengambil keputusan harus diurutkan secara sitematis dari yang paling diinginkan sampai yang paling kurang diinginkan 5. Dasar dan teknik membuat keputusan usaha 1. Intuisi
Adalah pembuat keputusan berdasarkan pada penggunaan perasaan orang yang membuat keputusan tersebut 2. Fakta 3. Pengalaman 4. Ketrampilan D. Analisis SWOT Mengambil keputusan bisa juga dilakukan dengan menganalisis peluang dan ancaman dari lingkungan eksternal dan juga menganalisis kekuatan dan kelemahan dari lingkungan internal. Metode yang menganalisis lingkungan eksternal dan internal dengan metode analisis Swot yaitu menganalisis kekuatan ( Streagth ), kelemahan ( weakness ), kesempatan atau peluang ( oppottunity ) dan ancaman (threat ) 1. Analisis lingkungan eksternal Perusahaan untuk mengambil keputusan strategi bisnisnya bisa melakukan analisis lingkungan eksternal yaitu dengan mengamati kekuatan lingkungan makro meliputi demografis, ekonomi, politik, hukum, teknologi, social dan budaya dan juga pelaku lingkungan mikro yang utama yaitu pelanggan, pesing, saluran distribusi, pemasok yang memperoleh laba di pasar, Dengan begitu diharapkan perusahaan dapat mengikuti perkembangan dan kecenderungan yang berlaku sehingga dapat menentukan peluang dan ancaman yang timbul. a. Peluang/opportunity Tujuan utama perusahaan mengadakan pengamatan adalah untuk melihat/menangkap peluang baru. Peluang pemasaran yaitu suatu kebutuhan dimana perusahaan dapat bergerak dengan memperoleh laba .
Gambar Matrik Peluang Rendah KEMUNGKINAN BERHASIL Tinggi D 3 A Tinggi Y A 1 T A R Rendah I K Keterangan : 2 1) Peluang yang terbaik adalah pada4kotak 1 sehingga manajemen harus merencanakan untuk mengejar peluang tersebut 2) Peluang pada kotak 2 dan 3 harus diamati kalau daya tarik atau kemungkinan suksesnya meningkat maka perlu dipertimbangkan. 3) Kotak 4 terlalu kecil kalau dipertimbangkan b. Ancaman ( Threat ) Sebagian perkembangan dalam lingkungan eksternal merupakan ancaman bagi perusahaan. Ancaman lingkungan adalah tantangan akibat kecenderungan yang tidak menguntungkan atau perkembangan yang akan mengurangi penjualan dan laba. Gambar Matrik Ancaman KEMUNGKINAN TERJADI Tinggi Rendah K E Tinggi S E R1 I U3 S Rendah A N 2 4
Keterangan : 1. Kotak 1 : Ancaman Utama Ancaman yang dapat benar – benar merugikan perusahaan dan kemungkinan terjadinya besar. Untuk ancaman seperti ini perusahaan perlu menyiapkan langkah – langkah penyelamatan yang menjelaskan perubahan yang harus dilakukan perusahaan menjelang dan selama terjadi ancaman. 2. Kotak 2 dan 3 tidak perlu rencana penyelamatan namun perlu diamati kalau menjadi lebih serius. 3. Kotak 4 sangat kecil dan dapat diabaikan. Dengan menggambarkan ancaman dan peluang utama yang dihadapi perusahaan dapat dijabarkan daya tarik keseluruhan ada 4 kemungkinan yaitu: 1) Bisnis ideal Peluang utamanya besar dan ancaman utamanya kecil 2) Bisnis spekulasi Peluang utamanya maupun ancaman utamanya besar 3) Bisnis matang Apabila peluang utama maupun ancaman utamanya kecil 4) Bisnis sulit Apabila peluangnya kecil dan ancaman utamanya besar 2. Analisis lingkungan internal Selain mengetahui peluang yang menarik dilingkungan perusahaan juga memiliki keahlian yang dibutuhkan untuk sukses dalam peluang tersebut. Setiap unit bisnis perlu dinilai kekuatan dan kelemahan secara periodik yaitu dengan mengkaji kompetensi pemasaran, keuangan, produksi dan organisasi perusahaan. Setiap faktor dinilai apakah merupakan kekuatan utama,kekuatan sampingan ,faktor netral ,kelemahan sampingan atau kelemahan utama. Setiap perusahaan harus menelaah beberapa proses dasar seperti penciptaan produk baru, bahan baku sampai barang jadi. Prospek penjualan, pesanan – pesanan sampai uang diterima, problem pelanggan
sampai waktu penyelesaian dst. Setiap proses menciptakan nilai dan memerlukan kerjasama antar bagian . Kadang – kadang suatu bisnis gagal bukan karena masing – masing bagiannya tidak memiliki kekuatan yang dibutuhkan melainkan karena bagian – bagian tidak bekerja sama sebagai tim. Tabel Analisis Kekuatan /Kelemahan Kekuat Kekuata Netr Kelema Kelema Ting Seda rend an n al han han gi ng ah Umum sampin samping utama gan an PEMASAR AN Reputasi Pangsa pasar Mutu produk Mutu pelayanan Efektivitas penentuan harga Efektivitas penyaluran Efektifitas promosi Efektifitas wiraniaga Efektifitas inovasi Cakupan wilayah KEUANG AN Biaya dan adanya modal Alur uang tunai Stabilitas keuangan
PRODUKS I Fasilitas Skala ekonomi Kapasitas Pekerja yang terampil Tepat wktu Kemampua n teknis ORGANIS ASI Kepemimpi nan yang handal Karyawan yang setia Wawasan intrepreneur Fleksibel / responsive E. Resiko Pembuatan Keputusan 1. Kondisi pembuat keputusan Ada 3 kondisi yang dihadapi seorang wirausaha yaitu : 1) Kondisi kepastian sepenuhnya Kondisi ini hampir tidak pernah ditemui.Dalam kondisi ini wirausaha dengan pasti hasil dari keputusan yang diambilnya karena ia memiliki semua informasi dan fakta 2) Kondisi ketidakpastian sepenuhnya
Dalam kondisi ini wirausaha sama sekali tidak tahu hasil dari keputusan yang diambilnya.Hal ini mungkin terjadi karena tidak adanya empiris yang berkaitan dengan keputusan yang diambil tersebut. 3) Kondisi resiko Terjadi bila wirausaha hanya memiliki sedikit informasi mengenai hasil dari keputusan yang diambil jika keputusan tersebut akan dilaksanakan. 2. Resiko pembuat keputusan 1) Resiko adalah dampak atau akibat dari suatu keputusan yang diambil dalam memecahkan masalah yang terlalu dibuat. 2) Setiap keputusan pasti beresiko positif atau negative 3. Alat bantu dalam pengambilan keputusan Ada 2 perangkat popular yang digunakan dalam mengambil keputusan yaitu: 1) Teori probabilitas Menunjukan besarnya kemungkinan terjadinya suatu kejadian. Dengan bantuan perangkat ini wirausahawan dapat memperkirakan nilai yang diharapkan untuk tiap – tiap alternative yang dipilih. Dalam bentuk rumus: EV= I X P EV = Expected value ( nilai yang diharapkan ) I = Pendapatan yang dihasilkan P = Besarnya kemungkinan untuk memperoleh pendapatan tsb Contoh Seorang wirausaha dihadapkan pada alternative A,B dan C yang memberikan tingkat pendapatan potensial dan probabilitas yang berbeda satu dengan yang lain. Sebagimana yang terlihat dalam table
Alternatif Pendapatan Probabilitas Nilai yang potensial ( Rp ) Pendapatan diharapkan ( Rp ) A 500.000,- 0,25 125.000,- B 750.000,- 0,20 150.000,- C 1.000.000,- 0,14 140.000,- I P EV Pada table diatas yang paling menguntungkan untuk wirausaha adalah pada alternative B yang memberkan nilai EV terbesar. 2. Pohon keputusan Adalah bagian dari tiap – tiap keputusan yang diambil oleh wirausaha. Tiap – tiap keputusan yang diambil akan melahirkan sebuah kondisi dimana wirausaha harus mengambil keputusan lagi. Singkatnya sebuah keadaan/kondisi lahir akibat pengambilan keputusan yang dilakukan sebelumnya. Contoh : pemilihan fakultas di perguruan tinggi oleh siswa baru lulus SMA. Fakultas Ekonomi Fakultas Pertanian Perusahaan Bank Bank Peneliti Manajer Ka. Cabang Ass. Manajer Penemu Dari pohon keputusan tsb dapat kita lihat, bila ia memilih fakultas ekonomi setelah lulus kemungkinan ia akan bekerja di bank memegang jabatan kepala cabang atau kemungkinan ia menjadi manajer di perusahaan lain.Jika memilih fakultas pertanian kemungkinan ia akan bekerja di bank dengan jabatan assisten manajer atau bekerja sebagai peneliti yang mungkin akan menemukan produk baru yang memiliki keunggulan dibandingkan dengan produk sejenis lainnya.
EVALUASI KOMPETENSI A. Isilah dengan tepat 1. Sesuatu pilihan yang diambil diantara satu atau lebih pilihan yang tersedia disebut…? 2. Keputusan yang diambil pada saat – saat tertentu disebut .....? 3. Dalam metode pengambilan keputusan dengan metode tradisional lebih didasarkan pada ...........? 4. Keputusan tentang riset pemasaran dan teknik termasuk jenis keputusan ........? 5. Mangambil keputusan perlu memperhatikan masalah emosional & pikiran,hal ini merupakan proses pengambilan keputusan yang didasarkan pada faktor..? 6. Mengambil keputusan dengan menganalisis lingkungan eksternal dengan menggunakan metode .? 7. Peluang maupun ancaman utamanya besar merupakan kemungkinan bisnis .? 8. Ada 2 alat bantu dalam mengambil keputusan yaitu ……………? 9. Menunjukan besarnya kemungkinan terjadinya suatu kejadian, hal ini teori pengambilan keputusan …? 10. Dampak dari suatu keputusan yang diambil dalam memecahkan masalah yang terlalu dibuat disebut ……………………………………? B. Essay 1. Jelaskan apa yang melatarbelakangi seseorang mengambil keputusan ? 2. Apakah perbedaan metode tradisional dan metode modern dalam mengambil keputusan rutin ? 3. Bagaimana menilai vital dan tidaknya suatu keputusan berkaitan dengan pengaruhnya terhadap organisasi secara umum ? 4. Sebutkan 6 langkah proses pengambilan keputusan ? 5. Jelaskan faktor – faktor yang mempengaruhi pembuatan keputusan !
DAFTAR PUSTAKA
Search