Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore Toto Terjerumus Masalah

Toto Terjerumus Masalah

Published by sdnsatucepiring, 2021-04-01 15:21:27

Description: Toto Terjerumus Masalah

Search

Read the Text Version

Toto Terjerumus Masalah Yam Luy Chhuy Amrin Pisey

Hore, saatnya istirahat! Toto dan teman- temannya senang bermain di taman bermain selama istirahat sekolah. 1

Anak-anak berlari untuk bermain ayunan, seluncuran, atau jungkat-jungkit. Toto tertinggal di belakang, makan buah lengkeng dan minum air. 2

Namun, Toto ingin segera bergabung dengan teman-temannya, jadi dia mencari tempat yang aman untuk menyimpan kudapannya. 3

Ketika Toto lapar lagi, dia kembali untuk menghabiskan kudapannya. Kemudian, dia melemparkan kulit dan biji buah di tanah sebelum berlari kembali untuk bermain. 4

Teitei melihat Toto membuang sampah sembarangan dan berseru, ”Bu Guru! Toto membuang sampah sembarangan. ” Toto menyembunyikan biji-biji dengan kakinya. ”Tidak!” katanya kepada bu guru, lalu meniup sambil mencibir sampai berbunyi ’preet’ kepada Teitei karena mengadukannya. 5

Tak lama kemudian, Toto menghabiskan air di botol, dan melemparkannya ke tanah. Teitei memergokinya lagi dan mencoba memberi tahu gurunya. Tetapi, Bu Guru terlalu sibuk membantu siswa lain dan tidak mendengarnya. 6

Teitei mencoba menasihati Toto. ”Berhentilah membuang sampah sembarangan! Kamu benar-benar harus membuang sampah di tempat sampah. ” Namun, Toto tidak menggubris. ”Aku tidak mau mendengarkanmu! Aku mau main.” 7

Toto lari menuju seluncuran. Namun, dia lupa memperhatikan biki-biji lengkeng yang berserakan di tanah. 8

Toto tersandung dan jatuh, tepat di pantatnya! Kedengarannya seperti seekor gajah yang jatuh ke tanah. 9

Toto mencoba bangun tetapi jatuh lagi. Dia sangat malu. 10

”Ada apa di sini?” tanya guru Toto ketika mendengar anak-anak tertawa. Teitei menjelaskan bahwa Toto tersandung biji -biji yang dia buang ke tanah. 11

Setelah mendengarnya, Bu Guru menghampiri untuk membantu Toto bangun. Bu Guru mencoba membantu Toto tetapi anak itu tidak mau bangun. Dia sedih karena tidak mengerti apa salahnya. 12

Setelah Toto kembali berdiri, Bu Guru mengajaknya bicara. ”Toto, kau harus membuang semua sampah ke tempat sampah. Sebagaimana yang sudah kaupelajari hari ini, membiarkan sampah berserakan di tanah bisa menyebabkan banyak masalah!” 13

”Bagaimana dengan biji lengkeng? Apakah itu juga sampah? ” tanya Toto. ”Ya, biji lengkeng harus dibuang. Tapi biji- biji juga dapat dikembalikan ke bumi agar tumbuh menjadi pohon-pohon baru.” 14

Toto punya ide. ”Bagaimana kalau kita menanam semua biji-biji itu? Jadi, di tempat bermain lebih banyak tempat berteduh dan kita bisa makan lebih banyak camilan!” ”Ide bagus, Toto. Ayo kita buang botol plastik ini ke tempat sampah. Setelah itu, kita bisa mulai mengumpulkan biji-biji untuk ditanam. ” 15

Sekarang, Toto selalu membuang sampahnya. Plastik dimasukan ke tempat sampah daur ulang. Dan biji lengkengnya akan segera tumbuh menjadi taman yang indah untuk taman bermain! 16

”Ibu bangga kepadamu Toto. Terima kasih telah menjadikan taman bermain kita tempat yang lebih baik untuk bermain! ” 17

18

Lebih Lanjut Tentang Lingkungan: Untuk informasi lebih lanjut tentang apa yang dapat Anda lakukan: https:// plasticfreecambodia.com/individuals/ Informasi lingkungan tambahan yang diberikan oleh Conservation International bekerja sama dengan The Asia Foundation 19

Didukung oleh SMART 20

Brought to you by Let’s Read is an initiative of The Asia Foundation’s Books for Asia program that fosters young readers in the Asia-Pacific. booksforasia.org To read more books like this and get further information about this book, visit letsreadasia.org Original Story ្រគាបេ់ មៀនរបស់ តតូ ,ូ Illustrator: Yam Luy Chhuy Amrin Pisey. Published by The Asia Foundation - Let’s Read, https://www.letsreadasia.org © The Asia Foundation - Let’s Read. Released under CC BY-NC 4.0. This work is a modified version of the original story. © The Asia Foundation, 2020. Some rights reserved. Released under CC BY-NC 4.0. For full terms of use and attribution, http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/ Contributing translators: Dina Begum