MODUL AJAR PERKEMBANGAN ISLAM DI MESIR
Peta Konsep Perkembangan Islam di Mesir Masuknya Islam ke Mesir Zaman Rasulullah Zaman Khalifah Umar Bin Khattab Mengutus Hatib bin Balta'ah menyampaikan Mesir menderita karena penjajahan Romawi surat dakwah Di tolak oleh Penguasa Usulan Amr bin Ash Mesir membebaskan Mesir Berhasil memerdekakan Mesir Perjanjian antara Amr bin Ash dan Muqauqis Mesir menjadi daerah Islam sepenuhnya Perhatikan gambar dibawah ini! Universitas Al-Azhar Kairo Masjid Amru bin As
MATERI 1. Masuknya Islam di Mesir Islam mulai menyentuh Mesir sejak zaman Nabi Muhammad saw hidup, sekitar tahun ke-6 hijriah beliau mengutus salah seorang sahabatnya bernama Hatib bin Abi Balta’ah untuk menyampaikan surat dakwah (seruan masuk Islam) kepada Muqauqis (penguasa Mesir, Gubernur Romawi Timur). Akan tetapi, ia belum mau masuk Islam. Sebagai penghargaan atas surat tersebut, Muqauqis mengirim dua orang gadis Mesir salah satunya Mariyah al- Qibthiyah, yang akhirnya dinikahi oleh Rasulullah saw. Mesir tetap dalam genggaman Romawi hingga pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab. Saat itu bangsa Mesir sangat menderita karena penjajahan. Amr bin Ash selaku panglima tempur mengusulkan kepada khalifah Umar untuk membebaskan Mesir. Usulan tersebut diterima kemudian sebanyak empat pulu ribu pasukan kaum muslimin dipersiapkan. Sebelumnya Amr bin Ash menawarkan tiga pilihan kepada penguasa Mesir, yakni: a. Mau memeluk Islam b. Wajib membayar jizyah (pajak), atau c. Terjadi pertempuran Kedua tawaran petama ditolak maka terjadi pertempuran. Pasukan yang dipimpin Amr memasuki daerah Mesir melalui padang pasir melalui kota kecil bernama al-Arisy. Dengan mudah, pasukan Islam menaklukkan kota itu. Dari sana pasukan Islam memasuki kota al-Farma. Dikota ini pasukan Islam mendapatkan perlawanan. Amr bin Ash memerintah untuk mengepung kota ini dan setelah satu bulan kota ini berhasil direbut. Dari Al-Farma pasukan Islam melanjutkan ke Bilbis. Di sini pasukan muslimin mendapat bantuan dari rakyat Mesir. Di kota ini pasukan Islam menangkap Putri Muqauqis yang terkenal sebagai pelindung rakyat Mesir.
Putri ini diantar ke rumahnya dengan segala hormat. Dari bilbis pasukan Islam menuju ke Tondamis yang tertletak di tepi Sungai Nill. Setelah itu pasukan Islam merebut Iskandariah. Diadakan perjanjian antara Amr bin Ash dan Muqauqis, bahwa Mesir menjadi tahlukan Islam. Sejak saat itu Mesir menjadi daerah Islam sepenuhnya. Dalam perkembangan selanjutnya penduduk Afrika banyak yang memeluk Islam. Kemudian nama Umar bin Ash diabadikan menjadi nama masjid tertua di Mesir. Pasukan Islam telah berhasil memerdekakan bangsa Mesir dari penjajahan jasmani dan rohani yang dilakukan imperium Romawi. Mesir dijajah selama 711 tahun, sejak terbunuhnya Cleopatra tahun 30 SM hinga masa penaklukan pasukan Islam tahun 642 M. 2. Perkembangan Islam di Mesir Pada tahun 1372 H/1952 M, Muhammad Najib mengumumkan berdirinya Republik Arab Mesir “Jumhuriyah Misr Al-Arabiyah” yang sebelumnya bersifat monarki dan ia tampil oleh sebagai presiden pertamanya. Muhammad Najib berhasil disingkirkan oleh Jamal Abdul Nasser yang memegang kekuasaan tahun 1373-1391 H/1953-1970 M. Selain itu, Mesir Juga pernah didijajah Inggris sejak tahun 1299 H/1882 M. Pada tahun 1340 H/1922 M Mesir menghadapi permusuhan melawan tiga Kekuatan, yaitu Inggris, Prancis, dan Israel. Mesir kemudian mengumumkan kesatuannya dengan Suriah pada tahun 1378-1381 H/ 1961 M) Pada saat ini pemeluk agama Islam di negri Mesir adalah mayoritas. Dengan jumlah penduduk sebanyak 58,630,000 orang menjadikan negara ini dengan poulasi muslim terbesar ke-7 di dunia. Mesir juga terdapat beberapa universitas besar yang membantu perkembangan serta kemajuan bidang pendidikan untuk umat Islam. Salah satu universitas terkenal di Mesir adalah Universitas al Azhar, Kairo. Banyak mahasiswa dari seluruh penjuru dunia yang menuntut ilmu disana. Universitas al-Azhar ini didirikan oleh Jauhar Al- Khatib As-Saqili tanggal 7 Ramadhan 361 H (22 Juni 972). Mesir juga memiliki bangunan-bangunan dengan nilai seni yang tinggi, seperti Al-Qasr Al-Garb (Istana Barat), Al-Qasr Asy-Syarq (Istana
Timur), Universitas Al-Azhar, tembok yang mengelilingi istana, dan pintu- pintu gerbang yang terkenal dengan nama Bab An-Nasr (pintu kemenangan) serta Bab Al-Fath (pintu pembukaan). DiMesir juga terdapat masjid-masjid yang megah dan indah, misalnya: Masjid Al-Azhar. Masjid Maqis, Masjid Rasyidah, Masjid Aqmar, Masjid Saleh, dan Masjid Raya di Qairawan yang dibangun kembali pada tahun 862 M.
Search
Read the Text Version
- 1 - 5
Pages: