Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore Majalah-Lenterajiwa-25

Majalah-Lenterajiwa-25

Published by Soerojo Hospital, 2022-06-14 04:39:08

Description: Majalah Lentera Jiwa Edisi 25 tahun 2014

Keywords: Majalah,magazine,Lenterajiwa,soerojohospital,majalah kesehatan,majalah indonesia

Search

Read the Text Version

Edisi25 | 2014 LENTERA JIWA 1



EDITORIAL Menyentuh Kepekaan PELINDUNG : Ketika Tuhan memberikan kita hadiah, tentu kita sangat Direktur Utama gembira. Bagaimana jika ‘hadiah’ itu adalah buah hati, orang tua, atau saudara yang menderita Schizoprenia? Anugrah PENASEHAT : yang sungguh harus dihadapi penuh dengan perjuangan Direktur SDM dan Pendidikan dan kesabaran luar biasa. Karena hidup bersama dengan mereka Direktur Medik dan Keperawatan bukanlah hal yang sederhana. PENANGGUNG JAWAB : Mereka adalah individu-individu yang selama hidupnya Direktur Keuangan dan Administrasi Umum membutuhkan dukungan kita. Banyak dari mereka terlihat sangat normal. Tapi ada pula yang tanpa ekspresi dengan tatapan hampa PEMIMPIN REDAKSI : sambil sesekali tertawa. Pribadi ini juga kehilangan kepekaan emosi Kasubbag Hukor & Humas dan perasaan hingga tak jarang mereka melakukan hal-hal yang sangat absurd. Ketakutan setiap saat, ingin bunuh diri, berperan jadi REDAKTUR : superhero, sang superstar pujaan, bahkan ingin menyerang orang Kasubbag. Hukor dan Humas lain. Mereka menyimpan misteri dalam dunianya sendiri. Ironisnya, dr. E. Anang Widianta, Sp.KJ.,M.Sc hingga saat banyak dari kita yang tidak peduli. Barkah Sutiono, SST Dalam peringatan HKJS yang dicanangkan oleh Federasi Dunia Triyana, S.Kep.,Ns untuk Kesehatan Jiwa, World Federation of Mental Health (WFMH) tahun ini menetapkan tema: “Living With Schizophrenia” dengan sub PENYUNTING/EDITOR : tema “Kepedulian Keluarga dan Masyarakat dalam Pemberdayaan Herman Sayogo, SH Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ)”. Imron Fauzi, SH Tema ini mengingatkan kembali pada masyarakat, agar Yullaika Wahyu Astuti, SE dapat hidup berdampingan dengan ODGJ. Hal ini penting karena penerimaan keluarga dan masyarakat yang baik akan mendorong DESAIN GRAFIS & FOTOGRAFER : ODGJ untuk dapat kembali ke masyarakat dan kembali produktif. Yanuar Sapto Nugroho, AMK Wahyu Setyawan, AMd Memang tak mudah. Mereka terlanjur dianggap beban yang Hario Hendro Baskoro merepotkan, bahkan aib oleh keluarga mereka sendiri. SEKRETARIAT : Kementerian Kesehatan lewat Riset Kesehatan Dasar tahun 2007 Galuh Novi Wulandari, S.Sos mencatat, penderita gangguan jiwa berat 0,46 persen dari populasi nasional. Skizofrenia diduga diderita 6-19 orang per 1.000 penduduk. Renny Indraswari, SH Jika jumlah penduduk Indonesia sekitar 200 juta jiwa, tak kurang dari 1,2 juta penduduk menderita skizofrenia. PEMBUAT ARTIKEL : dr. Ratna Dewi Pangestuti, Sp.KJ Jumlah ini menandakan, mereka bisa saja berada di sekitar kita, namun tak terungkap karena ketertutupan keluarga. Ketidakpahaman Purwono, S.Kep.,Ns juga menyebabkan skizofrenia dikaitkan dengan hal gaib sehingga Agus Heri, AMK pasien dibawa ke ‘orang pintar’. Saat sudah putus asa dan ke dokter, kondisinya sudah lebih parah. Padahal, skizofrenia harus diobati. Alamat Redaksi : Data ilmiah membuktikan, makin cepat dan tepat penderita diobati, Sub Bag Hukor & Humas RSJS hasilnya lebih baik. Jl. A. Yani No. 169 Magelang Telp. (0293) 363602, Fax. (0293) 365183 Semoga tema besar HKJS tahun ini mampu menyentuh kepekaan Email : [email protected] kita, anggota keluarga, pemerintah, dan masyarakat untuk lebih memahami, lebih bijak dan saling bersinergi memberikan dukungan, Dicetak Oleh: serta lingkungan yang positif bagi pemulihan mereka. Citra Mandiri Utama Jl. S. Parman (Ngaglik Lama No.72) Salam sehat jiwa. Semarang 50231, Telp. (024) 8316727 email : [email protected] Majalah LENTERA JIWA menerima tulisan dari praktisi/ peminat bidang kesehatan (baik keluarga besar RSJS Magelang atau- pun masyarakat umum). Redaksi berhak menyunting tulisan yang akan dimuat tanpa mengubah esensi. Tulisan dan ilustrasi yang dimuat sepenuhnya menjadi hak majalah LENTERA JIWA. Edisi25 | 2014 LENTERA JIWA 3

content 15HUT RSJ Prof. dr. Soerojo ke-91 Menggali Bakat Memupuk Solidaritas 17Workshop Standar Kompetensi Praktikan Keperawatan 22Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia Th 2014 Living With Schizophrenia, Mereka Butuh Kita Heru Yunan, S.Kep, 24 Pemenang KORPRI Awards Tahun 2014 Ini Kemurahan Tuhan 26Abadikan Sejarah Alat Pengobatan Kesehatan Jiwa Sejak Jaman Belanda 27Pengaruh Gadget Pada Mata 29Kenali Gangguan Belajar Pada Anak Edisi 25 TMS (Transcranial Magnetik Stimulation) 34Bila Sang Buah Hati merupakan terobosan baru cara pengobatan yang Tak Kunjung Tiba Cover relatif aman dan efektif, tanpa menggunakan obat- Story obatan bagi penderita depresi. 38Konsisten Membangun Motivasi Yang perlu diketahui, TMS adalah terapi 18Ciptakan Rekor Muri tambahan, bukan pengganti obat pada tatalaksana Dengan Cap 5 Jari gangguan saraf. Pasien dengan gangguan sistem saraf tetap diberikan pengobatan sesuai standar, setelah itu dapat diberikan terapi TMS untuk me- nunjang atau mempercepat proses penyembuhan. 5 Penanganan Depresi Dengan TMS 8 Penerapan MPKP Dan SP2KP 12 Infeksi Gigi 4 LENTERA JIWA Edisi25 | 2014

KEJIWAAN PENANGANAN DEPRESI DENGAN TMS TMS merupakan terobosan baru cara pengobatan yang relatif aman dan efektif, tanpa menggunakan obat-obatan bagi penderita depresi. Seorang yang sedang dan yang kedua adalah faktor psiko- itu timbul. Apa yang terjadi di otak mengalami depresi da- sosial. Sayangnya, seringkali depresi pada pasien depresi dan cemas me- pat dilihat dari gejala dianggap sebagai gangguan suasana mang sangat kompleks. psikis, fisik dan sosial perasaan atau mood dan bukan seba- yang khas. Gejala tersebut me- gai penyakit. Namun demikian, pada awal- rupakan kumpulan perilaku dan awal terjadinya ketidakseimbangan perasaan yang sering (namun Padahal sebenarnya ketika pa- di otak tersebut, setiap orang mem- tidak selalu) muncul pada waktu sien datang ke psikiater dengan ke- punyai daya tahan berbeda terhadap yang bersamaan. luhan psikologis ataupun fisik yang tekanan ataupun ketidakseimbang- berkaitan dengan masalah kejiwaan- an di dalam otak yang mengalami Ada dua penyebab depresi, nya, ketidakseimbangan; kalau tidak masalah tersebut. Itulah yang mem- yang pertama adalah faktor bio- bisa dibilang kerusakan di otak, su- buat tidak semua orang yang me- logis, termasuk faktor genetik, dah berlangsung jauh sebelum gejala ngalami ketidakseimbangan sistem Edisi25 | 2014 LENTERA JIWA 5

KEJIWAAN di otak mereka, akan berujung pada TMS (Transcranial Magnetik Stim- karena tidak membutuhkan operasi, timbulnya gejala-gejala gangguan ulation) merupakan terobosan baru tidak membutuhkan pembiusan, dan jiwa yang menetap. cara pengobatan yang relatif aman tanpa implantasi elektroda atau stim- dan efektif, tanpa menggunakan ulator saraf. Salah satu hipotesa menyebut- obat-obatan bagi penderita depresi. kan depresi disebabkan gangguan Hal ini diharapkan dapat mem- regulasi neurotransmitter dalam otak. Yang perlu diketahui, TMS ada- bantu pasien yang tidak merespon Neurotransmitter atau sel kimia dalam lah terapi tambahan, bukan peng- pada terapi yang biasa dilakukan, otak antara lain bertanggung jawab ganti obat pada tatalaksana gang- yakni kombinasi farmakoterapi de- mengendalikan gangguan alam pe- guan saraf. Pasien dengan gangguan ngan psikoterapi berupa konseling. rasaan pada manusia. Bila gangguan sistem saraf tetap diberikan pengo- Terapi stimulasi magnetik bekerja neurotransmitter norepinephrin dan batan sesuai standar, setelah itu da- dengan membuat medan magnet serotonin di jaringan otak dikoreksi pat diberikan terapi TMS untuk me- yang memberi stimulasi pada bagian dengan pemberian zat antidepresan nunjang atau mempercepat proses otak yang berbeda. Ketidakseim- kepada penderita, pasien depresi da- penyembuhan. bangan zat kimia atau neurotransmit- pat disembuhkan. Terapi dengan obat ter dalam otak menyebabkan bagian antidepresan ini disebut farmakotera- Transcranial magnetic stimula- otak tertentu sangat aktif, sementara pi. Biasanya, terapi ini makan waktu tion biasanya digunakan ketika peng- bagian lainnya perlu rangsangan dari dan hasilnya tidak langsung tampak. obatan awal depresi tidak berhasil. luar. Selain itu, obat antidepresan kadang Artinya, TMS tidak direkomendasikan membawa efek sampingan seperti sebagai pilihan pertama dalam peng- Cara Kerja TMS mulut kering, sakit kepala, rasa mual obatan dan biasanya hanya diguna- Cara kerja alat ini adalah dengan dan rasa mengantuk pada pasien. kan untuk orang-orang dengan ting- kat depresi yang belum mengalami memberikan stimulasi pada sel saraf Transcranial Magnetic Stimulation kemajuan setelah dilakukan pengo- otak sehingga sel-sel otak yang ter- (TMS), terapi tambahan Ketika Pen- batan standar. TMS juga bisa ditawar- ganggu dapat bekerja kembali deng- gobatan Standar Tidak Berhasil kan sebagai alternatif kepada mereka an lebih baik. TMS berguna mening- yang mungkin mempertimbangkan katkan aktivitas sel yang tidak begitu Perkembangan teknologi mem- terapi elektrokonvulsif. aktif melalui peningkatan kerja neu- buat alat kedokteran semakin maju, rotransmiter, yaitu suatu zat peng- sehingga memudahkan analisa dan Proses TMS menggunakan med- hantar pada jalur sel-sel saraf. membantu mendiagnosa suatu pe- an magnet untuk menstimulasi sel nyakit kejiwaan. Salah satunya yang saraf di otak, yang berguna dalam Terapi TMS dilakukan dengan kini sudah hadir melengkapi alat menyembuhkan gejala depresi, de- rnemberikan gelombang elektro- canggih penunjang di RSJ Prof. dr. So- ngan tingkat invasi terkecil (least in- magnetik frekuensi rendah atau frek- erojo Magelang adalah TMS. vasive) dalam proses stimulasi otak uensi tinggi untuk memberikan efek inhibisi/hambatan pada saraf yang terlalu aktif ataupun mengaktifasi sel- sel yang kurang aktif. Prinsipnya ada- lah menyeimbangkan kerja sel saraf. Sebuah kumparan elektromag- netik yang besar diletakkan di ubun- ubun dekat dahi. Gelombang elektro- magnetik tersebut menciptakan arus listrik tanpa rasa sakit yang menstim- ulasi sel saraf otak yang mengatur mood dan depresi. Alat ini menelusuri kepala sam- pai dapat melihat reaksi otak yang diinginkan. Dari sana diperhitung- kan titik mana yang harus mendapat stimulasi berulang. Ini adalah metode stimulasi yang digunakan untuk me- nemukan titik tersebut. Selama Transcranial magnetic 6 LENTERA JIWA Edisi25 | 2014

KEJIWAAN stimulation bekerja, gelombang orang membutuhkan lima kali sesi juga menjadi kurang efektif yang magnetik menciptakan aliran listrik pengobatan dalam seminggu selama mungkin disebabkan oleh faktor usia, tanpa rasa sakit pada otak untuk empat hingga enam minggu. Setelah keadaan psikosis, depresi yang telah menstimulasi sel saraf pada beberapa setiap pengobatan yang dilakukan berlangsung lama sekitar empat ta- bagian di otak, termasuk pada peng- dengan TMS, pasien dapat langsung hun atau lebih dan kegagalan electro- aturan mood dan depresi. Prosedur beraktifitas normal. Jika TMS berhasil, convulsive therapy dalam mengobati TMS memberi stimulasi magnetik gejala depresi dapat membaik atau gejala depresi. langsung pada korteks prefrontal hilang sepenuhnya. Perbaikan ini, otak kiri atau bagian depan kiri otak. jika terjadi, mungkin bertahap dan Dan meski pada awalnya me- Wilayah otak ini terkait dengan emosi memakan waktu beberapa minggu. tode TMS digunakan untuk meman- postif dan pengendalian diri. Artinya, Perbaikan pada mood berlangsung tau pasien yang mengalami kelainan stimulasi bagian ini akan mengurangi selama beberapa hari atau beberapa saraf, seperti epilepsi, atau alzheimer. depresi. minggu. Namun seiring dengan perkembang- annya, cakupan pelayanan klinik ini Dalam beberapa jenis TMS, aktivi- Perhatikan indikasi dan kontraindi- adalah terapi pada kasus stroke, Par- tas kerja otak ditekan sementara pada kasinya kinson, pasca trauma otak dan saraf, beberapa jenis lainnya, aktivitas kerja neuropati, distonia, depresi, nyeri otak ditingkatkan. Jumlah stimulasi- Meskipun relatif aman dan prak- kronik termasuk Low Back Pain, gang- nya dapat diubah tergantung dengan tis, penggunaan TMS tetap beresiko, guan keseimbangan, tinitus (telinga gejala yang dialami dan efek sam- yaitu mengakibatkan kejang, mem- berdenging), gangguan bahasa (sulit pingnya. pengaruhi mood, mengganggu pen- bicara), gangguan kognitif, penyakit dengaran, membuat telinga berdeng- degeneratif seperti Multiple Sclero- Selama prosedur ini, pasien ing, mengakibatkan luka bakar pada sis, dan post Guillain Barre Syndrome dalam keadaan sadar dan terbaring kulit kepala, dan menyebabkan nyeri (GBS). pada kursi. Mereka hanya merasakan di beberapa bagian kepala. Meski be- gerakan otot yang sangat minimal, gitu, secara umum penggunaan TMS Sebagian besar pasien yang telah tanpa ada rasa sakit. relatif aman, asal memperhatikan in- diterapi menggunakan TMS di klinik dikasi dan kontraindikasinya. ini adalah pasien stroke, nyeri, depresi Transcranial magnetic stimula- dan beberapa penyakit lainnya. *** tion pada umumnya membutuhkan Dalam beberapa kasus, TMS bisa beberapa sesi pengobatan. Sebagian Edisi25 | 2014 LENTERA JIWA 7

KEPERAWATAN PENERAPAN MPKP DAN SP2KP Memperbaiki mutu asuhan keperawatan dan kemampuan klien mencegah kekambuhan melalui perilaku “Caring” perawat Oleh: Abdul Jalil, M.Kep, Ns., SpKep.J Perawat Klinis di Ruang Psikiatri RSJ Prof. dr. Soerojo Magelang Klien dengan gangguan jiwa sering kali mengalami seumur hidup jika ingin tidak kambuh, klien gangguan kekambuhan, walaupun pernah mendapatkan jiwa sulit disembuhkan karena kebanyakan klien pelayanan kesehatan di rumah sakit, baik melalui menyangkal penyakit yang dialami, sehingga tanpa obat rawat inap maupun rawat jalan. Beberapa hasil klien tidak bisa sembuh, dan akhirnya petugas kesehatan penelitian menunjukkan, kekambuhan klien gangguan mengganggap obat adalah satu-satunya yang bisa jiwa dapat disebabkan beberapa faktor, selain faktor membuat klien sembuh dari penyakitnya. internal yaitu klien sendiri, juga faktor eksternal yaitu dari keluarga, lingkungan tempat tinggal maupun tenaga Hal ini sering kali membuat petugas kesehatan kesehatan. Pemberian asuhan keperawatan yang kurang kurang serius dalam mengajarkan keterampilan optimal menghasilkan penurunan tanda dan gejala serta kemampuan klien yang kurang dan kemampuan keluarga merawat klien yang optimal sehingga mempermudah kekambuhan. Penurunan tanda gejala dan kemampuan klien dan keluarga dapat ditingkatkan jika perawat klinis yang mampu dan mempunyai budaya kerja untuk melaksanakan tindakan keperawatan dasar dan kompleks dan dimonitor serta dievaluasi oleh kepala ruang dan ketua tim yang mampu menerapkan model MPKP dan SP2KP. Petugas Kesehatan Memberikan Kontribusi Terhadap Kekambuhan Klien Stigma petugas kesehatan terhadap klien gangguan jiwa sering kali mendorong klien untuk putus obat dan kurang patuh terhadap anjuran dalam melakukan aktivitas sosialiasi maupun aktivitas sehari-hari. Informasi kesehatan yang tidak tepat yang disampaikan petugas kesehatan pada klien maupun keluarga saat rawat inap dan rawat jalan tentang pengobatan yang harus diberikan, sering membuat bukan menambah semangat justru melemahkan semangat klien maupun keluarga dalam menjalani pengobatan. Informasi yang tidak tepat ini terjadi karena stigma yang terbentuk selama petugas kesehatan memberikan layanan pada klien gangguan jiwa. Misalnya: klien gangguan jiwa harus minum obat 8 LENTERA JIWA Edisi25 | 2014

KEPERAWATAN mengatasi masalahnya, bahkan tidak jarang dijumpai mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit dan perawat petugas kesehatan menjaga jarak dengan klien saat sebagai profesi mempunyai konstribusi yang besar dalam bicara, dan klien tidak boleh duduk di kursi yang biasa oleh menentukan mutu dari pelayanan kesehatan yang diterima petugas kesehatan. Tentu kondisi tersebut memberikan oleh klien dan keluarga. Belum terlaksananya MPKP (Model konstribusi terhadap tingginya angka kekambuhan klien Pelayanan Keperawatan Profesional) secara optimal dan gangguan jiwa. keengganan perawat kepala ruang melaksanakan SP2KP (Sistem Pemberian Pelayanan Keperawatan Profesional) Kondisi tersebut tentu kontra produktif dengan memicu perawat belum dapat memberikan asuhan tujuan rumah sakit sebagai tempat pemberian pelayanan keperawatan yang bermutu. kesehatan yang prima bagi klien dan keluarga. Rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan dengan Perlunya Pendekatan Sistematis Dan Kesinambungan berbagai tenaga profesi yang bekerja disertai keterbatasan Dalam Meningkatkan Mutu Asuhan Keperawatan berbagai fasilitas yang dibutuhkan sering menimbulkan permasalahan kompleks yang menuntut untuk Keperawatan Kesehatan Jiwa (psychiatric mental diselesaikan sesegera mungkin oleh seorang manager. health nursing) merupakan area praktik keperawatan yang khusus yang berkomitmen meningkatkan kesehatan jiwa Pelayanan keperawatan merupakan bagian integral melalui asesmen, diagnosis dan treatment terhadap respons dari pelayanan kesehatan di rumah sakit, dan tenaga manusia terhadap masalah kesehatan jiwa dan gangguan perawat merupakan tenaga profesi kesehatan yang paling jiwa (Stuart, 2013). Asuhan keperawatan kesehatan jiwa diberikan kepada individu, keluarga, kelompok dan banyak jumlahnya, dan paling dekat dengan klien dan masyarakat pada keadaan sehat, risiko dan gangguan jiwa keluarga. Perawat memberikan pelayanan keperawatan dengan melakukan promosi kesehatan jiwa, pencegahan berkesinambungan dan terus menerus selama 24 jam dan treatment sepanjang daur kehidupan (APNA, 2013). sehingga klien dan keluarga. Hal ini menuntut perawat harus dapat menampilkan sikap dan perilaku “Caring” Domain keperawatan kesehatan jiwa kontemporer ketika memberikan pelayanan keperawatan kepada terdiri dari asuhan keperawatan (direct care) kepada klien mereka secara optimal. dalam konteks keluarga, komunikasi (communication) yang terapeutik dalam memberikan asuhan, manajemen Mutu pelayanan keperawatan sangat menentukan (management) pelayanan keperawatan secara terus menerus dan berfokus pada klien, pengajaran (teaching) kepada klien, keluarga, kelompok masyarakat yang peduli dan masyarakat secara keseluruhan sehingga lingkungan menjadi kondusif, koordinasi (coordinating) secara lintas sektor sehingga seluruhnya tertata dengan baik, delegasi (delegating) untuk mencapai pelayanan yang berkesinambungan dan kolaborasi (collaborating) antara semua tim kesehatan yang memberikan pelayanan (Stuart, 2013). Untuk mewujudkan semua domain itu, maka perlu program yang sistematis dan berkesinambungan. Selain ketersediaan Sumber Daya Manusia Perawat juga menentukan ketercapaian pemberian asuhan keperawatan yang bermutu. Saat ini di Kementerian Kesehatan baru diusulkan dan dibahas rasio kebutuhan perawat di rumah sakit berdasarkan tingkat pendidikan. Adanya kesepakatan proporsi jumlah perawat berpendidikan S1 Kep + Ners dan Perawat Vokasi (DIII Kep) di rumah sakit, yaitu 40% perawat berpendidikan S1 Kep + Ners dan 60% perawat berpendidikan Vokasi (DIII) serta 1:100 (1 perawat ners Spesialis Keperawatan Jiwa melayani 100 pasien) (Keliat, 2014). Ketika Kemenkes menetapkan dan memberlakukan kesepakatan tersebut, sudah semestinya pihak rumah sakit sebagai pemberi layanan kesehatan dan keperawatan mematuhi dan mengindahkannya. Jika hal tersebut terjadi tentu akan mempermudah pelaksanaan MPKP sehingga mutu asuhan keperawatan dapat diwujudkan dan Edisi25 | 2014 LENTERA JIWA 9

KEPERAWATAN kekambuhan klien pun dapat dikendalikan dan dicegah. delivery) yang tepat). Model Praktik Keperawatan Profesional Jiwa (MPKP Tidak Telaksananya Model MPKP mempengaruhi mutu asuhan keperawatan Jiwa) dikembangkan tahun 2000 di RSJ Marzoeki Mahdi dan telah tersebar hampir di seluruh RSJ dan beberapa Mutu asuhan keperawatan yang diberikan pada klien unit psikiatri rumah sakit umum. Termasuk di RSJS dan keluarga tergantung dari bagaimana proses asuhan Magelang, hampir semua ruang perawat yang ada sudah tersebut diberikan dan bagaimana kepala ruang memonitor menggunakan model ini dalam memberikan asuhan dan mengevaluasi proses dan hasil asuhan keperawatan keperawatan. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk yang diberikan. Kepala ruang sangat memegang peranan mengetahui manfaat MPKP pada pelayanan dan askep di dalam pelaksanaan MPKP (Model Pelayanan Keperawatan RSJ. Pelaksanaan MPKP sangat dipengaruhi tidak hanya Profesional) yang optimal. Pola audit kinerja kepala ruang oleh kemampuan kepala ruang dalam menerapkannya yang seharusnya dilakukan pun menjadi tantangan tetapi juga kebijakan rumah sakit untuk menerapkan tersendiri dalam menentukan keberhasilan pelaksanaan model ini. Terkait hal tersebut sangat dibutuhkan MPKP dan mutu asuhan yang tinggi. Pola audit kinerja kepala Standar Asuhan Keperawatan yang berkualitas, dan ruang dalam pengelolaan ruangan sangat penting karena Standar Operasional Prosedur (SOP) yang terevaluasi untuk memastikan apakah kepala ruang melakukan empat pelaksanaannya secara baik. SOP manajerial membantu pilar dalam MPKP atau tidak. Mutu asuhan keperawatan kepala ruang maupun staf perawat melaksanakantiga pilar sangat tergantung dari pelaksanaan keempat pilar tersebut. dalam MPKP dan SOP tindakan keperawatan membantu Menurut Keliat dan Akemat (2010) empat pilar dalam MPKP kepala ruang melakukan supervisi keperawatan , ketua tim yang harus dilakukan kepala ruang adalah pendekatan dan staf perawat untuk memberikan patient care delivery. manajemen yang tepat, kompensasi dan penghargaan yang Sosialisasi yang yang kurang mengena dan tidak adanya in sesuai, hubungan profesional yang kondusif dan harmonis house training di ruangan tentu menghambat pelaksanaan serta pola pemberian asuhan keperawatan (patient care empat pilar tersebut. ** * (Abdul Jalil, M.Kep, Ns., SpKep.J/ Perawat klinis). SP2KP MENINGKATKAN PELAKSANAAN MPKP SECARA OPTIMAL Pada awal tahun 2011, digulirkan model baru pengelolaan ruang perawatan atau SP2KP, sehingga semua kepala ru- ang pun wajib mengikuti pelatihan tersebut. Pelatihan SP2KP seharusnya bisa membuat pelaksanaan MPKP semakin optimal. Di be- berapa rumah sakit jiwa adanya sistem SP2KP justru membuat bingung perawat kepala ruang mau menerapkan yang mana. MPKP yang ada lebih dulu sejak tahiun 2000 jelas tujuannya, MPKP ini merupakan model un- tuk mencapai pemberian pelayanan prima keperawatan di rumah sakit yang telah ter- bukti meningkatkan BOR, menurunkan ALOS, dan menurunkan angka lari pasien. Dengan penerapan MPKP diharapkan mutu asuhan keperawatan yang diberikan baik atau tinggi (Keliat dan Akemat, 2010). Model ini dalam pelaksanaan sudah aplikatif dan teknis sekali, bahkan Kemenkes pun menghimbau penera- pan model ini di semua ruang perawatan jiwa di Rumah Sakit Jiwa. Sayang keseriusan pihak rumah sakit dibeberapa rumah sakit jiwa be- lum secara optimal mendukung pelaksanaan 10 LENTERA JIWA Edisi25 | 2014

NON JIWA model ini terutama dalam pelaksanaan ua tim dalam memberikan pelayanan SP2KP juga mengembangkan jen- pilar kedua yaitu kompensasi dan peng- keperawatan profesional tersebut. jang karir perawat dari jenjang teren- hargaan. Hal ini membuat pelaksanaan dah (Perawat Klinik I) sampai jenjang MPKP kurang optimal. Pelaksanaan MPKP dan SP2KP yang tertinggi (Perawat Klinik V). Penetapan sinergi meningkatkan mutu asuhan jenjang karir perawat klinis menuntut Banyak permasalahan terkait de- kepala ruang dan ketua tim memoni- ngan pelayanan keperawatan, seperti Pelaksanaan MPKP yang dilandasi tor dan mengevaluasi kemampuan pe- jumlah tenaga, yang tidak seimbang dengan pelaksanaan SP2KP akan meng- rawat klinis dalam melakukan tindakan dengan klien, sarana dan fasilitas pen- hasilkan output asuhan keperawatan keperawatan dasar maupun kompleks. dukung yang kurang, kompetensi pe- yang bermutu tinggi, tidak hanya mem- Pelaksanaan SP2KP ini akan mempe- rawat yang masih rendah khususnya bimbing klien aktivitas sehari-hari dan ngaruhi pelaksanaan MPKP tidak hanya dalam bidang-bidang klinis spesialistik minum obat saja. Model MPKP dan pada pilar I, III, dan IV, tetapi juga pilar dan manajer keperawatan yang tidak SP2KP memberikan jaminan pembe- II, yaitu kompensasi dan penghargaan berperan secara optimal dalam penge- rian asuhan keperawatan berkelanjutan melalui jenjang karir perawat yang se- lolaan keperawatan. Direktorat Bina dengan hasil kerja yang terukur. makin jelas dan pola kinerja perawat Pelayanan Keperawatan tahun 2011 yang semakin terpantau. mengembangkan program peningkat- Asuhan keperawatan jiwa di ruang an kompetensi tenaga perawat dalam rawat inap pada hakekatnya dituju- Pelaksanaan MPKP sekaligus me- memberikan pelayanan keperawatan kan untuk meningkatkan kemandirian nerapkan SP2KP tentu tidak mudah, bermutu. Sasaran program ini meliputi klien dalam melakukan perawatan diri, masing-masing pihak yang terlibat semua perawat pengelola dari jenjang aktivitas sehari-hari, melakukan sosial- dalam pelaksanaannya harus mampu rendah dan tinggi maupun perawat isasi, mengendalikan gejala penyakit- merubah pola pikirnya. Perawat harus klinis. Setelah menerapkan program nya, patuh minum obat, dan latihan mampu mengembangkan pikiran ini diharapkan rumah sakit dapat kerja. Pencapaian target asuhan terse- positif dan membuang pikiran negatif mengembangkan sistem pemberian but tentu tidak cukup dengan hanya yang dapat menghambat pelaksanaan pelayanan keperawatan professional di melakukan rutinitas keseharian dalam budaya kerja yang baik serta mampu setiap unit pelayanan keperawatan (Di- membimbing klien melakukan aktivi- melakukan afirmasi positif untuk me- rektorat Bina Pelayanan Keperawatan tas harian dan minum obat, tetapi juga mulai pelaksanaannya. Keberhasilan & Keteknisian Medik Direktur Jenderal membutuhkan latihan-latihan yang pelaksanaan MPKP dan SP2KP memper- Bina Upaya Kesehatan, 2011). diberikan perawat yang mempunyai baiki budaya kerja dan meningkatkan kompetensi untuk melakukan patient kinerja perawat sesuai dengan tugas Jika melihat latar belakang dikem- care delivery yang dibutuhkan oleh pokoknya. Misalnya: Kepala ruang akan bangkannya kedua model tersebut di klien dan keluarga. mulai merencanakan kegiatan dalam atas sebenarnya mempunyai tujuan satu tahun, dalam satu bulan dan satu yang sama yaitu mengembangkan Pelaksanaan patient care delivery hari serta mampu melakukan monitor pemberian pelayanan keperawatan sangat menentukan adanya penurunan dan evaluasi setiap kegiatan pelayanan yang prima bagi klien dan masyarakat. tanda dan gejala dari masalah keseha- keperawatan yang terjadi di ruangan MPKP merupakan model pemberian tan jiwa yang dialami klien dan me- yang dikelolanya melalui kegiatan su- asuhan keperawatan yang profesional ningkatkan kemampuan klien untuk pervisi dan penilaian kinerja staff per- yang disertai empat pilar pelaksanaan- mengendalikan tanda & gejala serta awat. nya yang dijelaskan secara teknis dan kemampuan keluarga dalam merawat aplikatif. Kunci keberhasilan pelaksana- anggota keluarga yang menderita Jika MPKP dan SP2KP ini bisa dit- an MPKP tergantung dari pola kinerja gangguan jiwa di rumah. erapkan secara sinergi, tentu mampu kepala ruang sebagai pengelola ruang meningkatkan perilaku“caring”perawat perawatan, dan kinerja kepala ruang Pemberian patient care delivery sehingga mutu asuhan keperawatan tergantung dari kemampuan kepala yang optimal dapat meningkatkan juga tinggi. Perilaku “Caring”perawat ruang dalam melaksanakan empat pi- mutu asuhan keperawatan yang diberi- yang tinggi akan meningkatkan kuali- lar. Kepala ruang mempunyai 33 tugas kan yang dapat dilihat dari peningkatan tas output atau hasil asuhan yang di- pokok dan Ketua tim mempunyai 18 tu- kemampuan klien dalam mengenda- berikan sehingga kekambuhan dapat gas pokok dalam pengelolaan ruangan likan tanda dan gejala serta partisipasi dicegah. menggunakan Model MPKP yang harus keluarga dalam merawat anggota ke- dilakukan monitor dan evaluasi secara luarganya. Hal tersebut hanya dapat Keberadaan SDM Perawat Ners Sp- periodik. Sedangkan SP2KP merupa- dicapai dengan kemampuan perawat esialis I Keperawatan Jiwa, Ners Gener- kan model yang dikembangkan untuk pengelola dan perawat klinis yang ada alis, Perawat Vokasi yang handal akan membangun sistem pemberian pela- di ruangan. Oleh karena itu untuk men- memperlancar pelaksanaan dua model yanan keperawatan profesional yang ingkatkan kemampuan perawat dalam tersebut secara mudah dengan hasil berbasis pada peningkatan kemam- melakukan patient care delivery, sa- yang optimal. *** (Abdul Jalil, M.Kep, puan teknis kepala ruang maupun ket- ngat diperlukan kemampuan kepala ru- Ns., SpKep.J/Perawat klinis). ang dan ketua tim dalam menerapkan SP2KP. Edisi25 | 2014 LENTERA JIWA 11

NON JIWA INFEKSI GIGI Infeksi pada gigi merupakan masalah yang sering dijumpai namun sering diabaikan. Padahal dapat menjadi masalah serius jika tidak dilakukan penanganan segera. Infeksigigiatauinfeksiodontogen periodontal; dan (3) jalur perikoronal, pendek karena kesulitan bernafas. adalah infeksi yang awalnya yang terjadi akibat terperangkapnya Penting untuk ditanyakan riwayat bersumber dari kerusakan makanan di bawah operkulum sakit gigi sebelumnya, onset dari jaringan keras gigi atau jaringan tetapi hal ini terjadi hanya pada gigi sakit gigi tersebut apakah mendadak penyangga gigi yang disebabkan yang tidak/belum dapat tumbuh atau timbul lambat, durasi dari sakit oleh bakteri yang merupakan flora sempurna. gigi tersebut apakah hilang timbul normal rongga mulut yang berubah atau terus-menerus, disertai dengan menjadi pathogen ( menimbulkan Untuk prefalensi terbesar adalah demam atau tidak, apakah sudah penyakit). Infeksi odontogenik melalui jalur periapikal (Karasutisna, mendapat pengobatan antibiotik dapat berasal dari tiga jalur, yaitu 2001). (Gambar di atas) sebelumnya. (1) jalur periapikal, sebagai hasil dari kematian pulpa dan invasi GEJALA KLINIS Pada pemeriksaan fisik bakteri ke jaringan periapikal; (2) Penderita biasanya mengeluh ditemukan tanda-tanda infeksi yaitu jalur periodontal, sebagai hasil ; dari inokulasi bakteri pada saku sulit untuk membuka mulut 1. Rubor : permukaan kulit (trismus), tidak bisa makan karena sulit menelan (disfagia), nafas yang yang terlibat infeksi terlihat kemerahan akibat vasodilatasi, efek dari inflamasi 2. Tumor : pembengkakan, terjadi karena akumulasi nanah atau cairan exudat 3. Calor : teraba hangat pada palpasi karena peningkatan aliran darah ke area infeksi 4. Dolor : terasa sakit karena adanya penekanan ujung saraf sensorik oleh jaringan yang bengkak akibat edema atau infeksi 5. Fungsiolaesa : terdapat masalah denagn proses mastikasi, tris- mus, disfagia, dan gangguan pernafasan. Infeksi yang fatal bisa menyebab- kan gangguan pernafasan, disfagia, edema palpebra, gangguan peng- 12 LENTERA JIWA Edisi25 | 2014

NON JIWA lihatan, oftalmoplegia, suara serak, dagu), dll. Gambar di atas adalah secara kronis dan perlahan. lemah lesu dan gangguan susunan gambaran abses submandibula • Cellulitis memiliki pembeng- saraf pusat (penurunan kesadaran, yang sedang dibersihkan (insisi). iritasi meningeal, sakit kepala hebat, kakan dengan ukuran yang muntah). 2. Cellulitis Facialis. Cellulitis lebih luas dan difus (tak merupakan infkesi pada kulit dan memiliki batas yang jelas) Contoh penyakit yang ditimbulkan jaringan subkutan (dibawah kulit) dibandingkan dengan abses akibat infeksi odontogenik : yang ditandai dengan karakteristik yang cenderung terlokalisasi kemerahan, pembengkakan, nyeri dengan membentuk rongga 1. Abses adalah kumpulan pus tekan, jika ditekan konsistensinya cairan. (nanah) yang terletak dalam satu dapat lunak maupun keras seperti • Cellulitis tidak berisi cairan kantung yang terbentuk dalam papan, serta adanya kenaikan nanah, namun berisi eksudat jaringan yang disebabkan oleh suhu (demam) pada penderitanya. inflamasi. Sedangkan Abses suatu proses infeksi oleh bakteri, Jenis bakteri yang paling banyak berisi nanah (Peterson & Ellis, parasit atau benda asing lainnya. ditemukan pada infeksi ini adalah 2002 ; Topazian & Goldberg, Abses merupakan reaksi pertahanan bakteri aerobstaphylococcus aureus 2002). yang bertujuan mencegah agen- dan streptococcu pyogens. Tis agen infeksi menyebar ke bagian Karasutisna ditahun 2007 menulis Cellulitis facialis dengan cepat tubuh lainnya. Nanah itu sendiri bahwa terdapat 88,4% kasus cellu- dapat menyebar dan salah satu merupakan suatu kumpulan sel-sel litis facialis yang terjadi akibat penyebaran yang ditakuti adalah jaringan lokal yang mati, sel-sel darah infeksi odontogenik yang masuk cellulitis yang membentuk perluasan putih, organisme penyebab infeksi melalui jalur 1 (periapikal) dan jalur pada rahang bawah kanan-kiri, atau benda-benda asing dan racun 2 (periodontal). dagu, serta dibawah lidah. Ciri yang dihasilkan oleh organisme khas penyebaran tersebut disebut dan sel-sel darah. Berbagai macam Cellulitis dan abses memiliki phlegmon atau Angina Ludwig. bentuk abses dinamai tergantung tampilan yang serupa pada lokasi anatomisnya. Contoh : abses penderitanya. Namun terdapat be- 3. Phlegmon atau Angina periapikal (paling sering terjadi), berapa hal yang membedakan: Ludwig. Phlegmon biasanya berasal abses submandibular (pada rahang • Cellulitis terbentuk secara akut dari infeksi odontogenik pada gigi bawah), abses submental (darah geraham kedua dan ketiga di rahang dan penyebaran terjadi dengan bawah. Tidak sedikit pasien yang cepat, sedangkan abses terjadi Edisi25 | 2014 LENTERA JIWA 13

NON JIWA pada daerah dibawah lidah Decay, Missing, and Filled Teeth (DMFT) penduduk Indonesia masih (sublingual) dan dibawah rahang 4,85. (submandibular), dimana kondisi Hal lain yang menonjol adalah lebih banyak penderita penyakit ini dapat mengancam jiwa akibat gigi di Indonesia menghendaki pencabutan ketimbang penam- sumbatan jalur nafas. balan. Kebiasaan menyikat gigi juga belum maksimal, masih 61%, Angina Ludwig’s memerlukan dan perilaku berobat gigi baru mencapai 5,5%, itu pun hanya untuk perawatan rumah sakit sesegera pencabutan karena gigi berlubang. mungkin untuk diberikan antibiotik Ternyata kita belum optimal melakukan upaya pencegahan intravena (melalu pembuluh penyakit gigi. Padahal penyakit gigi dan mulut dapat dicegah dengan darah) dosis tinggi, biasanya cara antara lain : • Menyikat dan memeriksakan untuk terapi awal digunakan gigi secara teratur. ampisillin dikombinasikan dengan • Berkunjung ke dokter gigi metro-nidazole, penggantian untuk screening minimal 6 bulan sekali, mencegah agar cairan melalui infus, drainase terhindar dari resiko yang lebih buruk. (pembuangan dan pembersihan • Tuntaskan perawatan gigi dan tepati waktu kontrol yang telah menderita Angina Ludwig awalnya eksudat), serta penanganan saluran ditentukan. *** (dari berbagai sumber) memiliki riwayat kesehatan yang nafas, seperti intubasi endotracheal baik, namun yang menjadi faktor maupun tracheostomi. memperberat adalah pada pasien- Mencegah lebih baik Data Riset Kesehatan Dasar pasien penderita diabetes mellitus, (Rikesdas) Depkes 2007 mendeteksi neutropenia, alcoholism, aplastic tingginya angka penyakit gigi dan mulut pada masyarakat Indonesia. anemia, glomerulonephritis, Tercatat 72,1% penduduk menderita karies, 60-90% punya masalah dermatomyositis, dan LES (Lupus terkait gigi berlubang, dan 80% mengalami problem gusi. Indeks Eritematous Sistemik) (Lemonick, 2002). Penyakit ini merupakan bentuk dari penyebaran berbagai mikroba yang memenuhi rongga 14 LENTERA JIWA Edisi25 | 2014

MOMENT HUT RSJ Prof. Dr. Soerojo ke-91 Menggali Bakat Memupuk Solidaritas Tahun ini RS Jiwa Prof. dr. Soerojo Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, memasuki usia ke-91. Waktu 91 tahun yang melibatkan seluruh komponen rumah membuktikan keberadaan RS Jiwa sakit dan masyarakat sekitar. Prof. dr. Soerojo di tengah masyarakat tetap memberikan pelayanan kesehatan, Sementara itu, KORPRI Unit RS Jiwa Prof. utamanya kesehatan jiwa, tanpa diskriminasi. dr. Soerojo, yang merupakan bagian dari KORPRI, sebagai wadah untuk menghimpun Untuk memperingatinya, RSJS menggelar seluruh Pegawai Republik Indonesia demi berbagai kegiatan sekaligus sebagai bagian meningkatkan perjuangan, pengabdian serta untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke- kesetiaan kepada cita-cita perjuangan Bangsa 67 Koperasi dan Hari Ulang Tahun ke-69 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Edisi25 | 2014 LENTERA JIWA 15

MOMENT melalui Pengurus Persatuan Olah Raga dan Seni (PORSENI) juga sekitarnya. Pekan olah raga pegawai ini mengisi peringatan momen-momen di atas dengan kegiatan olah dilaksanakan 18 Agustus - 09 September raga berupa Pekan Olah Raga Pegawai, Jalan Sehat dan Khitanan 2014 lalu. Sedangkan khitanan massal Massal. dilaksanakan tanggal 10 September 2014, diikuti oleh warga di sekitar RS Menggali bakat Jiwa Prof. dr. Soerojo Magelang yang Kegiatan Olah Raga Antar Pegawai dan Jalan Sehat diikuti mendaftar melalui panitia. oleh seluruh Unit/Ruang di RS Jiwa Prof. dr. Soerojo Magelang Ketua PORSENI Sucipto, SE, MM dan anggota PORSENI serta anggota KPRI ‘Bina Sejahtera’ RS mengatakan, selain untuk menggali Jiwa Prof. dr. Soerojo Magelang. Tujuannya, menyalurkan hobi bakat, kegiatan ini juga ditujukan dan menggali bakat-bakat olah ragawan di RSJS Magelang dan untuk memupuk rasa solidaritas dan kekeluargaan antar pegawai. Kegiatan yang dilaksanakan diantaranya: Sepak Bola antar unit kerja / antar ruangan, bola voli antar unit kerja / antar ruangan, bulutangkis ganda perorangan, tenis lapangan ganda perorangan, tenis meja ganda perorangan, catur perseorangan dan jalan santai. Dengan kegiatan ini, disamping untuk menciptakan iklim kompetisi yang sehat, juga untuk menjalin komunikasi dengan semua pemangku kebijakan di berbagai bidang di wilayah Kota Magelang dan sekitarnya. *** (yayan) 16 LENTERA JIWA Edisi25 | 2014

WARTA WORKSHOP STANDAR KOMPETENSI PRAKTIKAN KEPERAWATAN JIWA “Praktikan hal ini melayani kebutuhan pasien dihadiri sekitar 60 utusan dari institusi keperawatan yang dirawat di rumah sakit. Untuk itu pendidikan yang menjadi rekanan RSJ diharapkan RSJ Prof. dr. Soerojo Magelang yang Prof. dr. Soerojo Magelang dan beberapa mempunyai standar merupakan Rumah Sakit Pendidikan pembimbing klinik keperawatan RSJ kompetensi sesuai yang siap melayani para praktikan Prof. dr. Soerojo Magelang. Acara di- kebutuhan” untuk mencari pengalaman, harus selalu selenggarakan di gedung Aula Diklat siap terutama dalam hal kompetensi dengan menghadirkan M. Fathkul Pembangunan di Indonesia yang harus dicapai para praktikan. Mubin, M.Kes., Sp.Kep.Jiwa sebagai secara keseluruhan tidak hanya Kompetensi tersebut harus terstandar narasumber. bersifat fisik tetapi juga bersifat dan dapat diterima oleh pengguna non fisik, termasuk kesehatan. atau institusi pendidikan pengirim Setelah diadakan workshop, Pembangunan kesehatan untuk me- praktikan. Untuk itu perlu diadakan diharapkan mahasiswa praktikan wujudkan masyarakat yang sehat dan pertemuan dalam bentuk workshop mempunyai standar kompetensi yang produktif memerlukan sumber daya dengan institusi pendidikan pengirim disepakati antara rumah sakit dan manusia yang berkualitas. Dalam rang- praktikan guna dapat menemukan kata institusi pendidikan keperawatan je- ka mewujudkan SDM kesehatan yang sepakat mengenai standar kompetensi jaring. Selain itu praktikan keperawatan profesional dan berkualitas, perlu praktikan, khususnya mahasiswa Ners, diharapkan mempunyai standar didukung dengan pendidikan bagi S1 Keperawatan dan D3 Keperawatan. kompetensi yang sesuai kebutuhan, calon tenaga kesehatan salah satunya lebih maksimal dan terarah dalam calon tenaga keperawatan. Untuk memfasilitasi tercapainya melaksanakan praktek guna menggali standar kompetensi praktikan kepe- pengalaman di RSJ Prof. dr. Soerojo Pendidikan bagi calon perawat rawatan di RSJ Prof. dr. Soerojo Magelang, Magelang. ini terutama dalam memberikan bekal maka pada tanggal 11 September 2014 keterampilan dan sikap yang seharusnya RSJ Prof. dr. Soerojo Magelang menggelar Dan yang tidak kalah penting dimiliki calon tenaga kesehatan dalam workshop standar kompetensi praktikan adalah RSJ Prof. dr. Soerojo Magelang kepe-rawatan dengan mengundang sebagai Rumah Sakit Pendidikan Institusi Kesehatan jejaring yang selama memiliki pedoman standar kompetensi ini telah bekerjasama dengan RSJ bagi praktikan khususnya mahasiswa Prof. dr. Soerojo Magelang. Acara ini Ners, S1 Keperawatan dan D3 Kepe- rawatan. *** (why) Edisi25 | 2014 LENTERA JIWA 17

LAPORAN UTAMA PERINGATAN HARI KESEHATAN NASIONAL KE-50 CIPTAKAN REKOR MURI DENGAN CAP 5 JARI Peringatan Hari Kesehatan Na- sedang merayakan ulang tahun emas Hari sional pada tahun 2014 ini terasa Kesehatan Nasional. Sejak ditetapkan oleh berbeda dengan peringatan pemerintah 50 tahun yang lalu, setiap pada tahun-tahun sebelumnya. tanggal 12 November selalu diperingati Pada tahun 2014 ini tepatnya 12 Novem- sebagai Hari Kesehatan Nasional. Tepat ber 2014, seluruh masyarakat Indonesia di tahun yang ke-50 ini atau HKN Emas 18 LENTERA JIWA Edisi25 | 2014

LAPORAN UTAMA 2014, pemerintah mengadakan penciptaan rekor MURI secara na- sional yaitu cap 5 jari pada kain putih bertuliskan “STOP ASAP ROKOK” se- bagai bentuk komitmen terhadap seruan anti rokok. Agenda ini juga dilakukan di seluruh kota / kabupat- en di negeri ini, untuk mensukses- kan pencapaian rekor MURI tentang deklarasi anti rokok tersebut. Rumah Sakit Jiwa Prof. dr. Soero- jo Magelang sebagai instansi kese- hatan yang ada di kota Magelang juga berpartisipasi mensukseskan peringatan Hari Kesehatan Nasional sebagai koordinator pelaksanaan Edisi25 | 2014 LENTERA JIWA 19

LAPORAN UTAMA peringatan Hari Kesehatan Nasional di zaman kolonial belanda. Sejak tahun Kota Magelang. Pada peringatan HKN 2001 nama tersebut di resmikan men- Emas yang dilaksanakan di Kota Ma- jadi nama dari RSJ Magelang. gelang kali ini, diadakan juga beberapa kegiatan disamping Upacara Peringatan Upacara peringatan HKN Emas ta- sebagai acara inti. Rangkaian kegiatan hun 2014 merupakan acara kedua dari peringatan HKN Emas 2014 diawali de- rangkaian peringatan HKN Emas tahun ngan acara Ziarah ke Taman Makam Pah- 2014. Upacara yang dilaksanakan di lawan Giri Dharmo Loyo II Magelang. lapangan upacara RSJ Prof. dr. Soerojo Magelang ini dipimpin langsung oleh Kegiatan yang dipimpin langsung Walikota Magelang, Ir. H. Sigit Widyo- oleh Direktur Utama RSJ Prof. dr. Soerojo nindito, MT. Dalam upacara tersebut Magelang dr. Bambang Prabowo, M.Kes diikuti oleh seluruh instansi keseha- sebagai Ketua I pelaksanaan HKN Emas tan, instansi pendidikan kesehatan, kota magelang ini dilaksanakan pada dan kader kesehatan serta tamu un- hari Jumat 7 November 2014. Dalam dangan yang mewakili seluruh lapisan Ziarah yang dilaksanakan secara militer masyarakat kota Magelang. tersebut diawali dengan penghormatan, tabur bunga, dan ditutup penghormatan Usai memimpin Upacara, Walikota terakhir. Selepas dari TMP Giri Dharmo Magelang bersama Direktur Utama Loyo II Magelang rombongan civitas RSJ Prof. dr. Soerojo Magelang dan hospitalia RSJ Prof. dr. Soerojo Magelang para pimpinan SKPD Kota Magelang yang ikut dalam Ziarah tersebut meny- yang hadir dalam upacara tersebut empatkan diri mengunjungi makam Prof. melakukan penanaman pohon di area dr. R. Soerojo yang tak jauh dari komplek RSJ Prof. dr. Soerojo Magelang dilan- TMP Giri Dharmo Loyo II. jutkan dengan melakukan cap 5 jari pada bentangan kain putih bertulis- Prof. dr. R. Soerojo sendiri adalah kan STOP ASAP ROKOK dan diakhiri nama direktur RJS Magelang yang ber- dengan peninjauan Museum Pawiya- asal dari kalangan pribumi pertama sejak tan Luhur yang merupakan Museum 20 LENTERA JIWA Edisi25 | 2014

LAPORAN UTAMA sejarah perjalanan RSJ Prof. dr. So- kesehatan kepada masyarakat. Terdapat erojo Magelang dari masa ke masa pula stan PMI sebagai pelaksana kegiatan dalam melayani kesehatan jiwa donor darah pada acara tersebut. masyarakat. Disana terdapat alat - alat medis, penunjang medis, sarana Gebyar promkes sendiri dibuka oleh dan prasarana rehabilitasi mental Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang serta masih banyak benda - benda dilanjutkan dengan senam masal yang lainnya yang berkaitan dengan per- diikuti oleh para pejabat SKPD Kota Magel- jalanan pelayanan kesehatan jiwa ang, perwakilan Instansi kesehatan di kota khususnya di RSJ Prof. dr. Soerojo Magelang dan tentunya ribuan masyarakat Magelang. Tempat ini rencananya yang turut hadir mensukseskan gebyar akan dibuka untuk umum dalam promkes peringatan HKN Emas kali ini. rangka berpartisipasi terhadap pen- didikan di Indonesia khususnya kes- Selain senam masal sebagai pembu- ehatan jiwa masyarakat. ka kegiatan, diadakan pula deklarasi anti rokok yang ditandai dengan cap 5 jari pada Rangkaian acara terakhir dan bentangan kain putih yang di ikuti oleh pe- merupakan puncak dari peringatan serta senam masal. Acara berikutnya ada- HKN Emas tahun 2014 adalah geb- lah lomba dance cuci tangan yang diikuti yar promosi kesehatan. Kegiatan oleh seluruh sekolah setingkat SMU/SMK ini dipusatkan di lapangan RINDAM se kota Magelang. Lomba cuci tangan ini IV Diponegoro Magelang yang dimaksudkan sebagai ajang edukasi mela- bertepatan dengan agenda Car Free lui seni tari supaya melalui mereka para Day Kota Magelang pada hari Ming- pelajar, budaya cuci tangan ini menjadi se- gu 16 November 2014. Pada gebyar buah perilaku sehat yang tentunya menja- promkes ini terdapat stan – stan dari di kunci tercapainya kesehatan bangsa ini. seluruh rumah sakit yang ada di kota Lomba dance cuci tangan ini merupakan Magelang dan instansi kesehatan akhir dari rangkaian gebyar promkes yang lainnya untuk memberikan edukasi merupakan puncak acara dari peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-50 di Kota Ma- gelang. *** Why Edisi25 | 2014 LENTERA JIWA 21

LAPORAN KHUSUS Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia Tahun 2014 LIVING WITH SCHIZOPHRENIA, MEREKA BUTUH KITA Pemahaman bahwa gangguan jiwa adalah aib, masih melekat kuat dalam masyarakat. Sehingga keengganan keluarga atau lingkungan terdekat untuk membawa pasien ke dokter itulah, yang justru menjadi penghambat kesembuhan mereka. Padahal, kalau penanganannya dilakukan sejak dini, potensi penyembuhannya cukup besar. Hari Kesehatan Jiwa Sedunia yang baik akan mendorong ODGJ hatan Jiwa Sedunia 2014 dilaksanakan (HKJS) diperingati tiap tang- untuk dapat kembali ke masyarakat dengan melibatkan berbagai unsur gal 10 Oktober. Tahun ini, dan kembali produktif. terdiri dari ODS, LSM, Praktisi Keseha- Federasi Dunia untuk Kesehatan tan Jiwa Kab/Kota Magelang, Pekerja Jiwa, World Federation of Mental Tujuan diadakannya kegiat- Sosial, Swasta, dan masyarakat umum. Health (WFMH) menetapkan tema: an ini adalah untuk memberikan Acara tersebut diantaranya; “Living With Schizophrenia” dengan edukasi kepada peserta agar da- 1. Senam bersama Orang Dengan sub tema “Kepedulian Keluarga dan pat memahami, menghilangkan Masyarakat dalam Pemberdayaan stigma di masyarakat, menghor- Schizophrenia (ODS); Orang Dengan Gangguan Jiwa mati hak Orang Dengan Gangguan 2. Peresmian Museum Kesehatan (ODGJ)”. Tema ini merupakan seruan Jiwa (ODGJ), memperluas program untuk mengajak masyarakat agar pencegahan masalah kesehatan Jiwa; dapat hidup berdampingan dengan jiwa serta meningkatkan upaya ke- 3. Outbond bersama ODS ODGJ. Hal ini penting karena pene- sehatan jiwa secara optimal. 4. Sambung rasa kader Desa Siaga rimaan keluarga dan masyarakat Di RSJ Prof. dr. Soerojo Mage- Sehat Jiwa. lang sendiri, peringatan Hari Kese- 5. Lomba membatik dan melukis untuk ODS. 22 LENTERA JIWA Edisi25 | 2014

LAPORAN KHUSUS Membantu pemulihan akan menjadi lebih percaya diri dan ganggu jiwanya, tetapi tidak pada Terkait kegiatan membatik dan kami sesuaikan kegiatan ini sesuai kecerdasannya. dengan minat dan bakatnya. kegiatan lain yang melibatkan ODS “ Itu terbukti ketika saya mengi- secara langsung ini, Direktur Utama ”Selain sebagai upaya pe- kuti puncak peringatan Hari Kese- RSJ Prof. dr Soerojo, dr. Bambang mulihan, kegiatan tersebut juga hatan Jiwa Sedunia 2014 di Jakarta Prabowo, M.Kes mengatakan ke- merupakan upaya mengubah beberapa waktu lalu. Ada dua nara- giatan ini sebagai salah satu terapi stigma masyarakat tentang pe- sumber yang bergelar insinyur dan psikososial bagi penyandang schizo- nyandang schizophrenia. Selama ahli teknologi informasi. Mereka phrenia. ini masyarakat masih menganggap adalah penyandang schizophre- penyandang penyakit tersebut sa- nia. Mereka sama, juga tetap harus “Jika mereka terus dilatih maka ngat membahayakan sehingga per- minum obat,” ungkapnya. akan berperilaku seperti biasa dan lu dijauhi.” lebih tenang dengan aktivitas mem- Selanjutnya, dr. Bambang ber- batik dan menggambar ini, karena Kecerdasan tak berkurang harap, dengan kegiatan semacam aktivitas ini bisa membantu pemuli- Dalam uraiannya, dr. Bambang ini penyandang penyakit kejiwaan han penyandang schizophrenia, ini bisa tetap punya potensi dan khususnya pemulihan secara psiko- menambahkan, penyandang schizo- diberdayakan. logis,” katanya. phrenia itu tidak berbeda dengan pasien diabetes, darah tinggi, dan Sejalan dengan tujuan diseleng- Menurut dr. Bambang, aktivitas penyakit lainnya. Bedanya hanya garakannya peringatan HKJS tahun yang mengasah keterampilan se- pada titik yang diserang saja. Mere- ini, yaitu untuk mengubah stigma perti fun game, olahraga, melukis, ka juga sama-sama membutuhkan Orang Dengan Masalah Kejiwaan dan membatik akan membantu obat dan terapi tertentu. Dan, ba- (ODMK) di masyarakat, meningkat- memulihkan kepercayaan diri para nyak orang belum tahu, penyan- kan kerjasama dan jejaring, dengan penyandang skizofrenia untuk kem- dang schizophrenia itu memang ter- prinsip kemitraan terkait penanga- bali diakui oleh masyarakat. Mereka nan masalah kejiwaan. *** Edisi25 | 2014 LENTERA JIWA 23

PROFIL Heru Yunan, S.Kep Pemenang KORPRI Awards Tahun 2014 INI KEMURAHAN TUHAN memberikan kontribusi terbaik, terutama kepada instansi tempatnya bernaung, RSJ Prof. dr. Soerojo Magelang. Berikut adalah wawancara tim Lentera Jiwa dengan pemenang Pemenang KORPRI Awards Tahun 2014 ini. Bagaimana rasanya menerima KORPRI AWARD? Menurut Anda, apa yang membuat Anda terpilih? Terus terang saya merasa tidak nyaman dengan status ini. Saya merasa tidak pantas menerima penghargaan ini karena rasanya belum banyak memberikan kontribusi untuk RSJS. Hanya saja dengan status ini untuk ke depannya saya harus bertanggung jawab untuk memberikan pelayanan yang lebih baik dari yang kemarin. Mengenai apa yang membuat saya terpilih, saya tidak tahu. Ini adalah kemurahan Tuhan kepada saya. KORPRIAwards adalah kegiatan Menurut Anda, apa kontribusi terbaik yang tahunan yang dilaksanakan harus diberikan oleh seorang pegawai kepada oleh KORPRI Unit RSJ Prof. dr. Soerojo Magelang institusinya? untuk memperingati HUT KORPRI. Dalam peringatan HUT KORPRI tahun ini, penghargaan Loyalitas yang tinggi, sesuai dengan janji anggota KORPRI Award disematkan kepada Heru Yunan, KORPRI dalam Panca Prasetya Korpri nomor 1. S.Kep. Pria kelahiran Boyolali, 18 Juni 1976 ini Dengan loyalitas yang tinggi seorang pegawai tentu telah mengabdikan diri selama hampir 10 tahun akan mendukung kebijakan yang sudah ditetapkan di RSJS, tepatnya sejak April 2005. Dan terhitung oleh pimpinan dengan cara bekerja keras dengan mulai Juni 2014 lalu, ia menjadi Kepala Ruang di sungguh-sungguh sesuai tupoksi masing-masing Wisma Pringgondani 2. sehingga tujuan yang sudah ditetapkan akan tercapai. Sebagai anggota KORPRI, tentu ia juga ingin Ada anggapan/pandangan bahwa pegawai pemerintah kerjanya santai/lambat. Menurut Anda? Saya sangat tidak setuju dengan pendapat tersebut, karena pada saat ini dengan kemajuan teknologi informasi yang sedemikian cepat membuat masyarakat makin cerdas dan kritis dalam segala hal, termasuk pelayanan publik yang menjadi ranah pegawai pemerintah. Dengan kondisi ini mau tidak mau pegawai pemerintah/anggota KORPRI harus meningkatkan pelayanan dengan meningkatkan 24 LENTERA JIWA Edisi25 | 2014

PROFIL kemampuan dan ketrampilan SDM dan profesionalitas. Nama : Heru Yunan Ditambah lagi dengan diterapkannya pengelolaan TTL : Boyolali, 18 Juni 1976 keuangan BLU dan kontrol dari pemerintah dalam hal Riwayat Pend : 1989 - Lulus SDN 2 Dibal pemberian pelayanan yang terbaik melalui akreditasi. 1992 - Lulus SMP 2 Surakarta Tentu saja kita sebagai anggota KORPRI dituntut untuk Lama Pengabdian PNS 1995 - Lulus SMA 5 Surakarta memberikan pelayanan yang terbaik. 2002 - Lulus Poltekkes Surakarta 2010 - Lulus S1 Keperawatan Sebagai anggota KORPRI, apa yang Anda harapkan dari STIKES NWU Ungaran pemerintah dan RSJS sebagai institusi yang menaungi : 9 Tahun, sejak April 2005 Anda? • April 2005 – April 2010 Perawat Pelaksana di Bangsal Yang saya harapkan dari pemerintah tentu saja penjaminan kesejahteraan anggota KORPRI/Aparatur P7 Sipil Negara (ASN). Beberapa waktu lalu ada pemberitaan • Mei 2010 – Desember 2014 Ketua Tim di Bangsal P7/ bahwa Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2015 mendapat sorotan dari presiden Jokowi. UPJF Presiden menilai anggaran dalam RAPBN 2015 sangat • Januari 2010 – Mei 2014 Ketua Tim di Wisma Pring- memberatkan. Hal yang memberatkan adalah perihal gaji PNS. Anggaran gaji PNS tahun 2015 menurut Jokowi tidak gondani 2 sehat karena banyak daerah menganggarkan belanja PNS • Juni 2014 – sekarang Kepala Ruang di Wisma Pring- lebih besar dari belanja Publik. Nah dari kabar itu jangan – jangan pemerintah akan memangkas gaji PNS di tahun gondani 2 2015 nanti. Semoga itu tidak terjadi. Berhubungan dengan kesejahteraan tadi, menindaklanjuti diterbitkannya UU Nama Istri : Nur Fitria Kurniati No. 5 2014 tentang ASN, kabarnya Dewan Pengurus Nasional Korpri sedang menggodog Rancangan Peraturan Nama Anak : Akmal Farros Athaya (5 Th), Pemerintah (RPP) yang memuat tentang kesejahteraan anggota ASN. Harapan kita tentu nantinya pemerintah Aisyah Azkadina Shanum (3 Th) segera mengesahkan RPP tersebut. Hobi : Sepakbola, Menikmati musik Kalau dari intitusi harapan saya adalah Indikator Kinerja Individu (IKI) yang sudah diterapkan ini benar – hard rock, khususnya AC/DC! benar dilaksanakan sesuai aturan yang berlaku sehingga asas keadilan bisa dirasakan oleh seluruh pegawai karena Filosofi Hidup : Pengalaman adalah Guru penghargaan yang diberikan akan sesuai dengan kinerja / kontri-busi yang diberikan. Terbaik Pengalaman Hidup Tak Terlupakan : Kabur dari rumah untuk menuruti ego 19 tahun yang lalu. Pandangan Anda tentang kemajuan RSJS saat ini? Menurut saya saat ini kemajuan RSJS sangat bagus, terutama jika dibandingkan dengan 9 tahun yang lalu saat saya pertama kali masuk ke rumah sakit ini, baik dari sisi manajemen yang sudah tertata rapi dan transparan, dari sisi pelayanan dengan adanya program uggulan Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja, dari sarana prasarana dengan dibangunnya gedung Rawat Jalan Terpadu, gedung Laborat, Rontgen, kemudian tersedianya mesin-mesin modern di Instalasi Rehab Medik serta pengembangan SDM yang sedemikian pesat, diantaranya dengan adanya perawat spesialisasi jiwa. Dan sebentar lagi dari tim medis akan ada dokter sub-spesialis. Tentu ini sangat membanggakan. Dengan kondisi ini semoga visi kita tahun depan dan empat tahun lagi bisa tercapai. *** Edisi25 | 2014 LENTERA JIWA 25

WARTA ABADIKAN SEJARAH ALAT PENGOBATAN KESEHATAN JIWA SEJAK JAMAN BELANDA Setiap proses perjalanan akan menciptakan sejarah. Bukan untuk ditinggalkan, tapi memberikan pengetahuan, pemahaman dan manfaat yang besar, terutama untuk generasi berikutnya. Bangunan museum berukuran dari cara yang tradisional, lalu meng- penggunaan alat ECT. Ada pula Elek- 200 meter persegi itu, sudah gunakan obat yang memberi efek tro Ensefalogram (EEG), microscope, dibangun sejak masa penjaja- mengantuk saja sampai penggunaan sampai kursi dorong tua. han Belanda, sekitar tahun obat yang mengandung zat-zat peng- 1923, sama dengan usia bangunan hantar rangsangan saraf,” urai dr. Bam- “Beberapa di antaranya sudah induk RSJ Prof dr. Soerojo. bang. tidak bisa dipakai karena sudah tua. Namun ada juga yang masih bisa ber- Diresmikan 24 Oktober 2014 se- Dan di museum inilah, kita bisa fungsi baik,” jelas dr. Bambang. bagai Museum Pawiyatan Luhur, se- melihat beragam peralatan kuno yang buah museum kesehatan jiwa di kom- dipakai masyarakat untuk mengobati Museum kedua di Indonesia pleks RSJ Prof dr Soerojo. pasien kala itu. Diungkapkan dr. Bam- Dijelaskan dr. Bambang, museum bang, ada sekitar 40 alat pengobatan Direktur Utama RSJS dr. Bam- pasien tersimpan di museum ini. Bah- Pawiyatan Luhur ini merupakan mu- bang Prabowo, M.Kes menjelaskan, kan beberapa di antaranya merupa- seum kedua yang didirikan di Indone- pendirian museum ini berawal dari kan peninggalan masa Belanda ratu- sia. Museum serupa ada di RSJ Dr Rad- keinginan jajaran RSJ Prof. dr. Soerojo san tahun lalu. jiman, Kecamatan Lawang, Malang, untuk membuat sebuah tempat yang Jawa Timur. berguna untuk menyimpan sekaligus Di museum ini juga terdapat alat sebagai pusat pembelajaran ilmu suntik berbagai ukuran, juga alat yang Harapannya, museum ini nanti- pengetahuan khususnya tentang lebih modern seperti Elektif Conflu- nya juga akan menjadi pusat peneliti- kesehatan jiwa. Tidak saja bagi para sion Terapy (ECT) yang berfungsi se- an kesehatan kejiwaan. tenaga kesehatan akan tetapi juga bagai alat terapi kejang. Lalu ada alat masyarakat umum. DC Shock yang berguna untuk meng- “Semoga museum ini menjadi ci- antisipasi adanya efek samping pada kal bakal hospital tourism yang sudah Dulu, kita mengenal berbagai dicanangkan pemerintah,” harap dr. macam metode pengobatan yang Bambang. *** digunakan masyarakat untuk meng- obati pasien jiwa (orang dengan de- ngan gangguan jiwa / ODGJ). Dari cara tradisional hingga terbilang ekstrim seperti merendam pasien dengan air dingin dalam bak, hingga dipasung kaki dan tangannya. amun seiring berjalannya waktu, cara-cara tersebut sudah berganti dengan cara yang lebih manusiawi. Baik melalui obat-obatan maupun dengan terapi tertentu. “Kami ingin mengenalkan kepada masyarakat tentang pengetahuan perkembangan pengobatan pasien dengan gangguan jiwa dari jaman Be- landa sampai modern saat ini. Mulai 26 LENTERA JIWA Edisi25 | 2014

INFO SEHAT PENGARUH GADGET PADA MATA “Meski asyik dimanjakan fitur- fitur canggih di gadget Anda, jangan lupa, ‘mata’ pun berhak mendapatkan waktu istirahatnya” Beberapa tahun ini pertum- kita. hampir seluruh waktu kerjanya buhan gadget di Indonesia Radiasi yang ditimbulkan digunakan untuk menatap la- sangat pesat. Delapan sampai yar monitor. Namun sayang- sepuluh tahun yang lalu kita gadget telah diteliti sebagai salah nya, tidak semua pengguna masih menggolongkannya sebagai satu penyebab yang mempe- gadget sadar pengaruh negatif barang mewah dimana kepemilikan- ngaruhi kesehatan kita. Disebut- yang ditimbulkan gadget. nya hanya didominasi oleh golongan kan bahwa radiasi yang berasal menengah ke atas. Namun, seiring dari medan magnet gadget men- Mata, sebagai salah satu dengan berkembangnya teknologi ciptakan zat karsinogen yang organ yang paling sering di- dan informasi, gadget telah berubah kemudian diketahui sebagai pe- gunakan untuk berkomunikasi menjadi kebutuhan pokok. Harga dan nyebab berbagai penyakit seperti dengan gadget juga mendapat kepemilikannya pun bisa lebih dijang- kanker, tumor, alzeimer, parkinson, pengaruh negatif dari gadget. kau masyarakat menengah ke bawah. dll. Mata pedih dan iritasi, kering bahkan berkurangnya kemam- Tidak lama juga kita tahu, bahwa Tuntutan pekerjaan dan kelan- puan otot mata memfokuskan gadget dengan segala manfaatnya caran usaha, tak pelak menjadikan pandangan atau rabun meru- juga memiliki kekurangan, yaitu ber- gadget sebagai media yang harus pakan contoh penyakit mata pengaruh terhadap kesehatan tubuh sering kita pantau setiap waktu. yang mendapat pengaruh Bahkan bagi pekerja kantoran, Edisi25 | 2014 LENTERA JIWA 27

INFO SEHAT negatif dari gadget. meneteskan obat tetes mata, namun Aksesoris-aksesoris tambahan lebih dianjurkan untuk berkedip ka- rena air mata adalah pembasuh mata gadget seperti membran anti radiasi yang alami yang diproduksi tubuh dan kacamata anti radiasi ditawar- kita. Oleh sebab itu, ingat selalu untuk kan sebagai solusi penangkal pe- berkedip supaya mata tidak kering ngaruh negatif gadget pada mata. dan menjadi pedih. Namun apakah dengan memberikan aksesoris-aksesoris bagi gadget telah Istirahatkan mata dalam menghindarkan kita sepenuhnya dari waktu tertentu. Ingat selalu untuk pengaruh negatif gadget pada mata? beristirahat memandangi monitor Belum sepenuhnya. Karena perilaku gadget setiap 20 menit. Usahakan kita sebagai pengguna gadget juga memandang obyek yang beberapa mempengaruhi. Bahkan, hampir selu- meter jauhnya selama 30 detik, di- ruh penyakit yang disebutkan di atas maksudkan supaya menjaga otot merupakan akibat dari kebiasaan-ke- mata tidak tegang dan segar kembali. biasaan yang kurang baik saat meng- gunakan gadget. Mengatur tingkat kecerahan layar monitor. Baik layar ponsel atau- Berikut ini kiat-kiat menggunakan pun layar komputer memiliki pilihan gadget agar dapat terhindar dari untuk mengatur tingkat kecerahan la- dampak negatif gadget pada mata : yarnya. Maka, aturlah tingkat kecera- han layar secukupnya menyesuaikan Kedipkan mata. Penelitian me- dengan pencahayaan ruangan agar nunjukkan bahwa aktivitas seder- mata tidak cepat lelah mengatur ca- hana namun penting bagi mata ini, haya yang masuk. yaitu berkedip, menjadi berkurang frekuensinya saat kita mengguna- Minum air putih dan makanan kan gadget. Normalnya, mata akan yang baik untuk kesehatan mata. berkedip 12-15 kali dalam satu menit, Dengan meminum air putih akan namun berkurang menjadi 4-5 kali memberikan asupan air mata untuk kedipan dalam satu menit saat meng- membasahi mata setiap kali berkedip, gunakan gadget. Bila mata pedih, bisa sehingga membuat mata tetap lem- bab dan bersih. Asupan makanan yang baik bagi mata khususnya yang mengandung vitamin A yang berka- siat untuk menjaga kesehatan mata, seperti wortel, tomat, sayur-sayuran dan buah-buahan berwarna merah atau kuning. Kurangi aktivitas mengguna- kan gadget. Dengan mengurangi frekuensi mengecek pemberitahuan atau notifikasi pada gadget. Bila itu berupa pesan singkat maupun email, pengecekan bisa dilakukan sejam sekali. Anda dapat memberikan pem- beritahuan sebelumnya baik lang- sung maupun dengan pesan otomatis bahwa anda akan mengecek pesan di waktu tertentu. Bila pesan bersifat penting atau segera, beritahukanlah bahwa anda bersedia ditelepon. *** (Hario) 28 LENTERA JIWA Edisi25 | 2014

ANAK & REMAJA KENALI GANGGUAN BELAJAR PADA ANAK Istilah gangguan belajar adalah mencakup semua masalah psikiatrik, di antaranya ialah kesulitan belajar. Kesulitan yang timbul waktu belajar baik di sekolah maupun di luar belajar atau learning disabilities, adalah tidak bisa bisa sekolah. Gangguan belajar meliputi kesulitan belajar, belajar karena gangguan neuropsikologik. Yang terganggu gangguan pemusatan perhatian, gangguan daya ingat, adalah proses belajar, penyebabnya adalah gangguan di disleksi, diskalkulia dan lain-lain. Proses belajar tidak hanya system susunan saraf pusat atau otak. Kesulitan belajar dipengaruhi oleh faktor yang ada di dalam diri anak saja, tetapi dapat timbul dalam pelajaran bahasa (bahasa baca dan juga oleh faktor-faktor eksternal lainnya. Dengan demikian, bahasa tulis) dan pelajaran berhitung. adanya gangguan atau hambatan pada ke tiga faktor di atas dapat menimbulkan berbagai jenis kesulitan belajar pada anak. Meskipun penyebabnya karena gangguan otak, namun banyak klinikus lainnya memandang gangguan ini dalam PENYEBAB KESULITAN BELAJAR persepsi yang lain. Misalnya para pedagog atau para guru 1. Gangguan Organik akan melihat aspek dikdatis. Psikolog menghubungkan gangguan ini karena kemampuan belajar dan intelegensia, Gangguan dalam sistim saraf pusat/otak anak atau organ tanpa peduli penyebabnya karena gangguan mekanisme pendengaran atau organ penglihatan, misalnya oleh karena kerja otak. adanya infeksi baik langsung maupun tidak langsung pada otak, trauma pada otak, penyakit bawaan, gangguan konduksi listrik 2. Gangguan Perilaku (epilepsi ), gangguan metabolic sistemik, dll. Semua ini dapat Retardasi Mental (Tingkat kecerdasan anak yang berada yang menyebabkan timbulnya disfungsi otak minimal, yang mungkin bermanifestasi dalam berbagai bentuk gangguan di bawah rata-rata) , ADHD (Gangguan Pemusatan Perhatian & Hiperaktivitas), Gangguan Tingkah Laku. JENIS KESULITAN BELAJAR Kesulitan belajar bukanlah suatu diagnosis tunggal semata-mata, melainkan terdiri dari berbagai jenis gangguan dengan berbagai macam gejala, penyebab, pengobatan dan perjalanan penyakit. Tidak semua problem belajar merupakan suatu kesulitan belajar. Ada anak yang menunjukkan perkembangan suatu keahlian tertentu lebih lambat daripada anak lain seusianya dan sebaliknya, tetapi masih dalam batas kewajaran. Untuk menentukan apakah seorang anak mengalami kesulitan belajar tertentu atau tidak digunakan pedoman yang diambil dari Diagnostic & Statistical Manual of Mental Disorders IV ( DSM - IV ). Ada 2 kelompok besar kesulitan belajar, yaitu ; A. Gangguan Perkembangan Bicara Dan Bahasa Problem wicara & bahasa seringkali merupakan indikator awal adanya kesulitan belajar pada seorang anak. Gangguan berbahasa pada anak usia balita berupa keterlambatan komunikasi baik verbal (berbicara) maupun non-verbal. Secara umum dapat dikatakan bahwa bila anak berusia 2 tahun belum dapat mengatakan kalimat 2 kata yang berarti, maka anak mengalami keterlambatan perkembangan wicara-bahasa. Edisi25 | 2014 LENTERA JIWA 29

ANAK & REMAJA Anak dengan Gangguan Perkembangan Bicara & Bahasa dengan d, p dengan q, dll dapat mengalami kesulitan untuk ; • Kacau terhadap kata yang hanya sedikit perbedaannya, Memproduksi suara huruf/kata tertentu ; • Menggunakan bahasa verbal/tutur dalam berkomuni- misalnya bau dengan buah, batu dengan buta, rusa dengan lusa, dll kasi, tetapi pemahaman bahasanya baik. Orang tua sering • Sering mengulangi dan menebak kata-kata atau frasa kali berkata, “anak saya mengerti apa yang saya ucapkan, Pemahaman yang buruk dalam membaca, dalam arti tetapi belum bisa berbicara“. anak tidak mengerti isi cerita/teks yang dibacanya. • Memahami bahasa verbal yang dikemukakan oleh orang lain, walaupun kemampuan pendengarannya baik. Anak 2. Disleksia hanya dapat meniru kata-kata tanpa mengerti artinya Disleksia adalah gangguan perkembangan berupa (membeo). kesulitan dalam perolehan bahasa-tertulis atau membaca B.Gangguan Kemampuan Akademik (Academic Skills dan menulis. Penyebabnya adalah gangguan dalam asosiasi Disorders) daya ingat dan pemrosesan di sentral yang semuanya adalah gangguan fungsi otak. Pada gangguan ini tidak disebabkan Terdapat 3 jenis gangguan yang sering dikeluhkan oleh karena gangguan fungsi panca indera, kekurangan orang tua, diantaranya adalah: pengajaran, pengabaian emosional atau kekurangan motivasi. 1. Gangguan Membaca Membaca merupakan dasar utama untuk memperoleh Yang sering terjadi adalah GANGGUAN MENULIS EKPRESIF. Kondis ini ditandai oleh ketidakmampuan anak kemampuan belajar di bidang lainnya. Proses membaca ini untuk membuat suatu komposisi tulisan dalam bentuk teks, merupakan suatu proses yang kompleks yang melibatkan dan keadaan ini tidak sesuai dengan tingkat perkembangan ke dua belahan otak. Persentasi dari Gangguan Membaca ini anak seusianya. Gejala utamanya ialah adanya kesalahan dikatakan sebesar 2- 8 % dari anak usia sekolah. Anak yang dalam mengeja kata-kata, kesalahan tata bahasa, kesalahan mengalami Gangguan Membaca menunjukkan adanya ; tanda baca, paragraf dan tulisan tangan yang sangat buruk. Selain itu, mereka juga mengalami kemiskinan tema dalam Inakurasi dalam membaca, seperti ; karangannya. • Membaca lambat, kata demi kata jika dibandingkan 3.Gangguan Berhitung (Diskalkulia) dengan anak seusianya, intonasi suara turun naik tidak Diskalkulia adalah gangguan belajar yang teratur; • Sering terbalik dalam mengenali huruf dan kata, misalnya mengakibatkan gangguan dalam berhitung. Kelainan antara kuda dengan daku, palu dengan lupa, huruf b 30 LENTERA JIWA Edisi25 | 2014

ANAK & REMAJA berhitung ini meliputi kemampuan menghitung sangat rendah, pelajaran matematika, misalnya tidak dapat tidak mempunyai pengertian bilangan, bermasalah dalam bahasa membedakan antara tanda ‘–‘ dengan ‘+’, tanda ‘+’ berhitung, tidak bisa mengerjakan simbol-simbol hitungan, dan dengan ‘x’, dll ganguan berhitung lainnya. Bisa karena kelainan genetik atau • Sulit dalam mempelajari keterampilan baru, terutama karena gangguan mekanisme kerja di otak. yang membutuhkan kemampuan daya ingat yang baik Gangguan Berhitung merupakan suatu gangguan • Sangat aktif, tidak mampu menyelesaikan satu tugas/ perkembangan kemampuan aritmatika atau keterampilan kegiatan tertentu secara tuntas matematika yang jelas mempengaruhi pencapaian prestasi • Impulsif (bertindak sebelum berpikir) akademiknya atau mempengaruhi kehidupan sehari-hari anak. • Sulit konsentrasi atau perhatiannya mudah teralih Gejala yang ditampilkan di antaranya ialah; • Sering melakukan pelanggaran baik di sekolah atau • Kesulitan dalam mempelajari nama-nama angka di rumah • Kesulitan dalam mengikuti alur suatu hitungan • Tidak bertanggung jawab terhadap kewajibannya • Kesulitan dengan pengertian konsep kombinasi dan separasi • Tidak mampu merencanakan kegiatan sehari-harinya • Inakurasi dalam komputasi • Problem emosional seperti mengasingkan diri, • Selalu membuat kesalahan hitungan yang sama, dll pemurung, mudah tersinggung atau acuh terhadap lingkungannya DETEKSI DINI KESULITAN BELAJAR • Menolak bersekolah Tanda dari kesulitan belajar sangat bervariasi, tergantung dari • Mengalami kesulitan dalam mengikuti petunjuk atau rutinitas tertentu usia anak pada saat itu. Sensitivitas atau kepekaan orang tua dan • Ketidakstabilan dalam menggenggam pensil/pen guru seringkali sangat membantu dalam deteksi dini. Orang tua • Kesulitan dalam mempelajari pengertian tentang atau guru yang melihat adanya kesenjangan yang konsisten antara hari/ waktu kemampuan akademik anak dengan kemampuan rata-rata teman sekelasnya atau prestasi anak yang tidak kunjung meningkat Jika orang tua atau guru menemukan beberapa walaupun pelajaran tambahan sudah diberikan, haruslah mulai gejala di atas maka sebaiknya dilakukan evaluasi oleh berpikir apa yang sebenarnya terjadi dalam diri sang anak. Apalagi tenaga profesional seperti, dokter anak atau psikiater jika disertai oleh beberapa gejala di bawah ini: anak atau tenaga profesional lainnya.*** PADA ANAK PRASEKOLAH ; • Keterlambatan berbicara jika dibandingkan anak seusianya • Adanya kesulitan dalam pengucapan kata • Kemampuan penguasaan jumlah kata yang minim • Seringkali tidak mampu menemukan kata yang sesuai untuk suatu kalimat • Kesulitan untuk mempelajari dan mengenali angka, huruf dan nama-nama hari dalam seminggu • Mengalami kesulitan dalam menghubung-hubungkan kata dalam suatu kalimat • Kegelisahan yang sangat ekstrim dan mudah teralih perhatiannya • Kesulitan berinteraksi dengan anak seusianya • Menunjukkan kesulitan dalam mengikuti suatu petunjuk atau rutinitas tertentu • Selalu menghindari permainan ‘puzzles’ • Menghindari pelajaran menggambar atau prakarya tertentu seperti menggunting PADA USIA SEKOLAH • Mempunyai kemampuan daya ingat yang buruk • Selalu membuat kesalahan yang konsisten dalam mengeja dan membaca, misalnya huruf ‘b’ dibaca ‘d’, huruf ‘m’ dibaca ‘w’, kesalahan transposisi yaitu kata ‘roda’ dibaca ‘dora’ • Lambat untuk mempelajari hubungan antara huruf dengan bunyi pengucapannya • Bingung dengan operasionalisasi tanda-tanda dalam Edisi25 | 2014 LENTERA JIWA 31

ANAK & REMAJA PENANGANAN KESULITAN BELAJAR Kesulitan belajar yang Anak dengan kesulitan belajar terganggunya sistim harga diri anak. terjadi pada seorang anak seringkali menuding dirinya sebagai Kondisi ini merupakan sinyal bahwa tidak hanya berdampak anak yang bodoh, lambat, berbeda anak membutuhkan pertolongan bagi pertumbuhan dan keterbelakang. Mereka menjadi segera. dan perkembangan anak saja, tegang, malu, rendah diri dan tetapi juga berdampak dalam berperilaku nakal, agresif, impulsif Terapi sedini mungkin kehidupan keluarga dan juga atau bahkan menyendiri/menarik Walaupun gangguan yang dapat mempengaruhi interaksi diri untuk menutupi kekurangan anak dengan lingkungannya. pada dirinya. Seringkali mereka terjadi pada sebagian otak sudah Sistim keluarga dapat mengalami tampak sulit berinteraksi dengan tidak dapat diperbaiki lagi, tetapi disharmoni oleh karena saling teman-teman sebayanya, dan lebih masih ada bagian otak lain yang menyalahkan di antara ke dua orang mudah bagi mereka untuk bergaul masih dapat dirangsang untuk dapat tua. Kondisi ini justru membuat anak dan bermain dengan anak-anak berfungsi optimal. Oleh karena itu dengan kesulitan belajar merasa yang mempunyai usia lebih muda pemberian terapi haruslah sedini lebih terpojok lagi. dari mereka. Hal ini menandakan dan seoptimal mungkin, sehingga anak diharapkan dapat mengejar 32 LENTERA JIWA Edisi25 | 2014

ANAK & REMAJA apa yang menjadi kekurangannya c. Psikoterapi suportif dan psiko- Intervensi dini sangatlah pen- selama ini. sosial lainnya ting bagi anak yang memiliki Penanganan yang diberikan Dapat diberikan kepada anak pada anak dengan kesulitan belajar dan keluarganya. Tujuannya ialah gangguan belajar. Orang tua melliputi bidang medis dan bidang untuk memberi pengertian dan pendidikan. pemahaman mengenai kesulitan memainkan peranan yang penting yang ada, sehingga dapat menimbul- Penatalaksanaan di bidang medis kan motivasi yang konsisten dalam dalam meningkatkan prestasi belajar a. Terapi obat atau medika- usaha untuk memerangi kesulitan ini. Pendekatan psikososial lainnya anaknya di luar lingkungan sekolah. mentosa ialah psikoedukasi orang tua dan Pengobatan yang diberikan guru atau pelatihan keterampilan Beberapa petunjuk yang perlu dike- sosial bagi anak adalah sesuai dengan gangguan tahui oleh para orang tua ; yang diderita oleh anak, misalnya ; Penatalaksanaan di bidang pen- • Pilih waktu yang baik untuk • Kondisi depresi dapat diberikan didikan belajar obat gol. Antidepresan Dalam hal ini terapi yang paling • Ciptakan suasana belajar yang • ADHD diberikan obat gol. efektif ialah terapi remedial, yaitu bimbingan langsung oleh guru yang nyaman dan tenang Psikosti-mulansia, misalnya terlatih dalam mengatasi kesulitan • Membantu anak belajar sambil Ritalin belajar anak. Guru remedial ini akan menyusun suatu metoda bermain pakai buku yang b. Terapi perilaku pengajaran yang sesuai bagi setiap Terapi perilaku yang sering anak. Mereka juga melatih anak diguna-kan guru di sekolah untuk dapat belajar dengan baik • Melatih anak untuk mendiskusi- diberikan adalah modifikasi pe- dengan tehnik-tehnik pembelajaran rilaku. Dalam hal ini anak akan tertentu (sesuai dengan jenis kan isi suatu buku dengan ha- mendapatkan penghargaan lang- kesulitan belajar yang dihadapi sung jika ia dapat memenuhi suatu anak) yang sangat bermanfaat bagi nya melihat judul buku atau tugas atau tanggung jawab atau anak dengan kesulitan belajar. berperilaku positif tertentu. Di sampulnya sebelum anak mulai lain pihak, ia akan mendapatkan Peranan Orang Tua Dalam Mem- peringatan jika ia memperlihatkan bantu Anak Dengan Kesulitan membaca perilaku negatif. Dengan adanya Belajar • Melatih anak untuk mengenal penghargaan dan peringatan lang- sung ini maka diharapkan anak angka atau huruf dengan alat dapat mengontrol perilaku negatif yang tidak dikehendaki, baik di peraga yang dapat diraba dan sekolah atau di rumah. dengan warna-warna menarik • Melatih anak untuk mengenal operasionalisasi tanda dalam matematika dengan memberi- kan contoh-contoh dari kehidu- pan sehari-hari • Hindari komentar yang negatif • Berikan kesempatan kepada anak bila ingin mencoba menye- lesaikan pekerjaan rumahnya sendiri. *** Edisi25 | 2014 LENTERA JIWA 33

KELUARGA natif, dan apa kata orang tua telah mere- ka lakukan namun hasilnya tetap sama, menstruasi tetap datang meskipun tidak mereka harapkan. Tidak hanya itu, kelu- arga dan kerabat sibuk menyalahkan serta memberikan anjuran-anjuran yang sering kali tidak masuk akal, seakan tidak menge- tahui penderitaan mereka. Cerita di atas adalah sebuah cerita yang banyak terjadi dan kita dengar di tengah-tengah masyarakat, atau bahkan mungkin menimpa diri kita. Kejadian ini oleh bahasa sehari-hari disebut mandul dan secara medis disebut infertil. Apakah itu Infertilitas? Definisi infertilitas adalah ketidak mampuan pasangan untuk menghasilkan keturunan setelah melakukan hubungan seksual selama 1 tahun tanpa kontrasepsi. Banyak dokter tidak memulai pemeriksaan infertilitas sampai bila belum sampai peri- ode ini. Namun bila terdapat faktor risiko (istri berusia lebih dari 35 tahun, riwayat infeksi dan menstruasi tidak teratur) maka sebaiknya penyelidikan dimulai lebih awal. Oleh : dr. Dody L Sutanto, Sp.OG Apakah penyebab dari infertilitas ? Beberapa penyebab infertilitas wanita: Bila Sang Buah Hati • Infeksi ginekologi Tak Kunjung Tiba • Tersumbatnya tuba fallopi (saluran Tak semua pasangan diberi kemudahan untuk telur antara indung telur dengan ra- mendapatkan keturunan. him) • Endometriosis, kondisi dimana sel- Kunti dan Pandu (nama fiktif), tidak me- sel/jaringan aktif rahim juga tumbuh nyangka bahwa cinta yang telah mereka di luar rahim (berakibat nyeri men- pupuk sejak SMA dan berakhir bahagia di struasi, timbulnya kista endometrio- pelaminan, membawa episode lain yang sis, dan sering menyumbat tuba fal- melelahkan secara fisik dan mental. Setelah meni- lopi) kah selama 4 tahun, sang buah hati tak kunjung • Tumor jinak organ kandungan (myo- tiba. Berbagai cara baik baik itu secara medis, alter- ma uteri, atau kistoma ovarium) • Gangguan hormon termasuk hiper- prolaktin, tiroid, masalah kegemukan dan kekurangan gizi. Fertilitas menurun bersama dengan bertambahnya umur. Pada usia 35 tahun fertilitas wanita turun 50% dibanding wanita di bawah usia 25 tahun. Pada usia 40 tahun, 1 dari 3 wanita menjadi infertil. Pada pria, umur juga menyebabkan penurunan kualitas sperma meskipun pada umumnya seorang pria akan tetap subur selama hidupnya. 34 LENTERA JIWA Edisi25 | 2014

KELUARGA Beberapa penyebab infertilitas pria : tubasi yang serius bagi wanita dan • Kelainan testis • Masalah psikologis --> konseling pria. Pada wanita hal ini ditan- • Terapi radiasi untuk pengobatan dai dengan gangguan siklus pernikahan dan psikoterapi menstruasi, sedangkan pada kanker. pria nampak pada penurunan • Kekurangan/kelebihan hormon • Pada banyak kasus infertili- kualitas sperma serta kemam- • Masalah struktural yang meng- tas, ovulasi terhambat karena puan seksual. adanya masalah hormonal, oleh • Sindrom ovarium polikistik hambat perjalanan sperma sep- karena itu terdapat beberapa (PCOS) adalah suatu kelainan erti infeksi, cedera, hernia dan obat untuk menginduksi ovula- genetik-metabolik wanita yang operasi prostat. si yang sudah sering kali dipakai dengan ditandai dengan geja- yaitu clomiphene citrat dan FSH la-gejala: infertilitas, gangguan Pada beberapa kasus, lendir vagi- (Folicle Stimulating Hormon). haid, kegemukan (tidak selalu), na wanita tidak bersahabat terhadap Obat ini diberikan selama be- hirsutisme (tumbuh banyak sperma dan ini akan menyebabkan berapa bulan sambil amati res- rambut/kumis), dan hipertes- sperma menjadi mati atau terhambat pon terhadap pengobatan ini. tosteron. Diagnosis ditegakkan masuk kedalam rahim, namun pada dengan pemeriksaan hormonal beberapa kasus infertilitas tidak dapat • Beberapa wanita mengalami dan USG TVS yang menemu- di jelaskan. gangguan menstruasi yang di- kan banyak folikel kecil yang sebabkan gangguan hiperpro- tidak matang. Terapi utama Pemeriksaan apa yang diperlukan? laktin (hormon prolaktin tinggi), PCOS adalah menurunkan berat Beberapa pemeriksaan diperlu- atau hipertiroid(homon tiroid badan dan olah raga, sedang- tinggi). Bila hal ini terjadi maka kan obat yang lazim dipakai kan untuk menjelaskan penyebab pengobatan terhadap gang- untuk PCOS adalah kombinasi infertilitas, dan jadwal pemeriksaan guan hormon tersebut akan metformin dan klomifen sitrat. akan disesuaikan dengan siklus men- mengembalikan kesuburannya. ** struasi dan ovulasi (hari subur di mana sel telur siap dibuahi) • Kegemukan menyebabkan • Pemeriksaan ginekologi masalah gangguan hormon • Pemeriksaan laboratorium, darah rutin, kimia darah dan status hor- monal • Hysterosalphingografi, pertubasi, atau hydrotubasi untuk mende- teksi kelancaran saluran tuba fal- lopi • Ultasonografi abdominal dan transvaginal untuk mendeteksi kondisi rahim, ovarium (indung telur), folikel (kantung yang berisi sel telur matang), dan kelainan di daerah panggul. • Analisis sperma bagi pria, dan bila hasilnya dibawah normal maka diperlukan pemeriksaan hormo- nal dan pemeriksaan testis. Terapi apa saja yang dapat dilaku- kan? Pengobatan di tujukan pada pe- nyebab infertilitas, misalnya : • Infeksi pengobatan infeksi • Tumor --> operasi • Gizi --> perbaikan gizi • Masalah hormon --> terapi hor- monal • Masalah tuba tidak lancar --> per- Edisi25 | 2014 LENTERA JIWA 35

KELUARGA TEKNIK REPRODUKSI BERBANTU (TRB) (ASSISTED REPRODUCTION TECHNIQUE) Oleh : dr. Dody L Sutanto, Sp.OG Pada banyak kasus, meskipun penyebab mendekati ovulasi. Dengan teknik ini infertilitas diketahui namun penyembuhan maka kemungkinan hamil akan menjadi tidak berhasil dilakukan secara medis. Pada lebih tinggi. Indikasi inesminasi : kualitas kasus yang lain faktor penyebab infertilitas sperma yang kurang baik, faktor lendir tidak diketahui meskipun segala pemeriksaan te- servik yang tidak bersahabat terhadap lah dilakukan, hal ini disebut unexplained infertility. sperma serta faktor unexplained Pada kasus-kasus tersebut maka pilihan terapi infertility. Syart IUI diantaranya adalah adalah dengan teknik reproduksi berbantu. Jadi TRB saluran tuba berfungsi baik (minimal adalah suatu cara untuk mempercepat kehamilan salah satu) dan kualitas sperma tidak melalui berbagai cara dan tahapan medis. terlalu buruk. Keberhasilan IUI kurang lebih berkisar 5-10 %. . Bila dalam 5 kali Inseminasi Intra Uterin (IUI) IUI pasien belum berhasil hamil, maka IUI adalah tindakan memasukkan sperma yang sangat disarankan untuk menjalani program IVF. telah diproses ke dalam rahim pada saat yang sangat IVF/ Bayi Tabung Pada beberapa kasus yang sulit dan tidak dapat dikoreksi, maka IVF (In Vitro Fertilization) atau sering disebut juga Program Bayi Tabung adalah terapi pilihan paling akhir. Pada terapi ini, indung telur akan dirangsang supaya menghasilkan cukup banyak folikel. Perangsang-an atau disebut induksi ovulasi ini menggunakan obat tablet (Clomiphene Citrate ) atau suntikan (FSH). Induksi harus dilakukan bersamaan dengan memonitor pertumbuhan folikel (kantung telur) target yang diharapkan adalah sekitar 5-10 telur pada saat masa subur. Bila jumlah dan ukuran telur telah tercapai maka dilakukan pematangan akhir dengan hormon tertentu. Setelah pematangan mencapai puncak, sel telur (ovum) akan dipanen dari folikel-folikel tersebut. Hasil panen ini beberapa jam kemudian dibuahi oleh sperma suami yang dilakukan di dalam laboratorium khusus oleh ahli embryo (embryologist). 36 LENTERA JIWA Edisi25 | 2014

KELUARGA Setelah dikultur selama beberapa waktu maka alat-alat dengan teknologi tinggi, protokol yang ketat, sel telur yang dibuahi akan berkembang menjadi serta medium, reagensia dan obat-obatan yang banyak, beberapa sel, dan pada waktu yang ditentukan bakal maka program ini membutuhkan biaya yang tidak embryo ini akan di transfer ke dalam rahim ibu supaya sedikit. tumbuh di sana. Keberhasilan IVF sangat bergantung pada usia Pada beberapa keadaan dimana kualitas sperma pasien wanita dimana hal ini terkait dengan ketersedia- sangat buruk, maka diperlukan tindakan ICSI atau an sel telur yang berkualitas baik. Semakin usia Intra Citoplasmic Sperm Injection. Pada perlakukan ini bertambah, terutama di atas 35 tahun maka kualitas hanya diperlukan satu buah sperma yang hidup untuk telur akan semakin buruk. dapat membuahi sel telur dengan cara menyuntikkan sperma tersebut ke dalam sitoplasma sel telur. Pada usia di bawah 35 tahun keberhasilan masih sekitar 35%. Sedangkan bila usia telah lebih dari 40 Oleh karena IVF melibatkan banyak tenaga ahli, tahun maka keberhasilan hanya berkisar 11%. *** Edisi25 | 2014 LENTERA JIWA 37

SPIRIT KONSISTEN diri (intrinsik) dan dari luar diri kita MEMBANGUN (ekstrinsik). Faktor intrinsik yang MOTIVASI mempengaruhi motivasi seseorang adalah pengetahuan, usia, persepsi, “ Manusia seperti sebuah sepeda, yang hanya pemahaman dan evaluasi seseorang bisa berjalan lurus dan maju jika terus dikayuh ” pada dirinya sendiri, harga diri, hara- pan pribadi, keinginan dan motivasi Pernahkah Anda membayang- tertimpa kemalangan, musibah, na- seseorang pada masa yang akan kan bagaimana kondisi para sib buruk, kapan saja. Dan kita pun datang, kebutuhan, keinginan, dan korban pasca bencana Tsunami tahu, bagaimana sulitnya keluar dari pendidikan. di Aceh, atau dahsyatnya lahar pa- ‘cengkeraman’ kesedihan dan kepu- nas Gunung Merapi di Sleman, Yo- tus-asaan. Apa lagi yang lebih buruk Sedangkan faktor ekstrinsik gyakarta dan sekitarnya? Juga kor- ketika manusia sudah kehilangan dipengaruhi oleh ; Pekerjaan, Status ban lumpur Lapindo yang hingga harapan untuk hidup? budaya, Imbalan, dan Lingkungan. 8 tahun ini masih menunggu nasib. Setelah semua harta benda, sanak Dan satu-satunya yang mampu Sesuatu yang asing bagi ling- saudara, bahkan harapan pun luluh membuat mereka bangkit selain ka- kungan tertentu sering dipersep- lantak tak bersisa. Bagaimana mere- rena penerimaan diri dan kehendak sikan salah, sehingga perlu pema- ka harus bangkit? Tuhan, adalah motivasi yang sangat haman yang mendalam tentang kuat. hal-hal yang baru, juga perlu mem- Kita tahu, setiap manusia bisa pertimbangkan sosial budaya dae- Motivasi bisa berasal dari dalam rah tersebut (Sudrajat, 2008). Motivasi sangat penting bagi kehidupan. Motivasi menumbuhkan gairah hidup, keinginan, dan sema- ngat yang membuat manusia mam- pu bergerak, bergerak dan bergerak. Manusia seperti sebuah sepeda, yang hanya bisa berjalan lurus dan maju jika terus dikayuh. Kesuksesan hanya terasa jika sesuai dengan mo- tivasi yang kita bangun, keberhasi- lan hanya berharga jika sama de- ngan motivasi yang kita bina. Jadi, begitulah motivasi akan sangat mempengaruhi cara/perilaku kita dalam menemukan dan men- capai tujuan hidup. Karena sebesar apapun motivasi yang diberikan jika tanpa diimbangi dengan konsistensi perilaku, akan menjadi sia-sia. Be- gitu pula para korban bencana, atau mereka yang kehilangan seseorang yang begitu berharga dan sangat dicintai karena berbagai sebab. Secara sadar atau tidak, mereka konsisten belajar memahami dan berusaha bangkit, hingga akhirnya benar-benar berhasil bangkit. Dalam perjalanan itu pun, tidak mustahil mereka sempat down, terlempar kembali dalam kenangan pahit, hingga kesadaran itu akhirnya pulih untuk menemukan semangat baru. *** (dari berbagai sumber) 38 LENTERA JIWA Edisi25 | 2014




Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook