Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore E-Pedoman Skripsi Ilmu Sosial

E-Pedoman Skripsi Ilmu Sosial

Published by Sean Popo Hardi, S.Pd, M.Hum. UIN Jambi, 2023-06-13 01:11:10

Description: E-Pedoman Skripsi Ilmu Sosial

Search

Read the Text Version

["Fakultas Syariah UIN STS Jambi desa, buku, jurnal dan referensi lain yang mendukung data primer tersebut. E. Unit Analisis 1. Informan (Kualitatif) Unit analisis adalah satuan yang diteliti yang bisa berupa individu, kelompok, benda atau suatu latar peristiwa sosial seperti misalnya aktivitas individu atau kelompok sebagai subjek penelitian. Dalam penelitian kualitatif, menentukan informan penelitian (orang yang diwawancarai) merupakan kegiatan yang sangat penting. Salah satu teknik yang digunakan adalah purposive sampling20 atau teknik sampling non random. Di mana, peneliti menentukan pengambilan sampel dengan cara menentukan ciri-ciri khusus yang sesuai dengan tujuan dan untuk menjawab permasalahan penelitian. Ada dua kunci dalam dalam aspek ini yaitu, sampling non random dan menetapkan ciri khusus. Para informan penelitian merupakan aktor-aktor kunci yang diperkirakan mengetahui dan bahkan terlibat dalam aktivitas yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan. Jumlah yang diwawancarai disesuaikan tergantung kebutuhan. Sebagai contoh tema penelitian, Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan: Studi di Desa Sungai Duren Kabupaten Muaro Jambi. Maka para informan penelitian yang dipilih di antaranya adalah masyarakat yang mewakili setiap kampung\/dusun, Ketua BPD, Kepala Desa, Kepala Urusan 20 Teknik mengambil informan atau narasumber dengan tujuan tertentu sesuai dengan tema penelitian karena orang tersebut dianggap memiliki informasi yang diperlukan bagi penelitian. 40","Pedoman Penulisan Skripsi Ilmu Sosial (Kaur) Tata Usaha dan Umum, Ketua LPMD. Untuk lebih memperkuat data dapat dipilih dari unsur kecamatan, misalnya Kasi Pemerintahan. Pada penelitian kualitatif tidak dikenal istilah populasi melainkan apa yang digunakan Spradley sebagai \u201asituasi sosial\u201b. Terdiri dari tiga elemen yaitu, tempat (place), pelaku (actors) dan aktivitas (activity). Informan sebagai salah satu sumber data primer penelitian21 sebaiknya memenuhi kriteria sebagai berikut: a. Mereka yang menguasai atau memahami sesuatu melalui proses enkulturasi, sehingga sesuatu itu bukan sekadar diketahui, tetapi juga dihayati b. Mereka tergolong masih sedang berkecimpung atau terlibat pada kegiatan yang tengah diteliti c. Mereka mempunyai waktu yang memadai untuk dimintai informasi d. Mereka yang tidak cenderung menyampaikan informasi hasil \u201apemikirannya\u201bsendiri e. Mereka yang pada mulanya tergolong \u201acukup asing\u201b dengan peneliti sehingga lebih menggairahkan untuk dijadikan semacam guru atau narasumber. 2. Populasi dan Sampel (Kuantitatif) Untuk penelitian jenis kuantitatif, peneliti harus menghitung populasi untuk menentukan sampel. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek\/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik 21 Informan penelitian adalah orang-orang yang akan diinterview atau diwawancarai. 41","Fakultas Syariah UIN STS Jambi kesimpulannya. Populasi bukan sekadar jumlah yang ada pada obyek\/subyek yang diteliti, tetapi meliputi seluruh karakteristik\/sifat yang dimiliki oleh subyek atau obyek itu. Misalnya, akan melakukan penelitian tentang kinerja Aparatur Sipil Negara di pemerintahan X, maka ASN di pemerintahan merupakan populasi. Pemerintahan X mempunyai sejumlah orang\/subyek dan obyek yang lain. Hal ini berarti populasi dalam arti jumlah\/kuantitas. Tetapi pemerintahan X juga mempunyai karakteristik orang- orangnya, misalnya motivasi kerjanya, disiplin kerjanya, kepemimpinannya, iklim organisasinya dan lain-lain. Dan juga mempunyai karakteristik obyek yang lain, misalnya kebijakan, prosedur kerja, tata ruang kantor, kualitas sumber daya dan lain-lain. Yang terakhir berarti populasi dalam arti karakteristik.22 Sebaliknya, sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Untuk itu, sampel yang diambil dari populasi harus representatif (mewakili). Hal penting dalam menentukan sampel ialah pada teknik sampling untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian. Teknik sampling pada dasarnya dikelompokkan menjadi dua yaitu, Probability Sampling dan Nonprobability Sampling. 22 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&B), Bandung, Alfabeta, 2010, hal. 117-118 42","Pedoman Penulisan Skripsi Ilmu Sosial Probability Sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Teknik ini meliputi: a. Simple Random Sampling. Dikatakan simple (sederhana) karena pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. b. Proportionate Stratified Random Sampling. Teknik ini digunakan bila populasi mempunyai anggota\/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional. Suatu organisasi pemerintahan mempunyai komposisi aparatur dari latar belakang pendidikan yang berstrata, maka populasi aparatur itu bertrata. Misalnya, jumlah aparatur yang lulusan SMA= 40, SMK= 22, S.1= 85, S.2= 15, S.3= 4. Jumlah sampel yang harus diambil meliputi strata pendidikan tersebut. c. Disproportionate Stratified Random Sampling. Teknik sampling daerah digunakan untuk menentukan sampel bila obyek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas, misalnya penduduk dari suatu negara, provinsi atau kabupaten. Untuk menentukan penduduk mana yang akan dijadikan sumber data, maka pengambilan sampelnya berdasarkan daerah populasi yang telah ditetapkan. Misalnya di provinsi Jambi terdapat 11 kabupaten\/kota dan sampelnya akan menggunakan 7 kabupaten, maka pengambilan 7 kabupaten dilakukan secara random. Karena tiap kabupaten di Provinsi Jambi berstrata (tidak sama) maka pengambilan sampelnya perlu menggunakan stratified random sampling. Selain itu, 43","Fakultas Syariah UIN STS Jambi kabupaten\/kota di provinsi Jambi ada yang penduduknya padat, ada yang tidak. Ada yang mempunyai hutan banyak, ada yang tidak. Ada yang kaya bahan tambang, ada yang tidak. Teknik sampel daerah ini sering digunakan melalui dua tahap; pertama, menentukan sampel daerah dan tahap berikutnya menentukan orang- orang pada daerah itu secara sampling. Sedangkan Nonprobability Sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang\/ kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Teknik sampel ini meliputi: a. Sampling Sistematis adalah teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. Misalnya, anggota populasi yang terdiri dari 100 orang. Dari semua anggota itu diberi nomor urut, yaitu nomor 1 sampai dengan 100. Pengambilan sampel dapat dilakukan dengan nomor ganjil saja, genap saja atau kelipatan dari bilangan tertentu. Misalnya, kelipatan dari bilangan lima. Untuk itu yang diambil sebagai sampel adalah nomor 1, 5, 10, 15, 20 dan seterusnya sampai 100. b. Sampling Kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan. Misalnya, akan melakukan penelitian tentang pendapat masyarakat terhadap pelayanan dalam Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). Jumlah sampel yang ditentukan 500 orang. Kalau pengumpulan data belum didasarkan pada 500 orang tersebut, maka penelitian dipandang belum selesai, karena belum memenuhi kuota yang diinginkan. 44","Pedoman Penulisan Skripsi Ilmu Sosial c. Sampling Insidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan\/insidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampe, bila dipandang orang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data. d. Sampling Purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Misalnya, akan melakukan penelitian tentang kondisi pelayanan birokrasi di suatu daerah, maka sampel sumber datanya adalah orang yang ahli maupun praktisi di bidang politik dan pemerintahan. Sampel ini lebih cocok digunakan untuk penelitian kualitatif, atau penelitian-penelitian yang tidak melakukan generaliasi. e. Sampling Jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini digunakan bila jumlah populasi relatif kecil, kurang dari 30 orang, atau penelitian yang ingin membuat generalisasi dengan kesalahan yang kecil. Istilah lain sampel jenuh adalah sensus, di mana semua anggota populasi dijadikan sampel. f. Snowball Sampling adalah teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian membesar. Ibarat bola salju yang menggelinding yang lama-lama besar. Pertama-tama, sampel dipilih satu atau dua orang, tetapi karena dengan dua orang ini belum lengkap terhadap data yang diberikan, maka peneliti mencari orang lain yang dipandang lebih tahu dan dapat melengkapi data yang diberikan oleh dua orang sebelumnya. 45","Fakultas Syariah UIN STS Jambi 3. Penelitian Kepustakaan (Library Research) Penelitian kepustakaan (library research) adalah penelitian yang berhadapan langsung dengan teks atau data baik berupa angka maupun narasi. Karakterisktik penelitian kepustakaan adalah sebagai berikut: a. Berhadapan langsung dengan teks atau buku atau literatur sesuai dengan topik penelitian; b. Peneliti tidak perlu pergi kemana-mana dan hanya berhadapan langsung dengan sumber yang sudah ada di perpustakaan; c. Data yang diperoleh merupakan data sekunder, dan tidak terbagi oleh ruang dan waktu. Sumber data dalam penelitian kepusatakaan terdiri dari sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer adalah sumber utama yang dipersyaratkan berupa literatur atau buku utama yang digunakan sesuai dengan topic penelitian. Sedangkan sumber sekunder adalah sumber pendukung yang berasal dari buku atau literatur pendamping dan pendukung sumber utama sesuai dengan topik penelitian. Teknik pengumpulan data secara umum dilakukan dengan cara membaca, mencatat, menyeleksi dan mengkategorisasi data. Secara operasional Secara eksplisit dilakukan sebagai berikut: a. Mengidentifikasikan wacana dari buku, atau literatur yang berhubungan dengan topik penelitian; b. Mengelompokkan buku atau literatur tersebut mana yang sumber primer dan mana yang sumber sekunder; c. Menuangkan dan menggali pemikiran-pemikiran tersebut ke dalam tulisan. 46","Pedoman Penulisan Skripsi Ilmu Sosial Teknik analisis dan interpretasi data dalam penelitian kepustakaan dapat dilakukan dengan cara: a. Analisis hermeneutik atau interpretative dengan menekankan pada sudut filosifis yaitu, mengungkapkan maksud dibalik pernyataan atau pemikiran tokoh yang dikembangkan; b. Analisis deskriptif kualitatif, yaitu menekankan pada uraian yang sederhana biasanya lebih pada kajian kebijakan atau yang berhubungan dengan perundangan; c. Analisis komparatif yaitu, melakukan perbandingan antara dua pemikiran atau dialetika untuk menemukan benang merah atau titik temu pemikiran. Teknik keabsahan data dalam penelitian kepustakaan dilakukan dengan dengan cara triangulasi yaitu, membandingkan pemikiran dari berbagai teori kemudian diverifikasi dengan literatur atau buku yang dijadikan sebagai sumber primer dan sekunder dalam penelitian. F. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian. Karena tujuan utama penelitian adalah mendapatkan data. Terdapat dua aspek yang mempengaruhi kualitas data penelitian, yaitu: kualitas instrumen penelitian dan kualitas pengumpulan data. Kualitas instrumen akan sangat dipengaruhi oleh validitas23 dan 23 Validitas adalah suatu standar atau dasar ukuran yang menunjukkan ketepatan instrumen pengukur (tes) 47","Fakultas Syariah UIN STS Jambi realibilitas.24 Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Sebaliknya, realibilitas berkenaan dengan derajad konsistensi dan stabilitas data atau temuan. Dalam penelitian kualitatif, temuan atau data dapat dinyatakan valid apabila tidak ada perbedaan antara yang dilaporkan peneliti dengan apa yang sesungguhnya terjadi pada obyek yang diteliti. Sebaliknya, dalam penelitian kuantitatif untuk mendapatkan data yang valid, realibel dan obyektif maka penelitian dilakukan dengan mengggunakan instrumen yang valid dan realibel, dilakukan pada sampel yang mendekati jumlah populasi, pengumpulan serta analisis data dilakukan dengan cara benar. 1. Penelitian Kualitatif Dalam penelitian kualitatif teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, dokumentasi dan Focus Group Discussion (jika dibutuhkan dan memungkinkan). Secara terperinci dijelaskan sebagai berikut: a. Observasi atau pengamatan yaitu, keikutsertaan peneliti dalam situasi penelitian, sehingga peneliti dapat mengamati, mencatat perilaku dan kejadian yang terjadi pada keadan sebenarnya. Observasi harus diperjelas dan limit waktunya dengan mengamati kasus yang sama dan pencatatan detail atas apa yang diamati. Dalam observasi tidak ada kegiatan bertanya (wawancara). 24 Realibilitas adalah serangkaian pengukuran atau serangkaian alat ukur yang memiliki konsistensi jika pengukuran yang dilakukan dengan alat ukur itu dilakukan secara berulang 48","Pedoman Penulisan Skripsi Ilmu Sosial b. Wawancara (interview) adalah usaha mengumpulkan informasi dengan mengajukan sejumlah pertanyan secara lisan atau percakapan yang dilakukan oleh dua pihak yaitu, antara pewawancara (interviewer) kepada terwawancara (interviewee). c. Dokumentasi (documentation) yaitu, data-data tertulis yang dapat digunakan sebagai informasi dalam penelitian, dokumen dapat berbentuk naskah, foto, hasil penelitian sebelumnya atau buku terkait dengan fokus penelitian; d. Focus Group Discussion (FGD) yaitu, pengumpulan data melalui wawancara kelompok secara bersama untuk memetakan masalah awal penelitian, dan memahami fokus kelompok kecil yang sedang diteliti, dan untuk mengumpulkan data yang belum diterpecahkan. 2. Penelitian Kuantitatif Dalam penelitian kuantitatif, pengumpulan data dilakukan dengan beberapa cara yaitu: a. Interview\/Wawancara (jika diperlukan); wawancara dilakukan apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang diteliti dan juga untuk mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit\/kecil. Wawancara dapat dilakukan dengan terstruktur dan tidak terstruktur. Bentuknya jawabannya biasanya dalam bentuk pilihan ganda. Misalnya, Bagaimana tanggapan Bapak\/Ibu terhadap pelayanan administrasi kependudukan di kabupaten ini? a. Sangat bagus b. Bagus c. Tidak bagus d. Sangat tidak bagus. Dan seterusnya, jumlah pertanyaannya disesuaikan dengan kebutuhan. 49","Fakultas Syariah UIN STS Jambi Sebaliknya, pertanyaan tidak terstruktur contohnya, Bagaimana pendapat Bapak\/Ibu terhadap kebijakan physical distancing? Dan bagaimana peluang pedagang untuk memperoleh penghasilan ditengah pandemi Covid-19? b. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Prinsip penulisan angket yaitu, isi dan tujuan pertanyaan, bahasa yang digunakan, tipe dan bentuk pertanyaan, pertanyaan tidak mendua, tidak menanyakan yang sudah lupa, pertanyaan tidak menggiring, panjang pertanyaan, urutan pertanyaan, prinsip pengukuran serta penampilan fisik angket. Dari prinsip tersebut bagian tipe dan bentuk pertanyaan memiliki bentuk \u201atertutup\u201b dan \u201aterbuka\u201b. Pertanyaan tertutup adalah pertanyaan yang mengharapkan jawaban singkat atau mengharapkan responden untuk memilih salah satu alternatif jawaban dari setiap pertanyaan yang telah tersedia. Sebaliknya, pertanyaan terbuka ialah pertanyaan yang mengharapkan responden untuk menuliskan jawabannya berbentuk uraian tentang sesuatu hal. Contoh: Bagaimanakah tanggapan anda terhadap kebijakan penataan pasar tradisional yang dilakukan pemerintah? c. Observasi sebagai proses pengamatan dan ingatan, merupakan teknik pengumpulan data yang mempunyai ciri yang spesifik bila dibandingkan dengan teknik yang lain, yaitu wawancara dan kuesioner. Jika wawancara dan kuesioner selalu berkomunikasi dengan orang, maka observasi tidak terbatas pada orang, tetapi obyek-obyek lingkungan yang lain, misalnya bangunan. Teknik 50","Pedoman Penulisan Skripsi Ilmu Sosial pengumpulan data dengan observasi digunakan bila penelitian berkenaan dengan perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan bila responden yang diamati tidak terlalu besar. Bentuknya ada dua, yaitu observasi berperan-serta (participant observation) dan observasi nonpartisipan. d. Survey sebagai bidang statistik terapan dalam penelitian manusia, metodologi survei mempelajari pengambilan sampel unit individu dari suatu populasi dan teknik terkait pengumpulan data survei, seperti pembuatan kuesioner dan metode untuk meningkatkan jumlah dan akurasi tanggapan dalam survei. Metodologi survei mencakup instrumen atau prosedur yang mengajukan satu atau lebih pertanyaan yang mungkin atau mungkin tidak dijawab. G. Teknik Analisis Data Analisis data dalam penelitian menjelaskan tentang alat- alat analisis, perspektif dan model analisis (terutama statistik) yang dipakai dalam menguraikan dan menafsirkan data. Dalam penelitian kualitatif, proses analisis data dilakukan dalam tiga tahapan, yaitu sebelum di lapangan, selama di lapangan dan setelah selesai di lapangan. Untuk data kuantitatif, analisis dilakukan dengan cara memperhatikan variabel-variabel penelitian, dan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan. 1. Penelitian Kualitatif Pada data kualitatif (terutama data dokumen, naskah atau literatur lainnya), analisis dapat menggunakan model analisis 51","Fakultas Syariah UIN STS Jambi isi dan analisis wacana. Dalam kedua model ini, prinsip analisis data harus didasarkan pada dua aspek penting, yaitu data (dokumen, naskah atau literatur) adalah produk atau fenomena sosial dan akibatnya, data tidak dapat dipisahkan dari konteks sosial di mana dan kapan data tersebut diproduksi.25 Dalam pendekatan lain, analisis data kualitatif dapat dilakukan dengan cara data reduction (reduksi data), data display (penyajian data) serta conclusing drawing\/verification (penarikan kesimpulan).26 Contoh teknik analisis data dalam penelitian kualitatif dengan judul: Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan: Studi di Desa Sungai Duren Kabupaten Muaro Jambi. Analisis data dalam penelitian ini dilaksanakan dengan tiga teknik yaitu, mereduksi data yang diperoleh dari hasil wawancara. Data- data wawancara yang telah direkam kemudian ditranskripkan dengan tujuan memudahkan peneliti memilah data-data yang sesuai untuk dianalisis. Data-data ini berhubungan dengan bentuk-bentuk keterlibatan masyarakat dalam pembangunan di desanya. Lalu persinggungannya dengan kepala atau perangkat desa dalam mempengaruhi pembangunan.27 Data-data yang telah ditranskripkan ini, kemudian disajikan dengan cara dipisahkan dan dipetakan data-data yang serupa ke dalam bagian-bagian tertentu yang telah diberi 25 Tim Penulis Fakultas Syariah dan Hukum, Buku Pedoman Penulisan Skripsi, (Jakarta: Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2007), hlm. 28-29. 26 M.B. Milles and M.A. Huberman, Qualitative Data Analysis, (London: Sage Publication, 1984), p. 19. 27 Teknik analisis data adalah cara untuk sampai pada tahap analisis. Mahasiswa melakukan ini sebelum penelitian dilaksanakan, tetapi teknik ini diharapkan dapat membimbing mahasiswa untuk menganalisis. 52","Pedoman Penulisan Skripsi Ilmu Sosial tanda. Langkah selanjutnya adalah membuat rangkuman inti dari setiap aspek yang diteliti. Langkah terakhir adalah membuat kesimpulan sementara dari data-data yang terkumpul, sehingga dapat diambil langkah-langkah awal untuk penelitian lanjutan dan mengecek kembali data-data asli yang telah diperoleh. Contoh lain pada teknik analisis data untuk penelitian pustaka dengan judul penelitian: Integrasi Islam dan Adat di Masa Pemerintahan Kesultanan Jambi. Data-data yang telah reduksi, disajikan dan disimpulkan ini, kemudian diperbandingkan dan diteliti hubungan antara Islam dan adat di masa pemerintahan Kesultanan Jambi. Di dalam penelitian ini, analisis isi diterapkan untuk meneliti tentang literatur yang membahas pelaksanaan terbentuknya hukum adat yang berlandaskan Islam, dan kemudian melihat relevansinya dalam praktik pemerintahan Kesultanan Jambi. 2. Penelitian Kuantitatif Model analisis kuantitatif dapat beragam, tetapi semuanya mengacu pada pokok masalah yang mau dijawab. Ada tiga model utama uji statistik sederhana yang lazim dipakai dalam penulisan skripsi, yaitu uji korelasi, pengaruh (regresi) dan uji varian. Model uji statistik tersebut sangat ditentukan dua hal, yaitu masalah yang mau dijawab dan jenis pengukuran variabel. Setiap jenis uji statistik memiliki persyaratan pengukuran variabel yang khusus. Melalui aspek ini, model analisis yang dapat ditentukan oleh level pengukuran variabel. Variabel dengan skala pengukuran Likert (ordinal) hanya dapat dianalisis dengan model korelasi Spearman, sedangkan korelasi product moment hanya dapat dilakukan dengan data yang 53","Fakultas Syariah UIN STS Jambi berpengukuran paling tidak interval. Kesalahan pemilihan model statistik akan berakibat fatal terhadap kesahihan hasil analisis dan interpretasi data. Untuk pengujian hipotesis, uji statistik harus sampai ke tahap uji statistik signifikansi, seperti uji chi kuadrat, uji t, uji r (r2) dan uji E. Seluruh uji signifikansi tersebut akan terasa berat jika dilakukan secara manual. Pengujian melalui program statistik komputer akan dengan mudah memberikan hasil yang cepat dan akurat. Contoh teknik analsis data dalam penelitian kuantitatif dengan judul: Netralitas Aparatur Sipil Negara dalam Pilkada Kota Jambi Tahun 2018. Data-data yang telah diperoleh melalui kuisioner akan diolah dengan menggunakan SPSS, dengan tujuan untuk mendapatkan data lebih mudah dan cermat. Data dalam penelitian ini akan menggunakan penilaian skor Skala Likert dari nilai 1 sampai 5. Data-data ini kemudian dibuat dalam tabulasi dengan memberikan kode pada tiap tabulasi sesuai dengan keperluan analisis. Tabel dalam penelitian ini akan menggunakan tabel biasa, yaitu berdasarkan sifat responden dan tabel analisis yaitu berisi informasi dan analisisnya. Dalam penelitian ini, data yang telah diperoleh kemudian dianalisis dengan statistik dengan menggunakan analisis tabulasi silang. Tabulasi silang adalah untuk menganalisis pengaruh antara satu variabel dengan variabel lainnya, sehingga dapat diketahui apakah antara dua variabel ada hubungan atau tidak. 54","Pedoman Penulisan Skripsi Ilmu Sosial BAB IV RUANG LINGKUP PENELITIAN SOSIAL A. Paradigma Keillmuan Paradigma merupakan serangkaian pandangan yang saling berkaitan mengenai fenomena-fenomena di dunia. Dalam sebuah penelitian, paradigma berorientasi sebagai kerangka konseptual. Paradigma peneliti yang tepat akan membawa kepada pemahaman terhadap metodologi penelitian dan kajian pembahasan yang komprehensif. Dalam disiplin ilmu sosial atau sosiologi paling tidak terdapat tiga paradigma besar dalam membentuk keilmuan, yaitu paradigma fakta sosial, definisi sosial dan perilaku sosial. Paradigma bertujuan untuk membangun argumen akademik. Salah satu ciri penting tulisan akademik seperti skripsi adalah adanya argumen yang jelas. Argumen yang dibangun penulis akan menunjukkan kualitas penelitiannya. Dari argumen, bisa diketahui kejelasan gagasan, susunan logika dan konsistensi datanya. Orang sering menyebut tulisan yang memiliki argumen yang baik adalah tulisan yang tampak jelas \u201abenang merah\u201b pemikirannya. Setidaknya ada beberapa tingkat kedalaman sebuah penelitian sehingga dianggap memiliki argumen yang baik. Tingkat yang paling rendah adalah dapat menunjukkan jawaban atas kesenjangan antara kondisi ideal (das sollen) dan kenyataan yang terjadi (das sein). Misalnya, dalam penelitian untuk menjawab rumusan masalah \u201aMengapa program pemerintah dalam penangulangan banjir sangat buruk?\u201b Dalam kasus ini, peneliti menulis dengan dasar bahwa ada 55","Fakultas Syariah UIN STS Jambi fenomena buruknya pelaksanaan sebuah program penanggulangan banjir. Pada tingkatan yang lebih tinggi adalah seseorang menunjukkan adanya kesenjangan dalam perdebatan akademik yang menyinggung isu tertentu. Misalnya, dalam perdebatan perencanaan pembangunan daerah, banyak peneliti hanya memberikan perhatian kepada manajemen perencanaan pembangunan melalui hubungan kewenangan antara pemerintah daerah dengan legislatif. Seseorang yang kritis akan mempertanyakan bahwa ada isu penting lain yang perlu dibahas, yaitu perencanaan pembangunan perlu mempertanyakan relasi antara pemerintah daerah dan masyarakat. Tingkatan yang paling tinggi adalah peneliti mempertanyakan keabsahan atau kesahihan dari sebuah pendapat atau argumen yang sudah mapan. Misalnya, ada tesis atau argumen yang menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat menciptakan demokratisasi yang baik. Seorang penulis akan mengkritisi pendapat tersebut dan berusaha membangun argumen baru dan memberikan data yang lengkap untuk menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pertumbuhan ekonomi dengan tingkat pertumbuhan demokrasi. Setidaknya ia memberikan argumen ada variabel lain yang menyebabkan demokrasi dapat berkembang selain pertumbuhan ekonomi. Misalnya, penulis bisa melahirkan argumen bahwa pertumbuhan demokrasi lebih dipengaruhi oleh adanya modal sosial yang tinggi. 56","Pedoman Penulisan Skripsi Ilmu Sosial B. Pendekatan Penelitian Menurut Vernon van Dyke, pendekatan adalah kriteria untuk menyeleksi masalah data yang relevan. Dalam konstruksi ilmu sosial, pendekatan sering dipahami sebagai sekelompok disiplin akademik yang mempelajari aspek-aspek yang berhubungan dengan manusia dan lingkungan sosialnya. Dengan ruang lingkup yang luas, ilmu sosial merupakan embrio lahirnya ilmu-ilmu lainnya seperti ilmu politik, ilmu pemerintahan, ilmu komunikasi, ilmu antropologi, psikologi dan lain sebagainya. Sebagai kajian utama dalam bidang sosial dan politik di UIN STS Jambi. Ilmu pemerintahan mempelajari dan mencari penyelesaian masalah-masalah yang berkaitan dengan praktek penyelenggaraan pemerintahan yang masih belum diketahui secara jelas. Manakala permasalahannya nyata, maka ilmu pemerintahan mencari jawaban pada praktek penyelenggaraan pemerintahan yang nyata pula, karena ilmu pemerintahan sebagai ilmu yang dimulai dengan fakta dan diakhiri dengan fakta. Definisi lain yang bisa dikemukakan bahwa ilmu pemerintahan adalah ilmu yang mempelajari persoalan- persoalan organisasi, administrasi, manajemen dan kepemimpinan dalam penyelenggaraan organisasi publik atau badan-badan publik yang bertugas melaksanakan kekuasaan negara sebagaimana diatur dalam peraturan perundang- undangan. Untuk mempermudah baik dalam memahami maupun mengadakan penelitian di bidang ilmu pemerintahan perlu menggunakan berbagai pendekatan agar kajiannya dilaksanakan komprehensif dan tepat. Berbagai pendekatan dalam kajian ilmu pemerintahan di antaranya sebagai berikut: 57","Fakultas Syariah UIN STS Jambi 1. Pendekatan Legalistik merupakan pendekatan untuk melihat gejala dan peristiwa dari sudut pandang aturan- aturan formal. Pemerintahan adalah gejala yang sah (kewenangan), sehingga kegiatan pemerintahan selalu berkaitan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Di mana, dalam praktiknya, pemerintah seringkali menggunakan berbagai aturan hukum dalam pelaksanaan program ataupun kebijakan. Produk hukum tersebut dapat berupa Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden, Peraturan Menteri, Peraturan Daerah, Peraturan Gubernur, Peraturan Bupati, Peraturan Walikota dan lain sebagainya. Di luar itu, biasanya dapat menggunakan beberapa aturan berupa Surat Edaran dan Surat Himbauan, baik yang dikeluarkan pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah. 2. Pendekatan Sistemik, Sistem adalah kesatuan yang utuh dari suatu rangkaian yang kait mengait satu sama lain. Pemerintahan sendiri pada semua tingkatan pada dasarnya adalah sebuah sistem. Pendekatan sistemik digunakan jika akan meneliti tata kelola pemerintahan yang berhubungan dengan manajemen, kinerja, kepemimpinan dan lain sebagainya. 3. Pendekatan Paradigmatik adalah pandangan mendasar dari ilmu tentang pokok persoalan yang semestinya dipelajari dalam cabang ilmu tertentu. Paradigma untuk memahami gejala dari peristiwa sosial dapat dilakukan melalui pendekatan paradigmatik. Jenis penelitian yang dapat dikaji menggunakan pendekatan paradigmatik di antaranya tentang kepemimpinan, birokrasi, pelayanan publik dan lain sebagainya. 58","Pedoman Penulisan Skripsi Ilmu Sosial 4. Pendekatan Balanced Score Card (BSC) merupakan suatu metode untuk pengukuran dan penilaian kinerja suatu perusahaan dengan mengukur empat perspektif yaitu: perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Jika dikaitkan dalam kajian ilmu pemerintahan, maka perusahaan sebagai organisasi pemerintahan yang diukur kinerjanya meliputi kinerja keuangan, pelayanan internal, pelayanan sektor publik, evaluasi dan perbaikan. 5. Pendekatan Performance Pyramid System (PPS) merupakan pendekatan yang berangkat dari kinerja piramida yaitu strategi organisasi dengan operasi-operasi dengan menerjemahkan tujuan-tujuan dari atas ke bawah (prioritas pelanggan) dan pengukuran dari bawah ke atas. Dalam pendekatan PPS akan melihat fungsi top leaders sebagai kunci pendorong lahirnya efektivitas kinerja birokrasi hingga berpengaruh ke level bawah dalam struktur pemerintahan. 6. Pendekatan Activity-Based Costing (ABC) merupakan suatu pendekatan perhitungan biaya yang membebankan biaya sumber daya ke dalam objek biaya, seperti produk, jasa atau konsumen berdasarkan aktivitas yang dilakukan untuk objek biaya. Pendekatan jenis ini dapat dilakukan jika akan meneliti tentang pengelolaan keuangan pemerintah baik dilevel pemerintah provinsi, kabupaten, kota, kecamatan, kelurahan atau desa. Dengan tujuan dari pendekatan ini berupa pengembangan produk, jasa serta pelayanan prima ke masyarakat. 59","Fakultas Syariah UIN STS Jambi 7. Pendekatan Sink and Tuttle merupakan model pendekatan yang menggambarkan hubungan antara tujuh kriteria kinerja dalam meningkatkan kinerja yang pada akhirnya mengacu pada peningkatan profitabilitas bagi perusahaan, sehingga akan mempermudah pemahaman mengenai konsep dari kriteria kinerja. Ketujuh kinerja ialah efektivitas, efisiensi, kualitas, produktivitas, kualitas kehidupan kerja, inovasi, dan profitabilitas 8. Pendekatan Theory of Constrains merupakan suatu pendekatan untuk mengidentifikasi faktor pembatas (constraint) yang paling penting yang menghambat untuk pencapaian tujuan dan kemudian secara sistematis meningkatkan kinerjanya hingga faktor tersebut tidak lagi menjadi pembatas. Jenis pendekatan ini melakukan identifikasi terhadap masalah penghambat yang terjadi dalam organiasasi, untuk kemudian secara sistematis melakukan peningkatan kinerja pada faktor penghambat tersebut. 9. Pendekatan Deskriptif merupakan pendekatan dengan melihat prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan keadaan subjek atau objek dalam penelitian dapat berupa orang, lembaga, masyarakat dan yang lainnya yang pada saat sekarang berdasarkan fakta- fakta yang tampak atau apa adanya. Misalnya, judul penelitian \u201aKeberhasilan Program Kampung Keluarga Berencana Dalam Menekan Angka Kemiskinan di Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muaro Jambi\u201b. Dengan pendekatan deskriptif akan dilihat keberhasilan program kampung keluarga berencana dari sisi yang berbeda, yakni dalam menekan angka kemiskinan. Hal ini dilandasi bahwa 60","Pedoman Penulisan Skripsi Ilmu Sosial dengan mengurangi atau paling tidak membatasi jarak kelahiran, akan berpengaruh terhadap ketahanan keluarga baik dari sisi fisik, mental, ekonomi dan lain sebagainya. 10. Pendekatan Eksploratif merupakan salah satu jenis penelitian sosial yang tujuannya untuk memberikan definisi atau penjelasan mengenai konsep atau pola yang digunakan dalam penelitian. Dalam penelitian ini, peneliti belum memiliki gambaran akan definisi atau konsep penelitian. Tujuannya untuk memberikan sedikit definisi atau penjelasan mengenai konsep atau pola yang digunakan dalam penelitian. 11. Pendekatan Konfirmatori atau Confirmatori Factor Analysis (CFA) merupakan salah satu bentuk analisis faktor khususnya dalam penelitian sosial. Tujuan utamanya adalah untuk menguji apakah indikator- indikator yang sudah dikelompokkan berdasarkan variabel latennya (konstruknya) konsisten berada dalam konstruknya tersebut atau tidak. Melalui pendekatan CFA, peneliti menguji apakah data fit dengan model yang dibentuk sebelumnya atau tidak. 12. Pendekatan Pengembangan (R&D) atau Research and Development merupakan pendekatan penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji efektivitasnya. Produk tersebut dapat berupa model kebijakan, model pemberdayaan, dan lain-lain. Misalnya, penelitian tentang \u201aKebijakan Physical Distancing dalam Menekan Penyebaran Pandemi Covid-19 di Kota Jambi\u201b. Maka pendekatan penelitian ini akan melihat proses pembuatan kebijakan serta efektivitasnya yang dihasilkan dalam kebijakan physical distancing. Keberhasilan dalam 61","Fakultas Syariah UIN STS Jambi kebijakan physical distancing akan dilihat dari seberapa disiplinnya masyarakat dalam mengikuti protokol kesehatan yang pada gilirannya mampu menekan angka penyebaran pandemi Covid-19 di kota Jambi. 13. Pendekatan Korelasional merupakan penelitian untuk jenis penelitian kuantitatif, pendekatan korelasional adalah suatu pendekatan umum untuk penelitian yang berfokus pada penaksiran kovariasi antara variabel yang muncul secara alami. Statistik yang menganalisis data penelitian korelasional sebagai hubungan linear adalah koefisien product-moment correlation. Jenis pendekatan ini biasanya dalam penelitian tentang hubungan antara konsep kepemimpinan dengan kinerja pelayanan sektor publik dalam organisasi pemerintahan. 14. Pendekatan Survey merupakan salah satu pendekatan penelitian yang pada umumnya digunakan untuk pengumpulan data yang luas dan banyak. Penelitian ini dilakukan pada populasi besar maupun kecil, tetapi datanya dari sampel yang diambil dari populasi tersebut. Informasi diperoleh dari sampel, bukan dari populasi. Pendekatan yang menitiberatkan pada metode survey dengan menyebarkan angket atau kuesinoer dalam pengumpulan datanya. Pendekatan survey akan mengakumulasi pendapat atau persepsi dari responden sehingga hasil penelitiannya dapat digeneralisasi. 15. Pendekatan Eksperimental merupakan pendekatan penelitian yang dilakukan terhadap variabel-variabel yang akan datang, penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan apa-apa yang akan terjadi bila varabel-varabel tertentu dikontrol atau dimanipulasi secara tertentu. Jenis 62","Pedoman Penulisan Skripsi Ilmu Sosial pendekatan ini lebih tepat digunakan dalam penelitian terapan, biasanya dalam bentuk simulasi sosial. 16. Pendekatan Grounded merupakan pendekatan grounded teori (Grounded Theory Approach) pada metode penelitian kualitatif yang menggunakan sejumlah prosedur sistematis guna mengembangkan teori dari kancah. 17. Pendekatan Fenomenologi merupakan salah satu jenis metode penelitian kualitatif yang diaplikasikan untuk mengungkap kesamaan makna yang menjadi esensi dari suatu konsep atau fenomena yang secara sadar dan individual dialami oleh sekelompok individu dalam hidupnya. 18. Pendekatan Etnografi merupakan suatu metode penelitian ilmu sosial, di mana titik fokus penelitiannya meliputi studi intensif budaya dan bahasa, bidang atau domain tunggal. Dalam ilmu pemerintahan pendekatan penelitian ini berhubungan dengan pembangunan wilayah ataupun pengembangan budaya di suatu wilayah. 19. Pendekatan Naratif merupakan pendekatan yang digunakan untuk membuat peneliti merasa terlibat langsung dengan suasana objek yang diteliti. Aspek pembentuk narasi sendiri terdiri dari plot dan perasaan pengguna, dua hal tersebut yang ditonjolkan dalam objek pendekatan ini. 20. Pendekatan Studi Kasus merupakan pendekatan penelitian kualitatif. Studi kasus termasuk dalam penelitian analisis deskriptif, yaitu penelitian yang dilakukan terfokus pada suatu kasus tertentu untuk diamati dan dianalisis secara cermat sampai tuntas. Kasus di sini dapat dipahami sebagai sebuah kesenjangan antara 63","Fakultas Syariah UIN STS Jambi kondisi ideal (das sollen) dan kenyataan yang terjadi (das sein). Misalnya, judul penelitian \u201aPemerintah dan Konflik Penambang Emas Ilegal: Studi Kasus di Desa Bukit Perentak Kabupaten Merangin\u201b. 21. Pendekatan komparatif merupakan pendekatan yang digunakan dalam studi perbandingan, yang dapat diartikan sebagai kajian yang membandingkan antara satu objek dengan objek lainnya. Banyak hal yang bisa dipelajari melalui pendekatan komparatif dalam suatu objek kajian. C. Jenis Penelitian Jenis penelitian jika mengacu pada metodologi penelitian, terbagi menjadi beberapa bentuk, yaitu menurut tujuannya, jenis data dan analisanya, metode dan eksplanasinya. Pembagian tersebut akan dijelaskan sebagai berikut: Jenis Penelitian Menurut Tujuannya terbagi menjadi dua, yaitu penelitian murni dan penelitian terapan. 1. Penelitian murni, disebut juga penelitian dasar adalah jenis penelitian yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan ilmiah atau menemukan bidang penelitian baru tanpa suatu tujuan praktis tertentu. Penelitian murni dilakukan tujuan untuk pengembangan ilmu pengetahuan. Penelitian murni digunakan untuk mengembangkan teori yang sudah ada atau menemukan teori baru. Meski begitu, bukan tidak mungkin hasil penelitian murni akan digunakan untuk keperluan praktis dalam jangka waktu yang panjang. 2. Penelitian terapan adalah jenis penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ilmiah dengan suatu 64","Pedoman Penulisan Skripsi Ilmu Sosial tujuan praktis. Dengan kata lain, hasil dari penelitian terapan akan langsung digunakan untuk keperluan praktis lain. Penelitian terapan bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah kehidupan praktis. Contohnya saat ada sebuah proyek pembangunan, maka dilakukan penelitian untuk menentukan arsitektur bangunan dan tata letak di sekitarnya. Jenis penelitian ini biasanya dalam penelitian esperimen atau simulasi sosial dikaitkan dengan teori atau metode keilmuan yang telah berkembang. Misalnya, judul penelitian \u201aDampak Penerapan E-Budgeting Terhadap Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Pemerintah Kota Jambi\u201b. Penelitian ini hendak melihat dampak penerapan E- Budgeting terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. Penelitian ini memberikan gambaran sistem E- Budgeting sebagai variabel utama yang mempengaruhi manajemen keuangan pemerintah kota Jambi. 1. Jenis Penelitian Menurut Jenis Data dan Analisanya a. Penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang menggunakan data-data kualitatif. Yang termasuk data kualitatif adalah kalimat, kata, skema, pernyataan, gambar, dan indeks tertentu. Asalkan bukan angka, maka termasuk data kualitatif. Umumnya data kualitatif juga berkaitan dengan pendapat informan atau narasumber, seperti setuju atau tidak setuju terhadap suatu kebijakan, puas atau tidak puas terhadap suatu layanan, atau penilaian terhadap layanan tertentu, apakah baik atau buruk. b. Penelitian kuantitatif adalah jenis penelitian menggunakan data kuantitatif, yakni data yang berupa angka atau data yang dapat dikonversi menjadi angka. Bisa berupa angka 65","Fakultas Syariah UIN STS Jambi biasa seperti 1, 2, 3 dan seterusnya, atau bisa juga konversi skor untuk kriteria tertentu, misalnya seperti baik sekali = 5, baik = 4, biasa = 3, buruk = 2, sangat buruk = 1. Data kuantitatif juga bisa dibedakan menjadi data diskrit (nominal) dan data kontinum. Data nominal adalah data dalam bentuk kategori atau diskrit, berkebalikan dengan data kontinum. 2. Jenis Penelitian Menurut Metodenya a. Penelitian Historis Penelitian historis atau penelitian sejarah adalah jenis penelitian yang berkaitan dengan analisis yang logis terhadap kejadian-kejadian yang telah terjadi dan berlangsung di masa lalu. Kegiatan penelitian yang difokuskan untuk menyelidiki, memahami, dan menjelaskan keadaan yang telah lalu. Tujuan penelitian historis adalah untuk merumuskan kesimpulan mengenai sebab-sebab, dampak, atau perkembangan dari kejadian yang telah berlangsung. Hasilnya digunakan untuk menjelaskan kejadian sekarang dan sebagai antisipasi kejadian yang akan datang. Misalnya, judul penelitian \u201aPerkembangan Sistem Pemerintahan Desa di Jambi Masa Kolonial (1900-1945)\u201b. Penelitian ini mengkaji sistem pemerintahan desa di Jambi pada masa kolonial tahun 1900-1945. Sebagaimana diketahui, pemerintahan desa merupakan bentuk pemerintahan paling tua di Indonesia. Tentunya tiap-tiap desa memiliki keragaman dan ciri tersendiri. Penelitian ini mengkaji bagaimana sejarah terbentuknya pemerintahan desa pada masa lampau. Meskipun jenis penelitian ini masuk kategori penelitian sejarah, namun berkenaan dengan kajian kepemerintahan dalam konteks penguatan ilmu pemerintahan. Tentunya 66","Pedoman Penulisan Skripsi Ilmu Sosial pengumpulan data menggunakan metode sejarah seperti, heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. b. Penelitian Survei. Penelitian survei adalah jenis penelitian yang dilakukan pada populasi besar atau kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi. Artinya penelitian dilakukan mengambil sampel tertentu untuk merumuskan keseluruhan populasi penelitian. Dalam penelitian, pengambilan sampel menjadi poin penting yang harus diperhatikan. Bagaimana caranya dengan pengambilan sampel pada jumlah tertentu mampu menggeneralisir dan merumuskan kesimpulan dari keseluruhan populasi yang ingin diteliti. Misalnya, judul penelitian \u201aTingkat Kepuasan Masyarakat Terhadap Kinerja Pemerintah Kabupaten Kerinci dalam Penanganan Covid-19\u201b. Penelitian ini hendak melihat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah Kabupaten Kerinci dalam penanganan wabah pandemi Covid-19. Kepuasan di sini dapat dilihat dari berbagai variabel mulai dari kebijakan physical distancing, pemberian bantuan, pelayanan pemerintahan dan lain sebagainya. c. Penelitian Ex Post Facto. Penelitian ex post facto adalah salah satu jenis penelitian yang bertujuan untuk meneliti sebuah peristiwa atau kejadian yang telah terjadi untuk kemudian dapat mengetahui faktor-faktor penyebab timbulnya kejadian tersebut. Artinya, dalam penelitian ini dicari apa saja faktor dan variabel yang mungkin dapat mempengaruhi sebuah kejadian yang telah terjadi dan memiliki dampak signifikan. d. Penelitian Eksperimen. Penelitian eksperimen adalah jenis penelitian yang bertujuan mencari pengaruh variabel 67","Fakultas Syariah UIN STS Jambi tertentu terhadap variabel lain dalam kondisi terkontrol secara ketat. Penelitian ini mendorong dilakukannya eksperimen untuk mengetahui pengaruh variabel tertentu. Jenis penelitian ini berupaya mengisolasi serta kontrol di masing-masing situasi-situasi yang sesuai dengan situasi yang hendak diteliti lalu mengamati pada efek maupun pengaruhnya. Terdapat 4 bentuk metode eksperimen ini, antara lain adalah pre experimental, true experimental, factorial, dan quai experimental. e. Penelitian Deskriptif. Selanjutnya juga ada jenis penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif ini adalah jenis penelitian yang bertujuan untuk membuat deskripsi secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta dan sifat populasi atau daerah tertentu. Jenis penelitian ini mendeskripsikan peristiwa dan fakta yang ada, baik yang masih terjadi sampai sekarang atau yang terjadi pada waktu yang lalu. Penelitian deksriptif sedikit berbeda dengan eksperimen karena tidak melakukan perubahan terhadap variabel-variabel bebasnya. Misalnya, judul penelitian \u201aKinerja Aparatur Sipil Negara di Masa Pandemi Covid-19: Studi pada Aparatur Pemerintahan Kabupaten Batanghari f. Penelitian Pengembangan. Penelitian pengembangan atau research development adalah jenis penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk mengembangkan produk sehingga produk tersebut menjadi lebih baik dan lebih berkualitas. Biasanya jenis penelitian ini dilakukan oleh perusahaan produk tertentu. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan produk baru atau proses baru dalam menghasilkan produk tertentu. Artinya penelitian bukan 68","Pedoman Penulisan Skripsi Ilmu Sosial dilakukan untuk memformulasi atau menguji hipotesis tertentu. Output yang dihasilkan adalah produk baru. g. Penelitian Evaluasi. Penelitian evaluasi adalah jenis penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan fenomena dari suatu kejadian, kegiatan dan produk. Jenis penelitian diharapkan mampu memberi evaluasi dari sebuah kejadian dan kegiatan tertentu. Evaluasi yang dimaksud dapat berupa kritik, saran, masukan, atau bentuk evaluasi lain guna mendukung pengambilan keputusan tentang kejadian serupa yang akan dilaksanakan. Misalnya, judul penelitian \u201aEvaluasi Program Kampung Bantar dalam Menciptakan Lingkungan yang Bersih, Aman dan Pintar: Studi di Kelurahan Rawasari Kota Jambi\u201b. Penelitian ini akan mengevaluasi program kampung Bantar yang dilaksanakan pemerintah Kota Jambi. Evaluasi dilaksanakan dalam rangka melihat realitas atau kenyataan yang sebenarnya pada wilayah yang telah ditetapkan sebagai kampung Bantar dari sisi kebersihan, keamanan dan program literasi yang diadakan. h. Penelitian Naturalistik. Penelitian naturalistik adalah jenis penelitian yang bertujuan untuk meneliti pada kondisi obyek alamiah. Jenis penelitian ini juga disebut sebagai metode kualitatif. Nantinya hasil penelitian lebih menekankan makna, bukan sebuah generalisasi atau kesimpulan. Dalam penelitian ini, peneliti bertindak sebagai instrumen kunci dimana teknik pengumpulan data akan dilakukan secara triangulasi, serta analisis datanya bersifat induktif. Misalnya, judul penelitian \u201aPraktik Adat dalam Konstruksi Demokrasi Lokal: Studi pada Pemerintahan Desa Siau Kabupaten Merangin\u201b. Penelitian ini 69","Fakultas Syariah UIN STS Jambi mengkaji praktik adat sebagai basis kearifan lokal yang masih diterapkan di desa Siau Kabupaten Merangin. Manifestasi dari praktik adat yang terus dijaga pada akhirnya turut memperkuat demokrasi di tingkat lokal. i. Penelitian Tindakan. Penelitian tindakan atau disebut juga dengan action research adalah penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan metode kerja yang paling efisien, sehingga biaya produksi dapat ditekan dan produktivitas lembaga dapat meningkat. Jenis penelitian ini dilakukan untuk memecahkan sebuah masalah dan problematikan tertentu pada lingkup organisasi atau kelompok, bukan untuk tujuan mengembangkan ilmu pengetahuan. Misalnya, penelitian dengan judul \u201aPengaruh Kebijakan Physical Distancing Terhadap Aktivitas Shalat Berjamaah di Masjid Se-Kelurahan Kenali Besar Kota Jambi\u201b. Penelitian ini akan mengkaji efektivitas kebijakan physical distancing, salah satunya pada kegiatan shalat berjamaah di masjid se-Kelurahan Kenali Besar Kota Jambi. Kebijakan ini lahir sebagai tindakan pencegahan penyebaran pandemi Covid-19 yang menyebabkan tingginya angka kematian pasien positif tertular atau berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP). j. Penelitian Kebijakan. Jenis penelitian kebijakan atau policy research yaitu, penelitian yang dilakukan terhadap masalah-masalah sosial yang mendasar, sehingga temuannya dapat direkomendasikan kepada pembuat keputusan untuk bertindak dalam menyelesaikan masalah. Dalam penelitian ini, umumnya meneliti tentang aktivitas dan kegiatan pada masyarakat, biasanya dilakukan oleh lembaga dan instansi pemerintah guna 70","Pedoman Penulisan Skripsi Ilmu Sosial membantu pengambilan keputusan dan pembuatan kebijakan berkaitan dengan masyarakat tersebut. Misalnya, judul penelitian \u201aPersepsi Masyarakat Terhadap Kebijakan Pembatasan Kantong Plastik di Kota Jambi\u201b. Penelitian ini hendak melihat persepsi masyarakat dalam menyikapi kebijakan pembatasan kantong plastik oleh pemerintah Kota Jambi. 3. Jenis Penelitian Menurut Eksplanasinya. a. Deskriptif Penelitian deskriptif adalah jenis penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih (independen) tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan antara varibel yang satu dengan yang lain. Jenis penelitian ini dilakukan dengan metode mengumpulkan data untuk menguji hipotesis atau menjawab pertanyaan penelitian mengenai status terakhir dari subyek penelitian tertentu, guna memperoleh deskriptif lengkap dan akurat dari suatu situasi. Misalnya, judul penelitian \u201aEfektivitas Pembinaan Organisasi Kepemudaan di Desa Bungo Tanjung Kabupaten Merangin\u201b. Penelitian ini akan mendeskripsikan bagaimana kinerja kepala desa sebagai pembina organisasi kepemudaan yang ada di desa Bungo Tanjung. Organisasi tersebut di antaranya karang taruna, remaja masjid, klub olahraga, komunitas dan lain sebagainya. b. Penelitian Komparatif. Penelitian komparatif adalah jenis penelitian yang bertujuan untuk membandingkan objek tertentu. Dalam penelitian ini akan dilakukan perbandingan atau komparasi mengenai dua atau lebih objek tertentu yang akan diteliti. Nantinya hasil penelitian akan menemukan manakah yang lebih efektif dan efisien 71","Fakultas Syariah UIN STS Jambi sehingga dapat digunakan untuk bahan pengambilan keputusan terkait topik yang sedang diteliti. Misalnya, judul penelitian \u201aKepemimpinan Inovatif Kepala Desa dalam Mengembangkan BUMDes: Studi Perbandingan di Desa Mendalo Darat dan Desa Sungai Duren Kabupaten Muaro Jambi\u201b. Penelitian ini hendak melihat perbandingan kepemimpinan kepala desa Mendalo Darat dan Desa Sungai Duren dalam mendorong pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dihubungkan dengan konsep kepemimpinan inovatif. c. Penelitian Asosiatif. Penelitian asosiatif adalah jenis penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan dua variabel atau lebih. Jenis penelitian ini hanya akan hanya menjelaskan ada atau tidaknya hubungan antara variabel yang diteliti. Pada penelitian ini, hasilnya akan diketahui apakah variabel- variabel yang diteliti saling terkait dan berkorelasi satu sama lain atau tidak. Jika iya, juga akan diketahui apakah keterkaitan dan korelasi antara variabel tersebut signifikan atau tidak. Misalnya, penelitian \u201aPengaruh Supervisi Terhadap Peningkatan Kinerja Pegawai di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Jambi\u201b. Penelitian ini hendak melihat pengaruh dari kegiatan supervisi yang dilakukan pimpinan terhadap peningkatan kinerja pegawai PNS dan Non PNS dilingkungan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Jambi. D. Ruang Lingkup Penelitian Ilmu Pemerintahan Ensiklopedia Nasional Indonesia memberikan terminologi \u201apemerintah\u201b dalam dua sisi pengertian yaitu, dalam 72","Pedoman Penulisan Skripsi Ilmu Sosial pengertian sempit dan dalam pengertian luas. Pengertian sempit, pemerintah diartikan sebagai pemegang kekuasaan eksekutif; sedangkan dalam artian luas adalah keseluruhan lembaga dan kegiatannya dalam suatu negara, termasuk hal- hal yang berhubungan dengan legislatif dan yudikatif. Pengertian ini memberikan makna bahwa pemegang kekuasaan tidak saja difokuskan pada lembaga eksekutif akan tetapi mereka para pelaku kelembagaan dalam berbagai kegiatannya dalam kehidupan suatu negara baik itu lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif. Jika merujuk pada pengertian tersebut di atas, maka ruang lingkup penelitian Ilmu Sosial dalam hal ini pada kajian Ilmu Pemerintahan adalah sebagai berikut: 1. Administrasi\/ Manajemen Pemerintahan: Kajian tentang perencanaan pemerintahan, pengorganisasian pemerintah, manajemen sumber daya aparatur, perizinan dan manajemen keuangan pemerintahan. 2. Kebijakan Pemerintahan; Konsep\/asas pedoman kebijakan, kepemimpinan dan pengambilan keputusan. 3. Pemerintahan Pusat: Mengkaji pelaksanaan program\/kebijakan pemerintahan ditingkat pusat yang terdiri dari lembaga kepresidenan, kementerian, lembaga setingkat kementerian, lembaga non kementerian dan sejenisnya. 4. Pemerintahan Daerah: Mengkaji pemerintahan daerah dari berbagai tingkatan mulai dari Pemerintahan Daerah Tingkat I (Provinsi), Pemerintahan Daerah Tingkat II (Kabupaten\/Kota), Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD), Pemerintahan Kecamatan, Pemerintahan Kelurahan\/ Desa dan sejenisnya. 73","Fakultas Syariah UIN STS Jambi 5. Kepemimpinan Pemerintahan; Kajian kepemimpinan yang mengacu pada peraturan perundang-undangan atau Standard Operational Procedur (SOP), gaya kepemimpinan, budaya kerja dan sejenisnya. 6. Pemberdayaan: Mengkaji tentang proses pembangunan manusia yang dilakukan pemerintah dengan melibatkan organisasi kemasyarakatan atau masyarakat secara langsung. 7. Ekonomi Pemerintahan: Kebijakan-kebijakan pemerintah di bidang ekonomi, misalnya pengembangan usaha mikro\/UKM, penataan pasar\/pedagang kaki lima, perizinan usaha dan lain sebagainya. 8. Politik dan Pemerintahan Lokal: Kajian tentang praktik- praktik pengambilan keputusan di tingkat pemerintahan daerah yang berhubungan dengan pembangunan ataupun pelayanan ke masyarakat. 9. Hukum Tata Pemerintahan: Kajian tentang proses ataupun pelaksanaan dari peraturan yang dibuat pemerintah, selain juga untuk mengukur efektivitas dari peraturan tersebut. 10. Tata Kelola Pemilu: Kajian tentang manajemen pemilu yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) mulai dari tingkat desa\/ kelurahan, kecamatan, kabupaten\/kota hingga provinsi. Termasuk manajemen pengawasan pemilu yang dilakukan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). 11. Ekologi Pemerintahan: Kajian tentang tata kelola lingkungan yang dilakukan pemerintah, termasuk di dalamnya aspek pengawasan lingkungan. 74","Pedoman Penulisan Skripsi Ilmu Sosial 12. Etika Pemerintahan: Kajian etika pemerintahan berkenaan dengan etika birokrasi dan pelayanan publik di pemerintahan. 13. Sistem Informasi\/Teknologi Kepemerintahan: Kajian tentang penerapan ataupun penggunaan sebuah perangkat lunak berbasis IT yang berhubungan dengan manajemen pemerintahan. 14. Perbandingan Politik dan Pemerintahan: Kajian tentang perbandingan antara sebuah sistem pemerintahan disebuah wilayah dengan lainnya. 75","Fakultas Syariah UIN STS Jambi BAB V KERANGKA PENULISAN SKRIPSI A. Struktur Skripsi Skripsi terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian awal, bagian isi dan bagian akhir. Bagian awal skripsi berisi sampul depan, halaman judul, halaman pernyataan keaslian (orisinilitas), halaman persetujuan pembimbing, halaman pengesahan panitia ujian, halaman motto, halaman pedoman transliterasi Arab-Latin, halaman kata pengantar, halaman abstrak, halaman daftar isi, halaman daftar singkatan, halaman daftar tabel (jika ada), dan halaman daftar gambar (jika ada). Bagian isi skripsi terdiri atas Bagian Pendahuluan, Bagian Pembahasan dan Bagian Penutup. Bagian Pendahuluan ditempatkan pada Bab I yang diberi judul Bab Pendahuluan. Bagian Pembahasan ditempatkan pada Bab II, Bab III dan Bab IV diberi judul sesuai dengan tema masing-masing. Sementara Bagian Penutup Bab V ditempatkan pada bab terakhir yang diberi judul Penutup. Adapun bagian akhir skripsi memuat hal-hal yang berupa pelengkap dari skripsi itu sendiri. 1. Bagian Awal a. Halaman Sampul Halaman Sampul adalah halaman terdepan dari skripsi dan harus dapat memberikan informasi singkat, jelas dan tidak bermakna ganda (ambigu) kepada pembaca tentang karya ilmiah tersebut yang berupa judul, jenis karya ilmiah (skripsi\/tesis\/disertasi), identitas penulis, institusi, dan tahun pengesahan. Halaman Sampul Skripsi, secara umum, mempunyai karakteristik sebagai berikut: 76","Pedoman Penulisan Skripsi Ilmu Sosial 1) Halaman Sampul Skripsi, terbuat dari karton tebal dilapisi kertas linen hijau tua. Untuk persyaratan sidang skripsi halaman sampul dicetak pada kertas karton tipis berwarna hijau. 2) Semua huruf dicetak dengan tinta kuning emas dengan spasi tunggal dan ukuran sesuai dengan contoh di Lampiran 1 3) Diketik simetris di tengah (center). Penulisan judul skripsi tidak boleh lebih dari sepuluh kata. Judul tidak diperkenankan menggunakan singkatan, kecuali nama atau istilah (contoh: PT, UD, CV) dan tidak di susun dalam kalimat tanya serta tidak perlu ditutup dengan tanda baca apa pun. Pada halaman sampul depan memuat judul skripsi yang ditulis dengan huruf kapital seluruhnya dan dipenggal (jika lebih dari satu baris) dengan format pemenggalan yang baik tanpa menghilangkan makna kalimatnya secara utuh pada setiap baris, kata \u201dSkripsi\u201d, kalimat \u201bDiajukan untuk Melengkapi Syarat-syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu (S.1) Dalam Ilmu Pemerintahan pada Fakultas Syariah\u201b, logo UIN STS Jambi, nama penulis, NIM, lembaga tempat studi, yang meliputi: nama konsentrasi (jika ada), nama jurusan\/prodi, nama fakultas, dan nama universitas, kota tempat studi, dan tahun. Pada halaman judul isinya sama dengan halaman sampul depan, tetapi diketik di atas kertas putih. (lihat lampiran) b. Halaman Judul Halaman Judul secara umum berisi informasi yang diberikan pada Halaman Judul sama dengan Halaman 77","Fakultas Syariah UIN STS Jambi Sampul. Halaman judul dicetak pada kertas HVS putih. Judul skripsi harus mencerminkan isi skripsi dan harus sesuai dengan kompetensi Program Studi. c. Halaman Pernyataan Keaslian Halaman ini memuat pernyataan tertulis penyusun skripsi, bahwa skripsi yang disusun secara keseluruhan merupakan hasil penelitian\/karya sendiri, kecuali pada bagian-bagian yang dirujuk sumbernya. Halaman ini ditandatangani oleh penyusun sekripsi di atas materai Rp. 10.000,- (lihat lampiran). d. Persetujuan Pembimbing Persetujuan pembimbing intinya sebagai keterangan atau pernyataan pembimbing terhadap skripsi mahasiswa yang dibimbingnya, bahwa skripsi yang bersangkutan telah dibimbing, dibaca dan dikoreksi, sehingga layak untuk diuji. Persetujuan tersebut dituangkan dalam halaman Persetujuan Pembimbing yang dikuatkan dengan tanda tangan para pembimbing (lihat lampiran). e. Halaman Pengesahan Pada halaman pengesahan dicantumkan pernyataan: Skripsi ini diujikan di depan Sidang Munaqasyah pada tanggal <.. hari ...... tahun ........H\/<<M dan dinyatakan telah memenuhi syarat guna memperoleh gelar sarjana strata satu dalam bidang Ilmu Pemerintahan. Kemudian dilengkapi dengan tanda tangan Dekan, Ketua dan Sekretaris Sidang, Penguji dan Pembimbing. (lihat lampiran). 78","Pedoman Penulisan Skripsi Ilmu Sosial f. Halaman Motto Moto merupakan kalimat pendek yang digunakan sebagai semboyan, pedoman, atau prinsip hidup penulis. Motto dapat diambil dari ayat-ayat al-Quran, Hadits Nabi Muhammad saw, ungkapan hikmah atau kata-kata mutiara dan berbagai pepatah\/seloka lainnya. Motto diambil dari sumber-sumber yang valid dengan mencantumkan: 1. Nama surat dan ayat untuk al-Quran, contoh (An-Nisaa\u2019 (4): 12); 2. Nama perawi haditsnya untuk Hadis Nabi Muhammad saw, contoh (H. R. Bukhari); 3. Nama penulis, tahun terbit dan halaman tulisan untuk ungkapan hikmah atau kata-kata mutiara, contoh (Khalil Gibran, 2002: 17); dan 4. Nama daerah dan tahun pengambilan dokumen untuk berbagai pepatah\/seloka, contoh (Seloka Adat Kabupaten Batang Hari, 2011). Dalam motto tidak digunakan footnote, namun hanya digunakan bodynote, jika lebih dari 3 baris maka ditulis dengan 1 spasi (lihat lampiran). g. Halaman Persembahan Halaman Persembahan berisi pernyataan persembahan karya ilmiah kepada pihak-pihak tertentu yang dihormati dan dinilai berjasa dalam kehidupan peneliti secara umum maupun dalam proses penyusunan karya ilmiah bersangkutan. Penulisan pernyataan persembahan dilakukan dengan menggunakan ragam bahasa Indonesia yang baik dan benar serta dengan huruf ukuran yang sama dengan skripsi. h. Halaman Abstrak Halaman Abstrak ditulis dalam dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dengan judul yang berbunyi 79","Fakultas Syariah UIN STS Jambi \u201aAbstrak\u201b, dan bahasa Inggris dengan judul yan berbunyi, \u201aAbstract\u201b. Abstrak merupakan uraian singkat tentang keseluruhan skripsi yang meliputi ringkasan masalah, metode, hasil temuan dan kesimpulan penelitian skripsi. Abstrak ditulis dalam satu alinea penuh dengan menggunakan Bahasa Indonesia. Panjang abstrak minimal 200 kata dan maksimal 300 kata, diketik dengan jarak baris satu spasi dengan jenis huruf Times New Roman. Abstrak ditempatkan sebelum halaman Bab I (lihat lampiran). i. Halaman Kata Pengantar Kata Pengantar bertujuan menyampaikan informasi secara global mengenai maksud penulisan skripsi serta ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah berjasa dalam penulisan skripsi. Kata-kata tersebut di susun dalam bentuk esai. Lalu dibuat tanggal, bulan tahun baik hijriyah maupun miladiyah dan diakhiri dengan tanda tangan dari penulis skripsi. Ucapan terima kasih tersebut disampaikan kepada pihak- pihak, antara lain: 1. Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi untuk mewakili pimpinan Universitas; 2. Dekan dan Wakil Dekan di lingkungan Fakultas Syariah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi untuk mewakili pimpinan ditingkat Fakultas; 3. Ketua dan Sekretaris Program Studi di tingkat Prodi; 4. Pembimbing I dan Pembimbing II Skripsi; 5. Para dosen dan seluruh karyawan Fakultas Syariah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi; dan 6. Semua pihak yang terlibat dalam penyusunan skripsi yang bersangkutan. (lihat lampiran). 80","Pedoman Penulisan Skripsi Ilmu Sosial j. Halaman Daftar Isi Daftar ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran secara menyeluruh tentang isi skripsi dan sebagai petunjuk bagi pembaca yang ingin secara langsung melihat suatu bab atau sub-bab beserta nomor halamannya. Judul bab dan sub bab tersebut hendaknya ditulis secara ringkas, padat, dan enak dibaca. (lihat lampiran) k. Halaman Daftar Tabel, Gambar dan Rumus Halaman Daftar Tabel, Gambar, dan Rumus berisi semua tabel, gambar, dan rumus yang berada dalam naskah disertai letak halaman di mana data tersebut berada. Ketentuan penulisan Tabel, Gambar, dan Rumus secara umum adalah sebagai berikut: 1) Semua huruf ditulis dengan tipe Times New Roman ukuran 12 dalam spasi tunggal. 2) Khusus untuk judul Daftar tabel ditulis dengan tipe Times New Roman ukuran 12 dicetak tebal dan huruf besar (kapital). Contoh daftar Tabel, Gambar, dan Rumus pada Lampiran l. Halaman Daftar Istilah\/Singkatan dan Akronim Apabila dalam skripsi memuat lebih dari satu singkatan (akronim), maka penulis perlu memberikan keterangan artinya. Singkatan adalah bentuk kalimat yang dipendekkan yang terdiri atas satu huruf atau lebih. Penulisan singkatan dilakukan dengan cara menuliskannya dan menjelaskan arti singkatan tersebut. Penulisan singkatan diurut berdasarkan urutan abjad. Selain istilah Daftar Singkatan, penulis juga dapat menggunakan istilah lain, yakni Daftar Abreviasi 81","Fakultas Syariah UIN STS Jambi (singkatan tertulis dari kata tertentu). Daftar Singkatan diketik dengan jarak 1 (satu) spasi. (lihat lampiran). Di samping itu, dalam tulisan yang berkaitan kajian keislaman, sejumlah singkatan lazim digunakan. Pengetikannya diikuti satu tanda titik. Adapun standar yang digunakan dalam skripsi, antara lain, sebagai berikut: 1) as. : \u2019alaih as-salam 2) hal. : halaman 3) : tahun Hijriyah 4) : tahun Masehi 5) Q.s : Al-Quran Surah 6) S. : Surah 7) Saw. : salla Allahu \u2019alaihi wa sallam 8) Swt. : subhanahu wa ta\u2019ala 9) tnp. : tanpa nama penerbit 10) t.t. : tanpa tahun 11) w. : wafat m. Halaman Daftar Lampiran Halaman daftar lampiran berisi daftar semua lampiran yang disertakan dalam laporan penelitian. Penulisan daftar lampiran berdasarkan urutan penempatan lampiran-lampiran yang ada dan tidak disertai halaman. Hal ini disebabkan dalam penulisan lampiran itu sendiri memang tidak disertai halaman lampiran. B. Bagian Isi Bagian isi terdiri dari bab-bab yang ditulis dalam angka romawi besar dan jumlah bab yang digunakan menyesuaikan kebutuhan dalam penyampaian isi skripsi. Aspek penting 82","Pedoman Penulisan Skripsi Ilmu Sosial dalam penulisan skripsi ialah setiap pertanyaan rumusan masalah harus dijawab dengan satu 1 sub bab pembahasan. Artinya, jika rumusan masalah yang ditetapkan 3, maka sub bab pembahasan (biasanya) di Bab IV harus dibuat sebanyak 3 sub bab. Masing-masing sub bab harus didukung oleh data pustaka, minimal 3 referensi selain data lapangan. Adapun komposisi bagian isi penelitian skripsi dengan jenis kualitatif terdiri dari: Tabel 2 Komposisi Jumlah Halaman Penelitian Skripsi Jenis Kualitatif BAB ISI (PERSENTASE) HALAMAN Bab I Pendahuluan (15%) 10 \u2013 15 Bab II Kerangka Teori (20%) 15 \u2013 20 Bab Gambaran Wilayah Penelitian 10 \u2013 15 III (15%) Bab Analisis dan Pembahasan (45%) 25 \u2013 30 IV Bab V Penutup (5%) 2\u20135 Jumlah Total Halaman 60 \u2013 80 Sebaliknya bagian isi dalam penelitian kuantitatif terdiri dari: Tabel 3 Komposisi Jumlah Halaman Penelitian Skripsi Jenis Kuantitatif BAB ISI (PERSENTASE) HALAMAN Bab I Pendahuluan (15%) 10 \u2013 15 Bab II Metode Penelitian (20%) 15 \u2013 20 Bab Gambaran Wilayah Penelitian 10 \u2013 15 III (15%) 83","Fakultas Syariah UIN STS Jambi Bab Analisis dan Pembahasan (45%) 25 \u2013 30 IV Bab V Penutup (5%) 2\u20135 Jumlah Total Halaman 60 \u2013 80 Secara rinci masing-masing bab tersebut diuraikan sebagai berikut: 1. Bab I Pendahuluan (Proposal Skripsi) Bagian pendahuluan merupakan salah satu bagian isi skripsi, karenanya harus memuat hal-hal yang bersifat pendahuluan, pembuka atau rancangan dari sebuah skripsi. Sebelum skripsi dibahas lebih lanjut, Bagian pendahuluan dijadikan sebagai Proposal Skripsi. Bagian Pendahuluan berisi: latar belakang masalah, rumusan masalah, batasan masalah (jika diperlukan), tujuan dan kegunaan penelitian, kerangka teori, tinjauan pustaka, hipotesis (jika diperlukan), metode penelitian, sistematika penulisan, daftar isi sementara (untuk proposal), daftar pustaka sementara (untuk proposal), dan jadwal penelitian (untuk penelitian lapangan). 2. Bab II Kerangka Teori\/Metode Penelitian Untuk diperhatikan bahwa posisi kerangka teori dan metode penelitian jika masih dalam tahap proposal skripsi, keduanya diletakkan\/digabung dengan \u201aProposal Skripsi\u201b. Ketika menulis laporan skripsi, maka posisinya harus dipisah dengan ketentuan pada penelitian kualitatif, metode penelitian berada di Bab I dan Kerangka Teori berada di Bab II. Sebaliknya, pada penelitian kuantitatif dibalik, Metode Penelitian berada di Bab II dan Kerangka Teori di Bab I. 84","Pedoman Penulisan Skripsi Ilmu Sosial 3. Bab III Gambaran Umum Wilayah Penelitian Pada bab ini memberikan gambaran tentang konteks yang berkaitan dengan fokus penelitian atau yang menjadi pusat perhatian dalam penelitian. Jika objek penelitiannya berupa kantor pemerintahan, maka isinya berupa visi dan misi, struktur organisasi, tugas, pokok dan fungsi, dan data kepegawaian (meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan, pangkat dan jabatan). Jika daerah atau wilayah desa, maka isinya ialah aspek geografis (letak, perbatasan, jarak), aspek demografis (agama, penduduk, pendidikan, kesehatan) dan aspek pemerintahan desa (struktur organisasi, tupoksi dan kepegawaian) serta kepegawaian (usia, jenis kelamin, pendidikan, pangkat dan jabatan) 4. Bab IV Temuan dan Analisis Pembahasan Temuan dan analisis pembahasan hasil penelitian berisi mengenai temuan di lapangan dan analisis mendalam yang dilakukan oleh peneliti. Analisis merupakan penyederhanaan data dengan menggunakan teknik interpretasi data dan penyederhanaan informasi (pendekatan kualitatif) dan teknik statistik yang baku (pendekatan kuantitatif). Dalam bab ini harus dibahas secara logis dan sistematis keterkaitan antar variabel satu dengan yang lainnya berdasarkan analisis yang digunakan dengan membandingkan teori atau hasil penelitian sebelumnya, baik yang mendukung maupun yang bertentangan. Rujukan terhadap teori dan hasil penelitian terdahulu sangat penting karena dapat mengarah kepada munculnya pendapat, penemuan atau teori baru. Jika 85","Fakultas Syariah UIN STS Jambi diperlukan bab ini bisa dipecah menjadi beberapa bab sesuai dengan kebutuhan dalam penulisan dan penjabaran hasil dan analisis penelitian. 5. Bab V Penutup Pada Bab ini berisi uraian mengenai kesimpulan hasil penelitian, saran-saran dan rekomendasi yang diajukan. Kesimpulan dapat diperoleh melalui dua metode penalaran, yakni penalaran deduktif dan penalaran induktif. Kesimpulan merupakan jawaban dari permasalahan yang diajukan pada bab pendahuluan dan merupakan hasil analisis dari bab-bab sebelumnya. Dengan demikian kesimpulan harus relevan dengan judul dan permasalahan. Sebaliknya, saran yang diajukan sebagai akibat atau konsekuensi dari kesimpulan yang diambil di atas, diajukan berdasarkan pemikiran yang sehat, jelas dan secara tegas ditujukan kepada siapa. Saran- saran harus mengacu pada kondisi ideal yang seharusnya. Poin-poin kesimpulan, disesuaikan dengan jumlah poin rumusan masalah. Untuk lebih jelasnya dapat diperhatikan pada contoh berikut ini: 1) Judul Skripsi: Dampak Kebijakan Pemekaran Daerah Terhadap Manajemen Sumber Daya Aparatur Daerah (Studi Kasus di Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi). 2) Rumusan Masalah: 1. Bagaimanakahkah dampak kebijakan pemekaran wilayah Kabupaten Muaro Jambi terhadap manajemen sumber daya aparatur daerah? 2. Upaya apakah yang dilakukan dalam menata sumber daya aparatur daerah di Kabupaten Muaro Jambi? 86","Pedoman Penulisan Skripsi Ilmu Sosial 3) Kesimpulan: Pertama, dampak kebijakan pemekaran wilayah terhadap manajemen SDM aparatur daerah di Kabupaten Muaro Jambi adalah banyak terjadi kekosongan jabatan dan adanya penempatan pejabat yang tidak berkompeten. Indikasi dari banyaknya kekosongan jabatan tersebut, karena dari 616 eselon, terdapat 90 jabatan atau 14,61 % jabatan kosong. Sementara indikasi dari adanya penempatan pegawai yang tidak kompeten, yakni adanya pejabat tidak memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan jabatan yang diduduki. Padahal latar belakang pendidikan juga menentukan sesorang aparatur akan ditempatkan sesuai dengan bidang atau kompentensinya. Kedua, upaya yang dilakukan pemerintah Kabupaten Muaro Jambi untuk menata SDM aparatur daerah agar lebih berkualitas dan berkompeten melalui kegiatan perencanaan, rekruitmen pegawai, pengembangan kualitas melalui pendidikan dan latihan, promosi dan penempatan pegawai secara tepat, penggajian dan peningkatan kesejahteraan, dan pemberhentian. 4) Saran-saran: Pertama, penataan organisasi berikut kepegawaiannya perlu dilakukan mengingat jumlah pegawai dan jumlah organisasi bisa mengakibatkan tidak efektifnya penyelenggaraan administrasi pemerintahan. Jumlah unit organissi harus menunjukkan adanya keseimbangan dengan jumlah pegawainya, yang terjadi jumlah pegawai dalam satu unit organisasi yang deskripsi tugasnya tidak terlampau kompleks ditempati dengan jumlah pegawai yang besar. Misalnya di unit organisasi yang disebut \u201abagian umum\u201b yang diskripsi tugasnya 87","Fakultas Syariah UIN STS Jambi tidak menentu, tetapi jumlah pegawainya sangat banyak. Oleh karena itu, penataan pegawai dengan unit organisasi perlu dilakukan agar tidak cenderung hanya pemborosan. Kedua, perlu diadakan pendidikan dan pelatihan tenaga terampil yang mengarah kepada soft skill pegawai, karena pendidikan dan pelatihan tenaga terampil sangat dibutuhkan untuk mengatasi jumlah pegawai yang banyak tetapi kurang efektif bekerja. Untuk merancang diklat seperti ini perlu diadakan analisis kebutuhan macam-macam tenaga terampil untuk masing-masing instansi. Diklat tenaga terampil sangat berbeda dengan diklat struktural yang mestinya segara dikurangi karena dinilai tidak mendorong ke arah prestasi dan kompetensi pegawai melainkan didorong oleh keinginan untuk menduduki jabatan atau status eselon. C. Bagian Akhir Skripsi Bagian akhir skripsi terdiri dari: daftar pustaka, lampiran- lampiran, dan daftar riwayat hidup (Curriculum Vitae). Untuk penelitian lapangan juga disertakan lampiran-lampiran lain, seperti instrumen penelitian, daftar wawancara, observasi, dokumen, data informan\/responden, dan lain-lain yang diperlukan. Bagian akhir ini tidak diberi nomor halaman, akan tetapi pada setiap bagiannya diberikan penjelasan. D. Pengaturan Kertas 1. Jenis dan Ukuran Kertas Kertas yang digunakan dengan ketentuan sebagai berikut: a. Jenis : HVS b. Warna : Putih polos 88","Pedoman Penulisan Skripsi Ilmu Sosial c. Berat : 70 atau 80 gram d. Ukuran : A4 (21\u00bd x 29,6 cm atau 8\u00bd x 11\u00bd inci) Pengetikan skripsi dianjurkan dengan menggunakan komputer dan dicetak dengan warna hitam. Untuk tanda atau huruf yang tidak tersedia dalam mesin ketik atau komputer, ditulis dengan alat tersendiri dan menggunakan tinta hitam. Skripsi diketik dengan jarak 2 (dua) spasi pada kertas HVS 70 atau 80 gram dengan ukuran A4 (21\u00bd x 29,6 cm atau 8\u00bd x 11\u00bd inci) sekurang-kurangnya rangkap 5 (lima) dengan menggunakan jenis huruf font times new roman atau font times new Arabic dengan ukuran 12. Halaman judul diketik seluruhnya (termasuk gelar) dengan huruf kapital dengan urutan dari atas ke bawah dan di bawah judul diberi lambang UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, dan diketik dengan spasi tunggal (1 space) serta ditebalkan. 2. Kategorisasi Adapun mengenai ketentuan pengetikan bab, sub-bab dan rinciannya adalah sebagai berikut: a. Bab diketik di tengah-tengah dengan huruf besar dan ditebalkan tanpa diberi garis bawah. b. Sub-bab diketik pada margin kiri dengan huruf besar pada setiap awal kata dan ditebalkan; jarak pengetikan antara sub-bab dengan kata di atasnya dan di bawahnya masing-masing 2 spasi. c. Rincian sub-bab diketik sejajar sama seperti penggunaan baris pertama (dimulai setelah 1,25 cm) untuk setiap alinea baru dan diikuti oleh baris berikutnya yang dimulai pada margin kiri komputer (0 89"]


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook