LAPORAN BULANAN REVEGETASI PT. MSA / PT. WSJ MARET 2023 PT. MULTI SARANA AVINDO SAMARINDA 1 APRIL 2023
LAPORAN BULANAN REVEGETASI PT. MSA/ PT. WSJ. - BAKUNGAN MARET 2023. Peninjauan lapangan dilaksanakan ke : 1. DISPOSAL JPS 2. DISPOSAL ARIFIN KENDISAN 3. TANAMAN KAYU PUTIH 4. DISPOSAL NE (AGROWISATA SEHAT) Peserta : 1. DR. SADELI ILYAS (PT. MSA.) 2. EKA FATMAWATI, S.Pi. (PT.MSA) 3. SUROTO (PT.ABK). 1. DISPOSAL JPS Disposal JPS ini merupakan areal yang digunakan untuk kegiatan K3 ( Kesehatan dan Keselamatan Kerja) pada bulan Januari dan Februari 2023, yaitu untuk kegiatan kerja bakti karyawan PT MSA – PT ABK dan seluruh mitra kerjanya. Kegiatan yang telah dilaksanakanya adalah berupa penanaman bersama untuk tanaman sengon seluas ku- rang lebih 5 hektar. Pemantauan ini bertujuan untuk mengecek sejauh mana pertum- buhan / perkembangan dari tanaman tersebut. Dari hasil pemantauan tampak tanaman tumbuh dengan baik dengan prosentase tumbuh sekitar 90 %. Seperti tampak pada gambar 1. berikut. Gb. 1. Tanaman Sengon Berumur 6 Minggu. Setelah Pena- naman. (Hasil Kerja Bakti K3) 1
2. DISPOSAL ARIFIN KENDISAN Disposal ini merupakan disposal dari PT. MSA dan PT. WSJ dan telah direklamasi pada tahun 2020, akan tetapi karena anakan/pohon yang telah ditanam dimakan sapi maka prosentase tumbuhnya sangat minim sekali. Seperti tampak pada areal sebelah kiri (Gb. 2) disposal ini perlu penyulaman karena prosentase tumbuhnya kurang dari 50%, disamping itu tanaman yang tumbuhpun dililit dengan gulma atau pengliaran, sehingga tanaman utamanya yaitu tanaman johar sangat merana (Gb. 3). Luas disposal ini kurang lebih 20 hektar (4 SPK). Sedangkan untuk areal sebelah kanan (Gb. 4) perlu penanaman kembali karena hampir tidak ada tanaman revegetasi yang tumbuh, yang tampak hanya alang-alang, dan luasnya mencapai 25 hektar (5 SPK). Total kese- luruhan adalah 45 hektar. Gb. 2. Areal Yang Perlu Penyulaman Ka- rena Prosentase Tumbuhnya Kurang Dari 50 %. Gb. 3. Tanaman Johar Yang Dililit Dengan Gulma Gb.4. Areal Sebelah Kanan Jalan Yang Perlu Ditanami Ulang Karena Tidak Ada Pohon Yang Tumbuh. 2
3. TANAMAN KAYU PUTIH. Kayu Putih yang ditanam di areal Tabuan Agrotechno Park pada bulan September 2022, seluas kurang lebih 3 hektar pertumbuhannya cukup baik demikian juga per- sentase tumbuhnya cukup tinggi. Ada beberapa hal ini yang menjadikan demikian per- tama bibitnya cukup baik karena didatangkan langsung dari Malang dan yang kedua cara penanamannya dan pemeliharaannya. Seperti tampak pada gambar 5 adalah tana- man kayu putih di areal TATP. Gb. 5. Tanaman Kayu Putih Di TATP Pertum- buhannya Cukup Baik Tanaman Kayu Putih di Areal Agrowisata Sehat pertumbuhannya cukup baik demikian juga dengan pemeliharaannya, seperti tampak pada Gb.6. Tanaman kayu putih sedang dalam tahap pemeliharaan yaitu berupa penyiangan dan pemberantasan gulma. Dengan diadakannya penyiangan ini maka dapat dipastikan pertumbuhan dann perkembangan dari tanaman kayu putih ini akan lebih baik. Gb.6. Tanaman Kayu Putih di Areal Agrowisata Sedang Dalam Penyiangan/Pembasmian Gulma. 3
Perkembangan tanaman kayu putih yang sudah dipanen tiga bulan yang lalu telah muncul tunas-tunas baru seperti tampak pada (Gb. 7.) tunas-tunas baru, akan tetapi tidak semua tumbuh tunas, ada sebagian tanaman yang tidak tumbuh tunas samasekali dan ada juga yang tumbuh tunas tapi kemudian mati mengering (Gb.8). Penyebab dari tidak tumbuhnya tunas dan matinya tunas belum dapat diketahui, hal ini perlu penelitian yang cukup mendalam. Pada areal kayu putih yang telah di panen, akan terjadi perubahan lingkungan, dimana pada waktu sebelum dipanen sinar matahari hanya sedikit yang masuk ke lantai hutan, sehingga pertubuhan rumput dan gulma seolah tertahan, akan tetapi setelah dipanen (dipotong/ditebang sebagian batangnya) sinar matahari secara penuh sampai kelantai hutan. Kondisi ini akan menyebabkan “meledaknya” pertumbuhan rumput dan gulma seperti tampak pada (Gb. 9.). Disisi lain dengan banyaknya jumlah sinar matahari yang sampai ke lantai hutan maka akan terjadi perubahan pada suhu udara, suhu tanah, kelembaban udara dan kelembaban tanah. Dengan adanya perubahan ini maka akan terjadi perubahan ekosistem sehingga menimbulkan dampak terhadap pertumbuhan dan perkembangan gulma juga pertumbuhan dan perkembangan hewan-hewan kecil seperti cacing dan serangga didalam areal tersebut. Gb.7. Kayu Putih Yang Sudah Dipanen, Tumbuh Tunas Baru (Berumur 3 Bulan) Gb.8. Kayu Putih Yang Sudah Dipanen, Yang 4 Tidak tumbuh Tunas dan Tunas Mati.
Gb.9. Gulma Yng Menyerbu Tanaman Kayu Putih Yang Sudah Dipanen. LOKASI AGROWISATA Agrowisata merupakan salah satu bentuk dari rural tourism yang menawarkan kegiatan pertanian sebagai daya tarik wisata serta melibatkan penduduk lokal dalam perencanaan hingga pengelolaan kawasannya. Kegiatan agrowisata bertujuan untuk memperluas wawasan pengetahuan, pengalaman rekreasi dan hubungan usaha di bi- dang pertanian yang meliputi tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, perikanan dan peternakan. Melalui pengembangan agrowisata yang menonjolkan budaya lokal dalam me- manfaatkan lahan, diharapkan bisa meningkatkan pendapatan petani sambil melestari- kan sumber daya lahan, serta memelihara budaya maupun teknologi lokal (indigenous knowledge) yang umumnya telah sesuai dengan kondisi lingkungan alaminya. Untuk mengembangkan suatu kawasan menjadi kawasan pariwisata (termasuk juga agrowisata) terdapat 5 unsur yang harus dipenuhi, yaitu atraksi, fasilitas, infrasturktur, tranportasi, dan keramahan pelayanan. Agrowisata merupakan salah satu usaha bisnis dibidang pertanian dengan menekankan kepada penjualan jasa kepada konsumen. Bentuk jasa tersebut dapat berupa keindahan, kenyamanan, ketentraman dan pendidi- kan. Pengembangan usaha agrowisata membutuhkan manajemen yang prima diantara sub sistem, yaitu antara ketersediaan sarana dan prasarana wisata, obyek yang dijual pro- mosi dan pelayanannya dalam aktivitas agrowisata ini wisatawan diajak berjalan-jalan untuk menikmati dan mengapresiasi kegiatan pertanian dan kekhasan serta keindahan alam binaannya sehingga daya apresiasi dan kesadaran untuk semakin mencintai bu- daya dan melestarikan alam semakin meningkat. Petani yang berada dalam kawasan wisata agro ini dapat menjadi obyek atau bagian dari sistem pertanian yang ditawarkan 5
pada aktivitas wisata tetapi juga dapat bertindak sebagai pemilik atau pengelola kawa- san wisata ini. Agrowisata pada prinsipnya merupakan kegiatan industri yang mengharapkan ked- atangan konsumen secara langsung ditempat wisata yang diselenggarakan. Aset yang penting untuk menarik kunjungan wisatawan adalah keaslian, keunikan, kenyamanan, dan keindahan alam. Oleh sebab itu, factor kualitas lingkungan menjadi modal penting yang harus disediakan, terutama pada wilayah - wilayah yang dimanfaatkan untuk di- jelajahi para wisatawan. Menyadari pentingnya nilai kualitas lingkungan tersebut, masyarakat/petani setempat perlu diajak untuk selalu menjaga keaslian, kenyamanan, dan kelestarian lingkungannya. Agrowisata dapat dikelompokan ke dalam wisata ekologi (ecoutourism), yaitu kegiatan perjalanan wisata dengan tidak merusak atau mencemari alam dengan tujuan untuk mengagumi dan menikmati keindahan alam, hewan atau tumbuhan liar di ling- kungan alaminya serta sebagai sarana pendidikan. Ekowisata dan agrowisata pada dasarnya memiliki prinsip yang sama, ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan, yaitu: 1. Menekan serendah-rendahnya dampak negatif terhadap alam dan kebudayaan yang dapat merusak daerah tujuan wisata. 2. Memberikan pembelajaran kepada wisatawan mengenai pentingnya suatu peles- tarian. 3. Menekan pentingnya bisnis yang bertanggung jawab yang bekerjasama dengan un- sur pemerintahan dan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan penduduk lokal dan memberikan manfaat pada usaha pelestarian. 4. Mengarahkan keuntungan ekonomi secara langsung untuk tujuan pelestarian, ma- najemen sumberdaya alam dan kawasan yang dilindungi. 5. Memberikan penekanan pada kebutuhan zona pariwisata regional dan penataan serta pengelolaan tanaman-tanaman untuk tujuan wisata di kawasan-kawasan yang ditetapkan untuk tujuan wisata tersebut. 6. Memberikan penekanan pada kegunaan studi-studi berbasiskan lingkungan dan so- sial, dan program-program jangka panjang, untuk mengevaluasi dan menekan ser- endah-rendahnya dampak pariwisata terhadap lingkungan. 6
7. Mendorong usaha peningkatan manfaat ekonomi untuk Negara, pebisnis dan masyarakat lokal, terutama penduduk yang tinggal di wilayah kawasan yang dilin- dungi. 8. Berusaha untuk menyakini bahwa perkembangan tidak melampaui batasbatas sosial dan lingkungan yang diterima seperti yang ditetapkan para peneliti yang telah bekerjasama dengan penduduk lokal. 9. Mempercayakan pemanfataan sumber energi, melindungi tumbuhtumbuhan dan bi- natang liar, dan menyesuaikan dengan lingkungan alam dan budaya. Kawasan agrowisata merupakan suatu kawasan yang memiliki kriteria sebagai berikut: 1. Memiliki potensi atau basis kawasan di sektor agro baik pertanian, hortikultura, perikanan maupun peternakan, misalnya: a. Subsistem usaha pertanian primer (on farm) yang antara lain terdiri dari pertanian tanaman pangan dan hortikultura, perkebunan, perikanan, peternakan dan kehu- tanan. b. Subsistem industri pertanian yang antara lain terdiri industry pengolahan, kerajinan, pengemasan, dan pemasaran baik local maupun ekspor. c. Subsistem pelayanan yang menunjang kesinambungan dan daya dukung kawasan baik terhadap industri dan layanan wisata maupun sektor agro, misalnya trans- portasi dan akomodasi, penelitian dan pengembangan, perbankan dan asuransi, fasilitas telekomunikasi, dan infrastruktur. 2. Adanya kegiatan masyarakat yang didominasi oleh kegiatan pertanian dan wisata dengan keterkaitan dan kebergantungan yang cukup tinggi, antara lain kegiatan per- tanian yang mendorong tumbuhnya industri pariwisata, dan sebaliknya kegiatan pa- riwisata yang memacu berkembangnya sektor pertanian. 3. Adanya interaksi yang intensif dan saling mendukung bagi kegiatan agro dengan kegiatan pariwisata dalam kesatuan kawasan, antara lain berbagai kegiatan dan produk wisata yang dikembangkan secara berkelanjutan. Agowisata yang dikembangkan oleh PT.ABK beserta Mitra Kerjanya adalah Agrowisata Sehat yang berbasis pada tanaman HORTIKULTURA. Adapun Manfaat Dari Tanaman Hortikultura adalah : Terdapat beragam manfaat yang bisa diperoleh dari pengaplikasian budidaya pertanian modern tersebut. Berikut ini adalah 4 fungsi serta manfaat pentingnya bagi kehidupan. 7
1. Penyediaan Pangan 2. Menunjang Perekonomian 3. Fungsi Kesehatan 4. Fungsi Sosial Budaya Berikut adalah tanaman sayuran yang saat ini tumbuh dan dikembangkan di areal Agrow- isata Sehat. Gb. 10. Bedengan Tanaman Jangung Berumur 1,5 Bulan. Gb. 11. Bedengan Tanaman Buncis Beru- mur 1,5 Bulan. Gb. 12. Bedengan Tanaman Mentimun Berumur 1,5 Bulan. 8
Gb. 13. .Bedengan Tanaman Paria/ Pare Berumur 1,5 Bulan. Samarinda, 1 APRIL 2023 DR. IR. SADELI ILYAS.M.Agr. 9
Search
Read the Text Version
- 1 - 10
Pages: