Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore Modul Ajar PPKn VII (Bab 3)

Modul Ajar PPKn VII (Bab 3)

Published by Intan Romana, 2023-07-08 06:25:20

Description: Modul Ajar PPKn VII (Bab 3)

Search

Read the Text Version

Nama Intan Romana Putri, S.Pd Jenjang/ Kelas SMP/ VII Asal Sekolah SMP Takhasus Plus Al Mardliyah Mapel PPKn Alokasi Waktu 105 Menit X 6 pertemuan Jumlah Pesertadidik (Kelas VII) Profil Pelajar Bernalar Kritis Moda Pembelajaran Tatap Muka Pancasila Berkebhinekaan globlal Fase D Elemen Persatuan dan Kesatuan Tujuan Pembelajaran 1. Peserta didik mampu menghargai dan menjelaskan keragaman gender, suku dan budaya di Indonesia. Kata Kunci Deskripsi Umum 2. Peserta didik mampu menghargai dan menjelaskan keragaman Pembelajaran agama, ras dan antargolongan di Indonesia. Materi Ajar, Alat dan 3. Peserta didik mampu berkontribusi menjaga nilai kebinekaan Bahan Indonesia sesuai tingkatnya. Persatuan, Kesatuan, Karakteristik Daerah 1. Guru memberikan pertanyaan pemantik terkait persatuan dan kesatuan di Indonesia hingga membentuk karakteristik daerah. 2. Peserta didik membaca materi tentang persatuan dan kesatuan di Indonesia hingga membentuk karakteristik daerah . 3. Guru memberikan penjalasan materi persatuan dan kesatuan di Indonesia hingga membentuk karakteristik daerah. 4. Peserta didik diperkenankan untuk bertanya mengenai hal- hal/penejlasan materi yang kurang paham. 5. Guru membantu mengambil garis merah terkait materi kepada peserta didik agar lebih mudah dipahami. 6. Guru memberikan penugasan terhadap peserta didik setelah materi disampaikan. Materi: a. Wilayah Negara Indonesia b. Indonesia sebagai Negara Kesatuan c. Persatuan dan Kesatuan Indonesia d. Karakteristik Daerah dalam NKRI e. Mempertahankan persatuan dan kesatuan Alat dan bahan: a. Buku PPKn Pegangan Siswa b. Materi power point / video pembelajaran persatuan dan kesatuan Sarana dan Prasarana 1. Ruang kelas dengan pengaturan tempat duduk yang kondusif 2. LCD dan Proyektor 3. Laptop dan Speaker 1. Informasi Umum Modul Ajar Nama Penyusun :Intan Romana Putri, S.Pd

Asal Sekolah : SMP Takhasus Plus Al Mardliyah Jenjang : SMP Kelas : VII Alokasi Waktu : 105 Menit ( 3 JP X 6Pertemuan ) Tahun : 2023 2. Tujuan Pembelajaran Elemen : Pancasila Tujuan Pembelajaran : 1. Peserta didik mampu menghargai dan menjelaskan keragaman gender, suku dan budaya di Indonesia. 2. Peserta didik mampu menghargai dan menjelaskan keragaman agama, ras dan antargolongan di Indonesia. 3. Peserta didik mampu berkontribusi menjaga nilai kebinekaan Indonesia sesuai tingkatnya.Indikator Capaian : 1. Menjelaskan bagaimana karakteristik Wilayah Negara Indonesia 2. Menjelaskan Indonesia sebagai Negara Kesatuan tidak membedakan keragaman di Indonesia 3. Menjelaskan Persatuan dan Kesatuan Indonesia 4. Mempertahankan persatuan dan kesatuan KataKunci : Persatuan dan Kesatuan, Karakteristik Daerah Pertanyaan Inti : Bagaimana cara menjaga persatuan dan kesatuan dalam menghadapi keragaman atas karakteristik daerah di Indonesia? Keterampilan yangperlu dicapai: 1. Berakhlak mulia 2. Ketrampilan berpikir kritis 3. Ketrampilan menghargai pendapat teman 3. Profil Pelajar Pancasila yang Berkaitan 1) Bernalar kritis 2) Berkebhinekaan global 4. Sarana dan Prasarana 1) Ruang kelas dengan pengaturan tempat duduk yang kondusif 2) LCD dan Proyektor 3) Laptop dan Sound 5. Pertanyaan Memantik 1) Apa yang kalian ketahui tentang Persatuan? 2) Apa yang kalian ketahui tentang Kesatuan? 3) Mengapa perlu adanya persatuan dan kesatuan? 4) Mengapa di Indoensia memiliki karakteristik daerah yang berbeda-beda? 5) Apa saja perbedaan karakteristik daerah di Indonesia yang kamu ketahui? 6) Mengapa kita harus mempelajari tentang persatuan dan kesatuan?

6. Jumlah Peserta Didik ( ) Kelas VII 7. Ketersediaan Materi 1) Pengayaan untuk pesertadidik CIBI atau yang berpencapaian tinggi : YA/TIDAK 2) Alternatif penjelasan, metode, atau aktivitas, untuk peserta didik yang sulit memahami konsep : YA/TIDAK 8. Moda Pembelajaran Tatap Muka 9. Asesmen Kriteria untukmengukur ketercapaian Tujuan Pembelajaran a. Asessmen individu b. Asesmen kelompok c. Keduanya Jenis asesmen: a. Performa b. Tertulis : Berbentuk tes esai 10. Kegiatan Pembelajaran Umum Pengaturan peserta didik a. Individu b. Berkelompok Metode : a. Project b. Eksplorasi c. Ceramah d. Demonstrasi 11. Materi Ajar, Alat dan Bahan Ajar a. Materi Ajar Muhammad Yamin, salah satu pelopor Gerakan Sumpah Pemuda, mengusulkan agar wilayah Indonesia mencakup seluruh wilayah kekuasaan pemerintahan Hindia Belanda yang mencakup Papua ditambah beberapa daerah lain seperti Timor Portugis (sekarang Timor Leste) serta Borneo Utara dan Malaya. Menurut Yamin sebagai pakar sejarah, sebagian wilayah Papua dulu termasuk bagian dari Kesultanan Ternate. Hatta tidak setuju pandangan itu. Wilayah Indonesia menurutnya tak perlu mencakup wilayah Papua, namun mencakup Borneo Utara dan Malaya. Soekarno sependapat dengan Yamin. Mengutip Kitab Negarakertagama yang ditulis Mpu Prapanca sekitar tahun 1365, Soekarno menyebut wilayah kekuasaan Majapahit juga sampai ke daerah Papua. Karena itu, menurut Soekarno, wilayah Indonesia mencakup daerah- daerah dari Sumatra hingga Papua. Penetapan Wilayah Perbedaan pendapat tentang wilayah tersebut terjadi dalam sidang BPUPK. Karena itu, Ketua BPUPK Radjiman Wedyodiningrat lalu memutuskan melakukan pemungutan suara untuk menetapkan wilayah negara Indonesia. Ada tiga pilihan yang harus ditentukan: Pertama, seluruh Hindia Belanda. Kedua, seluruh Hindia Belanda ditambah Malaya, Borneo Utara, Timor, dan Papua. Ketiga, seluruh Hindia ditambah Malaya dan Borneo Utara. Indonesia sebagai Negara Kesatuan.

Seluruh peserta sidang diminta memilih tiga pilihan tersebut. Dari seluruh peserta sidang, sebanyak 19 orang peserta memilih pilihan pertama. Lalu sebanyak 39 orang peserta setuju pilihan kedua, dan 6 orang peserta memilih yang ketiga. Selain itu terdapat juga peserta yang tidak memilih. Maka BPUPK pun memutuskan pilihan kedua tersebut yang dijadikan wilayah Indonesia. Hasil keputusan BPUPK dijadikan dasar oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dalam menetapkan wilayah Indonesia. Selanjutnya Malaya dan Borneo Utara yang dikuasai Inggris memutuskan untuk menjadi negara sendiri, sehingga menjadi negara Malaysia, Brunei, dan Singapura sekarang. Begitu pula Timor Timur yang dikuasai Portugis, yang kini menjadi negara Timor Leste. Wilayah Indonesia pun mencakup Papua hingga Sumatra seperti saat ini. Batas Wilayah Wilayah selatan Indonesia berupa Laut Indonesia dan Laut Arafuru. Di laut tersebut, Indonesia berbatasan dengan negara Australia. Di wilayah timur, Indonesia memiliki perbatasan di Pulau Papua dengan negara Papua Nugini. Di wilayah utara, Indonesia berbatasan dengan Filipina, Malaysia, dan Singapura. Sedangkan di barat, Indonesia punya wilayah laut yang berbatasan dengan India. Persatuan dan Kesatuan Indonesia Persatuan merupakan gabung an atau terikatnya beberapa bagian menjadi satu. Sedangkan kesatuan berarti keadaan berupa suatu keutuhan. Persatuan akan melahirkan kesatuan, sedangkan kesatuan akan menjaga persatuan. Keduanya berasal dari kata ‘satu’. Ciri-ciri Negara Kesatuan Satu Pemerintahan Pusat yang memegang seluruh kekuasaan. Satu Undang-Undang Dasar yang berlaku di seluruh wilayah negara. Satu Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan untuk seluruh rakyat. Satu Badan Perwakilan yang mewakili seluruh rakyat. Pembahasan Negara Kesatuan Dalam memutuskan bentuk negara Indonesia, para anggota BPUPK melakukan diskusi panjang. Dalam sidang BPUPK, Supomo menyebut adanya tatanegara Indonesia yang asli, yaitu “pemimpin bersatu jiwa dengan rakyat”. Selain itu, menurutnya, antargolongan rakyat diliputi semangat gotong royong dan semangat kekeluargaan. Maka Soepomo mengusulkan agar bentuk negara Indonesia adalah negara integral atau negara kesatuan. Hampir semua setuju pendapat tersebut kecuali beberapa orang termasuk Muhammad Hatta yang berpendapat sebaiknya Indonesia merupakan negara federal. Negara federal disebut juga sebagai negara serikat. Dalam negara federal, setiap daerah menjadi negara bagian yang memiliki pemerintahan dan diatur dengan undang-undang sendiri. Semuanya bersatu dalam satu negara. Menurut Hatta, bentuk negara federal atau negara serikat itulah yang lebih cocok dengan Indonesia yang memiliki suku bangsa dan budaya sangat beragam. Dengan menjadi negara serikat, setiap daerah akan lebih merdeka mengatur daerahnya sendiri. Muhammad Yamin dan Soekarno lebih setuju pada pendapat Soepomo agar bentuk negara Indonesia adalah negara kesatuan. Menurut Yamin, bentuk negara kesatuan juga merupakan semangat dari Sumpah Pemuda. Selain itu, bentuk negara serikat juga akan melemahkan negara Indonesia. Para pemimpin yang berbeda pendapat itu memberikan teladan bagaimana berdiskusi secara baik untuk mengatasi perbedaan. Kelahiran Negara Kesatuan Republik Indonesia Pada tanggal 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia menyata kan ke merdekaan dan membentuk negara Republik Indonesia. Pernyataan tersebut dilakukan melalui Proklamasi Kemerdekaan yang di bacakan oleh Soekarno dan Hatta di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56 Jakarta. Sehari setelah kemerdekaan Indonesia, PPKI mengadakan sidang yang menetapkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945. Di dalam Pasal 1 ayat (1) UUD NRI 1945 ditegaskan bahwa bentuk negara adalah “negara kesatuan.” Maka Indonesia sejak itu menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bentuk negara itu sempat berubah. Untuk mendapatkan pengakuan sebagai negara, pada tanggal 23 Agustus sampai 2 November 1949, pemerintah Indonesia berunding dengan Belanda dalam Konferensi Meja Bundar. Negara Indonesia harus berubah bentuk menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS). Daerah-daerah di Indonesia menjadi negara-negara bagian. b. Alat dan Bahan yang diperlukan 1) Buku PPKn Pegangan Siswa 2) Materi Power point/ Video Pembelajaran 3) LCD dan Proyektor

4) Laptop dan Speaker c. Perkiraan Biaya (Tidak ada biaya tambahan yang harus dikeluarkan saat pembelajaran) 12. Persiapan Pembelajaran Menyampaikan Tujuan Pembelajaran pada peserta didik, membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok, dan, menyiapkan materi ajar/ dengan buku pegangan siswa ataupun buku pegangan guru. 13. Materi Ajar dan Bahan Ajar a. Buku PPKn pegangan guru kurikulum merdeka untuk SMP Kelas VII b. Buku PPKn siswa kurikulum merdeka untuk SMP Kelas VII c. Saputra, Lukman Surya, dkk. 2016.PendidikanPancasila dan Kewarganegaaraan, SMPKelasVII, BalitbangKemdikbud, Jakarta 14. Proses Pembelajaran Kegiatan A. Kegiatan Awal/ Pendahuluan ( 20 Menit ) – 1 kali Pertemuan a. Salam pembuka, dan berdoa. b. Memeriksa kebersihan kelas,memeriksa kebersihan dan kerapian peserta didik, memeriksa kehadiran pesertadidik. c. Menyanyikan salah satu lagu wajib nasional. d. Apersepsi dengan pertanyaan pemantik. e. Menyampaikan tujuan pembelajaran dan langkah kegiatan pembelajaran. B. Kegiatan Inti (70 menit) a. Peserta didik membaca materi persatuan dan kesatuan di Indonesia hingga membentuk karakteristik daerah (atau bisa mengakses materi yang diunggah di LMS). b. Guru memberikan penjalasan materi persatuan dan kesatuan di Indonesia hingga membentuk karakteristik daerah menggunakan power point/ video pembelajaran yang sudah disiapkan. c. Peserta didik diperkenankan untuk bertanya mengenai hal-hal/penejlasan materi yang kurang paham. d. Guru membantu mengambil garis merah terkait materi kepada peserta didik agar lebih mudah dipahami. e. Guru memberikan penugasan terhadap peserta didik setelah materi disampaikan. C. Kegiatan Penutup (15 menit) a. Menyimpulkan materi pembelajaran, tes tertulis dan refleksi. b. Guru menjelaskan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya yakni meminta peserta didik agar mencari referensi materi diluar kelas c. Pembelajaran diakhiri dengan bersama-sama berdoa dan member salam kepada guru. 15. Refleksi Guru a. Apakah kegiatan pembelajaran terlaksana sesuai rencana? b. Apakah peserta didik dapat mengikuti kegiatan pembelajaran ini dengan baik? c. Apa kelebihan yang dimiliki dari kegiatan pembelajaran ini?

d. Apa yang harus diperbaiki dari kegiatan pembelajaran? 16. Kriteria Ketetapan Tujuan Pembelajaran e. Kompetensi yangdinilai 1) Kompetensi sikap yang menunjukkan bertakwakepada Tuhan YME, menghargai, bergotong royong 2) Kompetensi pengetahuan untuk mengidentifikasi Norma dan Undang-Undang Dasar 3) Kompetensi keterampilan: Kemampuan dalam menyelesaikan tugas yang baik dan kritis f. Bagaimana Asesmen dilakukan 1) Penilaian sikap dilakukan dengan teknik observasi/ mengamati sikap pesertadidik dalam kegiatan pembelajaran. 2) Penilaian pengetahuan melalui testertulis 3) Penilaian keterampilan melalui hasil kerjapeserta didik g. Kriteria Penilaian 1. Penilaian Sikap Kriteria Sikap Rata-rata No Nama Bertaqwa Menghargai Gotong royong Nilai 1. 2. 3. Pedoman Penskoran: 4 = sangat baik 3 = baik 2 = cukup 1 = kurang ❖Peserta didik dinyatakan tuntas jikamemiliki nilai sikap minimal Baik (3) Jumlah perolehan skor/ jumlah skor maksimum x 100 = Nilai akhir 2. Penilaian Pengetahuan Kriteria Pengetahuan Rata-rata Nilai No Nama Penguasaan Argumentasi Tata Bahasa Materi 1. 2. 3. Bila jawaban sangat sempurna diberi skor 4 Bila jawaban sempurna diberi skor 3 Bila jawaban kurang sempurna diberi skor 2 Bila jawaban tidak sempurna diberi skor 1 Jumlah perolehan skor/ jumlah skor maksimum x 100 = Nilai akhir 3. Penilaian Ketrampilan (Portofolio) Kriteria Pengetahuan Rata-rata Nilai No Nama Desain Kesesuaian Isi Pemikiran Biografi Kritis 1. 2. 3. Bila jawaban sangat sempurna diberi skor 4 Bila jawaban sempurna diberi skor 3 Bila jawaban kurangsempurnadiberi skor 2 Bila jawaban tidak sempurna diberi skor 1 Jumlah perolehan skor/ jumlah skor maksimum x 100 = Nilai akhir

17. Daftar Psutaka Saputra, Lukman Surya, dkk. 2016. Pendidikan Pancasiladan Kewarganegaaraan, SMP Kelas VII, Balitbang Kemdikbud, Jakarta. Wisnuwidodo, Andriyanto. https://daerah.sindonews.com/artikel/jatim/7867/nama-soekarno- diabadikan-jadi-nama-tempat-dan-perangko-di-6-negara-ini?showpage=all, diunduh tanggal 26 Maret 2021 jam 05.22 WIB. Wikipedia. https://en.wikipedia.org/wiki/Soepomo,diunduh tanggal26 Maret2021 jam 05.29 WIB. http://ensiklopedia.kemdikbud.go.id/sastra/artikel/Muhammad_Yamin,diunduh tanggal 26 Maret 2021 jam 05.42 18. Lembar Kerja Peserta Didik LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (Essay) (Norma dan Undang-Undang Dasar) Nama : Kelas : Materi Pokok : Tanggal : 1. Menurutmu, apa yang akan terjadi pada bangsa dan negara Indonesia saat ini bila di tahun 1945 dulu para pemimpin memilih bentuk Negara serikat/federal dan bukan bentuk negara kesatuan seperti sekarang? 2. Sebagai negara kepulauan, mana yang lebih penting bagi bangsa Indonesia untuk dikembangkan. Apakah usaha perikanan atau kelautannya atau usaha pertaniannya? Mengapa demikian? 3. Untuk menjaga persatuan dan kesatuan di Indonesia, perlu dibangun di lingkungan sekolah, di lingkungan masyarakat sekitar, serta di lingkungan bangsa dan negara secara luas. Menurutmu, mana yang lebih perlu didahulukan? LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (Penalaran) Kenali berita-berita palsu atau hoax di sekitarmmu (baik secara langsung ataupun yang tersebar memalui internet) yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan. Apa saja contohnya? Diskusikan dengan kawan-kawan sebangkumu! 19. Bahan Bacaan Peserta Didik Bayangkan betapa luas wilayah Indonesia sebesar 1.9 juta kilometer persegi yang mencakup sekitar 17.000 pulau yang dipersatukan oleh lautan. Wilayah ini terdiri dari daerah-daerah yang dikelola sebagai dalam satu kesatuan pemerintahan. Sempat ada diskusi tentang bentuk pemerintahan. Soepomo, Yamin, dan Soekarno mengusulkan bentuk Negara kesatuan, Hatta mengusulkan bentuk negara serikat atau federal. Semua lalu sepakat menjadikan Republik Indonesia sebagai negara kesatuan. Untuk dapat menjadi negara kesatuan yang kuat, perlu upaya keras sungguhsungguh membangun persatuannya. Seperti

agar terwujud OSIS sebagai kesatuan yang utuh, para pelajar perlu bersungguh-sungguh bersatu. Hingga terbangun persatuan dan kesatuan yang kuat. Nah, sudahkah kalian menjaga persatuan dan kesatuan dari tingkat terkecil di keluarga atau lingkungan sekolah. Tanyakan pada diri sendiri, sudahkah saya selalu berusaha membantu kawan-kawan yang perlu bantuan? (Tidak pernah/ jarang/kadang-kadang/sering/selalu). Sumber bacaan: Saputra,Lukman Surya, dkk. 2016. Pendidikan Pancasiladan Kewarganegaaraan, SMPKelas VIIhalaman21-23 ,BalitbangKemdikbud, Jakarta. 20. Sumber Bacaan Guru Buku Peganganan Guru PPKn Kelas VII Kurikulum Merdeka, Kemendikbud Guru dapat menambah bahan materi untuk disampaikan kepada peserta didik dengan membaca buku dengan link sebagai berikut ini: https://drive.google.com/file/d/1Y0_Ur2j3sDmV7nfXxQhHA95n9GFfBiF- /view?usp=sharing 21. Glosarium 1) karakter : sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain; tabiat; watak 2) karakteristik : mempunyai sifat khas sesuai dengan perwatakan tertentu 3) republik : bentuk pemerintahan yang berkedaulatan rakyat dan dikepalai oleh seorang presiden 4) sosial : berkenaan dengan masyarakat 22. Materi Pengayaan untuk Peserta didik yang memenuhi KKTP Alternatif bentuk pengayaan adalah sebagai berikut : a. Peserta didik membantu pesertadidik lain yang belum tuntas dengan pembelajaran tutor sebaya. b. Guru memberikan tugas untuk mempelajari lebih lanjut tentang materi kunci dari berbagai sumber dan mencatat hal-hal penting. Dan menyajikan dalam bentuk laporan tertulis atau membacakan di depan kelas. 23. Materi untuk Peserta didik yang mempunyai hambatan belajar Alternatif program remedial antara lain: a. Mengulang materi kunci diluarjam tatap mukabagi peserta didik yang belum tuntas b. Memberikan penugasan kepada peserta didik yang belum tuntas Mengetahui, Kendal, 07 Juli 2023 Kepala Sekolah Guru PPKn H. Romdon, S.PdI., M.Pd Intan Romana Putri, S.Pd


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook