Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore 1 CAPAIAN IKM SEKOLAH BINAAN-SLTG

1 CAPAIAN IKM SEKOLAH BINAAN-SLTG

Published by Muhitul Himam, 2023-05-24 00:51:01

Description: 1 CAPAIAN IKM SEKOLAH BINAAN-SLTG

Search

Read the Text Version

2a Guru sudah menerapkan Pembelajaran Penerapan berdiferensiasi secara nyata sesyai dengan Pembelajaran kebutuhan murid: yang [ ]Amat baik … dari … orang berpusat pada murid [ ]Baik … dari … orang [ [Cukup … dari … orang

2b Guru memfasilitasi murid untuk belajar Penerapan mandiri dan bertanggungjawab: Pembelajaran [ ]Amat baik … dari … yang orang berpusat pada murid [ ]Baik … dari … orang [ [Cukup … dari … orang

Keterpaduan Penilaian dan Pembelajaran

• Opsi 1 • >>Guru melakukan asesmen pada awal pembelajaran namun tidak digunakan untuk merancang pembelajaran ataupun untuk mengidentifikasi peserta didik yang membutuhkan perhatian lebih. • >>Guru mulai melakukan asesmen beberapa kali (tidak hanya saat mendekati masa pelaporan/rapor) namun asesmen dilakukan hanya untuk memberikan nilai kepada siswa dan belum digunakan untuk merancang pembelajaran • >>Guru hanya menggunakan asesmen yang disediakan dalam buku teks dan/atau modul ajar • Opsi 2 Guru melakukan asesmen formatif pada awal pembelajaran dan hasilnya digunakan untuk mengidentifikasi peserta didik yang membutuhkan perhatian lebih Ketika merancang asesmen, guru mulai memperhatikan kesesuaian antara asesmen dengan tujuan pembelajaran. • Opsi 3 • >>Guru melakukan asesmen formatif pada awal pembelajaran dan hasilnya digunakan untuk merancang pembelajaran berikutnya yang sesuai dengan capaian mayoritas peserta didik di kelasnya (belum merupakan rencana pembelajaran terdiferensiasi). • >>Guru melakukan asesmen untuk mendapatkan umpan balik tentang kebutuhan belajar peserta didik dan menentukan tindak lanjutnya • Opsi 4 • >>Guru melakukan asesmen formatif pada awal pembelajaran dan hasilnya digunakan untuk merancang pembelajaran terdiferensiasi sesuai dengan tahap capaian peserta didik (teaching at the right level). • >>Guru mampu melakukan penyesuaian pembelajaran sepanjang proses pembelajaran agar semua peserta didik mencapai tujuan pembelajaran. • >>Satuan pendidikan mengembangkan kebijakan yang mendorong guru untuk menggunakan hasil asesmen dalam merancang kurikulum dan pembelajaran.

3a Guru memanfaatkan asemen awal dan Keterpaduan merancang Penilaian pembelajaran dan berdiferensiasi: Pembelajaran [ ]Amat baik … dari … orang [ ]Baik … dari … orang [ [Cukup … dari … orang

3 • Opsi 1 Keterpaduan • >>Guru melakukan asesmen pada awal pembelajaran namun tidak digunakan untuk merancang Penilaian pembelajaran ataupun untuk mengidentifikasi peserta didik yang membutuhkan perhatian lebih. dan • >>Guru mulai melakukan asesmen beberapa kali (tidak hanya saat mendekati masa pelaporan/rapor) Pembelajaran namun asesmen dilakukan hanya untuk memberikan nilai kepada siswa dan belum digunakan untuk merancang pembelajaran • >>Guru hanya menggunakan asesmen yang disediakan dalam buku teks dan/atau modul ajar • Opsi 2 Guru melakukan asesmen formatif pada awal pembelajaran dan hasilnya digunakan untuk mengidentifikasi peserta didik yang membutuhkan perhatian lebih Ketika merancang asesmen, guru mulai memperhatikan kesesuaian antara asesmen dengan tujuan pembelajaran. • Opsi 3 • >>Guru melakukan asesmen formatif pada awal pembelajaran dan hasilnya digunakan untuk merancang pembelajaran berikutnya yang sesuai dengan capaian mayoritas peserta didik di kelasnya (belum merupakan rencana pembelajaran terdiferensiasi). • >>Guru melakukan asesmen untuk mendapatkan umpan balik tentang kebutuhan belajar peserta didik dan menentukan tindak lanjutnya • Opsi 4 • >>Guru melakukan asesmen formatif pada awal pembelajaran dan hasilnya digunakan untuk merancang pembelajaran terdiferensiasi sesuai dengan tahap capaian peserta didik (teaching at the right level). • >>Guru mampu melakukan penyesuaian pembelajaran sepanjang proses pembelajaran agar semua peserta didik mencapai tujuan pembelajaran. • >>Satuan pendidikan mengembangkan kebijakan yang mendorong guru untuk menggunakan hasil asesmen dalam merancang kurikulum dan pembelajaran.

3b Guru mampu melakukan penyesuaian Keterpaduan pembelajaran sepanjang Penilaian proses pembelajaran agar dan semua peserta didik mencapai tujuan Pembelajaran pembelajaran. [ ]Amat baik … dari … orang [ ]Baik … dari … orang [ [Cukup … dari … orang

3c Satuan pendidikan mengembangkan Keterpaduan kebijakan yang Penilaian mendorong guru untuk dan menggunakan hasil asesmen dalam Pembelajaran merancang kurikulum dan pembelajaran. [ ]Supervisi [ ]Coaching/Pendampingan [ ]Tindak lanjut

Pembelajaran sesuai tahap belajar peserta didik

• Opsi 1 Berdasarkan asesmen formatif di awal pembelajaran, guru mengajar seluruh siswa di kelasnya sesuai dengan fase Capaian Pembelajaran mayoritas siswa di kelasnya. • Opsi 2 Berdasarkan asesmen formatif di awal pembelajaran, guru mengajar seluruh siswa di kelasnya sesuai dengan fase capaian belajar mayoritas siswa di kelasnya dan dengan memberikan perhatian khusus terhadap sebagian siswa yang membutuhkan perlakuan (materi dan/atau metode belajar) yang berbeda. • Opsi 3 • >>Berdasarkan asesmen formatif di awal pembelajaran, siswa di kelas yang sama dibagi menjadi dua kelompok menurut capaian belajar mereka. Dengan demikian, setiap siswa dapat belajar sesuai dengan capaian belajarnya. • >>Sekolah menyelenggarakan program pelajaran tambahan untuk siswa yang belum siap untuk belajar sesuai dengan kelasnya. • Opsi 4 • >>Berdasarkan asesmen formatif di awal pembelajaran, siswa di kelas yang sama dibagi menjadi dua kelompok menurut capaian belajar mereka. Dengan demikian, setiap siswa dapat belajar sesuai dengan capaian belajarnya. • >>Sekolah menyelenggarakan berbagai program seperti pelajaran tambahan untuk siswa yang belum siap untuk belajar sesuai dengan kelasnya dan untuk siswa yang membutuhkan pengayaan atau tantangan lebih.

4a Guru memanfaatkan hasil asesmen awal Pembelajaran pembelajaran, untuk memetakan murid dalm sesuai tahap menerakan pembelajaran belajar sesuai dengan capaian belajarnya. peserta didik [ ]Amat baik … dari … orang [ ]Baik … dari … orang [ [Cukup … dari … orang

4b Satuan pendidikan memiliki kebijakan dan mekanisme yang Pembelajaran mendorong kolaborasi guru untuk kegiatan belajar sesuai tahap intrakurikuler dan juga projek, belajar misalnya melalui observasi kelas, kegiatan refleksi peserta didik pembelajaran, kegiatan berbagi praktik baik, dsb. [ ] Ada Program [ ] Jurnal Kegiatan

Kolaborasi Antar Guru untuk Keperluan Kurikulum dan Pembelajaran

• Opsi 1 Guru belum berkolaborasi untuk keperluan pembelajaran intrakurikuler, namun sudah berkolaborasi untuk keperluan projek penguatan profil pelajar Pancasila. • Opsi 2 Guru berkolaborasi dalam proses perencanaan pembelajaran di awal atau akhir semester, misalnya diskusi tentang kemajuan belajar peserta didik di akhir semester, berbagi praktik baik, berbagi info tentang perangkat ajar, dsb., dan berkolaborasi untuk keperluan projek penguatan profil pelajar Pancasila. • Opsi 3 Guru berkolaborasi dalam perencanaan pembelajaran di awal semester (perencanaan) dan dalam proses pembelajaran sepanjang semester, misalnya melalui diskusi tentang kemajuan belajar peserta didik, berbagi praktik baik, berbagi info tentang perangkat ajar, dsb., dan berkolaborasi untuk keperluan projek penguatan profil pelajar Pancasila serta terlibat dalam evaluasi kurikulum di satuan pendidikan. • Opsi 4 • >>Guru berkolaborasi untuk perencanaan pembelajaran di awal semester dan dalam proses pembelajaran sepanjang semester, misalnya melalui diskusi tentang kemajuan belajar peserta didik, berbagi praktik baik, berbagi info tentang perangkat ajar, dsb., untuk keperluan projek penguatan profil pelajar Pancasila, dan terlibat dalam pengembangan kurikulum operasional satuan pendidikan. • >>Satuan pendidikan memiliki kebijakan dan mekanisme yang mendorong kolaborasi guru untuk kegiatan belajar intrakurikuler dan juga projek, misalnya melalui observasi kelas, kegiatan refleksi pembelajaran, kegiatan berbagi praktik baik, dsb.

Guru berkolaborasi untuk 5 a perencanaan pembelajaran dan projek penguatan profil pelajar Kolaborasi Pancasila di awal semester dan antar guru dalam proses pembelajaran sepanjang semester. untuk [ ]Dokumen kegiatan keperluan Komunitas praktisis di kurikulum dan sekolah pembelajaran [ ]Dokumen Perenacacan dan pelaksanaan projek

5b Satuan pendidikan memiliki kebijakan dan mekanisme yang Kolaborasi mendorong kolaborasi guru antar guru untuk kegiatan belajar intrakurikuler dan juga projek, untuk misalnya melalui observasi keperluan kelas, kegiatan refleksi kurikulum dan pembelajaran, kegiatan berbagi pembelajaran praktik baik, dsb. [ ]Observasi kelas [ ]Refleksi [ ]Forum Berbagi

Kolaborasi dengan Orang Tua/Keluarga dalam Pembelajaran

• Opsi 1 • >>Guru melalui satuan pendidikan memberikan informasi tentang kemajuan belajar peserta didik kepada orangtua/wali pada saat penerimaan rapor dan saat peserta didik mengalami masalah belajar • >>Komunikasi cenderung satu arah, dari pihak satuan pendidikan/ guru kepada orang tua/wali, misalnya guru memberikan saran kepada orangtua/wali tentang apa yang sebaiknya dilakukan untuk mendukung proses belajar peserta didik • Opsi 2 • >>Guru berkoordinasi dengan guru lain melalui satuan pendidikan memberikan informasi tentang kemajuan belajar peserta didik kepada orangtua/wali pada saat penerimaan rapor dan secara berkala dalam proses belajar. • >>Komunikasi cenderung satu arah, dari pihak satuan pendidikan/ guru kepada orang tua/wali, misalnya guru memberikan saran kepada orangtua/wali tentang apa yang sebaiknya dilakukan untuk mendukung proses belajar peserta didik • Opsi 3 >>Guru berkoordinasi dengan guru lain melalui satuan pendidikan memberikan informasi tentang kemajuan belajar peserta didik kepada orangtua/wali pada saat penerimaan rapor dan secara berkala dalam proses belajar. • >>Komunikasi cenderung dialog dua arah, di mana pihak satuan pendidikan/guru dan orang tua/ wali, mencari ide dan kesepakatan tentang apa yang sebaiknya dilakukan bersama untuk mendukung proses belajar peserta didik • Opsi 4 >>Guru berkomunikasi dengan guru lain melalui satuan pendidikan memberikan informasi tentang kemajuan belajar peserta didik kepada orangtua/wali pada saat penerimaan rapor dan secara berkala dalam proses belajar. • >>Ada saluran komunikasi yang berkala untuk orang tua memberikan umpan balik terhadap kurikulum dan pembelajaran. • >>Orang tua berkesempatan untuk terlibat dalam pembelajaran, misalnya menjadi narasumber dalam intrakurikuler dan/atau dalam projek penguatan profil pelajar Pancasila. • >>Komunikasi melibatkan tiga pihak, yaitu guru-siswa-orang tua untuk mendiskusikan tahapan belajar dan tindak lanjut yang perlu dilakukan untuk mendukung proses belajar siswa

6a Guru berkomunikasi dengan guru lain tentang Kolaborasi kemajuan belajar peserta dengan orang didik tua/keluarga [ ]Ada Forum Komunikasi dalam guru pembelajaran [ ]Kegiatan nonformal komunikasi guru

6b Ada saluran komunikasi yang berkala untuk orang Kolaborasi tua memberikan umpan dengan orang balik terhadap kurikulum tua/keluarga dan pembelajaran dalam [ ]Grup WA Orang Tua pembelajaran setiap kelas; [ ]Pertemuan Berkala dengan orang tua

6c Orang tua berkesempatan untuk terlibat dalam Kolaborasi pembelajaran dan/atau dengan orang dalam projek penguatan tua/keluarga profil pelajar Pancasila. Menghadirkan Orang tua dalam pada: pembelajaran [ ]Intra kurikuler [ [Projek [ ]Ekstra Kurikuler

6d Ada Forum Komunikasi melibatkan tiga pihak, yaitu Kolaborasi guru-siswa-orang tua untuk dengan orang mendiskusikan tahapan tua/keluarga belajar dan tindak lanjut yang perlu dilakukan untuk dalam mendukung proses belajar pembelajaran siswa. Sudah dilaksankan: [ ]Terprogram [ ]Sesuai kebutuhan

Kolaborasi dengan Masyarakat/ Komunitas/ Industri

• Opsi 1 Satuan pendidikan sudah merancang pelibatan masyarakat/ komunitas/industri dalam proses pembelajaran intrakurikuler maupun projek penguatan profil pelajar Pancasila, namun belum terlaksana. • Opsi 2 Satuan pendidikan melibatkan masyarakat/ komunitas/industri hanya untuk mendukung kegiatan yang tidak berkelanjutan atau kegiatan yang tidak berkaitan dengan pembelajaran intrakurikuler maupun projek penguatan profil pelajar Pancasila. • Opsi 3 Satuan pendidikan melibatkan masyarakat/ komunitas/industri untuk mendukung pembelajaran intrakurikuler atau projek penguatan profil pelajar, untuk kegiatan yang lebih panjang jangka waktunya • Opsi 4 • >>Satuan pendidikan melibatkan masyarakat/ komunitas/industri secara berkelanjutan untuk mendukung pembelajaran intrakurikuler dan projek penguatan profil pelajar Pancasila • >>Komunitas/industri yang dilibatkan lebih beragam sesuai tujuan pembelajaran intrakurikuler dan projek penguatan profil pelajar Pancasila.

7a Satuan pendidikan melibatkan masyarakat/ Kolaborasi komunitas/industri secara dengan berkelanjutan untuk mendukung pembelajaran masyarakat/ intrakurikuler dan projek komunitas/ penguatan profil pelajar Pancasila. Sudah industri melaksanakan: [ ]Terprogram [ ]Sesuai kebutuhan

7b Komunitas/industri yang dilibatkan lebih beragam Kolaborasi sesuai tujuan pembelajaran dengan intrakurikuler dan projek penguatan profil pelajar masyarakat/ Pancasila. Sudah komunitas/ melaksanakan: industri [ ]Terprogram [ ]Sesuai kebutuhan

Refleksi, Evaluasi dan Peningkatan Kualitas Implementasi Kurikulum

• Opsi 1 Refleksi dan evaluasi implementasi kurikulum dan pembelajaran cenderung satu arah dari pimpinan satuan pendidikan, dan belum berbasis data. • Opsi 2 • >>Refleksi dan evaluasi implementasi kurikulum dan pembelajaran dilakukan pembelajaran dilakukan sebagian guru • >>Refleksi dan evaluasi tersebut belum berbasis data, melainkan penilaian masing-masing guru berdasarkan pengalaman pribadi dan/atau pandangan rekan sejawat. • >>Sebagian guru menyesuaikan perencanaan pembelajaran berdasarkan hasil refleksi dan evaluasi tersebut • Opsi 3 >>Refleksi dan evaluasi implementasi kurikulum dan pembelajaran dilakukan sebagian guru. Hasil refleksi (pengalaman dan persepsi guru serta rekan sejawat) dilengkapi dengan data hasil belajar peserta didik, serta masukan orangtua/ wali. Rapor Pendidikan juga mulai digunakan data untuk refleksi dan evaluasi. • >>Sebagian guru menyesuaikan perencanaan pembelajaran berdasarkan hasil refleksi dan evaluasi tersebut. • Opsi 4 >>Refleksi dan evaluasi implementasi kurikulum dan pembelajaran dilakukan mayoritas atau semua guru. Hasil refleksi (pengalaman dan persepsi guru) dilengkapi dengan data Rapor Pendidikan • >>Guru-guru dalam tim kecil (berdasarkan kelompok mata pelajaran dalam satu fase, guru kelas dalam satu fase, dan/ atau berbagai mata pelajaran dalam satu fase/ level) berdiskusi dan berkolaborasi untuk melakukan perencanaan pembelajaran berdasarkan hasil refleksi dan evaluasi. • >>Satuan pendidikan telah memiliki kebijakan mengenai refleksi dan evaluasi kurikulum (contohnya melalui komunitas belajar, pertemuan rutin guru, kebijakan tentang penulisan rapor dan pemberian umpan balik kepada peserta didik).

8a Refleksi dan evaluasi implementasi kurikulum Refleksi, dan pembelajaran evaluasi dan dilakukan mayoritas atau peningkatan semua guru. Sudah melaksanakan: kualitas implementasi [ ]Terprogram kurikulum [ ]Sesuai kebutuhan

8b Guru-guru dalam tim kecil berdiskusi dan Refleksi, berkolaborasi untuk evaluasi dan melakukan perencanaan peningkatan pembelajaran berdasarkan hasil refleksi kualitas dan evaluasi. implementasi Sudah melaksanakan: [ ]Terprogram kurikulum [ ]Sesuai kebutuhan

8C Satuan pendidikan telah memiliki Refleksi, kebijakan mengenai evaluasi dan refleksi dan evaluasi peningkatan kurikulum Sudah melaksanakan: kualitas implementasi [ ]Terprogram kurikulum [ ]Sesuai kebutuhan

Maksimal 500 karakter (Silakan dikembangkan sendiri) Deskripsi Singkat

Efektivitas Kepemimpinan Kepala Sekolah sebagai Pemimpin Pembelajaran di Sekolah

Kepala Sekolah Memimpin Perencanaan dan Pelaksanaan Proses Belajar yang Berpusat pada Murid

• Opsi 1 Kepala sekolah memahami bahwa penting untuk mengembangkan kelas sebagai sistem sosial yang mewujudkan merdeka belajar. • Opsi 2 • Kepala sekolah mengajak guru untuk mengembangkan kelas sebagai sistem sosial yang mewujudkan merdeka belajar. • Opsi 3 Kepala sekolah melibatkan seluruh warga sekolah untuk berpartisipasi dalam mewujudkan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi aktivitas murid dan guru sehingga senantiasa terwujud merdeka belajar. • Opsi 4 Kepala sekolah memastikan dan membangun komunikasi serta interaksi persuasif seluruh warga sekolah dalam berpartisipasi mewujudkan lingkungan sekolah yang kondusif, aman, dan nyaman bagi aktivitas murid dan guru sehingga senantiasa terwujud merdeka belajar. • Opsi 5 Kepala sekolah mengembangkan sistem yang memastikan masukan dan aspirasi murid sebagai pertimbangan dalam penyusunan kebijakan dan praktik belajar pada level kelas dan sekolah dengan dukungan dari warga sekolah yang lain untuk mewujudkan lingkungan belajar yang kondusif, aman, dan nyaman bagi aktivitas murid dan guru sehingga sehingga senantiasa terwujud merdeka belajar.

1 KS mengembangkan sistem kebijakan dan praktik belajar Kepala Sekolah pada level kelas dan sekolah memimpin dengan dukungan untuk mewujudkan lingkungan perencanaan dan belajar yang kondusif, aman, pelaksanaan proses dan nyaman bagi aktivitas murid dan guru sehingga belajar yang sehingga senantiasa terwujud berpusat pada merdeka belajar. Melibatkan: [ ]Guru murid [ ]Karyawan [ ]Murid, bentuknya: …. [ ]Pihak lain: ….

Kepala Sekolah Memimpin Refleksi dan Perbaikan Kualitas Proses Belajar yang Berpusat pada Murid

• Opsi 1 Kepala sekolah memimpin pertemuan refleksi yang melibatkan guru namun belum secara berkala. • Opsi 2 Kepala sekolah memimpin pertemuan refleksi secara berkala yang melibatkan semua guru untuk perbaikan kualitas proses belajar. • Opsi 3 Kepala sekolah memimpin pertemuan refleksi secara berkala yang melibatkan semua guru berdasarkan analisis data yang menghasilkan inisiatif untuk perbaikan kualitas proses belajar yang terukur. • Opsi 4 Kepala sekolah memimpin pertemuan refleksi secara berkala yang melibatkan semua guru berdasarkan analisis data yang menghasilkan inisiatif kolaboratif untuk perbaikan kualitas proses belajar yang terukur. • Opsi 5 Kepala sekolah mengembangkan mekanisme refleksi secara berkala yang melibatkan semua guru berdasarkan analisis data yang menghasilkan inisiatif kolaboratif untuk perbaikan kualitas proses belajar yang terukur.

2a KS mengembangkan mekanisme refleksi yang Kepala Sekolah menghasilkan inisiatif memimpin refleksi kolaboratif untuk perbaikan kualitas proses dan perbaikan belajar yang terukur. kualitas proses Pihak yang dilibatkan: [ ]WKS belajar yang [ ]Semua guru berpusat pada [ ]TU [ ]Siswa murid. [ ]Komite Sekolah

2b KS mengembangkan mekanisme refleksi yang yang Kepala Sekolah menghasilkan inisiatif memimpin refleksi kolaboratif untuk perbaikan kualitas proses belajar yang dan perbaikan terukur. kualitas proses Beri tanda chek list yg sesuai ( )Tidak ada data belajar yang ( )Berdasarkan masukan dari berpusat pada pihak lain murid. ( )Berdasarkan analisis data yang jelas: Sebutkan: ….

Kepala Sekolah memimpin upaya pengembangan lingkungan belajar yang berpusat pada murid

• Opsi 1 Kepala sekolah memahami bahwa penting untuk mengembangkan kelas sebagai sistem sosial yang mewujudkan merdeka belajar. • Opsi 2 Kepala sekolah mengajak guru untuk mengembangkan kelas sebagai sistem sosial yang mewujudkan merdeka belajar. • Opsi 3 Kepala sekolah melibatkan seluruh warga sekolah untuk berpartisipasi dalam mewujudkan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi aktivitas murid dan guru sehingga senantiasa terwujud merdeka belajar. • Opsi 4 Kepala sekolah memastikan dan membangun komunikasi serta interaksi persuasif seluruh warga sekolah dalam berpartisipasi mewujudkan lingkungan sekolah yang kondusif, aman,dan nyaman bagi aktivitas murid dan guru sehingga senantiasa terwujud merdeka belajar. • Opsi 5 Kepala sekolah mengembangkan sistem yang memastikan masukan dan aspirasi murid sebagai pertimbangan dalam penyusunan kebijakan dan praktik belajar pada level kelas dan sekolah dengan dukungan dari warga sekolah yang lain untuk mewujudkan lingkungan belajar yang kondusif, aman, dan nyaman bagi aktivitas murid dan guru sehingga senantiasa terwujud merdeka belajar.

3a Kepala sekolah mengembangkan sistem dan kebijakan dan praktik Kepala Sekolah belajar pada level kelas dan sekolah memimpin upaya dengan dukungan dari warga sekolah pengembangan yang lain untuk mewujudkan lingkungan belajar lingkungan belajar yang kondusif, yang berpusat pada aman, dan nyaman bagi aktivitas murid dan guru sehingga senantiasa murid terwujud merdeka belajar. Melibatkan: [ ]WKS [ ]Semua guru [ ]TU [ ]Siswa, sebutkan bentuknya: … [ ]Komite Sekolah

3b Kepala sekolah mengembangkan sistem dan kebijakan dan praktik Kepala Sekolah belajar pada level kelas dan memimpin upaya sekolah dengan dukungan dari pengembangan warga sekolah yang lain untuk lingkungan belajar mewujudkan lingkungan belajar yang berpusat pada yang kondusif, aman, dan nyaman bagi aktivitas murid dan murid guru sehingga senantiasa terwujud merdeka belajar. Dokumen: [ ]Program Kegiatan [ ]Jurnal Kegiatan [ ]Foto Kegiatan

Kepala Sekolah Melibatkan Orang Tua/Wali Murid sebagai Pendamping dan Sumber Belajar di Sekolah

• Opsi 1 Kepala sekolah mulai memetakan peran orang tua/wali murid dan masyarakat dalam pengembangan sekolah. • Opsi 2 Kepala sekolah mengomunikasikan dan meminta masukan dari orang tua/wali murid dan masyarakat terkait dampak hasil pengembangan sekolah pada peningkatan kualitas belajar murid. • Opsi 3 Kepala sekolah mengomunikasikan dengan menggunakan berbagai strategi komunikasi yang mendorong keterlibatan orang tua/wali murid dan masyarakat dalam pengembangan sekolah yang berdampak pada peningkatan kualitas belajar murid. • Opsi 4 Kepala sekolah mengomunikasilkan hasil pengembangan sekolah serta menyediakan kesempatan bagi orang tua/wali murid dan masyarakat untuk mengambil peran dalam program pengembangan sekolah yang berdampak pada peningkatan kualitas belajar murid. • Opsi 5 Kepala sekolah membangun mekanisme yang memfasilitasi komunikasi hasil pengembangan sekolah dan penyediaan kesempatan bagi orang tua/wali murid dan masyarakat untuk mengambil peran dalam program pengembangan sekolah yang berdampak pada peningkatan kualitas belajar murid.

4a Kepala sekolah membangun mekanisme yang memfasilitasi Kepala Sekolah komunikasi hasil pengembangan melibatkan orang sekolah dan penyediaan kesempatan bagi orang tua/wali murid dan tua/wali murid masyarakat untuk mengambil peran sebagai dalam program pengembangan sekolah yang berdampak pada pendamping dan peningkatan kualitas belajar murid. sumber belajar di Pihak yg telah berparsisipasi: [ ]Komite sekolah sekolah [ ]Orang tua siswa [ ]Tokoh masyarakat [ ]Alumni [ ]Dunia usaha/Dunia industri

4b Kepala sekolah membangun mekanisme yang memfasilitasi Kepala Sekolah komunikasi hasil pengembangan melibatkan orang sekolah dan penyediaan kesempatan bagi orang tua/wali murid dan tua/wali murid masyarakat untuk mengambil peran sebagai dalam program pengembangan sekolah yang berdampak pada pendamping dan peningkatan kualitas belajar murid. sumber belajar di Partisipasi pihak lain dilaksanakan secara: sekolah ( )Rutin setiap bulan ( )Rutin setiap semester ( )Temporer #Pilih slaah satu

Kepala Sekolah berpartisipasi aktif dalam jejaring dan organisasi yang relevan dengan kepemimpinan sekolah untuk mengembangkan karier

• Opsi 1 Kepala sekolah memahami bahwa penting mengikuti kegiatan jejaring dan organisasi profesi untuk mengembangkan karier. • Opsi 2 Kepala sekolah mengikuti kegiatan jejaring dan organisasi profesi untuk mengembangkan karier • Opsi 3 Kepala sekolah secara aktif kegiatan jejaring dan organisasi profesi untuk mengeksplorasi beragam pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan belajar untuk mengembangkan karier • Opsi 4 • Kepala sekolah membuat karya dan/atau memberikan layanan yang bermakna, berbagi praktik baik pembelajaran, dan mengambil beragam peran pada kegiatan jejaring dan organisasi profesi yang relevan dengan kebutuhan belajar untuk mengembangkan karier • Opsi 5 Kepala sekolah/ guru lain dalam membuat karya dan/atau memberikan layanan yang bermakna, dalam berbagi praktik baik pembelajaran, dan dalam mengambil beragam peran pada kegiatan jejaring dan organisasi profesi yang relevan dengan kebutuhan belajar untuk mengembangkan karier •


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook