E-MODUL PENGAYAAN FUNGI ENDOFIT TRICHODERMA ISOLAT DARI JAMBU BOL (SYZYGIUM MALACCENSE) UNTUK KELAS X SMA/MA Disusun oleh : Sayidatul Islamiyah
Kata Pengantar Puji syukur atas kehadiran Allah SWT yang Maha Kuasa, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sholawat serta salam kita curahkan kepada Nabi kita Nabi besar Muhammad SAW. Berkat rahmat serta hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan E- Modul Pengayaan Fungi Endofit Kelas X SMA/MA. E-Modul ini diharapkan dapat membantu peserta didik untuk menambah wawasan dan meningkatkan keterampilan seputar Kingdom Fungi. Khususnya pengetahuan mengenai Fungi Endofit. Semoga E-Modul Pengayaan ini dapat menjadi media yang membantu peserta didik serta guru khususnya materi fungi dalam menambah wawasan dan meningkatkan keterampilan dalam pembelajaran. Palembang, Mei 2023 Penulis i
Daftar Isi Kata Pengantar .................................................................................. i Daftar Isi ........................................................................................... ii Pendahuluan ...................................................................................... 1 Kegiatan Pembelajaran ....................................................................... 3 1. Fungi Endofit ................................................................................. 3 2. Sterilisasi Alat ................................................................................ 5 3. Isolasi Fundi Endofit ...................................................................... 6 4. Identifikasi Fungi Endofit ............................................................... 7 5. Klasifikasi Dan Morfofogi Genus Trichoderma ............................... 9 6. Manfaat Dan Penelitian Trichoderma .............................................. 17 Tugas Akhir ....................................................................................... 18 Rangkuman ....................................................................................... 19 Evaluasi ............................................................................................. 20 Kunci Jawaban .................................................................................. 24 Pedoman Penskoran ........................................................................... 26 Indeks ............................................................................................... 27 Glosarium .......................................................................................... 28 Daftar Isi ........................................................................................... 30 ii
Pendahuluan A. Identitas Modul Mata Pelajaran : Biologi Kelas :X Alokasi Waktu : 6 JP Judul Modul : Fungi Endofit B. Kompetensi Dasar 3.7 Mengelompokkan fungi berdasarkan ciri-ciri, cara reproduksi, dan mengaitkan peranannya dalam kehidupan sehari-hari. 4.7 Menyajikan laporan hasil investigasi tentang keanekaragaman fungi dan perananya dalam kehidupan. C. Tujuan Pembelajaran Setelah kegiatan pembelajaran selesai, kalian diharapkan mampu: 1. Menjelaskan pengertian fungi endofit. 2. Memahami teknik sterilisasi alat dan bahan. 3. Memahami teknik isolasi dan identifikasi fungi endofit. 4. Menjelaskan ciri-ciri genus trichoderma. 5. Menjelaskan peranan trichoderma dalam kehidupan sehari-hari. D. Deskripsi Singkat Materi Peserta didik tentu sudah tidak asing lagi dengan kata fungi, maka dengan menggunakan modul ini peserta didik dapat belajar tentang fungi lebih jauh lagi. Fungi merupakan organisme eukariotik uniseluler atau multiseluler. Tubuh fungi biasanya disusun oleh benang halus hifa yang saling bergabung membentuk miselium. Fungi ada yang berukurang mikro dan ada juga yang berukurang makro. Fungi endofit tergolong dalam fungi yang berukuran mikro, karena keberadaannya yang hanya bisa di identfikasi secara mikroskopik. Di dalam modul ini terdapat uraian materi, soal latihan dan soal evaluasi yang membahas fungi endofit, klasifikasi dan ciri-ciri fungi genus Trichoderma, serta peranannya dalam kehidupan, berdasarkan penelusuran lebih dalam terhadap hasil penelitian isolasi fungi endofit dari jambu bol genus Trichoderma yang dilakukan oleh Hapida et al., 2021 yang berjudul “Biodiversity and antibacterial activity of endophytic fungi isolated from jambu bol (Syzygium malaccense)”. 1
Pendahuluan E. Petunjuk Penggunaan Modul Supaya anda berhasil mencapai kompetensi maka ikuti petunjuk langkah-langkah yang harus anda lakukan selama mempelajari modul ini. 1.Baca dan pahami kompetensi yang akan dipelajari dalam modul ini, cermati pula tujuan pembelajaran dari masing-masing kegiatan belajar. 2.Baca dan pahami materi yang ada dalam modul ini dengan baik, jika menemukan kesulitan, kalian dapat mendiskusikannya dengan teman- teman dan apabila belum terpecahkan, sebaiknya tanyakan kepada guru. 3.Jika modul ini dirasa belum cukup memberikan informasi, carilah referensi yang menunjang kalian dalam menyelesaikan kegiatan belajar dan tugas. 4.Modul ini dilengkapi dengan glosarium, jadi apabila dalam mempelajari modul menemukan beberapa kata sulit, kalian dapat mencari makna kata tersebut dalam glosarium. 5.Rangkuman materi akan mempermudah kalian untuk menemukan poin penting materi dan menyimpulkan materi dalam setiap kegiatan belajar. 6.Kerjakan secara mandiri soal latihan dalam setiap kegiatan belajar dan soal tes penilaian akhir guna evaluasi keberhasilan belajar kalian. 7.Periksalah hasil kegiatan belajar, tugas, dan latihan soal kalian dengan kunci jawaban dalam modul ini. Apabila hasil pekerjaan kalian belum benar, maka pelajari kembali materi yang berkaitan dengan hal tersebut dan perbaiki kesalahan kalian. Khusus untuk jawaban soal latihan dan tes penilaian akhir, perhatikan umpan balik di setiap akhir kegiatan dalam modul ini. Apabila hasil soal evaluasi mencapai 80% benar maka kalian dapat melanjutkan kegiatan belajar selanjutnya. 8.Untuk keberhasilan belajar kalian, dalam mempelajari modul ini, urutan kegiatan harus diikuti dengan benar. 2
3 Kegiatan Pembelajaran Pernahkah kamu mendengar istilah fungi endofit? YUK KITA BELAJAR APA ITU FUNGI ENDOFIT! 1. Fungi Endofit Fungi merupakan organisme yang sangat sederhana, berinti, berspora, tidak berklorofil, berupa sel atau benang bercabang-cabang dengan dinding dari selulosa atau khitin atau keduanya dan umumnya berkembang biak secara seksual dan aseksual (Suryani dkk, 2020). Endofit merupakan suatu istilah yang berasal dari kata endo yaitu di dalam dan phyton berarti tumbuhan. Endofit dapat berupa fungi yang hidup di dalam tumbuhan tanpa merugikan tumbuhan tersebut. Fungi endofit berada dalam jaringan tumbuhan seperti daun, ranting, cabang kecil, atau akar (Gandjar dkk, 2006). Fungi endofit memiliki kemampuan khusus yaitu mampu menghasilkan senyawa bioaktif yang sama dengan tanaman inangnya atau senyawa lainnya (Murdiyah, 2017). Jamur endofit merupakan kelompok jamur dengan ekosistem yang sangat spesifik di dalam jaringan tanaman dan menghasilkan metabolit sekunder yang beragam (Praptiwi, 2018). Keanekaragaman fungi endofit pada tumbuhan satu dengan lainnya dapat berbeda-beda, meskipun jenis tumbuhan yang diamati sama. Semakin tinggi tingkat keanekaragaman jenis fungi endofit pada suatu tanaman,
4 maka akan menyebabkan meningkatkan ketahanan tanaman terhadap hama dan penyakit. Hal ini dikarenakan keanekaragaman yang tinggi akan menyebabkan endofit menghasilkan produk alami aktif yang tinggi juga (Chailani dan Djauhari, 2012). Mikroba endofit termasuk fungi, memiliki hubungan simbiosis mutualisme antara mikroba endofit dengan tanaman inangnya sehingga tidak menimbulkan efek negatif langsung yang nyata terhadap inangnya, namun ditemukan juga mikroba endofit yang bersifat agresif atau patogen oportunis (Prasetyoputri dan Atmosukarto, 2006). Mikroba endofit yang diisolasi dari suatu tanaman obat dapat menghasilkan metabolit sekunder yang sama dengan tanaman aslinya, serta memiliki khasiat yang sangat beragam (Kuncoro dan Sugijanto, 2011). Fungi endofit yang berhasil diisolasi dari tanaman berkhasiat obat mampu menjadi alternatif pilihan untuk mengatasi resistensi obat serta sebagai upaya untuk memberantas penyakit-penyakit infeksi penyebab utama mortalitas (Murdiyah, 2017). Fungi endofit memberikan dampak positif bagi tanaman inang seperti memberikan nutrisi bagi tanaman inang dan memberikan perlindungan stres biotik. Selain itu juga dapat digunakan sebagai tanaman kehutanan yang mampu meningkatkan hasil panen, potensi dari mikroba antagonis dan predator, juga sebagai peningkat penyerapan nutrisi tanaman (Hakim, 2015). Fungi endofit dapat menghasilkan metabolit sekunder berupa senyawa bioaktif yang dimanfaatkan sebagai senyawa-senyawa anti kanker, antivirus, atau antibakteri (Hasiani dkk, 2015).
5 2. Sterilisasi Alat dan Bahan Sebelum digunakan dalam penelitian, seluruh alat dan bahan yang akan digunakan harus dilakukan sterilisasi terlebih dahulu, untuk memastikan seluruh alat dan bahan dalam kondisi aseptik. Sterilisasi alat dan bahan dapat dilakukan secara langsung dan juga menggunakan autoklaf dan Laminar Air Flow (LAF). Saat mensterilisasi alat penelitian menggunakan autoklaf pemanasan diatur dengan tekanan uap. Yuk simak video berikut untuk mengetahui bagaimana proses sterilisasi alat! (https://youtu.be/tTZsoMcoCew) Dari video diatas, Sejauh mana kamu 1.Apa tujuan dari sterilisasi? memahami teknik sterilisasi? Ayo 2.Sebutkan bahan yang selesaikan pertanyaan berikut! dibutuhkan untuk sterilisasi alat? 3.Bagaimana cara menggunakan autoklaf?
6 3. Isolasi Fungi Endofit Adapun tahapan isolasi fungi endofit, dilakukan terlebih dahulu prosedur sterilisasi, kemudian pembuatan media agar yaitu PDA untuk tempat berkembangnya fungi endofit. Ayo simak tahapan membuat media, yaitu: 1.Masukkan serbuk PDA dan aquades steril ke dalam erlenmeyer beserta dengan magnetic stirrer dan ditutup menggunakan sumbat. 2.Panaskan diatas hotplate kemudian tambahkan klorofenikol. 3.Medium disterilkan menggunakan autoklaf selama 15 menit dengan suhu 121ºC. Kemudian medium yang sudah steril dituang didalam cawan petri. 4.Biarkan medium hingga memadat didalam Laminar Air Flow (LAF). Kemudian dilakukan tahapan berikut ini untuk mengisolasi fungi endofit dari bagian tanaman. 1.Sampel kulit batang dan kulit akar jambu bol yang telah diambil dicuci menggunakan air mengalir. 2.Cuci sampel dengan larutan NaOCL 2%, selama 1 menit, kemudian dilanjutkan dengan direndam dengan alkohol 70% selama 1 menit, setelah itu bilas dengan akuades steril selama 1 menit. 3.Keringkan sampel diata tisu steril, kemudian sampel dijepit dengan pinset dan dipotong menggunakan blade, dengan ukuran 1x1. 4.Setelah medium padat, sampel ditanam didalam cawan petri yang berisi PDA padat. 5.Inkubasi selama 2-7 hari pada suhu 25ºC hingga 27ºC. 6.kemudian dilanjutkan dengan tahapan identifikasi.
7 4. Identifikasi Fungi Endofit Tahapan identifikasi dilakukan setelah hasil dari mengisolasi didapatkan. Ayo perhatikan langkah berikut ini untuk tahapan identifikasi fungi endofit: 1.Masing-masing koloni yang tumbuh dimurnikan kembali dengan cara yang sama yaitu dengan menanam kembali kedalam cawan petri berisi PDA padat menggunakan jarum ose. 2.Inkubasi selama 5-7 hari pada suhu 25ºC hingga 27ºC. 3.Membuat slide kultur dan diamati dibawah mikroskop. 4.Identifikasi makroskopis dan mikroskopis. Bagaimana? Apakah kamu sudah mempelajari bagaimana proses mengisolasi dan mengidentifikasi fungi endofit? Yuk perhatikan bagan alur isolasi dan identifikasi fungi endofit berikut ini!
8 Bagan Alur Isolasi dan Identifikasi Fungi Endofit Persiapkan Pembuatan Isolasi Slide Alat Dan Medium Fungi Kultur Isolasi, Endofit Bahan PDA 6 78 5 12 34 Sterilisasi Pengambi Pemurnian Identifikasi Alat Dan lan Fungi Morfologi Endofit Isolat Fungi Bahan Sampel Endofit
9 5. Klasifikasi dan Morfologi Genus Trichoderma Berikut ini merupakan klasifikasi ilmiah fungi Trichoderma sp. (Jumadi dkk, 2021): Kingdom : Fungi Divisi : Ascomycota Kelas : Sordariomycetes Ordo : Hypocreales Family : Hypocreaceae Genus : Trichoderma Menurut Sopialena dkk (2019), di dalam buku yang ditulis Watanabe (2002), ia menyebutkan bahwa jamur Trichoderma sp. memiliki warna hijau gelap dengan warna kekuningan pada media PDA. Bentuk koloni dari isolat tersebut menyebar tak beraturan dan memiliki tepi koloni tidak rata. Secara mikroskopis isolat jamur Trichoderma sp. memiliki hifa bersepta, konidiofor banyak dan bercabang, hialin, bentuk konidia semi bulat dan bergerombol diantara hifa. Berdasarkan Barnet dan Hunter (1998) pada jamur Trichoderma sp. memiliki hifa bersepta, hialin, konidiofor banyak dan bercabang dan pertumbuhannya mudah dan cepat. Karakter koloni bisa menjadi ciri khas pada spesies. Produksi konidia dari konidiophores yang dikumpulkan ke dalam fascicles atau pustula biasanya akan menunjukkan karakteristik spesies. Pigmen yang dapat digunakan juga bisa menjadi karakteristik, meskipun warna pigmen tersebut kurang bervariasi di Trichoderma. Beberapa spesies paling baik ditandai dengan kurangnya pigmen secara terbalik, sedangkan pigmen kemerahan terjadi secara terbalik dalam beberapa isolat. Pigmen kekuningan kusam umum terjadi pada banyak spesies, tetapi tidak terlalu khas.
10 Pola percabangan konidiophore dan agregasi konidiophores menjadi fascicles dan pustula berguna untuk identifikasi strain Trichoderma ke bagian dan agregat spesies. Bentuk phialide adalah karakteristik dari bagian phialide sebuah jamur, khususnya pada Trichoderma. Jenis phialides dari segi bentuk dapat dibandingkan pada dua jenis spesies Trichoderma yaitu pada Trichoderma pachybasium yang memilki bnetuk phialide yang gemuk dan pendek. Sedangkan bentuk phialide pada Trichoderma longibrachiatum adalah memanjang dan silindris. Bentuk sel bervariasi mulai dari berbentuk globus atau globosa, bentuk elips atau ellipsoidal, dan juga bentuk silindris atau obovoidal dengan ujung basal yang lebih meruncing dan terpotong. Perbedaan variasi dalam kelompok Trichoderma tidak besar, namun kadang terdapat difernsiasi bentuk dengan perbedaan ukuran yang konsisten. Permukaan konidia tampak halus di sebagian besar spesies dalam pengamatan mikroskopik sederhana, meskipun banyak spesies dengan konidia yang tampaknya halus namun menjadi kasar ketika diperiksa oleh SEM . Pigmen conidia juga khas dan bervariasi, terdapat conidia yang tidak berpigmen atau transparan, berwarna cokelat, atau abu-abu, dan paling banyak adalah spesies yang conidianya berpigmen hijau. Pada beberapa spesies konidia dewasa muncul hijau gelap jika diamati secara mikroskopis, di spesies lain hanya pucat. Tahukah kamu? Jamur Trichoderma memiliki sejarah yang panjang. Pertama kali jamur ini dilaporkan dan dijelaskan pada tahun 1794 dan kemudian diindikasikan memiliki keterkaitan seksual dengan spesies hipokrea. Namun, sulit untuk menetapkan genus Trichoderma ataupun hypocrea secara morfologis. Bahkan dahulu diusulkan untuk hanya memiliki satu spesies, yaitu Trichoderma viride. Namun seiring waktu banyak spesies baru Trichoderma terungkap, dan pada tahun 2013, genus Trichoderma sudah terdiri lebih dari 200 spesies yang didefinisikan secara filogenetik.
11 Untuk mengetahui morfologi dari genus Trichoderma, terutama yang diisolasi dari bagian kulit akar dan kulit batang tumbuhan jambu bol (Hapida et al., 2021) mari perhatikan gambar berikut! Morfologi Isolat Fungi Secara Makroskopis Morfologi Isolat Fungi Secara Mikroskopis Dari Kulit Akar Jambu Bol Dari Kulit Akar Jambu Bol Permukaan tampak putih kekuningan, Konidiosfor hialin, ereksi, bercabang, Balik tampak putih, menyebar ke seluruh memiliki massa spora apikal di phialides. Petri; Tekstur permukaan cottony; Margin konidia fialosforus, hialin, ovate atau koloni smooth; Pola Radiated dan Hifa= ellipsoidal. klamidospores berwarna coklat berseptat, aerial. pucat, subglobose. Morfologi Isolat Fungi Secara Makroskopis Morfologi Isolat Fungi Secara Mikroskopis dari Kulit Batang Jambu Bol dari Kulit Batang Permukaan tampak Putih Kekuningan, Konidiosfor hialin, ereksi, bercabang, Balik tampak putih, Menyebar Ke Seluruh memiliki massa spora apikal di phialides. Petri; Tekstur Permukaan Cottony; Margin konidia fialosforus, hialin, ovate atau Koloni Smooth; Pola: Zonate; Hifa ellipsoidal. klamidospores berwarna coklat berseptat, aerial. pucat, subglobose.
12 Untuk membandingkan morfologi Trichoderma yang diperoleh dari penelitian Hapida et al. (2021), berikut beberapa literatur yang berhasil mengisolasi fungi endofit trichoderma: Penelitian yang dilakukan oleh Syarifah et al. (2021) dari kulit akar Syzygium zeylanicum: Morfologi Isolat Fungi Secara Makroskopis Morfologi Isolat Fungi Secara Dari Kulit Akar Mikroskopis Dari Kulit Akar Konidia Bulat Telur Permukaan: Kuning Kehijauan Phialides Pendek Balik: Putih Kekuningan Tersusun Rapat Tekstur Permukaan: Cottony Subglobose Pola: Spread Hifa: Berseptat Penelitian yang dilakukan oleh Elfita et al. (2021) dari daun Peronema Canescens: Morfologi Isolat Fungi Secara Makroskopis Morfologi Isolat Fungi Secara dari Daun Peronema canescens Mikroskopis dari Daun Peronema Permukaan: Putih, canescens Balik: Putih kecoklatan Hyalin conidiophore Tekstur Permukaan: Cottony phialides verticillate Pola: Radiate clamidospores coklat muda Hifa: Berseptat subglobose.
13 Yuk simak gambar berikut ini, yang merupakan spesies Trichoderma sp. yang diperoleh dari rizosfer padi varietas Reamaja di Nagari Lembah Gumanti, Solok, berdasarkan penelitian Syahputra, dkk (2017) agar kamu tahu bentuk dan letak konidiofor, fialid, konidia, sekat! Dengan ciri morfologi bentuk koloni bulat, penyebaran hifa merata, warna koloni hijau dengan permukaan agak keputihan dan kasar, ketebalan permukaan rata; Dan morfologi mikroskopis Trichoderma sp. yang nampak: (a) koloni pada media, (b) konidiofor, (c) fialid, (d) konidia, (e) sekat.
14 Gambar berikut ini merupakan Trichoderma sp. isolat JB, berdasarkan penelitian Suanda (2016) agar kamu tahu bentuk dan letak konidiofor cabang konidiofor, fialid, dan konidia! Pengamatan makroskopis Trichoderma sp. isolat JB yaitu koloni permukaannya datar berbentuk bulat tetapi kasar seperti berserat dengan bagian tepi halus, mula-mula koloni berwarna putih kemudian bagian tengah berwarna hijau muda lalu menjadi hijau tua berbentuk lingkaran dengan batas jelas, sedangkan bagian pinggir berwarna putih seperti kapas dan warna koloni berubah menjadi hijau tua pada seluruh permukaan atas. Morfologi mikroskopis Trichoderma sp. isolat JB 1. konidiofor; 2. cabang konidiofor; 3. fialid; 4. Konidia/phialospore
15 Ayo perhatikan sekali lagi morfologi dari spesies Trichoderma lainnya, yaitu Trichoderma bissettii yang merupakan hasil penelitian dari Sandoval-Denis, et. al. (2014), berikut ini.
16 Pengamatan morfologi Trichoderma bissettii yang diperoleh, yaitu (A dan B) Koloni masing- masing pada PDA dan CMD, setelah 3 hari pada suhu 25°C. (C) Konidiofor; (D) phialides; (E) phialide kabisat (panah); (F) konidia; (G dan H) klamidospora. Bars, 5^e-6m.
17 6. Manfaat dan Peranan Trichoderma Spesies dari genus Trichoderma termasuk dalam salah satu kelompok mikroba yang paling berguna dan berdampak pada kesejahteraan manusia dalam beberapa waktu terakhir. Fungi filamen ini memiliki banyak aplikasi. Spesies dari genus Trichoderma adalah biofungisida yang paling banyak digunakan sebagai pengubah pertumbuhan tanaman, dan merupakan sumber enzim untuk keperluan industri, termasuk yang digunakan dalam industri biofuel atau bahan bakar hayati. trichoderma sering juga dimanfaatkan sebagai biofertilizer, bioremidiasi, dan juga Tricho-kompos. Selain itu, Trichoderma adalah produsen metabolit sekunder yang produktif, beberapa diantaranya memiliki signifikansi klinis, dan beberapa spesies telah direkayasa untuk bertindak sebagai pabrik sel mikroba untuk produksi protein penting yang heterologous atau berbeda dalam hal ukuran, bentuk, dan jumlah gen (Jumadi dkk, 2021). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Hapida dkk (2021), yang melakukan uji aktivitas antibakteri fungi endofit dari tanaman S. malaccense. Aktivitas antibakteri ditentukan dengan membandingkannya dengan antibiotik tetrasiklin. Isolat jamur endofit dari kulit batang dan kulit akar S. malaccense dan ekstrak metanol memiliki aktivitas antibakteri dengan kriteria lebih kuat dibandingkan antibiotik tetrasiklin. Ekstrak isolat jamur endofit kelompok trichoderma memiliki aktivitas antibakteri dengan kriteria sedang.
18 Tugas Akhir 1.Melakukan sterilisasi alat yang diperlukan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi fungi endofit. 2.Membuat laporan mengenai cara sterilisasi alat yang diperlukan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi fungi endofit. Buatlah kelompok yang beranggotakan 7-8 orang anggota. Kemudian buatlah laporan kegiatan dengan tulis tangan. Jangan lupa sertakan foto dokumentasi setiap tahapannya.
19 Rangkuman Endofit merupakan suatu istilah yang berasal dari kata endo yaitu di dalam dan phyton berarti tumbuhan. Endofit dapat berupa fungi yang hidup di dalam tumbuhan tanpa merugikan tumbuhan tersebut. Fungi endofit memiliki kemampuan khusus yaitu mampu menghasilkan senyawa bioaktif yang sama dengan tanaman inangnya atau senyawa lainnya. Untuk memperoleh fungi endofit perlu dilakukan proses mengisolasi dari bagian tumbuhan. Salah satu genus jamur endofit yang dikenal dan sering digunakan dalam kehidupan yaitu Trichoderma. Spesies Trichoderma seringkali merupakan komponen dominan dari mikroflora tanah di habitat yang sangat bervariasi. Karakter koloni bisa menjadi ciri khas pada spesies. Produksi conidia dari conidiophores yang dikumpulkan ke dalam fascicles atau pustula biasanya akan menunjukkan karakteristik spesies. Diantara manfaat Trichoderma yaitu sebagai biofungisida, biofertilizer, bioremediasi, Tricho-kompos, dan juga dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri. Awesome!! \"Barang siapa yang hendak menginginkan dunia, maka hendaklah Kamu Hebat. Terimakasih ya, karena kamu memilih membaca ia menguasai ilmu. Barang siapa hingga akhir, belajar, dan menginginkan akhirat hendaklah ia melawan rasa malas! menguasai ilmu, dan barang siapa yang menginginkan keduanya (dunia dan akhirat) hendaklah ia menguasai ilmu,\" (HR Ahmad)
20 Evaluasi A. Pilihan Ganda 1.Endofit berasal dari latin yaitu endo yang artinya di dalam dan phyton yang artinya… a. ilmu b. tumbuhan c. hewan d. plankton e. makanan 2.Setelah mengetahui pengertian endofit, fungi endofit dapat diartikan sebagai … a. mikroba yang hidup dalam akar tumbuhan b. bakteri yang hidup dalam jaringan tumbuhan c. mikroba yang hidup dalam tumbuhan d. fungi yang hidup dalam jaringan tumbuhan e. virus yang hidup dalam jaringan tumbuhan 3.Salah satu alat yang dibutuhkan dalam isolasi fungi adalah autoklaf. Fungsi autoklaf adalah... a. menimbang b. sterilisasi c. menginkubasi d. menjepit bahan e. mengambil bahan
21 4. Berikut yang merupakan bahan utama dalam pembuatan media PDA alami, yaitu … a. ekstrak wortel b. ekstrak ubi c. ekstrak kentang d. ekstrak lobak e. ekstrak tebu 5. Alat yang digunakan untuk menakar bahan yang akan digunakan adalah… a. timbangan b. bunsen c. autoklaf d. spatula e. erlenmeyer 6. Berikut ini merupakan tahapan dalam isolasi fungi endofit, kecuali … a. pembuatan media agar b. sterilisasi c. inkubasi d. persiapan alat dan bahan e. pemurnian 7. Pembersihan sampel tumbuhan di bawah air mengalir merupakan tahapan … a. isolasi fungi b. pemurnian fungi endofit c. persiapan sampel d. perbanyakan fungi e. penyimpanan fungi
22 8.Pada Trichoderma, dapat kita ketahui karakteristik dari bagian phialide sebuah jamur yaitu berbentuk... a. pendek dan gemuk b. panjang dan gemuk c. pendek dan silinder d. pendek dan gemuk e. panjang dan bulat 9.Pigmen conidia dari Trichoderma memiliki khas dan bervariasi, terdapat conidia yang tidak berpigmen atau transparan, berwarna cokelat, atau abu- abu. Dan spesies Trichoderma paling banyak memiliki pingmen berwarna... a. transparan b. kuning c. cokelat d. putih e. abu-abu 10. Perhatikan pernyataan berikut ini. a) Biofungisida b) Biofertilizer c) Kosmetik d) Bioremediasi e) Antibakteri Dari pernyataan diatas, yang bukan termasuk manfaat dari trichoderma yang paling umum digunakan adalah… a. a)-b)-d)-e) b. a)-b)-c)-d) c. b)-c)-d)-e) d. a)-c)-d)-e) e. a)-b)-c)-e)
23 B. Uraian 1.Fungi endofit yang hidup di dalam tumbuhan tidak merugikan tumbuhan inang bahkan dapat memberikan manfaat bagi tumbuhan tersebut. Mengapa demikian? Jelaskan! 2.Fungi endofit yang diisolasi dari tumbuhan obat dapat memiliki khasiat obat karena memiliki kandungan dan senyawa tertentu. Sebutkan kandungan dan senyawa tersebut! 3. Untuk memperoleh fungi endofit dari suatu tumbuhan, perlu melakukan isolasi terlebih dahulu dari bagian tumbuhan. Sebutkan bagaimana tahapan mengisolasi fungi endofit itu? 4.Fungi Trichoderma memiliki warna yang beragam, dengan tekstur, hifa hingga konidia yang beragam. Tuliskan bagaimana morfologi (secara makroskopis dan mikroskopis) Trichoderma yang diperoleh dari kulit batang penelitian Hapida et al (2021)! 5.Salah satu manfaat Trichoderma yaitu sebagai antibakteri. Bagaimana menentukan aktivitas antibakteri dan hasil yang ditunjukkan dari penelitian Hapida et al (2021)?
24 Kunci Jawaban Bagian A 1.b 6. e 2.d 7. c 3.b 8. d 4.c 9. e 5.a 10. a Bagian B 1.Karena fungi endofit memiliki hubungan simbiosis mutualisme dengan tubuhan inangnya sehingga tidak merugikan tumbuhan inang. Fungi endofit juga member nutrisi bagi tumbuhan inang dan memberikan perlindungan sters biotik. 2.Kandungan metabolit sekunder berupa senyawa bioaktif sebagai senyawa- senyawa antikanker, antibakteri, dan antivirus. 3.a) sterilisasi alat dan bahan b) pembuatan media PDA c) sterilisasi permukaan sampel tanaman dan dipotong membujur d) sampel dimasukkan kedalam cawan petri yang berisi PDA e) inkubasi selama 3-10 hari di ruangan suhu 37ºC
25 4.Morfologi secara makroskopis: Permukaan: putih kekuningan, Balik: putih menyebar Tekstur permukaan cottony Margin koloni: smooth Pola: zonate Hifa; berseptat, aerial Morfologi secara mikroskopis: konidiosfor hialin, ereksi, bercabang, memiliki massa spora apical dibawah phialides, konidia fialosforus, ovate atau ellipsoidal, klamidospores berwarna coklat. 5.Aktivitas antibakteri ditentukan dengan membandingkan dengan antibiotik tetrasiklin. Isolate jamur endofit dari kulit batang dan kulit akar jambu bol (S.malaccense) dan ektrak methanol memiliki aktivitas antibakteri dengan criteria lebih kuat dibandingkan antibiotik, dengan kriteria sedang.
26 Pedoman Penskoran Cocokkanlah jawaban kamu dengan kunci jawaban yang terdapat pada bagian akhir e-modul ini. Kemudian hitunglah jawaban yang benar. Gunakanlah rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaanmu terhadap materi Fungi Endofit. 1.Untuk Pilihan Ganda, jika jawaban benar mendapatkan skor 1 (Total skor=10) 2. Untuk Uraian, jika jawaban benar mendapatkan skor 2 (Total skor=10) Tingkat penguasaan = Jumlah skor yang benar x 100% Jumlah skor total Arti tingkat penguasaan yang Kamu capai: 92 – 100% = baik sekali 82 – 89% = baik 72 – 79% = cukup < 70% = kurang Jika Kamu mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Kamu dapat melanjutkan dengan unit selanjutnya. Selamat untuk Kamu! Tetapi apabila tingkat penguasaan Kamu masih di bawah 80%, Artinya Kamu harus mempelajari kembali materi fungi endofit, terutama bagian yang belum kamu kuasai.
27 Indeks A M Alternatif, 4 Medium, 6, Metabolit, 3, 4, 17 B Bioaktif, 3, 4, 19 P Patogen, 4 E PDA, 6, 7, 9, 16, Endofit, 3, 4, 6, 7, 8, 17, 19 Petri, 6, 7, 11 I Identifikasi, 6, 7, 8 R Inkubasi, 6, 7 Resistensi, 4 Isolasi, 4, 6, 7, 8 S K Sampel, 6 Koloni, 11, 16 SEM, 10 Sterilisasi, 5, 6 L LAF, 5, 6 T Trichoderma, 9, 10, 11, 12 13, 14, 15, 16, 17
28 Glosarium Biofertilizer : Dikenal juga sebagai pupuk hayati, bahan penyubur tanah yang mengandung mikroba hidup atau sel hidup Biofungisida yang berfungsi untuk meningkatkan kemampuan akar tanaman menyerap unsur-unsur hara dari dalam tanah Bioremediasi guna mendukung pertumbuhan tanaman. Endofit Filamen : Bahan yang mengandung agen hayati dengan media Heterologous pembawa tertentu untuk dapat menghambat Isolasi pertumbuhan patogen untuk mengendalikan penyakit tanaman. : Penggunaan mikroorganisme yang telah dipilih untuk ditumbuhkan pada polutan tertentu sebagai upaya untuk menurunkan kadar polutan tersebut. : Mikroorganisme yang hidup bersimbiosis pada jaringan tanaman tanpa menyebabkan penyakit pada tanaman tersebut. : Benang-benang tipis yang tersusun dari aktin dan ptotein. : Beberapa bahan yang berbeda dalam hal ukuran, bentuk, dan jumlah gen. : Upaya untuk memisahkan suatu biakan yang diinginkan dari suatu sampel untuk mendapatkan biakan murni.
29 LAF : Sebagai ruangan untuk pengerjaan secara aseptis. Metabolit Sekunder : Senyawa yang dihasilkan dalam jalur metabolisme lain yang walaupun dibutuhkan tapi dianggap tidak penting peranannya dalam pertumbuhan suatu tumbuhan. SEM : Scanning Electron Microscopy, alat yang digunakan untuk mengkaji struktur morfologi permukaan dan cross section suatu bahan dengan perbesaran hingga 1.000.000 kali. Septat : Hifa yang sel-selnya dipisahkan oleh sekat. Tricho-kompos : Pupuk yang berasal dari bahan organik yang mengandung cendawan antagonis Trichoderma sp.
30 Daftar Pustaka
31
Search
Read the Text Version
- 1 - 36
Pages: