PSP IDENTIFIKASI TUJUAN & KAWASAN UKUR PADA PENGUKURAN DISPOSISI KEPRIBADIAN R. Landung E.P., M.Psi., Psi.
Tahap Pembuatan Skala Psikologi APA? Tahap Finalisasi Tahap Uji Coba Upaya menyusun pengukuran atribut psikologis non-kognitif tertentu (umumnya disposisi kepribadian), menggunakan langkah-langkah sistematis dan terstruktur, untuk mendapatkan alat ukur psikologis bernama skala Psikologi yang memiliki properti psikometris yang memadai, yaitu valid, Reliabel, Terstandarisasi, Efisien, dan Bermanfaat (Supratiknya, 2014; Periantalo, 2015; Azwar, 2015) BAGAIMANA? Kualifikasi skala psikologis yang baik, antara lain (Periantalo, 2015): a) Valid, dimana aitem skala berisi aspek yang hendak diungkap. b) Reliabel, dimana melihat seberapa jauh skor skala tersebut dapat dipercaya. c) Terstandarisasi, dimana skala memiliki sistem yang jelas seperti petunjuk pengerjaan, waktu, subjek, pemberian skor dan cara interpretasi jelas, sehingga siapapun yang menggunakan skala ini melakukan dengan cara yang sama. d) Efisien, dimana skala dapat dikerjakan dalam waktu relatif singkat, sehingga subjek tidak merasa bosan, cara pengerjaan yang mudah, serta metode pemberian skor dan interpretasi mudah. e) Bermanfaat, dimana dapat digunakan untuk berbagai keperluan, sehingga dapat menjelaskan fenomena yang ada, dan memprediksi masa depan
TAHAP 1 PEMBUATAN SKALA PSIKOLOGI
TUJUAN • Menetapkan batasan konsep pada atribut psikologis yang hendak diukur • Mengatasi tumpang tindih (overlapping) dengan konstruk psikologis yang lain. DASAR • Data yang diungkap oleh skala psikologi berupa konstrak atau konsep psikologis harus menggambarkan aspek kepribadian individu. • Satu skala psikologi hanya diperuntukkan guna mengungkap satu atribut tunggal LANGKAH • memilih suatu definisi dan mengenali teori yang mendasari konstrak psikologis atribut yang hendak diukur
Jenis-Jenis Typical Performance (Test) 1. (Pengukuran) Social Trait CONTOH: • Fokus = Sejauh mana atau seperti apa mengenai ciri khas ekstraversi-introversi, internal vs external locus of control, ylinagnkgumnguanncuslopsaiadlatesrsteon, tkuetika berada dalam suatu individualisme-kolektivisme, sifat asertif, sifat Machiavelianis, kepribadian tipe A-tipe B. 2. (Pengukuran) Motives/Needs/Drives CONTOH: Fokus = Sejauh mana atau seperti apa mengenai dorongan kebutuhan untuk berprestasi, kebutuhan untuk berafiliasi (kebutuhan • sosial non-biologis, yaitu dorongan yang terbentuk melalui menjalin relasi dengan orang lain), kebutuhan untuk berkuasa, dorongan untuk melakukan agresi atau menyerang. belajar akibat berinteraksi dan beradaptasi dengan lingkungan social, yang merujuk pada bentuk kebutuhan CONTOH: tertentu konsep-diri, harga-diri, nilai,sikap terhadap aneka objek. CONTOH: 3. (Pengukuran) Personal Conception subjective well-being, depresi, kecemasan • Fpaonkudsan=gSseejsaeuohramnagnpaaadtaaudisrienpyeart&i appaadamleinnggkeunnagi acnanraya 4. (Pengukuran) Adjustment vs Mal-Adjustment Fokus = Sejauh mana taraf penyesuaian diri seseorang, • atau seperti apa bentuk penyesuaian diri seseorang
KONSEP & KONSEP : “gagasan tertentu”; Hasil pengamatan sejumlah gejala KONSTRUK & secara individual melalui proses secara induktif, kemudian VARIABEL merumuskannya dalam bentuk yang lebih dapat digeneralisasi secara umum. KONSTRUK : “konsep yang dapat diukur dan diamati”; konsep yang secara sengaja dan secara sadar dibuat serta dipergunakan untuk tujuan ilmiah, dengan cara pengertiannya dibatasi secara khusus sehingga dapat diamati dan dapat diukur. VARIABEL : konstruk yang sifat-sifatnya sudah diberi nilai dalam bentuk bilangan (dapat dikuantifikasikan).
JENIS KONSTRUK Menurut Kompleksitas Gejalanya 1. Konstruk Berdimensi Tunggal (UNIDIMENSIONAL CONSTRUCT) adalah konstruk yang spesifik (bukan bersifat general) yang hanya mengandung satu jenis gejala. Sebagai contoh, Taksonomi Bloom hanya mengandung satu jenis gejala, yaitu gejala proses berpikir dalam belajar. Gejala itu sendiri merujuk pada istilah DIMENSI, yaitu sekumpulan aspek yang memiliki fungsi yang sama. 2. Konstruk Berdimensi Majemuk (MULTIDIMENSIONAL CONSTRUCT). adalah konstruk yang bersifat lebih umum/general, yang berisi banyak jenis gejala. Taksonomi Anderson Dkk (2001) & Taksonomi Marzano & Kendall (2007) mengandung lebih dari satu jenis gejala dalam belajar.
REPRESENTASI KOMPONEN KONSTRUK: ASPEK & DIMENSI • ASPEK adalah penjabaran konstrak yang lebih operasional, sebelum dijabarkan lagi menjadi indikator-indikator yang lebih operasional. • DIMENSI biasanya menjelaskan adanya aspek ukur unik yang memiliki domain (ranah) yang berbeda dengan aspek lainnya. • Untuk mengetahui bahwa aspek tersebut merupakan dimensi yang berbeda biasanya dilakukan analisis faktor. Analisis faktor akan menghasilkan faktor- faktor (kadang dinamakan dengan dimensi).
JENIS KONSTRUK
JENIS KONSTRUK Menurut Kompleksitas Gejalanya 1. Konstruk Berdimensi Tunggal (UNIDIMENSIONAL CONSTRUCT) adalah konstruk yang spesifik (bukan bersifat general) yang hanya mengandung satu jenis gejala, yang terkumpul pada satu fungsi yang sama. • Sebagai contoh; Taksonomi Bloom hanya mengandung satu jenis gejala, yaitu gejala proses berpikir dalam belajar. 2. Konstruk Berdimensi Majemuk (MULTIDIMENSIONAL CONSTRUCT). adalah konstruk yang bersifat lebih umum/general, yang berisi banyak jenis gejala dan terkumpul pada beberapa fungsi yang berbeda, namun kesemua fungsi tersebut bisa bersatu membentuk satu fungsi yang sama. • Sebagai contoh; Taksonomi Anderson Dkk (2001) & Taksonomi Marzano & Kendall (2007) mengandung lebih dari satu jenis gejala dalam belajar.
Konstrak: Dimensionalitas Unidimensional Construct Multidimensional Construct • Konstrak memiliki satu dimensi • Dimensi konstrak lebih dari satu • Adanya korelasi antar-aitem yang • Adanya korelasi antar-aitem yang relatif tinggi relatif rendah • Korelasi antar komponen dalam • Korelasi antar komponen dalam blue print tinggi blue print rendah • Menghasilkan SKOR TUNGGAL • Menghasilkan SKOR KOMPOSIT
MBTI • Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) adalah psikotes yang dirancang untuk mengukur preferensi psikologis seseorang dalam melihat dunia dan membuat keputusan. • MBTI didasarkan dari teori tipologi yang diusulkan oleh Carl Gustav Jung dalam bukunya berjudul \"Psychological Type\" yang diterbitkan pada tahun 1921. • Jung berteori bahwa ada empat fungsi psikologis utama yang digunakan manusia dalam menjalani kehidupan, yaitu: sensasi (sensation), intuisi (intuition), perasaan (feeling), dan pemikiran (thinking). • Dalam Tes MBTI ini, ada 4 dimensi kecenderungan sifat dasar manusia: • Dimensi pemusatan perhatian: Introvert (I) vs. Ekstrovert (E) • Dimensi memahami informasi dari luar: Sensing (S) vs. Intuition (N) • Dimensi menarik kesimpulan & keputusan : Thinking (T) vs. Feeling (F) • Dimensi pola hidup: Judging (J) vs. Perceiving (P)
Skor Komposit dibedakan menjadi dua, ditentukan oleh ciri2 yang dimiliki kedua contoh skala berkonstruk multidimensional di bawah ini… MBTI Skala Social Desirability • 16 Tipe Kepribadian / 16 • Dikembangkan oleh Oktapialdi, Tarigan, & personality facet Muthofa (2018) • Berdasarkan konsep 2 Faktor Social Desirability, yaitu Attention dan Denial (Ramanaiah dkk., 1977) • Menghasilkan kontinum ukur; misalnya SD (=social desirability) kuat, SD sedang, dan SD rendah
Skor Komposit 1. Multidimensional- 2. Multidimensional- Aggregate Superodinate • Skoring menjadi dasar munculnya kategori • Skoring menjadi dasar munculnya facet-facet, berjenjang, yang muncul sebagai yaitu tipe-tipe yang merupakan kombinasi agregat/total dari skor masing-masing dari dimensi-dimensi pembentuk dimensi dimensi. utama. • Konsep memungkinkan munculnya • Konsep memungkinkan munculnya facet/tipe agregat/total • Contoh: • Contoh: • MBTI➔ 16 Facet yaitu 16 Personality Types • Skala Social Desirability (Oktapialdi, Tarigan, & Muthofa (2018) Berdasar konsep 2 Faktor Social Desirability dari Ramanaiah dkk. (1977), yaitu Attention dan Denial
JENIS KONSTRUK
TUJUAN • Mendapatkan batasan mengenai indikator-indikator perilaku tertentu sesuai teorinya. DASAR • …stimulusnya berupa pertanyaan atau pernyataan yang tidak langsung mengungkap atribut yang hendak diukur, supaya bisa menjadi stimulus yang bertujuan mengungkap indikator perilaku dari atribut yang bersangkutan… LANGKAH • Operasionalisasi Komponen atau dimensi atribut teoritik dari teori yang sudah dipilih, yaitu dalam tindakan merumuskan komponen/dimensi tersebut ke dalam bentuk indikator-indikator perilaku (behavioral indicators).
KONSEP/ KOMPONEN INDIKATOR ITEM ITEM KONSTRUK PERILAKU FAVORABLE UNFAVORABLE Agreeableness: Percaya Mempercayai Rekan kerja Saya Saya lebih persetujuan bahwa orang lain adalah orang- banyak bertemu terhadap orang memiliki sifat orang yang bisa dengan orang- lain, yang yang baik diajak kerjasama orang yang suka ditandai dengan sesuai tugas dan mencelakakan PENULISAN kepercayaan fungsinya orang lain. KONSTRUK bahwa setiap masing-masing. LINEAR orang memiliki Mengkritik setiap sifat baik dan Melihat sisi Saya senang kekurangan atau melihat sisi positif orang lain memuji orang kelemahan orang positif dari orang lain, walaupun lain merupakan lain apa yang hal yang harus disampaikannya saya lakukan. tidak terlalu istimewa. Item Favorable: item yang mendukung konstruk yang akan diungkap Item Unfavorable: item yang tidak mendukung konstruk yang akan diungkap
KONSEP/ KOMPONEN INDIKATOR ITEM KONSTRUK PERILAKU Extrovert- Extrovert: Bersemangat bersama Salah satu kegiatan yang Saya sukai Introvert: Berkelompok Orientasi orang lain (E) adalah.. memperoleh energi Introvert: PENULISAN dan fokus pada Sendirian Bersemangat a) Pergi berjalan-jalan bersama KONSTRUK perhatian kepada melakukan sesuatu teman-teman (E) BIPOLAR lingkungan sendirian (I) b) Melakukan hobi di suatu tempat (I) Mudah akrab (E) Perasaan Saya ketika di sekeliling Butuh waktu untuk Saya terdapat orang-orang yang akrab (I) belum dikenal Terinspirasi melalui a) Merasa nyaman (E) orang lain (E) b) Merasa kurang nyaman (I) Tindakan Saya ketika ada materi yang belum dipahami… Terinspirasi melalui a) Bertanya kepada teman (E) pengamatan (i) b) Mempelajari melalui buku (I)
KONSTRUK KOMPONEN INDIKATOR JENIS ITEM PERILAKU Minat: Bercerita Senang Medis Saya senang berdiskusi tentang sistem dorongan bercerita kekebalan tubuh atau sesuatu yang keinginan berhubungan Pertanian Saya senang saat ada berbagi dalam diri dengan jenis pengetahuan tentang cara meningkatkan seseorang minat tersebut kualitas buah-buahan pada objek tertentu Pertambangan Saya senang menceritakan komposisi suatu mineral tambang PENULISAN Arsitek Saya senang saat ada yang berbagi KONSTRUK pengalaman tentang desain bangunan ORTHOGONAL Psikologi Saya senang mendiskusikan proses terjadinya emosi tertentu Politik Saya senang mendiskusikan proses naik turunnya pemilih dalam pemilu Sejarah Saya senang menceritakan awal mula berdirinya kerajaan-kerajaan nusantara Bela Negara Saya senang mendiskusikan cara meningkatkan kecintaan pada tanah air. Seni Lukis Saya senang mengobrol tentang teknik membuat lukisan yang berkualitas. Seni Musik Saya senang saat ada yang berbagi pengalaman tentang cara aransemen lagu
Psychological Psychological well-being merupakan suatu kondisi individu yang well-being memiliki kemampuan dalam menentukan keputusan hidupnya secara mandiri, mampu menguasai lingkungan secara efektif, (Ryff, 1989) : mampu menjalin hubungan yang positif dengan orang lain, mampu menentukan dan menjalankan arah dan tujuan hidup, mampu Sebuah Contoh Menguraikan menerima diri secara positif, dan mengembangkan potensinya / Me-delineasi-kan / secara kontinu dari waktu ke waktu. Mengeksplikasi Konstruk Psychological well-being mencakup enam dimensi teoretis, yaitu: (1) otonomi (autonomy), (2) hubungan positif dengan orang lain (positive relations with others), (3) penguasaan lingkungan (environmental mastery), dan (4) pertumbuhan pribadi (personal growth), (5) tujuan hidup (purpose in life), dan (6) penerimaan diri (self accaptance) (Ryff & Keyes, 1995)
Psychological 1. Otonomi, mengacu pada individu yang memiliki keyakinan tentang dirinya well-being dan mampu hidup mandiri (Lopez, dkk., 2010). (Ryff, 1989) : 2. Hubungan positif dengan orang lain menekankan pada pentingnya hubungan interpersonal dan saling percaya, yang meliputi kemampuan Sebuah Contoh Menguraikan untuk mencintai sebagai salah satu komponen utama kesehatan mental. / Me-delineasi-kan / 3. Penguasaan lingkungan, berarti kemampuan untuk mengelola lingkungan Mengeksplikasi Konstruk secara efektif, mampu memanfaatkan kesempatan secara positif untuk mengembangkan diri atau meningkatkan kemampuan yang dimilikinya (Ryff, 1989) 4. Pertumbuhan pribadi mencakup pengembangkan potensi yang dimiliki sebagai kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri yang karakteristik utama adalah menjadi indvidu yang terbuka terhadap pengalaman baru (Ryff, 1989). 5. Tujuan hidup berkaitan dengan adanya keyakinan individu tentang tujuan dan makna hidup. Kedewasaan seseorang ditandai dengan adanya pemahaman yang jelas dan terarah tentang tujuan dan arah hidup serta makna hidup itu sendiri (Ryff, 1989). 6. Penerimaan diri merupakan ciri utama kesehatan mental, dan karakteristik dari aktualisasi diri serta kedewasaan. Penerimaan diri juga melingkupi penerimaan pada kehidupan masa lalu (Ryff, 1989).
TUJUAN • Memastikan alat ukur yang dibuat akan memiliki karakteristik sesuai konstruk psikologis dan komponen-komponennya DASAR • …stimulusnya berupa pertanyaan atau pernyataan yang tidak langsung mengungkap atribut yang hendak diukur, supaya bisa menjadi stimulus yang bertujuan mengungkap indikator perilaku dari atribut yang bersangkutan… • dirancang untuk mengumpulkan sebanyak mungkin indikasi dari aspek kepribadian yang lebih abstrak… • Penulisan aitem dapat dilakukan apabila komponen-komponen atribut telah jelas identifikasinya atau bila indikator-indikator perilaku telah dirumuskan dengan benar LANGKAH • Tabel Blue-print skala menyajikan komponen-komponen atribut dan indikator-indikator perilaku. • Tabel Sebaran aitem skala menyajikan posisi urutan terkini masing-masing aitem skala setelah dilakukan pengacakan urutan.
Format BLUE PRINT SKALA Format SEBARAN AITEM SKALA (Try Out)
Contoh BLUE PRINT SKALA Agresivitas (berkonstruk Unidimensional)
Search
Read the Text Version
- 1 - 25
Pages: