Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore MGI Edisi.3 Sept-Des 2015

MGI Edisi.3 Sept-Des 2015

Published by BIG, 2017-04-17 03:26:14

Description: MGI Edisi.3 Sept-Des 2015

Keywords: Badan Informasi Geospasial,Informasi Geospasial,BIG,Majalah Geospasial Indonesia,MGI,Bakosurtanal,Ebook,EMagazine

Search

Read the Text Version

. Salam redaksi Selalu BerprosesS DILANTIKNYA Ada yang datang ada yang pergi. Begitu ungkapan lama yang sering kitanafnoTrminagsgii GPeroofs.pDars.iaMlu(hBaIGm)mad Nasir dengar dan akan selalu kita hadapi dalam kehidupan ini. Demikian juga yang terjadi di Badan Informasi Geospasial (BIG) yang kini sudah tidak lagi dipimpin Cover : Peta Perbatasan oleh Dr. Asep Karsidi, MSc karena telah memasuki masa pensiun. Setelah Foto : ILUSTRASI DESPRINDO mengabdi sekitar empat tahun sejak dilantik sebagai Kepala Bakosurtanal, 15 Juni 2010 hingga menjadi BIG, sudah banyak yang dilakukan oleh Dr. Asep Geospasial Karsidi beserta jajarannya. INDONESIA Pembangunan Informasi Geospasial (IG) di tanah air bukanlah merupakan pekerjaan yang mudah. Harus dilakukan oleh banyak pihak dengan motor Pengarah: penggerak tentunya dari BIG. Agar masyarakat, atau dalam hal ini di tingkat Asep Karsidi kementerian maupun lembaga, ‘sadar peta” dibutuhkan sosialisasi yang Titiek Supawarti cukup panjang. Bahkan akan terus dilakukan selama kesadaran itu belum Yusuf Surachman Djajadihardja terwujud dalam tindak nyata. Jalan yang bisa ditempuh antara lain dengan Dodi Sukmayadi cara menjadikan lembaga atau instansinya bergabung dalam simpul jaringan Nurwadjedi bersama BIG. Penanggung Jawab: Pembangunan Asep Karsidi pernah F. Wahyutomo mengungkapkan bahwa pembangunan informasi geospasial Pemimpin Redaksi: informasi Geospasial dalam satu peta harus menjadi tekad Sri Lestari Munajati dalam satu peta bersama. “Membangun satu peta Editor: harus menjadi tekad menjadi tekad bangsa,” kata Asep Sri Hartini Karsidi. Kebijakan satu peta ini Mone Iye Cornelia merupakan perintah Presiden Susilo bersama Bambang Yudhoyono beberapa waktu Fotografer: Seto Baruno lalu yang menekankan pentingnya peta dasar dari BIG sebagai acuan peta-peta tematik. Tentu hal ini harus Sekretariat: segera direspon dengan baik terutama di lingkungan BIG agar bisa terwujud. Dian Ardiansyah Kebijakan satu peta ini akan diteruskan oleh Presiden Joko Widodo. Kontributor : Peran BIG menjadi lebih besar setelah disahkannya Undang-undang No. Agung Teguh Mandira, Luciana Retno, 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial. Undang-Undang ini menjadi Yudi Irwanto, Rully Rianoverdy, rujukan bagi siapapun yang ingin membangun peta di Indonesia. Sandi Permana, Tommy Nautico, Yochi Citra P, Arief Donie Prasetya. Pada edisi ketiga ini kami mengungkap perjalanan Dr. Asep Karsidi. MSc bersama BIG dengan berbagai capaian yang telah dilakukan. Tentu semuanya Alamat Redaksi: berproses dan akan secara berkesinambungan dijalankan oleh Kepala BIG Badan Informasi Geospasial yang baru, yaitu Dr. Priyadi Kardono, M.Sc beserta seluruh jajarannya. Jl. Raya Jakarta Bogor Km. 46 Cibinong - Bogor 16911, Indonesia Pada bagian lain dapat disimak berbagai informasi seperti pengukuhan Telp : (062-21) 8752062-63 dua profesor riset baru BIG yaitu Dr. Ir. Sobar Sutisna, M. Surv. Sc, yang Fax : (062-21) 8752064 berkecimpung di bidang geodesi dan Dr. Ir. Dewayany, M. App. Sc, yang Surel: [email protected] menggeluti bidang sistem informasi geospasial. Tentu saja ada berbagai Website: www.big.go.id berita lain yang wajib disimak oleh pembaca setia Geospasial Indonesia. Geoportal:tanahair.indonesia.go.id Seperti sering kami ungkapkan dalam ‘Salam Redaksi” sebelumnya, bahwa Media Partner : Desprindo Natamedia kami senantiasa menerima masukan untuk kemajuan majalah tercinta ini. Tlp : 021-7919 8489 Sebab, kami yakin bahwa apa yang kami sajikan masih jauh dari sempurna www.desprindo.com dan selalu berproses. Seperti BIG yang terus berproses untuk menjadi lebih baik dari hari-hari kemarin. Selamat membaca! Geospasial 1 INDONESIA

Daftar isi 4 6 8 12 4 20 22 23 26 Pertemuan Tindak Rakornas IG 29 32 Percepatan Pemetaan Detil Tata Ruang 6 Pertemuan Tindak Lanjut Implementasi Hasil Rakornas IG di Region Tengah dan Timur 8 Dr. Asep Karsidi, M.Sc, Kepala BIG Raih Masa Depan dengan Pembangunan Informasi Geospasial 12 BIG Lahirkan Dua Profesor Riset 20 Kunjungan Menteri Kabinet Kerja Mendapat Inspirasi dari BIG 22 Kerjasama BIG dan ITB Buka Program D1 Bidang Surta 23 Aplikasi Pemetaan PartisipatifMengajak Masyarakat Berkontribusi Nyata dalam Penyelenggaraan IG 26 BIG Hadir di Hakteknas ke-19 29 BIG Kembali Terima Apresiasi Bhakesra 32 5 Pulau Tercantik Buatan Manusia2 Geospasial INDONESIA

. CEO messageJaga Kekompakan Dr. Asep Karsidi, M.Sc, Kepala BIGBanyak sekali tugas BIG dalam kaitan Namun tidak dipungkiri masih banyak tugas lain penyelesaian masalah. Salah satu yang lebih besar yang harus diselesaikan. Ada banyak yang menjadi tugas besar BIG adalah segmen baik menyangkut batas wilayah administrasi, memberikan bantuan teknis terkait maupun batas antar negara yang harus dituntaskan. penyelesaian batas wilayah administrasi Memang saya akui, kendala juga banyak, diantaranyaserta batas wilayah dengan negara tetangga. menyangkut biaya serta jumlah sumber daya manusia yang terbatas. Persoalan mengenai batas ini sangat penting,karena harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian Upaya untuk mengatasi kendala diantaranyasehingga tidak menimbulkan dampak negatif. dengan menjalin kerjasama dengan institusi lain,Bayangkan bila di kemudian hari persoalan luas meningkatkan kualitas SDM IG serta meningkatkanwilayah Indonesia, misalnya, tidak sesuai dengan berbagai Insfrastruktur Informasi Geospasial telahharapan. Ini akan berbuah penyesalan pada anak dibangun.cucu kita. Untuk itu, BIG harus memberikan masukansebagai lembaga yang memberikan bantuan teknis Kerjasama lain yang kita lakukan adalah ketikadalam menetapkan batas tadi. membuat peta NKRI edisi terbaru yang lalu. BIG sebagai tim pelaksana bersama dengan kementerian Salah satu tugas dalam urusan penetapan atau lembaga lainnya seperti Kementerian Dalambatas ini yang sudah tuntas adalah batas antara Negeri, Kementerian Luar Negeri, KementerianSingapura dan Filipina. Kita harus bersyukur bahwa Pertahanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan,penyelesaian yang berlangsung cukup lama ini Direktorat Topografi TNI-AD, Dinas Survei Pemotretanakhirnya selesai juga. Sekali lagi, BIG memberikan Udara TNI-AU, dan Dinas Hidro Oseanografi TNI-AL,masukan atau input buat pemberi keputusan, dalam duduk bersama merumuskan peta tersebut.hal ini Kementerian Luar Negeri. Tentu, kerjasama yang baik dengan Institusi Kerja keras BIG bisa dikatakan sudah lainnya harus terus dijaga. Ini semua demimembuahkan hasil. Ini merupakan buah dari mewujudkan kebijakan satu peta yang telahkerjasama tim, yang patut disyukuri. Kita pun harus dicanangkan bangsa ini. Kita wajib secara terus-terus menjaga suasana kerja tim ini pada tugas- menerus meningkatkan kinerja instansi kita ini. Mari,tugas berikutnya. Tidak berlebihan bila BIG patut kita jaga terus kekompakan itu, dengan bersamabangga atas itu semua. menata Indonesia yang lebih baik. Geospasial 3 INDONESIA

Geo.utama Pertemuan Tindak Rakornas IG Percepatan Pemetaan Detil Tata Ruang Titiek Supawarti, Sekretaris Utama BIG terus melakukan upaya percepatan di bidang Badan Informasi Geospasial tata ruang. Pemerintah daerah yang aktif dalam melakukan percepatan untuk pembuatan peta skala besar lebih siap dalam pembangunan rencana detil tata ruangnya. Pertemuan Tindak Lanjut Implementasi Hasil Rakornas IG di Jakarta dengan peserta orang, Jawa Tengah 100 orang,Bdari Sumatera, Kalimantan, dan Jawa Tengah. dan Sumatera sebanyak 50 ayangkan bila ada Sekretaris Utama Badan orang. “Saya lihat kehadiran calon investor meminta Informasi Geospasial, pada acara ini menunjukkan antusiasme peta di satu kawasan Pertemuan Tindak Lanjut Hasil mereka,” katanya. tertentu, tapi ternyata Rakornas IG, 23 September 2014, tidak siap. Tentu di Hotel Sultan, Jakarta. Lebih lanjut Titiek investor tersebut berpikir Pertemuan ini merupakan menyampaikan bahwa pertemuan ulang untuk menanamkan bagian dari Rencana Aksi ini merupakan bagian percepatan modalnya di kawasan itu. Cerita Nasional (RAN) yang pemetaan Rencana Detil Tata itu pernah terjadi di republik diselenggarakan di beberapa Ruang dengan skala besar. ini. Akhirnya, investor itu wilayah (region) yaitu Region Untuk itu, perlu solusi melalui memang mengurungkan niatnya Barat di Jakarta, Region Tengah di pemanfaatan Citra Satelit Tegak berinvestasi. Denpasar Bali dan Region Timur Resolusi Tinggi (CSRT). Nah, Rencana tata ruang di Makassar Sulawesi Selatan. untuk penyiapan pengadaan memang sangat penting untuk “Untuk di Jakarta ini pesertanya citra ini memang LAPAN sebagai perencanaan pembangunan. dari Sumatera, Kalimantan, dan penyedianya. “Bayangkan bila pemerintah ingin Jawa Tengah,” kata Titiek lagi. mempersiapkan suatu kawasan Adapun total seluruh peserta “Kita memang mengalami nelayan, tentu harus mengacu berjumlah 243 orang, dengan hambatan setelah adanya pada tata ruang yang telah perincian jumlah peserta dari Inpres No. 6 tahun 2012 tentang disiapkan,” kata Titiek Supawarti, Kalimantan berjumlah 83 Penyediaan, Penggunaan, Pengendalian Kualitas Pengolahan dan Distribusi Data Satelit Penginderaan Jauh Resolusi Tinggi” kata Titiek lagi. Persoalan yang terjadi ada pada pihak BIG dan LAPAN. Pada BIG kebutuhan sumber daya manusia dan dana memang menjadi kendala utama. Sementara, pada LAPAN, menurut Titiek terkadang terkendala pada pemotretan itu sendiri. Karena satelit yang digunakan merupakan milik Amerika dan Perancis, sehingga kadang tidak bisa langsung didapatkan dalam waktu yang singkat dan adanya kendala wilayah yang tertutup awan. Lebih lanjut, kelebihan penggunaan citra satelit ini untuk4 Geospasial INDONESIA

. Geo utamatata ruang bisa lebih akurat menyebutkan bahwa pihaknya Adi Irawan, Kepala Bidang Fisik danterutama pada pembuatan RTRW telah melakukan koordinasi Prasarana Bappeda Kota Lubuklinggau,di satu Kabupaten atau Kota. dengan BIG dalam hal penyiapkan“Kita ingin tepat sasaran. Saat peta untuk kepentingan tata Sumatera Selatanpenataan ruang di suatu wilayah, ruang.oleh karena itu perlu disiapkandengan bantuan CSRT ini,” kata Adi menganggap pemetaanTitiek lebih lanjut. ini sangat penting sebagai dasar sekaligus kebutuhan. Keberadaan Untuk pembuatan tata peta banyak memberikanruang, dibutuhkan peta dengan manfaat. Meskipun, diakui Adi,skala satu banding lima ribu. untuk pemetaan sangat mahal.“(Memang) BIG belum bisa “Tentunya kami sangat terbantumencover untuk seluruh wilayah sekali karena ketelitian petaIndonesia yang sangat luas. ini tinggi. Apalagi RDTR kanBIG telah memetakan beberapa mensyaratkan peta 1:5.000wilayah mulai tahun 2012 sedangkan kami punya 1:1.000”,dengan foto udara. Pemetaan kata Adi. Provinsi Sumateraini sangat mahal, oleh karena Selatan, menurut Adi, membantuitu kita menggunakan CSRT. pendanaan untuk RDTR. Perihalini sesuai Inpres” lanjut Titiek.Dengan CSRT ini, LAPAN yang Titiek mengajak pemerintah daerah agarmenyiapkannya bahannya, turut aktif dalam percepatan pemetaankemudian, BIG melakukan koreksigeometri atau menegakkannya. tata ruang ini. Pemerintah daerahPeran Pemerintah Daerah diharapkan mulai menginventarisasi Lebih lanjut, Titiek mengajak kebutuhannya.agar pemerintah daerah turutaktif melakukan percepatan ini. rencana detil tersebut, saat ini memadai. Harapannya, BIGPemerintah daerah diharapkan sedang berjalan secara bertahap. bisa membantu sumber dayamulai menginventarisasi manusia di daerah. “Tenagakebutuhannya. “Sebagai contoh, Pihaknya juga telah fungsional surveyor belumKota Bontang melakukan inisiatif menyiapkan sumber daya ada di daerah, kalaulah adadengan menyiapkan pelatihan. manusia yang kompeten. “Kalau sangat sedikit. Dengan adanyayang diikuti oleh camat, lurah, ada workshop kami ikuti, paling pelatihan-pelatihan ini ada yangdan tim sekretariatnya”, ujar tidak untuk operator,” ujarnya. kami didik dan tidak beralih keTitiek lagi. Adi meyakini bahwa Kota struktural. Kemampuan sudah Lubuklinggau telah siap menjadi bagus namun SDM bermasalah Sementara itu, Adi Irawan, bagian program ini. di dalam jumlah,” kata Zakaria.Kepala Bidang Fisik dan Menurutnya, selama ini hanyaPrasarana Bappeda Kota Sementara itu, Zakaria ada empat orang yang telahLubuklinggau, Sumatera Selatan, MT, Sekretaris Bappeda dianggap ahli, meskipun belum Kabupaten Aceh Besar, NAD, sampai pada tahap ahli analisis Zakaria, M.T., Sekretaris Bappeda menyebutkan bahwa Kabupaten Kabupaten Aceh Besar, NAD. Aceh Besar telah membangun Pada pertemuan ini pula, simpul jaringan, serta terus dilakukan pembahasan mengenai berkoordinasi dengan BIG. IGD, pemetaan tata ruang, Memang, untuk peta sudah pemetaan batas wilayah, serta dikoreksi oleh BIG, tapi belum pemetaan partisipatif dalam sampai pada tahap detil. “Karena Kerangka Jaringan IG Nasional. itu perlu citra yang bagus, dan kami sudah meminta ke LAPAN, Selain bersifat penjelasan, tapi belum memperoleh Citra peserta juga mendapatkan SPOT,” ujar Zakaria. kesempatan untuk berkonsultasi di bidang pemetaan batas Diakui Zakaria, Kabupaten wilayah, pemetaan rupabumi dan Aceh Besar sudah tersedia toponimi, Pemetaan Tata Ruang peralatan yang cukup, tapi Wilayah, serta penyebarluasan kebutuhan sumber daya manusia IGl memang dirasakan belum Geospasial 5 INDONESIA

Geo.utama Sosialisasi hasil Rakornas pada level teknis terus dilakukan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG). Pertemuan Tindak Lanjut Penyelenggaraan informasi geospasial Implementasi Hasil tematik membutuhkan koordinasi dengan Rakornas IG di Region Tengah dan Timur pemerintah daerah setempat. D Pertemuan Tindak Lanjut Rakornas IG di Denpasar. alam rangka sosialisasi diselenggarakan untuk Region dan tindak lanjut Timur di Makassar, Sulawesi implementasi hasil- Selatan pada Kamis, 9 Oktober hasil Rakornas IG 2014 yang dihadiri para 2014 tersebut, maka pemangku kepentingan dari diselenggarakan Pertemuan Sulawesi, Maluku, dan Papua. Tindak Lanjut Implementasi Rakornas IG 2014 yang Hasil Rakornas IG 2014. Diawali telah diselenggarakan pada dengan Region Barat di Jakarta 10-11 Juni 2014 di Jakarta lalu, pada 23 September 2014. Lalu diikuti sejumlah pemangku Region Tengah di Denpasar, kepentingan di bidang IG yang Bali pada 30 September 2014 terdiri dari akademisi, pelaku dengan peserta dari Jawa Timur, bisnis, pemerintah (pusat Titiek Supawarti, Sekretaris Utama Bali, NTT, dan NTB. Terakhir, dan daerah) dan komunitas. Badan Informasi Geospasial6 Geospasial INDONESIA

. Geo utamaRakornas IG tersebut telah Lanjut Rakornas IG harus melalui proses koreksimenghasilkan sejumlah meliputi perencanaan geometri dan orthorektifikasikesepakatan yang tertuang di penyelenggaraan IG, pemetaan oleh BIG.dalam dokumen Rencana Aksi tata ruang,pemetaan batasNasional (RAN) Bidang IG Tahun administrasi dan penyebarluasan Kesemua itu dilaksanakan2015-2019. IG melalui Ina-Geoportal serta dilatarbelakangi oleh partisipasing mapping. perkembangan ilmu RAN yang telah disusun pengetahuan, teknologimerupakan intisari dari RPJMN Sekretaris Utama Badan dan kebijakan nasionalbidang penyelenggaraan Informasi Geospasial, Titiek Informasi Geospasial semakinIG Tahun 2015-2019 yang Suparwati dalam sambutannya dibutuhkan oleh seluruhmencakup aspek pengadaan, mengatakan bahwa IG adalah pemangku kepentinganpenyimpanan, pengamanan, sebagai alat bantu perumusan pembangunan di Indonesia.penyebarluasan dan berbagai kebijakan, diantaranya Oleh karena itu, informasipemanfaatan IG. Dengan kata untuk bidang ekonomi, sosial, geospasial beserta kegiatanlain, jika RAN tersebut dapat budaya, pertahanan keamanan, penyelenggaraannya daridipenuhi, akan menggaransi dan banyak hal lainnya. hulu sampai ke hilir termasukpemenuhan IG yang andal, Berdasarkan one gate policy, kegiatan survei dan pemetaan,mudah diakses dan dapat untuk menyusun RDTR, CSRT semakin memegang peranandipertanggung-jawabkan. penting. Perumusan kebijakan,BIG wajib mengkoordinasikan RAN yang telah pengambilan keputusan, dan/penyelenggaraan IG Nasional, disusun tersebut atau pelaksanaan kegiatansesuai amanat Undang-Undang merupakan intisari yang berhubungan denganNo. 4 Tahun 2011 tentang dari RPJMN bidang ruang kebumian juga termasukInformasi Geospasial. penyelenggaraan diantaranya. Mengingat bahwa Pemda IG 2015-2019 IG sangat berguna sebagaimerupakan salah satu unsur yang mencakup salah satu pendukung utamapenyelenggara IG, maka BIG aspek pengadaan, pengambilan kebijakan dalamwajib mensosialisaikan ke penyimpanan, rangka mengoptimalkandaerah pada level teknis. pengamanan, pembangunan di bidangWalaupun Rakornas tersebut penyebarluasan dan ekonomi, sosial, budaya, dandihadiri juga unsur Pemda, pemanfaatan IG ketahanan nasional, khususnyanamun belum seluruhnya dalam pengelolaan sumber dayadiundang. Selain itu, terdapat alam, penyusunan tata ruang,pula penyelenggaraan IG perencanaan lokasi investasi,tematik yang memerlukan penentuan garis batas wilayah,koordinasi dengan Pemda, dan, kebutuhan terhadapseperti pemetaan tata ruang, IG terkait penanggulanganpemetaan batas wilayah bencanaladministrasi, pembinaan simpuljaringan IG di daerah dan Pertemuan tindaklanjut Rakornas IG di Makassarpercepatan penyelenggaraanIGD. Untuk itu semua perludiselenggarakan Pertemuandalam rangka menindaklanjutihasil-hasil Rakornas IG dalamlevel yang lebih teknis. Tindak lanjut inidilaksanakan dalam bentukdiskusi panel dan konsultasiteknis langsung pada klinik-klinik geospasial sepertiTata Ruang, Batas Wilayah,Penyelenggaraan IGD denganCitra Satelit Resolusi Tinggi danPelayanan Informasi Geospasialsecara umum. Materi yang disampaikanpada Pertemuan Tindak Geospasial 7 INDONESIA

.Geososok Dr. Asep Karsidi, M.Sc, Kepala BIG Raih Masa Depan dengan Pembangunan Informasi GeospasialAsep Karsidi telah memasuki masa pensiun.Begitu banyak prestasi yang diraih saat menjadiKepala BIG. Tantangan ke depan semakin besar.Waktu terus berjalan. Perjalanan berhasil. menjadi modal bagi suatu bangsa seseorang dibatasi Pentingnya membangun dalam menguasai wilayah dengan waktu. kedaulatannya. Informasi Asep Karsidi, telah peta ini kerap disampaikan geospasial menjadi salah satumenyelesaikan tugas sebagai Asep Karsidi dalam berbagai kekuatan dalam menjaga kesempatan. “Peta buta itu keutuhan dan kesatuan wilayah. baik, tapi buta peta merupakanabdi negara beberapa waktu malapetaka,” ungkap Asep Kalau melihat ke belakang,silam, sebagai Kepala Badan Karsidi. Sehingga, tidak perjalanan sejarah telahInformasi Geospasial. berlebihan dirinya kerap menunjukkan bahwa betapaPria kelahiran Sumedang, mengajak agar masyarakat harus besar arti informasi geospasialSeptember 1954, yang dilantik memahami peta. dalam menjelajahi hinggasebagai Kepala Bakosurtanal, 15 Dalam perkembangan, Asep menguasai berbagai wilayah diJuni 2010, telah mencurahkan Karsidi mengatakan bahwa bumi ini. Inilah yang dilakukantenaga dan pikirannya untuk BIG sebagai tranformasi dari bangsa Eropa. Berbekal informasipembangunan Informasi Bakosurtanal mempunyai geospasial yang dihimpun melaluiGeospasial di tanah air ini. tugas tidak hanya membuat serangkaian survei pemetaanDirinya menekankan bahwa peta, tetapi juga membangun oleh para penjelajahnya. Parapembangunan Informasi Informasi Geospasial. Ini berarti penguasa dari dunia barat iniGeospasial dalam satu peta segala macam cabang ilmu yang kemudian melakukan kolonisasitelah menjadi tekad bersama. terkait dengan geospasial atau di negeri timur.“Membangun satu peta menjadi ruang kebumian bergabung ditekad bangsa,” kata Asep dalamnya. Tidak hanya geografi Pemanfaatan IG kemudianKarsidi, pada suatu wawancara dan geodesi, tetapi juga ada lambat laun disadari. Kemudiandengan Geospasial Indonesia. ilmu lain, teknologi informasi bermunculan lembaga IG dalamKebijakan satu peta ini sejalan misalnya. hal ini yang menangani informasidengan perintah Presiden SBY Pembangunan Informasi geospasial tematik. Sayangnya,kala itu. Tentu perintah itu harus Geospasial, sangat penting lembaga itu tidak menggunakandirespon dengan baik terutama bagi suatu bangsa. Informasi basis atau skala pengukurandi lingkungan BIG agar bisa ruang kebumian atau geospasial yang sama. Terjadilah pengkotakan yang berlangsung8 Geospasial INDONESIA

. Geo sosok terkait dan melaksanakan sosialisasi kelembagaan dan produk BIG ke berbagai kelembagaan di pusat dan daerah. Asep Karsidi yang merupakan lulusan S1 Geografi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, yang kemudian melanjutkan S2 di program Pasca Sarjana IPB, Jurusan Agroklimatologi (1987), menyampaikan bahwa Undang- Undang No 4 Tahun 2011 ini menjadi rujukan bagi siapapunAsep Karsidi (dua dari kanan) bersama Menteri Ristek terdahulu yang ingin membangun satu peta. Gusti M. Hatta (ketiga dari kanan). Saat ini, sampai ptdansangat lama. pencanangan Sadar Peta. Forum organisasi,” kata Asep yangSebagai negara yang sangat internasional juga dimanfaatkan mengenyam pendidikan sebagailuas dan akan memasuki era dalam kaitan penyelenggaraan Post Graduate on Application ofglobalisasi, Indonesia tentunya Asian Geospasial Forum dan Remote Sensing and Geographicharus segera melakukan International Cartography Information System for Waterperbaikan dan peningkatan Association Meeting. Atas Resources Management, ITC,dalam mengelola IG. Pengelolaan prestasi yang dicapai selama dua The Netherlands Belanda, sertaini hendaknya sesuai arah setengah tahun ini, BIG telah lulus S3 program doktor dipembangunan berkelanjutan mendapat apresiasi dari lembaga bidang GIS dan Remote Sensingberbasis pemanfaatan sumber internasional yaitu PBB. di Universitas Adelaide Southdaya alam dan lahan yang ada Australia (2003).secara optimal. BIG juga harus menyelesaikan Kondisi ini menuntut sebuah Peran BIG program Bakosurtanal yang telah berjalan sembari merencanakanlembaga yang handal. Lembaga Menurut Asep Karsidi, sejak dan melaksanakan programyang memiliki sumberdaya dibentuk secara resmi pada 27 baru sesuai dengan visi, misi,memadai, yaitu sumberdaya Desember 2011 hingga tahun tujuan dan sasaran BIG yangmanusia yang mencukupi 2013, BIG telah meraih berbagai telah ditetapkan. Hinggabaik jumlah dan keahliannya, pencapaian program baik dari dua setengah tahun berjalanmempunyai sarana survei aspek pembuatan kebijakan, serangkaian program kerja telahberstandar dan berpresisi tinggi,. pembuatan jaring kontrol dan dilaksanakan BIG diantaranya simpul jaringan dan penetapan pembangunan jaring kontrol, Badan ini hendaknya mampu standar, pembuatan peta dasar pembuatan peta dasar RBI,menjalani fungsi koordinasi, hingga skala besar, pembuatan penetapan standardisasi peta,dan regulator bukan hanya portal yang menjaring lembagasekadar menghasilkan IG. Dalamlingkup nasional keberadaanlembaga koordinasi ini pundiperlukan untuk mengawal arahpembangunan tiap sektor sesuaidengan perencanaan nasional.“Itulah yang melandasi dirintisnyapendirian BIG,” kata Asep Karsidi.Perwujudannya merupakan hasiltransformasi dari Bakosurtanaldan dilandasi dasar hukum yangkuat yaitu undang-undang.Di tingkat dunia, BIGjuga telah mendaftarkanToponim Indonesia di PBB,penetapan Kebijakan SatuPeta, melaksanakan sosialisasiUU-IG dan peta NKRI, dan Asep Karsidi dalam sebuah konferensi internasional Geospasial 9 INDONESIA

.Geososok metadata dan basisdata serta penetapan peta NKRI, pembuatan IG Tematik Nasional, penyusunan Peta Ekoregion, membangun Simpul Jaringan, pembuatan InaGeoportal, dan membangun Geospatial Support Command Center (GSCC). Lebih lanjut, Asep Karsidi mengatakan, bahwa selama dua setengah tahun terakhir BIG melakukan pemeliharaan pilar Jaring Kontrol Geodesi dan Geodinamika yang telah ada. Pada pilar tersebut dilakukan pemutakhiran data melalui pengukuran ulang Kepala BIG Dr. Asep Karsidi, M.Sc pada Rakornas IG. besaran koordinat geodetik yang terdiri dari koordinat Dengan keluarnya sistem berpegang pada One Map Policy. horisontal, vertikal, gayaberat referensi ini, diharapkan semua Saat ini untuk menampilkan dan koordinat deformasi lempeng pihak yang masih mengacu seluruh rupa bumi Indonesia, bumi. Pergeseran lempeng ini pada sistem referensi lama yaitu BIG telah menyediakan peta diukur kecepatannya setiap Datum tahun 1974, 1995 bahkan dasar berskala 1: 500.000 dan tahun. Datum Besel dan Genuk – yang 1:250.000. Namun peta ini dibuat pada masa kolonial kurang memadai untuk membuat BIG juga melakukan Belanda-- untuk bermigrasi pada perencanaan skala kabupaten perapatan jaring kontrol geodesi datum yang baru. dan kota. secara digital dari 200 menjadi 500 stasiun GPS. Jumlah tersebut Tentu dalam perjalanan, Karena itu untuk mendukung sesuai dengan jumlah kabupaten/ BIG menghadapi tantangan pembangunan di tingkat kota di Indonesia. “Harapannya, yang tidak kecil. Persoalan pun kabupaten/kota saat ini tengah tiap-tiap kabupaten/kota dapat terus bermunculan, “IG harus disiapkan pembuatan peta skala memelihara stasiun GPS,” lanjut terus menjadi acuan dalam 1:50.000. “Rencananya akhir Asep. perencanaan pembangunan,” tahun 2014 peta dasar 1:50.000 kata Asep Karsidi. akan selesai. Untuk mengejar Pada 17 Oktober 2013, diluncurkan SRGI 2013, yang Tantangan IG target penyelesaian peta skala merupakan referensi tunggal menengah ini, akan dilakukan baru untuk penyusunan informasi Menurut Asep Karsidi, tugas survei pemetaan dengan foto geospasial dasar. Referensi BIG membangun Informasi udara dengan pesawat terbang. adalah datum geodesi yang Geospasial Dasar (IGD) yang Selain itu juga digunakan citra terdiri dari jaringan titik koordinat dapat digunakan sebagai acuan satelit beresolusi tinggi seperti sebagai acuan atau kontrol dalam semua pihak terkait, telah SPOT 7 dan Ikonos,” urai Asep pembuatan peta. berhasil dilakukan. Hal inilah Karsidi. yang terus dikedepankan oleh Pembuatan peta yang SRGI 2013 telah mencakup Badan Informasi Geospasial diselenggarakan BIG, seluruh wilayah Indonesia. sejak awal pendiriannya, dengan sesungguhnya belum memenuhi amanat UU. Karena yang harus dipenuhi adalah peta hingga skala 1:1.000. Namun karena Tugas BIG membangun Informasi Geospasial keterbatasan anggaran dan Dasar (IGD) yang dapat digunakan sebagai tingkat kebutuhan peta skala acuan semua pihak terkait, telah berhasil besar itu maka pembuatannya hanya diprioritaskan untuk kota- kota besar. Selain itu perlu dibuat dilakukan. Hal inilah yang terus dikedepankan peta skala 1:25.000 dan 1:10. 000 oleh BIG sejak awal pendiriannya, dengan untuk mendukung perencanaan tata ruang perkotaan. berpegang pada Kebijakan Satu Peta Selain itu BIG juga melakukan (One Map Policy). pembinaan untuk pembuatan informasi geospasial tematik. Pengintegrasian IGT ini10 Geospasial INDONESIA

Dr. Asep Karsidi, M.Sc . Geo sosok akan berbasis komputer dan mengacu pada NSPK. Untuk kemudahan mengakses peta juga dikembangkan sarana dan prasarana infrastruktur TIK, sehingga peta dapat dibaca melalui gadget seperti komputer tablet dan telepon selular. Selain itu dikembangkan pertukaran peta dengan sistem pengamanan tingkat tinggi. Tantangan lainnya, menurut Asep Karsidi adalah pembangunan BIG di daerah. Untuk mempercepat diseminasi peta dasar dan mendorong pembuatan peta tematik diharapkan adanya kantor BIG di tiga kawasan. Selain di Cibinong yang merepresentasi kawasan barat dan kantor pusat BIG, diperlukan Kantor Region di Tengah dan Timur. Kebutuhan lainnya berupa penambahan kantor atau unit di daerah. Dalam pembuatan peta dasar berskala besar dan peta tematik diperlukan pendekatan berbeda. Ke depan Pemda harus lebih aktif membantu dalam pemetaan skala besar wilayahnya, terutama dalam hal pendanaan. Dukungan Pemda diperlukan karena informasi geospasial ini diperlukan untuk membantu perencanaan pembangunan di wilayahnya. Dalam perencanaan wilayah, paling tidak diperlukan peta 1:25.000 hingga 1:10.000. Namun sesuai yang diamanatkan dalam UU No. 4 Tahun 2011, BIG juga diharuskan menyediakan peta berskala 1:1.000. Penyediaan peta skala besar ini untuk seluruh wilayah Indonesia tidak dimungkinkan karena kendala anggaran. Karena itu BIG akan menyediakan peta tersebut dengan prioritas untuk kota besar yang memang memerlukan informasi geospasial yang detil. Diakui Asep Karsidi, tantangan memang terus bertambah. Meski tantangan ke depan tidak mudah, Asep Karsidi berpesan agar IG harus menjadi bagian solusi masalah pembangunan. Semoga pesan ini menjadi perhatian insan BIGl 11Geospasial INDONESIA

Geo.update BIG Lahirkan Dua Dua Peneliti Utama, Profesor Riset Sobar Sutisna dan Dewayany dikukuhkan menjadi profesor riset. Keduanya ahli di bidangnya masing- masing.Kebutuhan tenaga riset masing-masing adalah Dr. Aris Mendukung Integritas Wilayah di BIG terus meningkat, Poniman (2005) dan Dr. Fahmi Negara Kesatuan Republik seiring dengan tugas Amhar (2010). Indonesia\". dan fungsi lembaga yang semakin kompleks. Pengukuhan dipimpin Sedangkan Dr. Ir. Dewayany, Seiring dengan itu, riset langsung oleh Ketua Majelis M. App. Sc yang bergelut (penelitian) menjadi hal penting. Pengukuhan, yang juga Kepala di bidang Sistem Informasi Dalam sidang terbuka yang Lembaga Ilmu Pengetahuan Geospasial membawakan orasi dilaksanakan pada 5 September Indonesia (LIPI), Lukman Hakim ilmiah berjudul \"Pengembangan 2014 di Aula Utama Gedung dan Sekretaris Majelis, Aswatini. Sistem Informasi Spasial: S lantai 2 Badan Informasi Hadir pula Kepala BIG Asep Penguatan Informasi Geospasial Geospasial (BIG), Cibonong, Karsidi, Mantan Menteri Luar Sebagai Sarana Pendukung Bogor, Sobar Sutrisna dan Negeri Hassan Wirayuda dan Keputusan Pembangunan Dewayany dikukuhkan menjadi pakar hukum internasional, Nasional yang Lestari\". profesor riset ketiga dan Hikmahanto Juwana. keempat di lingkungan BIG. Peneliti BIG memiliki tugas Sebelumnya, saat masih bernama Dr. Ir. Sobar Sutisna, M. Surv. untuk melakukan penelitian Bakosurtanal, dua orang profesor Sc, yang bergelut di bidang dan pengembangan ilmu riset juga telah dikukuhkan, geodesi membawakan orasi pengetahuan dan teknologi ilmiah berjudul \"Geodesi Dalam sebagaimana tertera dalam Informasi Geospasial Guna Keputusan Bersama Kepala12 Geospasial INDONESIA

. u p d aGt ee oLembaga Ilmu PengetahuanIndonesia (LIPI) dan KepalaBadan Kepegawaian Negara Penyelesaian batas negara dan batas daerah(BKN) Nomor 3719/D/2004 danNomor 60 Tahun 2004. Litbang sangat memerlukan dukungan profesi geodesiiptek yang dikembangkan dan ketersediaan data/informasi geospasialPeneliti BIG di bidang informasi yang andal, guna mendukung kebijakangeospasial, secara umumdikelompokkan menjadi 3 jenisyaitu peneliti bidang IG Dasar, IG “border diplomacy” dan kebijakan otonomiTematik, dan Infrastruktur IG. daerah dalam kerangka NKRI.Peneliti yang telahmendapatkan gelar AhliPeneliti Utama (APU) pada yang banyak terjadi pada dasa otonom, baik batas di darat, di warsa ini, Sistem Informasiseluruh lembaga penelitian Spasial (SIS) dipercaya dapat laut, dan juga di udara yangdan pengembangan (litbang) masih belum tuntas seluruhnya.pemerintah yang telah menjawab kebutuhan ini, karena Penyelesaian batas negara danmencapai Golongan IV/e dan sistem tersebut merupakan batas daerah sangat memerlukan produk ilmu pengetahuan dantelah dikukuhkan dengan orasi teknologi (iptek) yang dapat dukungan profesi geodesi danilmiah mendapatkan gelar ketersediaan data/informasiProfresor Riset, sebagaimana mendukung perencanaan geospasial yang andal, gunatertulis dalam Peraturan Kepala pembangunan dan ke mendukung kebijakan “borderLIPI Nomor 07/E/2009 pasal depannya lebih diarahkan pada diplomacy” dan kebijakan3. Profesor Riset merupakan pembangunan berkelanjutan,” otonomi daerah dalam kerangkajabatan tertinggi untuk jabatan katanya.fungsional peneliti, dimana Sistem ini mampu NKRI. Asep Karsidi, Kepala Badangelar ini merupakan pengakuan, memvisualisasikan opsi-opsi Informasi Geospasial, dalamkepercayaan dan penghormatan kondisi sumber daya alam dan sambutannya mengatakanyang diberikan atas keberhasilan lingkungan serta opsi-opsi bahwa acara pengukuhanseorang PNS dalam mengemban terbaik dalam pengelolaannya. profesor riset hari ini terasatugasnya di bidang penelitian dan Bahkan inovasi iptek di bidang ini istimewa. “Karena untuk pertamapengembangan. dapat memperkuat Ina-Geoportal kalinya dilaksanakan di masaDewayany menyampaikan hingga dapat diandalkan untuk lembaga ini telah berganti namadalam orasinya, bahwa kegiatan menjawab permasalahan dan bertransformasi menjadiperencanaan, pembangunan, pemanfaatan ruang kebumian Badan Informasi Geospasial,” dan berbagai konflik di dalamnya. katanya.monitoring dan evaluasi Sementara itu, Sobar Sutisna,pembangunan nasional serta Selain itu pengukuhan iniaspek-aspek di dalamnya tentu dalam orasinya mengatakan dilaksanakan sejalan denganmembutuhkan informasi spasial. bahwa BIG mempunyai perhatian dimulainya proses perencanaan“Untuk mengurangi tumpang terkait penyelesaian batas kegiatan pembangunan Informasitindih pemanfaatan ruang seperti wilayah negara dan daerah Geospasial 2015-2019, yang ditandai dengan penyusunan rencana strategis pembangunan informasi geospasial di berbagai tahapan. Pemikiran dari para profesor riset di BIG, tentunya sangat diharapkan dapat mewarnai proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan informasi geospasial di Indonesia saat ini dan di masa yang akan datang. Pemikiran keduanya diharapkan dapat mewarnai proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan IG di Indonesia saat ini dan akan datanglSobar Sutrisna dan Dewayany dikukuhkan menjadi profesor riset ketiga dan keempat di lingkungan BIG. 13Geospasial INDONESIA

Geo.update Dr. Ir. Dewayany, M. App. Sc. Pengembangan Sistem Informasi Geospasial Penguatan IG Sebagai Sarana Pendukung Keputusan Pembangunan Nasional Sistem Informasi Spasial (SIS) adalah salah satu jenis sistem manajemen informasi yang bersifat keruangan (spasial), terdiri dari beberapa komponen yang saling berinteraksi untuk mewujudkan suatu tujuan, yaitu memberikan informasi yang berkualitas, cepat, tepat, dan akurat.Komponen sistem Sejalan dengan untuk dimanfaatkan berbagai informasi spasial terdiri perkembangan teknologi, lembaga maupun perorangan. dari perangkat keras informasi berbasis spasial Semua ini memperlihatkan (hardware), perangkat semakin mudah diperoleh. semakin menguatnya lunak (software), sumber Sebagai contoh data-data komponen pendukung sistem daya manusia (brainware), penginderaan jauh (citra) dengan informasi spasial yang dapat prosedur atau aturan, data mudah dapat diunduh melalui terus dikembangkan untuk (spasial dan non-spasial) dan situs-situs tertentu dengan memperoleh kemudahan network atau jaringan serta resolusi dan kualitas yang terus informasi. sumber-sumber lainnya yang meningkat. Perangkat lunak saling berinteraksi untuk di bidang sistem informasi Selain itu, aktivitas manusia memenuhi kebutuhan pengguna. geografis, pengolahan citra yang telah menyebabkan Sistem informasi spasial digital, ilmu komputer hingga terjadinya perubahan lingkungan mengolah dan menganalisa artificial intelligence, baik yang dan degradasi sumber daya informasi spasial dan atributnya berbayar maupun tidak terus alam, yang utamanya antara lain sehingga dihasilkan produk berkembang. disebabkan kurangnya informasi visualisasi spasial (keruangan), pembangunan berbasis spasial, khususnya ruang kebumian Demikian juga dengan memerlukan suatu sistem yang sesuai dengan kebutuhan. perkembangan perangkat keras dapat memberikan informasi yang semakin canggih dan murah yang memadai guna mendukung perencanaan pembangunan yang berkeadilan dan dapat menyeleraskan kebutuhan manusia dengan pelestarian sumber daya alam. Perkembangan SIS Pada 1967, merupakan awal dikembangkan sistem informasi spasial yang disebut Canadian Geographical Information System (CGIS). Perkembangan internet telah mengubah cara pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) yang merupakan awal14 Geospasial INDONESIA

. u p d aGt ee operkembangan SIS, dari aplikasi perencanaan ruang tersebut 5. Disiplin yang berkaitanberbasis komputer desktop seperti pertanian, kehutanan, dengan petunjukmenjadi aplikasi berbasis web. perkebunan, perikanan, kelautan, pemanfaatan sistemSecara sederhana SIG berbasis peternakan, pertambangan, dan informasi spasial sepertiweb (WebGIS) didefinisikan energi, geologi, geofisika, iklim sosial, hukum, dansebagai SIG yang menggunakan kebencanaan, lingkungan hidup, ekonomi.teknologi web untuk melakukan kesehatan, politik, hukum hingga Kedua, program nasionalkomunikasi antar komponennya. aspek-aspek sosial ekonomiImplementasi SIG berbasis web dan budaya semakin dirasakan dan internasional yang terusmemungkinkan diseminasi urgensinya. berkembang. Rencana transmisidan analisis data spasial dapat program dari Milleniummenjangkau masyarakat secara Perspektif SIS Development Goals (MDGs) kelebih luas. Perspektif SIS di masa depan Sustainable Development Goals semakin mempertegas perlunya Saat ini telah disahkan menjanjikan perkembangan perencanaan pembangunanbeberapa Undang-Undang, iptek yang selaras dengan berkelanjutan, yang tentu sajaPeraturan Presiden dan perkembangan kebutuhan perlu didukung oleh sistemPeraturan Pemerintah yang zaman. Hal ini dapat dilihat dari : informasi spasial.menjadi acuan perencanaandan pembangunan berbasis Pertama, sistem informasi Ketiga, isu globalspasial semakin memperkuat spasial melingkupi disiplin ilmu terkait fenomenaperlunya dikembangkan sistem yang sangat luas mencakup alam sepertiinformasi spasial. Dengan antara lain: perubahan iklim,disahkan Undang-undang No 4tahun 2011 tentang Informasi 1. Disiplin yang berkaitanGeopasial, UU No 25 tahun dengan pengembangan2013 tentang Keantariksaan, konsep keruangan sepertiPeraturan Presiden No 8 cognitive science,tahun 2014 tentang Jaringan geography linquistic;Informasi Geospasial Nasional,serta Inpres No 4 tahun 2012 2. Disiplin yantentang Citra Tegak Resolusi berkaitan denganTinggi, merupakan aspek hukum perangkatyang mengatur pemanfaatan pengolahanSIS yang menginginkan data spasialkesamaan persepsi dan standar sepertidalam pengolahan maupun kartografi,diseminasinya yang bermuara geodesi,pada perlunya suatu sistem fotogrametri,informasi spasial yang handal, penginderaan jauh,akurat, cermat, dan tepat. surveying sciences; Meningkatnya intensitas 3. Disiplin yang berkaitankegiatan penduduk dan industri, dengan teori dasarkemiskinan akibat krisis ekonomi untuk bekerja dengandisertai melemahnya wibawa data spasial danhukum, konflik pemanfaatan automatisasinya sepertilahan dan sumber daya alam, ilmu komputer, statistika,termasuk penjarahan terhadap geometri, informatika,hutan, kawasan konservasi alam, artificial intelligence, daneksploitasi mineral dan batubara semiology;dan sebagainya menyebabkanterjadinya kerusakan sumber 4. Disiplin yang berkaitandaya alam yang tentunya dengan pemanfaatanmemerlukan perencanaan substansial dari sistemyang akurat, berkeadilan dan informasi spasial, sepertiberkeseimbangan, antara lain kehutanan, pertanian,dapat dipenuhi melalui sistem geo-teknik, tata ruanginformasi spasial. dan perencanaan spasial terkait lainnya; Kebutuhan akan informasigeospasial untuk tujuan Dewayany saat orasi ilmiah dalam pengukuhan profesor riset di BIG. 15Geospasial INDONESIA

Geo.update Undang-Undang No 17 Tahun 2007 Diluncurkannya Ina- tentang Rencana Pembangunan Jangka Geoportal dan keinginan Panjang Nasional 2005-2025 menegaskan untuk memberikan informasi bahwa aspek wilayah/spasial haruslah pemanfatan sumber daya alam diintegrasikan ke dalam dan menjadi bagian yang berkelanjutan membuka kerangka perencanaan pembangunan di peluang dikembangkannya perangkat lunak analisa online semua tingkatan pemerintahan. (online analytical process).migrasi, perdagangan bebas dan Pembangunan Jangka Panjang Terakhir, perencanaan,aspek poleksosbud di dalamnya Nasional 2005-2025 menegaskan pembangunan, monitoring, danyang terus membuat bumi bahwa aspek wilayah/spasial evaluasi pembangunan nasionaldalam perubahan membutuhkan haruslah diintegrasikan ke dalam serta aspek-aspek di dalamnyainformasi yang terkini. dan menjadi bagian kerangka membutuhkan informasiInformasi yang dengan mudah perencanaan pembangunan di spasial yang berkualitas, cepat,dipertukarkan, dikerjasamakan semua tingkatan pemerintahan. tepat, dan akurat. Kesemua iniatau diunduh secara global Oleh karena itu, pemerintah dapat terjawab apabila risetmelalui perkembangan teknologi perlu meningkatkan kemampuan sistem informasi spasial teruskomputer dan satelit ini dalam pengembangan sistem dikembangkan. Perjalananmemperlihatkan kebutuhan akan informasi spasial sumber daya riset terkait pengadaan data,sistem informasi spasial. alam, baik matra darat, matra pemodelan, pengembangan laut maupun matra udara. basisdata, basismodel, dan Keempat, berbagai program SDSS menunjukkan risetpembangunan nasional Penguatan ini tentu saja SIS ini ke depannya dapatseperti MP3EI, permasalahan perlu diselaraskan dengan diimplementasikan untukkebencanaan yang kerap penguatan litbang dalam bidang mendukung perencanaanmenerpa negeri, konflik-konflik sistem informasi spasial. Selain pembangunan yangyang terus berkembang terkait itu, penguatan SDM litbang di berkelanjutan.pemanfaatan ruang kebumian, bidang sistem informasi spasialseharusnya dengan mudah dapat perlu terus ditingkatkan untuk Oleh karena itu, risetdiantisipasi dengan perencanaan mendukung inovasi pemodelan komponen data, prosedur,spasial yang memadai yang tentu spasial, pemodelan dinamik perangkat lunak, dan jaringansaja membutuhkan dukungan dan perkembangan jaringan dalam SIS berpeluang untuksistem informasi spasial. sistem informasi spasial guna terus dikembangkan sejalan mendapatkan perencanaan dengan perkembangan teknologi Kelima, perkembangan pemanfaatan ruang bumi yang dan kemudahan akses padateknologi sistem informasi berkelanjutan. informasi.memberi peluang (Disarikan dari Orasi Pengukuhandikembangkannya Sistem Profesor Riset Bidang SistemPendukung Keputusan Spasial Informasi Spasial, 5 September(Spatial Decision Support 2014)lSystem/SDSS). Sistem inimerupakan sistem terintegrasiantara sistem manajemenbasis model spasial (SpatialModel Base ManagementSystem/SMBMS) yangdapat menjadi input dalamperencanaan pembangunanyang berkelanjutan, standar,pedoman dan prosedur dalampengembangannya.Kontribusi di Masa Depan Ucapan selamat dari Dr. Asep Karsidi dan hadirin kepada kedua profesor riset di BIG. Undang-Undang No 17Tahun 2007 tentang Rencana16 Geospasial INDONESIA

. u p d aGt ee oDr. Ir. Sobar Sutisna, M. Surv. Sc.Geodesi dalam Informasi GeospasialGuna Mendukung IntegritasWilayah NKRIIntegritas wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) masihbelum tuntas, karena masih terdapat beberapa segmen batas darat danlaut/perairan, serta definisi batas wilayah udara yang belum jelas dantegas, dan juga sejumlah batas daerah yang belum ditegaskan.Untuk menuntaskannya Sobar Sutrisna saat orasi ilmiah dalam pengukuhan profesor riset di BIG. diperlukan komitmen politik dan upaya yang referensi geodesi harus jelas, dan metode dan teknik pengukuran/ kuat, serta dukungan berfungsi sebagai pengintegrasi penentuan posisi geodesi yang tenaga ahli dan peta-peta wilayah negara kini sangat pesat berkembang. informasi geospasial yang andal. atau entitas politik lainnya. Perkembangan tersebut juga Penerapan konsep geodesi akan Realisasi dari sistem datum dipicu oleh kemajuan teknologi memberikan jaminan IG dari dan kerangka referensi geodesi EDP (electrical data processing), setiap objek di muka bumi yang direpresentasikan di lapangan IT (information technology), andal, tepat, akurat, dan benar. oleh jaring kontrol geodesi. dan satelit navigasi, disamping Batas wilayah selalu memiliki Sistem jaring kontrol geodesi tiga teknologi: GPS (global identitas ganda dari kekuasaan terdiri dari kerangka kontrol positioning system), RS (remote para pihak. Sehingga garis batas geodesi horizontal, vertikal, dan sensing), dan GIS (geographic wilayah selalu bernilai strategis gaya berat, serta model geoid. information system). Semua itu dan harus didefinisikan secara membuat sinergi antara geodesi jelas dan terukur berdasarkan Geodesi merupakan ilmu yang dengan bidang ilmu lainnya konsep geodesi tertentu. Dalam mempelajari bentuk dan ukuran berkembang sangat impresif. konteks batas negara, Pasal 62 bumi, dalam arti geometri, serta Perkembangan Iptek Geodesi ayat 2 butir (a) Konvensi Wina yang berhubungan dengan dan Penentuan Batas Wilayah 1969 mengatur bahwa perubahan bidang permukaan ekipotensial perjanjian internasional yang dari gaya tarik bumi. Dari objektif Sinergi antara ilmu dan tidak dapat diubah atau ditarik ilmu geodesi tersebut lahir teknologi kemudian melahirkan kembali adalah menyangkut berbagai metode dan teknik wacana geomatika. Geomatika batas negara. pengukuran bentuk dan ukuran adalah sinergi antara geodesi, Maka penetapan batas harus bumi. Kemudian muncul berbagai dilakukan dengan seksama dan penuh kehati-hatian agar tidak ada “penyesalan” di kemudian hari. Karena penetapan batas sifatnya permanen, turun- temurun, maka keakuratan, kelengkapan, dan kecermatan IG menjadi penting dan menentukan. Bagaimana agar kualitas IG terjamin? Salah satu kunci utamanya adalah penetapan konsep geodesi yang baik dan benar. Datum dan kerangka 17Geospasial INDONESIA

Geo.updateremote-sensing, GIS, dan GPS, pangkal, (ii) sistem referensi NM dari garis pangkal kepulauan,dan didukung oleh EDP dan IT. geodesi WGS-84, (iii) definisi dan (iii) titik-titik terluar dariDalam teknik penentuan posisi geodesi untuk garis yang pulau-pulau terluar dihubungkangeodesi, perubahan revolusioner menghubungkan titik garis dengan serangkaian garisterjadi sejak diperkenalkannya pangkal kepulauan, dan (iv) peta pangkal lurus dan membentukteknologi penentuan posisi ilustrasi garis pangkal kepulauan satu kesatuan Tanah-Air.berbasis satelit. Terutama Indonesia, serta (2) yang bersifatdiperoleh oleh the Navigation teknis ilmiah/alamiah sesuai Perlu diketahui bahwaSatellite for Time and Ranging dengan norma boundary making sistem pemetaan di Indonesia(NavSTAR) atau GPS revolusi dan Technical Aspect of Law of sebelumnya (peninggalanpenentuan posisi secara cepat, the Sea (TALOS). Belanda), datum di tiap pulaumudah, akurat, dan murah kini Geodesi dan Permasalahan ditetapkan sendiri-sendiri,menjadi kenyataan. Kini orang Wilayah NKRI dan Otda walaupun ellipsoid referensinyadalam hitungan detik bisa sama. Kondisi tersebutmengetahui posisi atau koordinat Dalam konteks goepolitik, menyulitkan pengguna peta,tempat dimana ia berada, baik fakta geospasial pada waktu itu terutama para perencanasecara dua, tiga, atau empat tidak semata karena peta tentang pembangunan nasional,dimensi. tanah air tidak tersedia, tapi bisa pertahanan, termasuk juga jadi ada kesengajaan Belanda. dalam penetapan dan Hasil penentuan posisi Belanda menganut paham/ penegasan batasdengan mudah dapat doktrin “Mare-Liberum” dari negara dan batasmengintegrasikan data remote- Hugo Grotius, yang menghendaki daerah.sensing dengan didukung adanya laut-laut bebas di antaraoleh EDP untuk membuat pulau-pulau wilayah jajahan Kinipeta dalam waktu yang relatif Hindia Belanda. dengan UUsingkat. Apabila pembuatan peta NO 4/2011,menggunakan sistem koordinat Kondisi ini menyulitkan infrastrukturyang merujuk pada datum pengelolaan wilayah negara, data spasialreferensi geodesi tertentu, maka terutama pertahanan-keamanan nasionalpeta tersebut memenuhi kriteria negara. Oleh karenanya pada (IDSN)IGD menurut ketentuan UU No. tanggal 13 Desember4/2011. 1957, Perdana Menteri RI Fondasi geodesi adalah dasar- waktu itu, IRdasar Iptek Geodesi yang kuat H. Djuanda,untuk menentukan batas wilayah.Dalam penentuan batas wilayah mendeklarasikandiperlukan adanya dua elemen konsep negarafondasi yang saling melengkapi Kepulauan Indonesia.yaitu fondasi hukum (legal) Ada tiga haldan fondasi (teknis) geodesi. revolusioner termuatDalam konteks penentuan dalam Deklarasi tersebut,batas wilayah NKRI, fondasi yaitu (i) menutup laut-hukumnya adalah : (a) Peraturan laut dan selat-selatPemerintah (PP) No. 38/2002 diantara pulau-pulautentang Daftar Koordinat dan kepulauan milikGeografis Titik-titik Garis Pangkal Indonesia, yangKepulauan Indonesia, yang telah semula laut bebasdisempurnakan dengan PP No. menjadi laut wilayah/37/2008. PP tersebut ditetapkan kedaulatan, denganatas amanat Pasal 6 ayat (2) garis pangkalUU No. 6 tahun 1996 tentang kepulauan, (ii) lautPerairan Indonesia, dan (b) teritorial diukur 12pendepositan daftar koordinattitik-titik garis pangkal danpeta ilustrasinya ke SekretariatJenderal PBB. Adapun fondasi geodesinyamemiliki dua ciri, yaitu: (1)yang bersifat teknis legal, yaitu(i) koordinat titik-titik garis18 Geospasial INDONESIA

. u p d aGt ee o Peta/IG yang memiliki identitas asli dan batasnya secara sepihak menurutditerbitkan oleh lembaga berwenang telah prinsip dan/atau kepentingannyasering dipakai sebagai alat bukti hukum di serta memetakannya. Sebagai implikasi akan ada overlapping pengadilan sengketa batas/wilayah. claims dengan negara tetangganya. Dari overlappinglebih dimantapkan, penerapan batas maritim yang overlapping claims akan timbul sengketa atausistem datum geodesi dan pada berbagai rezim batas laut bahkan konflik. Ada empat jalanpenetapan tunggal di Indonesia teritorial batas Zona Ekonomi penyelesaian sengketa, yaitu (i)semakin jelas. Pencanangan Eksklusif (ZEE) dan batas Landas perundingan, (ii) arbitrase, (iii)Kebijakan Satu Peta (One Map Kontinen (LK). mahkamah, dan/atau (iv) perang.Policy) oleh Presiden RI sejak Batas Wilayah NKRI dan Daerah Tiga jalan yang pertama adalah2010 menunjukkan betapa Belum Tuntas jalan damai, dan satu lainnyaesensi dan strategisnya IG. jalan kekerasan. Semua jalanBadan Informasi Geospasial (BIG) Batas laut teritorial yang penyelesaian, memerlukan IG.telah mendeklarasikan sistem belum tuntas adalah dengangeodesi nasional yang baru yang Malaysia, Singapura, dan Peta IG selain dapatdiperkenalkan dengan Sistem Timor-Leste sekitar 60,1% menjadi sarana penyelesaianReferensi Geospasial Indonesia (lebih kurang 310,0 NM) dari damai, dapat juga memicu2013 (SRGI 2013). SRGI 2013 keseluruhan. Batas ZEE yang konflik. Pengabaian konsepterdiri atas SRG Horizontal, belum didelimitasi dengan geodesi dalam peta batas akandan SRG Vertikal. SRGI 2013 negara tetangga masih sekitar menimbulkan kerancuan yanghorizontal menggunakan 45,3%, yaitu dengan India, berlarut-larut. Seperti padadatum geodetik dengan elipsoid Thailand, Malaysia, Vietnam, kasus batas Indonesia denganreferensi WGS 1984 dan untuk Palau, dan Timor-Leste. Batas Timor-Leste, dan pada berbagaiSRG Vertikal menggunakan Landas Kontinen (LK) yang belum penyelesaian batas antar daerahGeoid. tuntas didelimitasi masih sekitar di Indonesia. 27,7%, yaitu dengan Malaysia, Dalam hal batas maritim, Filipina, Palau, dan Timor Tahun 2003, Bakosurtanalsejak 2003, definisi datum Leste. (Perhitungan diperoleh menerbitkan peta wilayahgeodesi menjadi persyaratan berdasarkan data geospasial di dan batas-batas NKRI. Petadalam perjanjian penetapan Pusat Pemetaan Batas Wilayah tersebut menggambarkan batas-batas guna menjamin kejelasan BIG). batas wilayah darat dan lautdan kemudahan operasional (Teritorial, ZEE, LK, dan ECS).di lapangan. Datum geodesi Wilayah administrasi atauyang disepakati adalah WGS wilayah daerah otonom, juga Peta/IG yang memiliki1984. Konsep ini ditetapkan memerlukan batas-batas identitas asli dan diterbitkan olehatas pertimbangan bahwa yang tegas. Saat ini terdapat lembaga berwenang telah seringketidakjelasan sistem datum 34 Provinsi, 505 Kabupaten/ dipakai sebagai alat bukti hukumgeodesi dalam naskah dan peta Kota, 6.994 Kecamatan, dan di pengadilan sengketa batas/lampiran traktat telah membuat 78.603 Desa/Kelurahan. wilayah. Karena peta adalahkerancuan. Batas administrasi/daerah bentuk representasi permukaan adalah domain Kementerian bumi, seluruh atau sebagian, Setelah konferensi PBB Dalam Negeri. Mendagri telah yang dibuat menurut kaidah-tentang Hukum Laut yang menetapkan pedoman/kebijakan kaidah geodesi dan kartografi.ketiga menghasilkan the UN penegasan batas daerah Jaminan keaslian peta adalahConvension on the Law of the dengan Permendagri dengan keniscayaan.Sea (UNCLOS) 1982, yang efektif No. 1/2006 yang telah direvisiberlaku sejak 16 Nopember 1996, dengan Permendagri dengan Peran dan ketersediaan IGIndonesia merevisi Perpu No. No. 76/2012. Sejalan dengan dalam menangani persoalan4/1960 dengan UU No 6/1996. kebijakan Otonomi Daerah, maka batas daerah adalah keharusan.UNCLOS 1982 diratifikasi dengan batas daerah menjadi penting. Sengketa batas daerah marakUU No. 17/1985. UNCLOS Geodesi dalam Penentuan Batas terjadi sejak reformasi. Data/1982 mendefinsikan lebar laut IG yang belum memadai turutteritorial 12 NM dan lebar ZEE Setiap negara dapat menjadi butir kritis penyebab200 NM diukur dari garis pangkal. mengklaim wilayah dan batas- sengketa batas daerah.Akibatnya akan terdapat segmen Ketersediaan peta dasar (IGD) pada saat ini belum sepenuhnya dapat menjawab kebutuhan penentuan batas daerah. (Disarikan dari Orasi Pengukuhan Profesor Riset Bidang Geodesi, 5 September 2014)l 19Geospasial INDONESIA

Geo.update Kunjungan Menteri Kabinet Kerja Mendapat Inspirasi dari BIGDua Menteri Kabinet Kerja berkunjung ke BIG dalamwaktu yang hampir bersamaan, Menteri PerencanaanPembangunan Nasional (PPN)/Bappenas AndrinofChaniago dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Ferry Mursyidan Baldan.enteri Andrinof berkunjung pada Rabu, 12 NovemberM2014 sedangkan Menteri Ferry satu Andrinof Chaniago secara terus proyek fisik dengan skala terang menyatakan mendapat tertentu, setiap perencanaan inspirasi setelah kunjungan ke pembangunan wajib BIG ini. menggunakan informasi dari BIG, “Di sini saya menemukankan disamping data statistik dari BPS.hari setelahnya. Keduanya inspirasi untuk sistem Andrinof juga berencanasepakat akan menggunakan perencanaan pembangunan akan memperkuat BIG daninformasi geospasial yang kita. Ini (dapat) dijadikan lembaga lain seperti BPS agardihasilkan oleh BIG. untuk (peningkatan) kualitas bersinergi. Data kedua lembagaBelum genap sebulan bekerja, perencanaan,” ungkap Andrinof ini akan digunakan dalam setiapdua menteri dalam Kabinet Kerja yang di dampingi oleh Plt Kepala perencanaan pembangunan.Republik Indonesia mengunjungi BIG Titiek Suparwati. Prinsipnya harus lebih efektif,Badan Informasi Geospasial Ke depan, tambah Andrinof, lebih terintegrasi, dan lebih(BIG). Kunjungan kerja kedua Bappenas akan mengoptimalkan optimal.menteri menunjukkan betapa data yang dihasilkan BIG, “Perbaikan sistem dan kualitaspentingnya BIG sebagai lembaga terutama untuk penyusunan perencanaan pembangunannon-kementerian dalam sistem program, baik itu program dengan memanfaatkan sumberperencanaan pembangunan pemerintah maupun swasta. daya yang ada seperti BIG danIndonesia ke depan. Bahkan, Untuk memperbaiki kualitas BPS dalam perencanaan proyek-Menteri PPN / Kepala Bappenas perencanaan program publik, proyek fisik”, jelas Andrinof.20 Geospasial INDONESIA

. u p d aGt ee o Jadi, ungkap Andrinof, fasilitas Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Ferry Mursyidan Baldan.sumberdaya yang ada di BIG harussegera dimanfaatkan.“Kalau kita Baldan. diketahui pasti.ingin pembangunan berkelanjutan Informasi geospasial, tambah Selama kunjungan ke BIG,dengan daya dukung ekosistemyang terkelola sampai puluhan Fery, akan menjadi pegangan kedua menteri ini didampingitahun. Data informasi geospasial kementeriannya. Apalagi dalam oleh Pelaksana Tugas Kepalaini wajib menjadi bagian dari kaitan dengan kasus-kasus konflik BIG, Titiek Suparwati, parasistem perencanaan,” tegas antar-wilayah, data dan infornasi deputi dan pejabat eselon duaAndrinof. dari BIG akan sangat membantu. dan tiga. Titiek mengatakan bahwa kunjungan kerja kedua Sementara itu, sehari setelah Ia juga menambahkan bahwa menteri ke BIG dilakukan dalamAndrinof berkunjung, Menteri teknologi yang dimiliki BIG rangka koordinasi dengan BIGAgraria dan Tata Ruang/Kepala dalam pemetaan bahkan dapat tentang Informasi GeospasialBPN Ferry Mursyidan Baldan mengetahui ketinggian tanah sebagai salah satu acuan untukjuga melakukan kunjungan ke atau topografi. Sehingga sangat pembangunan nasional Indonesia.BIG. Baldan yang didampingi membantu pemetaan pertanahanoleh beberapa pejabat eselon dan lahan. Menurutnya apa yang “Pak menteri sudahsatunya tak menyembunyikan menjadi tugas kementeriannya mendapatkan gambaran bahwakekaguman pada sumber daya akan sangat cepat, efektif dan di dalam pembangunan ituyang dimiliki BIG. “BIG ini ternyata akurat dengan dukungan peta memerlukan dua pilar, yaitumemiliki semua kebutuhan BIG. data yang dikaitkan dengan non(data dan informasi) bagi semua spasial dan spasial. Karena kalaukementerian,” tegas Baldan. Beberapa proyeksi pembangunan tanpa data spasialSehingga fungsi BIG menjadi Kementerian Agraria dan Tata bisa dibayangkan apa jadinya,”penting bagi pembangunan Ruang seperti menyediakan kata Titiek.nasional. lahan untuk Kementerian Pertanian yang ingin mendorong Sementara itu, Kepala Bahkan, ungkap Baldan, swasembada pangan, tentunya Pusat Pemetaan Rupa Bumimengutip Presiden Joko Widodo, titik-titik lokasinya harus dan Toponim BIG, Mohamadbahwa semua kebijakan yang diketahui. Demikian pula rencana Arief Syafi’i menambahkan,dibuat harus menggunakan data pembangunan tol laut, titik-titik BIG siap menyediakan datapemetaan yang sama. Data yang pelabuhan dan tata ruang harus spasial. Termasuk jika Presidenditampilkan tentunya bukan Joko Widodo akan melakukansembarangan, namun harus kunjungan ke suatu daerah manaakurat dan update. saja di Indonesia. “Data akan langsung kami cetak dalam waktu Dalam kaitannya dengan tugas 15 menit. Yang pasti, data kamidan fungsi di lingkup agraria dan lebih detil dan akurat karenatata ruang serta BPN, ia meyakini melalui proses pemetaan yangbahwa informasi geospasial benar. Berbeda dengan data daridasar yang dihasilkan BIG dapat Google, masih ada displacement,”mengurangi konflik-konflik antar urai Arief.sektor atau yang sering disebutego sektoral. “Peran dan fungsi Tak berlebihan bila BIGBIG akan sangat membantu,” kata menjadi inspirasi dalam pelaksanaan pembangunan di negeri inilMenteri Andrinof bersama Sestama BIG Titiek Suparwati 21Geospasial INDONESIA

Geo.update Kerjasama BIG dan ITB Buka Program D1 Bidang Surta Untuk mengatasi kelangkaan tenaga kerja profesional di survei dan pemetaan, BIG bersama ITB menjalin kerja sama dengan membuka program pendidikan diploma satu.K Penandatanganan Kerja sama BIG dengan ITB tentang D1 Surta. ebutuhan tenaga baru terwujud pada Agustus dan Teknologi Kebumian ITB. survei dan pemetaan 2014. Saat ini, untuk angkatan Serta, tenaga dari staf BIG yang (surta) masih terbuka pertama mahasiswanya masih berpengalaman di bidang survei lebar. Bidang surta ini berasal dari BIG. Ke depan, dan pemetaan ini. Pada angkatan masih membutuhkan rencananya akan dikembangkan pertama ini sudah terdaftarpartisipasi banyak orang. untuk mahasiswa yang bukan sebanyak 20 orang mahasiwa.Menurut Titiek Suparwati, berasal dari BIG. Eka Djunarsah, KoordinatorSekretaris Utama BIG, kondisi Lebih lanjut, Titiek Pelaksana Pendidikan Programsekarang ini tenaga surta masih menyampaikan bahwa tenaga D1 Surta, mengatakan bahwaterbatas. Sementara, usia surta ini ditujukan untuk pembiayaan untuk tahunkerjanya sudah di atas 15 tahun. pekerjaan observasi, pengukuran akademik 2014-2015 ini dibiayai“Kami ingin ada penambahan tanah, dan pemetaan. Termasuk oleh DIPA BIG, serta sebagiansekitar 2.000 tenaga surta yang juga, mereka dibutuhkan untuk ditanggung oleh mahasiswa.nantinya disebar di seluruh pengambilan dan pemindahan Rencananya pendidikan akanIndonesia,” katanya. data dari lapangan ke peta dilakukan di Kampus ITB diUntuk itu pula, BIG bersama maupun sebaliknya. Jatinangor dan Balai PendidikanInstitut Teknologi Bandung Optimisme terhadap program dan Pelatihan (Diklat) BIG(ITB), pada 15 Agustus 2014 ini akan semakin berkembang Cibinong. Adapun kriteria darimembuka program pendidikan disampaikan oleh Dekan Fakultas peserta adalah telah lulusDiploma Satu (D1). Acara yang Ilmu dan Teknologi Kebumian sekolah menengah atas ataubertajuk ‘Launching Pendidikan ITB, Eddy A. Subroto. “Memang sederajat, pegawai pemerintahProgram Diploma Satu Survei saat ini masih difokuskan pada yang menangani pekerjaandan Pemetaaan yang merupakan mahasiswa yang berasal dari pengukuran dan pemetaan dikerja sama antara BIG dan ITB lembaga dan pemerintahan lingkungan survei dan pemetaan,ini dibuka oleh Sekretaris Utama daerah. Ini karena kebutuhan serta pegawai swasta atauTitiek Supawarti sebagai upaya terhadap tenaga surta yang perseorangan yang terlibat dalamuntuk memenuhi kesenjangan mendesak,” katanya. Namun, pengukuran dan pemetaan dikebutuhan tenaga di bidang ini. ke depan, akan banyak bidang survei dan pemetaan.“Ini merupakan proses peminat yang berasal dari non- Rencananya, BIG akanpanjang, yang diawali oleh pemerintahan, sambung Edy. menyelenggarakan kerja samaBapak Budhy Andono Soenhadi, Dari sisi pengajar, saat ini dengan universitas lainnya sepertiSesma BIG periode 2010-2014,” sudah disiapkan dosen dari Universitas Gadjah Mada (UGM)ujarnya. Menurutnya, perjalanan Program Studi Teknik Geodesi dan Institut Teknologi Sepuluhini dimulai pada Maret 2011 dan, dan Geomatika Fakultas Ilmu Nopember (ITS) Surabayal22 Geospasial INDONESIA

. u p d aGt ee o Aplikasi Pemetaan Partisipatif Aplikasi pemetaan Mengajak Masyarakatpartisipatif memberi ruang kepada Berkontribusimasyarakat untuk terlibat dalam Nyata dalampembuatan peta. Diharapkan menjadilandmark perpetaan di Penyelenggaraan IGIndonesia.Kepala Bidang Penyebarluasan IG, Rizka Windiastuti menjelaskan tata cara penggunaanM Aplikasi Pemetaan Partisipatif disaksikan oleh Deputi IGD BIG, Dodi Sukmayadi.asyarakat perlu masyarakat umum untuk ikut Pengawasan dan Pengendalianmendapat akses memutakhirkan informasi Pembangunan (UKP4).yang lebih geospasial dasar BIG. Diharapkanbesar terhadap akan ada percepatan dalam hal Aplikasi Pemetaan Partisipatif diluncurkan oleh Deputi Bidangpemutakhiran pembuatan peta tertentu yang Informasi Geospasial Dasar,peta, Partisipasi dalam sifatnya tematik. Dodi Sukmayadi. “Aplikasi inipembuatan peta kini bisa Bertempat di Gedung dibangun sebagai bentuk nyatadilakukan oleh masyarakat. Mayapada Jakarta, BIG hasil kerja BIG untuk masyarakatPada 25 Agustus 2014, Badan meluncurkan Aplikasi dan negara, dimana BIG diberiInformasi Geospasial (BIG) Pemetaan Partisipatif (PMAP) mandat oleh Undang-Undangmelaksanakan soft launching bekerjasama dengan Badan untuk menyelenggarakan“Aplikasi Pemetaan Partisipatif”. Pengelola Reducing Emissions Informasi Geospasial termasukAplikasi yang sifatnya antar from Deforestation and Forest Pemetaan Partisipatif ini,”muka yang mudah digunakan Degradation (BP-REDD+) dan ungkap Dodi Sukmayadi.ini memberikan ruang kepada Unit Kerja Presiden Bidang Lebih jauh Dodi menjelaskan 23Geospasial INDONESIA

Geo.updatebahwa sampai saat ini, BIG BIG akan menyediakan server yang cukupsudah bekerja sama dengan untuk menampung semua informasi dariinstansi terkait lainnya dalam masyarakat, juga menjelaskan mengenai caramemberikan informasi akurat mempergunakan fitur yang tersaji pada situskepada masyarakat berkenaan tersebut. Ada banyak fitur yang memudahkandengan Informasi Geospasial. masyarakat awam bisa memanfaatkanSumbang saran dari masyarakatmengenai Informasi Geospasial layanan aplikasi ini.yang jujur sangat diperlukanBIG untuk memperbaiki dan penggunaan, dan tipologinya transparan dan melibatkanmelengkapinya. Deputi Bidang menjadi kekuatan baik sebagai partisipasi masyrakat dalamIGD BIG ini memberikan contoh awal membuat peta nasional menyukseskan Gerakan Oneinformasi geospasial yang karena ini cara termudah Map. Peluncuran aplikasi ini jugajujur misalnya bila di dalam yang bisa ditanyakan kepada menandai kerjasama strategisPeta Rupabumi Indonesia masyarakat setempat. Saat antara BIG dan BP REDD+.(RBI) belum tercatat ada suatu ini kita sedang dalam prosessungai yang diyakini masyarakat menyelesaikan satu peta untuk “Kami melihat partisipasisetempat ada, maka masyarakat semua, “One Map Policy”. masyarakat adalah salah satuyang mengetahuinya wajib kunci keberhasilan gerakanmelaporkan kepada BIG dan Dalam acara ini juga REDD+, sedangkan GerakanBIG akan melakukan verifikasi dijelaskan teknis Aplikasi One Map adalah pembangunanberdasarkan standar operasional Pemetaan Partisipatif oleh infrastruktur untuk kebutuhanprosedur yang disesuaikan Kepala Bidang Penyebarluasan tersebut,” terang Heru Prasetyo,dengan ilmu geografi. Informasi Geospasial BIG, Kepala BP REDD+. Rizka Windiastuti. Masyarakat Sementara itu Tjokorda dapat mengakses informasi Heru juga menjelaskanNirarta Samadhi atau akrab ini di alamat www.petakita. baseline yang kuat dandisapa dengan Koni, Deputi ina-sdi.or.id/pempar/ baik perencanaan tata ruang yangBidang Perencanaan Prioritas sebagai anggota atau sebagai tepat memastikan kebijakandan Evaluasi Penyerapan pengunjung biasa. Untuk publik dimana unsur keterbukaanAnggaran UKP4 yang hadir dalam pengunjung biasa, masyarakat membuat peta menjadi lebihacara ini, menyatakan bahwa hanya bisa melihat tampilan efektif untuk digunakan. AplikasiPemetaan Partisipatif ini menjadi display-nya saja dan akan pemetaan geospasial ini jugalandmark perpetaan di Indonesia. berbeda bila masyarakat masuk diharapkan dapat menarik“Pemerintah Indonesia bangga menjadi anggota dimana bisa masyarakat adat menggunakanbahwa akan memiliki fitur resmi memberikan sumbang saran aplikasi ini untuk pemetaanproduk pemerintah. Kerja sama mengenai Informasi Geospasial. wilayah adatnya.dari berbagai pihak sangatdiperlukan untuk memperkaya Rizka menyatakan bahwa BIG Masukan agak berbedafitur tersebut,” kata Koni. akan menyediakan server yang datang dari pihak lembaga cukup untuk menampung semua swadaya masyarakat (LSM), Koni menambahkan bahwa informasi dari masyarakat. Ia seperti diungkapkan olehtidak semua informasi yang juga menjelaskan mengenai Kasmita Widodo, Kepala Badanmasuk ke dalam Aplikasi cara mempergunakan fitur yang Registrasi Wilayah Adat (BRWA)Pemetaan Partisipatif akan tersaji pada situs tersebut, ada mengatakan, layer operasionalmenjadi rujukan peta nasional, banyak fitur yang memudahkan (informasi) yang disediakannamun diperlukan beberapa masyarakat awam bisa dalam aplikasi itu terbatas danverifikasi sehingga bisa memanfaatkan layanan aplikasi umum, seperti fasilitas jalan,menambah Informasi Geospasial ini. gedung atau nama daerah.Dasar yang perlu dimutakhirkan. Sedang peta wilayah masyarakatBIG bertugas membuat standar Aplikasi yang diluncurkan adat itu tematik yang berisioperasi prosedur supaya peta oleh BIG juga disambut baik informasi spesifik masing-nasional bisa terintegrasi. oleh Badan Pengelola REDD+. masing wilayah adat. Sehingga,Jaringan Kerja Pemetaan Aplikasi pemetaan partisipatif menurutnya, dilihat dari sisiPartisipatif (JKPP) sudah bekerja ini menunjukkan upaya yang masyarakat adat aplikasi petauntuk memberikan informasike BIG dan tugas BIG untukmengelola informasi tersebut. Toponim yang merupakanbahasan ilmiah tentangnama tempat, asal-usul, arti,24 Geospasial INDONESIA

. u p d aGt ee oyang di-launching oleh BIG ini memiliki akses lebih banyak lagi terlibat dalam memutakhirkanbelum dianggap menjawab dalam memberikan masukan informasi geospasial tentu sajakeperluan dari masyarakat adat. dalam peta tematik ini. “Sebab, harus mendapat ruang sesuai sampai saat ini belum ada yang kapasitas dan kemampuan yang Namun, Kasmita menyatakan menjadi wali data. Otomatis, peta dimiliki. Sebuah proses yangbahwa apa yang dilakukan wilayah adat belum ada yang masih berlangsung. Ke depandalam aplikasi pemetaan memverifikasi,” imbuhnya. proses ini diharapkan lebih baikpartispatif ini sudah merupakan lagilhal yang bagus. Hanya saja, ia Semangat yang munculjuga berharap bahwa lembaga dari Kasmita dan kelompokseperti BRWA dan LSM lain bisa masyarakat lainnya untuk ikutKasmita Widodo, Kepala Badan Registrasi Wilayah Adat Harus Ada Hubungan Komunitas dengan Wilayah BRWA adalah badan yang dibentuk berdasarkan surat keputusan Pengurus Besar Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (PB AMAN). Dalam pembentukannya, AMAN bekerjasama dengan Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif (JKPP) dan Forest Watch Indonesia (FWI).BRWA yang mempunyai verifikasi ke lapangan, tanya tersebut yang ditunjukkan dengan tugas pokok dan fungsi orang-orang di sana, serta penggunaan lahan, sejarah tempat, menerima pendaftaran diperiksa batasnya dan juga dan sebagainya. (registrasi) wilayah adat, koordinatnya,” kata Kasmita melakukan verifikasi Widodo. Namun, Kasmita saat Kalau BIG membuat aplikasi data wilayah adat, melakukan melihat peta BIG, ternyata belum yang mengadopsi komponen validasi metodologi pemetaan bisa untuk ditindaklanjuti lebih geospasial dasar, belum secara wilayah adat, mempublikasikan jauh. Isi peta yang ada, menurut keseluruhan dapat disebut peta (mengumumkan) peta wilayah dia baru batas luar saja. Aplikasi partisipatif oleh BRWA. “Menurut dan profil masyarakat adat, ini hanya mengadopsi sebagian, saya ke depan harus ada sistem menyediakan informasi misalnya nama tempat atau aplikatif yang memuat hal ini,” untuk proses pengakuan dan toponimi. Tapi informasi mengenai kata Kasmita. Ia merasa bahwa hal perlindungan masyarakat adat, penggunaan lahan, sejarah batas itu bukan ranahnya karena tidak dan menyediakan informasi untuk belum masuk. Ia mengakui bahwa termasuk wali data. Namun ia perencanaan dan tata ruang hal tersebut bukan kewenangan mengakui apa yang dilakukan BIG wilayah adat. BIG, karena itu (termasuk) sudah bagus. Tujuannya untuk Informasi Geospasial Tematik mengkonsolidasikan peta-peta yang dikelola oleh Instansi lain. BRWA sudah menyerahkan 2,4 yang ada. Peta yang masuk juta hektar (peta) ke BIG. Ini baru didaftarkan atau diregistrasi, Kasmita menilai kalau peta sebagian yang diserahkan. Di peta selanjutnya dilakukan verifikasi. partisipatif hanya dimaknai ini sudah menunjukkan komunitas BRWA selain menyediakan seperti itu akan kehilangan dan sudah ada sejarahnya, dan lain- informasi spasial juga peta sosial makna. Karena peta partisipatif lain. Kasmita berpendapat bahwa di termasuk sejarahnya. itu bukan hanya nama-nama peta partisipatif dapat ditampilkan “Dokumen yang masuk kami tempat, tapi juga menunjukkan klaim-klaim yang ada. Harus relasi komunitas dengan wilayah ada satu alat yang menampilkan resolusi konflik yang terjadil 25Geospasial INDONESIA

Geo.update BIG Hadir diHakteknas ke-19 Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Gusti Mohammad Hatta Peran pangan, energi, saat berkunjung ke stand BIG pada peringatan Hakteknas ke-19. dan air menjadi tema penting dalam itu pula, prospek dan penelitian 9-12 Agustus 2014. Pameran Hakteknas tahun ini. (riset) harus terus digali untuk Ritech 2014 ini terbagi dalam 3 BIG berpartisipasi mengatasi masalah tersebut. zona, yaitu Pangan, Energi dan hadirkan peran Air. Kegiatan ini dibuka oleh IG terkait tiga isu Pada Hakteknas yang ke- Menteri Riset dan Teknologi, tersebut. 19 ini diselenggarakan pula Gusti M. Hatta pada 9 Agustus Musyawarah Perencanaan 2014.Hari Kebangkitan Nasional Iptek, RITECH Expo, Nasional diperingati dan Seminar Iptek. Kegiatan Pada 11 Agustus 2014, setiap Tanggal 10 pendukung lainnya juga yang merupakan acara puncak, Agustus (Hakteknas). diselenggarakan di berbagai dibuka Wakil Presiden, Tahun 2014 merupakan daerah di Indonesia hingga Boediono. “RITECH expo ini kali ke-19 acara Hekteknas Desember 2014 mendatang. merupakan kegiatan yang digelar. Tema yang diangkat Selain itu, penggalangan kerja penting bagi putra-putri bangsa adalah \"Inovasi Pangan, Energi, sama di tingkat internasional yang fokus dalam penelitian, dan Air untuk Daya Saing juga turut serta memajukan riset- pengembangan, dan inovasi Bangsa\". sesuai arahan Presiden riset berkualitas melalui kegiatan teknologi. Apalagi dengan tema RI pada Hakteknas tahun lalu. ASEAN Science & Technology Hakteknas ke-19 ini tentang Indonesia diperkirakan Week (ASTW). Pangan, Energi dan Air, sangat pada 20 tahun mendatang cocok dengan kondisi Indonesia menghadapi masalah pangan, Hakteknas 2014 yang yang memiliki sumber daya energi, dan air. Apalagi diselenggarakan oleh alam yang luar biasa kaya,” pertumbuhan penduduk akan Kementerian Riset dan Teknologi kata Boediono. Dengan adanya semakin banyak, sehingga, isu didukung oleh Lembaga acara ini diharapkan sumber pangan, energi, dan air menjadi Pemerintah Non Kementerian daya alam tersebut dapat lebih kebutuhan yang mutlak. Untuk (LPNK) di bawah koordinasi dimaksimalkan pemanfaatannya Kemenristek termasuk Badan bagi kesejahteraan masyarakat. Informasi Geospasial (BIG), BPPT, BATAN, BAPETEN, BSN, LAPAN Pada acara Hakteknas dan LIPI. Salah satu acara yang ini pula, BIG menghadirkan didukung semua LPNK tersebut stand pameran yang terkait adalah Ritech Expo. Pelaksanaan dengan produk unggulan yaitu Ritech Expo diselenggarakan pangan, energi, dan air. Produk di Gedung II BPPT Jakarta pada unggulan BIG ditampilkan26 Geospasial INDONESIA

. u p d aGt ee o BIG Hadir pada ASEAN Science and Technology Week (ASTW) ASTW (ASEAN Science and Technology Week) merupakan flogship program dari ASEAN Committe on Science and Technology (ASEAN COST) yang dibentuk pada Tahun 1987, setelah Association of Southeast Asia Nations (ASEAN) pada Tahun 1967.pada semua zona tersebut,diantaranya pada Zona Panganditampilkan infografis PetaKetahanan Pangan. Pada ZonaAir disajikan Peta TerumbuKarang Indonesia dan Peta DAS,sedangkan pada Zona Energiditampilkan Peta Biomassa. GustiMuhammad Hatta, Menristek RI,berkesempatan mengunjungiKstan BIG. BIG menampilkan pula Peta egiatan ini merupakan pada acara tersebut.NKRI terbaru Edisi 2014, yang kerjasama antara Menteri Riset danmerupakan hasil kesepakatan Kementerian Riset danantar Kementerian/Lembaga Teknologi (Kemenristek) Teknologi (Menristek), Gustiterkait. Juga ditampilkan Aplikasi RI dengan Kementerian Mohammad Hatta, mengatakanIna-Geoportal pada stand Riset dan Teknologi dari Negara- bahwa Indonesia melaluikhusus BIG dan produk-produk Negara ASEAN. Salah satu dari Kementerian Riset dan Teknologilainnya. Selain pada stand-stand rangkaian kegiatan tersebut mendapatkan kehormatan untuktersebut, BIG juga menyajikan adalah kegiatan pameran yang menjadi tuan rumah Pesta IptekPeta NKRI, Peta Terumbu Karang diselenggarakan pada 22-25 ke-9 untuk Kawasan RegionalIndonesia dan Peta Mangrove Agustus 2014 di Lobby Utama ASEAN yaitu 9th ASEAN ScienceIndonesia yang ditampilkan Botani Square Mall Bogor. and Technology Week (ASTW)dengan backwall, yang banyak Pameran ini terdiri atas 30 beserta Komite Teknologi dandikunjungi peserta untuk berfoto booth yang diikuti oleh Negara- Ilmu Pengetahuan ASEAN ke-dengan latar belakang Produk Negara ASEAN dan beberapa 68 atau ASEAN COST (ASEANBIG tersebut, dimana hasil Negara lain di luar ASEAN seperti Committee on Science andfotonya di-share ke jaringan China, Jepang, dan Uni Eropa. Technology). Adapun agenda inisosial sehingga produk BIG lebih Badan Informasi Geospasial diadakan dua kali dalam setahun.dikenal oleh masyarakat luas. mendapatkan kesempatan untuk \"Pertemuan kali ini merupakan yang kedua, yang pertama kali turut mengisi stand pameran diselenggarakan pada April lalu 27Geospasial INDONESIA

Geo.updateCao Jianlian, Vice Minister of Science and Technology Tiongkok mengunjungi stand BIG yang memproduksi software dan hardware buatan anak negeri.di Singapura,” imbuh Gusti. datang, termasuk kepada para Tamu undangan yang Menteri Ristek Negara-Negara Dalam rangkaian Acara ASTW ASEAN. di Botani Square Bogor 22-25hadir kali ini adalah delegasi Agustus 2914, para Menteri dannegara setingkat Dirjen atau Tamu kehormatan yang Wakil Menteri Ristek Negara-Sekjen, Wakil Menteri seluruh antusias mengunjungi stand Negara ASEAN melaksanakanKementerian Ristek ASEAN BIG salah satunya adalah Cao konferensi. Pameran dibukayang terkait. Dalam acara kali Jianlian, Vice Minister of Science sepanjang ASTW berlangsung,ini para pengambil kebijakan and Technology Tiongkok. Cao dimana BIG turut meramaikantersebut akan merumuskan serta ingin mengetahui perkembangan pameran tersebut.mengevaluasi sembilan sub informasi geospasial di Indonesiakomite iptek yang terdiri dari khususnya dalam penggunaan Mengenai produk danBiotek, Energi, ICT, Marine, Space teknologinya, baik software teknologi, ada beberapa produkTechnology, Pangan, Sains, maupun hardware, apakah Tiongkok yang digunakan diSumber Daya Infrastruktur, dan ada produk dari Tiongkok Indonesia, salah satunya adalahMaterial Sciences. yang digunakan oleh BIG dan theodolit. Produk dan teknologi stakeholder di Indonesia serta dari Tiongkok, meskipun saat BIG mendapat kehormatan telah bekerja sama dengan ini sudah jarang digunakan, tapimengikuti pameran setingkat negara mana saja. diyakini akan berkembang pesatASEAN tersebut. Dalam pameran di masa depan.ini BIG memberikan berbagai Cao yang datang padainformasi kepada masyarakat 24 Agustus 2014 mendapat Dijelaskan lebih lanjut kepadaberkaitan dengan Informasi penjelasan tentang teknologi Cao, bahwa sampai saat ini, adaGeospasial (IG). Masyarakat yang digunakan oleh BIG. beberapa negara yang telahyang hadir dan mengunjungi Sebagaimana kita ketahui bekerja sama dengan Indonesiastand BIG terlihat antusias dan salah satu yang digunakan terkait informasi geospasial,semangat untuk mendapatkan oleh BIG adalah teknologi diantaranya Amerika Serikat,informasi. Para menteri dari ESRI dari Amerika Serikat. Perancis, Belanda, Denmark,luar negeri berkeliling ke stand- Bahwa stakeholder IG di dan masih banyak lagi. Tidakstand instansi yang mengikuti Indonesia sebagian besar menutup kemungkinan Tiongkokacara ASTW tersebut, salah masih menggunakan software dapat bekerja sama dengan BIGsatunya stand Badan Informasi dan hardware dari luar negeri, dalam hal penyelenggaraanGeospasial (BIG). contohnya adalah ArcGIS. Namun informasi geospasiall pemerintah melalui BIG sedang Pada pembukaan pameran, 22 berusaha mengembangkan Dalam pameran iniAgustus 2014, BIG yang diwakili software dan hardware dalam BIG memberikanoleh Kepala Bidang Penelitian negeri. Salah satu sarananyaBIG, Niendyawati, menjelaskan adalah dengan cara memberikan berbagai informasitentang tugas pokok dan fungsi insentif ke industri dalam negeri kepada masyarakatBIG kepada para tamu yang berkaitan dengan informasi geospasial (IG). Masyarakat yang hadir dan mengunjungi stand BIG terlihat antusias dan bersemangat untuk mendapatkan informasi.28 Geospasial INDONESIA

. u p d aGt ee o BIG Kembali TerimaApresiasi BhakesraBIG memberikan produk- BIG kembali memperoleh produknya berupa peta Penghargaan Bhakti dan buku informasi Kesejahteraan Rakyat geospasial terkait wilayah (Bhakesra) 2014 ekspedisi. Penghargaan dari Kementerian Bhakesra diberikan langsung Koordinator Bidang oleh Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Kesejahteraan Rakyat, Agung atas dukungannya pada Laksono kepada BIG yang diwakili kegiatan Ekspedisi oleh Kepala Biro Umum dan Bhakesra IV 2014. Keuangan, Tito Setiawan, pada Rabu, 8 Oktober 2014 di Jakarta. Perempuan dan Perlindungan keterbatasan dalam bidang Produk BIG yang mendukung Anak, BKKBN, Pemerintah pelayanan kesehatan, pendidikan, kegiatan Bhakesra ini diantaranya: Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten dan sarana prasarana. “Selain Peta NKRI Skala 1:5.000.000, Peta Halmahera Selatan, Kabuputen kegiatan sosial, Bhakesra juga Rupabumi Skala 1:50.000 dan Buton, PT. Sari Husada, Bank melakukan identifikasi potensi dan Peta Lingkungan Laut Nasional Indonesia, dan institusi lainnya. permasalahan pada pulau yang (LLN) skala 1:500.000 Wilayah dikunjungi untuk memberikan Buton, Sorong, Raja Ampat, P. Kegiatan Ekspedisi Bhakesra solusi dan pemecahannya,” Obi serta buku-buku terkait IG telah dilakukan sejak 2011, dengan demikian kata Menkokesra Agung Kelautan seperti IG Terumbu tujuan untuk meningkatkan Laksono. Karang Indonesia, Kekayaan Bahari kesejahteraan masyarakat di Terpendam, Wilayah Perbatasan pulau terpencil dan terdepan, Kegiatan Bhakesra IV 2014 dan sebagainya. Produk-produk melalui kegiatan terpadu dilaksanakan di tiga pulau yaitu tersebut dapat digunakan dari berbagai Kementerian/ Pulau Buton di Kabupaten Buton langsung untuk ekspedisi maupun Lembaga, BUMN, dunia usaha Sulawesi Tenggara, Pulau Obi di sebagai bahan sosialisasi kepada dan organisasi kemasyarakatan. Halmahera Selatan, dan Pulau masyarakat yang menjadi rute Sedangkan pelaksanaan Ekspedisi Waisai di Kabupaten Raja Ampat ekspedisi. Bhakesra IV 2014 menggunakan Provinsi Papua Barat. Kegiatan Selain BIG, penghargaan KRI-Banjarmasin, dimulai 6 - 28 yang dilakukan diantaranya ini juga diberikan kepada 44 Juni 2014 dengan rute Jakarta bantuan sosial dari berbagai Kementerian/Lembaga, Badan dan - Makassar - P. Buton - P.Obi- kementerian atau lembaga, Institusi yang dinilai terlibat dalam Sorong - Raja Ampat (P. Waigeo) dunia usaha, BUMN, organisasi mensukseskan kegiatan Bhakesra - Makassar - Jakarta. Kegiatan kemasyarakatan dan keagamaan. yang digagas oleh Kementerian Bhakesra 2014 sekaligus Bentuk kegiatan yang dilaksanakan Koodinator Bidang Kesejahteraan mendukung pelaksanaan Sail Raja berupa pasar murah, penyuluhan, Rakyat, diantaranya Kementerian Ampat Tahun 2014. pengobatan gratis, pelatihan PU, Kementerian Kesehatan, ketrampilan, hiburan, dan Kementerian Pemberdayaan “Kegiatan ini adalah wujud penukaran mata uang rupiah nyata pemerintah dalam menjalin yang sudah tidak layak edar. kemitraan dengan pihak luar dalam Bantuan sosial yang diberikan pada upaya mempercepat pembangunan Ekspedisi Bhakesra 2014 senilai wilayah terluar dan masih 120 milyar rupiah. tertinggal,” kata Agung Laksono dalam sambutannya. Keterlibatan Selain memberikan dukungan K/L dan institusi tersebut telah produk geospasial, BIG turut mampu memberikan kontribusi mendukung Bhakesra IV ini dalam dalam mempercepat pembangunan bentuk pameran yang dilaksanakan di daerah tertinggal, terluar dan di Sail Raja Ampat pada tanggal terpencil di wilayah Indonesia. 19 s/d 23 Agustus 2014 dengan menampilkan Produk-produk dari Pada umumnya wilayah BIGl terluar dan terpencil memiliki 29Geospasial INDONESIA

Geo.updatePelantikan Kepala BIGAgar Peta Menjadi PendukungPembangunan Priyadi Kardono saat dilantik menjadi Kepala BIG. untuk mendukung kebijakan pemerintah RI, sesuai amanatKebijakan satu peta yang sudah ada, diharapkan Presiden Republik Indonesia Jokomenjadi solusi pembangunan nasional. Selain itu, Widodo, dalam pengembanganpeta juga menjadi pendukung dalam kebijakan kemaritiman. Terkait denganPemerintahan Jokowi-JK terkait pengembangan isu kemaritiman ini, Jokowisemua bidang pembangunan salah satunya mengungkapkan rencanaKkemaritiman. pengembangan di bidang tol laut. epala BIG yang baru, Nasir lagi. Semua itu, untuk “Informasi Geospasial di bidang Priyadi Kardono, yang menghasilkan Informasi laut ini akan menjadi pendukung belum lama ini dilantik Geospasial yang lebih baik lagi. utama dalam pembangunaan tol menggantikan Kepala BIG laut,” katanya. sebelumnya Asep Karsidi Ditambahkan M. Nasir, peran oleh Menteri Riset, Teknologi, Kepala BIG harus mendukung Mengenai kebijakan pengadaan dan Pendidikan Tinggi, M. Nasir, kebijakan kementerian yang tol laut ini, Priyadi Kardono memiliki tugas yang tidak ringan. membutuhkan peta, terkait menyampaikan bahwa kesiapan Hal ini disampaikan dalam dengan pengambilan keputusan. BIG dalam menyiapkan peta. sambutan pelantikan Priyadi “BIG bisa menyajikan data “Waktu itu kita masih Bakosurtanal Kardono, di Aula BIG, 2 Desember yang dapat digunakan dalam ada proyek Marine Resource 2014, bahwa Kepala BIG memiliki pengambilan keputusan serta, Evaluation and Planning (MREP), peran sebagai pelayan, yang membagipakaikan kepada pihak- salah satu tujuannya adalah harus menyatukan seluruh stake pihak lain,” ujarnya. inventarisasi sumber daya laut yang holder yang ada. Acara yang dangkal dan pesisir juga,” kata dihadiri pejabat dan karyawan BIG Peran Kepala BIG juga, Priyadi. ini, serta Kepala Lembaga Ilmu menurut M. Nasir, harus mampu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menciptakan good governance Rupanya, menurut Priyadi, Iskandar Zulkarnaen, dan Kepala di lingkungan BIG. Terkait tata pembuatan peta itu bisa Badan Tenaga Nuklir Nasional kelola yang baik itu, M. Nasir dimanfaatkan untuk kepentingan Djarot Wisnubroto. “(Kepala BIG menjelaskan bahwa Kepala dukungan terhadap kebijakan -red) memiliki tanggungjawab BIG harus mampu menciptakan Presiden RI Joko Widodo di bidang untuk mengkordinasikan unit transparansi, fairness, kemaritiman ini. Data itu sudah di lingkungan BIG,” kata M. accountability, dan responsibility. terkumpul dan bisa dibuka kembali. M. Nasir juga menyampaikan Memang, dalam penyediaanya, bahwa pentingnya BIG data geospasial di laut tidak seperti di daratan. Laut di antaranya memiliki kondisi yang dinamis, karena dipengaruhi oleh empat musim. Tentu ini berbeda dengan di daratan. Selain itu, kebutuhan terhadap anggaran memang tidak sedikit “Kita bisa bekerjasama dengan lembaga lain, seperti BPPT”, katanya. Tidak itu saja, Priyadi juga ingin mengembangan kebijakan satu peta (one map policy) ke arah lebih baik. Harapannya, peta bisa menjadi solusi untuk berbagai masalah seperti soal perijinan, perbatasan, serta konflik yang timbul dari tidak jelasnya batasl30 Geospasial INDONESIA

.Geo albumKuliah Umum Dr. Asep Karsidi, MSc Penerapan Teknologi IG di Indonesiadi Universitas Tanjungpura Didukung teknologi informasi yang sangatKepala Badan Informasi Geospasial (BIG), Asep pesat, Teknologi Informasi Geospasial dapat Karsidi memberikan kuliah umum di hadapan mendorong terlaksananya efektivitas dan efisiensi80 mahasiswa Teknik Informatika Universitas anggaran negara. Ini terwujud dalam “KebijakanTanjungpura (Untan), Pontianak, Kalimantan Barat. Satu Peta” dimana peta dasar tak perlu dibuat olehAcara yang berlangsung pada 26 Agustus 2014 masing-masing Kementerian/Lembaga karenaini disambut antusias oleh para mahasiswa. Asep sudah disediakan oleh BIG. Demikian disampaikanKarsidi dalam kuliahnya menyatakan bahwa seiring oleh Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG),dengan perkembangan teknologi informasi dan Asep Karsidi pada makalah kunci dengan judulkomunikasi, penggunaan peta cetak telah mulai “Status Terkini Teknologi Informasi Geospasialditinggalkan, para pengguna telah beralih ke peta di Indonesia” pada Lokakarya Nasional dengandigital berbasis komputer dan internet. Disinilah tema “Kemajuan Teknologi Informasi Geospasialperan para mahasiswa teknologi informatika untuk dan Penerapannya di Indonesia dalam Mendorongmeningkatkan dan menambah wawasan di bidang Efektivitas dan Efisiensi Penggunaan Anggaransistem informasi geografis (geographic information Negara” pada Selasa, 9 September 2014 di Ruangsystem)l Auditorium Gedung BPPT JakartalPeningkatan Kerja Sama BIG dan Polri Delegasi BIG Hadiri Symposium on Application of Geoinformation TechnologyNota Kesepahaman antara Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) dengan Symposium on Application of GeoinformationBadan Informasi Geospasial (BIG) yang telah Technology sekaligus 54th Council Meetingditandatangani 21 April 2014 lalu, akan of ASEAN Federation of Land Surveying andditindaklanjuti dengan kerja sama yang lebih Geomatics digelar di Nanchang, Republik Rakyatdetil. Dalam rangka penyusunan Pedoman Kerja Tiongkok. BIG mengirimkan delegasinya yangSama, Polri mengundang BIG untuk memberikan diwakili oleh Fajar Triady Mugiarto, dari Pusatmateri kepada Tim Pokja Polri untuk memperdalam Pemetaan Kelautan dan Lingkungan Pantai.pemahaman tentang Informasi Geospasial Acara yang berlangsung pada 24-28 OktoberSehubungan dengan hal tersebut, pada Selasa, 2 2014 di Nanchang, Republik Rakyat Tiongkok iniSeptember 2014, Kepala Pusat Penelitian, Promosi dibuka oleh oleh Peng Linghua, Vice Presidentdan Kerja Sama (Kapus PPKS) BIG, F. Wahyutomo Jiangxi Association for Science and Technology.mewakili BIG sebagai narasumber di Mabes Polri Materi utama pada simposium ini bertemakanJakarta. Diharapkan nantinya seluruh jajaran Polri pembangunan teknologi geoinformasi di Tiongkok,menjadikan IG sebagai rujukan dalam menangani yang disampaikan oleh Prof. Liu Hui dari Chinesekonflik yang terjadi di masyarakatl University of Hong Kongl 31Geospasial INDONESIA

.Geo albumMerencanakan Masa Depan dengan IG Bhumandala Award untuk Pemkot LubuklinggauMasa depan sebuah kota/wilayah perlu dikelola Pada Tahun 2013-2014 Pemkot Lubuklinggau, dengan baik dan dengan memanfaatkan berpartisipasi aktif dalam penyelenggaraansumberdaya lokal secara arif. Dalam rangka pemetaan dasar dengan skala 1:1.000. Atasmengantisipasi masa depan inilah, maka partisipasi aktifnya Jumat, 26 September 2014dilaksanakan suatu program untuk menciptakan memperoleh penghargaan Bhumandala Awardsebuah kota hijau dan inovatif yang berkelanjutan dari BIG. Penganugerahan Bhumandala Awardyang disebut Ina-GRES. Kegiatan berupa lokakarya diserahkan oleh Kepala Pusat Penelitian,ini diprakarsai oleh BIG bekerja sama dengan Promosi dan Kerja Sama, F. Wahyutomo mewakiliUI dan Kementerian Pekerjaan Umum dengan Kepala BIG kepada Pemkot Lubuklinggau yangtema Pembangunan Kota/Kabupaten Hijau dan diterima oleh Wakil Walikota Lubuk Linggau,Berketahanan Berbasis Data dan IG (Indonesian Sulaiman Kohar. Acara penganugerahan ini jugaGreen and Resilient Cities-Ina-GRES)\" lokakarya dibarengi dengan Penandatanganan MoU antarayang diselenggarakan pada Selasa, 16 September BIG dengan Pemerintah Kota Lubuklinggau2014. dihadiri 45 peserta yang merupakan mengenai Penyelenggaraan, Pengembangan,stakeholder dari data dan IG dari kementerian, Pemanfaatan Data dan Informasi Geospasial diuniversitas dan daerah terpilihl Kota LubuklinggaulKonsultasi DPRD Bitung ke BIG MoU antara BIG dengan DPD RIKota Bitung ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Daerah Khusus (KEK) oleh Presiden RI pada 16 Mei 2014 (DPD) RI, Sudarsono Hardjosoekarto berharapberdasarkan Peraturan Pemerintah No. 32 Tahun anggota DPD terpilih periode 2014-2019 akan2014 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Bitung. diberikan pelatihan mengenai Pusat Data SumberPemerintah Kota Bitung mempersiapkan berbagai Daya Alam (SDA). Pelatihan ini dilakukan sebelumperencanaan pembangunannya agar dapat pelantikan pada 1 Oktober 2014 menyusul telahmemberikan dampak positif bagi perekonomian dilakukannya kerja sama dengan BIG. “Jadinasional. Kesemuanya itu berhubungan dengan nanti orientasi anggota baru akhir Agustus danIG terutama Penataan Ruang Wilayahnya. Pada akhir September dengan materi tentang pusatSelasa,7 Oktober 2014, sebanyak 12 anggota DPRD data sumber daya alam akan jadi materi pentingKota Bitung yang dipimpin oleh Ketua Kelompok agar nanti anggota baru dapat memahami tugasKerja (Pokja) 3, Superman B. Gumelung melakukan berkaitan pusat data sumber daya alam,” ujarkonsultasi tentang peta rupabumi daerahnya Sudarsono. Ia menjelaskan, MoU ini akan segerake Badan Informasi Geospasial (BIG) untuk ditindaklanjuti secara teknis termasuk penyiapanmendukung tata ruang wilayahnya terkait KEKl infstrukturl32 Geospasial INDONESIA


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook