NEWS LETTER Edisi Agustus 2021 Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan mengadakan lepas sambut Dewan Pengawas periode 2021-2026 dan Silaturahmi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76. Acara berlangsung di Auditorium dr. Soepandi Moekajin, Sp.P serta virtual melalui zoom bagi pegawai, Selasa (24/8/2021). Sambutan dan pembuka oleh Plt. Direktur Utama RSUP Persahabatan dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH. Dalam sambutannya Plt Direktur RSUP Persahabatan menyampaikan,” Mudah- mudahan Dewan Pengawas Baru bisa memberikan peningkatan yang telah dikerjakan oleh Dewan Pengawas yang lama. Saya sebagai Plt Dirut mewakili Direksi meberikan penghargaan ucapak terima kasih kepada seluruh Civitas Hospitalia RSUP Persahabatan yang sampai hari ini telah melaksanakan tugas berat kita yaitu sebagai Rumah Sakit Covid-19. RSUP Persahabatan tercatat sebagai salah satu Rumah Sakit REDAKSI yang telah memberikan kontribusi besar untuk penanggulangan Covid 19 dan kita ikut Redaktur bangga dan senang karena kasus Covid-19 sudah semakin menurun. Kita ikut senang dr. Agung Heri Wahyudi, Sp. BS dan berbangga artinya Civitas Hospitalia RSUP Persahabatan tercatat sebagai Rumah Eryuniyanti, S.Sos Sakit yang benar-benar telah memberikan pengabdiannya yang tinggi”. Editor & Grafis Layout Lanjut Plt Dirut mengatakan,”Sesuai dengan arahan Kementerian Kesehatan RSUP Ifa Nurul Utami,S.Sos Nur Indah Prihatini Kelean Persahabatan harus menjadi salah satu Rumah Sakit terbaik milik Kementerian Fotografer Kesehatan di tingkat Asia Tenggara sesuai dengan unggulannya yaitu respirasi dan Fidhyantoro, S.Sos harus ditunjukkan di tingkat Asia Pasifik itu harapan Menteri Kesehatan. Tentu saja Zulfikar Amd semua ini harus unggul di pelayanan, unggul di penelitian, dan unggul di kapasitas Nanda Rica Iriani, Amd Achmad Tanto Setiadi, S.Ikom Sumber Daya Manusia”. Roro Rizqi Sriwulandari, S.Ikom Berikut nama Dewan Pengawas baru periode 2021-2026: Novani Egi Pratomo, Amd Ketua: dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid Kritik dan Saran ditujukan ke : Anggota: 1.Prof. Djoko Santoso, dr., Sp. PD., KGH, Ph.D,FINASIM Bagian HUKORMAS 2. Andreano Erwin, S.H RSUP Persahabatan Jl. Persahabatan Raya No. 1 3. Mulia Panusunan Nasution Rawamangun, Jakarta Timur 13230 4. Anita Iskandar Call Center : (021) 4786 9945 Acara Lepas Sambut Dewan Pengawas dan Silaturahmi Kemerdekaan Republik Telp : Indonesia ke-76 RSUP Persahabatan dimeriahkan oleh Idol RSUP Persahabatan dan (021) 4891708 ext 605 Uya Kuya Family. Fax : (021) 4751741 Penyerahan penghargaan Purnabakti RSUP Persahabatan kepada: Email : 1. dr Prijanti Soepandi, Sp.P [email protected] 2. dr. Mohammad Ali Toha, MARS Website : www.rsuppersahabatan.co.id 3. Sudiono, ST 4. Mimi Maryanu, S.Kep 5. Meriapul Damanik www.rsuppersahabatan.co.id Rsup Persahabatan rs_persahabatan rs_persahabatan RSUP Persahabatan 1
Smart Hospital Telemedicine Untuk meningkatkan pelayanan di RSUP Persahabatan di masa pandemi Covid-19,banyak terjadi perubahan bentuk pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan.Dengan ini Kelompok Substansi Pelayanan Medik dan Kelompok Substansi Pendidikan dan Penelitian mengadakan Webinar Smart Hospital Telemedicine melalui live zoom, Kamis (26/8/2021).Sambutan dan pembukaan oleh Plt. Direktur Utama RSUP Persahabatan dr. Mohammad Syahril, Sp.P., MPH. Narasumber pada acara ini adalah Sundoyo, SH,MKM,M.Hum dari Kepala Biro Hukor Kementerian Kesehatan dengan materi yang disampaikan Pedoman Pelayanan Kesehatan Melalui Telemedicine Pada Masa Pandemi COVID-19. Materi selanjutnya disampaikan oleh Anis Fuad, DEA (Pakar IT dari Universitas Gajah Mada) dengan tema Rumah Sakit dan Fasilitas Telemedicine dalam Mendukung Pelayanan Kesehatan. Telemedicine adalah pemberian pelayanan kesehatan jarak jauh oleh profesional kesehatan dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi, meliputi pertukaran informasi diagnosis, pengobatan, pencegahan penyakit dan cedera, penelitian dan evaluasi, dan pendidikan berkelanjutan penyedia layanan kesehatan untuk kepentingan peningkatan kesehatan individu dan masyarakat. Pelayanan Telemedicine Antar Fasilitas Pelayanan Kesehatan, yang selanjutnya disebut Pelayanan Telemedicine adalah Telemedicine yang dilaksanakan antara fasilitas pelayanan kesehatan satu dengan fasilitas pelayanan kesehatan yang lain berupa konsultasi untuk menegakkan diagnosis, terapi, dan/atau pencegahan penyakit. RSUP Persahabatan adalah Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang selanjutnya disebut Fasyankes adalah suatu alat dan/atau tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan baik promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif sebagai rumah sakit vertikal kementrian kesehatan. Fasyankes Pemberi Konsultasi adalah Fasyankes yang menerima permintaan dan memberikan pelayanan konsultasi Telemedicine. Sejak bulan Juli 2020 RSUP Persahabatan telah membuka pelayanan telemedicine di Instalasi Griya Puspa. Awal pelaksanaan telemedicine dengan pelayanan telemedicine 5 KSM yaitu ;PenyakitDalam, Paru, Anak, Saraf dan Jiwa. Semakin mengembangkan pelayananan kini banyak KSM lain yang bergabung memberikan jadwal pelayanan telemedicine. Data laporan kunjungan telemedicine kian bertambah seiring dengan kebutuhan pasien akan perlunya telekonsultasi jarak jauh. Yang berkonsep aman, konsultasiprivat, tanpa pasien harus pergi ke rumahsakit, sebagai bentuk pencegahanmatarantai. Tentunya ada kepuasan pasien dalam mendapatkan telekonsultasi yang aman. Pelayanan telemedicine tentunya, masih perlu dikembangkan dengan mengikuti perkembangan teknologi. Media telekonsultasi saat ini menggunakan media aplikasi Zoom meeting, dengan durasi konsul 10 menit, dengan kemampuan dokter yang mendapatkan informasi anamnesa langsung oleh pasien, meski terbatas dalam melakukan pemeriksaan fisik sehingga dokter mampu membuat diangnosa dan perencanaan terapi serta pemeriksaan penunjang selanjutnya. Dalam pelayanan Telemedicine market kebutuhan pasien dapat dari seluruh nusantara tidak tertutup hanya di lokal satu wilayah. Hal ini yang membuat adanya kendala dalam pengiriman obat untuk pasien telemedicine, maka ini menjadi kendala hal yang perlu di evaluasi dan dicarikansolusiselanjutnya. Untukmencariinformasi dan solusidari kendala tersebut perlu adanya pelatihan berupa webinar internal untuk memaksimalkan kembali pelayanan telemedicine denganmengundang narasumber eksternal dari kementrian kesehatan, dari pakar hukum, pakar Informasi dan teknologi dengan tujuan meningkatkan pelayanan telemedicine menjadi lebih baik lagi, sehingga dapat menambah revenewcenter pemasukan kunjungan pelayanan di RSUP Persahabatan. 2
Pelatihan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Dengan APAR di RSUP Persahabatan Instalasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja mengadakan pelatihan pencegahan dan penanggulangan kebakaran dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) diRumah Sakit Umum Pusat Persahabatan, Rabu (25/8/2021). Acara dibuka oleh Direktur Perencanaan Organisasi dan Umum dr. Yudha Tristanto, M.Kes. Penerapan kesehatan dan keselamatan kerja bagi rumah sakit yang di lakukan secara pofesional dan komitmen yang tinggi akan memberikan kenyamanan dan keamanan bagi setiap orang yang berada dilingkungan rumah sakit tersebut, baik pasien, keluarga terutama pegawai itu sendiri. Disamping perlindungan orang maka penting juga dilakukan perlindungan keselamatan terhadap sarana dan prasarana sebagai penunjang dalam berjalannya roda pelayanan di rumah sakit. Perlindungan itu wajib dilakukan agar semua terhindar dari berbagai macam bencana yang terjadi di rumah sakit, khususnya dalam melindungi dan menghindari dari bencana kebakaran yang terjadi di rumah sakit. Sebagaimana kita ketahui bahwa kebakaran merupakan salah satu ancaman yang berbahaya dan dapat mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi sebuah rumah sakit bahkan berakibat korban jiwa jika kita tidak melakukan upaya yang tepat dalam mencegah kebakaran. Untuk itu dalam rangka menghindari dan upaya pencegahan kebakaran maka perlu dilakukan pemahaman dan pengetahuan serta kemampuan dalam mencegah terjadinya kebakaran dan pengendalian serta pemadaman api apabila terjadi kebakaran. Pelatihan ini dibagi 3 gelombang, masing-masing gelombang diberikan waktu 1 jam teori dan praktek, lokasi langsung diarea terbuka yaitu lapangan depan gedung PSR / Rumah Singgah, ini perlu dilakukan dalam rangka menerapkan Prosedur Kesehatan (Prokes) Covid-19, diantaranya mengurangi kerumunan dalam mencegah penularan covid-19, selain peserta juga tetap menerapakn prokes lain seperti memakai masker dan cuci tangan. Maksud dari program Pelatihan ini adalah untuk memberikan penjelasan dan pemahaman kepada seluruh peserta yang terlibat dalam pencegahan dan pengendalian dalam bentuk simulasi apabila terjadi kebakaran. Secara garis besar tujuan program ini diantaranya setelah pelatihan dilaksanakan diharapkan peserta mampu:Memahami pencegahan dalam menghindari terjadinya kebakaan,Memahami dan menguasai dasar- dasar Keselamatan Kebakaran serta Memahami dan mampu mengedalikan apabila terjadi kebakaran.tas sehari- hari tanpa adanya keluhan, berat badan stabil, tidak adanya nyeri dada/ batuk, dapat tidur dengan satu bantal. 3
Artikel Kesehatan Menyusui Di Saat Pandemi Covid-19, Amankah? Oleh dr. Jully Neily Kasie, Sp.A Pemberian air susu ibu ( ASI) pada anak dapat memberikan kecukupan dan kelengkapan nutrisinya serta juga memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit. Namun hal ini menjadi dilema bagi para ibu di tengah pandemi, karena ibu menyusui adalah kelompok yang rentan terhadap virus COVID-19. ASI kandungan nutrisi yang sangat lengkap makanan yang terbaik buat bayi dari usia 0 sampai 6 bulan, sangat diharapkan kepada ibu hanya memberikan ASI saja di usia tersebut karena di dalam ASI ini kandungan nutrisinya sudah lengkap tidak perlu diberikan tambahan apapun juga, ASI mengandung karbohidrat, protein, lemak dan vitamin , mineral dan juga mengandung anti bodi/ zat kekebalan tubuh yang dapat melawan berbagai macam penyakit. Pentingnya ASI untuk Bayi, Pada Masa Pandemi COVID-19: • Menyusui sangat bermanfaat bagi kesehatan dan kelangsungan hidup anak. • Efek Perlindungan ASI sangat kuat dalam melawan infeksi penyakit melalui peningkatan daya tahan tubuh anak. • Sampai saat ini, belum ada bukti penularan COVID-19 secara langsung dari ibu ke anak melalui Air Susu Ibu (ASI) • Ibu harus tetap mempraktikkan prosedur pencegahan penularan infeksi dari ibu ke anak. Isolasi Mandiri Pada Masa Pandemi COVID-19: 1. Ibu sehat, Ibu Kontak erat, Ibu Kasus Konfirmasi Tanpa Gejala dapat menyusui secara langsung dengan tetap mempraktikkan prosedur pencegahan penularan infeksi. 2. Ibu Kontak erat dengan gejala penyakit yang semakin parah/berat atau Kasus Konfirmasi Tanpa Gejala yang mulai menunjukan gejala. - Ibu disarankan tidak menyusui secara langsung - Pemberian ASI menggunakan ASI perah - Ibu segera melaporkan perkembangan kondisi kesehatannya kepada nakes atau puskesmas setempat 3. Ibu yang mengalami kesulitan dalam menyusui dapat menghubungi tenaga kesehatan di puskesmas setempat melalui media komunikasi yang ada (whatsapp, telephone, dan lain-lain) untuk mendapatkan bantuan. Bila Ibu Tidak Kuat Menyusui Berikan ASI Perah (ASIP): • Perhatikan kebersihan saat memerah • Gunakan cangkir bermulut lebar untuk memberikan ASIP pada bayi • Gunakan wadah dengan tutup untuk menyimpan ASI perah Ibu dengan COVID-19 dapat menyusui jika mereka menginginkannya: • Memakai masker saat menyusui dan merawat bayi • Mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah memegang bayi • Membersihkan dan mendisinfeksi permukaan dan benda yang sering disentuh ibu dan bayi Ibu yang sedang menjalani isolasi mandiri boleh memberikan ASI untuk bayinya, dengan cara: • Menyusui langsung • Memberi ASI perah segar atau beku Ibu yang sedang menjalani isolasi mandiri boleh melakukan kontak kulit dengan bayi, setelah mencuci tangan dan membersihkan area kulit yang bersentuhan dengan bayi, serta tetap menggunakan masker selama merawat bayi. Sumber: 4 https://www.animasi menyusui dimasa pandemic covid amankah Siaran radio kesehatan Kemenkes RI 3 Agustus 2021
Info Publik 5
Search
Read the Text Version
- 1 - 5
Pages: