Dr. Nina Permata Sari, S.Psi., M.Pd | Dr. Novitawati, S.Psi., M.Pd Hendro Yulius Suryo Putro, S.Pd.,M.Psi
PENDAHULUAN Layanan bimbingan dan konseling bagi anak usia dini sangatlah penting dan dibutuhkan, sesuai dengan Permendiknas No. 22 tahun 2006 mengenai standar isi satuan Pendidikan dasar dan menengah bahwa layanan bimbingan dan konseling kepada peserta didik untuk dapat mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat dan minat, membantu peserta didik pada permasalahan pribadi, kehidupan sosial, belajar dan karir serta memfasilitasi dan dilaksanakan oleh para guru bimbingan dan konseling. Sehingga kreativitas guru BK Bersama-sama dengan guru PAUD sangat lah diperlukan untuk memilih media yang dapat digunakan untuk menunjang aspek perkembangan pada anak usia dini, dalam hal ini yg menjadi focus dalam layanan konseling pada buku media gambar ini adalah pada bidang sosial. Alasan dasar dari pemilihan para penulis menggunakan media gambar adalah bahwa ada empat fungsi yang bisa diperoleh guru dan peserta didik (Batubara, Hamdan Husein, 2020) :
1. Fungsi atensi: Mampu menarik perhatian dan mengarahkan konsentrasi peserta untuk focus pada tema pembelajaran yang kemudian dikaitkan pada makna visual/ gambar yang ditunjukkan oleh guru. 2. Fungsi afektif: Peserta didik akan lebih bersemangat dan bergembira melihat gambar yang ditampilkan oleh guru dan membaca teks yang ada dalam gambar. 3. Fungsi kognitif: Dari beberapa hasil temuan riset mengemukakan bahwa gambar atau visual mampu memperlancar tujuan dari pembelajaran agar peserta didik menjadi lebih mudah memahami dan mengingat informasi yang terkandung dalam gambar. 4. Fungsi kompensatoris: Membantu peserta didik yang rendah pada kemampuan literasi sehingga membantu mereka menjadi lebih mudah memahami teks tulisan dengan mengaitkannya pada gambar, mengorganisasikan informasi pada media gambar, teks serta mengingatnya Kembali. Perkembangan sosial anak akan sangat membantu anak tumbuh dan ber kembang kelak menjadi pribadi yang
tangguh, positif serta bahagia. Hal ini tentunya perlu penerimaan lingkungan serta pengalaman pengalaman positif lain selama melakukan aktivitas sosial saat usai dini menjadi dasar yang sangat penting untuk kehidupan sukses dan menyenangkan dimasa yang akan datang, dengan kata lain pengalaman anak dimasa kanak-kanak akan mereka petik buahnya ketika ia dewasa kelak. Saat ini banyak sekali kita temui permasalahan sosial pada anak usia dini, apabila masalah ini tidak segera diatasi maka akan berlanjut saat anak tumbuh menjadi besar dan akan mempengaruhi pada perkembangan sosial anak selanjutnya seperti anak-anak akan merasa berbeda, konflik dengan orang lain, dan sulit menerima lingkungannya. Buku media gambar untuk layanan konseling bidang sosial pada anak usia dini ini penulis persiapkan bagi guru, konselor anak dan orang tua dalam melakukan langkah preventif pada permasalahan sosial untuk penanaman nilai karakter pada anak usai dini seperti: berbagi, Kerjasama, percaya diri, sikap sabar, kemandirian, sikap jujur, tangung jawab, hidup sehat, toleransi dan empati.
Perlu bagi guru paud, guru BK, psikolog anak, praktisi pendidikan dan orang tua untuk memahami bentuk-bentuk permasalahan sosial yang umumnya dimiliki anak, untuk kemudaian mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan masalah anak. Setelah itu baru kita tentukan cerita mana yang dapat kita pergunakan sebagai media yang tepat dalam melakukan explorasi terhadap permasalahan sosial anak. Selain itu beberapa hal yang perlu dilakukan bagi guru, konselor dan orang tua sebelum menggunakan media ini adalah: 1. Menciptakan hubungan baik dengan anak 2. Mengusai cerita 3. Mampu mengembangkan isi cerita dengan sederhana 4. Mendengarkan dengan sepenuh hati 5. Mengenali persoalan anak 6. Memiliki kemampuan dalam bercerita 7. Mampu menjadi fasilitator bagi anak untuk berdiskusi membahas permasalahan yang terdapat dalam cerita 8. Berempati terhadap anak 9. Menjadi pendengar yang baik bagi anak
10. Jangan menghakimi anak tanpa mendengar penjelasan terlebih dahulu 11. Memberikan penguatan terhadap hal hal positif yang diambil dari hasil diskusi setelah mendengarkan cerita Khusus bagi orang tua tentunya tidak mudah mengajak anak untuk duduk diam dan bercerita. Untuk itu perlu diperhatikan rasa aman serta kenyamanan situasi yang perlu diperhatikan seperti: 1. Ketika sedang bersantai, orang tua dan anak dapat mencobalah membuka percakapan yang menarik dengan anak, menanyakan kegiatan apa saja yang dilakukan anak selama di sekolah dan ketika bermain kemudian menwarkan anak untuk bagaimana apabila kita bercerita. 2. Ketika anak sedang bersantai di kamar cobalah menemani sambil menanyakan masalah pribadi anak, dengan bersikap seolah menjadi sahabat yang siap mendengar keluh kesah anak.
DAFTAR ISI
Tanggung jawab Di hari yang sibuk saat kegiatan di kelas Edo menemukan mesin vacum cleaner. Dia pun meraih dan menggunakan alat itu, lalu apa yang terjadi tak lama Edo memakainya terdengar suara, nguungg….ngiiiikkk…ngiiikkkk…. dan benar saja alat vakum cleaner itu rusak. Edo pun berlari kearah ibu guru dan memberitahu bahwa alat pembersih rusak. Bu guru menduga bahwa alat vacum cleaner di pakai mainan Edo. Karena rasa tanggung jawab Edo pun berusaha memperbaiki vacum cleaner tersebut. Tetapi apa yang terjadi, alat pembersih itu semakin rusak berantakan. Edo pun tak putus asa, demi rasa tanggung jawabnya Dia membawa vacum cleaner itu ke tukang servis yang kebetulan di kenalnya, pak Toni namanya, dengan berusaha keras Edo meminta tolong ke pak Toni untuk memperbaiki Vacum cleaner yang rusak ditangannya. Edo merengek karena toko pak Toni kebetulan akan tutup. Usaha kerasnya tak sia-sia, Pak Toni pun memperbaiki mesin itu dan akhirnya vacum cleane dapat
digunakan kembali. Edo pun sangat senang dan bersyukur karena vakum cleaner yang di rusaknya kini dapat berfungsi lagi.
Kerjasama Siang itu sepulang sekolah Dafi datang kerumah Ayas untuk mengajak bermain. Namun ibu berpesan kepada Ayas untuk membersihkan rumah terlebih dahulu karena nanti sore ada acara arisan. Dafi yang mendengar pesan ibu Ayas pun bersedia membantu Ayas memberiskan rumah agar mereka bisa cepat pergi bermain. Mereka berdua pun saling bekerjasama membereskan rumah. Karena kegiatan membersikan rumah dilakukan bersama-sama pekerjaan pun menjadi cepat selesai. Tidak butuh waktu lama rumah Ayas menjadi bersih dan rapi, Ibu pun senang melihatnya. Ayas mengatakan bahwa pekerjaan membersihkan rumah Ia lakukan bersama-sama dengan Dafi. Akhirnya mereka berdua bisa pergi bermain.
Jujur Di Akhir pembelajaran di kelas Bapak guru memberi tugas kepada para muridnya. Pak guru berharap murid- murid dapat mengerjakan tugas dengan baik dan jujur. Murid-murid menyambut dengan penuh antusias, namun tidak dengan Lani. Lani merasa tugas yang diberikan pak guru susah. Bahkan Lani meminta tolong kakaknya untuk membantu mengerjakan tugas sekolah. Tapi sayangnya kakak Lani tidak bisa membantunya mengerjakan tugas sekolah Lani. Di tengah kegalauan yang mendera Lani, secara tak sengaja Denis datang menyapa dan menanyakan tugas sekolah yang diberikan pak guru. Ternyata Lani belum menyelesaikan tugas tersebut, Denis Pun mengajak Lani menyelesaikan tugas sekolah Bersama. Hari berikutnya di sekolah pak guru meminta murid- murid mengumpulkan tugas. Denis yang pertama mengumpulkan dengan penuh semangat. Dan paling terakhir Lani, meski sedikit takut iya mengatakan kepada pak guru bahwa tugasnya dikerjakan bersama Denis namun dengan
kemampuan sendiri. Pak Guru sangat menghargai kejujuran Lani. Pak guru sangat senang dengan hasil pekerjaan murid- murid dan sangat bangga dengan kejujuran mereka.
Kemandirian Di hari yang cerah, Ibu membangunkan Tomi yang masih asyik menikmati tidurnya. Hari dimana Tomi memulai aktivitas ke sekolah. Hari ini juga ibu akan mengajarkan Tomi tentang kemandirian dengan berangkat sekolah sendiri. Meskipun Tomi bangun agak kesiangan ia masih bersemangat bangun tidur, mandi dan bersiap ke sekolah. Ia meraih sepedanya dan berpamitan kepada ibu untuk berangkat sekolah. Ayah pun terheran, Tomi mengatakan kepada Ayahnya bahwa Ia ingin belajar mandiri, karena jarak ke sekolah tidak terlalu jauh, ia akan berangkat kesekolah tanpa perlu diantar, tetapi naik sepeda sendiri. Teman- teman Tomi pun memberi dukungan dan semangat. Tomi sangat senang hari ini Ia bisa berangkat kesekolah tanpa diantar, belajar mandiri berangkat ke sekolah dengan bersepeda.
Percaya Diri Di awal minggu pak guru memberi tugas kepada murid- murid untuk tampil membacakan puisi berkelompok. Pak guru berharap para murid menampilkan performance terbaik mereka. Di kelompok pertama ada Niko dan teman- teman, yang menjadi masalah, Lena salah satu anggot kelompok Niko tidak mau tampil. Lena merasa dirinya tidak mampu dan malu tampil di depan teman-teman. Dia tidak percaya diri, namun Niko tidak tinggal diam Niko terus memotivasi Lena agar mau tampil. Niko percaya Lena bisa melakukannya. Tetapi sikap Lena berbeda ia bersikeras tidak mau tampil dan bahkan berusaha kabur dengan lari seribu langkah. Hal tersebut diketahui oleh orang tua Lena. Ayah Lena banyak memberi nasihat bahwa Lena tidak perlu takut atau pun malu, karena ini adalah kesempatan baik untuk menunjukkan bahwa Lena bisa tampil percaya diri di depan umum. Ibu pun memberi dukungan dan semangat kepada Lena agar belajar dan berusaha keras supaya dapat tampil percaya diri. Lena pun mengiyakan semua dukungan,
nasihat dan motivasi yang di berikan kepadanya. Ia berusaha keras tampil bagus dan percaya diri Hari performance telah tiba, tampa disangka-sangka penampilannya mendapat pujian dari teman-temannya. Hari itu Lena tampil bagus, percaya diri dan luar biasa. Lena pun sangat senang.
Hidup Sehat Malam itu ayah mengajak Adi untuk menggosok gigi terlebih dahulu sebelum tidur. Ayah menjelaskan tentang hidup sehat salah satunya adalah mengosok gigi. Seperti yang kita ketahui hal yang disiapkan sebelum menggosok gigi adalah sikat gigi, pasta gigi dan air bersih untuk berkumur. Cara yang benar menggosok gigi adalah menggerakkan sikat dengan menggosok ke atas dan ke bawah gigi bagian depan, lalu bagian samping gigi sebalah kanan dan kiri. Jika sudah bersih menggosok gigi bagian atas dan bawah, serta bagian dalam gigi. Adi pun melakukan sesuai dengan instruksi ayah. Dia melakukan dengan runtut hingga selesai. hasilnya gigi Adi bersih dan napas segar dengan menggosok gigi Adi melakukan salah satu hidup sehat.
Sabar Hari itu adalah hari yang menjengkelkan buat Doni. Dia merasa kesal dengan teman mainnya Nino karena bertengkar. Diva yang mengetahui keadaan Doni datang menyapa dan menanyakan keadaannya. Doni menceritakan rasa marah dan kesal yang di alaminya. Sabagai sahabat Diva memberikan saran untuk tidak marah dan belajar bersabar. Eh, ternyata Doni malah melakukan hal aneh dengan cara membalik badan berdiri di atas tangan dan kepala supaya bisa sabar. Diva pun mencoba menasihati Doni bahwa sabar bisa dilakukan dengan cara mengingat tuhan dan memaafkan orang lain. Doni pun melakukan nasihat Diva. Ke esokan harinya Doni merasa lebih baik dan bisa belajar lebih sabar.
Toleransi Pagi yang cerah seperti biasa Bayu dan Dodo berangkat ke sekolah Bersama-sama. Di perjalanan mereka disapa olag paman Yayan. Bayu dan Dodo sempat melihat pama Yayan berpenampilan tidak seperti biasa. Paman mengenakan baju panjang dan rambut jenggotnya pun dipelihara panjang. Bayu dan Dodo memberikan banyak komentar dengan pemanpilan paman Yayan. Apa yang dilakukan BAyu dan Dodo ternyata di lihat oleh ibu guru. Sesampainya di sekolah bu guru pun menegur Bayu dan Dodo bahwa apa yang merekka lakukan itu kurang baik. Ibu memberikan nasihat tentang sikap toleransi. Bayu dan Dodo seharusnya menghargai penampilan dan cara berpakain seseorang. Mereka berdua pun mengerti tentang nasihat bu guru. Ketika bertemu kembali dengan paman Yayan, Bayu dan Dodo segera meminta maaf kepada paman yayan.
Berbagi Sore itu Fadil sedang asik bermain bola di lapangan. Tiba-tiba Anton datang dan menangkap bola Fadil, ia mengajak bermain bola Bersama. Tetapi Fadil menolaknya dan enggan berbagi bola dengan Anton. Anton pun kecewa dengan apa yang dilakukan Fadil kepadanya. Tanpa disangka Fadil pun menagis karena Anton mengatakan Fadil tidak asik dan meninggalkan Fadil begitu saja bermain sendiri di lapangan. Melihat Fadil menangis Anton pun tidak tega dan mendatangi Fadil kembali. Anton mengatakan bahwa ia mau bermain bersama asal Fadil pun juga mau berbagi mainan dengannya. Akhirnya Fadil menyetujui apa yang diungkapkan Anton. Mereka berdua bermain Bersama dan berbagi bola. Fadil dan Anton senang karena bisa bermain Bersama lagi.
Empati Sewaktu mengerjakan tugas sekolah di rumah Mira, tiba-tiba Sasa mengeluh kurang enak badan. Mira pun melihat keadaan Sasa yang letih. Hal itu diketahui oleh Ibu Mira, beliau pun meminta Sasa untuk segera pulang ke rumah dan beristirahat. Sudah dua hari Sasa tidak masuk sekolah. Mira meminta izin ibunya untuk menjenguk Sasa. Ia menjengauk sambil membawa buah-buahan. Ibu Mira pun memberi izin dan menitip salam untuk Sasa supaya lekas sembuh. Sesampainya di rumah Sasa, Mira disambut oleh ibu Sasa. Mira menanyakan keadaan Sasa dan memberikan buah tangan yang dibawanya kepada ibu Sasa. Tak lama ibu Sasa pun mengajak Mira untuk masuk ke rumah. Mira bertemu dengan Sasa di kamar tempatnya berbaring. Mereka berdua berbincang-bincang seru. Mira yang dengan semangat memberikan motivasi dan doanya supaya Sasa lekas sembuh. Sasa pun sangat senang dengan kedatangan Mira. Sasa pun ingin segera sehat kembali supaya bisa ke sekolah dan dapat bermain bersama.
PROFIL PENULIS Nina Permata Sari adalah Kesehariannya aktif bertugas di Universitas Lambung Mangkurat sebagai pendidik, peneliti dan memberikan pelayanan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan bidang keilmuan Psikologi, Bimbingan dan Konseling, Penelitian dan evaluasi pendidikan. Saat ini menjabat sebagai sekretaris jurusan ilmu Pendidikan FKIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Ketua Pusat Layanan Bimbingan dan Konseling (PLBK) ULM, Ketua Laboratorium Bimbingan dan Konseling FKIP ULM dan Asesor BKD Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Menempuh pendidikan sarjana pada bidang ilmu Psikologi (2004), pendidikan magister bidang ilmu Bimbingan dan Konseling (2010) dan Pendidikan Doktoral bidang ilmu Penelitian dan Evaluasi Pendidikan (2016). Minat penelitiannya adalah bimbingan dan konseling berbasis lahan basah sesuai dengan kearifan lokal di Kalimantan Selatan dan dampak Pandemic covid 19 pada aspek bimbingan dan
konseling. Selain itu, Nina Permata Sari aktif mengadakan pengabdian kepada masyarakat bersama dosen sejawat dan mahasiswa ke masyarakat dan sekolah. Karya buku referensi dan buku ajar yang dihasilkan antara lain Layanan Bimbingan Karir di SMK, Layanan Konseling Kelompok Untuk Meningkatkan Kemampuan Public Speaking Bagi Konseli/Siswa SMK, Anak-anak Sungai Sketsa Masyarakat Bantaran Sungai dalam Perspektif Bimbingan dan Konseling, Bimbingan dan Konseling Perspektif Indigenous: Etnik Banjar, Pengantar Pendidikan dan Panduan penulisan karya tulis ilmiah, Serta menjadi editor buku Masyarakat Bantaran Sungai Di Kalimantan Selatan Sebelum Pandemi Covid 19, Masyarakat Bantaran Sungai Di Kalimantan Selatan Ketika Pandemi Covid 19 dan Please Stop Cyberbullying. Untuk keperluan korespodensi dapat menghubungi email: [email protected]. Rekam jejak penelitian dan publikasi dapat mengunjungi google scholar berikut : https://scholar.google.com/citations?hl=id&user=A_SU5_I AAAAJ.
Novitawati sebagai seorang dosen Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat, dengan Pendidikan Formal S1 Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (2000), S2 Pendidikan Anak Usia Dini Universitas Negeri Jakarta (2012) dan S3 Manjemen Pendidikan Universitas Negeri Malang (2019) Saat ini menjabat sebagai Ketua Program Studi PGPAUD, Asesor BKD Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, dan Editor In-Chieft dari Jrnal Early Childhood and Family Parenting Journal dan Tim Kelompok Kerja Bunda PAUD Kalimantan Selatan. Pengalaman lainnya pernah menjadi asesor BAN SM Provinsi Kalimantan Selatan 2010-2020, Koordinator bidang Program PPG FKIP Universitas Lambung Mangkurat, dan melaksanakan Pengajaran Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dalam bidang Psikologi dan Pendidikan Anak Usia Dini. Buku yang pernah diterbitkan berjudul Penulisan Karya Ilmiah. Untuk keperluan korespodensi dapat menghubungi email: [email protected] Rekam jejak
penelitian dan publikasi dapat mengunjungi google scholar berikut : https://scholar.google.co.id/citations?hl=id&view_op=list_w orks&gmla=AJsN-F6s3MroxsQ- 9Kissb8LTQXhFX_gBJpgOUhKBfRy3mBuJMll394MLaqn- 9AcdzuuXQvsWztkDFSyHhrk1c2xWM0Tib4HzME0xL6HY ZoiiBGheqTlHHrA248A43P9rGNlW2BPWKdb&user=xHXl GXEAAAAJ
Search