Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore 43. Sulfonamida, Trimetoprim-Sulfametoksazol, Kuinolon, dan Obat Untuk Infeksi Saluran Kemih

43. Sulfonamida, Trimetoprim-Sulfametoksazol, Kuinolon, dan Obat Untuk Infeksi Saluran Kemih

Published by haryahutamas, 2016-04-02 22:14:41

Description: 43. Sulfonamida, Trimetoprim-Sulfametoksazol, Kuinolon, dan Obat Untuk Infeksi Saluran Kemih

Search

Read the Text Version

SULFONAMIDA, TRIMETOPRIM-SULFAMETOKSAZOL,KUINOLON, DAN OBAI UNTUK INFEKSI SALURAN KEMIHSULFONAMIDA samaan menghasilkan hambatan yang berurutan dalam KIMIA 1'alur biosinlesls untuk tetrahidrofolat (Gambar 43-2), Sulfonamida adalah derivat para-aminobenzensulfon- RESISTENSI BAKTERI DAPATAN TERHADAP amida (silfanilamida); struktur beberapa anggotanya dapat dilihat pada Gambar 43-1. Sebagian besar relatif SULFONAMIDA tidak larut dalam air, tetapi garam natriumnya mudah larut dalam air. Persyaratan struktur minimal untuk kerja Bakteri yang resisfen terhadap sulfonamida dapat di- sebabkan oleh mutasi dan seleksi acak atau oleh transfer antibakterinya terletak pada sulfanilamida itu sendii. restsfensl dala m plasmid; hal ini biasanya tidak melibatkan Sulfur harus terikat langsung pada cincin benzen. Gugus reslsfensl silang terhadap golongan antibiotik lainnya. para-NH, (N adalah N4) hanya dapat diganti oleh gugus yang dapat diubah secara in uiuo menjadi gugus amino Rests-fensi su/fo namida diakibatkan oleh perubahan kons- bebas. Substitusidalam gugus amida NHr(N1) membei- titusi sel baktei yang menyebabkan (1) penurunan afinitas kan efek yang beruaiasi pada affiivitas antibakteri sulfonamida oleh dihidropteroat sintase, (2) penurunan molekul tersebut, tetapi substitusi inti aromatik heterosiklik permeabilitas bakteri atau efluks aktif obat, (3) adanya pada N1 menghasilkan senyawa yang sangat poten. jalur metabolik altematif unfuk sinfesls metabolit yangEfek pada Milicoba esensraf atau (4) peningkatan produksi metabolil esensial atau antagonis obaf, Resrsfensi yang diperantarai olehSulfonamida mempunyai aktivitas antimikroba yang plasmid disebabkan oleh dihidropteroat sintetase yangluas, tetapi penggunaannya telah berkurang karena reslslen terhadap obat dan dikode oleh plasmid.munculnya galur yang resisten. Obat ini bersifat Absorpsi, Nasib, dan Ekskresibakteriostatik, dan pertahanan inang sangat pentinguntuk eradikasi infeksi. Kecuali untuk obat yang didesain khusus untuk efek lokal gastrointestinal (GI) (lihat Bab 38), sulfonamida SPEKTRUM ANTIBAKTERI diabsorpsi cepat dan baik dari saluran GI. Kadar plasma puncak dicapai dalam 2-6 jam, rerganrung pada obat. MEKANISME KERJA Absorpsi dari tempat seperti vagina, saluran pernapasan, atau kulit yang lecet tidak memungkinkan, tetapi obat Sulfonamida secara kompetitif menghambat dihidro- daiam jumlah memadai dapat memasuki tubuh untuk pteroat srnfase, enzim bakteri yang berperan dalam menyebabkan reaksi toksik pada orangyang rentan arau penggabungan asam para-aminobenzoat (PABA) ke untuk menghasilkan sensitisasi. dalam asam dihidropteroat, prekursor penting pada asam folat (Gambar 43-2). Mikroorganisme yang sensitif harus Semua sulfonamida terikat pada protein plasma menyintesis'asam folatnya sendiri, sedangkan bakteri yang dapat menggunakan folat yang telah terbentuk tidak dalam berbagai tingkat, terutama albumin. Tingkatannya terpengaruh. Sel mamalia memerlukan asam folat yang sudah terbentuk dan tidak dipengaruhi oleh sulfonamida. ditentukan oleh hidrofobisitas obat tertentu-dan pK- ny4 padapH fisiologis, obatyang mempunyai pK^yaig SINERGISME SULFONAMIDA tinggi menunjukkan ikatan protein yang rendah dan Trimetoprim menunjukkan efek sinergis dengan sulfona- juga sebaliknya. mida. Obat ini secara kuat dan selektif menghambat di- Sulfonamida terdistribusi luas. Fraksi sulfadiazin hidrofolat reduldase pada mikroba, suatu enzim yang me- reduksi dihidrofolat menjadi tetrahidrofolat-bentuk yang yangdapar berdifusi terdistribusi merara ke dalam cair- diperlukan untuk reaksi transfer satu karbon. Oleh karena itu, pemberian sulfonamida dan trimetopim secara ber- an tubuh total, sedangkan sulfsohsazo,/ tersebar luas hingga ke ruang ekstrasel. Sulfonamida masuk ke dalam cairan tubuh dan dapat mencapai konsentrasi di dalam- nya sebesar 50-80% konsentrasi serum yang ditentukan secara simultan. Karena kandungan protein dalam cair- an biasanya rendah, obat berada dalam bentuk aktif yang tidak terikat.68r

682 secIAN VIII Kemoterapi ttenyakit uikroba*il-Gro,l,*, ,,*[email protected],*r<p,SULFANILAMIDA SULFAOIAZINvHrN,{\( )!-sorrnSULFAMETOKSAZOL SULFISOKSAZOL o r..r,,\/.\;{:i'_J;.,}.roor,l GAMBAR 43-1 Rumus struktur sulfomanidar.,*V{}to,un-A-cH. ASAM PAtdA.AMINC*]AilT$AT dan asam para-aminobenzoat. N pada gugus para- NH, ditunjukkan sebagai N4; N pada NH, amida di- SULFASETAMIDA tunjukkan sebagai N1. Setelah pemberian sistemik, sulfudiazin dan sulfisok- tetapi memiliki zat induk yang berpotensi toksik. Sulfo-sazol mencapai konsentrasi dalam cairan serebrospinal(CSF) yang dapat efektif pada mehingitis. Sulfonamida namida dieliminasi sebagian sebagai obat utuh dandapat melintasi plasenta untuk mencapai sirkulasi janin, sebagian sebagai produk metaboliknya. Fraksi terbesaryang berpotensi menimbulkan efek antibakteri dan efektoksik. diekskresi dalam urine, dan waktu paluh sulfonamida dalam tubuh tergantung pada fungsi ginjal. Dalam Sulfonamida dimetabolisme dalam hati. Derivat urine yang asam, sulfonamida yang terdahulu bersifat tidak larut, dan menyebabkan kristaluria. Sejumlahutamanya adalah sulfonamida terasetilasi-N4. Asetilasi, kecii sulfonamida dieliminasi dalam feses, empedu, airyang terjadi pada tingkat yang bervariasi untuk setiap susu ibu, dan sekresi lainnya.obat, tidak memberikan manfaat, karena menghasilkan Sifat Farmakologis Sulfonamidaproduk yang tidak mempunyai aktivitas antibakteri, Sulfonamida diklasifikasikan berdasarkan tingkat atau Pteridin + PABA kecepatan absorpsi dan ekskresinya: (1) obat yang dia- sorpsi dan diekskresi dengan cepar, seperri sulfisoksazol I dan sulfadiazin; (2) obat yang diabsorpsi dengan buruk bila diberilan secara oral sehingga aktif di lumen usus, ff-- sulforamida seperti sulfasakzin; (3) obat yang digunakan terutama secara topikai, seperti sulfusetamida, mafenid, perah I sulfadiazin; (4) sulfonamida kerja-pan jang, seperti sulft- dohsin, yang diabsorpsi dengan cepat, tetapi diekskresi * secara lambar. . Asam dihidropteroat SULFONAMIDAYANG DIABSORPSI DAN DIEKSKRESI DENGAN CEPAT lI r.-glulamal Sulfisoksazol I Sulfisoksazol (ornirnrsr,v, lainnya) dr,absorpsl dan dieks- * kresi dengan cepat. Kelarutannya yang tinggi mengurangi lokslsitas ginjal dibandingkan sulfonamida terdahulu. Asam dihidrofolat Sulfisoksazol teikat kuat dengan protein plasma. Ter- dapat 28%-35% sulfisoksazol dalam darah dan sekitar I -NADPH 30% dalam uine dalam bentukterasetilasi. Su/flsoksazo/ mempunyaiwal(tu paruh serum 5-6 jam dan sekitar 95% t-K\"in'*tup'i* { }runoR Asam tetrahidrofolatGAMBAR 43-2 Tahapan metabolisme folatyang dihambat oteh sulfsn-amida dan trimetoprin.

BAB 43 Sulfonamida, Trimetoprim-sulfametolisazol, Kuinolon, dan Obat untuk Infelisi Saluran xemih 683dosis tunggal dlekskresl melalui ginjal dalam 24 jam. yang hampir sama pada anak-anak. Jika hal ini tidakKonsentrasiobat dalam urine melebihi konsentrasi dalam dilakukan, natrium bikarbonat dapat menurunkan risikodarah dan daptat bersifat bakterisida. Konsentrasi dalam kristaluia.CSF mencapai 33% konsentrasi dalam darah. Sulfisok-sazol asetil tidak berasa sehingga dipilih untuk peng- SULFONAMIDA YANG SEDIKIT DIABSORPSIgunaan oral pada anak-anak, dan dipasarkan dalambentuk kombinasi dengan eritromisin (rntnzorc, lainnya) Sulfasalazin (nzutrnwr) sangat sedikit ciiabsorpsi dariuntuk anak-anak yang mengalami otitis media. saluran GI dan digunakan dalam terapi kolitis ulseratif dan penyakit Crohn (ihat Bab 38). Efek sulfisoksazol yang tidak diharapkan sama de-ngan sulfonamida lainnya. Karena kelarutannya yang SULFONAMIDA UNTUK PENGGUNAAN TOPIKALrelatif tinggi, sulfisoksazol jarang me nyebabkan hematuriaatau kristaluria (0,2-0,3%). Pasien tetap harus minum air Sulfasetamidadalam jumlah yang cukup banyak. Sulfisoksazol harusdigunakan dengan hati-hati pada pasien dengan gang- Sulfasetamida adalah derival sulfaniiamida yang ter-guan fungsi ginjal. Seperti semua sulfonamida, sulfisok- subsllfusi isetil pada N1. Kelarutannya dalam air sekitarsazol dapat menyebabkan reaksi hipersensitivitas, yangkadang-kadang berpatensi /efal, Su/flsoks azol umumnya 9A kali sulfadiazin. Obat ini (socro-cernutoe, lainnya)lebih dipilih daripada sulfonamida lainnya bila diperlukansuatu sulfonamida yang dlabsorpsl dan diekskresikan banyak digunakan untuk infeksi oftalmik. Konsentrasidengan cepat. yang tinggi dalam air tidak mengiritasi mata dan efektif terhadap mikroarganisnle yang rentan. Abat masuk de-Sulfametoksazol ngan cepat ke dalam cairan okular dan jaringan. Reaksi senslflvilas terh adap sulfasetamida jarang terjadi, tetapiSulfametoksazal merupakan turun an te rdekat sulfisok- tidak boleh digunakan pada pasien yang telah diketahuisazol, tetapi laju absorpsi enterik dan ekskresi di urine h ipe rsen sitivitas te rh ad ap sulfo n amid a.Iebih lambat; mempunyai waktu paruh serum 11 jam.Obat inidiberikan secara oraldan digunakan untuk infeksi Perak Sulfadiazinsislemlk dan infeksi saluran kemih. Penggunaannyaharus hati-hati untuk menghindari kristaluria karena Perak sulfadiazin (awaornr, lainnya) menghambat pentingginya persenfase bentuk obat terasefr/asi ini yang tumbuhan hampir semua bakteri patogen dan fungi, tenrelatif tidak larut dalam.urine. Penggunaan klinis sulfa- masuk beberapa spesies yang resisten terhadap sulfon-metoksazol sama dengan sulfisoksazol. Obat ini jugadipasarkan dalam bentuk kombinasi dosls-fefap dengan amida. Senyawa ini digunakan secara topikal untuktrimetoprim. mengurangikolonisasi mikroba dan insiden infeksi pada pasien yang terkena luka bakar. Senyawa ini tidak di-Sulfadiazin gunakan untuk terapi infeksi bagian dalam. Perak di- lepaskan perlahan-lahan pada konsentrasi yang hanyaSulfadiazin yang diberikan secara oral rliabsorpsi dengan selektif toksik terhadap mikroorganisme. Akan tetap|cepat, dan konsenfrasl puncak dalam darah dicapai bakteri dapat menjadi resisten terhadap perak sulfadiazin, Konsentrasi plasma sulfadiazin dapat mendekati kadardalam 3-6 jam setelah pembterian dosis tunggat; waktu terapeutik jika melibatkan luas permukaan yang besar,paruh serumnya 10 jam. Sekitar setengah dari obat ter- Efek merugikan-rasa terbakar, ruam, dan gatal-jarang terjadi. Perak sulfadiazin dipeftimbangkan sebagai salahikat pada prgtein plasma. Konsentrasi terapeutik dicapai satu obat pilihan untuk mencegah infeksi pada luka bakardi CSF dalam 4 jam pada pemberian dosls oral tunggal. Mafenid Sulfadiazin mudah diekskresikan melalui ginjal dalambentuk bebas dan terasetilasi, secara cepat pada awalnya Sulfon amid a ini (a-amino-p-toluen-sulfonamid a) dipasar-dan kemudian lebih lambat selama 2-3 hari. Sekitar 15- kan sebagai mafenid asetat (surm,vrvtox). Obat ini di-40% sulfadiazin yang diekskresikan terasetilasi. Bentuk gunakan secara topikal untuk mencegah kolonisasiini diekskresikan lebih cepat daipada fraksi bebasnya, berbiagai bakteri Gram-negatif dan Gram-positif padadan pembasaan uine mempercepat bersihan ginjal keduabentuk obat tersebut dengan berkurangnya reabsorpsi Iuka bakar. Mafenid menimbulkan efek merugikan yangtubulus lebih lanjut. signifikan, termasuk nyeri yang intensif pada tempat Pada orang dewasa dan anak-anak yang menerima aplikasi, reaksi alergi, kehilangan cairan akibat penguapanterapi sulfadiazin harus diperhatikan untuk memastikan dari permukaan luka bakar, dan asidosis metabolik yangasupan cairan yang memadai untuk menghasilkan ke- disebabkan oleh penghambatan karbonik anhidrase.Iuaran uine minimal1200 mLpada dewasa dan kuantitas SULFONAMIDA KERJA.PANJANG Sulfadoksin mempunyaiwaktu paruh yang cukup panjang (7-9 hari). Dalam kombinasidengan pirimetamin (500 mg sulfadoksin plus 25 mg pirimetamin sebagai ravaona),

684 nc,ctAN VIII Kemoterapi nenyakit Miftroba Realai yang Tidak Diinginkan terhadap Sulfonamida obat ini digunakan untuk profilaksis dan terapi malaria yang disebabkan oleh galurPlasmodium falciparum yang GANGGUAN SALURAN KEMIH resisfen terhadap meflokuin (thatBab 39). Karena reaksi merugikan yang parah (contohnya, sindrom Sfeyens- lnsiden kristaluria rendah dengan obat-obat yang lebih Johnson), obat ini sebaiknya digunakan untuk profilaksis mudah larut (contohnya, sulfisoksazol). Kristaluria telah hanya bila risiko malaria yang resisiten tinggi. terjadi pada pasien pengidap AIDS yang kekurangan volume yang diberikan sulfadiazin untuk ensefalitis Toxo-Terapi Sulfonamida plasma. Asupan cairan harus cukup untuk menghasilkan volume urine harian minimal 1,2 L (dewasa). Pembasaan INFEKSISALURAN KEMIH uine dapat membantu jika volume urine atau pH sangat rendah. Banyak infeksi saluran kemih disebabkan oleh mikrq- organisme yang reslsfen terhadap sulfonamida. Trimeto- GANGGUAN SISTEM HEMATOPOIETIK prin-sulfametoksazol, suatu kuinolon, trimetoprim, fosfo- misin, afau ampisilin adalah obat pilihan, Sulfisoksazol Walaupun jarang terjadi, anemia hemolitik akut dapat ter- dapat digunakan pada area yang prevalensi resisfensinya jadi. Halini menunjukkan suatu reaksiimun atau mungkin tidak tinggi atau bila organisme diketahuisensdrf Dosis akibat defisiensi glukosa-l-fosfat dehidrogenase. Agra- lazim diawali 2-4 gram, diil<uti dengan 1-2 gram, diberikan secara oral 4 kali sehari selama 5-1 0 hari. Pasien dengan nuiosifosis terjadi pada sekitar 0,1% pasien yang pielonefritis akut tidak boleh diterapi dengan sulfon- mendapat sulfadiazin dan juga dapat terjadi dengan amida. sulfonamida lainnya. Walaupun neutropenia dapat ber- langsung selama beberapa minggu atau berbulan-bulan Nokardiosis sesudah sulfonamida dihentikan, sebagian besar pasien dapat membaik secara spontan dengan perawatan pen- Sulfonamida sangat bermanfaat dalam terapi infeksi dukung. Pansitopenia dengan supresi aktivitas su/nsurn tulang secara keseluruhan paling jarang terjadi. Hal ini aklbaf Nocardia spp. Suifsoks azol atau sulfadiazin dapat diberikan dengan dosis 6-8 gram sehari dan dilanjutkan mungkin diakibatkan dai efek mielotoksik langsung dan untuk beberapa bulan setelah semua manifestasi mem- dapat fatal. Supresl sumsu/?? tulang yang reversibel baik. Pemberian sulfonamida bersamaan dengan anti- sering terjadi pada pasien dengan pemulihan sumsum biotik kedua telah direkomendasikan, khususnya untuk tulang yang terbatas (contohnya, pengidap AIDS atau kasus stadium lanjut, dan ampisilin, eritromisin, dan pasien yang mendapat kemoterapi mielosupresif). sfreptomisrn telah disarankan untuk tujuan ini. Respons REAKSI HIPERSENSITIVITAS klinis dan hasil uji senslfivifas dapat membantu dalam memilih obat tambahan. Beberapa ahli mempeftimbang- Sulfonarnida menimbulkan sejumlah manifestasi pada kan trimetoprim-sulfametoks azol sebagai obat pilihan. kulit dan membran mukosa yang berkaitan dengan sen- slfisasi terhadap sulfonamida, termasuk berbagai ruam, TOKSOPLASMOSIS eitema nodosum, eritema multiformis frpe Sfevens- Johnson, sindrom Behget, dermatitis eksfoliatif, dan foto- Kombinasi pirimetamin dan sulfadiazin adalah terapi sens/ryfas. Reaksi hipersensitivitas ini biasanya terjadi pilihan untuk foksop/asmosls (lihat Bab 40). Pirimetamin setelah minggu peftama terap| tetapi dapat muncul lebih diberikan sebagai dosis muatan 75 mg diikuti dengan 25 awal pada individu yang tersensitisasi sebelumnya. mQ secara oral setiap hari, dengan sulfadiazin 1 g secara Demam, malaise, dan pruritus seing muncul secara oral setiap 6 jam, ditambah dengan asam folinat 10 mg simultan. Insiden efek dermalyang tidak diinginkan terjadi sekitar 2% dengan sulfisoksazol, walaupun frekuensinya secara oral tiap hari selama 3-6 minggu. Pasien sebaiknya lebih sering tetihat padd pengidap AIDS, Sindrom yang minum minimal2 L sehari untuk mencegah kristaluia. mirip dengan penyakit serum dapat munculsetelah bebe- rapa hari terapi sulfonamida. Demam akibat obat terjadi PENGGUNA,AN SULFONAMIDA UNTUK PROFILAKSIS pada 3% pasien yang diterapi dengan sulfisoksazol, Sulfonamida memiliki efikasi yang sama dengan penisilin Nekrosls fokal atau nekrosls difusi pada hati yang oral dalam mencegah infeksi streptokokus dan ke- disebabkan o/eh fokslslfas atau sensr'frsa si obat secara kambuhan demam rematik pada penderitd yang rentan dan digunakan pada pasien yang hipersensitif terhadap langsung terjadi <0,1% pasien dan jarang bertanjut penisilin. Respons yang tidak diinginkan biasanya terjadi selama B minggu pertama; reaksi serius sete/ah waktu ini menjad i g ag al h ati ful min an d an ke mati a n. He p atomeg al i, jarang terjadi. Jumlah sel darah putih harus diperiksa ikterus, dan disfungsl hepatoselular yang terbukti secara setiap minggu selama 8 minggu peftama.

BLB 43 Sulfonamida, Trimetoprim-sulfametoftsazol, Kuinolon, dan Obat untuk Infeksi Saluran fernih 685 laboratorium biasanya muncul 3-5 harisetelah pemberian yang sangat selektif pada organisme yang lebih rendah; sulfonamida dimulai. sekitar 100.400 kali obat diperlukan untuk menghambat REAKSILAINNYA reduktase manusia daripada enzim bakteri. Se/ekfivlfas relatif ini bersifat vital karena enzim esensla/ bagi semua Anoreksia, mual; dan muntah terjadi pada 1-2% individu yang mendapat sulfonamida. Pemberian sulfanamida spesles. pada bayi baru lahir, khususnya jika prematur, dapat menyebabkan pergantian bilirubin dari albumin, yang , Interaksisinergisantarasulfonamidadantrimetoprim berpotensi menyebabkan kernikterus. Sulfonamida tidak boleh diberikan pada wanita hamil menjelang persalinan diperkirakan dari mekanismenya masing-masrng. Raslo karena obat ini melintasi plasenta dan disekresikan ke yang paling efektif pada dua obat ini untuk sebagian dalam ASL besar mikroorganisme adatah 20 bagian sutfametok INTERAKSIOBAT sazol: 1 bagian trimetopirim. Jadi, kombinasi diformulast- lnteraksi obat yang penting pada sulfonamida terjadi dengan antikoagulan oral, sulfonilurea, dan fenitoin. kan untuk mencapai konsentrasi sulfamefoksazol in vivo, Dalam setiap kasus, sulfonamida dapat memperkuat yaitu 20 kali lebih besar daripada trimetoprim. efek obat lain, baik dengan menghambat metabolisme RESISTENSI BAKTERI m au p un d e ng a n me ngg anti ny a d a ri alb umi n. P e nye suai an dosis mungkin diperlukan. , Resr'sfensi baktei meningkatkan komplikasi pengobatan dan sering diakibatkan dari perolehan suatu plasmid yangTRIMETOPRIM.SULFAMETOKSAZOL mengode suatu perubahan dihidrofolat reduktase, Muncul-Trimetoprin diperkenalkan sebagai kombinasi dengan nya Staphylococcus aureus dan Enterobacleriaceae yangsulfametoksazol yang memberikan suatu kemajuanpenting dalam pengembangan obat antimikroba yang resrsfen tekad ap trimetoprim-sulfametoksazol merupa-efektif secara klinis. Selain kombinasi dengan sulfa- kan masalah khusus pada pasien AIDS yang menerimametoksazol (nacrr.ru, sEprRA, lainnya), trimetoprim obat ini untukterapi profilaksis pneumonla Pneumocystisjuga tersedia sebagai sediaan tunggal (paoropntlr, lain-nya). Obat ini merupakan diaminopiramidin. jiroveci (sebe/umnya disebut Pneumocystis carinii). SPEKTRUM ANTIBAKTERI ABSORPSI, DISTRIBUSI, DAN EKSKRESI Profil farmakokinetik sulfametoksazol dan tlimetoprim mirip, Spel<trum antibakteri trimetoprim mirip dengan sulfa- tetapi tidak mencapai sama persis rasio 20:1 pada konsentrasi dalam darah dan jaringan. Rasio dalam metoksazol. Sebagian besar mrkroorganisme gram-nega- darah sering lebih besar dari 20:1, sedangkan yang tif dan gram-posrilf sensdf terhadap trimetoprim, tetapi terdapat di jaringan sering lebih sedikit. Setelah dosis ada variasi regional yang signifikan dalam kerentanan oral tunggal sediaan kombinasi, konsentrasi darah Enterobacteria ceae terhadap trimetopim karena penye- baran resistensi. puncak trimetoprim biasanya terjadi dalam 2 jam, Efikasi Trimetoprim-sulfametoksazol dalam Kombinasi sedangkan konsentrasi puncak sulfametoksazol memer- lnteraksi yang sinergls antara kedua obat ini sangat jelas lukan 4 jam. \Waktu partih trimetoprim -11 jam, bahkan pada mikroorganisme yang resisten terhadap sulfonamida, tetapi sinergisme yang maksimal terjadi sedangkan \Waktu paruh sulfametoksazol 10 jam. apabila mikroorganisme sensdrf terhadap kedua obat Ketika 800 mg sulfametoksazolyang diberikan de- tersebut. ngan 160 mg trimetoprim (rasio 5:1 konvensional) dua kali sehari, konsenuasi puncak obat dalam plasma men- MEKANISME KERJA capai rasio yang optimal. Konsentrasi puncak sama setelah pemberian infus intravena 800 mg sulfametok- Aktivitas antimikroba kombinasi trimetopim/sulfametok- sazoll160 mg trimetoprim selama jangka waktu I jam. sazol dihasilkan dari kerja dua tahap jalur biosintesis Tiimetoprim terdistribusi dan terkonsentrasi dengan asam tetrahidrofolat. Timetopim mencegah reduksi di- cepat dalam jaringan, dan sekitar 40o/o terikar dengan protein plasma dengan adanya sulfametoksazol. Volume hidrofolat menjadi asam tetrahidrofolat (Gambar 43-2). distribusi trimetoprim hampir 9 kali sulfametoksazol. Sel mamalia menggunakan folat yang sudah terbentuk Obat ini mudah memasuki CSF dan sputum. Konsen- dari makanan dan tidak mensinfesis senyawa tersebut. trasi tinggi masing-masing komponen juga ditemukan Trimetoprim merupakan inhibitor dihidrofolat reduktase di empedu. Sekitar 65%o sulfametoksazol terikat dengan protein plasma. Sekitar 60%o trimetoprim yang diberikan dan dari 25o/o - 5 0o/o s ulfametoksa zol yang diberikan diekskres i - kan melalui urine dalam 24 jam. Dua pertiga sulfon- amida ridak terkonjugasi. Metabolit trimetoprim juga

686 secIAN VIII Kemoterapi penyakit Milcrobadiekskresikan. Laju ekskresi dan konsenrrasi kedua mm Hg. lnsiden efek sampingnya tinggi. Terapi oral dosis-senyawa dalam urine menurun secara signifikan pada lebih rendah dengan 800 mg sulfametoksazol plus 160pasien uremia. mg timetopim (diberikan dua kali sehari) telah bekasil digunakan pada pasien AIDS dengan pneumonia yang PENGGUNAAN TERAPEUTIK tidak terlalu parah (Por>70 mm Hg). Profilaksis dengan BA0 mg sulfametoksazol dan 160 mg trimetoprim sekali lnfeksiSaluran Kemih sehari atau 3 kali dalam seminggu efektif dalam mencegah Terapi infeksi saluran kemih bagian bawah yang tidak komplikasi dengan timetoprim-sulfametoksazol sering pneumonia yang disebabkan oleh organisme ini pada sangat efektif untuk bakteri yang sensitif, biasanya mini- paslen A/DS. Efek meruEikan jarang terladi dengan dosis mal selama 3 hari. Kornbinasi ini berguna khususnya profilaksis trimetoprim-sulfametoksazol yang lebih rend ah. pada infeksi kronis dan kambuhan pada saluran kemih. Masalah yang paling sering timbul adalah ruam, demam, Trimeto prim jug a d item uka n d al am ko n se ntra si te ra p e uti k Ieukopenia, dan hepatitis. pad a sekresi prostatik, dan trimetoprim-sulfametoksazol sering efektif untuk prostatitis bakteri. Profi laksis pada Pasien Neutropenik lnfeksi Bakteri pada Saluran Napas Terapi dosis+endah (misalnya, trimetoprim 150 mg/m2 luas permukaan tubuh dan sulfametoksazol 75A mg/mz Trimetoprim-sulfametoksazol efektif untuk eksaserbasl luas permukaan tubuh) efektif untuk profilaksis infeksi akut bronkitis kronis. Pemberian 800-1200 mg sulfametok- o/eh P. jiroveci. Perlindungan yang signifikan terhadap sazol ditambah dengan 160-240 mg timetopim dua kali sepsis yang disebabkan oleh bakteri gram-negatif juga sehai efektif dalam menurunkan demam, purulensi dan terjadi ketika 800 mg sulfametoksazol dan 160 mg tri- volume sputum, dan jumlah bakteri sputum. Timetoprim- metoprim diberikan dua kali sehari pada pasien neutro- sulfametoksazo/ tidak boleh digunakan untuk terapi fai- ngitis streptokokus karena obat ini tidak mengeradikasi penik parah, Munculnya baktei yang resisten dapat mikroorganisme. Kombinasi ini efektif untuk otitis media akut pada anak-anak dan slnuslis maksilai akut pada membatasi kegunaan trimetoprim-sulfametoksazol untuk dewasa yang disebabkan oleh galur Haemophilus influ- prafilaksis. enzae dan Streptococcus pneumoniae yang rentan, lnfeksi -lnfeksi Lain lnfeksi Gastrointestinal /nfeksl Nocardia telah berhasil diterapi, tetapi ad anya ke- Kombinasi ini merupakan alternalif fluorokinolon unfuk gagalan juga tetah dilaporkan. Walaupun suatu kombi- pengobatan shige//osis, felapi reslsfens i terh ad ap trimeto- nasi doksisiklin dan streptomisin atau gentamisin dper- p ri m-su lfametoksazol se m aki n mening kat. timbangkan sebagai terapi pilihan untuk bruselosis, trimetoprim-sulfametoksazol dapat menjadi pengganti Timetoprim-sulfametoksazol efektif dalam penata- kombinasi doksisiklin yang efektif. Trimetoprim-sulfa- laksanaan pembawa galur Salmonella typhi dan Salmo- metoksazol juga telah berhasil diEunakan untuk penyakit nella spp. lainnya yang sensitif, tetapi kegagalan telah Whipple, lnfeksl Stenotrophomonas maltophilia, dan terjadi, Penyakit kronis kandung empedu dapat dihubung- infeksioleh paraslf usus Cyclospora dan lsospora. kan dengan insiden tinggi kegagalan untuk menghilang- EFEK YANG TIDAK DIINGINKAN Perbandingan kan kondisi sebagai pembawa infeksi (carrier state). antara toksisitas untuk bakteri dan manusia dapat Diare akut yang disebabkan oleh galur Escherichia coli menyempit bila pasien mengalami defisiensi folat. Pada enteropatogenik yang sensitif dapat diterapi atau dicegah kasus tersebur, trimetoprim-sulfametoksazol dapat me- d e n g a n t ri meto p ri m at a u t ri meto p ri m p I u s s u Ifa m etoksazo L nyebabkan arau memperberat megaloblastosis, Ieuko- Akan tetapi, pengobatan antibiotik (trimetoprim-sulfa- penia, atau trombosi top e nia. Sekitar 7 5o/o ef ek-efek yan g metoksazolafau sefalosporin) untuk penyakit diare yang tidak diinginkan melibatkan kulir. Thimetoprim-sulfa- disebabkan o/eh E, coli enterohemoragi 0157.H7 dapat meningkatkan risiko sindrom hemolitik-uremik, mungkin metoksazol dilaporkan dapat menyebabkan reaksi kulit dengan meningkatkan pelepasan toksin Shiga. sebanyak tiga kali lipat daripada sulfisoksazol bila diberi- lnfeksi oleh Pneumocystis jiroveci kan tunggal (5,9o/o vs. I ,7o/o) . Realai dermatologis yang berat terutama terjadi pada,lansia. Mual dan muntah Terapi dosislinggi (trimetoprim 15 mg/kg/hari plus sulfa- berkaitan dengan sejumlah reaksi GI; diare jarang terjadi. metoksazol 100 mg/kg/hari dalam dosis terbagi 3 atau 4) Glositis dan stomatitis relatif biasa terjadi. Ikterus yang efektif untuk infeksi yang berat ini pada pasien AIDS. temporer dengan ciri-ciri histologi hepatitis kolestatik alergik telah terjadi. Reaksi SSP berupa sakit kepala, Tambahan glukokortikoid sebaiknya diberikan pada pasien depresi dan halusinasi. Reaksi hematologis meliputiber- dengan Por< 70 mm Hg atau gradien alveolar-arterial>35 macam-macam anemia (termasuk aplastik, hemolitik,

BAB 43 sulfonamida, Trimetoprim-sulfametolsazol, Kuinolon, dan obat untuk Infeksi Saluran xemih 687dan makrositik), gangguan koagulasi, granulositopenia, cakup spesibs Chlamydia, Mycoplasma, Legionella, Brucella, dan Mycobacterium (fermasuk Mycobacteriumagranulositosis, purpura, dan sulfhemoglobinemia. tuberculosis,), Siprofloksasin, ofloksasin (rtoxrv), dan pefloksasin menghambat M. fortuitum, M. kansasii, danGangguan permanen fungsi ginjal dapat terjadi padapenggunaan trimetoprim-sulfametoksazol pada pasien M. tuberculosis.dengan penyakit ginjal, dan penurunan bersihan krea-tinin yang reversibel telah terjadi pada pasien dengan Resisfensl terhadap kuinolon dapat berkembangfungsiginjal normal. melalui mutasi dalam gen kromosom bakteri yang me- ngode DNA girase atau topoisomerase lV atau melalui Pengidap AIDS sering mengalami reaksi hiper- transpor aktif obat keluar dari bakteri. Tidak ada meka- nisme penginaktivasi kuinolon yang telah teridentifikasi.sensitivitas terhadap trimetoprim-sulfametoks azol, ter - Resrsfensl telah meningkat, khususnya pada Pseu-masuk ruam, neutropenia, sindrom Steven-Johnson, domonas dan stafilokokus. Reslstensi fluorokinolon jugasindrom Sweet, dan infiltrasi pulmoner. Terapi dapat meningkat pada C. jejuni, Salmonella, Neisseria gonorr-dilanjutkan pada pasien tersebut setelah desensitisasioral dengan cepat. hoeae, dan S. pneumoniae.KUINOLON ABSORPSI, DISTRIBUSI DAN EKSKRESI Kuinolon diabsorpsi dengan baik seteiah pemberian oral dan4-Kuinolon terfluorinasi, seperri siprofloksasin (crlno), terdistribusi luas. Kadar serum puncak fluorokuinolonmohsif.oksasiz (evrrox), dan gatiflobsasla (rrqulN), ada-lah obat oral yang efektif untuk terapi bermacam- pada dosis oral 400 mg terjadi dalam waktu l-3 jam.macam penyakit infeksi (Tabel 43-I) dan mempunyaiefek samping yang relatif sedikit. Kadar serum norfloksasin yang relatif rendah membatasi KIMIA kegunaannya untuk terapi infeksi saluran kemih. Senyawa yang tersedia di Amerika Serikat mengandung Makanan tidak mengganggu absorpsi oral, tetapi dapat gugus asam karboksilat pada struktur cincin primer di menunda waktu untuk mencapai konsentrasi serum posisi 3, Banyak fluorokinolon terbaru juga mengandung puncak. Dosis oral dewasa 200-400 mg tiap 12 jam suafu subsfilue n fluoin pada posisi 6 dan gugus piperazin padaposlsl 7 (Tabel 43-1). untuk ofoksasin, 400 mg setiap 12 jam untuk MEKANISME KERJA norf oksasin dan pefoksasin, dan 250-7 50 mg setiap 1 2 jam untuk siprofloksasin. Bioavailabilitas fluorokuino- Target antibiotik kuinolon adalah DNA girase bakteri dan lon lebih dan 50o/o untuk semua obat dan 95% untuk topoisomerase lV. Untuk sejumlah bakteri gram-positif, beberapa obat. 'Waktu paluh serum bervariasi dari 3-5 fopoisomerase lV adalah target primer. Untuk sejumlah jam untuk norfoksasin dan siprofloksasin serta sampai balrteri gram-negatif, DNA girase adalah target primer 20 jam untuk sparfoksasin. Volume distribusi kuinolon kuinolon, seperli diilustrasikan dalam Gambar 43-3. Kui- nolon menghambat gulungan (supercoiling) DNA yang tinggi, dengan konsentrasi di urine, ginjal, paru-paru, diperantarai oleh girase pada konsentrasi yang ber- hubungan dengan kerja antibakteri efektifnya. Mutasi dan jaringan prostat, feses, empedu, dan makrofag dan gytA dapat memberikan reslsfensl terhadap obat ini. neutrofil lebih tinggi daripada kadar serum. Konsentrasi Topoisomerase lV memisahkan molekul DNA tertaut- kuinolon di CSE tulang, dan cairan prosratik lebih silang yang' dihasilkan dari replikasi DNA, dan juga rendah daripada kadar dalam serum. Kadar pefloksasin merupakan target kuionolon. dan ofoksasin dalam cairan asites mendekati kadar serum, dan siplofloksasin, ofloksasin, dan pefloksasin SPEKTRUM ANTIBAKTERI terdeteksi pada ASI. Fluorokinolon merupakan obat bakteisidal yang kuat ter- Sebagian besar kuinolon dibersihkan terutama oleh hadap bermacam-macam mikroorganisme, sepefti yang ginjal, dan dosis harus disesuaikan untuk gagal ginjal. dijelaskan pada Penggunaan Terapeutik. Fluorokuinolon Pefoksasin dan moksifoksasin dimetabolisme terutama mempunyai aktivitas yang baik terhadap stafilokokus, oleh hati dan tidak boleh digunakan pada pasien dengan tetapi tidak terhadap galur yang resislen terhadap meti- gagal hati. Tidak ada sarupun yang dibersihkan secara silin. Aktivitas terhadap streptokokus terbatas pada sub- efisien melalui peritoneal atau hemodialisis. set kuinolon, termasuk levofloksasin (twtauw), gatiflok- PENGGUNAAN TERAPEUTIK .sasin (reounr), dan moksifloksasin (aveLox) Beberapa lnfeksi Saluran Kemih bakteri intraseluler dihambat oleh fluorokuinolon; men- Nortloksasin disetujui penggunaannya di Amerika Seikat hanya untuk infeksi saluran kemih. Fluorokuinolon lebih besar efikasinya dibandingkan deng an trimetoprim-sulfa- metoksazol untuk terapi infeksi saluran kemih.

688 secIAN VIII Kemoterapi nenyakit MikrobaTabel 43-lRumus Struktur Kuinolon dan Fluorokinolon Tertentu Rl R7Asam nalidiksat -CrHu _H _CH, -N-Sinoksasin (N menggantikan C2) -C,Hu AU octt6-atoc7 AUNorfloksasin -CrHu _FSiprofloksasin -cH- -N- NH *cH-Ofloksasin ?1\"\" tr FSparfl oksasin (-N H, pada CQ (x).(N1) Y-l _N NH I _F 1-----\ F -N NH-CH\" IFleroksasin -cHr-cH2-F -F ,CHS -cH- -N NH c?'Y(Nrl)'n \ -c-?CHF, cHs -N- E _N NH_CH^JPefloksasin -CrHu tr, -lLevofloksasin tlO-'-:-CHa _F (x) (Nl)Garenoksasin _HGemifloksasin -F */-r'\*r, \--\N-ocH3

BAB 43 Sulfonamida, Trimetoprim--Sulfametoksazol, Kuinolon, dan obat untuk Infeksi Saluran remih 689GAMBAR 43-3 Model pembentukan gulungan DNA negatif oleh DNA ginse. Enzim yang terikat pada 2segmen DNA (1 ), menghasilkan su?tu nodus superheliks positif (+). Enzim kemudian memasukkan bagian yangterputus beruntaQanda dalam DNA dan melewati segmen depan melalui bagian yang terputus (2). Bagianyang terputus kemudian ditutup kembali (3), menghasilkan gulungan negatif (-). Kuinolon menghambat aktivitaspemutusan dan penutupan girase dan juga menghalangi aktivitas topoisomerase lV yang dapat memutus taulsilang.Prostatitis yang disebabkan o/eh S. Iyph| dan juga infeksi nontifoid bakteremia pada pasien A/DS. Shrge//osis efektif diterapiNortloksasin, siprofloksasin, dan ofloksasin efektif untuk dengan siprofloksasin afau azitromisin. Kemampuanterapi prostatitis yang disebabkan oleh bakteri yang kuinolon secara in vitro menginduksl foksin Shiga (penye-sensitlli Fluorokuinolon diberikan selama 4-6 minggu bab sindrom hemolitik-uremik) pada E. coli menunjukkanefeldif pada pasien yang tidak memberikan respons bahwa kuinolon tidak boleh digunakan untukE. coli yangte rh ad ap tri metopri m-sulf ametoksazol. menghasilkan foksin Shrga. Srprof/oksasln d an ofloksasin kurang efektif untuk terapi episode peritonitis yang terjadiPenyakit yang Ditularkan Secara Seksual pada pasien rawat jalan yang menjalani dialisis perito- neal secara terus-menerus, karena menghasilkan MICKuinolon dikontraindikasikan pada kehamilan. Fiuoro- yang lebih tinggi untuk stafilokokus negatif-koagulasekuinolon kurang memiliki aktivitas terhadap Treponema yang biasanya terlihat pada keadaan fersebut,pallidum, tetapi mempunyai aktivitas secara in vitro fer- lnfeksi Saluran Napashadap N. gonorrhoeae, Chlamydia trachomatis, dan Keterbatasan utama penggunaan kuinolon untuk terapiHaemophilus ducreyi. IJ ntutk uretitis/servlslfls Chlamy-dia, pemberian ofloksasin atau spartloksasin selama 7 pneumonia dan bronkitis yang didapat dai lingkunganhari adalah alternatif untuk pemberian doksisiklin selama7 hari atau dosis funggal azitromisin. Dosls oral tunggal adalah aktivitasnya yang rendah terhadap S. pneumoniaefluorokinolon sepefti ofloksasin atau siprofloksasin me- dan baktei anaerob. Banyak kuinolon terbaru, termasukrurykan pengobatan yang efektif untuk galur senslfif N.gonorrhoeae, tetapi meningkatnya resistensi terhadap gatifloksasin dan moksifloksasin, mempunyai aktivitasfluorokuinolon telah membuat seftriakson sebagai obatpilihan peftama. Penyakit inflamasi pada pelvis dapat yang sangat baik terhadap S. pneumoniae dan menunjuk-diterapi secara efektif dengan ofloksasin selama 14 hari kan efikasi yang sebanding dengan antibiotik B-laktam.yang dikombinasi dengan antibiotik yang qktif terhadap Fluorokuinolon mempunyai aktivitas terhadap semuaanaerob (klind amisin atau metronidazol). Kankroid (infek- patogen pemapasan yang umum, termasuk H. influenzae,sl o/eh H. ducreyi,) dapat diterapi dengan srprof/oksasin Moraxella catarrhalis, S. aureus, Mycoplasma pneumo-selama 3 hai. niae, Chlamydia pneumoniae, dan Legionella pneu-lnfeksi Gastrointestinal dan Abdominal mophila. Baik fluorokuinolon (siprofloksasin atau levoflok-Untukdiare yang dialamioleh para pelancong (umumnya sasin) atau azitromisin adalah antibiotik pilihan untuk L.disebabkan oleh E. coli enterotoksigenik), efektivitas kui- pneumophila. Fluorokuinolon dapat mengeradikasi secaranolon sama dengan timetoprim-sulfametoksazol. Nor- efeldif H. influenzae dan M. catanhalis dari sputum. Eksa-floksasin, siprofloksasin, dan ofloksasin diberikan semua- se rbasi pe m ap asan ri ng an-sam pai-sed an g akibat P, aeru- ginosa pada pasien dengan fibrosis kistik memberikannya selama 5 hari .efektif dalam pengobatan pasien respons terhadap fluorokuinolon oral.dengan shrgel/osri bahkan pemberian yang lebih singkat lnfeksi Tulang, Sendi, dan Jaringan Lunakmasih efektif pada banyak kasus. Norfloksasin lebih Terapi osteomielitis kronis memerlukan terapi antimikrobaunggul daipada tetrasiklin dalam menurunkan durasi jangka panjang dengan senyawa yang aktif terhadap S.diare padakolera. Siprofloksasin dan ofloksasin menyem- aureus dan batang gram-negatif. Fluorokuinolon, denganbuhkan sebagian besar pasien dengan demam enterik pemberian oral dan spektrum antibakterinya, dapat di'

690 necrer,t VIII Kemoterapi nenyakit Mikroba pada model hewan. Akan tetapi, anak-anak dengan flbrosls klslrk ya ng diberikan siprofloksasin, nofloksasin, gunakan pada beberapa kasus, dosis yang disarankan 500 mg setiap 12 jam atau, jika berat, 750 mg dua kali dan asam nalidiksat mempunyai sedikit gejala sendiyang sehafi. Infeksi tulang dan sendi dapat mefnerlukan terapi 4-6 minggu atau lebih. Dosls sebaiknya dikurangi pada reversibel. OIeh karena itu, nanfaatnya lebih besar dai- pasien gangguan fungsi ginjalyang parah. Srprof/oksasrn pada risiko pada beberapa anak-anak. tidak boleh diberikan pada anak-anak atau wanita hamil. Perbaikan klinis terjadisebesar 75% pada osteomielitis Leukopenia, eosinofilia, dan sedikit peningkatan kronis yang didominasi oleh basil gram-negatif. Kegagal- an berkaitan dengan perkembangan resisfensl S. aureus, transaminase serum jarang terjadi. Perpanjangan interual P. aeruginosa, dan Senatia marcescens, Pada infeksi kaki diabetik, yang umumnya polimikroba, kombinasi QT telah teramati dengan sparfloksasin dan sebagian fluorokuinolon dengan senyawa yang memiliki aktivitas kecil dengan gatifloksasin dan moksifloksasin. Kuinolon antianaerob ad alah pilih an yang rasion al. Srprof/oksasin mungkin harus digunakan dengan hati-hati pada pasien adalah satu-satunya terapi yang efektif pada hampir 50% yang menggunakan antiaritmia, termasuk amiodaron, infeksi kaki diabetik. kuinidin, dan prokainamida (lihat Bab 34), lnfeksi-lnfeksi Lain Informasi penulisan resep untuk gatifloksasin me- Iiputi kontraindikasi pada pasien diabetik karena ada Srprof/oksasln banyak digunakan untuk profilaksis antraks laporan hipoglikemia dan hiperglikemia yang seius. dan efektif untuk terapi tularemia, Kuinolon dapat diguna- Faktonfaktor risiko untuk efek merugikan ini mencakup kan sebagai bagian dari regimen multiobat untuk peng- usia lanjut, rnsufisiensi ginjal, dan terapi tambahan de- obatan tuberkulosis yang resisfen terhadap multiobat dan ngan obat-obatan yang memengaruhi glukosa. untuk pengobatan infeksi mikobalderi atipikal dan infeksi kompleks Mycobacterium avium pada A/DS (lihat Bab OBAT ANTISEPTIK DAN ANALGESIK 47). Pada pasien kanker neutropenik dengan demam, UNTUK INFEKSI SALUR,AN KEMIH ko mbin asi kuinolon deng an aminogl ikosida seba ndi ng de- n gan kombin asi B -l affiam-amin ogliko sida ; kui n olo n ku rang Antiseptik saluran kemih menghambat perlumbuhan efektif bila digunakan tunggal. Kuinolon, bila digunakan untuk profllaksis pada pasien neutropenik, telah menurun- banyak spesies bakteri dan dapat digunakan secara tera- kan insiden bakteremia batang gram-negatif. Siproflok- sasrn p/us amoksilin-klavulanal efektif sebagai terapi empi- peutik karena terkonsentrasi di tubulus ginjal. Konsen- trasi efektif antibakterinya juga mencapai pelvis ginjal is oral untuk demam pada pasien berisiko rendah yang dan kandung kemih. mengalami granulositopenia akibat kemoterapi kanker, METENAMIN EFEK MERUGIKAN Metenamin adalah antiseptik saluran kemih dan prodrug Efek merugikan yang paling umum meliputi saluran Gl, yang menunjukkan aldivitasnya untuk menghasilkan dengan 3-17% pasien umumnya melaporkan mual ringan, muntah, dan/atau gangguan abdominal. Diare formaldehid. Zat ini bersifat bakterisidal untuk mikro- dan kolitis terkailantibiotik biasanya tidak umum terjadi. Efek samping SSP, terutama sakit kepala ringan dan organisme gram-positif dan gram- negatif dan lebih efektif pening, lerjadi pada 1-10% pasien. Jarang sekali terjadi dalam urine yang bersifat asam. halusinasi, delirium, dan seizure, terutama pada pasien NITROFURANTOIN yang juga menerima teofilin afau obat antiinflamasi nonsteroid, Srprof/oksasln dan pefloksasin mengh ambat Nitrofurantoin (runaonunN, MACRIBID, Iainnya) adalah nitro- metaboli sme te ofili n d an d ap at me n gind uksi kad a r toksi k. furan sintetik yang digunakan untuk mencegah dan mengobati infeksi saluran kemih. Bakteri mengurangi )bat antiinflamasi nonsteroid memperkuat penggantian nitrofurantoin menjadi produk toksik yang tampaknya asam y-aminobutirat (GABA) dari reseptornya oleh menyebabkan kerusakan sel. Aktivitas antibakteri lebih tinggi pada keadaan urine yang bersifat asam, kuinolon. Ruam, termasuk reaksi fotosensitivitas, juga dapat terjadi. Ruptur tendon Achilles atau tendinitis jarang Farmakologi dan Toksisitas terjadi. Penyakit ginjal, hemodialisis, dan penggunaan Nitrofurantoin dlabsorpsi dengan cepat dan secara se/n- glukokorlikoid id ap at menj ad faktor-f aktor predrsposlsl. puma dari saluran Gl. Konsentrasi antibakteri tidak ter- capai dalam plasma pada dosls yang direkomendasikan Pada umumnya, penggunaan kuinolon dikontraindikasi- karena obat ini dieliminasi dengan cepat. Waktu paruh plasma <1 jam; hampir 40% diekskresikan dalam bentuk kan pada anak-anak, karena menyebabkan aftropati utuh ke dalam urine. Urine tidak boleh dibasakan karena mengurangi aktivitas antimikrobanya. Nitrofurantoin mem- buat warna urine menjadi cokelat.

BAB 43 Sulfonamida, Trimetoprim-sulfametoksazol, Kuinolon, dan Obat untuk Infelisi Saluran xemih 691 Efek samping yang paling umum terjadi adalah Dosis oral nitrofurantoin untuk dewasa adalah 50-anoreksia, mual dan muntah, dan diare. Reaksi hiper- 100 mg empatkaliseharidengan makanan dan menjelangsensiflvifas kadang-kadang terjadi, mencakup demam, tidur. Dosis tunggal 50-100 mg menjelang tidur cukup untuk mencegah kekambuhan. Lamanya terapi tidakleukopenia, granulositopenia, anemia hemolitik yang ber- boleh lebih dari 14 hari. Wanita hamil, individu dengan gangguan fungsi ginjal (bersihan kreatinin <40 mUmeni$,kaitan dengan defisiensi glukosa 6-fosfat dehidrogenase, dan anak-anak berusia <1 bulan tidak boleh diberikanikterus kolestatik, dan hepatitis. Pneumonitis akut dapat nitrofuraintoin.terjadi secara akut; gejala biasanya segera membaiksetelah obat dihentikan. Reaksi subakut juga dapat ter- Nitrofurantoin hanya disetujui untuk terapi infeksijadi, termasuk fibrosis pulmoner interstisial. Pasien lansia saluran kemih yang disebabkan oleh mikroorganismekhususnya sangat rentan terhadap lokslsifas pulmoner. yang diketahui rentan terhadap.obat ini. NitrofurantoinPolineuropati berat yang menyerang saraf sensorik dan tidak direkomendasikan untuk terapi pielonefritis ataumotorik juga telah dilaporkan, paling sering pada pasien prostatitis, tetapi efektif untuk profilaksis kekambuhandengan gangguan fungsi ginjal dan pada orang yang infeksi saluran kemih.mendapat terapi jangka panjang.Daftar Bibliografi lengkap dapat dilihat pada Goodman & Gilmant The Phannacological Basis ofTherapeutics, llth ed., atau Goodman & Gilman Online di www.accessmedicine.com.


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook