Coronavirus BAB 41Coronavirus merupakan virus RNA berukuran besar dan baca terbuka yang menyandi protein nonstruktural danberselubung. Coronavirus manusia menyebabkan selesma protein HE berbeda dalam ha1 jumlah dan urutan gen di(common cold) dan telah dikaitkan dengan gastroenteritis antara coronavirus. Virus SARS mengandung sejumlah besarpada bayi. Suatu coronavirus baru diidentifikasi sebagai gen-gen untuk protein nonstruktural yang tersebar di ujungpenyebab wabah sindrom pernapasan akut berat (severe acute 3'genom.respiratory syndrome, SARS) di seluruh dunia pada tahun2003. Coronavirus hewan mencetuskan penyakit yang Klasifikasimemiliki dampak ekonomi bagi hewan peliharaan. Coronaviridae, bersama dengan Arteriviridae, merupakan satu dari dua famili yang berada dalam ordo Nidovirales.Coronavirus pada hewan tingkat rendah menciptakan infeksi Karakteristik yang digunakan untuk mengelompokkanpersisten pada pejamu alaminya. Virus manusia sulit di-biakkan sehingga lebih sedikit ditentukan ciri-cirinya. Coronaviridae termasuk morfologi partikel, strategi replikasi RNA yang unik, organisasi genom, dan homologi sekuensSIFAT CORONAVIRUS nukleotida. Ada dua genus dalam famili Coronaviridae;Sifat-sifat coronavirus yang penting disajikan dalam Tabel41-1. Coronav ir us dan Torovirus. Torovirus tersebar dalam mamalia berkuku dan tampaknya menyebabkan diare.Struktur & Komposisi Tampaknya ada dua serogrup coronavirus manusia yangCoronavirus merupakan partikel berselubung berukuran diwakili oleh galur 229F. dan OC43. Coronavirus baru yang120-160 nm yang mengandung genom RNA bersens positif ditemukan di tahun 2003 dari penderita SARS berada dalamberuntai tunggal tidak bersegmen (27 -32kb), genom terbesar grup yang sama (grup 2) dengan OC43. Coronavirus hewandi antaravirus-virus RNA. Genom ini mengalami poliadenilasi peliharaan dan coronavirus tikus termasuk dalam dua grupdi ujung 31 RNA genomik yang terisolasi bersifat infeksius.Nukleokapsid heliksnya berdiameter 9-11 nm. Terdapat ini. Terdapat grup antigen berbeda yang ketiga yangtonjolan berbentuk gada atau kelopak bunga dengan panjang20 nm dengan jarak antar tonjolan agak jauh di permukaan mengandung virus bronhitis avian infeksius pada ayam.luar selubung, mirip dengan korona matahari (Gambar 41-1). TABEL 41-1 Sifat-sifat Penting CoronavirusProtein struktural virus ini mencakup sebuah protein Virion: Sferis, diameter 'l 20-160 nm, nukleokapsid heliksnukleokapsid (N) 50-60 kDa terfosforilasi, sebuah glikoprotein Genom: RNA beruntai tunggal, lineal tidak bersegmen, bersensmembran (M) 20-35 kDa yang berperan sebagai protein posilif , 27 -32 kb, bertudung dan terpoliadenilasi, infeksiusmatriks yang tertanam dalam lapisan ganda lipid selubungdan berinteraksi dengan nukleokapsid, serta glikoprotein Protein: Dua glikoprotein dan satu fosfoprotein. Beberapa virusruncing (S;180-220 kDa) yang men)^rsun peplomer mengandung sebuah glikoprotein ketiga (hemaglutininberbentuk kelopak bunga. Beberapa virus, termasuk corona- esterase)virus manusia OC43, mengandung sebuah glikoprotein ketiga(HE; 65 kDa) yang menyebabkan hemaglutinasi dan memiliki Selubung: Mengandung duri-duri besar, berjarak lebar,aktivitas asetilesterase. berbentuk gada atau kelopak bunga Susunan genom coronavirus khas disajikan dalam Gambar Replikasi: Sitoplasma; partikel menjadi matang dengan41-2. Urutan gen untuk protein yang disandi oleh semua pertunasan ke dalam retikulum endoplasma dan Golgicoronavirus adalah PoI-S-E-M-N-31 Beberapa kerangka Sifat-sifat unik: Menyebabkan selesma dan SARS Menunjukkan frekuensi rekombinasi yang tinggi Sulit tumbuh dalam kultur sel 595
596 Bagian Empat * VirologiGAMBAR 41-1 Coronavirus manusia OC43. Perhatikan duri-duri Kejadian pertama pascapelepasan selubung adalahkhas berukuran besar yang saling berjauhan, membentuk translasi RNA genomik virus untuk menghasilkan RNA\"korona\"di sekitar virion (297.000x). (Atas izin F.A. Murphy dan E.L. polimerase bergantung-RNA yang spesilik virus. Polimerase virus melakukan transkripsi seluruh panjang RNA kom-Palmer.) plementer (minus-strand) yang berperan sebagai cetakan untuk sekelompok lima hingga tujuh mRNA subgenomik.Tampaknya ada heterogenitas antigen yang signifikan di Hanya sekuens gen terminal 5' pada tiap MRNA yangantara galur-galur virus dalam satu grup antigen besar (yaitu, ditranslasi. Seluruh panjang kopi RNA genomik jugagrup mirip-229E). Reaksi silang terjadi di antara beberapa ditranskripsi dari RNA komplementer. Karena tiap mRNAgalur manusia dan beberapa galur hewan. Beberapa galur subgenomik ditranslasi menjadi polipeptida tunggal, pre-memiliki hemaglutinin. kursor poliprotein jarang dijumpai dalam infeksi coronavirus, Virus-virus juga dapat dikelompokkan ke dalam grup meski RNA genomik menyandi suatu poliprotein besar yangyang sama menurut analisis sekuens genom. diproses hingga menghasilkan RNA polimerase virus.Replikasi Coronavirus Molekul RNA genomik yang baru disintesis berinteraksi di dalam sitoplasma dengan protein nukleokapsid sehinggaKarena coronavirus manusia tidak tumbuh dengan baik membentuk nukleokapsid heliks. Di dalam RNA pemimpin,dalam kultur sel, perincian replikasi virus didapat dari ada lokasi pengikatan terpilih untuk protein N. Nukleokapsid menonjol melalui membran retikulum endoplasma kasar danpenelitian terhadap virus hepatitis pada tikus yang aparatus Golgi di area yang mengandung glikoprotein virus. Virion matang kemudian diangkut dalam vesikel ke tepi se1berhubungan erat dengan galur manusia OC43 (Gambar untuk dikeluarkan atau menunggu dilepaskan ketika sel41-3). Siklus replikasi berlangsung dalam sitoplasma sel. mati. Virus melekat ke reseptor pada sel target dengan duri- Virion tampaknya tidak dibentuk melalui pertunasan diduri glikoprotein pada selubung virus (baik dengan S atau membran plasma. Partikel dalam jumlah besar dapat terlihatHE.) Reseptor coronavirus manusia 229E adalah amino- di sebelah luar sel yang terinfeksi dan kemungkinan diabsorpsipeptidase N, sementara reseptor fungsional virus SARS adalah ke dalamnya setelah virion keluar. Beberapa coronavirus memicu terjadinya fusi sel; diperantarai oleh glikoprotein Senzim pengubah angiotensin 2. Berbagai isoform famili dan memerlukan pH 6,5 atau lebih tinggi. Beberapa corona-glikoprotein terkait-antigen karsinoembriogenik berperan virus menyebabkan infeksl persisten pada sel ketimbangsebagai reseptor untuk coronavirus tikus. Partikel ini bersifat sitosidal.kemudian dimasukkan ke dalam sel, kemungkinan melaluiendositosis absorptif. Glikoprotein S dapat menyebabkan fusi Coronavirus memperlihatkan lrekuensi mutasi yangselubung virus dengan membran sel. tlnggi dalam tiap episode replikasi, termasuk pencetusan tingginya insidens mutasi delesi. Coronavirus mengalami rekombinasi dalam frekuensi tinggi selama replikasi; ini tidak biasa untuk virus RNA dengan genom yang tak bersegmen dan hai ini dapat berperan terhedap evolusi gaiur virus yang baru. INFEKSI CORONAVIRUS PADA MANUSIA Patogenesis Coronavirus cenderung sangat spesilik-spesies. Patogenesis penyakit karena coronavirus pada manusia masih belum begitu dipahami. Kebanyakan coronavirus hewan yang dikenal memperlihatkan tropisme untuk sel spitel saluran pernapasan atau pencernaan. Infeksi coronavirus in vivo dapat menyebar, seperti virus hepatitis tikus, atau terlokalisasi. Infeksi coronavirus pada manusia biasanya tetap terbatas pada saluran pernapasan atas. Sebaliknya, wabah SARS di tahun 2003 ditaridai dengan penyakit respirasi berat, termasuk pneumonia dan gagal napas progresif. Virus juga dapat dideteksi di organ lain, seperti ginjal, hati, dan usus halus, serta pada feses. Virus SARS kemungkinan berasal dari pejamu bukan manusia, kemungkinan besar kelelawar, bertambah banyak dalam
Bab 41 .f. Coronavirus 597SARS-CoV 7b Bb 9b1 11 ADRP/ 112 PLPro 3MPro ssRBP RdRP Hel,TGEV (grup 1) S l3bl I M 7 ORFIa ORFl b 3al lEl NMHV (9rup 2) IBV (grup 3) ORFI bGAMBAR 4l-2 Susunan genom coronavirus. Genom coronavirus SARS (SARS-Cov) berukuran sekita( 29,7 kb. Genom TGEV babi, virushepatitis tikus (mouse hepatitis vlrus, MHV), dan virus bronkitis infeksius avian (infectious bronchitis virus, IBV\ berukuran berkisar 28,5 kb,31 ,2 kb, dan 27,6 kb. Kotak berwarna kuning mencerminkan kerangka baca terbuka (open reading frames, ORF) yang menyandi proteinstruktural; kotak Iainnya menyandi protein nonstruktural. ORF yang terpisah di dalam tiap gen ditranslasi dari satu spesies mRNA. Produkpembelahan ORFl dinamakan nspl-16. S, duri; E, selubung; M, trans-membran; N, nukleokapsid; ADRP, adenosine diphosphate-ribose1 Lphosphatase; PLp'\", cysteine proteinase seperti papain; Mp', cysteine proteinase utama (disebutjuga 361u\"); ssRBB protein pengikat RNAuntai tunggal; RdRP, RNA polimerase bergantung RNA; Hel., superfamili t helikase; ExoN,3'-> 5'eksonuklease; NendoU, endoribonukleasespesifik poli(U); 2'OMl S-adenosylmethionine-dependent ribose 2lo-methyltransferase. (Dicetak ulang atas izin Lai MMC, Perlman S,Anderson LJ: Coronavirid ae.ln: FieldsVirology,5'h ed. Knipe DM et al leditor]. Lippincott Williams & Wilkins, 2007.)tubuh rase kelapa, dan ditularkan ke manusia di pasar hewan saluran pernapasan babi (porcine respiratory coronavirus,hidup. Kelelawar tapal kuda Cina merupakan reservoir alami PRCV) baru yang muncul di Eropa pada tahun 1980-an dan menyebabkan epizootik luas pada babi. Analisis sekuenscoronavirus yang mirip SARS. Di daerah pedalaman Cina memperlihatkan bahwa PRCV berasal dari TGEV melaluiselatan, tempat bermulanya wabah, manusia, babi dan ayam delesi besar pada glikoprotein S1.peliharaan hidup bersama dengan erat, dan terdapat pe- Gambaran Klinismanfaatan spesies liar untuk makanan dan obat-obatan Coronavirus manusia menyebabkan \"selesma' biasanya tanpatradisional secara luas-keadaan yang mendukung muncul- demam, pada orang dewasa. Gejalanya serupa dengan yang disebabkan oleh rhinovirus, ditandai oleh duh hidung sertanya galur virus baru. malaise. Periode inkubasinya dari hari 2 hingga 5 hari, dan Coronavirus dicurigai menyebabkan beberapa gastro- gejalanya biasanya berlangsung selama I minggu. Saluranenteritis pada manusia. Ada beberapa model hewan untukcoronavirus enterik, termasuk virus gastroenteritis babi yang pernapasan bawah jarang terlibat, meski pneumonia padadapat ditularkan (p orcine transmissible gastro enteritis virus, anggota baru militer ditemukan disebabkan oleh infeksiTGEV). Penyakit terjadi pada hewan muda dan ditandai coronavirus. Anak penderita asma dapat mengalami serangandengan penghancuran sel epitel serta hilangnya kemampuanabsorpsi. Menarik untuk disimakbahwa ada suatu coronavirus
598 Bagian Empat i. Virologiii{il{ t \ool'\/r-/ Aii+tiiil Fusi \",+ti (, o\F/otlii:i H t, I- RNA genomik (+)iiii.i iiiiiiij,,-, y'':::.,\" H(-) 3',iilt 'i\".\",i:,.:-.1]..r--. 3, ORFI *r:ri.iii 1 Transkripsi Polit (+) V replikasiii ++ HEii r--------- .-> s, trt- +E.:l E-_ +M mRNAsrt_ +N ++ ns I i::i:: f}- E..E.'f.......' 4 -GAMBAR 41-3 Siklus replikasi coronavirus. Virion berikatan dengan reseptor spesifik, glikoprotein atau glikan melalui protein duri.Penetrasi dan pelepasan selubung terjadi melaluifusi yang diperantarai-protein S antara selubung virus dengan membran plasma ataumembran endosomal. Gen 1 RNA genom virus ditranslasi menjadi poliprotein yang diproses sehingga mengeluarkan komplekstranskriptase-replikase. RNA genomik digunakan sebagai cetakan untuk membentuk RNA beruntai negatif yang digunakan untukmembentuk RNA genomik dengan panjang utuh dan mRNA subgenomik. Tiap mRNA ditranslasi sehingga hanya menghasilkan proteinyang disandi oleh ujung 5'mRNA, termasuk protein nonstruktural. Protein N dan RNA genomik yang baru disintesis dirakit membentuknukleokapsid helikal. Glikoprotein membran M disisipkan dalam retikulum endoplasma (ER) dan tertambat pada aparatus Golgi.Nukleokapsid (N plus RNA genomik) berikatan dengan protein M di kompartemen pertunasan (ERGIC). Protein E dan M berinteraksi untukmencetuskan pertunasan virion, menyelubungi nukleokapsid. Glikoprotein S dan HE terglikosilasi dan tertrimerisasi, bergabung denganprotein M, dan menyatu ke dalam partikel virus yang sedang mengalami pematangan. Virion dilepaskan melalui fusi mlrip elsosit6sisantara vesikel-vesikel dengan membran plasma. Virion dapat tetap teradsorpsi ke membran plasma sel yang terinfeksi. Seluruh siklusreplikasi coronavirus terjadi di sitoplasma. (Dicetak ulang atas izin Lai MMC, Perlman S, Anderson LJ: Coronaviiid ae.ln: FieldsVirology,5'hed. Knipe DM et al leditors]. LippincottWilliams &Wilkins,2007.)mengi, dan penyakit paru kronis pada orang dewasa dapat terjadi pada hampir 10% kasus, dengan angka kematianmemperberat gejala saluran napas. tertinggi pada kaum lanjut usia. Coronavirus SARS menyebabkan penyakit saluran per- Gambaran klinis enteritis akibat coronavirus belum dapatnapasan berat. Periode inkubasi rata-rata sekitar 6 hari. Gejala dijabarkan dengan jelas. Gambaran ini tampaknya serupaawal umumnya meliputi demam, malaise, menggigil, nyeri dengan infeksi rotavirus.kepala, pusing, batuk dan nyeri tenggorok, diikuti oleh sesaknapas beberapa hari kemudian. Banyak pasien memiliki lmunitasradiograf dada abnormal. Beberapa kasus memburuk dengancepat menjadi distres pernapasan akut sehingga memerlukan Seperti pada virus pernapasan lainnya, timbul imunitas, tetapibantuan ventilator. Kematian akibat gagal napas progresif tidak sempurna. Kekebalan terhadap antigen tonjolan per-
Bab 4l * Coronavirus 599mukaan kemungkinan berperan paling penting untuk per- Coronavirus umumnya berkaitan dengan penyakit saluranlindungan. Resistensi terhadap reinfeksi dapat bertahan pernapasan akut pada orang lanjut usia, bersama denganbeberapa tahun, tetapi reinfeksi oleh galur yang sama umum rhinovirus, virus influenza, dan respiratory syncytial virus.dijumpai. Frekuensi infeksi coronavirus diperkirakan sekitar separuh dari infeksi rhinovirus dan setara dengan dua virus lainnya. Kebanyakan (>95o/o) penderita SARS membentuk responsantibodi terhadap antigen virus yang dapat dideteksi dengan Coronavirus SARS terbukti dapat terbawa melalui udarauji antibodi fluoresens atau ELISA. Serum konvalesens harusdikumpulkan dalam waktu lebih dari 28 hari setelah awitan di sarana pelayanan kesehatan, menunjukkan bahwa pe-gejala. nularan melalui udara dapat terjadi. Kontaminasi SARS padaDiagnosis Laboratorium permukaan yang sering disentuh, seperti meja di sisl tempat tidur (benda tercemar), diamati juga terjadi.A. Deteksi asam nukleat & antigen Wabah SARS meledak di Cina selatan pada akhir tahunAntigen coronavirus dalam sel pada sekret saluran pernapasan 2002, dan ketika mulai memudar di pertengahan 2003,dapat dideteksi menggunakan uji ELISA jika tersedia menyebabkan lebih dari 8000 kasus di 29 negara, denganantiserum berkualitas tinggi. Coronavirus enterik dapat lebih dari 800 kematian (angka kematian kasus sebesar 9,67o).dideteksi melalui pemeriksaan sampel feses dangan mikroskop Pada hampir semua kasus, ada riwayat kontak erat denganelektron. Assal reaksi rantai polimerase (polymersae chain pasien SARS atau riwayat baru bepergian ke area tempatreaction, PCR) berguna mendeteksi asam nukleat coronavirus infeksi SARS pernah dilaporkan. Perjalanan udara inter-dalam sekret saluran pernapasan dan pada sampel feses. RNA nasional memungkinkan SARS menyebar ke seluruh dunia dengan kecepatan yang mengagumkan. Pengalaman denganvirus SARS terdeteksi di daiam plasma oieh PCR, dengan SARS menunjukkan bahwa dalam dunia globalisasi ini, suatu wabah penyakit menular di manapun menempatkan semuaviremia paling cepat dapat dideteksi antara hari ke-4 hingga negara dalam bahaya.ke-B infeksi. Menarik untuk disimak bahwa beberapa penderita SARSB. lsolasi & identifikasi virus dikategorikan sebagai \"penyebar super (super spreaders)\"; masing-masing tampaknya menginfeksi lebih dari sepuiuhIsolasi coronavirus manusia dalam kultur sel sulit dikerjakan. kontak. Penyebar super ini juga dijumpai pada penyakit lainAkan tetapi, virus SARS dikumpulkan dari spesimen orofaring seperti rubela, Ebola, dan tuberkulosis, serta kemungkinanmenggunakan sel ginjal kera Vero. mencerminkan susunan tertentu faktor pejamu, virus dan lingkungan.C. Serologi Epidemiologi infeksi coronavirus enterik belum begituKarena sulitnya isolasi virus, serodiagnosis menggunakan diketahui.serum masa akut dan masa konvalesens merupakan cara yang Terapi, Pencegahan & Pengendalianpraktis untuk memastikan infeksi coronavirus. Uji ELISA danhemaglutinin dapat digunakan. Diagnosis serologi infeksi Belum terbukti ada terapi untuk mengobati infeksi coro-galw 229E dapat dikerjakan menggunakan uji hemaglutinasi navirus, begitu pula dengan vaksin.pasif yang dalam pemeriksaan ini, sel darah merah yang Standar pengendalian yang efektif menghentikan pe- nyebaran SARS termasuk isolasi pasien, karantina individudilapisi oleh antigen coronavirus diaglutinasi oleh serum yang yang terpajan, dan larangan bepergian, serta penggunaanmengandung antibodi. sarung tangan, jubah, kacamata pelindung, dan respiratorEpidemiologi oleh petugas kesehatan.Coronavirus tersebar di seluruh dunia. Virus ini merupakan PERTANYAAN ULANGANpenyebab utama penyakit saluran pernapasan pada orangdewasa selama buian-bulan musim dingin ketika insidens 1 Seorang perempuan berusia 63 tahun menderita demam,selesma cukup tinggi, tetapi angka isoiasi rhinovirus atauvirus saluran pernapasan lainnya rendah. Virus ini cenderung nyeri kepala, malaise, mialgia, dan batuk. Saat itu sedangberkaitan dengan wabah yang jelas. awal masa virus saiuran pernapasan musim dingin, dan dokter tidak tahu virus apa yang sedang beredar di Menurut perkiraan, coronavirus menyebabkan l5-30o/odari semua selesma. Insidens infeksi coronavirus beragam masyarakat. Mana dari virus berikut yang bukantiap tahunnya, berkisar antara lVo sampai 357o dalam satu merupakan penyebab penyakit saluran pernapasanpenelitian yang dikerjakan selama 3 tahun. akut? Antibodi terhadap coronavirus respirasi muncul pada masa kanak-kanak, meningkat prevalensinya sesuai usia, dan (A) Virus influenza dijumpai pada lebih dari 90% orang dewasa. Reinfeksi disertai (B) Adenovirus gejala tampaknya dapat terjadi setelah 1 tahun. (C) Respiratory syncytial virus (D) Coronavirus (E) Rotavirus
600 Bagian Empat .l' Virologi2. Menurut analisis sekuens dan pemeriksaan serologi, (C) Frekuensi rekombinasi yang tinggi selama replikasi (D) Serotipe tunggal yang menginfeksi manusia mana berikut ini yang paling mungkin menjadi asal (E) Genom bersens negatif 6. Berikut merupakan ciri coronavirus, kecuali satu. Mana coronavirus SARS? yang tidak benar? (A) Rekombinasi antara coronavirus manusia dan (A) Memiliki antigen reaktif silang dengan virus hewan yang menciptakan virus baru influenza (B) Berpindahnya coronavirus hewan ke manusia (C) Mutasi coronavirus manusia yang menyebabkan (B) Mengandung genom terbesar di antara virus-virus meningkat nya virulensi RNA (D) Didapatkannya gen sel manusia oleh coronavirus (C) Bisa menyebabkan gastroenteritis (D) Tersebar di seluruh dunia manusia melalui rekombinasi yang memungkinkan Jawaban s.c virus mengelak dari respons imun pejamu. 1.E 3.8 6.AJ. Epidemi SARS coronavirus pada tahun 2002-2003 2.8 4.D menyebabkan banyak kasus dan kematian. Apa jalur REFERENSI utama transmisi coronavirus manusia? Baric RS, Hu Z (editor): SARS-CoV pathogenesis and replication. Virus Res 2008;133(Issue 1). fSeluruh terbitan.] (A) Fekal-oral (B) Respirasi Booth TF et al: Detection of airborne severe acute respiratory (C) Darah syndrome (SARS) coronavirus and environmental conta- (D) Perinatal dari ibu-ke-bayi mination in SARS outbreak units. ) Infect Dis 2005;191:1472. (E) Aktivitas seksual IPMID: 1580e906]4. Infeksi coronavirus pada manusia biasanya menyebabkan Cheng VCC et al: Severe acute respiratory syndrome coronavirus sindrom selesma. Akan tetapi, wabah SARS baru-baru as an agent of emerging and reemerging infection. Clin ini ditandai oleh pneumonia dan gagal napas progresif. Microbiol Rev 2007;20:660. IPMID: 17934078] Pencegahan atau terapi penyakit ini dapat dilakukan Lee N et al: A major outbreak ofsevere acute respiratory syndrome dengan in Hong Kong. N Engl ] Med 2003;348:1986. IpMID: (A) Vaksin subunit l 26823s21 (B) Vaksin hidup yang dilemahkan dan diadaptasikan Mahony JB: Detection of respiratory viruses by molecular dengan dingin methods. Clin Microbiol Rev 2008:21:7 j,6. [pMID: (C) Obat antivirus amantadine 1 88s448e1 (D) Standar pengendalian infeksi, termasuk isolasi dan Perlman S, Dandekar AA: Immunopathogenesis of coronavirus pemakaian alat pelindung diri (E) Obat antivirus asiklovir infections: Implications for SARS. Nature Rev Immunol Epidemi infeksi virus saluran pernapasan akut terjadl di 2005:5 :9 17 . IPMID: 1, 63227 45] Rota PA et al: Characterization ofa novel coronavirus associated antara kaum lanjut usia penghuni sebuah rumah rawat. with severe acute respiratory syndrome. Science 2003;30:1394. Virus infl uenza dan coronavirus, yang dapat menyebabkan IPMID: 127305001 penyakit saluran pernapasan berat pada lanjut usia, dicurigai menyebabkan hal ini. Mana dari ciri berikut yang sama-sama dimiliki oleh kedua virus ini? (A) Genom bersegmen (B) Genom RNA yang infeksius
Search
Read the Text Version
- 1 - 6
Pages: