Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore Bab 15. Sindrom Kelelahan Kronis dan Neurastenia

Bab 15. Sindrom Kelelahan Kronis dan Neurastenia

Published by haryahutamas, 2016-08-23 04:57:28

Description: Bab 15. Sindrom Kelelahan Kronis dan Neurastenia

Search

Read the Text Version

ffire 15LJSindrom Kelelahan Kron IS dan NeurasteniaSINDROM KELETAHAN KRONIS tidak ada pada sindrom kelelahan kronis. llasil u.ji untuk agen virus lain seperti enterovirus, herpesvirus, dan retro\irLls lncln-Sindrom kelelahan kronis (disebut sebagai myalgic encephalo' berikan hasilnegatif. Se.jumlah pencliti meneuukatt petanda non-myelitis di Inggris dan Kanada) adalah suatu sir.rdrom multisistem spesilik kelainan imr\"rn pada pasien dengar-r sinclrom kelelahanyang ditandai dengan kelelahan berat yang melemahkan selama 6 kronis, contohnya menurunnya respons prolif'erasi limfosit clarahbulan atau lebih, sering disertai mialgia, sakit kepala, falingitis, tepi tetapi respons ini serupa dengan respons yang dideteksi padademam ringan, keluhan kognitif, gejala gastrointestinal, dankelenjar limfe yang nyeri saat ditekan. Pencarian penyebab infeksi se.jumlah pasien dengan depresi berat.gangguan kelelahan kronis telah dilakukan secara aktif karenatingginya persentase pasien yang melaporkan awitan mendadak Diagnosis dan Gambaran Klinissetelah penyakit midp flu berat. Oleh karena sindrom kelelahan kronis tidak memiliki ciri patogno- Pada tahun I 98 8, Centers for D isease Contro I and Prevention monik. diagnosisnya men jacli sulit. Dokter harus berupaya meng-(CDC) di Amerika Serikat mengidentifikasi kriteria diagnostik gambarkan sebanyak mungkin tanda dan ge.jala untuk rnemper-yang spesifik untuk gangguan kelclahan kronis. Sejak itu, ganggu- mudah prosesnl'a.an ini memperoleh perhatian profesi medis maupun masyarakatumum. Masalah yang terkait dengan mempelaj ari sindrom kelelah- Kriteria diagnosis CDC sindrom kelelahan kronis disusunan kronis saat ini sangat dirninati diAmerika Scrikat. pada'fabel l5-1 dar.r mencakup kclclal.ran selama sedikitnya 6 bulan. gangguan dava ingat atau konseutrasi, sakil tenggorok,Epidemiologi kelenjar getah bening yang nyeri atau rrembesar, nyeri otot, artralgia, sakit kepala, ganggLlan tidLrr. clan malaise pascakcrjaInsiden dan prevalensi pasti sindrorn kelelahan kronis tidak di- berat. Kelelahan adalah ge.jala yang paling .ielas dan ditandaiketahui tetapi insidennya diperkirakan 1 per 1.000. Penyakit ini dengan keletihan fisik clan.iiwa berat yang cukup menyebabkan pengurangan 50 o% aktivitas pasien. Untuk sebagiar-r besar prsien.terutama diamati pada dervasa muda (usia 20 hingga 40). awitannya bertahap; beberapa pasien memiliki awitan akut yang menyerupai penyakit mirip flu.Perempuan sedikitnya dua kali lebih mungkin lerkena dibanding-kan laki-laki. Di Amerika Serikat, sejumlah studi menuniukkan Nn. Jiadalah lajang berusia'35,tahun, seoraxg ahli per-bahrva kira-kira 25 persen populasi dewasa umum mengalamikelelahan yang berlangsung 2 minggu atau lebih. Ketika kelelahan ' pustakaan kulit putih dengan riwayat medis masa lalu 1'angberlangsung liingga lebih dari 6 bulan didefinisikan sebagai ringan dan tanpa gejala psikiatri sebelum mengalami penyal<it rnirip flu. Setelah l0 hari episode akut berlalu, ia masih mct'asakelelahan kronis. Telah dilaporkan bahrva sindrom kelelahan ,lelah dan mudah letih. Dua minggu setelah awitan penyakitkronis memiliki prevalensi 0.52 persen pada perempuan dan 0,29 ini; ia kembali bekerja letapi tidak mampu mettl'elesaikaupersen pada laki-laki. Suatu studi pada pasien di klinik pelayanan pekerjaan sehari-harinl a sellma 8 .iam karena keletihan yangprimer menemukan bahwa 24 persen pasien mengalami kelelahan bertambah dan nyeri sendi serta otot difus 1'ang baru timbul.yang berlangsung lebih dari 1 tahun. ,dan secara bertahap berkernbang.Etiologi Dokter perarr atan primer nreny arankan naproxen (Napro- syn) dan mcnyemangati pasien sambil mcmberikan konsclingPenyebab gangguan ini tidak diketahui. Diagnosis dapat ditegak- dengan sabar. Dokter memperhatikan tidak ada hal yang tidakkan hanya setelah semua pcnyebab penyakit medis dan psikiatri biasa dalam mood dan merL'sepkan agen hipnotik untuk Inem-lain yang menimbulkan kelelahan kronis telah disingkirkan. Studi perbaiki tidumya. Meskipun demikian. tidak ada perbaikanilmiah telah mensahkan bahrva tidak ada tanda patognomonikatau uji diagnostik untuk keadaan ini. dengan l0 mg zolpidem (Ambien1. Nn. i kemudian mulai Penel iti telah mencoba untuk mengaitkan Epstein-Barr herpes- rnengalami sakir kepala bitemporal )ang memeras. Serelah 3virus (EBV) sebagai agen etiologis sindrom kelelahan kronis. bulan, ia dirqjuk ke seorang ahli reumatologi yang mencobaMeskipun dernikian, infeksi virus Epstein-13arr dikuitkan denganantibodi spesifik dan limfbsitosis atipikal, suatu temuan yang

282 15. Sindrom Kelelahan Kronis dan Neurastenia',membeiffi l;aidtiifi linr @lavil) 50 l mg di,:malarn hatil, ta : Perjalanan Gangguan dan Prognosis' r'memplqiellldengan penrih semangat dan mengatakan *utri ia: Pemulihan spontanjarang teriadi pada pasien dengan sindrom ke- tidak depresi. hanya kesakitan. lelahan kronis tetapi perbaikan dapat terjadi. Pasien dengan prog- ,, r:, Dahulu-:ia adalah lseorang pegawai: ya$g I teliti dan j arang nosis yang paling baik tidak memiliki penyakit psikiatri sebelum- nya atau yang teriadi bersamaan mampu mempertahankan kontak-,'UmeenSg$apmnbni!'1d, eb*ui!k!,,ieatas11r'e;,telildaahk,a,:blmulaasnrikm' beenkgearlijuau' ikpareennyaa',kistaikniti;, : sosial dan melanjutkan pekerjaan. bahkan dengan tingkatan yang ia lerpaksa mengambil cuti. kpmbali ke kehidupannya dengan berkurang. ibunya karena ia lidak lagi memiliki pemasukan. Ia terus Terapi mengtlam| ilsakj! .di .r.man+-manp'1, leryah, dan iritabel' serta r ,rr61pi1.rii6u/'tarirne,, iatcit;l., Keiika..ia,' tiaU4:r la t.tno6rO*,,, Terapi sindrom kelelahan kronis terutama bersifat supoftif. Dokter :'\ahw,atet:11i!$-1geibangunden9an 1egar,, ,, .,,,1, , pertama kali harus menegakkan raport dan tidak mengabaikan keluhan pasien tanpa dasar. Dokter harus menyemangati pasienDiagnosis Banding untuk sebisa mungkin terus melakukan aktivitasnya sehari-hari dan melarvan kelelahannya. Beban ker.ia yang dikurangi .iauhKelelahan kronis harus dibedakan dengan ganguan endokrinseperli hipotiroidisme, gangguan neurologis seperti sklerosis lebih baik daripada bolos dari pekerjaan.multipel (MS); gangguan infeksi seperli acquired intmtmedeficiency syndrone (AIDS) dan mononukleosis infeksiosa; sefta Terapi psikiatri diinginkan kecuali jika ada depresi. Padagangguan psikiatri seperti gangguan depresif. Proses evaluasi ini banyak kasus, gejala membaik secara nyata jika pasien diberikan psikoterapi berorientasi tilikan atau suportif. Terapi perilakurumit. kognitif dilaporkan berguna pada pasien ini. Terapi ditujukan I{ingga 8b persen pasien dengan sindrom kelelahan kronis untuk membantu pasien menghadapi dan memperbaiki keyakinanmemenuhi kriteria diagnostik depresi berat. I-lubungarr ini se- yang salah, sepefti rasa takut bahwa setiap aktivitas yang menye- babkan kelelahan akan memperparah gangguan. Agen farmako-demikian tinggi sehingga banyak psikiater yakin bahwa semua logis, terutama antidepresan tanpa sifat sedasi, seperti buproprionkasus sindrom ini adalah gangguan depresiftetapi pasien dengan (Wellbutrin) dapat berguna. Nefazodone (Serzon) dilaporkansindrom kelelahan kronis jarang melaporkan rasa bersalah, mengurangi nyeri dan memperbaiki tidur serta daya ingat pada sejumlah pasien. Analeptik (contohnya amphetamine atau methyl-gagasan bunuh diri, atau anhedonia dan menunjukkan hanya phenidat IRitalin]) dapat membantu mengurangi kelelahan.sedikit atau tanpa turun berat badannya. NEURASTENIA Biasanya.juga tidak terdapat rirvayat keluargayang mengalami lstilah neur as ten ia (\" nerv ous exhaus ti on \") diperkenalkan padadepresi atau muatan genetik lainnya untuk gangguan psikiatri dan tahun 1860-an oleh ahli neuropsikiatri Amerika, George Millersedikit jika ada peristiwa yang menimbulkan stres di dalam ke-hidupan pasien yang mungkin dapat mencetuskan atau ber- Beard, yang menerapkannya pada keadaan yang ditandai dengantanggung jawab terhadap ter.iadinya penyakit depresif. Di samping kelelahan kronis dan ketidakmampuan. Neurastenia masih me-itu, walaupun sejumlah pasien memberikan respons terhadap obat rupakan entitas diagnostik di Eropa dan Asia. Menurut nosologiantidepresan, banyak di antara mereka akhimya menjadi relrakter di Amerika Serikat saat ini, gangguan ini tidak dianggap sebagaiterhadap semua agen psikofarmakologis. Meskipun demikian, diagnosis yang khas.tanpa memandang pemberian label diagnostik, komorbiditasdepresif membutuhkan terapi antidepresan atau terapi perilaku Neurastenia ditandai dengan tanda dan ge.lalayang bervariasikognitif atau kombinasi keduanya. luas. Temuan yang paling lazim ditemukan adalah kelemahan dan kelelahan kronis, nyeri, dam ansietas umum atau \"kegugupan\". Tabel 15-1 Di dalam Diagnostic and Statistical Marual of Mental Disorders Kriteria CDC Sindrom Kelelahan Kronis (DSM-IV-TR) edisi revisi keempat, neurastenia merupakan salah Kelelahan berat ying tidak dapat dijelaskan selama 6 bulan satu dari dua jenis gangguan somatoform yang tidak terinci- yanS: yaitu dengan kelompok keluhan fisik yang mencakup kelelahan kronis dan hilangnya nafsu makan. Oleh karena banyaknya tanda )(1 dengan awitan baru atau pasti dan gejala neurastenia yang tumpang tindih dan rruncul pada masing-masing gangguan ini, diagnosis banding dapat menjadi (2) bukan disebabkan kerja berat terus-menerus sangat sulit. Sebagai contoh, pasien dengan gangguan ansietas (3) tidak dapat pulih dengan istirahat tidak jarang memiliki simtomatologi depresif; pasien dengan (4) mengganggu fungsi hipokondriasis sering mengeluhkan ansietas, dan pasien dengan Adanya empat atau lebilr gejala baru berikut ini: gangguan dismorfik tubuh dapat memiliki keluhan somatik. Klinisi harus menerapkan kriteria diagnostik ansietas, depresif, )(1 gangguan daya ingat atau konsentrasi dan gangguan somatoform dengan teliti sebelum membuat diag- nosis. Tanda khas sindrom kelelahan kronis.iuga harus diper- (2) sakit tenggorok timbangkan dan kedua gangguan tersebut sulit dibedakan. Terapi (3t nyeri kelenjar getah berring bersifat suportif dan serupa dengan terapi sindrom kelelahan (4) nyeri otot kronis yar.rg telah dijelaskan di atas. (5) nyeri pada sejumlah sendi (6) pola sakit kepala baru (7) tidur yang tidak nrenyegarkan (B) malaise pascakerja berat yang berlangsung lebih dari 24 ja.


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook