Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore Bab 23. Kebutaan

Bab 23. Kebutaan

Published by haryahutamas, 2016-04-02 06:45:51

Description: Bab 23. Kebutaan

Search

Read the Text Version

KebutaanJohn P Whitcher; MD, MPH Pada bab ini, kita akan membahas kebutaan sebagai sua- hanya mengurangi kapasitas penglihatan sebesar 10%tu masalah kesehatan dunia, meringkas informasi tentang walaupun hal itu menyebabkan mata yang lain menjadiepidemiologinya, menekankan manfaat metode-metode sangat bernilai.yang didasarkan pada masyarakat untuk mencegah ataumengatasi penyebabnya, dan menguraikan sumber daya PREVATENSI KEBUTAAN DI SELURUHyang tersedia di negara-negara maju untuk rehabilitasi ke- DUNIAbutaan. Semua penyakit yang dapat menyebabkan kebuta-an dibahas secara lebih lengkap di bagian lain buku ini. WHO memperkirakan bahwa terdapat lebih dari 50 juta orang buta di seluruh dunia saat ini, dan sedikitnya terda-DEFINISI KEBUTAAN pat 135 juta orang yang mengalami disabilitas pengli-Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan gang- hatan yang signifikan. Bahkan di tempat-tempat yangguan penglihatan seperti tercantum dalam Tabel 23-'l..Parapejabat WHO mendorong para peneliti dan badan-badan statistik kesehatannya dapat dipercaya, metode-metodepelapor di semua negara untuk melaporkan kebutaan dan untuk mengukur kebutaannya sering kasar dan mungkindisabilitas visual menurut kategori yang ditetapkan dalam diterapkan berdasarkan kriteria yang berbeda di berbagaitabel tersebut. tempat dan waktu dalam suatu daerah geografik yang luas. Karena keterbatasan itu, sering dilakukan ekstra- Di AS, definisi yang pating banyak digunakan.untuk polasi dari penelitian-penelitian skala kecil ke populasikebutaan parsial adalah definisi yang digunakan oleh fhe besar. Sembilan puluh persen orang buta hidup di negara-Internal Reaenue Seraice untuk menentukan siapa yang me- negara yang sedang berkembang, umumnya di Asia (se-menuhi syarat untuk mendapatkan pengurangan pajak kitar 20 juta) dan Afrika (sekitar 6 j$a), sebagian besar ber- kumpul di daerah yang kurang berkembang di desa danberdasarkan hal tersebut: ketajaman penglihatan sentral\" bagian kumuh perkotaan. Risiko kebutaan di komunitas yang terabaikan ini 10-40 kali lebih tinggi dibandingkan20/2.00 atau kurang di mata yang lebih baik pada koreksi terbaik, dengan risiko di daerah-daerah industri maju di Amerikaatau diameter lapangan pandang paling lebar dengan sudut yang dan Eropa.tidak lebih dari 20 derajat Definisi fungsional lainnya adalahberkur an gny a p englihatan sehingga seseor an g tidak mampu man- Tabel 23-2 mencantumkan beberapa negara yang me-diri dalam pekerjaan, menye'oabkan seseorang bergantung pada miliki data yang cukup dapat diandalkan mengenai pre-ora\"n\"gKleabinu,tbaaadnani,nadtauustarliaatl\"badnitkuaatagakradnapteatrjhaiddui pb. ila seorangpekerja tidak lagi dapat melakukan suatu pekerjaan ka- valensi kebutaan.rena berkurangnya penglihatan; disebut \"kebutaan auto-mobile\" bild penglihatan sedemikian kurangnya sehingga PENYEBAB KEBUTAAN & METODEbadan yang bertanggung jawab memberikan surat'izin PENCEGAHAN & PENGOBATANmengemudi di negara tersebut tidak akan mengeluarkansurat izin mengemudi. Istilah buta warna adalah istilah Berbagai penyebab kebutaan mempunyai kepentinganyang kurang tepat karena kelainan yang diturunkan seca- relatif yang berbeda-beda sesuai dengan tingkat perkem-ra genetis ini bukanlah suatu kebutaan seperti pengertian bangan sosial daerah yang diteiiti. Di negara-negara ber-kebutaan yang sebenarnya dan hanya merupakan suatu kembang, katarak adalah penyebab utama kebutaan; trakoma, lepra, onkosersiasis, dan xeroftalmia juga meru-aberasi visual yarrg ringan. Penurunan penglihatan pakan penyebab yang penting. Ulkus kornea juga seringmungkin hanya mengenai lapangan pandang sentral, menjadi penyebab kebutaan satu mata di negara-negarahanya lapangan pandang perifer, atau hanya bagian la- berkembang. Di negara-negara maju, kebutaan sedikitpangan pandang perifer tertentu di satu atau kedua mata.Hilangnya penglihatan secara total di satu mata dikatakan banyak berkaitan dengan proses penuaan. Katarak masih tetap penting walaupun telah tersedia berbagai fasilitas untuk pengobatannya, bersama dengan glaukoma dan 415

Tabel 23-1. Kategori gangguan penglihatan. (Diadap- KEBUTAAN / 417tasi dari Klasif ikasi lnternasional Penyakit-penyakit, Tabel 23-2. Perkiraan pervalensi kebutaan (%).World Health Organization, 1977). (Perkiraan berdasarkan hasil survei WHO)1 Chad 3,2-s Malawi 1 Liberia 3,2 Brazil 0.3 Mesir 2,5 Meksiko 0,3ctl 6t18 Filipina 2,1 Australia o,za 3i10 (0,3) Afganistan 2 Jepang 0,2v5 zAEO Bangladesh 2 AS 0,2d Pakistan 2 lnggris 0,186 6/60Cl 1110 (0,1) A,rab Saudi 2 Kanada 0,15o z0tzfiOCL 3/60 (menghitung jari pada jarak 3 m) lndia 1,5 Uni Sovyet 0,12 1/20 (0,0s) lndonesia 1,3 Cina 0,1C 201400 chiti 1 Jerman 0,166 '1160 tmenghitung jari pada jarak I rn)v-0o 1150 (0,02) rBerdasarkan data yang tersedia, 1969-1980. 5ebagian data hanya 5/300 merupakan perkiraan kasar dan mungkin telah berubah mencolok se- Tidak ada persepsl cahaya jak saat itu. Pada beberapa kasus, kriteria survei yang digunakan tidak Lapangan Pandang sama dengan definisi kebutaan WHO. Data diambil dari Maitchouk lF:Pasien dengan radius lapangan pandang tidak melebihi 10 derajat, Data on blindness: Prevalence and causes throughout the world. Dalam:tetapi lebih besar dari 5 derajat di sekitar fiksasi sentral, harus ditempat- Lim ASM, Jones BR (editor): World's major blinding conditions. Visionkan di kategori 3; pasien dengan lapangan pandang tidak lebih dari 5 1 982;1 :99. (lnternational Agency for the Prevention of Elindness).derajat di sekitar fiksasi sentral ditempatkan di kategori 4-bahkan bila dihindari, yakni, dapat dicegah atau dapat diobati. Eradi-ketajaman penglihatan sentralnya tidak terganggu. kasi cacar di seluruh dunia membuktikan apa yang dapat dicapai dalam bidang penvakit inJeksi dan keunggulandegenerasi makula terkait-usia. Penyebab lainnya adalah pencegahan dibandingkan pengobatan. Usaha-usaharetinopati diabetik, keratitis herpes simpleks, ablatio re- yang serupa sedang dilakukan untuk mencegah penyakit- penyakit infeksi, seperti trakoma, lepra, dan onkosersia-tinae, dan gangguan degenerasi retina herediter. sis, selain juga penyakit noninfeksi xeroftalmia. Besarnya jumlah individu yang menjadi buta akibat katarak terus Sehubungan dengan prevalensi kebutaan di seluruh tak teratasi oleh berbagai sumber daya yang tersedia. Pada semua program untuk mengurangi kebutaan didunia, jumlah penduduk yang lebih besar di negara-nega- negara-negara berkembang, kerjasama antara pemerintah dan organisasi penderma nonpemerintah terbukti sangatra berkembang dan lebih besarnya kemungkinan mereka penting. Program Pencegahan Kebutaan WHO (The tA4lOmengalami kebutaan menunjukkan bahwa penyebab- Preaention of Blindness Program) telah mendirikan sentra-penyebab kebutaan di daerah lebih penting secara statis- sentra di sekitar 60 negara berkembang untuk melakukan penelitian-penelitian kolaboratif, terutama untuk meng-tik. Katarak merupakan penyebab kebutaan pada lebih hasilkan informasi yang benar secara epidemiologis seba- gai dasar perencanaan yang rasional, impiementasi, dandari22juta kasus; glaukbma 6 juta kasus; sedangkan lepradan onkosersiasis, masing-masing menyebabkan 1 juta evaluasi program pencegahan kebutaan.kebutaan di seluruh dunia. Menariknya, jumlah individuyang buta karena trakoma menurlln tajam dalam 10 tahun Di negara yang lebih maju, penyebab kebutaan lebihterakhir, dari 5 juta menjadi 1,3 juta, menempatkan trako- sulit untuk dicegah. Secara umum, penting untuk mengan- dalkan diagnosis dan terapi pada stadium penyakit yangma di peringkat ketujuh dalam daftar penyebab kebutaan dini. Hal ini bergantung pada pendidikan ahli oftalmo- Iogi, petugas medis nonoftaimologis, dan orang awamdi seluruh dunia. Xeroftalmia diperkirakan mengenai 5 dalam hal perlunya pemeriksaan skrining untuk mencari glaukoma dan retinopati diabetik serta pentingnya gejala-juta anak per tahunnya; 500.000 akan mengalami kelainan gejala dini ablatio retinae, degenerasi makula terkait-usia,kornea aktif dan separuh dari angka ini akan buta. Uikuskornea sentral juga merupakan penyebab kebutaan satu dan keratitis herpes simpleks. Penyakit-penyakit hereditermata yang signifikan di seluruh dunia. Di wilayah Indiasaja, ulkus kornea sentral menimbulkan sekitar 850'000 dapat dicegah dengan konsultasi genetik.kasus kebutaan kornea setiap tahunnya. Akibatnya, pem-bentukan parut kornea dari berbagai penyebab merupakanpenyebab terbanyak-keempat kebutaan global saat ini. WHO memperkirakan bahwa hingga 80% kasus ke-butaan di negara-negara berkembang sebenarnya dapat

418 l.,BAB23Katarak azitromisin. Akan tetapi, pemberantasan penyakit tersebut akan bergantung pada implementasi global strategi SAFE Katarak merupakan penyebab sedikitnya 50% kasus ke- dari WHO, yakni tindakan bedah pada trikiasis, terapi antibiotik, mencuci muka, dan perubahan lingkungan, mi-butaan di seluruh dunia. Seiring dengan peningkatan salnya pembangunan jamban. Pencegahan penyebaran in- feksi akan memerlukan penyediaan fasilitas sanitasi yangusia harapan hidup, jumlah orang yang terkena semakin layak, termasuk air bersih untuk minum dan mencuci,bertambah. Di berbagai bagian dunia yang sedang ber- tempat pembuangan sampafu pengontrolan lalat, dankembang, fasilitas yang tersedia untuk mengobati kata-rak jauh dari mencukupi, sulit untuk mengatasi kasus- perubahan perilaku dalam hal kebersihan.kasus baru yang muncul dan bbnar-benar tidak mampu Lepramenangani kasus-kasus Iama yang semakin menumpuk,yang dalam hitungan konservatif diperkirakan berjumlah Lepra (penyakit Hansen) mengenai 1,4 juta orang di10 juta di seluruh dunia. dunia dan memiliki persentase keterlibatan mata yang lebih tinggi dibandingkan dengan penyakit sistemik lain. Tidak jelas dipahami mengapa frekuensi katarak di Hingga 10% pasien lepra menjadi buta atau mengalamidaerah geografik yang berbeda sangat berlainan walau- gangguan penglihatan akibat penyakit ini. Stigma sosialpun faktor pajanan sinar ultraviolet dan episode dehidra- yang melekat pada lepra sangat menghambat pengobat-si rekurery seperti yang terjadi pada penyakit diare berat, annya/ tetapi sekarang tersedia obat-obat kemoterapeu-diduga merupakan faktor yang penting. Apabila dapat tik yang sangat efektif dan mampu menyingkirkan infek-ditemukan cara-cara medis untuk rhenunda perkembang- si pada kebanyakan kasus. Program terapi yang efektifan katarak selama 1.0 tahuru diperhitungkan bahwa jumlah dengan menggunakan tiga obat (dapsoo klofazimiry danorang yang memerlukan tindakan bedah akan berkurang rifampin) telah sangat menururkan jumlah kasus lepra disebanyak 45%. Sayangnya tidak ada cara untuk mence- seluruh dunia serta mencegah deformitas dan morbiditasgah atau menekan laju pertumbuhan katarak. Walaupun yalg berkaitan dengan penyakit tersebut.pemberian antioksidan oral dianggap menjanjikan, studi-studi klinis saat ini menyimpulkan bahwa zat-zat tersebut Onkosersiasistidak berefek pada pertumbuhan katarak. Onkosersiasis ditularkan melalui gigitan blackfly, yang Pelayanan mata keliling (mobile eye camps) turut mem- berkembang biak di aliran sungai yang jernih (sehinggabantu dengan mengidentifikasi pasien-pasien yang akan dberi nama rioer blindness). Penyakit ini endemik di se-dibedah, tetapi pembedahan tidak lagi dilakukan dalam bagian besar Afrika tropis serta Amerika Tengah dan Selatan. Daerah yang terin{estasi paling padat adalahpelayanan mata keliling. Selain itu, di banyak negara lembah Sungai Volta, yang meluas ke daerah-daerahberkembang, jumlah rumah sakit yang peralatannyalengkap dan ahli bedah mata yang terlatih terlalu sedikit Dahomey, Ghana, Pantai Gading,Mali, Nigeria, Togo, danuntuk dapat mengontrol beban yang ada. Pada sejumlah Volta Hulu. Di seluruh dunia, 15-20 juta orang terjangkitsurvei kebutaan, masalah afakia yang tidak terkoreksi onkosersiasis, dengan 20% individu di daerah-daerah hi-tampak menonjol. Implantasi lensa intraokular pada saat perendemik menjadi buta akibat penyakit ini.pembedahan, walaupun memerlukan keahlian yang lebih Manifestasi utama onkosersiasis pada mata adalah ke-canggila, telah disetujui sebagai solusi yang lebih baik me-ngandalkan pemakai4n kacamata. ratitis, uveitis, retinokoroiditis, dan atrofi optik. Penyakit ini dapat dicegah dengan eradikasi serangga dan melindungiTrakoma diri dengan melakukan skrining. Terapi dengan ivermec- tin sangat efektif untuk membunuh stadium mikrofilariaTrakoma menyebabkan keratokonjungtivitis bilateral, bia- dan mensterilkan cacing dewasa betina yang berdiam disanya pada masa kanak-kanak dan menyebabkan pem-bentukan jaringan parut kornea pada masa dewasa, yang dalam nodul-nodul di seluruh tubuh. Efek pembagianapabila parah, menyebabkan kebutaan. Sekitar 400 jutaorang mengidap trakoma, sebagian besar berada di Afrika, massal ivermectin di daerah-daerah endemik onkosersia-Timur Tengah, dan Asia. Trakoma dapat diterapi dengan sis merupakan cerita sukses di bidang kesehatan masyara-dengan berbagai antibiotik, di antaranya tetrasiklin dan kat. Seperti halnya lepra, onkosersiasis semakin berkurangeritromisin, tetapi azitromisin terbukti sebagai obat pilih-an. Saat ini, diperkirakan sekitar 70 juta orang memer- perannya sebagai penyebab kebutaan di seluruh dunialukan pengobatan, tetapi dalam 10 tahun belakangary berkat suksesnya program-program terapi.jumlah individu yang mengalami kebutaan akibat trakomatelah menurun dari 6 juta menjadi L,3 juta.Ini merupakan Xeroftalmiasumbangsih yang jelas dari program pengobatan yangdisupervisi oleh WHO dan mungkin dari keefektifan obat Xeroftalmia disebabkan oleh hipovitaminosis A. Secara klinis, terjadi xerosis konjungtiva dengan bercak Bitot

KEBUTAAN I 419yang khas dan perlunakan kornea (keratomalasia), yang bertahap sebagai respons terhadap usaha-usaha konsul-dapat menyebabkan perforasi kornea. Malnutrisi protein tan genetik untuk meningkatkan kesadaran masyarakatakan memperberat penyakit dan menjadikannya refrakter mengenai sifat penyakit herediter yang dapat dicegah ini.terhadap pengobatan. Xeroftalmia' merupakan penyebabumum kebutaan pada bayi, terutama di India, Bangladesh, Seperti juga di negara-negara lain dengan pelayananIndonesia, dan Filipina. Bayi yang terkena sering tidak medis dan sosial yang tersedia di mana-mana, kebutaan didapat bertahan sampai dewasa, dan meninggal akibatmalnutrisi, pneumonia, atau diare. AS banyak berkaitan dengan proses penuaan, dan sekitar Xeroftalmia dapat dicegah dengan perbaikan gizi seca- separuh dari orang yang secara legal buta di negara inira umum atau suplementasi vitamin A. Bila masalah-masa-. berusia lebih dari 65 tahun. Penyebab utama kebutaanIah dalam distribusi dan pemberian vitamin diatasi, biaya dalam kelompok usia ini adalah penyakit retina degene-pembelian vitamin yang cukup untuk mencegah kebutaan ratif, glaukoma, diabetes, dan penyakit vaskular.pada 1000 bayi hanyalah sekitar 25,00 US$. Dalam hal ini,imunisasi campak juga penting karena eratnya hubungan BIAYA PENCEGAHAN KEBUTAANantara epiderni campak dan komplikasi kebutaan akibat Beberapa contoh hal yang dapat dicapai dengan penge-xeroftalmia. Iuaran sedikit dana adalah sebagai berikut:Penyebab Lain 1., Untuk menyembuhkan satu orang pengidap trakoma di Arab Saudi: 1,25 US$.Glaukoma, ablatio retinae, retinopati diabetik, dan kerati- 2. Untuk memulihkan penglihatan satu orang di Pakistantis herpes simpleks dibahas secara lebih rinci di bagianlain buku ini. Insidens kebutaan akibat glaukoma telah yang buta akibat katarak: 30,00 US$.menurun dalam tahun-tahun terakhir akibat deteksi yang 3. Untuk mencegah kebutaan akibat xeroftalmia padalebih dini, berkembangnya terapi medis dan bedah, sertameningkatnya kesadaran dan pemahaman penyakit oleh satu orang bayi di Indonesia: 30 sen dolar.orang awam. Namun, pada banyak negara berkembang,glaukoma merupakan penyebab kedua terbanyak kebu- Berdasarkan nasihat para pakar INHO, The Worldtaan setelah katarak. Ini terutama terjadi di Afrika Barat, Council for theWelfare of the Blind dan beberapa badan sertatempat glaukoma sudut terbuka yang tak diobati sangat perkumpulan mata profesional internasional setuju untuksering dijumpai. Di Cina dan Asia Tenggara, tampaknyabanyak ditemukan kasus glaukoma sudut tertutup. Saat ini, mengambil inisiatif, yang menghasilkan pembentukan Theglaukoma menyebabkan kebutaan pada 6 juta individu di Intemational Agency for Preoention of Blindness (Vision Inter-seluruh dunia, dan masih belum ada cara sederhana yang national) pada tahun 1974, denganSir John Wilson/ seorangmudah dilakukan untuk mendeteksi pasien-pasien yang pengacara buta, sebagai presiderrrya. Tujuan badan iniberisiko. Terapi glaukoma juga merupakan masalah yang adalah bekerja dengan kelompok-kelompok yang diben-besar karena rendahnya kepatuhan sebagian besar pasien tuk untuk mencegah kebutaan. Temanya, Foresight Preaentsuntuk memakai obat mata tetes setiap hari. Prosedur bedah Blindness, ditampilkan secara mencolok saat WHO mera-yang sederhana dan aman mungkin akhirnya menjadisatu-satunya solusi untuk mengurangi beban kebutaan yakan Hari Kesehatan Dunia pertama pada tanggal 7 Aprilyang tak perlu akibat penyakit ini. Penelitian mengenai hal 1976. Tujuarnya dinyatakan sebagai berikut: \"Di setiapini masih sangat dibutuhkan. negara donor selama tahun 1976, setiap keluarga harus diminta-sebagai rasa syukur atas berkah dapat melihat- Retinopati diabetik semakin sering menjadi penyebab mendermakan 10 US$ untuk menyelamatkan penglihatankebutaan di seluruh dunia. Kemajuan-kemajuan terakhir sesama di negaranya atau jutaan orang lain di negara duniadalam bidang bedah (vitrektomi, terapi laser) memang ketiga\".menolong, tetapi banyak pasien tetap menderita retin6pati REHABILITASI ORANG BUTAproliferatif, perdarahan vitreus rekurerl dan akhirnya ke-butaan bilateral. Sekarang sedang berlangsung berbagai Walaupun belum ada statistik yang benar-benar dapatpenelitian di semua aspek diabetes, dan dapat diharapkan diandalkan, perkiraan yang paling sering digunakan me-bahwa generasi pengidap diabetes berikutnya akan mem- nyatakan bahwa populasi yang secara legal buta di ASperoleh banyak manfaat dari apa yang sedang dikerjakan adalah 2,24 per seribu penduduk (yakni, sekitar 500.000). Sekitar 50.000 menjadi buta secara legal setiap tahunnya,sekarang. dan banyak lagi yang mengalami gangguan penglihatan Penyakit-penyakit herediter merupakan penyebab ke- cukup serius sehingga menimbulkan masalah yang seriusbutaan yang penting dan insidensnya berkurang secara dalam pekerjaan. Kebutaan tidak selalu berarti ketidakberdayaan. Pe- nyesuaian individual terhadap gangguan penglihatan yang mencolok atau kebutaan total bervariasi sesuai usia awitarL temperamen, pendidikan\" sumber daya ekonomi,

420 / BAB 23dan banyak faktor lain. Pasien yang lebih tua, misalnya, Program-program pelatihan atau reedukasi untuk berba-mungkin menerima kebutaan dengan cukup sabar, se- gai perubahan dalam aktivitas sehari-hari dan pekerjaandangkan bagi pasien yang berusia lebih muda, dampak akan sangat dipermudah apabila pasien masih didukungkebutaan pada kehidupan sosial dan pekerjaan sering kali oleh sedikit fungsi penglihatan.katastrofik. Kebutaan lebih mudah diterima oleh orangyang buta sejak lahir dan oleh orang-orang dari semua Dokter harus bekerja sama secara aktif dengan pasienusia yang mengalami penurunan penglihatan secara ber- dan keluarganya dan dengan kaum profesional lain yang memiliki perhatian terhadap orang buta. Dokter harustahap dan bukan mendadak. tahu pusat rujukan apa yang tersedia dan bagaimana Tujuan rehabilitasi adalah agar pasien mampu men- menggunakannya secara tepat. Para pekerja sosial medis, perawat kesehatan masyarakat, dan badan atau pelayananjalani kehidupan senormal mungkin. Sekitar 5000 orang konsultasi yang melayani orang buta dan orang dengan hendaya penglihatan sering menjadi sumber informasibuta di AS direhabilitasi dan memperoleh pekerjaan yang dapat diandalkan. Pasien mungkin perlu diminta berbicara dengan orang buta yang telah berhasil melaku-setiap tahunnya. Semakin banyak ibu rumah tangga buta kan penyesuaian terhadap kebutaannya.yang mampu melakukan tugas-tugas rumah tangga tanpabantuan atau mampu hidup tanpa bergantung pada orang Latihan Mobilitas & Anjing Penuntunlain. Latihan mobilitas adalah hal terpenting dalam rehabi- Rehabilitasi harus disesuaikan orang-per-orang. Terse- litasi orang buta. Banyak komisi negara bagian untukdia banyak pelayanan khusus serta alat bantu optis dan orang buta menawarkan bermacam-macam kursus pela-nonoptis yang semakin kompleks (lihat Bab 22), tetapi tihan mobilitas, baik secara langsung maupun bekerja sama dengan badan-badan swasta. Kursus-kursus terse-mereka tidak bermanfaat secara universal. Kategori but ditawarkan dalam bentuk pelatihan rawat-jalan dankebutaan yang berbeda memiliki kebutuhan yang ber- pelatihan di rumah, dan memiliki bermacam-macamlainan pula, dan sebagian orang buta tidak memperolehman-faat dari sejumlah pelayanan atau alat bantu yang tujuan sesuai dengan kebutuhan khusus orang yang me-tersedia. Dikatakan bahwa lebih dari separuh orang buta minta bantuan. Kurikulum yang-sering diberikan adalahdi AS berusia lebih dari 65 tahun. Seorang janda tua yang perawatan-diri, fungsi rumah tangga, dan mobilitas dalambekerja sebagai ibu rumah tangga mungkin memerlukan masyarakat. Beberapa universitasl memiliki program sar- jana dan pascasarjana dalam pelatihan mobilitas untuktidak lebih dari latihan mobilitas di rumah jompo dan orang buta.pemberian buku yang dapat berbicara (talking books) seca- Man{aat anjing penuntun menjadi terbatas karenara konsisten. Seorang muda yang menghadapi kebutaan anjing tersebut juga memerlukan perawatan harian dan diperlukan kekuatan fisik untuk menahan mereka. Anjingdi masa mendatang akibat retinitis pigmentosa memer- penuntun paling bermanfaat bagi pelajar dan kaum profe- sional sehat yang menjalani kehidupan yang cukup tera-lukan seluruh pelayanan sosial, termasuk pertimbangan tur. Pada saat ini, kurang dari2% orang buta di AS meman-pendidikan, rehabilitasi pekerjaan, dan konsultasi psiko- faatkan anjing penuntun. Tongkat sensor sonar mungkinlogik serta sejumlah alat bantu yang canggih. akhirnya merupakan jawaban yang lebih baik untuk ma- salah mobilitas bahkan bagi mereka yang sekarang berhasil Tanggung jawab dokter jelas tidak berakhir dengan memanf aatkan anjing penuntun.diagnosis, pencegahan, dan pengobatan penyakit mata Brailleyang dapat menyebabkan kebutaan. Dokter yang merawatpasien yang tiba-tiba mengalami kebutaan atau yang akan Sistem membaca untuk orang buta yang sangat efektif inimenjadi buta (imminens) harus dapat memberi banyak diperkenalkan pada tahun 1825. Huruf Braille terdiri atasbantuan. Bila kebutaan merupakan suatu kemungkinan titik-titik menimbul yang tersusun dalam dua kolom tigatetapi bukan tak dapat dihindari (mis., selama peradanganmata akut),'diperlukan optimisme dan dorongan. Namury lProgram tingkat prasarjana ada di Cleveland State University ditidaklah bijaksana apabila dokter memberikan harapan Ohio, Florida State University di Florida, dan Stephen F. Austinkosong atau \"menunda pemberitahuan\" padahal kebutaan University di Texas. Program sarjana tersedia di Boston Univer-tidak dapat dihindari. Apabila dipastikan akan terjadi ke- sity, California State University (Los Angeles), Northern Coloradobutaan, pasien dan keluarganya perlu diberi kehangatan, University, San Francisco State University, University of Arkansas,pengertian, dorongan, dan bantuan yang pasti mereka bu- University of Wisconsin, dan Western Michigan State University..tuhkan. Dokter harus mewaspadai kemungkinan reaksidepresi berat yang dapat timbul. Pasien harus dibantu dalam membuat penyesuaian-penyesuaian terhadap kebutaan pada saat masih terdapatsedikit fungsi penglihatan. Rujukan dini ke badan-badanrehabilitasi perlu dilakukan bagi pasien-pasien dewasayang baru mengalami kebutaan dan mereka yang meng-alami penurunan penglihatan progresif yang ireversibel.

titik. Sistem ini sedemikian sederhananya sehingga se- KEBUTAAN I 421orang anak yang buta dapat dengan cepat belajar membaca giary program-program rehabilitasi seperti pelatihan mo-braille, dan pembaca yang mahir dapat membaca braillesecepat mereka beibicara. Sistem ini telah diadaptasikan ke bilitas yang demikian, pelaksanaannya didukung oleh ne-notasi musik, serta untuk penggunaan teknis dan ilmiah. gar a bagian, tetapi operasionalnya dikontrakkan ke badan-Kode braille internasional diperkenalkan pada tahun badan swasta.195L. Dibandingkan dahulu, braille lebih jarang digunakarl Di banyak rregarq orang buta tidak mendapat tun-karena banyak orang buta lebih menyukai alat bantu jangan keuangan atau tunjangan lain dari pemerintah danpendengaran baik untuk tujuan yang berkaitan dengan dirawat oleh keluarga atau dibiarkan mandiri semampuinformasi maupun hiburan. Tetapi tersedianya sistem pe-nyimpanan data portabel dengan masukan (input) dalam mereka.huruf braille dan keluaran (output) teks konvensional ataubraille menyebabkan perhatian terhadap sistem braille DAFTAR PUSTAKAkembali meningkat. Braille tetap harus ada pada labelyang ditempelkan di barang-barang keperluan pribadi bah- Abraham AG et al: The new epidemiology of cataract. Ophthalmolkan bagi orang yang tidak ingin menggunakannya untuk Clin North Am2006;19:415. [PMID: 170678971membaca. Burton Mj et al: Azithromycin for the treatment and control of Semua uang kertas di Belanda dan Swiss memiliki trachoma. Expert Opin Pharmacother 2002;3:113. [PMID:tanda braille untuk menujukkan nilai nominalnya. 118297251Perangkat Elektronik Casserley C: Disability, sight impairment, and the law. Br J Oph- thalmol 2006;90:1.220. [PMID: 1,6980642]Optakon adalah suatu alat elektronik yang mengubah ba-yangan visual huruf-huruf menjadi bentuk taktil. Alat ini Christian P: Recommendations for indicators: Night blindnessmudah dibawa dan dapat digunakan untuk hampir semua during pregnancy-a simple tool to assess vitamin A deficien-jenis bahan bacaan. Alat-alat bantu pendengaran sekarang cy in a population. J Nutr 2002;132:2845. IP}dID:122212651menjadi semakin penting (mis., kalkulator atau jam yangdapat berbicara, alat identifikasi uang kertas). Dandona L et al: \Arhat is the global burden of visual impairment? BMC Med 2006;4:6. IPlllID: 1,65397471PROGRAM BANTUAN KEUANGAN F,zz al Arab G et al: The burden of trachoma in the rural NileLebih dari separuh orang buta di AS sayangnya banyak Delta of Egypt: A survey of Menofiya governorate. Br i Oph-bergantung pada jaminan sosial, (Social Security) dan ban-tuan lokal tambahan apa pun yang tersedia bagi mereka. thalmol 2001;85:1406. [PMID: 117 34509]Untuk populasi orang buta berusia muda, progtam- Fielder AR et al: The management of visual impairment in child-program rehabilitasi sering diberikan di tingkat negarabagian oleh suatu divisi dari departemen pendidikan yang hood. Clin Develop Med 1993;L28:1.khusus didirikan untuk melayani orang buta di negara Foster A et al: The impact of Vision 2020 on global blindness. Eyebagian tersebut. Sebagian dari program ini lebih baik dariyang lain, dan, semua dokter harus mendukung berbagai 2045;19 :1133. [PMID : 16304595]usaha untuk meningkatkan efektivitas program-programtersebut di daerah masing-masing. Program-program ter- Gritz D et al: The antioxidants in prevention of cataracts (APC)sebut memiliki jangkauan yang luas dan menawarkan study: Effects of antioxidant supplements on cataract progres-konsultasi awal yang diikuti oleh pelatihan akademik atau sion in South India. Br J Ophthalmol 2006;90:847. [PMID:kejuruan sesuai dengan kebutuhan. Apabila tujuan keju-ruan yang realistik sudah ditetapkary biasanya tersedia 16ss6619lbantuan keuangan penuh. Sumber daya satu-satunyaini mungkin merupakan tempat rujukan paling penting Harper K et al: Low vision service models in Alberta: Irmovation,yang tersedia bagipara ahli oftalmologi, khususnya untuk collaboratiory and future opportunities. Can J Ophthalmolkasus pasien-pasien berusia muda. Pelayanan konsultasi 200 6 ;41 :37 3. IPMID : L 67 67 19 6ltersedia bahkan sejak tingkat sekolah menengah pertamauntuk meningkatkan kepatuhan pada kurikulum yang Hart S et a1: Screening for prevention of optic nerve damage duekonsisten dengan bakat dan minat. Di banyak negara ba- to chronic open angle glaucoma. Cochrane Database Syst Rev 200 6 ; 4:CD 006129. [PMID : 17 05 427 4l Ho VH et at: Social economic development in the prevention of globai blindness. Br J Ophthalmol 2001;85:653. [PMID: 11371481,1 Hogeweg M et a1: Prevention of blindness in leprosy and the role o{ the Vision 2020 Programme. Eye 2005;19:1099. [PMID: 163045901 Kestelyn PG et al: HIV/AIDS and blindness. Bull World Health Organ 2001\";79:208. [PMID: 112856641 Lapointe ML: Services available to sight-impaired and legally blind patients in Ontario: The Ontario model. Can j Ophthal- moI 2006;41:367. [PMID: 167 67194) Lewallen S et al: Blindness in Africa: Present situation and future needs. Br j Ophthalmol 2001;85:897 . IPMID:11466240] Pararajasegaram R: The challenge of escalating avoidable blind- ness: A call for action. NatI Med j india 2001;13:324. [PMID: 1,1894361,1 Pion SD et al: Excess mortality associated with blindness in the on- chocerciasis focus of the Mbam Valley, Cameroon. Ann Trop Med Parasitol 2002:96:18L. [PMID: 12080979] Resnikoff S et al: Blindness prevention progranunes: Past, present, and future. Bull World Health Organ 2001.;79:222. LPMID: 772856661

422 / BAB 23 Vitale S et al: Prevalence of visual impairment in the United States.Resnikoff S et al: Global data on visual impairment in the year I AMA 2006;295:2158. [PMID: 16684986] 2002. Bull World Health Org2004;82:844. West KP Jr: Vitamin A deficiency disorders in children and women.RiaZ Y et al: Surgical interventions for age-related cataract. Co- Food Nuh BulI2003;24:578. [PMID: 17016949] chrane Database Syst Rev 2006;18:4. [PMID: 17054134] West S et aI: Prevention of blindness and priorities for the future.Singer MS et dl: Receht advances in the global effort to eradicate Bul1 World Health Organ 2001;79:244. [PMID: 11285670] trachoma. Int Ophthaimol Clin 2006;46:79. [PMID: 1'6770156] Whitcher jP et al: Corneal blindness: A global perspective. BullSpivey B: The opportunity for international ophthalmology in treating blindness. Trans Am Ophthalmol See 200I;99:73. World Health Organ 2001;79:214. [PMID: 11285665] Whitcher JP et al: Prevention of corneal ulceration in the develop- IPMID:717973221Taylor HR et al: World blindness in a 21st century perspective. Br J ing world. Int Ophthalmol Cln 2002;42:71. [PMID: 121,8961,6] Wong TY et al: The epidemiology of age related eye diseases in Ophthalmol 2001.;85:261. IPMID: 11222327) Asia. Br I Ophthalmol 2006;90:506. IPMID:1,65473371Thylefors B et al: Towards the elimination of onchocerciasis. Anl Trop Med Parasitol 2006;100:733. IPMID: 172276511


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook