Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore Bab 12. Sistem Pencernaan

Bab 12. Sistem Pencernaan

Published by haryahutamas, 2016-08-02 00:37:20

Description: Bab 12. Sistem Pencernaan

Search

Read the Text Version

Bab !2 SistemPencernaan Atlas Berwarrra Hlstol,ogl 97

SISTEM PENCERNAAN M. Orbikularis oris (otot rangka) Mukosa mulut Folikel rambut Kelenjar sebasea Bagian kulit Merah bibirGb. l2-1. Potongan sagital melalui bibir. Perhati-kan papiJ jaringan ikat yang sangat tinggi padabagian merah bibir (prolabium). H & E. 15x.Atlas Berwnrna Hlstologi

SISTEM PENCERNAAN Papila filiformis Papila fungiformis Lamina prcpria Otot rangka Dinding luar Parit Kuncup kecap Papila sirkumvalata Kelenjar EbnerGb. 12-3. Potongan melalui permukaan dorsallidah memperliha&an papila sirkumvalata. H & E.30x. Atlas Berwama Histologi 99

SISTEM PENCERNAAN Pori kecapGb. 12-4. Papi Gb. 12-5. Pembesaran kuatkuncupkecap lldah. H & E. 540x. Ganglion autonom (parasimpatis) Asini mukosa Otot rangkaGb. 12-6. Sebagian keleqiar lidah anteriormenampakkan bagian mukosa dan bagian serosa. H& E. 65x.100 Atlas Berwatla Histologi

SISTEM PENCERNAAN Septajaringan ikat Lobulus Kelenjar parotis Asini Saluran (keluar) intralobulus (liur)Gb. L2-7. Pembesaran lemah kelenjar parotis me-nampakkan lobulasi yang khas. H & E. 45x.Gb. 12-8. Sebagian kelenjar parotis, dengan pem-besaran lebih kuat, menampakkan asini serosa danduktus salivarius. Van Gieson. 265x. Atlas Berwarrra Hlstologl l0l

SISTEM PENCERNAAN jaringan ikat (keluar) intralobulusGb. l2-9. Pembesaran lemah kelenjar subman'dibular menampal*an saluran keluar panjang yangsangat berkembang. H &E.45x. liur (stiata) Keleqiar submandibular (bulan sabit) ftar,luzzr .e * *t;-. -Gb. 12-10. Sebagian kelenjar submandibular, de-ngan pembesaran lebih kuat, menampakkan ter-utama unsur serosa pada kelenjar campur mukose-rosa ini. H &8.275x.102 Atlas Berwama Hlstologl

SISTEM PENCERNAAN Duktus interlobulus Septa jaringan ikat t obuli f'l':;, Keleqiar sublingual .!ttri.i. S'-:i\"{ Dukhrs intralobulus (liur) il i'ii AsiniGb. 12-11. Pembesaran lemah kelenjar subli-ngual.H&8.45x.-rr5r{,_i;*#w-1w Asinus mukosa --\"--u-o+\".'-'_ Keleqiar sublingualhr=__ a_t \"=;;y-,Jqflu\"ti.'-i***'d\i*-*' -*i,_,\"** Asini campur,.#d*;t\*-i **#*-',*_ 4''. q*. y -/ Demilun (bulan sabit) Gnrluzn #**,1c3*R**,.n1-*-tt/3'**-sflffi\;q 'r*Gb. L2-12. Sebagian keldar sublingual, denganpembesaran lebih kuat, menampakkan teruremaunsur mukosa pada kelenjar campur seromukosaini. H & E.275x. Atlas Berwaraa Histologi 103

SISTEM PENCERNAAN Rongga hidung Rongga mulut Primordium gigiGb. 12-13. Sebagian potongan ftrontal melalui ke,pala fetus menampakkan bakal gigi. H &8.7x. Epitel mulut t.. , Mesenkim Epitel email luar Retikulum stolata Ameloblas Eiptel email dalam Papila dentis Sakus dentis Tulang alveolarGb. 12-14. Primordium gigi pada tahap pertem-banganmangkok H &8. l0ox.104 Atlas Berwama Htstol,ogt

SISTEM PENCERNAAN F {m&F Retikulum stelata -{F'xs Lapisan intermedirm Ameloblas ff \" #.5f, :.x*ii Dentin PredentinGb. 12-15. Pembesaran kuat bagian primordium Odontoblasgigi pada perkembangan tahap genta, tidak lamasetelah pembentukan dentin. Azan. 54Ox. ' Pulpa dentis (mesenkim) Epitel email luar Retikulum stelata t apisan intermedium Ameloblas Odontoblas Pulpa dentistahap genta. Bim toluidin. 40x. Atlas Berwama Hlstologl 1\"05

SISTEM PENCERNAAN ..\"* pslil6uhrm stelata I-apisan intermedium .\"p Ameloblas Email Dentin hedentin Odontoblas Pulpa dentisGb. 12-17. Pembesaran kuat bagian primordiumgigi pada perkembangan tahap genta\" tidak lamasetelah pembentukan email. Biru toluidin. 415x.106 Atlas Berwnrna Hlstologi

SISTEM PENCERNAAN Akar / radiks Saluran radiks Sementumcb. 12-lt. Sajian gosok gigi lengkap. 5x. Kanalikuli dentisGb. 12-19. Sebagian sajian gosok gigi menampak- Gb. 1L20. Sajian gosok gigl menampakkan se-kan batas dentin-email. 45x. mentum bersel pada belah puncak akat gigi.275x. Atlas Berwama Hlstologl 107

SISTEM PENCERNAAN MukosaGb. 12-21. Potongan melintang dinding esofagus.H & E. 15x.108 Atlas Berwarrra Hlstologl

SISTEM PENCERNAAN Epitel berlapis gepeng Lamina propria Mukularis mukosa Kelenjar submukosaGb. L2-22. Sebagian pbtongan melintang melaluidinding esofagus menampakkan mukosa dan sub-mukosa. Van Gieson. 135x. Aflas Berwama Hlstologl 109

SISTEM PENCERNAAN Epitel selapis silindris Lambuug :: Epitel berlapis gepeng Esofagus l,amina propria Mukosa Kelenjar kardia ' .'.-- Muskularis mukosa Submukosa __ Muskularis Gb. 12-23. Potongan memanjang melalui dinding peralihan esofagus-lambung. Perhatikan peralihan mendadak dari epitel berlapis gepeng esofagus menjadi epitel selapis silindris lambung. Kelenjar kardia dan epitel permukaan lambung terpulas merah oleh reaksi PAS pada sajian ini. PAS + Van Gieson.9Ox.I 10 Atlas Berwarna Histologl

SISTEM PENCERNAAN Epitel pennukaan l,amina propria Mukosa Muskularis mukosa Submukosa Muskularis Serma (peritoneum)Gb. 12-24. Pembesamn,lemah dinding lambung. H& E.45x. Atlas Berwama Htstologl I I I

SISTEM PENCERNAAN Epitel permukaan Foveola gastrikaGb. 12-25. Bagian mukosa korpus(fundus gast€r). H & E. 130x Sel parietal Kelenjar lambung Sel zimogen l,amina prcpria Muskularis mukosa Berkas muskularis mukosaEpitel permukaan Epitel pemrukaan & *,€',',: &.:;Ll;;1:l'$jrt.: !*d xr- ^ s* ...19 * *+. +-;Gb. 12-26. Pembesaran kuat epitel permukaan ;\"lambung.H&E.540x. V;F g,l': Gb. lLn. Pembesaran kuat epitel p€rmukaan lambung, dipulas dengan reaksi PAS. Perhatikan bahwa semua sel epitel permukaan adalah PAS- positif. Mereka penghasil-mukus dan bersama- sama membntuk lembaran epitel sekresi. PAS + H & E. 540x.ll2 Atlas Berwama Hlstologi

SISTEM PENCERNAAN Sel parietal Kelenj ar korPus-fundus Sel zimogenGb. 12-2E. Bagian mukosa korpus (fundus) gastermenampakkan kelenjar korpus-fundus denganpembesaran lebih kut. H&E.240x. *Y-\"' t{& l,i * * Dasar foveola gastrika !\"L* *** #\"* s.d'F' Sel parietal t i q;# 4 ;-t.,t s Sel mukus leher,sF ^df. '\"/r*,/rw-./,g/S.n {_\"S&&&s . a.F: *_ ,. .i.}:1:.::1:,,t€-.,,'.r!.r'\":S::1:.r1,s..t.li :..'1'$; *i-l -,r^-''*6;6Jd-,'srGb.l2A9. Bagian mukosa korpus gastermenam-palftan sel mukus leher di daerah leher kelenjarkorpus-fundus. Sel mukus leher terpulas merah olehreaksi PAS. PAS + Van Gieson. 275x. Atlas Berwama Hlstologl I 13

SISTEM PENCERNAAN Epitel permukaan Foveola gasEika [,amina propria Kelenjar pilonrs Muskularis mukosaGb. 12-30. Bagian mukosa pilorus gaster. Per-hatikan kelenjar pilorus yang kebanyakan terpotongmelintang karena sangat berkelok. H & E. ?5x' Sel penghasil-gastin (G) Kelenjar pilorus L_-fti :***et{it.tGb. 12-31. Pembesaran kuat kelenjar pilorus me- fuGnampakkan sifat mukosanya. Perhatikan gambarandasar foveola gastrika yang berbeda pada sudut Gb. 12-32. Pembesaran kuat keler{ar plloruskanan atas. H & E. 305x. dengan sel penghasil-gastrin (G) terpulas secara imunohistokimia. Teknik pendaman Epon dan dipulas-balas dengan biru metilen.114 Atlas Berwama Hlstologi

SISTEM PENCERNAAN intestinal sirkularis sirtular (dalam) Muskularis longitudinal (luar) *3;.$s1osa (peritoneum)Gb. 12-33. Potongan mbmanjang melalui dindingyeyunum, br.gian usus kecil . Perhatikan plikasirtularis k,.rckring yang bercabang, terdiri atasmukosa dan submukosa, dan menetap. Van Gieson.l5x. Atlas Berwama Hlstologi I l5

SISTEM PENCERNAAN Vili intestinal l,amina propria Kriptus Lieberk0hn Muskularis mukosa SubmukosaGb. 12-34. Potongan melintang melalui mukosausus kecil. Perhatikan potongan-potongan vili yangtampak sebagai pulau-pulau juingan ikat terbung-kus epitel. H & E. 65x.I l6 Atlas Berwama Histologl

SISTEM PENCERNAANBagian tengah vilus (lamina propria)iru kp :.1,J | ,r,**S€illi.* .. *,&$lf II Gb. 12-36. Kriptus Lieberkiihn kecil pada mukosa T usus kecll. Sejumlah sel Paneth tampak pada dasar kriptus.PAS + van Gieson. 540 x IFI '1 .sGb. 12-35. Scbagian vilus intestinal dengan pem-besaran kuat. Sel goblet dan \"bnrsh border\" dari selabsorptif tcrpulas merah oleh reaksi PAS. Perhati-kan lamina proprianya yang sangt selular. PAS +Van Gieson. 275x. Sel penghasil-somatostatin (D)Gb. 12-37. Pcmbesaran kuat dasar kriptus Lieber- Gb. l2-3t. Pembesaran kuat mukca irsus kecil,k0hn mukosa uzus kecil. Selain sel goblet, tampakdua sel Paneth dan sebuah sel enteroendoksinjenis yang menampakkan sel penghasil-somatostatin (D)'terbuka\". Perhatikan granula sel enterocndokrin secara imunohistokimia. 660x.yang sangat halus dan letaknya dalam sitoplasma(infranukleus). Teknik pendarnan Epon, dipulas de- Atlas Berwama Hlstologl rt7 biru metilen. 660x.

SISTEM PENCERNAANPlak Peyerl Noduli limfatisi Keleqiar Brunner SubmukosaGb. 12-39. Plak Peyeri dalam lamina propria Gb. 12-40. Polongan melintang melalui dindingmukoca ileum, Azan. l5x. duodenum, menampakkan kelenjar Brunner dalam submukosa (dan mukosa). H &8.25x.l) Kriprus Liebcrk0hn Kelenjar Brunncr &r.,.: i::1 'iF, r1, 3. , &'Gb. 12-41. Bagian sekresi kelenjar (duodenal)Brunner. Perhatikan bagian selresi dengan gam-baran tipe mukosa. H & E. 275x. 118 Atlas Berwarna Hlstologl

SISTEM PENCERNAANGb, 1L42. Potongan melintang melalui dindingkolon. PAS + van Gieson. 18x. Atlas Berwama Hlstologi I l9

SISTEM PENCERNAAN Epitel Sel goblet [.amina propria Kripti Lieberkirhn Muskularis mukosa SubmukosaGb. 12-{t. Potongan melintang melalui dindingkolon menampakkan mukosa dan sebagian sub-mukosa. Perhatikan kriptus Lieberkiihn yang l'unrs-lurus dan banyaknya sel goblet (terpulas meiahdengan rcaksi PAS). PAS + Van Gieson. 110x Epitel Sel goblet lamina propna Kripti Liebe*0hn Muskularis mukosa SubmukosaGb. lL$. Potongan melintang melalui dindingkolon menampakkan mukosa dan sebagian sub-mukosa. Sel goblet terpulas merah dengan musi-karmin. Musikarmin + H & E. 140x.120 Atlas Berwarna Hlstologl

SISTEM PENCERNAAN Mesotel Periton6um Jaringan ikat subserosa Muskularic Kripti Liebe*Uhn Submukosa Limfonoduli dalam lamina propriaGb. 12-45. Potongan melintahg apendiks ver-miformis. Perhatikan bentuk lumennya yang tidakteratur, kurangnya kriptus Lieberkiihn dan, yangpenting, banyaknya jaringan limfoid dalam laminapropria.H&E.20x. Kriptus Lieberk0hn Sel argentafinGb. 12-46. Sel argentafin pada dasar kriptusLieberklhn apendiks. Sajian ini telah diolah denganlarutan perak nitrat, yang direduksi menjadi perakmetalik oleh serotonin (5-hidroksitriptamin) yangterdapat dalam granul pars bagian basal sel.Karenanya granul-granul tampak terpulas gelap(sajian dipulas-balas dengan menh netral). 660x. Atlas Berwarna Histologl 121

SISTEM PENCERNAAN Epitel selapis silindris Kripti Liebe*0hn Epitel berlapis gepeng Otot polos (m. sfingter ani intemnm) Otot rangka (m. sfingtcr ani ekstemum)Gb. 1247. Potongan me{nanjang setinggi linea pek-tinata melalui saluran anus. Perhatikan peralihanmendadak dari epitel selapis silindris menjadi ber-lapis gepeng. H & E. 135x. Plekshs kapilerGb. f2-4t. Sajian mukosa usus kecll menam-pakkan pleksus kapiler dalam vili. Sebelum pem-br.ratan sajian, diberi suntikan tinta India ke dalamarteri usus hewan percobaan hidup yang dibius. Per-hatikan bahwa kapiler darah berisi tinta India ituterdapat tepat di bawah epitel. Sajian dipulas-balasdengan merah netral.122 Atlas Berwarrra Histologl

SISTEM PENCERNAAN Septajaringan ikat Jaringan eksokrin (asini) Jaringan endokrin (pulau t-angerhans)Gb. 12-49. Pembesaran lemah sebagian pankreas Saluran keluar interlobulusmemperlihatkan penyebaran jaringan eksokrin danendokrin. H & E.65x.Sel sentlo-asinarGb. 12-50. Pembesaran kuat sebagian pankreas Gb. 12-51. Sebagian pankreas memperliha&anmenampakkan asini eksokrin dan sebuah pulau sebuah saluran keluar interlobulus. H & E. 65x.I-angerham. Perbatikan penampilan sel-sel pulauI:ngerham yang merata. H & E. 565x. Atlas Berwarna Hlstologl 123

SISTEM PENCERNAANSel penghasil-glukagon (A) Pulau Langerhans Pulau Langerhans -:Gb. 12-52. Sajian ini serta tiga berikutnya merupa- Gb. 1453. Sebagian pankrtas manusia menam-kan potongan seri pulau l:ngerhans yang sama dari pakkan penyebaran sel penghasil-insulin (B) dalampankreas manusia. Pada sajian ini penyebaran sel pulau Langerhans. Sel B ini dipulas secara imuno-penghasil -glukagon (A) diperl ihatkan secara i muno- histokimia. Teknik pendaman Epon, dipulas-balashistokimia. Perhatikan penyebaran sel A yang me-rata dalam pulau karena memang khas pankreas dengan biru metilen. 135x.manusia. Teknik pendaman Epon, dipulas-balasdengan biru metilen. 135x. Sel penghasil-polipeptida pankreas (pp)Sel penghasil-somatostatin @) Pulau l.angerhans Pulau LangerhansGb. 12-54. Sebagian pankreas manusia menam- Gb. 12-55. Sebagian pankrcas manusia mannm-pakkan penyebaran sel penghasil-somatostatin (D) pakkan penyebaran sel penghasil-polipeptida (pp)dalam pulau [,angerhans. Sel D ini dipulas secara pankreas. Sel PP ini dipulas secara imunohistoki-imunohistokimia. Teknik pendaman Epon, dipulas- mia. Teknik pendaman Epon, dipulas-balas denganbalas dengan biru metilen. 135x. biru metilen. 135x.124 Atlas Berwarna Histologi

SISTEM PENCERNAAN Irbuli hati Jaringan ikat portal (interlobulus) Vena sentral Triad portal dalam laltn portalGb. 12-56. Sebagian hati babi. Pada spesies hewanini, batas-batas lobuli hati sangat jelas terlihatkarena banyaknya jaringan ikat interlobulus. H &E. 55x. Vena sentral Triad portol dalam jalur portalGb. 12-57. Sebagian hati lembu jantan. Jaringan dan karena ihr parenkim hati merupakan massa ber-ikat intcrlobulus sangat sedikit pada spesies hewan sinambungan tanpa batas lobuli yang jelas (cp Gb.ini (t€rmasuk manusia dan kebanyakan mammali4) 12-56),H & E. 45x. Atlas Berwarna Hlstologi t25

SISTEM PENCERNAAN Cabang vena portaGb. 12-5t. Sebagian hati memperlihatkan triadportal dnlam j6hn portal. H &E.275x.Gb. 12-59. Pembesaran kuat sebagian lobulus hatimenampakkan deretan sel hati, sinusoid dan sebuahvena sentral. H & E. 340x.126 Atlas Berwarrra Hlstologl

SISTEM PENCERNAAN Retikulum intralobular Sel-sel hati SinusoidGb. 1241. Pembesaran kuat sebagian hati. Jaring-jaring serat retikular intralobulus diperliha&andengan impregnasi penk dan sajian dipulas-balasdenga eosin. Pulasan Bielschowsky. 265x. Sel endotel Sel hati Vena senbal Sel Kupffer Celah DisseGb. l2{1. Pembesaran kuat bagian pusat suatulobulus hati. Sajian pendaman-metakrilat, dipulasdengan hematoksilin dan eosin. 440x. Atlas Berwarna Hlstologi 127

SISTEM PENCERNAAN &'td, i.:' Sel Kupffer I yang mengandung.r ; litium karmin yang difagositosis6a. & \"j€g *Gb. 1262. Sajian hati dengan sel Kupffer yangtelah dipulas secara vital dengan litium karmin. Zatini disuntik ke dalam vena porta hewan hidup se-belum dibuat Feparat, dan telah difagositosis olehsel Kupffer yang tampak merah (sajian dipulas-balas dengan hematoksilin). 66Ox. Sel Kupffer yang mengandung tinta India yang difagositosis ke dalam vena porta hewan hidup sebelum dibuat preparat (sajian dipulas-balas dengan hematok- silin). 660x.128 Atlas Berwama Hlstologl

SISTEM PENCERNAAN 1rffii ;u.. .s Granula glikogen Kanalikuli biliaris Kanalikuli biliaris.,,r\"'.':-:.t:.r*,i!. '':' &. *:,,. \"#-Gb. l2{5. Sajian hati yang menampakkan kana- Gb. 12-66. Sajian hati yang menampakkan kanali-likuli biliaris setelah di-impregmsi dengan logam. kuli biliaris setelah dipulas secara histokimiaPulasan Golgi. .44{h. terhadap adenosin trifosfatase. 440x. Atlas Berwama Hlstologl 129

SISTEM PENCERNAAN Epitel Lumen Mukoca Lamina propria Wl&*xl*xk;i;*?::i!*'* *::illq&\"',. Sinus Rokitansky-Aschoff t Muskularis130 Atlas Berwarna Hlstologl


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook