Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore Bab 4. Himenolepiasis Nana dan Himenolepiasis Diminuta

Bab 4. Himenolepiasis Nana dan Himenolepiasis Diminuta

Published by haryahutamas, 2016-08-03 03:33:26

Description: Bab 4. Himenolepiasis Nana dan Himenolepiasis Diminuta

Search

Read the Text Version

BAB 4 HIMENOLEPIA$I$ NANA dan HIMENOLEFIASIS DIMINUTAHIMENOLEPIASIS NANAlndah $. Tantular dan R. Heru PrasetyoPendahuluan enyakit ini disebabkan Hymenoleprs nana, yang juga disebut Vampiralepr's nana atau dwarf tapeworm. Terdapat sekitar400 spesies Hymenoleprs, salah satunya adalah Hymenolepis nanayang .ditemukan pada manusia. Genus inijuga ditemukan pada hewanmengerat terutama tikus dan sering digunakan sebagai sistem modeluntuk mempelajari sistim biologi golongan sestoda. Pertama kali H.nana ditemukan pada hewan tikus pada tahun 1845, kemudian Bilharzpada tahun 1851 menemukan cacing inipada usus halus seorang anakyang berasal dari Kairo. Pada tahun 1887-1892, Grasee dan Rovellmemperkenalltan siklus hidupnya dan mengatakan bahwa cacingini tidak memerlukan hospes perantara.l-a Cacing ini menyebabkanpenyakit keluarga, dengan penularan secara langsung dari penderitake penderita\" Prevalensi menjadi tinggi pada populasi dengan kondisihygiene dan sanitasiyang buruk. 1'3'4'7'8 Hymenolepis nana merupakan penyebab infeksi yang palingsering di temukan pada manusia di antara infeksi sestoda lainnya.Ditemukan secara kosmopolitan, terutama pada anak dan pada suatukelompok, paling banyak di daerah iklim panas antara lain di Mesir,Sudan, Thailand, Amerika Latin dan juga di lndonesia. Sejak tahun1920an berbagai laporan kagus maupun survei di lndonesia menyebutditemukan telur H. nana di dalam spesimen tifija. t e-a'z-t0Cara lnfeksi Cacing dewasa hidup di dalam ileum, duapertiga bagian atas,dengan masa hidup (life span) yang pendek yaitu sekitar 4-6 minggu.399J ;

lnfeksi internal atau autoinfeksi menyebabkan infeksi tetap selamabeberapa tahun. Hospes cacing ini adalah manugia dan tikus' Telursegera menjadi infektif pada saat keluar bersama dengan feses. Padakondisi lingkungan luar, telur tidak dapat bertahan hidup lebih dari 10hari, karena telur sangat peka terhadap udara panas dan kering' Bilatelur tertelan oleh insekta seperti lebah atau kutu maka telur akanberkembang menjadi sistiserkoid dan akan menimbulkan infeksi bilatertelan oleh manusia atau tikus, selanjutnya akan berkembang menjadidewasa di usus hatus, Pada waktu telur tertelan, baik melalui kontaminasi makanan,minuman ataupun kontaminasi langsung tangan dengan feses, makaonkosferakan dilepaskan, kemudian menembus vili usus dan berkembangmenjadi larva sistiserkoid, yang akan melepaskan kait-kaitnya dan dalamwaktu 90 jann akan menjadi serkosistis. Dari vili usus serkosistis keluarmenuju lumen usu$, melekatkan diri pada mukosa usus halus bagiandistal, membentuk strobila dan akan menjadidewasa dalam waktu 10-12hari. Setelah kira-kira 30 hari cacing dewasa sudah memproduksi telur.Telur akan keluar bersama tinja bila sudah terlepas dari proglotid ataupada waktu proglotid mengalami disinterigasi di usus halus. Autoi nfeksi internal terjad i bila telu r mengeluarkan heksakan embrioyang kemudian menembus vili usus dan melanjutkan siklus infeksitanpamelalui lingkungan l{Jar. 1'2'3'6Gejala Klinik Pada infeksi ringan tidak menimbulkan gejala, hanya kadang-kadang menimbulkan nyeri pada perut. Gejala-gejala pada infeksiberat adalah anoreksia, pusing, nyeri perut, yang dapat disertaidengan diare, badan lemah, enteritis dan gejala-gejala alergi' Gejalaneurologis bisa terjadi pada anak kecil dengan infeksi berat, yaitunyeri perut, kejang-kejang, sukar tidur. Dapat pula menyebabkan autoinfeksiyang akan menimbulkan masalah pada sistem kekebalan tubuhli m m u noco m p ro m i sed). 1'3-4Patogenesis Bila sejumlah besar ca cing Hymenolepis nana melekat pada dindingusus halus maka dapat menyebabkan iritasi mukosa usus.Diagnosis Diagnosis ditegakkan dengan ditemukan telur didalam tinja. Telurberbentuk bulat tonjong berukuran 30*47p Dinding telur terdiri atas ll0?

I pAg\R PAnASTTOLOq KLNI(dua lapisan membran, pada rnembran yang sebelah dalam terdapatpenebalan pada kutub dan dari kutub ini keluar 4-8 filamen {polarfilament)\" Telur berisi onkosfer, yaitu embrio heksakant dengan tigapasang kait berbentuk lanset (2,6,7,8). Bilamana telur tidak dapatditemukan pada sediaan langsung tinja, maka dapat dibuat sediaandengan menggunakan tehnik konsentrasi dengan formol ether.Pemeriksaan berulang meningkatkan kepekaan pada perneriksaanfaeces seeara mikroskopis. 1,3'6,8 $etelah pengobatan dapat ditemukancacing dewasa. Dengan mempelajari antara lain besar, strukturdan ongan cacing dewasa diagnosis pasti dapat ditegakkan\" Cacingdewasa yang ditemukan pada manugia mempunyai ukuran terkecil,dengan panjang 15-40 mm dan lebar maksimum 1 mm. Mempunyaiskoleks yang berbentuk globular dengan lebar 0,32 rnm dan terdapat4 buah batil isap. Rostelum pendek, retraktildan mempunyaisatu bariskait yang terdiri atas 20-30 kait. Bagian leher panjang dan menyempit.Strobila dimulai dengan proglotid imatur yang pendek dan sempit,kernudian dilanjutkan ke bagian distal menjadi lebih lebar dan luas.Froglotid matur berbentuk trapezium dengan lebar berukuran 4 xpanjangnya, mempunyai satu lubang genital pada satu tepi lateralsaja. Uterus berbentuk kantung dan mengandung 80-180 telur.piagnosis Banding Himenolepiasis diminuta, penyakit yang disebabkan Hymenotepisdiminuta, adalah penyakit cacing yang dipertimbangkan sebagaidiagnosis banding. Telur H. nana yang ditemukan di dalam tinja dapatdibedakan daritelur H. diminuta dengan memperhatikan besar, strukturdan isinya. Demikian juga bilamana setelah pengobatan cacing dewasaditemukan di dalam tinja maka dapat dipelajari morfologinya untukmendapatkan diagnosis pasti. Secara umum bilamana ada gejala-gejala timbul karena infeksi H. nana maka menyerupai penyakit ga$tro-intestinal dengan keluhan seperti rasa mual, sakit ulu hati, dan diare.Fengobatan Obat pilihan adalah prazikuantel, yang diberikan sebagai dosistunggal, ?5mg/kg/b.b. Sebagai obat alternatif, pada orang dewasadapat diberikan itazoksanid dengan dosis 500m9 selama 3 hari. Padaanak-anak usia 1-3 tahun diberikan 100m9 dan pada anak usia 4-11tahun diberikan 200m9 selarna 3 hari.1 2'6Supaya tidak mendapatkan re-infeksiperlu memberi pendidikan kesehatan dan kebersihan terutamapada kelompok anak. Sanitasi lingkungan perlu diperhatikan dengan3mJ ;

antara lain mengadakan pengawasan terhadap hewan mengerat.l3'6'7Contoh Kasus $eorang wanita, berurnu r 2 1 tahun, asal Palernbang, sejak beberapatahun tinggal di Jakarta menderita diare menahun disertai sakit perutsehlngga dirawat di rumah sakit. Gejala-gejala yang ditemukan adalahmuntah-muntah, tidak nafsu makan, pusing, isomnolen, lemas dankembung. Berat badan 50 kg, tensi 10/70, nadi 92 per menit. Tampaklemah dan nyeritekan pada pemeriksaan abdomen\" Pada pemeriksaantinja di laboratorium ditemukan telur H. nana, yang berbentuk bulatlonjong berukuran 35-48p. lsi telur adalah embrio heksakant dengantiga pasang kait. Darisalah satu kutub rnembran sebelah dalarn keluarbeberapa filamen. Setelah pemberian prazikuantel, 25 mg/kg/b.b.,dosis tunggal keluar 71 cacing, yaitu 45 cacing dengan skoleks dan26 tanpa skoleks. Kemudian keadaan umum membaik, tidak lagi adadiare dan keluhan pusing kepala. Pada pemeriksaan tinja 3 rninggukemudian tidak lagi ditemukan telur H. nana.Daftar Pustaka1. Hymenolepiasis. [cited 14 $ept 2007]Available from: http://www\"dpd.cdc. gcv/dpdx/HTML/Hyrnenolepiasis.asp?body=plsmeslG-L/Hymenolepiasisl body_Hymenolepiasis,*oage 1 . htm2. Hymenalepis nana {Vampirolepis nana): Graphic lmages of Parasites. [cited 2007 $ept 141. Available from : http://www.biosci.ohio-state.edul-parasitel hymenolepis_nana\" html:3. Hymenolepis nana. [cited 2007 Sept 15]. Available from http:i/www. btinternet.com/-ukneqas. parasitologyscheme/Faecal Schemeffeaching- I nformationlHelm inths/Cestodes/Hymenolepis-nana/hymenolepis*nana. html4. flymenotepis nana, the dwarf tapeworm [cited 14 $ept 2A071. Available from : http://www.vaxa.com/human-tapeworms-hymenolepis-nana.cfm5. :Hymenolepis nana infection. fcited 2007 $ept 15]. Available frorn http:// www. merck/comlmmpe/sec 1 4/ch84/ch84e. html6. Parasitology chapter V Cestodesl Tape worms. lcited 2007 Sept 15]. :Available from http://pathmicro.med.sc.edu/parasitologyicestodes.htnt'7. Craig and Fau$t's Clinical Parasitologi B th ed, Philadelphia: Lea & Febiger. 1970.8. Harold W Brown. Basic Clinical Parasitologi3 rd ed . 1969.L Kleevens JWL, Haas RA De. A case of Hymenolepis nana in Netherlands New Guinea. Trop geogr Med. 1959;11:376-77.

I pASAn PARASrTOLgqr KLUIfK10. Tjiong Giok P, Oemijati $. Pengobatan hiperinfeksi Hymenalepis nana dengan quinacrine. Maj Kedok lndon. 1968;18-19:20-2.11. Tumada LR, Margono S$. lntestinal helrninthic infection in the Paniai highlan{s, with special reference ta Taenia and Hymenoleprs nana\" Md1 Kedok lndon. 1 973;7-8: 1 03-7.12. Cross JH, Clarke MD, Co,le WC, Lien JC, Partono F, Djakaria dkk. Parasitic infections in hurnans in West Kalimantan (Borne*), lndonesia. Tropical geogr Med. 1 976;28(2): 121 -30.13. Joseph SW, Carney \AlP, Van Feenen PF, Russell D, $aroso J$. Hurnan parasitoses of the Maliliarea, South $ulawesi{eebbes) province, lndonesia. SoutheastAsian J Trop Med Public Health. 1978;9t2):26a-71.HIMENOLEPIASIS DIMINUTAHeru Prasetyo dan lndah S TantularPendahuluan. Dunyakit himenoleplasis diminuta atau raf tapeworm infection l- disebabkan Taenia diminuta yaitu rat tapeworm. Spesiesini pertama kali ditemukan pada tikus, pada tahun 1766, kemudianWeinsland pada tahun 1858 menemukan cacing ini pada manusia\"Penyakit ini penyebarannya kosmopolitan, pada umumnya ditemukanpada anak*anak di bawah usia tiga tahun, terutama di daerah tropisdan subtropis antara lain di ltalia, Amerika Latin, Kongo, lndia Jepangdan juga di lndonetia. $ebenarnya parasit ini adalah parasit pada tikusdan memerlukan hospes perantara serangga untuk melengkapi claurhidupnya\" Pernah diternukan pada anjing, sedang jarang menginfeksimanusia.laParasit inidigunakan secara luas sebagai sistim model untuk studimengenai sestoda dan untuk studi lebih dalam lagi tentang spesies-spesie$ lain cacing pita ini. lnfeksi pada manusia dengan parasitHymenolepis diminuta lebih jarang terjadi dibandingkan denganinfeksi Hymenalepis nana, namuR berdasarkan laporan ditemukandi beberapa tempat di dunia dengan prevalensi berkisar antara 1 dan5,5%. Prevalensi menjadi tinggi pada populasi dengan kondisi higienedan sanitasi yang buruk\"l 8_roj ;.

Morfologi dan siklus hidup Cacing dewasa mempunyai ukuran sekitar 20-60 cm x 3-5mm(lebih besar dari Hymenolepis nana). $koleks kecil seperti gada{club shape).'Rostelum rudimenter dilengkapi 4 buah batil isap yangbentuknya menyerupai mangkuk yang dalam, tidak mempunyai kait-kait dan bersifat retraktil. Leher lebih pendek dari skoleksnya. Proglottidmempunyai lebar melebihi panjang (panjang 0,75mm dan lebar2,Smnt),dengan jumlah sekitar 800-1000 buah. Masing-masing proglotid3mempunyai testis ovoid dan organ genital. Di dalamnya terdapatuterus yang berbentuk kantung dan berisitelur. Telur berukuran 60-80x 70-85p. Bentuk menyerupai telur H. nana, oval, agak kekuningan.Membran dalam mengelilingi sebuah onkosfer yang mempunyaipenebalan pada kedua kutub akan tetapi tidak mempunyai filamenpolar. Antara rnembran dalam dan mernbran luar tidak berwarna,terdiridari matriks gelatin. Telur berisiembrio heksakan dengan 6 kaitkecil yang bentuknya seperti lanset.l'2'7'e'10 Cacing dewasa yang hidup di usus halus atau saluran empedutikus, mempunyai ma$a hidup pendek. l-lospes perantaranya adalahpinjal tikus, nniriapoda, epidopterans, kurnbang {Tribolium spp. danTenebrio $pp.)\" Tribolium dengan panjang tubuh 4 mm, sebagaihospesperantara pada beberapa Hyrnenolepis spp. sering ditemukan padatepung dan roti yang tersimpan di dapur\" Hospes definitif alami adalahtikuls, sedangkan manusia dan anjing sebagaihospes insidental. Telurdapat bertahan hidup dalam keadaan kering selama satu minggu, didalam air selama satu bulan dan tahan terhadap beberapa bahankimiawi. Telur akan rusak pada suhu 50C0 dalam waktu beberapamenit.i-3 5.8-eCara lnfeksi Telur yang keluar bersama dengan tinja segera menjadi infektif'.Ketika telur tertelan oleh pinjal atau kumbang tepung, sebagai hospesperantara, maka onkosfer akan keluar, kemudian menembus dindingusus dan menjadi larva sistiserkoid. Bila manusia, terutama anak,makan makanan yang terkontaminasi dengan pinjal atau kumbangtepung yang mengandung bentuk infektif yaitu makanan seperti serealyang tidak dimasak sempurna, maka larva sistiserkoid akan masuk kelambung dan usus halus. Larva rnengeluarkan skoleks dan dengan ke4 batil isapnya melekat pada dinding usus halus. Dalam waktu 20 harilarva menjadidewasa dengan panjang tubuh yang dapat mencapai 30cm. Telur akan dikeluarkan dari proglotid gravid di usus

I p, ASAA PAnA$TOLOGI KUNTKGejala Klinik Himenolepiasis diminuta biasanya asimptomatis. Gejala barutarnpak pada infeksi berat dan lebih sering terlihat pada anak. Padainfeksi berat diternukan beberapa gejala antara lain, rasa tidak enakpada perut, nyeri perut, diare, pusing, anoreksia dan gejala alergi.Komplikasi yang dapat terjadi yaitu dehidrasi pada diare yangberkepanjafi gap. 1-e'o'toDiagnosis dan Diagnosis Banding Diagnosis tepat adalah dengan cara menemukan telur yang khasdi dalam feses penderita. Penggunaan tehnik konsentrasi formol eterdan pemeriksaan berulang dapat meningkatkan kepekaan hasil padapenneriksaan tinja secara mikroskopis. Cacing dewasa yang utuh danproglotid jarang ditemukan pada pemeriksaan fe$es.2'5'e\"10 Bilamana diternukan gejala gastrointestinal rnaka berbagaipenyakit gastrointestinal dengan beragam kausa merupakan penyakitpembanding himenolepiasis diminuta\"Pengobatan Tiga jenis obat yang dapat diberikan terhadap hymenolepiasisadalah prazikuantel, niklosamid dan parornomisin. Prazikuantel adalahebat terpilih, toleransi terhadap ini baik dan aman. Obat pilihan adalahprazikuantel dosis tunggal Z5mg/kglbb.2'11 Terapi kimiawi tidak cukupuntuk menghindarl re-infeksi. Perlu diberi penyuluhan tentang higienepada anak dan makanan jangan sampai terkontaminasi pinjal tikusatau kumbang tepung, sedangkan perlu dilakukan penanggulangantikus sekitar rumah. 2,7-11Contoh kasusa,11 Pada umumnyatelurH. diminuta ditemukan secara kebetulan padapemeriksaan tinja dan kemudian diberi terapi spesifik prazikuantel,dosis tunggal.DafJar pu$taka1. Hymenolepiasis. [cited t4 $ept 2007] Available from: http:/fwvwv.stanford^edu/class/humbio103/Parasites29AZl hyrnenolepsis/index. htm2^ Hymenolepiasis. [cited 14 $ept 2007] Available from: http://wvvw.dpd.cdc.ni-

gov/dpdx/HTMUHymanolepiasis.asp?body'cp1s6*slG- UHymenolepia*is/ body*Hymenolepiasis*page t . htm Hymenolepis diminuta: Graphic lmages of Parasites. [cited 14 $ept ?007J Available from: http://www.biosci.ohio-state.edu/-parasite/hymenolepis* nana.html4. Kwo EFl, Tjay JK. A case report of Hymenolepis diminuta infection in Medan. Paediatric lndonesiana. 1 965;5{1 -2):24-7 .5. Hymenolepis diminuta. [cited 15 $ept 2007J Available from: http:l/www\" btintemet,com/-ukneqas. parasitologyschpmelFaecal_$chemeffbaching* I nformation/Helminths/Cestode*/Hymenolepis*diminuta/hymenolepis diminuta.html\"6. Hymenolepis diminuta infection. lcitred 15 $ept ?007]Available from: http:i/ www mercUcom/mmpelsec 1 4/ch84lch84e. htmt7. Hymenolepis nana, The dwarf tapeworm\" [cited 14 $ept 2007l Available from: http:/lwwwvaxa.eom/human-tapeworms-hymenolepis-nana.cfnnL Hymenolepis diminuta. lcited 15 $ept 2007] Available from: http:lfuunv. umanitoba.calfacultieslscience/zoologylfacultyldick/2346/hymenhome.htmlL Faust EG, RusselPF, Jung RC. Craig and Faust's, ClinicalParasitologi. 8th ed. Philadelphia: Lea & Febiger; 1974\"10. Brown HW, Basic Clinical Parasitology. 3rd ed. Norwalk (USAi;Appleton & Lan$e; 1969.11\" Tolan RW Jr. Hymenolepiasis, [cited 1 $ $ept ?007]Available from:eMedicine $pecialitie*Pediatrics:General Medicine>Parasitology. Updated Jan 22, 2009. 811


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook