Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore Bab 16. Organ-Organ yang Berhubungan dengan Saluran Cerna

Bab 16. Organ-Organ yang Berhubungan dengan Saluran Cerna

Published by haryahutamas, 2016-04-02 00:44:09

Description: Bab 16. Organ-Organ yang Berhubungan dengan Saluran Cerna

Search

Read the Text Version

Organ*Organ yang Berhubungan denganSaluran CernaKELENJAR LIUR Suplai DarahPHAANKTRIEAS' 'i, Hepatosit STRUKTUR & FUNGSI LOBULUS HATI 'Stroma Regenerasi Hati Lobulus Hati SALURAN EMPEDU & KANDUNG EMPEDU Organ-organ yang berhubungan dengan saluran cerna meliputi saluran bercabang, yang tersusun dalam lobulus, yang di kelenjar liur, pankreas, hati, dan kandung empedu. produk organ-organ ini mempermudah pengangkutan dan pencer.naan pisahkan oleh septa ;'aringan ikat yang berasal dari simpai.makanan di dalam saluran cerna. Fungsi utama kelenjar liur Sekresi setiap kelenjar dapat bersifat serosa, seromukosa, alau adalah membasahi dan melumasi mukosa mulut dan makanan mukosa, bergantung pada kandungan musin glikoproteinnya.yang masuk, memulai pencernaan karbohidrat dan lipid oteh Saliva dari parotis bersifat serosa dan encer. Kelenjar sub_ amilase dan lipase, serta menyekresi substansi bakteriostatis mandibular dan sublingual menghasilkan sekret seromukosa,protektif seperti imunoglobulin IgA, lisozim, dan laktoferin. yang sebagian besar berupa mukus dari kelenjar liur minor. Saliva dimodifikasi sel sistem duktus yang mengaliri unit Pankreas memproduksi enzim pencernaan yang bekerja di sekretorik, dengan banyak Na* dan Cl- yang diabsoibsi ulangusus halus dan hormon yang penting untuk metabolisme ketika faktor pertumbuhan dan enzim pencernaan tertentunutrien yang diserap. Hati memproduksi empedu, suatu getah ditambahkan.yang penting pada pencernaan lemak. Kandung empedu me-nyerap air dari empedu dan menyimpannya dalam bentuk Dua jenis utama sel sekretorik dijumpai yang tersusunterkonsentrasi. Hati juga berperan penting pada metabolisme dalam unit terpisah. Sel-sel serosa merupakan sel penghasil-karbohidrat dan protein dan menginaktifkan serta memeta- protein terpolarisasi, biasanya berbentuk piramid denganbolisme banyak zat toksik dan obat. Hati juga menyintesissebagian besar protein plasma darah dan faktor yang diperlu- dasar lebar yang berada di lamina basal dan permukaan apikalkan untuk pembekuan darah. yang sempit dan menghadap lumen (Gambar 16-2 dan 16-3).KELENJAR LIUR Sel-sel sekresi di dekatnya diikat oleh kompleks tautan danKelenjar eksokrin dalam mulut menghasilkan liur, vang me- biasanya membentuk massa sferis yang disebut suatu asinus,miliki'fungsi digestif, pelumas, dan pelindung. Dengan pHnormal sebesar 6,5-6,9, salriva juga memiliki fungsi pendapar dengan lumen yang sangat kecil di pusat (Gambar 16-2).yang penting dan pada banyak spesies selain manusia, j:ugasangat penting untuk pendinginan evaporatif. Terdapat tiga Asinus dan sistem salurannya menyerupai anggur yang me-pasang kelenjar liur utama: kelenjar parotis, kelenjar sub- lekat pada tangkainya. Sel asinar serosa terutama menghurilkurlmandibular dan kelenjar sublingual (Gambar 16-1), selain enzim digestif dan protein lainnya.kelenjar liur minor di mukosa dan submukosa di seluruh Sel-sel mukosa agak berbenluk kuboid atau kolumnarrongga mulut yang mensekresi 70'k dari volume liur total sampai silindris dengan inti yang terdesak ke basal sel. Sel-sel ini menunjukkan sifat-sifat sel penghasil-mukus (Gambar 16-3saliva. dan 16-4), yang mengandung musin glikoprotein hidrofilik Suafu simpai jaringan ikat mengelilingi kelenjar liur utama. yang penting unhrk fungsi liur yaifu membasahi dan melumasi. Sel-sel mukosa paling sering tersusun sebagai tubulus ke-Parenkim kelenjar terdiri atas ujung sekretorik dan sistem timbang asinus dan memproduksi sebagian besar musin. APLIKASIMEDIS Sel-sel rnioepitel, yang dibahas pada Bab 4, ditemukan di bagian dalam lamina basal unit sekretorik dan (lebih sedikit) Penurunan fungsi kelenjar liur utama akibat penyakit atau bagian awal sistem dukfus (Gambar 16-2). Sel-sel mioepitel radioterapi dapat menimbulkan karies, atrofi mukosa yang mengelilingi bagian sekresi berkembang baik dan ber- mulut dan gangguan wicara. cabang (dan kadang-kadang disebut sel keranjang), sedangkan yang berhubungan dengan duktus awal berbentuk gelonJong dan terletak paralel dengan sumbu panjang duktus. Sel-sel mioepitel mencegah pelebaran bagian ujung ketika lumen terisi saliva dan kontraksinya mempercepat sekresi produk kelenjar. Pada sistem duktus intralobula4, ujung sekretoris bermuara ke dalam duktus interkalaris, yang dilapisi sel-sel epitel 276

IORGAN-ORGANYANG BERHUBUNGAN DENGAN SALURAN CERNA 277 Kelenjar liur parotis m. maseter Mukosa (terpotong) Duktus sublingual Duktus submandibular Kelenjar liur sublingual m. mylohyoid (terpotong) Kelenjar liur submandibularGambar 16-1. Keleniar liur utama. Sekitar 90% saliva dihasilkan oleh trga pasang kelenjar liur: Kelenjar parotis, kelenjar submandibulardan sublingual. Lokasi dan ukuran relatif kelenjar tersebut diperlihatkan pada gambar berupa diagram. Ketiga kelenjar tersebut pluskelenjar liur minor lainnya di seluruh mukosa mulut menghasilkan 0,75 hingga 1,5 liter liur per harinya. Sel mioepitel Duktus interkalarisTerminal bars Duktus striata Lamrna basal Tubulus mukosaGambar 76-2. Komponen epitelial lobulus kelenjar submandibular. Bagian sekretorik terdiri atas sel serosa berbentuk piramid (birumuda) dan mukosa (cokelat muda). Sel serosa merupakan sel pensekresi-protein yang khas, dengan inti bulat, akumulasi RE kasar disepertiga basal, dan apeks yang terisi dengan granul sekretorik yang kaya akan protein. lnti sel mukosa, yang terdesak oleh kromatinpadat, berlokasi di dekat dasar sel. Duktus interkalaris pendek dilapisi dengan epitel kuboid. Duktus striata terdiri atas sel kolumnar denganciri khas sel pengangkut ion: invaginasi membran basal dengan tumpukan mitokondria. Sel mioepitel diperlihatkan dalam asinus serosa.

278 / BAB 16 'r;H+l::i. ff,.t \" \"* t',#.3@ffi' pe\"W# - rgg.Ii }re**j* dF' , r\"r'* ,{f; L.l:..,-1r;rGambar 76-3' Kelenjar parotis. Kelenjar parotis besar yang sepenuhnya terdiri atas asinus serosa dengan sel yang menghasilkanamilase dan protein lain untuk disimpan pada granula sekretorik. (a): Mikrograf kelenjar parotis yang memperlihatkan u\"inus serosa (A)yang terhimpit dengan duktus. Granula sekretorik sel serosa terlihat jelasstriata (SD), yang keduanya terpotong transversal. 400x. PT. (b): stria di pada sediaan plastis ini, sertl duktus interkalaris (lD) dan dukius sebuah duktus (sD) lebih jelas terlihat pada gambar ini besertaseptum (CT) dan sejumlah besar asinus serosa (A). Jaringan ikat sering meliputi adiposit. 200x. H&E.kuboid, dan sejumlah duktus pendek tersebut bergabung mengandung sedikit sel mukosa. Dukfus utama di setiapmembentuk duktus striata (Gambar 16-2). Sel kolumnar kelenjar liur besar akhirnya mencurahkan isinya ke dalamdukfus striata sering memperlihatkan penjuluran striata radial rongga mulut dan dilapisi epitel berlapis gepeng tak ber-dari bagian basal sel ke tingkat inti. Secara ultrastruktural, striatersebut terdiri atas lipatan membran plasma basal (Gambar tanduk.16-5). Sejumlah besar mitokondria tersusun paralel terhadap Pembuluh dan saraf memasuki kelenjar liur besar di hilus dalr semakin bercabang ke dalam lobulus. pembuluh-pem-lipatan membran yang memiliki transpor ion. Lipatan semacam buluh darah dan pleksus saraf mengelilingi komponen sekresiitu sangatmenambahluas permukaan sel, yangmempermudah dan duktus di setiap lobulus. Kapiler-kapiler yang mengelilingi ujung sekresi sangat penting untuk sekresi liur, yang di-absorbsi ion dan khas untuk sel yang dikhususkan untuk rangsang oleh sistem saraf autonom. Rangsangan parasimpatis,transpor ion. biasanya oleh bau atau rasa makanary menimbulkan sekresi Pada kelenjar liur utama, jaringan ikat memiliki banyak encer dengan relatif sedikit kandungan organik. Rangsanganlimfosit dan sel plasma. Sel plasma melepaskan IgA yang simpatis menghambat sekresi tersebut dan berpotensi me_ nimbulkan kekeringan mulut yang sering dikaitkan denganmembenfuk suatu kompleks dengan komponen sekretorikyang disintesis oleh sel epitel asini serosa dan duktus kecemasan.interlobularis. Kompleks IgA sekretori yang dilepaskan kedalam saliva menahan pencernaan enzimatik dan membentuk Gambaran spesifik untuk setiap kelompok kelenjar liursuatu mekanisme pertahanan imunologis terhadap patogen di utama mencakup:rongga mulut. ' Kelenjar parotis, yang berada di pipi dekat telinga, adalah Dukfus striata setiap lobulus berkonvergensi dan men-curahkan isinya ke dalam dukius yang terdapat di jaringan kelenjar asinar bercabang dengan bagian sekresi yangikat septa pemisah lobulus, tempat duktus ini berubah menjadi hanya terdiri atas sel-sel serosa di sekeliling lumen yangduktus interlobularis atau duktus ekskretorius. Mula-muladuktus ini dilapisi epitel berlapis kuboid, tetapi semakin ke sangat kecil (Gambar 16-3). Se1 serosa mengandung granuladistal duktus tersebut dilapisi epitel berlapis silindris yang sekretori dengan sejumlah besar a-amilase dan protein yang kaya akan prolin. Aktivitas amilase ini bertanggung jawab atas kebanyakan hidrolisis karbohidrat yang di-

IORGAN-ORGAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN SALURAN CERNA 279Gambar 16-4. lJllrastruktur sel serosa dan mukosa. Sebuah makan dan bermula di dalam mulut. Protein yang kayamikrograf campuran asinus dari sebuah kelenjar submandibular akan proliry faktor terbanyak yang terdapat di saliva, me-memperlihatkan sel serosa dan mukosa. Sel mukosa (area atas miliki sifat antimikroba dan pengikatan Ca'?- yang dapatdiperlihatkan di sini) memiliki granula hidrofilik besar yang serupadengan granula sel goblet. Sel serosa (area bawah) memiliki membanfu mempertahankan permukaan email.granul kecil padat yang terpulas lebih kuat dengan sebagian besar . Kelenjar submandibula adalah kelenjar tubuloasinar ber-pulasan. 2500x. (Atas izin dari John D. Harrison, Department of cabang (Gambar 16-4 dan 16-6) dengan bagian sekresi yangOral Pathology, King's College, london.) mengandung sel-sel mukosa dan serosa. Sel-sel serosa adalah komponenutama kelenjar ini dan mudah dibedakan dari sel mukosa oleh intinya yang bulat dan sitoplasmanya yang basofilik. Sebagian besar unit sekretorik di kelenjar ini berupa asinar setosa dengan sekitar 10% bagian terdiri atas tubulus mukosa yang dilapisi dengan tudung sel serosa. Tudung semacam itu disebut demilun serosa (Gambar L6-6a). Lipatan membran basal dan lateral di sel serosa menambah luas permukaan pengangkut-ion dan mempermudah transpor elektroiit dan air. Selain a-amilase dan protein yang kaya-proiiry se1 serosa kelenjar sub- mandibular menyekresikan enzim 1air1 termasuk lisozim, yang menghidrolisis sejumlah besar tipe dinding bakteri. ' Kelenjar sublingual, seperti kelenjar submandibula, adalah kelenjar tubuloasinar bercabang yang terdiri atas sel-sel serosa dan mukosa. Pada kelenjar ini sel mukosa mendominasi (Gambar 16-6b), dengan sel serosa yang hanya terdapat di demilun pada tubulus mukosa. Produk saliva utama adalah mukus, tetapi sel demilun serosa di kelenjar ini menyekresi amilase dan lisozim. Kelenjar liur kecil tak bersimpai tersebar di seluruh mukosa dan submukosa oral dengan duktus pendek yang menuju rongga mu1ut. Kelenjar liur minor biasanya bersifat mukosa, denp;an pengecualian berupa kelenjar serosa kecil di dasar papilla circumvallata di punggung lidah (Bab 15). Limfosit BGambar 16-5. Duktus striata. (a): Mikrograf cahaya duktus striata (SD) ini memperlihatkan stria merah muda yang sangat pucat padaseparuh bawah sel kolumnar. Stria dihasilkan oleh mitokondria yang berada di lipatan membran sel lateral. 200x. H&E. (b): SEM meng-indikasikan bahwa ujung apikal sel terhubung bersama di dekat lumen kecil (L), dengan lipatan interdigitasi membran sel yang paling jelasterbeniuk di ujung basal (B). 4000x. (c): SEM ini memperlihatkan dasar (B) sejumlah sel tersebut dengan lamina basal yang telahdihilangkan, dan memperlihatkan pertautan ekstensif lipatan membran sel-sel yang berdekatan. Mitokondria di antara lipatan menyediakanenergi untuk pompa ion membran dan ambilan ion dari saliva menjadi cepat dan efisien. 4000x.

280 / BAB 16 we M {.lr ,L1'.,-. A-. ij;ii\"ll\"*+i *, 1 F,,r'+' \" \sr1 at$ lf:;i:_*,a./ Myang melepaskan IgA umum dijumpai dalam kelenjar liur yang terpulas pucat membentuk bagian intra-asinar di duktus interkalaris dan hanya ditemukan pada asinus pankreas.minor. Duktus interkalaris bergabung membentuk duktus inter- lobular berukuran lebih besar yang dilapisi epitel silindris.PANKREAS Tidak terdapat duktus striata di pankreas.Pankreas adalah kelenjar campuran eksokrin-endokrin yang Setiap asinus eksokrin pankreas terdiri atas beberapa selmenghasilkan enzim pencernaan dan hormon (Gantbar 1,6-7 serosa yang mengelilingi lumen (Gambar 1,6-9). Sel-sel asinardan 16-8). Suatu simpai tipis jaringan ikat melapisi pankreas sangat terpolarisasi, dengan inti sferis dan merupakan seldan menjulurkan septa ke dalamnya, dan memisahkan lobulus penghasil-protein yang khas (Gambar 16-10). Jumlah granulpankreas. Asini sekretorik dikelilingi oleh suatu lamina basal zimogen yang terdapat di setiap sel bervariasi dan mencapaiyang disangga oleh selubung serat retikular halus dan suatu maksimum pada hewan yang berpuasa.jalinan kapiler yang luas. APTIKASIMEDIS Enzim digestif dihasilkan oleh sel bagian eksokrin danhormon disintesis oleh kelompok sel epitel endokrin yang di- Pada pankreatitis netkrotikans akut. proenzim menjadikenal sebagai pulau Langerhans (Bab 20). Bagian eksokrin aktif dan mencerna jaringan pankreas, dan menimbulkanpankreas adalah kelenjar asinar kompleks yang serupa dengan komplikasi yang sangat serius. Kemungkinan penyebabstruktur kelenjar parotis. Pada sediaan histologi, keduanya mencakup infeksi, batu empedu, alkoholisme, obat-obat-dapat dibedakan karena tidak terdapat duktus striata danadanya pulau Langerhans pada pankreas. Ciri khas lain adalah an. dan trauma.bahwa pada pankreas, bagian awal duktus interkalaris mem-penetrasi lumen asinus (Gambar 16-9). Sel sentroasinar kecil

IORGAN-ORGANYANG BERHUBUNGAN DENGAN SALURAN CERNA 281 Duktus pankreatikus mayorDuktus biliaris komunisDuodenum Fleksura Pulau pankreasDuktus pankrea- ri\tikus aksesorius .r\";rlr,.nAmpulahepatopan-kreatiaPapiladuodenum mayor Kaput pankreasa Duodenum dan pankreas, pandangan anterior Asinus pankreas bGambar 76-7. Pankreas dan duodenum. (a): Regio utama pankreas terlihat dalam hubungannya dengan kedua duktus pankreatikusdan duodenum\" (b): Mikrograf memperlihatkan sebuah pulau pankreas dan sejumlah asinus pankreas. 75x dan 200x. H&E. APLIKASI MEDIS Asam dan makanan yang tercerna parsial dalam kimus lambung memasuki duodenum dan merangsang pelepasan Pada keadaan malnutrisi berat seperti kwashiorkor, sel- setempat CCK dan sekretin. CCK merangsang eksositosis sei aslnus pankreas dan se/-se/ penghasil-protein aktif zimogen dan enzim dari sel asinar pankreas. Sekretin membuat lain mengalami atrofi dan kehilangan banyak retikulum sel asinar dan duktus menambahkan air dan ion bikarbonat ke endoplasma kasarnya yang mengganggu produksi enzim dalam protein yang disekresi sehingga menghasilkan getah pencernaan. alkali dengan enzim terlarut tetapi kaya akan ion elektrolitik. Getah tersebut menetralkan kimus asam dan memungkinkan Pankreas menyekresikan 1,5 sampai 2 L getah per harinya. enzim pankreas berfungsi pada pH optimalnya. Aksi terpaduGetah pankreas kaya akan ion bikarbonat (HCO3 ) dan enzim kedua hormon tersebut melancarkan sekresi getah pankreasdigestif, termasuk beberapa Protease (tripsinogen, kimo- alkali yang kaya akan enzim.tripsinogen, proelastase, protease E, kallikreinogen, prokar-boksipeptidase), a-amilase, lipase, dan nuklease (DNAase, FIATIRNAase). Protease disimpan sebagai zimogen inaktif dalamgranul sekretoris sel-sel asinus. Setelah sekresi, tripsinogen Kecuali kulit, hati merupakan organ terbesar di tubuh dengan berat sekitar 1,5 kg atau sekitar 27\" berat tubuh orang dewasa.terurai dan menjadi akti{ oleh enterokinase di lumen usus Dengan lobus kanan yang besar dan lobus kiri yang lebih kecif hati merupakan kelenjar terbesar dan terletak dalam ronggahalus, dan menghasilkan tripsin yang mengaktilkan protease perut di bawah diafragma (Gambar 16-11). Hati merupakanlain secara kaskade. Hal tersebut, beserta produksi inhibitor perantara sistem pencernaan dengan darah: organ dalamprotease oleh sel asinar, mencegah autodigesti pankreas. saluran cema tempat penyerapan nutrien yang digunakan di bagian lain tubuh. Kebanyakan darah di hati (70-80\"k) berasal Sekresi pankreas terutama dikendalikan oleh dua hormon dari vena porta yang berasal dari lambung, usus, dan limpa;polipeptida-sekretin dan kolesistokinin (CCK)-yang di- sisanya (20-30\"/.) disuplai oleh a. hepatica. Seluruh materi yanghasilkan sel-sel enteroendokrin mukosa usus (duodenum dan diserap melalui usus tiba di hati melalui vena porta, kecualijejunum). Saraf vagus (parasimpatis) juga merangsang sekresi lipid kompleks (kilomikron), yang terutama diangkut melaluipankreas dan sistem autonom bekerja bersamaan dengan pembuluh limfe. Posisi hati dalam sistem sirkulasi sangathormon unfuk mengafur sekresi pankreas.

282 / BAB 16 membawa empedu yang dibuat oleh sel-sel parenkim (hepatosit) dan akhirnya rnencurahkan isinya ke dalam duktus hepatikus. Area portal juga memiliki serabut saraf dan pembuluh limfe. Pada beberapa hewan (misalnya babi), setiap lobulus terpisah dari lobulus lain oleh selapis jaringan ikat sehingga lobulus dapat dikenali dengan jelas. pada manusia, lebulus berkontak erat hampir di setiap sisinya dan lebih sulit 'i'reffiffitrcF wW:4;:ffigffiGambar 76-8. Pankreas. Pandangan pankreas dengan pem-besaran lemah mencakup beberapa pulau (l) yang dikelilingi olehbanyak asinus serosa (A). Duktus interlobularis (D) yang lebihbesar dilapisi oleh epitel kolumnar selapis. Duktus dan pembuluhdarah (V) terdapat dijaringan ikat, yang juga menyediakan simpartipis ke seluruh kelenjar dan septum tiprs yang memisahkan lobulusasinus sekretorik. 20x. H&E.optimal untuk menampun& mengubah dan mengumpulkan Lamina basal Sel sentroasinarmetabolit dari darah serta untuk menetralisasi dan me- 7 Duktus interkalarisngeluarkan zat toksik dalam darah. Pengeluaran ini terjadi \dalam empedu, suatu sekret eksokrin dari hati yang pentinguntuk pencernaan lipid di usus. Hati juga menghasilkanprotein plasma, seperti albumin, fibrinogen dan berbagaiprotein pembawa lainnya.StromaHati dibungkus oleh suatu simpai tipis jaringan ikat yangmenebal di hilus, tempat vena porta dan a. hepatica memasukiorgan dan keluarnya dukfus hepatika kiri dan kanan sertapembuluh limfe dari hati. Pembuluh-pembuluh dan duktus inidikelilingi jaringan ikat di sepanjang perjalanannya ke bagianujung (atau bagian asal) di dalam celah portal di antara lobulushati. Di tempat ini, jalinan serat retikular halus mengelilingidan menopang sel hati dan se1 endotel sinusoid di lobulus hati(Gambar 16-72 dan 76-13).Lobulus Hati Granula zimogen Sel asinar bSel-sel hati atau hepatosit (Yun. hepar, hati, + kytos, sel) me-rupakan sel epitel yang berkelompok membentuk 1empeng- Gambar 76-9. Asinus pankreas. (a): Mikrograf pankreas ekso- krin memperlihatkan sel serosa penghasil-enzim yang tersusunlempeng yang saling berhubungan. Hepatosit tersusun berupa dalam asinus kecil (A) dengan lumen yang sangat kecil. Asinus dikelilingi oleh sejumlah kecil jaringan ikat dengan fibroblas (F).ribuan lobulus hati kecil (-0,7 x 2 mm) polihedral yang Setiap asinus dialiri oleh sebuah duktus interkalaris dengan sel-selmerupakan unit fungsional dan struktural hati yang klasik awalnya, yaitu sel sentroasinar (panah), yang terselip ke dalam(Gambar 16-11). Setiap lobulus memiliki tiga sampai enam lumen asinus. 200x. H&E. (b): Diagram lebih jelas memperlihatkanarea portal di bagian perifernya dan suatu venula yang disebut susunan sel. Dalam pengaruh sekretin, sel sentroasinar dan selvena sentral di bagian pusatnya (Gambar 1.6-11, i,6-i,2, dan 16- larn di duktus kecil ini menyekresi sejumlah besar getah yang kayaL3). Zona portal di sudut lobulus terdiri atas jaringan ikat akan HCO. yang menambah cairan dan membuat sekresi enzim sel asinar menjadi alkali. Asinus pankreas tidak memiliki sel mio_dengan suafu venula (cabang vena portal), arteriol (cabang a. epitel dan duktus interkalarisnya tidak memiliki stria.hepatica), dan duktus epitel kuboid (cabang sistem duktusbiliaris)-ketiga struktur yang disebut trias porta (Gambar 16-12). Venula tersebut mengandung darah dari vena mesentericasuperior dan inferior serta vena lienalis. Arteriol menerimadarah dari truncus coeliacus dari aorta abdominalis. Duktusnya

- ORGAN-ORGANYANG BERHUBUNGAN DENGAN SALURAN CERNA I 283 APTIKASI MEDIS Pada penyakit hati kronis, se/-se/ /fo berproliferasi dan memperoleh ciri miofibroblas, dengan atau tanpa droplet tipid. Pada keadaan ini, sel-sel tersebut ditemukan dekat dengan hepatosit yang rusak dan berperan utama pada terjadinya fibrosis, termasuk fibrosis sekunder akibat pe nya kit h ati i m bas-a I ko h o I.Gambar 16-10. Sel asinus pankreas' TEM sel asinar pankreas tetapi juga karena hati mengambil dan mengatabolisme se-memperlihatkan bentuk piramida dan inti (N) yang bulat di basal jumlah besar molekul besar ini.yang dikelilingi oleh sitoplasma yang terkemas dengan sisterna RE Sinusoid dikelilingi dan ditunjang selubung serat retikularkasar (RER). Apparatus Golgi (G) terletak pada sisi apikal inti dan halus (Gambar 16-13). Selain sel endotel, terdapat dua selberhubungan dengan vakuola padat (C) dan sejumlah besar penting yang berhubungan dengan sinusoid tersebut:granula (zimogen) sekretorik (S). Lumen kecil (L) asinus me- . Sejumlahbesar makrofag stelat4 yang juga dikenal sebagaingandung protein yang baru dilepaskan dari sel melalui eksositosis'Eksositosis enzim digestif dari granula sekretorik diperkuat oleh sel Kupffer, diternukan antara sel endotel sinusoid danCCK yang dilepaskan dari duodenum ketika makanan memasukiarea tersebut dari lambung. 8000x. permukaan luminal di dalam sinusoid, terutama dekatmenentukan batas yang jelas antar berbagai lobuius (Gambar area portalnya (Gambar 16-14). Fungsi utamanya adalah menghancurkan eritrosit tua, menggunakan ulang heme,16-12). menghancurkan bakteri atau debris yang dapat memasuki darah portal dari usus, dan bekerja sebagai sel penyaii- Hepatosit membentuk suatu lempeng yang berhubungan antigen pada imunitas adaPtif.seperti susunan batu bata di tembok dan lempeng sel ini . Dr celah perisinusoid (bukan di lumen) terdapat sel pe-teisusun radial di sekeliling vena sentral (Gambar 16-11) Dari nimbun-lemak stelata (atau sel-sel Ito) dengan dropletbagian perifer lobulus ke pusatnya, lempeng hepatosit lipid kecil yang mengandung vitamin A (Gambar 16-14). Sel-sel tersebut, yang membentuk sekitar 8% se1 di hatibeicabang dan beranastomosis secara bebas membentuk tetapi sulit ditemukan pada sediaan rutin, menyimpanstruklur yu.g *\"^y\"tupai spons (Gambar 16-12). Celah diantara lempeng ini mengandung komponen mikrovaskular banyak vitamin A lubuh, menghasilkan komponen matrikspenting, yaitu sinusoid hati (Gambar 76-1I, 16-12, dan 16-13)' ekstrasef dan ikut berperan mengatur imunitas setemPat.Sinusoid lebar yang tidak teratur ini hanya terdiri atas lapisandiskontinu sel endotel bertingkap (Gambar 16-14 dan 76-15)' Suplai DarahSel-sel endotel terpisah dari hepatosit di bawahnya oleh suatu Sebagai tempat pertemuan penting unfuk pemrosesan darah dari sistem pencernaao hati menerima sebagian besar darahlamina basal tipis yang tidak kontinu dan suatu celah dari vena porta, yang membawa darah miskin-oksigen tetapiperisinusoid (celah Disse) yang sangat sempit. Mikrovili kaya-nutrien dari organ visera abdominal. Darah teroksigenasihepatosit menonjol ke dalam celah tersebut demi terjadinya dalam jumlah yang lebih sedikit berasal dari arteria hepaticap\"itokututl antara sel tersebut dan plasma (Gambar 16-14)' (Gambar 16-11).iertukaran ini penting secara fisiologis bukan saja karena Sistem porta membawa darah dari pankreas, limpa danbanyaknya makromolekul (misalnya lipoproteiry albumiry usus. Nutrien terakumulasi dan diubah dalam hati, dan zatfibrinogen) yang disekresi ke dalam darah oleh hepatosit toksik dinetralkan dan dihilangkan di tempat tersebut. Pada hati, vena porta bercabang-cabang dan menjadi venula porta kecil menuju celah portal. Venula portal bercabang menjadi venula pendistribusi kecil yang berjalan di tepi setiap lobulus dan beruiung ke dalam sinusoid. Sinusoid berjalan radiaf ber- konvergensi di pusat lobulus untuk membentuk vena sentralis atau vena sentrolobular (Gambar 1'6-11, 16-12 dan 16-13). Pembuluh ini, seperti sinusoid, berdinding tipis, dan hanya terdiri atas se1-sel endotel yang ditunjang sedikit serat kolagen (Gambar 16-13). Venula sentralis dari setiap lobulus menyatu menjadi vena, yang akhirnya membentuk dua atau lebih vena hepatica besar yang bermuara ke dalam vena cava inferior. Arteria hepatica bercabang berulang kali dan membentuk arteriol di area portal dan beberapa di antaranya berakhir langsung ke dalam sinusoid pada jarak-jarak tertentu dari celah portal sehingga darah arteri yang kaya-oksigen di- tambahkan ke darah vena porta di sinusoid. Darah selalu mengalir dari tepi ke pusat lobulus hati. Akibatnya, oksigen dan metabolit, serta substansi toksik mau- pun nontoksik lain yang diserap dalam usus, sampai di sel-sel bagian tepi lebih dulu dan kemudian baru tiba di sel-sel bagian pusat lobulus. Arah aiiran darah ini menjelaskan mengaPa

284 / BAB 16 Sinusoid hatiHepatosit Vena sentralVena sentralKanalikuli Kanlikuli biliarisbiliarisa Lobulus hati Sel retikuloendotelialSinusoid hati Sinusoid hatiHepatosit Hepatosit Trias porta Cabang duktus biliaris Cabang vena porta hepatik Cabang arteri hepatika Trias porta Cabang duktus biliaris Cabang vena porta hepatik cabang arteri b Hepatosit dan sinusoid hepatikac Trias portaGambar 16-11. Hati' Sebagai organ besar di kuadran kanan atas abdomen, tepat di bawah diafragma, hati terdiri atas ribuan strukturpoligonal yang disebut lobulus hati, yang merupakan unit fungsional dasar organ tersebut\" (a): Diagram memperlihatkan sebuah venaseniral kecil yang menonjol melalui pusat setiap lobulus hati dan sejumlah set pembuluh darah yang membatasi bagian tepi. pembuluhperifer berkelompok terutama pada jaringan ikat yang membentuk saluran portal, yang biasanya mencakup cabang vena porta dancabang a. hepatica, serta cabang duktus biligris. Ketiga struktur ini membentuk trias porta. (b): Kedua pembuluh darah di setiap lobulusmembentuk sinusoid yang terbentang melalui lempeng hepatositdan bermuara ke dalam vena sentralis. (c): Mikrograf yang memperlihatkankomponen tnas porta. 220x. H&E.Gambar 16-12. Lobulus hati. Lobulus hati yang terpotong transversal adalah unit poligonal dengan lempeng sel epitel yang disebuthepatosit yang menjalar dari suatu vena sentral (C). (a): Lobulus hati sejumlah mamalia,jaringan ikat. (b): Unit hepatik manusia memiliki lebih sedikit jaringan ikat dan batasnya lebih seperti babi, dibatasi di semua sisinya oleh sulit dibedakan. pada semua kasus, jaringanikat perifer area porta dengan mikrovaskular dan cabang duktus biliaris kecil (D) dapat terllihat dan pada manusia serta pada ,ur\"liulainnya, cabang tersebut tampak di perbatasan antara dua lobulus hati atau lebih. Pembuluh darah di dekat cabang duktus biliaris adalahvenula (V), dari vena porta dan suatu arteriol (A) dari a. hepatica. Kedua gambar 150x. H&E.

ORGAN-ORGANYANG BERHUBUNGAN DENGAN SALURAN CERNA I 285sifat dan fungsi hepatosit periportai berbeda dari sel-sel ditandai dengan ukuran yang lebih besar, yang proporsionalsentrolobular. Hepatosit di dekat area portal dapat bergantung dengan sifat ploid-nya.pada metabolisme aerob dan sering lebih aktif berperan pada Permukaan setiap hepatosit berkontak dengan dindingsintesis protein, sedangkan sel yang berada lebih ke pusatterpajan nutrien dan oksigen dengan konsentrasi rendah serta sinusoid, melalui celah Disse, dan dengan permukaan hepatositlebih berperan pada detoksifikasi dan metabolisme glikogen' lain (Gambar 16-16). Di temPat dua hepatosit berkontak,Hepatosit terbentuk suatu celah tubular di antara kedua sel ini yangHepatosit merupakan sel polihedral besar, dengan enam atau disebut kanalikulus biliaris (Gambar 16-16).lebih permukaan, dan berdiameter 20-30 ptm. Pada sediaan Kanalikuli, bagian pertama sistem duktus biliaris, adalahyang dipulas dengan hematoksilin dan eosin (H&E), sitoplasmahepatosit biasanya bersifat eosinofilik karena banyaknya celah panjang berdiameter 1-2 prm. Kanalikuli hanya dibatasimitokondria, yang berjumlah hingga 2000 per sel. Hepatosit membran plasma dari dua hepatosit, yang menjulurkan sedikit mikrovili di bagian dalamnya (Gambar 16-16). Membran sel dimemiliki inti sferis besar dengan nukleolus. Sel-sel tersebutsering memiliki dua atau lebih nukleolus dan sekitar 50% dekat kanalikuli ini diikat dengan kuat oleh taut erat. Tautdarinya bersifat poliploid, dengan dua, empaf delapan ataumelebihi jumlah kromosom diploid normal. Inti poliploid celah juga terdapat di antara hepatosit, yang memungkinkan tempat komunikasi antarsel dan koordinasi aktivitas sel-sel. Kanalikuli biliaris membentuk suatu jalinan anastomosis kompleks di sepanjang lempeng lobulus hati dan berakhir di daerah portal (Gambar 16-11). Jadi, aliran empedu berlangsung dalam arah yang berlawanan dengan arah aliran darah, yaitu dari pusat lobulus ke bagian tepi. Di area portal periferal,s €*q€u,e-.*..':@-#*1;*.*ir.$,*-**'O,^+;F*moP-...1]^!-e..&. *Efamif'.uff#i *'t.=#',m'\"*-,.@sw*.r.r*;;*:'u#-*'*s*€**\"e-F\" Fff;$ffi#46'ft*fl**uffi:rr3l :fHif-ii*ry;.\":#r$ffi;-p'.v-.--r\"y5;fqf$ff-i'Bp\",L.,##.d*ilfl##qT. *jgl,R;fryfgiaik*ttirE=%j*\"f*f:if_ffifi*#g@--q1Gambar 76-13. Mikrovaskular lobulus hati. (a): Vena sentralis (CV) padalobulus hati sebenarnya adalah suatu venula yang terdiri atas sejumlah saluranendotelial dengan sinusoid (S) kecil yang berasal dari segala arah 200x. H&E.(b): Area porta perifer memiliki lebih banyak jaringan ikat dan merupakan tempattrias porta: sebuah venula porta (V), sebuah aderiol (A) yang bercabang dariarteria hepatica, dan satu atau lebih cabang duktus biliaris (D). Aliran darah(panah) dari aderiol dan venula ini ke dalam sinusoid di antara lempeng hepatosityang berjalan ke vena sentralis. Di area porta, duktulus biliaris dilapisi denganepitel kuboid selapis. 400x. H&E. (c): Serat retikular (kolagen tipe lll) yang ter-bentang di sepanjang lempeng hepatosit adalah penyangga utama sinusoid danvenula sentral. Sebagian besar jaringan ikat hati ditemukan dalam septa dansaluran porta\" 400x. Pulasan perak.

286 / BAB 16kanalikulus biliaris bermuara ke dalam duktulus biliaris retikulum endoplasma-baik kasar maupun halus (Gambar 16-18). Retikulum endoplasma kasar untuk sintesis protein(Gambar 76-17) yang tersusun dari sel-sel kuboid yang disebut plasma menimbulkan sifat basofilia sitoplasma, yang seringkolangiosit (Gambar 16-18 dan 16-19). Setelah melalui jarakyang pendek, duktulus melewati hepatosit pembatas di lobulus lebih jelas di hepatosit dekat area porral (Gambar 16-121.dan berakhir dalam duktus biliaris di celah portal. Duktus Berbagai proses penting terjadi dalam RE halus, yang ter-biliaris dilapisi epitet kuboid atau silindris dan mempunyai distribusi difus di seluruh sitoplasma. Organel ini bertanggungselubung jaringan ikat khusus. Duktus-dukfus ini secara ber- jawab atas proses oksidasi, metilasi, dan konjugasi yang di: perlukan untuk menginaktifkan atau mendetoksifikasi ber-angsur membesar, menyafu, dan membentuk duktus bagai zat sebelum diekskresi. RE halus merupakan suatu sistem labi1 yang segera bereaksi terhadap molekul yang di-hepatikus kiri dan kanan, yang akhirnya keluar dari hati. terima hepatosit. Secara fungsionaf hepatosit mungkin adalah sel yang Hepatosit sering mengandung tumpukan glikogen, yangpaling serbaguna dalam tubuh. Hepatosit memiliki banyak tampak secara ultrastruktural sebagai granul padat-elektron APTIKASIMEDIS yang kasar dan sering berkumpul dalam sitosol dekat dengan RE halus (Gambar 16-16). Glikogen hati merupakan timbunan Satah satu proses utama yang terjadi di datam RE halus glukosa dan dimobilisasi jika kadar glukosa darah menurun di adalah konjugasi bilirubin hidrofob (tak tarut-air) toksik bawah normal. Dengan cara ini, hepatosit mempertahankan oleh glukuroniltransferase untuk membentuk suatu glu- kuronida bilirubin larut-air yang nontoksik. Konjugat ini kestabilan kadar glukosa darah, yakni salah satu sumber energi diekskresi oleh hepatosit ke dalam empedu. Bita bitirubin utama tubuh. Hepatosit juga biasanya menyimpan trigliseriJa atau glukuronida bilirubin tidak diekskresikan, berbagai penyakit yang ditandai dengan ikterus dapat ber- berupa droplet lipid kecil. Kapasitas untuk menyimpan munculan. metabolit tersebut penting karena hal tersebut lr-r\"r-ry.rplui Salah satu penyebab yang sering menimbulkan ikterus energi bagi tubuh di antara waktu-waktu makan. neonatorum adalah kurang berkembangnya RE halus di dalam hepatosit (hiperbilirubinemia neonatus). peng- Hepatosit biasanya tidak menyimpan protein dalam obatan terkini untukkeadaan ini adalah dengan pemaparan granula sekretorik tetapi secara kontinu melepaskannya ke sinar biru dari tabung fluoresensi biasa, yang mengubah bilirubin tak terkonjugasi menjadi suatu fotoisomer larut- dalam aliran darah. Sekitar 5% protein yang diekspor oleh hati air yang dapat diekskresikan oleh ginjal. dihasilkan oleh makrofag stelata sinusoid. Hepatosit bertanggung jar,l'ab atas konversi 1ipid dan asam amino menjadi glukosa melalui suatu proses enzimatik kompleks yang disebut glukoneogenesis (yun. glykys, manis, + neos, baru, + genesis, produksi). Hepatosit juga merupakan tempat utama deaminasi asam amino yang menimbulkanslloGuoilnbmeauuhemslunohsbiedeaphnrayadtatooi1ntsde6giatl-,rt1seiti4rnesb.ueteasesnpokitniioadsrun,egsttileokdlumiadisipanayhntadatanistrigaea. ltDadlieniuasmirudamnphiteeidknnyekgdaak-enlnaetgetmkdskspeianienyungdasgaa-onnniudhtmteriinjpeeutanmagtaofladnsgpaidtoeriaisdnivattkiernhienguara.isrtreuMpoasosa.ripktt2aroto0urfdt0aaaax.gn.k(eaHsd)&tva:eEerMlaan. hautaklayrkoashfnaeuggnstukrsaastly,e.ayLM-atoaonkilgsaeikgmdueiplsnaedbkadulaastrmeisbaeadrlgtaeKarraiuihopslfedfbeliperh,rrioctmaasmemeslpedutkierasrutedtbpaaualmaadmahajs7tlueee5gmb0daihx(piab.adab)tPi:nekTsshP.reauualrstdipundaesanhskriiieapmsdnatobidaluuoaanngntis.uleepklBmlaeiplasanektdnidsoyfritiobiemnprlipol,epabmtinplaaaliihspnkri(d(oEFvfas))it.egabDlmetsirienataerdnslAaateatbardaauit(atdMeumrn)odesptoneeltjelraeltlidltholidiapsatyiadnapnnahkggdeeaapcmtialsbe.tioemnSssueeiatsllri-ohtseaiaedrtrdlaa(atuseps)rabsetadejunisbymauuanatlkattu,bahersackreejeudllcampuihlealanmtikhipmaeitsbblroaiukymnnsay-pnlaeeogkkmk,sdahttirskeeaetpsabaaepuktlitoadsscniuietklmliao(tHhemdn)ipp.pyaeeSerrrretiulesilph-imnsaaeueitlsknoaateidndirnispipeo(adpbsdaSuitan.t)

IORGAN-ORGAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN SALURAN CERNA 287 APTIKASIMEDIS Proporsi abnormal asam empedu dapat berakibat pem- bentukan batu empedu (kolelitiasis). Batu empedu dapat menghambat aliran empedu dan menimbulkan ikterus- adanya pigmen empedu dalam darah-akibat lepasnya taut erat di sekitar kanalikuli biliaris. Adanya bilirubin dalam darah memunculkan tampilan kuning temporer di kulit dan sklera mata yang khas untuk ikterus.Gambar 1 6-15. Ultrastrukturdinding sinusoid. SEM permuka- empedu yang mengandung heme seperti bilirubin yang ber-an luminal endotel yang melapisi sinusoid di hati memperlihatkan warna hijau kekuningan). Sekresi asam empedu dilukiskankelompok fenestra. Di tepi terlihat potongan sel endotel (E) pada pada Gambar 16-18. Asam empedu memiliki suafu fungsisinusoid diskontinu ini dan hepatosit (H). Antara kedua sel adalah penting dalam emulsifikasi iipid di saluran cerna sehingga me-celah perisnusoid (PS) tempat menonjolnya mikrovili dari per- mudahkan proses pencernaan oleh lipase dan absorpsi se-mukaan hepatosit. Plasma darah melintas bebas melalui fenestrake dalam celah perisnusoid, di mana sejumlah besar membran Ianjutnya.hepatosit bekerja mengeluarkan komponen darah dengan beratmolekul rendah dan tinggi serta nutrien untuk disimpan dan pe- Kebanyakan pigmen empedu bilirubin berasal dari pe-mrosesan. Protein yang disintesis dan disekresi dari hepatosit, rombakan hemoglobin pada eritrosit yang menua/ yang ter- utama terjadi dalam makrofag limpa, tetapi juga dalammisalnya albumin, fibrinogen, dan protein darah lainnya dilepaskanke dalam ruang perisinusoid. 6500x. (Atas izin dari Eddie Wisse. makrofag lain, termasuk makrofag dalam sinusoid hati. SetelahElectron Microscopy Unit, Department of Pathology, University ofMaastricht, The Netherlands.) dilepaskan dari makrofag, bilirubin mengikat albumiry beredar dan diambil dari plasma oleh hepatosit. Pada RE halus APLIKASIMEDIS hepatosit, bilirubin hidrofobik dikonjugasi dengan asam glukuronat, membentuk bilirubin glukuronida yang larut-air, Varietas gangguan herediter fungsi peroksisom yang yang kemudian disekresi ke dalam kanalikuli biliaris. Setelah dilepaskan ke dalam usus bersama empedu, sejumlah bilirubin Iangka dijumpai pada manusia, yang biasanya melibatkan mutasi enzim dalam peroksisom. Contohnya, adreno- dimetabolisme oleh bakteri menjadi pigmen lain yang meng- leukodistrofi terkait-X (X-ALD) teriadi akibat kegagalan hasilkan r,r'arna khas pada tinja. Bilirubin lain diserap dalam metabolisme asam lemak secara tepat sehingga me- nimbulkan kerusakan selubung mielin neuron. usus dan dihilangkan dari dalam darah di ginjal sehingga menghasilkan warna kuning pada urine. Berbagai zat dan obat yang berpotensi toksik dapat dinon- aktifkan melalui oksidasi, metilasi, atau konjugasi. Enzim yang berpartisipasi dalam proses ini terutama berada pada RE halus hepatosit. Glukuroniltranferase, suatu enzim yang meng- konjugasi asam glukuronat menjadi bilirubin, juga menimbul- kan konjugasi beberapa senyawa lain seperti steroid, barbiturat, antihistamin, dan antikonvulsan. Pada keadaan tertentu, obat yang dinonaktifkan dalam hati dapat menginduksi pe- nambahan RE halus dalam hepatosit sehingga kapasitas detoksifikasi hati meningkat.produksi urea yang diangkut dalam darah ke ginjal dan AP,u(AgmtEDlgdiekskresikan dalam tempat tersebut. Pemberian barbiturat kepada hewan percobaan di tabo- Lisosom hepatosit sangat penting untuk pergantian dan ratorium berakibat cepatnya perkembangan RE halusdegradasi organel intrasel. Peroksisom iuga banvak dijumpai dalam hepatosit. Barbiturat dapat pula meningkatkan sin-dan penting untuk oksidasi kelebihan asam lemak, penguraian tesis glukuroniltransferase. Penemuan ini meniadi dasar penggunaan barbiturat pada pengobatan defisiensi glu-hidrogen peroksida yang dibentuk oksidasi tersebut (melalr-ri kuroniltransferase.aktivitas katalase), pemecahan kelebihan purin menjadi asam STRUKTUR & FUNGSI LOBULUSurat, dan berpartisipasi dalam sintesis kolesterol, asamempedu, dan sejumlah lipid yang digunakan neuron untuk HATImembentuk mielin. Setiap hepatosit dapat memiliki hingga 50 Berbagai jenis fungsi hepatosit-termasuk sekresi faktor protein ke dalam darah, sekresi komponen empedu, dankompleks Golgi yang terlibat dalam pembentukan lisosom pengangkutan oksigen dan senyawa kecil lainnva dari darah-dan sekresi protein, glikoproteiry dan lipoprotein ke dalam telah menimbulkan tiga macam pemikiran mengenai strukfur lobulus hati, yang diringkas dalam Gambar 76-1'9. Lobulusplasma. hati ktasik dengan darah yang melalui hepatosit dari enam Sekresi empedu merupakan suatu fungsi eksokrin karenahepatosit terlibat dalam ambilan, transformasi, dan ekskresikomponen darah ke dalam kanalikuli biliaris. Empedu mem-punyai sejumlah komponen penting lainnya selain air danelektrolit: asam empedu (asam organik dengan berat molekulrendah seperti asam kolat dan bentuk deprotonasinya yangdisebut garam empedu), fosfolipid, kolesterol dan pigmen

288 / BAB 16Gambar 16-16' Uttrastruktur hepatosit dan kanalikuli biliaris. (a): TEM hepatosit memperlihatkan kanalikuli biliaris kecil (BC) diantara dua sel, dengan kompleks taut yang mengikat sel secara erat dan rapat di tempat ini. Kanalikulus biliaris merupakan tempat sekresieksokrin oleh hepatosit. Dua hepatosit yang berdekatan menjulurkan mikrovili pendek dan menyekresi komponen empedu ke dalam celahtersebut. Hepatosit memiliki banyak mitokondria (M), granul glikogen padat kecil dan kompleks Golgi (G) dan menjulurkan lebih banyakmikrovili ke dalam celah perisinusoid (PS), yang merupakan tempat hepatosit mengeluarkan dan menambah komponen dalam plasma.Sel endotel (E) yang melapisi sinusoid (S)juga terlihat. 9500x. (b): SEM hepatosit (H) yang terpisah satu dari yang tain memperlihatkanpanjang kanalikulus biliaris (BC) pada permukaan sel. Kanalikuli tersebut berjalan di antara sel-sel pada lempeng hepatosit di lobulus hatidan membawa empedu ke arah area porta di mana kanalikuli menyatukan duktulus biliaris kuboid. (Gambar '16-16a, atas izin dari DouglasL. Schmuckel Department of Anatomy, University of California, San Francisco.)area trias porta hingga vena sentral, menekankan fungsi hepatosit memiliki kisaran pertengahan untuk fungsi metabo-endokrin struktur yang membentuk faktor untuk ambilan lik antara fungsi metabolik di zona I dengan zona III. Aktivitasplasma. Konsep lobulus porta hepatosit lebih berguna ketika utama di setiap hepatosit terjadi karena sel beradaptasi ter-memikirkan fungsi eksokrin sel-sel tersebut, yaitu sekresi hadap lingkungan mikro yang diciptakan kandungan dalam darah yang terpajan dengannya.empedu. Area portal memiliki duktulus biliaris di bagian Regenerasi Hatitengah dan empedu, yang bergerak dalam arah berlawanan Tidak seperti kelenjar liur dan pankreas, hati memilikisaat darah mengalir menuju area ini dari semua hepatosit disekelilingnya. Jaringan yang mengalirkan empedu ke dalam kapasitas regenerasi yang besar. meskipun laju pergantianduktus di setiap area portal secara kasar berbentuk segitiga selnya lambat. Hilangnya jaringan hati dari kerja zat toksikdengan vena sentral pada ketiga lobulus klasik di setiap memicu mekanisme pembelahan hepatosit yang masih normal, dalam suahr proses yang disebut hiperplasia kompensatorik,sudutnya. yang berlanjut sampai massa aslinya kembali. pengangkatan bagian hati melalui pembedahan menimbulkan respons serupa Asinus hati, cara ketiga unfuk menggambarkan sel hati, di hepatosit lobus yang tersisa. Jaringan hati yang beregenerasimenekankan sifat suplai darah ke hepatosit dan gradien biasanya tersusun baik dengan susunan lobulus yang khas, dan menggantikan fungsi jaringan yang rusak. Pada manusia,oksigen dari a. hepatica yang bercabang ke vena sentral. Asinusmemiliki hepatosit berupa area berbentuk berlian atau lonjong kapasitas ini penting karena safu lobus hati dapat seringtak terafur yang terbentang dari dua trias porta hingga dua didonasikan olehkerabatyang masihhidup untuk transplantasivena sentral terdekat (Gambar 16-19). Hepatosit yang terdekat pembedahan dan fungsi hati dapat sepenuhnya pulih baik pada pendonor maupun penerima donor.dengan arteriol hepatika, yaitu zona I pada konsep ini, mem- Selain proliferasi hepatosit yang tersisa, peran sel puncaperoleh paling banyak oksigen dan nutrien dan dapat dengan hati dalam regenerasi telah dibuktikan dalam beberapa per- cobaan. Sel punca yang disebut sel lonjong terdapat pada epitelmudah melaksanakan sebagian besar fungsi yang memerlukan awal duktulus biliaris di dekat area portal dan sel ini dapatmetabolisme oksidatif seperti sintesis protein. Hepatosit di menghasilkan hepatosit dan kolangiosit.zona lII, dekat vena sentralis, memperoleh paling sedikitoksigen darr nutrien. Hepatosit di zona tersebut merupakantempat pilihan untuk glikolisis, pembentukan lipid, dan bio-transformasi obat dan merupakan hepatosit pertama yangmengalami akumulasi lemak dan nekrosis iskemik. Di zonaI|

IORGAN-ORGANYANG BERHUBUNGAN DENGAN SALURAN CERNA 289Kanalikuli biliaris APLIKASIMEDIS Tumor hati yang pating ganas berasal dari hepatosit atau kotangiosit duktus hepatik. Patogenesis karsinoma hati berkaitan clengan berbagai kelainan yang didapat sepefti hepatitis viral kronis (B atau C) dan slrosis. Pada keleniar eksokrin pankreas, kebanyakan tumor berasal dari sel epitet duktus; angka morlalitas tumor pankreas cukup tinggi. HePatosit Duktulus biliaris dengan kelenjar mukosa di seiumlah area duktus sistikus, dan dikelilingi muscularis yang tipis. Lapisan otot ini bertambahGambar 16-17. Duklulus biliaris. Di dekat tepi lobulus hati, ka- tebal dekat duodenum dan akhirnya, pada bagian intramural,nalikuli biliaris bergabung dengan duktulus biliaris yang dilapisiepitel kuboid yang disebut kolangiosit. Duktulus segera menyatu membentuk sfingter yang mengatur aliran empedu' Kandung empedu adalah organ berongga berbentuk buahdengan cabang duktus biliaris di celah portal. Cabang-cabang ber-gabung dari semua area hati dan membentuk duktus hepatik kiri pir (Gambar 16-20), yang melekat pada permukaan bawahdan kanan yang meninggalkan organ di hilum. hati, dan mampu menyimpan 30-50 ml empedu Dinding kandung empedu terdiri atas mukosa yang terdiri atas epitel APLIKASIMEDIS 90% asam 10% asam empedu empedu Bita terjadi kerusakan hepatosit secara berulang atau beredar disintesis kontinu dalam waktu lama, pembelahan sel hati akan ulang secara diikuti oleh peningkatan iumtah iaringan ikat. Sebagai de novo ganti jaringan hati yang normal, nodul dengan berbagai ukuran akan terbentuk yang terdiri afas massa iregular Asam emPedu Yang sentral hepatosit yang diketilingi banyak iaringan ikat' direabsorPsi di usus Kelainan ini, yang disebut sirosis, adalah suatu proses progresif dan irreversibet, yang berakibat gagal hati, dan Gambar 1 6-1 8. Sekresi asam empedu. Asam empedu merupa- biasanya fatat. Jenis fibrosis tersebut bersifat difus' yang kan molekul organik, terutama asam kolat dan derivatnya, yang mengenai seluruh hati. ditemukan dalam empedu yang diekskresikan dari hepatosit ke dalam sistem kanalikuli dan duktus biliaris. Senyawa tersebut Sirosis merupakan akibat cedera berkepaniangan pada sering mengalami deprotonasi dan menjadi garam empedu Se- hepatosit yang disebabkan beberapa zat, seperTi etanol, obat atau senyawa kimia lain, hepatitis oleh virus (terutama telah tersimpan dalam kandung empedu dan dilepaskan ke dalam tipe B, C, atau D), parasit dan penyakit hati autoimun' duodenum setelah makan, asam empedu mengemulsifikasi lemak, yang mempermudah penguraian lipid dan absorpsi. Sekitar 90% Kerusakan hati akibat atkohol adalah penyebab ke- asam empedu diserap dari epitel usus dan diangkut oleh hepatosit banyakan kasus slrosls karena etanol terutama dimeta- dari darah ke kanalikuli biliaris (resirkulasi enterohepatik). Sekitar bolisme dalam hati. Etanot iuga mengubah regenerasi 10% asam empedu disintesis di RE halus hepatosit melalui kon- hati melatui mekanisme yang tidak diketahui, yang me' jugasi asam kolat (disintesis di hepatosit dari kolesterol) dengan mudah kan ti mb ul nYa si ro si s. asam amino glisin atau taurin, yang menghasilkan asam glikokolat$ALURAN EMPEDU & KANDTJNG dan taurokolat.EMPEDUEmpedu yang dihasilkan hepatosit mengalir melalui kanaliku-li biliaris, duktulus biliaris, dan duktus biliaris' Struktur inisecara berangsur bergabung, membentuk anyaman yang ber-konvergensi membentuk duktus hepatik. Duktus hepatik,setelah bergabung dengan duktus sistikus dari kandungempedu, beilanjut ke duodenum sebagai duktus koledokus(Gambar 16-20). Duktus hepatikus, duktus sistikus, dan duktus koledokusdilapisi *\"*b.utl mukosa dengan epitel selapis silindriskolangiosit. Lamina propria dan submukosanya relatif tipis,

290 I BAB 16 A LOBULUS HATI KLASIK b LOBULUS PORTA c ASINUS PORTA Mengalirkan darah dari vena porta dan a. hepatika ke vena Mengalirkan empedu Menyediakan darah hepatika atau vena sentral dari hepatosit ke teroksigenasi duktus biliaris ke hepatosit a a Vena sentral @t @r @r Zona lll .\"l-\.'-l\ yang paling fr\\/l\\,_'@,iy' sedikit teroksigenasi \ +--- Zona llVenula -Zonalsentral(atau yang palinghepatik) S. banyak teroksigenasi c6 ,t--\"t t' \'l' l I \'rtrz\" y'r\@ i-:u@v;)\ \Y..f\t/\ \t/\{-,- \{--- .@ .€ ot .@Gambar 16-19. Konsep hubungan struktur-fungsi di hati. Studi anatomi mikro, fisiologi dan patologi hati telah menimbulkan tigapemikiran untuk menggambarkan susunan hati yang menekankan berbagai aspek aktivitas hepatosit. (a): Konsep lobulus klasik me-nawarkan pemahaman mendasar hubungan struktur-fungsi pada susunan hati dan menekankan fungsi endokrin hepatosit sebagai alirandarah yang melaluinya menuju vena sentral. (b): Lobulus porta menekankan fungsi eksokrin hepatosit dan aliran empedu dari iegio ke-tiga lobulus klasik menuju duktus biliaris di trias porla di bagian tengah gambar ini\" Area yang dialiri setiap duktus biliaris secara kasarberbentuk segitiga. (c): Konsep asinus hati menekankan perbedaan kandungan oksigen dan nutrien dalam jarak yang berbeda di sepanjang sinusoid,dengan darah dari setiap area porta yang menyuplaj sel di dua lobulus klasik atau lebih. setiap aktivitas utama hepatosit ditentukan olehlokasinya di sepanjang gradien oksigen/nutrien: sel periportal zona I memperoleh paling banyak oksigen dan nutrien dan memperlihatkanaktivttas metabolik yang biasanya berbeda dari hepatosit perisentral zona lll, yang terpapar dengan kadar oksigen dan nutrien terendah.Banyak perubahan patologls di hati paling baik dipahami dari sudut pandang asinus. (Diproduksi ulang atas izin darj Boron WF, BoulpaepEL: Medical Physiology: A Cellular and Molecular Approach, Saunders. Copyright Elsevier, 2005.)Duktus hepatik Duktus hepatikuskanan dan kiri komunisDuctus sistikus Duktus koledokusKandungempedu Gambar 16-20. Saluran empedu dan kandung empedu.Duktuspankreatikus mayor Empedu meninggalkan hati di duktus hepatik kanan dan kiri, yangAmpula bersatu (1) membentuk ductus hepaticus communis, yang meng-hepatopa ncreatica hubungkan ductus cysticus yang menyuplai kandung empedu.Papila duodeni Dua duktus yang disebutkan terakhir bergabung (2) membentukmayor ductus biliaris communis. Ductus pancreatis major bergabungDuodenum dengan ductus choledochus di ampulla hepatopancreatica (3) yang memasuki dinding duodenum. Empedu dan getah pankreas bersama-sama disekresikan dari papilla duodeni major (Vater) ke dalam lumen duodenum (4). Semua duktus yang membawa empedu ini dilapisi dengan sel kolumnar rendah atau kuboid yang disebut kolangiosit, yang serupa dengan kolangiosit di duktulus biliaris kecil di hati.

IORGAN-ORGAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN SALURAN CERNA 291Gambar 16-21. Kandung empedu. Kandung empedu adalah suatu struktur yang menyerupai kantong dan menyimpan serta me-mekatkan empedu, dan melepaskannya ke dalam duodenum setelah makan. (a): Dindingnya terutama terdiri atas lipatan mukosa, denganepitel kolumnar selapis (panah) yang berada di atas lamina propria (LP) yang khas; suatu muskularis (M) dengan berkas serabut otot yangterorientasi dalam segala arah untuk mempermudah pengosongan organ; suatu adventisia eksternal (A) yang menghadap hati danserosa yang terpajan. 60x. H&E. (b): TEM epitel memperlihatkan sel yang dikhususkan untuk ambilan air melalui mikrovili apikal (MV) danterlepas ke dalam celah antarsel (panah) di sepanjang membran sel basolateral yang terlipat. Sejumlah besar mitokondria menyediakanenergi untuk proses pemompaan ini. Sebaran granula sekretorik (G) apikal mengandung mukus. 5600x.selapis silindris dan lamina propria, muscularis tipis dengan Proses tersebut berganhrng pada mekanisme transpor aktifberkas sbrabut otot vang tersusun dalam beberapa arah, dan natrium pada epitel kandung empedu dengan penyerapan airlapisan adventisia eksternal atau serosa (Gambar 16-21). dari empedu, suafu konsekuensi osmotik PomPa natrium.Mukosa memiliki banyak sekali lipatan yang sangat jelas ketika Kontraksi otot polos kandung empedu diinduksi olehkandung empedu kosong Sel epitel pelapis memiliki banyak mitokondria, mikrovili, kolesistokinin (CCK) yang dilepaskan dari sel enteroendokrin usus halus. Pelepasan CCK selanjutnya dirangsang oleh ke-dan ruang antarsel, yang kesemuanya mengindikasikan selabsorptif aktif (Gambar 16-21). Fungsi utama kandung empedu beradaan lemak dalam diet di usus halus. Pengangkatanadalah menyimpan empedu, memekatkan dengan menyerap kandung empedu akibat obstruksi atau peradangan kronis me-airnya dan melepaskan bila diperlukan ke dalam saluran cerna. nyebabkan aliran langsr-rng empedu dari hati ke usus, dengan sedikit pengaruh bermakna terhadap pencernaan.


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook