Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore Bab 19. Penulisan laporan penelitian

Bab 19. Penulisan laporan penelitian

Published by haryahutamas, 2016-04-02 01:05:13

Description: Bab 19. Penulisan laporan penelitian

Search

Read the Text Version

Bab !9 - Penulisan laporan penelitian Sudigdo Sasffoasmoro, Muslim A Nathin, Yani A Kasim enulisan laporan penelitian merupakan hal yang tak terpisahkan dalam rangkaian proses penelitian, yakni sebagai laporan kepada pemberi dana, untuk diajukan sebagai disertai atau tesis, atau untuk dipublikasikan dalam jurnal ilmiah. Pada umumnya para peneliti telah belajar secara intuitif cara penulisan dalam bentuk makalah untuk jurnal ilmiafu namun kurang terbiasa dengan penulisan laporan untuk pihak sponsor, tesis, atau disertasi. Dalam bab ini akan dibahas hal-hal penting yang harus diingat oleh peneliti dalam penulisan hasil penelitiannya. Pertama dibahas secara ringkas format laporan penelitian berdasarkan target pembacanya. Uraian kemudian difokuskan pada penulisan makalah untuk jurnal ilmiah; akhirnya disinggung penulisan tesis dan disertasi. UNTUT SIAPA LAPoRAN PENELITIAN DITUIUKAN Hal yang kadang luput dari perhatian penulis laporan penelitian adalah target utama pembaca, kepada siapa laporan penelitian tersebut hendak ditujukan. Terdapat tiga kategori besar kepada siapa laporan penelitian ditujukan, yaitu (1) untuk masyarakat il.*

Sudigdo Sastroasmoro dkk. 393akademik, (2) untuk pihak sponsor penelitian, dan (3) untukmasyarakat umum. Ketiga target pembaca tersebut mengharuskanpembuat laporan untuk membedakan cara penyajian hasil, baikdalam hal format, rincian, maupun kedalamannya. Tulisan dengansasaran pembaca yang berbeda tersebut masing-masing harusmempunyai karakteristik tersendiri. Tidak mungkin dibuat satuformat laporan penelitian yang sekaligus dapat memenuhi kriteriadan persyaratan untuk tim penguji suatu institusi pendidikan,untuk jurnal ilmiah, dan untuk masyarakat umum. 1 PnxuusnN FIASIL pENELTTTAN UNTuK MASYARAKAT AKADEMIKLaporan hasil penelitian untuk masyarakat akademik dapat berupasalah satu atau lebih dari hal-hal berikut: o Skripsi (untuk prasarjana), tesis (untuk program magister atau sejenis), dan disertasi (untuk program Doktor) o Makalah untuk jurnal kedokteran o Monogram atau buku tersendiri Tiap hasil penelitian ilmiah harus dilaporkan kepada masyarakatilmiah; untuk ini dikenal pemeo larna \"publish or perish\", artinyapublikasikan hasil penelitian And4 apabila tidak ia akan menjadisampah. Pada penulisan skripsi, tesis, atau disertasi, karena fujuannyamempertanggungjawabkan penelitian kepada tim penguji yangditetapkan institut atau universitas, maka target pembaca yangutama adalah tim penguji tersebut. Karena itu format laporan danpelbagai segi lainnya harus disesuaikan dengan aturan yang berlakudi institusi setempat, yang dapat sangat perbeda antara satu institusidengan yang lain. Pada umumnya format untuk tesis atau disertasilebih rinci, lebih tebal, seringkali dapat menjawab lebih banyakpertanyaan penelitian dan pembahasannya lebih mendalam danmelebar dibandingkan format untuk jurnal. Namun jangan timbulpersepsi bahwa makin tebal sebuah tesis atau disertasi, makin tinggipula mutunya. {l -4'll

394 P enulisan lap or an p enelitian Bila hasil penelitian akan dipublikasi di jurnal ilmiah, masalahyang dibahas hendaklah dibatasi, jangan terlampau luas. Rincianprosedur perlu diuraikan rinci, namun dalam bentuk seringkas-ringkasnya. Bila penelitian menghasilkan temuan prosedur yangbenar-benar baru yang perlu dikemukakan, mungkin dapat disusunmenjadi makalah tersendiri yang dapat dipublikasi dalam jurnalyang terpisah. Mungkin satu penelitian yang besar dapat dilaporkandalam beberapa makalah untuk jurnal; sepanjang tidak bersifattumpang tinditu hal tersebut dapat dibenarkan. Kadang peneliti ingin membukukan hasil penelitiannya menjadibuku atau monogram tersendiri. Untuk ini kaidah-kaidah yangbiasa digunakan dalam pembuatan buku harus diperhatikan.2 PnluusaN LApoRAN UNTUK spoNSoR pENELmANFormat laporan untuk pihak sponsor, misal Departemen Kesehatan,WHO, Bank Dunia, dan lain-lain sangat berbeda dengan formatuntuk masyarakat akademik. Masing-masing organisasi penyandangdana mempunyai format khusus laporan yang harus diperhatikanoleh peneliti. Pada umumnya penulisan laporan tersebut tidakmenjadi masalah sepanjang komunikasi di antara peneliti dansponsor sebelum, selama, dan setelah penelitian berlangsungdengan baik. Biasanya sponsor menginginkan hasil yang dapatdijadikan landasan untuk pelbagai aktivitas atau program, sesuaidengan visi dan misi organisasi. Pembicaraan pendahuluan denganpihak sponsor perlu dilakukan sejak sebelum penelitian dimulai,sehinggahasil yang diharapkan dapat dipenuhi seoptimal mungkin.Berbe{a dengan penulisan untuk masyarakat akademik, dalamlaporari untuk pihak sponsor penelitian, aspek administratif danpertanggungjawaban keuangan dan fasilitas yAlg digunakanmenduduki tempat yang sangat penting. Setelah laporan kepada pihak sponsor dilaksanakan, penelitiberhak untuk melaporkan hasil penelitiannya untuk masyarakatakademik, misalnyi di jurnal ilmiah. Tidai< jarang satu proyekpenelitian yang cukup besar yang dibiayai sponsor dapat ditulisdalam beberapa makalah ilmiah. &.t

Sudigdo Sastroasmoro dkk. 395 3 PunnnrsAN HASrL PENELruAN UNTUK MASYARAKAT UMUMHasil akhir penelitian adalah laporan ilmiah untuk memperkayakhazanah, yang bermuara pada pemanfaan hasil penelitian untukkesejahteraan manusia. Oleh karena itu sebagian hasil penelitianyar.g dirasakan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dapatdipublikasi dalam pelbagai media umum/ baik sebagai artikeldalam surat kabar, majalalt, atau buku. Penulisan jenis ini, disebutsebagai penulisan ilmiah popular, memerlukan kiat sendiri, agarmasyarakat dapat mengambil manfaatnya sebagai pengetahuan,tanpa harus terganggu oleh teknik prosedur penelitian dan jargon-jargon ilmiah yang sulit dimengerti. BnNrur UMUM LAPoRAN ILMIAHPada umumnya sistematika laporan ilmiah sama dengan sitematikausulan penelitian yang telah dibahas dalam Bab 3, namun terdapatperbedaan yang mendasar. Bila dalam usulan dituliskan hal yangakan dilakukan, maka dalam laporan hasil penelitian dituliskanhal yang telah dilakukan. Pembahasan yang rinci dapat dibaca padaberbagai monogram, misalnya monogram Sastroasmoro (2008). Meski terdapat perbedaan format antara jumal ilmiah kedokteranyang satu dengan yang lairy pada umumnya komponen-komponenlaporan penelitian untuk jurnal (disebut sebagai artikel asli atauoriglnal article) mencakup hal-hal berikut:. Jridul penelitiano Nama pengarang serta institusio Abstrak dan kata kuncio Isi laporan: Pendahuluan, Metode, Hasil, dan Diskusio Ucapan terima kasiho Daftar pustakao Conflict of interest, Peran penulis, Lampiran &.;rl

396 P enulis an lap or an p eneliti an L |uour LAPoRAN rENELTTTANJudul merupakan komponen pertama yang dibaca, karenanyaharus dapat menarik minat pembaca untuk membaca seluruhkarangan. Judul laporan penelitian harus jelas, lugas, mewakili isipenelitian, dan tidak mengandung singkatan kecuali yang baku. 2 Nenae PENGARANG DAN INSTITUSINama pengarang dan institusi tempat peneliti melaksanakanpenelitian seringkali dipakai sebagai jaminan mutu isi laporanpenelitian. Meskipun hal tersebut tidak sepenuhnya salatu namunmenduga mutu karangan semata-mata dari nama pengarang daninstitusi bukanlah hal yang bijaksana. Kriteria siapa yang menjadipenulis utama dan penulis pembantu makalah dapat menjadibahan diskusi yang berkepanjangan. International Committe offM e ili c al J o urn al E dit o r s ( ICMJE ) dalam Unif orm Re q uir ement s o rSubmitting Manuscripts of Biomedical Journals memberi batasansebagai berikut. Yang dapat dimasukkan sebagai pengarang laporanpenelitian adalah mereka yang memenuhi kriteria: . memberikan kontribusi substantif dalam konsepsi desain, atau pengumpulan data, atau analisis dan interpretasi data; o membuat draft manuskrip atau melakukan revisi secara kritis muatan ilmiahnya; . memberi persetujuan final makalah yang akan diterbitkan. Setiap penulis harus memenuhi ketiga kriteria tersebut. Meskibatasan tersebut cukup jelas, namun masih tersisa pertanyaan:siapakah yang menjadi penulis utama (principal author)? Secaralogis mudah diterima bahwa peneliti yang mempunyai andil terbesardalam ide, persiapar; pelaksanaary serta penulisan hasil penelitianberhak menjadi penulis utama. Namun karena hal tersebut dapatbersifat subyektif, maka musyawarah untuk mufakat merupakancara terbaik untuk menentukan urutan penulis makalatr, dan halini sebaiknya disepakati sejak persiapan penelitian. QJl

Sudigdo Sastroasmoro dkk. 397 3 Ansrner DAN KATA KUNCrHampir semua jurnal kedokteran mencantumkan abstrak padaawal makalah. Abstrak merupakan bentuk mini karangan, danharus mencakup komponen-komponen yang tersusun sebagaiIMRAD (Intr o ilu cti o n, M eth o il s, Re sult s, an d D i s cus si on). Abstrakbiasanya tidak lebih dari 200-250 kata, dan untuk laporan pendekdiperas menjadi 150 kata. Abstrak harus mencakup komponen-komponen berikut:Introduction : Alasan utama penelitian dilakukanMethods : Bagaimana penelitian dilakukanResults : Hasil utama yang diperolehDiscussion : Simpulan utama penelitian Saat ini dikenal 2 jenis abstrak, yakni abstrak satu-paragraf(one-paragraph abstract) dan abstrak terstruktur (structuredabsfuact). Pada kedua jenis abstrak tersebut keempat komponenisi laporan penelitian dikemukakan dengan jelas dan ringkas. padaabstrak satu-paragraf dituliskan secara naratif alasan penelitiandilakukar; apa yang dikerjakan, hasil yang diperoleh, dan simpulanutama penelitian, yang harus dituliskan dengan sekuens yang logisdan dengan kalimat pengantar yang lancar. Pada jenis abstrak terstruktur, isi abstrak dituliskan di bawahsubjudul seperti Background, Setting, Methods, Main Results,Conclusions. Sebagian besar jurnal ilmiah kedokteran saat inimenggunakan abstrak terstruktur; abstrak satu paragraf makinditinggalkan. Keuntungan abstrak terstruktur ini adalah, karenamenggunakan subjudul, mempermudah pembaca memahami.Kekurangannya, penulisan abstrak terstrukfur lebih sulit membatasijumlah kata; oleh karena itu tidak jarang batasan paling banyak250 kata dilanggar. Perhatikan contoh abstrak terstruktur berikut, Kata kunci (keywords) sebanyak 4-8 kata atau istilah disertakansetelah abstrak. Kata kunci inilah yang dimasukkan dalam MeSH(medical subjectheadings) misalnya dalam Index Medicus sehinggadapat digunakan untuk pencarian makalah. ilt

398 P enulis an lap or an p enelittan Abstrqct Obieclives To qssess whether children with outism ore more likely to hove o history of gostrointestinol disorders thon those without oulism. Design Nested cose-control study. Setling UK Generol Proctice Reseqrch Dqtqbose. Subiects Children born ofter 1 Jonuory l98B qnd registered with fte Generql Proctice Reseorch Dqtqbose within 6 months of birth. Oulcome meqsures Chronic inflommotion of the gostrointestinql troct, coelioc diseose, food intoleronce, ond recurrent gostroin- lestinol symptoms recorded by the generol procfitioner. Results 9 of 96 (97o) children with o diognosis of outism (coses) ond 41 of 449 (9%) children withouf outism (motched controls) hod o history of gostrointestinol disorders before lhe index dote (the dote of first recorded diognosis of qutism in lhe coses qnd the sqme dote for controls). The estimoted odds rotio for o history of gostrointestinol disorders omong children wilh outism compored wiltr children wihout ontism wqs 1.O (95% confidence intervql O.5 lo 2.21. Conclusions No evidence wqs found thqt children with outism were more likely thon children without outism to hove hqd defined gostrointestinql disorders ot ony fime before their diognosis of qutism. BMJ. 2002;3252419'21 4 PnxoernnuaNPendahuluan hendaklah ditulis secara ringkas namun jelas,biasanya terdiri atas2paragraf atau 1 ParcSraf dengan 2 bagian. Isibagian ini adalah alasan atau pembenaran mengaPa penelitian perludilakukan, dan hipotesis atau pertanyaan penelitian yang akandijawab beserta desain yang dipakai. Berbeda dengan pada usulan *i

Sudigdo Sastroasmoro dkk. 399penelitian yang penulisan hipotesis dan tujuan penelitian dibuatdalam subjudul terpisah, dalam makalah jurnal harus dituliskandalam bentuk kalimat naratif yang tersusun dalam urutan yanglogis dan merupakan bagian dari paragraf. Pendahuluan harusdidukung oleh rujukan yang kuat namun uraian yang rinci tidakdibenarkary sehingga seluruhnya tidak lebih dari satu halaman.Hal-hal penting dari pustaka yang harus dikemukakan dapat ditulisdalam bab Pembahasan, tidak dalam Pendahuluan. Perhatit'<anpenulisan Pendahuluan yang ringkas dan padat berikut ini. Bockground Hip frocture is o public heolth concern, becouse it is ossociqted wifh increosed mortolity, morbidity. reduced quolity of life, ond incurs significqnt economic qnd sociol costs [ ]. Bone minerql densily (BMD), q meosure of bone sirength, is o strong predictor of hip frocture risk [2], ond is used os q surrogqte meosure of the severity of osteoporosis [3], the mechonism of BMD-hip frqcture relotionship isnot well understood. Body weight is strongly relqted to bone minerol density, such thot higher weight is qssocioted with both higher BMD V-n, qnd reduced f rocture risk [8,9]. Body weight is the sum of leqn ond fqt moss, ond the relqtive importonce of eoch component to hip frocture risk is contenfious IO-14]. Lower fqt mqss wos ossociqted with qn increose in the risk of hip frocture ofter odiusting for body weight ond oge [ 5], but it is not cleor whether the significont relotionship is independent of BMD. Cenlrql qbdominol fot, which con be derived from duolenergy X-roy obsorptiometry (DXA) scons, is highly correlqted with, ond hqs been suggested to be q surrogote meosure of body fot [16]. Therefore, it is hypothesized thot the BMD-frocture relotionship moy be portly medioted by fot moss, represented by centrol obdominol fot. The oim of this study wos to test this hypothesis.in o somple of elderly men qnd women of Cqucosion bockground. BMC l{iusculoskeletsl Disorders 2O05, 6:l I *i

400 P enulis qn I ap or an p enelitian 5 MnropEMaksud utama penulisan bagian ini adalah menjelaskan bagaimanapeneliti melaksanakan penelitiannya. Penulis harus menguraikandengan rinci apa yang telah dilakukan dalam penelitiary sehinggaapabila ada orang yang ingin mengulanginya dapat melakukannyadengan tepat. Karenanya Metode tidak jarang merupakan bagianyang terpanjang dalam laporan jurnal, kadang juga ditulis denganukuran huruf yang lebih kecil ketimbang ukuran huruf pada badanlaporan. Persyaratan yang tampaknya sederhana ini (menulis Metodedengan lengkap dan rinci) dalam praktik mungkin tidak terpenuhi,apabila penulis tidak berhati-hati melakukannya. Tidak jarangbagian ini ditulis dengan amat ringkas, seolah menganggap bahwapembaca melihat sendiri apa yang dilakukan oleh peneliti; akibatnyajangankan pembaca memperoleh informasi untuk dapat mengulangpenelitian, mengikuti jalan pikiran peneliti pun sulit. Di lain sisi kadangpenulis mencapur-adukan Cara Kerja dan Diskusi. Sebagian jurnal masih menggunakan istilah Materials anilMethods atau Bahan dan Cara Kerja. Hal ini dianggap kurangmanusiawi, kecuali bila hal yang diteliti adalah bahan kimia, alat,atau mesin. Oleh karena penelitian klinis memakai manusia sebagaisubyek, maka dianjurkan untuk menggunakan istilah Subjects andMethoils (Subyek dan Cara Keria), Patients anil Methods (Pasiendan Cara Kerja) atau cukup Methods (Cara Kerja) saja. Pada umumnya Cara Keria mencakup uraian sebagai berikut: o Desain penelitian r Tempat dan waktu penelitian o Sumber data: primer atau sekunder r Populasi target dan terjangkau, sampel, cara pemilihan sampel (sampling method), besar sampel o Kriteria pemilihan (inklusi dan eksklusi) o Keterangan khusus sesuai dengan desain yang dipakai o Teknik pengukuran (pemeriksaan), termasuk pemeriksa, apakah pengukuran dilakukan tersamar, apakah dilakukan a.r

Sudigdo Sastroasmoro dkk. 401 penilaian kesahihan dan keandalan pengukuran, apakah sebelumnya telah diuji.coba, alat dan obat yang dipakai, pembuat alat atau obaf persefujuan subyek, dan sebagainya. o Analisis yang dilakukan (uji hipotesis, batas kemaknaan, poLner statistika, interval kepercayaan): Seperti halnya cara pengukurarr, cara analisis yang sudah jamak dipakai tidak perlu dijelaskan, namun apabila dipakai teknik uji hipotesis atau statistika tertentu yang baru ataupun yang jarang dipakai, perlu dijelaskan atau diberi rujukan. Nama program komputer yang dipakai perlu disebutkan, dengan tetap menyebutkan uji hipotesis yang digunakan. Bergantung kepada materi penelitiary Metode ini cukup ditulisdalam beberapa paragraf, namun dapat pula beberapa halaman.Untuk tiap desain diperlukan keterangan yang relevan\" misalnya: o Survai: apakah survai bersifat retrospektif atau prospektif, besar sampel o Studi kasus-kontrol: cara pemilihan kasus dan kontrol, apakah dengan matching atau tanpa matching dengan alasannya, besar sampel r Studi kohort: apakah dilakukan randomisasi, teknik randomisasi, apakah dilakukan penyamararr, caranya, apakah direncanakan analisis interim, besar sampel, intervensi, dosis obat, monitor efek samping, dan sebagainya . Uji diagnostik: outcome yang dinilai, baku emas o Suroiaal analysisz kriteria inklusi, efek yang diteliti 6 Hesna Teknik penulisanHasil merupakan bagian yang sentral pada laporan penelitian,namun tidak jarang merupakan bagian yang paling pendek. Iabiasanya disajikan dalam bentuk narasi yang dapat diperjelas dengantabel dan I atau gambar. Hal-hal berikut perlu diperhatikan: * .A'll

402 P enulis an lap or an p enelitian Dalam Hasil tidak perlu diberi ulasan atau komentar, kecuali untuk makalah pendek yang menggabungkan bagian hasil dan pembahasan dengan judul Hasil dan Pembahasan. Untuk ini kalimat pengantar yang sesuai mutlak diperlukan agar terjaga alur pemikiran yang mudah diikuti. Perlu ditekankan untuk tidak mengulang {alam nas hal-hal yang telah disajikan dalam tabel atau gambar, kbcuali menyebut sebagian untuk memberi garis bawah atau penekanan, misalnya yang paling mencolok, kontroversial, dan lain-lain.b Bagian deskriptifMeski yang dilaporkan merupakan penelitian analitik, namun laporantentang hasil penelitian selalu didahului dengan penyajian deskriptiftentang pasien yang diteliti. Karena itu Tabel 1 pada makalahbiasanya berisi deskripsi pasien serta karakteristiknya. Variabel yangditeliti dijelaskan paling rinci. Deskripsi data klinis biasanyamencakup jenis kelamin, umur, variabel lainnya yang relevan.Rincian dapat diperjelas dengan tabel, grafik, ataupun gambar. Bila penelitian merupakan perbandingary misalnya uji klinis,akan sangat bermanfaat bila dilakukan tabulasi variabel sebelumintervensi antara kelompok yang diperbandingkar; apakah keduakelompok memang sebanding. Hal ini tetap dianjurkan meski telahdilakukan randomisasi, sebab randomisasi tidak menjamin keduakelompok mempunyai karakteristik yar.g seimbang. Dalamperbandingan itu tidak perlu disertakan nilai uji hipotesis (nilaip); dengan menyajikan secara deskriptif umumnya pembaca tahuapakah ada ketidak seimbangan yang serius antar kelompok.Penyertaan nlIai p untuk menunjukkan bahwa pada awal penelitiantidak ada beda yang bermakna antara kedua kelompok adalah keliru,sebab (1) dari awal tidak dinyatakan akan dilakukan uji hipotesissebelum intervensi; estimasi besar sampel adalah untuk uji hipotesissetelah intervensi; (2) perhitungan nilai p harus selalu menyertakannilai p dan besar sampel. Bila jumlah subyek hanya sedikig maka nilaip > 0.05 tidak berarti apa-apa. Sebaliknya bila jumlah subyek sangatbanyak, perbedaan yang minimal dapat bermakna secara statistika. *i

Sudigdo Sastroasmoro dkk. 403 Sebagai contoh, padapadauji klinis besar untuk menilai manfaataspirin guna mencegah penyakit jantung koroner yang dilakukansecara multisenter dengan peserta 20.000 per kelompok, pada akhirpenelitian diperoleh rerata usia subyek kelompok eksperimentaldan kontrol berturut-turut adalah 42,0 (standard error 0,01) tahundan 42,7 (standard error 0.02) tahun. Bila dilakukan uji hipotesisperbedaan yang klinis tidak penting tersebut bermakna secarastatistika (p <0.01). Apakah kita katakan bahwa kedua kelompoktidak seimbang sehingga penelitian tidak sahih? Jadi yang dinilaiadalah kesetaraan klinis, bukan kemaknaan statistika; dalam contohini apakahbeda usia 42,0 tahun dengan 42,7 tahttntersebut pentinguntuk respons seseorang terhadap aspirin. Hal yang sebaliknyadapat terjadi; bila subyek hanya beberapa puluh, perbedaan usiayar.g secara klinis penting pada uji hipotesis mungkin secarastatistika tidak bermakna.c Bagian analitikBagian analitik hasil juga harus dikemukakan dengan sekuens yanglogis. Analisis yang bersifat lebih umum dikemukakan lebih dahulu,disusul dengan analisis yang lebih rinci. Telah menjadi kebiasaanuntuk menulis hasil yang akan dianalisis dalam bentuk tabel,misalnya tabel2x2 untuk ujix2, tabel uji diagnostik, studi kohort,kasus kontrol, dan seterusnya.il' Cara penulisan bilanganPenulisan bilangan perlu diperhatikary mengingat hasil penelitiantersebut dinyatakan dalam bilangan. Beberapa patokan yang lazimadalah sebagai berikut: r Bilangan yang,terdiri atas satu digit (angka9 alau kurang) yang tidak diikuti oleh satuan, dapat ditulis dengan huruf. Efek samping ruam kulit ditemukan pada tujuh pasien o Bilangan satu digit yang diikuti dengan unit ditulis dengan angka. Rerata kadar hemoglobin adalah 6 gdL. {jl

404 P enulis an lap or an p enelitian Bilanganyang terdiri atas dua digit atau lebih ditulis dengan angka. Penelitian ini melibatkan 54 pasien meningitis bakterial. o Bilangan pada awal kalimat tidak ditulis dengan angka, melainkan dengan huruf. Tujuh persen penduduk berpenghasilan kurang dari 400 dolar per kapita per tahun.e StatistikaKetepatannumerikKetepatan numerik yang terlalu rinci (misalnya 27.334%;2560.346gram) tidak menambah informasi, tidak meningkatkan kualitasmakalah, bahkan mungkin dapat menyebabkan makalah tidaknyaman untuk dibaca. Hasil yang diperoleh dari kalkulator ataukomputer biasanya perlu dibulatkan. Beberapa patokan: o Dalam menyajikan nilai rerata, simpang baku (standard deaiation), dan statistik lain harus diperhatikan ketepatan pada data aslinya. Umumnya nilai rerata hanya perlu diberi satu desimal lebih dari nilai pada data aslinya. Contoh: Bila data asli:234 gramt 273 gram,406 gram, ... dst., maka nilai rerata adalah 303.7 gram. Bila data asli 0,34 mg,0,72 mg, 0,54 m& ... dst., maka nilai rerata adalah 0.493 mg o Standard deaiation (SD) dan standard error (SE) cukup ditulis dengan satu desimal lebih dari nilai aslinya Rerata 2568 gram, SD = 213,7 gram (atau 213 gram). o Nilai t, x2, dar. r hanya memerlukan dua desimal o Pada penulisan persentase jarang diperlukan lebih dari satu desimal, kecualibila jumlah subyek sangatbesar. Bila jumlah *i

Sudigdo Sastroasmoro dkk. 405 subyek kurang dari 100 maka tidak diperlukan desimal, dan bila jumah subyek sangat sedikit (< 40), penulisan dalam persen tidak diperkenankan, cukup ditulis angka yang diobservasi saja. Contoh: . 23219650 = 2,86o/o . tetapi 5 I 42 tid,ak perlu dituli skan 14,29\"/o, cukup 14o/\", . 8ll9 tidak perlu diubah meniadi persentase, tuliskan saja 8/19 . 1 dari 2 pasien meninggal tidak ditulis mortalitas 507oNilai p o Nilai p sering diperlukan dalam penulisan hasil penelitian yang bersifat analitik. o Notasi p ditulis pelbagai cara, P, P, p, p) perhatikan in-house style (gaya selingkung) jurnal apabila kita akan mengirim manuskrip ke jurnal. Yang penting lakukanlah penulisan tersebut dengan taat-asas (konsisten). r Dalam menyajikan hasil uji hipotesis perlu dicantumkan nilai uji statistik (misal t, xz) jangan hanya nilai p saja. o Nilai p secara konvensional ditulis sebagai <0,05, <0,01 atau <0,001. Dengan adanya komputer lebih baik dicantumkan nllai p berdasarkan perhitungan, misalnya 0,07 atau 0,02 tetapi bila nilai p lebih kecil daripada 0,0001 tidak perlu ditulis angkanya, tuliskan saja p <0,0001. Hindarkan penulisan p = 0.0000, tuliskanlah p <0,000L, karena tidak mungkin probabilitas untuk terjadinya hasil semata-mata akibat peluang adalah 0. o Nilai p yangsudah dituliskan pada tabel tidak perlu diulang- ulang dalam nas.Penulisan SD (stanhrd fuv i ati on) dan SE (stanfu rd err o r)Nilai rerata seringkali diikuti oleh SD (standard deoiation, simpangbaku) atau SE (standard error), bergantungpada maksud penulis. *..f

406 P enulis nn I ap or an p eneliti anBila penulis ingin memberi gambaran bagaimana penyebaran nilaidi sekitar rerata digunakan SB, bila ingin menunjukkan bagaimanatepatnilai rerata itu dalam populasiyang diwakili oleh sampel makadigunakan SE. Telah menjadi kebiasaan pula untuk menuliskanSD atau SE tersebut dengan tanda +. Kebiasaan yang telah lamaberlangsung ini dapat membingungkan pembaca, terutama apabilaberhubungan dengan nilai negatif, misalnya suhu di bawah 0. Olehkarenanya dalam penulisan SB dan SE sangat disarankan untukmenghindarkan penggunaan notasi + dan menggantikanhyadengan tanda kurung sebagai berikut: o Nilai rerata berat lahir bayi = 3108 (SD 285) gram, atau o Nilai rerata berat lahir bayi = 3108 (SE 30) gram o Rerata suhu yang diperlukan adalah -20 (SD 2)'C.Penulisan interval kepercayaan (confifunce intentals)Dewasa ini penyertaan nilai interval (IK) kepercayaan banyakdianjurkan, bahkan disyaratkan, selain nllai p. IK merupakanrentang nilai parameter yang diperoleh dari suatu statistik bilasiimpling dilakukan berulang-kali. Dalam penulisan rentang IKtanda + pun sebaiknya dihindarkan antara lain karena sulit bilarentang tersebut melibatkan bilangan negatif. Jangan dituliskan: Nilai rerata dan interval kepercayaan 95% adalah 8 lzmgldL melainkan Nilai reratanya adalah 8 (IK95% 6;1:0l mgldL, atau Nilai reratanya adalah 8 (IK95% 5 sampai 10)mg/dlTabelTabel dapat diperlukan di semua bagian makalah, namun terseringdigrrnakan pada Hasil. Dalam penulisan tabel perlu dipertimbangkan: il:l

Sudigdo Sastroasmoro dkk. 407 o Tabel kurang disukai oleh editor oleh karena sulit dan mahal; karenanya harus dibatasi untuk yang penting saja. Sebagai patokan kasar yang dianggap layak, adalah 1 tabel untuk tiap 1,000 kata. Jadi untuk makalah sepanjang B-10 halaman (kertas kuarto, karakter Times New Roman 12 pt.1,5 spasi) 3 atau 4 tabel cukup memadai. o Tabe_1.,(j.uga gambar) dimaksudkan untuk memperjelas isi makalah: Bila data dapat disajikan dalam kalimat dengan jelas, tidak perlu dibueit'tabel. Jangan sampai angka-angka dalam nas tidak sesuai dengan yang ada dalam tabel. o Tabel yang sangat rumit sering tidak memperjelas penyajian bahkan membingungkan. Upayakan untuk memecah tabel yang rumit atau panjang menjadi dua tabel atau lebih. Kecuali dalam keadaan tertentu, penulisan tabel yang bersambung ke halaman berikut harus dihindarkan. o Keberadaan tabel harus ditulis dalam nas; jangan ada'tabel liar', yakni tabel yang tidak ditunjukkan keberadaannya dalam nas, seperti yang sering kita lihat di majalah popular. Diingatkan lagi untuk tidak menulis ulang dengan lengkap hasilyang telah disajikan dalam tabel. Cukup dikutip hasil yang pentingsebagai pengantar.Teknikpenulisantabel o Judul tabel dapat ditulis dengan huruf kecif atau seluruhnya huruf besar bergantung kepada gaya selingkung jurnal o Judul tabel tidak diakhiri dengan titik r Hilangkan garis vertikal dan garis horisontal-dalam (aertical and inner horizontal lines). Lihat Contoh. o Catatan-kaki dituliskan segera di bawah tabel, dengan tanda seperlunya. Bila terdapat singkatan dalam tabel, maka kepanjangan singkatan harus disertakan dalam catatan kaki.Penulisan tabel berikut ini tidak tepat karena menyertakan garisvertikal dan garis horizontal-dalam. {rJ|

408 P enulis an I ap or an p eneliti an Derclol penyokit Sembuh Meninggol Jumlqh 65 80 I 55 l5 75 28 40 il 20 ill 148 12 t95 Jumloh 47Penulisanyang benar adalah sebagai berikut: Deroiot penyokit Sembuh Meninggol Jumlqh I 65 l5 80 75 ll 55 20 40 llt 28 12 t95 Jumloh 148 IrusrnaslSama halnya dengan tabel, jumlah ilustrasi juga seringkali dibatasioleh editor. Sebagian kecil jurnal menerima ilustrasi berwarna,sebagian besar hanya menerima gambar atau foto hitam-putih.Perhatikan persyaratan tiap jurnal yang dapat dilihat pad alnstuctionto Authors. Pada umumnya editor menghendaki agar ilustrasi yangdikirim sudah digambar secara profesional dan siap untuk dicetak;sungguh tidak layak untuk'menyuruh' atalt mengharapkan editormenggambar ulang. Cropping, tanda-tanda, huruf, singkatan, danlegenda harus diperhatikan dengan cermat. Jangan sampai terdapatketidaksesuaian data atau pengertian antara apa yang terfulis dalamnas dengan yang ada di gambar, sehingga ilustrasi yang seharusnyamemperjelas makalah bahkan membuat pembaca menjadi bingung.Legenda gambar harus ringkas namun informatif. 4Rt

Sudigdo Sastroasmoro dkk. 409 7 DrcrusrDalam makalah hasil penelitian untuk dipublikasi di jurnal, Diskusibiasanya mencakup pula simpulan penelitian dan saran. Dalambagian ini peneliti mengemukakan atau menganalisis maknapenemuan penelitian yang telah dinyatakan dalam Hasil danmenghubungkannya dengan pertanyaan penelitian. Ini dilakukandengan: (1) membandingkan hasil dengan pengetahuan saat ini,yakni dengan membandingkan dengan hasil penelitian sebelumnyaapakah memperkuat, membantatr, atau memang sama sekali baru,dan (2) untuk penelitian klinis dihubungkan dengan praktik klinis.Tiap pemyataan harus dijelaskan, dan didukung oleh pustaka yangmemadai. Dalam Diskusi perlu dikemukakan keterbatasan penelitian,baik dalam desain maupun dalam eksekusinya. Tidak jarang desainpenelitian secara inheren mengandung kelemahan, atau penelitiantidak sesuai dengan yang direncanakan, misalnya banyak loss tofollow-up. Hal-hal tersebut harus dinyatakan dengan jujur dan dibahasdampaknya terhadap hasil. Peneliti harus juiur; bila ia mengetahuikelemahan dalam penelitiannya iaharus menyebut dan membahas,bukan mendiamkan kekurangan tersebut dengan harapan orangtidak melihatnya. Bila penulis menganggap terdapat kekuatan yangpenting dalam penelitian yang dilaporkary hal tersebut dapat puladikemukakan secara wajar. Dalam Diskusi hendaknya penulis secara wajar menunjukkanmakna hasil penelitiannya; dalam penelitian klinis harus dikaitkandengan manfaat dalam praktik. Perlu dihindarkan penggunaankalimat-kalimat yang menunjukkan seolah penemuan penelitiansangat luar biasa dengan berulang-ulang menulis kalimat: Data kami dengan meyakinkan menunjukkan bahwa...... atau Hasil yang kami peroleh telah dengan amat jelas......... Keraguan tersebut telah terhapus oleh data kami........ *jf

410 P enulisan lap or an p enelitian Perlu diingat bahwa ilmu kedokteran dibangun dari rangkaianpanjang bukti yang melibatkan banyak pasien, bukan denganbeberapa puluh pasien saja. Sebaliknya jangan menulis pembahasanyang memberi kesan bahwa peneliti ragu akan datanya sendiri,misalnya dengan kalimat: Bila data kami sahih, maka ..... Data kami yang tidak lazim ini, mungkin ..... Pada akhir karangan harus dibuat simpulan yang diperoleh daripenelitian dan relevansinya dengan ilmu pengetahuary praktik, danmanfaatnya untuk penelitian yang akan datang. Biasanya simpulanditulis dalam 1 atau 2 pdragraf terakhir dari Diskusi dan tidakmemerlukan subjudul tersendiri.Kesalahan yangsering dilakukan dalam DiskusiKesalahan-kesalahan berikut seringkali ditemukan dalam Diskusi: o Diskusi terlalu banyak mengulang-ulang apa yang telah dikemukakan dalam Hasil. Hal ini tidak tepaf tidak perlu diulang hal-hal yang telah disajikan dalam Hasil kecuali untuk menggarisbawahi aspek-aspek yang penting atau sebagai kalimat pengantar pembahasan. o Tidak dilakukan pembahasan yang adekuat terhadap apa yang ditemukan pada Hasil. Hal ini amat disayangkary oleh karena data tetap dibiarkan sebagai data, tidak dimaknai dengan menghubungkan dengan ilmu yang sudah ada dan tidak dihubungkan dengan praktik sehari-hari. o Simpulan tidak mengacu pada pertanyaan penelitian. Tujuan penelitian adalah menjawab pertanyaan penelitian. Karenanya harus ada alur yang jelas antara pertanyaan penelitiary metode, hasil, dan simpulan. o Simpulan tidak didukung oleh data. Meskipun pengarang diberi hak yang seluas-luasnya untuk mengajukan pendapat dalam Diskusi ini, namun simpulan harus benar-benar didukung oleh data penelitian. Tidak jareing terjadi simpulan il .1 tt

Sudigdo Sastroasmoro dkk. 411 yang diajukan bukan berdasarkan pada data penelitian sendiri melainkan dari pustaka; ini tidak dibenarkan. o Penulis menyimpulkan sesuatu yang tidak dipertanyakan dalam Pendahuluarl atau dengan kata lain menyimpulkan sesuatu yang tidak dirancang sebelumnya. Bila terdapat hasil tambahan yang penting yang diperoleh dalam penelitian, hal tersebut dapat dilaporkan sebagai hasil tambaharu bukan sebagai simpulan. Hasil tambahan tersebut perlu dikonfirmasi dalam penelitian lain yang memang dirancang untuk tujuan tersebut. Sarary usul atau dugaan dapat saja dikemukakan, tetapi bukansebagai simpulan. Bila cukup alasan untuk menganjurkan pembacaunfuk melakukan atau untuk tidik melakukan sesuatu, hal tersebutharus dikemukakan dengan wajar. Bila masih terdapat hal yangkontroversiaf dapat disarankan penelitian lanjutan. Kemampuanpeneliti untuk menyatakan makna penemuannya tidak kalah pentingdengan kemampuannya merancang dan melaksanakan penelitian. 8 UcnpnN TERTMA KASrHUcapan terima kasih perlu diberikan kepada orang atau institusiyang telah memberi bantuan atau nasihat substansial kepadapeneliti. Sponsor juga perlu diberi ucapan terima kasih, namunsekretaris atau teknisi tidak perlu. Kalimat penghargaan harusdibuat secara wajar, tidak berlebihan. Jangan pula, dengan maksuduntuk menaikkan kualitas penelitian, penulis mencantumkannama-nama terkenal yang tidak secara langsung terlibat dalamproses penelitiary apalagi bila yang bersangkutan tidak mengetahuipencantuman nama tersebut. . 9 Coxrrtcr oF rArrEREsrAkhir-akhir ini makin banyak jurnal yang mensyaratkan adanyapernyataan conflict of interestbaik secara individual (penulis artikel)maupun institusional (institusi afiliasi para peneliti). Misalnya salahsatu peneliti adalah penasihat medis perusahaan farmasi tertentu, *.rl

412 P enulis an lap or an penelitianmaka ia harus menyatakannya. Demikian pula halnya bila institusiafiliasi peneliti memiliki hubungan dengan institusi lain yang patutdiduga dapat menimbulkan conflict of interest, hal tersebut harusdinyatakan. Bila para peneliti yakin tidak memillki conflict of interest,dapat dihrliskan: tidak ada. Kadang pemyataan konflik kepentinganini menurut ukuran kita cukup \"ekstrem\". Misalnya dalam artikel\"Use of randomisation in the Medical Research Council's clinicnl trialof streptomycin in pulmonary tuberculosis in the 1940s\" (BMI1998;317 :1220-3, penulisny4 Yoshioka, menyatakan dalam Competinginterest: Merck proaided seoeral hundred photocopies free of charge. 10 PrnaN TrAP PENULTsFenomena lain yang makin banyak tampak adalah elaborasi masing-masing kontributor dalam penelitian dan pelaporan. Perlu atautidaknya hal ini dikemukakan tergantung dariin-house style masing-masing jurnal. Contoh: EM membuat desain dan menulis usulan penelitian awal. PR merupakan pemimpin proyek. GR bertanggung jawab dalam analisis statistika. Semua penulis memberi kontribusi yang sama dalam penulisan makalah. Catatan: EM, PR, dan GR adalah inisiql nama penulis. 1'I., Darran PUSTAKAPenulisan daftar pustaka dilakukan dengan cermaf sesuai dengansistem yang dianut; untuk ini lihatlah sistem yang digunakan olehjurnal yang kita tuju. Pada saa? ini sistem penulisan da{tar pustakayang paling banyak dianut adalah sistem Vancouver. IJraian carapenulisan kutipan dan daftar pustaka dapat dilihat pada Bab.L9.Banyak pakar yang berpendapat bahwa kecermatan penulisanrujukan merupakan salah satu tolok ukur kecermatan peneliti.Penulisan daftar pustaka yang tidak cermat akan wajar menimbulkankeraguan terhadap kecermatan peneliti secara keseluruhan. dri

Sudigdo Sastroasmoro dkk. 413 12 LeuprnaxPenyertaan lampiran jarang diperlukan dalam jurnal. Biladiperlukan (dan diperkenankan oleh editor), rumus statistika tabelprosedur, dan lain-lain yang relevan dapat disertakan. Daftar namasubyek penelitian, baik inisial maupun nomor rekam medis tidakboleh dipublikasikan. PaNpuAN PETAPORAN PELBAGAI IENIS PENELITIANSelama puluhan tahun pelaporan hasil penelitian sangat bervariasi,sehingga meskipun desain dan pelaksanaan penelitian sama, hasilyang dilaporkan dapat berbeda. Hal ini ditengarai oleh para editor,antara lain yang tergabung dalam International Committee of Medicallournal Editors (ICMIE). Pada pertemuan di Vancouver, BristishColumbia, Kanada, pada tahun 1978 kelompok ini menerbitkandokumen penting yang bertajuk \"Unioersal Requirements UniformRequirements for Manuscripts Submitteil to Biomeilical lournals:Writing anil Eiliting for Biomedical Publicatiott \". Dokumen tersebutselalu direvisi setiap 2 tahun. Kelompok juga menerbitkan panduanyang rinci untuk pelaporan pelbagai jenis penelitiarL antara lain:CONSORT - Consolidated Standards of Reporting TrialsQUOROM - Quality of Reporting of Meta-analysisSTARDT - Standard of Reporting Diagnotic TestMOOSE - Meta-analysis of Observational Studies in Epidemiology PnNuusAN sKRIpsI, TESIS, DAN DISERTASIPada umumnya format skripsi, tesis, atau disertasi sangatbervariasidari satu institusi ke institusi lainnya. Namun demikian sebenarnya il -;b 'll

414 P enulis an lap or an p enelitianprinsip penulisannya sama dengan penulisan makalah untukjurnal, yakni menguraikan alasan penelitian, cara penelitian,mengemukakan hasil, dan membahas hasil untuk kemudiansampai pada simpulan. Skripsi, tesis, atau disertasi ditulis dalam format yang lebih panjangdaripada laporan untuk jumal. Karena tidak adanya batas berapapanjang tesis atau disertasi, maka peneliti dapat dengan bebasmencantumkan lebih banyak tabel (sampai berpuluh-puluh),diagram, atau ilustrasi dalam tulisannya. Demikian pula tinjauanpustaka yang biasanya merupakan bab terpisatr\" dapat dibuat amatpanjang dan lengkap, disertai dengan puluhan tabel dan gambar,dan dengan sistematika seperti membuat buku ujar. Apakah haltersebut dibenarkan atau diperlukan? Dalam tesis, lebih-lebih dalam disertasi, peneliti dituntut untukmembuat diskusi yang luas dan mendalam. Namun hal itu tidakberarti bahwa ia perlu menulis seluruh aspek (penyakit) yangditeliti. Prinsip bahwa laporan ilmiah harus ringkas dan bernasjuga berlaku untuk penulisan tesis dan disertasi. Penulisan pelbagaiaspek teori yang dapat dibaca di buku ajar tidak seyogyanyadilakukan. Istilah luas dan dalam harus diartikan sebatas iamenyangkut substansi penelitiannya, dan bukan seluruh aspekpenyakit atau kelainan yang diteliti. Seorang pakar mengemukakan,bahwa hampir semua tesis atau disertasi sepanjang 200 halaman yangdiperiksany4 hanya sekitar 50 halaman yang mengandung nilai ilmiahyang relevan; selebihnya hanya merupakan rincian'tetek-bengek' yangdengan mudah dapat ditemukan dalam buku ajar standar. Dengandemikian bukan ketebalan tesis atau disertai yang membuatnyaberbobot, tetapi substansi, desairy serta kedalaman dan ketajamanpeneliti dalam melakukan interpretasi terhadap hasil penelitiannya. BEnsnaPA cATATANMenulis bukanlah hal yang mudah, karenanya diperlukan latihan.Dalam penulisan makalah ilmiah perlu diperhatikan kaidah-kaidahyang lazim, sementara alur logika sang peneliti harus tergambar il.a

Sudigdo Sastroasmoro dkk. 415dengan jelas dalam keseluruhan makalah. Antara fudul,Pendahuluan, Metode, Hasil, Diskusi harus memperlihatkankesinambungan yang jelas dan logis. Berikut ini adalah beberapacontoh buruk akibat kurang cermatnya penulisan: r Dalam Metode disebutkan desain deskriptif, namun dalam Hasil dilakukan uji hipotesis, kadang sangat banyak r Dilakukan banyak uji hipotesis yang tidak direncanakan yang sering disebut sebagai fishing expedition atau data dredging o Kadang data yang sudah susah payah dikumpulkan tidak dikemas dengan memadai, sehingga data tersebut tinggal sebagai data. Berkaitan dengan hal ini ada kutipan yang bagus: \"Science is made of facts, as a house is made of stones. But a bulk of facts is not necessarily a science, as a pile of stones is definitely not a house'. Revisi terhadap manuskrip harus dilakukan berulang-ulang.Kami selalu menganjurkan semua penulis (baik pemula maupunyang telah berpengalaman) untuk minta orang lain (senior, rekansebaya, atau bahkan yunior) untuk membaca hasil penulisanlaporan penelitian sebelum dikirimkan kepada editor. Mengapa?Karena tidak jarang kalimat atau frase yang menurut penulis sudahjelas, namun bagi orang lain kurang atau bahkan tidak jelas samasekali, padahal seorang penulis menulis untuk dibaca oleh oranglain. Dengan demikian maka kalimat yang kurang jelas maknanya,alur logika yang melompat, ejaan yang salah atau tidak taat asas,serta tata bahasa yang kurang tepat dapat diperbaiki; demikianpula tabel dan ilustrasi yang kurang informatif ataumembingungkan. Bila makalah ditulis dalam bahasa asing,misalnya bahasa asing, misalnya bahasa Inggris, revisi berulangdan konsultasi dengan orang yang kita nilai lebih mampu menjadilebih diperlukan. si

416 P enulisan lapor an p enelitian Dnrrnn PUSTAKA Browner WS. Publishing and presenting clinical research. Pennsylvania: Williams & Wilkins; 1999. pgle DW. lWgbilklsinnsin; g199y8g.ur medical research paper. Philadelphia: Lippincott Williams & PCaumyFb.rid$goewU!onivwerirtseityanPdrepsus,b1l9ls8h9.a scientific papers. Edisi ke-3. Cambridge: Huth E]. How to write and publish papers in the medical science. Edisi ke-2. Baltimore: Williams & Wilkins,1990. International Committee of Medical Journal editors. Uniform requirements for manuscript submitted to biomedical journal;1,997 Sastroasmoro S. Panduan penulisan makalah ilmiah kedokteran. Jakarta: Bagian Ilmu Kesehatan Anak Universitas Indonesia,1999. Sastro-asmoro S. Mengurai dan merajut disertasi dan tesis. Jakarta: Sagung Seto,2010. I Ai

Sudigdo Ssstroasmoro dkk. 417 d.. #ffffii#$*Fgffi4e^ffidff*i#ff*i,f*f*ieffi Tugos okhir peneliti dolam rongkoion proses penelition odaloh membuot loporon penel ition. Loporan dopot ditujukon kepodo masyorokot ilmioh, loporon untuk sponsor, serto penulison untuk mosyorakot owom. Sebog ion b esar p eneliti menargatkon untu k mempu b I i kos i kon hosil penelitionnyo di jurnol ilmioh. Formot loporon penelition untuk setiop jurnol bervoriosi, nomun umumnya mencokup komponen IMRAD (Introduction, Methods, Resu lts, D iscuss i on). Dolam Introduction dikemukokon olason serto tujuon penelition, dalom Methods diuroikon secaro rinci bogoimono penelition dilokukon, dolam Results disojikon hosilyong diperoleh (deskriptif don onolitik), don dolom Discussion dibohas mokno penemuon penelifian. Podo okhir pembohoson dituliskon kesimpulon. Keseluruhan bagion mokaloh horus merupokon rongkoion yqng mengolir don logis, ditulis dolom bohqsa yang boik don benor, dan mudoh dimengerti. Mokoloh ditutup dengan doftor pustoko yang ditulis dangon sistem yong ditetopkon oleh jurnol. *.r|


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook