Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore Bab 3. Ekinokokosis

Bab 3. Ekinokokosis

Published by haryahutamas, 2016-08-03 03:33:22

Description: Bab 3. Ekinokokosis

Search

Read the Text Version

BAB 3 EKINOKOKOSIS Sri S. Margono dan Arman A. AbdullahPendahuluan ff-kkainnokosktakodsiiusmpaldaarvmaasnpuseiasieadsaClaehsintofedkas,izgoeonnuotsikyEacnhginodcisoecbcaubs-.Ekinokokosis kistik (cystic echinococcosis, CE) disebabkanEchinococcus granulosus sedangkan kausa ekinokokosis alveolaris(alveolar echinococcosis, AE) adalah Echinococus multiloculans. Bentukpolikistik disebabkan E. vogeli atau E oligarthrus.l Larva berbentukkista disebut kista hidatid sehingga penyakit pada hospes perantarajuga disebut hidatidosis. CE merupakan masalah kesehatan penting diberbagai daerah bagian utara dan selatan dunia. AE terdapat terbatasdi dunia yaitu diAmerika Utara dan Eropa-Asia dengan angka mortalitasyang dangat tinggi. Bentuk polikistik yang jumlah kasusnya cenderungbertambah, ditemukan diAmerika Tengah dan Amerika Selatan' Hospesdefinitif utama adalah anjing dan rubah, sedangkan bentuk larvanyayaitu kista hidatid dapat ditemukan pada sejumlah jenis hewan danmanusia.2,3Beberapa laporan di lndonesia, pada periode penjajahan Belanda,menyebut kasus-kasus yang ditemukan hampir semuanya adalahbukan orang lndonesia dan mungkin mendapatkan infeksi di benuaEropa. Pada tahun 1988 dan 1997 ditemukan 3 kasus hidatidosis yangberasal dari atau tinggal di Sulawesi. Cacing dewasa E. granulosuspernah ditemukan pada2 anjing di Sulawesi.a-8Akhir-akhir ini dengan kejadian banyak rubah, hospes definitif utamaE. multilocularis, mengadakan invasi ke daerah perkotaan antara laindi Eropa, terjadilah siklus urban cacing iniyang tadinya diketahui hanyamempunyai siklus silvatik. eDiagnosis infeksi pada hospes definitif yaitu anjing, rubah dankucing, dapat dilakukan dengan menggunakan tehnik koproantigenatau pemeriksaan DNA; tehnik molekular di lapangan dapat membantumempelajari epidemiologi penyakit. 10 Terapi kimiawi yang efektifuntuk semua bentuk penyakit sangat diperlukan, sedangkan untuk yaitu terutama domba dan ternak perlu upayahospes perantara,menggembangkan vaksinasi.ll Upaya mengurangi AE di daerah

I DASAR PARASITOLOGI KLINIKperkotaan dilakukan dengan pemberian prazikuantel secara teraturterbatas pada rubah dan hewan mengerat, sehingga mengurangi risikomanusia mendapat infeksi. eEkinokokosis kistik (Cystic echinococcosis, C.E.) Penyakit ini ditemukan kosmopolit akan tetapi terutama di negaradengan peternakan domba yang dijaga oleh sekelompok anjing yangterinfeksi dengan banyak cacing dewasa. Selain pada anjing cacingdewasa ini juga ditemukan pada rubah, serigala dan kucing sebagaihospes reservoar. Hidatidosis menyebabkan masalah kesehatanmasyarakat yang penting di daerah tertentu yaitu diAsia, Afrika, AmerikaSelatan dan Amerika Tengah serta di daerah Mediterania.l-3,12 Kistahidatid terutama ditemukan di dalam hati dan paru, akan tetapi dapatditemukan didalam organ lain dari hospes perantara. Penyakit hidatidosis sudah diketahui sejak Galen dan Hippocrates,sedangkan diuraikan oleh Thebesius pada abad ke-17. Kata kistahidatid untuk pertama kali digunakan Rudolphi (1808) untuk melaporkanpenyakit ini pada manusia. Sampai sekarang hidatidosis mempunyaidampak medis, sosial dan ekonomis yang penting di sejumlah negaraseperti lrak.13Gara lnfeksi Cacing dewasa yang hidup di dalam usus anjing memproduksitelur yang kemudian ditemukan di dalam tinja. Kontaminasi tinjaanjing terjadi di lingkungannya, di tanah dan mungkin juga mencemarimakanan yang dikonsumsi manusia.3Manusia mendapat infeksi karenamenelan telurPatogenesis Gejala baru timbul setelah lama terkena infeksi. Pertumbuhankista di dalam organ tubuh perlahan-lahan; setelah menjadi besartimbul gejala akibat desakan jaringan di sekitarnya. Kista terseringditemukan di dalam hati, kemudian di dalam paru dan organ-organtubuh lainnya.la

Gb.21,22. Pulasan HE, Kasus ekinokokosis serebral (hidatidosis serebral); daughter cysfs, dengan kait-kait dibagian tengah, di dalam kista hidatid, yang dieksterpasi melalui bedah otak. Sumber: dari Departemen Saraf dan Bedah Saraf, RSUPNCM, JakartaDiagnosis Dengan CT scan atau ultrasound tampak kista hidatid yangbesar, berbentuk lonjong dan berisi cairan. Pada fase berikutnyapencitraan memperlihatkan daughfer cysfs. Reaksi Casoni dan eseiserologi Weinberg kinijarang digunakan lagi. Kedua tes imunologi inidiganti antara lain dengan ELISA. Pada umumnya tidak ada kelainanpada hasil biokimia darah; kadang-kadang ada eosinofili. Kelompokpeneliti membandingkan ELISA dengan tes agar gel difusi (AGD)pada sekelompok kasus, di antaranya yang dengan operasi dipastikanmenderita hidatidosis. Hasilnya sensitivitasnya untuk ELISA dan AGDberturut-turut 86,5% dan 73o/o, sedangkan spesifitasnya untuk keduates adalah 92,6%. Negatif palsu ditemukan pada 13,5o/o dan 27o/oberturutturut untuk ELISA dan AGD.1aGejala Klinik Ditemukan gejala klinik bila kista E. granulosus menjadi besar didalam hospes perantara seperti manusia. Kista besar merusak ataumenekan jaringan sekitarnya. Juga dapat terjadi syok anafilaktik padawaktu kista pecah. Kista terutama terdapat di dalam hati, paru, ginjaldan limpa. Untuk hidatidosis, paru merupakan organ kedua terpentingsetelah hatiyaitu lebih dari 5Oo/o.15 Gejala-gejala sesuai dengan lokasi diorgan tubuh manusia. r15 l

I DASAR PARASITOLOGI KLINIK Studi retrospektif di Kanada terhadap 42 kasus di antaranya 19dengan diagnosis pasti ekinokokkosis, 3 kasus dengan diagnosismungkin sekali sedangkan 20 dengan diagnosis mungkin ekinokokosis.Analisis yang diadakan terbatas pada 22 kasus dengan diagnosis pastidan diagnosis mungkin sekali ekinokokosis. Di antaranya terdapat77o/o perempuan dan 41% penduduk asli (aborigine), sedangkan umurberkisar antara 5 sampai 87 tahun. Sembilan pasien (40%) mempunyaikelainan paru dan 11 (50%) kelainan hepar, Pada satu penderita tampakmasa intrakardial yang beruuujud sebagai penyakit serebrovaskular dansatu pasien menderita kista limpa. Pada tujuh di antara 22 kasus patientstelah dilakukan operasi dengan cara reseksi dikombinasi dengan terapiobat, pada enam hanya dilakukan reseksi kista saja, pada empat pasiendilakukan aspirasi kista, satu kasus hanya mendapat terapi obat spesifiksedangkan empat tidak mendapat pengobatan spesifik. Tiga kasusmeninggal tidak karena ekinokokosis akan tetapi karena kausa lain.16 Hospes definitif tidak mengalami banyak gangguan dengan infeksiEchinococcus. Kadang-kadang kekurangan beberapa jenis vitaminkarena vitamin dapat diabsorbsi bilamana terinfeksi banyak cacing.3Diagnosis Diagnosis hidatidosis terutama berdasarkan cara imaging yaitudengan USG, CT-Scan, magnetic resonance imaging (MRl) atauItadang-kadang dengan foto konvensional polos abdomen. Apabiladinding kista lepas, kista akan kolaps yang memberi gambaranwater lily sign.17 Penemuan ini khas untuk ekinokokosis. Kadang-kadang lesi kecil dan tidak khas, sehingga dengan cara imaging sukardibedakan dengan penyakit lain seperti abses atau neoplasma. Haltersebut memicu untuk berupaya melakukan identifikasi dan mencarikarakteristik antigen spesifik parasit dengan metoda serodiagnostikyang dapat mendeteksi antibodi spesifik. Tes serologi seperti evaluasilgE dan lgG (t4lesfern Blot dan REASI) serta analisis molekular dapatdilakukan terhadap jaringan yang dieksisi.lsDiagnosis Banding Sebagai diagnosls banding harus dipertimbangkan aspek klinik,epidemiologi, pencitraan dan diagnosis serologi atau tehnik biomolekularbilamana ditemukan kista yang misalnya tampak dengan radio-imagingatau sekali- sekali ditemukan dengan palpasi bila ditemukan dijaringanmuskulo-skelet.le-20 Untuk kista di dalam hati diagnosis banding antaralain berbagai tumor jinak, tumor ganas, abses amebiasis, tumor di dalamkandung empedu, serosis hepatis dll.1e Apabila berlokasi di paru dan

menyebabkan hemoptisis dapat diperkirakan sebagai tuberkulosis.zlUntuk menyingkirkan penyakit bukan hidatidosis telah digunakanpencitraan dan tehnik serologi pada 273 penderita yaitu USG dan fototoraks dan metoda serologi. Tehnik imunologi meliputi aglutinasi lateks,CIER ELISA dengan cairan hidatid utuh dan antigen 5. Di antara ?73penderita ?43 diagnosis ditentukan dengan cara operasi, sedangkan 30di aniara 273 penderita yang benar-benar tersangka sebagai hidatidosisternyata menderita penyakit lain. Disimpulkan bahwa untuk diagnosispemeriksaan pencitraan merupakan cara yang lebih sensitif sedangkantehnik serologi lebih spesifik.2zPengobatan Disayangkan bahwa pada waktu ini operasi merupakan terapiterpilih, namun meskipun demikian beberapa $enyawa benzimidazolternyata efektif terhadap kista hidatid pada manusia. Hfek pengobatanjangka panjang dengan albendazol terhadap kista juga cukup memadai,sedangkan pengobatan jangka panjang dengan prazikuantel hanyaberdampak terbatas yaitu ada sedikit perubahan pada lapisan germinalkista.l2.Albendazol diberikan dengan dosis 400m9 dua kali sehari danpemberian harus dirnulai sebelum dilakukan tindakan dan diteruskanselama 28 hari setelah tindakan untuk menghindari penyebaran kista. Dapat dilakukan tindakan yang disebut PAIR yaitu PunctureAspiration Injectian Reaspiration, jadidilakukan aspirasi perkutan, infusidengan obat untuk memusnahkan skoleks dan reaspirasi isi kista.Sebagai protoskolosidik sering digunakan adalah etanol, yang setelah10 menit direaspirasi. PAIR dilakukan sebagai alternatif tindakan operasipada keadaan tertentu dan dianggap cukup aman. Sangat jarang trerjadisyok anafilatik dan diseminasi bahan kista.23 Prazikuantel adalah obatyang memusnahkan cacing dewasa muda dan dewasa di dalam ususanjing.3'r4 Alberrdazol telah digunakan pada 38 penderita berurnur 1 8-64tahun, selama 6 bularr dan kemudian dievaluasi sampai 1? bulan denganultrasonografi. Pada kelompok penderita ini tidak dilakukan operasi.Pada 11 {28,90/o) kasus tampak regresi yang bermakna atau sembuhtotal, jadi musnah sama sekali. Pada 19 (50o/o) kasus tampak degenerasikista disertaikista mengecil, berarti perbaikan keadaan, sedangkan padaI (21,1%) penderita sama sekali tidak ada perbaikan. Secara umumhasil irositif ditemukan pada 30 (78,9%) kasus. Disimpulkan bahwaalbendazol berguna sekali pada hidatidosis hepar dan pada keadaantertentu dapat digunakan sebagai satu- satunya terapi dengan hasilyang memuaskan.25

I DASAR PARASITOLOGI KLINIK Di lrak pernah dllakukan studirotrospektif 825 penderita kista hidatidtoraks yang telah dioperasi selama kurun waktu 6 tahun. Kebanyakanpenderita adalah laki-laki {61,1oy'a}, berumur antara 30 bulan sarnpai 79tahun (rata=rata 31 tahun). Gejala-gejala klinik yang terutama ditemukanadalah infeksi toraks, hemoptisis, sakit dada dan kadang-kadangditemukan kelainan radiologi. Diagnosis pra-operasi dapat dibuat denganfoto toraks, USG toraks dan CT-$can toraks. Tindakan operasi melaluitorakotomi postero lateral pada 466 penderita, torakotomi terbatas pada313 kasus, torakotomi bilateral h'ertingkat pada 17 penderita, disertaitorakotomi dengan akses trans-diafragma hepar pada 21 kasus. den ganaksee transdiafragma limpa pada 3 kasus, sternotomi median pada 3penderita dan operasi toraks dengan bantuan video pada 2 penderita\"Sekitar63% lesikistik pulmo ditemukan didalam paru kanan, Ditemukantambahan kista pada hatiatau organ abdomen lain yaitu sebanyak 120(1 5,54%) ^ Prosedur bedah konservatif di lakukan kecuali dengan reseksismall wedge pada 51 penderita, segmentektomi pada 36 penderitadan lobektomipada 6 penderita. Diambil kesimpulan bahwa torakotomiterbatas dan prosedur bedah konservatif lebih dianjurkan demipenampakan kosmetik kulit, penyernbuhan pasca-operasiyang baik dankurangnya rasa nyeri setelah operasi\" Operasi tetap merupakan tindakanutama untuk hidatidosis paru, Prosedur radikal, seperti pneumonektomi,lobektomi dan segmentektomi harus dihindari sebanyak mungkin.l3Pencegahan Hidatidosis pada manusia dapat dicegah dengan memutu$kandaur hidup antara hospes definitif dan hospes perantara. Dalamhal ini termasuk pengobatan anjing, pemeriksaan daging danpenyuluhan masyarakat mengenai bahaya infeksi dan menghindarimemberi sisa-sisa daging pada anjing disertai peraturan undang-undang. Semua tindakan ini harus dilakukan serentak. $upayaprogram ini berhasil masyarakat harus diberi pengetahuanmengenaidaur hidup cacing. Perlu sekali keterlibatan pemerintahmelalui Departemen Kesehatan, Pertanian dan Dalam Negeri.$ementara ini bilamana Departemen Pertanian yang bertanggungjawab terhadap program baru akan berhasil.26 Belum lama inivaksin rekombinan telah dikembangkan dan bilarnana sudahdicoba di lapangan secara tuntas akan merupakan salah satucara pencegahan yang bernilai.zT Dengan dilakukan program pemberantasan di berbagai negarapenyakit hidatidosis cukup berkurang akan tetapi secara global

tidak banyak yang tercapai. $ebaliknya ada petunjuk penyakitmenyebar karena pengawasan daging dan anjing tidak dilakukansedangkan aspek hukum kurang memadai.26Contoh Kasus Seorang perernpuan, berumur 65 tahun, penderita diabetes danhipertensi datang ke rumah sakit di Lusaka, Zambia dengan sakit dannyeri menahun di daerah hipokondria kanan. Diagnosis ditegakkansesuai temuan klinis gejala abdornen dan ultrasonografi yaitu kistahidatid yang sangat besar di hepar. Operasi dilakukan dengancara sistektomi disertai perisistektomi parsial.?8 Kasus lain yangdikemukakan di lndia adalah seorang perempuan, berumur 28 tahundengan keluhan hemoptisis yang berat dan batuk berdahak selama 2tahun. Dengan foto toraks, CT-$can dan video-bronkoskopi ditemukanlesipada paru kanan atas dan bagian bawah paru berupa kista. Cairanaspirasi hemoragik dan penuh dengan sel radang. Setelah cairan dicampur dengan kalium hidrosida tampak banyak sekali kait-kait kecildan skoleks E. granulosus. Ditemukan iuga brood capsule ufuh.Kemudian diagnosis selanjutnya ditegakkan dengan serologi denganhasil positif dan respons terhadap pengobatan dengan albendazol.2lEkinokokosi$ alveolaris (alveolar echinococcosis, A.E.) Bentuk larva E. multiloculais yang menyebabkan alveolarechinocaecosrs tumbuh seperti tumor gana$, perlahan-lahan di hatidan menyebar ke organ lain dengan cara metastasis. Penatalaksaanpenyakit ini harus memadai supaya penyakit ini tidak fatal. e'15'1eCara lnfeksi Rubah adalah hospes definitif E. multilacularis sedangkan hewanmengerat adalah hospes perantara alamiah. Kadang-kadang anjingdan kucing terinfeksi sehingga $ecara langsung atau dengan caramengkontaminasi makanan dengan telur parasit dapat menginfeksimanusia. Dibanding dengan penyakit yang disebabkan E. granulosuspenyakit ekinokokosis alveolaris lebih jarang ditemukan.e'15Fatologi dan Patogenesi$,e E. multitocularis tumbuh menjadi besar dan menimbulkan gejalapada penderita bertahun-tahun setelah terinfeksi, Tonjolan eksogendan proliferasi kista yang tidak mempunyai membran luar yang berasal 139s

I QASAH PARA$|TOLOGI Kl,lNlKdari parasit atau jaringan hospesnya, kemudian mengadakan infiltrasike dalam jaringan sekitarnya; menyebabkan fibrosis dan nekrosis.Fibrosis menekan jaringan di sekelilingnya, sehingga terjadi obstruksipembuluh darah dan saluran empedu. Lesi di dalam jaringan berupakista, berbentuk tidak teratur, dalarn jumlah besar berukuran beberapam ilimeter sampai beberapa sentimeter, berbatas kabu r den gan ja ringansekitarnya. Dengan mikroskop tarnpak dinding tipis yang terdiri ataslamina serta lapisan germinal yang tipis sekali atau tanpa lapisangerminal. Terdapat braod capsules dan protoskoliks yang mengadakanreproduksi aseksual dengan membentuk tonjolan lateral. Metasestodamati spontan atau terjadi degenerasi lesi\"eGejala Klinik Larva, yaitu metasestoda di dalam hospes perantara manusiatumbuh seperti tumor ganas, biasanya di dalam hati, masuk kedalam jaringan dan kemudian menghancurkan jaringan, menyebarke sekelilingnya dan mengadakan rnetastasis ke tempat jauh sepertiparu, otak dan organ lain. Pada umumnya pada permulaan kistayang'berkembang di dalam hati memberikan keluhan seperti sakit diulu hati, rasa lemah dan berat badan berkurang. Keluhan dan gejalayang kemudian timbul tergantung lokasi kista. Tanpa pengobatanangka harapan hidup pasien pada waktu 5 tahun rata-rata (suruival iate at 5 years) adalah 40% dan sebagian meninggal dalam waktu 10-15 tahun. Kelainan pada paru tenadi setelah kista menetap di dalamhati. Kista dari hati menyebar per continuatum melalui diafragma keparu, kemudian mungkin pecah ke dalam bronkus, rongga pleura danmediastinum. Lesi hepar dapat menginvasivena kava dan vena hepardengan metastase ke atrium kanan disertai emboli parasit ke paru,sehingga cepat sekali berakibat fatal. e'1113'15'1e21Diagnosis Cara rutin diagnosis infeksi dengan E. multilocularis dilakukandengan cara radiologi dan dengan deteksi antibodi spesifik di dalamserum penderita, akan tetapi cara radiologi maupun mendeteksiantibodi spesifik tidak selalu mudah diinterpretasi. Diagnosis juga perludikembangkan terhadap hospes re$ervoar karena kini risiko komunitasterhadap penyakit yang disebabkan Echinacoccus multiloculaishertambah khususnya di Eropa dan Amerika Utara dengan sangatmeningkatnya populasi rubah. Data tentang dampak infeksi lokal danpenelitian prevalensi parasit pada hewan yang menularkan parasit inilsJ :

seperti rubah, anjing dan kucing sangat diperlukan. Terjadilah hambatanpada investigasiyang diperlukan karena hewan sebagai hospes parasitharus dinekropsi untuk mendapatkan diagnosis yang spesifik. Padasuatu penelitian nested PCR dan cara yang diperbaiki untuk ekstraksiDNA telah dikembangkan unttrk mendapatkan diagnosis sensitif danspesifik infeksi E. multilaculans secara langsung dari spesimen tinjarubah yang dicairkan. Target sequence untuk amplifikasiadalah bagianE\" multilocularis mitochondrial 12$ rRNA gene. Spesifisitas metodaadalah 100% pada waktu dites terhadap 18 isolat(metasestoda dancacing dewasa) 11 spesies sestoda, termasuk E. granulas{rs. Sensitivitasmetoda dievaluasi dengan menambah suspensi telur dan telur-telurindividual pada spesimen tinja yang dicairkan dari rubah yang tidakterkena infeksi. Ditemukan satu telur saja sudah cukup untuk memberikantanda spesifik. Untuk memastikan hasil dengan PCR, probe internaldihibridisasi hanya dengan produk amplifikasi E\" multiloculans akantetapi tidak dibuat dengan DNA sestoda lain. Untuk investigasi aplikasimetoda ini untuk penelitian epidemiologi telah dikumpulkan 250 rubahliar dari Jerman bagian selatan di mana terdapat endemisitas tinggiekinokokosis. Rubah liar inidinekropsiserta isi rektum diperiksa denganPCR. Sensitivitas berkorelasi dengan jumlah dan stadium kedewasaanparasit. Tingkat sensitivitas berkisar antara 100% (>1,000 cacing gravid)sampai 70% (<10 cacing nongravid). Berdasarkan hasil PCR positif pada165 rubah, sensitivitas metoda nekropsiyang tradisionaldan secara luasdigunakan, ternyata didapatkan tidak melebihi 76%. Dengan demikiandisimpulkan bahwa sistim PCR dapat digunakan sebagai metodaalternatif pemeriksaan rutin untuk diagnosis rutin E multilocularis padakarnivora.lo Untuk ekinokokosis alveolar dianggap bahwa 65-kDa protein dariprotoskolises F. multilacularis dan Em18 merupakan antigen yangberguna untuk serodiagnostik. 18Diagnosis Banding Space-occ upying disease seperti abses hepar, metastasis tumorataukist-adenoma musin merupakan penyakit-penyakit yang perlu dianggapsebagai diagnosis banding kista hidatid di dalam hati. Selanjutnyabanyak sekali penyakit yang dianggap termasuk kelompok penyakitsebagai diagnosis banding yaitu selain penyakit ganas juga berbagaipenyakit lain seperti tumor tidak ganas pada hepar, paru, dan jantung'Juga dapat dipertimbangkan sirosis alkohol, penyakit-penyakit kantongempedu seperti kolangiosarkoma dan seterusnya. Pada hidatidosis

I DASAqPARASffOLOpT KUN|Kmultilokular ditemukan rongga multipel, nekrotik dengan di dalamnyasemacam pasta kental yang dikelilingi dinding berserat.lePengobatan Mebendazol dan albendazol adalah obat pilihan terhadapekinokokosis alveolar. Pengobatan jangka panjang telah dilakukan pada35 penderita, masing-masing dengan mebendazol atau albendazoldengan menggunakan berbagai dosis dan jadwat pengobatan yangdimulai pada tahun 1992. Penderita diikuti selama rata-rata 39 bulan{berkisar antara 12*79 bulan). Pengobatan dianggap berhasil bilapenyakit tidak bertambah parah setelah lebih dari setahun dan bilatidak ditemukan efek samping yang mengharuskan perubahan terapi.Tidak bertambah parah telah dievaluasi terutama dengan USG danCT-Scan serta didukung pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaanklinis. Secara umum efektivitas pengobatan adalah 970/o. Denganpengobatan ekirtokokosis alveolar tidak kambuh lagi pada 71% yangdlberi mebendazole dan pada 78% yang diobati dengan albendazol.Empat di antara lima kasus dengan penyakit progresif menjadi stabilsetelah regimen terapi diganti. Tujuh pasien rnendapat albendazolterus menerus. Pasien diamati selama rata-rata 28 bulan (berkisarantara 13*50 bulan) tanpa tanda-tanda penyakit bertambah parahalau adanya efek samping\" Observasi ini menunjukkan efektivitas yangtinggi dari kedua obat yaitu mebendazoldan albendazol dengan tingkatkeberhasilan yang $ama pada pengobatan ekinokokosis allveolar\"Albendazol mengurangi biaya pengobatan sampai lebih dari 40% danlebih mudah diterima pasien yang menyebabkan pilihan pertama adalahobat tersebut ini. Meskipun albendazol terhadap ekinokokosis alveolarhanya diperbolehkan penggunaannya dalam waktu terbatas, ternyataalbendazol aman dan toleransi terhadap obat ini baik. Selanjutnya dapatdikatakan hasil memadai pada kasus-kasus yang dengan berbagai jadwalpengobatan lain tidak berhasil baik. Albendazolsangat dianjurkan untukdigunakan pada kasus yang tidak dapat dioperasi atau pada penyakityang sudah dalam stadium lanjut,11Pencegahan dan Pemberantasan Disebabkan berbagai hal di daerah endemis pencegahan danpemberanta$an sangat sukar dilakukan. Dilihat dari segi manusia:penyakit ini adalah penyakit menahun, gejala-gejala baru timbullama setelah terinfeksi. $alah satu akibat adalah ekinokokosiskurang dilaporkan {undeneparted} dan perlu dilakukan program

penanggulangan yang lama.2e Dampak terhadap kesehatan rnasyarakattidak mudah dievaluas! karena diagnosis dan pengobatan sangat sulit'Untuk mencoba pemutusan rantai penularan perlu diperhatikan hewanreservoar yaitu anjing dan rubah. Pengobatan massal hewan-hewantersebutyang harus dilakukan secara konsisten dan lama membutuhkanupaya yang berat secara finansial maupun fisik. Pencegahan penyakit pada manusia $ecara umum adalah rajinmencuci tangan, mengobati anjing peliharaannya secara teratur,menghindari anjingnya makan di mana-mana sepanjang jalan, di daerahdekat hutan dan membatasijumlah anjing-anjing liar'Contoh Kasus Seorang laki-laki berumur 53 tahun mengeluh sakit kepala dankejang bagian kanan badan. Pada pemeriksaan ditemukan demam(38,50C), hepatomegali dan hemiparesis kanan. Laju endap darah70 mm/jam dan jumlah lekosit 20 000 mm3. Penderita ini berasal daribagian timur Turki akan tetapi tinggal selama 10 tahun di bagian baratTurki. Dengan MRI ditemukan lesi multipel di otak. Tiga kista multilokularditemukan di serebelum kiri, di lobus oksipital kanan dan lobus frontalkiri. Eelanjutnya ada 2 lesi solitar di lobus frontal kiri dan parietal kiri'Dengan CT-Scan ditemukan massa multipel di hatidan paru. Biopsi parudengan transtorakat biopsi dengan tuntunan CTtidak dapat memastikandiagnosisnya. Biopsi hati dilakukan dengan hasil kernungkinanekinokokosis multilokularis. Pada kasus ini pada permulaan belumtersedia tes serologi. Belakangan tes hemaglutinasi memberihasil positiftitrasi t/4096. Biopsistereotaktik dilakukan pada lesisolitar subkortikaldilobus parietal kiri dengan menggunakan anestesi lokal dan diagnosisdipastikan sebagai ekinokokosis multilokularis. Diberikan albend azal, 2x 400mglhari, disertai antibiotik sefotaksim 2xZglhari dan ornidazol (4 xS0Qmglhari). Akan tetapi akhirnya pasien meninggal karena septikemiadan gagalfungsi hepar. E. multilokulans sebenamya tidak begitu seringditemukan berlokasi di otak, akan tetapi pada kasus ini selain di hepar,yaitu lokasi umum, juga ditemukan di dalarn paru maupun di dalamotak. Pada kasuS ini sebagai diagnosis banding disebut infeksijamur,tuberkuloma dan meta$ta$is tumor ganas\"30 Dikatakan bahwa E. multilacularis adalah endemik di area lebihtinggi dan lebih dingin, yaitu di bagian timur Turki, sedartgkan E granulosus di daerah beriklim sedang, yaitu di bagian barat Turki. Dengan adanya mobilitas penduduk yang berpindah-pindah kedua penyakit hidatidosis dapat ditemukan di mana saja.30

I pASAn PAM$II9Lq9 KLrhilKDaftar pustaka1. $oulsby EJL. Helminths, arthropods and protozoa of domesticated animals. 1982;7th ed^:119- 27.\n FAO Corporate Document Repository. Review of echinococcosislhydatidosis: a zoonotic parasitic disease. Cited by: Permin A. And Hansen JW Review of echinococcosislhydatidosis: a zoonotic parasitic digease. Available from: h11p://rwwv.fao.org/docrepltl300tltl300t0nr.htm2. Schantz PM. Farasitic zoonoses in perspective. lnt J Parasitol 1990;21(2):1654.3. PerminA. And l'tansen JW. Review of echinococcosis/hydatidosis: a zoonotic parasitic disease. Available from: hfip:i/www.fao.orgidocrep/tt3001/tI300t0m. htrn4. Abadi K, Jobs S, Gella MA, Gunawan A. Kaeus penyakit hidatid unilokuler di Ujung Pandang, $ulawesi Selatan. National Farasitology Seminar and Fourth P4l Congress, Bogor. 1988;5. ArmanAM, Gella MA,Abadi K. Kista hidatid pada hati: laporan kasus. Kongres Nasion lKARl, Jakarta, 1 988.6. Departemen Neurologi dan Neurologi Bedah. Echinococcus multilokuler extradura. 1997.7. Carney \NP, Cross JH, Wheeling CH, Purnomo, Sudomo M, Simandjuntk G: Natural infection af Echinococcus granulasus in dogs from $ulawesi. SoutheastAsian J Trop Med Pub Health. 1974;5:385-9.8. Margono $S, Abdullah AA, Himawan $, Dharmawan NS, Wandra T. Notes. on Echinocaccus and echinococcosis in lndonesia. ln: lto A, Wen H, Yamasaki H, editors. Taeniasis/cysticercosis and echinococcosis in Asia. Asian Parasitology $eries Monograph. Chiba, Japan: Federation of Asian Parasitologists, 2005;2: p. 251-7 .9. Deplazes P. Ecology and epidemiology of Echinococcus multilocularis in Europe. Parassitologia. 2006:48 : 37-9.10. DinkelA, von Nickiech-Rosenegk M, Bilger B, Merli M, Lucius R, Romig T. Detection of Echinocaccus multiloculaisinthe definitive host: Coprodiagnosis by PCR as an alternative to necropsy. Journal of Clinical Microbiology.lg9S; 36(7):1871-6\"11. Reuter S, Jensen B, Buttenschoen K, Kratzer K, Kern P. Benzimidazoles in the treatment of alveolar echinococcosis: a comparative study and review of the literature. JAC. 2000;46;451-6.12. McManus DP, $myth JD. Hydatidosis: changing concepts in epidemiology and alveolar ciation. Parasitol. Today. 1 986;2(6): 1 63-8.13. AL-amran FGJ. $urgicalexperience of 825 patients with thoracic hydatidosis in lraq. Thoracic hydatidosis. lnd J Thorac Cardiovasc $urg. 2008; 24:124-8.14. Motamedi GR, Abshar N, Paykari H. Comparison of ELISA and Agar Gel Diffusion Techniques ln diagnosis of human hydatidosis. Arch Razi lns. 2001;52:4,4-8.15. Eckert J, Deplazes F. Biclogical, epidemiological, and clinical aspects of

echinococcosis, a zoonosis of increasing concern. Clinical Microbiology Reviews. 20A4J7 (1):107-35.16. SomilyA, Robinson JL, Miedzinski LJ, Bhargava R, Marrie TJ. Echinococcal disease in.Alberta, Canada: more than a calcified opaci$. BMC lnfect Dis. 2005, 5;34.17. Khanna M\" Chauhan S, Dalal U. Lehl $$. Waterlily sign. MJA,2007;'186(12):654.of18. Sako Y Nakao M, Nakaya K, Yamasaki H, ho A. Recombinant antigens forserodiagnosis cysticercosis and echinococcosis. Parasitol lnt. 2006;55 $uppl:569-73.19. VuittonDA, Bresson-Hadni S. Echinococcosis: Differential diagnosis & workup.eMedicine $pecialties > lnfectious Diseases > none. Updated May 11,2007- [cited 2009 Nov 14]. Available from: http://emedicine.medscape. com/articlelZ 1 4349-d iag nosis20. Mcidomini S, Cancrini G, Gabrielli S, Naspetti R , BartoloniA. Muscular cystic hydatidosis: case report. BMC lnfect Dis. 2007;7:23.21. Pandey A, Arya CL, Asthana AK. Pulmonary hydatidosis: An unusual causeof haemaptysis.lndian J Med Microbisl. 2007;25:158-60.?2. Balrba H, MessediA, Masmoudi S, Zribi M, Grillot R, Ambriose-Thomas P et a!.Diagnosis of human hydatidosis: Comparison between imagery and six serologic techniques. Arn J Trop Med Hyg. 1994;50(1):64-68.23. Filice C, Brunetti E, D'Andrea F, Filici G. Minimalinvasive treatmentfor hydatid *abdominal cysts; PAIR (Puncture, Aspiration, lniection, Reaspiration) state .of the art. Geneva: World F{ealth Organization, 1997. lcited 2009 Nov 14]. Available from: WHO/CTD/S|P/97. 324. WHO. Report of the WHO working group meeting on clinical medlcine and chemotherapy of alveolar and cystic echinococcosis. Besancon, France 1992Oct.10.25. Aurangzeb M. Albendazole in the treatment of hepatic hydatidosis. J Postgrad Med lnst, 2005; Jul-$ep 19(3):249-55. lcited 2009 Nov 10]. Available from:lrttp://rvrwv.pakmedinet.com/795626. Gemmel MA. Hydatidosis oontrol: a global view. Austr Vet J.1979;55:118-24.MlV27. Lightowlers Vaccines against cysticercosis and hydatidosis:foundation* in taeniid cestode immunology. Parasitology lnternational. 2006; 55{euppl. ); $39-S4328. Odimba EBFK, Nthele M, Ndjovu D. Surgical management of hydatid liver cysts:a case report. Egsi and CentralAfrican J Surg.2004;9(2):12-6.29. Graig PS, Budke CM, $chantz PM, Li T, Qiu J, Yang Y et al. Human echinococcosis: a neglected disease? J Trop Med Health. 2007;35(4):283- 92.30. Hakan T, Aker F. A case report of fatal echinococcosis. Ann Neurosurg'20A\1Q't:l4-9.


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook