Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore Bab 12. Etika Klinis

Bab 12. Etika Klinis

Published by haryahutamas, 2016-04-02 20:10:34

Description: Bab 12. Etika Klinis

Search

Read the Text Version

l2 Enm KunrTuiucn lnrtruhrionql Khurur1. Menyebuthon tujuon pendidihon dohter di Indonesiq.2. Menjeloshon tohop-tohop progrom pendidihon.3. Menieloshon isiprqhtih hlinih.4. Menyebuthon dosqr'dosor pengombilon heputuson di hlinih.5. Menjeloshon pendehqtqn prohtis dorisegietih dqlqm mengombil heputuson tentong tindohon medih di hlinihPohoh Bqhqron1. Goris Besqr Kurihulum Pendidihon Dohter di lndonesio.2. Etiho KlinisJub-Pohoh Bqhqrqn1. Tujuon pendidihon dohter di lndonesio2. Tohop-tqhop progrqm pendidihon3. Pedomon penqngqnon posien di hlinih4. Dosor'dosqr pengqmbilon heputuson tindqhon medih.84

8a/. 12 EtihoKlinis 85Dalam kurikulum nasional pendidikan dokter berbasis kompetensi (KBK), tujuanyang ingin dicapai adalah menghasilkan lulusan (dokter) yang mampu: 1. Memberi pelayanan kesehatan piimer, sesuai standar pelayanan medik 2. Memberi pelayanan kesehatan dengan berlandaskan etika dan hukum ke- dokteran serta mengingat aspek jasmani, rohani, dan sosio-btdaya (ltolutih) 3. Memelihara dan mengembangkan kepribadian dan sikap yang diperlukan untuk kelangsungan proGsinya seperti integritas, rasa tanggung jawab, dapat dipdrcaya serta menaruh perhatian dan penghargaan terhadap sesama manusia sesuai dengan etika kedokteran.Dalam program pendidikannya pendidikan dokter tersebut dibagi atas tiga tahap,yaitu:ITahap : Pendidikan lJmum (General educahba, 1 Semester)Tbhap II : Ilmu Kedokteran Dasar dan Klinik (Bnic medtbal.saence and clmtbal saence, 6 Semester)Tfiap III: Praktik KJintk (Clmical practice, minimal 3 Semester) Praktikklinikberisipendidikan berbasis kompetensi untukklinik dan kedokterankomunitas. Ini merupakan tahapan intems/ttp atal maga.ngAatihan kerja untukmendapatkan sertifikat praktik mandiri. Pada praktik klinih seorang dokter muda (Ko-asisten) harus memahami hal-halberikut. 1. Bahwa tidak semua pasien yang berobatjalan dan atau dirawat inap di Rumah Sfit Pendidikan atau Rumah Sakit yang dimanfaatkan untuk lahan praktik klinik, otomatis menjadi subjek pendidikan, bahkan seharusnya setiap pasien perlu dimintai izin tertulis untuk menjadi subjek pendidikan.Jika ada penolak- an dari pasien harus dihormati.. 2. Kepada pasien yang berstatus subjek pendidikan, perlu diberikan informasi bahwa: a. pertama kali akan diperiftsa oleh dokter muda b. kadang kala pemeriksaan dilakukan oleh lebih dari 1 dokter muda c. kadang kala pemeriftsaan dilakukan hanya untuk tujuan pendidikan, bukan asuhan medik. 3. Permintaan untuk tindakan medik haruslah sopan. 4. Padaprosedur inpastbe harus dihadiri superz,'mrapalaglpada tindakan pertama kali yang dilakukan oleh dokter muda.Dalam penanganan pasien-pasien di klinik, perlu diterapkan standar pelayananmedik yang bertujuan untuk melindungi masyarakat dari praktik di bawah standardan melindungi profesi dari tuntutan tidak wajar sekaligus merupakan pedomanpenga.wasan dan peningkatan mutu pelayanan. Standar pelayanan medik adalahmenyangkut aspek prosedur yang berkembang sesuai dengan perkembanganteknologi dan situasi serta kondisi setempat. Setiap dokter harus menyadari bahwaetik merupakan komponen penting dalam pelayanan klinik yang baik. Transaksiterapeutik antara pasien dan dokter didasari atas saling hormat menghormati,

Etiho Kedohteron don Huhum Kesehqtonsaling percaya mempercayai dan saling berbagi peran dalam, mencapai tujuanbersama, yaitu kesembuhan pasien atau mengurangi penderitaannya. Selanjutnya dalam mengambil keputusan untuk tindakan medik di klinik, darisegi etik dianjurkan untuk mengamalkan etika klinis yang merupakan etika terapanuntuk mengenal, menganalisis dan menyelesaikan masalah etik dalam pelayananklinik (fonsen et al, 2002). Setiap kasus di klinik, terutama yang menonjol aspek etiknya dianjurkan pen-dekatan-praktis dalam mengambil keputusan dengan menggunakan 4 topik ber-ikut.A. Indikasi medik (medtbal indrlcah'ons)B. Pilihan pasien (pahbnt prejlrence)C. Kualitas hidurp (qualx'ry zf/xj?)D. Gambaran kontekstual (contextuallfratura)A. Indikasi medik Prinsip-prinsip yang terbaik dan tidak merugikan 1. Apa masalah medik pasienl Anamnesis, diagnosis, prognosis? 2. Apakah masalahnya akut, kronik, gaurat, darurat, reuerstble? 3. Apa tujuan pengobatan? 4. Bagaimana tentang kemungkinan berhasil? 5. Apa rencana berikutnyajika pengobatan gagal? 6. Sebagai simpulan, bagaimana pasien ini dapat memanfaatkan asuhan kedokteran dan perawatan dan bagaimana menghindari kerugian bagi pasien?B. Pilihan pasien Prinsip menghormati otonomi pasien 1. Apakah pasien secara mental mampu dan kornpeten? Adakah bukti-bukti tidak mampu? 2. Kalau mampu apakatapasien tentang pengobatan yang dipilihnya? 3. Apakah kepada pasien telah dijelaskan manfaat dan risiko, dan memahami penjelasan tersebut dan apakah telah mengerti tentang penjelasan ini dan telah memberikan persetujuan tindakan mediknya (PTM)? ' 4. Kalau tidak mampu siapa yang layak mewakilinya? Apakah wakilnya meng- gunakan standar yang tepat untuk mengambil keputusan? 5. Apakah pasien sebelumnya telah mengemukakan pilihannya dan ke arah mana penanganannya? 6. Apakah pasien tidak mau atau tidak mampu menerima pengobatan? Kalau ya, kenapa? 7. Sebagai simpulan, apakah dari segi etik dan hukum hak pasien memilih telah dihormati?C. Kualitas Hidup Prinsip-prinsip yatg terbaik, tidak merugikan, dan menghormati otonomi pasien 1. Bagaimana prospeknya dengan atau tanpa pengobatan untuk kembali ke kehidupan normall

€al 12 ElihoRlinis 87 2. Apakekurangan fisik, mental dan sosial yang mungkin dialami pasien kalau pengobatan berhasil? 3. Adakah bias terhadap penilaian yang diberikan penyelenggara pelayanan kesehatan terhadap kualitas hidup pasien? 4. Apakah kondisi pasien sekarang dan yang akan datang sebegitu rupa sehingga kehidupan selanjutnya tidak perlu dipertimbangkan lagi? 5. Apakah rasional untuk merencanakan pengobatan selanjutnyal 6. Adlakah rencana untuk membuat hidupnya pasien nyaman dan apakah perlu diberikan asuhan paliatif?D. Gambaran kontekstual (kondisi sekitar) Prinsip-prinsip kesetiaan dan keadilan 1. Adakah hal-hal dalam keluarga yang memengaruhi keputusan akan peng- obatan? 2. Adakah hal-hal yang menyangkut penyelenggara pelayanan kesehatan (dokter, perawat) yang mungkin memengamhi keputusan akan pengobat- an? 3. Adakah faktor biaya dan ekonomi? 4. Adakah faktor agama dan budaya? 5. Adakah batas-batas kerahasiaan? 6. Adakah masalah alokasi sumber dayal 7. Adakah peraturan perundang-undangan yang memengaruhi keputusan akan pengobatanl 8. Apakah penelitian klinis atau pendidikan klinis terlibat? 9. Adakah konflik kepentingan dari penyelenggara pelayanan kesehatan atau Iembaga?Demikianlah pendekatan praktis yang dianjurkan pada setiap kasus di klinik.Karena tidak ada dua kasus yang sama, setiap kasus perlu ditangani tersendiri dandidiskusikan antara para dokter, dokter muda, pasien, dan keluarganya. \"Each casemust be ltandled tndiatduallj/'(Dana W. Atchley, 1959).


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook