Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore Kelas X_SMK_teknik_alat_berat_budi_tri_siswanto

Kelas X_SMK_teknik_alat_berat_budi_tri_siswanto

Published by haryahutamas, 2016-06-01 19:41:11

Description: Kelas X_SMK_teknik_alat_berat_budi_tri_siswanto

Search

Read the Text Version

_____________________________ 3.Prinsip-prinsip dasar hidrolik Gambar 3.95 Kontrol aliran kondisi bebasKONTROL ALIRAN METER-IN KONDISI BEBASUntuk keadaan yang lain kontrol aliran masuk dengan kondisi aliran bebasgambar skematiknya dapat diterangkan sebagai berikut.Setelah fluida mengalir ke Directional Control Valve (E) melalui input titik pmaka fluida akan masuk ke silinder (D) akibatnya silinder (D) masukkedalam tanpa kontrol.Sedangkan fluida yang ada didepan piston akan terdorong keluar melaluivalve pilot dan masuk ke directional control valve melalui titik A untukmenuju ke tangki.Setelah piston mencapai posisi maksimum ke belakang maka tekananfluida akan meningkat dan membuka relief valve sehingga fluida akanmengalir melalui relief valve menuju tangki.TEKNIK ALAT BERAT _____________________________________ 192

_____________________________ 3.Prinsip-prinsip dasar hidrolikPrinsip kerja pengatur jumlah fluida yang keluar ( meter out ) Gambar 3.96 Kontrol aliran meter-out kondisi pengontrolan aliran keluarApabila dikehendaki jumlah fluida yang keluar diatur maka rangkaiannyadisebut meter out. Sebenarnya rangkaian sama dengan kondisi meter in,hanya bedanya terletak pada posisi bagian keluar dari silinder. Pada meterin, flow control valve diletakkan sebelum fluida masuk kedalam silinder,sedangkan pada meter out flow control valve diletakkan setelah silinder.Prinsip kerjanyaFluida yang berasal dari tangki (reservoir) A, akan mengalir melalui filtermenuju pompa (B). Apabila kondisi fluida yang mengalir cukup banyak daripompa, maka sebagian fluida dialirkan ke directional kontrol valve (E), dansebagian lagi dialirkan melalui relief valve yang sudah diatur alirannyauntuk dialirkan menuju tangki. Hal ini akan terjadi jika telah dicapai tekananmaksimum sistem.Fluida yang mengalir ke Directional Control Valve (B) akan mengalir darititik P menuju titik A (kondisi seperti gambar).Fluida yang keluar dari Directional Control Valve (titik A) tanpa dikontrolakan langsung menuju ke silinder, akibatnya torak bergerak maju (pistonrod bergerak keluar), Fluida yang terdapat dibelakang piston akanterdorong keluar melalui valve pilot yang sudah diatur, setelah itu fluidakeluar dari valve pilot menuju ke Directional Control Valve (masuk dari titikB) dan menuju ke tangki (reservoir).TEKNIK ALAT BERAT _____________________________________ 193

_____________________________ 3.Prinsip-prinsip dasar hidrolikKontrol Aliran Meter Out aliran bebas Gambar 3.97 Kontrol aliran meter out aliran bebasSedangkan untuk langkah mundur kontrol aliran meter out untuk jenis aliranbebas diagramnya seperti gambar diatas.Prinsip kerjanya sebenarnya sama dengan kontrol aliran meter in untukaliran bebas, hanya bedanya terletak pada valve pilotnya, kalau padakontrol aliran meter in valve pilot mengontrol fluida yang masuk, sedangkanpada kontrol aliran meter out aliran bebas valve pilotnya mengontrol aliranfluida yang meninggalkan silinder.TEKNIK ALAT BERAT _____________________________________ 194

_____________________________ 3.Prinsip-prinsip dasar hidrolikBleed OffKontrol aliran yang mengatur aliran oli pada dua arah, dimana fungsirangkaian Bleed - Off ini dapat menghemat daya, sebab silinder hanyadigerakkan oleh beda tekanan pada kontrol alirannya. Gambar 3.98 Kontrol aliran bleed off (silinder maju)Prinsip kerja aliran fluidaFluida yang mengalir dari tangki (A) menuju ke pompa (B) melalui filter,setelah melalui pompa aliran fluida di cabang menjadi tiga jalan, sebagianmenuju ke relief valve ( C ) yang masih tertutup (A) (Reservoir) dansebagian dialirkan ke kontrol aliran (Flow kontrol) yang distel pada tekanandibawah relief valve oleh Flow Kontrol yang disetel pada tekanan dibawahrelief valve diteruskan ke tangki.Sedangkan aliran yang terakhir diteruskan ke directional control valve (E)masuk melalui titik P dan keluar melalui titik A untuk diteruskan ke silinder(D), sehingga piston rod bergerak maju (bergerak keluar) pada kecepatanyang berkurang.Pada silinder rod keluar maka fluida yang berada dibelakang piston rodakan terdorong (tertekan ) keluar melalui directional control valve (D) yangmasuk melalui titik B dan menuju ke tangki (reservoir A). Pada posisiTEKNIK ALAT BERAT _____________________________________ 195

_____________________________ 3.Prinsip-prinsip dasar hidrolikmaksimum, tekanan fluida akan naik sehingga sebagian fluida akanmengalir melalui relief valve dan melalui flow control valve ke tangki.Untuk gerakan mundur kontrol Bleed Off seperti gambar rangkaian dibawahini. Gambar 3.99 Kontrol aliran bleed off (silinder mundur)TEKNIK ALAT BERAT _____________________________________ 196

_____________________________ 3.Prinsip-prinsip dasar hidrolik Gambar 3.100 Kontrol aliran bleed off (silinder bergerak mundur)Prinsip kerjaSaat kedua ruang sisi silinder telah dipenuhi oleh fluida sebagian fluidaakan melalui bleed off ke tangki untuk mencapai kecepatan silinder yangdikehendaki. Dan ketika silinder mencapai posisi maju atau mundurmaksimum maka tekanan fluida akan naik menuju tekanan maksimumsistem, maka relief valve akan terbuka sehingga fluida akan mengalirmenuju tangki.Penerapan Instalasi Sistem HidrolikSistem hidrolik banyak sekali penggunaannya dibidang industri, misalnyasaja pada fork lift, traktor, serta sistem rem pada mobil.Berikut ini contoh sistem rangkaian hidrolik yang digunakan untukpemakaian dengan perubahan beban rangkaian tersebut diatas biasanyadigunakan pada Dump truck, dimana elemen pengangkatnya dapatberubah-ubah posisinya. (miring, dsb.)TEKNIK ALAT BERAT _____________________________________ 197

_____________________________ 3.Prinsip-prinsip dasar hidrolik n mA1 Gambar 3.101 Penerapan pada dumptruckDua pompa A dan B dapat memompa oli ke valve pengatur arah(directional control valve - G). Salah satu pompa mempunyai volume lebihbesar dibandingkan dengan pompa yang lainnya untuk tujuan kecepatanaktuator dan pompa yang lainnya untuk kemampuan menahan (holdingcapability). Oleh karena itu, satu pompa, katakanlah pompa A, akandikosongkan bila advance yang cepat terjadi pada katup (relief valve) A1,dan ini dilakukan dengan melepaskannya sehingga membuka danmengosongkan pompa A. Pompa B akan terus memompa oli hinggatekanan sistem tercapai atau valve pengatur arah ditempatkan dalam netraldan kemudian akan dikosongkan sebagaimana halnya dengan pompa A.Ketika valve pengatur arah yang berupa sebuah float center berada dalamnetral, ini tidak berarti menggantung beban pada posisi di tengah-tengahsilinder, tetapi oleh dua valve penyeimbang (J+K) yang harus disetel cukuptinggi untuk mempertahankan berat beban penuh. Ketika solenoid (M)diberi daya, solenoid ini akan membuka sirkuit seolah-olah anak panahlurus sedang bekerja, dan aliran akan mengalir melalui check valve padavalve pengontrol aliran (H) yang dioperasikan oleh pilot dan terus ke ujungcap pada silinder. Saluran yang sedang berada pada tekanan sistem akanmengirim tekanan ke bawah ke saluran pilot valve kontrol (I), sehinggamembukanya dan menciptakan situasi meter-out dan aliran balik akandiarahkan kembali ke tangki melalui valve pengatur arah (G). Ketikasolenoid (N) diberi daya, aliran oli akan bergerak ke arah ujung batangpada silinder dan akan terjadi peristiwa yang sebaliknya.TEKNIK ALAT BERAT _____________________________________ 198

Daftar Pustaka :Banga, T.R. et al, Hydraulics, fluid Mechanics, andHydraulics Machines, Delhi : KhanaPublishers. 1983.Budi Tri Siswanto, Diktat Mata Kuliah Alat Berat, 2003Erich J Schulz. Diesel Equipment I. Lubrication,Hydraulics, Brakes, Wheels, Tires. Singapore :McGraw-Hill, Co.Erich J Schulz. Diesel Equipment II. Design, ElectronicControls, Frames, Suspensions, Steering, DrivesLines, Air Conditioning. Singapore : McGraw-Hill,Co.Ganger, Rolf. Hydraulics course for VocationalTraining. Work Book, Esslingen, W Germany,FESTO-DIDACTIC. 1978.______, Hydraulics Course for VocationalTraining, Work Book. Esslingen, W GermanyFESTO-DIDACTIC. 1983.Ganger, Rolf. Et al. Hydraulics Vocational Training,21 Exercises with Instructions, Berlin-Koln,W Germany: The Bundeinstut forBerufsbildung-sforschung, Beuth-VeriagGmbh, 1973.Industrial Hydraulics Manual, USA : Vikers, RanCorporation, First Edition, 1970.____, The Hydraulic Agc. London MechanicalEngineering Publications Ltd. 1970.Materi Training Alat-alat Berat PT. United Tractors.Jakarta.Materi Training Alat-alat Berat PT. Freeport McMoran. Tembagapura.Materi Training dari TrakindoManual book Carlift, Fork Lift, Grader, Excavator danlain-lain. A1

Schmitt, A. Inggrad, The Hydraulic Trainer. Instruction and Information on Oil Hydraulics, Lohram Main. W Germany : G.L. Rextroth Gmbh. 1984.Sugi Hartono, Drs, Sistim Kontrol dan Pesawat Tenaga Hidrolik. Bandung : Tarsito. 1988. A2


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook